The Chance – Part 9 END

Author

Choineke

Title

The Chance

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Donghae, Choi Siyong (OC), Lee Hara (OC), Lee Hanna–Siwon’s Grandmother (OC), and others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–Give me one more chance to be with you again–

——

Author POV

Siwon sangat memahami apa yang Yongri rasakan saat ini. Ia yakin jika wanita itu menyalahkan dirinya atas kesedihan yang sedang dialami Donghae. Ia menyalahkan dirinya karena telah membuat Donghae terluka.

Tetapi tidak sekalipun Siwon menyalahkannya. Ia tahu jika Yongri pun sama terlukanya seperti mereka. Siwon, Yongri, dan Donghae hanyalah korban. Mereka hanyalah korban dari semua yang dilakukan oleh Hanna.

Karena itulah Siwon tidak akan membiarkan Yongri menanggung semua ini sendiri. Ia akan menangis bersama wanita itu. Siwon tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya dengan mengabaikan Yongri.

Siwon masuk ke dalam ruangan Yongri dan menutup pintunya. Ia tidak ingin orang lain mendengarkan pembicaraan mereka. Seperti ia yang baru saja mendengarkan pembicaraan Yongri dan Donghae.

“Donghae-ya..” Panggil Siwon membuat Donghae mengangkat kepalanya dan menatapnya.

Siwon melihat wajah Donghae yang basah oleh airmata. Ia juga ikut merasa bersalah atas kesedihan sepupunya itu.

“Apa yang kau lakukan disini?! Pergi! Kau tidak seharusnya berada disini, Choi Siwon!!” Usir Donghae. Wajahnya memerah karena marah.

“Izinkan aku berbicara.”

“Tidak! Kau tidak perlu mengatakan apapun! Aku tidak ingin mendengar apapun darimu!” Bentak Donghae.

“Karena kau Yongri ingin meninggalkanku! Karena kau Siyong melupakanku! Kau merenggut semua kebahagiaanku, Choi Siwon!” Bentaknya lagi.

Donghae mengalihkan pandangannya pada Yongri. Ia masih menggenggam tangan Yongri dengan erat.

“Yongri-ya, aku mohon. Jangan lakukan ini.” Pinta Donghae dengan suara lembut.

“Maafkan aku, Donghae-ya.” Sesal Yongri.

“Apa yang dimiliki oleh Siwon dan tidak dimiliki olehku? Kenapa kau bisa mencintainya tetapi tidak bisa mencintaiku?!” Tanya Donghae.

“Lee Donghae–“

“Aku bilang tutup mulutmu, brengsek!!” Maki Donghae. Menatap Siwon dengan marah.

“Jangan marah pada Siwon. Aku yang memutuskan semua ini. Aku yang bersalah, jika kau ingin marah, lampiaskan saja padaku.” Ucap Yongri.

“Tidak. Dia yang bersalah!” Donghae menunjuk Siwon.

“Seandainya saja kau dan dia tidak kembali bertemu, kau tidak akan meninggalkanku. Kau tidak akan mengakhiri hubungan kita!” Lanjut Donghae.

“Cukup, Lee Donghae!” Bentak Siwon sembari menarik Donghae menjauh dari Yongri.

Donghae menepis tangan Siwon dengan kasar. Saat ini kedua saudara sepupu itu saling menatap dengan penuh kemarahan. Hanya tinggal menunggu siapa yang akan memukul terlebih dahulu.

“Aku minta maaf jika keputusan Yongri melukaimu. Tetapi kau tidak bisa memaksa Yongri untuk membalas perasaanmu. Apa kau ingin menikah dengan Yongri yang tidak akan pernah bahagia hidup denganmu?!” Tanya Siwon. Donghae mengepalkan kedua tangannya.

“Kau mengetahui alasan Yongri meninggalkanku! Seharusnya kau memberitahukannya padaku. Tidak seharusnya kau menjalin hubungan dengannya, karena kau tahu jika Yongri tidak akan pernah mencintaimu!”

Tepat setelah Siwon berbicara, ia jatuh tersungkur akibat pukulan Donghae. Yongri memekik ketakutan saat melihat Donghae memukul Siwon dengan keras. Ia segera berlari menghampiri Siwon dan menatap tulang pipi Siwon yang tampak lebam.

“Apa yang kau lakukan, Lee Donghae?!” Bentak Yongri.

“Jangan membelanya, Choi Yongri. Jangan membelanya!” Balas Donghae membentak. Nafas Donghae tampak tidak beraturan karena terlalu marah.

“Jika kau membelanya, aku akan semakin terlihat menyedihkan.” Ucap Donghae dengan menurunkan nada suaranya.

“Dan jika kau melakukan ini, kau semakin membuatku merasa bersalah!” Balas Yongri.

Donghae berteriak marah dan menendang meja di depan sofa. Pria itu menjambak rambutnya sendiri untuk melampiaskan rasa marahnya. Ia tidak tahu harus melampiaskan kemarahan ini kepada siapa.

“Ini tidak adil untukku, Yongri-ya. Bagaimana bisa kau setega ini padaku?” Lirih Donghae.

“Karena itu aku minta maaf padamu. Aku tahu bahwa aku sudah menyakitimu. Aku bukan wanita yang baik untukmu!” Suara Yongri terdengar tidak kalah frustasi dari Donghae.

“Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku ini padamu? Haruskah aku dan Siyong pergi menjauh sehingga tidak ada yang bahagia di antara kita?”

“Yongri-ya..” Ucap Siwon dengan sedih.

“Kenapa?!” Yongri membentak Siwon.

“Jika aku bersamamu, aku akan menyakiti Donghae. Dan jika aku bersama Donghae, aku akan menyakitimu. Pada akhirnya aku akan menyakiti salah satu dari kalian. Lebih baik jika aku hidup berdua saja bersama Siyong!” Hardik Yongri sembari menangis.

Donghae menatap Yongri dengan sedih. Bukan seperti ini yang diinginkannya. Ia tidak ingin membuat Yongri bersedih seperti ini. Donghae hanya ingin Yongri membalas perasaannya. Apakah sesulit itu? Haruskah Donghae menyerah?

“Aku hanya bisa menyakiti kalian. A–aku memang tidak pantas bahagia. Aku–“

“Hentikan, Yongri-ya.” Ucap Siwon sembari menangkup wajah Yongri.

“Kau pantas bahagia.” Bisik Siwon. Yongri menepis tangan Siwon, tetapi Siwon tidak membiarkannya lepas begitu saja.

“Tidak bisakah kau melepaskan Yongri, Donghae-ya?” Tanya Siwon meminta.

Siwon dapat melihat penyesalan di mata Donghae. Sepertinya pria itu menyesal karena telah membuat Yongri menangis seperti ini. Walaupun begitu, Siwon tidak bisa menyalahkan sepupunya itu.

“Kau tahu bagaimana menderitanya Yongri selama ini. Tidak bisakah kau membiarkannya bahagia bersamaku?” Tanya Siwon lagi.

Biarlah Donghae membencinya. Tidak apa-apa jika Donghae menganggapnya egois. Siwon hanya tidak ingin Yongri bersedih.

Tanpa mengatakan apa-apa, Donghae meninggalkan ruangan Yongri dengan membanting pintunya. Tangis Yongri semakin pecah saat mengetahui jika pria itu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Yongri yakin Donghae sangat membencinya saat ini.

“Jangan menangis, Yongri-ya.” Pinta Siwon sembari menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Apa yang harus aku lakukan, Siwon-ah? Apa yang harus aku lakukan agar tidak menyakiti kalian berdua?” Isak Yongri.

“Sshh.. Tenanglah. Tidak apa-apa. Semua baik-baik saja.” Bisik Siwon menenangkan.

Yongri masih terus menangis walaupun Siwon sudah berusaha untuk menenangkannya. Akhirnya Siwon hanya bisa terus mengusap punggungnya sembari berharap Yongri akan segera menghentikan tangisnya. Karena melihat wanita itu menangis membuat Siwon merasa sesak.

——

Yongri sudah tenang walaupun saat ini ia hanya menatap ke depan dengan pandangan kosong. Wajahnya masih menyisakan sisa-sisa airmata. Matanya terlihat membengkak dan hidungnya memerah.

Siwon menatap Yongri dengan sedih. Bukan seperti ini yang ia inginkan. Ia ingin Yongri bahagia setelah semua penderitaan yang selama ini disembunyikan wanita itu. Tetapi semuanya tidak berjalan dengan lancar seperti keinginan Siwon.

“Minumlah agar kau merasa lebih baik.” Kata Siwon sembari memberikan segelas air putih.

“Aku tidak haus.” Ucap Yongri dengan suara serak.

Siwon menghela nafas dan menaruh gelas tersebut di atas meja. Kemudian ia kembali menatap Yongri.

“Maafkan aku. Aku benar-benar menyesal telah menempatkan dirimu di posisi sulit seperti ini.” Sesal Siwon.

“Tetapi aku tidak menyesal karena telah memintamu untuk hidup bersama denganku lagi. Aku tidak menyesal saat melihat kau memutuskan hubunganmu dengan Donghae. Walaupun aku merasa sedih melihat Donghae terluka, tetapi aku tidak bisa melepaskanmu, Yongri-ya. Maafkan aku.”

Ucapan Siwon menarik perhatian Yongri. Wanita itu mengalihkan pandangannya dan menatap Siwon dengan mata sayunya.

“Kalau begitu jangan pernah melepaskanku.” Pinta Yongri dengan berbisik.

Siwon mengangguk dan kembali menarik Yongri ke dalam pelukannya. Memberikan kecupan pelan pada puncak kepala wanita itu. Merasa lega karena Yongri membalas pelukannya dengan kedua tangan mungilnya yang melingkari pinggangnya.

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Janji Siwon.

“Jangan khawatirkan apapun. Aku akan berbicara dengan orangtua Donghae. Aku akan menjelaskan semuanya pada mereka.”

“Mereka pasti akan membenciku.” Gumam Yongri.

“Mereka akan mengerti.” Sahut Siwon.

“Aku juga yakin cepat atau lambat, Donghae juga akan mengerti. Mungkin saat ini dia sedang terluka, tetapi ia akan memahami jika kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang.”

“Semoga saja.” Komentar Yongri.

Siwon melepaskan pelukannya dan mengusap wajah Yongri.

“Jangan menangis lagi. Sampai kapan pun jangan menangis lagi. Kau sudah terlalu banyak membuang airmatamu. Saat ini aku hanya ingin melihat senyum diwajahmu.” Ucap Siwon.

“Menurutmu, aku benar-benar pantas bahagia?” Tanya Yongri.

“Ya. Kau pantas bahagia, Yongri-ya.” Jawab Siwon dengan mata yang tidak lepas dari Yongri.

“Aku mencintaimu.” Ucap Siwon tanpa keraguan.

Yongri kembali memeluk Siwon untuk menyembunyikan airmata bahagia yang hendak mengalir.

“Aku juga mencintaimu.” Balas Yongri berbisik.

——

“Aku turut bahagia untukmu, oppa.” Ucap Hara setelah mendengar cerita Siwon tentang pria itu dan Yongri yang kembali bersama.

Hara merasa bahagia karena akhirnya Siwon menemukan kembali kebahagiaannya. Setelah semua kesedihan yang berusaha Siwon sembunyikan selama ini.

Hara sangat berharap jika tidak ada lagi masalah di dalam rumah tangga sahabatnya itu. Ia merasa Siwon dan Yongri sudah cukup menderita karena harus dipaksa berpisah selama ini.

“Melihat kau dan Siyong membuatku percaya bahwa ikatan batin antara ayah dan anak itu memang ada.” Kata Hara dengan takjub.

Siwon tersenyum kecil. Ia menyetujui ucapan Hara. Awalnya Siwon berpikir jika ikatan batin hanya terjadi antara ibu dan anak. Namun ternyata seorang ayah juga bisa merasakan kehadiran anaknya. Itulah yang terjadi pada Siwon.

“Kalau begitu kapan kau dan Yongri eonni menikah lagi?” Tanya Hara.

Senyum diwajah Siwon menghilang mendengar pertanyaan Hara. Menikah memang gampang. Tetapi mereka harus menyelesaikan beberapa masalah terlebih dahulu.

“Kami belum memikirkannya. Sepertinya tidak dalam waktu dekat ini.” Jawab Siwon.

“Kenapa?” Hara nampak kecewa.

“Donghae sedang terluka, Hara-ya. Aku tidak mungkin menyiramkan air dingin pada lukanya.” Kata Siwon.

Hara tersadar dengan kata-kata Siwon. Ia sempat melupakan keberadaan Donghae sebagai kekasih Yongri. Apa sekarang Hara akan menyebutnya mantan kekasih Yongri?

Hara yakin jika Donghae sangat terluka. Ia bisa melihat bagaimana pria itu sangat mencintai Yongri. Apakah pria itu sedang terpuruk seorang diri saat ini? Adakah yang menemaninya?

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon sembari menjentikkan jarinya di depan wajah Hara.

“Ah, tidak ada.” Jawab Hara sembari tersenyum.

“Oppa, apakah lebam diwajahmu karena Donghae oppa?” Tebak Hara. Siwon menyentuh tulang pipinya dan mengangguk.

Hara yakin jika Donghae sangat marah hingga memberikan pukulan pada Siwon. Ia merasa bahagia karena melihat Siwon menemukan kebahagiaannya. Tetapi Hara juga merasa kasihan pada Donghae.

“Apakah ada yang menemaninya saat ini?” Gumam Hara tanpa sadar.

“Apa yang kau katakan?” Siwon merasa bingung melihat tingkah Hara yang tiba-tiba menjadi aneh.

Sebelumnya Hara tampak memikirkan sesuatu dengan begitu serius. Sekarang perempuan itu berbicara sendiri dengan tidak jelas. Tidak biasanya Hara seperti itu. Hara yang dikenal Siwon adalah perempuan yang ceria dan penuh tawa.

“Apa aku mengatakan sesuatu?” Hara bertanya balik.

Siwon memutar bola matanya. Ia yakin memang ada yang dipikirkan oleh sahabatnya itu.

“Kenapa? Apa kau sedang ada masalah?” Tanya Siwon penuh perhatian.

“Tidak. Tidak ada apa-apa.” Jawab Hara sembari menghela nafas panjang.

“Kau harus mengenalkan putrimu kepadaku secepatnya, oppa.” Kata Hara mengalihkan pembicaraan.

Siwon menyadari hal itu namun berusaha untuk tidak membahasnya. Ia malah tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia yakin Hara akan mengatakan apa yang sedang dipikirkannya, jika sudah saatnya.

——

Yongri tampak begitu bahagia saat melihat Siyong yang sangat senang dengan kedatangan Siwon. Apalagi pria itu membawakannya mainan baru yang begitu banyak. Bahkan mainan yang Yongri belikan untuk Siyong selama ini sudah terlalu banyak. Dan sekarang Siwon membuat rumahnya akan semakin berantakan.

“Kau suka mainannya?” Tanya Siwon.

“Aku suka. Appa akan menemaniku bermain, kan?”

“Tentu saja. Tetapi setelah appa menyapa eomma.” Kata Siwon sembari melirik Yongri.

“Sekarang persiapkan mainanmu, appa akan segera menyusul.”

“Ya, appa!” Ucap Siyong dengan semangat dan berlari meninggalkan mereka.

Siwon tersenyum dan menghampiri Yongri. Memberikan kecupan pelan pada dahi wanita itu dan kemudian memeluknya untuk beberapa saat. Siwon masih saja terus merindukannya.

“Apa semua baik-baik saja?” Tanya Siwon.

“Tentu saja. Memangnya ada apa?” Yongri bertanya balik.

“Hanya memastikan.” Jawab Siwon kemudian merangkul Yongri untuk menyusul Siyong.

“Aku sudah melihat pakaian yang kau buat untuk TOP. Desainnya menarik dan aku menyukainya.” Puji Siwon. Yongri tersipu.

“Terima kasih.” Gumamnya.

“Aku tidak menyangka kau memiliki bakat di bidang fashion.”

“Pada awalnya aku juga tidak menyangka. Tetapi tiba-tiba saja ide-ide itu terus bermunculan di dalam kepalaku. Kemudian akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seorang designer.” Jelas Yongri.

“Aku bangga padamu.” Bisik Siwon dan kembali melayangkan kecupan di pelipis Yongri.

“Besok aku akan pergi ke Mokpo.” Kata Siwon membuat Yongri menghentikan langkahnya dan menatap Siwon.

“Kau akan menemui orangtua Donghae?” Tanya Yongri memastikan. Siwon mengangguk.

“Tidakkah menurutmu sebaiknya kita pergi bersama?” Saran Yongri.

“Tidak perlu. Aku yang akan menjelaskan semuanya pada imo dan samchon. Aku tidak mau kau merasa bersalah saat melihat wajah kecewa mereka.” Ujar Siwon. Yongri tampak ingin membantah.

“Lagipula salah satu dari kita harus menjaga Siyong.” Lanjut Siwon.

“Kita bisa membawa Siyong ke sana.” Usul Yongri. Siwon menggeleng.

“Kehadiran Siyong akan semakin menambah kekecewaan orangtua Donghae. Aku dapat melihat bagaimana mereka sangat menyayangi Siyong.” Kata Siwon sembari menatap Siyong yang tampak sibuk dengan mainannya.

“Aku tidak tahu apa yang dilakukan putri kita hingga semua orang menyayanginya.” Suara Siwon terdengar bangga.

“Apa mungkin karena aku ibunya?” Canda Yongri membuat Siwon menatapnya tidak percaya.

Siwon kemudian tertawa dan mencium bibir Yongri hingga membuat Yongri memekik terkejut.

“Apa yang appa dan eomma lakukan?” Tanya Siyong.

Yongri langsung mendorong Siwon menjauh dan tampak salah tingkah.

“Appa dan eomma berciuman.” Jawab Siwon.

“Ya!” Tegur Yongri.

“Kenapa? Aku tidak mengatakan sesuatu yang salah.” Protes Siwon.

“Jika appa dan eomma berciuman, apakah itu berarti kalian akan kembali bersama?” Tanya Siyong dengan wajah penuh harap.

Yongri dan Siwon menatap Siyong dengan perasaan bersalah. Mereka lupa jika sampai saat ini mereka masih menggantungkan harapan Siyong. Untung saja mereka telah memiliki jawaban atas harapan bocah itu.

“Ya, sayang. Appa dan eomma akan kembali bersama.” Jawab Siwon dengan tersenyum.

“Benarkah?” Ucap Siyong sembari melompat girang. Siwon dan Yongri mengangguk bersamaan.

“Apa itu artinya appa, eomma, dan aku akan tinggal di rumah yang sama seperti teman-temanku?” Tanya Siyong memastikan.

“Kemarilah.” Pinta Siwon sembari mengulurkan tangannya.

Siyong menurut dan mendekati Siwon. Siwon langsung menggendong putrinya itu.

“Maafkan appa karena membuatmu mengalami semua hal ini. Tidak seharusnya kau memikirkan tentang hal ini. Seharusnya anak seusiamu hanya memikirkan tentang bermain.” Ucap Siwon. Siyong tampak tidak mengerti dengan ucapan Siwon.

“Jika itu yang kau inginkan, maka, ya. Appa, eomma, dan kau akan tinggal di rumah yang sama.” Jawab Siwon.

Yeay!!!!!” Pekik Siyong senang. Bocah itu memberikan kecupan di pipi Siwon.

“Aku menyayangimu, appa.” Ucapnya.

“Appa juga menyayangimu.” Balas Siwon.

“Apakah kalian melupakan keberadaanku disini?” Rajuk Yongri.

Siyong tertawa geli saat melihat wajah merajuk Yongri. Siwon ikut tertawa melihat putrinya itu tertawa. Pria itu menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Mana mungkin aku melupakanmu.” Kata Siwon diakhiri dengan kecupan di pipi Yongri. Siyong ikut mencium pipi Yongri yang lainnya.

“Aku juga menyayangimu, eomma.” Kata Siyong dengan tersenyum.

“Eomma lebih menyayangimu, sayang.” Balas Yongri dengan perasaan bahagia.

——

Siwon menatap pintu rumah orangtua Donghae sembari menghela nafas panjang. Walaupun mereka adalah keluarganya, sejujurnya Siwon sangat jarang berbicara dengan mereka. Siwon tidak terlalu dekat dengan keluarga Donghae.

Dan karena saat ini ia harus berbicara pada orangtua Donghae, Siwon merasa sedikit tertekan. Ia sedang memikirkan cara agar mereka tidak merasa kecewa pada Yongri. Terlebih membenci wanita itu, karena Yongri telah menyakiti putra bungsu mereka.

Tetapi Siwon tahu bahwa apapun yang akan dikatakannya, selembut apapun nada bicaranya nanti, ia tetap akan mengecewakan paman dan bibinya itu. Karena Siwon telah memusnahkan harapan mereka yang ingin menjadikan Yongri sebagai menantu mereka.

Saat sedang sibuk berperang dengan pikirannya, Siwon dikejutkan dengan pintu rumah yang tiba-tiba terbuka. Sama seperti Donghwa yang juga tampak terkejut melihat kehadiran Siwon di sana.

“Siwon-ah..”

“Hyung..” Sapa Siwon dengan tersenyum tipis.

“Apa yang kau lakukan disini? Maksudku, kenapa tidak memberitahu jika kau akan datang?” Tanya Donghwa.

“Aku ingin bertemu dengan samchon dan imo, hyung.” Jawab Siwon.

“Ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?”

“Apa mereka ada di dalam, hyung? Kau bisa bergabung jika ingin mengetahui apa yang ingin kukatakan. Karena ini ada hubungannya dengan Donghae.” Kata Siwon.

“Donghae?” Ulang Donghwa.

“Ah, sebaiknya kau masuk terlebih dahulu. Aku harus mengambil barang di dalam mobil.” Ucap Donghwa.

Siwon mengangguk dan masuk ke rumah orangtua Donghae. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan mereka. Siwon sengaja memilih waktu malam hari agar semua keluarga Donghae berada di rumah.

“Ayah dan ibuku berada di ruang kerja ayahku. Ayo, aku akan mengajakmu ke sana.” Ajak Donghwa dari balik punggung Siwon.

Siwon berbalik dan mengikuti Donghwa. Walaupun tidak dekat, Siwon selalu menghormati keluarga Donghae. Karena Siwon dapat merasakan kasih sayang yang mereka berikan pada Siwon.

Donghwa selalu menganggapnya sebagai seorang adik. Begitupun orangtua Donghae yang menganggapnya sebagai seorang anak, semenjak orangtua Siwon meninggal.

Terkadang hanya karena jarak seseorang dan yang lainnya bisa terlihat seperti orang asing, walaupun mereka tampak saling mengenal.

“Abeoji, eomma, Siwon datang.” Kata Donghwa setelah membuka pintu ruang kerja Seungyeon.

“Oh? Siwon-ah..” Hyangsook berdiri dan menyambut kedatangan Siwon.

“Bagaimana kabar kalian, imo, samchon?” Sapa Siwon dengan membungkukkan badannya.

“Kami baik-baik saja. Tidak biasanya kau datang.” Kata Seungyeon yang telah meninggalkan meja kerjanya. Memberikan isyarat pada Siwon untuk duduk di sofa yang berada di sana.

“Maaf jika kedatanganku mengganggu kalian.” Ucap Siwon.

“Aku akan meminta pelayan mengambilkan minum.” Ujar Donghwa.

“Tidak perlu, hyung. Aku tidak akan lama.” Tukas Siwon. Donghwa mengerutkan kening namun kemudian mengangguk.

“Ada apa?” Tanya Hyangsook.

“Aku mau minta maaf pada kalian semua.”

“Kenapa kau minta maaf, Siwon-ah?” Semua yang ada di sana merasa bingung. Siwon menghela nafas panjang dan memantapkan hatinya.

“Aku dan Yongri kembali bersama. Kami–“

“Apa maksudmu kembali bersama? Kau tahu jika Donghae dan Yongri adalah sepasang kekasih. Mereka akan menikah tahun depan.” Sela Hyangsook. Siwon menatap Hyangsook.

“Hubungan Yongri dan Donghae sudah berakhir, imo.”

“Berakhir? Jangan berbohong, Siwon-ah. Donghae tidak mengatakan apapun pada kami.”

“Tenanglah dulu, yeobo.” Sahut Seungyeon yang kemudian menatap Siwon.

“Katakan semuanya dengan lebih jelas, Siwon-ah.” Pinta Seungyeon.

“Kesalahpahaman antara diriku dan Yongri sudah selesai, samchon. Aku mengetahui alasan kenapa Yongri meninggalkanku enam tahun yang lalu. Aku juga mengetahui jika Siyong adalah anakku. Aku dan Yongri masih saling mencintai. Karena itu kami memutuskan untuk kembali bersama. Kami akan membangun sebuah keluarga yang utuh.” Jelas Siwon.

“Omong kosong! Lalu, bagaimana dengan Donghae?!” Hyangsook tampak marah.

“Eomma, tenanglah.” Komentar Donghwa.

“Bagaimana aku bisa tenang? Sepupumu ini akan membangun keluarga dengan calon adik iparmu!”

“Yeobo!” Tegur Seungyeon.

Hyangsook membuang wajahnya dan tampak gusar setelah mendengar penjelasan Siwon.

“Apa Donghae sudah tahu?” Tanya Seungyeon.

“Ya, samchon.” Jawab Siwon.

“Bagaimana tanggapannya?” Kali ini Donghwa yang bertanya.

“Aku pikir kalian sudah bisa menebaknya. Donghae sangat mencintai Yongri. Dan dia tidak terima dengan keputusan Yongri untuk mengakhiri hubungan mereka.”

“Bagaimana bisa kau setega itu pada Donghae, Siwon-ah?” Ucap Hyangsook kecewa.

“Kau dan Yongri telah berpisah. Biarkan Yongri dan Donghae hidup bahagia.”

“Yongri tidak mencintai Donghae, imo.”

“Tetap saja kau tidak bisa melakukan semua ini!” Sergah Hyangsook.

“Maafkan aku, imo.” Siwon menundukkan kepalanya.

“Coba hubungi adikmu, Donghwa-ya.” Perintah Hyangsook.

Donghwa mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Donghae. Siwon hanya melihatnya dalam diam.

“Tidak aktif, eomma.” Kata Donghwa membuat Hyangsook berdecak kasar.

“Bagaimana bisa Yongri melakukan ini pada anakku? Donghae sangat mencintai Yongri. Dia menjaga Yongri dan Siyong walaupun itu bukan tanggung jawabnya. Kenapa dia meninggalkan anakku begitu saja?”

“Aku tahu, imo. Yongri juga merasa sangat menyesal karena telah menyakiti Donghae.”

“Penyesalannya tidak akan membuat rasa sakit Donghae hilang.” Ucap Hyangsook dengan ketus.

Siwon kembali menundukkan kepalanya. Ia sudah bisa menebak jika reaksi seperti inilah yang akan diberikan Hyangsook kepadanya. Tidak ada seorang ibu yang ingin anaknya disakiti oleh orang lain.

“Apakah nenekmu setuju dengan keinginanmu untuk kembali bersama Yongri?” Tanya Seungyeon membuat Siwon menatapnya.

“Aku tidak membutuhkan restunya.” Jawab Siwon membuat pamannya itu nampak terkejut namun berusaha untuk menyembunyikannya.

Seungyeon berdeham pelan.

“Jika kau dan Yongri sudah mengambil keputusan, tidak ada yang dapat kami lakukan. Biar bagaimanapun perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan.” Ucap Seungyeon

“Suamiku!” Hyangsook tampak tidak terima dengan ucapan Seungyeon.

“Donghae akan baik-baik saja.” Kata Seungyeon pada istrinya.

“Aku memang kecewa karena Yongri tidak akan menjadi menantuku, tetapi jika itu bisa membuatnya bahagia, maka aku akan merelakannya.”

“Maafkan aku, samchon.”

“Tidak, tidak. Kau tidak perlu minta maaf. Biar bagaimanapun ini bukan kesalahanmu atau Yongri. Kalian memang ditakdirkan bersama. Namun karena campur tangan nenekmu, Donghae terpaksa masuk di dalamnya. Namun pada akhirnya tidak akan ada yang bisa melawan takdir.” Ucap Seungyeon dengan bijak.

Siwon merasa lega karena Seungyeon dapat menanggapi masalah ini dengan kepala dingin. Ia bisa melihat kekecewaan Seungyeon, tetapi pria itu tidak berusaha untuk melampiaskan padanya.

“Aku harap setelah ini kau dan Yongri hidup bahagia. Bersama putri kalian.”

“Terima kasih, samchon.” Siwon berdiri hingga membuat Seungyeon dan Donghwa mendongak untuk menatapnya.

“Kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Siwon.

“Secepat itu? Apa kau tidak ingin menginap?” Tanya Seungyeon menawarkan.

“Terima kasih atas tawarannya, samchon. Tetapi aku akan langsung pulang ke Seoul.” Jawab Siwon.

“Baiklah jika seperti itu. Sampaikan salamku pada Yongri.”

“Aku juga.” Timpal Donghwa yang tampak tidak marah pada Siwon dan Yongri.

“Aku akan menyampaikannya.”

Siwon menatap kedua pria itu bergantian. Kemudian menatap Hyangsook yang tidak menatapnya. Sepertinya wanita itu masih merasa kesal padanya.

“Aku minta maaf sekali lagi karena telah mengecewakan kalian dan menyakiti Donghae.” Siwon membungkukkan badannya.

“Tidak apa-apa. Pulanglah.” Ucap Seungyeon.

“Adikku akan menjadi dewasa setelah ini.” Sahut Donghwa sembari tersenyum.

Siwon ikut tersenyum sebelum akhirnya berbalik untuk meninggalkan rumah itu. Ia menghela nafas lega karena telah mengatakan semuanya.

“Jaga Yongri baik-baik.” Ucap Hyangsook tiba-tiba membuat Siwon berhenti berjalan dan kembali berbalik.

“Dia sudah cukup menderita selama ini.” Lanjut Hyangsook dengan enggan.

Siwon tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.

“Aku akan menjaganya dengan baik. Terima kasih, imo.”

——

Yongri terbangun dari tidurnya saat merasakan sebuah tangan menyelip dipinggangnya dan kemudian memeluk perutnya dengan erat. Ia merasakan sebuah bibir mendarat di pipinya. Yongri menyadari siapa pemilik bibir tersebut.

Siwon telah pulang dari Mokpo.

Yongri berbalik tanpa melepaskan pelukan Siwon padanya. Ia membuka matanya yang mengantuk hanya untuk sekedar menatap Siwon sesaat. Kemudian kembali memejamkan matanya. Merasakan nafas Siwon menerpa wajahnya membuat Yongri merasa nyaman.

“Kau sudah pulang.” Bisik Yongri.

“Hmm. Aku sudah pulang dan sangat merindukanmu.” Balas Siwon berbisik.

“Apakah semuanya lancar? Apakah orangtua Donghae memahami penjelasanmu?” Tanya Yongri sembari membuka matanya.

“Pada awalnya imo tampak marah. Tetapi pada akhirnya ia berpesan padaku untuk menjagamu dengan baik.” Jawab Siwon.

“Apakah mereka menyalahkanmu? Apakah mereka marah padaku?”

“Semua baik-baik saja. Mereka menitipkan pesan padamu.”

Siwon mengusap rambut Yongri dengan pelan sembari menatap wajah cantik wanita itu.

Yongri tersenyum dan semakin meringkuk di dalam pelukan Siwon. Mendengarkan detak jantung Siwon yang teratur di telinganya.

“Terima kasih.” Gumam Yongri.

Siwon mengeratkan pelukannya pada pinggang Yongri. Ia ikut memejamkan matanya karena merasa sangat lelah. Perjalanan pulang–pergi ke Mokpo cukup menguras tenaganya dan membuatnya mengantuk.

“Aku mencintaimu.” Ucap Siwon sebelum jatuh terlelap.

——

Siwon terkejut saat melihat kedatangan Donghae ke kantor tepatnya ke ruangannya. Pria itu tidak bisa dihubungi beberapa hari ini, hingga membuat Siwon cukup khawatir. Membuat Siwon merasa bersalah karena orangtua Donghae juga merasa sangat khawatir.

Namun saat melihat pria itu berada di sini dalam keadaan baik-baik saja, Siwon merasa lega. Ia akan menghubungi keluarga Donghae nanti dan mengatakan pada mereka jika putra bungsu mereka baik-baik saja.

“Lee Donghae–“

“Tolong buatkan tur konser untukku. Di Amerika.” Pinta Donghae tiba-tiba membuat Siwon bingung.

Siwon menatap Donghae dalam diam untuk beberapa saat. Sepupunya itu juga membalas tatapannya dalam diam. Hingga ruangan Siwon dalam keadaan sunyi walaupun diisi oleh dua pria di dalamnya.

“Kenapa tiba-tiba ingin mengadakan tur?” Tanya Siwon setelah cukup lama terdiam.

“Kau tidak perlu tahu alasannya. Aku mungkin bersikap semena-mena sebagai anak didik. Tapi saat ini aku meminta tolong padamu sebagai pimpinan agensi.” Jawab Donghae dengan wajah datar.

Siwon kembali menutup mulutnya. Tampak memikirkan kata-kata yang harus dikeluarkannya agar tidak memicu emosi Donghae. Ia tidak mau bertengkar lagi dengan Donghae seperti terakhir kali mereka bertemu.

“Dengar, Lee Donghae. Jika kau melakukan ini hanya untuk menghindariku dan Yongri–“

“Jangan bersikap sok tahu.” Sela Donghae.

“Aku tidak perlu menghindarimu dan Yongri. Pada akhirnya aku akan tetap kembali ke sini. Hidupku dan karirku berada di sini. Aku tidak akan kemana-mana.” Ucap Donghae.

Siwon hanya diam saja. Ia tidak tahu harus berkata apa untuk membalas ucapan Donghae. Siwon masih dapat merasakan kemarahan Donghae padanya.

“Aku memerlukan waktu untuk melupakan semua ini. Aku harus melupakan perasaanku pada Yongri. Dan aku tidak bisa melakukannya disini. Jika aku tetap berada di sini untuk beberapa waktu ke depan, aku mungkin bisa gila.” Lanjut Donghae.

Siwon dapat melihat lagi perasaan terluka Donghae di mata pria itu. Walaupun Donghae berusaha menyembunyikannya, Siwon masih dapat melihatnya dengan jelas.

Saat seperti ini Siwon merasakan kemarahannya pada Hanna. Seandainya saja Hanna tidak mengusir Yongri pergi, Donghae tidak akan jatuh cinta pada mantan istrinya itu. Donghae tidak akan terluka seperti sekarang ini.

Tidak.

Seandainya saja Siwon tidak membiarkan Yongri pergi. Seandainya saja Siwon mencari tahu kenapa Yongri meninggalkannya. Semuanya tidak akan terlambat seperti ini. Semuanya tidak akan menjadi berantakan.

“Maafkan aku, Donghae-ya.” Ucap Siwon.

“Jika kau memang benar-benar merasa menyesal, maka jagalah Yongri dan Siyong dengan baik. Jangan pernah melepaskan mereka dengan alasan apapun. Buatlah mereka bahagia dengan kehadiranmu di sisi mereka.” Tukas Donghae.

“Karena jika kau menyakiti Yongri dan kembali menelantarkannya..” Donghae menarik nafas panjang.

“Aku tidak akan merebut Yongri. Tetapi aku akan membunuhmu.” Lanjutnya dengan bersungguh-sungguh.

Donghae berbalik untuk meninggalkan ruangan Siwon. Tetapi suara Siwon menghentikan langkahnya.

“Terima kasih karena telah menjaga Yongri dan Siyong selama ini. Terima kasih karena kau selalu ada untuk mereka.”

“Aku akan menjaga Yongri dan Siyong dengan baik. Aku juga tidak akan pernah menelantarkan mereka lagi. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.”

Suara Siwon terdengar sangat yakin saat mengatakannya. Ia memang tidak berniat untuk mengulang kesalahannya. Cukup satu kali ia membuat hidupnya menderita karena kebodohannya. Dan sekarang ia mendapatkan kesempatan kedua, karena itu Siwon akan memanfaatkannya dengan baik.

“Tentang tur itu, aku akan mengusahakannya.” Janji Siwon.

Donghae melirik Siwon melalui bahunya.

“Terima kasih.” Gumamnya dan kemudian benar-benar meninggalkan Siwon seorang diri.

Siwon kembali duduk di kursinya. Ia mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut. Tetapi Siwon merasa lega karena masalah ini telah berakhir. Walaupun Donghae masih merasa terluka, setidaknya pria itu sudah bisa melepaskan Yongri.

Setelah ini tidak akan ada yang bisa menahan Siwon untuk menikahi Yongri lagi. Siwon akan benar-benar membuat Yongri menjadi miliknya untuk kedua kalinya. Masih dengan orang yang sama dan perasaan yang sama.

——

Donghae mendatangi rumah Hanna. Entah sudah berapa lama ia tidak datang ke tempat ini. Walaupun dulu hubungannya dengan Siwon cukup baik, tetapi karena Hanna yang tampak tidak menyukainya, membuat Donghae enggan untuk datang ke sana.

Tetapi hari ini Donghae memutuskan untuk mengunjungi Hanna. Karena ia tahu wanita itu hanya seorang diri di rumah ini. Walaupun ada beberapa pelayan yang menemaninya.

Donghae menyukai ketegasan Siwon karena memilih untuk meninggalkan Hanna demi Yongri. Karena semua ini berawal dari Hanna, Hanna–lah yang harus bertanggung jawab. Namun tetap saja Donghae merasa sedikit khawatir pada wanita itu.

“Aku ingin bertemu halmoni.” Kata Donghae pada seorang pelayan.

“Nyonya besar berada di perpustakaan, tuan. Apakah saya harus memberitahukan kedatangan Anda atau Anda ingin menemuinya di sana?” Tanya pelayan itu.

“Aku akan menemuinya di sana.” Jawab Donghae.

“Sebelah sini, tuan.” Pelayan tersebut menuntun jalan Donghae untuk menuju ke perpustakaan.

Donghae mengikutinya tanpa mengatakan apapun. Walaupun sebenarnya pria itu mengetahui letak perpustakaan berada.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di perpustakaan. Saat pelayan tersebut mengatakan tentang kedatangan Donghae pada Hanna, wanita itu tampak terkejut.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hanna setelah pelayan pergi.

“Apa salah jika aku mengunjungimu?” Donghae bertanya balik. Ia dapat melihat jika Hanna tampak lebih tua sepuluh tahun dari terakhir kali mereka bertemu.

“Jangan berbasa-basi denganku. Aku tahu kedatanganmu hanya untuk memprovokasiku, kan? Karena kau tahu jika Siwon telah mengetahui semuanya.” Tuduh Hanna.

Donghae tersenyum kecil.

“Apakah seperti itulah pandanganmu terhadapku, halmoni? Apakah kau benar-benar tidak pernah menganggapku sebagai cucumu?”

Hanna mengalihkan pandangannya dari Donghae.

“Aku selalu bertanya-tanya kenapa kau mengangkat ibuku menjadi anakmu jika kau sangat tidak menyukai kami. Lalu, kemudian aku kembali berpikir. Haraboji tidak pernah membedakan diriku dan Siwon sedikit pun. Saat itulah aku menyadari jika haraboji–lah yang menginginkan ibuku menjadi anak kalian. Aku benar, kan?” Ucap Donghae.

Hanna hanya diam saja seolah membenarkan ucapan Donghae. Ia memang tidak pernah menginginkan Hyangsook menjadi anaknya. Semua itu keinginan suaminya karena mereka belum memiliki anak setelah lima tahun menikah.

Namun setelah mereka menjadikan Hyangsook sebagai anak mereka, Hanna pun mengandung ayah Siwon. Membuat penyesalan Hanna semakin besar karena telah menjadikan Hyangsook sebagai anak mereka. Padahal ia bisa memberikan anak untuk suaminya.

“Walaupun begitu, apa kau benar-benar tidak menganggap kami sebagai keluargamu, halmoni? Bagaimana pun kau juga membesarkan ibuku hingga akhirnya dia menikah dengan ayahku dan meninggalkan rumah ini. Apakah tidak ada sedikit saja rasa sayangmu pada keluargaku?” Kata Donghae dengan sedih.

“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?” Tanya Hanna.

Semua ucapan Donghae benar-benar mengganggunya dan membuatnya gelisah.

“Aku iri karena kau begitu menyayangi Siwon, halmoni.” Keluh Donghae membuat Hanna terkejut.

Donghae tidak pernah mengeluh seperti ini sebelumnya. Kenapa tiba-tiba pria itu merasa iri?

“Aku merasa iri karena kau melakukan segala cara agar Siwon mendapatkan yang terbaik. Walaupun kau melakukan sesuatu yang kotor dengan mengusir Yongri dari dalam hidup Siwon. Tetapi aku tetap merasa iri, halmoni.”

“Saat kau tahu bahwa aku dan Yongri berkencan dan akan menikah, kau nampak tidak peduli. Kau memarahiku hanya karena takut kejahatanmu terbongkar di hadapan Siwon. Kau tidak berpikir untuk mengusir Yongri dari dalam hidupku, karena kau menginginkan yang terbaik untukku.”

Donghae tanpa sadar meneteskan airmata hingga membuat pipinya basah. Hanna tertegun melihat airmata pria itu. Ia tidak pernah melihat Donghae menangis.

“Tenang saja. Aku menangis bukan karena ingin kau mengasihaniku. Semua ini karena aku terlalu lelah menyimpan semua perasaan iri itu seorang diri. Karena itu aku ingin membaginya bersamamu.” Kata Donghae sembari menyeka airmata diwajahnya.

Donghae menghela nafas panjang untuk menahan diri agar tidak semakin menangis dihadapan Hanna.

“Jaga kesehatanmu baik-baik, halmoni. Walau bagaimana pun kau adalah keluarga Siwon satu-satunya. Sebenci apapun dia padamu, dia tetap akan merasa sedih jika sesuatu terjadi padamu.” Pesan Donghae sembari menatap Hanna yang masih terus menatapnya.

“Seandainya saja kau menganggapku sebagai cucumu dan memberikan kasih sayang yang sama seperti kasih sayangmu pada Siwon, aku mungkin bersedia menggantikan Siwon untuk menjagamu di sini.”

Donghae tersenyum tipis sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan Hanna seorang diri.

Untuk ke dua kalinya.

Karena yang pertama Hanna ditinggalkan oleh cucu kesayangannya. Dan sekarang Hanna ditinggalkan oleh cucu yang tidak pernah dianggapnya sama sekali.

——

Yongri pulang ke rumah yang dalam keadaan gelap gulita. Ia meraba dinding untuk menghidupkan lampu. Saat melihat tidak ada siapapun di rumah, keningnya berkerut karena bingung. Siwon mengatakan padanya jika pria itu dan Siyong akan menunggunya di rumah.

Namun saat ini tidak ada siapapun yang menunggunya.

Yongri mengganti sepatu berhak tingginya dengan sendal rumah dan menuju ke dapur. Ia ingin mengambil minum dan meredakan rasa hausnya. Tetapi gerakannya terhenti saat melihat sebuah catatan kecil di pintu kulkas.

Ganti pakaian dengan gaun dan berdandanlah dengan cantik.

–S&S–

“S dan S?” Gumamnya.

Yongri mencoba memikirkan inisial yang digunakan di dalam kertas ini. Ia dapat menebak jika tulisan ini adalah tulisan Siwon. Maka sudah pasti S yang pertama adalah Siwon. Lalu, S yang kedua? Apakah untuk Siyong?

Yongri tidak dapat menahan senyum geli diwajahnya. Apakah ayah dan anak itu saat ini sedang merencanakan sesuatu dibelakangnya? Apakah mereka berbohong saat mengatakan akan menunggunya di rumah?

Meninggalkan dapur, Yongri membatalkan niatnya untuk minum. Ia bergegas menuju ke kamarnya dan memilih berbagai gaun yang berada di lemari pakaiannya. Ia mengambil beberapa gaun dan mencobanya di depan cermin.

Dalam waktu sekejap, kamar Yongri menjadi berantakan oleh gaun wanita itu. Dan ia masih tidak menemukan gaun yang pas untuk dipakainya. Yongri kembali menatap lemari pakaiannya. Dan matanya menangkap sebuah gaun yang sangat berarti untuknya.

Yongri mengambil gaun berwarna merah marun tersebut. Gaun itu adalah gaun pertama yang dibelikan Siwon untuknya. Terakhir kali ia menggunakannya adalah sebelum menikah dengan Siwon. Tentu saja saat itu tubuh Yongri tidak berisi seperti sekarang.

Bukan berarti Yongri menganggap dirinya gemuk. Hanya saja setelah melahirkan, Yongri merasa berat badannya naik dan ukuran badannya berbeda dengan saat ia masih berkencan dengan Siwon.

Yongri menghela nafas panjang dan tampak menimbang. Akhirnya ia memutuskan untuk mencoba gaun tersebut.

Yongri hampir memekik senang saat merasakan gaun itu masih begitu pas ditubuhnya. Walaupun ada beberapa bagian yang tampak sangat berlekuk karena gaun itu membungkus tubuhnya dengan sempurna.

Setelah menemukan gaun yang pas, Yongri menghampiri meja rias. Dan ia kembali menemukan sebuah catatan kecil di sana. Dengan bentuk tulisan yang sama dan inisial yang sama.

Jika telah memakai gaun dan berdandan, datanglah ke taman belakang.

–S&S–

“Apa-apaan ini?” Ucap Yongri sembari menatap pintu kamarnya.

“Apakah mereka berada di taman belakang dari tadi?” Tanyanya kepada diri sendiri.

Sempat terpikirkan oleh Yongri untuk langsung ke sana tanpa berdandan. Tetapi ia tidak mau mengecewakan Siwon dan Siyong yang sepertinya berusaha untuk memberikannya kejutan.

Yongri kembali menghela nafas dan berdandan dengan cepat. Karena nyatanya tidak banyak yang perlu dilakukannya. Yongri tidak terlalu suka jika make up membuat wajah aslinya tertutupi.

Setelah memakai lipstik, Yongri menatap penampilannya terakhir kali di cermin. Saat merasa bahwa penampilannya sudah cukup baik untuk bertemu Siwon dan Siyong, Yongri meninggalkan kamarnya.

Yongri memakai sepatu berhak berwarna hitam dan menuju ke taman belakang. Pintu yang menghubungkan taman belakang tertutup oleh tirai berwarna coklat. Yongri menyibak tirai tersebut dan merasa sangat terkejut saat melihat keadaan taman belakang yang telah disulap.

Ada meja bundar serta tiga kursi di sana. Sepanjang jalan menuju ke sana terdapat mawar berwarna merah serta lampu berwarna warni yang menerangi taman belakang rumahnya.

Dan di ujung sana. Yongri hampir menangis melihatnya. Siwon dan Siyong telah menunggunya di sana. Siwon tampak tampan dengan pakaian formalnya sedangkan Siyong begitu cantik dengan gaunnya. Yongri yakin Siwon yang membelikan gaun itu.

Dengan gerakan perlahan Yongri membuka pintu. Lalu melangkah dengan anggun untuk mendekati dua orang yang begitu berharga untuknya tersebut. Mata Yongri menatap Siwon dan Siyong bergantian. Putrinya terlihat sangat bahagia saat ini.

“Apa yang kalian–“

Ucapan Yongri terhenti saat Siwon tiba-tiba saja berlutut dihadapannya. Mata Yongri membulat ketika melihat Siwon mengeluarkan sebuah kotak dari saku jasnya dan membukanya. Sebuah cincin yang begitu indah berada di sana.

“Aku tahu bahwa kau mungkin saja berpikir jika aku tidak seharusnya melakukan semua ini. Karena pernikahan bukanlah hal baru untuk kita berdua.” Kata Siwon sembari mendongak menatap Yongri.

“Tetapi aku tetap saja ingin melakukannya, Yongri-ya. Aku ingin melakukan yang terbaik untukmu. Aku ingin kau melihat kesungguhanku bahwa aku akan menjagamu dan Siyong dengan baik. Aku mencintai kalian dengan segenap hatiku. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku untuk yang kedua kalinya.”

“Karena itu..” Siwon menarik nafas panjang.

“Karena itu berikan aku kesempatan kedua untuk membahagiakan kalian. Dan biarkan kesempatan ini menjadi kesempatan yang terakhir untukku. Agar aku perlu berpikir ribuan bahkan ratusan kali untuk menyakitimu.”

“Biarkan aku menjadi bagian dari kehidupanmu dan Siyong untuk selamanya. Menikahlah denganku, Choi Yongri.” Pinta Siwon dengan wajah serius.

Yongri tidak bisa menahan airmatanya lebih lama lagi. Ia membiarkan airmata itu merusak dandanan yang telah dilakukannya untuk membuat Siwon dan Siyong merasa bangga padanya.

Yongri hanya ingin menangis saat ini. Ia ingin menangis karena merasa sangat bahagia. Ia ingin menangis dan melupakan semua masa lalu yang membuatnya menderita.

“Eomma, kenapa kau menangis?” Tanya Siyong dengan wajah murung.

Yongri mengalihkan pandangannya pada Siyong.

“Apa kau tidak menyukai kejutan yang dibuat appa untukmu? Apakah aku tidak terlihat cantik dengan gaun ini? Kenapa kau menangis, eomma?” Tanya Siyong lagi.

Yongri tertawa dan dengan hati-hati menyeka airmatanya. Ia harus berhenti menangis agar Siyong tidak menangis. Ia tidak mau membuat putrinya merasa sedih.

“Eomma menangis karena bahagia, sayang.”

“Apakah kita harus menangis jika bahagia?” Siyong terlihat bingung.

“Eomma akan menjelaskannya padamu nanti. Karena sekarang sepertinya appa sedang menunggu jawaban eomma.” Kata Yongri.

“Baguslah jika kau tahu.” Sahut Siwon membuat Yongri tertawa.

“Kau tidak melamarku seperti ini dulu.” Ucap Yongri membuat Siwon meringis.

Tidak ada makan malam romantis, tidak memakai gaun ataupun pakaian normal, dan tidak ada kegiatan berlutut seperti yang Siwon lakukan saat ini.

Dulu Yongri merasa semuanya dilakukan dengan tiba-tiba dan terburu-buru. Hingga membuat Yongri memahami jika saat itu mereka masih begitu muda dan tidak berpikiran panjang. Karena itulah pernikahan mereka berakhir.

Tetapi saat ini mereka sudah sama-sama dewasa. Mereka sudah memikirkan setiap konsekuensi dari semua keputusan yang mereka ambil. Dan Yongri pun merasa yakin jika mereka bisa menyelesaikan masalah apapun yang akan terjadi pada keluarga mereka nanti.

“Saat itu–“

“Aku mau menikah denganmu.” Ucap Yongri menyela penjelasan Siwon.

“Apa?”

“Aku bilang, aku mau menikah denganmu. Kau bisa memasangkan cincinnya padaku.” Kata Yongri sembari mengulurkan jarinya.

Siwon menatap Yongri dengan tidak percaya. Pria itu tidak bisa menyembunyikan tawanya. Tanpa membuang waktu, Siwon langsung memakaikan cincin yang dibelinya itu kepada Yongri. Membuat Siyong bertepuk tangan dengan heboh.

Siwon segera berdiri dan menarik Yongri ke dalam pelukannya. Setelah ini Siwon benar-benar bisa bernafas dengan normal. Karena oksigennya sudah berada disisinya untuk selamanya.

“Terima kasih.” Bisik Siwon.

“Apa kalian melupakanku?!” Rajuk Siyong.

Siwon melepaskan pelukannya dan menunduk untuk menatap Siyong. Kemudian ia kembali menatap calon istrinya.

“Kau menularkan sikap merajukmu padanya.” Goda Siwon membuat Yongri melotot padanya.

Yongri melayangkan tangannya untuk memukul Siwon, tetapi Siwon berlari untuk menghindar.

“Siyong-ah, bantu eomma menangkap appamu.” Pinta Yongri.

“Baik, eomma!” Sahut Siyong dengan senang hati.

“Hei! Kau tidak bisa meminta Siyong berada dipihakmu!” Protes Siwon sembari berlari karena kedua wanita itu mengejarnya.

Bibi Kim yang menatap keluarga kecil itu dari dalam rumah hanya bisa tersenyum. Ia ikut merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh mereka. Ia berharap setelah ini hanya ada tawa bahagia yang terpancar dari mereka.

——

Hara memasuki bandara dengan langkah tergesa. Ia mengedarkan pandangannya seolah sedang memilih jalan mana yang harus dilewatinya. Hari ini Donghae akan berangkat ke Amerika untuk memulai tur konsernya.

Dan Hara tidak tahu kapan Donghae akan kembali. Karena setelah mengadakan konser di sana, pria itu akan berlibur di Amerika sampai waktu yang belum ditentukan. Hara tentu tahu Donghae melakukan semua itu untuk mengobati luka hatinya.

Karena itulah saat ini Hara ingin bertemu dengannya dan setidaknya memberikan sedikit penghiburan kepada pria itu. Hara ingin Donghae tahu jika pria itu bisa mengandalkannya jika membutuhkan teman bicara.

Setelah memutuskan, Hara segera berlari ke arah kanan untuk menuju ke ruang tunggu keberangkatan. Ia berharap pesawat yang dinaiki Donghae belum lepas landas dan pria itu masih menunggu di sana.

Sesampainya di ruang tunggu, Hara kembali mengedarkan pandangannya. Begitu banyak orang di sana yang sepertinya juga hendak berpergian ke luar negeri. Membuat Hara merasa putus asa karena ia tidak bisa menemukan keberadaan Donghae dengan mudah.

“Apakah sudah pergi?” Gumamnya.

Di saat ia telah menyerah dan memutuskan untuk pulang, matanya menemukan seorang pria yang duduk sendiri dengan memakai sebuah topi hitam. Tidak ada masker diwajahnya sehingga Hara dapat mengenali jika pria itu adalah Donghae.

Hara berlari untuk menghampiri Donghae. Namun saat mata Donghae menemukannya, Hara langsung terdiam di tempat. Ia dapat melihat jika Donghae terkejut dengan kehadirannya.

Donghae melepas earphone yang sedang digunakannya dan berdiri. Kemudian melangkah dengan perlahan untuk mendekati Hara.

“Apa yang kau..lakukan disini?” Tanya Donghae bingung.

“Aku–” Hara tiba-tiba merasa bingung untuk menjawab pertanyaan Donghae.

“Apa kau juga akan berangkat?” Tebak Donghae.

Namun kemudian saat melihat pakaian Hara yang tampak biasa, Donghae meragukan tebakannya.

Hara tampak berdiri dengan gelisah dihadapan Donghae. Sebelumnya ia tidak merasakan apa-apa. Tetapi sekarang Hara merasa ada yang aneh.

“Kenapa kau diam saja, Hara-ya?” Donghae merasa sangat bingung.

Keduanya tiba-tiba saja dikejutkan oleh panggilan untuk keberangkatan ke Amerika. Membuat Hara merasa panik.

“Aku harus pergi.” Gumam Donghae sembari memasukkan earphone ke dalam saku jeans–nya.

“Oppa..” Panggil Hara.

“Ya?” Sahut Donghae.

“K–kau..kau baik-baik saja?” Tanya Hara.

Kening Donghae berkerut saat mendapatkan pertanyaan dari Hara.

“Ya. Aku baik-baik saja.” Jawab Donghae terdengar ragu.

“A–aku ingin minta maaf atas ucapanku di cafe saat itu.” Kata Hara dengan meremas kesepuluh jarinya.

“Sepertinya saat itu aku hanya memikirkan perasaan Siwon oppa. Dan aku tidak memikirkan perasaanmu sama sekali.”

Donghae tersenyum tipis.

“Aku tidak apa-apa. Dan, Hara-ya..”

“Ya?”

“Aku tidak mau membahas masalah ini lagi.” Ucap Donghae.

Hara menggigit bibir bawahnya dan merasa menyesal. Apakah dia membuat Donghae merasa sedih lagi? Apakah seharusnya Hara tidak datang menemuinya?

“Maaf.”

“Kenapa kau meminta maaf terus? Kau tidak bersalah.” Kata Donghae dengan geli.

“Pesawatmu akan berangkat, sebaiknya kau segera pergi.”

“Apakah kedatanganmu ke sini memang untuk bertemu denganku?” Tanya Donghae dan disambut anggukan oleh Hara.

“Kenapa?”

“Aku hanya ingin memastikan jika kau baik-baik saja. Aku merasa bahagia karena Siwon oppa dan Yongri eonni kembali bersama. Tetapi aku juga merasa sedih untukmu.” Jawab Hara.

Donghae kembali tersenyum. Ternyata selain keluarganya ada juga yang memikirkan perasaannya.

“Terima kasih kalau begitu.” Ujar Donghae dengan tulus. Hara menatap Donghae dan tersenyum.

“Pergilah, oppa.”

Saat Donghae akan beranjak pergi, Hara menahannya.

“Jika kau membutuhkan teman bicara, kau bisa menghubungiku.” Kata Hara membuat mata Donghae sedikit melebar. Tetapi pria itu tidak mengatakan apa-apa.

“Kali ini, pergilah.” Ucap Hara.

Donghae mengangguk dan berjalan meninggalkan Hara. Hara menatap punggung Donghae yang tertutup oleh tas ransel yang dipakainya. Dan Hara terkesiap saat melihat Donghae tiba-tiba saja berbalik dan kembali menatapnya.

“Aku akan menghubungimu.” Ucap Donghae dan kemudian melambaikan tangannya.

Walaupun masih merasa terkejut, Hara akhirnya membalas lambaian tangan Donghae sembari tersenyum kaku.

——

“Ya! Kau tidak boleh berada disini!” Omel Yongri saat melihat Siwon masuk ke dalam ruang tunggu pengantin wanita.

“Kenapa aku tidak boleh berada disini? Aku ingin menemui calon istriku.” Tukas Siwon sembari mendekati Yongri yang tampak begitu cantik dengan balutan gaun pengantin.

“Ck! Mereka sudah mendandaniku dengan susah payah untuk membuatmu terpesona saat aku berjalan di altar nanti. Tapi lihat apa yang kau lakukan!” Geram Yongri.

Siwon tertawa dan mengambil kursi untuk duduk di depan Yongri. Pria itu juga sudah terlihat sangat tampan dengan jas berwarna putih gading. Terselip sebuah bunga di kantong atas sebelah kiri jasnya.

“Aku akan selalu terpesona melihatmu. Bahkan setelah aku melihat betapa cantiknya kau saat ini, aku tetap akan terpesona saat di altar nanti.” Puji Siwon membuat wajah Yongri merona.

“Dimana Siyong?” Tanya Siwon kemudian.

“Hara menjaganya.” Jawab Yongri.

Seakan tahu jika dirinya sedang dibicarakan, Siyong masuk ke dalam ruang tunggu Yongri dengan wajah cemberut. Siwon dan Yongri menatapnya dengan bingung.

“Ada apa, sayang?” Tanya Siwon sembari mengulurkan tangannya untuk disambut oleh putrinya itu.

“Aku tidak suka dengan gaun ini!” Rajuk Siyong.

Siwon dan Yongri menatap gaun berwarna putih yang dipakai Siyong. Gaun itu membuat Siyong tampak seperti mempelai kecil. Belum lagi sebuah bando dari ranting yang terpasang di kepalanya. Siyong terlihat sangat cantik.

Lalu, apa yang salah?

“Kau sangat cantik dengan gaun itu.” Puji Yongri.

“Aku tidak mau memakainya. Lepaskan gaun ini, eomma.” Pinta Siyong sembari mendekati Yongri.

“Hei, kau tidak boleh melepaskannya sebelum appa dan eomma menikah.” Kata Siwon dengan panik.

Siyong menghela nafas panjang dan menatap Siwon.

“Itulah yang ingin aku tanyakan padamu, appa. Kenapa kau dan eomma harus menikah lagi? Bukankah kalian sudah menikah?” Tanya Siyong dengan wajah polosnya.

“Itu–“

Siwon melirik Yongri untuk meminta bantuan agar bisa menjawab pertanyaan Siyong. Yongri hanya menaikkan bahunya dengan acuh. Seolah menyuruh Siwon untuk menjawab sendiri pertanyaan dari Siyong.

“Karena appa dan eomma sudah berpisah, makanya kami harus menikah lagi, Siyong-ah.” Jawab Siwon.

“Tetapi kalian sudah bersama sekarang. Appa juga sudah tinggal di rumah eomma. Untuk apa menikah lagi? Karena kalian harus menikah, aku harus memakai gaun ini!” Omel Siyong.

“Siyong-ah..” Ucap Siwon sembari memegang kedua bahu mungilnya.

“Appa dan eomma sudah bercerai. Sehingga kami harus menikah lagi.”

“Bercerai? Apa itu bercerai?” Tanya Siyong tidak mengerti. Siwon menghela nafas panjang.

“Kau akan mengerti saat dewasa nanti.” Jawab Siwon.

Siyong memutar kedua bola matanya seolah merasa lelah mendengar jawaban Siwon.

“Aku juga ingin menanyakannya. Kapan tepatnya aku dewasa, appa?” Protes Siyong membuat Yongri tertawa.

“Jangan tertawa, Yongri-ya. Bantu aku menjelaskan semua ini pada putri kita.” Pinta Siwon dengan putus asa.

“Dia bertanya padamu.” Sahut Yongri masih dengan tertawa.

“Eomma benar. Aku bertanya padamu, appa.” Timpal Siyong.

“Beritahu aku kapan aku dewasa, jika tidak, aku akan melepas gaun ini.” Ancam Siyong membuat Siwon mengerang frustasi.

Dan rasa frustasinya semakin menjadi saat mendengar tawa Yongri yang tampak begitu bahagia.

——

–Fin–

HAI! YEAY! Akhirnya FF ini kelar juga. Uhuy~ semoga kalian puas sama semua ending cast di FF ini, ya, alias jangan minta story lain untuk Donghae—Hara. Hahahaha.. karena aku gak kepikiran sama sekali untuk buat kelanjutan cerita mereka. Memang ada readers yang menyarankan untuk buat FF dengan cast utama Donghae, mungkin nanti akan aku buatin kalo dapet ide yang cocok, ya. Tapi gak janji^^

Sampai ketemu di FF selanjutnya, ya. Thanks untuk yang masih setia dari awal sampai akhir^^

Ps: comment nembus 100, aku post sequel FF Love, Hurt, and Revenge ❤

Happy reading~

BYE~

Advertisements

111 thoughts on “The Chance – Part 9 END

  1. Happy ending~~ tapi masih gantung,, wkwk pen liat siwon sama yongri nikah lagi. Terus pakabar donghae hara ya??? Aku kira nanti donghae bakal ada perasaan sama hara,, tapi keburu End~

  2. akhirnya donghae berbesar hati melepaskan yongri,,,tp ttp nenek siwon gk akan pernah berubah dgn ksendiriannya saat ini,,,,
    masih kurang thor sama endingnya hehehe

  3. Butuh squelll…. asli gue baca dan menyimpulkan orang yg paling jahat itu donghae dan hanna udh tau tp kenapa dia gak mau ngubungin… ahhh emang salah di… loker tefakhir dia

  4. Butuh squelll…. asli gue baca dan menyimpulkan orang yg paling jahat itu donghae dan hanna udh tau tp kenapa dia gak mau ngubungin… ahhh emang salah di… loker tefakhir dia

  5. Mian cuma komen d part end aja, suka bgt sm ceritaY, tp sedih donghae ga bs sm yongri, bikin sequelY dong please buat donghae jadian sm hara 😉

  6. Finaaallllyyy happy enddiiinnnggg… i love this storyy soo muccchhhh. i like it since the very first chapter.. thank you for writing stories of siwoonnn, it’s really hard to find siwon’s stories that has quality like thisss.. wish you will still write stories of siwon! i’ll wait for your next storyyy. your stories never dissapoint me as a reader!

    GOOODD JJOOOBBB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s