Heartbeat – Part 14 END

Author

Choineke

Title

Heartbeat

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC), others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–My heart is beating so fast just because of you–

——

Author POV

Terkutuklah Siwon jika membiarkan Yongri pergi seorang diri ke apotek. Walaupun apotek memiliki jarak yang sangat dekat dengan gedung apartement mereka.

Tidak sampai sedetik setelah pintu lift tertutup, Siwon langsung menekan tombol hingga lift kembali terbuka. Ia keluar dari lift dan mengikuti Yongri tanpa sepengetahuan wanita itu. Siwon tidak ingin Yongri marah jika tahu ia mengikutinya.

Siwon membutuhkan usaha yang keras untuk mengabaikan telepon Yongri yang bukan hanya satu kali. Ia terus menggenggam ponselnya dan beberapa kali hendak menjawab telepon itu. Ingin tahu apa yang sebenarnya hendak Yongri sampaikan hingga terus menghubunginya.

Namun Siwon takut jika mereka kembali bertengkar dan membuatnya harus menjadi pria brengsek–lagi–dihadapan Yongri. Walaupun sejujurnya Siwon tidak pernah ingin menunjukkan kebrengsekannya dihadapan Yongri. Ia juga ingin menjadi pria yang pantas untuk wanita itu.

Siwon menghela nafas panjang dan terus mengikuti Yongri. Ia menunggu di balik sebuah mobil saat melihat Yongri masuk ke dalam apotek. Dan tidak membutuhkan waktu lama, wanita itu meninggalkan apotek dengan sebuah kantong di tangan kirinya.

Siwon kembali mengikuti Yongri untuk pulang ke apartement. Ia akan mengambil barangnya di mobil setelah Yongri masuk ke dalam lift dengan selamat. Ia harus memastikan wanita itu serta bayi di dalam kandungannya baik-baik saja.

Tetapi Siwon tidak bisa menahan tubuhnya yang menegang ketika melihat Yoo Taehwan menghampiri Yongri. Bukan hanya pria itu sendiri tetapi dengan beberapa anak buahnya.

Siwon kembali bersembunyi di balik mobil yang terparkir. Ia bukan ingin bersikap seperti pria pengecut. Tetapi ia tidak ingin Taehwan melihat kehadirannya dan menjadikan Yongri sanderanya agar Siwon mendekat padanya.

Siwon memicingkan matanya dan melihat bagaimana Yongri yang tampak ketakutan saat berada di dekat Yoo Taehwan. Sial! Sial! Sial! Apa sebenarnya yang diinginkan Taehwan dari Yongri? Kenapa pria itu harus mendekati Yongri?

Siwon hampir saja melangkah saat melihat anak buah Taehwan mengelilingi Yongri. Kedua tangannya terkepal erat dan siap memukul mereka semua jika mereka berani menyentuh Yongri sedikit saja.

Dan seolah benar-benar ingin mencicipi pukulan Siwon, beberapa anak buah Siwon memegang Yongri dan siap membawa wanita itu pergi. Siwon langsung berlari menghampiri mereka dan menendang punggung salah satu anak buah Taehwan hingga tersungkur.

“Oppa!” Pekik Yongri antara lega dan terkejut dengan kehadirannya.

Siwon bersyukur saat melihat Yongri bisa melawan dan melepaskan dirinya dari kukungan anak buah Taehwan. Wanita itu langsung berlari mendekatinya dan Siwon menyembunyikannya di balik punggungnya.

Siwon dapat merasakan Yongri yang mencengkram lengannya dengan erat. Sepertinya wanita itu begitu takut atas apa yang baru saja dialaminya. Siwon benar-benar merasa lega karena mengikuti Yongri tadi.

“Choi Siwon.” Taehwan nampak begitu puas melihatnya.

“Apa kau tahu bahwa kau saat ini bersikap seperti banci?” Tanya Siwon dengan rahang mengeras.

“Menyerang wanita lemah yang tidak tahu apapun.” Lanjut Siwon.

Taehwan tersenyum dan berjalan mendekatinya. Tampak tidak terganggu dengan hinaan Siwon yang ditujukan padanya.

“Kau tahu? Sejujurnya aku tidak peduli dengan caraku melakukan sesuatu. Karena aku akan melakukan apapun untuk mencapai keinginanku. Bahkan jika aku harus menyakiti wanita lemah itu untuk mendapatkanmu.” Ucap Taehwan.

“Lagipula untuk apa kau membelanya? Bukankah kalian tidak memiliki hubungan apa-apa? Wanita itu berkata jika kau tidak akan peduli jika terjadi sesuatu padanya.” Taehwan menunjuk Yongri yang berada di belakang Siwon.

Siwon tidak bisa menahan kepalanya untuk tidak menoleh dan menatap Yongri. Wanita itu juga sedang menatapnya dengan wajah menyesal.

“Oppa, itu–“

“Benar. Kami memang tidak memiliki hubungan apapun.” Siwon menyela apapun yang hendak Yongri katakan. Taehwan menyeringai seolah tidak mempercayai ucapannya.

“Karena itu biarkan dia pergi dan kita bisa meneruskan urusan kita yang tertunda. Benar, kan?”

Taehwan tidak mengatakan apa-apa. Membuat Siwon berpikir jika pria itu menyetujui ucapannya. Siwon berbalik dan menatap Yongri yang hendak menangis. Siwon tidak tahu apa penyebabnya. Apakah karena wanita itu takut atau karena rasa bersalahnya atas ucapannya pada Taehwan.

“Pulanglah.” Kata Siwon sembari mendorongnya pelan. Yongri menggeleng.

“Pulanglah, Choi Yongri. Pikirkan bayi di dalam kandunganmu.” Bisik Siwon. Tidak ingin Taehwan tahu jika Yongri sedang hamil.

“Oppa..”

“Hei, hei, hei.” Panggil Taehwan membuat Siwon dan Yongri menoleh.

“Kapan aku mengijinkan wanita itu pulang?” Tanya Taehwan.

“Ya, Yoo Taehwan!” Bentak Siwon. Taehwan menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak pernah membiarkan orang-orang yang berurusan denganku pergi begitu saja, di saat aku belum selesai dengan mereka.”

“Dan kau..aku harap kau tidak lupa bahwa kau membuat dirimu berurusan denganku, Choi Siwon-ssi. Wanita itu juga terpaksa berurusan denganku karena dirimu.” Taehwan menunjuk Siwon dan Yongri bergantian.

“Sialan, dia tidak ada urusannya denganmu! Dia tidak tahu apapun!” Seru Siwon.

“Aku tidak percaya jika dia tidak tahu apapun. Jelas-jelas saat itu aku pernah menyampaikan pesan padanya.” Kata Taehwan.

“Brengsek!” Siwon hendak menghampiri Taehwan tapi Yongri menahan lengannya.

“Jangan, oppa. Mereka terlalu banyak.” Bisik Yongri dengan suara bergetar.

Siwon menatap Yongri yang ketakutan. Kemudian pria itu menghela nafas panjang dan kembali menatap Taehwan.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Siwon berusaha menekan amarahnya.

“Kau tahu apa yang kuinginkan.” Jawab Taehwan.

“Aku tidak akan pernah sudi menjadi anak buahmu!” Tukas Siwon.

“Benarkah?” Sahut Taehwan sembari mengusap tengkuknya.

“Kalau begitu aku akan bawa wanita itu bersamaku.” Taehwan memberi isyarat pada anak buahnya untuk membawa Yongri.

Siwon tahu bahwa ini tidak akan mudah. Ada sekitar lima orang anak buah Taehwan yang harus dilawannya. Tetapi Siwon juga tidak akan membiarkan mereka membawa Yongri begitu saja. Lebih baik dia mati daripada membiarkan Taehwan membawa Yongri.

Karena itulah sembari melindungi Yongri dengan memegang tangan wanita itu, Siwon melawan anak buah Taehwan. Ia melakukan apapun yang bisa dilakukannya. Ia memberikan tendangan pada mereka yang hendak mendekat. Memukul mereka yang berusaha memukulnya.

“Pergi bersembunyi.” Kata Siwon sembari mendorong Yongri dengan pelan.

Siwon langsung menghadang anak buah Taehwan yang hendak menangkap Yongri yang sedang berlari. Ia membiarkan dirinya mendapatkan pukulan dari mereka dan melukai dirinya. Walaupun Siwon juga melakukan perlawanan, ia tahu pada akhirnya akan kalah.

Tetapi Siwon tidak ingin menyerah secepat itu.

Kepala Siwon terasa berdenyut saat salah satu dari mereka memukul pelipisnya dengan kuat. Untuk beberapa saat ia seperti kehilangan arah dengan pandangan yang berkunang. Bahkan sebelum sempat pulih, seseorang menendang punggungnya hingga ia jatuh berlutut.

Siwon bertumpu dengan kedua tangannya di aspal agar tidak berbaring. Karena jika ia berbaring, maka anak buah Taehwan akan semakin mudah mengalahkannya.

“Oppa!”

Teriakan Yongri seakan menyadarkan Siwon. Pria itu langsung mengalihkan pandangannya pada Yongri yang berada di dalam dekapan Taehwan saat ini. Siwon menggeram dengan penuh emosi. Matanya melebar ketika melihat Taehwan mendorong Yongri dengan keras ke arah dinding.

Siwon tidak tahu mendapatkan kekuatan dari mana, ia segera berdiri, menerobos kumpulan anak buah Taehwan dan menangkap Yongri sebelum wanita itu membentur dinding. Membiarkan punggungnya yang sudah terasa sakit semakin sakit karena benturan yang dialaminya.

Siwon mengerang dengan kedua tangannya yang memeluk Yongri. Ia berharap tulang-tulang ditubuhnya tidak patah saat ini.

“Oppa..” Lirih Yongri.

“Kau–baik-baik saja?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk dengan airmata yang mengalir diwajahnya.

“Menyerah saja, Choi Siwon.” Kata Taehwan. Seluruh anak buahnya berdiri di belakang pria itu. Seolah menunggu perintah lanjutan darinya.

“Jika kau mengikutiku, aku tidak akan menyakiti kekasihmu.” Janji Taehwan.

Siwon mengeratkan rangkulannya pada bahu Yongri. Berharap Yongri mengerti bahwa Siwon akan melindunginya apapun yang terjadi. Bahwa Yongri tidak perlu takut karena Siwon bersamanya.

“Kemarilah, ikut pergi bersamaku. Dan biarkan kekasihmu pulang ke apartementnya.” Taehwan melambaikan tangannya.

“Tidak, oppa. Jangan lakukan itu.” Pinta Yongri.

Siwon menatap Yongri sembari beberapa kali meringis. Tanpa Yongri mintapun, Siwon tidak akan pernah mau bergabung dengan Taehwan.

“Kau membawa ponselmu?” Tanya Siwon berbisik. Yongri nampak terkejut mendapat pertanyaan dari Siwon. Namun kemudian ia mengangguk.

“Hubungi polisi dan Kyuhyun. Aku akan berusaha melawan mereka hingga polisi datang.”

“P–polisi?”

“Ya. Kita tidak punya banyak waktu, Choi Yongri. Lakukan dengan cepat dan jangan sampai Yoo Taehwan mengetahuinya.” Ujar Siwon sembari menggeser Yongri hingga berdiri dibelakangnya.

Beruntung karena tubuh Yongri yang mungil, dapat tertutupi oleh tubuh Siwon yang jauh lebih tinggi. Orang-orang mungkin tidak akan tahu jika ada seorang wanita yang bersembunyi di belakang Siwon. Namun sayangnya, Taehwan dan yang lainnya telah mengetahuinya.

“Kenapa kau begitu ingin aku menjadi anak buahmu?” Tanya Siwon dengan sikap menantang. Ia mendengar Yongri berbisik dibelakangnya.

“Apa kita akan berbicang-bincang disini?” Ucap Taehwan dengan tidak percaya.

“Aku menginginkan alasanmu.” Sahut Siwon. Taehwan tersenyum kecil.

“Apa yang harus aku katakan? Aku terlalu bosan memiliki anak buah idiot seperti mereka.” Kata Taehwan sembari menunjuk anak buah dibelakangnya.

“Hei, hati-hati dengan ucapanmu. Kau bisa mati konyol jika mereka mengeroyokmu.” Komentar Siwon dan membuat Taehwan tertawa senang.

“Mereka? Mengeroyokku?” Pria itu kembali tertawa.

“Tidak mungkin. Kau tahu kenapa? Karena mereka tidak peduli pada hinaan apapun yang aku berikan pada mereka. Selama aku memberikan mereka uang, mereka akan terus berada di bawah kakiku.”

Siwon mengepalkan kedua tangannya. Ia benar-benar membenci Yoo Taehwan. Pria itu benar-benar bersikap sombong dan berkuasa. Menganggap bahwa setiap orang bisa dibeli dengan uang sehingga akan menuruti keinginannya.

Seandainya saja Taehwan datang seorang diri, Siwon pasti telah membuat pria itu menutup mulutnya. Hanya saja Siwon tidak ingin bersikap idiot dengan menyerang Taehwan di saat anak buah pria itu siap menerjangnya.

“Oppa, aku sudah menghubungi Kyuhyun dan polisi.” Bisik Yongri sembari mencengkram kaosnya.

Siwon sedikit menoleh melalui bahunya dan mengangguk.

“Apa yang kalian bicarakan?!” Tanya Taehwan saat melihat Siwon mengangguk.

“Pembicaraan sepasang kekasih. Kenapa? Kau tidak akan mengerti apa yang kami bicarakan. Karena seorang bajingan seperti dirimu, tidak akan bisa menyayangi ataupun mencintai orang lain.” Jawab Siwon dengan senyum sinis.

Taehwan tampak marah saat mendengar jawaban Siwon atas pertanyaannya. Terlihat dari kedua tangan pria itu yang terkepal dengan kuat.

“Aku tanya padamu untuk terakhir kalinya. Apakah kau akan ikut denganku atau tidak?” Setiap kata yang dikeluarkan Taehwan penuh dengan penekanan.

“Jawaban yang sama yang akan aku berikan padamu. Bahwa aku tidak sudi menjadi orang-orang idiot seperti yang berdiri dibelakangmu.” Ucap Siwon tanpa rasa takut sama sekali.

Taehwan meludah dan menatap Siwon dengan kesal.

“Kau benar-benar menguji kesabaranku.” Ujarnya.

“Habisi dia!” Perintah Taehwan.

Tanpa banyak bicara, anak buah Taehwan langsung menyerang Siwon dengan membabi buta. Walaupun begitu, Siwon tetap berdiri di depan Yongri untuk melindungi wanita itu. Ia membalas setiap pukulan pria-pria itu tanpa bergeser sedikit pun dari posisinya.

“Jangan memberinya nafas sedikitpun!” Seru Taehwan yang tertawa melihat pertarungan Siwon dan anak buahnya.

Siwon mencoba mengabaikan suara Taehwan serta tangis Yongri dibelakangnya. Ia berusaha mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melawan. Kalaupun ia harus mati, ia tidak akan mati sebagai seorang pecundang.

Namun ternyata tidak membutuhkan waktu lama hingga polisi tiba di posisi mereka saat ini. Siwon bernafas lega ketika mendengar sirine mobil polisi. Berbanding terbalik dengan Taehwan serta anak buahnya yang tampak panik ketika mendengarnya.

“Sial, polisi!” Umpat Taehwan sembari menatap ke kanan dan ke kiri.

“Mundur!” Perintah Taehwan yang siap berlari dan masuk ke mobilnya.

Tetapi Siwon tidak membiarkannya begitu saja. Pria itu berlari kencang untuk mendekati Taehwan dan menendang punggungnya. Taehwan langsung jatuh tersungkur diiringi erangan dari bibirnya.

Siwon memutar badan Taehwan dan mendudukinya. Menghalau keinginan pria itu untuk kabur dari polisi.

“Kau mau kemana, huh? Kau pikir bisa pergi begitu saja?” Tukas Siwon sembari mencengkram kemeja Taehwan.

Teringat tentang apa yang baru saja hendak dilakukan Taehwan pada Yongri, membuat Siwon memukuli pria itu tanpa ampun. Mengabaikan tangannya yang terasa sakit karena terus beradu dengan kerasnya wajah Taehwan.

“A–apa yang kalian lakukan?! Singkirkan dia d–dariku!” Seru Taehwan pada anak buahnya.

Anak buah Taehwan bergerak untuk mendekati Siwon. Namun saat melihat mobil polisi yang datang serta beberapa polisi langsung keluar dari mobil tersebut, mereka mengurungkan niatnya dan memilik untuk kabur.

Tetapi sayangnya polisi bergerak lebih cepat dan menangkap mereka. Siwon segera berdiri ketika ada dua polisi dan memegang Taehwan–yang tampak melawan dan berusaha melepaskan dirinya.

“Apa yang dia lakukan?” Tanya seorang polisi. Siwon menatap Taehwan dengan nafas tersengal.

“Dia menyerang istriku yang sedang hamil. Tolong tahan dia.” Jawab Siwon.

“Baik. Kami akan memprosesnya. Kami juga membutuhkan keterangan dari Anda dan istri Anda.”

“Tentu.”

“Hyung!” Siwon menoleh ketika mendengar panggilan Kyuhyun, namun kemudian ia langsung mengalihkan pandangannya pada Yongri dan menghampirinya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Siwon sembari memegang pundak wanita itu. Wajah Yongri terlihat sangat pucat.

“Y–ya.” Jawab Yongri, namun tidak lama kemudian tubuh wanita itu lunglai dan terjatuh dalam dekapan Siwon.

“Yongri-ya!”

——

Dengan tangan yang diperban, Siwon menggenggam tangan Yongri dengan erat. Menyatukannya dengan keningnya sembari menghela nafas panjang berkali-kali. Hampir saja..hampir saja malam ini Siwon kehilangan anaknya.

Siwon benar-benar bersyukur karena memilih untuk mengikuti Yongri. Bersyukur karena ia berada di dekat wanita itu saat Taehwan mendekatinya. Dan bersyukur karena tidak terjadi apapun pada Yongri selain shock ringan, kelelahan, dan stres.

Siwon benar-benar panik saat melihat Yongri pingsan. Tanpa pikir panjang ia segera membawa wanita itu ke rumah sakit menggunakan mobil Kyuhyun. Berteriak seperti orang gila memanggil dokter agar segera menangani Yongri. Setidaknya Siwon dapat bernafas lega karena Yongri dan anaknya baik-baik saja.

“Semuanya baik-baik saja, oppa.” Yeon yang berdiri disamping Siwon mengusap dan meremas pundak pria itu.

“Aku hampir kehilangan segalanya, Yeon.” Gumam Siwon dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak pernah merasa setakut ini di dalam hidupnya.

“Tapi kau menyelamatkannya.” Sahut Yeon dengan tersenyum, namun Siwon tidak bisa melihatnya.

Siwon menegakkan kepalanya dan menatap Yongri yang belum sadarkan diri. Dokter menyuntikkan obat agar wanita itu bisa beristirahat lebih lama.

“Apakah menurutmu Yongri akan menyalahkanku?” Tanya Siwon.

“Tentu saja tidak. Dia akan bersyukur karena memilikimu.” Jawab Yeon.

“Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang tidak akan terjadi, hyung.” Timpal Kyuhyun.

Siwon menghela nafas dan mencoba untuk mempercayai ucapan Yeon dan Kyuhyun. Ia berharap Yongri tidak menyalahkannya dan semakin menjauh darinya. Siwon benar-benar tidak sanggup jika harus berada jauh dari wanita itu untuk kedua kalinya.

“Aku benar-benar mencintainya.” Lirih Siwon membuat Yeon dan Kyuhyun terkesiap. Karena pria itu tidak pernah mengucapkan kata cinta yang begitu menyesakkan seperti ini.

——

Saat membuka matanya, Yongri merasakan kepalanya yang terasa berdenyut hingga membuatnya meringis dan kembali memejamkan matanya. Ia ingat jika dirinya seharusnya meminum obat yang dibelinya di apotek.

Namun kemudian saat mengingat apa yang terjadi setelahnya, mata Yongri terbuka dengan lebar dan langsung menatap sekelilingnya. Ia bernafas lega saat melihat Siwon berdiri di dekatnya. Walaupun pelipisnya tertutup kasa, pipinya lebam serta bibirnya robek.

Mengabaikan sakit kepalanya, Yongri langsung bangun dan menarik Siwon ke dalam pelukannya. Tidak bisa menahan airmata kelegaan ketika tahu bahwa pria itu baik-baik saja. Yoo Taehwan tidak membuat pria itu harus di rawat di rumah sakit seperti saat itu.

Yongri menangis dengan begitu kencang di dalam pelukan Siwon. Membiarkan bahu pria itu basah oleh airmatanya. Merasakan kehangatan pria itu di dalam dekapannya membuat Yongri tidak henti-hentinya merasa bersyukur.

“Semua baik-baik saja.” Bisik Siwon sembari mengusap kepala Yongri.

“Aku benar-benar takut.”

Yongri merasakan Siwon mengeratkan pelukannya. Seolah pria itu mengatakan bahwa Yongri tidak perlu takut karena pria itu akan terus bersamanya.

“Maafkan aku. Karena diriku kau mengalami semua ini.” Yongri menggeleng di dalam pelukan Siwon.

“Daripada mengkhawatirkan diriku, kau harus mengkhawatirkan dirimu. Kau pingsan dan membuat jantungku hampir berhenti berdetak.” Keluh Siwon. Yongri melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan wajahnya yang basah. Kemudian tangannya meraba perutnya.

“Anak kita baik-baik saja.” Kata Siwon menenangkan Yongri. Kembali Yongri bernafas dengan lega.

Siwon dan bayinya baik-baik saja. Maka tidak ada yang perlu Yongri khawatirkan.

“Bagaimana dengan luka-lukamu?” Tanya Yongri sembari mengusap pelipis Siwon dan menggenggam tangan Siwon yang diperban.

“Tidak ada yang serius.”

“Bagaimana dengan punggungmu? Punggungmu terbentur di dinding dengan keras.”

“Yongri-ya. Yongri-ya.” Siwon menangkup wajah wanita itu. Yongri menutup mulutnya dan menatap Siwon.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya baik-baik saja, oke?”

“Astaga! Apa kalian melupakan keberadaan kami disini?!” Seru Yeon yang duduk di sofa bersama Kyuhyun dari tadi.

Yongri menoleh dan baru menyadari jika ada sepasang kekasih itu di dalam kamar rawatnya. Dia benar-benar tidak memperdulikan apapun lagi tadi. Hanya mengkhawatirkan keadaan Siwon yang penuh luka saat ini.

“Kalian disini.” Gumam Yongri.

“Tentu saja! Kau pikir cuma Siwon oppa yang mengkhawatirkanmu?” Gerutu Yeon sembari berdiri dan menghampiri Yongri. Kemudian langsung memeluk wanita itu.

“Syukurlah kau baik-baik saja.” Ucap Yeon penuh kelegaan.

“Terima kasih, Yeoni-ya.”

Yeon melepaskan pelukannya dan menggangguk.

“Jadi, apa kalian akan memutuskan untuk bersama?” Tanya Yeon sembari menatap Siwon dan Yongri bergantian.

Yongri terkejut mendapatkan pertanyaan tiba-tiba dari Yeon. Ia menatap Siwon dan tampak salah tingkah. Benar. Yongri melupakan fakta bahwa hubungannya dan Siwon sedang menggantung. Bagaimana–

“Tentu saja.” Yongri kembali terkejut saat merasakan Siwon menggenggam tangannya dengan erat.

“Bukankah sudah seharusnya kami bersama? Kami saling mencintai dan ada buah cinta kami di dalam kandungan Yongri.” Kata Siwon sembari duduk di tepi tempat tidur dihadapan Yongri.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon. Mereka saling menatap dengan tatapan penuh cinta.

“Aku tidak mau kejadian seperti ini terjadi lagi. Aku tidak sanggup jika harus melihatmu terluka. Aku ingin menjagamu setiap saat. Ingin merasakan kau di dalam jangkauanku. Dan aku membutuhkanmu. Sangat-sangat membutuhkanmu.” Genggaman tangan Siwon semakin erat.

“Aku tahu bahwa memaafkan kesalahanku tidak akan semudah itu, tetapi aku tidak bisa jika harus berada jauh darimu lagi. Kau bisa menghukumku dengan cara lain. Tetapi aku mohon..aku mohon jangan mendorongku menjauh dari kehidupanmu dan anak kita. Karena aku sangat mencintaimu.”

Airmata kembali menetes di wajah Yongri saat melihat wajah Siwon yang terlihat begitu tersiksa dan terluka. Juga wajah pria itu yang menyiratkan permohonan yang mendalam. Terlihat sangat bersungguh-sungguh dengan perasaannya.

Bagaimana mungkin Yongri tega melanjutkan hukumannya pada Siwon? Bagaimana mungkin Yongri akan membiarkan pria itu terus tersiksa? Di saat Yongri pun mengalami siksaan yang sama. Berada jauh dari Siwon membuat dadanya sesak.

“Oppa, maafkan aku.” Sesal Yongri.

“Aku tidak bersungguh-sungguh saat menolak kehadiranmu. Aku juga tidak bisa berada jauh darimu. A–aku..aku benar-benar menyesal melakukannya. Aku bertindak kekanak-kanakan. Aku–” Yongri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena isakannya semakin kencang.

“Ssttt.. Tidak apa-apa.” Siwon beringsut mendekat dan memeluk wanita itu.

“Maafkan aku.” Isak Yongri.

“Tidak apa-apa, sayang. Aku mengerti.”

Walaupun merasa lega karena ia dan Siwon dan kembali bersama. Yongri tetap tidak bisa menghentikan tangisannya. Ia ingin melampiaskan seluruh perasaan tertekannya selama ini. Ingin meluapkan perasaan rindunya pada Siwon karena selalu menahannya selama ini.

“Berhentilah menangis, huh? Menangis akan membuatmu kelelahan dan dokter bilang jika kau tidak boleh kelelahan.” Kata Siwon sembari mengguncang tubuh Yongri yang berada di dalam pelukannya.

Yongri mendorong Siwon menjauh dan mengusap airmatanya dengan kepala tertunduk. Wajahnya pasti sangat berantakan sekali saat ini. Yongri merasa malu karena harus menangis dihadapan mereka semua.

“Yongri-ya, lihat aku.” Pinta Siwon. Yongri menggelengkan kepalanya.

“Tidak perlu merasa malu. Aku sudah melihat semua kejelekan yang ada di dalam dirimu.” Ucap Siwon membuat Yongri memukulnya namun kemudian tertawa.

“Tapi aku tetap jatuh cinta padamu.” Lanjut Siwon membuat Yongri merasa terharu.

“Aish, apa kalian benar-benar melupakan keberadaan kami?!” Keluh Yeon dan disambut tawa Kyuhyun dari belakangnya.

“Lebih baik kita pergi dan biarkan mereka bermesraan.” Usul Kyuhyun sembari menarik Yeon untuk meninggalkan kamar rawat Yongri setelah melambaikan tangannya pada Siwon dan Yongri.

“Kyuhyun dan Yeon sudah pergi. Apa kau tidak akan membalas perasaanku?” Tanya Siwon dengan nada merajuk.

“Kau sudah tahu bagaimana perasaanku.” Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Tetapi aku belum mendengarnya secara langsung darimu.”

“Bagaimana dengan Yoo Taehwan?” Yongri tiba-tiba mengalihkan pembicaraan membuat Siwon tidak bisa menahan senyumnya.

“Polisi menahannya.”

“Bagaimana jika dia berbuat curang dan bebas?”

“Aku akan bersaksi kepada mereka. Mengatakan bahwa Yoo Taehwan memiliki dendam padaku karena pertarungan MMA. Aku pikir itu akan semakin memberatkan hukumannya.”

“Lalu, bagaimana denganmu? Jika kau mengatakan tentang MMA, bukankah kau juga akan mendapatkan hukuman?” Yongri menyetujui pendapat Siwon, tetapi ia merasa khawatir.

“Maka aku hanya perlu menjalani hukuman itu. Aku akan melakukan apapun untuk melindungimu dan anak kita.” Ucap Siwon sembari mengusap wajah Yongri.

“Walaupun harus dipenjara?” Tanya Yongri dengan berbisik. Siwon menghela nafas panjang.

“Aku akan mencari pengacara hebat untuk mendampingiku. Kita akan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan semua ini.” Jawab Siwon.

“Kau yakin?”

Siwon kembali menarik Yongri ke dalam pelukannya. Tidak lupa memberikan kecupan hangat pada pelipis wanita itu.

“Jangan pikirkan apapun selain aku dan calon anak kita.” Bisik Siwon dan dibalas anggukan kepala oleh Yongri.

——

Berada di kamar Siwon terasa asing. Yongri baru sadar jika selama ini ia dan Siwon selalu menghabiskan waktu di apartementnya dan kamarnya. Karena itulah saat Siwon memintanya untuk menginap di apartement pria itu malam ini, semuanya terasa asing untuk Yongri.

Kamar Siwon seperti kamar pria pada umumnya. Terlalu dominan dengan warna hitam dan abu-abu. Bahkan tempat tidur yang Yongri gunakan saat ini berlapiskan sprai berwarna abu-abu gelap. Tidak ada tempelan apapun pada dindingnya.

Siwon hanya memiliki satu buah figura yang berisi foto pria itu bersama orangtuanya di atas meja nakas. Saat Siwon masih berusia belasan tahun dan sebelum kecelakaan merenggut nyawa kedua orangtuanya. Kemudian di kamar Siwon juga terdapat lemari pakaian serta sebuah meja yang terdapat laptop diatasnya.

Ini adalah kali pertama Yongri memusatkan perhatiannya pada kamar Siwon. Jika saja aroma Siwon tidak menusuk hidungnya saat berada di kamar ini, Yongri pasti berpikir ia benar-benar berada di kamar orang lain.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon yang berbaring di samping Yongri.

“Apa aku wanita pertama yang masuk ke dalam kamar ini?” Yongri bertanya balik.

“Tentu saja tidak.” Jawab Siwon langsung membuat Yongri menatapnya dengan kesal. Haruskah Siwon sesemangat itu menjawabnya?

“Yeon sering masuk ke kamar ini.” Kata Siwon dengan jahil dan mencolek ujung hidung Yongri.

Yongri yang hendak marah mengurungkan niatnya dan malah tertawa. Lelucon pria itu terdengar tidak lucu, namun entah kenapa Yongri ingin tertawa.

“Kau tahu pasti apa maksud pertanyaanku.” Ujar Yongri kemudian.

“Selain dirimu, tidak ada. Dan tidak akan pernah ada.” Tukas Siwon dengan yakin.

“Mengingat bagaimana jagonya dirimu saat bercinta, aku tahu bahwa kau berpengalaman terhadap wanita. Tapi, kenapa?”

Siwon tertawa.

“Benar, aku memang berpengalaman terhadap wanita. Tetapi jika itu menyangkut tubuh mereka. Kalau soal hati, aku nol besar. Karena itu aku tidak pernah mau mengundang mereka ke tempat di mana aku tinggal. Lagipula aku tidak ingin membuat Yeon tidak nyaman.”

Yongri menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan penjelasan Siwon. Bukan rahasia lagi jika Siwon sering tidur dengan wanita yang berbeda-beda. Yongri mengetahui itu bahkan sebelum ia dekat dengan Siwon. Tetapi Siwon tidak pernah jatuh cinta. Itulah maksud ucapan pria itu.

“Yongri-ya.” Panggil Siwon. Yongri mendongak untuk menatap pria itu.

“Kau mau menikah denganku, kan?” Tanya Siwon membuat mata Yongri melebar.

“Apa kau sedang melamarku?” Siwon mengangguk.

“Tanpa cincin, bunga, atau paling tidak makan malam romantis?” Wajah Yongri terlihat benar-benar tidak percaya.

“Aku bisa memberikan semuanya nanti jika itu yang kau mau. Aku menginginkan jawabanmu terlebih dahulu.” Sahut Siwon tanpa rasa bersalah karena telah melamar Yongri tanpa persiapan apapun.

Yongri menggerutu sembari membenarkan posisi kepalanya di lengan Siwon yang menjadi bantalnya.

“Tentu saja aku mau.” Sungut Yongri.

Siwon tersenyum. Tetapi Yongri tidak melihatnya karena mata wanita itu sedang tertuju pada dada Siwon.

“Ayo, kita ke London.” Kata Siwon tiba-tiba.

“Apa?!”

“Ke London. Bertemu dengan orangtuamu.” Siwon terlihat bersemangat.

“Kita harus mengatakan pada mereka jika kau sedang hamil dan kita akan menikah.”

“Tapi–“

“Aku tahu bahwa hubunganmu dan orangtuamu tidak baik. Tetapi tetap saja mereka orangtuamu. Mereka akan menjadi orangtuaku juga. Kita harus mengikutsertakan mereka dalam pernikahan kita.” Ucap Siwon sembari mengusap pipi Yongri dengan punggung tangannya.

“Apakah kita akan menikah di London?” Tanya Yongri.

“Jika orangtuamu tidak mau datang ke Korea, kita bisa melakukannya di sana. Aku hanya perlu membawa Yeon untuk ikut bersamaku ke London sebagai keluargaku.”

Yongri kembali menatap dada Siwon dan tampak memikirkan ucapan pria itu. Sejujurnya, Yongri pun tidak menginginkan pernikahan yang mewah. Ia hanya membutuhkan Siwon sebagai mempelai pria serta Yeon sebagai sahabatnya. Menikah di London tidaklah buruk.

“Aku setuju.” Putus Yongri akhirnya membuat Siwon tersenyum dengan lebar.

Yongri membiarkan Siwon mendekapnya dengan erat. Membuatnya bisa mendengarkan debaran jantung pria itu yang tidak beraturan, sama seperti dirinya. Entah sejak kapan jantung Yongri berdetak dengan cepat saat berada di dekat Siwon.

“Oppa.” Panggil Yongri.

“Hmm?” Gumaman Siwon yang terdengar lemah membuat Yongri menebak jika pria itu hampir tertidur.

Namun Yongri tidak akan membiarkan Siwon tidur sebelum mendengar ucapannya. Yongri mendorong pelan dada Siwon hingga dekapan pria itu melonggar.

“Aku mencintaimu.” Ucap Yongri membuat mata Siwon melebar. Namun kemudian pria itu kembali tersenyum dengan penuh kelegaan. Seolah telah begitu lama menunggu Yongri mengucapkannya.

“Aku juga mencintaimu.” Balas Siwon sembari menyatukan bibirnya dan bibir Yongri.

Saat Siwon mengubah posisinya menjadi di atas wanita itu, mereka sama-sama tahu bahwa mereka akan melewatkan malam ini dengan begitu panjang, bergairah, dan penuh cinta.

——

–London, Inggris–

Siwon dan Yongri berdiri tepat di depan rumah Sanghoon. Keduanya menatap rumah yang tertutup dengan rapat itu–dengan perasaan bercampur aduk. Pada awalnya, mereka sama-sama percaya diri untuk membicarakan semua ini pada orangtua Yongri.

Namun tiba-tiba saja mereka merasa sangat gugup saat ini.

Siwon berpikir, bagaimana jika orangtua Yongri tidak menginginkannya menjadi menantu? Biar bagaimanapun mereka telah memiliki seorang pria yang ingin dicalonkan kepada anak mereka satu-satunya.

Apalagi saat ini Yongri dalam keadaan hamil. Orangtua Yongri pasti berpikir jika Siwon adalah pria brengsek yang memanfaatkan kepolosan Yongri. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu membuat tangan Siwon yang menggenggam tangan Yongri–berkeringat.

Siwon menghela nafas panjang dengan pandangan yang tidak beralih sedikitpun dari rumah Sanghoon. Walaupun merasa gugup, Siwon mengagumi kemewahan rumah Sanghoon. Di depan rumah terdapat berbagai macam tanaman yang asri. Siwon yakin ibu Yongri yang merawatnya dengan baik.

“Kau gugup?” Tanya Yongri.

“Tidak.” Jawab Siwon berdusta.

“Kau gugup.” Simpul Yongri saat menatap wajah Siwon.

“Baiklah. Aku memang gugup.” Aku Siwon akhirnya.

“Haruskah kita menunda pertemuan hari ini? Bagaimana jika kita menghabiskan beberapa hari terlebih dahulu di London, sebelum menemui orangtuaku?” Yongri mengusulkan.

“Begitukah menurutmu?” Sahut Siwon dan dibalas anggukan kepala oleh Yongri.

“Baiklah.” Kata Siwon sembari berbalik untuk meninggalkan rumah Sanghoon.

Namun baru beberapa langkah, Siwon kembali berbalik dan berjalan mendekati rumah Sanghoon.

“Aku tidak bisa bersikap seperti seorang pengecut.” Gerutu Siwon dan menekan bel rumah.

Yongri yang berdiri di samping Siwon tidak bisa menahan senyumnya. Saat ini ia bisa melihat kesungguhan Siwon. Pria itu benar-benar ingin bertanggung jawab dan menikahinya.

Beberapa saat kemudian, pintu rumah Sanghoon terbuka hingga membuat Siwon dan Yongri sama-sama terkesiap. Rasa gugup mereka semakin menjadi seiring dengan keluarnya wanita paruh baya yang cukup mirip dengan Yongri.

“E–eomma..” Sapa Yongri dengan cengiran bodoh.

“Yongri-ya..”

Yongri yakin Hyesoo sangat terkejut saat ini. Karena mata ibunya tampak melebar ketika melihat kehadirannya. Wajar saja karena Yongri tidak memberikan kabar jika ia akan menemui mereka.

“Hai, eomma.” Gumam Yongri.

“Kenapa tidak memberitahu kami jika kau akan datang? Aku bisa menjemputmu di bandara.” Kata Hyesoo dan kemudian matanya beralih kepada Siwon.

“Siapa–” ucapan Hyesoo terhenti saat mencoba menelisik wajah Siwon.

“B–bukankah kau Choi Siwon? Kakak sepupu Jung Yeon, teman Yongri. Benar, kan?” Tebak Hyesoo. Siwon tersenyum kecil.

“Selamat malam, eommonim. Benar, saya Choi Siwon.” Sapa Siwon sembari membungkukkan badannya.

“Ya, selamat malam. Tetapi apa yang kau–kalian lakukan? Ya Tuhan, masuklah dulu.” Hyesoo membuka pintu lebih lebar agar Siwon dan Yongri bisa masuk.

“Apa appa ada di rumah, eomma?” Tanya Yongri.

“Ya. Kami baru saja selesai makan malam. Jika kalian datang lebih cepat, kita bisa makan malam bersama. Apa kalian ingin aku menyiapkan makan malam untuk kalian?” Hyesoo menawarkan.

“Tidak perlu, eomma. Kami sudah makan di hotel.” Tolak Yongri.

Hyesoo tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap Siwon serta Yongri dengan curiga.

“Aku masih tidak mengerti. Kenapa kalian tiba-tiba datang ke London malam-malam seperti ini? Dan kau, Yongri-ya, saat itu kau pulang ke Korea dengan terburu-buru. Sekarang apa yang membuatmu kembali?” Tanya Hyesoo.

Yongri meringis sembari melirik Siwon yang berdiri disampingnya.

“Kami akan menjelaskan semuanya, eomma. Tapi bisakah kau panggilkan appa?” Pinta Yongri. Hyesoo hanya diam dan menatap Yongri.

“Eomma?”

“Baiklah. Tunggulah di ruang keluarga.” Perintah Hyesoo dan disambut anggukan dari Yongri.

Yongri langsung mendorong Siwon untuk menuju ke ruang keluarga. Ia tidak ingin Hyesoo terus-terusan menatap mereka dengan penasaran dan curiga.

“Yah, setelah kuingat-ingat, aku pernah bertemu ibumu saat hari kelulusanmu dan Yeon. Tetapi aku hampir melupakan wajahnya karena dia terlalu lama tinggal disini.” Ucap Siwon setelah menghempaskan dirinya di sofa.

“Benar. Aku pun hampir melupakan wajahnya jika tidak pulang saat itu.” Komentar Yongri.

Siwon memajukan tubuhnya untuk menatap wajah Yongri yang duduk disampingnya.

“Berhentilah bersikap sinis pada orangtuamu. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu.” Nasehat Siwon sembari mengusap perut Yongri.

Yongri menepis tangan Siwon dan menatap sekeliling dengan panik. Untuk saja Sanghoon dan Hyesoo belum datang.

“Bagaimana jika appa dan eomma melihat?!”

“Mereka juga akan tahu sebentar lagi.”

“Tetap saja kau tidak boleh bersikap seperti itu di depan mereka!” Gerutu Yongri. Siwon hanya mengangkat kedua bahunya dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

Namun saat orangtua Yongri datang kemudian, Siwon langsung menegakkan punggungnya sebelum akhirnya berdiri untuk menyapa ayah Yongri.

“Selamat malam, abeonim. Saya Choi Siwon.”

“Ya, ya. Aku tahu siapa kau.” Sahut Sanghoon sembari duduk di seberang mereka, diikuti Hyesoo yang berjalan dibelakangnya.

“Duduklah.” Ujar Sanghoon.

“Aku pikir kau tidak akan datang lagi ke sini.” Sanghoon menatap Yongri dengan tajam. Membuat Yongri menundukkan kepalanya.

“Maaf saat itu aku pulang tanpa berpamitan denganmu.” Gumam Yongri. Sanghoon berdeham pelan.

“Ibumu bilang kau ingin berbicara dengan kami. Ada apa?” Tanya Sanghoon sembari menatap Siwon dan Yongri bergantian.

Siwon dan Yongri saling menatap hingga membuat Sanghoon dan Hyesoo semakin merasa penasaran.

Siwon berdeham pelan dan mengubah posisinya semakin ke depan. Dengan punggung yang tegak lurus dan kedua tangan yang terkepal di atas paha.

“Abeonim, maaf jika kedatangan saya ke sini begitu tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.” Siwon mulai berbicara.

“Tujuan saya datang ke sini adalah ingin meminta izin pada kalian untuk menikah dengan Yongri.” Suara Siwon terdengar sangat tegas.

“Menikah?! Astaga! Kalian berkencan?” Pekik Hyesoo dengan wajah tidak percaya.

“Ya. Kami berkencan, eommonim. Dan saat ini..” Siwon melirik Yongri sebentar. “Saat ini Yongri sedang mengandung anak saya.”

“APA?!”

Hyesoo lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Berbanding terbalik dengan Sanghoon yang tidak bereaksi apapun. Walaupun Siwon sempat melihat mata calon mertuanya itu berkedut ketika mendengar ucapannya.

Tetapi selebihnya, Sanghoon hanya menatapnya dalam diam. Seolah sedang mencerna setiap kata yang disampaikan olehnya. Hal itu tentu saja membuat Siwon menjadi gugup dan gelisah. Ia lebih memilih Sanghoon membentaknya sehingga Siwon bisa tahu jika pria itu marah.

Namun jika Sanghoon hanya diam seperti ini, Siwon tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu.

“Y–Yongri kau hamil?” Tanya Hyesoo sembari menatap Yongri. Yongri menundukkan kepalanya sembari meremas kesepuluh jarinya, sebelum akhirnya mengangguk.

“Astaga. Astaga. Astaga. Aku tidak percaya ini.” Seru Hyesoo sembari menepuk keningnya.

“Maafkan aku, eomma, appa.” Lirih Yongri tanpa berani menatap mereka.

Mendengar suara Yongri membuat Siwon menggenggam tangan wanita itu. Tidak seharusnya Yongri meminta maaf. Karena mengandung bukanlah suatu kesalahan, walaupun mereka belum menikah. Tetapi Siwon tidak berkomentar apapun.

“Sudah berapa lama kalian berkencan?” Akhirnya Sanghoon bersuara. Membuat Siwon kembali menatap pria itu.

“Sejak beberapa bulan yang lalu, abeonim.” Jawab Siwon berdusta.

Mereka bahkan baru saling mengungkapkan perasaan beberapa hari yang lalu. Tetapi Siwon tidak mungkin mengatakannya. Sanghoon bisa saja langsung memenggal kepalanya jika mengetahuinya.

“Beberapa bulan dan kau membuat putriku hamil?” Ucap Sanghoon dengan nada dingin.

“Saya tahu bahwa saya tidak seharusnya melakukan itu. Saya seharusnya menjaga Yongri dengan baik. Walaupun begitu, saya tidak akan lari dari tanggung jawab, abeonim. Saya melakukan semuanya karena sangat mencintai Yongri.”

“Ini pertemuan pertama kita setelah sekian lama. Dan di pertemuan pertama ini kau membuatku kecewa.” Komentar Sanghoon.

“Appa! Semua itu bukan salah–” ucapan Yongri terhenti saat Siwon memberikan isyarat padanya untuk menutup mulutnya.

“Saya minta maaf jika membuat Anda kecewa, abeonim. Tetapi saya tidak menyesal karena telah melakukannya. Karena seperti yang sayang katakan, saya sangat mencintai Yongri. Dan bayi yang dikandung Yongri adalah bukti cinta kami.”

Siwon ingin sekali menjahit mulutnya saat ini. Tidak seharusnya ia mengatakan kata-kata menantang seperti itu. Seharusnya ia memohon pada Sanghoon agar mengizinkannya menikahi Yongri. Tetapi kata-kata yang terucap dari mulutnya seolah keluar tanpa kendali.

“Ah! Apakah ini alasanmu pulang dengan terburu-buru saat itu?” Tebak Hyesoo sembari menatap Yongri dengan curiga.

Yongri membalas tatapan Hyesoo dan mengangguk pelan.

“Seharusnya kau mengatakannya padaku! Ini kehamilan pertamamu, kau pasti bingung.” Omel Hyesoo. Walaupun dalam bentuk omelan, tetapi Siwon dan Yongri sama-sama dapat menangkap nada perhatian dari sana.

“Apa kau mencintai pria ini, Choi Yongri?” Tanya Sanghoon. Yongri beralih menatap sang ayah.

“Ya, appa. Aku mencintainya.” Jawab Yongri tanpa ragu. Walaupun merasa takut saat melihat wajah Sanghoon yang menatapnya tajam.

“Dan berhentilah menatapku tajam seperti itu, appa. Kau terlihat menakutkan.” Keluh Yongri.

“Kau melakukan kesalahan dan sekarang kau mengeluh?!” Tegur Sanghoon.

“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tahu bahwa aku salah karena hamil sebelum menikah. Tetapi aku tidak menyesal sedikitpun. Lagipula Siwon oppa pria yang baik. Dia bahkan ingin bertanggung jawab karena telah menghamiliku. Bagaimana kalian tidak bisa melihat niat baik itu?”

Yongri seolah tidak tahan lagi melihat Sanghoon yang begitu mengintimidasi Siwon. Ia tidak tega melihat Siwon tertekan akibat perlakuan ayahnya itu. Lagipula bukan hanya Siwon yang salah di sini. Ia juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Siwon menegur Yongri dan meminta wanita itu untuk tidak mengatakan apapun lagi. Yongri hanya bisa menggerutu kesal dan menundukkan kepalanya. Kenapa mereka tidak membutuhkan pendapatnya? Ia juga ingin berjuang untuk hubungan ini.

“Apa pekerjaanmu?” Tanya Sanghoon pada Siwon.

“Saya bekerja di salah satu perusahaan periklanan yang sedang maju di Korea Selatan, abeonim.” Jawab Siwon.

“Saya juga memiliki sebuah apartement yang berada di gedung yang sama dengan apartement Yongri. Selain apartement, saya juga memiliki mobil–“

“Cukup. Aku tidak ingin tahu harta apa saja yang kau miliki. Aku tidak sedang menjual anakku.” Sela Sanghoon membuat Siwon terdiam.

Kemudian Siwon menyesali apa yang baru saja dilakukannya. Ia pasti terlihat sombong di mata Sanghoon. Padahal niat Siwon mengatakannya agar Sanghoon tidak perlu khawatir dengan kehidupan Yongri setelah mereka menikah nanti. Tetapi sepertinya ia telah salah bicara.

“Aku hanya ingin tahu bahwa kau telah memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi anakku dan..cucuku nanti.” Kata Sanghoon membuat Siwon dan Yongri menatapnya dengan mata melebar.

“A–appa, kau–kau mengizinkan kami m–menikah?” Yongri tidak bisa menahan suaranya yang bergetar.

“Aku tidak memiliki alasan untuk menolak.” Tukas Sanghoon sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Appa, kau serius?!”

“Kenapa? Kau lebih senang jika aku menolaknya?”

“Tidak!”

Siwon segera berdiri dan membungkukkan badannya dihadapan Sanghoon dan Hyesoo.

“Terima kasih, abeonim. Terima kasih, eommonim. Aku akan menjaga Yongri dengan baik.” Janji Siwon.

“Kau memang harus menjaganya dengan baik. Karena kami sudah kehilangan kesempatan itu.” Gumam Sanghoon yang masih terdengar jelas oleh mereka semua.

Membuat Yongri menatap Sanghoon dengan tertegun. Walaupun ayahnya tidak menatapnya, Yongri dapat menangkap ekspresi menyesal diwajah tua ayahnya. Hal itu membuat Yongri merasa sedih.

“Astaga, aku tidak percaya anakku akan segera menikah. Dan kita akan memiliki cucu, suamiku!” Ujar Hyesoo dengan antusias. Mencoba untuk menghilangkan suasana haru.

Sanghoon berdeham.

“Bagaimana jika menikah di London?” Tanya Sanghoon.

“Kami memang berencana seperti itu, abeonim.” Jawab Siwon dengan tersenyum.

“Benarkah?” Sanghoon terlihat terkejut namun senang.

“Bagus. Mengingat Yongri sedang hamil, kalian pasti ingin segera menikah, kan?”

“Ya, abeonim.”

“Bantu mereka mempersiapkan semuanya, Hyesoo.” Perintah Sanghoon.

“Tentu saja.” Sahut Hyesoo dengan semangat.

“Di mana barang-barang kalian?” Tanya Sanghoon.

“Hotel.” Jawab Yongri.

“Bawa semua barang-barang kalian ke sini. Kalian akan tinggal disini hingga menikah nanti.” Ujar Sanghoon dan kemudian segera berdiri untuk meninggalkan ruang keluarga. Namun kemudian ia menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menatap Siwon.

“Jangan coba-coba untuk tidur di satu kamar yang sama sebelum menikah. Walaupun anakku sudah hamil, kau belum sah menjadi suaminya.” Suara Sanghoon terdengar tegas dan penuh penekanan.

“Saya mengerti, abeonim.” Balas Siwon dengan dada yang bergemuruh. Tatapan Sanghoon benar-benar bisa membunuhnya.

Melihat ayahnya hendak pergi, Yongri segera berlari menghampirinya dan memeluknya. Tubuh Sanghoon yang nampak kaku membuat Yongri tahu jika ayahnya itu sangat terkejut dengan kelakuannya.

“Terima kasih, appa. Maaf karena telah bersikap kurang ajar selama ini.” Sesal Yongri sembari menyembunyikan wajahnya di dada Sanghoon.

Untuk beberapa saat tidak ada tanggapan apapun dari Sanghoon. Bahkan pria itu tidak membalas pelukan Yongri. Namun beberapa saat kemudian, Sanghoon menepuk pelan punggung Yongri dan melepaskan pelukan anaknya itu.

“Hiduplah dengan bahagia.” Pesan Sanghoon dengan menangkup wajah Yongri sebelum akhirnya berjalan melewati putrinya.

Yongri melihat Sanghoon mengusap sudut matanya saat pria itu meninggalkan ruang keluarga. Ia yakin ayahnya itu sangat menyesal karena telah menelantarkannya selama ini. Dan sekarang Yongri akan menikah sehingga ia tidak membutuhkan ayahnya lagi untuk menjaganya.

Yongri mengalihkan pandangannya pada Hyesoo yang matanya tampak berkaca-kaca. Hyesoo terlihat terkejut saat Yongri tiba-tiba menatapnya. Wanita itu langsung menunduk dan mengusap wajahnya.

“Eomma, terima kasih.” Ucap Yongri. Hyesoo mengibaskan tangannya dan mencoba tersenyum.

“Kau tidak perlu melakukannya. Cepat ambil barang kalian dan kembali ke sini. Ini sudah malam.” Kata Hyesoo dan menyusul suaminya untuk meninggalkan ruang keluarga.

Siwon menghampiri Yongri dan merangkul bahu calon istrinya itu.

“Orangtuamu sangat menyayangimu.”

“Ya, aku tahu.” Lirih Yongri sembari menatap pintu yang baru dilewati oleh kedua orangtuanya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia juga menyayangi mereka.

——

–Seoul, Korea Selatan–

“Apakah menurutmu Siwon oppa berhasil meyakinkan orangtua Yongri?” Tanya Yeon yang sedang membuat sarapan untuknya dan Kyuhyun.

“Tentu saja. Siwon hyung pria yang baik. Tidak ada orangtua yang bisa menolaknya.” Jawab Kyuhyun dengan yakin.

“Tapi kau tidak tahu bagaimana orangtua Yongri.” Gumam Yeon.

Berteman dengan Yongri selama lebih dari sepuluh tahun, membuat Yeon mengetahui semua tentang wanita itu. Bahkan bagaimana perlakuan orangtua Yongri pada anak mereka itu selama ini.

Bagaimana mereka begitu acuh terhadap Yongri. Padahal Yongri adalah anak mereka satu-satunya. Yang seharusnya mereka jaga dengan sepenuh hati, mengingat begitu banyak pasangan suami istri yang tidak memiliki anak di luar sana.

Tetapi nyatanya orangtua Yongri tidak ada bedanya dengan orangtuanya. Menelantarkan anak mereka tanpa peduli apa yang terjadi pada buah hati mereka. Hanya mengikuti keegoisan mereka dan kesenangan hati mereka sendiri.

“Para orangtua hanya bisa membuat anaknya lahir ke dunia, tetapi tidak berniat untuk menjaganya.” Komentar Yeon.

Yeon mendengar langkah kaki Kyuhyun yang berjalan mendekatinya. Namun ia berusaha untuk tetap sibuk dalam menyiapkan sarapan.

Tiba-tiba Kyuhyun meraih tangannya yang sedang memegang pisau dan menggenggamnya erat. Membuat Yeon mau tidak mau menatap pria itu yang sedang menatapnya dengan begitu lembut dan penuh cinta.

“Apa kau tidak akan pernah menceritakan padaku tentang orangtuamu?” Tanya Kyuhyun membuat wajah Yeon memucat.

“M–mereka sudah meninggal.” Jawab Yeon sembari mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Lihat aku, Yeon.” Pinta Kyuhyun dengan lembut.

“Jika mereka memang telah meninggal, kau pasti tidak akan pernah mengalihkan pembicaraan setiap aku berbicara tentang mereka. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Yeon menundukkan kepalanya dan masih enggan untuk menatap Kyuhyun.

“Dengar, aku mencintaimu, Yeon. Aku mencintai semua yang ada pada dirimu. Bahkan itu sesuatu yang memalukan sekalipun. Rasa cintaku padamu tidak akan pernah berkurang.” Kata Kyuhyun. Genggamannya pada Yeon semakin erat. Namun Yeon masih betah dengan kebisuannya.

“Yeoni-ya..” Panggil Kyuhyun.

Yeon tiba-tiba mendongak dan menatap Kyuhyun dengan airmata yang membasahi wajahnya. Membuat Kyuhyun terkejut namun berusaha untuk tidak menunjukkannya.

“Katakan padaku.” Bisik Kyuhyun.

“M–mereka..mereka meninggalkanku.” Lirih Yeon.

“Saat kau bayi?” Tebak Kyuhyun dan dijawab gelengan kepala dari Yeon.

“Saat aku berusia tujuh tahun, mereka bercerai. Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang menginginkan kehadiranku. Ibuku menyuruh ayahku untuk membawaku, namun ayahku menolak dan menyuruh ibuku yang membawaku. Tapi ibuku juga menolak.”

Airmata diwajah Yeon semakin banyak mengalir. Kyuhyun menjadi menyesal karena telah membahas masalah ini. Tidak seharusnya ia membuat kekasihnya mengingat masa lalu yang menyedihkan seperti ini.

“Oh, sayang, maafkan aku.” Sesal Kyuhyun sembari menarik Yeon ke dalam pelukannya. Yeon menangis di dada Kyuhyun.

“Maafkan aku.” Bisik Kyuhyun dan mendekap Yeon semakin erat.

Namun kemudian Yeon melepaskan pelukan Kyuhyun dan mengusap airmata di wajahnya. Karena sudah terlanjur, ia akan menceritakan semuanya.

“Pada akhirnya mereka membawaku pada orangtua Siwon oppa. Ayah Siwon oppa adalah kakak ibuku. Karena itulah selama ini aku tinggal bersama mereka. Sebelum kecelakaan menewaskan orangtua Siwon oppa. Dan aku tidak tahu di mana keberadaan orangtuaku saat ini. Tidak, aku bahkan tidak ingin mengetahuinya.” Ucap Yeon dengan penuh kebencian.

“Aku mengerti. Aku mengerti, Yeoni-ya. Jangan katakan apapun lagi.” Kyuhyun kembali memeluk Yeon. Yeon membalas pelukan Kyuhyun dengan mendekap punggung lebar pria itu.

“Mereka bukan kenangan indah. Karena itu aku tidak ingin mengingatnya.” Bisik Yeon.

“Kita tidak perlu membahasnya lagi.” Janji Kyuhyun dan Yeon mengangguk di dalam pelukan pria itu.

Melupakan sarapan mereka, keduanya lebih memilih untuk berpelukan dalam waktu beberapa menit. Menikmati kehangatan yang mereka dapatkan dari pelukan tersebut, mengingat cuaca pagi ini cukup membuat mereka menggigil.

“Haruskah kita menikah?” Kyuhyun tiba-tiba bersuara dan membuat Yeon melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan terkejut.

“Apa yang kau katakan?”

“Setelah Siwon hyung dan Yongri menikah, bagaimana jika kita menikah?” Tanya Kyuhyun dengan tersenyum.

“Apa?!”

——

–London, Inggris–

Siwon membuka pintu kamarnya dengan pelan. Membaca situasi di dalam rumah Sanghoon saat ini. Gelap dan sepi. Sudah pasti orangtua Yongri serta beberapa pelayan telah terlelap mengingat hari semakin malam.

Dengan gerakan perlahan, Siwon meninggalkan kamarnya dan menutup pintunya dengan pelan. Tidak ingin menimbulkan suara apapun yang bisa membangunkan sanghoon. Sembari berjinjit, Siwon melangkah menuju kamar Yongri yang berada tepat di samping kamarnya.

Mencoba peruntungan dan berharap pintu kamar wanita itu tidak terkunci. Dewi fortuna sepertinya sedang bersama Siwon saat ini, karena pintu kamar Yongri benar-benar tidak terkunci sehingga Siwon bisa membukanya dan segera masuk ke dalam.

Kamar Yongri dalam keadaan gelap. Ia juga melihat wanita itu sudah tidur dengan nafas teratur. Siwon melepas kaos yang dipakainya, sebelum akhirnya bergabung dengan Yongri di atas tempat tidur.

Siwon menarik Yongri ke dalam pelukannya. Tersenyum saat melihat wanita itu tampak terganggu dengan apa yang Siwon lakukan. Hingga beberapa saat kemudian mata Yongri terbuka dan terkejut melihat kehadirannya di sana.

“Oppa?!”

“Ssttt!” Siwon menaruh telunjuk di depan bibirnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku tidak bisa tidur karena tidak ada kau disampingku.”

“Appa bisa memenggal kepalamu jika tahu kau menyelinap ke kamarku.” Bisik Yongri.

“Karena itu jangan berisik.” Balas Siwon yang juga ikut berbisik.

Siwon kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Melumatnya dengan tidak sabaran. Ia ingin melakukan ini dari tadi, tetapi karena orangtua Yongri berada di dekat mereka, Siwon tidak bisa melakukannya.

Siwon mengerang protes saat Yongri mendorong dadanya hingga tautan bibir mereka terlepas. Ia kembali memajukan wajahnya untuk menyatukan bibir mereka kembali, namun Yongri mengalihkan wajahnya.

“Yah, apa kau gila?! Kau bilang jangan berisik!” Pekik Yongri tertahan.

“Kita hanya berciuman. Dan itu tidak akan membangunkan orangtuamu.”

“Kau yakin hanya berciuman? Lihat tanganmu.” Ucap Yongri sembari menunjuk tangan Siwon yang telah masuk ke dalam gaun tidur Yongri.

Siwon mengeluarkan tangannya dengan wajah memerah karena malu. Kemudian pria itu memeluk Yongri dan menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Yongri.

“Ah, aku benar-benar tidak bisa berhenti menyentuhmu.” Keluh Siwon sembari menggigit kecil kulit leher Yongri.

“Apa kau tidak bisa menahan diri sebentar saja? Seminggu lagi kita akan menikah.” Tukas Yongri.

“Aku tahu.” Sahut Siwon dengan nada merajuk.

“Apa kau sudah memberitahu Yeon, oppa?” Tanya Yongri.

Siwon mengangkat kepalanya dan menghempaskannya di bantal.

“Belum. Besok aku akan melakukannya.” Jawab Siwon.

“Oh ya, aku mendapat telepon dari pengacaraku tadi.”

“Apa katanya?” Tanya Yongri mendesak.

“Aku tidak mendapat hukuman penjara. Hanya membayar denda yang cukup–sialan–besar. Semua itu karena aku tidak tertangkap saat sedang bertarung. Melainkan aku mengakui semuanya sendiri.” Jawab Siwon menjelaskan.

“Syukurlah.” Yongri bernafas dengan lega.

“Aku kehilangan banyak uang.” Keluh Siwon.

“Kau bilang akan melakukan apapun untuk melindungiku dan anak kita.” Rajuk Yongri sembari memukul Siwon.

“Aku bercanda.” Siwon menyeringai jahil.

“Ada sesuatu yang lebih ingin kulakukan saat ini.” Kata Siwon tiba-tiba sembari menatap Yongri. Yongri memberikan cubitan pada perut Siwon hingga membuat pria itu meringis.

“Otakmu benar-benar mesum!”

“Ya! Memangnya kau tahu apa yang ingin kulakukan?!”

“Bercinta tentu saja!”

Siwon mendorong pelan kepala Yongri hingga membuat wanita itu menatapnya dengan kesal.

“Kau yang berpikiran mesum.” Tuduh Siwon.

“Memangnya apa yang kau inginkan?!” Seru Yongri.

“Bertemu dengan Dennis Conner.” Ucap Siwon membuat mata Yongri melebar.

“Kenapa kau ingin bertemu Dennis?”

“Karena aku ingin mengatakan padanya bahwa kau adalah calon istriku dan dia tidak bisa terus-terusan menghubungimu.”

Yongri mengibaskan tangannya di depan wajah Siwon.

“Kau tidak perlu–“

Siwon meraih tangan Yongri dan menggenggamnya di samping kepala wanita itu. Kepala Siwon telah meninggalkan bantalnya dan berada di atas kepala Yongri saat ini.

“Aku ingin bertemu dengan Dennis Conner, Choi Yongri. Dan kau tidak bisa melarangku.” Tegas Siwon sebelum akhirnya kembali mencium Yongri dengan penuh gairah.

——

Yongri terus melirik Siwon yang duduk disampingnya dengan kesal. Pria itu tidak bercanda saat mengatakan bahwa dirinya ingin bertemu dengan Dennis. Saat mereka bangun pagi ini, Siwon langsung meminta Yongri untuk menghubungi Dennis dan mengajaknya bertemu.

Siwon bahkan mengancamnya akan meminta nomor telepon Dennis pada orangtuanya jika Yongri tidak mau menghubungi Dennis. Karena itulah Yongri tidak memiliki pilihan lain selain menghubungi pria itu dan mengajaknya bertemu siang ini.

“Berhentilah terus cemberut seperti itu.” Kata Siwon sembari menjepit bibir Yongri yang terus mengerucut karena kesal padanya.

Yongri menepis tangan Siwon dan memukul dada pria itu hingga membuat Siwon tertawa alih-alih merasa kesakitan. Yongri tahu bahwa Siwon sangat senang menggodanya seperti ini. Berbanding terbalik dengan Yongri yang merasa kesal.

“Yah, aku tidak akan membunuh Dennis jika itu yang kau takutkan.”

“Aku lebih takut dengan kata-kata yang akan keluar dari mulutmu nanti daripada fakta bahwa kau bisa membunuh Dennis.” Sahut Yongri.

“Berarti kau akan membiarkanku membunuh Dennis?” Tebak Siwon dengan menyeringai.

“Aish, kau menyebalkan!” Gerutu Yongri dan membuat Siwon kembali tertawa.

“Yongri!” Dennis yang baru saja datang segera memanggil Yongri dan melambaikan tangannya.

Yongri yang terkejut segera menoleh dan berdiri. Kemudian membalas lambaian Dennis dengan senyum yang dipaksakan.

“Hai, Dennis.”

“Aku benar-benar senang saat tahu kau kembali ke London.” Kata Dennis dengan tersenyum lebar. Namun saat melihat kehadiran Siwon, senyum Dennis perlahan menghilang.

Who are you?” Tanyanya.

Siwon berdiri dan mengulurkan tangannya.

I’m Siwon Choi. Yongri’s future husband.” Jawab Siwon.

What?!” Pekik Dennis dan menatap Yongri seakan meminta penjelasan.

“Duduklah dulu, Dennis. Aku akan menjelaskan semuanya.” Ucap Yongri.

“Kaukah yang menjawab telepon Yongri saat itu?” Tebak Dennis dan Siwon mengangguk bangga.

Dennis mengabaikan uluran tangan Siwon dan segera duduk di seberang Yongri dengan kesal. Membuat Siwon menarik tangannya sebelum akhirnya kembali duduk.

“Dia calon suamimu? Benarkah?” Dennis tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Yongri melirik Siwon sebelum akhirnya mengangguk.

“Aku akan menikah dengannya minggu depan, Dennis. Aku harap kau bisa datang.”

“Saat kau datang ke London, aku pikir kau tidak sedang berkencan, Yongri.”

We’re having trouble when she comes here.” Siwon menyahuti ucapan Dennis.

I’m not talking to you!” Seru Dennis. Siwon terlihat ingin membalasnya, tetapi Yongri menggenggam tangannya dan memintanya untuk diam.

I’m so sorry, Dennis. Tetapi kau tahu jika dari awal aku menolak perjodohan yang diatur orangtua kita. Kau juga sudah setuju jika kita hanya berteman.”

“Aku tahu. Tetapi aku pikir saat itu aku memiliki kesempatan untuk memenangkan hatimu.”

“Aku mencintai pria ini.” Ujar Yongri membuat Dennis semakin kecewa. Namun Yongri merasa akan lebih baik jika Dennis mengetahui segalanya. Ia juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada pria itu.

“Kita masih bisa berteman, kan?” Tanya Yongri penuh harap.

“Ya, tentu saja.” Jawab Dennis tidak bersemangat.

“Masih banyak wanita di luar sana.” Komentar Siwon bermaksud untuk menyemangati Dennis. Namun Dennis malah menatap Siwon dengan tajam.

What?

Take care of her.” Ucap Dennis.

You don’t need to teach me, dude.

I don’t like you future husband, Yongri.” Kata Dennis jujur. Bukannya merasa tersinggung, Yongri malah tertawa mendengar perkataan pria itu. Membuat Siwon menatap Yongri dengan kesal.

But I will come to your marriage.” Dennis tersenyum pada Yongri.

Thank you, Dennis.”

You’re welcome. Sebenarnya aku ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu. Tetapi karena kau tidak sendiri..” Dennis menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.

I have to go to work. See you later.” Dennis segera berdiri dan melambaikan tangannya pada Yongri.

“Ah! If he hurt you, tell me.” Pesan Dennis. Yongri kembali tertawa sebelum akhirnya mengangguk.

Dennis tersenyum dan meninggalkan tempat pertemuan mereka.

“Bajingan itu benar-benar menyebalkan.” Gerutu Siwon.

“Oh ya, ngomong-ngomong, aku juga mencintaimu.” Ucap Siwon membuat Yongri menatapnya dengan malas.

“Kau puas sekarang?”

“Tentu saja!” Tukas Siwon dengan senyum lebar diwajahnya.

——

Wedding’s day

At St. Paul’s Cathedral–London

Yongri menginginkan pernikahan yang sederhana. Tetapi karena ia menikah di London, di mana seluruh rekan kerja Sanghoon berada, Yongri terpaksa menelan bulat-bulat keinginannya itu.

Walaupun mereka hanya memiliki waktu satu minggu, nyatanya orangtuanya masih bisa membuat pernikahan ini begitu mewah dan elegan. Serta diadakan di salah satu Gereja terkenal di London. Siwon dan Yongri tidak memiliki kemampuan untuk menolak. Lagipula mereka sadar jika Sanghoon menginginkan yang terbaik untuk mereka.

“Astaga, kau cantik sekali.” Puji Yeon yang sedang merapikan gaun pernikahan Yongri.

“Benarkah? Kau tidak berbohong, kan? Siwon oppa tidak akan kabur saat melihatku datang, kan?” Yongri tiba-tiba di serang panik.

“Ya! Berhenti berpikiran konyol seperti itu.” Omel Yeon.

“Aku benar-benar gugup, Yeon. Tidak menyangka jika aku benar-benar akan menikah.”

“Aku tahu. Setiap wanita pasti gugup saat mereka akan menikah. Tetapi kau tidak perlu khawatir. Kau sempurna.” Kata Yeon sembari menatap Yongri dari pantulan cermin.

“Kau juga cantik.” Balas Yongri sembari menatap long dress berwarna peach yang dipakai Yeon.

“Terima kasih.” Yeon tersenyum dan Yongri ikut tersenyum.

“Yongri-ya..” Yeon tiba-tiba berdiri dihadapan Yongri.

“Ada apa?” Tanya Yongri dengan wajah serius saat melihat Yeon tampak gugup.

“Aku tahu bahwa hari ini kau sangat bahagia. Tetapi aku tetap ingin membagikan kebahagiaanku padamu.” Ucap Yeon membuat kening Yongri berkerut.

“Oke, Yeon, kau membuatku penasaran.”

Yeon menarik nafas panjang sebelum akhirnya menghembuskannya dengan perlahan.

“Kyuhyun memintaku menikah dengannya!” Yeon mengucapkannya dengan cepat karena terlalu gugup.

“Apa? Bisa kau ulangi?” Pinta Yongri.

“Kyuhyun ingin aku menikah dengannya, Yongri-ya.” Ulang Yeon dengan senyum bahagia di wajahnya.

“Benarkah? Kyaaaa!! Aku benar-benar bahagia mendengarnya.” Walaupun sulit, Yongri tetap melompa-lompat untuk mengekspresikan kebahagiaannya.

“Kapan dia melamarmu?” Tanya Yongri ingin tahu.

“Saat kalian berada di sini.” Jawab Yeon dengan wajah merona.

“Seharusnya kita menikah dihari yang sama.”

Yeon menggeleng.

“Teman-teman Kyuhyun berada di Seoul. Kami tidak bisa menikah disini. Yang pasti kami akan menikah setelah kau dan Siwon oppa kembali ke Seoul!”

“Selamat, Yeoni-ya. Aku benar-benar bahagia untukmu.” Kata Yongri dengan tulus.

“Aku juga bahagia untukmu.” Balas Yeon sembari menggenggam tangan Yongri.

“Kau sudah siap? Acara akan segera dimulai.” Sanghoon tiba-tiba telah berada di ruang tunggu pengantin wanita.

Yongri menatap Sanghoon dan menarik nafas panjang.

“Ya, aku siap, appa.”

Sanghoon segera menghampiri Yongri. Membiarkan wanita itu mengapit lengannya selama mereka menuju ke altar nanti. Sedangkan Yeon memegang ekor gaun pengantin Yongri agar sahabatnya itu tidak kesulitan saat berjalan.

Musik telah mengalun. Yongri dan Sanghoon berdiri di depan pintu yang masih tertutup dengan rapat. Jantung Yongri berdebar kencang mengingat Siwon telah menunggunya di depan sana.

“Aku bukan ayah yang baik.” Ucap Sanghoon tiba-tiba membuat Yongri menoleh.

“Tetapi aku senang kau mendapatkan suami yang sangat mencintaimu dan akan selalu menjagamu.” Lanjut Sanghoon.

“Appa..”

“Saat anakmu lahir nanti, perlakukan dia dengan baik. Uang bukan segalanya, nak. Dia lebih membutuhkan kasih sayang daripada materi.” Pesan Sanghoon dengan tersenyum.

“Appa..” Yongri tidak bisa menahan matanya yang berkaca-kaca.

“Kau tidak boleh menangis.” Sanghoon mengusap pipi Yongri dengan tangannya yang bebas.

Sebelum Yongri sempat berterima kasih, pintu telah terbuka. Seseorang memberikan isyarat pada mereka untuk segera memasuki Gereja.

Pada akhirnya Yongri hanya bisa saling melempar senyum dengan Sanghoon, sebelum akhirnya mereka berjalan di altar.

Pandangan mata Yongri langsung terkunci pada sosok tampan Siwon yang telah menunggunya di ujung sana. Dengan tuxedo berwarna putih dan kedua tangannya yang berbalut sarung tangan berwarna putih juga, Siwon terlihat sangat menawan.

Dan pria menawan itu akan menjadi miliknya sebentar lagi. Benar-benar menjadi miliknya seorang. Yongri masih tidak percaya. Semua ini terasa seperti mimpi untuknya.

Namun saat tangannya digenggam erat oleh Siwon, Yongri tahu bahwa ia tidak bermimpi. Semuanya nyata.

Pastor Fitzgerald membacakan kothbahnya dalam Bahasa Inggris. Yongri mencoba untuk mendengarkannya dengan seksama. Tetapi ia tidak bisa menangkap satupun kata dari pastor itu karena terlalu gugup.

Jantungnya berdebar dengan menggila hingga Yongri takut seluruh tamu undangan yang datang bisa mendengarnya. Bukankan akan sangat memalukan jika mereka mengetahui bagaimana gugupnya Yongri saat ini?

Kaki Yongri bergetar ketika tiba saatnya untuk pengucapan janji suci pernikahan. Ia dan Siwon telah berdiri berhadapan dengan sebelah tangannya yang masih digenggam erat oleh Siwon.

I, Siwon Choi, take you, Yongri Choi, to be my wife. I promise to be true you in good time and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life.” Siwon lebih dulu mengucapkan janjinya kepada Yongri.

Yongri yakin Siwon telah merasa sangat lega saat ini. Berbanding terbalik dengan dirinya yang bisa pingsan kapan saja karena terlalu gugup.

Please, Ms. Choi.” Ucap Pastor Fitzgerald.

Yongri meneguk ludahnya untuk membasahi tenggorokannya. Kemudian matanya menatap tepat di manik mata Siwon.

I, Yongri Choi, take you, Siwon Choi, to be my husband. I promise to be true you in good time and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life.

Yongri tidak percaya dia bisa mengucapkan janji pernikahan itu tanpa kesalahan sedikitpun. Tapi ia benar-benar melakukannya.

Setelah mengucapkan janji pernikahan, mereka saling memasang cincin di jari manis masing-masing. Yongri merasa beruntung karena Siwon memakai sarung tangan saat ini. Pria itu tidak akan tahu bahwa tangan Yongri basah karena berkeringat.

You can kiss your wife now.

Siwon menambah langkahnya untuk mendekati Yongri. Sebelah tangannya melingkar dipinggang Yongri dan menarik wanita itu untuk semakin mendekat padanya. Sedangkan sebelah tangannya lagi digunakan untuk menangkup wajah Yongri.

“Aku ingin memberitahumu bahwa jantungku berdetak dengan sangat cepat saat ini, Choi Yongri. Dan semua ini hanya karena dirimu dan akan selalu dirimu.” Bisik Siwon sebelum akhirnya menyatukan bibirnya dengan Yongri.

Dengan itu Yongri tahu, bahwa bukan hanya dirinya yang gugup saat ini. Tapi Siwon pun merasakan kegugupan yang sama dengannya. Tetapi mereka bisa melewati semuanya dengan baik, karena mereka melakukannya bersama-sama.

——

–Fin–

HAI! *lap keringet* akhirnya FF ini selesai juga. Fiiiuuhhh…

Mau curhat sedikit, ya. FF ini adalah FF dengan mood terjelek. Dan karena itulah penyelesaian FF ini pun sangat lama, padahal cuma 14 part. Kalian juga pasti ngerasa kalo FF ini selalu lama postnya. Sangat berbeda dengan FF lain, yang kalaupun aku lama post, cuma sekali dua kali. Tapi FF ini, entah udah berapa kali aku telat ngepost.

Sejujurnya aku sangan excited waktu mau buat FF ini. Tapi karena kesibukan aku, mood nulis aku makin lama makin turun. Karena itulah selalu lama ngepost lanjutannya. Tetapi aku berterima kasih karena kalian masih setia nungguin lanjutan FF ini hingga akhirnya END. Semoga pada suka sama endingnya, ya^^

Untuk FF baru, aku belum tahu, ya. Mau balikin mood nulis aku dulu. Dan moga-moga dalam waktu cepat aku udah dapat ide lagi yang lebih baik. Dan kalau tidak….entahlahh…

Akhir kata, jangan lupa like + commentnya, ya.

Happy reading~

BYE~

Advertisements

69 thoughts on “Heartbeat – Part 14 END

  1. aduh sosweet
    baperrr, nah kayak siwon. langsung ketemu ortunya ajak nikah terus diniati akhirnha nikah juga kan?
    tapi need a squel nih kakk😂😂

  2. Aduuhh..Choi Siwon saranghae😍😍ceritanya bkin baper so sweet bgt !!! akhirnya Happy ending walaupun rada” g rela !!!
    kyaknya butuh sequel deh#kodebuatauthor😁😁😁
    SEMANGAT buat authornya 💪
    ditunggu karya berikutnya yg luar biasaaa

  3. Ekhm.. Ekhm.. Endingnya pas.. Karena menurutku happy ending itu nggak melulu soal saling mencintai, menikah, dan punya anak.
    Satu lagi. Sebenarnya aku mau komentar ini di part sebelumnya, tapi aku lupa.
    Saat Yongri pertama kali pergi ke London, itu adalah masa awal kehamilannya. Lalu beberapa hari kemudian dia sadar kalau sedang hamil dan langsung kembali ke Korea. Aku rasa kondisi kehamilan Yongri saat itu sangat rawan untuk melakukan penerbangan yang sangat jauh. Apa lagi ditambah dia kembali lagi ke London untuk menikah. Detail seperti ini harusnya lebih diperhatikan, karena ini merupakan referensi yang penting.
    Tapi aku suka FF ini. Author-nim, fighting!

    • Hai 🙂 thanks utk komentarnya serta masukannya. Aku udh cari referensi di internet, usia kandungan yg disarankan bs berpergian dg pesawat itu di pertengahan atau trimester kedua. Tetapi bukan berarti trimester pertama gak bs naik pesawat. Walaupun memang lebih beresiko, krna saat trimester pertama masih sering mual dan mudah lelah. Yang gak disaranin itu adalah usia kehamilan yg mendekati akan melahirkan.
      Mgkn untuk ke depannya, aku bakal lebih ngikutin referensi yg aku baca. Thank you 🙂

  4. finally mereka nikah juga aaa seneng banget.. ff ini tuh bener2 sukses buat hati ikutan kebawa suasananya feel gregrtannya itu loh haahha dapet banget.. berharapa ada sequelnya si ehehe penasaran sama kehidupan pernikahannya mereka pasti heboh deh ahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s