The Chance – Part 5

Author

Choineke

Title

The Chance

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Donghae, Choi Siyong (OC), Lee Hara (OC), Lee Hanna–Siwon’s Grandmother (OC), and others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–Give me one more chance to be with you again–

——

Author POV

“Lepaskan aku, Lee Donghae!” Bentak Siwon.

“Apa yang ingin kau lakukan jika aku melepaskanmu? Mencegah ibuku agar tidak mengatakan jika Yongri adalah calon istriku? Yah, kau tidak berpikir jika aku akan diam saja, kan?” Ucap Donghae dengan tersenyum sinis.

“Kenapa harus Yongri, Lee Donghae?!” Tanya Siwon sembari mendorong Donghae.

“Terlalu banyak wanita di luar sana dan kau bisa mendapatkan mereka sesuka hatimu. Kenapa harus Yongri?!”

“Kenapa tidak boleh Yongri?!” Balas Donghae sembari mendorong Siwon.

“Kau masih bertanya kenapa?” Siwon menatap Donghae tidak percaya.

“Jika kau berada diposisiku, bagaimana perasaanmu saat melihat mantan istrimu menikah dengan sepupumu sendiri?”

Pertanyaan Siwon membuat Donghae terdiam. Ia benar-benar tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. Donghae mungkin tidak bisa membayangkan hal tersebut. Tetapi saat ini dia tidak berada di posisi Siwon.

“Kalian sudah berpisah. Tidak ada hubungan apapun lagi di antara kalian! Apa masalahnya?!” Ujar Donghae.

Siwon menjauh dari Donghae dan mengusap wajahnya sembari mendesis dengan tajam. Ia menahan dirinya untuk tidak memukul Donghae. Siwon masih menghormati kedua orangtua Donghae sebagai paman dan bibinya.

“Dia mantan istriku, sialan!” Maki Siwon dengan nafas terengah.

“Dia wanita yang pernah aku cintai! Walaupun aku membencinya, aku tidak suka melihatnya bersama pria lain, termasuk dirimu! Jika aku tidak bisa bersamanya, maka dia tidak perlu bersama pria lain!” Hardik Siwon.

Donghae terperangah mendengar ucapan Siwon. Berharap jika telinganya salah mendengar saat ini. Apa Siwon benar-benar sadar saat mengatakannya?

“Bagaimana bisa kau seegois ini, Choi Siwon?”

“Ya! Aku memang egois. Seperti inilah diriku dan aku tidak mengharapkan kau untuk menerimanya!” Balas Siwon yang terlihat benar-benar emosi.

“Jika kau memang mencintainya, kenapa kau tidak mempertahankan Yongri di sisimu, sialan?!” Maki Donghae.

“Bagaimana bisa aku mempertahankannya di saat dia pergi meninggalkanku?” Komentar Siwon. Donghae mendengus kasar.

“Apa itu bisa dijadikan alasan? Karena Yongri meninggalkanmu, maka kau menerimanya begitu saja? Apa tidak ada sedikit saja niatmu untuk mempertanyakan hal itu?”

Siwon terdiam saat mendengar kata-kata Donghae. Ia tampak mencerna ucapan sepupunya itu. Seolah tersadar, Siwon berjalan mendekati Donghae dan mencengkram lengannya.

“Kau tahu alasan Yongri meninggalkanku?” Tebak Siwon.

Donghae menepis tangan Siwon dengan kasar.

“Apa pedulimu jika aku mengetahuinya?!” Tukas Donghae. Ia berjalan melewati Siwon untuk meninggalkan pria itu.

“Tunggu, Lee Donghae!” Siwon menarik bahu Donghae.

“Katakan padaku.” Pinta Siwon dengan memaksa. Donghae kembali mendengus.

“Aku tidak akan pernah mengatakannya. Sudah sangat terlambat untukmu mengetahui alasan Yongri meninggalkanmu.” Ujar Donghae dan kembali menepis tangan Siwon sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan pria itu.

Siwon menendang kursi di kamar Donghae dengan kesal. Mengacak rambutnya hingga terlihat sedikit berantakan. Ia menghela nafas beberapa kali untuk menghilangkan amarahnya.

Siwon akan menahannya untuk malam ini. Ia tidak boleh menghancurkan pesta ulang tahun pernikahan orangtua Donghae. Biar bagaimana pun mereka adalah keluarganya.

Siwon menghela nafas panjang dan keluar dari kamar Donghae. Merapikan pakaiannya yang mungkin saja terlihat kusut karena terlalu banyak bergerak. Ia menuruni tangga karena acara akan segera di mulai sebentar lagi.

Namun langkah Siwon terhenti saat melihat Donghae yang sedang merangkul pinggang Yongri. Melihat Yongri tampak begitu nyaman berada di dekat pria itu. Siwon mengepalkan kedua tangannya dan berharap bahwa Tuhan mau membantunya menahan diri.

Setidaknya untuk malam ini saja.

——

Pesta telah di mulai. Tamu-tamu sudah memenuhi rumah orangtua Donghae. Terdengar suara musik diiringi dengan suara-suara mereka yang sedang berbicara satu sama lain.

Sudah dilakukan penipulan lilin kue ulangtahun. Orangtua Donghae juga sudah saling memberikan kata-kata terima kasih dan cinta untuk satu sama lain. Membuat beberapa tamu di sana merasa terharu saat merasakan bagaimana kedua orang itu saling mencintai, di usia mereka yang tidak muda lagi.

Siwon merasa sedikit lega karena Hyangsook belum mengatakan apapun tentang pernikahan Donghae kepada semua orang. Walaupun begitu, Siwon tetap tidak bisa merasa tenang. Ia yakin bibinya itu sedang menunggu waktu yang pas untuk mengatakannya. Hanya saja Siwon tidak tahu kapan tepatnya ‘waktu’ tersebut.

“Kau terlihat gelisah. Ada apa?” Hara yang selalu berdiri di sebelah Siwon dapat melihat kegelisahan pria itu.

“Aku? Gelisah? Tidak.” Kilah Siwon sembari menyesap wine miliknya.

“Pembohong yang buruk.” Ejek Hara tanpa menatap Siwon.

Siwon mendengus mendengar ejekan Hara. Ia tidak mungkin mengakui kegelisahannya. Tidak mungkin ia mengatakan jika ia merasa cemas karena Hyangsook akan menyebarkan berita pernikahan Donghae dan Yongri.

“Ahjussi?”

Siwon menoleh saat mendengar suara cadel yang begitu dikenalnya. Ia tersenyum dengan lebar saat melihat Siyong yang tampak begitu cantik dengan gaun pestanya. Namun senyumnya menghilang saat ia menyadari jika Yongri bisa saja melihat mereka.

Siwon langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan untuk meninggalkan Siyong. Namun suara Siyong menghentikan langkahnya. Ia merasa tidak tega untuk mengabaikan bocah itu.

“Kenapa ahjussi pergi begitu saja?” Tanya Siyong. Siwon dapat menangkap nada kecewa dalam suaranya.

Siwon kembali menatap Siyong. Wajah bocah itu tidak seceria biasanya. Apa karena Siwon mengabaikannya? Kenapa hal itu membuat Siwon sedih?

“Oppa, dia–“

Siwon tidak memperdulikan ucapan Hara. Ia mendekati Siyong dan menggendong bocah itu. Kemudian membawanya menjauh dari keramaian. Setelah yakin bahwa tidak akan ada siapapun yang melihat mereka, Siwon menurunkan Siyong.

“Kenapa membawaku ke sini? Dan apa yang ahjussi lakukan disini? Apa ahjussi juga diundang di pesta ini?” Tanya Siyong.

Siwon berlutut dihadapan Siyong hingga wajah mereka sejajar. Ia mengusap pipi tembam Siyong dengan pelan. Merasakan kehalusan kulit anak itu.

“Hmm, ya, ahjussi di undang di pesta ini. Karena itu ahjussi datang.” Jawab Siwon.

“Ah, benarkah? Kalau begitu aku akan memperkenalkanmu pada eomma!” Kata Siyong dengan semangat sembari menggandeng tangan Siwon.

“T–tunggu, Siyong-ah.”

“Ada apa, ahjussi?”

“Bukankah kita sudah berjanji untuk merahasiakan ini dari ibumu?”

“Tapi, kenapa? Eomma pasti senang bertemu denganmu.” Ucap Siyong dengan suara pelan.

Siwon merasa bersalah karena melihat Siyong merasa sedih. Karena keegoisannya dan ketakutannya bahwa Yongri akan mencegah mereka bertemu, jika mengetahui keduanya saling mengenal. Siwon benar-benar takut Yongri melarangnya bertemu dengan Siyong.

“Aku tahu. Tetapi jangan sekarang, sayang. Begini, apa kau pernah punya rahasia sebelumnya?” Tanya Siwon. Siyong menggeleng.

“Nah, tidakkah kau merasa senang karena memiliki rahasia pertamamu bersamaku?”

“Aku senang, tapi eomma–“

“Siyong-ah, sebenarnya ahjussi mengenal ibumu.” Sela Siwon.

“Benarkah?” Mata bulat Siyong tampak melebar.

“Ya. Tetapi ada sedikit masalah di antara kami. Jika kau mengatakan pada ibumu tentangku, kita mungkin tidak akan bisa bertemu lagi. Apa kau mau seperti itu?”

Siyong kembali menggeleng.

“Karena itu bisakah kau menahannya untuk beberapa waktu?”

“Apakah ahjussi akan menyelesaikan masalahmu dengan eomma?” Tanya Siyong.

Siwon menghela nafas panjang. Masalahnya dan Yongri tidak akan pernah selesai. Tetapi ia tidak mungkin mengatakan hal itu pada Siyong.

“Ya. Setelah masalah kami selesai, kau bisa mengatakan pada ibumu bahwa aku adalah temanmu. Setuju?”

Siyong tampak ragu namun kemudian mengangguk.

“Kalau begitu kau berjanji tidak akan mengatakan apapun kepada ibumu tentang diriku, kan?” Siwon mengulurkan kelingkingnya dihadapan Siyong.

Siyong menerima uluran kelingking Siwon dan menautkan kelingking kecilnya di sana. Ia menatap Siwon yang sedang tersenyum dan membuatnya ikut tersenyum.

Siwon memajukan wajahnya dan memberikan kecupan pada pipi Siyong. Membuat pipi Siyong merona karena malu. Siwon tidak bisa menutupi rasa gemasnya melihat tingkah bocah itu.

“Sekarang pergilah dan cari ibumu. Kau tidak boleh berkeliaran seorang diri. Mengerti?” Pesan Siwon.

“Ya, ahjussi. Sampai jumpa.” Siyong melambaikan tangannya pada Siwon.

“Sampai jumpa, Siyong-ah.” Ucap Siwon sembari membalas lambaian tangan Siyong.

——

Yongri berdiri di depan meja yang menyajikan berbagai macam kue. Ia ingin mengambil beberapa kue untuk diberikan kepada Siyong. Namun sayangnya saat ini Yongri tidak tahu dimana Siyong berada.

Dengan mata yang sesekali menatap seluruh tamu yang datang, Yongri mencari sosok mungil putrinya. Ia berpikir jika putrinya itu sedang bersama orangtua Donghae atau sedang bersama Donghwa. Karena saat ini Yongri melihat Donghae sedang mengobrol dengan teman-temannya, sudah pasti Siyong tidak sedang bersama dengan pria itu.

“Lihatlah siapa yang ada disini.”

Tubuh Yongri menegang saat mendengar suara itu. Suara yang tidak akan pernah bisa dilupakannya seumur hidupnya. Ia meletakkan piring kecil yang sedang dipegangnya di atas meja dan berbalik.

Yongri melihat Lee Hanna berdiri beberapa meter di depannya. Berdiri dengan begitu angkuh dan menatapnya dengan tatapan merendahkan. Namun Yongri mencoba untuk tidak terpengaruh oleh wanita itu.

“Apa kabar, halmoni?” Sapa Yongri dengan memaksakan senyumnya.

Hanna mendengus kasar mendengar sapaan Yongri. Ia berjalan perlahan untuk mendekati mantan cucu menantunya itu.

“Aku bukan nenekmu.” Ucap Hanna ketus.

“Ah, maaf. Aku hanya tidak tahu harus memanggilmu apa.” Balas Yongri.

“Benar. Aku juga tidak tahu harus memanggilmu apa. Choi Yongri? Atau Lee Yongri?”

Yongri menatap Hanna yang sedang tersenyum sinis padanya.

“Tetapi kau belum menikah dengan Donghae. Kalau begitu Choi Yongri? Choi karena nama belakangmu memang benar-benar Choi. Bukan karena kau istri Siwon.” Sindir Hanna.

Yongri menghela nafas panjang dan membungkukkan badannya untuk berpamitan pada Hanna. Ia tidak ingin berada di dekat Hanna lebih lama lagi.

“Dimana sopan santunmu saat melihat orang yang lebih tua berbicara dan kau meninggalkannya begitu saja?” Tanya Hanna membuat langkah Yongri terhenti.

“Tentu saja. Seseorang yang hidup dan dibesarkan di panti asuhan, tidak akan mendapatkan pendidikan dengan baik. Juga tidak ada yang bisa mengajarkan mereka sopan santun, karena mereka tidak memiliki orangtua.” Komentar Hanna.

Yongri mengepalkan kedua tangannya dan mencegah airmata yang hendak mengalir. Pandangannya telah mengabur karena airmata yang menggenang dimatanya.

“Untung saja Siwon telah berpisah denganmu. Jika tidak, ia pasti tertular sikap tidak sopanmu ini.”

Yongri berbalik untuk menatap Hanna. Memejamkan matanya sebentar dan kemudian kembali menatap Hanna dengan tajam. Sebuah senyum dingin tampak terbentuk di wajah cantiknya.

“Tentu saja kami telah berpisah. Aku pikir kau tidak lupa siapa dalang di balik perpisahan kami.” Ucap Yongri membuat Hanna menatap sekeliling untuk memastikan tidak ada yang mendengar ucapan Yongri.

“Seharusnya kami tidak berpisah, tetapi kami dipaksa berpisah.” Lanjut Yongri.

“Kecilkan suaramu.” Perintah Hanna.

“Kenapa? Kenapa aku harus mengecilkan suaraku? Ah, kau takut cucu kesayanganmu mendengarnya?” Sindir Yongri. Hanna menatap Yongri dengan tajam.

“Nyatanya kau senang setelah berpisah dari Siwon, kan? Karena kau bisa mengencani sepupunya.” Tukas Hanna.

“Apa kau sudah gila? Apa tujuanmu berkencan dengan Donghae? Apa agar kau bisa terus berdekatan dengan Siwon?!” Tuduh Hanna.

“Lalu kenapa jika aku ingin berdekatan dengan Siwon? Apa kau takut kejahatanmu terbongkar, Nyonya Lee?” Tanya Yongri. Hanna mendengus.

“Kejahatan apa yang aku lakukan? Di mata Siwon, kaulah yang bersalah. Dia tidak akan mempercayai ucapanmu.” Kata Hanna.

“Benarkah? Haruskah kita mencobanya?” Tantang Yongri.

“Kau mengancamku?!”

“Eomma.”

Yongri menoleh saat mendengar suara Siyong. Begitu pun dengan Hanna yang menatap anak kecil yang sedang mendekati Yongri dan memeluk pahanya.

“Oh, Siyong-ah.”

“Eomma, aku lapar.” Rajuk Siyong sembari memegang perutnya.

Yongri menatap Siyong dan Hanna bergantian. Wajah Yongri terlihat panik saat melihat sebuah senyum licik di wajah Hanna.

“Diakah anak itu?” Tebak Hanna.

“Siapa dia, eomma?” Tanya Siyong.

“Siyong-ah, eomma akan membawakanmu makanan. Pergilah bermain dengan Donghwa ahjussi.” Ujar Yongri.

“Siapa namamu, anak kecil?” Tanya Hanna. Siyong dan Yongri sama-sama menatap Hanna.

“Choi Siyong.” Jawab Siyong.

“Choi Siyong..” Gumam Hanna. Setelah tersadar dengan arti nama itu, Hanna menatap Yongri dengan senyum mengejek.

“Kau benar-benar wanita yang gigih.” Ucapnya.

“Siyong-ah, pergilah dulu. Eomma akan menyusulmu dengan membawa banyak kue.” Kata Yongri sembari mendorong Siyong menjauh.

“Baiklah, eomma.” Sahut Siyong sembari berjalan menjauhi mereka.

Yongri menghalangi pandangan Hanna saat melihat wanita itu terus menatap Siyong berjalan menjauh.

“Jangan ganggu anakku!”

“Aku pikir Siwon juga memiliki hak atas anak itu.” Komentar Hanna.

“Dia anakku!” Tukas Yongri.

“Menurutmu apa yang akan Siwon lakukan jika aku mengatakan bahwa anak itu adalah anaknya?” Tanya Hanna.

“Halmoni!”

“Sepertinya dia akan meminta pengacaranya untuk mendapatkan hak asuh Siyong. Bukankah begitu?” Hanna menjawab pertanyaannya sendiri.

Yongri terlihat benar-benar panik. Dan kepanikannya itu membuat Hanna  merasa puas.

“J–jangan lakukan itu, halmoni.” Pinta Yongri.

“Apa kau sedang memohon padaku?”

“Siyong satu-satunya milikku yang paling berharga, halmoni. Jangan lakukan itu.” Lirih Yongri.

“Jika kau memang tidak ingin kehilangan anakmu, maka enyahlah dari kehidupan cucu-cucuku dan tutup mulutmu itu hingga kau mati.” Ancam Hanna. Setelahnya wanita itu berjalan menjauhi Yongri.

——

“Jadi, anak itu adalah anak Yongri eonni?” Tanya Hara dengan sebelah tangannya yang memegang gelas berisi wine.

Siwon mengangguk tanpa berniat mengeluarkan suaranya. Sama seperti Hara, ia juga sedang memegang gelas berisi wine. Tidak ada yang tahu sudah berapa banyak pria itu menghabiskan wine malam itu.

“Wah, aku tidak menyangka jika kalian sudah sedekat itu.” Ucap Hara dengan takjub.

“Aku sering menemuinya.” Sahut Siwon.

“Apakah itu berarti kau menyayangi anak Donghae oppa dan Yongri eonni?” Sindir Hara. Siwon mendelik tajam pada perempuan itu yang dibalas dengan kekehan ringan dari Hara.

“Tetapi aku setuju denganmu saat kau bilang matanya sangat mirip dengan mata Yongri eonni. Saat melihat matanya, aku seperti melihat mata eonni.” Ujar Hara.

“Apakah eonni tahu jika kau dan anaknya saling mengenal bahkan sudah cukup dekat?” Tanya Hara. Siwon menggeleng.

“Aku meminta Siyong untuk merahasiakannya.” Jawab Siwon. Hara menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Aku akan pergi ke toilet sebentar, oppa.” Pamit Hara. Siwon mengangguk pelan.

Siwon menghela nafas dan menghabiskan wine di gelasnya. Matanya berpendar untuk mencari pelayan dan meminta gelas wine yang baru.

Namun saat sedang mencari, matanya justru menangkap keberadaan Yongri yang sedang menyendiri di dekat tangga. Siwon menebak jika Yongri sedang melamun saat ini. Mata wanita itu tampak menerawang jauh.

Siwon menemukan seorang pelayan dan menaruh gelas kosongnya di nampan yang dibawa pelayan itu. Kemudian mengambil dua buah gelas wine sebelum akhirnya berjalan mendekati Yongri.

Siwon mengulurkan gelas wine itu ke hadapan Yongri hingga membuat wanita itu terkejut. Ia melihat Yongri menatap gelas tersebut sebelum akhirnya menatapnya. Ada keterkejutan lagi di mata Yongri saat melihat melihat ia yang memberikan wine pada wanita itu.

“Minumlah. Sepertinya calon menantu keluarga ini tidak begitu menikmati pesta.” Ucap Siwon.

Yongri hanya menatapnya dengan pandangan datar kemudian bersiap untuk meninggalkannya seorang diri. Sepertinya Yongri sedang tidak ingin berdebat dengannya.

“Tunggu.” Cegah Siwon. Siwon kembali menyodorkan gelas wine pada Yongri hingga membuat wanita itu terpaksa mengambilnya.

“Apa kau tidak mau minum bersama mantan suamimu?” Tanya Siwon.

“Jika kau ingin mencari keributan, lebih baik kau pergi.” Usir Yongri. Siwon mendengus pelan.

“Aku juga keluarga di rumah ini jika kau lupa.”

“Kalau kau tidak ingin pergi, maka aku yang pergi.” Tukas Yongri.

“Kenapa kau meninggalkanku?” Tanya Siwon menghentikan gerakan Yongri.

Siwon dapat melihat wajah Yongri yang terlihat terkejut, panik dan juga bingung saat mendengar pertanyaannya. Ia sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya lebih lama lagi. Siwon ingin mengetahui semuanya. Sekarang juga.

“Kenapa kau meninggalkanku enam tahu yang lalu,  tanpa sepatah kata pun dan hanya meninggalkan surat cerai, Choi Yongri?” Siwon memperjelas pertanyaannya.

Dengan ragu-ragu Yongri membalas tatapan Siwon. Di sana ia melipat keingintahuan Siwon yang begitu besar. Mata pria itu tidak meninggalkannya seolah ingin menegaskan bahwa ia bersungguh-sungguh dengan keinginannya.

“K–kenapa kau bertanya?”

“Kenapa aku bertanya?” Ulang Siwon dengan wajah tidak percaya.

“Apa kau berpikir bahwa seharusnya aku tidak bertanya?”

“Kau baik-baik saja selama ini. Maksudku, kau melanjutkan hidupmu bersama Hara dan jawaban dariku tidak akan berpengaruh pada apapun.” Ucap Yongri.

“Kau tidak tahu apapun, Choi Yongri. Kau tidak tahu bagaimana keadaanku!” Siwon tanpa sadar meninggikan suaranya.

Ketika ia melihat Yongri menatap ke sekeliling, saat itulah Siwon tersadar bahwa suaranya mungkin saja menarik perhatian orang-orang. Untungnya tidak ada siapapun yang tampak ingin tahu tentang apa yang sedang mereka bicarakan.

“Selama enam tahun aku hidup dengan penuh tanda tanya besar di dalam kepalaku. ‘Kenapa kau meninggalkanku? Apa yang sudah aku lakukan padamu hingga kau meninggalkanku? Apakah aku berbuat salah hingga kau membenciku dan meninggalkanku?’ Aku terus bertanya-tanya, Yongri-ya. Aku terus bertanya-tanya hingga membuat kepalaku seakan ingin pecah!” Jelas Siwon.

“Dan kau bilang apa? Aku baik-baik saja?” Ucap Siwon dengan tersenyum miris.

“Tidak ada yang tahu apa yang aku rasakan! Aku melewati enam tahun ini seorang diri. Dengan kesakitan, Choi Yongri.” Geram Siwon.

Yongri menatap mata Siwon yang terlihat terluka. Mata itu juga tampak memerah seolah sedang menahan tangis.

“Bukan hanya kau, orang lain pun berpikir bahwa aku baik-baik saja. Tetapi tidak, Yongri-ya. Aku tidak baik-baik saja. Aku hampir gila!”

“Hentikan.” Pinta Yongri sembari menutup kedua telinganya. Ia tidak ingin mendengar kalimat-kalimat menyakitkan yang akan terus dikeluarkan oleh Siwon.

Namun Siwon tidak membiarkan Yongri melakukannya. Ia menyingkirkan tangan Yongri dari telinga wanita itu. Hingga membuat Yongri menatapnya dengan terkejut.

“Karena itu katakan padaku. Katakan padaku alasan kau meninggalkanku! Jika aku menahan semua ini lebih lama lagi, aku mungkin akan benar-benar menjadi gila.” Ucap Siwon.

Yongri menutup mulutnya dan hanya membalas tatapan Siwon. Ia tidak bisa mengatakan apapun pada Siwon. Karena jika ia mengatakannya, maka Siyong akan diambil darinya. Yongri tidak bisa membiarkan itu terjadi.

“Aku mohon padamu, Choi Yongri. Katakan semuanya padaku. Aku mohon.” Pinta Siwon sembari menggenggam sebelah tangan Yongri.

Yongri menatap tangannya dan tangan Siwon yang saling bertautan. Kehangatan yang dirasakannya masih sama seperti dulu. Di saat Siwon pertama kali menggenggam tangannya. Juga membuat jantungnya berdebar dengan kencang.

Yongri menaikkan pandangannya pada wajah Siwon. Namun matanya tidak sengaja menatap lampu besar di atas Siwon yang tampak bergoyang dan siap jatuh kapan saja. Matanya melebar dan ia menatap lampu serta Siwon secara bergantian.

Yongri melempar gelas wine di tangannya sebelum akhirnya mendorong Siwon menjauh dari tempatnya berdiri. Ia dan Siwon jatuh bersamaan di lantai dengan dirinya yang berada di atas Siwon.

Siwon benar-benar merasa terkejut saat merasakan dorongan kuat dari Yongri hingga ia terjatuh berbaring di lantai. Sebelum sempat ia menanyakan apapun pada Yongri, ia melihat sebuah lampu yang meluncur ke bawah.

Siwon berusaha melindungi mereka berdua agar serpihan lampu yang pecah tidak melukai dirinya maupun Yongri.

Dalam sekejap suasana pesta di rumah orangtua Donghae menjadi sunyi senyap.

Siwon mengangkat kepalanya dan melihat pecahan lampu berserakan di lantai, tepat di mana dirinya berdiri sebelumnya. Seandainya Yongri tidak mendorongnya, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi padanya.

Siwon segera mengubah posisinya menjadi duduk sembari menahan punggung Yongri agar wanita itu tidak terjatuh di lantai.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon khawatir. Ia melihat wajah Yongri tampak pucat.

“Y–ya, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Aku baik-baik saja.” Ucap Siwon.

Siwon melihat Yongri menghela nafas lega. Namun tiba-tiba mata wanita itu tertutup dan tubuhnya terkulai dengan lemas di dalam pelukan Siwon.

“Choi Yongri.. B–bangun, Choi Yongri.” Siwon merasa benar-benar panik.

“Yongri-ya!”

Siwon mendongak dan melihat Donghae datang dengan wajah tak kalah panik. Donghae menepuk pelan pipi Yongri untuk membangunkannya, namun tidak ada hasil apapun.

“Eomma? Apa yang terjadi pada eomma?”

Siwon mengalihkan pandangannya pada Siyong yang tampak ketakutan saat melihat mata Yongri terpejam. Membuat Siwon ingin merengkuh bocah itu ke dalam pelukannya. Tetapi ia harus memikirkan Yongri saat ini.

Siwon segera berdiri dan membawa Yongri ke dalam gendongannya. Mengabaikan wajah terkejut Donghae atas gerakannya yang begitu tiba-tiba seperti ini.

“Panggil dokter, Lee Donghae.” Perintah Siwon sebelum akhirnya membawa Yongri untuk menuju ke kamar sepupunya itu.

——

“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Donghae.

“Tidak ada yang serius. Pasien pingsan karena terlalu terkejut.” Jawab dokter yang dihubungi oleh Donghae.

Semua yang berada di kamar Donghae tampak menghela nafas lega, terutama Siwon.

“Untuk sementara biarkan pasien lebih banyak beristirahat. Kurangi pekerjaannya karena ia juga nampak kelelahan dan sedikit stres.” Jelas dokter.

“Saya meresepkan beberapa vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Bisa ditebus di apotek.” Dokter memberikan sebuah resep kepada Donghae.

“Kalau begitu saya permisi dulu.”

“Terima kasih banyak, dokter.” Ucap Lee Seungyeon–ayah Donghae–sembari membungkukkan badannya.

“Antar dokter keluar, Donghae-ya.” Suruh Hyangsook.

“Ya, eomma.” Sahut Donghae sembari berdiri.

Ia menatap Yongri yang masih belum sadarkan diri sebelum akhirnya menyusul dokter yang telah meninggalkan kamar. Donghae sempat melihat Siwon yang sedang menatap Yongri dengan khawatir. Namun ia mencoba mengabaikannya.

Saat berada di luar kamar, Donghae bertemu dengan Hanna. Satu-satunya orang yang sepertinya tidak mengkhawatirkan keadaan Yongri.

“Kenapa kau berkencan dengan wanita pembuat masalah, Donghae-ya?” Tanya Hanna membuat Donghae menatapnya dengan enggan.

“Enam tahun yang lalu dia membuat masalah dengan meninggalkan Siwon begitu saja. Dan sekarang dia membuat pesta ulang tahun pernikahan orangtuamu menjadi berantakan karena sikap sok pahlawannya.” Ujar Hanna.

Donghae memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“Pertama, kau jelas tahu bahwa bukan keinginan Yongri untuk pergi meninggalkan Siwon.” Komentar Donghae membuat Hanna terkejut. Apa cucunya itu mengetahui sesuatu?

“Kedua, jika calon istriku tidak bertindak ‘sok pahlawan’ seperti katamu tadi, maka cucu kesayanganmu itu akan berakhir di rumah sakit, halmoni.” Lanjut Donghae.

“Jaga sikapmu, Lee Donghae! Jangan bersikap kurang ajar pada nenekmu!” Bentak Hanna.

Donghae tertawa sinis.

“Sejak kapan kau menganggapku sebagai cucumu, halmoni? Bukankah cucumu hanya Siwon saja?” Sindir Donghae.

“Bukankah selama ini aku tampak kasat mata karena namaku tidak menyandang marga Choi seperti haraboji, samchon, dan Siwon? Karena ibuku hanya seorang anak angkat dan tidak ada sedikitpun darah keluarga Choi yang mengalir ditubuhku, bukankah kau tidak pernah menganggapku sebagai cucumu?” Lanjut Donghae.

“Aku menyadarinya selama ini, halmoni. Aku menyadari ketidakadilan yang kau lakukan pada diriku dan Siwon. Tetapi apakah aku pernah mengeluh? Tidak sama sekali.”

Donghae mengeluarkan semua kesedihan yang dirasakannya selama ini. Bagaimana Hanna selalu membanggakan Siwon dan tidak pernah mengganggapnya ada. Hanna selalu memperkenalkan Siwon sebagai cucunya kepada teman-temannya yang lain.

Sedangkan ia akan diperkenalkan oleh Hanna hanya ketika teman-temannya bertanya kepada wanita itu siapa Donghae sebenarnya. Jika tidak, maka tidak akan pernah ada yang tahu siapa Donghae di dalam keluarga Choi.

Donghae tentu saja merasa terluka. Ia merasa sangat iri pada Siwon. Tetapi Donghae tidak pernah mengatakan apapun selama ini. Ia memendam rasa terlukanya seorang diri selama ini. Bahkan di depan orangtuanya pun, Donghae tidak pernah mengeluh.

“Karena itu, jangan coba-coba bersikap seolah kau begitu peduli padaku hanya karena kebencianmu pada Yongri. Jangan coba-coba mengatur hidupku karena selama ini kau tidak pernah menjadi bagian didalamnya, halmoni.” Pinta Donghae.

“Bukankah keinginanmu adalah agar Siwon dan Yongri tidak bersama? Seharusnya kau bersyukur jika aku menikah dengan Yongri. Karena kesempatan Siwon dan Yongri bersama akan semakin kecil. Dengan begitu kau bisa terus mengontrol Siwon tanpa ada yang mengganggu sama sekali.” Ucap Donghae dan kemudian segera meninggalkan Hanna.

——

Siwon berdiri di sudut kamar Donghae sembari menatap Yongri yang masih setia menutup matanya. Kata dokter semuanya baik-baik saja, tetapi kenapa wanita itu belum sadar juga? Membuat Siwon merasa sangat khawatir.

Memikirkan apa yang baru saja Yongri lakukan padanya membuat Siwon benar-benar tidak percaya. Yongri menyelamatkannya dari bahaya tanpa memperdulikan keselamatan dirinya sendiri.

Kenapa Yongri melakukannya? Kenapa Yongri harus menyelamatkannya? Bukankah Yongri tidak mencintainya? Lalu kenapa ia menyelamatkan seseorang yang tidak dicintainya?

Siwon mengusap pelipisnya dengan pelan. Apakah ia salah mengira selama ini? Apakah semua yang dipikirkannya tentang Yongri ternyata salah?

Apakah Yongri memang mencintainya?

“Siapa yang memasang lampu di atas sana? Kenapa mereka bertindak ceroboh?” Omel Seungyeon kepada Hyangsook.

“Aku tidak tahu, suamiku. Aku, Donghwa, dan Donghae sudah memastikan semuanya dengan sempurna agar tidak terjadi masalah saat pesta berlangsung.” Ujar Hyangsook.

“Jika aku tahu siapa orangnya, aku akan menyuruhnya bertanggung jawab. Dia hampir saja mencelakai orang lain!” Geram Seungyeon.

“Eomma, bangunlah.” Isak Siyong yang duduk di samping Yongri.

Siwon mengalihkan perhatiannya pada Siyong yang sedang menangis. Bocah itu terlihat sangat sedih melihat Yongri yang masih belum sadar.

“Oh, Siyong-ah..” Hyangsook mendekati Siyong dan memeluknya.

“Apa yang terjadi pada eomma, halmoni? Kenapa eomma terus menutup matanya?” Tanya Siyong.

“Ibumu akan segera bangun, sayang. Ibumu baik-baik saja.” Jawab Hyangsook.

“Jika eomma baik-baik saja, eomma pasti membuka matanya.” Lirih Siyong.

“Tenanglah, Siyong-ah. Jangan menangis, huh?” Hyangsook menyeka airmata Siyong.

Siwon benar-benar merasa sedih melihatnya. Ia ingin berlari ke sana dan memeluknya. Ia ingin menenangkan Siyong dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tetapi Siwon tidak bisa melakukannya. Ia tidak bisa melakukannya hingga membuat dadanya terasa sesak.

Dan rasa sesak yang dirasakan Siwon semakin menjadi saat matanya menemukan Siyong sedang menatapnya. Bocah itu seolah sedang mengatakan padanya bahwa ia merasa sedih dan ia membutuhkan Siwon.

Siwon mulai melangkah pelan untuk mendekati Siyong. Namun baru beberapa langkah, Siwon menghentikan langkahnya. Ia menatap Siyong dengan rasa bersalah. Setelahnya Siwon memilih berbalik dan meninggalkan kamar Donghae.

“Apa kau sudah selesai? Bisa kita kembali ke hotel?” Siwon terkejut saat mendengar suara Hanna. Ia melirik Hara yang berdiri tidak jauh dari neneknya itu.

“Apa maksudmu kembali ke hotel? Yongri saat ini masih tidak sadarkan diri, halmoni. Bagaimana aku bisa pergi begitu saja?” Ucap Siwon.

“Siwon oppa benar, halmoni.” Timpal Hara.

“Bukankah dokter mengatakan bahwa wanita itu baik-baik saja? Lalu apa yang harus dikhawatirkan? Lagipula bagaimana bisa kau mengkhawatirkan wanita lain dihadapan tunanganmu?”

“Halmoni!” Suara Siwon terdengar sedikit meninggi.

“Ada Donghae dan keluarganya yang akan menjaganya. Kau tidak perlu mengorbankan dirimu.” Kata Hanna.

Siwon terlihat ingin marah, namun Hara langsung menahannya. Hara tidak ingin kemarahan Siwon membuat Hanna menjadi sakit. Karena jika itu memang terjadi, Siwon pasti akan merasa sangat menyesal.

“Oppa, tenanglah.” Bisik Hara.

Siwon menghembuskan nafas dengan kasar dan mengusap tengkuknya untuk menghilangkan rasa marahnya.

“Apa salahnya jika aku mengorbankan diriku untuk melihat Yongri hingga dia sadar, halmoni? Dia bahkan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanku.” Ucap Siwon.

“Apa kau yang menyuruhnya melakukan itu? Tidak, kan?” Sahut Hanna.

Wajah Siwon terlihat merah karena menahan amarah. Ia menatap Hanna dengan sangat tajam. Jika tidak mengingat bahwa wanita itu adalah neneknya, Siwon pasti sudah memukulnya.

“Jika kau ingin pulang, pulanglah bersama Hara. Aku tidak akan pulang, sebelum Yongri sadar.” Tegas Siwon dan kemudian segera berlalu dari hadapan Hanna.

Saat sampai di bawah dan melihat serpihan lampu yang belum dibersihkan, kekesalan Siwon semakin menjadi. Ia menginjak serpihan-serpihan itu saat berjalan keluar dari rumah Donghae. Ia membutuhkan udara segar untuk menenangkan dirinya.

——

Donghae bersenandung sembari menepuk-nepuk pelan dada Siyong untuk menidurkannya. Hari sudah semakin malam, karena itulah Donghae berinisiatif untuk menidurkan Siyong. Awalnya bocah itu menolak karena ingin Yongri yang melakukannya, namun saat Donghae membujuknya, Siyong mau menurut.

Dengan syarat bahwa ia ingin berbaring di samping Yongri. Tentu saja Donghae menyetujuinya. Lagipula dengan seperti itu ia bisa sekaligus menjaga Yongri.

Donghae mengusap kepala Siyong saat merasa anak itu telah terlelap. Mata Donghae beralih pada Yongri yang masih memejamkan matanya. Dokter menyuntikkan sebuah obat yang sepertinya membuat Yongri tertidur lelap.

“Siyong sudah tidur?” Tanya Hyangsook yang telah memakai pakaian tidur.

“Ya, eomma.” Jawab Donghae. Hyangsook duduk di samping Donghae.

“Siwon tidak ingin pulang sebelum Yongri sadar. Dan aku menyuruhnya tidur di kamar Donghwa. Tidak apa-apa jika kau, Donghwa, dan Siwon tidur bersama malam ini, kan?”

Donghae mengangguk.

“Lebih baik kau beristirahat.” Ucap Hyangsook yang siap berdiri.

“Eomma.” Donghae menoleh dan menatapnya.

“Ada apa?”

“Kenapa kau tidak mengatakan pada semua orang bahwa aku dan Yongri akan menikah?” Tanya Donghae.

“Aku pikir kau akan mengatakannya setelah memberitahu Siwon tadi.” Lanjut Donghae.

Hyangsook menghela nafas dan menatap Yongri.

“Yongri tidak ingin aku melakukannya.” Jawab Hyangsook.

“Apa?!”

“Setelah meminta izin pada Siwon, aku juga meminta izin pada Yongri. Aku pikir dia akan menyetujuinya. Tetapi Yongri menolaknya.”

“Kenapa?”

“Dia belum ingin keberadaannya diketahui oleh fansmu. Dia belum siap.” Ucap Hyangsook.

Donghae mengalihkan pandangannya pada Yongri dengan tidak percaya. Benarkah Yongri menolaknya? Kenapa Yongri tidak mengatakan apapun padanya?

“Karena itulah aku mengurungkan niatku. Aku tidak ingin mengacaukan kehidupan tenangnya jika bersikap egois. Aku dapat melihat rasa bersalahnya saat ia menolak keinginanku tadi.” Jelas Hyangsook.

“Tetapi bagaimana pun kami akan menikah.” Gumam Donghae.

“Benar. Mungkin semua orang akan tahu setelah kalian menikah nanti.” Sahut Hyangsook.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Tidurlah karena kau juga harus beristirahat. Dan jangan bertengkar dengan Siwon.” Pesan Hyangsook dan kemudian meninggalkan kamar Donghae.

Donghae terus menatap Yongri untuk beberapa saat. Semua ucapan Hyangsook tadi terus berputar-putar di dalam pikirannya. Kenapa ia merasa tidak yakin dengan alasan yang diberikan Yongri pada ibunya?

Kenapa Donghae merasa bahwa alasan Yongri menolak permintaan Hyangsook adalah karena Siwon? Donghae tidak pernah meragukan Yongri selama lima tahun mereka berkencan, tetapi saat ini ia tidak bisa mempercayainya.

Terlebih saat mengingat apa yang baru saja Yongri lakukan. Ia menyelamatkan Siwon dari bahaya. Kenapa mereka bisa bersama? Apakah mereka memang sedang bersama ataukah mata Yongri yang tidak lepas dari Siwon sehingga ia menyadari bahaya yang akan menimpa Siwon?

Donghae mengalihkan pandangannya pada Siyong. Ia kembali mengusap kepala Siyong dengan pelan. Tidak ingin mengganggu tidur lelap bocah itu.

“Apakah ibumu berbohong, Siyong-ah?”

——

Siwon memuka matanya yang tidak bisa terlelap sama sekali. Kamar Donghwa sudah dalam keadaan gelap. Siwon menatap jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul tiga pagi. Tetapi Siwon sama sekali tidak merasa mengantuk.

Siwon melihat ke atas tempat tidur, dimana Donghwa dan Donghae berada. Kedua kakak beradik itu tampak tidur dengan lelap. Siwon mengubah posisinya menjadi duduk. Ia tahu apa yang menyebabkannya tidak bisa tidur seperti ini.

Dengan gerakan perlahan, Siwon berdiri dan berjalan menuju pintu kamar. Sebelum membuka pintu, ia memastikan jika Donghae tidak terbangun. Setelah merasa yakin, Siwon membuka pintu dengan pelan.

Keadaan di luar kamar benar-benar terasa sunyi. Tidak ada aktivitas apapun yang sedang dilakukan. Karena saat ini adalah waktunya untuk beristirahat. Hanya saja Siwon tidak bisa melakukannya.

Siwon melangkahkan kakinya menuju ke kamar Donghae. Ia menatap pintu kamar Donghae untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya mengulurkan tangannya untuk membuka pintu. Sama seperti keadaan kamar Donghwa yang gelap, kamar Donghae pun tampak gelap.

Siwon masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan pelan. Ia mendekati tempat tidur di mana Yongri dan Siyong berada. Siwon duduk di samping Yongri. Matanya menatap Yongri dengan pandangan yang sulit diartikan.

Walaupun kamar dalam keadaan gelap, Siwon dapat melihat wajah cantik Yongri dengan jelas. Dulu, Yongri memang cantik. Tetapi Siwon tidak menyangka jika kecantikan Yongri bertambah seperti ini.

Dengan ragu, Siwon mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi Yongri. Karena apa yang dilakukan Yongri semalam, perasaan Siwon menjadi tidak karuan. Rasa benci yang selama ini dirasakannya seolah meluap entah kemana. Ia merasa tidak memiliki hak untuk membenci seseorang yang telah menyelamatkannya.

“Kenapa kau menyelamatkanku?” Gumam Siwon.

“Ahjussi?”

Siwon menarik tangannya dan menoleh. Menemukan Siyong dengan mata terbuka dan sedang menatapnya.

“Apa yang ahjussi lakukan disini?” Tanya Siyong.

Siwon memberi isyarat pada Siyong agar tidak berisik. Kemudian ia segera berpindah duduk ke sisi tempat tidur Siyong. Siwon tersenyum dan menggenggam tangannya.

“Kenapa kau terbangun?” Tanya Siwon dengan berbisik.

“Aku mengkhawatirkan eomma.” Jawab Siyong. Siwon menatap Yongri sesaat.

“Ibumu baik-baik saja, Siyong-ah. Dia hanya sedang tidur. Sama sepertimu tadi. Karena itu kau juga harus tidur.”

“Kenapa ahjussi tidak tidur? Apa yang ahjussi lakukan disini? Apa ahjussi tidak pulang?” Tanya Siyong beruntun.

“Hmm..” Siwon terlihat bingung untuk menjawab pertanyaannya. Saat ia melihat wajah Siyong, bocah itu tampak menanti jawabannya.

“Ahjussi belum mengantuk, karena itulah ahjussi belum tidur. Ahjussi berada disini untuk melihatmu.” Jawab Siwon.

“Tetapi tadi ahjussi duduk di samping eomma.” Kata Siyong sembari menunjuk tempat duduk Siwon sebelumnya.

“Ah, itu–” Siwon memutar otaknya untuk mencari alasan. Astaga, dia tidak pernah merasa bodoh dihadapan anak kecil sebelumnya.

“Apa ahjussi juga mengkhawatirkan eomma?” Tebak Siyong. Siwon ingin mengelak, namun pada akhirnya mengangguk.

“Tetapi ibumu baik-baik saja. Karena itu, tidurlah.” Kata Siwon sembari membenarkan letak selimut Siyong.

“Aku pikir ahjussi marah padaku.” Gumam Siyong.

“Kenapa aku marah padamu?” Tanya Siwon bingung.

“Saat aku menangis tadi, kau pergi begitu saja dari sini. Aku menebak jika kau tidak menyukai anak-anak yang suka menangis.” Jawab Siyong pelan.

Rasa bersalah kembali menggerogoti hati Siwon. Ia tidak menyangka jika Siyong akan berpikiran seperti itu. Tidak terlintas sedikit pun di dalam pikiran Siwon untuk marah padanya.

“Tidak, sayang. Ahjussi tidak marah padamu.” Ucap Siwon.

“Aku tahu. Saat melihat ahjussi disini, aku tahu jika ahjussi tidak marah padaku.” Siyong menunjukkan senyum diwajahnya. Siwon ikut tersenyum dan mengusap wajahnya.

Siwon merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.

“Ini hadiah untukmu.” Ucap Siwon sembari memasangkan sebuah gelang di tangan Siyong.

“Hadiah? Tetapi aku tidak berulang tahun hari ini, ahjussi.” Siyong terlihat bingung namun matanya tidak lepas dari gelang yang telah dipasangkan oleh Siwon.

“Hadiah karena kau menjadi anak yang baik.”

“Apa aku anak yang baik?” Tanya Siyong sembari menatap Siwon.

“Tentu saja.” Jawab Siwon.

“Terima kasih, ahjussi.” Ucap Siyong.

“Sama-sama, sayang. Sekarang tidurlah.” Ujar Siwon.

“Ahjussi akan tetap disini sampai aku tertidur, kan?” Tanya Siyong.

“Kau ingin ahjussi berada disini?” Siwon bertanya balik.

“Ya. Aku ingin ahjussi berada disini.” Jawab Siyong.

Siwon merasa senang mendengar jawaban Siyong.

“Ahjussi akan berada disini hingga kau tertidur.” Janji Siwon. Siyong kembali tersenyum sebelum akhirnya memejamkan matanya.

Siwon menatap Siyong dalam diam. Ia tidak tahu apa yang menyebabkannya begitu menyayangi Siyong. Apakah karena Siyong anak Yongri? Ataukah karena Siwon memang ingin menyayangi anak itu? Siwon benar-benar tidak tahu. Ia hanya terus mengikuti kata hatinya.

Siwon memajukan wajahnya dan memberikan kecupan pelan pada dahi Siyong yang berponi.

“Mimpi yang indah, Siyong-ah.”

——

Yongri membuka matanya dengan pelahan. Ia langsung menyadari jika dirinya berada di kamar Donghae. Yongri juga mengingat apa yang terakhir kali terjadi padanya. Yongri mengubah posisinya menjadi duduk.

“Eomma sudah bangun?” Yongri langsung menoleh dan menatap Siyong yang berada di sampingnya.

“Kau tidak perlu bangun, Yongri-ya.” Ucap Hyangsook yang juga berada di kamar.

“Eommonim..”

“Kau baik-baik saja? Apa kepalamu terasa sakit?” Tanya Hyangsook.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri dengan tersenyum kecil.

Yongri mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Matanya menemukan keberadaan Siwon yang berada di sudut ruangan kamar. Pria itu sedang menatapnya dengan pandangan datar. Setidaknya Yongri merasa lega karena Siwon baik-baik saja.

“Apa kau mencari Donghae?” Tebak Hyangsook.

Yongri tersentak dan menatap Hyangsook. Ia bahkan tidak mengingat Donghae untuk beberapa saat tadi, sebelum calon ibu mertuanya itu menyebutkan namanya. Yang terpikirkan oleh Yongri hanya keadaan Siwon.

Apa yang terjadi padanya?

“Y–ya.” Jawab Yongri.

“Pagi-pagi sekali dia pulang ke Seoul, ada sesuatu yang harus dikerjakannya. Dia bilang akan menjemput kalian sore nanti.” Jelas Hyangsook.

“Imo.” Panggil Siwon membuat Hyangsook dan Yongri menoleh.

“Aku juga akan pulang ke Seoul, m–mereka bisa ikut bersamaku.” Ujar Siwon membuat mata Yongri melebar.

“Ah, benar. Kau juga akan pulang ke Seoul. Jika kalian pulang sore hari, mungkin malam baru sampai. Dan pasti akan sangat melelahkan untuk melakukan aktivitas besok hari. Lebih baik kalian pulang bersama Siwon.” Kata Hyangsook dengan tersenyum.

“T–tidak, kami bisa menunggu Donghae, eommonim.” Tolak Yongri.

Ia tidak bisa membayangkan berada di mobil yang sama dengan Siwon untuk beberapa jam. Apalagi ada Siyong bersama mereka. Yongri tidak ingin Siwon bertanya-tanya tentang putrinya itu.

“Kau tahu, Donghae bisa saja sampai di sini saat malam hari.” Komentar Hyangsook.

“Tidak apa-apa, kami–“

“Aku akan menunggu kalian di depan.” Sela Siwon dan kemudian langsung keluar dari kamar.”

“Yongri-ya, aku tahu kau mungkin merasa tidak nyaman. Tetapi kau harus memikirkan Siyong. Dia akan kelelahan jika kalian sampai di Seoul saat larut malam.” Kata Hyangsook sembari mengusap kepala Siyong.

Yongri menatap Siyong yang tampak tidak mengerti dengan apa yang sedang ia dan Hyangsook bicarakan. Perasaannya menjadi bimbang. Haruskah ia pulang bersama Siwon? Ataukah menunggu Donghae dan membiarkan putrinya kelelahan saat mereka tiba di Seoul nanti?

“Aku pikir ini sebagai bentuk terima kasih Siwon karena kau telah menyelamatkannya semalam. Jadi, lebih baik sekarang kau bersiap-siap untuk pulang. Aku akan menghubungi Donghae dan mengatakan bahwa ia tidak perlu kembali ke sini.” Ujar Hyangsook.

“Siyong-ah, kemarilah. Halmoni akan memandikanmu.”

“Ya, halmoni.”

Yongri menatap Siyong yang turun dari tempat tidur dan menerima uluran tangan Hyangsook. Ia menghela nafas panjang. Sepertinya ia memang harus pulang bersama Siwon hari ini. Hanya saja ia meyakinkan dirinya bahwa semua ini hanya demi Siyong.

——

Siwon tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya saat mendengar Siyong yang tidak bisa berhenti berbicara. Bocah itu seolah tidak lelah karena terus membuka mulutnya. Walaupun Siyong hanya berbicara pada Yongri, Siwon tetap merasa senang mendengarnya. Ia hanya berharap jika Yongri tidak menyadari bahwa dirinya tersenyum.

Siwon bersyukur karena Siyong benar-benar menjaga rahasia mereka. Mereka tampak seperti dua orang asing, agar Yongri tidak curiga. Mereka hanya sesekali beradu pandang di kaca spion tengah. Karena Siyong duduk di belakang bersama dengan Yongri.

Tiba-tiba pikiran Siwon menerawang. Seandainya ia dan Yongri masih bersama, mungkin mereka juga akan memiliki anak seusia Siyong. Mereka pasti hidup bahagia bertiga. Membuat keluarga lainnya iri karena kebahagiaan selalu terpancar di wajah mereka.

Tetapi semua itu hanyalah sesuatu yang sudah tidak mungkin terjadi. Ia dan Yongri sudah berpisah sejak lama, dan Yongri telah memiliki anak serta calon suami untuk melanjutkan hidupnya. Untuk pertama kalinya Siwon merasa sedih dengan kenyataan itu.

“Gelang apa yang kau pakai, Siyong-ah?” Tanya Yongri membuat Siwon melirik ke belakang. Ia yakin gelang yang dimaksud Yongri adalah pemberiannya.

“Siapa yang memberikan ini?” Tanya Yongri lagi.

“Ah, ini. Seseorang memberikannya padaku.” Jawab Siyong.

“Seseorang? Siapa?” Desak Yongri.

“Ahjussi tampan.” Ucap Siyong sembari menatap Siwon dari kaca spion.

“Ahjussi tampan? Ahjussi yang berteman denganmu di tempat eomma bekerja?” Tebak Yongri. Siyong mengangguk.

“Kapan kau bertemu dengannya? Kenapa kau tidak mengatakan apapun pada eomma?”

“Aku bertemu dengannya semalam. Di rumah halmoni.”

“Maksudmu, ahjussi tampan juga diundang di pesta ulang tahun pernikahan halmoni dan haraboji?”

“Ya, eomma. Ahjussi tampan bilang seperti itu padaku.” Kata Siyong

“Hei, kau seharusnya mengenalkan ahjussi tampan pada eomma.” Ucap Yongri.

Siwon kembali melirik kaca spion dan melihat Yongri yang sedang menelisik gelang yang dipakai oleh Siyong.

“Ini emas asli.” Gumam Yongri dan dapat di dengar jelas oleh Siwon.

Siwon terkesiap saat melihat Yongri yang membalas tatapannya. Ia segera mengalihkan pandangannya dan menatap jalanan di depannya. Kenapa ia seolah tertangkap ketika sedang mencuri?

“Siyong-ah, jika kau bertemu lagi dengan ahjussi tampan, kau harus memberitahu eomma. Mengerti?”

Siyong hanya diam saja dan menundukkan kepalanya.

“Hei, kenapa tidak menjawab?” Tanya Yongri.

“Aku tidak bisa memberitahu eomma.” Jawab Siyong pelan.

“Kenapa?”

“Aku sudah berjanji padanya untuk tidak mengatakan apapun pada eomma.” Lirih Siyong.

“Kenapa seperti itu? Eomma harus tahu apakah dia orang baik atau jahat, Siyong-ah.”

“Ahjussi tampan orang baik, eomma.” Sahut Siyong cepat.

“Kau tidak tahu apapun, sayang. Pokoknya kau harus memberitahu eomma saat bertemu dengannya. Jika tidak, eomma akan melarangmu bertemu dengannya.” Ucap Yongri.

“Eomma..”

Siwon menghela nafas dan merasa kasihan pada Siyong. Bocah itu harus mendapat omelan dari Yongri karena dirinya. Tetapi Siwon tidak memiliki pilihan. Jika seandainya Yongri tahu siapa ‘ahjussi tampan’ itu, wanita itu juga tetap akan melarang Siyong bertemu dengannya.

“Aku pikir kau tidak perlu sekeras itu pada anakmu.” Siwon tanpa sadar mengucapkannya. Setelahnya ia merasa sangat menyesal.

Yongri nampak terkejut saat mendengar ucapan Siwon, namun berusaha menyembunyikannya. Ia juga merasa sedikit bingung karena Siwon tidak bertanya apapun tentang Siyong. Apakah mungkin Siwon berpikir jika Siyong adalah anaknya dan Donghae?

“Aku tidak bersikap keras. Aku hanya tidak ingin jika seandainya orang yang ditemuinya adalah seorang penipu.” Kata Yongri membuat Siwon mendengus pelan.

Secara tidak langsung Yongri menyebutnya seorang penipu. Dan Siwon merasa kesal dengan kenyataan itu.

“Jika dia seorang penipu, dia pasti sudah membawa lari anakmu.” Balas Siwon.

Tak lama kemudian mereka mendengar Siyong yang tertawa pelan. Siwon menatap kaca spion dan tersenyum saat melihat bocah itu tertawa. Mungkin ia merasa senang karena Siwon membelanya.

“Apa yang sangat lucu hingga kau tertawa begitu senang, huh?” Tanya Yongri sembari mencubit pipi Siyong.

“Tidak ada.” Jawab Siyong masih dengan tertawa.

“Apa kau menertawai eomma?” Tuduh Yongri sembari menggelitik perut Siyong.

“Tidak, eomma. Ha..ha..ha.. Eomma, geli.” Siyong menggeliat di dalam pangkuan Yongri.

Siwon benar-benar tidak bisa menyembunyikan senyum lebar diwajahnya. Mendengar tawa Siyong dan Yongri membuat perasaannya menjadi tenang. Pikiran Siwon mulai tidak terkendali. Ia ingin terus berada di dekat ibu dan anak itu.

Ya, setidaknya ia bisa merasakan kebersamaan itu untuk beberapa jam ke depan.

——

Siwon memarkirkan mobilnya di depan rumah Yongri. Sekarang dia telah mengetahui dimana wanita itu tinggal. Perlahan-lahan semua tentang Yongri kembali memenuhi pikiran Siwon. Anehnya, Siwon tampak tidak terganggu dengan itu.

Siwon menghela nafas dan menoleh. Ia menemukan Yongri yang sedang menatapnya dengan wajah kebingungan. Dan saat Siwon menunduk, ia melihat Siyong yang tertidur di dalam pelukan Yongri. Siwon memahami kebingungan di wajah wanita itu.

Melepaskan seatbelt yang dipakainya, Siwon segera keluar dari mobil. Ia membuka pintu bagian belakang hingga membuat Yongri terkejut.

Mengabaikan keterkejutan Yongri, Siwon membawa Siyong ke dalam gendongannya. Tangannya menepuk pelan punggung Siyong untuk membuat bocah itu semakin terlelap dalam tidurnya. Kemudian Siwon menunggu hingga Yongri keluar dari mobil.

“M–maaf harus merepotkanmu.” Sesal Yongri.

“Tidak masalah.” Sahut Siwon sembari menatap tangan Yongri yang membawa beberapa barang.

Yongri kemudian memimpin jalan dan membuka pintu rumah. Membiarkan Siwon mengikutinya dari belakang. Yongri berjalan ke ruang keluarga untuk menaruh barang-barang yang dibawanya. Dan ia terkejut saat mendapati Donghae di sana.

“Donghae-ya..” Ucap Yongri.

“Kau sudah pulang. Dimana Siyong?” Tanya Donghae sembari tersenyum.

Dan senyum Donghae lenyap saat melihat Siyong berada di dalam gendongan Siwon. Tampak begitu nyaman dan lelap dalam tidurnya.

Sama seperti Donghae, Siwon pun terkejut dengan keberadaan Donghae di rumah Yongri. Ia sempat melupakan fakta bahwa Donghae adalah calon suami Yongri dan ayah dari anak yang sedang digendongnya. Wajar saja jika pria itu berada di sana.

“Ah, ibumu sudah memberitahumu ‘kan jika aku pulang bersama..” Yongri tidak yakin harus menyebut nama Siwon sehingga ia hanya menunjuk pria itu dengan ragu.

“Ya. Ibuku sudah mengatakannya.” Sahut Donghae. Ia hanya tidak menyangka jika Siwon akan ikut masuk dalam keadaan menggendong Siyong.

“Siyong tertidur dan aku tidak bisa menggendongnya.” Kata Yongri. Merasa bingung karena ia harus menjelaskan semua ini kepada Donghae.

Seolah tersadar, Donghae mendekati Siwon dan mengambil Siyong dari gendongan Siwon. Ia mendekap anak itu seolah takut ada orang lain yang akan mengambilnya. Donghae memberikan kecupan pelan pada kepalanya.

“Terima kasih sudah mengantar mereka pulang.” Ucap Donghae dengan wajah datar.

“Well, tidak masalah.” Balas Siwon.

“Kalau begitu, aku pergi.” Pamit Siwon sembari menatap Yongri dan Donghae bergantian.

Donghae baru saja hendak membawa Siyong ke kamarnya saat tiba-tiba ucapan Siwon menghentikan langkahnya.

“Anakmu sangat pintar, Lee Donghae.” Ucap Siwon sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan rumah Yongri.

Yongri menatap Donghae saat mendengar ucapan Siwon. Ternyata tebakannya benar. Siwon memang menganggap Siyong adalah anak Donghae. Dan kenapa Yongri merasa sangat sedih saat ini?

Tanpa mengatakan apapun, Donghae membawa Siyong ke dalam kamarnya. Melihat itu, Yongri hanya mengusap rambutnya dengan pelan. Ia membongkar barang-barang yang dibawanya ke Mokpo untuk mengalihkan perhatiannya.

Yongri berusaha untuk menghilangkan bayang-bayang Siwon. Ia menyadari jika mata Siwon tidak lagi menatapnya dengan penuh kebencian seperti kemarin-kemarin. Dan hal itu membuat Yongri terus memikirkannya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Donghae.

Yongri melirik Donghae dari sudut matanya.

“Ya, tentu saja.” Jawab Yongri dengan senyum yang dipaksakan.

“Sepertinya karena ada Siyong, Siwon tidak mengatakan sesuatu yang kasar dan lainnya. Jadi, aku baik-baik saja.” Lanjut Yongri.

Yongri merasakan Donghae yang mendekatinya dan beberapa saat menarik lengannya dengan pelan. Membuat Yongri mau tidak mau harus menatapnya.

“Aku tidak sedang membicarakan Siwon.” Kata Donghae.

“Apa?” Senyum diwajah Yongri menghilang.

“Aku membicarakan keadaanmu yang pingsan dirumah orangtuaku semalam.” Jelas Donghae.

Yongri merasa jantungnya berdetak dengan keras. Bukan karena ia merasa gugup berada di dekat Donghae. Tetapi karena ia seperti baru saja tertangkap berselingkuh oleh pria itu.

“A–ah, y–ya. Ya, a–aku baik-baik saja.” Kata Yongri dengan terbata.

Donghae melepaskan lengan Yongri dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kenapa? Apa kau sedang memikirkan Siwon?” Tanya Donghae.

“Tidak, aku–“

“Ya. Kau sedang memikirkannya.” Sela Donghae hingga membuat Yongri terdiam.

——

–To Be Continued–

HAI! Ugh lama banget nunggu 50 comment huhuhuhu..

Oh ya aku lupa kasih tahu, seperti biasa cover yang kece buatan dari MIKHA YADIFA. Thank you ya cantik^^

Happy reading~

BYE~

Advertisements

92 thoughts on “The Chance – Part 5

  1. akhirnya di post juga… itu neneknya siwon jahat banget sih… pas siwon bilang siyong anak donghae jadi ikut sedih juga sih… semoga cepet terbongkar alasan yongri ninggalin siwon… ditunggu next part

  2. that’s what i feel.. neneknya sumber mslh yg terjadi..
    but smakin intens ketemu.. siwon-yongri smakin ga bs mengalihkan pikiran.. yeay♡
    siyong pict.. please, wanna see her♡♡

  3. Bnr jg kt Donghae knp dl Siwon ga mencari tau alsan yongri pergi,bkn kah dl Siwon bnr2 kenal sifat yongri knp ga mncoba nyari tau??? Kl skrg nny mgkn agk sedikit trlambat ujg2ny Donghae yg hrs trluka..
    Kyny udh lbh Dr 50 comenny😉😉😉

  4. Siwon oppa dan Yongri msh sama2 slg mencintai terutama Yongri krm wlpn sdh bersama Donghae oppa bertahun2 tp tetap sj nama Siwon oppa sering terlintas dlm pikirannya, kyknya Yongri tahu siapa ahjussi tampan itu, kasihan donghae oppa yg amat sgt baik

  5. wah kayanya ada yg mulai berubah haluan nih.dari yg awalnya benci,sekarang lambat laun perasaannya mulai luluh tuh.
    ya ampun nenek hanna.benerkan dugaan aku,kalo nenek hanna ada kaitannya sama kepergian yongri.gak nyangka yah,cuma karna status yongri dia tega ngelaku’in semua itu.coba aja kalo siwon tau,dia pasti bakal marah dan kecewa banget sama nenek hanna.secara siwon tuh percaya banget sama neneknya.apa lagi kalo nanti siwon tau kalo siyong itu anak kandungnya,pasti nyesel banget siwonnya deh karna udah percaya sama omongan neneknya.

  6. Ikhh siwon paboo nya kebangetan dah >< ikhh sebel…tuh kan bener nenek nya Siwon jahat banget!! Dia pasti yang maksa Yongri buat ninggalin Siwon dulu!! Pasti deh!!.moga kejahatan nenek nya bisa cepet terbongkar deh

  7. moment paling Bagus sepanjang part2 sblmnya eon huahhhh siwon kadang ngeselin tapi bkn baper juga duhhhhh knpa mikir klo siyong tu anak nya hae???
    btw kasihan hae

  8. Ntahlah aku mst ngomong gmn..tp smua ff kamu yg aku baca bnr2 bs bkin aku se’olah2 msuk kecerita tsb.
    Aku bs merasakan emosi di tiap cast nya..you always daebakkk!! Wlpun hrs baper2an tiap slesai baca tp itu bkin pngen & pngen lagii baca ff km

    Thank you 😊 lovee

  9. Serius deh ini apa jadinya kalo ternyata siwon tahu itu anak dia sama yongri bukan anaknya yongri sama donghae. Kasihan yongri makin serba salah. Ditunggu kelanjutan nya authornim. Tetep semangat yaaaaa. Ceritanya makin gereget😂😂😂😂♥♥♥♥

  10. Ah penasaran ama kejahatan hanna halmeoni apa ya kok sampek yongri meninggalkan siwon ah aq tunggu kelanjutan ffx

  11. Gak tega juga liat donghae . Klo siwon sm yongri jadi.
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^
    Aku gregetan ga sabr gtu siwon tau knp alasan yongri tgglin siwon hehe

  12. Nenek nya siwon sesuatu banget. Aduhh udah tua juga ,bukannya mau happy2 sama anak dan cucunya malah buat masalah . next thor ditunggu kelanjutannya

  13. Makin seru aja ni. Akhirnya satu persatu rahasia mulai terbongkar. Duh makin penasaran sm lanjutannya deh. Kira” gimana ya sikap donghae pas tau yongri masih mikirin siwon.

  14. Yongri ketahuan lg mikirin siwon hubungan yongri dan siwon terlihat lebih baik dr sebelum.nya yongri mulai bimbang dgn perasaanya pd siwon yg makin dekat tp kasian sm donge berapa di PHP-in yongri stelah 5thn pacaran eh ujung2nya yongri tetep galau ama perasaanya

  15. Akhirnya Siwon nanya juga ke Yongri. Tpi ujung2nya jdi percuma kan krna Yongri juga ngga bakal segampang itu ngungkapin alasannya. Oohh jdi si nenek udah tau yah kalo Yongri itu punya anak, atau mungkin krna alasan itu knp Yongri disuruh pergi. Sadis bgt si nenek, klo Siwon tau dia pasti marah bgt sma neneknya. Gimana Siwon ngga mau percaya sma neneknya, org Siwonnya aja dekat bgt sma si nenek. Mungkin disitu jdi kegalauan dia mau percaya siapa. 😭😭

    Kasihan deh Siwon authoorr, padahal anak sendiri tpi dia harus ngakuin anak org lain. Miris bgt pas dia liat Siyong nangis tpi dia ngga bsa apa2 malah pergi. Apa Yongri atau Donghae ngga mikir kesitunya, si nenek bener lho,,, Siwon punya hak atas Siyong… Next authoorr, btw ini cpet bgt nympe 50 komennya. Semangat!!! 😂😘

  16. daebak.
    ternyata nenek siwon yg menjadi dalang d balik perpisahan yong ri dan siwon.
    bagaimana tanggapan siwon saat tau siyong adalah anaknya.
    sepertinya siwon dan yong ri msh saling mencintai.
    lantas bagaimana dgn dong hae???

  17. Ikatan batin siyong sama siwon makin kuat…hkks hiks bener kan neneknya siwon jahattt banget ini mah…kok aku malah kepengen siwon tau siyong anaknya dia ya…kalo siwon tau kan ga mungkin dia ngambil siyong doang secara siwon masih cinta sama yongri..😭😭 tapi ada ikan mokpo uchhh dongeeee elu nngapain si ah ah ah ngalangin ajh 😂😂 kak siwon udah mau pulang wamil… udahan apa nyiksa siwonnya 😂 kasian dia di sini ngenes bngt wkwkwkwk

  18. Please jangan selalu memojokkan siwon 😦 siwon juga tersakiti disini 😥 mungkin disisi lain siwon kurang peka dan egois tp sebenarnya siwon pun disini sama seperti yongri 😥 😥 Gila 5thn berkencan dengan donghae? hanya butuh 1thn untuk melupakan siwon? uh daebak -_- bukannya yongri tau kalo siwon benar2 mencintai yongri tapi kenapa dengan semudah itu yongri melupakan siwon dan berada dipelukan donghae yang sepupu dari siwon 😥 apa benar2 yongri mencintai siwon??? dan kenapa donghae tidak punya perasaan terhadap siwon 😦 bukannya donghae tau alasan yongri pergi? jahat dan egois sekali si halmeoni itu >_< diih donghae mengakui anak siwon sebagai anaknya -_- gak tau malu -_-

  19. Hanna tua bangka gk tw diri
    Udah bai tanah
    Mw nguasain siwon
    Kawinin aja sono😡😤
    Cpt kebongkar deh busuknya
    Bkl mati berdiri dy
    Yongri msh cinta sm siwon rela celaka demi lindungin siwon
    Donghae korban pilih kasih halmoninya
    Yongri lbh baik jujur sm siwon klo yongri anknya

  20. Yongri kayak nya masih cinta bgt ama siwon, buktinya dia rela nylametin siwon bahaya . . .

    Nenek nya siwon ngeselin bgt, liat aja ntar kalo siwon tau kebenaran nya pasti dia nanggis2. Siwon knapa ngk peka2 ya kalo siyong tuh anak nya, malah anggap anak nya donghae . . .

  21. Wahh,, donghae oppa udh ngerasa ada yg berubah dari yongri karna siwon. Wkwk:(( aduhh kasiannn ih donghae yg tulus cinta sama yongri tapi kayanya yongri biasa aja sama donghae..
    Udh mulai keliatan antara siwon sama yongri yg sama2 masih ada perasaan satu sama lain :))))

  22. jika dari awal donghae tau alasan yongri meninggalkan siwon mengapa terkesan donghae memanfaatkan keadaan bukannya membatu mereka bersama kembali,,,,kasian siyong akan terluka jika tau siapa ayah kandungnya…

  23. hemm padahal ai berharap ada yg denger percakapan si nenek sama yongri. at least si hara kek, supaya bisa laporan ke siwon… donghae.juga udah merasa waswas kalo yongri bisa balik sama siwon lagi… hu hu huuu donghae kasiaaannn mereka pacaran 5 tahun lohhhh hu hu hu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s