Love, Hurt, and Revenge – Part 17 END

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

 Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

—–

Author POV

Kyuhyun merasa dunianya seolah berputar. Anehnya tidak ada siapapun di sana selain ia dan Yeon. Kyuhyun tidak bisa melihat siapapun di sana. Dan Kyuhyun tidak dapat mendengar suara apapun, selain suara Yeon.

Dia anakmu.

Dia anakmu.

Dia anakmu.

Selama ini Kyuhyun hidup tanpa tahu bahwa ada darah dagingnya yang tumbuh di rahim Yeon. Perempuan yang sangat dia cintai. Ia membiarkan Yeon berjuang seorang diri melewati masa-masa kehamilannya. Bagaimana bisa ia tidak mengetahui apapun seperti ini?

“B–bisa kau ulangi?” Pinta Kyuhyun pada Yeon. Yeon menatap perut buncitnya dan mengusapnya perlahan.

“Anak yang aku kandung adalah anakmu, Kyuhyun.” Ucap Yeon.

Kyuhyun merasa sesak yang dirasakannya selama ini seolah hilang yang bersisa. Rasa tertekan yang di deritanya selama ini juga tidak dirasakannya lagi. Bagaimana bisa hanya karena sebuah kalimat sederhana seperti itu?

“Yeoni-ya, kau menyembunyikannya dariku selama ini?”

Kyuhyun menambah langkahnya untuk mendekati Yeon. Tetapi Yeon mengangkat salah satu tangannya untuk menghentikan langkah Kyuhyun.

“Tidak, Kyuhyun.” Ucap Yeon sembari menatap laki-laki itu. Kyuhyun menatap Yeon dengan bingung.

“Hanya karena anak ini anakmu, hanya karena ada darahmu yang mengalir di dalam tubuh anak yang sedang aku kandung ini, tidak berarti bahwa kau harus mengetahuinya.”

“Yeon..”

“Kau tidak harus bertanggung jawab atas anak ini, Kyuhyun.” Kata Yeon sembari memaksakan senyumnya.

“Yeoni-ya..” Kyuhyun menunjukkan wajah protesnya.

“Saat aku pertama kali mengetahui bahwa aku hamil, tidak sekalipun aku memiliki niat untuk meminta pertanggungjawabanmu, Kyuhyun. Aku tidak ingin diriku dan anak ini membebani dirimu.”

“Aku membuat hidupmu hancur. Karena itulah aku ingin kau hidup bahagia. Dan aku tahu bahwa kebahagiaanmu bukanlah bersamaku. Kau pasti akan mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dariku.”

“Yeon–“

“Karena itu, kau tidak perlu merasa bersalah tentang anak ini. Dia anakku, dan selamanya akan seperti itu. Aku tidak akan pernah menyulitkanmu untuk ke depannya nanti. Aku berjanji.”

“Bagaimana jika aku ingin bertanggung jawab?” Tanya Kyuhyun dengan wajah serius.

Yeon tampak terkejut saat mendengar pertanyaannya dari Kyuhyun. Juga melihat wajah Kyuhyun yang tampak begitu serius.

“Kau tidak perlu melakukannya.” Jawab Yeon.

“Kau tahu bahwa kita tidak bisa bersama, Kyuhyun. Ada sebuah dinding besar di antara kita. Dan kau maupun aku tidak bisa merobohkan dinding itu. Karena itulah kau dan aku tidak akan pernah bisa bersatu.” Jelas Yeon.

Wajah Kyuhyun tampak terluka saat mendengar penjelasan Yeon. Ia menyadari hal itu, tetapi Kyuhyun tidak ingin mengakuinya.

“Kau bisa melanjutkan hidupmu, Kyuhyun. Aku tidak akan melarangmu jika kau ingin bertemu dengan anak ini suatu hari nanti.” Kata Yeon.

Baby.

Yeon menoleh saat merasakan Luke merangkul bahunya. Kyuhyun ikut menatap Luke dan mereka berdua tampak sama-sama terkejut.

“Luke..” Gumam Yeon.

“Aku sudah mendapatkan kaos kaki bayinya. Aku membelikan warna yang netral karena kita tidak tahu bayinya laki-laki atau perempuan.” Ucap Luke berusaha mengabaikan keberadaan Kyuhyun.

Yeon hanya tersenyum untuk membalas ucapan Luke.

“Kita pulang sekarang?” Tanya Luke. Yeon mengangguk dan kemudian menatap Kyuhyun.

“Selamat tinggal, Kyuhyun.” Ujar Yeon dan setelahnya berjalan bersama Luke untuk meninggalkan Kyuhyun.

Namun Yeon terkejut saat Kyuhyun menggenggam pergelangan tangannya. Yeon segera berbalik dan menatap Kyuhyun dengan mata yang melebar.

“Ayo, kita menikah.” Ajak Kyuhyun.

Yeon dan Luke benar-benar terkejut. Kyuhyun mengucapkannya seolah-olah itu sebuah kata-kata sederhana.

“Aku akan membiayai hidupmu dan juga anak kita.” Kata Kyuhyun.

Luke tiba-tiba menepis tangan Kyuhyun yang berada di tangan Yeon. Ia menarik Yeon untuk berdiri di belakangnya. Seolah melindungi perempuan itu dari Kyuhyun.

“Apa kau sudah gila? Perempuan yang ingin kau nikahi adalah calon istriku.” Desis Luke.

“Kau yang gila! Yeon sedang mengandung anakku!” Hardik Kyuhyun.

“Dan dia akan menjadi anakku dan Yeon.” Balas Luke.

“Cukup. Cukup kalian berdua.” Yeon menjauhkan Luke dari Kyuhyun.

Beberapa orang mulai menatap mereka dengan pandangan ingin tahu. Dan Yeon tidak ingin kehidupannya di ketahui oleh orang lain.

“Kyuhyun-ssi, hentikan. Kau tidak perlu melakukan semua ini. Jalani saja kehidupanmu seperti beberapa bulan ini. Kau tampak baik-baik saja selama ini.” Ucap Yeon.

“Semua itu karena aku tidak tahu bahwa kau mengandung anakku! Sekarang bagaimana bisa aku baik-baik saja setelah mengetahui semuanya? Kau tidak bisa egois, Yeon. Dia juga anakku. Aku berhak atas anak itu.” Tukas Kyuhyun.

“Lalu kemana kau selama ini? Kenapa kau tidak pernah menemui Yeon sekalipun?!” Tanya Luke. Kyuhyun terdiam dan mengalihkan pandangannya.

“Kau yang bersikap egois, Cho Kyuhyun. Kau hanya menginginkan anak yang di kandung Yeon. Karena kau tahu dia adalah keturunanmu. Kau tidak mencintainya dengan setulus hatimu.”

“Aku mencintainya.” Sahut Kyuhyun.

“Oh, ya? Jika kau memang mencintainya, kau akan menemuinya di hari kau meninggalkan rumah sakit. Karena saat itu kau pasti akan mengetahui semuanya dan kalian mungkin bisa menikah.” Ujar Luke.

“Dan sekarang, hanya karena kau tahu bahwa Yeon mengandung anakmu, tidak berarti kau memiliki hak atas dirinya. Karena dia adalah calon istriku. Kami akan menikah setelah anak kami lahir.” Ucap Luke penuh penekanan.

“Ayo, baby.”

Luke menggenggam tangan Yeon dan membawanya untuk pergi.

Kyuhyun menatap kepergian Yeon dan Luke dengan sedih. Luke benar. Seharusnya Kyuhyun menemui Yeon. Seharusnya Kyuhyun tidak bersikap pengecut sepeti ini. Jika saja Kyuhyun lebih berani, maka dia akan hidup bahagia bersama Yeon dan calon anak mereka.

“Presdir.” Panggil Sekretaris Han.

Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mencoba menghilangan airmata yang menggenang dimatanya.

“Ya.”

“Orang-orang sudah menunggu Anda.”

“Aku mengerti.”

Kyuhyun menatap punggung Yeon sekali lagi sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya yang tertunda. Ia tidak akan menyerah. Ia akan memperjuangkan Yeon dan juga anak yang dikandung perempuan itu. Kyuhyun akan melakukan apapun untuk kembali bersama Yeon.

——

Yeon menangis sembari mengusap perutnya dengan perlahan. Pertemuan tidak terduganya dengan Kyuhyun seolah membuka luka yang selama ini berusaha disembuhkan oleh Yeon. Awalnya Yeon ingin menyembunyikan fakta bahwa ini adalah anak Kyuhyun.

Tetapi saat melihat wajah Kyuhyun tadi, rasa rindu Yeon benar-benar meluap. Yeon tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengatakan jika ia mengandung anak laki-laki itu. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Kyuhyun.

Dan ternyata Kyuhyun bersedia bertanggung jawab. Kyuhyun juga menginginkan anak yang sedang di kandung Yeon ini. Anak yang akan lahir ke dunia sebentar lagi.

Hati kecil Yeon ingin menerima ajakan Kyuhyun untuk menikah. Ia ingin membangun keluarga kecil bersama Kyuhyun. Yeon juga ingin merasakan bahagia untuk sekali saja. Tetapi apakah ia boleh melakukannya? Apakah tidak akan ada yang tersakiti jika Yeon melakukannya?

“Berhentilah menangis, baby. Kau tidak boleh tertekan. Apa kau ingin mengalami kontraksi?” Ucap Luke.

Mereka masih berada di tempat parkir Time Square Mall. Sesampainya di dalam mobil Yeon langsung menangis. Dan Luke hanya bisa menunggu hingga perempuan itu sedikit tenang. Tetapi Yeon terus menangis.

“Aku benar-benar merindukannya, Luke.” Lirih Yeon.

Luke menghela nafas panjang. Cinta Yeon dan Kyuhyun ternyata begitu dalam. Cinta yang mereka rasakan bukanlah sebuah cinta sesaat. Mereka benar-benar pasangan yang saling mencintai. Namun terlalu sulit untuk bersama.

Yeon tidak menerima ajakan Luke untuk menikah beberapa bulan yang lalu. Ia tidak ingin merenggut kebahagiaan Luke dengan menikahinya. Padahal Luke sangat bersedia untuk menikahi Yeon dan menjadi ayah untuk anak yang dikandung Yeon.

Max dan Kate juga sangat menyetujui rencana Luke. Mereka menganggap bahwa anak yang dikandung Yeon adalah cucu mereka sendiri. Lagipula dari dulu mereka memang sangat menginginkan Yeon dan Luke menikah.

Tetapi Yeon menolaknya. Yeon tidak mau menikah dengan Luke. Saat Luke mengatakan padanya bahwa hubungannya dan Eunsoo telah berakhir, Yeon benar-benar marah. Ia marah pada Luke yang telah menyakiti Eunsoo.

Satu-satunya hal yang tidak bisa ditolak oleh Yeon adalah saat keluarga Luke memintanya dan Jun untuk pindah ke rumah mereka. Mereka ingin mengawasi Yeon yang melewati masa-masa kehamilannya. Mereka tidak bisa membiarkan Yeon seorang diri di rumah, saat Jun sekolah atau pun bekerja.

Apapun bisa terjadi pada perempuan yang sedang hamil.

Walaupun Yeon menolak ajakan Luke untuk menikah, Luke selalu mengatakan pada siapapun bahwa Yeon adalah calon istrinya. Bahkan kepada dokter kandungan setiap Yeon melakukan pemeriksaan untuk bayinya. Beruntung karena Yeon tidak pernah membantahnya. Semua itu Luke lakukan agar tidak ada yang memandang rendah Yeon.

“Dia juga tampak merindukanmu.” Balas Luke.

“Dia sudah mengetahui tentang kehamilanmu, baby. Dan dia menerimanya. Aku pikir kalian bisa kembali bersama.” Saran Luke.

“Apakah semudah itu, Luke?” Tanya Yeon sembari menatapnya.

“Semuanya akan menjadi mudah jika kalian sama-sama mau berusaha, baby.” Jawab Luke.

“Dengar, berhentilah menyiksa dirimu sendiri. Kau berhak bahagia. Jika kau memang tidak mau aku menjadi ayah dari anakmu, maka menikahlah dengan Kyuhyun. Dia memiliki hak atas anak yang kau kandung.” Ujar Luke.

“Apa aku benar-benar boleh melakukannya, Luke? Jika aku dan Kyuhyun bersama, apakah semuanya akan baik-baik saja?” Tanya Yeon.

“Cinta kalian bukan cinta terlarang, baby. Kalian bebas melakukan apapun yang membuat kalian bahagia. Kalian hanya perlu saling percaya.”

Yeon tampak memikirkan semua ucapan Luke. Tangannya tidak berhenti mengusap perutnya. Ia ingin menenangkan anaknya walaupun perasaannya sendiri sedang tidak tenang.

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan menerima Kyuhyun jika dia kembali memintamu untuk menikah dengannya.” Pinta Luke. Yeon menatap Luke dengan perasaan bimbang.

“Kau harus melakukannya jika tidak ingin menyesal.” Lanjut Luke.

“Apakah menurutmu Kyuhyun akan kembali memintaku untuk menikah dengannya?”

Luke mengangguk yakin.

“Dia sangat mencintaimu, baby. Dan kehamilanmu ini membuat cintanya semakin bertambah. Aku yakin.”

“Kalau begitu bisakah kau juga berjanji bahwa kau akan minta maaf pada Eunsoo dan memintanya kembali?”

Luke terlihat terkejut dengan permintaan Yeon. Ia segera mengalihkan pandangannya dari perempuan itu. Sudah terlalu lama ia tidak mendengar nama Eunsoo disebut.

“Luke kau juga pantas untuk bahagia. Jangan jadikan diriku sebagai penghalang kebahagiaanmu.”

“Jangan berkata seperti itu, baby! Kau bukan penghalang kebahagiaanku.” Protes Luke.

“Kau memutuskan hubunganmu dan Eunsoo karena aku. Bagaimana aku tidak menjadi penghalang kebahagiaanmu? Berjanjilah padaku, Luke.” Desak Yeon.

“Aku tidak tahu, baby. Eunsoo pasti sangat membenciku.” Keluh Luke.

“Karena itu kau harus berjuang untuk mendapatkan hatinya kembali.” Sahut Yeon.

Mereka berdua saling menatap dalam diam. Satu hal yang harus mereka lakukan yaitu berjuang untuk kebahagiaan mereka masing-masing.

——

“Mereka sudah pulang.” Ucap Jun pada Max dan Kate.

Jun mengambil kantong belanjaan yang di bawa oleh Yeon dan Luke. Kemudian membongkarnya dihadapan kedua orangtua Luke. Mata mereka tampak berbinar melihat pakaian-pakaian bayi itu.

“Astaga, pakaian ini begitu kecil.” Ucap Jun dengan takjub.

“Ini pakaian bayi, Jun.” Sahut Kate dengan geli.

“Tapi mereka benar-benar kecil, Kate. Apakah aku juga dulu sekecil ini?”

“Tentu saja. Bagaimana bisa kau langsung sebesar ini?” Tukas Luke sembari mengacak rambut Jun.

“Kalian tidak membeli box bayi?” Tanya Max.

“Yeon bilang dia ingin anaknya tidur di tempat tidur yang sama dengannya.” Jawab Luke.

“Tetap saja membutuhkan box bayi.” Timpal Kate.

“Noona?” Panggil Jun saat melihat Yeon hanya diam saja.

“Ya?” Sahut Yeon.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Jun. Semua mata tertuju pada Yeon.

“Y–ya. Aku baik-baik saja.” Jawab Yeon sembari menatap mereka satu per satu.

“Cucuku baik-baik saja, kan?” Tanya Max. Yeon tersenyum kecil.

“Cucumu baik-baik saja, Max.” Ucap Yeon sembari mengusap perutnya.

“Aku benar-benar tidak sabar menjadi seorang paman.” Kata Jun dengan semangat.

“Aku lelah dan ingin beristirahat.” Ucap Yeon.

“Ya, istirahatlah sayang. Perempuan hamil memang mudah lelah.” Sahut Kate. Yeon tersenyum dan segera menuju ke kamarnya sembari membawa pakaian bayi yang baru saja dibelinya.

“Ada apa dengannya, Luke?” Tanya Max saat Yeon sudah pergi.

“Kami bertemu dengan Cho Kyuhyun. Dan Kyuhyun sudah tahu bahwa Yeon sedang mengandung anaknya.” Jawab Luke.

“Benarkah? Lalu bagaimana reaksi Kyuhyun?” Kate tampak penasaran.

“Apa perlu kau tanyakan lagi, mom? Kyuhyun sangat mencintai Yeon. Tentu saja ia ingin bertanggung jawab dan menikahinya. Tetapi Yeon menolaknya.”

“Kenapa noona menolak?” Sela Jun.

“Dia tidak ingin Kyuhyun terbebani dengan kehadiran anak di dalam kandungannya. Tetapi setelah kami sampai di mobil, Yeon menangis dan mengatakan bahwa ia sangat merindukan Kyuhyun.”

“Sepertinya hati kecil Yeon ingin menerima Kyuhyun. Tetapi terlalu banyak yang harus mereka pikirkan.” Ujar Kate.

“Benar sekali, mom. Karena itulah aku memintanya untuk tidak memikirkan apapun lagi. Dia harus memikirkan kebahagiaannya mulai sekarang.” Kata Luke kemudian ia menepuk punggung Jun.

“Bujuklah kakakmu, Jun. Kau ingin melihatnya bahagia, kan?”

Jun langsung mengangguk.

“Apa Kyuhyun hyung benar-benar ingin bertanggung jawab, Luke?” Tanya Jun memastikan.

“Begitulah kenyataannya.” Jawab Luke.

Jun segera berdiri dan menuju ke kamar Yeon. Ia tentu sangat menginginkan Yeon bahagia. Dan kebahagiaan Yeon ada pada Kyuhyun. Tentu saja Jun harus menyatukan mereka.

Jun mengetuk pintu kamar Yeon sebelum membukanya. Ia melihat Yeon sedang duduk di atas tempat tidur sembari melipat pakaian bayi. Jun masuk ke kamar Yeon dan duduk di hadapan perempuan itu.

“Ada apa, Jun?” Tanya Yeon.

“Kau bertemu Kyuhyun hyung hari ini, noona?”

Yeon menatap Jun dengan terkejut. Namun hanya sesaat, karena Yeon dapat menebak jika Luke yang mengatakannya.

“Ya.” Ucap Yeon setelah mengalihkan pandangannya.

“Noona, aku setuju dengan Luke. Kau harus memikirkan kebahagiaanmu. Lagipula bukan hanya kehidupanmu yang harus kau pikirkan mulai sekarang. Bayimu akan segera lahir. Dan dia butuh seorang ayah.”

Yeon menghentikan gerakannya dan menatap Jun.

“Apa kau tidak membenci Kyuhyun?” Tanya Yeon.

“Kenapa aku harus membencinya? Kyuhyun hyung orang yang baik. Dia juga menyelamatkanmu saat kau diculik dan hampir tertembak. Aku tidak memiliki alasan untuk membencinya.” Jawab Jun.

“Tetapi ayahnya–“

“Ayahnya yang membunuh orangtua kita. Ayahnya dan Kyuhyun hyung adalah dua orang yang berbeda, noona. Mereka hanya ditakdirkan untuk memiliki ikatan darah.” Sela Jun.

“Jadi, kau setuju jika aku menikah dengannya?”

“Tentu saja!” Ucap Jun dengan semangat. Yeon tersenyum.

“Aku akan memikirkannya nanti. Saat ini aku hanya akan memikirkan bayiku yang akan lahir sebentar lagi.” Ujar Yeon sembari mengusap perut besarnya.

——

Hanna menyambut Kyuhyun yang baru saja pulang bekerja. Ia merangkul lengan anaknya itu dan mereka masuk ke dalam rumah bersama-sama.

“Sikapmu mencurigakan, eommoni.” Ucap Kyuhyun sembari menghentikan langkahnya.

“Besok kau akan datang untuk kencan buta itu, kan?” Tanya Hanna. Kyuhyun menghela nafas dan melepaskan tangan Hanna di lengannya.

“Aku tidak akan datang.” Jawab Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah..”

“Tetapi sebagai gantinya, aku sudah mendapatkan calon menantu untukmu.” Kata Kyuhyun membuat mata Hanna melebar.

“Apa maksudmu?” Tanya Hanna langsung.

“Bahkan kau akan langsung mendapatkan seorang cucu.” Kyuhyun tidak memperdulikan pertanyaan Hanna.

“Kau akan menikahi seorang janda?!” Tuduh Hanna.

“Ya! Aku memang menyuruhmu menikah. Dan aku juga bersedia jika kau mencari calon istri sendiri. Tetapi bukan berarti kau bisa menikahi siapa saja, Kyuhyun-ah!” Omel Hanna. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Bukan seperti itu, eommoni.” Bantah Kyuhyun.

“Lalu?”

“Aku bertemu dengan Jung Yeon.”

Hanna kembali terkejut.

“Dan dia sedang mengandung anakku, eommoni.”

“Apa?!”

“Ya. Dia sedang mengandung anakku. Dan aku merasa sangat bahagia saat mengetahuinya.” Wajah Kyuhyun terlihat sangat senang.

“Yeon mengandung anakmu?” Kyuhyun mengangguk.

“Berapa bulan?”

“Aku tidak tahu. Sepertinya anak itu akan lahir sebentar lagi.”

“Kenapa dia tidak memberitahukanmu?”

Kyuhyun kembali menghela nafas.

“Karena semua masalah yang terjadi. Aku rasa dia terlalu takut untuk mengatakannya, eommoni. Dan mungkin dia berpikir jika kau tidak akan menerimanya, karena saat itu kau mengusirnya.” Ucap Kyuhyun dengan sedih.

Hanna terlihat merasa bersalah saat mendengar ucapan Kyuhyun.

“Aku menyesal telah menelantarkannya dan membiarkannya melewati masa kehamilan seorang diri, eommoni. Dan sekarang aku tidak mau melakukan kesalahan lagi dengan membiarkannya membesarkan anak itu seorang diri. Aku ingin menikahinya, eommoni.”

“Maafkan aku, nak. Jika saja saat itu aku tidak berkata kasar padanya.” Sesal Hanna.

“Tidak, eommoni. Jangan berkata seperti itu.” Ucap Kyuhyun sembari merangkul Hanna.

“Hanya saja saat ini izinkan aku membawa Yeon menjadi keluarga kita. Biarkan aku menikahinya dan terima dia serta anakku yang akan lahir nanti, eommoni.” Pinta Kyuhyun.

Hanna mengusap wajah Kyuhyun dengan sayang. Kyuhyun merasakan kehangatan yang mengalir dari sentuhan Hanna.

“Tentu saja, sayang. Kebahagiaanmu yang utama untukku. Aku juga tidak mau cucuku tidak memiliki ayah.” Balas Hanna.

Kyuhyun memeluk Hanna dengan erat. Ia tahu bahwa Hanna akan selalu mendukungnya.

“Terima kasih, eommoni.

——

Yeon sedang membuat susu saat ponselnya bergetar. Dan gerakannya terhenti saat melihat nama Kyuhyun di sana. Ia memegang ponselnya dan terlihat ragu. Namun pada akhirnya Yeon menjawab teleponnya.

“Halo..”

Yeoni-ya, ini aku.” Yeon tersenyum kecil. Mungkin Kyuhyun berpikir Yeon menghapus kontaknya.

“Ya, aku tahu.”

Apa kau memiliki waktu luang? Bisa kita bertemu?

Yeon terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Aku janji tidak akan memaksamu seperti saat itu. Aku hanya ingin bicara. Dan..menyapa anakku.

Yeon langsung menyentuh perutnya saat mendengar kalimat terakhir Kyuhyun. Rasa hangat mengalir ditubuhnya saat Kyuhyun menyebut anak yang dikandungnya ini adalah anaknya.

Sebentar saja, Yeon.” Suara Kyuhyun terdengar memohon.

“Baiklah.”

Yeon dapat merasakan senyum Kyuhyun.

Aku akan menjemputmu.

“Tidak. Kita bertemu saja dimana kau mau.”

Baiklah. Aku akan mengirimkan pesan dimana kita akan bertemu.

“Ya.”

Sampai jumpa nanti, Yeon.

“Sampai jumpa.”

Yeon meletakkan ponselnya di samping gelas susunya. Saat mendongak, ia menemukan Kate yang berdiri di ambang pintu dapur. Wanita itu tersenyum sebelum akhirnya mendekati Yeon.

“Kyuhyun?” Ucap Kate. Yeon tersenyum kecil dan mengangguk.

“Aku senang kau tidak menolak keinginannya untuk bertemu. Aku pikir banyak hal yang harus kalian bicarakan.” Kate mengusap lengan Yeon.

“Dia memiliki hak atas anak ini, Kate. Aku tidak mau menjauhkan mereka. Saat itu aku hanya terlalu takut untuk memberitahu Kyuhyun. Tetapi sekarang aku tidak merasa terlalu takut lagi.”

“Anak pintar.” Puji Kate.

Yeon menggeser posisinya dan menghadap Kate. Ia menatap Kate dengan lembut.

“Terima kasih karena telah membantuku selama ini, Kate.”

Kate menatap Yeon dengan pandangan protes.

“Kenapa berterima kasih? Aku melakukan itu karena kau sudah seperti anakku sendiri.”

“Kau juga seperti ibuku. Karena kau dan Max, aku dan Jun tidak kekurangan kasih sayang dari orangtua.”

“Oh, sayangku.” Kate menarik Yeon ke dalam pelukannya. Tidak terlalu erat karena terhalang oleh perut Yeon yang besar.

“Kau dan Jun akan selalu menjadi anakku.” Ucap Kate.

Thank you, Kate. I love you.”

I love you too, honey.

——

Kyuhyun memasuki sebuah cafe–tempat ia bertemu dengan Yeon–terburu-buru. Ia sudah terlambat beberapa menit karena tiba-tiba saja ada klien yang harus ditemuinya. Ia berharap Yeon tidak merasa kesal karena harus menunggunya.

Kyuhyun tersenyum saat melihat Yeon sedang menikmati minuman yang dipesannya. Perempuan itu memilih tempat duduk di dekat jendela. Kyuhyun langsung menghampirinya dan duduk di hadapannya.

“Hai.” Sapa Kyuhyun.

“Hai.” Balas Yeon sembari tersenyum.

“Maaf aku terlambat. Yah, seperti yang kau tahu. Pekerjaan.”

“Tidak apa-apa.”

“Kau sudah memesan makanan?” Tanya Kyuhyun.

“Belum.” Jawab Yeon.

“Kalau begitu kita pesan makanan dulu.” Kyuhyun melambaikan tangan pada pelayan.

Pelayan memberikan mereka buku menu dan mereka langsung memesan makanan. Yeon tampak malu-malu saat memesan makanan sedikit lebih banyak dari biasanya. Kyuhyun menatapnya dengan jahil, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

“Aku tidak makan untuk diriku sendiri.” Gumam Yeon.

“Aku tidak mengatakan apapun.” Balas Kyuhyun sembari menahan senyum.

Setelah pelayan mencatat makanan mereka dan pergi, keduanya tampak canggung untuk beberapa saat. Namun Kyuhyun berusaha membuka pembicaraan.

“Boleh aku bertanya tentang kandunganmu?” Tanya Kyuhyun hati-hati. Yeon menatap Kyuhyun sebelum akhirnya mengangguk.

“Sejak kapan kau tahu bahwa kau hamil? Apakah saat diculik–“

“Tidak. Saat itu aku belum mengetahuinya. Tetapi saat itu aku memang sudah hamil. Aku mengetahuinya setelah pulang dari rumah sakit saat kau di operasi. Setelah aku memeriksakannya ke dokter, ternyata usia kehamilanku sudah dua bulan.” Jelas Yeon.

Kyuhyun meringis pelan. Ternyata saat Yeon diculik, perempuan itu sedang hamil. Untung saja tidak terjadi sesuatu yang membahayakan perempuan itu. Kyuhyun merasa keputusannya untuk menyelamatkan Yeon dari tembakan adalah perbuatan yang tepat.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” Tanya Kyuhyun tanpa maksud membuat Yeon merasa bersalah.

Tetapi sepertinya Yeon tetap merasa bersalah dan mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Aku hanya terlalu takut. Setelah semua yang terjadi, ibumu membenciku. Aku tidak mau menjadikan bayi ini sebagai alasan untuk kembali padamu. Aku tidak mau anakku disalahkan.”

“Anak kita.” Ralat Kyuhyun membuat Yeon menatapnya.

“Dia juga anakku. Jangan menyebutnya anakmu seorang diri.” Pinta Kyuhyun.

“Selama ini dia menjadi anakku saja.” Gumam Yeon.

“Tidak lagi setelah aku mengetahuinya. Yeon, tahukah kau bahwa aku merasa marah karena kau tidak mengatakannya padaku selama ini? Jika kita tidak bertemu saat itu, kau tidak akan pernah mengatakannya padaku, kan? Kau akan membiarkan anak itu hidup tanpa seorang ayah, kan?”

Yeon menundukkan kepalanya dan memainkan kesepuluh jarinya. Rasa bersalah kembali menggerogoti hatinya. Dan ia tidak bisa membantah karena apa yang Kyuhyun katakan memang benar.

“Maaf.” Bisik Yeon.

“Ya, kau memang harus meminta maaf padaku. Kau membuatku hampir saja menelantarkan darah dagingku sendiri.” Tukas Kyuhyun.

Pelayan datang sembari membawakan pesanan mereka. Kyuhyun mengatakan terima kasih dan pelayan tersebut meninggalkan mereka.

“Makanlah.” Ucap Kyuhyun. Yeon mengangguk dan mulai menikmati makanannya.

“Aku dengar kau akan menikah dengan Luke beberapa bulan yang lalu. Apa semua itu karena kau hamil?”

“Aku tidak pernah menerimanya.”

“Ya, aku tahu. Karena jika kau mau, kalian pasti sudah benar-benar menikah.” Sahut Kyuhyun dengan mulut penuh makanan.

“Aku minta maaf karena Luke sudah membuat Eunsoo sedih.” Ucap Yeon.

“Ya, aku sebenarnya ingin menghajar laki-laki itu.”

“Kapan tepatnya kau tidak pernah ingin memukul Luke?” Tanya Yeon. Kyuhyun mendengus.

“Tetapi kenapa dia masih menyebutmu sebagai calon istrinya?” Ada nada tidak suka dalam suara Kyuhyun.

“Dia hanya ingin melindungiku dari pandangan negatif orang-orang.” Yeon membela Luke.

“Dia melakukan semua yang seharusnya ku lakukan.” Ujar Kyuhyun tanpa menatap Yeon.

“Apa kau akan terus membuatku merasa bersalah?” Keluh Yeon.

“Kyuhyun tersenyum seperti anak kecil hingga membuat jantung Yeon berdebar kencang.

“Habiskan makananmu.”

“Kau juga.”

Tidak ada pembicaraan apapun selama beberapa saat. Keduanya tampak sibuk dengan makanan mereka masing-masing. Jika di lihat sekilas, mereka tampak seperti pasangan suami istri yang sedang menantikan kelahiran anak pertama.

“Berapa lama lagi kau akan melahirkan?” Tanya Kyuhyun sembari menyudahi kegiatan makannya.

“Beberapa hari lagi menurut perkiraan dokter.” Jawab Yeon.

Yeon tidak menatap Kyuhyun, tetapi ia merasakan laki-laki itu sedang menatapnya. Hingga akhirnya Yeon mendongak untuk membalas tatapan Kyuhyun.

“Ada apa?”

“Apakah aku boleh menyentuh perutmu?” Tanya Kyuhyun membuat tubuh Yeon menegang.

“Aku ingin menyapa anak kita.” Wajah Kyuhyun terlihat penuh harap.

Yeon merasa bingung dengan jawaban yang akan diberikannya pada Kyuhyun. Jika ia membiarkan Kyuhyun melakukannya, bagaimana jika Kyuhyun mendengar jantungnya yang berdebar kencang? Tetapi jika Yeon tidak mengizinkannya, ia tidak tega melihat ajah kecewa Kyuhyun.

“Kau bisa melakukannya.” Jawab Yeon sembari memundurkan kursi yang didudukinya.

Kyuhyun tersenyum lebar dan segera berdiri. Ia berlutut di samping Yeon. Menatap perempuan itu sebelum akhirnya mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut Yeon. Mereka tidak menyadari tatapan orang-orang yang terlihat kagum pada mereka.

“Oh, dia menendang!” Ucap Yeon.

Kyuhyun dapat merasakan pergerakan di perut Yeon dan membuat senyumnya semakin lebar. Bayi itu seolah tahu jika yang sedang menyentuhnya saat ini adalah ayahnya.

“Dia mengenaliku.” Bisik Kyuhyun merasa terharu.

Dengan tangan masih di perut Yeon, Kyuhyun mendongak untuk menatap perempuan itu.

“Izinkan aku untuk membiayai kehidupan anak kita nanti, Yeon.” Pinta Kyuhyun.

“Izinkan aku mengetahui semua tentangnya. Izinkan aku untuk menjadi bagian dari hidupnya.” Mohon Kyuhyun.

Yeon terkejut mendengar permohonan Kyuhyun. Ia pikir Kyuhyun akan mengajaknya menikah seperti saat itu. Tetapi ia salah. Saat ini Kyuhyun hanya menginginkan tentang anak yang dikandungnya.

Yeon merasa senang, tetapi kenapa ada sedikit rasa kecewa di dalamnya? Kenapa di saat ia sudah siap menerima Kyuhyun, laki-laki itu malah tidak mengatakan apapun? Dan kenapa sekarang Yeon merasa menyesal karena tidak menerima Kyuhyun saat itu?

“Yeon..” Panggil Kyuhyun.

“Aku akan hidup dengan penuh rasa bersalah, jika kau tidak mengizinkanku melakukannya.” Keluh Kyuhyun dengan wajah sedih.

Yeon menyeka airmata yang entah sejak kapan mengalir. Ia merasa menjadi perempuan yang egois untuk beberapa saat tadi. Saat itu ia mengatakan pada Jun jika ia hanya ingin memikirkan tentang anaknya. Tetapi sekarang ia menginginkan Kyuhyun menikahinya.

“Apa permintaanku terlalu berat untukmu hingga kau menangis?” Tanya Kyuhyun pelan.

“Tidak, Kyuhyun. Maaf. Aku hanya terlalu sensitif.” Jawab Yeon sembari memaksakan senyumnya.

“Jadi, aku boleh melakukan semuanya, kan?”

Yeon menyeka airmatanya lagi sebelum akhirnya mengangguk. Tidak lupa memberikan senyuman untuk Kyuhyun agar laki-laki itu tidak merasa khawatir.

“Ya, Kyuhyun. Kau bisa melakukannya.” Jawab Yeon.

“Sungguh?” Wajah Kyuhyun terlihat bahagia. Yeon mengangguk pasti.

“Terima kasih, Yeoni-ya.” Ucap Kyuhyun dengan senyum lebar diwajahnya.

——

Yeon, Jun, dan Kate sedang menonton televisi setelah makan malam. Luke harus bermalam di rumah sakit malam ini. Sedangkan Luke sedang membaca buku di kamarnya.

Telinga Yeon mendengarkan acara yang sedang mereka tonton. Tetapi mata dan tangannya tertuju pada rajutan yang sedang dikerjakannya. Ia membuat sebuah topi yang sebentar lagi akan selesai. Kate yang mengajarinya merajut untuk mengisi kebosanan.

Walaupun begitu, sebenarnya Yeon tidak sedang berkonsentrasi pada acara televisi maupun rajutan di tangannya. Ia sedang mengingat bagaimana ekspresi wajah Kyuhyun saat Yeon memberikan izin untuk menjadi bagian dari anak yang dikandungnya.

Wajah itu terlihat sangat bahagia. Sama seperti saat Yeon menyetujui untuk menikah dengan Kyuhyun dulu. Tidak. Setelah Yeon ingat lagi, wajah Kyuhyun kemarin lebih terlihat bahagia. Yeon tidak pernah tahu jika Kyuhyun juga menginginkan seorang anak di dalam hidupnya.

“Aku akan mengambilkan minuman untuk kalian.” Ucap Kate sembari berdiri.

Thank you, Kate.” Sahut Jun. Kate mengedipkan matanya dan menghilang ke dapur.

“Wah, sebentar lagi selesai, noona!” Kata Jun kemudian setelah melirik sekilas pada rajutan Yeon.

“Aku ingin menyelesaikannya sebelum anak ini lahir.”

“Kau masih memiliki beberapa hari lagi.”

Yeon mengangguk. Ia menaruh rajutannya di atas meja dan berdiri. Pergerakannya sedikit sulit karena perutnya yang besar.

“Mau kemana, noona?” Tanya Jun.

“Ke kamar mandi.” Jawab Yeon.

Namun baru beberapa langkah, Yeon tiba-tiba memekik kesakitan.

“Kenapa, noona?” Tanya Jun terkejut.

Yeon kembali duduk sembari memegangi perutnya yang terasa sakit. Ia juga terus merintih kesakitan.

“Noona, ada apa?” Tanya Jun panik.

“P–perutku sakit, Jun.” Jawab Yeon.

“Apakah kau akan melahirkan?” Jun benar-benar terlihat bingung dan cemas.

Daddy! Kate!” Panggil Jun.

Jun mengulurkan tangannya untuk di genggam oleh Yeon. Yeon menggenggamnya dengan sekuat tenaga hingga Jun meringis kesakitan.

“Kenapa? Ada apa?!” Kate datang dari dapur dengan terburu-buru.

“Kate, noona sepertinya akan melahirkan!”

Kate melirik pada kaki Yeon dan ia melihat ada air yang mengalir dari atas.

“Air ketubannya pecah.” Ucap Kate.

“Max! Max!” Teriak Kate.

“Kenapa teriak-teriak?!” Tanya Max dengan kesal.

“Yeon akan melahirkan.” Jawab Kate membuat mata Max melebar.

What?!” Max segera menghampiri Yeon yang masih merintih kesakitan.

“Kenapa tiba-tiba seperti ini, sweetheart?!”

“Aku..aku t–tidak tahu, Max. S–sakit sekali.”

“Kita ke rumah sakit.” Ucap Max sembari menggendong Yeon.

“Jun, ambilkan kunci mobil.”

“Baik, daddy!

Honey, ambilkan perlengkapan yang sudah disiapkan untuk Yeon melahirkan.”

“Ya.”

Max segera membawa Yeon keluar. Setelah Jun membukakan pintu mobil, ia segera mendudukan Yeon di dalam. Kemudian Max duduk di balik kemudi. Saat Kate datang dan duduk di samping Max, Max langsung menjalankan mobilnya untuk ke rumah sakit.

“Jun, hubungi Luke. Katakan bahwa kita dalam perjalanan ke rumah sakit.” Perintah Max.

Jun mengangguk dan langsung mengeluarkan ponselnya. Ia melirik Yeon yang masih merintih kesakitan. Sesekali perempuan itu menarik dan menghembuskan nafas.

“Luke, kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Noona akan melahirkan.. Ya.. Ya.. Baiklah, terima kasih, Luke.”

“Luke bilang dia akan menunggu di rumah sakit dan meminta orang-orang di sana untuk menyiapkan segalanya.” Ucap Jun.

“Bagus.” Sahut Max.

Yeon tiba-tiba mencengkram lengan Jun hingga membuatnya menoleh.

“Tenang, noona. Kita akan segera sampai di rumah sakit.” Kata Jun.

“H–hubungi Kyuhyun.” Lirih Yeon.

“Apa?”

“Hubungi Kyuhyun, Jun!” Ujar Yeon dengan keras.

Jun tersentak dan segera mencari nama Kyuhyun di ponselnya. Kemudian ia menempelkan ponsel itu di telinganya sembari mengusap keringat di pelipis Yeon.

Halo, Jun.

“Hyung, noona akan melahirkan!!”

Apa?!

——

Kyuhyun tidak pernah merasa sepanik dak sebahagia ini dalam hidupnya. Ia bahkan tanpa sadar terus berlari semenjak memasuki rumah sakit untuk mencari ruang bersalin. Ia merasa senang karena anaknya akan lahir sebentar lagi. Tetapi ia juga khawatir karena mendengar rintihan Yeon saat Jun menghubunginya tadi.

Kyuhyun melihat Jun, Luke dan keluarga Luke berada di depan ruang bersalin ketika ia sampai di sana. Ia segera menghampiri Jun yang terlihat sangat cemas.

“Jun..”

“Oh, hyung. Noona sudah berada di dalam.” Kata Jun memberitahu.

Kyuhyun mengangguk dan melirik sekilas pada orangtua Luke. Ia merasa apakah harus menyapa mereka atau tidak. Namun akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk tidak menyapa mereka. Wajah keduanya tampak sangat khawatir saat ini.

“Kenapa tiba-tiba, Jun? Yeon bilang jika dia akan melahirkan beberapa hari lagi.” Ujar Kyuhyun.

“Aku tidak mengerti, hyung.” Balas Jun.

“Itu hanya prediksi dokter. Terkadang sang bayi memutuskan sendiri kapan ia ingin menatap dunia.” Sahut Kate hingga membuat Kyuhyun menatapnya. Wanita itu sedang menatapnya sembari tersenyum.

Seorang perawat tiba-tiba keluar dari ruang bersalin. Semua mata langsung tertuju padanya.

“Apakah ayah dari sang bayi yang akan lahir ada disini?” Tanya perawat itu.

Kyuhyun dan Luke melangkah maju secara bersamaan hingga membuat perawat itu merasa bingung. Kedua laki-laki itu pun saling bertatapan dengan terkejut.

“Yang mana–” bisik perawat itu sembari menatap Kyuhyun dan Luke bergantian.

Kyuhyun bersiap untuk melangkah mundur. Ia akan membiarkan Luke mengakui anak itu sebagai anaknya. Ia hanya tidak ingin mencari keributan. Yang Kyuhyun inginkan hanya mengetahui jika Yeon dan anaknya selamat.

“Dia ayahnya.” Kata Luke membuat gerakan Kyuhyun terhenti.

Kyuhyun menatap Luke tanpa bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Dia ayah dari bayinya, suster.” Ulang Luke.

“Ah, ya. Terima kasih, Dokter Collins.” Perawat itu menatap Kyuhyun.

“Anda bisa masuk dan menemani istri Anda, tuan.”

“Benarkah?” Kyuhyun terlihat senang.

“Ya. Kehadiran Anda bisa menguatkannya.” Ucap perawat itu.

“Silahkan.” Perawat itu mengulurkan tangannya dan memberi isyarat agar Kyuhyun mengikutinya.

“Terima kasih.” Ucap Kyuhyun pada Luke sebelum akhirnya mengikuti perawat itu.

Sesampainya di ruang bersalin setelah memakai pakaian steril, Kyuhyun dapat mendengar rintihan Yeon. Dan ia merasa panik saat mendengarnya.

“Suami Anda ada disini, nyonya.”

Kyuhyun dapat melihat keterkejutan Yeon dari matanya. Tetapi perempuan itu tidak mampu mengatakan apapun. Kyuhyun segera menghampiri Yeon dan menggenggam tangannya.

“Kyuhyun..” Mata Yeon tampak berkaca-kaca dan perempuan itu terlihat takut.

“Aku disini. Dan semua akan baik-baik saja.” Kyuhyun mengecup punggung tangan Yeon.

“Baiklah, nyonya. Anda bisa mengejan untuk mendorong bayi Anda keluar. Lakukan dengan perlahan setelah hitungan ketiga. Mengerti?” Instruksi dokter yang membantu proses bersalin Yeon. Yeon menganggukkan kepalanya.

“Satu.. Dua.. Tiga..”

Yeon mulai mengejan dan genggamannya pada tangan Kyuhyun semakin erat. Keringat membanjiri wajah Yeon. Dan rintihan kesakitan terus terdengar.

“Tarik nafas dan hembuskan dengan perlahan.”

Yeon menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Lakukan lagi, nyonya. Satu.. Dua.. Tiga..”

Yeon kembali mengejan dengan lebih kuat dan rasanya begitu menyakitkan. Ia menghempaskan kepalanya ke belakang saat merasakan rasa sakit itu semakin nyata.

“Kepalanya mulai terlihat, nyonya.”

“Sakit sekali..” Lirih Yeon.

Kyuhyun mengusap pipinya dan menyeka keringat di wajahnya. Laki-laki itu kembali mengecup punggung tangan Yeon.

“Kau bisa melakukannya, Yeon.” Bisik Kyuhyun.

“Ulangi lagi, nyonya.” Perintah dokter itu.

Yeon mengangkat kepalanya dan kembali mengejan untuk ke sekian kalinya. Rintihan kesakitannya semakin nyaring terdengar.

“Sedikit lagi, nyonya.”

“Aku..tidak kuat lagi..” Ucap Yeon.

“Tidak, Yeon. Kau tidak boleh menyerah.” Tukas Kyuhyun.

“Rasanya menyakitkan, Kyuhyun..”

“Aku tahu. Tetapi bertahanlah. Demi anak kita.” Pinta Kyuhyun. Yeon menatap Kyuhyun dengan pandangan kabur.

“Kau bisa melakukannya, Yeoni-ya.”

“Satu kali lagi, nyonya.”

Yeon menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Sebelum akhirnya mengejan dengan sekuat tenaganya. Dan beberapa saat kemudian, terdengar tangisan bayi hingga membuat Kyuhyun menoleh. Jantungnya berdetak dengan sangat keras.

“Selamat, tuan, nyonya. Bayi kalian seorang laki-laki. Dia sangat sehat dan tidak kekurangan apapun.” Kata dokter itu sembari tersenyum.

Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya saat mendengar perkataan dokter. Ia resmi menjadi seorang ayah hari ini. Dan rasanya sangat mengharukan.

Kyuhyun menatap Yeon yang juga tampak merasa bahagia. Ia mengusap sudut mata Yeon yang mengeluarkan airmata. Kyuhyun menunduk dan memberikan ciuman hangat pada kening Yeon.

“Terima kasih, Yeon. Kau menjadikanku seorang ayah.” Bisik Kyuhyun.

Yeon mengulurkan tangannya dan mengusap wajah Kyuhyun yang basah. Sepertinya laki-laki itu tidak sadar telah menangis.

“Terima kasih karena telah menemaniku, Kyuhyun.” Lirih Yeon. Kyuhyun kembali mengecup kening Yeon.

“Boleh aku memberikan nama pada anak kita?” Tanya Kyuhyun. Yeon tersenyum dan mengangguk.

Seorang perawat membawa anak mereka dan meletakkannya di samping Yeon. Masih ada bercak darah pada tubuh mungil bayi itu. Kyuhyun pikir ia tidak akan pernah merasakan jatuh cinta lagi. Tetapi saat ini ia jatuh cinta pada bayi yang baru saja lahir itu.

“Selamat datang ke dunia, Cho Hyunjae.” Ucap Kyuhyun dengan penuh rasa bangga.

——

Yeon terkejut saat melihat Kyuhyun datang bersama Hanna ke kamar rawatnya. Ia pikir ia tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu lagi. Mengingat bagaimana marahnya Hanna pada Yeon saat itu. Tetapi Yeon merasa senang karena Hanna datang untuk menjenguknya.

“Ahjumma..” Sapa Yeon dengan tersenyum kecil.

Hanna menghampiri Yeon sembari menangis. Ia menggenggam kedua tangan Yeon dengan erat.

“Maafkan aku. Maaf atas kata-kata kasarku saat itu.” Sesal Hanna.

“Tidak, ahjumma. Jangan meminta maaf. Aku baik-baik saja. Aku memang bersalah.”

“Karena aku kau harus berjuang seorang diri melewati masa kehamilanmu. Kyuhyun tidak bisa menemanimu.” Isak Hanna.

“Ahjumma..” Yeon merasa sedih melihat wanita itu menangis.

“Aku minta maaf atas perlakuanku. Dan aku minta maaf atas apa yang suamiku lakukan padamu.”

“Eommoni, sudah aku katakan untuk tidak membahasnya.” Kata Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa, ahjumma. Sungguh. Berhentilah menangis. Apa kau ingin bertemu dengan cucumu dalam keadaan seperti ini?” Tanya Yeon.

Hanna menyeka airmatanya dan mengalihkan pandangannya untuk mencari keberadaan cucunya. Ia melihat seorang wanita sedang menggendong seorang bayi.

“Kate, bisa kau bawa Hyunjae kemari?” Pinta Yeon. Kate mendekati tempat tidur Yeon.

“Ahjumma, kenalkan ini Kate Collins. Dia sudah seperti ibu untukku. Dan di sana suaminya, Max Collins, dan dia sudah seperti ayah untukku.” Ujar Kyuhyun.

Orangtua Luke berkenalan dengan Hanna. Dan kemudian Kate memberikan Hyunjae pada Hanna untuk digendong.

“Oh, cucuku.” Hanna terlihat benar-benar bahagia.

Kyuhyun tiba-tiba mendekati Yeon dan menggenggam tangannya. Membuat mata Yeon melebar karena terkejut. Dan semua mata tampak menatap mereka.

“Yeon, kau mau menikah denganku?” Tanya Kyuhyun dan mata Yeon semakin melebar.

“Ya!” Hanna memukul punggung Kyuhyun hingga laki-laki itu mengaduh kesakitan.

“Kenapa, eommoni?!” Rajuk Kyuhyun.

“Kau tidak bisa bertanya dengan tiba-tiba seperti itu. Kau harus mengawalinya dengan kata-kata yang manis.” Saran Hanna.

“Ayahmu benar-benar payah, Hyunjae-ya.” Kata Hanna sembari menatap Hyunjae.

Kyuhyun menatap Yeon yang masih tampak terkejut.

“Saat itu aku terlalu bersikap pengecut. Aku terlalu merasa bersalah atas apa yang ayahku lakukan. Karena itulah aku tidak memiliki keberanian untuk menemuimu dan memintamu kembali padaku. Tetapi sekarang aku tidak ingin bersikap pengecut lagi. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu, Hyunjae dan anak-anak kita nantinya.”

“Aku ingin menghapus semua penderitaanmu selama ini dengan kebahagiaan yang akan aku berikan padaku. Aku ingin kau melupakan semua masa lalu dan membangun masa depan yang membahagiakan bersamaku.”

Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Karena itu, maukah kau menikah denganku? Maukan kau membangun sebuah keluarga bersamaku?” Tanya Kyuhyun dengan tatapan penuh cinta pada Yeon.

“A–aku pernah menyakitimu, Kyuhyun.” Kata Yeon dengan mata yang berkaca-kaca.

“Rasa sakit yang kau berikan padaku tidak sebanding dengan rasa cinta yang aku rasakan padamu. Dan rasa sakit itu tidak ada artinya karena kau juga telah memberikan hatimu padaku.”

“Sudah aku katakan untuk melupakan masa lalu, Yeon. Masa lalu hanya akan menyakiti kita berdua. Sudah cukup rasa sakit yang kita rasakan selama ini. Sekarang saatnya kita untuk bahagia.” Ucap Kyuhyun.

“Kyuhyun benar, Yeon.” Timpal Kate.

“Honey, jangan ikut campur.” Sela Max membuat Kate kembali menutup mulutnya.

“Aku pikir kau tidak akan pernah mau mengajakku menikah lagi, Kyuhyun. Saat kita bertemu kau hanya ingin menjadi bagian dari Hyunjae.” Kata Yeon dengan menangis. Kyuhyun menyeka airmata Yeon.

“Aku melakukannya dengan perlahan, Yeon. Aku ingin kau menerimaku sebagai bagian dari Hyunjae terlebih dahulu, lalu setelah itu aku akan meminta izin untuk menjadi bagian dari hidupmu.” Jelas Kyuhyun.

“Jadi, kau mau menikah denganku, kan? Kau mungkin tidak tahu, tetapi aku sudah cukup malu mengatakan hal ini di depan semua orang.” Tukas Kyuhyun membuat Yeon tersenyum.

Yeon mengalihkan pandangannya pada Max dan Kate. Kedua orang itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tidak ada alasan untuk mereka menentang hubungan Yeon dan Kyuhyun. Mereka berhak bahagia setelah semua penderitaan yang mereka alami.

Yeon menatap Hyunjae yang berada digendongan Hanna, sebelum akhirnya kembali menatap Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan wajah penuh harap. Ia tidak memiliki alasan lagi untuk menolak laki-laki itu.

“Ya, Kyuhyun. Aku mau menikah denganmu.” Jawab Yeon.

Kyuhyun tersenyum dan mengecup kening Yeon. Kemudian menarik perempuan itu ke dalam pelukannya.

“Aku mencintaimu.”

——

Eunsoo membuka pintu apartement setelah keluar dari kamar mandi. Ia baru saja habis mandi ketika ada yang menekan bel apartementnya. Ia terlihat sangat terkejut ketika menemukan Luke di depan apartementnya.

Namun keterkejutan itu hanya sesaat, Eunsoo langsung menarik pintunya dan ingin menutupnya kembali. Tetapi kaki Luke menahannya dengan cepat.

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Aku tidak ingin bicara denganmu.”

Eunsoo sudah mengetahui semuanya dari Kyuhyun. Tentang Yeon yang hamil dan Luke yang ingin menikahinya karena itu. Tetapi Eunsoo tetap merasa marah pada Luke. Ia merasa marah karena Luke tidak ingin jujur padanya.

Seandainya Luke mengatakan alasannya saat hendak menikahi Yeon, Eunsoo mungkin tidak akan semarah ini. Ia mungkin akan menerimanya walaupun hatinya tetap terluka.

“Aku minta maaf.” Kata Luke. Eunsoo mendengus.

“Hanya itu yang bisa kau lakukan, Luke Collins. Berbuat kesalahan lalu meminta maaf.” Sinis Eunsoo. Ia berusaha untuk menutup pintu apartementnya, tetapi tidak bisa.

Please, let me talk to you.” Pinta Luke.

“Aku sudah tahu semuanya, Luke. Jadi kau tidak perlu menjelaskan apapun. Sekarang kau bisa pergi.” Usir Eunsoo.

I love you, Kang Eunsoo.” Ucap Luke membuat tubuh Eunsoo menegang.

Eunsoo menatap Luke dengan mata yang berkaca-kaca. Kenapa harus sekarang? Kenapa Luke harus mengatakannya sekarang di saat Eunsoo ingin membencinya?

Give me a second chance.” Luke membuka pintu lebih lebar saat merasakan pegangan Eunsoo melonggar.

Luke berdiri di depan Eunsoo yang hanya memakai baju handuk dengan sebuah handuk yang menutupi rambutnya yang basah.

“Aku tahu bahwa aku seorang bajingan. Aku telah menyakiti hatimu dan mengabaikan perasaanmu. Aku brengsek dan tidak pantas mendapatkan maaf darimu.”

But, please, forgive me.” Bisik Luke. Ia mengulurkan tangannya untuk menyeka airmata Eunsoo.

Luke benar-benar mengutuku dirinya yang membuat perempuan itu menangis. Seharusnya ia tidak menyakiti perasaannya.

You hurt me, Luke.” Lirih Eunsoo.

I know.” Sahut Luke.

I hate you.

Luke menundukkan kepalanya dan menelan ludahnya dengan susah payah.

I know.” Bisik Luke.

But I love you.” Ucap Eunsoo. Luke mendongak dan menatapnya.

“Aku seorang bajingan dan tidak pantas mendapatkan cintamu. Tetapi aku tidak sanggup jika ada laki-laki lain yang mendapatkannya.” Ujar Luke.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Luke?” Eunsoo memukul pelan dada Luke.

“Kenapa kau membuatku mencintaimu seperti ini?” Eunsoo kembali memukulnya.

“Maaf. Aku tidak bisa menyembunyikan pesonaku.” Canda Luke. Eunsoo menatapnya dan tertawa di dalam tangisnya.

Luke ikut tertawa dan menarik Eunsoo ke dalam pelukannya. Memberikan kecupan pelan pada puncak kepala perempuan itu.

“Maafkan aku. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Aku tidak akan membuatmu menangis lagi. Selain tangisan bahagia.” Janji Luke. Ia mengeratkan pelukannya pada tubuh Eunsoo.

“Aku membencimu.” Bisik Eunsoo. Luke tersenyum.

“Tidak apa-apa. Benci juga sebuah perasaan. Lebih baik kau membenciku daripada kau tidak memiliki perasaan apa-apa padaku. Itu akan membuatku seperti orang asing.” Tukas Luke.

Eunsoo memundurkan kepalanya untuk menatap Luke. Tetapi tetap membiarkan dirinya berada di dalam pelukan laki-laki itu.

“Jadi, Yeon sudah melahirkan?” Tanya Eunsoo.

“Ya. Seorang laki-laki.” Jawab Luke. Mata Eunsoo tampak berbinar.

“Aku tidak ingin mengakuinya, tetapi dia tampan seperti Kyuhyun.” Ucap Luke membuat Eunsoo tersenyum.

“Jadi, seorang paman, huh?”

“Kau juga akan menjadi bibinya.” Kata Luke membuat kening Eunsoo berkerut.

“Jika aku menikahimu.” Bisik Luke membuat mata Eunsoo melebar.

Luke tersenyum dan menarik tengkuk Eunsoo untuk mencium bibirnya. Ia melumat bibir perempuan itu dengan begitu rakus. Luke mendorong Eunsoo untuk masuk lebih dalam ke apartement dan membiarkan pintu tertutup dibelakangnya.

Luke akan melampiaskan rasa rindunya pada perempuan itu di atas tempat tidurnya.

——

Kyuhyun merasa bingung karena ia selalu jatuh cinta pada Yeon dalam keadaan apapun. Ia jatuh cinta saat Yeon tertawa, saat Yeon menangis, bahkan saat Yeon melakukan balas dendam padanya.

Dan sekarang, Kyuhyun kembali jatuh cinta pada Yeon yang sedang berjalan ke arahnya, dalam sebuah balutan gaun pengantin. Perempuan itu cantik. Selalu terlihat cantik. Walaupun tubuhnya sedikit berisi karena hamil dan melahirkan, Yeon tetap terlihat cantik.

Dan Yeon adalah miliknya.

“Jaga anakku baik-baik.” Pesan Max yang mengantarkan Yeon pada Kyuhyun. Kyuhyun menerima tangan Yeon yang diulurkan padanya.

“Pasti, Max.” Ucap Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum pada Eunsoo sebelum akhirnya mereka menatap Pendeta yang akan memberkati pernikahan mereka. Keduanya merasa gugup dan tidak sabar di saat bersamaan.

Pendeta melakukan khotbah tentang pernikahan. Kemudian menanyakan adakah yang menentang pernikahan ini. Kyuhyun berharap tidak ada yang berdiri atau mungkin ia akan langsung membunuh orang itu.

“Saatnya pengucapan janji.” Kata Pendeta.

Kyuhyun dan Yeon berdiri saling berhadapan. Dengan kedua tangan yang saling terkait dan mata yang saling memandang.

“Aku menerimamu, Jung Yeon, sebagai istriku, dalam keadaan sehat maupun sakit, senang maupun sedih, dihadapan Tuhan dan semua orang yang ada disini, hingga maut memisahkan kita.”

“Aku menerimamu, Cho Kyuhyun, sebagai suamiku, dalam keadaan sehat maupun sakit, senang maupun sedih, dihadapan Tuhan dan semua orang yang ada disini, hingga maut memisahkan kita.”

Kemudian Pendeta itu menyatakan bahwa Kyuhyun dan Yeon sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka disambut tepukan tangan yang meriah dari semua tamu yang datang.

Keduanya saling memasangkan cincin pernikahan mereka. Cincin yang telah disiapkan Kyuhyun ketika mereka hendak menikah dahulu. Dan Kyuhyun masih menyimpannya tanpa berniat untuk membuangnya.

“Anda bisa mencium istri Anda.” Kata Pendeta pada Kyuhyun. Kyuhyun tentu telah menunggunya.

Kyuhyun menarik pinggang Yeon mendekat padanya. Meletakkan tangannya di rahang kecil Yeon, sebelum akhirnya menyatukan bibirnya dengan bibir Yeon. Kyuhyun hanya menempelkannya sebentar dan melepaskannya. Ia menatapnya Yeon dengan penuh cinta.

“Aku mencintaimu, Jung Yeon.” Ucap Kyuhyun. Yeon tersenyum dengan penuh rasa haru.

“Aku juga mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Balas Yeon.

Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka dan diiringi dengan lumatan-lumatan pelan. Mereka kembali mendapatkan tepukan tangan yang meriah. Semua yang hadir di sana tampak ikut merasakan cinta dan kebahagiaan yang dirasakan sepasang suami istri itu.

“Hyunjae juga ingin bergabung!” Teriak Jun dari kursi paling depan.

Kyuhyun melepaskan bibir Yeon dan menoleh. Kemudian ia mendekati Jun untuk membawa Hyunjae bersamanya. Ia yakin sebagian orang akan menggunjing mereka karena keduanya memiliki anak terlebih dahulu sebelum menikah. Tetapi Kyuhyun tidak peduli.

“Appa mencintaimu, Hyunjae.” Ujar Kyuhyun. Yeon memeluk pinggang Kyuhyun untuk mendekatkan dirinya pada kedua laki-laki itu.

“Eomma juga mencintaimu, Hyunjae.” Kata Yeon tidak mau kalah.

Keduanya tersenyum geli sebelum akhirnya mencium pipi tembam Hyunjae dengan penuh sayang. Mereka akan menjadi keluarga yang bahagia mulai hari ini. Dan mereka akan membuat semua orang iri dengan kebahagiaan yang akan mereka perlihatkan di wajah mereka.

——

–Fin–

HAI! Pada kagetkah karena FF nya udah selesai? Atau udah ada yang menebak? Aku minta maaf karena gak memberikan pemberitahuan kalau FF ini udah mau tamat. Aku sengaja ngerjainnya dengan ngebut karena aku mau berangkat ke luar kota hari ini. Dan aku belum tahu kapan pulangnya. Saat aku di luar kota, aku gak akan bisa ngepost FF. karena itu aku lanjutinnya dengan cepat, karena aku gak mau buat kalian menunggu selama berminggu-minggu. Maaf juga kalo misalkan alur Ffnya kecepetan. Aku sudah berusaha yang terbaik.

SELAMAT IDUL FITRI untuk yang merayakan. Aku mohon maaf jika ada salah-salah kata sama kalian para readers tercinta.

Aku akan kembali dengan FF baru dan tentunya cast Siwon-Yongri. Aku harap kalian mau bersabar menunggu, ya^^

Happy reading~

BYE~

Advertisements

81 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 17 END

  1. Smpet kaget sih ad kt end…. Ga krasa udh end lg
    Dan endingnya sweet sma bhgia.
    Jd kangen siwon-yongri, d tunggu g karya slanjutny😊

  2. Huaaaa… Akhirnya setelah konflik yg berkepanjagan happy ending jugaaa.. Yeaayyyy. Good job dan terimakasih buat author-nim yg udh kerja keras selesain karya nya. Ditunggu karya selanjutnya!! ❤❤❤❤

  3. akhrnya happy ending yeeeiiyyyy…
    crtnya kereennnnn..feelnya dpt bgt…sukses bikin nangis..

    btw suka sm sosok luke dr awal smp akhr 😁😁 😍😍

    ga sabar wait ff siwon sm yongri

  4. yah g nyangka udah ending ceritanya. semua berakhir dengan happy ending dendam dan sakit hati tak bisa merubah dalamnya cinta Kyuhyun pada Yeon. begitu pula Luke yang kembali bersama Eunsoo. mereka berbahagia sesuai dengan porsinya masing-masing. selamat lebaran juga buat choineke mohon maaf lahir dan batin

  5. Akhir na happy ending
    Trima kasih untuk author krna tlah bersedia menyelesaikan fanfic ini dgn begitu apik walaupun masih ad typo na😄😄😄 tp aq tetep puas bgt ma fanfic ini karena berakhir bahagiiiaaa
    Love u author

  6. Mohon maaf lahir dan batin jg yak, kalo” ada kata” yg kurang berkenan, pas aku komen. Gak nyangka banget bakalan end secepet ini, tp tetep bangus kok ceritanya. Hehehe akhirnya setelah ini siwon sm yongri bakalan comeback. Ok jgn lupa pulang dari luar kota ditunggu oleh” cerita barunya,hehe. Sampe ketemu lagi :).

  7. waaahhhh….happy ending selamat kyuhyun 😃 maaf ya selama ini selalu marahin kamu hhhe

    selamat idul fitri jga kak, minal aidzin ya kak… di tunggu ff selanjut nya terus berkarya ya….

  8. Yeeeyyyy happy ending juga nih ff. Terima Kasih untuk author yg sudah membuat dan menyelesaikan ff dengan super cepat jadinya gak perlu lama2 deh nunggu kelanjutannya. Kalo ditambahin sekuel ttg kehidupan pernikahan kyuhyun dan yeon makin siipp lah. Ato gantian fokus ke luke dan eunsoo boleh juga. Hehehe banyak banget permintaannya. Tapi apapun karya selanjutnya tetep dukung aja. Selamat liburan dan merayakan hari raya idul fitri…

  9. Ahhhh akhirnya mereka bsa bareng2 lagiii… huhuhu
    Terharu akunya…

    Kalo boleh bikin ff yg castnya kyu lagi ya authornim.. hihihi
    Fighting…!!!

  10. Hahh sedih, senang, terharu semuanya campur aduk dah huuuu
    Akhirnya mereka nikah juga bersyukur dgn ketidaksengajaan mereka bertemu itu jadi kyu tau klo yeon hamil dan untungnya yeon langsung jujur sama kyu entah itu berkat anak mereka yg nyatuin mereka lgi, klo yeon ga hamil mungkin mereka ga bakal nikah deh sampe skrng

    Well eonnie thank you buat ff nya yg luar biasa keren ini^^ ditggu kyu&yeon di ff selanjutnyaa^^

  11. akhirnya kyuhyun tahu 🙂
    syukur kalo luke sama yeon gak nikah hehe
    udah mikir yg aneh” haha
    senengnya bahagianya mereka bersama hehe
    mana persalinan ditemenin kyuhyun hehe

    ditungu ff selanjutnya hehe

  12. Yah end kok kaya gak iklas sama endnyaa
    Akhirnya mereka bahagia apa lagi ada hyunjae💚❤️💙💜
    Ditunggu ff selanjutnya

  13. Yeeyy, happy end. Baper waktu kyu ketembak.
    Gx bs ngebayangin kalo itu bukan ff tp krnyataan. Betapa tabahnya yeon dalam menghadapi masalahnya. Perjuangannya itu sangat memotovasi. Semangat yaah kak choi😊..
    Aku manggil kak choi boleh?

  14. Dari awal ngikutin cerita nya ada rasa haru, seneng, kesel, gemes dan banyak lagi ekspresi yg keluar saat baca nih ff, gregetan liat sikap jung yeon sama kyuhyun yg hubungan mereka tarik ulur apalagi ada penghalang yaitu balas dendam dan ayah kyuhyun menjadi kan cerita ini lengkap sudah konflik ny
    Tpi di part trakhir agak kecewa sih, alurnya sedikit kecepatan ngebut nih ya??
    Fighting….
    nunggu cerita siwon terbaru

  15. Kayaknya cuma saya doang yang malah belok ngeship yeon-luke😩 Asli Luke perfecthuman bgt, bagi satu buat gw😭😭 keep write ya author-nim♡ kalo bisa tiap ff nya boleh lah luke diselipin. Sumpah addict bgt sama dia *terkapar*

  16. So sweet ending, finally Kyu oppa bs memperjuangkan cintanya lg pd Yeon di kesempatan yg kedua dan skrg mrk menikah, luke pun kembali bersama eunsoo krn mrk berdua saling mencintai

  17. Yeeeaaahhh happy ending yeay..
    Perjalanan mereka akhirnya bahagia juga yaa, walopun diawal sempet ogah ogahan juga yeon nya, tapi untung ga lama lama, dan iya sih ya, rasanya part yang ini agak lebih singkat apa yah dibanding yang sebelum sebelumnya.. emmmm perasaan aku aja sih ini,tapi keseluruhan aku puas dengan cerita nya ini, dan selamat udah nuntasin karyanya sampe end yaaaa..
    Semoga kamu terus berkarya dengan karya karya keren lainnya..
    Fighting ^^

  18. akhir.a happy ending semua yeon sama kyuhyun, luke sama eunsoo
    so sweet banget…
    sayang sdah selesai cerita.a

    di tunggu ff baru.a yah kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s