Heartbeat – Part 8

Author

Choineke

Title

Heartbeat

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC), others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–My heart is beating so fast just because of you–

——

Author POV

Yongri merasa kakinya lemas dan hampir terjatuh jika Siwon tidak menahan pinggangnya. Kenapa ia seperti ini? Kenapa jantungnya seolah ini melompat keluar saat ini? Apakah Siwon bisa mendengar jantungnya yang sedang menari-nari?

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon.

“Kakiku terasa seperti jeli lagi, oppa.” Bisik Yongri membuat Siwon tertawa dengan kencang.

Menyadari kebodohannya membuat Yongri menggigit bibir bawahnya dan menundukkan kepalanya. Apa yang baru saja dikatakannya? Dia pasti terlihat seperti orang bodoh saat ini.

“Kakimu berubah menjadi jeli karena ajakan berkencan dariku?” Tebak Siwon dengan wajah geli.

“O–oppa, apa kau serius ingin mengajakku berkencan?” Tanya Yongri.

“Ya. Kau bilang jika kita tidak berkencan maka kita tidak bisa bercinta. Jika begitu lebih baik kita berkencan.” Jawab Siwon.

“Apa? Maksudmu kau mengajakku berkencan agar bisa bercinta denganku?”

Dengan polosnya Siwon mengangguk.

“YA!” Yongri memukul kepala Siwon dengan keras. Kemudian wanita itu mendorong Siwon menjauh darinya.

“Kenapa kau memukulku?” Protes Siwon.

Yongri mencari sebuah benda yang berada didekatnya untuk memukul Siwon. Saat melihat spatula, wanita itu langsung mengambilnya dan mengacungkannya dihadapan Siwon.

“Kau mau mati?!”

“Ya! Ya! Apa yang kau lakukan?” Siwon berlari menjauh dari Yongri saat melihat wanita itu bisa saja memukulnya dengan spatula yang berada ditangannya.

“Kemari kau, Choi Siwon! Aku ingin memukul kepalamu agar kau sadar dengan ucapanmu barusan!”

Yongri benar-benar merasa kesal dan juga geram. Ajakan berkencan Siwon membuat Yongri merasa sangat gugup. Tetapi pria itu melakukannya hanya untuk dijadikan sebuah candaan. Berkencan agar bisa bercinta? Yongri harus memukul kepala Siwon dengan spatula ini.

“Ya! Kenapa kau memanggil namaku? Aku lebih tua darimu!” Balas Siwon.

“Apa gunanya usia tua tetapi bertingkah seperti anak-anak?!” Hardik Yongri sembari berjalan mendekati Siwon.

“Wow! Wow! Yongri, tenanglah. Turunkan spatula itu. Kau bisa membuat kepalaku terluka.” Ujar Siwon dengan ngeri.

“Itulah tujuanku. Agar kepalamu bisa diperbarui dan kau tidak selalu berpikiran mesum.” Sahut Yongri. Ia memutari meja makan untuk menangkap Siwon.

“Yah, jika kepalaku terluka aku tidak bisa mengikuti pertarungan dua hari lagi.” Kata Siwon tanpa sadar.

Yongri terdiam saat mendengar ucapan Siwon. Ia mencoba untuk meyakinkan dirinya tentang apa yang baru saja didengarnya. Pertarungan? Siwon benar-benar akan kembali bertarung?

“Apa maksud ucapanmu, oppa? Pertarungan apa?” Tanya Yongri membuat mata Siwon sedikit melebar. Sepertinya ia baru sadar dengan apa yang dikatakannya.

“Ah, itu..”

“Jadi apa yang dikatakan Yoo Taehwan padaku saat itu memang benar? Kau akan kembali bertarung?”

“Yoo Taehwan?” Siwon berjalan cepat untuk mendekati Yongri.

“Apa maksudmu?”

“Kemarin Yoo Taehwan menemuiku dan mengatakan padaku untuk membujukmu agar mundur dari pertarungan ini. Dia ingin kau menjadi anak buahnya.” Jelas Yongri.

“Apa?!” Siwon benar-benar terkejut.

“Bajingan itu!” Umpat Siwon sembari berlalu dari hadapan Yongri, namun Yongri langsung menyambar tangan Siwon.

“Katakan padaku, oppa. Kau benar-benar akan kembali bertarung?” Tanya Yongri.

Siwon terlihat kebingungan untuk menjelaskannya pada wanita itu. Selain itu ia juga merasa marah pada Taehwan yang dengan berani menemui Yongri. Ia sudah memperingatkan pria itu untuk tidak berurusan dengan orang-orang disekitarnya.

“Oppa, katakan!” Yongri mengguncang tangan Siwon.

“Yongri-ya, kau tahu jika pertarunganku saat itu belum selesai. Jadi–“

“Jadi, kau akan kembali bertarung?” Sela Yongri.

Siwon menghela nafas dan menatap mata Yongri dengan perasaan bersalah.

“Mereka membutuhkan seorang pemenang, karena itu pertarungan harus dilakukan lagi.”

“Jika begitu biarkan raksasa itu memenangkan pertarungan.” Sahut Yongri langsung.

“Yongri-ya..”

“Oppa, apa kau sudah tidak waras? Bagaimana bisa kau bertarung lagi di saat luka-lukamu yang kemarin saja masih berbekas!”

“Aku baik-baik saja.”

“Apanya yang baik-baik saja? Kau bisa mati saat itu!” Pekik Yongri. Mata wanita itu berkaca-kaca karena terlalu kesal.

“Yongri-ya.. Yongri-ya, dengarkan aku.” Siwon memegang kedua bahu Yongri namun Yongri menepisnya dan berjalan menjauh.

“Tidak. Aku tidak mau mendengar apapun.” Tolak Yongri.

“Yongri-ya..”

“Kau tidak boleh bertarung lagi. Tidak. Kau tidak boleh melakukannya.” Ucap Yongri.

Siwon mematikan microwave yang masih dalam keadaan menyala. Kemudian pria itu berlari kecil menyusul Yongri yang hendak masuk ke kamarnya. Siwon tahu bahwa tidak akan mudah untuk meminta izin yang kedua kalinya dari wanita itu.

“Yongri-ya..” Siwon meraih lengan Yongri namun lagi-lagi Yongri menepisnya dan berjalan mundur.

Siwon tertegun saat melihat ada airmata diwajah Yongri. Kenapa wanita itu menangis?

“Yongri-ya..”

“Jika kau masih ingin bertarung, lebih baik kau pergi dari sini.” Ujar Yongri.

“Dengarkan aku, Yongri-ya. Aku akan baik-baik saja. Aku janji. Percayalah padaku.” Pinta Siwon.

“Baik-baik saja? Pelipis robek, bibir robek, seluruh tubuhmu lebam, dan kau bilang baik-baik saja?”

“Kau tahu jika aku sudah biasa mendapatkan luka-luka itu. Aku seorang pertarung MMA, Yongri-ya. Luka-luka seperti itu tidak ada artinya untukku.”

“Bagaimana denganku? Tidak bisakah kau memikirkan perasaanku? Tidak bisakah kau memahami rasa takutku setiap melihatmu terluka?!” Tanya Yongri dengan airmata yang semakin banyak mengalir.

“Tidak bisakah kau cukup percaya saja padaku?”

“Tidak. Aku tidak bisa percaya padamu.” Ujar Yongri langsung sembari mengusap wajahnya yang basah.

Yongri mengabaikan wajah Siwon yang nampak kecewa saat mendengar ucapannya barusan.

“Aku tidak ingin berdebat denganmu, oppa. Jika kau masih ingin bertarung, lebih baik kau pergi dari sini. Dan jangan pernah temui aku lagi.” Tukas Yongri membuat mata Siwon melebar.

Setelah mengatakan ancaman itu, tangis Yongri semakin menjadi. Wanita itu menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dan menangis terisak. Ia merasa menyesal telah mengatakannya.

Membayangkan bahwa dirinya tidak bertemu lagi dengan Siwon membuat Yongri takut. Tetapi Yongri juga tidak ingin Siwon kembali bertarung dan menyakiti dirinya sendiri. Yongri tidak ingin Siwon terluka. Tidakkah Siwon mengerti itu?

Melihat Yongri menangis hingga seperti itu membuat dada Siwon merasa sesak. Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar sebelum akhirnya berjalan mendekati Yongri dan memeluknya dengan erat. Ia merasa takut dengan ancaman Yongri dan berharap wanita itu tidak bersungguh-sungguh saat mengatakannya.

“Aku tidak akan bertarung.” Ucap Siwon.

Yongri langsung menatap Siwon dengan wajah tidak percaya.

“Sungguh?” Tanya Yongri.

Siwon mengusap airmata di wajah Yongri dan mendorong pelan kepala wanita itu untuk bersandar di dadanya.

“Jangan menangis.” Bisik Siwon.

“Aku benar-benar takut, oppa. Aku tidak mau melihatmu terluka.” Lirih Yongri.

“Aku mengerti.” Sahut Siwon sembari mencium puncak kepala Yongri.

Siwon tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi. Ia hanya ingin menenangkan Yongri untuk sementara waktu. Ia benar-benar tidak bisa mundur dari pertarungan ini. Tetapi Siwon berjanji pada dirinya sendiri bahwa ini akan menjadi pertarungan terakhir untuknya.

Selama ini tidak pernah terpikirkan oleh Siwon untuk meninggalkan The Darkness. Tetapi Siwon tidak memiliki pilihan lain. Tidak, sebenarnya ia memiliki pilihan. Dan ia memilih untuk menuruti keinginan Yongri. Hanya saja semua itu akan Siwon lakukan setelah pertarungan dengan James.

“Sekarang katakan padaku, apa Yoo Taehwan menemuimu?” Tanya Siwon sembari melepaskan pelukannya.

“Ya. Aku bertemu dengannya di bawah. Dan bagaimana dia bisa mengetahui namaku, oppa?” Yongri terlihat bingung.

Siwon mengepalkan kedua tangannya.

“Apa yang dia katakan padamu?”

“Dia memintaku untuk membuatmu mundur dari pertarungan ini dan menjadi anak buahnya. Dia juga berkata jika semua itu adalah perintah.” Jelas Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya dan mengeraskan rahangnya. Yoo Taehwan benar-benar ingin mencicipi pukulannya, sepertinya.

“Kau tidak perlu menjadi anak buahnya, tetapi kau akan mundur dari pertarungan ini ‘kan, oppa?” Tanya Yongri memastikan.

Siwon menatap Yongri dan terdiam. Yongri menunjukkan wajah penuh harapnya saat ini. Dan Siwon yakin siapapun yang melihatnya tidak akan bisa menolak. Termasuk Siwon sendiri.

Siwon mengangguk hingga membuat sebuah senyum terukir di wajah Yongri. Wanita itu kembali memeluknya.

“Terima kasih, oppa.” Ucapnya.

“Tapi kau tidak apa-apa, kan? Yoo Taehwan tidak menyentuhmu ataupun menyakitimu, kan?”

“Dia tidak melakukan apapun. Lagipula saat dia menemuiku, petugas keamanan berada didekatku.”

Siwon menghela nafas lega.

“Ah, kau pasti lapar. Aku akan menyiapkan makanannya.” Kata Yongri dan meninggalkan Siwon seorang diri di kamarnya.

Siwon menatap kepergian Yongri dengan perasaan bersalah. Ia yakin jika Yongri mengetahui bahwa dirinya tetap akan bertarung membuat wanita itu lebih marah lagi. Tetapi Siwon akan memikirkan hal itu nanti. Karena saat ini ia harus berfokus pada pertarungannya.

——

Yongri terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan Siwon disampingnya. Ia merasa sisi tempat tidur Siwon yang terasa dingin. Mengartikan bahwa Siwon telah cukup lama meninggalkan tempat tidur.

Yongri mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap kamar mandi. Ia menajamkan telinganya untuk mendengar apakah ada kehidupan di dalam sana. Namun telinganya tidak mendengar suara apapun.

“Apa dia pergi begitu saja?” Gumam Yongri dengan nada merajuk.

Yongri mengusap matanya yang terasa berat akibat menangis semalam. Ia yakin matanya bengkak saat ini. Membuatnya harus mengompres matanya jika tidak ingin teman-teman kantornya–terutama Yeon–mendesaknya dengan berbagai pertanyaan.

Saat menoleh, Yongri menemukan sebuah kertas kecil yang terselip di sebuah buku. Yongri mengulurkan tangannya untuk mengambil kertas tersebut yang ternyata berisi sebuah catatan.

Selamat pagi.

Maaf karena harus meninggalkan apartementmu sebelum kau bangun. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan pagi ini. Dan karena itu aku tidak bisa mengantarmu bekerja. Maaf sekali lagi.

Tapi aku akan menjemputmu di kantor nanti sore.

Ps: jangan cemberut karena tidak bisa melihatku pagi ini ^^

–Choi Siwon–

Yongri tidak bisa menahan senyum diwajahnya saat membaca catatan yang ditinggalkan oleh Siwon. Tentu saja ia merasa kecewa karena pergi begitu saja. Namun bagaimana mungkin ia bisa terus merasa kecewa saat Siwon meminta maaf dengan cara yang sederhana namun menggemaskan seperti ini?

Yongri menaruh kembali catatan tersebut di atas meja nakas. Ia menatap sisi tempat tidurnya yang kosong, yang semalam ditempati oleh Siwon. Demi Tuhan, mereka bukanlah sepasang kekasih. Tetapi kenapa tidur berdampingan di atas tempat tidur yang sama terasa biasa saja untuk mereka?

Sejujurnya Yongri merasa senang saat Siwon mengajaknya berkencan semalam. Namun rasa senang itu menjadi kesal saat mengetahui alasan pria itu mengajaknya berkencan hanya untuk bercinta. Tetapi Yongri tidak bisa menunjukkan kekesalannya dihadapan Siwon.

Yongri tidak ingin memperlihatkan kepada Siwon bahwa ia berharap lebih pada hubungan mereka. Yongri tentu saja memahami perasaan yang sedang dirasakannya pada Siwon saat ini. Ia menyukai pria itu.

Namun Yongri mencoba untuk tidak mempercayai perasaannya itu. Yongri selalu menganggap bahwa Kyuhyun–lah pria yang disukainya. Walaupun Yongri juga telah menyadari bahwa perasaannya pada Kyuhyun telah menghilang, entah sejak kapan.

Yongri terkejut saat mendengar ponselnya yang tiba-tiba berbunyi. Karena pikirannya yang sedang melayang pada Siwon membuatnya tidak siap mendengar suara nyaring secara tiba-tiba tersebut.

Namun saat memikirkan bahwa mungkin saja Siwon yang menghubunginya membuat Yongri meraih ponselnya–yang berada di atas meja–dengan cepat.

Dan Yongri harus menelan kecewa saat melihat bahwa bukan Siwon yang menghubunginya. Melainkan ibunya.

“Kenapa dia harus menghubungiku pagi-pagi seperti ini? Merusak hariku saja.” Gerutu Yongri namun tetap menjawab teleponnya.

“Halo.”

Yongri-ya, ini eomma.

“Aku tahu.”

Bagaimana kabarmu hari ini, sayang?

Yongri menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatapnya dengan tidak percaya. Apakah benar-benar ibunya yang sedang menghubunginya saat ini? Tetapi kenapa tiba-tiba wanita itu menanyakan kabar padanya? Untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

“Eomma, apa kau sakit?”

Kenapa kau mendoakan ibumu sakit?

“Kau tiba-tiba saja menanyakan keadaanku. Bukankah selama ini kau tidak peduli?” Yongri mendengar ibunya berdeham pelan.

Kau ini..

“Ada apa? Ini bukan jadwal kalian mengirimiku uang, kan?”

Apa kau akan terus berbicara dengan ketus seperti itu pada ibumu?

Yongri menyugar rambutnya yang berantakan karena baru saja bangun tidur.

“Aku harus bersiap-siap bekerja, eomma.” Yongri mencari alasan.

Aku juga tidak akan lama. Bisakah kau mengambil cuti dari kantor dan datang ke London?

“Kenapa aku harus pergi ke London?”

Kami ingin memperkenalkanmu pada seorang pria. Dia adalah anak dari rekan bisnis ayahmu.

Yongri menghela nafas dan memutar bola matanya. Berharap sang ibu dapat melihat rasa tidak tertariknya saat ini.

Namanya Dennis, dia–

“Aku tidak tertarik.” Sela Yongri.

Ya, Yongri-ya! Kau tidak harus langsung menikah dengannya. Kau bisa berkenalan terlebih dahulu dengannya. Ia tertarik padamu saat kami menunjukkan fotomu padanya.

Yongri menahan diri untuk tidak tertawa. Merasa takjub dan tidak percaya karena orangtuanya memiliki fotonya.

Lagipula kau tidak memiliki kekasih.

“Kata siapa aku tidak memiliki kekasih?”

Apa kau memiliki kekasih?” Yongri menangkap nada tidak percaya dari pertanyaan ibunya.

“Kalian tidak mengetahui apapun tentangku. Karena itu akupun tidak harus selalu menuruti keinginan kalian. Jika tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan, aku tutup.”

Yongri langsung memutuskan sambungan telepon begitu saja. Dan melempar ponselnya di atas tempat tidur. Ia benar-benar tidak menyangka orangtuanya memiliki niat untuk menjodohkannya.

Ini bukan jaman Siti Nurbaya. Lagipula ia bisa mencari calon suami sendiri. Ia tidak membutuhkan bantuan dari mereka karena selama ini mereka tidak pernah menjadi bagian dari hidupnya.

——

“Yoo Taehwan, buka pintunya!” Bentak Siwon sembari mengetuk pintu rumah Taehwan dengan tidak sabaran.

“Ya, Yoo Taehwan!!”

Siwon tidak peduli jika orang-orang di dalam rumah merasa terganggu dengan keributan yang dibuatnya pagi-pagi seperti ini. Salahkan saja Taehwan yang berusaha mengganggu kehidupannya. Ia sudah pernah memperingatkan pria itu sejak awal.

“Yoo Taehwan!” Ketukan Siwon semakin membabi buta.

Tidak lama kemudian seorang pelayan membukakan pintu sembari menatap Siwon dengan kesal. Pelayan tersebut berusaha menyembunyikan kekesalannya, tetapi Siwon telah menangkap rasa kesal tersebut lebih dulu.

“Anda mencari siapa, tuan?” Tanya pelayan tersebut.

“Aku pikir kau terganggu dengan teriakanku. Panggil tuanmu sekarang juga sebelum aku membuat keributan yang lebih besar.” Ujar Siwon dengan tangan terkepal.

Pelayan tersebut langsung berlari meninggalkan Siwon. Siwon masuk ke rumah Taehwan walaupun tidak ada yang memberikannya izin masuk. Jika Taehwan bisa melewati batas, maka Siwon pun juga bisa melakukannya.

Siwon benar-benar menahan dirinya semalam untuk tidak langsung mematahkan leher Taehwan. Semuanya hanya karena Yongri. Jika saja wanita itu tidak ada didekatnya, Siwon pasti telah hilang kendali.

Taehwan seharusnya merasa beruntung karena pertahanan diri Siwon masih bertahan hingga sekarang. Walaupun ia tidak akan mematahkan leher Taehwan, setidaknya ia akan memberikan satu atau dua pukulan pada pria–sialan–sombong itu.

“Wow! Choi Siwon!”

Siwon menoleh saat mendengar suara Taehwan yang tampak begitu puas saat melihat kehadirannya di sana. Sepertinya pria itu berpikir jika Siwon akan menuruti keinginannya untuk mundur dari pertarungan dan menjadi anak buahnya.

Bodoh saja jika dia berpikir seperti itu.

“Apa yang membawamu kemari? Ah, mengingat ini masih pagi, pasti sesuatu yang mendesak.” Kata Taehwan dengan tersenyum.

“Dan aku harap itu kabar baik untukku.” Lanjut Taehwan dengan setengah berbisik.

Siwon langsung mendekati Taehwan dan mencengkram kemeja putih pria itu. Tidak ada raut terkejut di wajah Taehwan. Pria itu justru menyeringai dengan puas.

Beberapa anak buah Taehwan tampak ingin menghentikan Siwon, namun Taehwan mengangkat sebelah tangannya seolah meminta mereka untuk diam di tempat.

“Aku harap kau tidak lupa dirimu berada di mana saat ini, Siwon-ssi.” Ujar Taehwan.

“Bajingan!” Maki Siwon.

“Aku sudah katakan padamu untuk tidak mengganggu orang-orang disekitarku.” Ucap Siwon dengan penuh penekanan.

“Tapi kau dengan berani menemui Yongri, brengsek.”

“Benar. Apa gadis itu mengatakan apa yang kukatakan?” Sahut Taehwan bertanya. Siwon mengeratkan cengkramannya pada kemeja Taehwan.

“Tutup mulutmu, Yoo Taehwan. Jika tidak aku akan membuat mulutmu tertutup untuk selamanya.” Ancam Siwon.

Bukannya merasa takut, Taehwan justru tertawa dengan kencang dan mengajak anak buahnya untuk tertawa bersamanya. Tentu saja kemarahan Siwon semakin menjadi melihat Taehwan tampak begitu mengolok-oloknya.

Siwon melayangkan tangannya untuk memukul Taehwan, namun Taehwan lebih cepat bergerak dengan menangkap kepalan tangan Siwon. Taehwan tersenyum sinis sekaligus mengejek pada Siwon.

“Kenapa harus memakai kekerasan? Kita bisa membicarakannya dengan baik-baik.” Ucap Taehwan.

Siwon menarik tangannya dari tangkapan Taehwan dan kembali mencengkram kemeja pria itu hingga membuat Taehwan tertawa pelan.

“Sebenarnya, masalah ini akan cepat selesai jika kau menuruti keinginanku. Mundur dari pertarungan besok dan datang padaku.” Kata Taehwan. Siwon tersenyum sinis mendengarnya.

“Kenapa? Apa kau terlalu takut? Kau takut kalah dariku untuk kesekian kalinya? Kau takut orang-orang mengejekmu karena pada akhirnya tidak ada anak buahmu yang bisa mengalahkanku?” Ejek Siwon membuat senyum dan tawa di wajah Taehwan menghilang.

Taehwan menepis tangan Siwon hingga cengkraman pria itu padanya terlepas. Ia tersenyum kecil sembari membenarkan letak dasi yang dipakainya.

“Apa kau tahu jika sikap sombongmu itu benar-benar berbanding terbalik dengan rasa takutmu ini?” Tanya Siwon.

“Jika kau ingin bersikap sombong, kau tidak seharusnya menunjukkan rasa takutmu, Yoo Taehwan-ssi.” Kata Siwon sembari menunjuk dada Taehwan.

Taehwan menatap dadanya dan tersenyum kecil.

“Apa aku bisa menyimpulkan jika kau akan tetap bertarung besok?” Tanya Taehwan dan kembali menatap Siwon.

“Aku tidak pernah berniat mundur.” Jawab Siwon.

“Kau akan menyesal.” Ucap Taehwan tanpa senyuman diwajahnya.

“Aku tidak akan menyesal. Dan aku yang akan membuatmu menyesal jika kau berani menyentuh Yongri.” Tukas Siwon.

“Berterima kasihlah karena kau tidak mendapatkan pukulan dariku hari ini.” Siwon menepuk bahu Taehwan sebelum akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan rumah pria itu.

Oh, dia ingin sekali memukul Taehwan saat ini. Tetapi di dalam sana terlalu banyak anak buah Taehwan. Ia pasti akan terluka parah dan tidak bisa bertarung besok. Dan hal itu akan membuat Taehwan merasa senang.

——

Siwon berbaring setengah menyandar di kepala tempat tidur Yongri, dengan wanita itu yang tengkurap disampingnya. Mereka akan terlihat seperti sepasang suami istri atau paling tidak sepasang kekasih jika orang-orang melihat.

Namun siapa yang menyangka jika tidak ada sebuah ikatan yang jelas diantara keduanya? Mereka hanya menjalani hubungan yang menurut mereka sangat nyaman. Berciuman, berpelukan dan tidur di atas tempat tidur yang sama.

“Jadi, apa kau akan memberitahuku kemana kau pergi pagi tadi, Choi Siwon?” Tanya Yongri sembari memeluk bantal dibawah dagunya.

“Tidak sopan.” Komentar Siwon dan mendorong pelan kepala Yongri.

Yongri menyelipkan rambutnya ke belakang telinga dan menatap Siwon dengan kesal.

“Lagipula usia kita tidak terpaut cukup jauh, oppa. Tidak apa-apa jika aku memanggilmu dengan nama, kan?” Goda Yongri membuat Siwon mendengus.

“Jawab pertanyaanku. Kemana kau tadi pagi?” Ulang Yongri.

“Lari pagi.” Jawab Siwon berdusta.

“Setelahnya bercinta dengan peralatan di tempat gym.” Lanjut Siwon membuat Yongri memukul lengan Siwon.

Siwon tertawa pelan saat melihat wajah Yongri yang tampak malu-malu saat ia menyebut kata ‘bercinta’. Kenapa wanita itu harus malu di saat mereka sudah pernah melakukannya? Siwon berdecak pelan dan menepis pikirannya yang sedang mengingat kegiatan bercinta mereka saat itu.

“Tadi pagi ibuku menghubungiku.” Kata Yongri dengan pandangan menerawang.

“Lagi? Kenapa?” Tanya Siwon.

“Menyuruhku untuk datang ke London.” Jawab Yongri.

“Apa?!” Siwon tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Pria itu menegakkan punggungnya dan tiba-tiba saja rasa panik menyerangnya. Yongri pergi ke London? Meninggalkannya?

“Untuk apa? Tidak–maksudku, apa kau akan pergi?” Tanya Siwon berusaha untuk menyembunyikan kepanikkannya.

“Kenapa aku harus pergi ke London? Mereka tidak pernah memperdulikanku, kenapa aku harus mengikuti keinginan mereka?” Jawab Yongri.

Siwon tidak bisa menutupi rasa leganya. Itu adalah hal terpenting untuknya saat ini. Yongri tidak berkeinginan untuk pergi ke London. Siwon kembali menyandarkan punggungnya.

“Untuk apa ibumu memintamu ke London?”

“Perjodohan.”

“Apa?”

Yongri tersenyum tidak percaya dan membalikkan badannya hingga ia berbaring di atas tempat tidur. Kedua tangannya bertautan di atas dada. Matanya menatap langit-langit kamarnya.

“Mereka ingin memperkenalkanku dengan seorang pria di sana. Anak dari rekan bisnis ayahku.” Jelas Yongri.

Mata Siwon tidak lepas dari wajah Yongri. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh wanita itu.

“Siapa namanya, ya? Daniel? Dennis? Derry?” Gumam Yongri.

“Dan sekarang mereka akan memiliki alasan lain untuk menghubungiku.” Ucap Yongri.

“Yongri-ya.” Panggil Siwon.

Yongri mendongak untuk menatap Siwon.

“Ada apa?”

“Apa alasanmu menolak pergi ke London? Apakah karena selama ini orangtuamu mengabaikanmu atau karena kau tidak ingin dijodohkan?” Tanya Siwon.

Yongri menatap Siwon untuk beberapa saat. Seolah sedang memikirkan jawaban atas pertanyaan pria itu. Kemudian Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Sepertinya karena dua alasan itu. Tetapi alasan yang lebih besar adalah karena mereka selalu mengabaikanku selama ini. Karena itu aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah menuruti keinginan mereka.” Jawab Yongri.

“Apakah maksudmu jika selama ini mereka tidak mengabaikanmu, maka kau akan pergi ke London dan berkenalan dengan pria itu?” Tebak Siwon.

Yongri menggeleng.

“Aku tidak suka dijodohkan. Aku juga bisa menemukan pria yang akan menjadi suamiku kelak.” Ucap Yongri membuat Siwon tersenyum.

“Apakah kau sudah menemukannya saat ini?”

“Apa?” Yongri menatap Siwon dengan bingung dan juga gugup. Kenapa Siwon tiba-tiba bertanya seperti itu?

“Aku bertanya apakah kau sudah menemukan pria itu.” Ulang Siwon.

“Umm..” Yongri tampak benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

“Kenapa begitu sulit untuk menjawab sudah atau belum?” Ujar Siwon dengan tidak sabaran.

Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Kenapa aku harus memberitahumu?!” Tukasnya dan kemudian hendak beranjak, namun Siwon bergerak lebih cepat dengan berada di atas wanita itu.

“O–oppa..”

“Maafkan aku.” Ujar Siwon.

“Maaf? Untuk apa?” Yongri merasa bingung.

“Aku harus melakukan ini. Karena aku tidak tahu apakah aku masih bisa melakukannya lagi atau tidak setelah ini.” Gumam Siwon.

“Apa maksudmu?” Tanya Yongri.

“Choi Yongri.” Ucap Siwon.

“Apa?”

“Saat ini aku ingin bercinta denganmu.” Kata Siwon membuat mata Yongri sedikit melebar.

“Jika kau tidak mau melakukannya, kau bisa bangun dan tinggalkan aku.” Ujar Siwon.

Keduanya saling menatap dalam diam untuk beberapa saat. Mata mereka tidak saling meninggalkan satu sama lain. Di dalam hatinya, Siwon sedang menghitung mundur pertahanan dirinya. Setengah hatinya berharap Yongri beranjak dan pergi, tetapi setengah hatinya lagi berharap Yongri tidak meninggalkannya.

Siwon tahu seharusnya ia tidak bercinta dengan Yongri seperti ini tanpa sebuah ikatan. Tetapi ia terlalu takut untuk membuat hubungannya dan Yongri semakin jelas. Bagaimana jika Yongri menolaknya? Dan bagaimana jika Yongri masih menyukai Kyuhyun? Bukankah Siwon akan terlihat seperti sebuah lelucon?

“Waktumu habis, Choi Yongri.” Kata Siwon dan langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri.

Saat merasakan bahwa Yongri membalas ciumannya, Siwon tahu bahwa wanita itu tidak berniat untuk menolaknya sedari awal.

——

Yeon membuka pintu kamar Siwon dan tidak menemukan pria itu di sana pagi-pagi seperti ini. Ia mengeluarkan ponselnya sembari menutup pintu kamar Siwon.

“Kemana Siwon oppa? Apa dia pergi latihan untuk nanti malam?” Gumam Yeon.

Namun saat mengingat jika tas yang biasa digunakan Siwon untuk latihan ada di dalam kamar, Yeon yakin jika pria itu belum pergi latihan.

Yeon mengurungkan niatnya untuk menghubungi Siwon saat kepala cantiknya memikirkan suatu kemungkinan yang sangat mungkin terjadi.

“Apa dia berada di apartement Yongri?”

“Ck! Pria itu! Dia tidak memiliki waktu untuk bermesraan dengan sahabatku.” Geram Yeon sembari berjalan meninggalkan apartementnya untuk menuju ke apartement Yongri.

“Awas saja jika aku benar-benar menemukanmu di apartement Yongri, oppa. Aku akan memukul kepalamu.” Kata Yeon seolah Siwon ada dihadapannya saat ini.

“Kau bisa menghabiskan waktu dengan Yongri sebanyak mungkin setelah pertarungan ini.” Gumam Yeon.

Yeon menghela nafas panjang. Ia merasa sangat khawatir mengingat Siwon akan kembali bertarung nanti malam. Ia berharap Siwon membatalkan niatnya itu. Tetapi Yeon dapat melihat kilat semangat di mata Siwon saat pria itu mengatakan dirinya akan kembali bertarung.

MMA adalah dunia Siwon. Dan seberapa pun Yeon menginginkan Siwon untuk meninggalkan dunianya itu, ia tahu bahwa Siwon tidak akan pernah bisa melakukannya. Dan yang hanya bisa Yeon lakukan hanyalah mendukung dan mempercayai pria itu.

Yeon mengulurkan tangannya untuk menekan bel, namun ia mengurungkan niatnya dengan tersenyum licik.

“Aku akan menangkap kalian berdua.” Ujarnya dan memasukkan kombinasi password apartement Yongri.

Yeon langsung masuk ke dalam apartement Yongri setelah pintunya terbuka. Dan ia segera disambut dengan tawa renyah dari Siwon dan Yongri. Yeon tanpa sadar menjadi tersenyum. Terasa menyenangkan saat melihat kedua orang itu bersama. Tetapi saat ini bukan waktu yang tepat.

Yeon menggelengkan kepalanya dan mencari keberadaan Siwon dan Yongri. Kakinya melangkah dengan lebar menuju kamar Yongri, namun saat melihat pergerakan di dapur, Yeon segera berbalik dan menuju ke dapur.

Benar saja. Siwon dan Yongri sedang berada di dapur dan sepertinya sedang membuat sarapan bersama. Namun apa yang Yeon lihat saat ini, keduanya hanya saling menggoda dan bercanda dengan intim.

“Disini kalian rupanya.” Kata Yeon dengan berkacak pinggang.

“Yeoni-ya..” Ujar Yongri nampak sedikit terkejut dengan kehadiran Yeon.

“Ada apa, Yeon?” Tanya Siwon dengan santai.

“Ada apa?” Yeon terlihat tidak percaya dengan pertanyaan Siwon.

“Ya. Ada apa?” Ulang Siwon.

Yeon memutar kedua bola matanya. Ingin sekali rasanya memukul kepala Siwon dengan keras.

“Aku pikir kau tidak memiliki waktu untuk saling menggoda dengan Yongri, oppa.” Kata Yeon.

“K–kami sedang membuat sarapan, Yeon.” Kilah Yongri sembari menggaruk kepala belakangnya.

“Benarkah? Kenapa yang aku lihat kalian berdua sedang saling menggoda, huh? Apakah membuat sarapan kalian harus berdiri sedekat itu?” Tanya Yeon sekaligus menggoda.

Yeon berusaha menahan senyumnya saat melihat Yongri bergeser pelan untuk sedikit menjauh dari Siwon.

“Oppa, kau harus latihan untuk nanti malam.” Kata Yeon dengan wajah serius. Dan Yeon tidak menyadari mata Siwon melebar saat ini karena panik.

“Latihan untuk nanti malam? Untuk apa?” Tanya Yongri dengan bingung.

“Tentu saja bertarung! Yongri-ya, seharusnya kau menyuruh Siwon oppa latihan dan–” Yeon menghentikan ucapannya saat melihat wajah Yongri dan Siwon nampak menegang.

“A–ada apa dengan kalian?”

——

“A–ada apa dengan kalian?”

Yongri berharap telinganya salah mendengar saat ini. Pertarungan apa yang dibicarakan oleh Yeon? Bukankah Siwon bilang jika dia tidak akan bertarung? Bukankah Siwon mengurungkan niatnya untuk bertarung?

“Yongri-ya..” Panggil Yeon.

“O–oppa, apa maksud ucapan Yeon?” Tanya Yongri sembari menatap Siwon yang tampak memucat.

“Yah, ada apa?” Yeon telah berdiri di dekat Yongri untuk meminta perhatian wanita itu.

“Kenapa wajahmu tampak tegang, Yongri-ya?” Tanya Yeon tidak mengerti.

“Apa maksud ucapanmu tadi, Yeoni-ya? Pertarungan apa?” Yongri mengabaikan pertanyaan Yeon.

“Pertarungan yang saat itu belum terselesaikan. Malam ini pertarungan itu kembali diadakan.” Jawab Yeon.

Yongri menatap Yeon beberapa saat untuk mencerna jawaban yang diberikan sahabatnya itu. Kemudian ia menatap Siwon yang sedang menatapnya dengan pandangan bersalah.

“Yongri-ya..” Ucap Siwon sembari menambah langkahnya untuk mendekati Yongri. Namun Yongri bergerak mundur.

“Kau bilang tidak akan bertarung.” Kata Yongri dengan mata berkaca-kaca.

“Yongri, apa yang kau–” Yeon benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

“Yeon, tolong tinggalkan kami.” Pinta Siwon tanpa menatap Yeon.

“Oppa..” Yeon tampak ingin menolak. Namun saat melihat Siwon menatapnya dengan tatapan memohon, ia tidak memiliki pilihan selain meninggalkan apartement Yongri.

“Kau berbohong padaku?” Yongri tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan terlukanya.

“Maafkan aku.” Sesal Siwon.

“Kau benar-benar akan bertarung nanti malam?” Tanya Yongri dengan airmata yang mengalir diwajahnya.

“Maafkan aku, Yongri-ya. Aku tidak memiliki pilihan.”

“Kau memiliki pilihan! Kau bisa menolaknya!”

“Aku tidak bisa.” Bisik Siwon dengan penuh rasa penyesalan.

Yongri berjalan mendekati Siwon dan menggenggam kedua tangan pria itu. Airmatanya masih terus mengalir hingga menetes di tangan Siwon yang sedang digenggamnya.

“Ayo, kita temui Yoo Taehwan, oppa. Katakan padanya jika anak buahnya bisa memenangkan pertarungan dan kau akan mundur dari pertarungan malam ini.” Ajak Yongri.

“Yongri-ya..”

“Kita bisa pergi bersama. Sebentar, aku akan mengambil tasku.” Ujar Yongri sembari berbalik namun Siwon menahan tangannya.

“Aku tidak bisa mundur, Yongri-ya.” Kata Siwon dengan tegas dan merasa bersalah.

“Oppa..” Airmata Yongri semakin banyak mengalir.

“Dengarkan aku.” Siwon menangkup wajah Yongri.

“Aku berjanji ini akan menjadi pertarungan terakhirku. Setelah malam ini aku akan meninggalkan The Darkness dan mencari pekerjaan yang lebih baik. Percayalah padaku.” Janji Siwon.

Yongri menepis tangan Siwon yang berada diwajahnya dan kembali berjalan mundur untuk menjauhi Siwon. Ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewanya saat ini.

“Kau berbohong..”

“Yongri-ya..”

“Kau membohongiku..” Gumam Yongri.

Siwon mengusap rambutnya dengan frustasi. Ia tidak tahu harus melakukan apa untuk meyakinkan wanita yang berada dihatinya akhir-akhir ini.

“Aku sudah katakan padamu jika kau masih ingin bertarung, maka jangan menemuiku lagi.” Ucap Yongri.

“Yongri-ya..” Kata Siwon dengan putus asa.

“Pergilah bertarung.” Yongri menghapus airmata diwajahnya.

“Tetapi jangan pernah menginjakkan kakimu di apartementku lagi.” Lanjut Yongri sembari berjalan meninggalkan Siwon menuju ke kamarnya.

“Yongri-ya! Choi Yongri!”

Siwon berjalan cepat untuk menyusul Yongri, namun wanita itu lebih dulu masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya.

“Buka pintunya, Yongri-ya.” Pinta Siwon sembari mengetuk pintu kamar Yongri.

“Yongri-ya, aku mohon buka pintunya.”

Siwon menyandarkan keningnya di pintu. Ia dapat merasakan jika Yongri berdiri di balik pintu ini. Wanita itu sedang menangis dan Siwon benar-benar merasa sedih membayangkannya.

“Yongri-ya..” Gumam Siwon.

Siwon menegakkan kepalanya dan menatap pintu kamar Yongri. Bahkan jika ia mendobrak pintu kamar Yongri pun, wanita itu tidak akan mau berbicara dengannya. Yongri marah dan kecewa padanya.

Satu-satunya hal yang bisa Siwon lakukan adalah memenangkan pertarungan dan membuktikan kepada Yongri bahwa wanita itu hanya perlu mempercayainya. Siwon tidak akan membiarkan James memenangkan pertarungan.

Siwon menatap pintu kamar Yongri dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya pergi meninggalkan apartement wanita itu. Ia sedikit terkejut saat melihat Yeon berdiri di depan apartement Yongri.

“Oppa, maaf. Aku tidak tahu jika kau menyembunyikannya dari Yongri.” Sesal Yeon setelah mengerti apa yang sedang terjadi.

Siwon hanya tersenyum kecil dan menutup pintu apartement Yongri.

“Cepat atau lambat Yongri tetap akan mengetahuinya jika aku harus bertarung malam ini.” Kata Siwon dengan kedua tangan di dalam saku celana.

“Bagaimana jika aku membantu membujuknya?” Tanya Yeon menawarkan.

“Tidak perlu. Dia sedang marah saat ini. Dan aku tidak mau kau menjadi pelampiasannya. Aku akan menemuinya setelah bertarung nanti malam.” Jawab Siwon.

“Kau akan baik-baik saja ‘kan, oppa?”

Siwon mengusap kepala Yeon.

“Percaya padaku, Yeon.” Kata Siwon sebelum akhirnya berlalu dari hadapan adik sepupunya itu.

——

“Apakah tidak sebaiknya kita menekan bel daripada langsung masuk ke dalam?” Tanya Kyuhyun sembari menahan tangan Yeon.

“Yongri pasti sedang mengurung dirinya di kamar, Kyuhyun-ah. Ia tidak akan membukakan pintu untuk kita.” Jawab Yeon.

Kyuhyun menghela nafas dan membiarkan Yeon memasukkan password apartement Yongri. Satu jam lagi pertarungan Siwon akan dimulai. Seharusnya mereka sudah pergi ke tempat pertarungan Siwon saat ini.

Tetapi Yeon bersikeras ingin membujuk Yongri agar pergi melihat pertarungan Siwon. Walaupun sebenarnya Yeon yakin jika Yongri akan menolaknya dan mungkin mereka akan bertengkar malam ini.

Hanya saja Yeon tidak memiliki pilihan. Ia yakin jika Siwon membutuhkan kehadiran Yongri di sana. Secara tidak langsung, Yongri menjadi penyemangat untuk Siwon.

“Melihat hubungan mereka yang sangat dekat, aku pikir Siwon hyung akan menuruti keinginan Yongri untuk mundur dari pertarungan.” Komentar Kyuhyun.

“Kau tidak akan bisa menebak apa isi kepala Siwon oppa dan Yongri. Selama ini Yongri selalu mendukung Siwon oppa di The Darkness. Tetapi kau lihat sekarang. Yongri bahkan merasa marah karena Siwon oppa hendak bertarung.” Ucap Yeon.

“Jadi, apakah sebenarnya mereka saling menyukai atau tidak?” Tanya Kyuhyun. Yeon menatap Kyuhyun.

“Mereka saling menyukai.” Jawab Yeon dengan yakin. Mengabaikan wajah Kyuhyun yang tampak tidak puas saat mendengar jawabannya.

“Kau tunggu disini saja, Kyuhyun-ah.” Kata Yeon.

“Kenapa? Aku bisa membantumu membujuk Yongri.”

“Aku bisa melakukannya sendiri, kau tunggu saja disini.” Ucap Yeon sembari menunjuk sofa di apartement Yongri.

Yeon menghela nafas panjang sebelum akhirnya berjalan menuju ke kamar Yongri. Tanpa mengetuknya, ia langsung membuka pintu kamar tersebut.

“Yongri-ya..” Panggil Yeon sembari menyembulkan kepalanya ke dalam.

Yeon melihat Yongri sedang duduk di lantai dan bersandar pada sisi tempat tidur. Merasa bersyukur karena sahabatnya itu tidak sedang menangis, walaupun matanya bengkak karena habis menangis.

Yeon masuk ke dalam kamar Yongri dan menutup pintunya. Ia berjalan dengan ragu untuk mendekati Yongri sebelum akhirnya duduk di samping wanita itu.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Yeon.

“Aku sedang ingin sendiri.” Ucap Yongri sembari menundukkan kepalanya.

“Aku tahu. Tetapi apa kau benar-benar tidak akan melihat pertarungan Siwon oppa?”

“Aku tidak peduli pada pertarungan sialannya itu.” Kata Yongri dengan penuh penekanan.

“Yongri-ya..”

“Berhenti berdebat denganku, Yeon! Jika kau ingin pergi, maka pergilah! Aku tidak akan kemanapun. Dan katakan padanya jangan berharap aku akan datang untuk mendukungnya!” Ujar Yongri marah.

Yeon nampak terkejut saat melihat Yongri berteriak padanya. Mereka tidak pernah saling berteriak seperti ini sebelumnya. Kecuali dalam bentuk candaan. Tetapi saat ini Yeon bisa merasakan kemarahan Yongri.

“Aku tidak ingin bertengkar denganmu, Yeon. Jadi, aku mohon. Aku mohon pergilah dan tinggalkan aku sendiri.” Pinta Yongri dengan mata berkaca-kaca.

“Siwon oppa membutuhkanmu.” Bisik Yeon. Yongri menggeleng.

“Dia tidak pernah membutuhkanku. Dia hanya pria egois yang tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya.” Sahut Yongri.

“Yongri-ya..”

“Yeon, aku mohon..”

Yeon menatap Yongri dengan putus asa. Ia tahu kemarahan Yongri ini hanya karena wanita itu terlalu mengkhawatirkan Siwon. Tetapi seharusnya Yongri tidak bersikap keras kepala seperti ini di saat Yeon bahkan bisa melihat keinginan wanita itu untuk menyaksikan pertarungan Siwon dengan mata kepalanya sendiri.

Yeon berdiri saat merasa bahwa kedatangannya sia-sia. Ia tidak akan bisa membawa Yongri untuk melihat pertarungan Siwon. Yeon setuju jika Siwon adalah pria egois. Tetapi Yongri seharusnya tahu jika ia pun wanita yang egois.

“Kau tahu kenapa Siwon oppa tidak menuruti keinginanmu untuk mundur dari pertarungan?” Tanya Yeon. Yongri hanya diam saja.

“Karena kau bukan siapa-siapa untuknya, Yongri-ya.” Yeon menjawab pertanyaannya sendiri.

Yongri menatapnya saat mendengar jawabannya.

“Kalian menjalani hubungan yang tidak sehat karena tidak memiliki ikatan apapun. Dan seharusnya kau tahu jika kau tidak memiliki hak untuk melarangnya melakukan apa yang diinginkannya. Kau tidak seharusnya marah, Yongri-ya.” Ucap Yeon.

“Tetapi jika kau menjadi kekasih Siwon oppa, kau memiliki semua hak itu. Kau memiliki hak untuk melarangnya dan kau memiliki hak untuk marah padanya. Dan aku yakin Siwon oppa akan menurutimu jika kau adalah kekasihnya. Karena ia tidak akan membiarkan kekasihnya bersedih karena pilihan egoisnya.” Lanjut Yeon. Yongri masih betah dalam kebisuannya.

“Semua ini terjadi karena keegoisan dan kebodohan kalian sendiri.” Ucap Yeon sebelum akhirnya meninggalkan kamar Yongri.

——

Siwon berdiri di sisi ring dan melepas kaos yang dipakainya. Kedua tangannya berada di pinggang dan ia memutar kepalanya dengan pelan. Kaki-kakinya bergerak dengan gelisah. Bukan karena pertarungan, tentu saja.

Siwon tahu ia bersikap bodoh dengan mengharapkan kedatangan Yongri malam ini. Ia bahkan berani bertaruh jika Yongri tidak akan menginjakkan kakinya di tempat ini.

Namun tetap saja Siwon tidak bisa berhenti berharap. Ia ingin mencoba peruntungannya dan berharap Yongri datang ke tempat ini serta mendukungnya sampai akhir.

“Oppa.”

Siwon berbalik dan menemukan Yeon yang sedang berlari mendekatinya. Kyuhyun berada di belakang wanita itu. Dan yah, tidak ada siapapun lagi di belakang mereka. Siwon ingin sekali menertawai kebodohannya.

“Terima kasih, Tuhan, pertarungannya belum di mulai.” Ucap Yeon dengan nafas terengah.

“Sebentar lagi di mulai.” Sahut Siwon dengan memaksakan senyumnya.

Ia sedang menahan diri untuk tidak menanyakan keberadaan Yongri. Siwon takut jawaban dari Yeon akan membuat konsentrasinya terganggu.

“Oppa, maaf, aku tidak bisa–“

“Sstt.. Tidak apa-apa, Yeon.” Sela Siwon dengan tersenyum. Ia melihat wajah Yeon yang nampak merasa bersalah.

“Jangan katakan apapun. Saat ini aku tidak ingin pikiranku terganggu, okay?” Ujar Siwon. Yeon mengangguk.

“Berjanjilah bahwa kau akan baik-baik saja.” Pinta Yeon. Siwon tersenyum sebelum matanya beralih pada Kyuhyun.

“Tolong jaga adikku, Kyuhyun.”

“Ya, hyung.”

Siwon kembali tersenyum pada keduanya dan kemudian naik ke atas ring. Ia melihat James yang berada di sudut lain dan sedang melakukan persiapan. Dan ia juga melihat Yoo Taehwan yang berada di bawah dan sedang menyeringai padanya saat ini.

Siwon mencoba untuk mengabaikan pria–sialan–sombong itu. Ia menerima pelindung gigi yang diberikan oleh seorang pria padanya. Siwon memakainya dan tidak lama kemudian pertarungan pun di mulai.

Siwon bergerak perlahan untuk mendekati James, namun saat melihat pria itu melangkah mundur, Siwon juga melangkah mundur. Mereka bergerak melingkar untuk beberapa saat di dalam ring.

Sorakan dari penonton yang begitu menggila membuat Siwon bersemangat hingga ia kembali mendekati James dan mendaratkan sebuah pukul pada rahang pria itu. James memberikan pukulan balasan namun Siwon dengan cepat menangkisnya dan kembali memukul raksasa itu.

Dalam waktu sesaat, tubuh dan wajah Siwon dipenuhi oleh keringat. Tidak ingin membuang banyak waktu, Siwon kembali melayangkan tangannya untuk memukul James, namun James berhasil menangkap tangan Siwon dan memberikan pukulan balik pada wajahnya.

Kepala Siwon terjungkal kebelakang dengan darah segar yang merembes dari hidungnya. Untuk sesaat Siwon merasa kepalanya terasa berkunang. Hidungnya juga terasa perih namun ia sudah terlalu biasa menghadapi semua ini.

Siwon menarik tangannya yang dipegang oleh James hingga membuat pria itu bergerak maju, dengan kesempatan itu, Siwon memukul wajah James secara bertubi-tubi hingga pria itu terpental ke sisi ring.

Teriakan penonton yang mendukung Siwon semakin ramai saat melihat James tampak sedikit kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhnya. James berpegangan pada penyangga ring agar bisa berdiri dengan sempurna.

Siwon membuat gerakan dengan jari-jarinya agar James berjalan mendekatinya. Ia tahu bahwa pria bertubuh raksasa itu paling tidak menyukai provokasi. Karena itulah James langsung berlari untuk mendekatinya dan memberikan pukulan padanya.

Siwon berhasil menghindar dan menendang punggung James. Tidak puas dengan itu, ia segera membalik tubuh pria itu dan memukul perutnya berkali-kali hingga James kembali terkulai di sisi ring.

Siwon bergerak mundur sembari meludah. Ia melenturkan tangannya yang terasa sakit dan pegal karena memukul James terlalu kuat. Ia mengusap darah di hidungnya menggunakan lengannya yang telanjang.

Saat melihat James telah kembali berdiri, Siwon mendekati pria itu. Sayangnya kali ini James bergerak cepat dengan memberikan pukulan di wajah Siwon. Merasa bahwa lawannya sedikit lengah, James menendang tulang rusuk Siwon dengan begitu keras hingga Siwon jatuh berlutut.

“Aarggh!” Erang Siwon kesakitan.

Seolah belum puas, James menendang kepala Siwon hingga pria itu terjatuh di atas ring dengan posisi tengkurap. James terus melayangkan kakinya untuk memukul punggung dan pinggang Siwon hingga membuat Siwon mengerang kesakitan.

Wasit bergerak mendekat dan mendorong James untuk menjauh. Kemudian ia mendekati Siwon untuk mengecek keadaan pria itu.

“Hei, kau baik-baik saja?” Tanyanya saat melihat darah segar keluar dari mulut Siwon.

Bukan jawaban yang diberikan oleh Siwon. Tetapi sebuah erangan. Pria itu berusaha untuk berdiri, namun ia tidak bisa melakukannya karena seluruh tubuhnya terasa mati rasa.

“Sepertinya dia sudah mati!”

Siwon dapat mendengar suara Taehwan diiringi dengan sebuah tawa dari pria itu sendiri. Ia kembali mencoba untuk berdiri, namun gagal untuk kesekian kalinya.

Lama kelamaan, Siwon merasa matanya mulai tidak bisa melihat dengan jelas. Kepalanya terasa sangat pening hingga terasa menusuk-nusuk. Dan disela-sela kesadarannya yang hampir menghilang, Siwon melihat Yongri berlari menghampirinya sembari menangis.

Siwon tahu bahwa saat ini ia sedang berkhayal. Namun Siwon tidak peduli. Ia merasa sangat bahagia melihat Yongri di dalam khayalannya.

“Y–Yongri-ya..” Siwon mengulurkan tangannya dengan susah payah.

Siwon merasa Yongri menyambut uluran tangannya dan wanita itu berada tepat dihadapannya. Sedang menangisi keadaannya yang tidak berdaya seperti ini.

“Yongri-ya..” Ucap Siwon sembari terbatuk-batuk.

Kau berjanji padaku bahwa kau akan baik-baik saja, oppa..

Siwon mengerang saat rasa sakit pada tubuhnya datang kembali.

Kau berjanji padaku jika kau akan baik-baik saja!

Siwon mengeratkan genggamannya pada tangan Yongri. Ia merasa tidak memiliki kekuatan saat ini. Ia takut jika genggamannya mengendur, maka Yongri akan menghilang.

Bangun, oppa! Bangun!

“Yongri-ya..” Lirih Siwon.

Jika kau tidak bangun, aku tidak akan pernah memaafkanmu.

Siwon memejamkan matanya dan kembali terbatuk-batuk. Saat ia membuka matanya, Yongri telah menghilang. Tangannya tidak menggenggam apapun saat ini.

Dengan susah payah Siwon mengubah posisinya menjadi berbaring terlentang. Darah mengalir di seluruh wajahnya. Ia melihat wasit membawa sebuah kain merah untuk menutupi tubuhnya, dengan cepat Siwon mengangkat tangannya untuk menghentikan gerakan wasit itu.

Jika kain itu menutupi tubuhnya, maka ia akan dinyatakan kalah. Tetapi Siwon tidak akan kalah malam ini. Ia akan memenangkan pertarungan seperti biasanya.

Dengan kedua tangan yang bertumpu di kerasnya alas ring, Siwon mencoba untuk bangkit. Tidak mudah karena  tulang-tulang ditubuhnya terasa menusuk-nusuk kulitnya. Namun Siwon tidak menyerah. Ia telah berjanji pada Yongri bahwa ia akan baik-baik saja.

Siwon menghela nafas panjang setelah berhasil berdiri dengan kedua kakinya. James kembali memukulnya di saat ia belum siap. Ia terpental ke sudut ring dengan rasa sakit ditubuhnya yang semakin menjadi.

James menarik tubuhnya, namun entah mendapat kekuatan dari mana Siwon menepis tangan pria itu dan memukul wajahnya. Siwon melayangkan kakinya untuk menendang dada James. Ketika melihat James belum jatuh, Siwon menendang sebelah kaki pria itu hingga membuat James jatuh berlutut.

Siwon memegang kepala James dan membenturkannya pada lututnya hingga membuat James mengerang dengan darah yang mengalir deras dari hidung dan mulutnya.

Siwon menduduki dada James dan memberikan pukulan bertubi-tubi di wajah pria itu hingga akhirnya James hilang kesadaran. Namun Siwon tetap tidak merasa puas, karena itulah ia terus memukuli James.

Membuat wasit menariknya menjauh dan Siwon terkulai dengan lemas di atas ring. Nafas Siwon terengah dengan kedua tangannya yang terentang. Dadanya bergerak naik turun seiring dengan nafasnya yang semakin cepat dan tidak beraturan.

Dia berhasil.

Dia berhasil mengalahkan James.

Siwon menoleh dan melihat kain merah menutupi seluruh tubuh James. Raksasa itu tidak mati dan hanya pingsan. Namun penutupan tubuhnya seperti itu menyatakan bahwa James kalah pada pertarungan ini.

Siwon menoleh ke arah berlawanan dan menemukan Yeon yang sedang menangis di dalam pelukan Kyuhyun. Ia berharap jika adiknya itu sedang menangis karena merasa lega. Siwon mencoba tersenyum saat melihat Kyuhyun memberikan jempol padanya.

Beberapa orang membantu Siwon untuk berdiri dan turun dari ring. Setelah merasa mampi berjalan sendiri, Siwon memberi isyarat kepada mereka untuk meninggalkannya. Siwon berjalan menghampiri Yeon yang langsung memeluknya.

“Oppa..” Isak Yeon.

Siwon mengerang karena pelukan Yeon menyakiti tubuhnya. Wanita itu memeluknya dengan erat dan sepertinya lupa jika ia sedang terluka.

“Yeon, kau menyakiti Siwon hyung.” Ucap Kyuhyun mengingatkan.

Yeon langsung melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan perasaan menyesal.

“Tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit.” Dusta Siwon dengan memaksakan senyumnya.

“Kita harus ke rumah sakit, oppa.” Ujar Yeon sembari mengusap wajahnya dan di sambut gelengan kepala dari Siwon. Siwon mengambil kaosnya dan memakainya dengan susah payah.

“Aku membawa obat-obatan di dalam mobil. Bantu aku untuk mengobati luka diwajahku karena aku harus menemui Yongri.” Kata Siwon.

“Ya! Apakah menemui Yongri lebih penting dari lukamu? Kau bisa menemui Yongri setelah kita dari rumah sakit!” Omel Yeon.

“Aku baik-baik saja, Yeon.” Kata Siwon menenangkan.

“Oppa..”

“Aku mohon.”

Yeon tampak merasa kesal namun ia tidak bisa melakukan apapun di saat Siwon telah bersikap keras kepala seperti ini.

“Hyung, luka di tubuhmu cukup parah.” Kata Kyuhyun saat melihat Siwon memegang rusuknya.

“Aku baik-baik saja. Ayo.” Ajak Siwon sembari berjalan lebih dulu untuk keluar dari ruang bawah tanah tersebut.

——

Yongri berbaring menyamping dengan airmata yang terus mengalir hingga membuat bantalnya basah. Sebelah tangannya menggenggam ponselnya dengan erat. Berharap siapapun menghubunginya dan mengatakan jika Siwon baik-baik saja.

Yongri tidak peduli jika Siwon kalah di pertarungan. Ia hanya membutuhkan Siwon dalam keadaan baik-baik saja. Tidak kekurangan satu hal pun dan bisa tersenyum dengan sangat tampan seperti biasanya.

Namun sayangnya tidak ada seorangpun yang memberinya kabar. Tidak Yeon, Kyuhyun, ataupun Siwon sendiri. Dan Yongri benar-benar tidak bisa tenang sebelum mengetahui apa yang terjadi di pertarungan itu.

Yongri mengusap wajahnya yang basah dan menatap ponselnya. Haruskah ia menghubungi Yeon? Kenapa ia terlalu takut melakukannya? Kenapa ia merasa takut dengan apa yang akan dikatakan oleh Yeon nantinya?

Yongri menutup wajahnya dan menangis dengan terisak. Ia mengingat semua yang dikatakan oleh Yeon tadi. Ia memang tidak memiliki hak untuk marah pada Siwon. Seharusnya ia tidak bersikap egois dan mendukung Siwon apapun yang terjadi.

Tetapi semua sudah terlambat, kan? Jika ia pergi ke tempat pertarungan pun, mungkin di sana sudah tidak ada siapa-siapa. Saat ini yang bisa dilakukannya hanya menunggu. Menunggu entah sampai kapan.

Disela-sela isak tangisnya, Yongri merasakan sepasang tangan menyelinap di tubuhnya dan memeluk perutnya dengan erat. Yongri menunduk untuk melihat tangan tersebut. Tangan itu terlihat penuh dengan luka.

Kemudian Yongri merasakan kehangatan di punggungnya yang menempel pada sebuah dada bidang. Disusul dengan sebuah kecupan di puncak kepalanya. Tangisnya semakin menjadi. Namun saat ini sebuah tangis kelegaan.

“Aku baik-baik saja.” Bisik Siwon tepat di telinganya dan mengeratkan pelukan pada perutnya.

Ya. Kalimat itulah yang ingin Yongri dengar dari tadi. Kalimat itulah yang dinantikannya sepanjang malam ini. Dan karena itu, Yongri tidak membutuhkan apapun lagi untuk saat ini. Siwon berada di sisinya, itu sudah lebih dari cukup.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

96 thoughts on “Heartbeat – Part 8

  1. Uuuuuu suka banget sama ff ini,, fell nya ehmmm sangat² dapet sekali eon, dari semua ff eonni selalu sukses bikin aku campur aduk perasaan. Di tunggu kelanjutannya eon. Jangan terlalu lelah nde, fighting!!

  2. Bikin mewek bacanya… Yongri udah mulai nunjukin kl dy gk bisa lht Siwon kenapa2 krn htinya udah mulai cinta dan Siwon jg begitu… ayoo jadian ya setelah ini… ditunggu next nya ☺👍

  3. Yongri marah karena terlalu mengkhawatirkan keadaan Siwon. hingga dia tidak memperdulikan pertarungan yang dihadapi Siwon. untung Siwon yang menang walau harus terluka parah kalau seperti ini kenapa g jadian sih

  4. pliss siwon berhenti bertarung dan satukan Siwon Yongri … Tapi yeon belum tau klu yongri pernah suka ama kyuhyun … Klu tau gimana ya reaksinya …

  5. Huaaa akhirnya update jg…. Pas baca ny bkin pecah benar-benar bravo buat part ini

    Makin suka liat hubungan mreka bdua
    Lega siwon berhasil dan bs kembali kpelukan yo ngri
    Keep writing ne
    Ttp setia nunggu lanjutan y

  6. Sumpah ini ff makin hari makin membuatku jatuh cinta ❤ keren abissss :-* ❤ kapan nih diresmikan hubungan siwon-yongri? udah baper nih 😀 semoga yongri cepet hamil anaknya siwon kkk biar langsung nikah aja mereka ❤ ❤ ❤

  7. Authornim~~~
    Kenapa setiap baca ff nya selalu dapet feel nya pake banget!!!!!!
    Ah suka banget sama ff nya serius!!! Next part nya ditunggu banget!!!!
    화이팅~~~~

  8. Udah beberapa hari ini buka tutup liat library nya
    Udah p post blm yah
    Buka ehh ternyata blm
    Buka lagi ehh blm ada
    Buka lagi ehhh part 8 udah ada
    Langsung tanpa basa basi

    Kenapa mereka belum menyadari perasaan mereka yah
    Kalo keduanya saling cinta
    Agak deg deg an waktu won oppa mau bertarung
    Dan akhirnya menang juga
    Syukurlah lah gak jadi anak buah si teahwan itu

  9. jalan ceritanya gak ketebak. jauh dari yg di bayang
    keren sukaaaaaa feel nya ngena banget
    bener juga kata yeon
    tp sedih juga ngena bnet omongannya yeon
    sedih wktu siwon terluka parah berharal yongri dateng
    tp suka setelah kemenangan siwon langsung samperin yongri
    terharu sampe menitihkan air mata hahaha
    pokoknya feel dri awal sampe akhir ngena banget suka suka suka
    kelanjutannya ditunggu
    berikan kejutan” yg menyenangkan
    penasran sama kelanjutannya
    apa yg akan terjadi sama yongri siwon trus apa yg akan dilakukan nnti sama kyuhyun
    syock wktu yongri mau dijodohin untung ditolak hehe
    pokoknya menanti bnget ff ini

  10. Akhirnyaaaaa…yang ditunggu – tunggu update juga.

    Siwon – yongri mulai menyadari dengan perasaan masing – masing hanya belum terucap saja. Benar apa yang dikatakan yeon pada yongri kalau tak ada ikatan yang mengikat siwon dan yongri, semoga dengan setelah peristiwa ini ada kepastian dari hubungan mereka

  11. 😂😂 demi apa..pas bagian siwon tanding bacanya kaya nntn film horor 😂😂 syukur siwon gpp..aku fikir siwon nekat tanding yongri marah pergi kabur ke london 😂

    Hubungannya udah romantis tapi bukan pacar apalagi istri huhu sakitttt euyy
    Di perjelas kak..😂 siwon tanding berani nyatain cinta takut di tolak wkwkkwk

  12. Ikutan marah, kesel, kecewa, nangis berdua sma Yongri… Mending jd model aja Wonppa drpda pukul2an… kn syang tuh wajah kinclong jd babak belur 😂😂
    Udah ye.. ini terakhir pertarungan.. yakso.. 😘
    Gemes dh lht ni couple… udah tidur bareng, mesra2an… kpan jadiannya???
    Bner kta Yeon kalian egois dan bodoh…
    Cba dh ya.. saling bicara dr hati ke hati… pasti udah jd sepasang kekasih.. hehe 😀
    Lanjut… Gomawo 😊

  13. Yaa semuanya jauh lebih baik setelah Siwon pulang bawa kemenangan. Tpi takutnya sma si Taehwan, jangan dulu lahh biarin mereka menikmati masa2 bahagia dulu tpi sebelum itu resmikanlah hubungan mereka author hahahh…

    Maksudnya apa dgn Yongri yg berpikir klo dia masih suka sma Kyuhyun??? Udah move on ko diaa klo menurut aku mahh… Next author,,, pliss jan kek sebelumnya. Kelamaann, nunggu bgt nih lanjutannya…

  14. sumpah ya pas bagian yong dtng n nyemangatin siwon buat bangkit lg walau hanya byangn itu mengharukan bgt, coba itu asli yong. ah leganya siwon bisa menang, aku harap dia menepati janjinya ke yong utk keluar dr the darkness T.T di tnggu nextnya kak

  15. Update part 9 jgn lama” pliiisssss, rasanya udh ketekek sama tbc di part yg ceritany bgs ini… Selamat deh sukses bikin penasarannya, wkwkwkwk anda author terbaiqqqq

  16. Wow.
    Bener2 sukaaaaa eonniiiiii
    Eonnniii emg janggggg
    Aku bener2 terharuu
    Bener2 ngefeel, bener2 ngerasaain ky jd yongrii
    Akhirnya kapn mereka bakal jadian ya?
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^

  17. hohoho…
    knpa tbcnya hrus disitu sih
    gk tepat menurut aku..
    klo bisa trus2 aja lgi
    pengen bca lgi
    gk puas gitu..
    seru bngt soalnya
    hhmmm tetap semangat aja ya kak
    ditunggu..

  18. Uuuhhh ikut deg degan pas di part pertarungan, walaupun yakin siwon menang tp tetap bikin greget.. Part berikutnya semoga hubungan siwon-yongri makin jelas.. tentang perasaan kyuhyun yg lagi labil, semoga cepat ketahuan titik terangnya, soalnya khawatir sama perasaan yeon kalo sampe si kyuhyun malah jd suka yongri… Hwaiting, author-nim!!

  19. Aduhhh siwon cepetan halalin yongri napa. Gw agak miriss dg hubungan kalian yg selalu mengkhawatirkan satu sama lain dan sdh melakukan hub intim. Lets get happy ending thor..

  20. Aduhhh siwon cepetan halalin yongri napa. Gw agak miriss dg hubungan kalian yg selalu mengkhawatirkan satu sama lain dan sdh melakukan hub intim. Lets get happy ending thor..

  21. Pertarungan siwon kali ini paling mendebarlkan… bersyukur siwon menang tapi bagaimana dengan lukanya???suka bgt dengan tekat siwon untuk ttp bertemu yongri walau penuh luka

  22. aaaaaaaaahhh sedih banget
    syukurlah siwon bisa memenangkan pertandingannya ga kebayang kaya apa itu sakitnyaaaa
    kata2 yeon itu bener2 jleb banget buat yongri semoga bisa cepet sadar dah mereka berdua sama perasaan satu sama lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s