Heartbeat – Part 9

Author

Choineke

Title

Heartbeat

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC), others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–My heart is beating so fast just because of you–

——

Author POV

Yongri langsung membalikkan badannya dan memeluk Siwon dengan erat. Ia tidak menyadari jika Siwon sedang menahan erangan kesakitan akibat pelukannya. Ia hanya merasa terlalu lega dan bahagia bahwa Siwon baik-baik saja.

Kemarahan yang dirasakannya tertutupi oleh rasa khawatirnya. Dan setelah mengetahui bahwa Siwon baik-baik saja, kemarahannya pun telah hilang entah kemana. Yongri tidak peduli. Ia tidak memperdulikan apapun lagi.

“Terima kasih.” Bisik Yongri.

“Terima kasih karena sudah baik-baik saja.” Isak Yongri.

“Y–ya.” Sahut Siwon dengan suara tertahan.

Yongri segera melepaskan pelukannya saat mendengar suara Siwon yang tidak biasa. Mata Yongri melebar saat melihat wajah Siwon yang penuh luka tampak pucat. Keringat dingin membasahi wajah pria itu. Padahal saat ini kamar Yongri memakai pendingin ruangan.

“Oppa?” Panggil Yongri.

Tidak ada jawaban apapun dari Siwon selain desisan yang keluar dari sela-sela giginya. Sebelah tangan Siwon memegang rusuknya dan sebelahnya lagi menggenggam tangan Yongri dengan erat.

“O–oppa, apa yang terjadi?” Tanya Yongri yang telah mengubah posisinya menjadi duduk.

“Aarrgghh!!” Erang Siwon kesakitan.

“Oppa, jawab aku! Ada apa?” Yongri benar-benar merasa panik dan takut saat ini. Ia kembali menangis.

Yongri ingin menyentuh Siwon namun ia terlalu takut melakukannya. Siwon nampak begitu kesakitan dan Yongri tidak mau sentuhannya menambah kesakitan Siwon.

“Aarrgghh!!” Siwon kembali mengerang dengan kedua mata yang terpejam erat. Keringat semakin membasahi wajahnya. Pria itu bergerak-gerak gelisah di atas tempat tidur.

“Oppa..”

Yongri benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Rasa panik membuatnya seperti orang bodoh yang hanya bisa menangis ketika melihat Siwon kesakitan.

Yongri menatap tangannya yang digenggam oleh Siwon. Buku-buku jari pria itu memutih karena Siwon menggenggam tangannya terlalu erat.

Yongri mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya. Mencoba untuk berpikir apa yang bisa dilakukannya untuk meredakan rasa sakit Siwon. Saat melihat ponselnya, Yongri mengambilnya dan menghubungi Yeon.

Tangan Yongri bergetar dan terasa basah. Membuatnya beberapa kali gagal menekan layar ponselnya. Yongri menghela nafas panjang dan mendekatkan ponselnya ke telinga.

Halo..

“Yeoni-ya, b–bagaimana ini? S–Siwon oppa.. Siwon o–oppa kesakitan.”

Apa?

“Cepat datang ke sini, Yeon. Aku mohon. Aku benar-benar takut.”

Aku akan segera ke sana.

Yongri melempar ponselnya dan mengusap keringat di wajah Siwon.

“Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?” Isak Yongri saat kembali mendengar erangan kesakitan dari Siwon.

“Aku mohon bertahanlah, oppa.” Pinta Yongri.

Yongri ingin keluar untuk meminta bantuan. Tapi genggaman tangan Siwon tidak bisa dilepaskannya. Ia juga tidak bisa meninggalkan pria itu sendirian. Ia berharap Yeon cepat datang atau ia akan benar-benar mati karena ketakutan.

“Oppa..”

“Y–Yong–Yongri..”

“Ssstt.. Jangan katakan apapun, oppa. Jangan katakan apapun.”

“S–sakit..hhh..”

“Yongri-ya!”

“Yeoni-ya!” Yongri tidak pernah merasa selega ini melihat kehadiran Yeon dan juga Kyuhyun.

“Apa yang terjadi?!” Tanya Yeon.

“Siwon oppa kesakitan, Yeon. A–aku..aku tidak tahu harus melakukan apa.” Jawab Yongri.

“Hyung, kau bisa mendengarku?” Kyuhyun mendekati Siwon dan mencoba mengajak Siwon berbicara.

Namun Siwon tidak mengatakan apapun dan hanya mengerang kesakitan.

“Aku akan menelepon ambulance.” Ujar Kyuhyun sembari berjalan keluar.

Yongri mengusap wajahnya yang basah oleh airmata. Kenapa tidak terpikirkan olehnya? Kenapa ia tidak menelepon ambulance? Seharusnya itu hal pertama yang dilakukannya untuk menolong orang kesakitan. Ia benar-benar tidak berguna.

“Sebenarnya apa yang terjadi padanya, Yeon? Kenapa dia kesakitan seperti ini?” Tanya Yongri.

“Sepertinya akibat pukulan dari lawannya.” Jawab Yeon yang terlihat sama paniknya saat ini.

Saat itulah Yongri menyadarinya. Seharusnya ia tahu bahwa dari awal, semuanya tidak akan baik-baik saja. Siwon–nya tidak akan pernah baik-baik saja.

——

Siwon oppa mendapatkan pukulan yang keras pada tulang rusuknya. Dia terjatuh dan hampir saja kalah. Namun aku tidak tahu apa yang membuatnya bisa kembali bangkit dan memenangkan pertarungan.

Saat aku memintanya untuk pergi ke rumah sakit, Siwon oppa menolaknya. Ia ingin menemuimu lebih dulu. Sepertinya ingin membuktikan padamu bahwa dia baik-baik saja.

Beberapa tulang rusuk pasien patah. Karena itulah dia mengalami kesakitan pada bagian di bawah dadanya. Beruntung karena patahan itu tidak menusuk dan membuat paru-parunya bocor. Karena jika itu terjadi, maka keadaan pasien akan lebih berbahaya daripada sekarang.

Dibutuhkan waktu tiga minggu hingga satu bulan setengah untuk pemulihan. Diharapkan agar pasien tidak membawa barang-barang yang berat juga tidak melakukan pekerjaan yang berat.

Oh ya, di wajah pasien terdapat begitu banyak luka. Apa pasien terlibat dalam perkelahian?

Yongri mengusap wajah serta rambutnya dengan frustasi saat semua kalimat-kalimat itu berputar-putar di dalam kepalanya. Hingga membuat kepalanya seperti akan pecah saat ini juga.

Tidak ada yang bisa menjawab ketika dokter bertanya tentang luka di wajah dan tubuh Siwon. Mereka tidak bisa memberitahukan tentang The Darkness. Tetapi kebisuan mereka akan membuat dokter merasa curiga. Hingga akhirnya Kyuhyun berkata bahwa Siwon dirampok.

Yongri menyandarkan punggungnya pada dinding. Saat ini ia sedang duduk di lantai di depan kamar rawat Siwon. Yeon telah memintanya untuk masuk dan berada di samping Siwon, tetapi Yongri menolaknya.

Masih terlalu kesal dengan kebodohan serta kekeraskepalaan Siwon. Bagaimana bisa Siwon mengabaikan keselamatannya dan lebih mementingkan untuk bertemu dengannya? Apa pria itu benar-benar sudah tidak waras?

Tidak tahukah Siwon jika ia membuat Yongri merasa sangat bersalah saat ini? Hingga membuat Yongri merasa tidak pantas untuk menemani Siwon dan menjadi orang pertama yang dilihatnya saat pria itu bangun?

“Yongri-ya..”

Yongri menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat Kyuhyun yang berjalan mendekatinya sembari membawa dua buah gelas yang–jika Yongri boleh menebak–berisi kopi.

Kyuhyun memberikan salah satu gelas padanya sebelum akhirnya duduk disampingnya. Yongri menyesap kopinya karena saat ini ia benar-benar membutuhkan sesuatu untuk membuat matanya terbuka dengan lebar.

“Kenapa kau tidak masuk?” Tanya Kyuhyun. Yongri hanya menggelengkan kepalanya.

“Kau tahu jika ini bukan salahmu, kan? Ini pilihan Siwon hyung sendiri. Dia yang memutuskan untuk bertarung dan dia yang memutuskan untuk bertemu denganmu, alih-alih pergi ke rumah sakit.” Ucap Kyuhyun.

Yongri hanya diam saja dengan pandangan lurus ke depan. Menatap pintu kamar Siwon yang tertutup dengan rapat.

“Karena itulah aku mengatakan kau dan Siwon hyung tidak bisa bersama. Kehidupan kalian berbeda. Sangat jauh berbeda. Kau tidak menginginkan kekerasan di dalam hidupmu, tetapi Siwon hyung, hidupnya penuh dengan kekerasan, Yongri-ya.”

“Dia bilang ini pertarungan terakhirnya.” Lirih Yongri.

“Apa kau yakin?” Sahut Kyuhyun langsung. Yongri kembali terdiam.

“The Darkness adalah dunianya, Yongri-ya. Tidak mudah untuk meninggalkan dunia yang kita sukai. Kau jelas sangat mengetahui itu.”

“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan, Kyuhyun?” Tanya Yongri.

Ucapan Kyuhyun memang benar dan karena itu Yongri merasa kesal.

“Kau dan Siwon hyung tidak bisa bersama. Dia bisa menjadi sosok seorang kakak untukmu. Tetapi dia tidak bisa menjadi kekasihmu.” Kata Kyuhyun penuh penekanan.

Kyuhyun mengusap kepala Yongri dengan lembut sebelum akhirnya berdiri dan masuk ke dalam kamar rawat Siwon. Meninggalkan Yongri seorang diri dengan kegundahan di hatinya.

Saat Yongri menyukai Kyuhyun, ia tidak bisa bersama pria itu karena Kyuhyun adalah kekasih sahabatnya. Sekarang, di saat ia menyukai Siwon, ia juga tidak bisa bersama pria itu. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Kenapa ia tidak bisa bersama pria yang disukainya?

Sejujurnya Yongri tidak sanggup jika harus mengalami ketakutan lagi seperti malam ini. Ia merasa pasokan oksigennya direnggut dengan paksa hingga membuatnya kesulitan bernafas. Membayangkan dirinya mengalami semua ini lagi, membuat Yongri merinding.

Apakah itu berarti ia benar-benar tidak bisa bersama dengan Siwon?

——

Siwon membuka matanya dengan perlahan. Hal pertama yang menyambut matanya adalah ruangan yang serba putih. Ia memejamkan matanya sebentar saat pandangannya masih mengabur. Namun saat ia membuka matanya lagi, semua terlihat lebih jelas.

“Oppa, kau sudah bangun?”

Siwon menoleh dan menemukan wajah khawatir dan juga lega dari Yeon.

“Apa yang terjadi?” Tanya Siwon pelan.

Merasa tidak ingat dengan apa yang terjadi hingga ia berakhir di tempat yang sangat mirip dengan rumah sakit. Apa ia memang berada di rumah sakit?

“Kau tidak ingat jika kau kesakitan karena pertarunganmu?”

Pertarungan? Siwon menyentuh tulang rusuknya dan melenguh pelan. Ya, ia mengingat semuanya. Pertarungannya dengan James yang membuat ia kesakitan hingga tak tertahankan.

“Aku di rumah sakit?” Tanya Siwon seperti orang bodoh.

“Tentu saja. Jika tidak, kau mungkin masih akan mengerang kesakitan hingga sekarang.” Jawab Yeon.

Siwon mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Namun ia tidak menemukan Yongri dimanapun. Ia ingat jika saat itu ia kesakitan di kamar tidur Yongri. Lalu, dimana wanita itu? Yongri tidak mungkin tidak mengkhawatirkannya, kan?

“Yongri–“

“Diluar.” Sela Yeon langsung.

“Apa? Kenapa?” Siwon merasa bingung.

“Entahlah. Aku sudah memintanya untuk masuk dan menemanimu. Tetapi dia tidak mau.” Kata Yeon dengan putus asa.

Siwon menatap pintu kamarnya yang tertutup.

“Apa dia masih marah padaku?” Tanya Siwon pelan.

“Awalnya aku berpikir seperti itu. Tetapi saat melihat ia menangis ketakutan ketika kau kesakitan, aku pikir kemarahannya telah menghilang.” Jawab Yeon.

“Yongri menangis?”

“Tentu saja, oppa. Dia menghubungiku dan menangis ketakutan. Kau juga membuatku ketakutan setengah mati.” Gerutu Yeon.

Siwon berusaha untuk bangun namun dadanya kembali terasa sakit akibat pergerakannya.

“Ya! Kau tidak boleh banyak bergerak.” Protes Yeon.

“Aku ingin bertemu dengan Yongri.” Ucap Siwon.

“Aku akan memanggilnya.” Ujar Yeon sembari mendorong bahu Siwon untuk kembali berbaring.

Siwon akhirnya mengalah dan membiarkan Yeon meninggalkan kamarnya untuk memanggil Yongri. Ia menghela nafas panjang. Jika Yongri memang sangat mengkhawatirkannya, kenapa wanita itu memilih menunggu di luar?

Yang dapat Siwon simpulkan saat ini adalah Yongri masih marah padanya. Kekhawatiran wanita itu tertutupi oleh kemarahannya. Siwon benar-benar tidak memiliki cara untuk membuat kemarahan Yongri mereda saat ini.

Saat mendengar pintu terbuka, Siwon segera menoleh. Ia merasa benar-benar lega ketika melihat Yongri masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang lusuh. Matanya bengkak dan wanita itu terlihat pucat.

“Aku akan meninggalkan kalian berdua. Yongri-ya, aku titip Siwon oppa.” Kata Yeon. Yongri menatap Yeon dan menganggukkan kepalanya.

“Kemarilah.” Pinta Siwon sembari mengulurkan tangannya.

Sejujurnya Siwon ingin bangun dari tempat tidur dan menghampiri Yongri. Memeluk wanita itu dan menenangkannya dari segala kekhawatiran yang dirasakannya. Namun akibat tulang rusuknya ini, ia tidak bisa banyak bergerak.

Beruntung karena Yongri tidak membantah dan mendekatinya. Walaupun nampak ragu, Yongri menyambut uluran tangan Siwon dan duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Yongri.

“Aku ingin berkata jika aku baik-baik saja..” Jawab Siwon menggantung.

“Tetapi seluruh tubuhku sakit saat ini.” Lanjutnya dengan tersenyum.

Berharap Yongri ikut tersenyum. Namun wajah wanita itu bertambah sedih saat mendengar ucapannya.

“Sudah terasa lebih baik karena obat ini.” Kata Siwon sembari mengangkat tangannya yang memakai infus.

Yongri menundukkan kepalanya dan menatap tangannya dan tangan Siwon yang saling menggenggam. Melihat jempol Siwon yang mengusap punggung tangannya dengan lembut.

“Maafkan aku.” Bisik Siwon membuat Yongri menatapnya.

“Aku pasti membuatmu sangat ketakutan.” Tebak Siwon. Yongri hanya menghela nafas dan kembali mengalihkan pandangannya.

“Katakan sesuatu. Aku ingin mendengar suaramu.” Pinta Siwon sembari memainkan tangan Yongri. Yongri menggeleng membuat Siwon merasa kecewa.

“Atau kau bisa memarahiku seperti saat itu. Lakukan apapun dan jangan hanya diam seperti ini. Melihatmu diam membuatku takut.” Kata Siwon.

Beberapa saat kemudian airmata membasahi wajah Yongri. Wanita itu menundukkan kepalanya dan menangis terisak. Bahunya bergetar seiring dengan isakannya yang memenuhi kamar rawat Siwon.

Siwon menatapnya dengan sedih. Ia memang ingin Yongri melakukan apapun. Tetapi bukan menangis. Ia tidak suka melihat wanita itu menangis. Membuat dadanya terasa sesak.

“A–aku..takut..” Lirih Yongri. Siwon mengeratkan genggaman tangannya.

“Saat melihatmu..melihatmu kesakitan, aku benar-benar takut.. A–aku tidak bisa berpikir normal. Aku hanya terus menangis sembari menanyakan pertanyaan yang tidak bisa kau jawab.” Ucap Yongri tanpa menatap Siwon.

“Aku seharusnya menghubungi ambulance agar kau diberikan pertolongan dengan cepat. Tetapi aku tidak melakukannya dan hanya menangis. Maafkan aku.” Isak Yongri.

“Ssstt, Yongri-ya. Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa.” Kata Siwon berusaha menenangkannya.

“Aku benar-benar takut, oppa. B–bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?” Tanya Yongri sembari menatap Siwon.

“Maafkan aku.” Bisik Siwon penuh penyesalan.

Yongri menyatukan keningnya dengan tangan Siwon yang menggenggam tangannya. Ia masih terus menangis hingga airmatanya membasahi tangan Siwon.

Siwon mengulurkan tangannya yang memakai infus dan mengusap rambut Yongri. Ia akan membiarkan wanita itu menangis untuk melampiaskan rasa sedih dan takutnya. Karena saat ini Siwon telah baik-baik saja, maka Yongri tidak perlu menangis lagi setelah ini.

——

Siwon benar-benar merasa kesal karena ia tidak bisa bergerak dengan leluasa saat ini. Ia ingin berbaring menyamping agar bisa menatap Yongri yang sedang tidur dengan puas. Namun sayangnya saat ini ia hanya bisa menggerakkan kepalanya dan merasa tidak puas sama sekali.

Setelah puas menangis, Siwon berusaha meyakinkan wanita itu jika ia baik-baik saja. Sakit yang ia alami hanya cidera biasa dan akan pulih seiring berjalannya waktu. Walaupun sempat mendapatkan kemarahan Yongri karena tulang rusuknya yang patah bisa saja membahayakannya, tetapi semuanya telah baik-baik saja.

Kecuali satu hal.

Entah kenapa Siwon merasa bahwa Yongri terasa berbeda. Wanita itu seolah menghindar darinya. Bahkan beberapa kali Yongri tidak menatap Siwon saat berbicara dengannya. Namun Siwon tidak berani menanyakan hal tersebut kepada Yongri. Siwon berharap bahwa ini hanya perasaannya saja.

Dan saat ini Yongri tertidur dengan posisi tidak nyaman. Siwon telah menawarkan untuk berbagi tempat tidur dengannya, namun Yongri menolaknya dan memilih tidur di kursi dengan tangan Siwon sebagai bantalnya.

Siwon mencoba bergerak untuk mengubah posisinya. Namun tulang rusuknya yang patah kembali menyakitinya hingga membuat Siwon mengurungkan niatnya. Ia bisa saja membuat suara berisik jika memaksakan dirinya. Dan Siwon tidak ingin membangunkan Yongri yang tampak begitu nyenyak.

Seharusnya Siwon juga beristirahat saat ini. Obat yang diberikan perawat padanya memberikan efek kantuk. Namun Siwon mencoba menahan rasa kantuknya demi menatap Yongri lebih lama. Siwon tersenyum saat menyadari jika dirinya telah benar-benar jatuh cinta pada wanita itu.

Pada sahabat adiknya. Seharusnya tidak seperti ini. Seharusnya Siwon bersikap seperti seorang kakak yang melindungi adiknya. Namun Siwon tidak bisa menahan perasaan yang semakin hari semakin berkembang dihatinya.

Harapan terbesar Siwon saat ini adalah bahwa perasaan Yongri pada Kyuhyun telah hilang. Walaupun Yongri–mungkin–tidak mencintainya juga, tetapi akan lebih baik jika Yongri sudah tidak menyukai Kyuhyun saat ini. Membayangkan jika dirinya mencintai wanita yang menyukai pria lain, membuat Siwon kesal.

Siwon mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi Yongri. Namun saat mendengar pintu kamarnya terbuka pelan, Siwon mengurungkan niatnya. Ia berpikir jika Yeon dan Kyuhyun atau perawat yang datang, tetapi ia keliru.

Seseorang yang tidak diinginkannya berada di kamar rawatnya saat ini. Lengkap dengan sebuah seringai sombong dan puas diwajahnya.

Yoo Taehwan.

Siwon melirik Yongri yang masih tidur. Kenapa Taehwan harus datang? Kenapa Taehwan harus datang di saat ada Yongri disisinya? Siwon menahan geraman ditenggorokkannya.

Siwon melihat Taehwan yang membuat gerakan terkejut berlebihan saat melihat Yongri yang sedang tidur. Pria itu menaruh jari telunjuknya di depan bibir seolah menyuruh Siwon untuk tidak berisik. Kemudian ia menghampiri Siwon dan berdiri di sisi tempat tidur yang kosong.

“Apa yang kau–“

“Ssttt! Jangan berisik, Siwon-ssi. Kau akan membangunkan kekasihmu.” Bisik Taehwan dengan menyeringai. Siwon kembali melirik Yongri sebelum menatap Taehwan dengan kesal.

“Benar-benar pemandangan yang romantis.” Komentar Taehwan masih dengan berbisik. Ia menatap Yongri yang tampak begitu nyaman tidur di tangan Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini, Yoo Taehwan?” Tanya Siwon dengan suara rendah.

“Tentu saja aku ingin menjengukmu yang sedang sakit.” Jawab Taehwan dan hampir membuat tawa Siwon menyembur. Apa pria itu mencoba bercanda dengannya?

“Dan juga mengucapkan selamat atas kemenanganmu.” Lanjut Taehwan membuat Siwon menatapnya dengan curiga.

Taehwan tersenyum pada Siwon.

“Bagaimana rasanya menang?” Tanya Taehwan.

“Pasti kau merasa senang sekali.” Taehwan menjawab pertanyaannya sendiri.

“Tapi bagaimana ini? Kau harus merayakan kemenanganmu di rumah sakit.” Ujar Taehwan dengan wajah berpura-pura sedih.

Siwon menggeram dan menarik dasi yang dipakai Taehwan hingga pria itu membungkuk dihadapannya. Ia menggulung dasi itu di punggung tangannya yang memakai infus, membuat wajah Taehwan semakin dekat dengannya.

“Apa tujuanmu datang ke sini, brengsek?!” Umpat Siwon. Ia berusaha dengan keras untuk menahan suaranya.

Taehwan melepaskan dasinya dari Siwon dan menegakkan punggungnya. Ia meluruskan letak dasinya sembari tersenyum kecil. Ia selalu merasa puas saat melihat wajah Siwon yang begitu kesal dan waspada padanya.

“Tujuanku datang ke sini?” Kata Taehwan sembari mengulurkan tangannya untuk membelai perban di tubuh Siwon.

“Untuk ini!” Tukas Taehwan dengan menekan tulang rusuk Siwon yang terluka.

Siwon menahan erangan kesakitan akibat perbuatan Taehwan. Ia tidak ingin membangunkan Yongri dan membuat wanita itu melihat apa yang dilakukan Taehwan. Tetapi apa yang dilakukan pria brengsek itu benar-benar menyakitinya.

Kedua tangan Siwon terkepal kuat dan keringat mengaliri wajahnya. Taehwan belum melepaskan tekanan pada lukanya. Dan sekarang pria itu tampak begitu puas saat melihat dirinya menahan sakit.

Oops!” Taehwan menarik tangannya dan berpura-pura terkejut.

“Maaf, aku tidak sengaja.” Ucapnya dengan penyesalan palsu.

Siwon menghembuskan nafas lega dan terputus-putus. Jika Taehwan menekan rusuknya lebih lama lagi, mungkin ia akan benar-benar berteriak. Untungnya pria itu melepaskannya di saat yang tepat.

“Dengar.” Kata Taehwan sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Siwon. Senyum di wajah pria itu telah menghilang.

“Jangan merasa bangga karena kau memenangkan pertarungan, Siwon-ssi. Dan jangan meremehkanku karena memiliki anak buah yang payah dan tolol. Aku hanya ingin memberitahumu jika kita akan bertemu lagi. Segera.” Kata Taehwan sebelum akhirnya menjauhkan wajahnya dari Siwon.

Nafas Siwon terdengar bersahut-sahutan akibat rasa sakit yang masih terasa. Ia berusaha dengan keras untuk menyembunyikannya dari Taehwan, walaupun ia tahu jika usahanya gagal. Karena Taehwan saat ini benar-benar merasa puas telah menyakitinya.

“Sampai jumpa.” Pamit Taehwan dengan melirik Yongri sesaat dan kemudian meninggalkan kamar rawat Siwon.

Menutup pintu dengan cukup keras seolah sengaja ingin membangunkan Yongri. Dan perbuatan Taehwan membuahkan hasil karena Yongri langsung tersentak dan menegakkan kepalanya.

Siwon mengalihkan pandangannya dari Yongri dan mengusap keringat diwajahnya. Semoga saja Yongri tidak menyadari jika ia sedang menahan sakit saat ini. Beruntung karena rasa sakitnya mulai mereda secara perlahan.

“Siapa yang masuk?” Tanya Yongri dengan suara serak.

“Apa? Ah, itu, perawat.” Jawab Siwon dengan menatap Yongri dan memaksakan senyumnya.

“Oppa, ada apa? Kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu tampak pucat?” Tanya Yongri merasa khawatir.

“A–aku baik-baik saja. Hanya sedikit..sedikit sakit. Sepertinya obat penahan sakit di dalam tubuhku telah menghilang.” Dusta Siwon masih dengan memaksakan senyumnya.

“Kalau begitu haruskah aku memanggil dokter atau perawat? Wajahmu tampak pucat.” Yongri benar-benar merasa khawatir.

Ia hendak meninggalkan Siwon, namun Siwon meraih tangannya dan menggenggamnya.

“Aku baik-baik saja. Sungguh.” Kata Siwon menenangkan.

“Hanya butuh tidur dan kehadiranmu disini.” Lanjutnya dengan tersenyum. Benar-benar tersenyum.

Siwon merasa lega karena Yongri akhirnya percaya dan kembali duduk. Ia membawa tangan Yongri ke atas dadanya dan menggenggamnya dengan erat. Kemudian memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.

Rasa sakitnya masih terasa hingga membuat keningnya beberapa kali berkerut. Ia hanya berharap jika Yongri tidak menyadari bahwa dirinya sedang berbohong.

Siwon bersyukur karena pada akhirnya rasa kantuk mulai menyerangnya dan ia jatuh terlelap tidak lama kemudian.

——

“Yongri-ya.”

“Hmm?”

Siwon menatap Yongri yang sedang menuangkan minum ke dalam gelasnya. Kondisinya sudah lebih baik dan membuatnya bisa bergerak lebih leluasa. Bahkan saat ini Siwon bisa duduk dengan beberapa bantal menyangga punggung lebarnya.

“Tidakkah kau pikir ada sesuatu yang harus kita bicarakan?” Ujar Siwon.

“Tentang apa?” Tanya Yongri tanpa menatap Siwon.

“Pertarunganku.” Jawab Siwon. Membuat gerakan tangan Yongri terhenti sesaat.

Siwon telah berada di rumah sakit selama empat hari. Dan selama itu, ia dan Yongri tidak pernah membicarakan tentang pertengkaran terakhir mereka sebelum pertarungan Siwon. Keduanya seolah berpura-pura tidak mengingat jika ada sebuah masalah yang harus mereka selesaikan.

Siwon tidak dengan sengaja melakukannya. Ia menunggu hingga Yongri yang membahasnya terlebih dahulu. Tetapi nampaknya Yongri tidak berkeinginan untuk membicarakannya, karena itulah Siwon yang berinisiatif untuk melakukannya.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan. Ini minumlah.” Ucap Yongri sembari memberikan gelas pada Siwon.

Siwon mengambil gelas tersebut dan menaruhnya kembali di atas meja di samping tempat tidurnya. Kemudian ia menarik Yongri untuk duduk di sisi tempat tidur. Ia mencoba untuk tidak terpengaruh saat Yongri menarik tangannya, seolah tidak ingin disentuh olehnya.

“Aku memenangkan pertarungan.” Kata Siwon.

“Aku tahu walaupun sebenarnya aku tidak ingin mengetahuinya.” Sahut Yongri dengan sedikit ketus.

Siwon menatapnya dan menghela nafas panjang.

“Kau masih marah.” Tebak Siwon. Yongri hanya diam saja dan mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Aku ingin menepati janjiku untuk keluar dari The Darkness. Aku tidak akan bertarung lagi di sana. Aku akan mencari pekerjaan yang lebih baik. Yang menggunakan otakku, bukan tubuhku.”

“Oppa.” Ucap Yongri.

“Janji itu, kau yang membuatnya sendiri. Aku tidak pernah menyetujuinya ataupun menolaknya. Janji yang sebenarnya kau dan aku setujui adalah bahwa kau tidak akan bertarung lagi dengan raksasa itu. Tetapi kau melanggarnya.” Tukas Yongri tanpa bisa menyembunyikan wajah kecewa dan sedihnya.

“Yongri-ya..”

“Siapa aku, oppa? Aku hanyalah sahabat dari adik sepupumu. Aku tidak berhak untuk melarangmu melakukan apapun yang kau mau. Kau ingin bertarung? Kau bisa melakukannya. Kau bisa berada di The Darkness selama apapun kau mau. Aku minta maaf jika telah bertindak dengan tidak tahu diri dengan mengatur hidupmu. Aku..” Yongri berhenti sejenak dan menundukkan kepalanya.

“Melakukan kesalahan.” Bisiknya.

“Choi Yongri.” Siwon mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Yongri, namun Yongri kembali menarik tangannya menjauh.

“Jangan salah paham, oppa. Aku tidak marah padamu. Aku tidak berhak marah padamu.”

“Kau berhak melakukannya. Kau tahu bahwa kau berhak marah padaku dan melarangku bertarung, Yongri-ya. Karena itulah kau berada di sini, merawatku dan menjagaku. Karena–“

“Aku melakukannya sebagai seorang adik. Karena kau adalah kakak dari sahabatku. Aku hanya membantu Yeon melakukannya.” Sela Yongri membuat Siwon menggeram.

“Tidak ada kakak dan adik yang tidur bersama, Choi Yongri.” Kata Siwon dengan suara rendah. Meredam kekesalan dan kemarahannya akibat ucapan Yongri.

“Dan itu adalah kesalahan. Kita tidak akan pernah melakukannya lagi.” Komentar Yongri.

“Choi Yongri!” Bentak Siwon membuat Yongri terkejut.

Bunyi ponsel Yongri mengurungkan niat Siwon yang hendak membuka mulutnya kembali. Ia membiarkan Yongri menerima teleponnya sebelum mereka melanjutkan pembicaraan ini.

“Ya, Kyuhyun-ah.”

“…..”

“Tidak. Siwon oppa sudah lebih baik. Aku bisa menemuimu.”

“…..”

“Baiklah, aku akan ke sana.”

“…..”

“Ya, sampai jumpa.”

Siwon menahan lengan Yongri saat melihat wanita itu berdiri.

“Kau mau kemana?” Tanya Siwon tidak suka.

“Aku harus bertemu Kyuhyun. Ulang tahun Yeon tinggal beberapa hari lagi. Banyak yang harus kami persiapkan.” Jawab Yongri.

“Kita belum selesai berbicara.”

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, oppa.” Kata Yongri sembari mengambil tasnya di atas sofa.

“Jangan pergi, Yongri-ya.” Pinta Siwon dengan wajah memohon. Yongri menatap Siwon selama beberapa saat.

“Aku akan datang lagi nanti malam. Beristirahatlah, oppa.” Ucap Yongri dengan tersenyum kecil dan kemudian segera meninggalkan kamar rawat Siwon.

——

Yongri bersandar di pintu kamar rawat Siwon. Ia memejamkan matanya sembari menggigit bibir bawahnya. Ia masih dapat mendengar Siwon memanggil namanya dari dalam sana. Ia tahu apa yang dilakukannya ini akan membuat Siwon kecewa dan sedih.

“Maafkan aku, oppa.” Lirihnya.

Setelah memikirkan apa yang Kyuhyun katakan, Yongri menyadari jika semua itu benar adanya. Dunia Siwon dan dunianya berbeda. Ia dan Siwon tidak bisa bersama.

Yongri sangat tahu bagaimana cintanya Siwon dengan The Darkness. Ia tidak bisa bersikap egois dan meminta Siwon untuk meninggalkan The Darkness, hanya karena ia tidak ingin Siwon terluka. Yongri tidak memiliki hak apapun pada Siwon, seperti yang Yeon katakan.

Akan lebih baik jika mereka kembali seperti dulu. Dua orang yang saling mengenal, menyapa seadanya, dan berbicara seperlunya. Yongri tidak seharusnya mengatur hidup Siwon, begitupun sebaliknya.

Jika mereka bersama, Yongri tidak akan mau melihat Siwon bergelung dengan kekerasan. Siwon mungkin akan menurutinya dengan meninggalkan The Darkness. Tetapi Yongri tidak akan bisa melihat Siwon kecewa harus meninggalkan dunia yang begitu disukainya.

Karena itu akan lebih baik jika seperti ini. Ia akan bersikap seperti seorang adik kepada Siwon. Mereka tidak seharusnya berpelukan, berciuman, dan bahkan bercinta. Walaupun Yongri tidak pernah menyesali semua yang pernah dilakukannya dengan Siwon. Menurutnya semua itu adalah kenangan yang sangat berharga.

Yongri menegakkan punggungnya dan berbalik untuk menatap pintu. Seolah pintu itu adalah Siwon. Walaupun sulit dan membutuhkan waktu yang lama, semuanya akan kembali seperti sedia kala. Yongri hanya perlu bersikap seperti ini dan semuanya akan baik-baik saja.

——

“Jadi, aku sudah menyiapkan tempat, makanan, dekorasi dan yang lainnya. Kau bisa mengundang teman-teman di kantormu yang mengenal dan cukup dekat dengan Yeon. Sejauh ini persiapan kita telah mencapai delapan puluh lima persen. Nah, bagaimana menurutmu cara kita membawa Yeon ke–“

Kyuhyun menghentikan ucapannya saat melihat Yongri hanya diam saja. Sepertinya wanita itu melamun karena saat ini pandangannya sangat kosong. Bahkan saat Kyuhyun melambaikan tangan dihadapannya, Yongri tetap bergeming.

“Yongri-ya!” Panggil Kyuhyun sembari menyenggol lengannya.

“Ya?” Yongri tersentak.

“Kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Ah, maaf. Aku tidak seharusnya begini di saat ulang tahun Yeon tinggal beberapa hari lagi.” Sesal Yongri.

“Tidak apa-apa. Lagipula semua persiapan hampir selesai.” Sahut Kyuhyun dengan tersenyum.

“Tapi, ada apa? Sesuatu mengganggu pikiranmu?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak. A–aku hanya sedikit lelah.” Jawab Yongri berdusta.

“Maaf. Sepertinya aku menyita waktumu akhir-akhir ini. Padahal kau sudah lelah merawat Siwon hyung di rumah sakit.”

“Tidak apa-apa, Kyuhyun-ah. Aku senang melakukannya. Lagipula Yeon adalah sahabatku.”

Kyuhyun tersenyum kecil.

“Benar-benar hanya karena kelelahan? Bukan karena kau ada masalah dengan Siwon hyung?” Tebak Kyuhyun. Yongri menatap Kyuhyun dengan mata sedikit melebar.

“Kau tahu, kau bisa berbagi masalahmu denganku. Aku akan bersikap seperti, well, teman yang baik.” Ucap Kyuhyun dengan ragu.

Yongri menatap Kyuhyun dan tersenyum.

“Aku baik-baik saja, Kyuhyun-ah. Dan terima kasih atas tawarannya.” Kata Yongri.

Kyuhyun nampak kecewa karena Yongri tidak ingin berbagi masalah yang sedang dipikirkannya padanya. Namun ia tidak mengatakan apapun dan membalas senyuman wanita itu. Ia suka saat melihat Yongri tersenyum.

“Jadi, sampai dimana tadi?” Tanya Yongri.

“Ah, aku sedang memikirkan cara membawa Yeon ke tempat pesta. Jika aku yang membawanya, tidakkah menurutmu dia bisa menebak jika aku telah menyiapkan sesuatu untuknya?”

Yongri menganggukkan kepalanya dan tampak berpikir.

“Jika aku yang membawanya, dia juga mungkin akan menaruh curiga. Bagaimana jika Siwon oppa? Kita bisa menunggu di tempat pesta.” Usul Yongri.

“Sempurna!” Komentar Kyuhyun dengan menjentikkan jarinya.

“Yah, apa kau sudah menyiapkan kata-kata cinta untuk disampaikan pada Yeon?” Goda Yongri. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Jika aku menyiapkan semua kata-kata itu, maka tidak akan terdengar tulus. Aku harus mengucapkan setiap kata itu secara langsung.”

“Ah, benar.” Ucap Yongri menyetujui.

“Wow, Yeon benar-benar beruntung memiliki kekasih sepertimu.” Kata Yongri dengan bersungguh-sungguh.

Tidak ada nada cemburu dalam ucapannya. Ia hanya merasa sedikit iri karena Yeon bisa menyukai dan mendapatkan pria yang diinginkannya.

“Benarkah? Tetapi aku merasa sangat jahat pada Yeon saat ini.” Gumam Kyuhyun teramat pelan.

“Apa? Apa maksudmu?” Tanya Yongri bingung. Ia masih dapat mendengar gumaman Kyuhyun dengan baik.

“Kenapa kau merasa bersikap jahat pada Yeon? Memangnya apa yang kau lakukan?”

“Ah, i–itu karena aku berbohong dan bersikap cuek padanya akhir-akhir ini.” Jawab Kyuhyun dengan tertawa pelan. Yongri tersenyum.

“Tidak apa-apa. Kau melakukannya untuk membuat Yeon bahagia.”

Yongri menyelipkan rambutnya di belakang telinga dan masih tersenyum. Ia tidak menyadari jika Kyuhyun menatap semua pergerakannya dengan pandangan yang sulit diartikan. Bahkan Kyuhyun sampai mengepalkan kedua tangannya, seolah menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang–mungkin–akan disesalinya suatu saat nanti.

——

Siwon yakin ada sesuatu yang terjadi pada Yongri. Bukan ‘sesuatu’ yang serius yang membuat wanita itu terluka. Tetapi sesuatu yang membuat Yongri menghindarinya. Ia jelas-jelas menyadari jika Yongri berusaha untuk menjauh darinya.

Kenapa?

Apa yang terjadi saat Siwon tidak sadarkan diri? Ataukah semuanya terjadi karena pertengkaran terakhir mereka? Tetapi saat melihat kekhawatiran Yongri padanya, Siwon berpikir jika kemarahan Yongri telah mereda. Semuanya tampak baik-baik saja selama beberapa hari ia dirawat di rumah sakit ini.

Lalu, kenapa?

Karena berada di rumah sakit, Siwon tidak leluasa bergerak. Ia tidak bisa melakukan apapun untuk mencari tahu, dan itu membuatnya sangat kesal.

“Oppa? Oppa!”

Siwon menoleh dan melihat Yeon melambaikan tangan dihadapannya.

“Ada apa? Kau melamun?”

“Kapan aku bisa pulang dari rumah sakit, Yeoni-ya?” Tanya Siwon.

“Kenapa? Kau pasti bosan, ya?” Komentar Yeon. Siwon mengangguk.

“Aku bisa gila jika lebih lama di sini.” Tukas Siwon.

“Tetapi dokter bilang kau bisa pulang dua hari lagi, oppa.” Ucap Yeon dengan wajah menyesal.

Siwon mengerang dan menghela nafas panjang. Dua hari lagi. Akan terasa lama sekali untuk Siwon. Apalagi jika Yongri masih terus menghindarinya. Siwon mungkin bisa saja mencabut infus ditangannya dan kabur dari rumah sakit.

“Yeoni-ya.”

“Kenapa?”

“Apa Yongri mengatakan sesuatu padamu?”

“Sesuatu? Seperti apa?”

“Sesuatu seperti…” Siwon terlihat bingung untuk mengatakannya.

Selama ini ia tidak pernah berbicara pada Yeon tentang hubungannya dengan Yongri. Jika ia tiba-tiba mengatakan tentang sikap Yongri, pasti akan terasa aneh.

“Sudahlah, lupakan.” Gumam Siwon.

“Ada apa? Katakan padaku.” Pinta Yeon.

Namun sebelum Siwon sempat mengatakan apapun, pintu kamar rawatnya terbuka. Yongri masuk disusul oleh Kyuhyun dibelakangnya.

“Kenapa kalian bisa datang bersama?” Tanya Yeon bingung.

“Kami bertemu di depan.” Jawab Kyuhyun. Dan Siwon sudah tahu bahwa pria itu berbohong.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Yongri. Dan ia sudah bisa menebak jika Yongri akan menghindari tatapannya. Siwon semakin yakin ada sesuatu yang terjadi pada wanita itu.

“Bagaimana keadaanmu, hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Sudah lebih baik.” Jawab Siwon.

“Siwon oppa boleh pulang dua hari lagi.” Kata Yeon dan disambut anggukkan kepala oleh Kyuhyun.

“Pulanglah bersama Kyuhyun, Yeoni-ya.” Ucap Siwon sembari menatap Yeon.

“Apa-apaan ini? Karena ada Yongri kau mengusirku pulang?” Yeon berpura-pura tersinggung.

Siwon kembali menatap Yongri yang ternyata sedang menatapnya. Ia berusaha untuk mengunci tatapan wanita itu agar tidak berpaling darinya.

“Ya. Ada yang harus aku bicarakan dengannya.” Ujar Siwon tanpa mengalihkan pandangannya.

“Yah, apa kalian sudah mulai terbuka sekarang?” Goda Yeon.

“Tidak seperti itu, Yeon.” Bantah Yongri langsung.

“Tolong antar Yeon pulang, Kyuhyun-ah.” Pinta Siwon.

Ia menyadari wajah Kyuhyun yang tampak ingin membantah, namun pria itu tidak mengatakan apa-apa. Hingga membuat Siwon juga tidak berkomentar apapun.

“Baiklah, oppa. Aku akan pulang.” Ujar Yeon menyerah dan berjalan mendekati Kyuhyun sebelum akhirnya menggandeng lengannya.

“Pastikan kau tidak melakukan sesuatu yang bodoh jika ingin pulang dua hari lagi, oppa. Atau ketidaksabaranmu itu bisa membuatmu berada lebih lama lagi di sini.” Pesan Yeon.

“Aku mengerti.” Sahut Siwon.

“Aku pulang dulu, Yongri-ya.” Pamit Yeon.

“Hati-hati, Yeon, Kyuhun.”

Siwon terus menatap Yongri yang memperhatikan kepergian Yeon dan Kyuhyun. Hingga setelah hanya tinggal mereka berdua di sana, barulah Yongri mengalihkan pandangannya.

“Aku juga memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan.” Kata Yongri sembari duduk di kursi tepat di samping tempat tidur Siwon.

“Benarkah?” Siwon terlihat ragu. Yongri mengangguk.

“Kalau begitu katakan.”

“Aku ingin kau yang membawa Yeon ke tempat pesta saat ulang tahunnya nanti, oppa.” Kata Yongri.

“Kenapa aku? Bagaimana dengan Kyuhyun?” Tanya Siwon.

“Kami tidak ingin Yeon menaruh curiga ataupun bisa menebak bahwa ada sesuatu yang disiapkan untuknya.” Jawab Yongri menjelaskan.

“Lalu, bagaimana denganmu?”

“Aku? Aku dan Kyuhyun akan menunggu kalian di tempat pesta.”

“Maksudmu, kau dan Kyuhyun akan pergi bersama?” Tanya Siwon tidak suka.

“Mungkin. Tapi aku tidak tahu.” Jawab Yongri.

Siwon menatap Yongri dengan geram. Namun ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya pada wanita itu.

“Bagaimana jika aku tidak mau?”

Yongri menatap Siwon dengan mata melebar.

“Kenapa kau tidak mau?! Ini untuk Yeon, oppa! Adikmu!” Hardik Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya dari Yongri. Ia tidak ingin Yongri dan Kyuhyun pergi bersama. Namun ia juga tidak mungkin menggagalkan rencana mereka untuk memberikan kejutan pada Yeon.

“Aku akan melakukannya dengan satu syarat.” Ucap Siwon.

“Syarat? Apa?” Tanya Yongri.

“Kau harus menuruti apapun yang aku katakan.” Jawab Siwon.

“Oppa!” Yongri terlihat kesal.

“Lupakan jika kau tidak mau. Jika rencana kalian gagal, aku bisa merayakan ulang tahun Yeon di apartement saja.” Tukas Siwon dengan acuh.

Siwon terpaksa melakukannya karena sikap Yongri. Ia harus melakukan apapun untuk membuat wanita itu tidak menjauh darinya. Ia bisa gila jika Yongri terus menghindar darinya.

“Bahkan untuk adikmu sendiri..” Kata Yongri dengan tidak percaya.

“Kau memaksaku melakukan ini. Kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini? Kenapa menghindar dariku? Kenapa tiba-tiba kau bersikap seperti seorang adik? Aku tidak membutuhkan seorang adik.” Ujar Siwon yang juga merasa kesal.

Yongri hanya diam dan mengalihkan pandangannya.

“Lihat, kau bahkan tidak mau berbicara. Sebenarnya ada apa denganmu?”

Siwon mencoba untuk menggenggam tangan Yongri. Namun wanita itu–lagi-lagi–menghindar. Bahkan saat ini Yongri memilih untuk berdiri dan berjalan menjauh sembari menyugar rambutnya.

“Satu syarat? Baiklah, aku setuju.” Kata Yongri.

“Tetapi apapun yang kau inginkan dariku, tidak untuk sekarang. Saat ini aku hanya ingin fokus dengan pesta ulang tahun Yeon.” Lanjut Yongri sembari menatap Siwon.

“Kau benar-benar akan terus seperti ini?” Ucap Siwon.

“Beristirahatlah. Aku akan segera kembali.” Kata Yongri sembari meninggalkan kamar rawat Siwon.

Siwon melempar bantalnya dengan kesal dan melepaskan infusnya dengan kasar. Ia mengusap wajahnya dengan rasa frustasi. Sakit di dadanya telah hilang dan sekarang kepalanya berdenyut hebat karena memikirkan Yongri.

——

Keadaan Siwon sudah lebih baik dan pria itu telah meninggalkan rumah sakit. Tulang rusuknya akan semakin membaik seiring berjalannya waktu. Pesan dokter yang diberikan padanya adalah bahwa ia tidak bisa mendapatkan pukulan dimana lukanya berada sebelumnya. Atau ia akan mendapatkan luka yang lebih parah nantinya.

Tentu saja itu bukan hal sulit untuk Siwon. Karena ia benar-benar memutuskan untuk meninggalkan The Darkness. Ia tidak akan berhubungan lagi dengan kekerasan. Dan ia akan mulai mencari pekerjaan yang lebih layak.

Saat ini Siwon mematut penampilannya di depan cermin panjang. Sebuah tuxedo berwarna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu yang membuat penampilannya terlihat sempurna. Malam ini adalah pesta ulang tahun Yeon. Pesta yang telah dibuat oleh Kyuhyun dan Yongri.

Berbicara mengenai Yongri, Siwon benar-benar tidak memiliki waktu yang banyak dengan wanita itu akhir-akhir ini. Mereka bertemu hanya saat Yeon bersama mereka juga. Saat itupun, Siwon tidak bisa berbicara banyak.

Yongri mengubah lagi password apartementnya, seolah tidak mengizinkan Siwon untuk masuk ke sana. Dan Siwon pun tidak bisa berbuat nekat dengan menunggui Yongri di depan apartementnya. Siwon akan membuat Yongri membayar sikapnya ini dengan syarat yang telah diajukannya.

“Sebenarnya kemana kita akan pergi?” Tanya Yeon yang baru saja masuk ke dalam kamar Siwon.

Siwon menoleh dan terpukau dengan penampilan adiknya itu. Yeon terlihat cantik dengan gaun panjangnya berwarna biru laut. Dengan riasan natural di wajahnya dan rambut yang ditata sedemikian rupa. Ia tidak tahu jika adik sepupunya bisa secantik ini.

“Kau cantik.” Puji Siwon membuat Yeon tersenyum malu.

“Kita mau kemana, oppa?” Tanya Yeon lagi.

“Makan malam.” Jawab Siwon.

“Berdua?” Yeon terlihat ragu. Siwon mengangguk.

“Kenapa? Tidak mau?”

“Tidak, bukan seperti itu.” Kilah Yeon. Ia menghela nafas panjang.

“Kita selalu makan malam bertiga bersama Yongri. Aku pikir ulang tahunku saat ini, kita akan makan malam berempat bersama Kyuhyun.” Ucap Yeon.

“Tetapi melihat ada yang aneh antara kau dan Yongri akhir-akhir ini, yah, aku mengerti kenapa kau mengajakku makan malam berdua saja. Lagipula Kyuhyun tidak bisa dihubungi sejak pagi tadi. Menyebalkan.” Gerutu Yeon.

Siwon hanya mengangguk dan mendekati Yeon sembari mengancingkan jasnya.

“Kau tidak sedih karena harus makan malam berdua saja denganku, kan?” Ujar Siwon.

“Apa yang kau katakan? Kau adalah orang yang paling aku inginkan untuk menghabiskan waktu denganku saat aku berulang tahun.” Tukas Yeon membuat Siwon tersenyum.

“Manis sekali.” Sahut Siwon sembari mengusap rambut Yeon dengan hati-hati.

“Tetapi kita akan makan malam dimana, oppa? Kenapa pakaian kita formal sekali?” Yeon menatap gaunnya.

“Sebuah tempat yang bagus.” Ucap Siwon. Ia mengulurkan lengannya pada Yeon.

“Pergi sekarang?”

Yeon menggandeng lengan Siwon dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.

——

“Hotel? Kita akan makan malam di hotel?” Tanya Yeon setelah Siwon membukakan pintu mobil untuknya dan menggandeng tangannya.

Siwon hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun.

“Woah, hotel ini benar-benar mewah.” Ucap Yeon dengan kagum.

Siwon menyetujui ucapan wanita itu. Ia harus mengucapkan terima kasih pada Kyuhyun nanti. Pria itu memperlakukan adiknya dengan istimewa dan membuat Yeon bahagia. Tentu saja Siwon harus berterima kasih padanya.

Siwon melangkahkan kakinya menuju lift. Beruntung karena lift sedang terbuka sehingga mereka langsung masuk ke dalam. Siwon menekan angka delapan, dimana aula hotel berada.

“Lantai delapan? Bukankah biasanya restoran hotel berada di lantai dua atau tiga?” Tanya Yeon dengan bingung.

“Yah, kenapa kau berisik sekali, huh?” Gerutu Siwon membuat Yeon mengerucutkan bibirnya.

“Percaya saja padaku.” Pinta Siwon. Yeon hanya mengangguk pasrah membuat Siwon berusaha menyembunyikan senyum gelinya.

Sampai di lantai delapan, mereka segera keluar dari lift. Yeon hanya diam saja dan mengikuti kemanapun kaki Siwon membawanya. Anehnya, di lantai ini tampak begitu sepi seolah tidak ada kehidupan.

Yeon menatap sebuah pintu besar di depan sana. Jika ia boleh menebak, Siwon akan membawanya ke sana. Tempat apa itu? Apakah itu restorannya?

Setelah sampai di depan pintu, Siwon melepaskan tangan Yeon yang menggandeng lengannya. Hingga membuat Yeon mendongak dan menatapnya dengan bingung.

“Masuklah.” Kata Siwon.

“Aku sendiri? Bagaimana denganmu?” Tanya Yeon.

“Aku berada tepat dibelakangmu, Yeoni-ya.” Ujar Siwon.

Yeon mengangguk dan menatap pintu didepannya. Setelah menarik nafas panjang dan mengembuskannya, ia mulai mendorong pintu tersebut untuk membukanya.

“SELAMAT ULANG TAHUN, JUNG YEON!”

Yeon terdiam untuk beberapa saat. Ia seolah tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Ia menatap setiap orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Yeon mengenal semuanya. Apa yang terjadi? Apakah mereka semua berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya?

“Oppa?” Yeon menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca. Siwon tersenyum.

“Selamat ulang tahun, Yeoni-ya.” Ujar Siwon dengan lembut.

“Tidak! Tidak! Jangan menangis.” Kata Yongri dengan panik. Wanita itu langsung berjalan cepat mendekati Yeon.

“Yongri-ya..”

“Yah, kau tidak boleh menangis. Riasanmu bisa luntur. Lagipula hari ini bukan untuk bersedih. Kita harus merayakan ulang tahunmu.” Kata Yongri.

“A–apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian melakukan semua ini?” Tanya Yeon dengan haru.

“Kyuhyun yang merencanakan semuanya.” Jawab Yongri sembari menunjuk Kyuhyun yang berdiri di dekat kue ulang tahun Yeon.

Yeon menatap Kyuhyun yang sedang tersenyum padanya. Dengan langkah perlahan, Kyuhyun berjalan menghampiri Yeon. Yeon langsung berlari kecil mendekati pria itu dan memeluknya dengan erat.

“Selamat ulang tahun, sayang.” Bisik Kyuhyun sembari mengusap punggung kekasihnya.

“Terima kasih, Kyuhyun-ah.” Lirih Yeon.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menyeka airmata di pipi Yeon.

“Terima kasih karena telah menjadi kekasihku. Karena telah memberikan warna yang baru di dalam hidupku.” Ujar Kyuhyun membuat Yeon semakin menangis.

“Tidak ada airmata, okay?” Pinta Kyuhyun. Yeon mengangguk walaupun airmata masih mengalir diwajahnya.

Yeon menoleh dan menghampiri Yongri. Kemudian ia langsung memeluk sahabatnya itu seerat ia memeluk Kyuhyun.

“Terima kasih, Yongri-ya.”

“Bukan apa-apa, Yeoni-ya. Aku senang melakukannya. Lagipula semua ini rencana Kyuhyun. Aku hanya membantunya.”

“Kau memberitahukan semua impian pesta ulang tahunku pada Kyuhyun.” Ucap Yeon.

“Itulah gunanya seorang sahabat.” Balas Yongri dengan tersenyum.

“Aku benar-benar beruntung memilikimu.” Kata Yeon sembari melepaskan pelukannya.

“Selamat ulang tahun.” Ucap Yongri membuat keduanya tertawa bersama.

Kemudian Yeon menghampiri Siwon dan memberikan pelukan pada pria itu. Ia merasakan Siwon mengecup puncak kepalanya.

“Terima kasih, oppa.”

“Aku tidak melakukan apapun.”

“Terima kasih karena kau selalu ada untukku.” Bisik Yeon.

“Itu kewajibanku sebagai seorang kakak.” Balas Siwon.

Yeon melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Siwon. Kemudian ia menatap teman-teman kantornya dengan perasaan haru.

“Terima kasih, teman-teman.” Ucapnya dengan tulus.

“Sudah saatnya tiup lilin.” Kata Yongri dengan semangat.

Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Yeon. Setelah Yeon menyambut uluran tangannya, ia membawa Yeon mendekati kue ulang tahun bertingkat bertuliskan nama Jung Yeon di dekat sebuah panggung di depan sana.

“Berdoa dulu sebelum kau tiup lilinnya, Yeoni-ya!” Teriak Yongri.

Yeon tertawa pelan dan mulai menutup matanya. Ia tidak pernah bersungguh-sungguh saat berdoa. Namun malam itu, ia meminta dengan tulus kepada Tuhan untuk mengirimkan Siwon, Yongri, dan Kyuhyun pada kehidupannya yang selanjutnya. Karena di dunia ini, ia hanya membutuhkan ketiga orang tersebut untuk melengkapi hidupnya.

——

Siwon tidak mengenal siapapun di dalam ruangan ini selain Yongri, Yeon, dan Kyuhyun. Tentu saja Siwon tidak berharap Yeon menemaninya berbicara karena wanita itu akan selalu berada di samping Kyuhyun.

Seharusnya Yongri yang menemaninya saat ini. Tetapi sayangnya wanita itu lebih memilih mengobrol bersama teman-teman kantornya daripada menghabiskan waktunya bersama Siwon. Tentu saja hal itu membuat Siwon kesal.

Namun Siwon tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menarik perhatian Yongri. Wanita itu benar-benar menghindarinya seolah Siwon melakukan sebuah kesalahan besar padanya. Baiklah, Siwon memang melakukan sebuah kesalahan.

Tetapi Siwon yakin alasan Yongri menghindarinya bukanlah karena kesalahan yang dilakukannya. Jika memang karena kesalahannya itu, Yongri pasti akan marah padanya, bukan menghindarinya.

Saat ini Siwon tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Yongri. Wanita itu terlihat luar biasa cantik dengan gaun berwarna hitamnya. Rambu bergelombangnya dibiarkan tergerai dan menutupi punggungnya yang terbuka. Hanya Tuhan yang tahu seberapa besar keinginan Siwon untuk menyentuh punggung wanita itu saat ini.

“Hyung.”

Siwon menoleh dan tidak menyadari jika Kyuhyun berada di dekatnya. Pria itu memberikan segelas wine padanya.

“Kau melamun?”

“Tidak. Hanya sedang berpikir.” Siwon mencicipi wine yang diberikan Kyuhyun.

“Memikirkan Yongri?” Tebak Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sulit diartikan. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Akhir-akhir ini kau dan Yongri tidak menghabiskan waktu bersama.” Komentar Kyuhyun tanpa menatap Siwon.

“Karena dia harus menyiapkan pesta ini bersamamu.” Balas Siwon.

“Apa hanya karena itu? Sepertinya Yongri menghindarimu.” Ujar Kyuhyun.

“Apa Yongri mengatakan sesuatu padamu?” Tanya Siwon ingin tahu.

“Sesuatu seperti apa maksudmu?”

“Lupakan jika tidak ada.” Kata Siwon.

“Hyung, kau tidak serius dengan Yongri, kan?” Tanya Kyuhyun.

Siwon menatap Kyuhyun dengan tidak suka. Kenapa pria itu terlihat sangat ingin tahu mengenai hubungannya dengan Yongri?

“Apa maksudmu?”

“Maksudku, kau tidak mungkin menjalin hubungan dengannya, kan? Kau tidak mungkin bersama dengannya di saat kau memiliki begitu banyak musuh di luar sana. Kau tahu jika hal itu berbahaya untuk Yongri.” Ucap Kyuhyun.

Siwon tidak bisa menahan senyum sinis diwajahnya.

“Aku tidak melihat hal ini menjadi urusanmu, Cho Kyuhyun.” Kata Siwon dengan ketus.

“Menjadi urusanku jika tentang Yongri, hyung.”

“Oh ya? Kenapa? Kau bukan keluarganya dan ingatkan aku jika aku keliru.”

“Jangan bersikap egois, hyung. Kau meniduri Yongri bahkan di saat kalian tidak memiliki hubungan apapun. Kau menempatkan Yongri dalam keadaan bahaya. Bagaimana jika musuhmu menjadikannya alat untuk mengancammu?”

Siwon menarik jas Kyuhyun dan mencengkeramnya dengan erat. Namun kemudian ia tersadar jika mereka berada di tempat ramai saat ini. Ia segera melepaskannya dan menghela nafas panjang.

“Jangan berbicara sesuatu yang tidak kau ketahui, Choi Kyuhyun.” Kata Siwon memperingatkan. Kyuhyun merapikan jasnya dan tersenyum kecil.

“Kau tahu kenapa Yongri menghindarimu? Karena ia sadar jika kau dan dia tidak akan bisa bersatu. Dunia yang kalian miliki sangat berbeda jauh. Dan Yongri tidak ingin berada di duniamu.” Kata Kyuhyun sebelum akhirnya menjauh dari Siwon.

Siwon menatap kepergian Kyuhyun dengan rasa kesal dan amarah. Siapa pria itu yang berani ikut campur dalam hubungannya dengan Yongri? Dan kenapa Kyuhyun harus peduli? Mereka hanya berteman dan tidak seharusnya Kyuhyun bersikap berlebihan.

Siwon melihat Kyuhyun yang menghampiri Yongri dan mengajak wanita itu berbicara. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan, namun Yongri tampak begitu nyaman berbicara dengan Kyuhyun.

Tanpa sadar Siwon mendengus. Tentu saja Yongri merasa nyaman. Ia menyukai pria itu. Sudah pasti Yongri merasa senang saat Kyuhyun mengajaknya berbicara.

Di saat Siwon mengalami kesulitan untuk berbicara dengannya, Yongri tampak dengan senang hati berbicara dengan Kyuhyun. Dan hal itu membuat Siwon merasa sangat marah.

Siwon menaruh gelas winenya di atas meja. Kemudian ia berjalan cepat untuk menghampiri Yongri yang masih berbicara dengan Kyuhyun hingga tertawa dengan senang.

“Bicara denganku, Yongri-ya.” Kata Siwon saat berada di samping Yongri.

Siwon menggeram saat melihat senyum di wajah yongri menghilang ketika ia berada di dekat wanita itu. Apa Yongri begitu tidak suka dengan kehadirannya?

“Aku sedang berbicara dengan Kyuhyun.” Ucap Yongri.

“Well, kalian bisa berbicara lagi nanti.” Tukas Siwon dan kemudian menggenggam pergelangan tangan Yongri.

Saat Siwon hendak membawa wanita itu bersamanya, Kyuhyun menahannya dan melepaskan tangannya dari tangan Yongri.

“Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun?!” Tanya Siwon kesal.

“Dia tidak mau berbicara denganmu, hyung.”

“Itu bukan urusanmu!” Siwon benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia tidak peduli jika mereka berada di keramaian saat ini.

“Menjadi urusanku karena Yongri adalah teman bicaraku saat ini! Apa kau mau jika teman bicaramu dibawa oleh orang lain di saat kalian belum selesai bicara?!” Balas Kyuhyun yang juga merasa emosi.

“Yah, ada apa? Orang-orang melihat kalian.” Yeon yang menyadari ada yang tidak beres segera mendekati kedua pria itu.

“Kyuhyun-ah, cukup. Aku akan ikut denganmu, oppa.” Ujar Yongri sembari mendorong Siwon untuk meninggalkan aula.

Namun karena sudah terlanjur merasa marah dan kesal, Siwon menolak untuk pergi dari sana. Ia menepis tangan Yongri yang memegang lengannya.

“Sejak kapan kau begitu peduli dengan Yongri, Kyuhyun-ah?” Tanya Siwon.

“Oppa, ada apa denganmu?” Yeon berusaha untuk menghentikan Siwon. Saat ini teman-teman kantor mereka telah memperhatikan mereka.

“Bukankah kau seharusnya memperdulikan kekasihmu saja?” Ujar Siwon.

“Yongri temanku. Apa aku tidak boleh peduli pada temanku sendiri?” Balas Kyuhyun.

“Kau tidak perlu mengatur hidupnya!” Tukas Siwon.

“Oppa, hentikan!” Bentak Yongri. Siwon menatap Yongri dengan kesal.

“Kenapa? Kau senang saat bersama Kyuhyun? Kau bahagia karena dia memperdulikanmu?” Tuduh Siwon.

“Kau mabuk. Kita pergi dari sini.” Kata Yongri sembari menarik tangan Siwon, tetapi Siwon menepisnya.

“Jujur saja jika kau merasa senang. Bukankah itu keinginanmu? Bukankah kau suka saat Kyuhyun memberikan perhatiannya padamu?!” Hardik Siwon.

“Oppa, apa yang kau katakan?” Tanya Yeon. Merasa bahwa ucapan Siwon sangat tidak masuk di akal.

“Mau sampai kapan kau mencintai kekasih orang lain, huh?” Ujar Siwon sembari menatap Yongri yang sedang menatapnya tajam saat ini.

“Oppa!” Yeon berusaha menarik perhatian Siwon.

“Apa maksudmu, hyung?” Kyuhyun mendekati Siwon dan berdiri tepat dihadapannya.

“Apa maksud ucapanmu? Kekasih orang lain? Siapa?” Tanya Kyuhyun. Siwon tersenyum sinis.

“Dia!” Siwon menunjuk Yongri.

“Dia mencintaimu, Cho Kyuhyun! Dan dia berniat merebutmu dari Jung Yeon!” Bentak Siwon membuat semua terdiam.

Mereka seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakannya. Tak terkecuali Siwon sendiri. Pria itu nampak terkejut dengan apa yang baru saja dikatakannya. Bagaimana bisa ia mengatakannya? Bagaimana bisa ia membongkar rahasia Yongri dihadapan semua orang?

“O–oppa, apa yang kau katakan?” Tanya Yeon.

Siwon terlihat panik dan tidak tahu harus berkata apa. Saat ia melihat Yongri, ia semakin panik ketika wajah Yongri tampak begitu pucat.

“Yongri-ya, apa yang Siwon oppa katakan? Tidak benar, kan?” Yeon mengguncang lengan Yongri. Yongri hanya diam saja dan menundukkan kepalanya.

“Yongri-ya, katakan sesuatu!” Pinta Yeon dengan panik. Ia tidak ingin mempercayai ucapan Siwon. Tetapi saat melihat Yongri hanya diam saja, Yeon menjadi percaya.

“Choi Yongri, lihat aku!” Bentak Yeon membuat Yongri menatapnya.

“Katakan bahwa itu tidak benar. Katakan jika kau tidak mencintai Cho Kyuhyun!” Hardik Yeon.

“A–aku..” Yongri tidak tahu harus mengatakan apa.

Dan keterkejutan semua orang semakin bertambah saat Yeon tiba-tiba saja menampar Yongri dengan begitu keras.

Mata Siwon melebar dengan sempurna ketika melihat Yeon menampar Yongri. Ia benar-benar tidak menyangka jika adiknya itu akan menampar sahabat yang begitu disayanginya. Dan semua itu karena dirinya.

“Aku benar-benar kecewa padamu.” Ucap Yeon dan kemudian pergi meninggalkan tempat pesta dengan airmata yang mengalir diwajahnya.

——

–To Be Continued–

HAI! Sorry karena ngepostnya terlalu lama. Ini semua karena aku terlalu excited sama comeback super junior. Walaupun Siwon gak ikut T.T karena itu aku sibuk streaming sana-sini dan FF pun terbengkalai. Semoga part ini memuaskan kalian yang udah menunggu.

Happy reading~

BYE~

Advertisements

84 thoughts on “Heartbeat – Part 9

  1. Author kemana aja sayy??? Ditungguin nihh…

    Btw sekali post ko lngsung ngeblokin gni yah rasanya, maksud Siwon apa?? Terus Yongri nanti gimana? Mudah2an Yeon nyadar klo Yongri skarang sukanya sma Siwon bukan Kyuhyun lagi. Ini posisinya sulit semua… Lanjut author! Semangat!!!

  2. Aigoo Siwon oppa jahat bgt skrg kan Yongri tdk menyukai Kyu oppa dan itu dulu, skrg akhirnya jung yeon tahu dan benar2 membenci Yongri, apakah Kyu oppa tahu dr dulu kalau Yongri menyukainya..ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  3. Waduhhh kok makin rumit yaa🤔🤔 kyuhyun nih awal2nya kalo dia gak ngomong kaya gitu yongri gak bakal ngehindar dari siwon dan masalah gak bakal kek gini😑😑 riwayat hancur persahabatan yongri yeon😖😖😖

  4. Siwon kamu kenapa,mengacaukan pesta yeon dengan mengungkapkan kebenaran tentang yongri, kenapa pula kyuhyun begitu protektif sama yongri ?
    Nah kasihan yongri sampai di tampar oleh yeon di depan orang orang yang menghadiri pesta yeon.
    Yongri pergi saja menjauh dari yeon, kyuhyun dan Siwon mereka tidak menghargai ketulusanmu.

  5. Gila Siwon gila hya krn emosi dia beber kan rahasia youngri , pdhl yongri sd bisa ngelupain kyu achhh persahabatan mrk ancur dech , Siwon jng sampe nyesel klo yongri ninggalin km , tp Yeon knp langs nampar youngri ya klo menurut aq wajar lah youngri suka sama kyu , kan kebersamaan mrk lebih dulu sblm di kenalin ke Yeon

  6. Baguslah sudah saarnya yoon tau… mau sampai kapan Youngei bermuka dua.. dia seolah gak mau menggangu rapi berharap.. dia mulai menyukai siwon tapi dia juga yang mulai meninggalkan siwon.. jahat napeun Yeoja.. kyuhyun juga sok sok jagoan.. lu punya perasaan kan sama young ri.. gue harap Sikap siwon jadi acuh biar Youngri sadar perasaannya gimana sama Siwon

    Gue sakit hati siwon di giniin😭😭😭 jangan lama lama dong postnya aku hampir tiap hari mantengin ini blog

  7. Akhirnya kebongkar jga.. wah..,,pas bnget endingnya ada adegan tamparan.. tpi ksian yongrinya… emang bnar sih apa yg di blang kyuhyun… ngga bsa nerka kelanjutannya kayak apa…. next thor..

  8. Akhirnya penantianku terbayar jg..
    Duh konfliknya mulai memanas ni..
    Bukannya baikan siwon sm yongri, malah tambah ruwet deh masalahnya…
    Ok ditunggu lanjutannya,

  9. Waduh… rasanya bagian terakhir cocok klo dipasangin musik untuk efek zoom yg ada di IG story itu.. jeng jeng jeng jeng…

    Tiba2 semua kacau di pesta ultah yg seharusnya mereka hepi2… OMG…
    Part berikutnya bakalan seru bgt ini…

  10. So it’s show timeeee
    Akhirnya bakalan terbongkar
    Dan ga menyangka siwon bakal bongkar ini semua di dpn bnyk org
    Kasihan yongri.
    Yongri pdhl blm rebut kyu loh.
    Main tampar2 aja si yeon.
    Ditunggu klnjtnnya eonni

  11. Bravo siwon…cemburu butamu menghancurkan segalanya. Menghancurkan hubungan persahabatan yeon – yongri, menghancurkan pesta yang telah dirancang sedemikian rupa, menghancurkan nama baik yongri dihadapan teman – teman kantornya, dan sudah tentu makin hancurnya hubungannya–siwon– dengan yongri

  12. Siwon suka keceplosan nih kan. Greget bacanya, gak ada yg mau ngaku suka jadi berspekulasi sendiri. Hancur kan hubungannya siwon sama yongri 😂 tetep bikin deg2an nih bacanya wkwk kutunggu next chapter eon ! Semangat 😁

  13. ya ampun g nyangka Siwon mempermalukan Yongri di depan umum tanpa sengaja telah mengatakan rahasia yang disimpan selama ini
    kasihan juga dapat tamparan dari Yeon bakal hancur persahabatan mereka kalau begini

  14. Siwon kenapa kau begitu jahat sama yongri!!!!aduh gimana perasaan yongri ya kan diliat banyak orang disana.msih bingung sama sikap kyuhyun sebenernya dia itu gimana perasaannya sma yongri. Thornim semangat yaaa inget kita yg selalu bolakbalik buat liat kelanjutan nih fanfic.❤❤❤❤❤

  15. Aku ga tau harus berpihak sma siapa. Siwon smpe keceplosan gtu juga krna dia udh trlanjur kesel sma sikapnya Yongri yg ngehindar terus. Salahnya Siwon disitu, dia antara sadar ga sadar kli yahh. Walaupun Yongri nyangkal ucapannya Siwon, intinya dia prnah punya niatan buat ngrebut Kyuhyun kann…

    Tpi aku juga ga suka sma Yongri di part ini. Dia ga bsa liat ketulusannya Siwon apah? Siwon rela keluar dari kerjaannya demi Yongri, seharusnya Yongri bisa ngrti Siwon ngelakuin itu krna pasti ada alesannya yaitu Siwon yg cinta sma Yongri dan itu tulus. Tpi Yongri malah ngehindar dan biarin Siwon sendirian.

    Kyuhyun jugaa, dia pake pengaruhin Yongri segala. Coba klo dia ga macem2 sma Yongri. Yaudahlahh, Yeon juga udh trlanjur percaya sma Siwon. Lanjut lahh author, ini lgi seru nihh

  16. Yahhh kebonhkar dehhh rahasia youngri gak tau kemarahan youngri kayak apa ke siwon oppa , buuuaaammmm siwon oppa crmburu nihhh …, yang jadi korban youngri deh ..

  17. Ketinggalan lagi T.T udah bolak balik tapi blm update sekalinya update ketinggalan terus 😂😂

    Ini lumayan rumit 😁 kenapa siwon susah amat si bilang suka sama yongri 😂 yongri keburu kemakan hasutan kyuhyun kan..kyuhyun juga lagi ini orang msh pacara sama yeon tapi kaya kepengn ngebet juga sama yongri errr

    Cemburu nya keselnya siwon akhrnya ngebongkar semua rahasia…trus?? Gimana jadinya ini 😂😢

    Penasarannnnnn….T.T

    BTW aku kemarin liat coment kak ineke di IG nya siwon 😂 cie yg kangen suami nannyain ye…sama aku juga kangen T.T 😁

    jangan lama” ya kak 😂 penasarannnnnnnnnn 😂😂 semangat terus nulisnya 😆

  18. Siwon mulutnya sih gk bs direm
    Jd terbongkar semua rahasiakan
    Kyuhyun gmna tuh reaksinya tw yongri suka dy
    Pdahal skrg yongri udh prpaling k siwon
    Bkl musuhan nih yongri dan yeon
    Bkl jd pesta ultah trburuk yeon deh
    Ntar takutnya yongri bkl prgi k london deh
    Yongri hrs blg k yeon klo itu dulu skrg gk suka lg sm kyuhyun
    Siwon hrs mnt maaf n jelasin perasaan dy k yongri

  19. sedih ih kok aku monangis????!! ini tuh duh.. persahabatan mereka sedang dipertaruhkannnnn dan itu endingnya lah siwon siwon juga kan yg ngebeleberin semuanya cuma gara2 dia marahm yah gitu emg dah kalo udah marag famau sabaran dikit,padagal apa? yongri udah suka sama siwon huhu gitu tuhhhhh emg kan nyebelin bgt dan kyuhhun kenapa pula manas2ij gitu sih???? ga ngerti lagi dah ini ruang lingkupnya beremepat doang tp begitu hufttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s