The Chance – Part 2

Author

Choineke

Title

The Chance

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Donghae, Choi Siyong (OC), Lee Hara (OC), Lee Hanna–Siwon’s Grandmother (OC), and others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–Give me one more chance to be with you again–

——

Author POV

Yongri meniup luka di lutut Siyong setelah memberikan obat di sana. Kemudian ia menutup lukanya dengan penutup luka. Wanita itu menyeka airmata di wajah Siyong yang saat ini berada di dalam pelukan Donghae.

“Sudah tidak sakit, kan?” Tanya Donghae sembari mengusap punggung Siyong.

“Masih terasa perih, ahjussi.” Jawab Siyong dengan sesegukkan.

“Oh, sayangku. Perihnya akan hilang sebentar lagi.” Kata Donghae.

“Bagaimana kau bisa terjatuh, huh? Nona Jung bilang kau berlari dengan begitu kencang. Ada apa?” Tanya Yongri yang masih berlutut dihadapan anaknya.

“Aku sedang bermain bersama temanku, eomma. Aku tidak tahu apa yang menyebabkanku tersandung lalu jatuh.” Jawab Siyong dengan mata yang berkaca-kaca.

“Kemarilah, sayang.”

Yongri duduk di samping Siyong dan menarik gadis kecil itu ke dalam pelukannya.

“Eomma sudah memberikan mantra ajaib pada lukamu. Sebentar lagi pasti akan sembuh.” Ucap Yongri.

“Benarkah?”

Mata bulat Siyong menatap Yongri dengan tidak percaya.

“Tentu, sayang. Kau tahu jika mantra eomma yang terbaik, kan?”

Siyong menganggukkan kepalanya membuat Donghae tersenyum. Ia selalu suka melihat interaksi antara ibu dan anak itu.

“Eomma, aku mengantuk.” Keluh Siyong.

“Tidurlah.”

“Eomma akan menemaniku, kan?”

“Tentu saja.”

“Apa ahjussi juga boleh menemanimu tidur?” Tanya Donghae.

Siyong menoleh dan menatap Donghae yang duduk disisinya yang lain. Kemudian ia mengangguk dengan cepat.

“Aku senang jika eomma dan ahjussi menemaniku tidur.” Kata Siyong membuat Donghae kembali tersenyum.

“Sekarang berbaringlah. Hati-hati dengan lukamu.” Ucap Donghae.

Siyong berbaring di tengah-tengah Yongri dan Donghae. Ia memejamkan matanya yang terasa mengantuk.

Yongri bersenandung kecil dan memberikan tepukan pelan pada dada Siyong. Mengantarkan anaknya itu ke alam mimpi dan melupakan semua kesedihan yang baru saja dialaminya.

Yongri menyadari tatapan Donghae yang tidak lepas darinya. Namun ia berusaha untuk mengabaikannya. Ia hanya ingin menidurkan Siyong terlebih dahulu sebelum membicarakan apa yang baru saja mereka alami.

Yongri memberikan kecupan pada kening Siyong setelah merasa jika gadis kecil itu telah tertidur lelap. Ia membenarkan selimut yang dipakai anaknya itu sebelum akhirnya memberi isyarat pada Donghae untuk meninggalkan kamar Siyong.

“Aku akan membuatkan minuman untukmu.” Gumam Yongri tanpa menatap Donghae.

Langkah Yongri terhenti saat Donghae menggenggam pergelangan tangannya. Ia memutar tubuh Yongri hingga bisa melihat wajah wanita itu.

“Kau terlihat gusar. Ada apa?” Tanya Donghae dengan pelan.

“Aku mengkhawatirkan Siyong yang terjatuh.” Jawab Yongri.

“Kau pembohong yang buruk.” Ejek Donghae membuat Yongri menatapnya.

Well, yah, aku tahu jika kau memang mengkhawatirkannya. Karena aku juga merasakan hal yang sama.”

“Tetapi aku tahu jika bukan itu yang membuatmu gusar. Kenapa? Apa karena pertemuanmu dengan Siwon?” Tebak Donghae.

“Aku tidak ingin membahasnya, Donghae-ya.” Ucap Yongri.

“Kita selalu membahas semuanya bersama selama lima tahun ini, Yongri-ya.” Sahut Donghae.

Donghae membawa Yongri untuk duduk berdampingan di sofa. Tangannya menggenggam tangan Yongri dengan erat dan matanya terus menatap wajah Yongri dengan tatapan penuh cinta.

“Katakan padaku. Apa terasa sangat menyakitkan saat bertemu dengan Siwon?” Tanya Donghae dengan hati-hati.

Yongri menundukkan kepalanya dan menatap tangannya dan tangan Donghae yang saling bertautan.

“Aku melihat tatapan penuh kebencian pada matanya.” Lirih Yongri.

“Apa itu mengganggumu?” Tanya Donghae.

“Aku tidak ingin mengakuinya. Tapi, ya, semua itu menggangguku. Aku tidak bersalah disini, Donghae-ya.” Jawab Yongri sembari menatap Donghae dengan sedih.

“Tatapannya padaku memperlihatkan bagaimana bencinya dia padaku. Dia bahkan seolah ingin kau tahu wanita seperti apa aku ini dimatanya. Memangnya aku ini wanita seperti apa, Donghae-ya? Apakah menurutmu aku pantas mendapatkan kebencian darinya?”

“Sshh.. Tenanglah.”

“Bagaimana aku bisa tenang? Kau tidak lihat bagaimana terkejutnya Siwon saat melihatku? Bagaimana dia tidak percaya ketika kau mengatakan bahwa aku adalah Carlene Choi. Kenapa? Apa aku benar-benar tidak pantas menjadi seperti ini?”

“Yongri-ya, tenanglah.” Bisik Donghae sembari menangkup wajah Yongri.

“Dengarkan aku.” Pinta Donghae. Yongri menggenggam pergelangan tangan Donghae yang berada di wajahnya.

“Kau dan Siwon tidak memiliki hubungan apapun lagi. Bahkan jika dia ingin membencimu, kau tidak perlu memikirkannya, sayang. Dan aku juga tidak akan pernah peduli ataupun terpengaruh jika dia mengatakan sesuatu yang buruk tentangmu.” Ucap Donghae.

“Kenapa?”

“Karena aku lebih mengenalmu daripada Siwon. Kau berkencan dengannya selama dua tahun dan menikah dengannya selama hampir satu tahun. Sedangkan hubungan kita lebih lama dari itu. Aku mengenalmu dengan baik selama lima tahun ini.” Jelas Donghae.

“Bukankah berulang kali aku katakan jika kau tidak perlu memikirkan ucapan orang lain? Mereka hanya melihat penampilanmu dari luar, tetapi mereka tidak tahu apa yang ada di dalam dirimu. Yang terpenting adalah bahwa aku dan Siyong selalu berada disisimu dan akan selalu mempercayaimu. Mengerti?”

Yongri tanpa sadar meneteskan airmatanya. Melihat itu, Donghae dengan segera menyekanya dan memberikan kecupan pelan pada kedua mata Yongri.

“Aku tidak suka saat melihatmu menangis karena orang lain. Aku saja tidak pernah membuatmu menangis.” Keluh Donghae.

“Aku menangis karena ucapanmu.” Rajuk Yongri.

“Kenapa? Apa ada yang salah dari kata-kataku?” Tanya Donghae tidak terima.

“Tidak ada. Hanya saja kata-katamu membuatku terharu.” Jawab Yongri.

Donghae tersenyum.

“Kemarilah, sayang.” Ucap Donghae sembari menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Aku mencintaimu.” Gumam Donghae sembari mengecup puncak kepala Yongri.

——

“Oppa?”

Hara terkejut saat melihat Siwon berdiri di depan apartementnya. Belum lagi ia mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari tunangannya itu.

“Kau mabuk?” Hara menanyakan sesuatu yang telah diketahuinya.

Siwon tersenyum kecil dan memasuki apartement Hara dengan jalan sempoyongan. Hara menutup pintu apartement dan membantu Siwon berjalan agar pria itu tidak terjatuh.

“Astaga, ada apa denganmu?” Tanya Hara sembari mendudukan Siwon di atas sofa.

“Apa kau memiliki soju? Atau bir? Atau apa saja yang bisa membuatku lebih mabuk?” Tanya Siwon balik.

“Apa kau gila? Kau sudah cukup mabuk. Apa kau ingin membunuh dirimu sendiri?” Omel Hara.

Hara menggerutu pelan dan berjalan menuju dapur. Ia membuatkan Siwon minuman hangat untuk menghangatkan perut pria itu.

“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mabuk-mabukan?” Tanya Hara dengan suara sedikit keras.

Tidak ada tanggapan apapun dari Siwon hingga membuat Hara berpikir jika pria itu tertidur. Namun saat Hara kembali mendekati pria itu sembari membawa minuman hangat, ia melihat Siwon sedang melamun sambil menatap langit-langit apartementnya.

“Minumlah ini, oppa.” Ucap Hara sembari memberikan gelas pada Siwon.

Siwon mengerang dan menerima minuman dari Hara. Ia merasa sangat lega saat minuman itu melewati tenggorokannya dan masuk ke dalam perutnya.

“Sudah bisa berbicara sekarang? Apa kau bisa mengatakan padaku apa yang terjadi?” Tanya Hara untuk ke sekian kalinya. Siwon menatap Hara dengan kepalanya yang bersandar pada sandaran sofa.

“Hara-ya..” Panggil Siwon.

“Apa?”

“Apa kau mau bercinta denganku?” Tanya Siwon membuat mata Hara melebar.

Hara mengambil bantal sofa dan memukulkannya kepada Siwon hingga membuat pria itu mengaduh kesakitan.

“Kau benar-benar sudah gila rupanya. Apa aku perlu membawakan seember air untuk menyadarkanmu?!” Hardik Hara.

Siwon menghela nafas dan tersenyum.

“Kau tersenyum? Oppa, kau benar-benar tidak waras.”

“Hari ini aku bertemu dengannya setelah sekian lama.” Gumam Siwon membuat Hara menutup mulutnya.

“Siapa?” Tanya Hara saat melihat Siwon tidak mengatakan apapun lagi untuk menjelaskan ucapannya.

“Choi Yongri.” Jawab Siwon sembari memejamkan matanya.

Hara tidak bisa menutupi keterkejutannya. Siwon bertemu dengan Yongri? Takdir macam apa yang sedang kedua orang itu jalani saat ini?

“Dia benar-benar sudah berubah.” Ucap Siwon. Hara kembali menutup mulutnya dan membiarkan Siwon berbicara.

“Dia sudah menjadi seorang designer saat ini. Kau tahu Carlene Choi? Dialah wanita itu. Seseorang yang dahulu tidak tahu apapun tentang fashion, telah menjadi seorang designer. Apa kau percaya itu?”

“Dia semakin dewasa. Dan dia semakin cantik. Tetapi aku membencinya.” Ucap Siwon.

“Oppa..”

“Dan kau tahu? Dia berkencan dengan Lee Donghae.” Lanjut Siwon.

“Donghae oppa?!” Pekik Hara. Namun kemudian ia segera menutup mulutnya.

Siwon tersenyum sinis.

“Ya. Dia berkencan dengan Lee Donghae, sepupuku.” Sahut Siwon.

“Lebih parahnya lagi, mereka memiliki seorang anak, Hara-ya..” Suara Siwon terdengar terluka dan marah di saat yang bersamaan.

“A–anak?” Ujar Hara dengan tidak percaya.

Hara yakin jika Yongri sangat mencintai Siwon. Ia bisa melihatnya saat Yongri dan Siwon masih menjadi sepasang suami istri. Hara bahkan selalu merasa iri karena keduanya menunjukkan cinta setiap kali mereka saling bertatapan.

Lalu, bagaimana bisa Yongri berkencan dengan Donghae? Bagaimana bisa Yongri memiliki anak dari Donghae? Apa Yongri sudah tidak mencintai Siwon lagi? Karena itukah Yongri meninggalkan Siwon?

Hara menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin. Rasa cinta seseorang tidak mungkin hilang secepat itu. Hara yakin Yongri dan Siwon masih saling mencintai. Tetapi kenapa menjadi seperti ini?

“Oppa, apa kau yakin?” Tanya Hara.

“Aku melihatnya sendiri, Hara-ya. Aku mengikuti mereka saat mereka pergi bersama untuk menemui anak itu. Mereka memeluknya. Donghae menggendongnya dan mereka terlihat sangat dekat.” Jawab Siwon.

“Aku benar-benar membencinya. Aku membenci Choi Yongri.” Maki Siwon.

“Benarkah kau membencinya?” Sela Hara sembari menatap Siwon. Siwon membalas tatapan Hara.

“Jika kau memang membencinya, kenapa kau mengikuti mereka? Kenapa kau ingin tahu kehidupan mereka?” Tanya Hara.

Siwon memejamkan matanya dan tampak tidak bisa menjawab pertanyaan Hara.

“Jika kau memang membencinya, kenapa kau harus mabuk-mabukan setelah bertemu dengannya? Kenapa kau terlihat terluka saat mengatakan padaku jika Yongri berkencan dengan Donghae oppa?” Tanya Hara lagi. Siwon masih terus diam.

“Kau tidak membencinya, oppa. Kau masih mencintainya.”

“Tidak! Aku tidak mencintainya lagi!” Bantah Siwon langsung sembari menatap Hara dengan tajam.

“Tidak, oppa. Kau tidak menyadari perasaanmu sendiri.”

“Tutup mulutmu, Lee Hara.” Ucap Siwon sembari menegakkan punggungnya.

“Kau tidak tahu tentang perasaanku. Kau tidak tahu apapun.”

Siwon berdiri dan mengabaikan rasa sakit pada kepalanya. Ia berjalan melewati Hara untuk pergi.

“Kau mau kemana, oppa?” Tanya Hara khawatir.

“Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku bisa mengurus diriku sendiri.” Kata Siwon dengan ketus.

Hara hanya bisa menghela nafas panjang dan menatap kepergian Siwon dalam diam.

——

Donghae memutar lagu dan berdiri di depan cermin besar di ruang latihan. Ia menurunkan topi hitam yang dipakainya dan mulai menggerakkan badannya untuk mengikuti irama musik.

Badannya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan begitu tajam hingga membuatnya berkeringat dalam waktu sebentar saja. Kaos tanpa lengan yang digunakannya membuat gerakannya semakin leluasa.

Donghae mungkin seorang penyanyi. Tetapi ia juga memiliki hobi menari. Bahkan jika harus memilih, dia akan lebih memilih menari daripada menyanyi. Tetapi saat ini karirnya adalah sebagai seorang penyanyi dan Donghae menikmati itu.

Menari membuat pikirannya menjadi lebih rileks. Ketegangan yang dirasakannya juga berkurang karena ia harus fokus pada gerakan dan juga irama musik. Karena itulah Donghae sangat suka menari.

Donghae menaikkan pandangannya di cermin saat mendengar pintu terbuka. Ia melihat Siwon masuk ke dalam ruang latihan. Namun Donghae tidak menghentikan gerakannya. Ia masih terus bergerak dan membiarkan Siwon berdiri di sana layaknya seorang penilai.

Beberapa saat kemudian, lagu yang diputar Donghae berhenti. Pria itu menghela nafas panjang sembari berjalan untuk mematikan alat pemutar lagu yang baru saja digunakannya.

Pandangannya teralihkan saat ia melihat Siwon memberikan sebotol air minum kepadanya. Donghae menerima botol tersebut sembari menggumamkan terima kasih. Tanpa membuang waktu, ia segera meneguk habis isi botol tersebut.

“Ada apa kau kemari?” Tanya Donghae tanpa menatap Siwon. Ia sibuk mengusap keringat di leher dan lengannya.

“Kau sedang latihan untuk konsermu?” Siwon bertanya balik.

“Bisa dikatakan seperti itu.” Jawab Donghae sembari menghampiri tas yang dibawanya.

Donghae membuka kaos yang dipakainya. Kaos itu telah basah oleh keringatnya. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan kaos baru dari sana dan langsung memakainya.

Donghae berbalik dan menatap Siwon yang masih betah berdiri ditempatnya dan terus menatapnya.

“Apa sebenarnya tujuanmu datang ke sini? Aku tahu kau bukan hanya ingin berbasa-basi.” Ucap Donghae.

Siwon menghela nafas dan berjalan perlahan untuk mendekati Donghae. Ia menyembunyikan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“Kau benar-benar berkencan dengan Yongri?” Tanya Siwon.

Donghae tidak bisa menahan senyum diwajahnya. Ia sudah tahu jika hal itu yang ingin dibicarakan Siwon dengannya.

“Kenapa? Apa aku terlihat berbohong saat itu? Apa aku dan Yongri tidak cocok bersama?” Donghae bertanya balik dengan wajah santai.

“Donghae, dia mantan istriku.” Ucap Siwon.

Gerakan Donghae yang sedang merapikan barang-barangnya terhenti untuk sesaat. Ia berusaha untuk tidak menatap Siwon.

“Aku tahu.” Sahut Donghae sembari kembali melanjutkan kegiatannya.

“Bagaimana bisa kau berkencan dengannya? Bukankah kau tahu kenapa kami bercerai? Dia–“

“Aku tahu!” Sela Donghae. Ia menatap Siwon dengan kesal.

“Lalu, kenapa?!” Tantang Donghae.

“Kenapa aku tidak bisa berkencan dengannya hanya karena dia adalah mantan istrimu?! Aku bebas berkencan dengan siapapun, Siwon-ah. Tidak ada larangan untukku. Apa kau tahu arti kata mantan? Itu berarti kau sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan orang tersebut. Dan dia juga bisa berkencan dengan siapapun termasuk aku!” Hardik Donghae.

“Perpisahan kami tidak secara baik-baik!” Balas Siwon.

“Aku sangat membenci wanita itu! Dan bagaimana bisa kau berkencan dengan wanita yang aku benci?!”

Donghae kembali tersenyum sinis.

“Sejak kapan aku harus ikut membenci wanita yang kau benci?”

“Semua keluarga tahu bahwa aku bercerai darinya. Kau pikir apa yang akan mereka pikirkan jika tahu kau berkencan dengannya?! Terutama halmoni!” Bentak Siwon.

“Ada apa dengan halmoni?” Tanya Donghae.

“Dia yang paling sedih saat aku bercerai dengan Yongri! Dia sangat menyayangi wanita itu, tetapi wanita itu tidak lebih dari seorang materialistis!”

“Ah, benarkah?” Sahut Donghae dengan wajah mengejek.

“Jadi, halmoni yang paling bersedih..” Gumam Donghae.

“Bukankah jika aku berkencan dengannya maka halmoni akan merasa senang?”

“Apa maksudmu?” Siwon terlihat bingung.

“Kau bilang halmoni sangat meyayanginya. Jika aku menikah dengan Yongri, maka dia akan kembali masuk ke dalam keluarga kita. Bukankah halmoni akan senang?” Ujar Donghae.

“M–menikah?” Siwon benar-benar terkejut.

“Ya. Aku dan Yongri sudah berkencan selama bertahun-tahun. Tentu saja kami akan menikah.” Donghae menyampirkan tali tas pada bahu kokohnya.

“Jadi, Siwon-ah. Berhenti mencampuri urusan pribadiku. Aku tidak akan mencampuri urusanmu karena kau membenci Yongri. Karena itu jangan mencampuri urusanku jika aku mencintainya.” Ucap Donghae.

Donghae memberikan tepukan pelan pada bahu Siwon sebelum akhirnya keluar meninggalkan ruang latihan. Siwon menatap kepergian Donghae dengan kesal.

“Sial!” Umpatnya.

——

TOP merupakan boyband yang beranggotakan lima orang. Mereka masih sangat muda dan memiliki rentang usia 17-22 tahun. Wajah mereka pun terlihat imut dan tampan di saat yang bersamaan.

Yongri menyayangkan karena mereka harus membagi waktu mereka antara bekerja dan sekolah. Ia yakin mereka pasti merasa sangat kelelahan. Karena ia juga pernah berada di posisi para laki-laki itu. Sekolah di pagi hari dan bekerja di malam hari.

“Jadi, kau yang akan menjadi penata busana kami hingga tiga tahun ke depan, noona?” Tanya Jaehyun.

Yongri sedang mengukur tubuhnya saat ini. Dan dia adalah laki-laki ketiga setelah dua rekannya yang baru saja diukur oleh Yongri. Dan menurut Yongri, Jaehyun memiliki wajah paling tampan diantara yang lainnya.

“Ya, seperti itulah.” Jawab Yongri sembari fokus pada pekerjaannya.

“Tetapi kenapa kalian memanggilku, noona?”

“Apa tidak boleh?” Tanya Minki–sang leader.

“Tidakkah seharusnya kalian memanggilku nyonya?” Saran Yongri.

“Nyonya terlalu tua untukmu, noona.” Sahut Jaehyun.

“Yah, aku memang sudah tua. Aku memiliki seorang anak yang hampir berusia enam tahun.” Ucap Yongri.

“Benarkah?!” Kelima laki-laki itu terlihat sangat terkejut.

“Apa kalian harus seterkejut itu?” Gumam Yongri.

“Selesai. Selanjutnya.”

Jaehyun menjauh dari Yongri dan laki-laki bernama Hoon mendekati Yongri. Yongri tersenyum padanya dan langsung mengukur badannya.

“Bagaimana bisa kau telah memiliki anak di saat penampilanmu seperti gadis SMA, noona?” Tanya Hoon.

“Apa itu pujian?” Sahut Yongri dengan tersenyum geli.

“Noona, kau benar-benar memiliki seorang anak? Laki-laki atau perempuan?”

“Perempuan.”

“Wah, dia pasti sama cantiknya sepertimu.” Puji Minki. Yongri memicingkan mata padanya.

“Saat sudah terkenal nanti, kau pasti akan menjadi seorang playboy.”

Minki mengerucutkan bibirnya saat mendapatkan sindiran dari Yongri.

“Lalu, apa pekerjaan suamimu, noona?” Tanya Hakyung–anggota yang lainnya.

Tangan Yongri berhenti bergerak saat mendengar pertanyaan dari Hakyung. Senyum di wajah Yongri pun menghilang dalam sekejap. Seharusnya ia bisa memprediksi pertanyaan seperti ini saat ia memberitahukan kepada mereka tentang Siyong.

“Aku tidak memiliki suami.” Jawab Yongri tanpa menatap mereka.

Para laki-laki itu terlihat terkejut. Mereka tampak saling menatap dengan pandangan tidak percaya. Kemudian memberikan tatapan kesal pada Hakyung yang tampak menyesal karena telah bertanya.

“Noona, maaf.” Sesal Hakyung.

Yongri mendongak dan tersenyum pada laki-laki itu.

“Tidak apa-apa, Hakyung. Jangan dipikirkan.”

“Selanjutnya.”

Haneul–member termuda sekaligus saudara kembar Hakyung–segera berdiri dan mendekati Yongri.

“Wah, kau benar-benar mirip dengan Hakyung.” Takjub Yongri.

“Kami saudara kembar, noona.” Sahut Haneul.

“Bisakah sesekali kau membawa anakmu kemari, noona? Kami ingin bertemu dengannya.” Pinta Jaehyun.

“Dia pasti senang bertemu dengan kalian.” Ucap Yongri sembari membayangkan wajah berbinar Siyong.

Beberapa saat kemudian pekerjaan Yongri selesai. Ia segera membereskan semua peralatan yang dibawanya untuk mengukur badan para anggota TOP.

“Jadi, anak-anak–“

“Kami bukan anak-anak, noona!” Keluh Minki.

Yongri menatap wajah mereka satu per satu yang terlihat merajuk. Ia tidak bisa menahan senyum di wajahnya. Betapa menggemaskannya para laki-laki itu.

“Kalau begitu, teman-teman, kita akan bertemu lagi setelah aku menyelesaikan pakaian kalian. Jaga kesehatan kalian dan jangan sampai sakit, mengerti?” Pesan Yongri.

“Mengerti, noona.” Sahut mereka bersamaan.

“Aku pergi.”

“Jangan lupa bawa anakmu di pertemuan kita selanjutnya, noona!”

Yongri hanya melambaikan tangannya dan meninggalkan ruang latihan mereka. Ia tersenyum saat mengingat bagaimana menggemaskan kelima laki-laki itu. Sayang sekali ia tidak memiliki adik laki-laki.

Senyum di wajah Yongri menghilang saat melihat Siwon yang sedang berjalan ke arahnya. Pria itu tampak menatapnya dengan tatapan tajam. Yongri mencoba mengabaikannya dan melewati Siwon begitu saja.

“Carlene-ssi.”

Tubuh Yongri menegang saat mendengar suara Siwon memanggil namanya. Ia pikir pria itu akan mengabaikannya dan berpura-pura tidak melihatnya.

Dengan gerakan perlahan, Yongri berbalik. Saat ini Siwon sedang membelakanginya. Namun beberapa saat kemudian, Siwon memutar tubuhnya untuk menatap Yongri.

“Ada apa…presdir?” Yongri sempat merasa bingung untuk memanggil Siwon.

“Carlene Choi.. Kenapa nama itu terdengar tidak cocok untukmu?” Tanya Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan pandangan datar. Apa maksud pertanyaan pria itu? Apa Siwon dengan ingin menghinanya? Atau apa?

“Jika tidak ada yang penting, saya permisi.” Pamit Yongri dan kemudian langsung berbalik.

“Aku tidak menyangka jika kau orang yang seperti ini.” Ucap Siwon membuat langkah Yongri terhenti.

Yongri kembali berbalik dan menatap Siwon.

“Apa sebenarnya maksud ucapanmu?” Tanya Yongri.

“Apa kau selalu mendekati pria kaya?” Sindir Siwon.

“Sembilan tahun yang lalu kau menjeratku dengan tatapan polosmu. Dan kemudian kau meninggalkanku begitu saja.”

“Lalu sekarang kau mendekati sepupuku. Kau membuatnya tampak begitu mencintaimu. Kemudian, apa? Apa kau juga akan meninggalkannya setelah menikah dengannya seperti kau meninggalkanku saat itu?” Ujar Siwon dengan tatapan tajam pada Yongri.

Yongri mencengkram ujung blazer yang digunakannya. Tatapan Siwon saat ini terlihat sangat mengintimidasinya.

“Setelah meninggalkan Donghae nanti, kau akan menjadi apa? Seorang pengacara? Dokter? Atau artis? Karena setelah meninggalkanku kau tiba-tiba menjadi seorang designer. Wow!”

Siwon menunjukkan ekspresi kagum yang berlebihan diwajahnya. Membuat Yongri menebak jika pria itu hanya ingin menghinanya. Tidak ada ekspresi benar-benar kagum pada wajah Siwon.

“Ah, aku ingat!” Ucap Siwon sembari menggoyangkan telunjuknya.

“Apa kau menjadi seorang designer dari uangku yang kau ambil?” Tebak Siwon. Mata Yongri melebar.

“Yah, aku tidak bisa mengambil uangnya kembali. Biar bagaimanapun, kau harus mendapatkan sesuatu setelah bercerai denganku, kan? Aku hanya menyayangkan karena kau mengambilnya tanpa izin dariku.”

Yongri merasa matanya kabur oleh airmata. Ia dapat merasakan airmatanya menggenang. Jika ia berkedip sekali saja, maka airmata itu akan mengalir dipipinya. Karena itulah Yongri tidak ingin berkedip. Ia tidak ingin menangis dihadapan Siwon.

“Siapa kau sebenarnya? Kenapa aku tidak bisa mengenalimu sama sekali? Kau bukanlah gadis polos yang aku lihat sembilan tahun yang lalu. Gadis polos yang bahkan takut saat disentuh oleh seorang laki-laki. Tapi sekarang, wah, kau bahkan mempermainkan banyak pria.”

“Apa kau masih mencintaiku?” Tanya Yongri membuat Siwon menutup mulutnya.

Siwon menatap Yongri dengan marah. Ia merasa wanita itu terlalu lancang untuk menanyakan tentang perasaannya. Dan ia merasa Yongri tidak berhak menanyakan hal itu. Setelah wanita itu meninggalkannya.

“Apa kau sudah gila?! Kenapa aku harus mencintai wanita sepertimu?!” Tukas Siwon.

“Apa aku bisa menyimpulkan jika kau sudah tidak mencintaiku lagi?” Ucap Yongri sembari mengusap sudut matanya. Siwon mengepalkan kedua tangannya namun tidak mengatakan apa-apa.

“Lalu kenapa kau peduli tentangku?”

Siwon tidak bisa menahan tawa saat mendengar ucapan Yongri.

“Kau benar-benar sudah hilang akal.” Ejek Siwon.

“Aku tidak peduli padamu.” Kata-kata Siwon penuh dengan penekanan.

“Kalau begitu kau tidak perlu mengurusi hubunganku dan Donghae. Apakah aku akan meninggalkannya atau tidak, apakah aku memanfaatkannya atau tidak, kau tidak perlu ikut campur.” Ujar Yongri.

“Dia benar.” Sahut Donghae tiba-tiba yang entah datang dari mana.

Yongri dan Siwon sama-sama menoleh dan menatap Donghae yang sedang berjalan menghampiri mereka. Kemudian pria itu berdiri di samping Yongri.

“Yongri benar, Siwon-ah. Kau tidak perlu ikut campur mengenai hubungan kami. Bahkan jika Yongri meninggalkanku ataupun memanfaatkanku, itu urusanku.” Ujar Donghae.

“Kau sudah selesai?” Tanya Donghae kemudian kepada Yongri. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Donghae menggenggam tangan Yongri.

“Aku pergi dulu.” Pamit Donghae pada Siwon.

Siwon menahan lengan Donghae hingga langkah pria itu terhenti. Donghae berbalik dan menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Jaga sikapmu, Lee Donghae. Apa kau ingin semua orang tahu jika kalian berkencan?” Tanya Siwon sembari menatap tangan Donghae dan Yongri yang saling menggenggam.

Donghae tersenyum dan melepaskan tangan Siwon dari lengannya.

“Aku bisa menyembunyikan hubunganku dan Yongri dengan baik selama lima tahun ini. Kau bahkan tidak akan pernah tahu jika aku tidak memberitahumu.” Balas Donghae masih dengan tersenyum.

Kemudian pria itu melanjutkan langkahnya yang tertunda dengan tangan yang masih menggenggam tangan Yongri.

Saat merasa jika Siwon sudah tidak bisa melihat mereka, Yongri melepaskan genggaman tangan Donghae. Ia menatap pria itu dengan pandangan bersalah.

“Maafkan aku, Donghae-ya. Aku tidak bermaksud untuk mengatakan semua yang aku katakan pada Siwon tadi. Aku–“

“Aku mengerti.” Sela Donghae.

Yongri tetap tidak bisa menghilangkan rasa bersalahnya.

“Aku justru merasa bangga padamu. Aku bangga karena kau bisa menghadapi Siwon dengan berani. Kau tidak menunjukkan sisi lemahmu padanya. Aku tidak peduli dengan semua yang kau katakan padanya. Karena aku lebih tahu apa yang kau rasakan padaku.” Jelas Donghae.

“Kau mungkin akan lebih sering bertemu dengan Siwon setelah ini. Aku lebih mengkhawatirkan hal itu. Bagaimana jika dia terus berbicara denganmu secara kasar? Bagaimana jika aku tidak sedang bersamamu ketika hal itu terjadi?” Tanya Donghae.

Yongri tersenyum kecil.

“Bukankah kau merasa bangga padaku tadi? Aku bisa melakukan yang lebih dari ini. Jangan khawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja.” Jawab Yongri dengan senyum menenangkan.

——

Siwon masuk ke dalam kamarnya dan langsung membuka laci meja kerja yang berada di dalam kamarnya. Ia mengeluarkan sebuah foto dirinya dan Yongri saat mereka menikah.

Siwon menatap foto itu dengan tajam. Ia masih dapat mengingat semuanya dengan baik. Bagaimana bahagianya ia saat bisa membuat Yongri menjadi miliknya seutuhnya. Ia juga mengingat senyum lebar Yongri yang tampak bahagia seperti dirinya.

Siwon mengingat setiap kalimat cinta yang diucapkan Yongri ketika ia baru saja bangun tidur. Mengingat bagaimana hangatnya Yongri saat berada di dalam pelukannya.

Siwon mengingat semuanya. Semua kenangannya bersama Yongri, tidak ada yang bisa Siwon lupakan sedikit pun. Semuanya seolah baru saja terjadi sehingga Siwon mengingatnya dengan jelas.

Tetapi kenapa Yongri tampak melupakan semuanya? Kenapa Yongri bisa semudah itu meninggalkannya? Kenapa Yongri bisa semudah itu menjalin hubungan dengan pria lain?

“Apakah kau tidak pernah mencintaiku? Apakah kau benar-benar hanya menginginkan hartaku?” Tanya Siwon pada foto Yongri. Seolah foto itu bisa berbicara.

Siwon merasa tidak adil. Kenapa hanya dia yang seolah sengsara disini? Kenapa hanya dia yang merasa sedih karena perpisahan mereka? Kenapa Siwon harus mengalami semua itu di saat Yongri bisa tertawa bersama pria lain?

Kenapa?

Siwon merobek foto pernikahannya hingga tidak terbentuk lagi. Matanya tampak berkaca-kaca bukan karena ia ingin menangis. Karena Siwon merasa sangat marah atas apa yang Yongri lakukan padanya.

Siwon melemparkan serpihan foto itu hingga berhamburan di lantai kamarnya. Membuatnya merasa yakin bahwa ia tidak akan bersusah payah untuk mengumpulkan serpihan itu dan memasangnya kembali seperti semula.

Seperti apa yang Siwon rasakan pada Yongri saat ini. Ia tidak akan pernah memiliki niat untuk kembali bersama wanita itu. Dan Siwon tidak akan pernah memaafkan Yongri atas apa yang dilakukannya.

Walaupun begitu, bukan berarti Siwon akan membiarkan Yongri hidup bahagia bersama Donghae. Ia akan melakukan apapun untuk membuat kedua orang itu berpisah.

“Jika aku tidak bahagia, maka kau juga tidak akan bisa bahagia, Choi Yongri.”

——

Siwon tersenyum saat melihat wajah bingung Yongri. Perempuan itu terus menatap ke sekeliling dengan mulutnya yang setengah terbuka. Siwon benar-benar merasa tidak habis pikir. Bagaimana bisa Yongri terlihat cantik bahkan hanya dengan menggunakan baju terusan sederhana? Bahkan tidak ada make up sedikit pun di wajahnya.

Siwon merasa senang karena perempuan itu adalah miliknya, walaupun belum secara resmi. Dan Siwon akan membuat Yongri menjadi miliknya seutuhnya sebentar lagi.

“Air liurmu menetes.” Gurau Siwon.

Yongri menatap Siwon dan menutup mulutnya. Ia menatap Siwon dengan kesal, tetapi Siwon tahu bahwa perempuan itu merasa malu mendengar gurauan Siwon barusan.

“Hari ini bukan hari ulangtahunmu, bukan hari ulangtahunku, juga bukan hari jadi hubungan kita. Lalu, kenapa kau membawaku makan malam di restoran mewah seperti ini?” Tanya Yongri.

Siwon hanya menyeringai untuk menjawab pertanyaan kekasihnya itu.

“Dan juga pakaianku terlalu sederhana untuk berada di tempat ini.” Keluh Yongri sembari menatap pakaiannya.

“Kau cantik.” Sahut Siwon.

“Wajah cantik saja tidak cukup untuk bisa bersanding dengan tempat mewah ini, Siwon-ah.” Balas Yongri.

“Berhentilah merendahkan dirimu.”

Siwon menunjukkan wajah tidak sukanya untuk sesaat. Namun kemudian ia segera memanggil pelayan dan memesan makanan. Ia memesan berbagai makanan tanpa persetujuan Yongri. Karena ia yakin Yongri akan menyetujui makanan apapun yang dipesannya.

“Apa cafe ramai hari ini?” Tanya Siwon.

“Ya, ramai sekali. Kakiku lelah karena terus berjalan kesana-kemari.” Jawab Yongri sembari mengerucutkan bibirnya.

Yongri bekerja sebagai pelayan cafe selama setahun terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, hanya pekerjaan ini saja yang mampu membuatnya bertahan. Selama ini Yongri hanya bekerja beberapa bulan saja di setiap tempat.

Semua itu karena Siwon. Siwon yang selalu ikut campur saat Yongri mendapatkan kemarahan dari bosnya. Membuat Yongri selalu di pecat di saat ia baru saja merasa nyaman bekerja di sana.

“Karena itulah aku minta kau berhenti bekerja di sana dan bekerjalah di kantorku.” Ucap Siwon.

“Aku bosan mendengarkan kau mengatakan hal itu terus.” Keluh Yongri sembari menatap penyanyi yang sedang menghibur para pengunjung restoran.

Siwon menghela nafas sembari menatap wajah Yongri dari samping. Bahkan perempuan itu tetap terlihat cantik bahkan dari samping sekalipun.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

“Ya?” Sahut Yongri dengan wajah sumringah.

“Maukah kau menikah denganku?” Tanya Siwon.

Mata Yongri berkedip beberapa kali saat mendengar pertanyaan Siwon. Ia yakin telinganya sedang bermasalah saat ini. Atau ia sedang berkhayal saja? Atau.. Benarkah Siwon mengatakannya?

“Yongri-ya..” Panggil Siwon lagi.

“Sepertinya aku berkhayal.” Gumam Yongri.

Siwon kembali menghela nafas dan berdiri. Meninggalkan Yongri untuk menuju ke atas panggung kecil yang berada di sana. Membuat sang penyanyi yang sedang bernyanyi menghentikan nyanyiannya dan menatap Siwon dengan bingung.

“Boleh aku pinjam mic–mu?”

“Untuk apa?”

“Aku ingin melamar kekasihku.”

Mata sang penyanyi berbinar saat mendengar ucapan Siwon. Ia  memberikan mic yang dipakainya untuk bernyanyi kepada Siwon. Siwon menggumamkan terima kasih dan segera menatap ke depan.

Siwon dapat melihat mata Yongri yang melebar ketika melihatnya berdiri di atas panggung seperti ini. Namun Siwon hanya tersenyum kepadanya.

“Untuk perempuan yang duduk seorang diri di sebelah sana.” Kata Siwon sembari menunjuk Yongri.

Semua mata para pengunjung restoran langsung mengarah kepada Yongri yang sedang terkejut saat ini.

“Perempuan yang memakai pakaian sederhana dan wajah tanpa make up.” Lanjut Siwon.

“Tapi entah kenapa dia terlihat sangat cantik sekali dimataku.”

Terdengar teriakan heboh dari beberapa orang saat mendengar ucapan Siwon. Dan Siwon dapat melihat wajah Yongri yang merona karena pujiannya.

“Perempuan yang telah aku kencani selama dua tahun ini. Perempuan yang sifat keras kepalanya selalu membuatku sakit kepala.”

Kali ini terdengar tawa dari mereka. Namun Siwon tampak tidak peduli. Matanya hanya terus tertuju pada Yongri.

“Perempuan yang sangat aku cintai, hingga membuatku merasa sesak jika tidak melihatnya sebentar saja.”

Mata Yongri tampak berkaca-kaca saat mendengar setiap ucapan Siwon. Ia dapat merasakan cinta Siwon dari setiap kata yang dilontarkan laki-laki itu.

“Karena itulah aku berdiri disini saat ini. Aku tidak ingin merasakan sesak itu lagi. Aku ingin melihatnya setiap hari di saat aku hendak tidur dan bangun keesokan harinya. Aku ingin memeluknya di setiap aku membutuhkannya.” Ucap Siwon.

Senyum diwajah Siwon menghilang dan wajah laki-laki itu tampak begitu serius saat ini. Matanya menatap tajam pada mata Yongri.

“Choi Yongri, maukah kau menikah denganku?” Tanya Siwon. Semua yang mendengarnya tampak terkesiap.

“Maukah kau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku? Maukah kau berbaring di sampingku di atas tempat tidur yang sama denganku?” Lanjut Siwon.

Yongri tidak bisa menahan airmata bahagia. Ia yakin wajahnya yang tidak memakai make up ini sudah hancur berantakan karena airmatanya. Namun Yongri tidak peduli. Karena Siwon akan terus mengganggapnya cantik.

Dan laki-laki itu sedang melamarnya saat ini. Jika ia sedang bermimpi, Yongri harap ia tidak pernah bangun lagi. Selamanya.

“Choi Yongri?” Yongri tersentak saat mendengar panggilan Siwon.

“Kau tidak akan membuatku berdiri disini seharian, kan?” Tanya Siwon membuat yang lain tertawa geli.

“Kau mau menikah denganku, kan?” Tanya Siwon lagi.

Yongri yang tidak mampu berkata-kata hanya bisa menganggukkan kepalanya. Sontak saja tepukan tangan yang meriah menyambut kebahagiaan mereka.

Yongri segera berdiri dan berlari untuk menghampiri Siwon. Siwon yang melihatnya segera mengembalikan mic dan turun dari panggung. Ia berjalan cepat untuk menangkap Yongri ke dalam pelukannya.

Siwon menghirup aroma Yongri dengan rakus. Tangannya mendekap punggung Yongri dengan erat. Ia yakin perempuan itu merasa sesak, namun Siwon tidak akan melepaskannya sebelum perempuan itu sendiri yang memintanya.

Betapa ia sangat mencintai perempuan ini.

“Aku mencintaimu, Siwon-ah. Aku mencintaimu.”

Siwon terbangun dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk. Ia mengusap wajahnya yang berkeringat padahal pendingin ruangan sudah dalam suhu yang terendah.

Setelah sekian lama ia tidak memimpikan Yongri, sekarang ia harus bertemu kembali dengan wanita itu di dalam mimpi. Dan lagi-lagi semuanya terasa sangat nyata. Hingga Siwon merasa jantungnya berdetak dengan sangat kencang.

Siwon turun dari temat tidur dan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Ia menyalakan shower dan langsung membasahi wajahnya. Ia ingin menyadarkan dirinya bahwa semuanya hanyalah omong kosong belaka.

Bukan hanya wajah, seluruh pakaian Siwon pun tampak basah. Ia merasa kedinginan, namun tidak berniat untuk menghentikannya.

Setelah merasa puas, Siwon mematikan shower. Ia mengusap wajahnya yang basah. Dengan perasaan kesal, ia memukul dinding dihadapannya. Mengabaikan rasa sakit pada tangannya.

“Sadarlah, Choi Siwon!” Bentaknya pada diri sendiri.

“Dia tidak mencintaimu. Dia tidak pernah mencintaimu.”

——

Yongri membuka lemari pakaiannya. Mengambil sebuah kunci yang tersembunyi di bawah pakaian yang tertumpuk. Kemudian membuka laci dengan kunci tersebut.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Yongri mengambil sebuah foto dari sana. Sebuah foto pernikahan dimana dia dan Siwon yang berada di foto tersebut.

Yongri menatap gaun pernikahan yang saat itu digunakannya. Gaun yang sangat seindah, seindah perasaannya ketika pendeta mensahkan dirinya menjadi istri Siwon.

Sayangnya keindahan itu tidak bertahan lama. Yongri tidak bisa mempertahankan keindahan rumah tangga yang selama ini ia idam-idamkan. Karena saat itulah Yongri tahu jika cinta saja tidak cukup di dalam sebuah hubungan.

Yongri menyeka airmatanya yang mengalir. Sudah cukup lama ia tidak menatap foto ini. Mencoba mengabaikan foto itu dengan harapan bahwa ia akan melupakan keberadaan foto tersebut suatu hari nanti.

Namun sayangnya harapan Yongri tidak terkabul. Bertemu kembali dengan Siwon seolah membuka luka lama yang selama ini ia coba tutup dengan rapat. Membuat luka itu kembali menganga dengan rasa perih luar biasa.

Selama Yongri mengenal Siwon, tidak sekalipun pria itu menatapnya dengan penuh kebencian. Siwon selalu menatapnya penuh cinta, bahkan di pertemuan pertama mereka. Yongri ingat saat itu Siwon bilang bahwa ia mengalami cinta pada pandangan pertama dengannya.

Tetapi semuanya telah berubah. Yongri seolah lupa apa yang terjadi, yang ia ingat semuanya telah menjadi seperti ini. Tidak ada cinta di mata Siwon. Yang ada hanya kebencian.

“Eomma..”

Yongri kembali menyeka airmatanya dan memasukkan foto itu ke dalam laci saat mendengar suara Siyong. Ia segera berbalik dan menemukan wajah mengantuk anaknya itu. Lengkap dengan boneka kelinci kesayangannya.

“Ada apa, sayang?” Yongri membawa Siyong ke dalam gendongannya.

“Eomma, menangis? Tanya Siyong sembari memperhatikan mata Yongri yang memerah.

“Tidak, sayang. Eomma tidak menangis. Ada debu jahat yang memasuki mata eomma.” Jawab Yongri.

“Dimana debu itu? Aku akan memarahinya karena telah menyakiti eomma.” Ucap Siyong membuat Yongri tersenyum.

Meninggalkan lemari pakaiannya, Yongri membawa Siyong ke kamar tidurnya. Ia mendudukkan dirinya di atas tempat tidur dengan Siyong berada di pangkuannya.

“Kenapa kau terbangun? Kau ingin minum?” Tanya Yongri. Siyong menggeleng.

“Aku ingin tidur denganmu, eomma.” Jawab Siyong.

“Kenapa?”

“Apakah tidur bersamamu harus memiliki alasan, eomma?”

Yongri tersenyum dan mencubit pelan hidung Siyong.

“Sejak kapan kau pintar berbicara seperti ini, huh?”

“Donghae ahjussi yang mengajariku pintar berbicara.” Ucap Siyong.

“Benarkah? Kalau begitu eomma akan menghukum Donghae ahjussi.” Balas Yongri.

“Jangan, eomma.”

“Kenapa? Wah, kau membela Donghae ahjussi?” Yongri berpura-pura kesal.

“Jika kau menghukumnya, Donghae ahjussi akan menangis. Sama seperti saat eomma menghukumku jika aku nakal. Aku selalu menangis.”

Yongri tidak bisa menahan tawa saat mendengar ucapan polos Siyong. Selain itu, ia membayangkan wajah Donghae saat menangis karena ia memarahinya. Benar-benar merasa lucu.

“Eomma..” Panggil Siyong.

“Ya, sayang?” Sahut Yongri setelah menghentikan tawanya.

Siyong terlihat ragu. Ia memelintir telinga boneka kelinci yang berada dipelukannya.

“Ada apa, sayang? Apa yang ingin kau katakan pada eomma?” Yongri mengusap rambut hitam lebat putrinya.

“Jika kau menikah dengan Donghae ahjussi, dia akan menjadi ayahku, kan?” Tanya Siyong.

Yongri tertegun. Tidak percaya jika Siyong akan menanyakan hal tersebut padanya. Belum lagi wajah bocah itu terlihat penuh harap.

“Kenapa tidak menjawabku, eomma?”

“K–kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu, Siyong-ah?”

“Aku hanya ingin tahu saja.” Siyong menundukkan kepalanya.

Yongri tidak menjawab pertanyaan Siyong untuk beberapa saat. Ia menatap puncak kepala Siyong yang masih betah menatap ke bawah.

“Hmm..” Yongri bergumam. Siyong mendongakkan kepalanya untuk menatap Yongri.

“Benar. Jika eomma menikah dengan Donghae ahjussi, dia akan menjadi ayahmu.” Jawab Yongri akhirnya.

Perlahan-lahan sebuah senyum terbit di wajah Siyong. Ia tampak begitu senang mendengar jawaban dari Yongri. Senyumnya itu menular kepada Yongri hingga wanita itu juga ikut tersenyum.

“Sekarang aku mau tidur.” Ucap Siyong sembari turun dari pangkuan Yongri dan berbaring di atas tempat tidur.

Yongri menatap Siyong dengan kening berkerut. Apakah bocah itu bangun hanya untuk menanyakan tentang Donghae? Sepertinya begitu karena Siyong tampak senang setelah mendengar jawaban Yongri.

“Eomma, berbaringlah.” Pinta Siyong. Yongri menunjukkan senyumnya dan berbaring disamping gadis itu.

——

“Oh, cucuku. Ini masih pagi, kenapa wajahmu sudah murung seperti itu?” Tanya Hanna saat melihat Siwon turun dari lantai dua.

Hanna mendekati Siwon dan menggandengnya untuk menuju meja makan. Mereka biasa melakukan sarapan bersama sebelum memulai aktivitas. Semenjak orangtua Siwon meninggal, mereka hanya tinggal berdua saja bersama beberapa pelayan di rumah mewah itu.

“Apa kau sakit?” Hanna menaruh tangannya di atas kening Siwon.

“Aku baik-baik saja, halmoni.” Ucap Siwon sembari menyingkirkan tangan Hanna dari keningnya.

“Benarkah? Tetapi wajahmu terlihat murung.” Gumam Hanna.

Mereka memulai sarapan dalam diam. Melihat Siwon yang tampak sedang tidak ingin bericara, membuat Hanna menutup mulutnya dengan rapat. Ia sudah sangat memahami sikap dan sifat cucu kesayangannya itu.

“Halmoni..” Panggil Siwon sembari menatap makanannya.

“Ya? Ada apa? Kau membutuhkan sesuatu?” Tanya Hanna.

“Aku bertemu Yongri.” Ujar Siwon membuat Hanna terkejut.

“S–siapa?” Hanna tidak mempercayai pendengarannya.

“Choi Yongri. Mantan istriku.” Jelas Siwon. Hanna mencengkram sumpit yang sedang dipeganganya.

“Oh, benarkah? Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja, kan?” Tanya Hanna.

Siwon menatap Hanna yang wajahnya terlihat khawatir.

“Kenapa kau masih mengkhawatirkannya, halmoni? Apa kau lupa dengan apa yang sudah dilakukannya padaku?”

“Dia juga pernah menjadi cucu menantuku, Siwon-ah. Dan dia adalah wanita yang kau cintai, walaupun dia melukaimu. Jadi, bagaimana? Dia baik-baik saja, kan?”

Siwon menghela nafas panjang.

“Dia sangat baik-baik saja. Dia menjadi seorang designer saat ini.” Hanna kembali terkejut.

“Benarkah? B–bagaimana bisa?”

“Bagaimana lagi menurutmu? Tentu saja dia menggunakan uang yang diambilnya dariku.” Ucap Siwon dengan kesal.

Hanna menelan ludah dan menjilat bibirnya. Ia meletakkan sumpit yang sedang dipegangnya.

“Bagaimana bisa kau menunduhnya seperti itu? Yah, dia memang mengambil uangmu, tetapi mungkin saja dia menggunakannya untuk kebutuhannya yang lain.” Bela Hanna.

“Halmoni! Kenapa kau terus membelanya? Dia wanita jahat, halmoni! Dia meninggalkanku! Dan kau tahu, saat ini dia berkencan dengan Lee Donghae.”

“Apa?! Siapa? Donghae?”

“Ya! Lee Donghae! Cucumu yang lain!” Desis Siwon.

“Yongri bersama Donghae?” Gumam Hanna tidak percaya.

“Mereka sudah berkencan selama lima tahun. Apa kau percaya itu? Cih! Hanya butuh satu tahun untuknya melupakanku.” Geram Siwon.

“Ucapanmu saat itu benar, halmoni. Yongri hanya mengincar harta pria kaya. Setelah mendekatiku, sekarang dia mendekati Donghae. Aku benar-benar tidak percaya.”

“S–saat itu aku hanya asal bicara.” Ucap Hanna.

“Tidak. Kau memang benar. Dan aku tidak akan membiarkan Yongri memperdaya Donghae.”

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Hanna.

“Aku akan mencari cara untuk memisahkan mereka. Donghae harus tahu wanita seperti apa Choi Yongri itu.” Jawab Siwon.

“Siwon-ah..” Siwon menatap Hanna.

“Daripada mencari cara untuk memisahkan mereka, lebih baik kau menikahi Hara.” Saran Hanna.

“Apa maksudmu?!” Tanya Siwon tidak suka. Hanna mengusap wajah Siwon.

“Aku merasa kasihan padamu karena wanita yang kau cintai meninggalkanmu. Karena itu sebaiknya kau tunjukkan padanya jika kau bisa hidup bahagia tanpanya. Nikahi Hara dan lupakan dia. Seperti dia yang telah bersama Donghae dan melupakanmu.” Jawab Hanna.

Siwon menatap Hanna dengan perasaan campur aduk. Haruskah ia melakukannya? Haruskah ia menikahi Hara dan berpura-pura bahagia di hadapan Yongri?

Jika Yongri tidak mencintainya, bukankah apa yang Siwon lakukan akan sia-sia? Yongri tidak akan peduli jika Siwon menikah wanita manapun.

Tetapi kenapa sekarang Siwon tidak bisa mengabaikan saran Hanna? Siwon merasa bahwa ini satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Yongri mencintainya atau tidak.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

55 thoughts on “The Chance – Part 2

  1. nenek2 peyot kurang ajar bgt ya kasihan yongri di fitnah gitu klo siwon tau yg sbnrnya gimana reaksi nya ya????? apa mungkin donghae udh tau masalah yongri semuanya

  2. Sayang choi siwon cucu lelaki yang tidak peka. Dari obrolan si nenek aja kan sudah keliatan nenek tua seperti apa dia itu. Kaya ga pernah muda aja tu si nenek
    Jangan jangan karna dendam masa muda ya.

  3. Aku disini tidak bersalah donghae~~ya? Hahaha lucu deh -_- iya yang bersalah itu kamu tidak punya urat malu kkk masa masih saudara siwon dijadikan pacar 😀 apa kata orang? yongri gusar karena siwon terlihat sangat membencinya? ya wajar dong kan siwon emang gk tau apa2 kenapa yongri pergi meninggalkan siwon? dan disini juga donghae yg notabene sebagai sepupu siwon harusnya bersikap biasa saja(maksudnya gak usah jga pacaran sama yongri) dan sekarang yongri punya siyong tp tidak memberitahu siapa ayah kandungnya apa itu gk kejam buat siwon 😥 kalo yongri pacaran sama laki2 lain mungkin beda ceritanya lagi 😦

  4. Yaaaaa menikahlah dengan dan hidup bahagia 🙂 biarkan yongri bersama pasangannya yg sama tidak punya urat malu itu 😀 banyak kesalahpahaman disini dan yongri yang membuat masalahnya semakin runyam -_- apakah yongri sudah tidak mencintai siwon lagi? kenapa semudah itu melupakan siwon 😥 kenapa sudah berkencan dan tidur berkali2 dengan laki2 lain 😥 😥 #maaf saeng kalo eonni comennta marah2 😦 ini menurut penilaian eonni ya seperti ini kkk beda dari yang lain huhuhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s