The Chance – Part 6

Author

Choineke

Title

The Chance

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Donghae, Choi Siyong (OC), Lee Hara (OC), Lee Hanna–Siwon’s Grandmother (OC), and others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–Give me one more chance to be with you again–

——

Author POV

Yongri dan Donghae saling menatap untuk beberapa saat. Wanita itu cukup terkejut saat mendengar nada tidak suka dari suara Donghae. Ia juga merasa Donghae tiba-tiba bersikap aneh dan sedikit berlebihan.

“Aku tidak mengerti apa maksudmu, Lee Donghae.” Kata Yongri dan kembali membongkar isi tasnya.

“Ya, aku pun tidak mengerti.” Sahut Donghae dengan ketus.

“Apa yang sedang kau dan Siwon lakukan semalam, hingga kau bisa menyelamatkannya dari lampu yang akan jatuh?” Tanya Donghae.

Yongri menghela nafas dan menegakkan punggungnya. Kembali menatap Donghae.

“Lee Donghae–“

“Dan karena kejadian semalam, sepertinya ada sesuatu di antara kalian.” Lanjut Donghae.

“Sesuatu seperti apa maksudmu?! Tanya Yongri langsung.

Well, Siwon tiba-tiba saja menawarkan dirinya untuk mengantarkan kalian pulang. Lalu dia membantumu menggendong Siyong ke dalam rumah. Dan aku tidak lagi melihat kebencian di mata Siwon padamu.” Jawab Donghae menjelaskan.

“Jika Siwon tidak membenciku lagi, apa itu menjadi masalah untukmu, Lee Donghae? Tidakkah kau seharusnya merasa senang?”

“Senang? Kenapa aku harus merasa senang?”

Yongri terkejut mendengar ucapan Donghae. Pria yang ada dihadapannya saat ini tidak seperti Donghae yang dikenalnya selama ini.

“Apakah maksudmu kau akan merasa senang jika Siwon membenciku? Begitukah?” Tanya Yongri pelan.

Donghae tidak bisa menjawab pertanyaan Yongri. Ia merasa bingung. Ia tidak tahu apa yag terjadi padanya. Ia merasa kesal karena melihat Yongri dan Siwon bersama.

“Apa yang terjadi padamu, Lee Donghae? Kenapa kau seperti ini?” Tanya Yongri lagi.

“Kau belum menjawab satu pertanyaanku, Yongri-ya. Apa yang kau dan Siwon lakukan semalam hingga kalian sedang bersama?” Ucap Donghae.

Yongri menghela nafas.

“Jika kau memang ingin tahu, Siwon bertanya padaku tentang alasanku meninggalkannya.” Jawab Yongri.

Tubuh Donghae menegang saat mendengarnya.

“A–apa kau memberitahunya?” Tanya Donghae.

“Apa itu penting untukmu sekarang? Sikapmu aneh!” Tukas Yongri. Donghae semakin mendekati Yongri dan mencengkram lengannya.

“Aku tanya apa kau memberitahunya, Choi Yongri.” Geram Donghae.

“Tidak! Aku belum sempat memberitahunya karena kecelakaan itu terjadi. Apa kau puas?!”

“Belum sempat? Apa maksudmu kau akan memberitahunya jika kecelakaan itu tidak terjadi?” Tuduh Donghae.

Yongri menyugar rambutnya dan terlihat frustasi. Ia benar-benar merasa sikap Donghae menjadi aneh. Donghae tidak pernah bersikap seperti ini selama lima tahun mereka berkencan.

“Dan kenapa kau menolak permintaan ibuku untuk mengumumkan pernikahan kita?” Tanya Donghae.

“Lee Donghae, apa kau akan terus bertanya?!” Hardik Yongri.

“Ya! Aku akan terus bertanya! Dan tugasmu untuk menjawab setiap pertanyaanku!” Balas Donghae.

“Pikiranmu sedang tidak waras. Lebih baik kau pulang.” Usir Yongri sembari beranjak pergi. Namun Donghae menahannya.

“Pikiranku tidak waras karena dirimu, Choi Yongri. Apa? Kau tidak ingin orang-orang mengetahui tentangmu? Omong kosong! Untuk apa kau berkencan denganku jika tidak ingin penggemarku mengetahui tentangmu?!”

Yongri menatap Donghae dengan tidak percaya. Ia yakin ada yang merasuki Donghae saat ini. Pria itu tidak pernah berkata kasar apalagi membentaknya. Tetapi saat ini Donghae melakukan semuanya.

“Kau–“

“Apa karena Siwon?”

“Apa?”

“Apa karena Siwon kau menolak permintaan ibuku? Kau masih memiliki perasaan padanya?” Tanya Donghae membuat mata Yongri melebar.

“Lee Donghae!!”

“Karena itu jawab pertanyaanku!” Bentak Donghae.

“Eomma..”

Yongri dan Donghae sama-sama menoleh saat mendengar suara lirih Siyong. Bocah itu berada di ambang pintu kamarnya sembari menatap mereka dengan mata Yongri mengantuk.

Yongri menepis tangan Donghae dan menghampiri Siyong. Berlutut di hadapan putrinya sebelum akhirnya memeluknya dengan erat.

“Maafkan eomma, sayang. Eomma pasti membangunkanmu.” Bisik Yongri dengan sedih.

“Aku mendengar eomma dan ahjussi berteriak. Ada apa?” Tanya Siyong sembari melepaskan pelukan Yongri.

“Eomma menangis?” Siyong terlihat siap menangis ketika melihat mata Yongri yang berkaca-kaca.

“Eomma jangan menangis.” Pintanya.

“Tidak, sayang. Eomma tidak menangis.” Dusta Yongri sembari mengusap matanya.

Yongri kemudian menatap Donghae yang masih berdiri di posisinya.

“Kau ingin tahu alasanku, kan? Inilah alasanku, Lee Donghae. Aku ingin melindungi anakku. Aku tidak ingin penggemarmu mengetahui keberadaan Siyong. Aku tidak ingin mereka membuat anakku tertekan. Jika mereka mengetahui tentangku, mereka akan mengetahui tentang Siyong. Dan aku tidak ingin semua itu terjadi. Aku tidak memintamu untuk percaya. Tetapi itulah alasanku sebenarnya.” Kata Yongri dengan airmata mengalir diwajahnya.

“Eomma.” Lirih Siyong sembari mengusap airmata Yongri.

“Tidak. Eomma tidak menangis.” Ucap Yongri sembari kembali memeluk Siyong.

“Yongri-ya..”

Donghae terlihat merasa bersalah. Pria itu berjalan untuk mendekati keberadaan Yongri dan Siyong. Yongri benar. Pikirannya sedang tidak waras saat ini. Ia tidah tahu kenapa dirinya menjadi seperti ini.

“Pergilah.” Usir Yongri.

“Yongri-ya, maafkan aku.” Sesal Donghae.

“Pergilah, Lee Donghae!” Ucap Yongri sembari menatapnya tajam.

Donghae menatap Yongri dengan sedih. Ia benar-benar menyesal dengan perlakuannya pada Yongri barusan. Ia ingin memutar waktu dan tidak melakukan semuanya. Tetapi ia tidak bisa melakukannya.

Pada akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan Donghae selain menuruti keinginan Yongri. Ia mulai beranjak dan meninggalkan rumah kekasihnya itu.

“Kenapa eomma menyuruh Donghae ahjussi pergi?” Tanya Siyong.

Yongri memaksakan senyumnya dan mengusap wajah Siyong.

“Apa kau lapar?” Tanya Yongri mengalihkan pembicaraan. Siyong mengangguk.

“Kau ingin makan apa?”

“Apa saja. Masakan eomma yang terbaik.” Puji Siyong membuat Yongri benar-benar tersenyum dan melupakan masalahnya untuk sesaat.

——

“Luar biasa!” Pekik Hara membuat Siwon terkejut.

“Ada apa?” Tanya Siwon sedikit geram. Pekikan Hara benar-benar membuat lamunannya buyar.

Hara tertawa dan bertepuk tangan. Membuat Siwon menatap tunangannya itu dengan bingung.

“Kau tersenyum, oppa.” Kata Hara dengan nada takjub.

“Lalu, kenapa?” Tanya Siwon.

“Kau tidak pernah tersenyum seperti ini semenjak Yongri eonni meninggalkanmu. Dan sekarang, kau tersenyum seorang diri seperti orang gila.” Jawab Hara dengan tersenyum mengejek.

Siwon mendengus kasar. Reaksi Hara sangat berlebihan menurutnya. Apa yang salah dengan tersenyum? Lagipula suasana hati Siwon sedang baik saat ini.

“Jadi, apa yang sedang ada di otak pintarmu itu?” Tanya Hara sembari menaik-naikkan alisnya untuk menggoda Siwon.

Siwon kembali mendengus dan tampak berusaha untuk fokus bekerja. Ada beberapa file yang harus diperiksanya saat ini.

“Yongri eonni? Atau Choi Siyong?” Tebak Hara. Mendengar tebakan Hara membuat Siwon kembali tersenyum.

“Lihat! Kau tersenyum lagi! Wah!” Hara terlihat benar-benar takjub.

“Katakan padaku jika kau memang lagi bahagia, oppa! Jangan membagi kesedihanmu saja padaku.” Rajuk Hara.

Siwon melepaskan pulpen ditangannya kemudian menyandarkan punggungnya sembari menatap Hara. Masih dengan bibir yang setengah tersenyum.

“Aku pulang ke Seoul bersama Yongri dan anaknya kemarin.” Kata Siwon.

“Apa?! Benarkah?” Mata Hara melebar. Siwon mengangguk.

“Bagaimana bisa?” Tanya Hara antusias.

“Donghae harus pergi Seoul kemarin pagi. Lalu dia berjanji akan kembali ke Mokpo saat sore hari untuk menjemput Yongri. Tiba-tiba saja terlintas di dalam pikiranku untuk pulang bersama mereka. Beruntung karena imo mengizinkannya.” Jawab Siwon menjelaskan.

“Kenapa terlintas di dalam pikiranmu untuk pulang bersama mereka? Bukankah kau membenci eonni?” Tanya Hara Lagi.

Senyum di wajah Siwon menghilang. Pria itu mengalihkan pandangannya dan tampak menerawang.

“Selama ini aku berpikir jika Yongri meninggalkanku karena dia tidak mencintaiku. Karena dia membenciku. Tetapi saat itu dia menyelamatiku, Hara-ya. Ia tidak memperdulikan dirinya sendiri yang bisa terluka karena menyelamatkanku.” Ucap Siwon sembari menghela nafas.

“Apakah menurutmu dia akan menyelamatkanku jika dia tidak mencintaiku?” Tanya Siwon.

“Tentu saja. Yah, kita tidak harus selalu menyelamatkan orang yang kita cintai, oppa.” Jawab Hara membuat Siwon menatapnya dengan kesal.

Hara tertawa dengan puas saat melihat Siwon menjadi kesal.

“Aku bercanda. Ya! Bukankah aku sudah mengatakan dari awal jika eonni memang tidak pernah membencimu? Dia mencintaimu, oppa. Aku bisa merasakan itu. Bagaimana bisa kau tidak menyadarinya?” Omel Hara.

“Aku hampir mendapatkan jawaban kenapa Yongri meninggalkanku, seandainya lampu itu tidak jatuh.” Ujar Siwon.

“Jadi, kebencianmu pada eonni menghilang?” Tanya Hara memastikan.

“Entahlah. Aku hanya merasa kebencianku akan sia-sia. Karena Yongri sudah mengorbankan dirinya untukku. Bagaimana bisa aku membenci seseorang yang menyelamatkanku, Hara-ya?” Ucap Siwon.

Hara tersenyum dan berjalan menghampiri Siwon. Dengan tiba-tiba ia memeluk Siwon hingga membuat Siwon terkejut. Namun tetap membalas pelukan perempuan itu.

“Akhirnya kau memanfaatkan kepintaranmu juga, oppa.” Sindir Hara.

“Ya!” Siwon melepaskan pelukan Hara dan hendak memberikan pukulan pada kepalanya.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Hara setelah berhenti tertawa. Siwon hanya menggeleng.

“Kau ingin kembali pada eonni?” Tebak Hara.

“Bagaimana bisa? Yongri akan menikah dengan Donghae. Dan mereka telah memiliki seorang putri. Jika aku merebut Yongri dari Donghae, aku tidak hanya menyakiti Donghae. Tetapi juga menyakiti Siyong. Dan aku tidak sanggup menyakiti anak itu.” Ujar Siwon.

“Apakah maksudmu kau akan melepaskan eonni begitu saja?” Ada nada tidak setuju dalam pertanyaan Hara.

“Apalagi yang bisa aku lakukan? Aku pikir sudah cukup dengan mengetahui bahwa dia tidak membenciku dan ada alasan tersendiri kenapa dia meninggalkanku.” Kata Siwon.

Terdengar helaan nafas panjang dari Hara. Ia memikirkan cara untuk membantu Siwon dan Yongri kembali bersatu. Ia tidak bisa membiarkan dua orang yang saling mencintai harus berpisah.

Tetapi jika ia melakukan sesuatu, ia akan menyakiti Donghae. Walaupun Hara tidak terlalu dekat dengan Donghae, ia tetap mengganggap pria itu adalah pria yang baik. Bagaimana bisa ia menyakiti pria baik seperti Donghae?

——

Siwon keluar dari ruangannya untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku dan pegal karena terlalu fokus bekerja. Ia juga berencana untuk membeli kopi di cafe yang berada di lantai bawah.

Siwon tersenyum kecil membalas sapaan dari beberapa pegawainya selama ia di perjalanan menuju cafe. Sesekali juga Siwon menyempatkan diri menyapa anak didiknya yang tampak berkeliaran di kantor C–Star Entertainment.

Siwon sampai di cafe dan memesan kopi hitam untuknya. Ia butuh untuk menyegarkan matanya yang terasa sedikit lelah. Siwon sengaja membuat dirinya sibuk agar dia tidak memikirkan Yongri dan Siyong.

Karena Siwon merasa tidak seharusnya ia memikirkan milik orang lain. Hal itu dapat membuatnya merasa frustasi karena ia tidak bisa memiliki keduanya. Setidaknya selama beberapa jam ini Siwon mampu mengenyahkan sosok kedua orang itu dari pikirannya.

Mengambil kopinya, Siwon meninggalkan cafe untuk kembali ke ruangannya. Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Yongri baru saja datang ke kantornya bersama dengan Siyong. Bocah itu tampak begitu ceria berjalan di samping Yongri.

Tanpa sadar Siwon tersenyum saat melihat mereka. Ia melupakan perjalananya untuk kembali ke ruangannya dan malah berjalan mendekati Yongri dan Siyong. Namun baru beberapa langkah, Siwon kembali menghentikan langkahnya.

“Apa yang aku lakukan?” Gumamnya.

Siwon menggelengkan kepalanya. Ia tidak boleh menghampiri mereka. Karena jika ia melakukannya, ia akan membuat dirinya menjadi brengsek. Siwon mungkin tidak akan melepaskan mereka dalam genggamannya.

Setelah di pikir lagi, Siwon lebih memilih untuk membenci Yongri. Dengan begitu, ia tidak akan berharap untuk kembali bersama wanita itu. Karena rasa bencinya yang hilang entah kemana, Siwon malah mengharapkan hal yang tidak mungkin.

Siwon mulai melangkah untuk pergi, sayangnya matanya dan mata Yongri lebih dulu bertemu membuat Siwon mengurungkan niatnya. Jika ia tiba-tiba pergi setelah jelas-jelas melihat wanita itu, ia pasti akan terlihat seperti pria tidak tahu diri.

Siwon menghembuskan nafas dan berjalan mendekati Yongri. Matanya menatap Siyong yang tampak begitu senang saat melihatnya. Siwon juga merasa senang, tetapi ia mencoba untuk menutupinya.

“Selamat siang, ahjussi.” Sapa Siyong.

Siwon dapat melihat Yongri terkejut saat mendengar Siyong menyapanya. Wanita itu menatap Siyong dengan kening yang berkerut.

“Hai, Siyong-ah.” Balas Siwon. Dan Yongri mengalihkan pandangan padanya.

“Kau datang untuk menemui TOP?” Tanya Siwon menebak.

“Ya, presdir.” Jawab Yongri pelan.

Masih terasa canggung untuk saling berbasa-basi. Yongri sudah terbiasa dengan pandangan benci dan kata-kata kasar dari Siwon.

“Presdir?” Ucap Siyong.

Siwon menatap Siyong dan meringis kecil.

“Eomma, bukankah presdir itu seorang bos?” Tanya Siyong.

“Ya. Kenapa?” Yongri bertanya balik.

Siyong mengalihkan pandangannya pada Siwon. Ia menatap pria itu dengan wajah cemberut. Merasa kesal karena tahu Siwon telah membohonginya.

Siwon mengusap tengkuknya dan tampak salah tingkah dihadapan bocah itu. Siyong benar-benar membuatnya merasakan perasaan yang tidak pernah dirasakannya selama ini.

“Aku ingin berterima kasih padamu karena telah menyelamatkanku saat itu.” Kata Siwon.

Yongri tersenyum kecil.

“Bukan apa-apa, presdir. Sudah seharusnya saya melakukannya.” Balas Yongri.

Siwon menghela nafas saat mendengar ucapan formal dari Yongri. Ia tidak menyukai itu. Tetapi ia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Yongri. Apalagi saat ini mereka berada di kantor. Sudah sewajarnya jika Yongri bersikap formal padanya. Namun tetap saja Siwon tidak menyukainya.

“Sebagai rasa terima kasihku, aku ingin mentraktir kalian makan siang. Bagaimana?” Tanya Siwon sembari menatap Yongri dan Siyong bergantian.

“Anda tidak perlu melakukannya, presdir.” Jawab Yongri menolak.

“Yongri–maksudku Carlene–“

“Aku mau.” Sela Siyong tiba-tiba membuat Yongri dan Siwon menatapnya.

“Siyong-ah..” Ucap Yongri.

“Aku mau makan bersama ahjussi ini.” Tegas Siyong membalas tatapan Yongri.

Siwon tanpa sadar tersenyum. Jika Siyong bersikeras, maka tidak akan ada yang bisa dilakukan oleh Yongri selain menurutinya. Ah, Siwon ingin berterima kasih pada Siyong.

“Dengar, Siyong-ah. Kita akan makan siang setelah eomma bekerja. Kita tidak perlu–“

“Tetapi aku ingin makan siang bersama ahjussi ini juga, eomma.” Siyong mulai merengek.

Yongri menggigit bibir bawahnya sembari melirik Siwon. Apa yang harus dilakukannya? Ia tidak bisa berada di dekat Siwon terus. Jika seperti itu, Yongri tidak akan bisa menata perasaannya. Tetapi jika ia menolak permintaan Siyong, ia harus rela diacuhkan oleh putrinya itu.

“Hanya makan siang, Carlene-ssi.” Kata Siwon.

Yongri menghela nafas panjang. Ia tidak memiliki pilihan lain. Mungkin kedatangannya ke kantor ini selanjutnya lebih baik tanpa Siyong.

“Baiklah.” Ucap Yongri pelan.

“Saya harus bekerja dulu, presdir. Permisi.” Pamit Yongri sembari membungkukkan badannya.

“Aku bisa menjaga anakmu selama kau bekerja.” Ujar Siwon menghentikan langkah Yongri.

“Apa?!” Yongri terlihat terkejut.

“M–maksudku, kau bisa meninggalkan anakmu bersamaku.”

“Kenapa saya harus–“

“Benar.” Ucap Siyong sembari melepaskan tangan Yongri.

“Eomma, aku akan bermain bersama ahjussi.” Kata Siyong dengan ceria.

“Tidak, Siyong-ah! Ahjussi ini harus bekerja.” Tolak Yongri sembari menarik Siyong ke sisinya.

“Eomma..”

“Anda tidak perlu melakukannya, presdir. Saya bisa menjaga anak saya dengan baik sembari bekerja.”

“Aku pikir anakmu akan menangis.” Gumam Siwon membuat Yongri menunduk.

“Siyong-ah, kenapa kau seperti ini? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan menyusahkan eomma?” Keluh Yongri.

“Karena itu biarkan dia bersamaku dan kau tidak akan susah.” Timpal Siwon.

“Bukan itu maksudku!” Hardik Yongri kesal. Namun kemudian ia tersadar dengan ucapannya.

“Maafkan saya.” Sesal Yongri.

Siwon menghela nafas dan membawa Siyong dalam gendongannya. Membuat Siyong dan Yongri sama-sama terkejut. Namun kemudian Siyong melingkarkan tangannya pada leher Siwon.

“Bekerjalah dengan tenang. Aku akan menjaga anakmu.” Ucap Siwon dengan nada final. Ia tidak ingin dibantah lagi.

“Tapi–“

Siwon tidak memperdulikan penolakan Yongri dan langsung membawa Siyong meninggalkan lobby. Siwon akan memanfaatkan waktu sebanyak mungkin untuk bersama bocah yang telah mencuri hatinya ini.

——

“Ahjussi berbohong!” Kata Siyong sembari mendongak menatap Siwon dan kedua tangannya yang berada dipinggang.

Mata Siwon melebar melihat tingkah bocah itu. Apalagi melihat wajahnya yang dibuat segalak mungkin untuk menakuti Siwon. Namun bukannya merasa takut, Siwon justru merasa Siyong sangat lucu saat ini.

“Maafkan ahjussi.” Ucap Siwon sembari berlutut dihadapannya.

“Kenapa kau berbohong, ahjussi?” Tanya Siyong.

“Hmm..” Siwon mengusap rambut Siyong yang dikepang.

“Aku tidak terlalu suka menjadi presdir.” Jawab Siwon.

“Kenapa?” Tanya Siyong lagi.

“Ada tanggung jawab besar yang harus aku tanggung, Siyong-ah. Dan itu tidak mudah.”

“Apa itu tanggung jawab?” Siyong menatap Siwon dengan bingung.

Siwon tersenyum dan mencubit pelan pipi Siyong.

“Saat dewasa nanti kau akan mengerti.” Kata Siwon dan kembali berdiri.

“Jadi, bagaimana menurutmu ruanganku?” Tanya Siwon sembari merentangkan tangannya.

“Besar.” Jawab Siyong. Siwon tidak dapat menahan tawanya.

“Hei, kau juga mengatakan itu saat aku bertanya tentang kantorku.”

Siyong tersenyum dan berjalan untuk mengitari ruangan Siwon. Siwon dengan setia mengikutinya dari belakang. Ia dapat melihat poni Siyong yang terus bergoyang seiring dengan langkahnya yang pendek-pendek. Belum lagi pipinya yang tembam membuat Siwon kesulitan untuk melihat mulutnya dari samping.

“Siapa ini?” Tanya Siyong saat melihat foto Siwon bersama seorang perempuan di atas meja kerjanya.

“Dia tunanganku.” Jawab Siwon.

“Tunangan?” Siyong menelengkan kepalanya menatap Siwon.

“Seseorang yang akan kau nikahi nantinya.” Kata Siwon menjelaskan.

“Ah, berarti kau akan menikah dengannya, ahjussi?”

Siwon menggeleng sembari mengibaskan tangannya.

“Sudahlah. Kau tidak perlu mengetahuinya. Nanti saat kau dewasa kau juga akan mengerti.”

Siyong menggembungkan pipinya dengan kesal.

“Kenapa harus menungguku dewasa? Dan kapan aku dewasa?” Tanyanya merajuk.

“Kau tidak perlu terburu-buru dewasa. Karena dunia orang dewasa tidak lebih baik daripada dunia anak-anak.” Jawab Siwon.

“Apa aku boleh duduk disini?” Siyong menunjuk kursi kerja Siwon.

Ia sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Siwon. Karena itulah dia mengalihkan pembicaraan.

“Tentu saja.” Siwon mengangkat Siyong dan mendudukkannya di kursi kebesarannya.

“Wah, empuk!”

“Kau suka?” Siwon berlutut di samping Siyong dan bertumpu pada pegangan kursi.

“Ahjussi.” Panggil Siyong sembari menatap Siwon.

“Ada apa?”

“Apa kau punya anak?” Tanya Siyong membuat Siwon terkejut.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Tetapi, tidak. Aku belum memiliki anak.” Jawab Siwon dengan tersenyum geli saat membayangkan dirinya memiliki anak.

“Jika kau memiliki anak sepertiku, apakah kau suka?” Tanya Siwon lagi. Dan Siwon lagi-lagi tidak bisa menutupi rasa terkejutnya.

Siwon terdiam sebentar sebelum akhirnya memutar kursi hingga Siyong tepat dihadapannya.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Jawab saja, ahjussi.” Pinta Siyong.

Siwon menatap Siyong dengan kening berkerut. Bocah itu terus menatapnya dengan kedua matanya yang berkedip pelan. Dan Siwon saat ini seolah sedang menatap mata Yongri.

“Tentu saja aku akan senang jika memiliki anak sepertimu. Kau cantik, pintar dan menggemaskan.” Puji Siwon membuat Siyong tersenyum lebar.

“Walaupun kau sedikit bawel dan cerewet.” Lanjut Siwon dan senyum diwajah Siyong menghilang. Ia menatap Siwon dengan kesal.

Siwon tertawa dan mencubit hidung Siyong.

“Aku bercanda.” Kata Siwon dengan senyum puas.

“Nah, apakah kau bisa membaca dan menulis?” Tanya Siwon. Siyong menunjukkan wajah malu-malu.

“Aku tidak terlalu pandai membaca, ahjussi.” Jawab Siyong. Siwon tersenyum memaklumi.

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengajarimu.” Ucap Siwon sembari mengambil kertas dan pena.

——

Yongri tidak menyangka jika ia akan menghubungi Siwon menggunakan ponselnya. Setelah mereka bekerja sama, Yongri memang menyimpan nomor Siwon hanya untuk berjaga-jaga jika mereka akan membicarakan pekerjaan.

Tetapi hari ini Yongri menghubunginya untuk menanyakan keberadaan anaknya. Karena Siwon sedang menjaga Siyong dan Yongri harus tahu di mana putrinya itu berada.

Dan saat ini Yongri sedang berada di lift untuk menuju ke ruangan Siwon. Mendengar suara Siwon di telepon tadi, mengingatkan Yongri di saat-saat mereka saling menghubungi ketika Siwon sedang keluar kota, saat mereka masih menjadi suami istri.

Dulu, saat Siwon harus bekerja di luar negeri, Siwon selalu menghubungi Yongri setiap malam. Mereka akan mengobrol tentang apapun hingga akhirnya keduanya tertidur dengan sambungan yang masih menyala.

Yongri tersenyum saat mengingatnya. Tiba-tiba saja rasa rindunya pada masa-masa itu menyeruak ke dalam hatinya. Ia merindukan suara lembut dan penuh cinta dari Siwon. Yongri merindukan semuanya.

Yongri menyugar rambutnya dan menghela nafas panjang. Ada apa dengannya? Kenapa ia memikirkan hal-hal yang tidak akan mungkin terjadi lagi? Kenapa ia memikirkan hal yang hanya akan menyakitinya?

Yongri keluar dari lift dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Siwon. Ini kedua kalinya ia datang ke tempat ini. Selama bekerja disini, Yongri berusaha sebisa mungkin untuk menghindari tempat ini. Karena menurut Yongri tempat ini adalah tempat terlarang.

Tetapi sepertinya sekarang sudah tidak terlarang lagi, menurutnya.

“Saya ingin bertemu dengan Presdir Choi.” Kata Yongri pada sekretaris Siwon.

“Silahkan masuk, Nyonya Choi.” Balas sekretaris Siwon dengan tersenyum.

Yongri membalas senyumnya dan sebelum akhirnya mengetuk pelan pintu ruangan Siwon. Lalu dengan gerakan perlahan-lahan, Yongri membuka pintunya.

Dan pemandangan di dalam sana membuat Yongri tertegun.

Yongri benar-benar tidak menyangka jika melihat seorang ayah dan anak akan seindah ini. Membuat perasaannya menjadi hangat dan juga luar biasa bahagia. Di dalam sana, Siwon dan Siyong tampak begitu dekat.

Siapapun yang melihat mereka bersama, akan mengetahui jika Siyong adalah anak Siwon. Hanya Siwon sendiri yang tidak menyadarinya. Pria itu malah berpikir jika Siyong adalah anak Donghae.

Yongri ingin sekali memberitahu Siwon. Tetapi jika ia melakukannya, maka semuanya tidak akan sama lagi. Apa yang diucapkan Hanna akan menjadi kenyataan. Siwon akan mengambil hak asuh Siyong. Sedangkan Yongri tidak bisa berpisah dengan Siyong.

Siyong adalah satu-satunya peninggalan Siwon yang Yongri miliki. Yongri sudah kehilangan Siwon, dan dia tidak ingin kehilangan Siyong. Yongri akan benar-benar hancur jika hal itu terjadi.

“Oh, eomma!”

Yongri tersadar saat mendengar suara cadel Siyong. Wanita itu menatapnya dan tersenyum sebelum akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Ia melihat Siwon yang sedang berlutut segera berdiri ketika melihatnya datang.

“Apa yang sedang kau lakukan, sayang?” Tanya Yongri berdiri di depan meja kerja Siwon.

“Ahjussi mengajarkanku menulis dan membaca, eomma!” Jawab Siyong dengan antusias.

Senyum di wajah Yongri menghilang saat mendengar jawaban Siyong. Siwon mengajarkan sesuatu yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang ayah. Bagaimana bisa? Apakah Siwon merasakan ikatan batin dengan Siyong?

“B–benarkah?” Gumam Yongri.

“Lebih baik sekarang kita pulang, Siyong-ah.” Ucapnya dan membuat wajah Siwon serta Siyong menjadi sedih.

Yongri merasa takut. Ia takut jika Siwon menyadari bahwa Siyong adalah anaknya. Yongri tidak ingin kehilangan Siyong. Karena itulah Yongri ingin menjauhkan mereka.

“Bukankah kita sudah sepakat untuk makan siang bersama?” Tanya Siwon.

“Ya, saya tahu, presdir. Tapi–“

“Eomma, bukankah kita harus menepati janji?” Tanya Siyong.

“Apa?” Yongri terkejut mendengar pertanyaan Siyong.

“Kita sudah berjanji akan makan siang bersama ahjussi. Kenapa sekarang harus pulang?” Wajah Siyong terlihat sedih. Dan Yongri merasa bersalah.

“Eomma tahu, sayang. Tapi–“

“Apa kau terbiasa mengecewakan anakmu?” Sela Siwon. Yongri langsung menatap pria itu.

“Aku tahu kau mungkin tidak ingin menghabiskan waktu bersamaku, tetapi apa kau setega itu melihat wajah kecewa anakmu?” Kata Siwon sembari menunjuk Siyong.

“Aku–“

Yongri menundukkan kepalanya. Ia tentu saja tidak akan tega melihat wajah kecewa Siyong. Ia menyayangi putrinya dan selalu ingin melihatnya bahagia. Tetapi Yongri hanya takut. Apakah dia egois?

“Ayo, kita makan siang bersama ahjussi, eomma.” Pinta Siyong membuat Yongri kembali menatapnya.

Yongri menatap Siwon dan Siyong bergantian. Jika ia menolak permintaan Siyong, ia akan menjadi ibu yang egois. Sedangkan Yongri tidak pernah mengajari Siyong untuk bersikap egois selama ini. Karena itu, Yongri juga tidak bisa bersikap egois.

“Baiklah.” Ucap Yongri setelah menghela nafas panjang.

Wanita itu menemukan wajah bahagia dari Siwon dan Siyong. Dan entah kenapa saat melihatnya, membuat Yongri tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Bagaimana bisa mereka terlihat begitu mirip saat ini?

“Yeay!” Pekik Siyong sembari berdiri di kursi.

Yongri melihat Siwon langsung menggendong Siyong. Pria itu berjalan untuk meninggalkan ruangannya. Saat melewatinya, Siwon memberikan senyum kecil padanya. Yongri membalas senyum itu sebelum akhirnya mengikuti mereka dari belakang.

——

Donghae bersandar di dinding lift sembari memikirkan Yongri. Ia belum bertemu lagi dengan wanita itu semenjak pertengkaran mereka saat itu. Ia merasa sangat bersalah. Tidak seharusnya ia membentak Yongri karena kecemburuannya.

Dan sekarang Donghae belum memiliki keberanian untuk meminta maaf pada Yongri. Bagaimana jika wanita itu tidak memaafkannya dan mengakhiri hubungan mereka? Donghae menggeleng keras. Tidak. Jika itu sampai terjadi, ia mungkin akan menjadi gila.

Donghae sangat mencintai Yongri. Ia berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan Yongri menjadi kekasihnya lima tahun yang lalu. Dan semua usaha itu tidaklah mudah. Mengingat Donghae adalah sepupu Siwon. Karena itu Donghae tidak ingin usahanya menjadi sia-sia.

Donghae merasa kecemburuannya saat itu sangat konyol. Seharusnya ia tahu bahwa kemungkinan Yongri dan Siwon kembali bersama sangat kecil. Mengingat bagaimana keduanya saling tersakiti saat itu. Belum lagi ada Hanna yang selalu menentang hubungan keduanya.

Donghae menghela nafas panjang. Ia harus minta maaf pada Yongri. Secepatnya. Atau Yongri akan semakin marah karena merasa dirinya lari dari masalah.

Setelah sampai di lobby, Donghae mengeluarkan ponselnya. Ia akan menghubungi Yongri dan menanyakan keberadaan wanita itu untuk bertemu. Menempelkan ponselnya di telinga, Donghae berjalan untuk menuju mobilnya.

Langkah Donghae terhenti saat melihat sosok Yongri. Senyum lebar tampak terbentuk di wajahnya. Donghae hampir saja berlari untuk menghampiri Yongri, jika ia tidak melihat Siwon yang berada disampingnya, dengan Siyong yang berada di gendongan pria itu.

Senyum di wajah Donghae menghilang. Ia menjauhkan ponsel dari telinganya dengan gerakan perlahan. Apa yang terjadi? Kenapa Yongri dan Siwon sedang bersama? Dan kenapa Siyong tampak sangat senang saat berada digendongan Siwon?

Donghae tidak ingin mengakuinya. Tetapi mereka benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Dan karena itu, Donghae tidak bisa menahan kedua tangannya yang terkepal dengan erat di sisi tubuhnya. Keinginannya untuk minta maaf pada Yongri telah hilang entah kemana.

——

Siwon benar-benar merasa tidak lapar. Sungguh. Ia hanya membutuhkan pemandangan Siyong yang sedang makan dengan lahap serta Yongri yang berada disampingnya. Dan semua itu membuat Siwon benar-benar merasa kenyang.

Siwon sudah meyakinkan dirinya berkali-kali jika ia tidak boleh seperti ini. Ia tidak boleh mengharapkan milik orang lain. Tetapi Siwon tidak bisa menahan sisi egois di dalam dirinya. Siwon ingin seperti ini terus bersama Yongri dan Siyong.

Bisakah?

“Pelan-pelan, sayang.” Ucap Yongri sembari menyeka mulut Siyong yang kotor.

Siwon tersenyum dan menopang dagunya menatap Siyong. Makanan yang dipesannya benar-benar terabaikan. Siwon rela membuang uang sebanyak apapun untuk bisa seperti ini. Uang tidak sebanding dengan waktu yang dihabiskannya bersama Yongri dan Siyong.

“Anda tidak makan, presdir?” Tanya Yongri.

Siwon mengalihkan pandangan pada wanita itu. Senyumnya sedikit luntur saat mendengar ucapan Yongri yang begitu formal.

“Bisakah kau menghilangkan keformalan itu? Kita tidak sedang berada di kantorku ataupun butikmu. Kau bisa berbicara lebih santai denganku.” Kata Siwon.

“Bagaimana bisa saya melakukannya? Hubungan kita–“

“Kita bisa berteman, Yongri-ya.” Sela Siwon membuat mata Yongri sedikit melebar.

“B–bukankah kau membenciku? Dengar, jika semua ini karena pertolonganku saat itu, kau tidak perlu menghilangkan kebencianmu padaku.” Ucap Yongri.

Siwon tersenyum kecil dan memainkan sendok di atas meja. Kemudian matanya kembali menatap Siyong yang tampak tidak peduli dengan pembicaraan mereka.

“Aku juga berharap untuk tetap membencimu. Tetapi aku tidak bisa.” Gumam Siwon.

“Apa yang kau katakan?” Tanya Yongri.

“Well, aku tidak bisa membenci seseorang yang telah menolongku. Aku bukan pria yang tidak tahu diri.” Tukas Siwon.

“Kau menyukai makanannya, Siyong-ah?” Tanya Siwon pada Siyong saat melihat Yongri hendak kembali membuka mulutnya.

Siwon tidak ingin mendengar apapun yang bisa merusak suasana hatinya. Saat ini ia sedang merasa bahagia. Karena itu Siwon tidak mau kata-kata Yongri membuat kebahagiaannya lenyap.

“Aku suka, ahjussi. Sangat enak.” Jawab Siyong.

“Apa kau ingin membawa beberapa makanan untuk dibawa pulang?” Tanya Siwon menawarkan. Siyong menatap Yongri untuk meminta pendapat, membuat Siwon ikut menatap wanita itu.

“Yah, kau tidak perlu takut ibumu marah. Dia pasti memperbolehkannya.” Kata Siwon membuat Yongri melotot padanya.

“Kenapa? Apa kau ingin melarang anakmu makan?” Tantang Siwon.

“Tidak, bukan seperti itu. Hanya saja aku bisa memasak makanan yang lebih enak untuknya.” Kilah Yongri.

Siwon berdecak.

“Sekarang katakan padaku, Siyong-ah. Lebih enak makanan disini atau masakan ibumu?” Tanya Siwon.

Siyong menatap Yongri dengan pandangan menyesal.

“Maaf, eomma. Makanan disini lebih enak.” Jawab Siyong membuat Yongri melotot.

Siwon dan Siyong melakukan highfive dan membuat Yongri merasa kesal. Yongri hendak mengomeli mereka namun tertahan saat melihat keduanya tertawa dengan begitu bahagia.

“Anak kecil memang selalu jujur.” Kata Siwon masih dengan tertawa.

Yongri mendengus pelan namun kemudian tidak bisa menghentikan bibirnya yang membentuk senyuman. Ini gila, tetapi ia merasa senang melihat Siwon dan Siyong tertawa bersama.

“Baiklah, eomma tidak akan membuatkan makanan apapun lagi untukmu, Siyong-ah.” Rajuk Yongri.

“Eomma!”

“Tenang saja, Siyong-ah. Ahjussi akan memasak untukmu.” Kata Siwon menenangkan.

“Ahjussi bisa memasak?” Tanya Siyong.

“Tentu saja.” Jawab Siwon bangga.

“Kau tidak bisa memasak.” Ejek Yongri.

“Aku bisa memasak!” Bantah Siwon.

“Tidak. Kau tidak bisa memasak.”

“Bisa!”

“Tidak!”

“Bisa!”

“Eomma, darimana kau tahu ahjussi tidak bisa memasak?” Tanya Siyong menyela.

“Siyong-ah, dulu saat kami tinggal bersama dia pernah memasak untuk eomma, lalu–” Yongri kemudian menghentikan ucapannya saat tersadar dengan apa yang baru saja dikatakannya.

“Eomma dan ahjussi tinggal bersama?” Ulang Siyong.

Siwon juga tampak menegang saat mendengar ucapan Yongri barusan. Wanita itu sepertinya tanpa sadar mengingat apa yang pernah mereka lakukan dulu saat masih menjadi suami istri.

“Kenapa kalian tinggal bersama?” Tanya Siyong sembari menatap Siwon dan Yongri bergantian.

“Siyong-ah, itu–“

Siwon benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Ia tidak bisa menyalahkan Yongri atas kecerobohan mulutnya yang berbicara tanpa sadar. Karena sejujurnya Siwon merasa senang mengetahui fakta bahwa Yongri masih mengingat semuanya dengan jelas.

“Eo–eomma salah bicara.” Ucap Yongri dengan terbata.

“Ya, benar. Ibumu salah bicara.” Timpal Siwon dengan senyum dipaksakan.

“Aku ke kamar mandi sebentar.” Pamit Yongri dan segera meninggalkan meja mereka.

Siwon menghembuskan nafas panjang sembari menatap punggung Yongri yang menjauh. Kemudian ia menatap Siyong yang sedang menatapnya.

“Lanjutkan makanmu.” Kata Siwon.

Siwon tahu bahwa Siyong tampak tidak percaya bahwa Yongri hanya salah bicara. Bocah itu terlalu pintar untuk anak seusianya. Tetapi Siwon tidak ingin mengatakan apapun yang membuatnya semakin curiga.

Siwon bernafas lega saat melihat Siyong melanjutkan makannya kembali. Sembari berharap bahwa bocah itu melupakan apa yang baru saja didengarnya.

——

Hara terkejut saat melihat Donghae menghubunginya. Tidak pernah sekalipun Hara menghubunginya, walaupun mereka saling menyimpan nomor ponsel masing-masing. Ini pertama kalinya, tentu saja Hara merasa sangat terkejut.

“Halo, Donghae oppa.” Sapanya.

Kau masih menyimpan nomorku.” Balas Donghae.

“Tentu saja, oppa. Walaupun tidak terlalu dekat, kita tetap saling kenal, bukan?” Hara dapat merasakan jika Donghae tersenyum.

“Ada apa kau menghubungiku, oppa?” Tanya Hara.

Apa aku bisa bertemu denganmu? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.

Hara kembali terkejut. Tidak ada alasan untuk ia dan Donghae bertemu. Lalu kenapa pria itu ingin bertemu dengannya? Apakah ada hubungannya dengan Siwon?

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?”

Aku tidak bisa mengatakannya di telepon. Kau dimana? Haruskah aku datang ke sana? Atau kau bisa datang ke cafe yang berada di dekat kantor Siwon.

Hara tampak menimbang. Mungkin akan lebih baik jika mereka bertemu di cafe yang berada di dekat kantor Siwon. Hara memiliki firasat jika dia harus bertemu dengan Siwon setelah bertemu dengan Donghae.

“Kita bertemu di cafe saja, oppa.”

Baiklah. Saat ini aku berada di kantor. Aku akan menunggumu di sana.

“Ya, oppa.”

Hara menatap ponselnya yang telah berubah menjadi gelap. Ah, ia benar-benar merasa penasaran dengan apa yang ingin Donghae bicarakan.

Hara segera berdiri dan menyambar tas serta kunci mobilnya di atas meja. Rasa penasaran ini akan terjawab setelah ia bertemu dengan Donghae. Karena itu Hara tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.

Hara mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Membuat dirinya sampai di cafe beberapa puluh menit kemudian. Seperti janji pria itu, Donghae telah menunggunya di sana.

Hara tersenyum saat mata Donghae menemukan matanya. Pria itu bersikap bersahabat dengan membalas senyumannya.

“Apa kau menunggu lama, oppa?” Tanya Hara.

“Tidak apa-apa.” Jawab Donghae masih dengan tersenyum.

“Apa kau ingin memesan makanan atau minuman?” Tawar Donghae.

“Aku tidak lapar ataupun haus. Jadi, bisa kau katakan apa yang ingin kau bicarakan denganmu? Bukankah ini pertama kalinya kau menghubungiku?” Ucap Hara.

Donghae tampak menundukkan kepalanya dengan tersenyum kecil. Ia memainkan sendok kecil di dalam gelas kopi yang dipesannya.

“Aku ingin tahu bagaimana hubunganmu dan Siwon.” Kata Donghae membuat mata Hara melebar.

“Kenapa kau–” Hara terlalu terkejut untuk dapat melanjutkan ucapannya.

“Apakah kalian akan menikah?” Tanya Donghae.

“Oppa..” Gumam Hara.

“Kenapa? Apakah pertanyaanku susah untuk dijawab?”

Hara terdiam untuk sesaat dengan mata yang terus menatap Donghae dengan lekat.

“Kenapa kau ingin tahu tentang hubunganku dan Siwon oppa?” Tanya Hara.

“Apakah tidak boleh? Aku hanya merasa peduli pada sepupuku dan calon istrinya.” Jawab Donghae. Hara tidak bisa menahan senyum mengejek diwajahnya.

“Benarkah? Benarkah karena kau peduli? Atau karena kau merasa khawatir Siwon oppa dan Yongri eonni kembali bersama?” Tebak Hara membuat tubuh Donghae menegang.

“A–apakah kau tidak keberatan jika mereka kembali bersama?” Tanya Donghae.

“Kenapa aku harus keberatan? Aku tidak pernah mencintai Siwon oppa.” Jawab Hara.

“Tetapi aku mencintai Yongri!” Sahut Donghae.

“Aku tahu. Aku bisa melihatnya dimatamu.” Balas Hara dengan pandangan mengerti. Ia melihat Donghae menghela nafas panjang.

“Tidak bisakah kau menikah dengan Siwon? Atau bisakah kau menjaga Siwon agar dia tidak mendekati calon istriku?” Pinta Donghae.

“Mereka saling mencintai, oppa.”

“Itu dulu.” Bantah Donghae.

“Saat ini Yongri mencintaiku.” Lanjutnya.

Hara kembali ingin membantah, tetapi ia merasa tidak tega jika harus melihat wajah terluka Donghae. Hara benar-benar merasa bingung harus berbuat apa. Jika dia membiarkan Yongri dan Donghae bersama, Siwon akan terluka. Tetapi jika dia membiarkan Yongri dan Siwon bersama, Donghae akan terluka.

“Aku sangat mencintai Yongri. Tidak mudah untukku bisa mendapatkan hatinya, Hara-ya. Karena itu bantu aku agar hati Yongri tidak goyah.” Ucap Donghae.

“Oppa, apakah kau tahu kenapa Yongri eonni meninggalkan Siwon oppa?” Tanya Hara.

Tubuh Donghae kembali menegang dan wajahnya sedikit memucat. Semua itu tidak luput dari mata Hara. Membuat Hara memicingkan matanya dan menatap Donghae curiga.

“Kau mengetahuinya.” Simpul Hara.

“Eonni tidak benar-benar ingin meninggalkan Siwon oppa, kan?” Tebak Hara.

Donghae mengusap wajah dan rambutnya dengan frustasi.

“Apa itu penting untuk sekarang, Hara-ya?” Ujar Donghae.

“Tentu saja! Alasan dibalik kepergian eonni bisa mengubah semuanya, oppa. Aku yakin kau juga tahu jika oppa dan eonni sama-sama tersiksa selama ini. Jika kau memang mencintai eonni, tidakkah kau pikir kau akan bahagia jika melihatnya bahagia?”

Donghae merenungi ucapan Hara. Dia memang mencintai Yongri. Tetapi ia tidak bisa membiarkan Yongri bahagia bersama pria lain. Donghae tidak sanggup melihatnya.

“Aku tidak bisa.” Lirih Donghae.

“Jika begitu maafkan aku, oppa. Aku tidak bisa menuruti keinginanmu. Karena keinginanku adalah melihat Siwon oppa bahagia. Dan kebahagiaan Siwon oppa ada pada Yongri eonni. Aku tahu bahwa kau akan merasa terluka, tetapi akan lebih baik jika hanya satu orang saja yang terluka, daripada tiga orang yang terluka.” Kata Hara dan kemudian berdiri untuk meninggalkan cafe.

Sebelum meninggalkan cafe, Hara dapat melihat Donghae yang menundukkan kepalanya. Hara merasa bersalah, tetapi hanya ini yang dapat dilakukannya untuk membuat semuanya membaik.

——

Yongri terkejut saat melihat Siwon kembali datang ke butiknya. Apakah pria itu hendak membelikan Hara pakaian lagi? Apakah dia ingin memamerkan hubungannya dengan Hara lagi? Tetapi mengingat hubungan mereka yang sudah tidak saling membenci, sepertinya apa yang Yongri pikirkan tidak benar.

“Presdir..” Ucap Yongri dengan tersenyum kecil. Siwon balas tersenyum.

“Dimana Siyong?” Tanya Siwon.

Yongri nampak terkejut karena Siwon menanyakan keberadaan Siyong. Apakah kedatangan Siwon kali ini untuk mencari Siyong? Dan Kenapa Yongri merasa sedikit kecewa?

“D–dia berada di tempat bermain. Aku akan menjemputnya sebentar lagi.” Jawab Yongri.

“Bolehkah aku yang melakukannya?” Sela Siwon langsung dan kembali membuat Yongri terkejut.

Siwon ingin menjemput Siyong? Kenapa?

“Apa?” Ucap Yongri.

“Aku ingin menjemput Siyong di tempat bermainnya. Bolehkah?” Ulang Siwon.

“T–tetapi, kenapa? Maksudku, d–dia anakku.” Kata Yongri.

“Aku tahu. Aku hanya ingin menjemputnya dan mengajaknya makan eskrim. Dia anak yang baik dan aku menyukainya.” Jelas Siwon.

“Kenapa kau menyukainya? Kalian hanya beberapa kali saja bertemu.”

Siwon menahan dirinya untuk mengatakan jika mereka sering bertemu. Tetapi dia menahannya. Tidak ingin membuat Yongri marah dan melarangnya bertemu dengan Siyong.

“Aku sudah bilang jika dia anak yang baik. Dia pintar dan lucu. Bagaimana bisa aku tidak menyukainya?” Ujar Siwon.

“Dengar, aku tidak akan menculiknya. Aku hanya ingin mengajaknya makan eskrim. Setelah itu aku akan mengembalikannya padamu.” Janji Siwon.

“Dia bukan barang.” Gumam Yongri.

Siwon tertawa pelan membuat Yongri tertegun. Setelah sekian lama ia bisa melihat pria itu tertawa lagi. Dan semuanya masih sama. Masih membuat Yongri berdebar saat melihatnya.

“Jadi, aku boleh menjemputnya?” Tanya Siwon sekali lagi.

“Ya, kau bisa melakukannya. Tetapi tolong jaga dia dengan baik.” Pinta Yongri.

“Tentu saja.” Sahut Siwon langsung.

“Kalau begitu aku pergi dulu.” Pamit Siwon yang dibalas anggukan dari Yongri.

Siwon berjalan beberapa langkah kemudian menghentikan langkahnya. Berbalik untuk menatap Yongri yang masih setia menatapnya. Siwon tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia mengurungkan niatnya. Akhirnya hanya memberikan senyum kecil pada Yongri dan segera meninggalkan butik.

——

Siwon memarkirkan mobilnya dengan semangat. Ia merasa tidak sabar untuk bertemu dengan Siyong. Pria itu keluar dari mobilnya sembari menatap tempat bermain Siyong. Ada beberapa anak yang telah di jemput oleh orangtua mereka.

Siwon tersenyum dan merasa menjadi salah satu orangtua di sana. Apakah ia akan merasa sesenang ini jika menjemput anaknya suatu hari nanti? Senyum Siwon semakin lebar. Dan ia tidak peduli jika orang-orang mengganggapnya seperti orang gila.

Siwon masuk ke dalam tempat bermain untuk mencari keberadaan Siyong. Matanya berpendar ke kanan dan ke kiri menatap semua anak kecil di sana. Banyak anak kecil yang terlihat lucu, tetapi tidak selucu Siyong, menurut Siwon.

Mata Siwon menemukan keberadaan Siyong. Senyum Siwon lenyap saat melihat bocah itu sedang menangis sembari ditemani oleh gurunya. Siwon berlari untuk menghampirinya. Sesampainya di dekat Siyong, Siwon langsung berlutut.

“Siyong-ah..” Panggil Siwon khawatir.

“A–ahjussi?” Siyong tampak terkejut dengan kehadiran Siwon.

“Ada apa, sayang? Kenapa kau menangis?” Tanya Siwon.

Siyong tidak menjawab pertanyaan Siwon dan menundukkan kepalanya. Membuat Siwon mengalihkan pandangannya pada perempuan disampingnya.

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Siwon sembari berdiri.

“Anda siapa?” Tanya perempuan itu balik.

“Aku pamannya.” Jawab Siwon langsung dan tanpa ragu.

“Dan sekarang jawab aku, apa yang terjadi padanya?!” Siwon tampak mulai kesal.

“Beberapa temannya mengejeknya hingga membuatnya menangis.” Jawab perempuan itu.

“Apa?”

Siwon tidak mempercayai pendengarannya. Bagaimana bisa sesama anak kecil saling mengejek hingga membuat salah satu dari mereka menangis?

“Dimana mereka?! Dimana anak-anak yang telah mengejek Siyong?!” Bentak Siwon terlihat marah.

“Maaf, tuan. Saya akan lebih memperhatikan mereka nanti.” Sesal perempuan itu.

“Katakan pada orangtua mereka, jika mereka tidak bisa mendidik anak mereka dengan baik, lebih baik tidak usah membuat anak!” Bentak Siwon.

Beberapa orang tampak menatapnya dengan terkejut dan rasa ingin tahu. Siwon menyadarinya, namun ia merasa tidak peduli.

“Dan kau, jika kau tidak bisa menjaga mereka dengan baik seperti ini, lebih baik kau mengundurkan dirimu dari sini!”  Geram Siwon.

“Maafkan saya sekali lagi, tuan. Saya akan menjaga anak-anak dengan lebih baik.” Ucap perempuan itu sembari menundukkan kepalanya. Tidak pernah ada orangtua yang memarahinya seperti ini selama ini.

“Pergilah!” Usir Siwon dan kemudian kembali berlutut dihadapan Siyong.

“Siyong-ah, jangan menangis.” Ujar Siwon sembari menyeka airmatanya.

“Katakan pada ahjussi, bagaimana mereka mengejekmu? Ahjussi akan memarahi mereka semua. Kau tidak perlu takut.” Kata Siwon dengan mengusap kepalanya.

Siyong masih betah dengan kebisuannya. Sesekali ia masih sesegukkan karena tangisnya. Tetapi sejujurnya ia merasa senang karena melihat kehadiran Siwon di sana.

“Apa yang mereka lakukan padamu, huh?” Tanya Siwon lagi. Siyong menaikkan pandangannya dan menatap Siwon.

“Katakan padaku.” Pinta Siwon dengan pelan.

“Mereka..” Siyong mulai berbicara.

“Mereka..” Ulang Siwon.

“M–mereka mengejekku karena aku tidak memiliki ayah.” Kata Siyong membuat Siwon terdiam.

Apa ia salah mendengar? Pendengarannya pasti sedang bermasalah. Ya, Siwon sangat yakin.

“A–apa yang kau katakan?” Tanya Siwon.

“Aku tidak memiliki ayah. Karena itu mereka mengejekku. Mereka bersikap sombong karena mereka memiliki ayah.” Jawab Siyong.

Siwon terdiam sembari menatap Siyong. Ternyata telinganya tidak salah mendengar. Siyong benar-benar mengatakan jika dia tidak memiliki ayah. Lalu, Lee Donghae?

“Kau memiliki ayah.” Ucap Siwon.

“Aku tidak memiliki ayah, ahjussi.” Bantah Siyong.

“Lee Donghae adalah ayahmu.”

“Donghae ahjussi?”

“A–ahjussi?” Mata Siwon tampak melebar.

“Donghae ahjussi akan menjadi ayahku jika dia menikah dengan eomma. Itulah yang dikatakan eomma padaku.” Jelas Siyong.

Siwon benar-benar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Siyong bukanlah anak Donghae seperti apa yang dipikirkannya selama ini. Tiba-tiba saja Siwon mengingat perkenalannya dengan Siyong saat itu.

Siapa namamu?

Choi Siyong.

Kenapa Siwon tidak menyadarinya saat itu? Siyong memperkenalkan dirinya sebagai Choi Siyong. Bukan Lee Siyong. Kenapa Siwon tidak mengingatnya selama ini? Kenapa ia selalu meyakinkan dirinya bahwa Siyong adalah anak Donghae?

“S–siapa ayahmu?” Tanya Siwon. Wajah Siyong tampak cemberut. Membuat Siwon menyesal telah menanyakannya.

“Aku tidak memiliki ayah.” Lirih Siyong.

Siwon menundukkan kepalanya dengan jantung yang berdebar kencang. Jika Siyong bukan anak Donghae, maka bocah itu anak siapa? Kenapa Siyong tidak mengetahui keberadaan ayahnya sendiri?

Sempat terpikirkan oleh Siwon jika Siyong adalah anak adopsi dari Yongri. Tetapi ketika melihat mata mereka yang tampak begitu mirip, Siwon meragukan pemikiran tersebut. Sudah sangat jelas jika Siyong adalah anak Yongri.

Tetapi, siapa ayahnya? Apakah Yongri berhubungan dengan pria lain sebelum berkencan dengan Donghae? Siwon mengusap wajahnya dengan frustasi.

“Ahjussi, aku ingin pulang.” Ucap Siyong membuat Siwon kembali menatapnya.

“Tentu, sayang. Kita akan pulang.” Balas Siwon sembari menggendongnya.

Siyong melingkarkan kedua tangannya pada leher Siwon. Menyembunyikan wajahnya pada bahu Siwon. Tampaknya bocah itu masih merasa sedih dengan ejekkan teman-temannya.

Namun saat ini Siwon tidak memiliki kata-kata penghibur untuk Siyong. Pikirannya sedang memikirkan ayah dari anak yang sedang digendongnya saat ini. Ia merasa benar-benar ingin tahu.

Setelah mendudukan Siyong di kursi belakang dan memasangkan seatbelt untuknya, Siwon segera menjalankan mobilnya untuk meninggalkan tempat itu. Ia membatalkan niatnya untuk mengajak Siyong membeli eskrim.

Saat ini Siwon ingin cepat bertemu dengan Yongri dan menanyakan semuanya kepada wanita itu.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon sembari sesekali menatap kaca spion tengah.

“Ya, ahjussi. Tetapi kenapa ahjussi datang ke tempat bermainku? Apakah eomma tahu jika ahjussi datang?”

“Ahjussi sudah meminta izin pada ibumu untuk menjemputmu.”

“Tolong jangan katakan apapun pada eomma, ahjussi. Aku tidak ingin eomma merasa sedih jika tahu aku menangis.” Pinta Siyong.

Siwon tentu saja tidak menyetujuinya. Ia akan mengatakan semuanya pada Yongri. Siwon tidak bisa menutupinya.

“Apakah mereka sering mengejekmu?” Tanya Siwon. Siyong mengangguk.

“Karena itulah aku malas pergi ke tempat bermain.” Jawabnya.

Siwon pikir jika Yongri menjaga anaknya dengan baik selama ini. Tetapi ternyata wanita itu tidak cukup perhatian pada anaknya sendiri. Dan Siwon tidak bisa menutupi rasa kecewanya.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di butik Yongri. Siwon kembali menggendong Siyong dan masuk ke dalam butik. Sesampainya di dalam, Siwon menurunkan Siyong dari gendongannya.

“Eomma!” Panggil Siyong sembari berlari mencari keberadaan Yongri. Siwon mengikutinya dari belakang.

“Kau sudah pulang, sayang?” Tanya Yongri yang datang entah dari mana.

Ibu dan anak itu saling berpelukan dan tertawa bersama. Saat ini Siwon tidak merasakan apapun saat melihatnya. Pikirannya benar-benar sedang berkecamuk.

“Apa kau menikmati eskrimnya?” Tanya Yongri.

“Eskrim?” Ulang Siyong setelah melepaskan pelukannya.

“Bukankah kau makan eskrim dengan Siwon ahjussi?” Tanya Yongri.

Siyong berbalik dan menatap Siwon.

“Apakah kita akan makan eskrim, ahjussi?” Tanyanya. Siwon memaksakan senyumnya.

“Ya, kita akan makan eskrim nanti. Pergilah bermain dahulu. Ada yang ingin ahjussi bicarakan dengan ibumu.” Ucap Siwon.

Siyong mengangguk patuh dan segera meninggalkan mereka.

Siwon berjalan mendekati Yongri dan menatapnya dengan pandangan tajam. Membuat Yongri menjadi salah tingkah saat melihatnya.

“A–ada apa?”

“Siapa ayah Siyong?” Tanya Siwon langsung dan membuat tubuh Yongri menegang.

——

–To Be Continued–

HAI! Maaf postnya sedikit terlambat. Semoga masih pada nungguin, ya.

Happy reading~

BYE~

Advertisements

77 thoughts on “The Chance – Part 6

  1. Aaaaa greget thor. Asli ceritanya bikin penasaran terus😍😍 makin seru dan tambah keren, eonni chukae karena sudah membuat readers baper dan dagdigdug terus👏👏 uhh moment siyong yongri sama siwon bikin baper thor.!! Ahh jadi pengen cepat^ happy ending😍 donghae oppa siap^ buat patah hati nasional ok, jangan egois dan jangan serakah buat dapatin yongri dengan segala cara, apalagi kalau dengan cara licik. Dan mudah^an gak ada peran lagi dari nenek tuir untuk ikut campur dalam hubungan mereka lagi😒😒 aku udah terlanjur sebel sama tuh nenek^ tuir😣😣 ahhh ayo ungkapin semuanya dong yongri, aku greget tahu.!! Percayalah kalau kamu balik lagi sama siwon , siyong akan tetap bersamamu😍😍 ditunggu kelanjutannya thor, tiap hari di cheeckin terus eh ternyata postingannya jatuh di tanggal 6, gapapa lambat juga thor asal jangan digantungin aja hahaha😂😂 semangat terus nulisnya thor💪💪kami akan selalu menunggu next chap nya.!! Hwaiting💪✊✊

  2. Nah loh yongri…jawaban apa yang akan kau berikan pada siwon ? Mengatakan yang sebenarnya atau malah berbohong karena takut siwon akan mengambil siyong seperti yang dikatakan neneknya siwon.

  3. Eonni ditunggu bgt kelanjutan, ngk sabar jadinya . . Penasaran bgt, kira2 yongri bakalan jujur2 ngk ya ama siwon. Tapi kalo dilihat dr suasana nya kayak nya ngk mungkin kalo yumi jujur . . . .

  4. akhirnya udah update lagi…. wah siwon langsung tanya siapa ayah siyong… ayolah yongri katakan saja kalo siyong itu anaknya siwon… ditunggu next part

  5. aaaaaaaaaa seru eon huahhhhhh siwon n yongri bt dilema aja nih.
    apa siwon akan tau klo siyong itu anaknya???? apa yongri akn berkelit lagi???
    ditunggu bgt next part nya

  6. Ga mslh trlambat yg penting te2p update😊
    Wah….Siwon ga bskah berpikir kl siyong ankny, se kecil itukah pikiran Siwon sm yongri? Pertama anggp siyong ank Donghae skrg berpikir ad pria lain sblm sm Donghae.
    Rhsia yongri sdkit dm sdkit bkl trkuak.
    Smgat trs nulisny💪💪💪😊😊

  7. Akhirnya sekian lama menunggu update juga
    Aiihhhh makin kesini nambah greget bacanya
    Penasaran ama cerita selanjutnya
    Akankah yongri menceritakan kebenaran nya
    Ditunggu next selanjutnya
    Semangat eonni…….

  8. Wah.siwon bakal langsung gerak cepet nih.. dia bakalan maksa gak minta hak asuh nya…liat gimana gak pekanya yongri sama siyong…
    Jelasin juga donk kenapa dia ninggalin siwon.

  9. “Jika terus berada didekat siwon terus. yongri tidak bisa menata perasaannya” #preeeettt lalu bagaimana dengan kencanmu dengan donghae selama 5thn? apa donghae hana pelarianmu saja? dan apakah siwon hanya masa lalu mu??? ah masih kesal sama yongri berkencan sama donghae-_- 😦 oh disini juga ternyata ikut andil sama kejadian 5thn lalu, untuk menjadi kekasih yongri 😥 Tuhkan yongri bisa lihat sendiri siwon bersama siyong 🙂 buanglah rasa takutmu dan egoismu itu jebal kasian sama siwonnya yang tidak tau apa2 😥 😥 ayo yongri jujurlah siapa ayahnya siyong 🙂 bukannya lebih baik berkata jujur???

  10. Siyong sangat polos dan ia jujur menceritakan apa yg ia ketahui bhw ia memang tdk pny ayah kpd Siwon oppa, kasihan donghae oppa sangat mencintai Yongri dan ia hanya meyakinkan diri bahwa Yongri jg mencintainya wlpn ia sll ragu apalagi stlh Yongri sering bertemu Siwon oppa

  11. Sekuat tenaga yongri pisahkn siyong dan siwon
    Ikatan batin mereka selalu menyatukan mereka
    Donghae trlalu mksain kehendak
    Yongri gk cinta sm dy
    Hatinya utk siwon
    Siyong kasian bgt
    Sampek nangis gitu
    Siwon ngamuk bgt sm guru siyong

  12. Siwon pke mikir Yongri berhubungan sma org lain lagi. Udah cukup lah Donghae ngrasain jdi ayahnya Siyong dan kekasihnya Yongri, sekarang tinggal kmbali sprti seharusnya. Siyong sma bapanya dan Yongri sma suaminya. Lagian ada kesalahan Yongri disini, seharusnya dia ga trlalu beri harapan lbih ke Donghae klo perasaannya aja masih diragukan. Like bgt part ini, Siwon udh to the point nanya ke Yongri siapa ayah Siyong…

  13. Duh aku ketinggalan 2 part ni. Bener” deh in cerita selalu bikin aku jd terharu setiap baca. Pokok nya love you love you deh buat ni ff.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s