Heartbeat – Part 5

Author

Choineke

Title

Heartbeat

Cast

Β Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC), others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–My heart is beating so fast just because of you–

——

Author POV

“Choi Yongri, kau mabuk?” Tanya Siwon dengan mata melebar.

“Tidak. Aku tidak mabuk sama sekali. Aku hanya..putus asa.” Jawab Yongri dan kembali menundukkan kepalanya.

Siwon menggerakkan tangannya untuk melepaskan tangan Yongri darinya. Namun Yongri menggenggam pergelangan tangannya dengan erat. Akhirnya Siwon menarik tangannya hingga membuat Yongri tertarik berdiri tepat dihadapannya.

“Walaupun kau begitu putus asa, kau tidak boleh mengajak pria untuk bercinta begitu saja. Jika aku pria brengsek, aku pasti sudah menelanjangimu saat ini.” Kata Siwon dengan kesal.

“Tidak bisakah kau menjadi pria brengsek saat ini?” Tanya Yongri membuat Siwon terdiam.

Perlahan-lahan airmata mengalir diwajah Yongri hingga membuat Siwon tertegun. Kenapa Yongri tiba-tiba menangis? Bukankah wanita itu mengatakan jika dia baik-baik saja?

“Tidak bisakah kau menelanjangiku, bercinta denganku, sakiti aku atau lakukan apapun hingga aku bisa melupakan Kyuhyun?!” Pekik Yongri dengan histeris.

“Aku..aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa untuk menghilangkan perasaan sialan ini! Kau tidak mengizinkanku untuk merebut Kyuhyun dari Yeon sedangkan perasaanku tidak bisa hilang begitu saja! Apa yang harus aku lakukan, oppa?! Katakan padaku apa yang harus aku lakukan?!” Isak Yongri sembari memukul Siwon.

Siwon merasa sesak saat melihat Yongri menangis hingga begitu menyedihkan seperti ini. Siwon tidak suka melihat Yongri terluka seperti ini.

“Perasaan ini semakin lama semakin menyesakkan dadaku, oppa. Aku mohon bantu aku untuk melupakan perasaan ini. Lakukan apapun padaku yang bisa membuatku melupakan Kyuhyun.” Pinta Yongri dengan tersedu-sedu.

Siwon menarik Yongri ke dalam pelukannya. Memeluk wanita itu dengan erat dan mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan. Siwon dapat merasakan bahunya basah oleh airmata Yongri. Tetapi ia membiarkannya.

“Haruskah aku pergi ke tempat orangtuaku untuk melupakan semuanya?” Tanya Yongri di bahu Siwon.

“Tidak. Tetaplah disini.” Jawab Siwon langsung.

Kenapa membayangkan Yongri pergi ke luar negeri terasa mengerikan untuk Siwon?

“Kalau begitu bantu aku, oppa. Bantu aku melupakan Kyuhyun.” Pinta Yongri lagi.

“Aku menyayangi Yeon. Aku juga tidak ingin menyakitinya, oppa. Tetapi aku tidak bisa mengabaikan perasaanku pada Kyuhyun. Aku sangat menyukainya. Aku ingin menjadi kekasihnya. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan.” Suara Yongri benar-benar terdengar putus asa dan menyedihkan.

“Aku mengerti.” Bisik Siwon.

“Aku takut, oppa. Aku takut Yeon dan Kyuhyun mengetahui perasaanku. Aku tidak ingin kehilangan mereka berdua.” Kata Yongri dengan sesegukkan.

Wanita itu memeluk Siwon dengan erat dan membenamkan wajahnya pada bahu Siwon. Entah kenapa pelukan Siwon benar-benar terasa nyaman untuknya, hingga Yongri mampu mengungkapkan semua kesedihan yang selama ini dipendamnya seorang diri.

“Tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja.” Gumam Siwon.

Untuk beberapa saat tidak ada suara apapun selain isak tangis Yongri. Siwon seolah membiarkan wanita itu melampiaskan kesedihannya selama ini.

Beberapa saat kemudian Siwon melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Yongri yang basah oleh airmata. Dengan perlahan pria itu mengusap airmata di wajah Yongri. Sesekali bahu wanita itu masih bergetar.

“Aku akan membantumu melupakan Kyuhyun.” Kata Siwon dengan pelan. Yongri menatap Siwon dengan matanya yang merah.

“Aku akan memuatmu melupakan perasanmu pada Kyuhyun. Aku janji.” Lanjut Siwon sebelum akhirnya memajukan wajahnya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri.

Tidak ada raut keterkejutan diwajah Yongri saat Siwon menciumnya. Wanita itu justru memejamkan matanya dan melingkarkan tangannya di leher Siwon. Jika ini adalah cara Siwon membantunya untuk melupakan Kyuhyun, maka Yongri akan mengikutinya.

——

Siwon terbangun dari tidurnya dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk saat menyadari bahwa ia–lagi-lagi–tidak tidur di apartementnnya. Bahkan kali ini ia tidur di kamar Yongri. Saat menoleh, Siwon tidak menemukan Yongri di atas tempat tidur seperti semalam.

Tidak terjadi apapun pada mereka semalam. Pakaian Siwon bahkan masih terpasang dengan sempurna dan lengkap. Siwon hanya berniat untuk menemani Yongri tidur sebelum akhirnya pulang. Namun pria itu tidak bisa menahan kantuk dan akhirnya tertidur di samping Yongri.

Siwon keluar dari kamar Yongri untuk mencari wanita itu. Apartement terasa begitu sepi dan seperti tidak memiliki kehidupan.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

Siwon menuju ke dapur dan berpikir jika akan menemukan Yongri di sana. Namun tidak ada siapapun di sana. Tetapi mata Siwon menangkap sesuatu di atas meja makan.

Ada sebuah penutup makanan di atas meja makan. Saat Siwon membukanya, ada berbagai macam sayuran di sana. Siwon yakin jika Yongri yang memasak semua sayuran ini. Tetapi di mana wanita itu?

Siwon melihat sebuah catatan yang tertempel di penutup makanan tersebut. Pria itu segera mengambilnya dan membacanya.

Ada sebuah pekerjaan penting yang harus dilakukan. Makanlah dulu sebelum pulang ke apartementmu.

PS: terima kasih untuk semalam^^

–CYR–

Siwon tersenyum saat membaca catatan itu. Kemudian pria itu menduduki salah satu kursi makan yang ada di sana. Ia menghela nafas panjang dan kembali tersenyum.

“Melarikan diri, huh?!” Ucap Siwon dengan geli sebelum akhirnya memulai sarapan seorang diri.

——

“Gila. Gila. Gila. Kau benar-benar tidak waras, Choi Yongri!” Umpat Yongri sembari mengacak rambutnya.

Di saat hari masih pagi, rambut wanita itu terlihat kusut akibat ulahnya sendiri. Ia nampak tidak peduli jika orang-orang akan berlari ketakutan saat melihat penampilannya.

“Apa yang sudah kau lakukan semalam? Bagaimana bisa kau mengajak Siwon oppa bercinta?!” Ucap Yongri dengan frustasi.

Pagi ini ketika ia bangun dan melihat Siwon berada disampingnya benar-benar membuat Yongri panik. Ia mengingat semua yang dikatakannya pada Siwon. Terlebih pada ajakannya untuk bercinta dengan pria itu.

Karena itulah Yongri memilih untuk meninggalkan apartementnya pagi-pagi sekali agar tidak bertemu dengan Siwon. Ia tidak tahu harus menunjukkan sikap seperti apa saat bertemu dengan pria itu.

Dan hal yang paling tidak bisa Yongri lupakan adalah ciuman yang diberikan Siwon padanya. Yongri bisa mengingat dengan jelas bagaimana lembutnya bibir Siwon dan bagaimana setiap lumatan yang diberikan bibir Siwon pada bibirnya.

“Bagaimana ini?!” Lirih Yongri sembari menempelkan dahinya pada meja kerja.

Namun kemudian ia segera berdiri dengan penampilan yang jauh dari kata rapi. Yongri tidak menyadari jika tatapan teman-teman kerjanya sedang tertuju padanya.

“Benar. Dia yang menciumku lebih dulu. Seharusnya dia yang merasa canggung denganku.” Ucapnya dengan jari telunjuk yang mengacung ke depan.

Namun beberapa saat kemudian Yongri kembali duduk dengan lemas. Tangannya lagi-lagi mengacak rambutnya dengan frustasi.

“Tapi kau membalas ciumannya, Choi Yongri..”

Yongri menatap kedua tangannya.

“Kenapa kalian melingkar di lehernya?!” Bisik Yongri.

“Huaaaaa.. Apa yang harus aku lakukan setelah ini?” Yongri menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya.

“Yongri-ya..”

Yongri menjauhkan tangan dari wajahnya saat mendengar seseorang memanggilnya.

“Oh, Yeoni-ya..”

“Ada apa denganmu? Kenapa penampilanmu berantakan sekali?” Tanya Yeon bingung.

Yongri merapikan rambut seadanya dan mengusap wajahnya dengan perlahan agar tidak merusak make-up–nya. Kemudian ia kembali menatap Yeon.

“Tidak ada apa-apa, Yeon. Ada apa?”

“Aku hanya ingin melihat keadaanmu. Kau baik-baik saja tentang Haesung?” Tanya Yeon hati-hati.

Yongri tersenyum kecil.

“Aku baik-baik saja, Yeon. Tidak perlu khawatir. Kau tahu jika Haesung membuatku tidak nyaman, kan? Dengan begini aku memiliki alasan untuk menjauhinya.” Jawab Yongri.

“Benarkah? Kau tidak berbohong, kan?”

“Ya.”

“Lalu kenapa matamu bengkak? Kau seperti habis menangis semalaman.” Kata Yeon membuat Yongri otomatis menyentuh kelopak matanya.

“Ah, ini sepertinya karena aku tidur terlalu nyenyak.” Dusta Yongri.

“Apa Siwon oppa tertidur lagi di apartementmu?”

Mendengar nama Siwon membuat jantung Yongri berdebar dengan kencang. Ia harap Yeon tidak mendengar debarannya yang menggila seperti ini.

Tunggu!

Wajahnya tidak berubah menjadi merah, kan?

“S–Siwon o–oppa? Y–ya. Ya. Dia t–ter–tertidur di apartementku.” Kata Yongri dengan terbata-bata.

Yeon memicingkan matanya menatap Yongri. Merasa ada yang aneh dari cara sahabatnya itu berbicara. Namun Yeon yakin jika ia bertanya, Yongri tidak akan mengatakan apa-apa.

“Baiklah kalau seperti itu. Aku akan kembali bekerja.” Ucap Yeon dengan tersenyum.

Baru beberapa langkah berjalan, Yeon kembali menghampiri Yongri.

“Aku lupa menyampaikan padamu. Siwon oppa bilang nanti sore dia akan menjemput kita.”

“Apa?!” Hardik Yongri sembari berdiri.

Menyadari reaksinya berlebihan. Yongri tertawa dengan canggung.

“Yongri-ya, ada apa denganmu?” Tanya Yeon bingung.

“Ah, tidak apa-apa, Yeoni-ya. Jadi, kenapa Siwon oppa menjemput kita? Tidak biasanya.”

“Entahlah. Dia bilang ingin mengajak kita makan malam.” Tukas Yeon.

Yongri menggerutu di dalam hatinya. Apa yang sebenarnya Siwon pikirkan?!

“Sudah, ya. Aku akan kembali bekerja.” Pamit Yeon. Yongri hanya mengangguk dan kembali duduk.

“Ah, bagaimana ini?” Desahnya.

——

Siwon bersandar di kap mobil sembari tersenyum-senyum seorang diri. Ia tidak peduli jika orang-orang yang lewat akan mengganggapnya seperti orang gila. Karena nyatanya Siwon tidak bisa menahan kedutan di bibirnya yang ingin membentuk seutas senyum.

Siwon tidak bisa melupakan ciumannya dengan Yongri semalam. Ia tidak tahu apa yang merasukinya sehingga memiliki keberanian untuk mencium sahabat adiknya itu. Dan Siwon bersyukur karena ia memiliki kendali diri yang baik sehingga tidak menyetujui ajakan Yongri untuk bercinta.

Siwon tidak tahu apakah Yongri dalam keadaan sadar atau tidak semalam, karena wanita itu membalas ciumannya. Tetapi jika mengingat bagaimana Yongri melarikan diri darinya pagi ini, Siwon berasumsi bahwa Yongri memiliki kesadaran sepenuhnya semalam.

Dan Siwon tidak tahu apa yang membuatnya begitu senang dengan mengingat ciuman tersebut. Ia tidak bisa berhenti tersenyum karenanya. Tentu saja ciuman semalam bukanlah ciuman pertamanya, namun tetap saja ada sesuatu yang membuat Siwon tidak bisa melupakannya.

“Oppa!”

Siwon tersentak dari lamunannya dan melihat Yeon berdiri dihadapannya.

“Apa yang kau pikirkan hingga tersenyum seperti orang bodoh, huh?!”

“Tidak ada.” Kilah Siwon masih dengan tersenyum.

“Pembohong! Apa kau sedang memikirkan sesuatu yang jorok?” Tuduh Yeon.

“Ya!” Siwon memukul pelan kepala Yeon.

“Seharusnya kau tahu jika oppamu ini memiliki pikiran paling bersih.” Tukas Siwon membuat Yeon mencibir.

Siwon menatap ke kanan dan ke kiri namun tidak menemukan keberadaan Yongri.

“Dimana Yongri?” Tanya Siwon.

“Yongri bilang dia harus pergi ke suatu tempat. Dia tidak bisa ikut makan malam bersama kita.” Jawab Yeon.

Mendengar jawaban Yeon, entah mengapa membuat Siwon merasa kecewa. Seharian ini dia belum bertemu dengan Yongri sama sekali. Dan sekarang wanita itu telah pergi sebelum Siwon sempat melihatnya.

Namun kemudian sebuah senyum kembali terbit di wajah Siwon. Kenapa semuanya menjadi semakin menarik untuknya? Membayangkan Yongri yang merasa malu untuk bertemu dengannya membuat Siwon merasa senang dan juga aneh di saat yang bersamaan.

“Lihat! Kau tersenyum lagi!” Tegur Yeon.

“Apa aku tidak boleh tersenyum, Jung Yeon?!” Omel Siwon.

“Tentu saja boleh. Tetapi kenapa kau tersenyum seorang diri?! Katakan padaku ada apa?” Pinta Yeon.

“Tidak ada apa-apa. Cepat masuk. Aku lapar.” Kata Siwon dan kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya.

——

Yongri menghela nafas panjang di dalam lift gedung apartementnya. Ia menatap jam yang terpasang di pergelangan tangannya. Sudah pukul sepuluh malam. Tubuhnya terasa lelah karena ia terus berjalan-jalan kemanapun untuk menghabiskan waktu.

Hari ini ia masih memiliki cara untuk menghindar dari Siwon. Yongri tidak tahu ia harus memakai alasan apalagi agar tidak bertemu dengan pria itu dalam waktu dekat ini. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya jika bertemu dengan Siwon.

Sejujurnya Yongri tidak merasa menyesal karena telah berciuman dengan Siwon. Ia mengakui jika dirinya juga menikmati ciuman itu. Tetapi Yongri hanya tidak tahu harus bersikap seperti apa. Hubungannya dan Siwon tidak akan sama lagi. Yongri yakin itu.

Yongri juga takut jika Yeon menyadari kecanggungannya pada Siwon. Bagaimana jika sahabatnya itu tahu jika ia dan Siwon sudah pernah berciuman? Apa yang harus dikatakannya pada Yeon? Membayangkannya saja membuat Yongri menggigil.

Pintu lift terbuka dan Yongri segera keluar dari sana. Ia kembali menghela nafas panjang. Yongri merasa kehidupannya benar-benar berubah setelah Siwon mengetahui perasaannya pada Kyuhyun. Ia tidak pernah membayangkan akan mengalami semua ini dengan Siwon.

Tetapi entah bagaimana, Tuhan mengaturnya sedemikian rupa hingga membuat Yongri benar-benar kebingungan.

Yongri menghentikan langkahnya saat melihat sepasang sepatu pria di depan pintu apartementnya. Dengan perlahan wanita itu menaikkan pandangannya. Hingga akhirnya ia menyadari keberadaan Haesung di sana. Pria itu terlihat tampak seperti biasa.

Tetapi wajahnya terlihat sangat putus asa saat ini.

“Haesung-ssi..” Ucap Yongri.

Haesung yang awalnya tidak menyadari kepulangan Yongri, tersentak. Ia segera menoleh dan tampak lega saat melihat wanita itu. Dengan langkah pelan namun pasti, Haesung mendekati Yongri.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri.

“Aku menunggumu.” Jawab Haesung. Kemudian pria itu tersenyum kecil.

“Awalnya aku berpikir jika kau tidak ingin membukakan pintu untukku. Namun ternyata kau baru saja pulang. Syukurlah.” Kata Haesung dengan penuh kelegaan.

Namun Yongri sama sekali tidak mengerti kenapa pria itu merasa lega.

“Kenapa kau menungguku?” Tanya Yongri. Senyum di wajah Haesung menghilang.

“Aku ingin minta maaf, Yongri-ssi. Semua yang kau lihat kemarin tidak seperti yang kau bayangkan. Ibuku menjodohkanku dengan seorang wanita. Karena dia memaksaku, aku terpaksa menemui wanita itu dan makan malam bersamanya. Aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Aku menyukaimu.” Ujar Haesung sembari berusaha menyentuh Yongri. Namun Yongri memilih menjauh.

“Yongri-ssi..”

“Aku pikir kau tidak perlu menjelaskan apapun padaku.” Ucap Yongri.

“Tetapi aku ingin menjelaskan semuanya padamu.” Sahut Haesung.

“Maafkan aku, Haesung-ssi. Aku tidak pernah tertarik bahkan menyukaimu. Selama ini aku hanya menghargai Siwon oppa karena itulah aku menyetujui ajakanmu untuk melakukan pendekatan. Tetapi aku pikir aku tidak akan pernah bisa menyukaimu.”

“Yongri-ssi..” Haesung nampak begitu kecewa.

“Karena itu pulanglah. Menikahlah dengan wanita pilihan ibumu. Dia pasti wanita yang baik dan kau akan bahagia dengannya.” Kata Yongri denga tulus.

Yongri tersenyum kecil dan berjalan melewati Haesung untuk masuk ke apartementnya. Namun Haesung menahan lengannya hingga membuat Yongri terkejut.

“Haesung-ssi..”

“Kita bahkan belum melakukan apa-apa, Yongri-ssi. Bagaimana kau bisa langsung mengambil kesimpulan dan mengatakan bahwa kau tidak menyukaiku?”

“Memangnya apa yang harus kita lakukan?” Tanya Yongri sembari berusaha melepaskan diri dari Haesung.

“Apapun. Berpelukan, berciuman atau bahkan bercinta. Kita bisa melakukan semuanya dan kau akan tahu apakah kau benar-benar menyukaiku atau tidak.” Ujar Haesung membuat mata Yongri melebar.

Dan mata Yongri semakin melebar saat melihat Siwon datang dan mendorong Haesung menjauh. Pria itu berdiri tepat dihadapannya dan seolah sangat melindunginya dari Haesung.

“Sudah aku katakan untuk tidak mendekati Yongri lagi.” Kata Siwon dengan suara penuh ancaman.

“Dan apa yang baru saja kau katakan? Kau ingin bercinta dengannya? Kau benar-benar cari mati?!” Siwon mengangkat tangannya ke udara dan bersiap untuk memukul Haesung.

“Siwon-ah, kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kau sudah mengizinkanku untuk mendekatinya.” Protes Haesung.

Dengan tidak beranjak dari hadapan Yongri, Siwon mencengkram kemeja Haesung dan menariknya mendekat.

“Aku mengizinkanmu mendekatinya tetapi tidak mengizinkanmu menyakitinya, brengsek.” Suara Siwon terdengar sangat rendah. Pria itu sedang berusaha untuk menahan emosinya.

“Demi Tuhan aku tidak menyakitinya! Kau harus percaya padaku!” Kata Haesung dengan frustasi.

Yongri menatap sebelah tangan Siwon yang bebas terkepal erat hingga urat-urat tangannya bermunculan. Ia yakin jika kepalan tangan itu mendarat di wajah Haesung, darah segar akan mengalir dari sana.

“Apapun itu menjauhlah darinya, sialan!” Maki Siwon sembari mendorong Haesung menjauh.

“Aku menarik kata-kataku saat memberikanmu izin mendekatinya. Aku tidak ingin kau mendekatinya lagi!” Hardik Siwon hingga membuat Yongri tertegun.

Sebenarnya Haesung memang tidak pernah menyakitinya. Siwon pun tahu hal itu. Lalu kenapa pria itu terlihat begitu marah pada Haesung? Kenapa Siwon memuat keputusan sendiri tentang siapa pria yang bisa mendekatinya atau tidak?

Dan kenapa Yongri merasa berdebar karena Siwon begitu melindunginya?

“Pergilah sebelum aku memukulmu!” Ancam Siwon.

Haesung terlihat sangat marah dengan ancaman Siwon. Pria itu meninju dinding sebelum akhirnya pergi meninggalkan koridor apartement Yongri.

Melihat Haesung telah pergi, membuat Yongri perlahan-lahan memasukkan kombinasi password apartementnya. Ia tidak seharusnya bertemu dengan Siwon seperti ini. Well, walaupun Yongri berterima kasih karena Siwon menyelamatkannya dari Haesung.

“Melarikan diri, Choi Yongri?”

“Astaga!”

Yongri mengusap dadanya saat merasa sangat terkejut oleh ucapan tiba-tiba dari Siwon. Ia berpikir jika Siwon tidak akan menyadari gerak-geriknya.

Wanita itu terkesiap saat Siwon tiba-tiba berbalik dan menatapnya. Yongri membalas tatapan Siwon dengan jantung yang berdetak cepat.

“T–terima kasih atas bantuannya, oppa. A–aku masuk dulu.” Pamit Yongri sembari memaksakan senyumnya.

Yongri membuka pintu namun kemudian ia memekik pelan saat Siwon langsung menutup pintu apartementnya dengan sebelah tangannya.

Siwon menambah langkahnya untuk mendekati Yongri. Yongri yang ingin menjauh hanya bisa menempelkan punggungnya pada pintu apartementnya.

Demi Tuhan, saat ini posisi mereka seperti sepasang kekasih yang hendak bercumbu. Dan mereka berada di koridor apartement dimana siapa saja bisa melihat mereka.

“Kenapa? Kau malu?” Bisik Siwon.

Yongri mengalihkan pandangannya kemanapun asalkan tidak ke mata dan bibir pria itu.

“Kita hanya berciuman dan kau malu? Apa kau tidak ingat jika kau mengajakku untuk bercinta semalam?” Siwon sengaja mengakhiri ucapannya dengan sedikit berdesah. Kelakukannya itu sukses membuat Yongri gelisah.

“O–oppa, ke–kemarin aku m–mabuk.” Lirih Yongri.

“Benarkah? Lalu kenapa kau bisa mengingat semuanya jika kau mabuk?” Tanya Siwon sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Yongri.

“Oppa, bagaimana jika ada yang melihat?” Bisik Yongri dengan menatap mata Siwon.

“Siapa? Yeon? Atau Kyuhyun?” Siwon balas berbisik.

“Ini semua karena kau melarikan diri dariku.” Siwon semakin mendekatkan wajahnya.

“A–aku janji tidak akan melarikan diri lagi.”

“Sungguh?”

Semakin dekat. Mata Siwon tertuju pada bibir Yongri.

“Sungguh!” Ucap Yongri sembari memejamkan matanya dengan erat.

Yongri tahu bahwa ia tidak seharusnya memejamkan mata. Tetapi mengetahui bahwa Siwon hendak menciumnya membuat Yongri benar-benar merasa gugup.

“Kau mau jika aku yang mengantarmu ke kantor besok pagi?” Tanya Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya dengan cepat.

Siwon menatap Yongri sebelum akhirnya bibir mendekat pada telinga wanita itu.

“Kalau begitu sampai bertemu besok, Choi Yongri.” Bisik Siwon sebelum akhirnya menjauh dari Yongri dan berjalan pergi, tidak lupa dengan sebuah senyum diwajahnya.

Yongri membuka matanya dan merasa tidak percaya karena Siwon pergi begitu saja. Ia berpikir jika mereka akan kembali berciuman malam ini. Yongri merasa lega. Namun ada sedikit rasa kecewa di dalam hatinya.

“Kau benar-benar tidak waras, Choi Yongri.” Gerutunya sembari menatap kepergian Siwon.

——

Yongri mencengkram tas selempang yang dipakainya. Ia melihat Siwon telah membukakan pintu mobilnya sembari tersenyum. Tetapi senyum pria itu benar-benar terlihat aneh. Membuat Yongri merasa curiga dan takut disaat yang bersamaan.

Yongri benar-benar mengutuk Haesung. Seandainya saja pria itu tidak datang semalam, Yongri tidak akan bertemu dengan Siwon. Ia tidak akan membuat janji untuk membiarkan pria itu mengantarnya bekerja.

Tetapi setelah dipikirkan lagi, sebenarnya kenapa Siwon bersikeras ingin mengantarnya bekerja? Kenapa Siwon begitu mempermasalahkan hal sepele seperti ini?

“Apa yang kau pikirkan? Masuklah.” Kata Siwon membuyarkan lamunan Yongri.

“Oppa, sebentar!” Ucap Yongri sembari menghentikan langkahnya.

Siwon menghela nafas dan menatapnya dengan gemas.

“Ada apa? Kau ingin terlambat bekerja?”

“Aku akan masuk ke dalam mobilmu dan membiarkanmu mengantarku bekerja, jika kau mau berjanji satu hal.”

“Aku pikir tawar menawar seperti ini sudah selesai tadi malam, Choi Yongri.” Tukas Siwon.

“Aku bisa berlari sekarang dan memanggil taksi jika kau tidak mau.” Ancam Yongri.

Siwon menggigit bibir bawahnya dan berusaha menyembunyikan wajah geramnya.

“Apa?!” Hardik Siwon. Yongri berdeham pelan.

“B–berjanjilah untuk tidak membahas apapun yang terjadi pada kita saat itu.” Pinta Yongri dengan menundukkan kepalanya. Ia tidak menyadari jika Siwon sedang menyeringai.

“Apakah maksudmu ciuman itu?” Tanya Siwon membuat mata Yongri melebar dengan pipi memerah.

“Oppa!” Pekiknya.

“Kau benar-benar aneh, Yongri-ya. Kau malu karena telah berciuman denganku tetapi kau tidak malu saat mengajakku bercin–“

“Hentikan!” Yongri memekik lagi dengan wajah panik. Melihat hal itu membuat Siwon tertawa dengan puas.

“Aku akan pergi sendiri!” Ucap Yongri dengan ketus.

“Aku mengerti. Aku mengerti.” Ujar Siwon sembari menghentikan tawanya.

“Masuklah.” Kata Siwon dengan menahan senyum.

Yongri menggembungkan pipinya dan menghela nafas panjang. Ia baru saja hendak melangkah saat tiba-tiba terdengar ban mobil berdecit di dekatnya.

Yongri menoleh dan matanya melebar saat menemukan sebuah mobil yang sedang melaju dengan kencang ke arahnya. Siwon yang juga melihatnya dengan segera berlari menghampiri wanita itu dan menariknya dengan cepat jika tidak ingin mobil itu menabraknya.

Mobil yang hampir menabrak Yongri berhenti tepat di mana Yongri berdiri sebelumnya. Sang pengemudi yang merupakan seorang pria menurunkan kaca dan menyembulkan kepalanya dari dalam mobil.

“YA! APA KAU GILA?! KAU INGIN MATI?!” Umpatnya.

“Bajingan ini!” Siwon terlihat marah karena pria itu memarahi Yongri.

“Oppa! Oppa, hentikan!” Yongri menahan lengan Siwon dengan cepat agar tidak mendekati pria itu.

“Ini tempat parkir, sialan! Kau tidak seharusnya ngebut-ngebutan disini!” Siwon balas mengumpat.

Pria itu menggerutu pelan sebelum akhirnya kembali menjalankan mobilnya dan menghilang dari tempat parkir apartement.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon sembari menatap Yongri.

“Ya. Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri. Saat menunduk, wanita itu tersadar jika ia berada di dalam pelukan Siwon.

Yongri segera menjauh dengan jantungnya yang berdetak dengan kencang.

“Kau seharusnya masuk ke dalam mobil saat aku menyuruhmu!” Omel Siwon.

“Maaf.” Sesal Yongri.

Siwon menghela nafas panjang untuk meredakan rasa panik yang baru saja menyerangnya. Jika ia tidak bergerak cepat, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi.

“Masuklah.” Kata Siwon dengan ketus.

“Ya.” Sahut Yongri dengan patuh.

Yongri tahu jika Siwon mengkhawatirkannya. Tetapi melihat pria itu memarahinya benar-benar menyebalkan. Hanya saja Yongri tidak bisa mengatakan apa-apa untuk membela dirinya. Ia memang bersalah karena berdiri di tengah-tengah tempat parkir, dimana mobil bisa datang kapan saja.

“Lain kali aku akan menggendongmu jika kau tidak mendengarkan ucapanku!” Ancam Siwon sembari memasang seatbelt.

Yongri mengerucutkan bibirnya dan ikut memasang seatbelt. Ia bersumpah akan membalas ucapan Siwon jika pria itu kembali memarahinya. Tetapi untungnya Siwon menutup mulutnya dan mulai menjalankan mobilnya.

——

“Kenapa wajahmu murung seperti itu?” Tanya Yeon pada Yongri saat mereka sedang makan siang bersama.

Yongri menghela nafas panjang.

“Siwon oppa memarahiku tadi pagi.” Jawab Yongri sembari mengaduk-aduk makanannya.

“Kenapa?”

“Yah, memang aku yang salah. Ada sebuah mobil yang hampir menabrakku karena aku berdiri di tengah-tengah tempat parkir.” Jelas Yongri.

“Apa?! Ya! Kau baik-baik saja?” Yeon terlihat khawatir.

“Jika sesuatu terjadi padaku, aku pasti berada di rumah sakit, Jung Yeon!” Gerutu Yongri.

“Ah, ya. Benar juga.” Gumam Yeon.

“Lalu, kenapa Siwon oppa marah padamu? Kalian bersama tadi pagi?”

“Ya. Siwon oppa mengantarku ke kantor.”

Yeon menghentikan kegiatan makannya dan mencondongkan wajahnya.

“Yongri-ya, jujurlah padaku. Ada apa sebenarnya antara kau dan Siwon oppa?” Tanya Yeon dengan wajah serius.

Yongri terlihat terkejut mendapati pertanyaan tersebut dari Yeon.

“Yah, kita sudah berteman selama lebih dari sepuluh tahun. Tetapi kau dan Siwon oppa tidak pernah terlihat dekat. Namun beberapa bulan ini ada yang berbeda dari kalian berdua.” Kata Yeon.

“A–apa yang berbeda?” Tanya Yongri.

“Kalian terlihat dekat. Siwon oppa selalu memperhatikanmu. Dan ia juga beberapa kali menginap di apartementmu.” Jawab Yeon.

“Katakan padaku, ada apa? Apa Siwon oppa menyukaimu?”

“Apa?! Tentu saja tidak!”

“Lalu, apa kau yang menyukai Siwon oppa?”

“Ya! Itu lebih tidak mungkin! Aku menyukai orang lain.” Kata Yongri tanpa sadar.

“Kau menyukai orang lain?” Ulang Yeon.

Yongri menggigit bibir bawahnya dan mengalihkan pandangannya dari Yeon.

“Siapa? Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?” Ucap Yeon.

“Tidak, Yeon. Aku hanya asal bicara.” Kilah Yongri dengan tersenyum kaku.

“Jangan berbohong padaku. Aku tahu jika kau tidak asal bicara. Siapa, Yongri-ya? Kenapa kau menyembunyikannya dariku?”

‘Karena pria itu adalah kekasihmu, Jung Yeon.’

“Aku hanya berbohong tadi. Semua itu karena kau menuduh terjadi sesuatu antara aku dan Siwon oppa. Kami tidak ada apa-apa, okay? Aku juga sedang tidak menyukai siapapun. Saat ini aku hanya ingin fokus bekerja.” Tukas Yongri dengan wajah meyakinkan.

“Benarkah?”

“Jika aku memang menyukai seseorang, aku akan mengatakannya padamu. Karena kau adalah sahabatku.” Kata Yongri membuat Yeon tersenyum senang.

“Janji?” Yeon mengulurkan jari kelingkingnya. Yongri tersenyum dan menyambut jari kelingking Yeon dengan jari kelingkingnya.

“Janji.” Balas Yeon.

‘Maafkan aku, Yeoni-ya. Aku sudah terlalu banyak berbohong padamu. Tetapi semua itu aku lakukan agar tidak menyakitimu. Aku menyayangimu sebagai sahabatku.’

——

Siwon duduk di kursi yang berada di salah satu ruangan yang ada di The Darkness. Ruangan yang sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan penting orang-orang yang mengurus ruang bawah tanah tersebut.

Kedua tangan Siwon terlipat di depan dada. Ia menyadari jika Yoo Taehwan sedang menatapnya saat ini. Tetapi Siwon enggan membalas tatapan sombong pria itu.

Sore ini mereka sedang membicarakan pertarungan antara Siwon dan anak buah Taehwan yang bernama James. Pertarungan yang diyakini oleh pengurus The Darkness akan menjadi pertarungan besar.

“Jadi, pertarungan ini akan diadakan besok malam di tempat ini.” Kata Seunghyun. Dia adalah pria yang bertugas untuk mengatur jadwal pertarungan.

Yeonho menepuk bahu Siwon seolah memberikan dukungan pada pria itu. Siwon menepis tangan Yeonho dan tersenyum kecil. Ini bukan pertarungan pertamanya dengan anak buah Taehwan. Sudah terlambat untuk Siwon merasa terintimidasi.

“Siwon-ah, James memenangkan seluruh pertarungan yang diadakan di The Darkness saat kau berada di Jeju.” Kata Seunghyun sembari menatap Siwon.

“Aku mendengar itu.” Sahut Siwon dan menatap James yang duduk di samping Taehwan.

James, pria berkepala botak itu memutar-mutar kepalanya seolah melakukan pemanasan. Siwon hanya tersenyum melihatnya. Anak buah dan bos sama-sama bersikap sombong menurut Siwon.

“Dan James, kau tahu jika Siwon adalah orang nomor satu di The Darkness, kan?” Seunghyun mengalihkan pandangannya pada James.

“Mungkin setelah ini akan berubah.” Kata James dengan sebuah seringai. Taehwan tertawa dan menepuk bahu James dengan bangga.

“Well, kita akan melihat hasilnya besok malam.” Sahut Seunghyun sembari berdiri dan kemudian meninggalkan ruangan tersebut.

Siwon ikut berdiri dan bersiap untuk pergi dari sana. Ia tidak tahu akan bertahan berapa lama untuk melihat kesombongan Taehwan.

“Choi Siwon-ssi.” Panggil Taehwan membuat langkah Siwon terhenti. Siwon berbalik dan menatap Taehwan. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana jeansnya.

“Kau dan James akan bertarung besok, tidakkah seharusnya kau menyapanya?” Tanya Taehwan dengan tersenyum sinis.

“Aku akan menyapanya besok di atas ring.” Jawab Siwon.

Masih dengan tersenyum, Taehwan berdiri dan menghampiri Siwon. Pria itu mengibas bahu Siwon dengan pelan seolah menghilangkan debu yang bahkan tidak terlihat di sana. Siwon melirik tangan Taehwan yang berada di bahunya.

“Jika besok kau kalah, kau bisa menemuiku dan menjadi salah satu anak buahku.” Kata Taehwan membuat Siwon tertawa pelan.

“Bagaimana jika aku menang seperti sebelum-sebelumnya?” Pertanyaan Siwon membuat Taehwan terdiam.

Siwon menambah langkah untuk semakin mendekat pada Taehwan. Ia mengikuti apa yang dilakukan Taehwan sebelumnya yaitu mengibas bahu pria itu.

“Lebih baik kau menyiapkan anak buah yang lain untuk melawanku, karena sepertinya anak buahmu yang bernama James itu akan bernasib sama dengan anak buahmu yang lainnya.” Bisik Siwon dengan tersenyum.

Senyumnya semakin lebar saat melihat Taehwan menahan amarah akibat ucapannya barusan.

Siwon mundur beberapa langkah sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan The Darkness. Ia hanya tidak mau bertarung dengan anak buah Taehwan sebelum waktunya jika semakin lama berada di sana.

——

Yongri datang ke apartement Yeon atas permintaan Siwon. Pria itu mengatakan jika ia ingin makan malam bersama Yeon dan juga dirinya. Dan Siwon yang akan memasak makan malam sendiri.

Tentu saja Yongri merasa bingung sekaligus takjub. Sejujurnya Yongri memang tahu jika Siwon pandai memasak. Hanya saja pria itu tidak pernah mau repot-repot untuk membuat makan malam, di saat ia bisa memesannya dari restoran.

Setelah memikirkannya beberapa kalipun, Yongri yakin jika hari ini bukan hari ulang tahun dirinya, Yeon maupun Siwon. Jadi, sebenarnya kenapa pria itu tiba-tiba ingin makan malam bersama?

“Siwon oppa masih sibuk di dapur.” Bisik Yeon tepat di telinga Yongri.

Yongri mengangguk dan kemudian berjalan menuju dapur di apartement Yeon. Dan seperti apa yang dikatakan Yeon, Siwon sedang sibuk di dapur dengan memakai sebuah apron berwarna hitam. Kenapa pria itu terlihat sangat tampan ketika memakai apron itu?

“Kau sudah datang.” Sapa Siwon dengan tersenyum.

“Ada yang perlu dibantu?” Tanya Yongri berbasa-basi.

“Tidak perlu. Kau tunggulah di meja makan bersama Yeon. Sebentar lagi selesai.” Jawab Siwon tanpa menatap Yongri.

Yeon menarik Yongri dan mereka menunggu di meja makan seperti keinginan Siwon. Kedua mata wanita itu menatap punggung Siwon yang bergerak kesana kemari.

“Apa kau tahu ada apa, Yeon?” Tanya Yongri. Yeon menggeleng pelan.

“Aku sudah menanyakan hal itu dari tadi pada oppa. Tetapi dia bilang hanya makan malam biasa.” Jawab Yeon.

“Kenapa kalian tidak makan malam berdua saja?”

“Mungkin karena Siwon oppa menyukaimu.” Bisik Yeon menggoda.

Yongri menatap Yeon dengan kesal. Yeon tertawa cekikikan. Merasa senang karena berhasil menggoda Yongri.

“Apa yang kalian bicarakan hingga tertawa begitu senang?” Tanya Siwon.

“Apa kau tidak dengar jika yang tertawa hanya Yeon, oppa? Hanya dia yang merasa senang.” Tukas Yongri membuat Yeon tersenyum lebar.

“Ada apa, Yeon?” Tanya Siwon lagi.

“Aku menggoda Yongri. Kenapa? Kau juga ingin mendengarnya?”

“Tidak, oppa! Jangan dengarkan, Yeon! Dia melantur.” Kata Yongri sembari menatap Yeon dengan tatapan ancaman.

“Kenapa? Apa ada hubungannya denganku?” Tebak Siwon sembari membawa makanan ke meja makan.

“Wah, hebat! Bagaimana kau bisa tahu, oppa?” Tanya Yeon dengan ekspresi berlebihan.

Siwon memukul kepala Yeon dengan pelan sebelum akhirnya duduk di samping wanita itu. Yongri menyeringai saat melihat Yeon mengaduh kesakitan akibat pukulan Siwon.

“Berhenti berbicara omong kosong dan berpikir yang tidak-tidak tentang aku dan Yongri. Tidak ada apa-apa di antara aku dan Yongri. Puas?” Ucap Siwon pada Yeon.

“Setidaknya untuk saat ini.” Gumam Siwon teramat pelan.

“Apa yang kau katakan barusan?” Tanya Yeon yang mendengar Siwon bergumam. Tetapi tidak mendengar apa yang pria itu gumamkan.

“Tidak ada apa-apa. Makanlah.” Kata Siwon sembari menunjuk makanan.

“Kenapa tiba-tiba makan malam bersama, oppa?” Tanya Yongri menatap Siwon.

“Kenapa? Kau tidak suka?” Siwon bertanya balik.

“Tidak seperti itu. Pasti ada alasan, kan?” Tebak Yongri.

Siwon mengambil salah satu sayur dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Aku ingin kalian menonton pertarunganku besok malam.” Kata Siwon sembari menatap Yeon dan Yongri bergantian.

“Oppa, kau rela memasak makan malam hanya untuk meminta kami menonton pertarunganmu?” Ujar Yeon tidak percaya.

“Yang benar saja! Kami akan menontonnya tanpa kau pinta. Jika aku tidak sedang berkencan dengan Kyuhyun tentunya.” Yeon tersenyum saat mengucapkan kalimat terakhirnya.

Siwon melirik sekilas pada Yongri yang sedang menatap nasi di mangkuknya.

“Tidak boleh berkencan, Yeon. Apapun yang terjadi, kau harus datang. Kalian berdua harus datang.” Kata Siwon dengan penuh penekanan.

“Kenapa, oppa? Apa pertarungan besok sangat spesial?” Tanya Yongri merasa bingung.

“Aku akan melawan anak buah Yoo Taehwan. Yoo Taehwan adalah pria yang begitu membenciku karena aku selalu memenangkan pertarungan. Kali ini lawanku memiliki bobot tubuh yang sangat besar. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok malam di The Darkness. Yoo Taehwan seorang pria yang licik. Dia bisa melakukan apapun agar aku kalah di pertarungan. Karena itulah aku ingin kalian berada di sana.” Jelas Siwon.

“Jika sesuatu terjadi padaku–“

“Apa yang kau bicarakan?!” Sela Yeon dengan marah. Membuat Siwon dan Yongri sama-sama terkejut.

“Yeoni-ya..”

“Jika dia pria yang licik, maka kau tidak perlu melawannya, oppa! Bagaimana jika dia melukaimu? Bagaimana jika kau mati di atas ring besok?!” Tanya Yeon dengan mata berkaca-kaca.

“Yeoni-ya..” Yongri menggenggam tangan Yeon dan berusaha untuk menenangkannya.

“Bagaimana denganku?! Setelah orangtuaku meninggalkanku, apa kau juga akan meninggalkanku?!” Pekik Yeon.

“Tenanglah, Yeoni-ya.” Kata Siwon sembari menangkup wajah Yeon dengan kedua tangannya.

“Aku tidak akan mati.” Janji Siwon. Pria itu menyeka airmata di wajah Yeon.

“Bagaimana kau bisa yakin? Kau bilang pria itu licik.” Lirih Yeon.

“Well, aku mungkin akan mendapatkan beberapa luka. Tetapi aku tidak akan mati. Kau tidak lupa jika aku orang nomor satu di The Darkness, kan?” Siwon berusaha untuk bercanda.

“Aku ingin kalian berada di sana agar menjadi penyemangat untuk diriku. Agar saat lawanku memukulku, aku akan mengingat kalian sebagai dua wanita yang harus aku jaga. Karena itu aku harus balas memukulnya apapun yang terjadi. Aku harus bertahan hingga akhir.” Ucap Siwon membuat airmata Yeon kembali mengalir.

Siwon tersenyum dan menarik Yeon ke dalam pelukannya.

“Jangan menangis.”

“Kau tidak boleh meninggalkanku. Aku tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini.” Isak Yeon.

“Dasar bodoh. Kau masih memiliki Kyuhyun dan Yongri.” Ucap Siwon.

Siwon mengusap punggung Yeon dan mengalihkan pandangannya pada Yongri. Ia melihat wanita itu sedang menundukkan kepalanya sembari mengusap kedua sudut matanya.

——

Walaupun makan malam mereka diawali dengan tangisan, tetapi acara makan malam bersama mereka tetap berjalan lancar hingga selesai. Yeon dan Yongri mencuci piring sehabis makan dan membiarkan Siwon beristirahat.

Namun saat Yongri berpamitan untuk pulang, Siwon bersikeras ingin mengantarkan wanita itu ke apartementnya. Walaupun mendapatkan tatapan dan senyuman menggoda dari Yeon, Siwon tampak tidak peduli.

Dan disanalah Siwon dan Yongri berada sekarang. Di dalam lift dengan suasana hening seolah keduanya tidak memiliki bahan pembicaraan sama sekali.

Yongri memainkan kesepuluh jarinya sembari melirik Siwon yang berdiri sedikit dibelakangnya. Kenapa ia dan Siwon kembali berada di posisi canggung seperti ini? Ataukah hanya dirinya saja yang merasa canggung?

Keduanya keluar dari lift saat telah sampai di lantai 8. Siwon masih betah berjalan di belakang Yongri. Membuat Yongri merasa punggungnya panas karena ia yakin Siwon terus menatapnya.

Yongri menghela nafas dan meraih kenop pintu apartementnya. Ia terkesiap saat Siwon tiba-tiba menaruh tangan pria itu di atas tangannya.

“Apa tadi kau menangis?” Tanya Siwon.

Yongri menoleh dan mendongak. Karena ia dan Siwon berada sangat dekat, Siwon terasa sangat tinggi saat ini. Yongri berharap tangannya yang berada di genggaman tangan Siwon tidak bergetar.

“Kenapa?” Tanya Siwon lagi.

“Apa kau benar-benar harus mengikuti pertarungan besok, oppa?” Yongri balik bertanya. Siwon tersenyum kecil.

“Haruskah aku menenangkanmu juga?” Canda Siwon.

“Aku tidak bercanda.” Sahut Yongri membuat senyum di wajah Siwon perlahan menghilang.

“Aku tidak pernah menolak ataupun mundur dari setiap pertarungan di The Darkness.” Kata Siwon.

“Ini bisa menjadi yang pertama.” Balas Yongri.

Siwon menghela nafas panjang dan menyandarkan bahunya di pintu apartement Yongri. Tangannya masih setia menggenggam tangan Yongri di kenop pintu.

“Sudah aku katakan bahwa aku tidak akan mati.”

“Tapi terluka.” Sahut Yongri.

“Aku sudah terbiasa terluka.”

“Apa kau tidak memikirkan perasaan orang-orang di sekitarmu yang merasa sedih setiap kau terluka?”

“Kau merasa sedih saat aku terluka?”

Yongri terdiam untuk beberapa saat.

“Aku membicarakan Jung Yeon.” Ucap Yongri kemudian.

“Bagaimana denganmu?” Tanya Siwon.

“K–kau sudah seperti kakak untukku. Tentu saja aku akan merasa sedih dan jangan mengalihkan pembicaraan, oppa.” Jawab Yongri.

Siwon menghela nafas kasar.

“Ini pekerjaanku, Yongri-ya. Kau tahu bahwa kita tidak bisa memilih-milih pekerjaan, bukan?”

Yongri menghela nafas mendengar ucapan Siwon. Baiklah, tidak ada yang bisa menghentikan pria itu.

“Kenapa aku harus datang? Akan masuk akal jika kau menginginkan Yeon berada di sana. Kau harus mengingatnya agar kau tidak lengah. Tetapi kenapa aku harus berada di sana juga? Kau tidak harus menjagaku.”

“Aku harus. Entah sejak kapan.” Sahut Siwon langsung membuat Yongri terkejut.

“Dan aku akan baik-baik saja. Aku janji.” Siwon melepaskan tangan Yongri dan menegakkan tubuhnya.

“Besok aku tidak bisa mengantarmu bekerja. Aku harus latihan.” Wajah Siwon terlihat menyesal.

“Tidak apa-apa.”

“Masuklah. Selamat malam.” Kata Siwon dengan tersenyum dan kemudian berbalik untuk pulang.

Namun baru beberapa langkah, Siwon kembali berbalik dan berhenti berjalan.

“Yongri-ya.” Panggil Siwon.

Yongri menoleh dan menghentikan gerakannya yang hendak membuka pintu.

“Ada apa?”

“Aku akan berhenti menganggapmu sebagai adikku mulai sekarang.” Kata Siwon tiba-tiba membuat mata Yongri melebar.

“Karena itu kau juga harus berhenti menganggapku sebagai kakakmu.” Lanjut Siwon.

“K–kenapa?” Tanya Yongri.

“Karena tidak ada kakak dan adik yang berciuman.” Jawab Siwon dan kemudian melanjutkan langkahnya yang tertunda.

Yongri menatap punggung Siwon yang semakin menjauh. Apa maksud ucapan pria itu barusan? Dan kenapa tiba-tiba membahas ciuman itu lagi? Apa Siwon tidak tahu jika Yongri selalu berdebar setiap mengingat ciuman mereka?

——

Suasana di The Darkness malam itu lebih ramai dan lebih liar daripada biasanya. Nampaknya sang pengurus The Darkness telah memberitahukan kepada semua orang bahwa akan ada pertarungan yang luar biasa malam ini.

Mereka telah mempertaruhkan uang mereka untuk kemenangan Siwon. Namun tidak sedikit juga yang bertaruh untuk James. Mengingat pria berbobot besar itu memenangkan pertarungan secara berturut-turut saat Siwon tidak ada.

Mereka terlihat sangat antusias dan tidak sabar untuk segera memulai pertarungan malam ini. Berbeda halnya dengan Yongri dan Yeon yang berharap jika pertarungan malam ini dibatalkan. Namun mereka sama-sama tahu jika hal tersebut sangat tidak mungkin.

Yongri, Yeon, dan Kyuhyun berdiri lebih dekat ke ring. Mereka ingin melihat Siwon dengan lebih jelas. Tentu saja melihat kemenangan pria itu dan bukan kekalahannya.

Yongri merasa jantungnya berdetak dengan kencang. Bukan karena gugup, tetapi karena takut. Ia sungguh takut terjadi sesuatu kepada Siwon akibat pertarungan malam ini. Wanita itu bahkan nampak tidak peduli saat melihat Kyuhyun yang sibuk menenangkan Yeon.

Jika biasanya Yongri pasti telah merasa terluka melihat perhatian Kyuhyun pada Yeon. Tetapi entah kenapa malam ini wanita itu terlihat tidak peduli sama sekali. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Siwon.

Lawan Siwon yang bernama James telah dipanggil untuk naik ke atas ring. Terdengar sorakan dari penonton yang mendukung kemenangan James.

“Yongri-ya, lihatlah. Lawan Siwon oppa kali ini benar-benar bertubuh besar. Bagaimana ini?” Tanya Yeon sembari menggenggam tangan Yongri.

Yongri menatap James dengan ngeri. Ia yakin jika berdiri di samping James, ia akan terlihat seperti seorang kurcaci.

“Tenanglah. Siwon oppa pasti akan menang.” Kata Yongri mencoba menenangkan Yeon.

Ia tidak mungkin menunjukkan kekhawatirannya pada Yeon. Karena saat ini Yeon pasti lebih mengkhawatirkan Siwon. Dan Yongri tidak boleh menambahkan beban di pikiran Yeon.

“Siwon hyung akan baik-baik saja dan pulang bersama kita dengan kemenangan, Yeoni-ya.” Ucap Kyuhyun sembari merangkul Yeon.

Untuk pertama kalinya Yongri merasa bersyukur karena Kyuhyun berada di samping Yeon. Setidaknya pria itu bisa menjadi sandaran untuknya.

Beberapa saat kemudian terdengar nama Siwon yang disebutkan dan disusul dengan kemunculan pria itu ke atas ring. Sorakan dari penonton semakin menggila saat melihat Siwon datang dengan bertelanjang dada.

Yongri melihat Siwon yang telah berkeringat walaupun pertarungan belum di mulai. Ia yakin pria itu begitu giat berlatih. Yongri harap Siwon tidak kelelahan dan mengacaukan pertarungan malam ini.

Siwon menatap Yeon dan tersenyum. Kemudian pria itu mengalihkan pandangannya pada Yongri. Siwon tidak tersenyum, namun tatapan matanya seolah mengatakan pada Yongri bahwa ia akan baik-baik saja apapun yang terjadi.

Membuat Yongri tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya. Seolah memberitahu Siwon bahwa ia mengerti arti tatapan mata pria itu padanya. Yongri menangkupkan kedua tangannya di depan dada saat wasit mulai memberikan pengarahan dan pertarungan pun di mulai.

Siwon dan James memulai dengan gerakan kuda-kuda dan memilih waktu yang tepat untuk memulai serangan. James lebih dulu melayangkan pukulan namun Siwon berhasil menghindar. Siwon balas menyerang dan pukulannya tepat mengenai rahang James.

Siwon berjalan mundur saat melihat James yang juga berjalan mundur. Pria bertubuh besar itu seperti sedang mengkondisikan dirinya yang terkejut akibat pukulan pertama dari Siwon.

James tiba-tiba saja menghampiri Siwon dengan cepat dan memberikan pukulan yang bertubi-tubi pada Siwon. Darah segar mengalir dari bibir Siwon dan tulang pipi pria itu terlihat membiru.

Yeon dan Yongri tidak bisa menahan pekikan ngeri dari mulut mereka. Mata keduanya tampak berkaca-kaca dan mereka tidak tahu apakah masih bisa menyaksikan pertarungan ini hingga selesai atau tidak.

“Tenanglah. Pukulan itu tidak akan membuat Siwon hyung kalah.” Kata Kyuhyun mencoba menenangkan keduanya.

Yongri menundukkan kepalanya dan mengucapkan doa di dalam hatinya. Kemudian ia kembali dan menatap Siwon di atas ring. Ia bersyukur saat melihat Siwon melayangkan pukulannya pada James dan membuat hidung pria itu berdarah.

Sebuah tendangan dilayangkan Siwon pada wajah James hingga membuat pria itu tersungkur. Wasit mendorong Siwon menjauh saat melihat pria itu hendak memberikan pukulan pada James yang sedang tumbang sesaat.

Siwon meludah ke sudut ring seolah membersihkan mulutnya dari darah dirinya sendiri. Ia sudah memberikan gerakan kuda-kuda kembali dan siap untuk menyerang James.

Keberuntungan tidak berpihak pada Siwon saat James berhasil melayangkan pukulan dan membuat pelipis Siwon berdarah. James kembali memukul wajah Siwon dan mengenai tepat di mata pria itu.

Namun nampaknya pukulan James tidak cukup menyakitkan Siwon karena pria itu langsung membalas James dan membuat alis James robek hingga wajah pria itu juga berlumuran darah.

Yongri menundukkan kepalanya dan menangis. Ia tidak sanggup untuk melihat pertarungan Siwon hingga akhir. Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Biasanya Yongri selalu bersemangat menonton pertarungan Siwon.

Tetapi saat ini Yongri takut tiba-tiba saja berteriak dan meminta semua orang untuk pergi dan menyudahi pertarungan ini.

Walaupun begitu, Yongri tidak bisa meninggalkan ruang bawah tanah ini begitu saja. Tidak, sebelum ia mengetahui bahwa Siwon akan baik-baik saja hingga akhir pertarungan ini.

Saat sedang sibuk dengan pergulatan hati dan pikirannya, tiba-tiba telinga Yongri mendengar suara sirine mobil polisi. Ia mendongak dan melihat banyak penonton yang telah berlari kesana kemari untuk keluar dari ruang bawah tanah ini.

Yongri menatap Yeon dan Kyuhyun yang juga tampak panik karena mendengar suara sirine polisi yang semakin dekat. Ia merasakan Kyuhyun menggenggam tangannya dan Yeon, dan membawa mereka untuk keluar dari sana.

Namun saat Yongri menoleh dan melihat Siwon serta lawannya yang tampak tidak terganggu dengan kedatangan polisi, membuat wanita itu melepaskan tangan Kyuhyun.

“Yongri-ya, kita harus segera pergi!” Kata Kyuhyun dengan panik.

“Kalian pergilah lebih dulu. Aku akan menyusul bersama Siwon oppa.” Ucap Yongri dan kembali menghilang di kerumunan orang-orang.

Dengan susah payah Yongri melewati para penonton yang hendak keluar dengan panik. Wanita itu naik ke atas ring dan berdiri tepat di depan Siwon yang baru saja terkena pukulan. Wajah Siwon benar-benar berantakan dan membuat Yongri tidak dapat mengenalinya.

Yongri terkejut saat Siwon tiba-tiba saja memeluk kepalanya dan tubuhnya terguncang akibat Siwon yang sedang memberikan tendangan di perut James.

“Apa yang kau lakukan disini?!” Bentak Siwon marah.

“Polisi datang, oppa!” Kata Yongri dengan panik. Bau amis darah menyengat hidungnya, namun Yongri tidak peduli.

“Apa? Polisi?” Nampaknya James mendengar ucapan Yongri hingga membuat pria itu segera turun dari ring dan berlari pergi.

“Sial!” Umpat Siwon sembari menarik Yongri turun dari ring dan berlari untuk pergi dari ruang bawah tanah itu.

“Oppa, kita mau kemana?” Tanya Yongri saat mereka melewati arah yang berlawanan dengan pintu masuk The Darkness.

“Diam dan ikuti saja aku.” Perintah Siwon.

Yongri menguatkan kakinya untuk menyeimbangkan langkah panjang kaki Siwon. Ia melihat pria itu meraih sebuah kaos tanpa lengan dari sebuah kursi dan mereka berlari ke tempat yang sepi. Yongri tidak tahu apakah karena orang-orang tidak mengetahui jalan keluar ini atau mereka semua sudah meninggalkan The Darkness.

Siwon membawanya untuk keluar dari sebuah jendela yang terbuka. Yongri memekik saat Siwon tiba-tiba saja mengangkatnya dan membantunya untuk keluar. Yongri langsung menahan kedua tangannya di pembatas jendela. Ia merasakan Siwon mendorongnya dari bawah hingga akhirnya Yongri bisa keluar dari sana.

Yongri merasa beruntung karena ia berhasil melompat dan mendarat dengan sempurna. Jika salah satu saja kakinya tidak berpijak di tanah dengan benar, Yongri yakin ia tidak akan bisa pulang ke rumah dengan selamat setelah ini.

Beberapa saat kemudian Siwon menyusul dan keluar dari ruang bawah tanah itu. Pria itu telah memakai kaosnya untuk menutupi beberapa luka di badannya. Siwon menggenggam tangan Yongri dan kemudian kembali membawa wanita itu berlari.

Yongri tidak tahu telah berapa lama mereka berlari, karena kakinya terasa seperti agar-agar saat ini. Ia tidak sanggup berlari lagi dan beruntung karena Siwon membawanya untuk bersembunyi di sebuah semak-semak.

Yongri tidak tahu dimana mereka berada saat ini. Karena telinganya masih dapat mendengar sirine mobil polisi, Yongri menebak jika mereka berada tidak jauh dari The Darkness.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon saat melihat salah satu tangan Yongri bertumpu di tanah.

“Aku baik-baik saja. Hanya saja kakiku bergetar seperti jeli saat ini.” Jawab Yongri dengan nafas terengah. Siwon tertawa pelan mendengar jawaban wanita itu.

“Dimana Yeon dan Kyuhyun?” Tanya Siwon kemudian saat tersadar. Tawa diwajahnya menghilang digantikan dengan ekspresi panik.

“Mereka sudah keluar lebih dulu. Mungkin–” Yongri tidak bisa menyelesaikan ucapannya saat merasakan ponselnya bergetar.

Yongri mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dengan susah payah.

“Dari Yeon.” Kata Yongri sebelum akhirnya menjawab panggilan tersebut.

“Halo.”

Yongri-ya, kau dimana?! Aku dan Kyuhyun sudah di dalam mobil dan meninggalkan The Darkness. Kau dan Siwon oppa dimana? Biar kami menjemputmu.

“Aku dan Siwon oppa sedang bersembunyi di semak-semak. Lebih baik kalian pulang dan tunggu kami di apartement. Jika kalian kembali ke sini, polisi bisa saja menangkap kalian.”

Bagaimana bisa aku meninggalkan kalian?!

“Tidak apa-apa, Yeon. Kami akan segera pulang.”

Kau yakin?

“Ya. Pulanglah bersama Kyuhyun.”

Baiklah. Berhati-hatilah, Yongri-ya. Aku akan menunggu kalian.

“Ya. Kalian juga hati-hati di jalan.”

“Dimana Yeon?” Siwon langsung bertanya setelah sambungan terputus.

“Dia dan Kyuhyun sudah meninggalkan The Darkness dan sedang di jalan untuk pulang.” Jawab Yongri.

“Ya! Kau seharusnya mengikuti mereka. Bagaimana bisa kau malah naik ke atas ring dan hampir saja mendapatkan pukulan dari raksasa itu?!” Omel Siwon. Yongri membekap mulut Siwon.

“Yah, pelankan suaramu. Kita bisa tertangkap.” Bisik Yongri dengan panik.

Siwon menjauhkan tangan Yongri dari mulutnya.

“Kenapa wajahmu basah? Kau menangis?” Tanya Siwon.

Yongri segera mengusap wajahnya.

“Kau dan raksasa itu terlalu fokus saling memukul. Kalian bahkan tidak mendengar sirine polisi. Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendiri?!” Yongri mencoba menahan suaranya agar tidak berteriak.

“Tapi kau membahayakan dirimu!” Balas Siwon.

Yongri menatap Siwon dan meringis. Wajah pria itu terdapat luka dimana-mana. Bahkan darah segar masih mengalir dari pelipis Siwon. Mata pria itu bengkak sehingga membuatnya sulit untuk membuka mata.

“Lihat wajahmu.” Lirih Yongri.

Yongri membuka kardigan yang digunakannya. Ia menggulung kardigan tersebut di telapak tangannya dan kemudian menggunakannya untuk mengusap darah di wajah Siwon. Ia melakukannya dengan sangat perlahan karena takut menyakiti Siwon.

Walaupun matanya terasa sulit terbuka saat ini, tetapi Siwon masih mampu melihat wajah Yongri dengan jelas. Kening wanita itu berkerut dan terus meringis pelan setiap mengusap darah di wajah Siwon. Padahal jelas-jelas Siwon yang terluka dari dirinyalah yang seharusnya meringis.

“Aku benar-benar bersyukur polisi datang.” Gumam Yongri membuat Siwon tersenyum kecil. Bibirnya yang robek membuatnya tidak bisa tersenyum dengan leluasa.

Siwon menghela nafas dan menatap wajah serius Yongri. Kenapa saat ini wanita itu terlihat sangat cantik? Perpaduan wajah panik, ngeri dan juga lega membuat Yongri tampak begitu luar biasa. Walaupun langit dalam keadaan gelap, Siwon masih bisa menikmati kecantikan Yongri dengan leluasa.

Dan kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar dengan begitu kencang hanya karena menatap wajah wanita itu? Apa yang terjadi padanya?

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

72 thoughts on “Heartbeat – Part 5

  1. Hmmm.. ternyata msh kuat imannya ya Mr Choi ini, good… tpi nyosor cium mah ga kuat ya.. haha πŸ˜…πŸ˜…
    Driku jg senyam senyum.. ketularan Siwon.. hihi 😊😊
    Bner bgt, ga ada kamusnya adek kakak berciuman.. so, resmikanlah hubungan kalian.. uhuy dah.. 😍😘
    Nahh… Heartbeat nya udah mulai nih… dua2nya lgi..
    Lnjut… lnjut… Gomawo 😊

  2. Yongri jadi malu malu kucing sama siwon
    Hahaha
    “Kau akan berhenti menganggapmu sebagai adik ku”

    Wah wah wah
    Itu sudah kode” cinta dari siwon oppa

  3. Klo Siwon udah jelas bgt klo dia mulai suka sma Yongri. Bukan adek kakak lagi nih yah. Dan kyanya perlahan2 Yongri mulai ngelupain Kyuhyun deh, buktiny aja sekarang dia kya lebih mentingin Siwon dri pada Yeon sma Kyuhyun. Lanjut author !! Semangat!!

  4. Ah leganya polisi datang😣 sumpah pasti yong dag dig dug bgt ya liat siwon tanding ama kingkong gitu😭 tp aku seneng deh, di part ini keknya yong udh mulai teralihkan perasaannya ke Siwon, Siwin jg mulai ada rasa sama Yong, aku harap mereka bisa bersama selamanyaaa^^ semangat kaaaak

  5. Oalahh gregett banget liat mereka seperti itu😍 cieee kayaknya mereka udah fall in love yahπŸ˜‚ semoga makin ada kemajuan dalam hubungan mereka😍😍😍

  6. Aku kira siwon bakal mengabulkan permintaannya yongri, ternyata otaknya masih waras gak gila seperti permintaannya yongri.
    Syukurlah imannya siwon masih kuat untuk saat ini, catat ya UNTUK SAAT INI

  7. Unch unchh unchhh sdh pada menyadari perasaan masing2 mskpn samar. Buat mereka cepat jadian thor.. jd gasabar nunggu part slanjutnya.

  8. Cie cie ada yang sedang jatuh cinta πŸ˜‰ πŸ˜€ nah gitu dong yongri move on πŸ™‚ buka hatimu untuk siwon oppa kkk kan perasaanmu takkan terluka lagi πŸ™‚ berharap yeon takkan membenci yongri karena yongri disini tidak sepenuhnya salah πŸ˜₯

  9. Hahahh cukup terkejut akutuh, trnyata diprotect. Yaudah lah Yongri sedikit2 lupa sma Kyuhyun, knp harus sedih2 sih kan ada Siwon tuh hahahh… Si Kyuhyun gimana sih udah sma Yeon yaudah sihh, tinggal dukung Yongri sma Siwon. Masalahnya mulai tumbul nih, benih2 lope lope juga muncul… Yaa makin sweet, semangat lanjutin author^^

  10. Wahhh.. sepertinya yongri udah mau move on ya dri kyuhyun.. dan juga mulai ada perasaan ama siwon
    siwonnie juga sama..
    wahh gk sbar bca part slnjutnya
    semangat kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s