Heartbeat – Part 3

Author

Choineke

Title

Heartbeat

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC), others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–My heart is beating so fast just because of you–

——

Author POV

Siwon menoleh saat mendengar helaan nafas panjang Yongri untuk kesekian kalinya. Ia melihat wanita itu sedang tersenyum sembari menatap air laut. Mereka duduk di atas pasir dengan pakaian setengah kering. Rambut pendek Siwon terlihat acak-acakan akibat ulah pria itu sendiri.

“Tidak bisakah kau berhenti menghela nafas?” Tanya Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Kenapa kau selalu melarangku melakukan ini dan itu?” Gerutu Yongri.

“Kali ini aku serius. Helaan nafasmu benar-benar mengganggu. Seolah kau tertekan karena berada didekatku.” Ucap Siwon membuat Yongri tertawa kecil.

“Bagaimana jika aku memang benar-benar tertekan berada di dekatmu?” Tanya Yongri.

Siwon menatap Yongri dengan kesal dan membuat wanita itu kembali tertawa.

Setelah Yongri berhenti tertawa, tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka. Suasana di sekeliling mereka terasa hening dan hanya terdengar hembusan angin. Karena masih pagi, tidak banyak orang yang berada di pantai tersebut.

“Aku mengenal Kyuhyun setahun belakangan ini.” Kata Yongri tiba-tiba.

Siwon menatap Yongri yang sedang tidak menatapnya.

“Dan aku sudah menyukainya sejak pertemuan pertama kami.” Lanjut Yongri membuat Siwon terkesiap.

Yongri menatap Siwon dan tersenyum kecil.

“Perusahaan Kyuhyun dan perusahaan tempatku bekerja melakukan kerja sama. Saat itulah aku bertemu dengannya untuk pertama kali. Dan jatuh cinta padanya.”

Yongri kembali menatap laut.

“Saat itu selama beberapa bulan tidak ada kontak apapun di antara kami selain tentang pekerjaan. Karena itulah aku mencoba untuk menghilangkan rasa sukaku padanya. Namun tiba-tiba beberapa bulan belakangan ini, aku dan Kyuhyun semakin dekat di luar pekerjaan kami.”

“Kami sering makan malam bersama. Dia juga sering menjemputku di tempat kerja. Dan Kyuhyun sangat perhatian padaku. Begitu banyak yang kami lakukan bersama hingga aku berpikir jika Kyuhyun juga telah menyukaiku.”

Yongri menghentikan ucapannya untuk beberapa saat.

“Namun ternyata aku salah dan terlalu percaya diri. Sekali pun Kyuhyun tidak pernah menyukaiku.” Ujar Yongri dengan tersenyum miris.

“Yongri-ya..”

“Kenapa harus Yeon?” Yongri menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca.

“Aku bisa menerima jika Kyuhyun berkencan dengan wanita lain. Tetapi kenapa Yeon? Kenapa Yeon yang harus berkencan dengan Kyuhyun, oppa?” Tanya Yongri.

“Bahkan setelah berkencan dengan Yeon, Kyuhyun masih menunjukkan perhatiannya padaku. Walaupun semua itu ia lakukan karena kami berteman. Namun tetap saja perhatiannya itu membuat jantungku berdebar. Membuatku berpikir jika aku masih memiliki harapan walaupun hanya sedikit.”

“Menurutmu, bagaimana bisa aku melupakan Kyuhyun jika dia selalu berkeliaran di dekatku?”

Suara Yongri terdengar sedih dan putus asa di saat bersamaan. Saat itulah Siwon menyadari jika Yongri pun merasa frustasi dengan rasa sukanya pada Kyuhyun. Jika memiliki pilihan pun, wanita itu mungkin ingin menghilangkan perasaannya pada Kyuhyun.

“Temukanlah pria lain untuk kau sukai agar kau bisa melupakan Kyuhyun.” Ucap Siwon.

“Jika kau menjadi aku, bisakah kau menyukai orang lain dan melepaskan seseorang yang telah kau sukai sejak lama begitu saja?” Tanya Yongri membuat Siwon terdiam.

——

Siwon dan Yongri pulang ke villa dalam keadaan hening. Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Karena nyatanya Siwon tidak bisa berkata apapun setelah mendapatkan pertanyaan yang tidak terduga dari Yongri tadi.

Jika Siwon memang benar-benar harus menjawabnya, maka jawabannya adalah tidak bisa. Tetapi Siwon tidak bisa mengatakan hal tersebut pada Yongri. Yongri bisa saja salah paham dan berpikir jika Siwon mendukungnya untuk memperjuangkan Kyuhyun.

Sedikit banyak Siwon mulai bisa memahami apa yang dirasakan Yongri. Dan Siwon juga tidak bisa menyalahkan wanita itu, karena dia jauh lebih dulu menyukai Kyuhyun daripada Yeon. Tetapi pada kenyataannya, Kyuhyun tidak menyukai Yongri. Dan Siwon tidak bisa membenarkan perbuatan Yongri apabila wanita itu berniat merebut Kyuhyun dari Yeon.

Dan saat ini, Siwon tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Siwon menghentikan langkahnya saat melihat Yongri yang berhenti berjalan didepannya. Pria itu hampir saja bertanya ‘kenapa’ sebelum telinganya menangkap sebuah tawa bahagia entah dari mana.

Siwon mencoba menajamkan telinganya. Dan ia menyadari jika tawa itu berasal dari Yeon dan Kyuhyun. Siwon juga dapat mendengar jika terdapat pembicaraan yang cukup intim di antara sepasang kekasih tersebut. Sepertinya mereka tidak menyadari jika Siwon dan Yongri sudah pulang.

Siwon memegang kedua bahu Yongri dan memutarnya hingga wanita itu menatapnya. Ia dapat melihat jika wajah Yongri yang terlihat kebingungan. Siwon tersenyum padanya.

“Mau sarapan denganku di luar?” Tanya Siwon.

Awalnya Siwon berpikir jika Yongri akan menolaknya. Namun wanita itu menganggukkan kepalanya. Membuat Siwon tersenyum lega dan membawa Yongri meninggalkan villa.

“Apa kau tahu sebuah tempat untuk sarapan?” Tanya Yongri.

Siwon menatap Yongri sesaat sebelum akhirnya mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai. Ia tersenyum saat melihat beberapa pondok yang menjual berbagai macam makanan.

“Di sana banyak makanan.” Tunjuk Siwon.

Yongri kembali mengangguk dan berjalan lebih dulu meninggalkan Siwon. Siwon menatap punggung mungil Yongri dengan bingung. Ia merasa Yongri terlalu penurut saat ini.

Ada apa? Apakah wanita itu telah menyerah pada Kyuhyun? Tetapi ucapannya saat di pantai tadi memperlihatkan jika Yongri tidak ingin menyerah.

Mereka memesan makanan dan kemudian mencari tempat duduk yang kosong. Baru beberapa saat duduk, Yongri sudah kembali berdiri.

“Aku ingin ke kamar mandi.” Kata Yongri.

“Apa yang ingin kau lakukan di sana? Menangis?” Tebak Siwon langsung.

Yongri tampak terkejut dengan tebakan Siwon. Namun kemudian wanita itu tersenyum kecil.

“Kenapa aku harus menangis di sana? Aku bisa menangis disini, di depanmu, jika aku mau.” Ujar Yongri.

“Kau yakin jika kau baik-baik saja?” Tanya Siwon.

“Aku baik-baik saja, oppa.” Jawab Yongri dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Siwon.

Siwon menatap kepergian Yongri dengan perasaan tidak tenang. Perhatiannya teralihkan saat mendengar sebuah ponsel berbunyi di atas meja. Siwon menatap ponsel tersebut dan berdecak pelan.

“Dasar wanita ceroboh. Dia tidak membawa ponselnya.” Gerutu Siwon sembari mengambil ponsel Yongri.

Seharusnya Siwon tidak terkejut melihat Haesung yang menghubungi Yongri. Namun nyatanya Siwon tidak bisa menutupi keterkejutannya. Sepertinya temannya itu bersungguh-sungguh ingin mendekati Yongri.

Seharusnya Siwon tidak menerima panggilan itu, namun Siwon seolah tidak mampu menahan jarinya untuk tidak bergerak di layar ponsel.

Yongri-ssi..

“Selamat pagi juga, Kim Haesung.” Sapa Siwon.

Choi Siwon?

“Ya.”

Kenapa pagi-pagi seperti ini kau bersama Yongri?

“Kenapa kau menghubunginya pagi-pagi seperti ini?”

Sialan! Kau tahu jika aku sedang melakukan pendekatan dengannya. Aku harus sering-sering menghubunginya.

“Ah, begitu rupanya.”

Sekarang jawab pertanyaanku. Kenapa kau bersama Yongri? Dan dimana Yongri?

Siwon menghela nafas dan menatap laut di depannya.

“Kami sedang berlibur bersama. Dan saat ini Yongri sedang berada di kamar mandi.”

Berdua saja?! Ya! Bagaimana bisa kau–

“Yeon dan kekasihnya juga ada disini.” Sela Siwon.

Selama beberapa saat tidak ada jawaban apapun dari Haesung. Membuat Siwon menjauhkan ponsel Yongri dari telinganya, untuk melihat apakah telepon masih tersambung atau tidak.

“Halo?”

Kenapa kau tidak mengajakku?” Tanya Haesung.

“Untuk apa?”

Tentu saja agar aku bisa lebih dekat dengan Yongri.

“Ya! Jika yang kau maksud dekat adalah dengan menidurinya, aku akan mematahkan lehermu.” Ancam Siwon dengan bersungguh-sungguh.

Tidak seperti itu.” Bantah Haesung diakhiri dengan tawa ringan. Membuat Siwon berpikir bahwa itulah rencana Haesung yang sesungguhnya.

“Aku sudah katakan padamu jika kau menyakitinya aku akan membunuhmu.”

Aku tahu, Siwon-ah. Sudahlah. Katakan pada Yongri jika aku menghubunginya.

“Aku akan menyampaikannya.” Kata Siwon dengan setengah hati dan kemudian mengakhiri panggilan.

“Siapa yang meneleponku?” Tanya Yongri membuat Siwon terkejut.

Siwon menaruh kembali ponsel Yongri di atas meja.

“Haesung.” Jawab Siwon sembari mulai memakan sarapannya.

“Syukurlah kau menjawabnya.” Gumam Yongri.

Siwon mendongak dan tampak terkejut mendengar gumaman wanita itu.

“Kenapa?”

Yongri mengaduk-aduk makanannya.

“Temanmu orang yang baik. Tetapi dia membuatku tidak nyaman. Aku harus selalu memberinya kabar di setiap kegiatan yang kulakukan. Padahal aku tidak selalu memegang ponsel.” Ucap Yongri dengan tersenyum kecil.

Siwon menatap Yongri dalam diam. Perasaan bersalah perlahan-lahan merambat di dalam hatinya. Jika ia tidak memaksa Yongri untuk berkencan dengan Haesung, Yongri tidak akan merasa tidak nyaman seperti ini.

“Maaf.” Ujar Siwon membuat Yongri menatapnya.

“Aku akan memintanya berhenti mengganggumu.”

“Tidak perlu!” Tolak Yongri langsung. Wanita itu mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Seperti kata dirimu, aku membutuhkan pria lain untuk melupakan Kyuhyun. Jika kau menyuruh Haesung berhenti menggangguku, aku mungkin akan benar-benar merebut Kyuhyun dari Yeon.” Jelas Yongri sembari menatap Siwon dengan serius. Hingga membuat Siwon tertegun mendengarnya.

——

–Seoul, Korea Selatan–

Yoo Taehwan tersenyum senang saat melihat anak buahnya–yang memiliki bobot tubuh sangat besar–memenangkan pertarungan di The Darkness. Ia bertepuk tangan dengan meriah hingga menyatu dengan tepukan penonton lainnya yang menyaksikan pertarungan.

Meninggalkan kursi kebesarannya, Taehwan naik ke atas ring dan memeluk anak buahnya yang berkeringat dan memiliki beberapa luka diwajahnya. Ia menepuk punggung anak buahnya itu dengan begitu bangga.

“Aku akan memberikan uang yang banyak untukmu, James.” Ucap Taehwan masih dengan senyum penuh kemenangan.

“Terima kasih, bos.” Sahut James sembari membungkukkan badannya.

“Tuan Yoo.” Taehwan menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya.

“Ada apa, Jewook-ah?”

“James memenangkan pertarungan selama tiga hari berturut-turut karena Siwon tidak ada di sini. Apakah menurutmu kemenangan beruntun itu mampu membuatnya mengalahkan Siwon agar menjadikannya orang nomor satu di The Darkness?” Tanya Jewook sembari menatap Taehwan dengan ngeri.

Taehwan tertawa sembari merangkul Jewook yang menundukkan kepalanya. Walaupun bosnya itu tertawa, tawanya selalu terdengar mengerikan. Hingga Jewook lebih memilih untuk tidak mendengar tawa Taehwan.

“Dia tidak harus mengalahkan Choi Siwon untuk menjadi orang nomor satu di sini, Jewook-ah.” Jawab Taehwan membuat Jewook merasa bingung.

Taehwan menghentikan tawanya dan mendekatkan mulutnya pada telinga Jewook.

“Lakukan apapun untuk membuat Siwon tidak bisa kembali ke Seoul.” Bisik Taehwan hingga mata Jewook melebar.

“T–tuan Yoo..”

Taehwan kembali tertawa dan menepuk bahu Jewook dengan keras.

“Kenapa kau terlihat takut seperti itu, Jewook-ah? Aku hanya bercanda.” Kata Taehwan masih dengan tertawa.

Jewook mengusap keringat yang mengalir dipelipisnya.

“Pertarungan ini tidak akan seru jika Siwon mati begitu saja. James adalah orang terakhirku yang akan bertarung dengan Siwon. Jika James kalah, saat itulah kematian Siwon semakin dekat.” Ucap Taehwan dengan penuh penekanan.

——

–Jeju, Korea Selatan–

Beberapa hari sebelum pulang ke Seoul, Siwon, Yongri, Kyuhyun dan Yeon memutuskan untuk mengunjungi Jeju Folk Village Museum. Merupakan desa buatan yang sengaja didirikan di area seluas 40 acre dengan meniru konsep pendesaan pada tahun 1890–an.

Atraksi utama yang ditawarkan oleh museum terbuka ini adalah replika dari kebudayaan zaman kuno Korea. Ada 117 pondok, rumah, dan fasilitas umum ala zaman kerajaan yang bisa ditemui disana.

Mengunjungi museum tersebut membuat mereka merasa melangkah ke dalam film kolosan Korea dengan setting zaman kerajaan. Membuat mereka seolah tersesat di masa lalu dengan pakaian yang sangat modern.

“Luar biasa. Aku seperti sedang syuting sebuah film.” Ucap Yeon.

“Oppa, tidakkah aku terlihat seperti seorang artis?” Tanya Yeon membuat Siwon mencibir.

“Kyuhyun-ah, ayo, kita berfoto di sana.” Tunjuk Yeon pada sebuah tempat yang tampak seperti pasar di masa lalu.

Kyuhyun mengangguk dan mengikuti Yeon dari belakang, begitu pun dengan yang lainnya.

“Yongri-ya, bisakah kau memfotoku disini bersama Kyuhyun?” Pinta Yeon.

Yongri menatap Yeon sesaat sebelum akhirnya mengangguk. Ia mengambil ponsel Yeon dan mulai mengabadikan foto sepasang kekasih itu. Yongri tahu bahwa ia tidak seharusnya berkhayal, tetapi ia berharap dirinyalah yang sedang dirangkul oleh Kyuhyun saat ini.

“Satu..dua..tiga..” Yongri tersenyum kecil saat melihat betapa serasinya Yeon dan Kyuhyun.

“Lihat! Aku sangat cantik disini. Kau seharusnya berterima kasih karena memiliki kekasih yang cantik, Kyuhyun.” Canda Yeon membuat Kyuhyun tertawa.

“Pergilah ke sana, Yongri-ya. Berfoto bersama Kyuhyun.” Ucap Yeon sembari mendorong Yongri.

“Apa?! Tidak, aku–“

“Yah, kita harus mengabadikan foto di tempat ini dengan semuanya. Kau akan menyesal jika tidak berfoto disini.”

“Aku tahu. Aku bisa berfoto seorang diri–“

“Kemarilah, Yongri-ya.” Kyuhyun melambaikan tangannya pada Yongri.

Yongri menatap Yeon dan Kyuhyun bergantian. Astaga, dia sangat ingin berfoto di samping Kyuhyun. Tetapi jika ia melakukannya, Yongri takut ia akan melakukan hal fatal seperti memeluk Kyuhyun.

“Aku–“

“Sudah, sana!” Yeon mendorong Yongri dan mulai membidik kamera ponselnya.

“Ya! Kenapa berjauhan seperti itu?! Kalian terlihat seperti musuh daripada teman!” Komentar Yeon dengan geli.

Yongri melirik Siwon yang sedang menatapnya. Jika Siwon tidak ada di sana, ia mungkin sudah menempel di dada Kyuhyun. Yongri benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Namun perlahan-lahan kaki Yongri melangkah untuk mendekati Kyuhyun. Mata Yongri melebar saat merasakan Kyuhyun merangkulnya. Ia mendongak dan melihat Kyuhyun sedang tersenyum padanya.

Belum selesai keterkejutan Yongri atas sikap Kyuhyun, ia kembali dikejutkan oleh Siwon yang tiba-tiba saja sudah berada disisinya yang kosong dan ikut merangkulnya. Demi Tuhan! saat ini ia sedang dirangkul dua pria yang sangat-sangat tampan.

“Posisi yang bagus! Lihat kemari kalian semua!” Instruksi Yeon dengan wajah berbinar.

Yongri menatap kamera ponsel Yeon dan mencoba tersenyum. Bibrinya terasa sangat kaku. Yongri berharap senyumnya tidak terlihat aneh dan mengacaukan hasil foto.

“Yongri-ya, kau terlihat sangat cantik disini.” Puji Yeon sembari menunjuk ponselnya.

Kyuhyun melepaskan rangkulannya pada Yongri dan berjalan menghampiri Yeon. Yongri menundukkan kepalanya dan tersenyum miris. Sampai kapan ia akan berharap lebih atas semua sikap Kyuhyun padanya? Kyuhyun hanya menganggapnya seorang teman. Tidak lebih.

“Apa yang kau pikirkan?” Bisik Siwon sembari mengguncang bahu Yongri.

Yongri tersentak dan menatap Siwon dengan bingung.

“Oppa, tetap rangkul Yongri seperti itu. Aku akan mengambil foto kalian.” Ujar Yeon dengan tersenyum lebar.

“Mereka benar-benar cocok bersama. Benar ‘kan, Kyuhyun-ah?” Tanya Yeon.

“Benarkah?” Gumam Kyuhyun sembari menatap Yongri di ponsel Yeon.

“Aku sudah lama ingin menjodohkan mereka. Tetapi mereka tidak mau. Namun akhir-akhir ini aku melihat mereka sering bersama. Apakah menurutmu ada harapan untuk keduanya?” Yeon menatap Kyuhyun yang tampak tidak fokus.

“Kyuhyun-ah?”

“Ya?”

“Kau tidak mendengarku?”

“A–apa yang kau katakan?”

Yeon memutar bola matanya.

“Aku membicarakan Siwon oppa dan Yongri.” Tukas Yeon.

“Ah, benar. Kau tidak perlu menjodohkan mereka. Jika mereka memang ditakdirkan bersama, mereka akan menyatu dengan sendiri.” Ucap Kyuhyun sebelum akhirnya berjalan menjauh.

Yeon menatap punggung Kyuhyun dengan bingung. Merasa ada yang aneh, namun ia tidak mengetahuinya.

“Kenapa kau melamun?” Tanya Siwon yang telah berdiri di samping Yeon.

“Aku hanya merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun.” Jawab Yeon. Siwon berdecak pelan.

“Saat itu kau bilang Yongri terlihat aneh, sekarang Kyuhyun terlihat aneh. Ada apa denganmu?” Siwon terlihat bingung.

“Entahlah, oppa. Aku hanya merasa..aneh.”

Yeon menggandeng lengan Siwon dan mereka berjalan perlahan untuk menyusul Kyuhyun dan Yongri yang berada di depan mereka.

“Terkadang aku merasa Kyuhyun sangat mencintaiku. Tetapi terkadang aku juga merasa jika dia hanya sedikit mencintaiku.” Ucap Yeon.

“Perasaanmu saja.” Kata Siwon menenangkan.

“Setelah dipikir-pikir, aku dan Kyuhyun memang kurang melakukan pendekatan. Kami menjadi sepasang kekasih hanya setelah satu bulan berkenalan. Sepertinya karena itulah aku seolah belum bisa membaca sikap dan sifat Kyuhyun dengan baik.” Keluh Yeon.

“Perlahan-lahan kau akan memahaminya saat hubungan kalian semakin dalam.”

“Bagaimana jika tiba-tiba Kyuhyun memutuskanku?” Tanya Yeon tiba-tiba dengan ngeri.

“Ya!” Siwon menatap Yeon dengan garang.

“Jangan berpikiran aneh. Kyuhyun sangat mencintaimu. Aku tahu itu.” Ujar Siwon sembari mengacak rambut Yeon.

“Jika Kyuhyun menyakitiku, kau bersedia memukulnya untukku ‘kan, oppa?” Pinta Yeon.

“Tentu saja. Hingga Kyuhyun menyesal karena telah menyakitimu.” Sahut Siwon langsung.

Yeon tersenyum dan wajahnya tampak kembali bahagia.

——

Yeon mengetuk pelan pintu kamar Yongri. Saat sayup-sayup ia mendengar suara Yongri yang berkata ‘masuk’, Yeon memutar kenop pintu dan membuka pintu kamar Yongri. Ia melihat Yongri tampak sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.

Dua hari lagi mereka memang harus pulang ke Seoul. Liburan hampir berakhir dan semuanya akan kembali melakukan aktifitas seperti biasa.

“Apa ada, Yeoni-ya?” Tanya Yongri saat melihat Yeon masuk ke dalam kamarnya.

“Tidak ada apa-apa. Apa aku menganggu waktumu?” Yeon berdiri dengan canggung di tengah-tengah kamar Yongri.

“Tentu saja tidak. Kemarilah. Kau bisa membantuku merapikan pakaian.” Ucap Yongri membuat Yeon mendengus, namun kemudian wanita itu tersenyum dan duduk di atas tempat tidur.

“Apa kau senang kita akan kembali ke Seoul?” Tanya Yeon.

Yongri menatap Yeon. Haruskah ia berkata jujur? Haruskah Yongri berkata jika ia senang mereka akan kembali ke Seoul? Karena ia tidak harus melihat kemesraan Yeon dan Kyuhyun lebih banyak lagi.

“Tentu saja tidak.” Dusta Yongri.

“Sudah aku duga jika kita memiliki pemikiran yang sama.” Timpal Yeon.

“Tetapi kita harus kembali.” Sahut Yongri membuat Yeon mengangguk.

Selama beberapa saat, tidak ada pembicaraan di antara mereka. Yongri sibuk membereskan pakaiannya, dan Yeon yang sibuk memperhatikan apa yang sedang dilakukan Yongri.

Mereka memang sering menghabiskan waktu bersama walaupun tanpa pembicaraan sekalipun. Karena telah bersahabat sejak lama, sudah terlalu banyak pembicaraan yang mereka bicarakan. Namun mereka tetap merasa nyaman sekalipun tidak harus saling berbicara.

“Maafkan aku, Yongri-ya.” Ucap Yeon tiba-tiba membuat pekerjaan Yongri terhenti. Yongri menatap Yeon dengan bingung.

“Ada apa, Yeon? Kenapa kau tiba-tiba minta maaf?” Tanya Yongri.

Yeon tersenyum dan memainkan jari-jarinya.

“Selama ini aku bertanya-tanya kenapa sikapmu beruah menjadi aneh setelah aku dan Kyuhyun menjalin sebuah hubungan.” Ujar Yeon membuat tubuh Yongri menegang.

Kenapa tiba-tiba Yeon berbicara seperti itu?

“Berapa kalipun aku memikirkannya, aku benar-benar tidak menemukan jawabannya.”

“Y–yah, tidak ada apa-apa denganku.” Kilah Yongri sembari memaksakan senyumnya.

“Tidak. Aku tahu kau merasakan sesuatu.” Bantah Yeon.

Yongri merasa keringat mengalir di punggungnya.

“Jika Siwon oppa tidak mengatakannya padaku, aku tidak akan pernah mengetahuinya.” Kata Yeon membuat jantung Yongri berdetak dengan cepat.

Apa yang Siwon katakan? Apa yang diketahui oleh Yeon? Tidak. Siwon tidak mungkin mengatakan semuanya pada Yeon, kan? Yeon tidak mungkin mengetahui tentang perasaannya pada Kyuhyun, kan?

“Yeoni-ya..” Yongri mendekati Yeon dan duduk dihadapan sahabatnya itu.

“A–aku bisa menjelaskannya. Aku–“

“Aku tahu, Yongri-ya. Kau tidak perlu menjelaskan apapun.” Sela Yeon membuat Yongri semakin merasa panik.

“Maafkan aku, Yeon. Aku–“

“Kenapa kau minta maaf? Aku yang bersalah disini, Yongri-ya. Aku mengabaikanmu hingga membuatmu merasa kesepian.” Ucap Yeon membuat Yongri terdiam.

“Hanya karena aku memiliki kekasih, aku tidak seharusnya mengabaikanmu. Maaf. Aku hanya terlalu bahagia dengan hubunganku dan Kyuhyun.” Kata Yeon dengan wajah menyesal.

Yongri terus menatap Yeon. Apa yang sedang wanita itu katakan? Hal itukah yang diketahui oleh Yeon? Yeon berpikir jika Yongri kesepian karena wanita itu berkencan dengan Kyuhyun? Benarkah? Apakah itu berarti Yeon tidak mengetahui tentang perasaan Yongri pada Kyuhyun?

“Apa Siwon oppa mengatakan padamu jika aku kesepian?” Tanya Yongri memastikan. Yeon mengangguk.

Yongri mengusap wajahnya dan bernafas lega. Ia sempat berpikir jika persahabatannya dengan Yeon akan berakhir hari ini. Syukurlah karena Yeon tidak mengetahui apapun. Mungkin Yongri harus berterima kasih pada Siwon.

“Maafkan aku, Yongri-ya.” Ucap Yeon.

Yongri menatap Yeon dan berpura-pura kesal pada wanita itu. Entah sejak kapan Yongri merasa ia pandai bersandiwara.

“Kau memang keterlaluan. Kau melupakanku semenjak memiliki kekasih.” Keluh Yongri dan kemudian mengalihkan pandangannya dari Yeon.

“Aku salah. Maafkan aku, huh? Aku tidak akan mengabaikanmu lagi.” Janji Yeon.

“Aku tidak mempercayaimu.” Rajuk Yongri.

“Yongri-ya..”

Yongri melirik Yeon dan kemudian tertawa dengan senang. Bukan sebuah sandiwara, tetapi wanita itu benar-benar tertawa karena merasa lucu.

“Kenapa kau sampai seperti itu, bodoh? Aku baik-baik saja. Well, mungkin memang sedikit kesepian. Tetapi tidak apa-apa. Bagaimanapun kau tidak bisa mengabaikan kekasihmu.” Ucap Yongri dengan tawa yang mereda.

“Aku juga tidak boleh mengabaikanmu.” Gumam Yeon.

“Aku baik-baik saja, Yeon. Aku juga akan mencari kekasih dan mengabaikanmu.” Canda Yongri.

Yeon menatap Yongri dan tertawa pelan.

“Apa kau benar-benar akan berkencan dengan teman Siwon oppa?” Tanya Yeon.

“Entahlah.” Jawab Yongri sembari menaikkan kedua bahunya.

“Yah, kenapa? Ceritakan padaku.” Pinta Yeon sembari menggenggam kedua tangan Yongri.

Yongri menarik dan menghela nafas panjang, sebelum menatap Yeon.

“Kim Haesung pria yang baik. Dia juga tampan dan berasal dari keluarga terpandang. Secara fisik, dia tampak seperti pria yang sempurna.”

“Lalu?”

“Aku hanya tidak tahu apakah aku bisa menyukainya atau tidak. Karena hingga saat ini, aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Walaupun dia sering menghubungiku dan memberikan perhatian padaku. Aku tidak merasakan apapun.” Jelas Yongri.

“Sepertinya kau memang tidak menyukainya.” Komentar Yeon dan disambut anggukkan kepala oleh Yongri.

“Kalau begitu, lupakan dia. Berkencanlah dengan Siwon oppa!” Ujar Yeon membuat mata Yongri melebar.

“Ya! Kenapa kau terus memintaku berkencan dengan Siwon oppa?” Gerutu Yongri sembari melepaskan genggaman tangan Yeon.

“Kau tahu, sebenarnya sejak dulu aku menginginkannmu berkencan dengan oppa. Tetapi aku melihat kalian tidak terlalu dekat. Namun akhir-akhir ini sepertinya ada sesuatu di antara kalian.” Ucap Yeon menatap Yongri dengan curiga.

“T–tidak ada apapun di antara kami.” Kilah Yongri.

“Kalian sering menghabiskan waktu bersama.”

“Itu karena kau sering menghabiskan waktu bersama Kyuhyun!”

Yeon terdiam dan menyetujui ucapan Yongri barusan. Karena ia sering menghabiskan waktu bersama Kyuhyun, Yongri dan Siwon sama-sama harus saling menghabiskan waktu bersama jika mereka tidak ingin seorang diri saat liburan seperti ini.

“Ya, kau benar.” Gumam Yeon.

“Tidak ada perasaan semacam itu antara aku dan Siwon oppa. Lagipula aku tidak mau berkencan dengannya. Siwon oppa memiliki banyak musuh.” Ujar Yongri sembari berdiri dan kembali merapikan pakaiannya.

“Siwon oppa akan menjagamu jika memang seandainya kalian berkencan. Dia tidak akan membiarkan musuhnya menyakitimu.” Yeon membela Siwon.

“Aku tahu. Karena itulah aku tidak mau. Aku tidak mau seorang pria mengorbankan dirinya untukku.” Balas Yongri.

“Bagaimana bisa disebut pengorbanan? Bukankah sudah seharusnya menjaga kekasih sendiri?” Tanya Yeon.

Yongri menghela nafas dan menatap Yeon.

“Pada intinya, Jung Yeon, aku tidak mau berkencan dengan Siwon oppa. Pembicaraan selesai.” Tukas Yongri membuat Yeon memasang wajah cemberut.

“Baiklah.” Kata Yeon dan segera berdiri.

“Kyuhyun sedang tidur. Jadi, aku dan Siwon oppa ingin pergi sebentar. Kau mau ikut?”

“Pergi kemana? Apa kalian tahu tentang Jeju? Bagaimana jika kalian tersesat?”

“Yah, kita sudah hampir seminggu berada disini. Walaupun tidak sepenuhnya, aku dan Siwon oppa mengetahui tempat-tempat di sekitar villa ini. Aku ingin membeli oleh-oleh.” Jelas Yeon.

“Jadi, kau mau ikut?”

“Tidak. Kalian saja.” Tolak Yongri.

“Baiklah. Tolong jaga Kyuhyun untukku, ya.” Pinta Yeon dan segera meninggalkan kamar Yongri.

Membuat Yongri tertegun mendengar permintaan sahabatnya itu. Bagaimana bisa Yeon memintanya menjaga Kyuhyun? Apa Yeon sangat percaya pada Yongri? Apakah Yeon tidak berpikir jika suatu saat ia akan merebut Kyuhyun dari wanita itu?

“Kau harus menjaga priamu sendiri, Jung Yeon.” Gumam Yongri.

“Karena jika aku yang melakukannya, maka aku tidak akan pernah melepaskannya.” Ucap Yongri sembari menatap pintu kamar.

——

“Oppa, lihat! Aku cantik, kan?”

Siwon menoleh dan tersenyum saat melihat Yeon mencoba salah satu topi pantai. Adik sepupunya itu menunjukkan wajah imutnya yang membuat Siwon merasa gemas. Bahkan tanpa melakukannya, Yeon sudah terlihat sangat mengagumkan, menurut Siwon.

“Aku bukan Kyuhyun, berhenti menunjukkan wajah seperti itu!” Omel Siwon membuat Yeon mencibir pelan.

Siwon kembali tersenyum dan mengalihkan pandangannya. Ia menatap berbagai pernak-pernik yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh dari Jeju. Tetapi Siwon tidak tertarik untuk membelinya. Karena tidak ada orang-orang di Seoul yang begitu dekat dengannya hingga harus dibelikan oleh-oleh.

Siwon hanya menuruti keinginan Yeon yang merengek dan memintanya untuk menemani wanita itu. Pria itu menatap beberapa gantungan kunci dengan bentuk-bentuk yang unik. Juga dengan berbagai tulisan penyemangat untuk orang-orang yang putus asa.

Mata Siwon menatap sebuah gantungan kunci berbentuk love dan bertuliskan “Find Your Love” dengan ukiran yang unik. Tangannya terulur dan mengambil gantungan tersebut dari tempatnya. Siwon membalikkan bentuk love tersebut dan menemukan tulisan “Write here”.

“Belilah gantungan kunci itu.”

Siwon tersentak saat mendengar sebuah suara di sampingnya. Ia menoleh dan menemukan seorang pria paruh baya yang sepertinya pemilik toko. Pria itu menatapnya dengan tersenyum.

“Kenapa aku harus membelinya?” Tanya Siwon.

“Apa kau memiliki kekasih?” Pria itu bertanya balik dengan aksen Jejunya yang begitu kentara. Siwon menggeleng.

“Karena itu kau harus membelinya. Temukan cintamu dan tulis namanya di sana suatu saat nanti.” Ucap pria itu sembari menatap gantungan kunci di tangan Siwon.

“Aku tidak tahu dari mana orang-orang mempercayainya, tetapi banyak yang berpikir jika kau menuliskan namanya di sana, maka hubungan kalian akan abadi selamanya.” Jelas pria itu.

Siwon menatap gantungan kunci di tangannya. Jempolnya mengusap-usap bentuk tersebut dan merasakan tekstur kayu yang halus. Dirinya sedang menimbang untuk membeli gantungan tersebut atau tidak.

“Apa yang sedang kau lihat, oppa?” Yeon tiba-tiba muncul dan merangkulnya.

Siwon belum sempat menjawab pertanyaan Yeon karena ponsel di saku celananya berbunyi. Ia mengeluarkan ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.

“Aku harus menerima telepon ini.” Kata Siwon sembari memberikan gantungan kunci yang dipegangnya pada Yeon.

“Kenapa kau memberiku ini? Kau ingin membelinya?” Tanya Yeon.

Siwon menatap Yeon untuk beberapa saat.

“Ya. Aku ingin membelinya.” Jawab Siwon kemudian dan langsung berjalan keluar meninggalkan toko.

Siwon langsung menerima panggilannya setelah berada di luar.”

“Ya, Yeonho-ssi?”

Siwon-ssi, kapan kau akan kembali ke Seoul?

“Ada apa?”

Kau tidak rindu bertarung? Selama kau pergi Yoo Taehwan menguasai The Darkness.

Siwon tersenyum saat mendengar nama Yoo Taehwan dari Yeonho. Yeonho adalah salah satu pengurus The Darkness yang dekat dengan Siwon.

“Biarkan saja.”

Biarkan saja?

Yah, aku tidak menyukainya. Dia menganggap anak buahnya begitu hebat karena kau tidak ada disini. Lagipula The Darkness bukan miliknya!

“The Darkness juga bukan milikku.” Sahut Siwon.

Aku tahu. Karena itulah aku menyukaimu. Walaupun kau pertarung terbaik disini, kau tidak pernah bersikap sombong. Tetapi Yoo Taehwan berbeda. Dia benar-benar..menyebalkan.

Siwon kembali tersenyum.

“Aku akan kembali dua hari lagi.”

Terima kasih, Tuhan. Aku akan segera membuatkan jadwal pertarungan untukmu.

“Aku tidak ingin langsung melawan anak buah Yoo Taehwan.”

Kenapa?

“Aku baru saja kembali. Aku membutuhkan pertarungan kecil saja.”

Lihat, lihat. Kau selalu bersikap rendah diri. Sayangnya aku tidak akan mengabulkan keinginanmu. Orang-orang disini sudah sangat merindukan pertarungan spektakuler darimu.

“Yeonho-ssi..”

Aku tidak menerima penolakkan. Maaf mengganggu liburanmu. Sampai bertemu dua hari lagi, Siwon-ssi.

“Yeonho-ssi. Yeonho–“

Siwon menatap ponselnya dan berdecak pelan. Ia tidak mengerti kenapa orang-orang itu sangat menyukai pertarungannya. Apakah mereka begitu menyukai dirinya yang memukul orang lain? Ataukah mereka menyukai dirinya yang terkena pukul? Benar-benar menyebalkan.

“Oppa.”

Siwon memasukkan ponselnya ke dalam saku dan menoleh.

“Sudah selesai?” Tanya Siwon. Yeon mengangguk.

“Ini milikmu.” Ucap Yeon sembari memberikan gantungan kunci pada Siwon.

“Kenapa memberikannya padaku?” Tanya Siwon bingung.

“Kau bilang ingin membelinya.” Jawab Yeon dengan melotot.

Siwon tersentak dan teringat bahwa ia memang ingin membelinya. Tetapi setelah memikirkannya lagi, untuk apa ia membelinya? Ia memang ingin memiliki kekasih, tetapi keinginannya itu tidak melebihi lima puluh persen.

“Kenapa? Apa kau sudah menemukan cintamu?” Goda Yeon sembari menaik-naikkan alisnya. Siwon mendelik kesal padanya.

“Apakah Yongri?” Tebak Yeon.

“Ya!” Siwon memukul pelan kepala Yeon.

“Kenapa kau selalu berbicara omong kosong?” Omel Siwon.

“Kenapa kalian sama-sama bersikap jual mahal? Menyebalkan!” Rajuk Yeon.

“Siapa yang bersikap jual mahal? Kau saja yang selalu berbicara dengan asal.”

“Lihat saja! Jika suatu saat nanti kalian menjadi sepasang kekasih, aku akan menjadi orang pertama yang menertawakan kalian!” Ucap Yeon sembari berjalan meninggalkan Siwon.

Siwon menatap punggung Yeon sambil memikirkan ucapan wanita itu. Ia dan Yongri menjadi sepasang kekasih? Tanpa sadar pria itu tersenyum sinis. Sepertinya itu salah satu hal yang tidak akan mungkin pernah terjadi di dunia ini.

——

Yongri duduk seorang diri di ruang makan sembari menikmati salad buatannya sendiri. Siwon dan Yeon belum kembali dari kegiatan belanja mereka. Dan Kyuhyun masih menikmati tidur siangnya.

Membayangkan bahwa hanya ada dirinya dan Kyuhyun di villa itu membuat Yongri senang. Namun tetap saja tidak ada yang bisa ia lakukan untuk memanfaatkan waktu berharga ini. Yongri tetap harus seorang diri karena ia tidak bisa mengganggu waktu istirahat Kyuhyun.

Yongri memasukkan sepotong apel ke dalam mulutnya sembari memainkan ponselnya. Sesekali ia tersenyum saat melihat pesan-pesan yang ditinggalkan teman-teman dikantornya. Mereka meminta agar Yongri cepat pulang karena ketua tim mereka sedang menggila.

Dan hanya Yongri yang bisa menjinakkan ketua timnya itu. Karena sepertinya ketua timnya di kantor menyukainya. Hanya saja Yongri tidak memiliki perasaan apapun pada pria itu. Yongri sudah meyakinkan dirinya untuk tidak berkencan dengan pria yang berada di kantor yang sama dengannya.

Karena Yongri yakin jika ia melakukannya, ia akan merusak karir yang telah dibangunnya.

“Apa yang begitu menarik hingga kau terus tersenyum?”

Yongri tidak bisa menutupi keterkejutannya saat mendengar sebuah suara. Jantungnya berdetak dengan cepat karena benar-benar terkejut. Ia tidak menyadari kedatangan Kyuhyun sama sekali.

“Tidak bisakah kau sedikit bersuara saat datang ke sini?” Rajuk Yongri.

Yongri kembali menatap ponselnya dan mencoba untuk mengabaikan penampilan menawan Kyuhyun yang baru saja bangun tidur. Pria itu menggunakan kaos tanpa lengan dan celana pendek bermotif kotak-kotak. Rambutnya acak-acakan mengingat pria itu baru saja ‘bercinta’ dengan bantalnya.

“Kau terlalu fokus pada ponselmu hingga tidak menyadari kedatanganku.” Kata Kyuhyun sembari menghampiri kulkas dan mengambil sebotol air.

“Apa kau melihat Yeon?” Tanya Kyuhyun.

“Pergi berbelanja dengan Siwon oppa.” Jawab Yongri tanpa menatap Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak ikut?”

“Hanya malas.”

“Apa yang kau makan?” Tanya Kyuhyun lagi sembari duduk dihadapan Yongri.

Tanpa meminta izin, Kyuhyun meraih mangkuk salad Yongri dan menaruhnya dihadapannya.

“Ya!” Mata Yongri melebar saat melihat Kyuhyun menyantap salad buatannya. Bahkan pria itu menggunakan garpu yang baru saja dipakai olehnya.

“Aku lapar.” Ucap Kyuhyun.

“Di dalam kulkas banyak makanan, Kyuhyun.”

“Terlalu dingin. Ini enak. Ternyata kau pandai membuat salad.” Puji Kyuhyun.

Yongri berdeham pelan dan berdiri. Memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.

“Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun.

“Ke kamar. Kenapa?”

“Aku bosan. Bagaimana kalau kita jalan-jalan di pantai?”

Yongri menahan dirinya agar tidak bereaksi berlebihan. Bohong jika ia tidak merasa berdebar saat Kyuhyun mengajaknya berjalan-jalan. Walaupun tidak ada maksud apapun dalam ajakan Kyuhyun.

“K–kau–kau bisa menunggu Yeon dan pergi bersamanya.” Ucap Yongri dengan terbata.

“Saat Yeon pulang nanti, rasa bosanku pasti sudah hilang. Tapi saat ini, aku bosan sekali. Ayo, kita jalan-jalan, Choi Yongri.” Ajak Kyuhyun.

Kyuhyun menyedokkan suapan besar salad buatan Yongri ke dalam mulutnya sebelum akhirnya berdiri dan mendekati Yongri. Ia mengulurkan tangannya untuk menggenggam pergelangan tangan Yongri dan meninggalkan villa.

Yongri yang terlalu terkejut tidak dapat berbuat apapun selain mengikuti langkah lebar milik Kyuhyun. Matanya menatap tangan Kyuhyun yang melingkupi pergelangan tangannya.

Kenapa di saat Yongri ingin mengabaikan Kyuhyun, pria itu justru seolah menariknya mendekat? Dan kenapa di saat Yongri ingin mendekat, Kyuhyun justru mendorongnya mejauh dengan cara bermesraan dengan Yeon?

Apa yang harus Yongri lakukan saat ini? Haruskah ia kembali berjalan mendekat? Ataukah kali ini ia yang harus mendorong Kyuhyun agar menjauh? Yongri benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

“Hei!” Yongri tersentak saat merasakan pukulan pelan dibahunya.

Wanita itu menatap sekeliling dan tersadar jika mereka sudah berada di pantai. Angin pantai saat ini menerbangkan rambutnya yang terurai.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Kyuhyun.

“Apa? Ah, tidak ada apa-apa.” Jawab Yongri dengan memaksakan senyumnya.

“Duduklah. Kita mengobrol sembari menunggu Yeon dan Siwon hyung pulang.” Kata Kyuhyun. Pria itu lebih dulu duduk di atas pasir sembari melingkarkan tangannya di kedua kakinya yang tertekuk.

Yongri menunduk untuk menatap Kyuhyun. Sedang menimbang apakah ia harus duduk atau berbalik dan kembali ke villa. Namun Yongri tahu, pada akhirnya ia tetap tidak bisa menolak kehadiran Kyuhyun didekatnya.

Yongri duduk tepat di samping Kyuhyun. Ia dapat merasakan Kyuhyun tersenyum saat melihatnya duduk.

“Apa kau sering ke Jeju?” Tanya Yongri memulai pembicaraan.

“Kalau untuk urusan pekerjaan, ya. Tetapi jika bersama seorang kekasih, ini pertama kalinya.” Jawab Kyuhyun dengan tersenyum.

Yongri mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Tidak kuasa melihat senyum tampan pria itu. Dan juga Yongri merasa sesak membayangkan Yeon menjadi wanita pertama yang diajak Kyuhyun untuk berlibur ke Jeju.

Walaupun Kyuhyun juga mengajaknya, tetapi status mereka berbeda. Yongri hanya seorang teman untuk Kyuhyun. Sedangkan Yeon adalah kekasih pria itu.

“Yeon sangat beruntung.” Gumam Yongri.

Kyuhyun hanya tersenyum mendengar gumaman Yongri. Tidak ingin berkomentar tentang apapun.

“Apakah aku boleh bertanya sesuatu yang cukup pribadi padamu?” Tanya Yongri menatap Kyuhyun. Kyuhyun membalas tatapan Yongri.

“Pribadi? Apakah kau akan bertanya warna pakaian dalam yang kugunakan?” Canda Kyuhyun membuat Yongri tertawa.

“Ya! Tidak seperti itu.” Bantah Yongri.

“Bertanyalah.” Kata Kyuhyun dengan tersenyum lebar.

Yongri berdeham pelan dan menatap laut.

“Kenapa kau menyukai Yeon?” Tanya Yongri. Kyuhyun nampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Yongri.

“Maksudku, kalian belum terlalu lama kenal. Bagaimana bisa kau menjadikan Yeon kekasihmu? Yeon adalah sahabatku, aku ingin yang terbaik untuknya.” Jelas Yongri.

“Apa maksud pertanyaanmu barusan karena kau tidak percaya padaku? Menurutmu aku pria brengsek?” Kyuhyun berpura-pura tersinggung.

“Tidak, aku–“

Yongri terdiam. Ia tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Ia ingin tahu alasan Kyuhyun menjadikan Yeon sebagai kekasihnya. Yongri ingin tahu sesuatu yang dimiliki Yeon tetapi tidak dimilikinya.

“Hmm..” Kyuhyun bergumam panjang.

“Jung Yeon.. Dia wanita yang ceria, cantik, dan juga menyenangkan. Tetapi aku pikir bukan karena itu aku menyukainya. Kami sama-sama tidak memiliki orangtua. Aku dapat merasakan rasa kesepian yang dialami Yeon, karena aku juga mengalaminya. Kami sama-sama membutuhkan kasih sayang orangtua. Aku pikir karena kami memiliki kesamaan, karena itulah aku memandangnya dengan cara berbeda.” Jelas Kyuhyun.

Yongri tidak mempercayai penjelasan Kyuhyun. Kyuhyun menyukai Yeon hanya karena mereka sama-sama tidak memiliki orangtua? Hanya karena mereka sama-sama membutuhkan kasih sayang orangtua? Apa itu masuk akal?

Yongri juga membutuhkan kasih sayang orangtua. Walaupun orangtua Yongri masih lengkap, mereka tidak pernah memperdulikan Yongri. Mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri di luar negeri sana. Lalu kenapa Kyuhyun bisa menyukai Yeon tetapi tidak bisa menyukainya?

“Sebenarnya aku tidak pernah bisa benar-benar mengetahui suatu alasan kenapa aku menyukai sesuatu atau seseorang. Rasa suka itu tiba-tiba saja datang dan membuatku nyaman. Dan ketika aku merasa yakin, maka aku menganggap bahwa aku menyukainya.” Kata Kyuhyun.

“Saat bersamaku, apa kau merasa nyaman?” Tanya Yongri.

“Tentu saja. Karena itu kita berteman.” Jawab Kyuhyun langsung.

“Kau sendiri, apa kau merasa nyaman bersamaku?” Tanya Kyuhyun balik.

Sangat nyaman! Hingga aku benar-benar menyukaimu.‘ Batin Yongri berteriak.

“Tentu saja. Karena itu kita berteman, bukan?” Yongri mengulangi jawaban Kyuhyun hingga membuat mereka sama-sama tersenyum.

“Apakah menurutmu jika suatu saat nanti aku menemukan seorang pria untuk menjadi pendamping hidupku, aku harus merasa nyaman terlebih dahulu dengannya?” Tanya Yongri sembari memainkan pasir dengan jari tangannya.

Untuk beberapa saat tidak ada tanggapan apapun dari Kyuhyun membuat Yongri merasa bingung. Tetapi Yongri tidak berani menatap pria itu.

“Bukan hanya nyaman. Tentu saja kau harus mencintainya dan dia harus mencintaimu.” Komentar Kyuhyun.

“Bagaimana jika dia tidak mencintaiku, tetapi aku sangat mencintainya?” Yongri mendongak untuk menatap Kyuhyun.

“Kau tidak boleh melakukannya, Yongri-ya.” Ujar Kyuhyun.

“Kenapa?”

“Jika pria itu tidak mencintaimu, berarti dia bodoh dan brengsek. Dan pria brengsek tidak pantas untuk dirimu.” Terdengar geraman pelan dalam suara Kyuhyun.

“B–bagaimana–bagaimana jika aku sangat mencintai pria brengsek itu? B–bagaimana jika dengan mencintainya saja membuatku bahagia?” Tanya Yongri dengan suara tercekat.

Kyuhyun menggeleng tegas.

“Kau harus mendapatkan pria yang baik. Pria yang sangat mencintaimu dan akan selalu menjagamu. Kau tidak boleh mencintai pria yang tidak mencintaimu.” Jawab Kyuhyun.

“Kyuhyun..”

“Kenapa?”

“Tidak bisakah kau yang menjadi pria baik itu untukku?” Tanya Yongri membuat mata Kyuhyun melebar.

——

–To Be Continued–

HAI!!! Iya, iya, iya, aku tahu. Aku updatenya kelamaan. Bener-bener lama. Maaf T.T aku lagi sibuk banget sama kerjaan. Gara-gara sibuk jadinya otak aku beku alias gak bisa mikirin kelanjutan FF ini. Makanya sempet berhenti dulu. Part ini aja gak sepanjang biasanya. Sorry bener-bener sorry banget. T.T aku usahain supaya kedepannya lebih cepet lagi. Jangan berlari dari blog aku ya 😦

Happy reading~

BYE~

Advertisements

63 thoughts on “Heartbeat – Part 3

  1. q msti sbr komn q slalu gk kekirim dan msti hrus ulng lg. Brhrap siwon oppa cpt plng biar yongri gk keceplosan ngomong cinta ama kyu. Kyu sprtnya punya rasa ama yongri ah. . .thor smngt ych bwt part 4nya q suka bgt ama ini ff keren pokoknya

  2. wkwkw jd aku udah baca part 4 5 tp baru baca part 3 huahahahahaha entahlah kenapa longkap2 gini. duhhhhhh kyuhyun ini yg pinter bgt bikim cewe galawwwwwww ini sih kalo aku di posisi ypngri juga stress sendiri kali mau lepas ga rela mau tetep nempel juga gimana huhu

  3. Aku ketinggalan jauhhhhhhh 😂😂 maaf ya kak baru sempet mampir lagi .. sama aku juga sibuk sama kerjaan 😂

    Skrng absen ajh dulu ntr coment tentang ffnya di part” selanjutnya 😁😆

  4. Aigoo yongri sepertinya terbawa suasana jd nya bertanya seperti itu pd Kyu oppa yg mrpkn pacar Jung Yeon sepupu Siwon oppa, Yeonnie percaya bgt sama Yongri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s