The Chance – Part 1

Author

Choineke

Title

The Chance

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Donghae, Choi Siyong (OC), Lee Hara (OC), Lee Hanna–Siwon’s Grandmother (OC), and others

Genre

Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–Give me one more chance to be with you again–

—–

Author POV

“Dia hanya meninggalkan ini untukmu.” Ujar Lee Hanna kepada cucu kesayangannya, Choi  Siwon.

Siwon menerima apa yang diberikan Hanna padanya. Sebuah kertas yang berisi tentang formulir perceraian. Di salah satu kolom telah terisi oleh nama dan juga tanda tangan dari istri Siwon. Menatap kertas itu, Siwon tanpa sadar mencengkramnya hingga membuat kertas tersebut tidak berbentuk lagi. Ia benar-benar tidak dapat mempercayai tanda tangan yang tertera di sana. Sangat mengharapkan penglihatannya salah saat ini, namun ia sangat mengenal tanda tangan wanita itu.

“Apa yang terjadi, halmoni?” Tanya Siwon.

“Seperti yang kau lihat, cucuku. Istrimu pergi meninggalkanmu dan ingin bercerai denganmu.” Jawab Hanna dengan senyum sinisnya. Wanita paruh baya yang sudah berusia 60an tahun itu masih terlihat begitu gagah. Walaupun rambut berwarna putih memenuhi kepalanya.

“Tetapi, kenapa? Bukankah semuanya baik-baik saja sebelum aku pergi seminggu yang lalu?” Siwon masih tidak dapat percaya dengan apa yang dialaminya saat ini.

“Sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan ini padamu. Aku takut perasaanmu terluka, Siwon-ah.”

“Tidak, halmoni. Katakanlah.” Pinta Siwon. Hanna berdehem pelan.

“Selama kau pergi, istrimu tidak pernah bisa diam di dalam rumah. Ia selalu pergi entah kemana dan pulang malam. Bahkan pernah satu hari ia tidak pulang sama sekali, dan baru pulang esok siangnya.” Ujar Hanna.

“Lalu kemarin, ia mengatakan padaku bahwa ia akan pergi meninggalkanmu. Ia menitipkan surat cerai itu padaku. Aku sudah berusaha untuk menahannya, tetapi istrimu pergi begitu saja dan tidak memperdulikanku.” Lanjutnya.

“Tidak. Tidak mungkin, halmoni. Istriku tidak mungkin melakukannya!” Kata Siwon yakin. Ia mengenal dengan baik bagaimana istrinya. Ia sangat mengenal wanita yang selama dua tahun dikencaninya dan hampir satu tahun dinikahinya.

“Apa kau pikir aku berbohong, Siwon-ah? Istrimu benar-benar melakukannya. Kau dapat melihat sendiri surat cerai itu sudah terisi oleh tanda tangan istrimu.” Balas Hanna.

“Dari awal ia tidak pernah mencintaimu. Dia hanya menginginkan hartamu, bagaimana mungkin kau tidak menyadarinya?”

“Dan satu hal lagi yang harus kau tau. Istrimu mengambil uang sebesar 1 miliar won dari tabunganmu, sebelum ia pergi. Kau bisa mengeceknya sendiri.” Mata Siwon membesar saat mendengar ucapan terakhir dari Hanna.

“Halmoni, tuduhanmu pada istriku sudah keterlaluan!!” Bentak Siwon pada Hanna. Hanna terlihat terkejut mendapat bentakan dari Siwon. Beberapa saat kemudian mata Hanna menjadi berkaca-kaca. Membuat Siwon menjadi merasa bersalah.

“H–halmoni..”

“Kau bisa mengeceknya jika tidak percaya.” Lirih Hanna.

Seakan tidak memiliki pilihan lain, Siwon akhirnya memilih untuk mengecek tabungannya. Karena jaman yang semakin canggih, tanpa harus pergi ke bank yang bersangkutan Siwon dapat langsung mengeceknya dari ponsel. Dan tangan Siwon yang memegang ponsel menjadi bergetar saat apa yang dikatakan oleh Hanna benar adanya. Ia menaikkan pandangannya hingga pandangan matanya bertemu dengan Hanna.

“Aku tidak berbohong, kan?” Ujar Hanna.

“B–bagaimana mungkin–” Siwon kehilangan kata-katanya.

“Semua yang aku katakan benar-benar terjadi, Siwon-ah. Sekarang yang harus kau lakukan adalah tanda tangani surat itu agar kalian bisa benar-benar bercerai. Mempertahankan wanita materialistis seperti istrimu hanya akan membuatmu terluka.” Hanna menepuk pelan lengan Siwon sebelum akhirnya berjalan tertatih untuk meninggalkan Siwon seorang diri.

Siwon kembali menatap surat cerai yang sudah kusut di tangannya. Ia menatap nanar tanda tangan istrinya pada kertas tersebut. Airmatanya menetes di kertas hingga membuat kertas tersebut sedikit basah. Ia tidak menyangka jika istri yang begitu dicintainya, dilindunginya dan dijaganya hanya menginginkan hartanya saja.

“Kau akan menyesal telah melakukan ini padaku, Choi Yongri.”

——

–6 Years Later–

Seorang wanita cantik baru saja terbangun dari tidur lelapnya. Ia tersenyum kecil saat merasakan sinar matahari menerpa wajahnya. Membuat wajah wanita itu menjadi semakin bersinar. Pria manapun yang melihatnya tidak akan pernah mampu mengalihkan pandangan mereka walau hanya sebentar saja. Wanita itu menarik selimut menjadi lebih tinggi untuk menutupi tubuh polosnya yang putih, seputih susu.

“Selamat pagi, cantik.” Bisik seorang pria yang berada disampingnya. Pria itu memberikan sebuah kecupan sayang dipelipis wanita tersebut.

Wanita itu membuka matanya dengan segera. Menoleh ke belakang dan terkejut mendapati seorang pria–dalam keadaan yang sama dengannya–sedang tersenyum sangat manis. Hingga membuat wajahnya semakin tampan.  Pria itu mengusap bahu telanjang wanita didepannya.

“Kenapa masih disini, Donghae-ya?” Tanya wanita itu. Mendekatkan dirinya dan menyandarkan kepalanya pada dada pria bernama Donghae tersebut.

“Kenapa bertanya seperti itu di saat kau masih ingin memelukku seperti ini?” Donghae bertanya balik diiringi dengan senyum geli. Namun ia tetap memeluk bahu wanita itu dan menghirup aromanya.

“Aku memang masih ingin memelukmu, tetapi aku takut Siyong melihatmu disini dan dalam keadaan seperti ini.” Jawab wanita itu.

“Yah, aku sudah sering datang ke apartement ini, Choi Yongri-ssi.” Ucap Donghae dengan nada gemas.

“Aku tahu. Tetapi Siyong tidak pernah bertemu denganmu dalam keadaan seperti ini.” Sahut Yongri cepat. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Donghae dengan mengerucutkan bibirnya. Membuat Donghae tidak dapat menahan tawanya.

“Apa seperti ini kelakuan wanita yang memiliki seorang anak?” Ujarnya geli.

“Eomma!” Yongri dan Donghae sama-sama menoleh saat mendengar suara ketukan pintu dan panggilan dari seorang anak kecil. Wajah Yongri terlihat sangat panik, berbeda dengan Donghae yang terlihat santai.

“Ya! Siyong sudah bangun.” Kata Yongri yang sudah mengubah posisinya menjadi duduk. Lengkap dengan selimut yang menutupi dadanya. Donghae ikut bangun dan membiarkan dadanya yang bidang terlihat dengan jelas.

“Tidak perlu panik, sayang.” Bisik Donghae. Yongri memukul punggung Donghae dengan kesal. Membuat Donghae kesakitan.

“Yah, hentikan!” Ucap Donghae sembari terus menggeliat.

“Cepat pergi!” Usir Yongri.

Donghae menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyum sinis. Ia memajukan wajahnya dan menemukan bibirnya dengan bibir Yongri. Melumatnya dengan penuh nafsu dan juga sedikit kasar. Tangan Donghae bergerak ke depan dan menurunkan selimut yang menutupi tubuh Yongri. Memberikan remasan pelan pada dada berisi wanita itu. Yongri melenguh pelan di dalam ciumannya bersama Donghae.

Donghae menurunkan ciumannya pada leher Yongri. Menggigit kecil leher putih wanita itu sebelum menghisapnya dengan kuat. Meninggalkan sebuah tanda berwarna merah keunguan. Yongri menjambak rambut belakang Donghae untuk melampiaskan rasa nikmat yang diberikan oleh pria itu. Gerakan tangan Donghae pada dada Yongri tidak berhenti.

“Eomma, apa kau sudah bangun?” Suara itu menyadarkan Yongri. Yongri segera mendorong bahu Donghae menjauh, dan menghentikan cumbuan pria itu pada lehernya.

“Sial! Apa yang kau lakukan?” Tanya Yongri kesal.

Ia kesal karena Donghae membangkitkan gairahnya dan kesal karena suara dari luar yang mengganggu aktifitasnya. Tidak memperdulikan kekesalan Yongri, Donghae malah tersenyum senang.

“Aku sedang merangsangmu, kenapa?” Tantang Donghae.

“Lee Donghae, kau benar-benar gila.” Desis Yongri. Ia segera turun dari tempat tidur dan mencari pakaiannya yang berserakan di lantai. Tidak memperdulikan tubuh telanjangnya yang dapat dipandangi dengan puas oleh Donghae.

Donghae ikut turun dari tempat tidur dan memungut pakaiannya. Sama seperti Yongri, ia juga tidak memperdulikan tubuh telanjangnya.

“Aku akan mandi dalam waktu 5 menit. Dan aku harap kau bisa menenangkan Siyong dan tidak membiarkannya berada di dalam kamar ini lewat dari waktu tersebut. Karena aku tidak akan bertanggung jawab jika dia menemukanku keluar dari kamar mandimu.” Ucap Donghae masih dengan senyum nakalnya. Ia segera berjalan ke dalam kamar mandi di dalam kamar Yongri.

Yongri mendengus kasar dan memikirkan cara untuk memberi pelajaran pada pria itu.

Yongri berjalan mendekati pintu kamar dan segera membukanya. Menemukan seorang anak perempuan yang sedang mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Tangan kanannya memeluk boneka kelinci kesayangannya. Boneka yang sudah menemaninya selama 5 tahun dan terlihat kusam.

“Hai, sayang!” Sapa Yongri dengan tersenyum.

“Eomma, baru bangun?” Siyong tidak membalas sapaan Yongri.

Gadis kecil itu masuk ke dalam kamar Yongri dan dengan susah payah menaiki tempat tidur Yongri yang berantakan.

“Ya, eomma baru bangun. Apa yang kau lakukan, Siyong-ah? Kau tidak mandi?” Yongri tidak dapat menutupi rasa paniknya saat melihat Siyong berbaring di atas tempat tidurnya.

“Aku ingin tidur sebentar lagi, eomma.” Kata Siyong.

“K–kalau begitu tidur di kamarmu. Kenapa harus disini?” Ucap Yongri sembari duduk di tepi tempat tidur. Berusaha untuk membuat anak perempuannya itu meninggalkan kamarnya dengan segera. Sebelum apa yang ditakutkannya terjadi.

“Karena aku ingin eomma menemaniku tidur.” Jawab Siyong.

“Ya, eomma akan menemanimu tidur di kamarmu.” Sahut Yongri.

“Tidak mau. Aku ingin tidur disini.” Tolak Siyong.

Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi Yongri terbuka. Donghae keluar dari sana dengan pakaian yang semalam dipakainya dan rambutnya yang basah. Donghae terlihat terkejut karena Siyong masih berada dikamar Yongri. Namun keterkejutannya hanya sesaat, setelahnya ia tersenyum geli saat melihat wajah panik Yongri.

“Donghae ahjussi?” Siyong mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap Donghae dengan bingung.

“Hai, princess.” Sapa Donghae.

Donghae mendekati tempat tidur dan berjongkok di samping Siyong. Mengabaikan wajah Yongri yang dapat membuat tawanya pecah kapan saja.

“Apa yang Donghae ahjussi lakukan disini?” Tanya Siyong. Rasa kantuknya sudah hilang entah kemana.

“Apa yang ahjussi lakukan disini? Eum, sepertinya ibumu bisa menjawabnya.” Ucap Donghae sembari melirik Yongri.

Siyong menatap Yongri dan menunggu jawaban wanita itu. Yongri terlihat bingung dan benar-benar mengutuk Donghae saat ini juga.

“D–Donghae ahjussi–dia–menumpang mandi.” Jawab Yongri dan diakhiri dengan senyum yang dipaksakan.

Tawa Donghae benar-benar pecah mendengar jawaban Yongri. Ia yakin kalimat itulah yang akan diberikan Yongri sebagai jawaban kepada Siyong.

Donghae menghentikan tawanya saat melihat Siyong dan Yongri menatapnya dengan bingung. Pria itu tersenyum canggung dan mengusap kepala Siyong dengan sayang. Ia sudah menganggap gadis kecil itu seperti anaknya sendiri.

“Kau tidak suka dengan kehadiran ahjussi disini?” Tanya Donghae. Siyong langsung menggeleng.

“Aku hanya terkejut, ahjussi. Karena ini masih pagi.” Jawab Siyong.

“Yah, ini masih terlalu pagi.” Sahut Donghae.

“Siyong-ah, selagi menunggu ibumu mandi dan kita sarapan bersama, apa kau mau bermain bersama ahjussi?” Ajak Donghae.

“Aku mau, ahjussi.” Suara Siyong terdengar antusias.

“Keluarlah lebih dulu dan siapkan mainanmu. Ahjussi akan menyusul.” Kata Donghae.

Siyong mengangguk dan segera turun dari tempat tidur. Kemudian berlari kecil meninggalkan kamar Yongri. Yongri tersenyum menatap putrinya yang terlihat sangat senang. Namun kemudian ia melayangkan tatapan kesalnya pada Donghae.

“Bahagia sekali mempermainkanku?” Sindir Yongri. Donghae melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah tidak bersalahnya.

“Aku sudah memperingatkanmu tadi, sayang.” Balasnya.

“Donghae-ya, aku sedang tidak bercanda. Walaupun Siyong tahu bahwa kita sedang berkencan, tidak baik jika dia melihat kita dalam keadaan seperti tadi.” Ucap Yongri. Donghae menghela nafas panjang dan menangkup wajah Yongri.

“Aku mengerti, Yongri-ya. Maaf, jika candaanku sedikit keterlaluan.” Sesal Donghae.

Ia mengusap pipi Yongri dengan pelan. Yongri menganggukan kepalanya dan seketika kekesalannya pada Donghae menghilang. Ia memang tidak bisa terlalu lama memendam kekesalan pada pria dihadapannya ini.

“Sekarang mandilah. Aku dan Siyong akan menunggumu untuk sarapan bersama.” Kata Donghae sembari memberikan kecupan di bibir Yongri.

Kemudian Donghae segera menyusul Siyong untuk meninggalkan kamar Yongri. Yongri menatap punggung Donghae dengan terus tersenyum. Namun saat punggung Donghae menghilang dari pandangannya, senyum Yongri menghilang dan digantikan dengan wajah sedihnya.

——

“Siyong-ah, bagaimana bisa kau memiliki ibu yang sangat cantik?” Tanya Donghae dengan matanya yang tidak lepas dari sosok Yongri.

Wanita itu sudah rapi dengan baju terusan selutut berwarna pastel. Rambut hitam bergelombang yang dibiarkan tergerai, menambah kecantikan wanita itu. Setidaknya menurut seorang Lee Donghae.

“Bukankah aku lebih cantik, ahjussi?” Tanya Siyong balik dengan meminum susu yang sudah disiapkan oleh Bibi Kim.

Siyong juga sudah rapi dengan pakaian musim panasnya. Bibi Kim yang membantu gadis kecil itu mandi dan berpakaian.

“Tidak, ibumu lebih cantik.” Jawab Donghae.

“Maaf, apa aku membuat kalian menunggu lama?” Yongri bergabung dengan mereka di meja makan. Duduk di hadapan Donghae dan berdampingan dengan Siyong.

“Aku rela menunggumu lebih lama.” Kata Donghae dengan kerlingan matanya. Yongri mencibir pelan.

“Eomma, Donghae ahjussi bertanya padaku kenapa kau sangat cantik.” Ujar Siyong dengan wajah polosnya.

Yongri tidak dapat menahan wajahnya yang memanas karena mendengar ucapan Siyong. Melihat itu, Donghae menjadi terkekeh pelan. Ia tidak merasa malu sama sekali karena ketahuan memuji wanitanya.

“Itu hanya rayuan seorang pria. Eomma tidak akan termakan oleh rayuan Donghae ahjussi, Siyong-ah.” Kata Yongri berusaha untuk tidak menunjukkan wajah malunya pada Donghae.

“Kenapa seperti itu, eomma?” Tanya Siyong. Yongri menatap Siyong dan mengusap kepalanya.

“Nanti setelah kau dewasa, kau akan mengerti.” Jawab Yongri.

“Lebih baik sekarang habiskan sarapanmu. Setelah itu eomma akan mengantarmu ke tempat bermain sebelum eomma bekerja.” Kata Yongri.

“Aku yang akan mengantar kalian hari ini.” Sahut Donghae.

“Benarkah, ahjussi?” Siyong terlihat sangat senang.

“Tentu saja, princess. Apa ahjussi pernah berbohong?” Ucap Donghae pura-pura kesal. Siyong dengan cepat menggelengkan kepalanya dan membuat Donghae tertawa.

“Kau tidak perlu melakukannya, Donghae-ya. Aku bisa mengantarnya dan pergi bekerja sendiri.” Tolak Yongri.

“Tidak ada penolakan, nyonya.” Ujar Donghae tegas.

“Kau tidak memiliki jadwal latihan?” Tanya Yongri.

“Ada, tetapi nanti sore. Jadi pagi ini aku memiliki banyak waktu luang.” Jawab Donghae diiringi dengan kedipan sebelah matanya.

“Baiklah terserah kau saja.” Putus Yongri. Mengabaikan godaan pria itu padanya. Jika ia menanggapinya, Donghae akan semakin jadi dan membuatnya kalah telak.

Ketiganya menghabiskan sarapan mereka dalam suasana hangat. Terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang penuh dengan kebahagiaan. Namun siapa sangka bahwa pria yang berada di sana bukanlah seorang suami ataupun seorang ayah.

Donghae hanyalah seorang pria yang belum pernah menikah dan memiliki kekasih yang telah mempunyai seorang anak. Walaupun begitu, Donghae tidak pernah mempermasalahkan status Yongri tersebut. Ia menerima keadaan Yongri dengan tangan terbuka. Semua karena ia terlalu mencintai wanita itu.

Bye, princess. Jangan bertengkar saat bermain dengan temanmu. Dan kau harus menunggu hingga ibumu datang untuk menjemputmu nanti. Mengerti?” Pesan Donghae.

“Aku bukan anak kecil lagi, ahjussi.” Rajuk Siyong. Donghae tersenyum kecil dan mengusap kepalanya.

“Ahjussi mengerti.”

“Masuklah, Siyong-ah. Jangan nakal dan dengarkan gurumu.” Pesan Yongri. Siyong menunjukkan jempolnya pada Yongri. Ia masuk ke dalam tempat bermainnya sembari sesekali melambaikan tangannya pada Donghae dan Yongri.

“Kita berangkat sekarang?” Donghae merangkul pundak Yongri. Yongri menepis tangan Donghae dan menatap ke kanan dan ke kirim.

“Dasar gila. Bagaimana jika ada yang melihatmu?!” Kata Yongri panik.

“Kau tidak lihat aku sudah memakai topi dan masker?” Ujar Donghae dengan menurunkan topinya hingga setengah wajahnya tertutupi.

Yongri mengabaikan Donghae dan segera masuk ke dalam mobil. Ia tidak ingin mengambil resiko jika ada wartawan atau bahkan fans yang menyadari kehadiran Donghae.

Donghae menghela nafas dan menyusul Yongri masuk ke dalam mobil. Emosi wanitanya itu memang selalu berubah-ubah setiap waktu. Donghae hanya merasa perlu menjadi lebih sabar untuk menghadapinya.

“Kenapa kau mau berkencan denganku jika kau takut penggemarku mengetahuinya?” Tanya Donghae sembari menjalankan mobilnya meninggalkan tempat bermain Siyong.

“Aku hanya takut kau bunuh diri karena aku menolakmu.” Jawab Yongri dengan memainkan ponselnya. Mendengar jawaban Yongri membuat Donghae tersenyum tidak percaya.

“Tingkat percaya dirimu benar-benar tidak perlu diragukan lagi, Choi Yongri-ssi.” Sindir Donghae.

Yongri tersenyum geli mendengar sindiran pria itu. Seolah teringat sesuatu, Yongri memasukkan ponselnya ke dalam tas dan menatap Donghae yang sedang fokus menyetir.

“Kau bilang pagi ini tidak ada kegiatan, bukan?” Tanya Yongri memastikan.

“Ya, kenapa?”

“Pakaian-pakaian yang akan kau gunakan untuk konser bulan depan sudah selesai. Mampirlah ke butikku dan mencobanya.” Ujar Yongri. Donghae mengerutkan keningnya.

“Untuk apa? Yah, bukan baru sekali atau dua kali aku mempercayakan pakaianku padamu. Kenapa aku harus mencobanya? Di saat aku tidak perlu meragukan kemampuanmu?” Tersirat sebuah pujian di dalam kalimat Donghae. Tentu saja Yongri merasa tersanjung mendengarnya.

“Dasar tidak peka.” Cibir Yongri. Donghae melirik sekilas pada Yongri.

“Apa maksudmu?”

“Apa kau tidak mengerti jika aku ingin bersamamu lebih lama?” Ucap Yongri kesal. Donghae terperangah untuk beberapa saat.

“Yah, Choi Yongri. Sejak kapan kau menjadi lebih terbuka seperti ini?” Kata Donghae dengan senyum senang. Yongri mendengus dan mengalihkan pandangannya pada jendela mobil.

“Aku mengerti. Aku mengerti. Aku akan mencoba semua pakaian yang kau inginkan.” Ucap Donghae dan membuat Yongri tersenyum.

——

C–Star Entertainment merupakan sebuah perusahaan bakat utama, produser dan penerbit musik yang didirikan oleh Choi Kiho, 20 tahun yang lalu. Setelah Choi Kiho meninggal 8 tahun yang lalu, posisi presdir pun jatuh kepada anak sulung Choi Kiho yaitu Choi Siwon. Siwon sudah memimpin C–Star Entertainment selama 8 tahun dengan penuh suka dan duka. Perusahaan tersebut memiliki banyak artis, penyanyi serta produser yang berbakat.

Siwon dikenal sebagai seorang pemimpin yang berwibawa dan tegas. Tak jarang juga pria itu akan murka jika para pegawainya bekerja tidak sesuai dengan keinginannya. Namun biarpun begitu, Siwon menjalin hubungan yang baik dengan setiap anak didiknya. Itu juga yang membuat mereka menjadi betah berada di bawah agensi C–Star Entertainment. Selama Siwon memimpin C–Star Entertainment, belum ada artis yang memutuskan kontrak secara sepihak. Mereka semua menghargai Siwon hingga tidak memilih untuk bertemu dengan pria itu di pengadilan.

“Hari ini boyband TOP melakukan debut, apa kau sudah menyiapkan seorang designer untuk sponsor mereka, Sekretaris Go?” Tanya Siwon pada sekretaris yang berdiri di depan meja kerjanya.

“Saya sudah memilih beberapa designer yang cocok dengan konsep TOP, Presdir. Anda bisa melihatnya.” Jawab Sekretaris Go sembari meletakkan beberapa katalog di hadapan Siwon.

Siwon menerima kalatog tersebut dan memandanginya dengan teliti. Sekretaris Go dengan setia menunggu Siwon sembari matanya yang juga tidak lepas dari katalog-katalog di tangan Siwon. Siwon tampak memilah dan mencari yang terbaik untuk anak didiknya. Tentu saja ia ingin membuat sesuatu yang beda pada artis-artis pendatang baru yang dimilikinya.

“Carlene Choi..” Gumam Siwon.

Tidak dapat menutupi rasa kagumnya melihat berbagai pakaian yang di desain oleh seseorang bernama Carlene Choi tersebut.

“Dia merupakan seorang designer yang sedang naik daun saat ini, Presdir. Dalam tahun ini sudah lima kali melakukan peragaan busana.” Jelas Sekretaris Go.

Siwon meletakkan katalog ditangannya dan menatap Sekretaris Go.

“Bagus sekali. Segera hubungi dan tawarkan kerjasama dengan C–Star Entertainment. Tapi ingat, Carlene Choi hanya untuk TOP.” Kata Siwon.

“Saya mengerti, Presdir.” Sahut Sekretaris Go langsung.

Membungkukkan badannya, Sekretaris Go segera keluar dari ruangan Siwon. Tidak lama kemudian pintu ruangan Siwon kembali terbuka. Seorang wanita tinggi dan cantik memasuki ruangan Siwon dengan langkahnya yang terlihat anggun.

“Presdir Choi.” Sapa wanita itu.

Siwon mendongak dan tersenyum kecil menatap wanita itu. Setelahnya ia kembali memandangi tablet ditangannya.

“Ada apa, Hara-ya?”

“Bagaimana dengan makan siang bersama, oppa?” Tanya Hara menawarkan.

Wanita itu menatap cincin yang terpasang di jari manis tangan kanan Siwon dan tersenyum. Cincin yang sama–hanya berbeda ukuran–terpasang juga di jari manis tangan kanannya.

“Apa kau bisa menunggu selama 5 menit? Aku harus mengirim email sebentar.” Kata Siwon.

“Tentu.” Sahut Hara dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya. Membuat wajahnya terlihat semakin cantik.

Hara mengitari ruangan Siwon. Menatap berbagai trophy penghargaan yang didapatkan oleh perusahaan Siwon. Wanita itu tentu merasa bangga atas kesuksesan yang di raih oleh C–Star Entertainment. Ia sangat tau bagaimana kepiawaian Siwon dalam hal memimpin. Bagaimana tegas dan bijaksananya pria itu dalam bersikap. Hingga membuat siapa saja merasa segan kepadanya, termasuk Hara sendiri.

“Ayo.” Hara segera menoleh saat mendengar suara Siwon.

Keduanya berjalan berdampingan keluar dari ruangan Siwon. Masuk ke dalam lift untuk menuju ke bawah. Tidak ada pembicaraan yang berarti selama keduanya berada di dalam kotak aluminium tersebut.

Saat lift yang mereka naiki sudah sampai di bawah, Siwon dan Hara segera keluar. Siwon langsung merangkul pinggang Hara dan membuat Hara menundukkan kepalanya sembari tersenyum kecil. Ia tentu tahu mengapa Siwon melakukannya.

Ada begitu banyak pegawai Siwon yang melirik bahkan menatap mereka penuh minat. Hara yakin mereka akan berpikir bahwa Siwon dan Hara adalah sepasang kekasih yang begitu cocok. Apalagi setelah keduanya melangsungkan pertunangan hampir dua tahun yang lalu. Walaupun Hara tau Siwon melakukan pertunangan tersebut karena sebuah keterpaksaan.

Lee Hanna, nenek Siwon–lah yang berada di balik pertunangan tersebut dapat terjadi. Hara tentu sudah mengenal Hanna selama ia mengenal Siwon. Mereka merupakan sepasang sahabat yang telah berteman sedari kecil.

Hara tentu sangat tahu bagaimana kehidupan Siwon. Bahkan saat pria itu menikah dengan seorang wanita bernama Yongri. Hara sangat mendukung hubungan Siwon dan Yongri saat itu.

Namun Hara tidak menyangka jika kehidupan rumah tangga Siwon dan Yongri tidak berjalan mulus seperti harapannya. Keduanya harus berpisah 6 tahun yang lalu. Hingga membuat dirinya harus terjebak sebagai tunangan Siwon. Hara tidak mencintai Siwon, juga tidak membenci pria itu. Hara hanya tidak suka dirinya yang harus mengikuti keinginan kedua orangtuanya dan keinginan Lee Hanna.

“Kau melamun?” Suara Siwon membuat Hara segera menoleh.

Dia bahkan tidak sadar jika mereka sudah berada di dalam mobil Siwon. Dan Siwon yang mengendarai mobil itu sendiri.

“Astaga, sepertinya aku benar-benar melamun.” Gumam Hara.

“Kau ingin makan siang di mana?” Tanya Siwon.

“Restaurant Jepang yang ada di dekat Inha University saja, oppa.” Jawab Hara dan disambut anggukan kepala dari Siwon.

“Oppa..” Panggil Hara. Ia menatap Siwon yang sedang fokus menyetir mobil.

“Kenapa?” Sahut Siwon.

“Kapan kau akan mencari seorang istri?” Tanya Hara. Siwon tersenyum geli mendengar pertanyaan wanita itu.

“Jika kita menikah kau akan menjadi istriku.” Ujar Siwon.

“Kau tahu bukan itu maksudku, oppa.” Kata Hara dengan wajah datarnya.

“Aku tidak mau terus-terusan terjebak denganmu dalam pertunangan bodoh ini.” Lanjut Hara.

“Jika kau memang sudah mendapatkan seorang pria yang baik untukmu, kita bisa batalkan pertunangan ini.” Ucap Siwon dengan tenang.

“Tidak semudah itu, oppa. Jika kau masih sendiri, ayah dan ibuku tidak akan pernah mau pertunangan ini batal. Dan aku tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria di dalam hidupku.”

“Kalau begitu bersiaplah terjebak denganku untuk selamanya.” Siwon menunjukkan senyum sinisnya.

“Apa begitu sulit menemukan wanita baru? Ini bahkan sudah 6 tahun berlalu.” Ujar Hara dengan hati-hati. Takut Siwon tersinggung dengan ucapannya.

“Aku tidak akan pernah menikah lagi.” Kata Siwon dengan suara yang terdengar yakin. Hara terkejut mendengarnya.

“Yah, kau tidak boleh berbicara begitu.” Balas Hara.

“Aku tidak akan pernah membiarkan diriku ditipu oleh seorang wanita lagi.”

Hara dapat mendengar nada suara Siwon yang terdengar dingin. Namun Hara juga dapat melihat wajah pria itu menyiratkan sebuah luka yang mendalam. Dan hal tersebut membuat Hara tau, bahwa 6 tahun belum mampu menghilangkan luka di dalam hati Siwon.

——

“Coba yang ini.” Yongri memberikan sebuah jaket kulit berwarna hitam kepada Donghae.

Seorang wanita yang bekerja di Carlene Boutique membantu Donghae untuk melepas pakaian yang sebelumnya dipakai oleh pria itu. Yongri hanya menatap keduanya dalam diam. Donghae begitu patuh mengikuti apapun yang diperintahkannya. Sampai saat ini, sudah empat pakaian yang dicoba oleh Donghae. Dan semuanya adalah buatan wanita itu sendiri.

“Bagian lengannya masih terlalu besar.” Gumam Yongri sembari mengukur lengan jaket tersebut dengan lengan Donghae.

Donghae tampak menikmati wajah Yongri yang luar biasa cantik saat sedang serius. Pria itu terus menunduk dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya. Membuat pegawai Yongri yang melihatnya menjadi salah tingkah dan segera meninggalkan kedua orang itu. Ia tentu tau bahwa pimpinannya itu menjalin hubungan dengan seorang penyanyi bernama Lee Donghae.

“Sora-ssi, bagian lengan ini harus dikecilkan dua centimeter lagi.” Kata Yongri. Tidak ada tanggapan apapun.

“Sora-ssi?” Yongri mengalihkan pandangannya dan tidak menemukan siapapun disana, selain dirinya dan Donghae.

“Kemana dia?” Gumam Yongri.

“Kabur.” Sahut Donghae membuat Yongri mendongak untuk menatapnya.

“Pegawaimu cukup mengerti bahwa aku ingin berdua denganmu.” Kata Donghae dengan senyum jahil. Yongri memberikan cubitan pada perut Donghae yang berotot.

“Aku masih membutuhkan bantuannya.” Ujar Yongri.

“Lepaskan jaketnya.” Suruh Yongri. Donghae lagi-lagi menuruti Yongri.

“Sudah siang, sebaiknya kau pulang. Kau harus bersiap-siap untuk latihan nanti.” Yongri membereskan pakaian yang dicoba oleh Donghae. Donghae memeluk Yongri dari belakang, hingga membuat Yongri terkejut.

“Yah, apa yang kau lakukan?” Yongri mencoba untuk melepaskan pelukan Donghae. Namun Donghae tidak melepaskannya dengan mudah.

“Bukankah kau harus membayarku? Aku sudah mengikuti semua perintahmu.” Bisik Donghae.

“Aku mengerti, aku akan membayarmu nanti.” Sahut Yongri masih dengan mencoba untuk mendorong Donghae menjauh.

“Nyonya Choi.. Ah, maaf.” Salah satu pegawai Yongri yang tidak tau mengenai keberadaan Donghae terlihat terkejut saat melihat pimpinannya itu sedang berpelukan dengan seorang pria.

Donghae mau tidak mau harus melepaskan pelukannya. Ia tidak mungkin membiarkan Yongri terlihat konyol dihadapan pegawainya sendiri.

“Ada apa?” Tanya Yongri setelah memberikan tatapan kesal pada Donghae.

“Ada sebuah kiriman dari C–Star Entertainment.” Jawab pegawainya.

Mata Yongri melebar saat mendengar jawaban sang pegawai. Tubuhnya menegang untuk sesaat, sebelum akhirnya menatap Donghae yang juga sedang menatapnya. Donghae juga terlihat sedikit terkejut, namun berusaha untuk tidak menunjukkannya.

“Berikan padaku.” Kata Donghae sembari mengulurkan tangannya.

Pegawai Yongri terlihat ragu namun pada akhirnya memberikan amplop coklat tersebut pada Donghae. Donghae segera membuka amplop tersebut setelah pegawai Yongri pergi.

Yongri tidak mengatakan apapun dan hanya menatap apa yang sedang dilakukan oleh Donghae. Ia melihat Donghae mengeluarkan sebuah kertas dari sana dan membaca isinya. Kemudian Donghae menatapnya.

“Kerjasama.” Ucap Donghae.

Yongri belum bisa mencerna maksud dari ucapan Donghae. Ia hanya bisa melihat Donghae yang berjalan perlahan untuk mendekatinya. Kemudian memberikan kertas itu pada Yongri.

Yongri mengambilnya dengan tangan bergetar. Ia membaca dan mencoba memahami setiap kata yang tercetak di atas kertas itu. Dan kemudian matanya terpaku pada sebuah nama yang telah menandatangi kertas tersebut.

Choi Siwon.

“Mereka ingin bekerja sama denganmu.” Donghae menyadarkan Yongri dari keterpakuannya.

Yongri mendongak dan menatap Donghae.

“Kenapa? Apa kau terlalu terkejut?” Tanya Donghae menebak.

“Mereka–tidak, Siwon tidak tahu siapa Carlene Choi. Karena itulah dia ingin bekerja sama denganmu.”

“Apa menurutmu jika dia tahu siapa aku, dia tidak akan mau bekerja sama denganku?” Tanya Yongri. Donghae hanya mengangkat kedua bahunya.

“Lalu, bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?” Donghae bertanya balik.

“Aku tidak tahu.” Jawab Yongri.

“Kau harus menerimanya.” Kata Donghae. Yongri menatap Donghae dengan pandangan tidak mengerti.

“Kau harus menunjukkan padanya jika kau baik-baik saja. Bahwa selama beberapa tahun ini kau bisa hidup tanpa kekayaan yang dimiliki keluarganya.” Jelas Donghae.

“Kau tidak takut?” Tanya Yongri membuat Donghae menaikkan sebelah alisnya.

“Tentang?”

Yongri terdiam sebentar sebelum menjelaskan maksud pertanyaannya.

“J–jika aku dan Siwon bertemu, bisa saja–“

“Kalian kembali bersama?” Sela Donghae sembari tersenyum. Yongri menatap Donghae dalam diam.

“Izinkan aku bertanya padamu.” Pinta Donghae sembari melipat kedua tangan di depan dada.

“Apa kau ingin kembali bersama Siwon?” Tanya Donghae. Yongri terlihat terkejut mendengar pertanyaan Donghae.

“Tidak!” Jawabnya langsung.

“Lihat? Apa yang harus aku takutkan?” Tanya Donghae lagi.

Yongri menundukkan kepalanya.

“Datanglah ke sana dan terima kerjasama itu. Jangan pikirkan apapun selain Siyong. Namamu akan semakin terkenal jika kau bekerja sama dengan C–Star Entertainment.”

“Lagipula tahun depan kita akan segera menikah. Jika kau menerima kerjasama ini, tidak akan merubah apapun pada hubungan kita. Percayalah.” Donghae menggenggam sebelah tangan Yongri.

Yongri menatap Donghae. Dan seperti selama bertahun-tahun ini, senyum pada wajah Donghae mampu membuat perasaannya lebih baik. Ia tidak pernah berhenti bersyukur dengan kehadiran Donghae disisinya.

Yongri akhirnya mengangguk dan memeluk Donghae dengan erat. Donghae benar. Tidak akan ada yang terjadi padanya dan Siwon. Hubungan mereka sudah berakhir sejak lama. Ia hanya perlu memikirkan Siyong, Donghae serta karirnya.

——

“Kau sudah pulang.” Hanna menyambut kepulangan Siwon.

“Ya, halmoni.” Sahut Siwon sembari tersenyum kecil.

“Makan malamlah terlebih dahulu sebelum masuk ke kamarmu.”

“Aku sudah makan malam di kantor.”

Siwon melangkah menuju ke kamarnya diikuti oleh Hanna dibelakangnya. Ia menyadari itu namun tidak mengatakan apa-apa.

Sesampainya di dalam kamar, Siwon melepas jas serta dasi yang dipakainya. Kemudian menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku.

“Apa kau bertemu Hara hari ini?” Tanya Hanna.

“Ya. Kami makan siang bersama.” Jawab Siwon. Hanna terlihat senang saat mendengar jawaban Siwon.

“Aku senang mendengarnya.”

“Ini bukan pertama kalinya aku makan siang bersama Hara, halmoni. Aku bahkan tidak bisa menghitung berapa kali kami melakukannya.” Ucap Siwon.

“Kapan kau akan menikahi Hara?” Tanya Hanna membuat Siwon menatapnya dengan terkejut.

“Kalian sudah bertunangan cukup lama. Semua orang juga sudah mengetahui tentang hubungan kalian. Apalagi yang kau tunggu?” Ujar Hanna.

Siwon mengalihkan pandangannya dan menjauh dari Hanna. Namun Hanna kembali mendekatinya dan berdiri dihadapannya.

“Keluarga Hara juga pasti bertanya-tanya tentang hal yang sama, Siwon-ah.”

“Halmoni.” Ucap Siwon setelah menghela nafas panjang.

“Berapa kali kukatakan jika aku tidak akan menikah lagi?”

“Yah, kau tidak bisa seperti itu. Kenapa kau mau bertunangan dengan Hara jika kau tidak ingin menikahinya?” Omel Hanna.

“Karena kau terus merecokiku untuk bertunangan dengannya, walaupun kau tahu bahwa aku tidak menginginkannya. Lagipula pertunangan ini akan batal setelah Hara menemukan pria yang dicintainya.” Kata Siwon membuat Hanna terkejut.

“Apa maksudmu?”

“Aku dan Hara tidak saling mencintai, halmoni. Kami bersahabat tetapi tidak ada perasaan cinta diantara kami. Beruntung karena pertunangan ini tidak menghancurkan persahabatan kami.” Jelas Siwon.

“Karena itu jangan pernah memaksaku untuk menikahi Hara ataupun wanita lainnya. Aku tidak akan pernah menikah lagi.” Siwon menekankan kalimat terakhirnya hingga membuat Hanna terdiam.

Siwon menghela nafas panjang dan mencoba menghilangkan rasa kesalnya. Ia tidak ingin bersikap kurang ajar pada Hanna. Wanita itu sudah terlalu tua untuk menerima sikap kurang ajarnya.

“Bisakah kau meninggalkanku sendiri, halmoni? Aku ingin istirahat.” Pinta Siwon.

Tanpa berkata apa-apa, Hanna segera berbalik untuk meninggalkan kamar Siwon.

“Aku tahu kau mungkin masih sakit hati karena ditinggalkan oleh wanita tidak tahu diri itu. Tetapi kau tidak bisa menyiksa dirimu sendiri seperti ini. Kau seharusnya membuktikan pada wanita itu bahwa kau bisa hidup bahagia tanpanya.” Ujar Hanna sebelum benar-benar meninggalkan kamar Siwon.

Siwon menendang dinding untuk melampiaskan kekesalannya. Setiap kali ada yang menyinggung soal pernikahan padanya, ia akan selalu mengingat mantan istrinya yang telah meninggalkannya.

Membuat kebenciannya pada wanita itu semakin dalam hingga dadanya terasa sangat sesak. Hanna benar. Ia memang masih merasa sangat sakit hati karena wanita itu meninggalkannya begitu saja. Karena itulah Siwon tidak ingin mempercayai wanita manapun lagi di dalam hidupnya.

Siwon tidak akan pernah ingin menikah lagi. Walaupun suatu saat nanti ia harus hidup seorang diri hingga mati, ia tidak akan pernah mau melakukannya untuk kedua kalinya.

——

Siwon menekan salah satu tombol pada telepon di atas meja saat benda tersebut berbunyi.

“Ada apa?”

Carlene Choi sudah datang, presdir.

“Persilahkan dia masuk.”

Baik, presdir.

Siwon segera berdiri dan memakai jas yang tersampir dikursinya. Mengancingkannya hingga membuat penampilannya menjadi formal. Ia meninggalkan meja kerjanya dan bersiap untuk menyambut kedatangan Carlene Choi.

Siwon memasang senyum yang menawan ketika mendengar pintu ruang kerjanya diketuk. Dan beberapa saat kemudian pintu itu terbuka. Senyum Siwon lenyap dan digantikan dengan wajah sedikit terkejut dan juga bingung.

“Lee Donghae?” Ucap Siwon. Ia melihat Donghae tersenyum padanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon.

“Aku datang bersama Carlene Choi.” Jawab Donghae.

“Kau mengenalnya?” Tebak Siwon.

“Bisa dikatakan begitu.” Sahut Donghae.

“Masuklah.” Ucap Donghae kemudian sembari menggeser posisinya berdiri.

Siwon menatap seorang wanita yang berdiri di belakang Donghae. Saat wanita itu mengangkat kepalanya dan membalas tatapannya, Siwon terpaku. Jantungnya terasa berhenti berdetak dengan aliran darahnya yang mengalir dengan begitu deras.

Tidak. Siwon pasti salah melihat. Pasti ada yang salah pada matanya saat ini. Tidak mungkin wanita itu berada dihadapannya saat ini. Tidak mungkin wanita yang telah meninggalkannya itu berdiri tidak lebih dari dua meter dihadapannya.

Tapi Siwon masih dapat mengenalinya dengan baik. Walaupun penampilan wanita itu berubah seratus delapan puluh derajat, Siwon masih dapat mengenalinya. Mata bulatnya, hidung kecil mancungnya, serta bibirnya yang selalu berwarna merah bahkan tanpa lipstik sekalipun.

Kenapa wanita itu ada disini?

“Siwon-ah?” Panggil Donghae sembari melambaikan tangannya di depan wajah Siwon.

Siwon tersentak dan menatap Donghae. Ia membutuhkan penjelasan saat ini juga.

“K–kenapa dia–” Siwon tidak bisa menyelesaikan ucapannya.

“Dia Carlene Choi. Designer yang ingin kau ajak bekerja sama.” Ujar Donghae membuat mata Siwon melebar.

Carlene Choi adalah Choi Yongri? Lelucon macam apa yang sedang Siwon hadapi saat ini? Bagaimana bisa wanita yang bahkan tidak tahu tentang fashion, bisa menjadi seorang designer?

“K–kau bercanda..”

Donghae tersenyum dan memberikan sebuah katalog pada Siwon. Katalog yang berisi wajah Yongri serta beberapa desain pakaian yang dirancang langsung oleh wanita itu.

“Seharusnya kau mencari tahu terlebih dahulu sebelum mengajukan kerjasama.” Saran Donghae.

Siwon menaikkan pandangannya dari katalog itu dan menatap Donghae serta Yongri secara bergantian. Ia benci bagaimana jantungnya yang masih berdetak di luar batas normal saat menatap wanita itu. Wanita yang sangat dibencinya.

“Lalu, kau–kenapa kau bisa datang bersamanya?” Tanya Siwon setelah memusatkan perhatiannya pada Donghae.

Donghae kembali tersenyum dan menarik Yongri mendekat padanya. Sebelum akhirnya merangkul wanita itu tepat dihadapan Siwon.

“Kau sudah mengenalnya sebagai Carlene Choi yang akan bekerja sama dengan C–Star Entertainment. Dan sekarang aku akan mengenalkannya padamu dengan cara yang berbeda.” Ucap Donghae.

Siwon tidak dapat menutupi kebingungan pada wajahnya. Belum lagi melihat tangan Donghae yang menempel pada bahu Yongri membuat Siwon sangat terganggu.

“Dia Choi Yongri. Kekasihku.” Lanjut Donghae membuat mata Siwon benar-benar melebar.

Siwon tidak bisa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Donghae. Berharap pria itu mengatakan jika dirinya hanya bercanda. Tetapi wajah Donghae terlihat benar-benar serius.

“Donghae, kau–“

“Aku sudah berkencan dengannya sejak lima tahun yang lalu.” Ujar Donghae.

“Lee Donghae, dia–“

“Mantan istrimu?” Sela Donghae.

“Aku tahu. Tentu saja aku sangat mengetahui tentang hal itu. Kau adalah saudara sepupuku. Aku tidak mungkin tidak mengetahuinya. Lalu, kenapa?” Tanya Donghae dengan wajah santai.

“Hubungan kalian sudah lama berakhir, kan? Seperti katamu, dia hanya mantan istrimu. Itu berarti tidak ada apapun lagi di antara kalian. Lagipula kau telah bertunangan dengan Lee Hara. Dan Yongri bersamaku saat ini. Tidak akan ada masalah apapun.” Jelas Donghae.

Siwon menatap Donghae dengan kesal. Bagaimana bisa pria itu bersikap santai? Bagaimana bisa ia menganggap tidak ada apapun lagi antara dirinya dan Yongri? Walaupun mereka telah berpisah, tetap saja Donghae tidak bisa mengencani mantan istrinya. Apalagi wanita itu telah meninggalkannya.

“Kau tidak tahu wanita macam apa kekasihmu ini!” Ucap Siwon sembari menunjuk Yongri.

Donghae menutup pintu dibelakangnya dan menepis tangan Siwon menjauh.

“Dia kekasihku. Aku tahu bagaimana dirinya. Dan kau tidak perlu mengguruiku tentang hal itu.” Ucap Donghae tanpa emosi.

“Cukup, Siwon-ah.” Sela Donghae saat melihat Siwon hendak kembali membuka mulutnya.

“Kedatangan kami ke sini bukan untuk membahas hubungan kami maupun hubungan kalian. Yongri datang ke sini untuk menerima kerja sama dengan C–Star Entertainment. Dan aku harap kau bisa bersikap profesional dengan tidak mencampurkan masalah pribadi dan pekerjaan.” Tukas Donghae.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Yongri yang hanya diam namun mata wanita itu tidak lepas darinya. Ia sangat menyadari itu. Siwon membencinya, namun ia tidak dapat menutupi rasa senangnya saat melihat pantulan dirinya pada mata wanita itu.

Siwon memikirkan ucapan Donghae. Ia memang harus bersikap profesional. Terlepas dari rasa bencinya pada wanita itu, Yongri memiliki desain pakaian yang sangat menakjubkan. Ia harus bisa menonjolkan boyband barunya melalui pakaian-pakaian Yongri nanti.

“Masuklah.” Ucap Siwon akhirnya.

Siwon berjalan lebih dulu menuju sofa diruangannya. Ia duduk pada sofa single dan membiarkan Donghae serta Yongri duduk berdampingan. Ia masih tidak bisa mempercayai fakta bahwa sepupunya itu berkencan dengan mantan istrinya.

“Aku tidak ingin berbasa-basi. Saat ini aku baru saja mendebutkan sebuah boyband bernama TOP. Aku ingin kau menjadi designer khusus untuk mereka. Jika kau setuju, kita bisa bekerja sama selama tiga tahun terlebih dahulu. Kau bisa membacanya di kontrak kerja sama ini.”

Siwon meletakkan kontrak kerja di hadapan Yongri tanpa menatap wanita itu. Ia ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat. Ia tidak ingin perasaannya menjadi bimbang karena kehadiran wanita itu. Dan Siwon juga ingin menyakinkan dirinya jika Yongri sudah tidak berarti apapun untuknya.

“Kau hanya akan menjadi designer untuk TOP, tidak yang lainnya.” Ucap Siwon.

“Dia designer pribadiku, Siwon-ah.” Sela Donghae membuat Siwon menatapnya.

“Kau mungkin tidak tahu, tetapi semua pakaian yang kugunakan diatas panggung selama ini adalah karya Yongri.” Jelas Donghae.

Siwon menghela nafas.

“Kalau begitu kau hanya perlu memilih untuk menjadi designer TOP atau Lee Donghae.” Kata Siwon sembari menatap Yongri.

“Kau tidak bisa melakukan itu!” Sahut Donghae tidak terima.

“Lee Donghae, aku tahu bahwa dia adalah kekasihmu. Tetapi aku harap kau tidak ikut campur tentang ini. Aku pemilik agensi ini sedangkan kau hanya bernaung sebagai penyanyi di agensi ini. Dan aku yang berhak menentukan semuanya.”

“Aku tahu, tetapi–“

“Hentikan, Donghae-ya.” Sela Yongri yang sedari tadi diam.

Yongri menatap Donghae dan memberikan tatapan menenangkan pada pria itu. Ia tidak ingin Donghae bertengkar dengan Siwon hanya karena dirinya.

“Boleh aku tahu kenapa aku tidak boleh menjadi designer artis lain di saat yang bersamaan?” Tanya Yongri setelah mengalihkan pandangannya pada Siwon.

“Karena aku tidak ingin artisku memiliki pakaian yang sama dengan artis lainnya.” Jawab Siwon.

“Tetapi TOP dan Lee Donghae berada di agensi yang sama. Mereka sama-sama artismu.” Ucap Yongri.

“Lagipula TOP merupakan sebuah boyband, sedangkan Lee Donghae adalah penyanyi solo. Mereka tidak memerlukan pakaian yang sama.” Lanjut Yongri.

“Dia benar.” Sahut Donghae.

“Jadi, kau tidak ingin memilih?” Tanya Siwon dengan mata yang terpaku pada Yongri.

“Kita bisa melakukan percobaan selama beberapa bulan. Jika kau melihat kesamaan pada pakaian TOP dan Lee Donghae, maka aku akan mempertanggungjawabkannya dan memilih salah satu di antara mereka.” Jawab Yongri.

Siwon menghela nafas dan menatap Yongri dalam diam untuk sesaat. Sebelum akhirnya mengangguk setuju.

“Baiklah, aku setuju. Kau bisa menandatangi kontrak itu.” Ucap Siwon.

Yongri menatap Donghae dan pria itu memberikan sebuah senyuman. Setelah mendapatkan ketenangan dari senyuman Donghae, Yongri segera menandatangani kontrak kerjasama yang diberikan Siwon.

Bertepatan setelah ia menandatangani kontrak itu, ponselnya berbunyi. Yongri tersentak dan menggumamkan maaf sebelum akhirnya menjawab telepon tersebut.

“Halo?”

“…..”

“Ya. Ada apa, Nona Jung?”

“…..”

“Apa? Jatuh? Bagaimana keadaannya?”

“…..”

“Baik, aku akan segera ke sana.”

Yongri memutuskan sambungan telepon dan segera berdiri. Ia menatap Donghae dengan wajah khawatir.

“Ada apa?” Tanya Donghae.

“Siyong terjatuh saat sedang bermain. Dan sekarang dia tidak mau berhenti menangis.” Jawab Yongri. Mata Donghae melebar dan ia juga segera berdiri.

“Kita harus ke sana.” Kata Donghae dan disambut anggukan kepala dari Yongri.

“Semua sudah selesai ‘kan, Siwon-ah?” Tanya Donghae.

Siwon mengangguk ragu. Ia terlihat bingung karena Yongri dan Donghae memperlihatkan wajah khawatir. Lagipula, siapa Siyong?

“Kalau begitu kami harus pergi sekarang.” Pamit Donghae.

“Maaf, karena aku harus pergi secara terburu-buru seperti ini. Aku akan segera menyiapkan pakaian-pakaian untuk TOP setelah mendapatkan salinan kontraknya dan mengetahui konsep mereka.” Kata Yongri. Siwon kembali menganggukkan kepalanya.

“Aku permisi.” Pamit Yongri dan segera meninggalkan ruangan Siwon, diikuti oleh Donghae dari belakang.

Siwon menatap kepergian sepasang kekasih itu dalam diam. Apa yang terjadi? Kenapa Yongri terlihat sangat khawatir? Siapa yang menelepon? Siapa Siyong? Dan kenapa ia harus merasa peduli pada wanita itu saat ini?

Siwon mencoba untuk mengabaikannya, namun ia tidak bisa. Pada akhirnya Siwon ikut meninggalkan ruangannya untuk menyusul kepergian Yongri dan Donghae.

——

Siwon menghentikan mobilnya di depan sebuah tempat penitipan anak lengkap dengan berbagai permainan di halamannya yang luas. Ia menatap Donghae dan Yongri yang turun dari mobil Donghae.

Siwon melihat bagaimana Donghae yang sudah menutupi wajahnya dengan sebuah masker hitam serta memakai topi hitam. Pria itu merangkul Yongri dan mereka berlari kecil untuk memasuki tempat bermain tersebut.

Mereka menghampiri seorang anak perempuan–yang Siwon tidak dapat melihat wajahnya karena dalam posisi membelakanginya–yang sedang menangis. Siwon dapat melihat dari bahu anak itu yang bergetar.

Yongri memeluk anak perempuan itu dengan erat sembari menepuk pelan punggungnya. Ada seorang perempuan muda yang menghampiri mereka dan mengatakan sesuatu kepada mereka. Donghae tampak mendengarkannya dengan serius dan kemudian mengangguk.

Setelah itu perempuan muda itu segera meninggalkan mereka. Donghae berlutut disamping Yongri dan mengambil alih anak perempuan itu dalam pelukannya. Anak perempuan itu membalas pelukan Donghae dan mereka terlihat sangat dekat.

“Siapa anak itu?” Gumam Siwon.

Mata Siwon tidak lepas dari Donghae yang menggendong anak itu dan kemudian membawanya masuk ke dalam mobil bersama Yongri. Dan kemudian mobil mereka meninggalkan tempat penitipan anak tersebut.

Siwon menyandarkan punggungnya dan tampak memikirkan semua yang baru saja terjadi. Yongri dan Donghae berkencan selama lima tahun. Dan ada seorang anak kecil yang berusia hampir sama dengan lamanya hubungan mereka. Apalagi yang dapat dipikirkannya selain..

“Mereka miliki anak?” Ucap Siwon dengan tidak percaya.

Siwon tidak dapat menahan tawa mendapati kenyataan yang baru saja disimpulkannya. Donghae dan Yongri hanya sepasang kekasih, tetapi mereka memiliki anak. Siwon benar-benar merasa sangat lucu.

“Bagaimana bisa mereka?”

Siwon terus tertawa seorang diri di dalam mobil. Namun lama kelamaan tawanya menghilang dan digantikan dengan rahangnya yang mengeras dan tatapan matanya yang menjadi tajam. Kedua tangannya mencengkram stir mobil dengan erat.

“Wanita seperti apa sebenarnya kau ini, Choi Yongri? Bagaimana bisa kau bersikap rendahan seperti ini?” Tanya Siwon seolah Yongri berada didekatnya.

Tiba-tiba saja Siwon merasa sangat bersyukur karena ia telah berpisah dengan wanita itu. Selama tiga tahun mengenal Yongri, ternyata Siwon tidak mengetahui apapun tentangnya.

Dan sekarang Siwon tahu bahwa Yongri tidak lebih dari seorang wanita yang bersikap layaknya seperti seorang pelacur.

——

–To Be Continued–

Hai! Semoga Part 1—nya sudah cukup menarik untuk kalian, ya^^

Happy reading~

BYE~

Advertisements

83 thoughts on “The Chance – Part 1

  1. Duh sedih baca part 1 ..kisah siwon-yongri rumit amat kayak nya..
    Siyong anak nya siwon kan?
    Itu yongri ninggalin siwon karena nenek nya siwon kah??
    Semoga siwon bisa tau kebenaran secepatnya..

  2. Kerrreeen sumpehhhhh ,yach siwon pasti nyesel deh klo tau itu anaknya , curiga dech sama nenek siwon jng2 itu ulah neneknya ya

  3. Yongri dan donghae sudah pacaran selama 5 tahun dan yongri mereka sepertinya saling mencintai dan saling percaya tapi kenapa wajah yongri terlihat sedih saat donghae berbalik meninggalkan kamar yongri ?

    Apa keluarga siwon dulunya tidak menyukai yongri dan tidak merestui pernikahan siwon dan yongri ? Dan apakah perceraian siwon yongri ada campur tangan keluarga siwon ? Lalu untuk apa uang 1 miliar yang dibawa yongri ? Apa itu juga ulah keluarga siwon ? Wow…banyak pertanyaan untuk ff ini, semoga cepat update next chapter nya, penasaran soalnya…

  4. Haruskah yongri tidur dengan donghae?? 😥 rasanya agak gimana gitu, karna mikirnya yingri bakal balik ke siwon, tapii yoweess lah, ff nya bagus, karakter yongri disini jadi wanita strong, buat siwon moga aja kamu sadar kalo siyong itu anak kamu

  5. Daebak!!! Ada apa ini sebenarnya 😳😳 nenek siwon kah biang kerok nya? Atau donghae juga ikutan jadi biang kerok atau gimana? Jadi penasaran sama cerita terdahulu. Menanti flashback ya kak 😆

  6. Yongri pacaran sm donghae
    Bebas bgt y
    Nenek siwon nih biang keroknya
    Siwon dan yongri cerai
    Udah bau tanah gk tobat
    Donghae cinta bgt sm yongri

  7. Yaaisshh,,, gregett gregett gregett. Bru part 1 aja udh bkin greget gini. Aku jdi kasian deh sma Siyong dia pasti ga knal bapa aslinya kan, okelah Donghae udh kek bapanya tpi Siyong aja panggilnya ahjussi.

    Bner kta Siwon, Yongri itu apa2an sih baru sepasang kekasih tpi udh main gituan. Siwon kyanya msih cinta yah sma Yongri, dia niat bgt ga bkal nikah lgi. Next authorr,,, lanjut ihh.

  8. penasaran deh,kira-kira apa alasan yongri yg sebenernya sampe dia ninggal’in siwon.terus penasaran juga sama kisah yongri ma donghae.ah gak sabar baca lanjutannya.

  9. Ampunnn ga kuatttt…😂😂😂 sekalinya comeback pasangan ini ada lee donghae nya huhuhu kirain bakalan dapet moment romantis mereka T.T kak plisss nanti selipi. Moment romantis yongri sama siwon ya 😂😂 ga kuat ngeliag yongri mesra”an sama donge 😥😥
    Dari part 1 kayanya siyong anaknya yongri sama siwon dah wkwkwk
    Berat nih berat ceritanya 😧

  10. Baca ff ini ko berasa pengen pukul orang ya 😦 berasa nyesek 😥 sudah seenaknya meninggalkan siwon dengan semena2nya dan sekarang sudah berkencan dengan sepupunya siwon sendiri Haeoolll apa yongri tidak punya urat malu lagi? masa sepupu dr mantan suami dijadikan kekasih kkk dasar wanita gila 😥 siwon kenapa masih blm move on sih huwwaaa entah yongri dulu pergi karena keinginan halmeoni siwon atau kemauan yongri tp aku gk suka saat yongri tiba2 meninggalkan siwon dan sekarang berkencan dengan sepupunya sendiri 😦 apa tidak ada laki2 lain lagi selain donghae? bukannya yongri lbh kenal dengan siwon terlebih dahulu tp kenapa seolah2 buta dan lbh percaya dengan omongan halmeoni???

  11. Nyesek ya baca nya 😭😭😭 pasti ada apa2 nih sama perceraian mereka waktu dlu gak mungkin banget kan kalo Yongri dluan yang berniat ninggalin siwon!! Apakah gara2 neneknya yah?

  12. Pasti siwon menganggap yongri berselingkuh dengan donghae saat masih menjadi istrinya!!! Masih belum terfikir,kenapa yongri meninggalkan siwon??apa ini perintah nenek hanna?? Tapi knp harus hea yg berstatus sepupu siwon yg menjadi kekasih yongri?

  13. Seertinya siyong benar2 anak yongri dan siwon…tp apa yongri sdh tidak mencintai siwon lg?? Mengapa yongri hrs tidur bersama donghae????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s