Heartbeat – Part 7

Author

Choineke

Title

Heartbeat

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC), others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–My heart is beating so fast just because of you–

——

Author POV

Siwon langsung memutuskan sambungan telepon dan mengembalikan ponsel Yongri ke dalam tas. Ia kemudian segera berdiri untuk pergi meninggalkan apartement Yongri.

“Oppa, kau mau kemana?” Tanya Yongri.

“Aku akan segera kembali.” Jawab Siwon tanpa menatap Yongri sebelum benar-benar meninggalkan apartement Yongri.

Siwon berjalan cepat menghampiri lift. Menekan tombol lift dengan tidak sabaran hingga lift terbuka. Saat berada di dalam lift, Siwon menatap angka-angka yang terus berubah seiring dengan lift yang semakin turun ke bawah.

Saat lift yang dinaikinya telah sampai di tempat parkir atau basement, Siwon segera keluar. Matanya berpendar untuk mencari keberadaan mobil Kyuhyun. Cukup sulit mengingat begitu banyak mobil yang terparkir di tempat parkir ini.

Namun Siwon tidak menyerah begitu saja. Ia benar-benar merasa ingin tahu kenapa Kyuhyun mengajak Yongri makan malam setelah pria itu marah pada Yongri tadi pagi. Dan apakah Yeon tahu jika Kyuhyun melakukannya?

Siwon menghentikan langkahnya saat berhasil menemukan mobil Kyuhyun. Wajahnya tampak berkeringat karena terlalu lelah mencari. Siwon dapat melihat jika Kyuhyun juga menyadari keberadaannya dan mata kekasih adiknya itu sedikit melebar.

Tanpa senyuman sama sekali, Siwon menghampiri mobil Kyuhyun. Kyuhyun keluar dari mobilnya saat melihat Siwon yang berjalan mendekatinya.

“Hyung..”

“Ada keperluan apa kau ingin bertemu dengan Yongri?” Tanya Siwon langsung dengan tidak ramah.

Dan Siwon semakin melihat keterkejutan di mata Kyuhyun.

“A–apa maksudmu, hyung?”

“Kau menghubungi Yongri dan mengajaknya makan malam. Apa yang harus kalian bicarakan?”

“Hyung, apa Yongri–“

“Aku yang menerima teleponmu tadi.” Sela Siwon. Kyuhyun berusaha menyembunyikan keterkejutannya, namun gagal.

“Jadi lebih baik sekarang kau katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan dengan Yongri. Dan apa Yeon tahu jika kau mengajak Yongri makan malam?” Tanya Siwon.

Kyuhyun terlihat mengalihkan pandangannya dari Siwon. Namun mata Siwon tidak lepas sedikitpun dari setiap pergerakan Kyuhyun.

“Ini tidak ada urusannya denganmu, hyung.” Jawab Kyuhyun membuat Siwon terkejut. Bagaimana bisa pria itu dengan begitu berani mengatakannya?

“Kau bukan kekasih Yongri, kan? Hanya karena kau tidur dengannya, tidak membuatmu harus mengetahui semua urusannya.” Ujar Kyuhyun membuat Siwon mengepalkan kedua tangannya.

“Kau–“

“Kenapa kau yang menjawab teleponnya? Apakah Yongri tahu kau melakukannya?” Tanya Kyuhyun dengan tidak suka.

“Cho Kyuhyun, apa kau sadar dengan yang baru saja kau katakan? Kau sudah memiliki kekasih!”

“Lalu kenapa, hyung? Apakah hanya karena aku mengajak Yongri makan malam berarti aku akan berselingkuh dengannya?” Ucap Kyuhyun dengan tersenyum.

“Aku dan Yongri berteman, hyung, jika kau lupa itu.” Lanjut Kyuhyun.

Siwon mengusap tengkuknya sembari menghela nafas panjang untuk meredakan emosinya. Begitu banyak pertimbangan kenapa Siwon tidak bisa memukul Kyuhyun sekarang juga.

“Jika tujuanmu ke sini bukan untuk Yeon, lebih baik kau pulang.” Kata Siwon sembari menepuk lengan Kyuhyun.

“Yongri tidak akan menemuimu. Dia akan bersamaku malam ini.” Siwon tersenyum kecil sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan Kyuhyun seorang diri.

Siwon memasukkan kedua tangannya yang terkepal ke dalam saku celananya. Betapa ia sangat ingin menghajar Kyuhyun agar pria itu sadar.

Jika saja Kyuhyun tidak marah pada Yongri karena wanita itu bercinta dengannya, Siwon tidak akan menaruh curiga seperti ini. Tetapi karena Kyuhyun menunjukkan sikap yang tidak biasa, Siwon tidak bisa menahan dirinya untuk berasumsi jika pria itu menyukai Yongri.

“Sial!” Umpat Siwon sembari memukul pelan dinding lift.

Benar-benar merasa kesal saat membayangkan jika Kyuhyun menyukai Yongri.

“Tidak. Tidak. Kyuhyun menyukai Yeon.” Kata Siwon berusaha menenangkan dirinya sendiri.

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar dan kemudian meringis saat tangannya menyentuh luka di pelipisnya.

Saat pintu lift terbuka, Siwon menghela nafas pelan. Ia mengusap keringat di wajahnya dan keluar dari sana. Siwon masuk ke dalam apartement Yongri dan menemukan wanita itu sedang menyiapkan makan malam.

“Kau darimana, oppa?” Tanya Yongri.

“Bertemu temanku.” Jawab Siwon berdusta.

Siwon duduk di kursi makan sembari menatap Yongri yang sedang menata makanan di atas meja.

“Kita makan malam dulu saja setelah itu aku akan merawat lukamu.” Kata Yongri yang duduk di seberang Siwon. Siwon hanya mengangguk singkat tanpa menatap wanita itu.

Siwon merasa tidak bernafsu makan saat ini. Pikirannya terganggu oleh sikap Kyuhyun. Dan sejujurnya, Siwon juga merasa cemas. Bagaimana jika Yongri menyadari sikap aneh Kyuhyun? Bagaimana jika wanita itu juga menganggap Kyuhyun menyukainya?

Lalu bagaimana dengan Yeon? Siwon yakin Yeon akan merasa terluka. Tetapi jika Kyuhyun benar-benar menyukai Yongri, wanita itu pasti merasa bahagia. Pada akhirnya salah satu dari dua wanita di dalam hidupnya ini akan merasa terluka.

“Kenapa kau hanya mengaduk-aduk nasimu? Kau tidak lapar? Atau masakanku tidak enak?” Tanya Yongri dengan bingung.

“Aku hanya tidak lapar.” Jawab Siwon sembari mendorong mangkuk nasinya menjaduh.

Pria itu bersandar dan melipat kedua tangannya di depan dadanya yang bidang.

“Kau makan saja.” Kata Siwon.

Yongri mengangguk dan melanjutkan makannya. Ia tidak terlihat begitu peduli pada perubahan sikap Siwon yang secara tiba-tiba. Dan Siwon bersyukur akan hal itu. Karena jika Yongri menyadarinya dan meminta penjelasannya, Siwon tidak tahu harus mengatakan apa.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon sembari menatap Yongri.

“Hmm?” Gumam Yongri dengan mulut penuh makanan.

“Seandainya..” Ucap Siwon menggantung.

“Seandainya apa?” Tanya Yongri.

“Dengar, ini hanya seandainya saja.” Tukas Siwon.

“Seandainya apa?!” Geram Yongri. Siwon berdeham pelan.

“Seandainya Kyuhyun menyukaimu–” Siwon tidak bisa menyelesaikan ucapannya saat Yongri tiba-tiba saja menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“K–kenapa?” Tanya Siwon dengan terbata.

“Apa kau sudah gila? Atau kau berpura-pura bodoh?”

“Apa maksudmu?”

“Jika Kyuhyun menyukaiku, dia pasti menjadikanku kekasihnya. Dan apa kau tidak tahu siapa kekasihnya sekarang?” Ujar Yongri dengan kesal.

Siwon menghela nafas dan menundukkan kepalanya. Ya, Yongri benar. Jika Kyuhyun menyukainya, bukan Yeon yang menjadi kekasihnya saat ini. Benar. Siwon hanya memikirkan sesuatu yang tidak mungkin. Ia mengkhawatirkan sebuah omong kosong.

“Kau tidak perlu berkata seperti itu untuk membuatku senang.” Rajuk Yongri.

Siwon berdiri dan mendorong kepala Yongri dengan pelan.

“Jangan bersikap percaya diri. Siapa yang mau membuatmu senang?!” Hardik Siwon sembari meninggalkan ruang makan.

“Ah, pria itu..” Gerutu Yongri dengan geram.

——

Siwon bergegas mengambil kunci mobilnya setelah mandi dan berpakaian. Ia menghabiskan kopi yang telah dibuatkan oleh Yeon setiap pagi untuknya. Karena Yeon memang telah mengetahui kesukaan Siwon terhadap cairan berwarna hitam tersebut.

“Oppa, kau mau kemana terburu-buru seperti itu?” Tanya Yeon.

“Mengantar Yongri bekerja.” Jawab Siwon.

“Kenapa harus terburu-buru? Dan apakah aku boleh ikut denganmu juga? Kyuhyun tidak bisa mengantarku hari ini.” Ujar Yeon.

“Kenapa Kyuhyun tidak bisa mengantarmu?” Tanya Siwon.

“Dia bilang ada rapat penting pagi ini.”

Siwon menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu juga. Bersiaplah.” Kata Siwon membuat Yeon tersenyum dan kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya.

Siwon memakai sepatunya sembari menunggu Yeon. Pria itu menatap jam di pergelangan tangannya sembari memainkan jari-jarinya. Entah kenapa ia merasa tidak sabar untuk bertemu dengan Yongri.

Siwon menegakkan punggungnya dan menoleh. Merasa tidak sabar saat melihat Yeon belum keluar juga dari kamarnya.  Ia menyadari jika dirinya bersikap berlebihan. Yongri tidak akan kemanapun bahkan jika ia sedikit lebih lama turun ke bawah.

“Yeoni-ya, apa masih lama?” Tanya Siwon dengan suara sedikit keras.

Tidak lama kemudian Yeon keluar dari kamar dengan penampilan rapi. Siwon terlihat lega saat melihat adiknya itu telah siap. Mereka keluar dari apartement bersama-sama untuk menuju lift.

“Kenapa? Kau terlihat tidak sabaran untuk bertemu Yongri.” Goda Yeon.

“Biasa saja.” Kilah Siwon.

“Oppa, apa kau tidak berpikir untuk mengencani Yongri? Kalian sudah tidur bersama.” Ucap Yeon.

“Berhenti membahas ini, Yeon. Jika memang sudah waktunya aku dan Yongri berkencan, maka kami akan berkencan.”

“Aku tidak bermaksud untuk membebanimu, hanya saja kalian tidak bisa tidur bersama tanpa sebuah ikatan.”

“Aku tahu.” Sahut Siwon sembari keluar dari lift dan menuju ke apartement Yongri. Siwon tidak menyadari jika Yeon hendak melayangkan tangan untuk memukul kepalanya.

“Yah, apartement ini sudah seperti apartementmu sendiri.” Sindir Yeon saat melihat Siwon memasukkan kombinasi angka untuk password apartement Yongri.

Siwon hanya meliriknya dengan malas dan kemudian masuk ke dalam apartement, diikuti Yeon di belakangnya.

“Yongri-ya..” Panggil Yeon.

Tidak ada tanggapan apapun dari sang pemilik apartement. Siwon memeriksa ke dapur dan ruang televisi namun tidak menemukan keberadaan Yongri.

“Aku akan memeriksa kamarnya. Kau jangan ikut masuk, oppa. Bisa saja Yongri sedang tidak memakai pakaian.” Ujar Yeon membuat Siwon mendengus.

“Aku sudah melihat semuanya, jika kau lupa.” Sahut pria itu membuat Yeon menatapnya dengan kesal.

Siwon membiarkan Yeon ke kamar Yongri sedangkan ia sendiri menuju ke dapur untuk mengambil air putih. Namun baru saja ia membuka kulkas, suara Yeon yang memanggilnya membuat Siwon kembali menutup kulkas tersebut.

“Ada apa, Yeon?”

“Yongri tidak ada di kamarnya. Apa mungkin dia sudah pergi?”

“Kau sudah memeriksa kamar mandi?”

“Dia tidak ada di sana.”

Siwon menatap jam di pergelangan tangannya. Ia biasanya mengantar Yongri bekerja di jam-jam seperti ini. Tetapi kenapa Yongri sudah tidak ada di apartementnya?

Siwon mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Yongri. Namun tidak ada jawaban hingga suara operator–lah yang terdengar di telinga Siwon.

“Tidak di jawab?” Tebak Yeon dan disambut anggukkan kepala oleh Siwon.

“Mungkin dia sudah pergi. Lebih baik kita pergi sekarang, oppa.” Kata Yeon yang telah berjalan lebih dulu.

Siwon berjalan perlahan dengan bingung. Semalam ia sudah berpesan kepada Yongri bahwa ia akan mengantar wanita itu ke kantor. Lalu kenapa wanita itu pergi sendiri? Apa mungkin dia lupa?

Siwon menatap ponselnya yang bergetar dan ada sebuah pesan yang masuk. Ia langsung membukanya saat melihat nama Yongri di sana.

From: Choi Yongri

Oppa, maaf, aku lupa memberitahumu. Kyuhyun mengatakan jika ada sesuatu yang penting yang ingin ia bicarakan denganku. Karena itu saat ini aku sedang di perjalanan ke kantor bersama Kyuhyun. Aku akan menghubungimu nanti.

“Kyuhyun?” Siwon tanpa sadar mencengkram ponselnya.

“Ada apa dengan Kyuhyun?” Tanya Yeon yang mendengar suara Siwon.

“A–apa? Ah, tidak apa-apa, Yeon. Aku memiliki kenalan bernama Lee Kyuhyun.” Dusta Siwon dengan memaksakan senyumnya.

Saat Yeon mengangguk dan mengalihkan pandangannya, Siwon kembali membaca pesannya. Yeon bilang jika Kyuhyun tidak bisa mengantarnya ke kantor karena ada rapat penting. Lalu kenapa pria itu bisa mengantar Yongri ke kantor? Kyuhyun berbohong pada Yeon?

Siwon memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Matanya menatap pintu lift dengan tajam. Ia mengusap tengkuknya untuk menghilangkan rasa marahnya setelah membaca pesan Yongri barusan.

Kyuhyun berbohong pada adiknya agar bisa bersama dengan Yongri. Ia telah mempercayakan adiknya kepada seorang bajingan brengsek seperti Kyuhyun. Dan sekarang Kyuhyun mendekati Yongri yang jelas-jelas menyukai pria itu.

Siwon tertawa dengan pelan sebelum akhirnya memukul dinding lift hingga membuat Yeon menatapnya dengan terkejut.

“Oppa..”

Siwon mengepalkan tangannya dan menundukkan kepalanya. Dia ingin sekali menghajar Kyuhyun hingga pria itu memohon ampun padanya. Bagaimana bisa pria itu mempermainkan Yeon seperti ini? Dan bagaimana bisa Yongri pergi begitu saja dengan Kyuhyun di saat ia tahu bahwa Kyuhyun adalah kekasih Yeon?

“Oppa, ada apa?” Tanya Yeon.

Namun sayangnya Siwon tidak mengatakan apa-apa bahkan hingga ia telah mengantarkan Yeon ke kantornya dengan selamat.

——

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku, Kyuhyun? Apa Yeon tahu jika kau mengantarku bekerja?” Tanya Yongri sembari menatap Kyuhyun.

Aneh, saat ini jantungnya tidak berdebar kencang saat berada di dekat Kyuhyun. Biasanya Yongri akan merasa panik karena takut Kyuhyun mendengar debaran jantungnya yang menggila.

“Aku mengatakan pada Yeon jika ada rapat pagi ini.”

“Kau berbohong pada Yeon?” Tukas Yongri dengan mata melebar.

“Aku tidak memiliki pilihan.” Kata Kyuhyun sembari menatap Yongri sesaat.

“Lalu apa yang ingin kau bicarakan denganku hingga kau berbohong pada Yeon?” Tanya Yongri lagi.

“Aku ingin minta maaf padamu.”

“Minta maaf? Apa kau memiliki salah padaku?” Yongri terlihat bingung.

Kyuhyun terdiam sesaat.

“Aku bersikap berlebihan saat itu.” Kata Kyuhyun membuat Yongri memikirkan maksud perkataannya. Namun kemudian Yongri mengerti.

“Kyuhyun, inikah sesuatu yang penting yang ingin kau bicarakan denganku?”

“Apakah kau memaafkanku?” Tanya Kyuhyun menyela. Yongri menghela nafas panjang.

“Sejujurnya aku tidak terlalu mempermasalahkannya saat itu. Aku tidak tahu kenapa kau begitu memikirkannya hingga meminta maaf padaku.”

“Aku menyadari jika sikapku berlebihan. Tetapi aku bersungguh-sungguh saat mengatakan jika kau tidak seharusnya tidur dengan Siwon hyung.” Ucap Kyuhyun membuat Yongri menatapnya.

Kyuhyun berkata jika ia menyesal bersikap berlebihan, tetapi saat ini pria itu masih bersikap menyebalkan?

“Kyuhyun-ah..”

“Siwon hyung memiliki banyak musuh, Yongri-ya. Kau tidak boleh berada didekatnya atau mereka akan memanfaatkanmu untuk membalas dendam pada Siwon hyung.”

“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Siwon oppa.” Bantah Yongri.

“Aku tahu. Karena itulah kau tidak boleh tidur dengan pria yang tidak memiliki hubungan apapun denganmu.”

Yongri tidak bisa menahan tawa setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun meliriknya dengan bingung.

“Aku tidak boleh berkencan dengan Siwon oppa karena dia memiliki musuh. Dan karena aku tidak berkencan dengannya maka aku tidak boleh tidur dengannya. Itukah maksud ucapanmu?”

Kyuhyun mengangguk.

“Bagaimana dengan Yeon? Dia adalah adik Siwon oppa. Jika musuh Siwon oppa ingin membalas dendam padanya, tidakkah mereka bisa melakukannya melalui Yeon? Lalu, apa? Apakah Yeon tidak boleh menjadi adik Siwon oppa?” Ujar Yongri dengan geli.

“Itu berbeda, Yongri-ya.” Komentar Kyuhyun.

“Cukup, Kyuhyun. Aku tidak ingin membahasnya. Aku tahu bahwa kita berteman, tetapi bukan berarti kau bisa mengatur hidupku. Sama seperti diriku yang tidak bisa mengatur hidupmu. Seperti saat kau menjadikan Yeon sebagai kekasihmu, apakah kau meminta pendapatku? Tidak, kan? Itu berarti hubungan kita tidak sedekat yang kau pikirkan.” Tukas Yongri sembari membuang wajahnya ke jendela mobil.

“Kau bisa menurunkanku disini, jika hanya itu yang ingin kau bicarakan denganku. Aku bisa pergi sendiri.” Kata Yongri.

“Kenapa aku harus menurunkanmu hanya karena kita telah selesai bicara?” Geram Kyuhyun.

“Karena aku merasa kesal!” Ujar Yongri.

“Baiklah, maafkan aku.” Ucap Kyuhyun kembali meminta maaf. Yongri menghela nafas panjang.

“Aku juga ingin membicarakan tentang ulang tahun Yeon.” Kata Kyuhyun dan berhasil menarik perhatian Yongri.

“Ulang tahun Yeon?” Gumamnya.

“Ah, benar! Dua minggu lagi.” Ucap Yongri dengan bertepuk tangan satu kali.

Kyuhyun menahan senyumnya saat melihat Yongri yang mulai tertarik dengan pembicaraan mereka.

“Kenapa? Kau ingin memberikannya kejutan dan meminta bantuanku?” Tebak Yongri. Kyuhyun berdeham dan mengangguk.

“Aku ingin mengadakan pesta untuknya dan mengundang teman-teman kantor kalian. Tetapi aku ingin kau merahasiakan ini dari Yeon. Jangan sampai rencanaku ini gagal.” Jelas Kyuhyun.

Yongri tersenyum lebar. Kenapa ia merasa senang mengetahui bahwa Kyuhyun akan mengadakan pesta ulang tahun untuk Yeon? Kenapa Yeon merasa tenang karena Kyuhyun memberikan perhatiannya pada Yeon? Bukankah seharusnya ia merasa sakit hati?

“Sebenarnya selama ini jika ada salah satu di antara aku, Yeon, atau Siwon oppa yang berulang tahun, kami selalu merayakannya bertiga. Kami hanya akan makan malam bersama sembari membuat pesta kecil-kecilan.” Kata Yongri masih dengan tersenyum saat mengingat kebersamaannya bersama Siwon dan Yeon.

“Aku tahu. Yeon pernah bercerita padaku. Karena itulah aku ingin mengadakan pesta untuknya.” Sahut Kyuhyun.

“Baiklah, aku mengerti. Hubungi aku kapanpun kau membutuhkan bantuanku.” Balas Yongri dengan bersemangat, hingga tidak menyadari Kyuhyun tersenyum saat mendengar ucapannya.

——

Siwon keluar dari mobilnya setelah sampai di sebuah rumah yang begitu mewah. Ia tidak mengetahui siapa pemilik rumah ini. Ia hanya di minta oleh Yeonho untuk datang ke sana. Mereka perlu membahas mengenai pertarungan yang tidak dapat terselesaikan saat itu.

Setelah menutup pintu mobilnya, Siwon segera mendekati pintu dan menekan bel. Ia berasumsi jika rumah ini adalah milik salah satu pengurus The Darkness. Walaupun sebenarnya ia merasa ragu karena pengurus The Darkness tidak memiliki kekayaan yag melimpah seperti ini.

Apapun itu, Siwon akan dengan cepat menyelesaikan urusannya disini. Saat ini ia sedang tidak bisa berpikir dengan baik. Satu hal yang pasti, yang sangat ingin Siwon lakukan saat ini adalah memukul orang. Semoga saja tidak ada yang mengaduk-aduk emosinya saat dirinya di dalam nanti.

Seorang pelayan rumah tangga membukakan pintu diikuti oleh Yeonho dibelakangnya. Pria itu melambaikan tangannya pada Siwon.

“Masuklah, Siwon-ssi.” Kata Yeonho seolah rumah itu miliknya.

“Ini rumahmu?” Tanya Siwon. Yeonho tertawa pelan sembari mengibaskan tangannya.

“Kalaupun aku memiliki uang, aku tidak akan membeli rumah sebesar ini.” Jawab Yeoho.

“Lalu, rumah siapa ini?” Siwon tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.

Yeonho tersenyum aneh sembari mengusap belakang kepalanya.

“Ini rumah Yoo Taehwan.” Ujar Yeonho membuat Siwon berhenti berjalan.

“Apa? Yoo Taehwan?”

“Ya.”

“Kenapa kita harus berkumpul disini?” Tanya Siwon tidak suka.

“Kau tahu jika kita tidak bisa berkumpul di The Darkness saat ini. Beberapa pengurus melihat Polisi masih mengintai tempat itu. Karena itu kita harus mencari tempat aman. Dan Yoo Taehwan menawarkan rumahnya saat mengetahui kami sedang mencari tempat.” Jelas Yeonho.

Siwon menghela nafas panjang sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Merasa kesal tapi ia tidak bisa melampiaskannya.

“Tenanglah. Saat ini kau dan Yoo Taehwan berada di posisi yang sama. Jangan terpengaruh dengan sikap sombongnya.” Ujar Yeonho sembari menepuk punggung Siwon.

Siwon kembali menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya untuk menemui semua orang yang telah menunggu.

Siwon tidak tahu ruangan apa ini. Ia hanya bisa melihat beberapa sofa, meja, dan beberapa rak buku yang terisi penuh oleh buku-buku. Apa mungkin perpustakaan? Siwon tanpa sadar mendengus. Mengingat bagaimana Taehwan, ia merasa sanksi pria itu memiliki perpustakaan di rumahnya.

Dan seperti yang sudah bisa Siwon duga, Taehwan duduk di sana dengan sebuah senyum sombongnya seperti biasa. Sepertinya semakin bertambah sombong karena ia berada di wilayah kekuasaannya saat ini.

“Duduklah, Choi Siwon-ssi.” Ujar Taehwan sembari menunjuk ke sebuah sofa yang masih kosong.

Siwon mengalihkan pandangannya dari pria itu dan duduk di tempat yang telah disediakan.

“Baiklah, kalian pasti sudah tahu tujuan kami mengumpulkan kalian di tempat ini. Saat ini lokasi The Darkness masih sangat rawan dan kita tidak bisa kembali ke sana.” Kata Seunghyun memulai.

“Dan kita sama-sama tahu bahwa pertarungan Siwon dan James belum benar-benar berakhir. Kita belum memiliki seorang pemenang. Dan aku tidak bisa menunggu hingga The Darkness aman untuk melanjutkan pertarungan ini.”

“Karena itu, kami sebagai pengurus The Darkness telah menemukan ruang bawah tanah yang tidak terpakai. Kalian berdua akan bertarung di sana dalam tiga hari lagi. Kami membutuhkan waktu tiga hari untuk mempeprsiapkan tempat itu. Dan tempat ini hanya untuk sementara waktu hingga The Darkness sudah aman kembali.”

“Apa kalian keberatan?” Tanya Seunghyun sembari menatap Siwon dan James bergantian.

“James setuju.” Jawab Taehwan dengan menyeringai.

“Bagaimana denganmu, Siwon-ssi?”

“Aku tidak pernah mempermasalahkan lawanku ataupun tempatku bertarung. Aku hanya ingin semua berjalan dengan lancar dan tanpa kecurangan.” Jawab Siwon sembari menatap Taehwan saat mengucapkan kalimat yang terakhir.

“Bagus. Bagaimana dengan luka kalian? Tidak akan terjadi masalah jika kalian kembali bertarung, kan?”

“Tidak perlu mengkhawatirkan James. Lukanya tidak lebih parah dari milik lawannya.” Sindir Taehwan.

“Saat itu aku tidak menggunakan seluruh kekuatanku. Bisa kau bayangkan bagaimana jika aku melakukannya?” Sahut Siwon dengan tersenyum sinis.

“Siapapun bisa beralasan.” Balas Taehwan.

“Cukup. Aku harap kalian bisa menahan diri hingga pertarungan tiga hari ke depan. Aku tidak ingin pertarungan ini batal karena salah satu dari kalian cidera. Orang-orang sudah membayar banyak untuk pertarungan ini.” Ucap Seunghyun menengahi.

“Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, aku akan pergi.” Kata Siwon sembari berdiri.

“Kenapa terburu-buru sekali? Kita bisa minum teh atau kopi terlebih dahulu.” Ujar Taehwan menawarkan dan membuat Siwon mendengus.

“Kita tidak dalam hubungan untuk minum teh bersama.” Komentar Siwon hingga membuat Taehwan tertawa.

“Aku pergi.” Pamit Siwon sembari menepuk pelan lengan Yeonho dan meninggalkan rumah Taehwan.

——

Yongri keluar dari lift kantor sembari memanjangkan lehernya. Matanya berpendar untuk mencari keberadaan Siwon. Well, ia memang tidak tahu apakah Siwon akan datang menjemputnya atau tidak. Tetapi pria itu selalu menjemputnya bahkan tanpa memberitahunya.

Dan Yongri juga berharap bahwa sore ini pria itu menjemputnya. Namun setelah terus mencarinya bahkan hingga di luar gedung kantornya, Yongri tidak menemukan keberadaan Siwon. Wanita itu mengerucutkan bibirnya dan tanpa sadar merasa kecewa.

Yongri sudah terlalu biasa dengan kehadiran Siwon disisinya. Karena itu saat mengetahui bahwa pria itu tidak ada untuknya, Yongri merasa aneh. Seperti ada sesuatu yang kurang.

Saat jam makan siang tadi Yongri mencoba untuk menghubungi Siwon. Namun ponsel pria itu tidak aktif. Ia tidak tahu apakah saat ini Siwon telah bisa dihubungi atau tidak. Ia tidak memiliki keberanian untuk mencobanya.

Jika Siwon menjawabnya, apa yang harus dikatakannya? Apakah ia akan meminta jemput pria itu? Yongri menggeleng. Ia tidak mungkin melakukannya. Selama ini Siwon yang selalu berinisiatif sehingga Yongri merasa bahwa ia tidak merepotkannya. Tetapi jika Yongri yang meminta, ia takut merepotkan pria itu.

Yongri menghela nafas panjang dan memberhentikan taksi, sebelum akhirnya menaikinya. Seharusnya ini tidak berarti apapun untuknya. Selama ini juga Yongri selalu pergi dan pulang sendiri. Walaupun sebenarnya tidak benar-benar sendiri, karena ia bersama Yeon.

Namun Yeon saat ini telah memiliki kekasih dan kehidupan pribadi sendiri. Yongri tidak mungkin selalu menghabiskan waktunya bersama wanita itu.

Yongri kembali menghela nafas dan menyandarkan punggungnya. Kenapa ia merasa gusar seperti ini? Yongri berusaha menyakinkan dirinya bahwa ini bukan karena Siwon. Tetapi Yongri tidak memiliki alasan lain untuk kegusaran yang sedang dirasakannya saat ini.

Saat ponselnya berbunyi, Yongri langsung cepat-cepat membuka tasnya dan mengeluarkan ponselnya. Ia berpikir jika Siwon yang menghubunginya, namun ia salah. Dan lagi-lagi Yongri tanpa sadar merasa kecewa saat melihat nama Kyuhyun di sana.

“Halo.”

Kau dimana, Yongri-ya?

“Aku sedang dalam perjalanan pulang. Ada apa?”

Bersama Siwon hyung?

Yongri menggigit bibir bawahnya. Kenapa Kyuhyun harus menyebut nama Siwon? Membuat jantungnya tiba-tiba berdebar saja.

“Tidak. Aku pulang sendiri.”

Kau seharusnya mengatakannya padaku. Aku bisa mengantarmu pulang bersama Yeon. Saat ini aku sedang menunggu Yeon.

Yongri melirik ponselnya dengan bingung. Kenapa dia harus mengatakannya pada Kyuhyun jika pulang sendiri?

“Aku biasa pulang sendiri, Kyuhyun. Tidak perlu memikirkannya. Apa kau memerlukan bantuanku untuk ulang tahun Yeon?”

Ah, tidak. Maksudku, belum.

“Baiklah. Kau bisa menghubungiku jika membutuhkan bantuan.”

Ya.

“Sampai jumpa, Kyuhyun.”

Yongri langsung memutuskan sambungan begitu saja sebelum Kyuhyun sempat membalas ucapannya. Ia tidak tahu apakah ini hanya perasaannya saja atau bukan, ia merasa ada yang aneh pada Kyuhyun. Namun Yongri tidak ingin memikirkannya lebih lanjut.

Beberapa saat kemudian Yongri sampai di gedung apartementnya. Ia segera keluar dari taksi setelah memberikan uang pada supir taksi. Yongri berjalan untuk masuk ke dalam lobby apartement, namun sebuah suara menghentikan langkahnya di depan pintu.

“Choi Yongri-ssi.”

Yongri menoleh untuk mencari sumber suara. Ia melihat seorang pria berpakaian rapi berdiri tidak jauh dari posisinya saat ini. Ia seperti pernah melihat pria itu, karena wajahnya nampak tidak asing.

“Kita pernah bertemu.” Kata pria itu sembari berjalan mendekati Yongri.

“Di depan apotek.” Lanjutnya membuat Yongri berpikir. Mata wanita itu melebar saat ia menyadari siapa pria yang berdiri dihadapannya saat ini.

“Yoo Taehwan?” Ucap Yongri. Taehwan tersenyum senang karena wanita itu mengetahui namanya.

“Kau sudah mengetahui namaku rupanya.” Komentar Taehwan.

Yongri menatap sekeliling. Tidak ada siapapun di dekat pria itu. Dan saat ini ada petugas keamanan yang selalu berjaga dua puluh empat jam di dekatnya. Maka pria bernama Yoo Taehwan ini tidak akan bisa berbuat macam-macam padanya.

“A–ada keperluan apa kau kemari? Dan bagaimana kau mengetahui namaku?” Tanya Yongri.

“Percayalah bahwa mencari tahu tentangmu bukan hal yang sulit, cantik.” Jawab Taehwan dengan tersenyum.

“Ah, keperluanku kesini. Aku ingin berbicara denganmu.” Lanjut Taehwan.

“Aku tidak mengenalmu dan tidak ada yang perlu kita bicarakan.” Tukas Yongri.

“Karena kau berada di dekat Siwon, maka kita perlu sedikit bicara.”

Yongri tidak bisa mengabaikannya begitu saja saat mendengar Taehwan menyebut nama Siwon.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Yongri.

“Ah, aku suka wanita cantik dan pintar seperti dirimu ini.” Puji Taehwan. Yongri hanya menatapnya tanpa merasa bangga akan pujian pria itu.

“Begini, aku ingin kau membujuk Siwon untuk mundur dari pertarungan ini. Dan minta dia untuk menjadi anak buahku.” Kata Taehwan membuat kening Yongri berkerut.

Pertarungan? Bukankah pertarungannya telah selesai?

“Pertarungan–“

“Dan sebenarnya ini bukan sebuah permintaan. Tetapi perintah.” Ucap Taehwan dengan tatapan tajam. Sebelum akhirnya tersenyum pada Yongri.

“Terima kasih telah meluangkan sedikit waktumu, Choi Yongri-ssi. Sampai bertemu lagi.” Pamit Taehwan dan kemudian mendekati sebuah mobil yang baru saja datang. Pria itu langsung masuk ke dalam mobil dan menghilang dari pandangan Yongri.

Yongri masih terpaku dengan apa yang baru saja Yoo Taehwan katakan padanya. Ia benar-benar merasa tidak mengerti. Pertarungan? Apakah Siwon akan bertarung lagi? Tetapi kenapa pria itu tidak mengatakan apapun padanya? Apa Yeon tahu?

Yongri kembali melanjutkan langkahnya sembari memikirkan ucapan Taehwan. Dari cara bicaranya, Taehwan terlihat seperti pria yang sopan. Tetapi tatapan matanya membuat Yongri merasa ngeri. Entah kenapa tatapan mata Taehwan seolah mengatakan yang sejujurnya bagaimana pria itu sebenarnya.

Yongri masuk ke dalam apartementnya yang dalam keadaan gelap. Ia mengganti sepatu hak tingginya dengan sandal rumah sembari meraba dinding untuk menghidupkan lampu.

“Astaga!” Pekik Yongri saat melihat seseorang berdiri di dekat pintu apartementnya.

“Kau mengejutkanku, oppa!” Gerutu Yongri ketika menyadari bahwa Siwon–lah yang sedang bersedekap sembari menatapnya.

“Apa yang kau lakukan di apartementku?” Tanya Yongri sembari berjalan ke dapur.

Namun tiba-tiba Siwon menarik lengannya hingga membuat ia berbalik dan menabrak dada bidang pria itu.

“Oppa..”

“Apa kau sudah gila?” Ujar Siwon.

“Apa?”

“Aku tanya apa kau sudah gila, Choi Yongri?!” Bentak Siwon membuat Yongri terkejut.

Yongri menatap Siwon yang sedang menatapnya dengan tajam.

“A–apa yang kau bicarakan?”

“Jangan berpura-pura tidak tahu!” Siwon mendorong Yongri menjauh darinya hingga membuat Yongri terperangah. Ada apa dengan pria ini?

Yongri menyugar rambutnya dan mendorong dada Siwon dengan kesal. Ia merasa lelah sehabis bekerja dan Siwon tiba-tiba saja marah-marah dengan tidak jelas di apartementnya. Tentu saja Yongri merasa kesal.

“Berhenti bicara tidak jelas dan katakan kenapa kau marah-marah di apartementku!” Hardik Yongri. Siwon tersenyum sinis.

“Kenapa? Apa aku menghancurkan mood–mu yang sedang dalam keadaan baik karena Kyuhyun?” Sindir Siwon.

“Apa?” Yongri benar-benar tidak mengerti.

“Apa yang sebenarnya kau bicarakan, oppa?” Tanya Yongri.

“Bagaimana bisa kau bersikap polos setelah menghabiskan waktu bersama Kyuhyun?” Ujar Siwon dengan tidak percaya.

“Apa–“

Yongri menghentikan ucapannya saat mulai mengerti kemana arah pembicaraan Siwon saat ini. Apa pria itu sedang membicarakan Kyuhyun yang tadi pagi menjemputnya? Mengantarnya bekerja? Hal itukah yang membuat Siwon marah?

“Kau marah karena Kyuhyun mengantarku bekerja?” Tebak Yongri. Siwon mndengus kasar dan mengalihkan pandangan.

“Kenapa kau marah?” Tanya Yongri bingung. Siwon hanya diam saja dengan mulut yang tertutup rapat.

“Oppa, jangan bilang jika kau masih berpikir aku berencana untuk mengambil Kyuhyun dari Yeon.” Kata Yongri dengan gusar.

“Bukankah begitu?” Sahut Siwon langsung.

Yongri menatap Siwon dengan kesal dan kecewa. Ternyata pria itu sampai kapanpun akan selalu berpikiran buruk tentangnya. Kebersamaan mereka selama ini tidak bisa mengubah apapun.

“Pergi!” Usir Yongri membuat mata Siwon sedikit melebar.

“Pergi dari apartementku!” Pekik Yongri.

Melihat Siwon yang tidak bergerak sama sekali membuat Yongri mendorong pria itu untuk meninggalkan apartementnya.

“Choi Yongri, apa yang kau lakukan?”

Yongri tidak memperdulikan pertanyaan Siwon. Ia hanya terus mendorong pria itu walaupun Siwon sesekali menahan tubuhnya agar tidak bergerak. Namun pada akhirnya Yongri tetap bisa membuat pria itu berada di luar apartementnya.

“Jangan pernah datang lagi ke apartementku.” Ucap Yongri sebelum akhirnya membanting pintu untuk menutupnya.

Yongri bersandar di pintu dengan nafas yang tersengal. Ia memejamkan matanya dan mencoba untuk mengenyahkan rasa kecewanya. Sebelumnya ia tidak merasakan semua perasaan ini walaupun Siwon tidak mempercayainya.

Namun Yongri tidak tahu apa yang terjadi padanya hingga ia begitu merasa kecewa saat mengetahui bahwa Siwon masih menuduhnya ingin merebut Kyuhyun dari Yeon. Ia bahkan tidak tahu sejak kapan keinginan itu lenyap dari hatinya.

Yongri menoleh dan menatap pintu yang tertutup dengan rapat.

“Bajingan itu.. Aku bahkan belum sempat menanyakan maksud ucapan Yoo Taehwan tadi.” Gumam Yongri sebelum akhirnya berjalan menuju ke kamarnya.

——

Siwon menatap pintu apartement Yongri yang tertutup tepat di depannya. Kenapa tiba-tiba Yongri mengusirnya? Ada apa dengan wanita itu? Bukankah ia yang seharusnya merasa marah saat ini? Lalu kenapa Yongri yang terlihat marah?

Siwon mengusap kepalanya dan berjalan di koridor apartement. Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak marah saat mengetahui bahwa Yongri dan Kyuhyun menghabiskan waktu bersama tadi pagi.

Seharusnya saat ini Siwon hanya perlu mengatakan semuanya pada Yeon dan membuat adiknya itu berpisah dari Kyuhyun. Kyuhyun hanya pria brengsek yang tidak pantas bersanding dengan wanita polos seperti Yeon.

Tetapi kenapa Siwon merasa takut? Kenapa ia merasa takut jika Kyuhyun berpisah dengan Yeon, maka Kyuhyun akan bersama dengan Yongri? Kenapa membayangkan Kyuhyun dan Yongri bersama lebih mengerikan daripada kenyataan bahwa Yeon tersakiti?

“Ada apa denganku?” Gumam Siwon dengan frustasi.

Siwon bahkan belum memiliki kesempatan untuk mengatakan bahwa ia harus kembali bertarung dengan James tiga hari lagi. Ia tidak mungkin bertarung tanpa memberitahu Yongri dan Yeon. Jika kedua wanita itu mengetahuinya dari orang lain, mereka pasti akan marah.

Siwon mungkin masih bisa memberikan pengertian pada Yeon. Tetapi entah kenapa Siwon merasa tidak memiliki keberanian untuk menjelaskannya pada Yongri. Bagaimana jika wanita itu tidak mengizinkannya bertarung?

Siwon mengusap tengkuknya. Ia dan Yongri bahkan tidak memiliki hubungan apapun. Tetapi Siwon bahkan sangat membutuhkan izin serta kehadiran wanita itu di pertarungannya. Semua ini membuat Siwon merasa frustasi.

Siwon menoleh dan menatap apartement Yongri. Ia tidak bersalah di sini. Wanita itulah yang seharusnya minta maaf padanya. Apa yang Yongri lakukan bisa menyakiti Yeon. Seharusnya Yongri sadar akan hal itu. Siwon tidak akan memaafkannya jika Yongri benar-benar menyakiti adiknya.

——

“Ada apa denganmu? Kau terlihat murung.” Ujar Yeon saat melihat tidak ada senyum di wajah Yongri.

Yongri hanya menghela nafas dan menundukkan kepalanya.

“Apa kau bertengkar dengan Siwon oppa?” Tebak Yeon. Yongri langsung menatap Yeon.

“Itu.. Siwon oppa juga terlihat murung sama seperti dirimu.” Ucap Yeon.

Kenapa Siwon harus merasa murung? Apakah pria itu begitu takut Yongri merebut Kyuhyun dari Yeon hingga ia bersikap seperti itu? Yongri benar-benar tidak percaya.

Lagipula Siwon tahu jika Yongri yang lebih dulu mengenal dan menyukai Kyuhyun. Yeon adalah orang ketiga di antara mereka. Bukankah seharusnya wajar jika Yongri merebut Kyuhyun? Tetapi Yongri sudah tidak memiliki niat untuk itu. Kenapa Siwon tidak mempercayainya?

“Kalian benar-benar bertengkar?” Tanya Yeon saat melihat Yongri hanya diam saja.

“Kenapa aku harus bertengkar dengannya?” Yongri bertanya balik dengan rasa kesal.

Yeon mengerucutkan bibirnya saat merasa bahwa Yongri melampiaskan perasaan kesal padanya. Padahal ia hanya mengkhawatirkan Yongri saja yang bersikap tidak seperti biasanya.

“Maafkan aku. Aku hanya merasa lelah.” Kilah Yongri dengan wajah bersalah.

“Bagaimana jika kita pergi ke spa?” Usul Yeon. Yongri terlihat bersemangat dan mengangguk.

“Oh ya, Yeon. Kau akan berulang tahun kurang dari dua minggu lagi. Kau ingin hadiah apa dariku?” Tanya Yongri dengan tersenyum.

“Yah, apa ini ulangtahun pertamaku denganmu? Kenapa harus secanggung itu? Aku tidak membutuhkan hadiah. Kau menjadi sahabatku sudah menjadi hadiah terindah untukku.” Kata Yeon membuat Yongri merasa terharu.

“Yeoni-ya..”

“Lihat.. Lihat.. Kau tidak boleh menangis. Riasanmu bisa luntur.” Omel Yeon.

“Lagipula aku berbicara kenyataan. Apa aku bukan hadiah terindah untukmu?” Tanya Yeon.

“Tentu saja kau hadiah terindah untukku. Jika tidak ada kau, aku akan seorang diri di sini.” Jawab Yongri sembari menggenggam tangan Yeon.

Yeon tersenyum senang dan membalas genggaman tangan Yongri.

“Berjanjilah bahwa kita tidak akan bertengkar apapun yang terjadi. Kita akan membicarakan semua masalah secara baik-baik. Setuju?” Yeon mengulurkan jari kelingkingnya.

Yongri menatap jari kelingking Yeon dan menyambutnya dengan jari kelingking miliknya.

“Setuju!”

“Walaupun Siwon oppa membuatmu marah, semua itu tidak boleh mengganggu persahabatan kita. Okay?”

Yongri memutar kedua bola matanya saat Yeon kembali menyebut nama Siwon. Haruskah wanita itu membahasnya saat ini? Yongri benar-benar merasa kesal mendengarnya.

“Siwon oppa tidak ada hubungannya dengan persahabatan kita. Puas?” Yeon tersenyum lebar saat mendengar ucapan Yongri.

——

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Yongri. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya. Jari-jari di sebelah tangannya yang bebas membuat pola melingkar di atas meja.

Halo..

“Yongri-ya..”

Ya. Ada apa, Kyuhyun-ah?

“Apa kita bisa bertemu sore ini? Aku ingin membahas tentang pesta kejutan untuk Yeon. Aku juga sudah mengatakan pada Yeon bahwa aku tidak bisa menjemputnya hari ini.”

Baiklah. Kita bisa bertemu.

“Aku akan menjemputmu di kantor.”

Tidak perlu. Bagaimana jika Yeon melihatmu disini?

Kyuhyun menggigit bibirnya dan menyetujui ucapan Yongri. Tetapi membiarkan Yongri pergi seorang diri tidak terasa benar untuknya. Otaknya berputar untuk mencari jalan keluar.

Katakan saja di mana kita akan bertemu. Aku akan pergi ke sana.

“Bagaimana jika aku menunggumu di tempat parkir kantor?”

Selama ini Kyuhyun memang selalu menunggu di luar lobby apabila menjemput Yeon. Dan jika ia menunggu di tempat parkir, Yeon tidak akan bisa menemukannya.

Tidak perlu repot, Kyuhyun. Aku bisa–

“Aku akan menunggumu di sana pukul enam sore nanti. Sampai jumpa, Yongri-ya.”

Kyuhyun memutuskan sambungan telepon begitu saja. Ia tidak mau Yongri menolaknya dan memilih untuk pergi sendiri. Kyuhyun tersenyum dan menaruh ponselnya di atas meja.

Teleponnya yang berada di atas meja berbunyi membuat Kyuhyun terkesiap. Ia langsung menekan tombol pengeras suara untuk menjawab teleponnya.

“Ada apa?”

Ada yang ingin bertemu dengan Anda, presdir.

“Siapa?”

Seseorang bernama Choi Siwon.

Kening Kyuhyun berkerut. Kenapa Siwon ingin bertemu dengannya di kantor seperti ini?

“Suruh dia masuk.” Ucap Kyuhyun walaupun masih dengan kebingungan.

Baik, presdir.

Kyuhyun langsung berdiri saat mendengar pintu ruangannya diketuk tidak lama kemudian. Ia mencoba tersenyum saat melihat Siwon. Mengingat pertemuan terakhir mereka yang berujung dengan ketegangan.

“Masuklah, hyung.” Kata Kyuhyun sembari mempersilahkan Siwon untuk duduk di sofa yang berada di sana.

“Mau minum apa, hyung? Teh? Kopi?”

“Tidak perlu repot. Aku tidak akan lama.” Ujar Siwon membuat kebingungan Kyuhyun semakin menjadi.

“Baiklah. Ada apa, hyung?” Tanya Kyuhyun.

Melihat Siwon hanya diam saja, membuat Kyuhyun juga menutup mulutnya. Ia akan menunggu hingga Siwon menjelaskan maksud kedatangannya yang tidak biasa seperti ini.

“Kemarin kau mengantar Yongri ke kantor.” Kata Siwon.

Kyuhyun hanya menatapnya dan tidak mengatakan apa-apa. Dari nada bicaranya, Siwon membuat pernyataan dan bukan sebuah pertanyaan.

“Dan kau berbohong pada Yeon.” Lanjut Siwon membuat mata Kyuhyun sedikit melebar.

Bagaimana Siwon bisa tahu bahwa Kyuhyun membohongi Yeon? Apa Yongri yang mengatakannya? Ataukah Yeon mengatakan pada Siwon kenapa ia tidak bisa mengantar wanita itu kemarin?

“Apa kau ingin membantahnya?” Tanya Siwon.

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Ia tahu bahwa ia sudah tidak bisa mengelak ataupun membantah. Jika ia melakukannya, Siwon akan semakin berpikiran yang tidak-tidak padanya.

“Aku tidak akan membantah, hyung. Karena semuanya memang benar.” Jawab Kyuhyun. Ia melihat Siwon mengepalkan salah satu tangannya yang berada di atas paha.

“Bisa kau katakan padaku alasan kau berbohong pada Yeon, Cho Kyuhyun?” Pinta Siwon sembari menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Apakah aku harus mengatakannya padamu, hyung?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

Ia tidak menemukan alasan kenapa dirinya harus menjelaskan semua itu pada Siwon. Terlepas dari Yeon adalah adik sepupu Siwon.

“Jangan bermain-main denganku.” Kata Siwon memperingatkan.

“Aku tidak berencana bermain-main denganmu, hyung. Kau yang tiba-tiba datang ke sini dan mengintimidasiku. Aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan. Kau bukan ayahku apalagi ibuku, kenapa aku harus melaporkan apa yang aku lakukan padamu?” Tukas Kyuhyun dengan sebuah senyum aneh diwajahnya.

“Aku bisa mengatakan semuanya pada Yeon, jika kau mau. Kau ingin bermain dibelakangnya, kan? Well, aku bisa membantumu untuk mengakhiri segalanya. Perlukah sekarang aku menghubunginya?” Tanya Siwon sembari mengeluarkan ponselnya.

Kyuhyun nampak panik saat mendengar ancaman Siwon. Jika Yeon tahu bahwa ia berbohong kemarin, wanita itu bisa saja marah padanya. Membuat Yeon marah tidak pernah terpikirkan oleh Kyuhyun.

“Hyung, ada apa denganmu?”

“Tanyakan itu pada dirimu sendiri, Cho Kyuhyun!” Bentak Siwon.

“Kau sudah memutuskan untuk berkencan dengan Yeon. Lalu kenapa sekarang kau membohonginya dan mendekati Yongri?! Apa kau lupa jika mereka bersahabat?!”

“Aku tidak lupa, hyung. Aku–“

“Kau tidak bisa mempermainkan kedua wanita itu!”

“Hyung, kau salah paham!” Tukas Kyuhyun membuat Siwon terdiam.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya sesaat dan berdeham pelan.

“Kau salah paham, hyung.” Ulangnya.

“Salah paham?”

“Ya. Salah paham.”

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon. Kyuhyun menghela nafas.

“Aku memang membohongi Yeon kemarin dengan mengatakan bahwa aku tidak bisa mengantarnya bekerja. Tetapi aku malah mengantar Yongri bekerja. Aku memiliki alasan, hyung. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Yongri. Dan Yeon tidak boleh mengetahuinya.”

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Siwon lagi.

Kyuhyun menatap Siwon dengan putus asa. Ia tidak memiliki rencana untuk mengatakan semuanya pada Siwon. Tetapi ia tidak mempunyai pilihan lain.

“Aku ingin menyiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun Yeon.” Jawab Kyuhyun.

“Ulang tahun Yeon?” Gumam Siwon.

“Yongri dan Yeon mengatakan padaku jika selama ini kalian hanya merayakannya bertiga dengan mengadakan makan malam bersama dan pesta kecil-kecilan. Sebagai kekasih Yeon, aku ingin memberikan sesuatu yang baru untuknya, hyung. Karena itu aku ingin membuat pesta kejutan.” Jelas Kyuhyun.

“Lalu, Yongri?”

“Aku membutuhkan bantuannya untuk semua itu. Yongri mengetahui semua tentang Yeon. Aku harus bertanya padanya dan meminta pendapatnya agar pesta ini membuat Yeon bahagia.” Ucap Kyuhyun.

“Sebenarnya, malam di saat aku hendak mengajak Yongri makan malam dimana kau yang datang menemuiku, aku juga ingin membahas tentang ini dengan Yongri. Tetapi kau salah paham padaku, hyung.”

Kyuhyun menatap Siwon yang nampak begitu terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Apakah pria itu merasa bersalah saat ini? Ataukah ia tidak percaya pada semua penjelasannya?

“Aku tidak berbohong, hyung. Kau bisa bertanya pada Yongri jika kau mau.”

Siwon tiba-tiba berdiri hingga membuat Kyuhyun merasa bingung.

“Kau mau kemana, hyung?”

“Aku harus pergi. Maaf mengganggu waktumu.” Ujar Siwon.

“Hyung, sebentar.” Cegah Kyuhyun. Kyuhyun ikut berdiri dan mendekati Siwon.

“Kenapa kau tampak begitu gusar tentang semua ini? Apakah semuanya hanya karena Yeon? Karena kau tidak ingin aku menyakiti adikmu?” Tanya Kyuhyun membuat Siwon menatapnya.

“Ataukah ada alasan lain?” Tebak Kyuhyun. Siwon hanya diam saja dan seolah tidak berniat menjawabnya.

“Apa kau menyukai Yongri, hyung?”

Wajah Siwon nampak biasa saja saat Kyuhyun menanyakan hal tersebut. Namun Kyuhyun dapat melihat mata Siwon yang nampak berkedut saat mendengar pertanyaannya.

“Aku pergi.” Pamit Siwon dan langsung meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

Kyuhyun menatap pintu ruangannya yang baru saja tertutup seiring kepergian Siwon.

“Tidak. Kau tidak boleh menyukai Yongri, hyung.” Ucap Kyuhyun seolah Siwon berada dihadapannya saat ini.

——

Yongri melambaikan tangannya pada Kyuhyun sebelum pria itu meninggalkan gedung apartementnya. Ia tersenyum dengan senang dan merasa tidak sabar untuk menyambut ulang tahun Yeon. Ia yakin Yeon akan merasa sangat bahagia dan beruntung karena memiliki Kyuhyun sebagai kekasihnya.

Yongri juga merasa senang karena ia tidak merasakan perasaan cemburu lagi pada Yeon. Ia tidak merasa terluka melihat Kyuhyun memberikan perhatiannya pada Yeon. Walaupun terkadang Yongri merasa iri karena Yeon mendapatkan kekasih yang tampan dan juga baik.

Jika Yongri tidak merasa cemburu ataupun terluka, bukankah itu berarti perasaanya pada Kyuhyun telah hilang? Namun entah mengapa Yongri tidak merasa percaya jika perasaan sukanya pada Kyuhyun hilang begitu saja. Mengingat jika ia telah menyukai pria itu selama setahun.

Hanya saja Yongri merasa pikirannya teralihkan dari Kyuhyun beberapa bulan ini. Dan semuanya karena Siwon. Mengingat Siwon membuat Yongri menghela nafas panjang. Kenapa ia merasakan rindu pada pria kaku itu?

Benar-benar menyebalkan saat membayangkan jika Siwon saat ini bahkan sedang mengutuknya karena berusaha merebut Kyuhyun dari Yeon. Siwon tidak akan mungkin merindukannya seperti Yongri merindukan pria itu.

Bahkan Siwon tidak repot-repot lagi untuk mengantarnya dan menjemputnya di tempat kerja. Yongri merasa kesal karena pria itu telah membuatnya terbiasa dengan kehadirannya. Sehingga semua terasa aneh saat Siwon menjauh darinya.

“Pria jahat..” Gumam Yongri sembari berjalan di koridor apartementnya.

Yongri terkesiap dan menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba saat melihat Siwon berdiri di depan pintu apartementnya. Apakah pria itu baru saja mendengar umpatannya? Well, siapa yang peduli jika Siwon mendengarnya atau tidak?

Yongri mencoba mengabaikan Siwon dan masuk ke dalam apartementnya. Ia merasakan Siwon yang mengikutinya dari belakang.

“Kau mengubah password apartementmu.” Kata Siwon dibelakangnya.

“Agar kau tidak masuk sembarangan ke apartementku dan melampiaskan kemarahanmu yang tidak beralasan.” Sahut Yongri dengan ketus.

Yongri mengambil air minum dari dalam kulkas dan meneguknya dengan tidak sabaran. Ia mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya karena Siwon berada didekatnya saat ini. Ia merasa kesal tetapi lega karena bisa melihat wajah pria itu.

“Maaf.” Ujar Siwon membuat Yongri hampir saja tersedak.

Yongri menatap Siwon dengan tidak percaya. Apa pria itu benar-benar baru saja meminta maaf padanya? Setelah ia marah-marah dan menuduh Yongri melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya? Benarkah?

“Kau bisa mengirimiku pesan jika hanya ingin meminta maaf.” Balas Yongri.

Melewati Siwon, Yongri berjalan menuju kamarnya. Lagi-lagi ia merasakan Siwon mengikutinya dari belakang.

“Mari bicara sebentar.” Ajak Siwon yang berada di kamar Yongri.

“Aku lelah, oppa. Jika kau memang hanya ingin minta maaf, baiklah, aku terima permintaan maafmu. Kau bisa pulang.” Ucap Yongri.

Siwon mendekati Yongri dan meraih kedua tangan wanita itu. Menggenggamnya sedikit lebih erat hingga Yongri mendongak untuk menatapnya.

“Maaf, aku telah salah paham padamu.” Sesal Siwon.

“Aku sudah mengetahui semuanya. Bahwa kau dan Kyuhyun bekerja sama untuk memberi kejutan pada Yeon saat ulang tahunnya nanti.”

“Karena itu kau minta maaf? Setelah kau mengetahui yang sebenarnya kau meminta maaf. Lalu bagaimana denganku, oppa? Bagaimana dengan perasaanku setelah kau menuduhku ingin merebut Kyuhyun dari Yeon?” Tanya Yongri tanpa bisa menyembunyikan perasaan kecewanya.

“Aku benar-benar minta maaf.”

“Permasalahannya adalah kau tidak pernah mempercayaiku sedikitpun, oppa. Kau selalu berada didekatku karena kau tidak ingin aku mendekati Kyuhyun dan menyakiti Yeon.”

“Tidak seperti itu, Yongri-ya.” Bantah Siwon langsung.

“Seperti itulah aku melihatnya, oppa. Tidak apa-apa. Aku akan berusaha untuk menerimanya. Kau hanya ingin Yeon bahagia, aku tahu itu.” Yongri berusaha melepaskan tangan Siwon, namun pria itu tidak membiarkannya.

“Tidak, dengarkan aku dulu, Yongri-ya.” Siwon menarik Yongri hingga wajah mereka sangat dekat saat ini.

“Aku sama sekali tidak memiliki niat seperti itu saat berada didekatmu. Aku hanya ingin melakukannya karena itulah aku berada disisimu. Aku benar-benar minta maaf karena telah salah paham padamu. Tidak memberimu kesempatan dan melampiaskan kemarahan yang tidak beralasan. Aku benar-benar minta maaf.” Siwon terlihat benar-benar menyesal.

“Aku berpikir jika Kyuhyun menyukaimu dan karena itulah dia mendekatimu.”

“Kyuhyun tidak menyukaiku, oppa. Kau seharusnya tahu itu. Aku yang akan menjadi kekasihnya jika dia benar-benar menyukaiku.”

“Aku tahu. Maafkan aku.”

Siwon memeluk Yongri dan membenamkan wajahnya dirambut tebal wanita itu. Yongri tidak membalas pelukannya dan Siwon tahu bahwa Yongri benar-benar merasa kecewa.

“Maafkan aku.” Bisik Siwon.

“Aku benar-benar tidak berniat untuk merebut Kyuhyun, oppa. Aku juga tidak ingin menyakiti Yeon.” Lirih Yongri.

“Aku percaya padamu.” Balas Siwon sembari mempererat pelukannya.

Perlahan-lahan kedua tangan Yongri merambat naik dan membalas pelukan Siwon. Membuat Siwon merasa lega karena sepertinya kekecewaan Yongri padanya mulai berkurang.

“Aku merindukanmu.” Ucap Siwon membuat mata Yongri sedikit melebar.

Bagaimana bisa Siwon mengatakannya dengan begitu santai? Apa pria itu tidak merasa malu? Yongri bahkan berusaha keras untuk menyembunyikan kerinduannya karena merasa malu.

Yongri melepaskan pelukannya dan menatap wajah Siwon. Siwon tersenyum dan mengusap rambut Yongri dengan pelan. Jantung keduanya kembali berdebar-debar dengan kencang.

“Kenapa kau merindukanku?” Tanya Yongri.

“Entahlah. Apa aku harus memiliki alasan?” Siwon bertanya balik.

Yongri hanya diam saja dan terus menatap Siwon. Mereka tidak mengatakan apa-apa untuk beberapa saat. Yongri sedang menimbang apakah ia harus mengatakan bahwa ia juga merindukan pria itu atau tidak.

“Oppa..”

“Hmm?”

“Aku..” Yongri merasa jantungnya semakin berdebar. Siwon menanti wanita itu melanjutkan ucapannya.

“Apa kau sudah makan malam?” Tanya Yongri hingga membuat Siwon menatapnya tidak percaya.

Ia berpikir jika ada sesuatu yang lebih serius yang ingin dikatakan oleh Yongri padanya. Seperti kenyataan bahwa wanita itu juga merindukannya.

“Kau–” Siwon tertawa pelan.

“Belum. Kenapa? Kau ingin membuatkanku makanan?” Tanya Siwon kemudian.

“Aku akan menghangatkan makanan di dalam kulkas.” Ucap Yongri sembari tersenyum dan kemudian meninggalkan kamar.

Yongri mengeluarkan beberapa makanan dari dalam kulkas dan menghangatkannya di dalam microwave. Ia mendengar kursi makan yang bergeser dan menebak jika Siwon yang melakukannya.

“Aku tidak sempat makan malam karena menunggumu.” Kata Siwon. Yongri tersenyum.

“Tidak ada yang menyuruhmu untuk menungguku.” Tukas Yongri membuat Siwon mendengus.

“Jadi, pesta seperti apa yang ingin Kyuhyun berikan pada Yeon?”

Yongri berbalik dan menatap Siwon dengan mata berbinar.

“Kyuhyun akan mengadakan pesta di sebuah aula hotel miliknya. Ia akan mengundang teman-teman di kantor kami.”

“Aula hotel? Tidakkah itu berlebihan?” Ujar Siwon.

“Kenapa berlebihan? Yeon pantas mendapatkannya. Lagipula Kyuhyun dengan sukarela melakukannya. Aku tidak sabar membayangkan wajah bahagia Yeon.” Ucap Yongri sembari kembali membelakangi Siwon.

“Oh ya, oppa. Beberapa hari yang lalu Yeon mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal.” Kata Yongri sembari tertawa.

“Mengatakan apa?”

“Dia bilang kita harus berkencan karena kita tidur bersama. Tidakkah kau pikir itu lucu?” Yongri menatap Siwon untuk sesaat lalu kembali berkutat dengan microwave.

“Kenapa mereka selalu beranggapan jika hanya sepasang kekasih yang boleh tidur bersama?” Gumam Yongri.

“Bagaimana jika memang seperti itu seharusnya?” Komentar Siwon.

“Maksudmu?”

“Hanya sepasang kekasih yang boleh tidur bersama.”

Yongri tampak memikirkan ucapan Siwon.

“Jika seperti itu maka kita tidak boleh melakukannya lagi.” Ucap Yongri.

Yongri tersentak karena Siwon tiba-tiba telah berada disampingnya dan menariknya untuk menjadi lebih dekat pada pria itu.

“Lalu bagaimana jika aku ingin kembali bercinta denganmu?”

Mata Yongri melebar saat mendengar ucapan Siwon. Apa yang baru saja pria itu katakan? Bercinta? Bercinta?!

“Jadi, Choi Yongri, apa kau mau berkencan denganku?” Tanya Siwon dengan sebuah senyum menawan diwajahnya.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

87 thoughts on “Heartbeat – Part 7

  1. jadi curiga jangan jangan Kyuhyun suka ama Yongri Lagi … Gc kebayang gimana reaksiny yeon ke yongri Klu tau Yongri pernah suka ama Kyuhyun …

    bagus deh siwon udah nyatain cinta ke yongri … ini awal Hubungan mereka … Konfliknya Dimulai Kek nya

  2. Deg.. Deg jantung y yongri di ajak kencan kkkk
    Aq mrasa kyu kayaknya y ad rasa nih ma yongri kasian yeon dong hiks….

    Ga sabaran lg nunggu lanjutan y

  3. Pasti yongri terkejut sekaligus seneng nih diajak siwon kencan 😀
    Ciee mereka udah mulai saling menyukai 🙂
    Oh iya keknya kyuhyun suka ya ama yongri? Atau gimana?
    Penasaran bngt sama nextnya

    Jangan lama” ya eon,
    Fighting!!

  4. astagaaa surprise bgt yaaa >..< btw aku ga paham deh kyu ga rela siwon n yong jadian tp keknya dia jg ga mau nyakitin yeon, dasar plin plan. semangat kaaak^^

  5. AAAAAA SO SWEETNYAAAA SIWONNN💕
    astga aku seneng bgt kyu bru sdr . Siwon jg ud mulai ngjk yongri jadian
    Emg jangggg
    Ga sabar kyu bkl meledak dgr siwon sm yongri berkencan hihihi
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^
    Jd ga sbr nunggu klnjtnnya 😂

  6. Entah kenapa aku ngerasa yongri bakal marah sama siwon karna seolah2 siwon ngajak yongri berkencan cuma buat bercinta doank 😕 smoga next chap nya lebih banyak momen sosweet mereka berdua 😍

  7. Itu bukan permintaan tpi perintah. Klo Yongri ga nurutin perintahnya Taehwan dia yg bakal kena, klo Yongri udh berurusan sma Taehwan mungkin ini awal ga tenangnya hidup dia.

    Kasian Yeon juga sih, dibohongin Kyuhyun muluu. Tpi Siwon ngajak Yongri pacaran bukan karena cinta kan, atau belum. Karena Yongri aja masih ngrasa ga mungkin buat pacaran sma Siwon. Tpi terima ajalahh, lagian sbnernya Yongri kan emng udh ga ada perasaan sma Kyuhyun. Lanjut author…

  8. Aduhh gasabar nihh nunggu next chap!!! Bener bener suka sama ceritanya ❤❤ tapi min kayaknya siwon lebih cocok kerja di kantor dehh heh, maksudnya ga menetap jd boxer. Saran aja sih, HWAITING!!

  9. Yuhuuu bahagia deh lihat yongri sama siwon baikan lagi, uhh so sweet. Yongri masih malu^ yah, tapi siwon justru makin blak blalan sama yongri😂 hmh gelagat kyu menyebalkan.!! So sekarang apa jawaban yongri buat pertanyaan siwon.??

  10. Knp tbc nya keluar disaat jantung ini berdebar2… hahaha…
    Akhirnya benih2 cinta mereka tumbuh…

    Ga sabar tngu kelanjutan cerita ini…

  11. Lupakan si kyu terong ungu karena siwon lebih mantab jiwa.. Sumpah senyum2 sendiri pas baca part ini karena so sweet banget.. 😆😆
    Semoga jadiaaannn wkwkw

  12. Hai- hai kakak, akhirnya setelah sekian lama. Aku baru sempet baca ceritamu lg. Maaf ya baru sempet komen di part ini…
    Omg- omg…
    Siwon maen gercep ni ceritanya haha. Takut di tikung kyu ya…
    Ayo dong yong terima, uda sm-sm suka ini, cuma belom sadar aja mereka….
    Duh jd gak sbar nunggu kelanjutannya….

  13. Yaampun so sweet banget part iniii bacanya sampe deg2an wkwkw daebak makin seru nih !! Duh taehwan mau ngapain sih ketemu2 sama yongri ganggu aja deh huhu semangat terus eon !! Ditunggu next chap 😁😁

  14. Gimana kalau yongri nolak yaa??aduh pengen cepet-cepet baca kelanjutannya nihh..udh seminggu nih nunggu kelanjutannya smpe baca berkali-kali ini fanfiction.

  15. gak bosen2 baca ulang heartbeat
    sambil nunggu lanjutan ceritanya
    ahh trima ajalah yong siwonnya
    sayang kali kalo ditolak

    ah gak sabar bca lanjutannya
    keep writing authornim
    banyakin moment choi couple yak hehe 😀

  16. Kenapa Kyu oppa tdk menginginkan Siwon oppa menyukai Yongri sedangkan kyu oppa sendiri adl kekasih jung yeon, taehwan menyebalkan sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s