Love, Hurt, and Revenge – Part 16

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

 Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

—–

Author POV

Yeon memeluk tubuh Kyuhyun yang terkulai lemas di dalam pelukannya. Tangannya menyentuh sesuatu yang basah pada punggung kiri Kyuhyun. Saat ia mengangkat tangannya, ia melihat tangannya penuh dengan darah.

“Tidak..” Gumam Yeon.

Yeon jatuh terduduk saat merasa tidak kuat menahan tubuh Kyuhyun. Punggung laki-laki itu semakin banyak mengeluarkan darah.

“Tidak.. Tidak.. Kyuhyun-ssi..” Ucap Yeon dengan panik.

Yeon menatap wajah Kyuhyun yang tampak pucat karena terlalu banyak darah yang keluar dari punggungnya yang tertembak.

“Kyuhyun-ah!!”

Yeon mengalihkan pandangannya saat melihat Younghwan yang tampak panik. Namun pria itu tidak dapat melakukan apapun karena polisi langsung memeganginya dengan kuat.

“B–buka matamu, Kyuhyun-ssi..” Pinta Yeon.

Yeon tidak tahu lagi sebanyak apa ia mampu mengeluarkan airmata. Dan sekarang ia ketakutan setengah mati melihat Kyuhyun sekarat seperti ini.

Kyuhyun membuka matanya dengan susah payah dan mengerang kesakitan. Ia menatap Yeon yang sedang menangis. Kyuhyun mencoba untuk mengulurkan tangannya dan menyeka airmata Yeon, namun tangannya terlalu lemah.

“Bertahanlah, Kyuhyun. Aku mohon.” Isak Yeon.

“Y–Yeon..”

“Kau bilang kita akan keluar dari sini dengan selamat! K–kau harus menepati janjimu, Kyuhyun!!” Isakan Yeon semakin kencang.

Yeon dapat merasakan darah Kyuhyun membasahi pahanya. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Yeon panik saat melihat Kyuhyun menutup matanya.

“Tidak, Kyuhyun-ssi.. Jangan tutup matamu..” Pinta Yeon.

“Tidak.. Tidak.. Aku mohon..”

Baby!

Yeon mengalihkan pandangannya saat melihat Luke berdiri di ambang pintu. Laki-laki itu segera berlari untuk menghampirinya.

“Luke..” Tangis Yeon semakin pecah.

Luke berlutut di samping Yeon dan menatap pakaian Yeon yang berantakan. Ia segera membuka jaket yang dipakainya dan memakaikannya pada Yeon.

“Luke, tolong aku. Tolong panggilkan ambulance!” Ucap Yeon dengan panik.

“A–apa yang terjadi padanya?” Tanya Luke.

“Dia tertembak, Luke. Dia menyelamatkanku.” Jawab Yeon masih dengan menangis.

“Sial!” Umpat Luke dan segera keluar untuk mencari bantuan.

Yeon memeluk tubuh Kyuhyun dan menangis dengan histeris. Seharusnya ia yang tertembak. Seharusnya ia yang merasakan kesakitan itu. Seharusnya Kyuhyun tidak menyelamatkannya.

“Aku mohon bertahanlah, Kyuhyun. Aku mencintaimu.”

Yeon menggenggam tangan Kyuhyun, tetapi Kyuhyun tidak membalas genggamannya. Membuat Yeon merasa sangat takut.

“Genggam tanganku, Kyuhyun.” Ucap Yeon.

Mata Yeon melebar saat merasakan Kyuhyun menggenggam tangannya. Tetapi mata laki-laki itu masih tertutup. Setidaknya Yeon bisa sedikit bernafas lega. Ia tahu Kyuhyun masih mendengarnya.

Beberapa saat kemudian Luke kembali bersama beberapa petugas medis. Mereka segera membawa Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobil ambulance. Kyuhyun tidak melepaskan tangan Yeon hingga membuat Yeon ikut masuk ke dalam ambulance tersebut bersama Luke.

Para petugas medis langsung memberikan pertolongan pertama pada Kyuhyun. Yeon menatap semua itu dengan ngeri.

Luke merangkul Yeon dengan erat. Yeon memeluk Luke dan menangis dengan kencang. Ia benar-benar merasa ketakutan. Ia tidak sanggup melewati semua ini sendirian.

“Tenanglah.” Bisik Luke.

“Aku takut, Luke..”

“Kau aman, baby. Kyuhyun akan baik-baik saja.” Ucap Luke.

“Seharusnya aku yang tertembak, Luke. Seharusnya aku yang terluka.” Sesal Yeon.

“Ssstt.. Tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja.” Luke berusaha menenangkan Yeon.

Yeon melepaskan diri dari pelukan Luke. Kedua tangannya menggenggam tangan Kyuhyun. Ia mendekatkan tangan Kyuhyun pada bibirnya dan memberikan kecupan pada punggung tangannya.

“Aku mohon bertahanlah untukku.”

——

Luke terus berada di samping Yeon selama menunggu di rumah sakit. Ia mencoba menyingkirkan setiap polisi yang ingin meminta keterangan dari perempuan itu. Keadaan Yeon tidak baik-baik saja. Seharusnya para polisi itu dapat melihatnya.

Mereka sedang menunggu Kyuhyun di depan ruang operasi. Di sana ada Yeon, Luke, Jun, dan Hanna. Juga Luke sedang menunggu kedatangan Eunsoo ke sini.

Selama ini Luke tidak pernah merasa bersyukur Kyuhyun dan Yeon saling mengenal. Tetapi hari ini Luke benar-benar merasa bersyukur. Ia sangat berterima kasih pada Kyuhyun karena laki-laki itu menyelamatkan Yeon.

Tidak seharusnya Luke merasa bersyukur seperti itu. Karena Kyuhyun saat ini sedang meregang nyawa di dalam sana. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada Kyuhyun.

Kyuhyun kehilangan banyak darah. Tetapi para perawat sudah membawakan beberapa kantung darah untuk menggantikan darah yang hilang. Saat ini mereka hanya bisa berdoa jika Kyuhyun baik-baik saja.

Baby, lukamu juga harus diobati.” Ucap Luke saat melihat beberapa luka kecil di wajah Yeon.

Yeon hanya menggelengkan kepalanya. Ini hanyalah luka kecil. Tidak sebanding dengan rasa sakit Kyuhyun saat tertembak tadi. Yeon tidak bisa memikirkan dirinya sendiri.

“Luke benar, noona. Lukamu harus diobati agar tidak berbekas.” Timpal Jun.

“Aku tidak mau!” Tolak Yeon merasa kesal.

Yeon tahu bahwa seharusnya ia tidak bersikap seperti itu. Luke dan Jun mengkhawatirkan keadaannya. Tetapi Yeon berharap mereka mengerti jika Yeon sedang mengkhawatirkan Kyuhyun saat ini.

Yeon menatap Hanna yang sedang menangis dan duduk seorang diri di seberang mereka. Ia ingin menghampiri wanita itu dan memeluknya. Tetapi Yeon terlalu takut. Hanna pasti sangat membencinya.

Jangankan Hanna, Yeon pun membenci dirinya sendiri. Jika saja Yeon tidak melibatkan Kyuhyun dari awal, Kyuhyun tidak akan terluka seperti ini. Kyuhyun pasti akan baik-baik saja dan hidup bahagia.

“Kyuhyun hyung akan baik-baik saja, noona.” Bisik Jun menenangkan.

Yeon menatap Jun dan menganggukkan kepalanya. Kyuhyun harus baik-baik saja. Atau Yeon tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.

“Keluarga pasien Cho Kyuhyun.”

Semua yang ada di sana tampak terkejut dan segera berdiri. Menghampiri dokter yang baru saja mengoperasi Kyuhyun. Yeon sedikit menyingkir dan membiarkan Hanna yang berdiri di depan.

“Bagaimana keadaan anak saya, dok?” Tanya Hanna.

“Kami berhasil mengeluarkan pelurunya dengan tidak merusak organ vital yang lainnya. Beruntung karena peluru itu tidak mengenai jantung pasien. Tetapi walaupun begitu, kondisi pasien saat ini masih dalam keadaan kritis. Apabila ia bisa melewati masa kritisnya selama empat puluh delapan jam, maka pasien akan baik-baik saja.” Jelas dokter itu.

Mereka yang ada di sana merasakan perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa lega namun juga masih ada rasa khawatir di sana. Mungkin mereka bisa benar-benar tenang setelah kondisi Kyuhyun menjadi stabil.

“Kami akan memindahkan pasien ke kamar rawat. Pasien boleh di jenguk tetapi usahakan untuk tidak membuat kebisingan yang bisa mengganggu ketenangan pasien.” Pesan dokter.

“Terima kasih banyak, dok.” Ucap Hanna sembari menyeka airmatanya.

“Sama-sama, nyonya.” Balas dokter itu dan segera meninggalkan mereka.

“Luke!” Panggil Eunsoo yang baru saja datang.

Luke menyambut Eunsoo dengan sebuah pelukan ringan.

“Imo.” Eunsoo memeluk Hanna dengan erat.

“Bagaimana keadaan Kyuhyun oppa?” Tanya Eunsoo.

“Belum stabil. Masih harus melewati masa kritisnya.” Jawab Luke. Eunsoo merasa sedih mendengar jawaban Luke.

“Kyuhyun hyung pasti bisa melewatinya, noona.” Kata Jun sembari melingkarkan lengannya di bahu Yeon.

“Kyuhyun akan baik-baik saja jika dia tidak mengenalmu.” Ucap Hanna tiba-tiba.

Yeon dan yang lainnya menatap Hanna dengan terkejut. Namun Hanna lebih memilih untuk menatap Yeon. Yeon dapat melihat ada tatapan marah, sedih, dan kecewa di mata Hanna. Dan Yeon merasa sedih melihatnya.

“Kenapa kau harus memanfaatkan anakku?” Tanya Hanna dengan airmata mengalir di wajahnya.

“Imo..” Eunsoo mencoba menenangkan Hanna. Tetapi Hanna tidak memperdulikannya.

“Aku tahu bahwa suamiku orang yang jahat. Aku juga tidak membenarkan apa yang telah dilakukannya pada orangtuamu dan padamu. Tetapi kenapa harus anakku yang menanggung semuanya? Kenapa anakku yang jadi korban?”

“Nyonya–“

Yeon menahan Luke yang hendak membalas ucapan Hanna. Ia tidak bisa membiarkan Luke memarahi wanita itu. Semua yang Hanna ucapkan memang benar. Dan tidak seharusnya Luke membela Yeon.

“Anakku sangat mencintaimu. Ia bahkan rela meninggalkan rumah demi dirimu. Anakku tidak pernah melawan orangtuanya selama ini. Tetapi karena kau, anakku berubah. Tetapi apa yang didapatkannya? Apa yang telah kau lakukan padanya?!”

“Maafkan aku.” Bisik Yeon dengan penuh sesal.

“Maaf? Apakah maafmu bisa membuat anakku bangun? Apakah maafmu bisa membuat anakku seperti dulu?” Jerit Hanna.

“Imo, tenanglah.” Ucap Eunsoo dengan sedih.

“Bagaimana aku bisa tenang, Eunsoo-ya? Kau tidak tahu bagaimana perasaanku! Kau tidak tahu perasaan seorang ibu yang anaknya dimanfaatkan hanya karena balas dendam!” Balas Hanna.

Yeon menahan dirinya untuk tidak terisak. Ia tidak boleh menangis. Ia tidak boleh merasa sedih karena apa yang diucapkan Hanna. Hanna pantas memarahinya. Tetapi Yeon tidak bisa menahan airmata yang terus mengalir di wajahnya.

“A–aku menyesal, ahjumma.” Lirih Yeon.

“Penyesalanmu tidak ada gunanya! Kau sudah membuat anakku berjuang untuk hidup di dalam sana! Lebih baik sekarang kau pergi!” Usir Hanna.

Yeon menatap Hanna dengan terkejut. Ia tidak ingin pergi. Ia ingin mendampingi Kyuhyun hingga laki-laki itu melewati masa kritisnya.

“Ahjumma, izinkan aku menemani Kyuhyun.” Pinta Yeon sembari mendekati wanita itu. Tetapi Hanna membuang wajahnya dari Yeon.

“Aku tidak akan pernah mengizinkan kau berada di dekat anakku lagi. Kau pembawa sial!” Ucap Hanna.

“Jaga ucapanmu, nyonya!” Tukas Luke terlihat marah.

“Luke..” Yeon menatap Luke dan menggelengkan kepalanya. Kemudian ia kembali menatap Hanna.

Perlahan-lahan Yeon menekuk kakinya dan berlutut dihadapan Hanna.

“Noona!”

Baby!

Mata Jun dan Luke melebar melihat apa yang dilakukan Yeon. Eunsoo juga tidak bisa menutupi keterkejutannya.

“Noona, berdirilah.” Jun berusaha membuat Yeon berdiri. Tetapi Yeon mendorongnya menjauh.

“Aku mohon biarkan aku berada di samping Kyuhyun, ahjumma.” Yeon menangkup kedua tangannya di depan dada.

“Biarkan aku memastikan dengan mata kepalaku sendiri jika Kyuhyun sudah melewati masa kritisnya.” Ujar Yeon.

“Bahkan jika kau berlutut di sini hingga besok, aku tidak akan pernah mengizinkanmu.” Hardik Hanna dan kemudian langsung meninggalkannya.

Yeon menatap kepergian Hanna dengan terisak. Ia tidak mau meninggalkan Kyuhyun. Ia ingin berada di sisi Kyuhyun. Tetapi bagaimana Yeon bisa melakukannya jika Hanna tidak memberikannya izin?

“Yeon-ssi, bangunlah.” Kata Eunsoo dengan sedih.

Baby, bangun!” Paksa Luke sembari membantu Yeon berdiri.

“Luke, bawalah Yeon pulang. Aku akan menemani bibiku disini.”

“Tidak. Aku tidak mau pulang. Aku ingin menemani Kyuhyun.” Tolak Yeon.

“Yeon-ssi, aku akan terus memberikan kabar tentang perkembangan kondisi Kyuhyun oppa. Kau juga harus beristirahat.” Ucap Eunsoo.

“Eunsoo benar, baby. Kau juga harus memikirkan dirimu sendiri.” Tambah Luke.

“Tapi, Kyuhyun–“

“Kyuhyun oppa akan bertahan untuk dirimu, Yeon-ssi. Semuanya akan baik-baik saja.”

“Ayo, kita pulang, noona. Kau juga butuh istirahat.” Ajak Jun.

Yeon terlihat ingin kembali menolak. Tetapi jika ia tetap di sana pun, ia tidak akan bisa bertemu dengan Kyuhyun. Dan hal itu lebih menyakitkan untuk Yeon.

Akhirnya Yeon memutuskan untuk pulang ke rumah.

“Tolong kabari aku secepatnya tentang perkembangan Kyuhyun, Eunsoo-ssi.” Pinta Yeon.

“Tentu.” Balas Eunsoo sembari tersenyum.

Luke dan Eunsoo saling bertukar pandang sebelum akhirnya ia pulang bersama Yeon dan Jun.

——

Yeon menatap wajahnya yang tampak pucat dari kaca di kamar mandi. Ia baru saja selesai membersihkan dirinya. Yeon melihat wajahnya yang terdapat luka akibat tamparan Younghwan.

Mengingat tentang Younghwan, Yeon tidak tahu apakah pria itu sudah mendekam di penjara. Ataukah pria itu mencari cara untuk membebaskan dirinya. Hanya saja menurut Yeon setelah ini Younghwan akan kesulitan untuk membersihkan namanya.

Karena polisi jelas-jelas melihat perbuatannya saat ia menembak Kyuhyun. Walaupun sebenarnya tembakan itu tidak benar-benar diarahkan pada Kyuhyun. Younghwan berniat untuk membunuhnya.

Yeon menghela nafas dan memegang perutnya yang terasa bergejolak. Ia merasa sangat mual. Ia juga sudah mencoba untuk memuntahkan isi perutnya. Tetapi tidak ada yang keluar.

Yeon mengusap perutnya dengan perlahan. Ia merasakan sesuatu berada di dalam perutnya. Yeon menatap perutnya dengan pandangan tidak percaya.

Tidak mungkin, kan?

Yeon segera keluar dari kamar mandi. Ia mengambil kalender yang terletak di atas meja.

“Ada apa, baby?” Tanya Luke bingung.

Yeon menggigit bibir bawahnya. Ia tidak sadar jika tamu bulanannya sudah terlambat selama beberapa minggu ini. Apakah yang dipikirkannya benar-benar terjadi?

Baby?” Panggil Luke sembari berdiri dan mendekati Yeon.

Yeon mendongak dan menatap Luke dengan panik.

“Kenapa? Ada apa? Kenapa wajahmu pucat dan tampak panik?” Tanya Luke yang ikut menjadi panik.

“Luke..”

“Ya?”

“Bisakah kau menolongku?”

“Tentu saja, baby! Kau ingin aku melakukan apa?”

“Tolong belikan alat tes kehamilan di apotik.” Pinta Yeon.

Luke menatap Yeon dengan matanya yang berkedip beberapa kali. Ia masih tidak bisa mencerna apa maksud permintaan Yeon. Alat tes kehamilan? Untuk apa? Siapa yang hamil?

Mata Luke tiba-tiba membesar.

“Sial, baby, jangan katakan jika–” Luke tidak bisa menyelesaikan ucapannya.

“Aku harus memastikannya, Luke.” Bisik Yeon.

Baby..” Luke menatap Yeon dengan pandangan memohon. Ia berharap perempuan itu bercanda dengannya.

“Luke, please..

Luke mengusap wajahnya dengan kasar dan segera meninggalkan rumah Yeon.

Yeon kembali menatap kalender untuk memastikan jika ia tidak keliru. Tetapi, semuanya bisa saja terjadi. Selama ini ia bercinta dengan Kyuhyun tanpa pengaman. Apapun bisa terjadi pada perempuan yang berhubungan intim dengan laki-laki tanpa pengaman.

Yeon meletakkan kalender dengan tangan bergetar. Ia menoleh saat mendengar pintu kamar Jun terbuka.

“Kau baik-baik saja, noona?” Tanya Jun dengan kening berkerut. Yeon berusaha tersenyum.

“Ya. Aku baik-baik saja.” Jawab Yeon.

“Kau tidak bekerja?” Tanya Yeon kemudian.

“Aku akan menjagamu selama beberapa hari ini.” Jawab Jun.

“Aku tidak apa-apa, Jun.”

“Tidak, noona. Bagaimana jika ada yang menculikmu lagi?” Ucap Jun dengan ngeri.

“Ada Luke yang akan menjagaku, Jun. Lagipula kau harus mencari uang. Kau tahu jika aku sudah tidak bekerja, kan?”

Yeon tidak ingin Jun ada disini saat ia melakukan tes kehamilan. Ia tidak bermaksud untuk menyembunyikannya. Yeon hanya tidak ingin membuat Jun khawatir. Karena itu Yeon ingin memastikannya terlebih dahulu.

“Ah, kau benar juga, noona.” Gumam Jun.

“Pergilah, Jun. Aku baik-baik saja.” Kata Yeon meyakinkan.

Jun terlihat ragu. Namun ia tidak memiliki pilihan.

“Dimana ponselmu?” Tanya Jun.

“Mereka mengambil ponselku. Dan aku tidak tahu dimana mereka menyimpannya.” Jawab Yeon.

“Bagaimana jika aku ingin menghubungimu? Atau bagaimana jika kau ingin menghubungiku saat sesuatu terjadi?” Ucap Jun dengan panik.

“Aku bersama Luke, Jun.”

“Dimana Luke sekarang?”

“Dia sedang membeli sesuatu dan akan segera kembali. Pergilah.” Ucap Yeon.

“Kalau begitu aku pergi, noona. Berhati-hatilah di rumah.” Pesan Jun. Yeon mengangguk.

“Hati-hati di jalan, Jun.”

Jun mengangguk dan segera meninggalkan rumah.

Yeon menghela nafas dan berjalan mondar-mandir untuk menunggu Luke. Sesekali kepalanya menatap pintu rumah. Berharap pintu itu segera diketuk oleh Luke.

Lelah berdiri Yeon akhirnya memilih untuk duduk. Dalam duduknya ia terlihat sangat gelisah. Sekarang kekhawatiran Yeon bertambah. Selain mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun, ia juga mengkhawatirkan keadaannya.

Yeon menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Hubungannya dengan Kyuhyun tidak seharusnya sedalam ini. Tidak seharusnya mereka bercinta. Yeon seharusnya bisa menahan diri. Ia seharusnya bisa mencegah Kyuhyun saat laki-laki itu ingin menidurinya.

Tetapi Yeon tidak bisa menyesali semua yang telah terjadi. Ia melakukannya karena mencintai Kyuhyun.

Yeon tersentak saat mendengar pintu rumahnya di ketuk. Ia segera membukanya dan membiarkan Luke masuk. Yeon menerima alat tes kehamilan dari Luke dan langsung menuju ke kamar mandi.

Yeon menghela nafas sebelum akhirnya menggunakan alat itu. Ia melakukan semua yang diketahuinya. Kemudian ia duduk di atas kloset yang tertutup untuk menunggu alat tes kehamilan itu menunjukkan hasil.

Beberapa kali terdengar helaan nafas dari Yeon. Terlalu banyak masalah yang harus dihadapinya akhir-akhir ini. Dan saat ini kemungkinan besar Yeon akan menambah masalah lagi.

Setelah sepuluh menit menunggu, Yeon mengambil alat tes kehamilan yang ia taruh di atas bak mandi. Ia kembali menghela nafas sebelum akhirnya melihat hasilnya.

Yeon terus menatap hasil yang diberikan oleh tes kehamilan tersebut. Matanya berkedip beberapa kali dan berharap bahwa matanya salah melihat. Namun sayangnya tidak ada yang berubah dan tidak ada yang salah dengan penglihatan Yeon.

Ia hamil.

——

Tubuh Luke menegang saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Ia dapat melihat Yeon yang nampak terkejut melihatnya di depan kamar mandi. Ia merasa gelisah, karena itulah ia menunggu di sana.

Luke menatap Yeon. Dan ia melihat mata perempuan itu tampak berkaca-kaca saat membalas tatapannya.

“Negatif, kan?” Ucap Luke penuh harap. Yeon menundukkan kepalanya.

Baby, answer me!” Luke memegang bahu Yeon.

“Aku hamil.” Bisik Yeon membuat tangan Luke terkulai lemas.

Luke melangkah mundur seolah benar-benar tidak percaya dengan apa yang Yeon katakan. Tidak mungkin. Tuhan tidak mungkin terus memberikan cobaan pada Yeon, kan?

“Katakan jika kau berbohong, baby.” Pinta Luke.

“Aku berharap jika aku berbohong, Luke.” Balas Yeon.

Luke mengusap kepalanya dan menendang meja yang berada di dekatnya. Ia terlihat benar-benar marah.

SHIT!” Makinya.

Yeon tidak bisa menahan airmata yang mengalir diwajahnya. Ia juga merasa marah pada dirinya sendiri. Tetapi Yeon tidak bisa menyalahkan bayinya yang tidak berdosa.

Baby, bagaimana bisa kau?” Lirih Luke.

“Maafkan aku.” Sesal Yeon.

“Kenapa kau minta maaf padaku?! Sial!” Umpat Luke.

Luke mendekati Yeon dan menggenggam pergelangan tangannya. Membuat Yeon mendongak dan menatap matanya.

“Kita harus katakan ini pada ibu Kyuhyun.” Ucap Luke sembari menarik Yeon. Namun Yeon menahannya.

“Tidak, Luke.”

“Apa maksudmu dengan tidak?” Mata Luke melebar tajam.

“Aku tidak bisa mengatakannya pada ibu Kyuhyun.”

“Itu anak Kyuhyun, baby!”

Luke tidak pernah marah pada Yeon. Dan sepertinya ini akan menjadi kemarahannya yang pertama pada perempuan itu.

“Sial, dia harus bertanggung jawab! Dan ibunya harus menerimamu, karena anaknya telah menghamilimu!” Hardik Luke.

“Ibu Kyuhyun membenciku, Luke. Aku tidak ingin menjadikan anak ini sebagai alasan agar bisa bersama Kyuhyun. Aku tidak mau anakku yang disalahkan nantinya!” Tukas Yeon.

Luke kembali mengusap kepalanya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?! Kau akan membesarkan anak itu seorang diri?!” Tuntut Luke.

Yeon terisak pelan. Bagaimana bisa ia membesarkan anak itu seorang diri? Ia tidak bekerja dan tidak memiliki uang. Bagaimana ia bisa membeli susu dan membayar proses persalinan nantinya?

“Kau tahu bahwa kau tidak bisa melakukannya!” Ucap Luke.

“Lalu apa yang harus aku lakukan, Luke?! Tidak ada keluarga Kyuhyun yang akan menerimaku! Mereka semua membenciku karena membuat masalah untuk Kyuhyun. Lagipula hubunganku dan Kyuhyun sudah berakhir! Aku tidak bisa menuntutnya untuk bertanggung jawab!” Ujar Yeon dengan kesal.

“Lalu kenapa kau harus bercinta dengannya?!” Bentak Luke membuat Yeon terlonjak.

Luke mengumpat pelan karena merasa bersalah telah menakuti perempuan itu. Ia memilih menjauh dan memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini. Namun nyatanya isakan Yeon membuatnya tidak bisa berpikir dengan baik.

Luke menoleh dan menatap Yeon yang masih menangis di depan kamar mandi. Perempuan itu begitu kecil dan rapuh. Luke tidak tahu jika sahabatnya itu bisa terlihat begitu menyedihkan seperti ini.

Luke melangkahkan kakinya mendekati Yeon dan menarik perempuan itu ke dalam pelukannya.

“Maafkan aku, Luke.” Sesal Yeon.

“Tidak, baby. Maafkan aku karena telah membentakmu.” Ucap Luke. Ia merasakan Yeon menggeleng di dalam pelukannya.

“Aku memiliki satu cara untuk menyelesaikan masalah ini.” Kata Luke membuat Yeon melepaskan pelukannya untuk menatap wajahnya.

Luke tidak tahu apakah ini cara terbaik. Tetapi ia hanya bisa memikirkan cara ini.

“Aku akan menikahimu.” Ucap Luke membuat mata Yeon melebar.

——

Kyuhyun membuka matanya dan meringis pelan saat merasakan punggungnya terasa sakit. Ia berusaha untuk mengangkat punggungnya agar tidak menempel di kasur, tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya.

“Kyuhyun-ah, kau sudah sadar?”

Kyuhyun menoleh dan menemukan Hanna yang menatapnya dengan khawatir. Ia mencoba memaksakan senyumnya.

“Sebentar, aku akan panggilkan dokter.” Ucap Hanna sembari meninggalkan kamar rawat Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba menahan rasa sakit di punggungnya. Beberapa kali dahinya mengernyit karena rasa sakit itu. Ia baru tahu jika luka tembak akan terasa sesakit ini.

Beberapa saat kemudian Hanna kembali bersama seorang dokter dan perawat. Dokter itu menghampiri Kyuhyun dan memeriksan keadaan laki-laki itu.

“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Hanna.

“Putra Anda sudah melewati masa kritisnya, nyonya.” Jawab dokter itu. Hanna terlihat benar-benar lega.

“Sekarang ia hanya perlu melewati proses pemulihan. Apabila luka tembaknya sudah mengering, maka putra Anda bisa pulang.” Jelas dokter.

“Oh, terima kasih, Tuhan.” Ucap Hanna.

“Terima kasih banyak, dok.”

“Sama-sama, nyonya. Senang bisa membantu.”

Kemudian dokter dan perawat itu meninggalkan kamar rawat Kyuhyun.

“Istirahatlah, nak. Supaya kau bisa segera pulang.” Kata Hanna sembari membenarkan selimut Kyuhyun.

“Apa kau seorang diri disini, eommoni?” Tanya Kyuhyun.

“Aku bersama Eunsoo. Dia sedang membeli makanan.” Jawab Hanna.

“Dimana Jung Yeon?” Tanya Kyuhyun lagi.

Hanna menghentikan gerakannya dan menatap Kyuhyun. Kemudian ia mengalihkan pandangannya dan mengisi gelas Kyuhyun dengan air putih.

“Eommoni, kenapa kau tidak menjawabku? Dimana Jung Yeon? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun lagi.

Hanna meletakkan gelas di atas meja dengan sedikit keras.

“Kenapa kau harus mengkhawatirkan orang lain? Khawatirkan dirimu sendiri. Kau hampir saja mati, Kyuhyun!” Omel Hanna.

“Eommoni..” Desak Kyuhyun. Hanna menghela nafas panjang.

“Dia baik-baik saja berkat dirimu!” Jawab Hanna. Kyuhyun terlihat lega.

“Dan jika kau tanya dimana dia, maka aku tidak tahu. Aku mengusirnya dari sini.” Kata Hanna membuat mata Kyuhyun melebar.

Kyuhyun terlihat ingin bangkit, namun ia mengurungkan niatnya saat rasa nyeri kembali menyerangnya.

“Apa maksudmu dengan mengusirnya?” Tanya Kyuhyun meminta penjelasan.

“Dia membuatmu hampir saja mati, Kyuhyun!”

Kyuhyun menggeram.

“Abeoji yang membuatku seperti ini.” Ralat Kyuhyun.

“Aku tahu. Seandainya saja kau tidak ikut campur urusan ayahmu dan perempuan itu, kau tidak akan seperti ini.”

“Eommoni!” Suara Kyuhyun terdengar kesal.

Kyuhyun kembali meringis dan membuat Hanna khawatir. Ia menepis pelan tangan Hanna yang hendak menyentuhnya. Kyuhyun memegang bahunya berharap rasa sakitnya berkurang.

“Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Kau tidak tahu apa yang dialami oleh Yeon karena abeoji!”

“Aku tahu. Ayahmu membunuh orangtuanya.” Sahut Hanna.

“Bukan hanya itu, eommoni.” Geram Kyuhyun. Hanna terdiam sembari menatap Kyuhyun.

“Dia kehilangan kehormatannya sebagai seorang perempuan saat usianya empat belas tahun.” Ucap Kyuhyun membuat mata Hanna melebar.

“Dan dia hampir kehilangan kehormatannya untuk kedua kalinya karena abeoji menculiknya!” Tukas Kyuhyun.

“A–apa maksud–“

“Bahkan jika aku harus mati untuk menyelamatkannya, itu semua tidak sebanding dengan penderitaannya selama ini, eommoni. Pria yang kau nikahi itu benar-benar seorang iblis.”

“Kyuhyun-ah.. Dia ayahmu.” Kata Hanna dengan sedih.

“Seorang ayah tidak akan pernah melakukan hal keji seperti itu, eommoni. Dia bahkan tetap bergeming saat aku berlutut dan memohon agar dia tidak membunuh Yeon.”

Hanna menundukkan kepalanya dan terlihat tidak bisa membalas ucapan Kyuhyun. Semua yang dikatakan Kyuhyun memang benar.

“Dan bagaimana bisa kau mengusirnya?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. Ibunya yang selalu bersikap lembut berbuat sesuatu yang tidak pernah Kyuhyun pikirkan.

“Tanpa kau mengusirnya, dia pun mungkin ingin menjauh dariku, eommoni. Dia pasti sangat membenci kita semua karena apa yang telah dilakukan abeoji.”

“Tetapi paling tidak biarkan aku meminta maaf padanya. Aku ingin meminta maaf atas semua penderitaan yang dialaminya selama sepuluh tahun ini.” Kata Kyuhyun dengan sedih.

“Jika sudah seperti ini, bagaimana bisa aku menemuinya lagi, eommoni? Terlalu banyak kesedihan yang keluarga kita berikan padanya.”

Hanna merasa benar-benar sedih. Kyuhyun benar. Tidak seharusnya ia mengusir Yeon dan mengatakan kata-kata kasar pada perempuan itu. Seharusnya ia berlutut dan memohon ampun pada Yeon atas apa yang dilakukan Younghwan padanya.

Hanna tidak tahu kenapa ia bisa bersikap begitu jahat pada Yeon kemarin. Bagaimana bisa ia bersikap egois dan memikirkan keluarganya sendiri?

“Aku benar-benar menyesal, Kyuhyun.” Ucap Hanna pelan.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Penyesalan Hanna sudah tidak ada gunanya. Tetapi ia tidak bisa menyalahkan wanita itu dan membuat ibunya menjadi sedih. Jika ada yang harus disalahkan, dia adalah Cho Younghwan.

“Sudahlah, eommoni. Maaf karena aku berbicara kasar padamu.” Sesal Kyuhyun. Hanna menatapnya dan tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa.”

“Mulai saat ini kita hanya akan hidup berdua saja, eommoni. Aku tidak akan pernah bisa memaafkan abeoji. Dan aku tidak akan pernah bisa menerimanya lagi menjadi bagian dari keluargaku.” Ucap Kyuhyun.

Hanna dapat melihat kebencian pada mata Kyuhyun. Tidak ada yang dapat dilakukan Hanna selain menganggukkan kepalanya. Karena ia pun tidak bisa memaafkan semua yang telah dilakukan oleh Younghwan.

——

Eunsoo masuk ke dalam mobil Luke dengan senyum lebar diwajahnya. Sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu karena Eunsoo membantu Hanna untuk mengurus Kyuhyun. Beruntung karena Kyuhyun akan segera pulang dua hari lagi.

Mereka hanya beberapa kali saling bertukar pesan. Ia juga merasa khawatir pada Luke karena laki-laki itu terasa berbeda di setiap pesan yang dikirimkannya.

Tetapi saat Luke menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu, Eunsoo yakin bahwa semuanya baik-baik saja.

“Hai.” Sapa Eunsoo setelah menutup pintu.”

“Hai.” Balas Luke singkat.

“Semua baik-baik saja?” Tanya Eunsoo saat melihat tidak ada senyum di wajah Luke. Wajah laki-laki itu terlihat sedih.

“Ada yang harus aku bicarakan denganmu.” Ucap Luke tanpa menjawab pertanyaan Eunsoo.

Eunsoo menatap Luke dengan seksama. Sepertinya sesuatu yang sangat serius. Dan kenapa Eunsoo merasa jantungnya berdetak dengan cepat?

“Okay. Seberapa serius hingga kau ingin membicarakannya di mobil ini dan tidak mengajakku ke suatu tempat terlebih dahulu?” Canda Eunsoo. Berusaha untuk membuat Luke tersenyum.

Tetapi usahanya gagal saat melihat Luke tidak tersenyum sedikit pun. Eunsoo mulai merasa cemas.

“Apa yang ingin kau bicarakan, Luke?” Tanya Eunsoo kemudian.

“Tentang hubungan kita.” Jawab Luke. Dan jantung Eunsoo semakin berdetak dengan cepat.

“A–ada apa dengan hubungan kita?” Eunsoo membalas tatapan Luke.

“Aku ingin mengakhiri hubungan ini.” Ucap Luke dengan wajah yang sangat serius.

Eunsoo terdiam seolah tidak percaya pada pendengarannya. Apakah telinganya bermasalah? Ataukah Luke sedang melantur?

“Berhenti bercanda denganku.” Kata Eunsoo berusaha memaksakan senyumnya.

“Aku tidak bercanda, Kang Eunsoo. Aku benar-benar ingin mengakhirinya.” Sahut Luke.

Wajah Eunsoo menegang. Senyum diwajahnya benar-benar menghilang.

“T–tapi, kenapa?” Tanya Eunsoo berbisik. Tidak dapat menutupi perasaan terlukanya.

Luke mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya. Seolah tidak bisa melihat wajah terluka Eunsoo.

“Aku harus menikah dengan Yeon.” Jawab Luke membuat Eunsoo terkejut.

“Apa maksudmu kau harus menikah dengan Yeon?!” Eunsoo terlihat marah.

Ia mungkin bisa menerima seandainya Luke mengatakan jika laki-laki itu sudah bosan ataupun tidak menyukainya. Tetapi saat mendengar bahwa Luke harus menikah dengan Yeon, membuat Eunsoo merasa marah.

“Aku tidak bisa mengatakan padamu alasannya. Aku hanya bisa mengatakan bahwa aku harus menikah dengannya. Maafkan aku.” Ucap Luke.

Luke sudah berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun tentang kehamilannya. Kecuali keluarga mereka. Karena itulah Luke tidak bisa mengatakannya pada Eunsoo. Eunsoo mungkin akan mengatakan pada Kyuhyun jika mengetahuinya.

“Maaf?” Eunsoo tersenyum miris.

“Apa kau sudah benar-benar gila, Luke? Jika kau memang tidak menyukaiku, kau tidak perlu membuat alasan tidak masuk akal seperti ini!”

“Aku menyukaimu!” Sahut Luke langsung.

Eunsoo terlihat terkejut. Bahkan Luke sendiri terkejut dengan ucapannya.

“Tetapi aku harus menikah dengan Yeon. Aku harus membantunya.”

“Kenapa kau yang harus membantunya? Jika Yeon memang harus menikah, biarkan dia menikah dengan Kyuhyun oppa. Bukan denganmu! Kau tidak menyukainya.” Hardik Eunsoo.

“Tetapi aku menyayanginya. Aku bisa menikah dengannya.” Balas Luke.

Eunsoo merasa pandangannya kabur oleh airmata. Bagaimana bisa Luke setega ini padanya? Kenapa Luke harus menyakitinya seperti ini?

“Maafkan aku, Eunsoo. Aku tahu bahwa aku menyakitimu. Tetapi aku harus melakukannya. Aku tidak bisa melihat Yeon merasa sedih.” Jelas Luke.

“Lalu kau bisa melihatku sedih?” Sela Eunsoo. Luke terdiam.

“Apakah ini balas dendam, Luke?” Tanya Eunsoo membuat Luke menatapnya dengan mata melebar.

“Apa maksudmu?”

“Apakah ini rencanamu dan Yeon? Kalian juga ingin balas dendam padaku karena aku adalah keluarga Younghwan samchon?” Tuduh Eunsoo.

“Jangan asal bicara!” Hardik Luke.

“Yeon menyakiti Kyuhyun oppa, dan kau menyakitiku. Bagaimana bisa kalian seperti ini?” Kata Eunsoo tidak percaya.

“Apakah karena Yeon tidak bisa bahagia bersama Kyuhyun oppa, maka dia juga tidak bisa melihat kita bahagia?!”

“Jaga ucapanmu, Kang Eunsoo! Jangan berbicara buruk tentang Yeon.” Luke terlihat marah.

Eunsoo kembali tersenyum sinis.

“Pada akhirnya Yeon memang lebih berarti untukmu daripada diriku.” Eunsoo tidak bisa menahan senyum menyedihkan dari wajahnya.

“Bagaimana bisa kau sebrengsek ini, Luke?” Tanya Eunsoo dengan wajah yang basah oleh airmata.

“Kenapa kau bersikap tidak adil seperti ini padaku?” Isak Eunsoo.

“Maafkan aku.” Bisik Luke tanpa menatap Eunsoo.

Eunsoo menyeka airmatanya.

“Seharusnya aku tidak pernah percaya padamu.” Ucap Eunsoo.

“Karena sekali kau bersikap brengsek, kau akan terus menjadi brengsek.” Lanjutnya.

Luke membiarkan Eunsoo melampiaskan kemarahan padanya. Asalkan perempuan itu tidak melampiaskannya pada Yeon. Karena Luke tidak bisa menahan diri untuk tidak marah saat ada yang menghina Yeon. Dan Luke tidak ingin memarahi Eunsoo.

Eunsoo hendak keluar dari mobil Luke, tetapi Luke menahan tangannya. Ia menatap Luke dengan penuh kebencian.

“Maafkan aku.” Ucap Luke dengan wajah penuh penyesalan.

“Teruslah merasa menyesal dan merasa bersalah di sisa hidupmu, Luke. Karena aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Kata Eunsoo. Ia menghempaskan tangan Luke dan benar-benar meninggalkan mobil laki-laki itu.

Luke menatap kepergian Eunsoo. Perempuan itu mengusap wajahnya yang basah oleh airmata. Luke benar-benar menyesal karena telah menyakiti perempuan itu. Tetapi Luke tidak memiliki pilihan. Ia tidak bisa membiarkan Yeon membesarkan anaknya seorang diri.

“Semoga kau bahagia, Kang Eunsoo.”

——

Kyuhyun duduk dalam diam di ruang besuk yang berada di penjara. Sebenarnya ia tidak ingin datang ke sini dan ia sangat tidak ingin bertemu dengan Younghwan. Tetapi Kyuhyun meyakinkan dirinya bahwa ini terakhir kalinya ia menatap wajah pria itu.

Younghwan dijatuhi hukuman selama tiga puluh tahun penjara. Atas tuduhan penculikan serta percobaan pembunuhan. Saat mengetahuinya, Hanna menangis hingga tersedu-sedu. Kyuhyun memaklumi hal itu karena Younghwan adalah pria yang dicintai wanita itu.

Tetapi Kyuhyun meyakinkan Hanna jika pria itu memang pantas mendapatkannya. Younghwan harus membayar apa yang telah dilakukannya. Pria itu harus bertanggung jawab atas penderitaan Yeon.

Kyuhyun menegakkan punggungnya saat melihat Younghwan datang bersama seorang petugas kepolisian. Pria itu memakai pakaian tahanan berwarna biru. Wajahnya tampak menua beberapa tahun, tetapi Kyuhyun tidak merasa simpati sama sekali.

“Kyuhyun-ah..” Younghwan tampak senang melihatnya.

Mereka dipisahkan oleh sebuah kaca dengan beberapa lubang kecil agar suara mereka masih dapat saling terdengar. Kyuhyun hanya menunjukkan wajah datarnya pada Younghwan.

“Bagaimana keadaanmu? Kau sudah baikkan?” Tanya Younghwan. Kyuhyun tersenyum sinis.

“Apa pedulimu?” Tanya Kyuhyun balik. Ekspresi senang di wajah Younghwan menghilang.

“Kau yang membuat luka di tubuhku. Kenapa kau harus merasa khawatir?”

“Seharusnya kau tidak menyelamatkan perempuan itu, Kyuhyun-ah. Seharusnya kau biarkan dia–“

“Apa kau tidak merasa menyesal sedikit pun?!” Kyuhyun terlihat marah. Apakah Younghwan tidak memiliki hati sama sekali?

“Aku hanya membalas apa yang telah dia lakukan padaku. Dia membuatku malu.” Ujar Younghwan.

“Kau pantas mendapatkannya, abeoji! Kau telah membunuh orangtuanya!” Hardik Kyuhyun.

“Karena orangtuanya tidak mau menurutiku!” Sahut Younghwan kesal.

Kyuhyun menatap Younghwan dengan pandangan tidak percaya. Ternyata memang tidak ada sedikit pun rasa penyesalan yang dirasakan pria itu.

“Aku memang tidak seharusnya datang ke sini.” Ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Tidak, Kyuhyun-ah. Aku senang kau datang ke sini. Kau ingin membebaskanku, kan?” Kata Younghwan dengan wajah penuh harap.

“Aku tidak betah berada di sini, Kyuhyun-ah. Mereka memperlakukanku dengan seenaknya karena aku tahanan baru. Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.” Keluh Younghwan.

“Kau pantas mendapatkannya.” Desis Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun!” Bentak Younghwan.

“Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Aku ayahmu! Kau seharusnya menolongku!” Tukasnya.

“Ayah? Aku tidak memiliki ayah yang kejam seperti dirimu.” Balas Kyuhyun.

“Di dalam ingatanku, ayahku adalah seorang pria yang begitu baik dan menyayangiku. Selalu bersikap hangat padaku, kakakku, dan ibuku.”

“Dan dia bukanlah dirimu.” Ujar Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah..” Younghwan terlihat sedih.

“Aku tidak tahu apa yang menyebabkanmu berubah seperti ini, abeoji. Aku benar-benar tidak mengenalmu. Bagaimana bisa kau menjadikan nyawa seseorang seperti sebuah permainan untukmu? Kemana hatimu, abeoji? Kemana hati yang kau gunakan untuk mencintai kami sebagai keluargamu selama ini?” Tanya Kyuhyun.

Younghwan menundukkan kepalanya dan tampak merenungkan semua yang Kyuhyun katakan. Jangankan Kyuhyun, ia sendiri pun tidak tahu apa yang terjadi padanya. Selama ini ia hanya melakukan apa yang diinginkannya.

Younghwan mendongak saat merasakan Kyuhyun berdiri dan bersiap pergi.

“Kau harus bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan, abeoji. Tidak akan ada yang bisa mengeluarkanmu dari sini. Kau harus menuai apa yang kau tabur.” Ucap Kyuhyun.

“Aku dan eommoni tidak akan pernah datang ke tempat ini lagi. Dan kami juga akan melupakanmu sebagai kepala keluarga selama ini. Seseorang yang tidak pernah menghargai orang lain, harus hidup seorang diri.” Kata Kyuhyun dan kemudian segera meninggalkan ruang besuk tersebut.

Kyuhyun berpura-pura tidak mendengar saat pria itu memanggil-manggil namanya. Ia melangkah dengan cepat untuk meninggalkan tempat di mana orang-orang jahat itu berkumpul.

Kyuhyun menatap gedung itu untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya menjalankan mobilnya untuk benar-benar meninggalkan tempat tersebut. Tempat yang tidak akan pernah ia datangi lagi seumur hidupnya.

Kyuhyun mengeluarkan ponsel yang bergetar dari saku jasnya. Melihat nama Hanna di sana membuat Kyuhyun buru-buru menjawab teleponnya.

“Ya, eommoni?”

Kau dimana, Kyuhyun-ah?

“Aku sedang di jalan. Ada apa?”

Eunsoo ada disini dan dia ingin bicara denganmu. Wajahnya terlihat sedih. Saat aku bertanya, dia tidak mau menjawab. Ia hanya bilang ada sesuatu yang harus dibicarakannya denganmu.

Kyuhyun mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan Hanna. Ada apa dengan Eunsoo? Tidak biasanya adik sepupunya itu terlihat sedih.

“Aku akan pulang sekarang, eommoni.”

Baiklah. Hati-hati di jalan, Kyuhyun-ah.

“Ya, eommoni.”

Kyuhyun memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku dan mengarahkan mobilnya untuk pulang ke rumah.

Jika Hanna mengatakan Eunsoo terlihat sedih, berarti perempuan itu memang benar-benar sedang merasa sedih. Eunsoo selalu pandai memperlihatkan apa yang sedang dirasakannya.

Hanya saja Kyuhyun tidak tahu apa yang membuat Eunsoo merasa sedih. Apa karena Luke? Jika Kyuhyun tidak salah, Eunsoo dan Luke tampak dekat.

Kyuhyun menghela nafas. Mengingat Luke membuatnya mengingat Yeon. Entah sudah berapa lama ia tidak bertemu dengan perempuan itu. Ia sangat merindukannya. Tetapi Kyuhyun tidak memiliki keberanian untuk menemuinya.

Ketika mengingat semua ketakutan Yeon saat itu, Kyuhyun terus menerus mengutuk dirinya sendiri. Ia pernah berjanji untuk menjaganya. Tetapi Kyuhyun tidak bisa menepati janjinya.

Mungkin ia dan Yeon memang tidak ditakdirkan bersama. Namun entah mengapa Kyuhyun yakin jika Yeon adalah jodohnya. Ia begitu mencintai perempuan itu. Kyuhyun tidak tahu kenapa ia bisa mencintai Yeon sedalam ini.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun sampai di rumahnya. Ia kembali menghela nafas dan mencoba untuk tidak memikirkan Yeon. Semakin memikirkan Yeon membuat dadanya semakin sesak. Mungkin ia harus mulai melupakan perempuan itu.

Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya dan mencari keberadaan Hanna ataupun Eunsoo. Ia tidak menemukan Eunsoo, tetapi ia menemukan Hanna di dapur.

“Eommoni.”

“Oh, kau sudah sampai.”

“Dimana Eunsoo?”

“Dia menunggu di kamarmu. Temuilah dia di sana.”

Kyuhyun mengangguk dan segera meninggalkan dapur. Ia menaiki tangga dengan cepat dan terburu-buru untuk sampai di kamarnya.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan menemukan Eunsoo sedang duduk di atas tempat tidurnya sembari menundukkan kepalanya.

“Eunsoo-ya..” Panggil Kyuhyun.

Saat Eunsoo menoleh, Kyuhyun dapat melihat wajah perempuan itu basah. Ia dengan cepat menghampiri sepupunya itu.

“Hei, ada apa? Kenapa kau menangis?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“Oppa, tidak bisakah kau dan Yeon kembali bersama?” Pinta Eunsoo.

Kyuhyun tertegun mendengar permintaan perempuan itu. Kenapa tiba-tiba Eunsoo memintanya kembali bersama Yeon. Sial, tentu saja ia sangat menginginkannya. Tetapi ia tidak bisa melakukannya.

“Eunsoo-ya, ada apa? Kenapa kau tiba-tiba meminta sesuatu yang mustahil?”

“Mustahil? Kenapa jika kau dan Yeon kembali menjadi sesuatu yang mustahil?” Tanya Eunsoo. Kyuhyun duduk di samping Eunsoo.

“Kau tahu apa yang terjadi pada kami, Eunsoo-ya. Hubungan ini rumit.” Jawab Kyuhyun.

“Kalian bisa melakukannya, oppa. Jika kau mau, kau bisa kembali padanya. Kau hanya perlu menemuinya dan mengatakan semuanya.” Saran Eunsoo. Kyuhyun menatap Eunsoo dengan intens.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” Tanya Kyuhyun dengan serius. Kyuhyun tidak bisa mengabaikan airmata perempuan itu yang terus mengalir.

“Luke mengakhiri hubungan kami beberapa yang lalu, oppa.” Jawab Eunsoo dengan tersedu-sedu.

“Kalian berpacaran?” Tanya Kyuhyun memastikan. Eunsoo mengangguk.

“Lalu, kenapa dia–“

“Luke ingin menikahi Yeon.” Kata Eunsoo membuat mata Kyuhyun melebar.

Mata Kyuhyun mengerjap dengan tidak percaya. Apa lagi ini? Seolah tidak cukup dengan semua kejutan yang diterimanya akhir-akhir ini. Dan sekarang ia mendapatkan kejutan baru lagi.

“A–apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun.

“Kau tidak mengerti maksudku, oppa? Luke dan Yeon akan menikah.” Jawab Eunsoo.

“Kenapa mereka menikah?”

“Aku tidak tahu, oppa. Luke hanya mengatakan jika dia tidak ingin membuat Yeon sedih. Lalu dia memutuskanku.” Jelas Eunsoo.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Eunsoo. Ia tidak bisa mencerna semuanya dengan baik. Kenapa Luke ingin menikahi Yeon? Bukankah Luke dan Yeon tidak saling mencintai? Lalu, kenapa?

“Oppa, kembalilah pada Yeon. Nikahi dia, oppa. Agar aku bisa kembali pada Luke.” Ucap Eunsoo dengan terisak.

“Eunsoo-ya..”

“Aku mencintai Luke, oppa.”

Kyuhyun menatap Eunsoo dengan sedih. Apa yang harus dilakukannya? Ia tidak bisa kembali pada Yeon seperti yang diinginkan perempuan itu. Jika Luke dan Yeon benar-benar akan menikah, Kyuhyun tidak bisa datang begitu saja dan meminta Yeon untuk kembali.

Lagipula Luke sangat menyayangi Yeon. Walaupun mereka tidak saling mencintai, setidaknya Luke bisa menjaga Yeon. Luke tidak akan pernah membuat Yeon sedih. Luke jelas lebih baik daripada Kyuhyun.

“Aku tidak bisa kembali pada Yeon, Eunsoo-ya.” Kata Kyuhyun.

“Kenapa?” Tanya Eunsoo langsung.

“Eunsoo, ini..ini rumit. Ayahku melakukan sesuatu yang benar-benar mengerikan pada Yeon. Jika kau menjadi aku, apakah kau memiliki keberanian untuk kembali padanya? Apakah kau mampu menatap wajahnya? Jujur saja, aku tidak memiliki keberanian itu, Eunsoo-ya. Aku benar-benar merasa bersalah.” Jelas Kyuhyun.

“Dan jika dia bisa bahagia saat menikah dengan Luke, maka aku akan membiarkannya. Karena aku hanya ingin dia bahagia.” Lanjut Kyuhyun.

Eunsoo kembali terisak hingga membuat Kyuhyun menariknya ke dalam pelukannya. Kyuhyun mengusap punggung Eunsoo untuk menenangkannya.

“Aku mencintainya, oppa.”

“Aku tahu. Aku juga mencintai Yeon. Tetapi saat ini kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka.” Ujar Kyuhyun.

“Kau pasti bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Luke.” Bisik Kyuhyun.

Eunsoo menggeleng dan terus menangis di dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa memberikan kata-kata menenangkan untuknya. Sembari menahan diri untuk tidak ikut menangis. Karena mengetahui perempuan yang kau cintai akan menikah dengan laki-laki lain, benar-benar menyakitkan untuknya.

Dan saat ini Kyuhyun tahu, jika Yeon bukanlah jodohnya.

——

–Seven Month Laters–

Tidak mudah bagi Kyuhyun untuk membuat Pearl Group tetap berdiri setelah masalah yang dihadapinya beberapa bulan yang lalu. Ia harus berjuang keras untuk membuat perusahaan itu tetap bertahan di tengah krisis yang mereka alami.

Seluruh waktunya ia curahkan untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Satu-satunya hal yang Kyuhyun pikirkan selain pekerjaan adalah kebahagiaan Hanna, wanita satu-satunya yang ia miliki di dunia ini.

Namun sayangnya yang membuat Hanna bahagia hanya satu, yaitu melihat Kyuhyun menikah. Tetapi menikah tidak ada di dalam daftar keinginan yang akan Kyuhyun lakukan. Karena satu-satunya perempuan yang ingin Kyuhyun nikahi sudah bahagia bersama laki-laki lain.

Tidak sekali pun Kyuhyun tidak melupakan Yeon. Hampir setiap malam ia selalu mengingat perempuan itu sebelum akhirnya terlelap. Ia juga selalu menatap foto-foto mereka saat masih bersama. Kyuhyun tidak pernah menghapusnya.

Selama tujuh bulan ini Kyuhyun tidak pernah mendengar kabar apapun dari Yeon. Perempuan itu juga tidak mengundang Kyuhyun di pernikahannya. Namun Kyuhyun bersyukur akan hal itu. Karena ia tidak akan sanggup melihat Yeon berdiri di altar bersama Luke.

“Presdir?”

“Ya?” Sahut Kyuhyun saat tersentak dari lamunannya.

“Anda baik-baik saja? Apa ada yang mengganggu pikiran Anda?” Tanya Sekretaris Han.

“Tidak. Tidak ada. Aku hanya sedikit melamun.” Jawab Kyuhyun.

“Apa yang kau katakan tadi?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Anda harus pergi ke Time Square Mall karena akan ada demonstrasi untuk teknologi terbaru kita.”

“Sekarang?” Kyuhyun menatap jam di pergelangan tangannya.

“Ya, presdir.”

“Baiklah, siapkan mobil. Aku akan segera turun ke bawah.”

“Baik, presdir.”

Kyuhyun berdiri dan memakai jasnya. Tidak lupa mengancingkannya hingga membuat penampilannya menjadi semakin formal. Kemudian ia segera menyusul sekretarisnya turun ke bawah.

Setidaknya saat bekerja ia tidak akan terlalu memikirkan Yeon. Kyuhyun bisa membagi pikirannya untuk memikirkan hal lainnya.

Para pegawai membungkuk saat melihat kehadirannya. Kyuhyun hanya tersenyum kecil sembari terus melangkah. Ia hampir saja kehilangan posisi presdir akibat perbuatan Younghwan.

Para pemegang saham perusahaan ingin menyingkirkannya karena takut dirinya akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Untungnya Kyuhyun bisa meyakinkan mereka bahwa ia mampu membuat perusahaan lebih baik.

Kyuhyun juga mengatakan pada mereka bahwa ia juga tidak membenarkan apa yang dilakukan Younghwan. Ia tidak akan memakai kekuasaannya untuk membebaskan Younghwan. Dan sama seperti mereka, Kyuhyun pun ingin Younghwan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Karena semua janji itulah akhirnya mereka memberikan kesempatan pada Kyuhyun. Dan Kyuhyun mampu membuktikan kinerjanya kepada mereka semua dengan pembuatan teknologi baru yang sempat tertunda peluncurannya beberapa bulan lalu.

“Besok Anda memiliki sebuah kencan buta di salah satu cafe, presdir.” Ucap Sekretaris Han saat mereka sudah setengah perjalanan.

“Apa? Kencan buta?! Siapa yang mengaturnya?” Tanya Kyuhyun terkejut.

“Nyonya Kim, presdir.” Jawab Sekretaris Han.

“Ck! Eommoni.” Geram Kyuhyun.

“Perempuan ini cucu dari pemilik Taerang Group.”

“Aku tidak peduli dia cucu dari mana. Aku tidak menginginkannya.” Tukas Kyuhyun.

“Nyonya Kim berharap Anda bisa membawa perempuan ini ke pesta amal yang akan diadakan beberapa hari lagi, presdir.” Ujar Sekretaris Han sembari melirik Kyuhyun dari kaca spion.

“Kenapa aku harus membawa seorang perempuan? Aku bisa datang seorang diri.” Gerutu Kyuhyun.

“Nyonya Kim hanya ingin yang terbaik untuk Anda.”

Kyuhyun menghela nafas dan menatap jalanan Seoul. Ia sangat tahu itu. Hanna ingin melihatnya berkeluarga dan hidup bahagia. Tetapi Kyuhyun tidak ingin menikah. Ia hanya akan membuat ibunya merasa kecewa.

Lagipula seharusnya Hanna tahu bagaimana sibuknya Kyuhyun. Kyuhyun tidak memiliki waktu untuk berkencan dan yang lainnya. Kyuhyun tidak ingin membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak penting seperti itu.

Kyuhyun tersentak saat Sekretaris Han membukakan pintu mobil untuknya. Ternyata ia sudah sampai di Time Square Mall. Ia segera turun dan masuk ke dalam mall diikuti Sekretaris Han di belakangnya.

Mall ini adalah mall terbesar di Seoul. Tetapi dalam keadaan ramai seperti ini, mall ini terlihat begitu kecil. Kyuhyun tidak mengerti kenapa orang-orang itu bersedia mengelilingi mall sebesar ini. Apa mereka tidak merasa lelah?

Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia mengirimkan pesan pada Hanna yang mengatakan bahwa ia tidak akan pergi ke acara kencan buta besok. Ia tidak tertarik untuk berkencan.

Kyuhyun berdecak saat menerima balasan dari Hanna yang memaksanya untuk tetap datang walaupun hanya sebentar. Hanna tidak ingin keluarga Taerang Group merasa kecewa dengan ketidakhadiran Kyuhyun.

“Benar-benar menyebalkan.” Geram Kyuhyun.

Terlalu fokus pada ponselnya membuat Kyuhyun menabrak seseorang. Ia segera memegang kedua bahu orang itu agar tidak terjatuh akibat tabrakannya. Dan Kyuhyun menyadari bahwa ia menabrak seorang perempuan hamil. Astaga, dia bisa saja membuat perempuan itu kehilangan bayinya akibat kecerobohannya.

“Maaf–“

Ucapan Kyuhyun terhenti dan matanya melebar. Jantung berdebar dengan keras. Apa ia sedang bermimpi? Apa karena terlalu merindukan Yeon maka ia berkhayal sedang bertemu Yeon saat ini?

“Kyuhyun-ssi..”

Kyuhyun tahu ini bukan mimpi saat Yeon menyebut namanya. Saat perempuan itu menatapnya dengan terkejut–sama seperti dirinya–, Kyuhyun tahu ini bukan mimpi. Perempuan hamil yang sedang ia pegang bahunya adalah Jung Yeon.

Hamil?

Kyuhyun menurunkan pandangannya dan menatap perut Yeon yang membesar. Jika boleh menebak, maka Yeon hanya perlu menunggu beberapa minggu lagi untuk melahirkan.

Jung Yeon hamil? Anak Luke?

Dengan perlahan Kyuhyun melepaskan bahu Yeon dan melangkah mundur. Ia menatap penampilan Yeon dari atas kepala hingga ujung kaki. Bagaimana bisa perempuan itu terlihat cantik hanya dengan pakaian hamil yang begitu sederhana? Bagaimana perempuan itu masih tetap terlihat cantik walaupun perutnya membesar?

“Jung Yeon..” Ucap Kyuhyun.

Apakah pernikahannya dan Luke begitu bahagia? Mereka siap menyambut kelahiran anak mereka. Kenapa Kyuhyun merasa sangat iri? Kenapa Kyuhyun merasa dirinyalah yang seharusnya berada di posisi Luke?

“Apa kabar?” Tanya Kyuhyun sembari tersenyum kecil.

Ia dapat melihat Yeon tampak gelisah. Kenapa? Apakah bertemu dengan mantan kekasih akan membuatmu gelisah?

“Baik. Bagaimana denganmu?” Yeon bertanya balik.

“Aku? Mencoba untuk baik.” Jawab Kyuhyun terdengar ambigu.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”

Kyuhyun melihat Yeon menatap kantung belanjaan di tangannya.

“Berbelanja.”

“Pakaian bayi?” Sahut Kyuhyun langsung tanpa bisa menahan dirinya.

Mata Yeon terlihat melebar. Dan perempuan itu tetap terlihat cantik dengan berbagai ekspresi di wajahnya. Astaga. Kyuhyun ingin memeluknya. Kyuhyun ingin memeluk istri orang.

“Ya.” Bisik Yeon.

“Apa kehidupanmu bahagia?” Tanya Kyuhyun. Yeon menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Maksudku, kehidupan pernikahanmu. Kalian akan menyambut kelahiran anak pertama kalian. Pasti membahagiakan sekali.” Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan wajah terlukanya.

“Pernikahan?” Yeon membeo.

“Ya. Pernikahanmu dan Luke.” Jelas Kyuhyun.

“Aku tidak menikah dengan Luke.” Ucap Yeon dengan wajah kebingungan.

Mata Kyuhyun melebar. Apa maksudnya ia tidak menikah dengan Luke. Jelas-jelas saat itu Eunsoo bilang jika mereka akan menikah.

Kyuhyun kembali menatap perut Yeon. Jika Yeon dan Luke tidak menikah, lalu bayi yang sedang dikandung perempuan itu anak siapa?

Kyuhyun menatap wajah Yeon dan perutnya secara bergantian. Ia merasa benar-benar bingung. Belum lagi debaran jantungnya yang semakin menggila. Membuat dada Kyuhyun terasa sakit.

“B–bayi di dalam kandunganmu..” Lirih Kyuhyun.

“Dia anakmu.” Ucap Yeon membuat kaki Kyuhyun terasa lemas.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

93 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 16

  1. Jrengggg jrengggg.. Mengaku juga Yeon sama Kyuhyun . Penasaran sama kelanjutannya gmna.
    Besok or lusa langsung di posting ya eoni.

  2. Astaga cho appa ga ada rasa2 bwrsalahanya acan udh di pe jara trs di fonis 30 thn oenjara juga
    Bagus yeon ah ksh tau kyuhyun biar kalian sma sma lai dan hidup bahagiaaa
    Ga sabar buat nunggu part selanjutnya

  3. ah syukurlah,ku kira yeon beneran nikah sama yeon.tapi yg jadi pertanyaan,kenapa yeon gak jadi nikah sama luke??
    dan bersyukur lagi akhirnya kyuhyun bisa ketemu sama yeon dan kyuhyun jadi tau gimana keadaan yeon saat ini.
    awalnya ku kira yeon bakalan bohong masalah kehamilannya.ternyata yeon jujur bilang ke kyuhyun bahwa anak yg di kandungnya anak kyuhyun.
    kalo tau kaya gitu,kenapa yeon gak jujur aja yah bilang ke kyuhyun kalo dia hamil anak kyuhyun.ini semua pasti karna perbuatan yeon yg udah nyakit’in kyuhyun hingga akhirnya bikin ibu kyuhyun marah.tapi kan kyuhyun juga berhak tau kebenerannya.
    ah apapun alasannya,ku harap dengan bertemunya kyuhyun dan yeon ini jadi awal kembalinya hubungan mereka.karna secara kan mereka saling cinta,terus sekarang di tambah bakal hadirnya calon anak mereka.jadi mereka harus bersama demi anak mereka nanti.
    ah gak sabar nunggu kelanjutannya.moga aja apa yg ku harap’in terkabul.pokoknya ku harap kyuhyun-yeon bisa hidup bersama dan bahagia.bukan cuma kyuhyun-yeon aja,eunsoo dan luke juga.mereka juga kan sama-sama saling mencintai kan.jadi ku harap mereka juga bisa ngeraih kebahagiaan mereka bersama.intinya semua harus bahagia (n_n)

  4. Complicated get!! Berdebar hati gw slama baca ff ini. Untungnya yeon ga jd nikah sm luke. Dan yeon jujur kalo itu anaknya kyuhyun.. Ditunggu sekali respon kyuhyun atas kehamilan yeon. Aplgi itu anak kyuhyun sendiri. Buat happy ending thor.. Yeon dg kyuhyun. Luke dg eunsoo. Yeounghwan dipecat dr kartu kelg hihi.. Dan Hanna eomma mau menerima yeon dg baik 🙏

  5. Semoga kekirim.
    Demi apa sih aku fikit yeon sama luke menikah, panas dingin bacanya.
    Nah lo Cho, gimana perasaan mu baru tahu kalok mantan kekasihmu mengandung anakmu??
    Oke next park nya ditunggu kak.

  6. Kyaaaaa…syukurlah yoen gak ikut ide gila luke, kasian eunsoo sakit hati banget padahal perjuangannya juga gak mudah luluhin hati luke..semoga happy ending deh cz kasian yoen menderita teruusss

  7. THORRR INI KENAPA TBC THORR AHH 😭😭😭😭😭😭
    Plis jgn bilang ini halusinasi kyuuu omg ayoo lanjuttttt wkwkwk
    Eunsoo gmna kabarnya sama luke ah ilah baper dehh gue sama part ini :((

  8. Waduuuh makin seruuuu..
    aiiih makin penasaran dengan kelanjutan hubungan yeon – kyuhyun.. semoga happy ending yaaa.. ga terima aja rasanya kalo udah sedih sedih sedih gini trus mereka nya malah jadi sad ending.. hehehe
    Ditungg kelanjutannya.. fighting ^^

  9. Aku kira yeon n luke nikah, kalo sampe iya ya ampun mereka ber 4 tersiksa semua…
    Syukur deh yeon cepet an ngaku sama kyuhyun..
    Biar kyuhyun tau n tanggung jawab…
    Gmn ya yeon melewati 7 bulan sendiri samaa kehaamilannya??
    Setelah younghwan ketangkaap aku kira yeon bakal bahagia sama kyuhyun, tp ternyata belum, semoga cepet d segerakan….

  10. Wahh baper abis…
    Eunsoo sama luke gimana itu kan katanya eunsoo gk jadi nikah ma luke..bikin penasaran
    Semoga nih ff berakhir happy ending..
    Kyuhyun-yeon..
    Luke-eunsoo

  11. Aaaaaaaah diriku baper. belum kelar masalah 1 nambah pula persoalan lain, baby cho will come to the world. emak-bapak nya belum baikan dek huhuhuhu ada acara Luke mau nikahin Yeon pula aduh saya sebagai #TeamLukeEunsoo merasa dagdigdug takut beneran. tapi alhamdulillah mereka ga jadi nikah. apa ya alesannya? Yeon juga ngaku kalo itu anaknya kyuhyun. duh tambaaaah seruuuu

  12. Younghwa dapet balesannya juga, semoga cepet sadar deh
    Ah Yeon sungguh malang bener sih nasib kamu
    Semoga bahagia dia akhir cerita masa iya mebderita terus sampe akhir
    Dan setelah tujuh bulan berlalu akhirnya Kyuhyun tau kondisi Yeon, dan tau kalo Yeon hamil anaknya
    God job Yeon karena kamu jujur sama Kyuhyun
    Oke ini bikin penasaran, semoga updatenya cepet
    Semangat😘😘😘

  13. Ya akhrnya bapaknya gyu nanggung akibatnya kan….tapi knp yeon ga jadi nikah sama luke??? Kalo aku ngerasa yg terakhr alurnya agak kecepetan ya kak?? Soalnya dulu yeon ga mau ngaku ke gyu dia hamil ya mungkin karna perlakuan ibunya gyu ke yeon,tapi stlh 7bulan ga ketemu tau” ketemu yeon langsung jawab jujur wkwkwk tapi tetep terjawab si semua masalahnya…. penasaran reaksi gyu pas tau yeon hamil anak dia,mudah” langsung di nikahin ngahahhaha

  14. Rame…… Itu bnr2 Cho yonghwan ga ad sadarny msh aj nyalahin Yeon. Ap stelah Yeon ngaku itu ankny kyu mreka bklan brsatu???? Pnasaran euy… Yo ah semangat yah …..fighting….fighting….

  15. Deg 2 an tingkt dewa ,akhirnya Yeon mengakui klo dia gak nikah sama Luke dan itu bayi kyu, jd bape r dach nunggu lanjutnya

  16. Untung aja Luke ga nikah sma Yeon, Yeon nolak Luke kali yak? tpi knp Luke harus mutusin Eunsoo? Kan kasian Eunsoo.nya. Udah gtu, tpi kyanya dia ga bsa benci sma Luke dia bahkan masih ngrep balikan sma Luke. Pkoknya aku dipihak Eunsoo hahahh 😀

    Ini tiba2 udh 7 bulan aja. Dan Yeon spontan bgt jawabnya, tpi untung sih ga bertele-tele bagian pengakuannya. Disatu sisi Yeon ngrasa brsalah krna buat Kyuhyun celaka jdi dia ga berani buat balikan sma Kyuhyun, disisi lain Kyuhyun juga ngrasa bersalah krna bapanya buat Yeon mnderita dan dia juga ga berani minta balikan sma Yeon. Disini kurang komunikasi aja, coba klo ngmong satu sma lain. Balikan, setuju, udah deh. Yeon kan mau nglahirin juga, kasian ihh… Next author, selanjutnya balikan kah? Atau Yeon bakal ngurus anak sendirian????

  17. Apa kyuhyun sama sekali tak mencari tau kabar tentang yeon baik itu melalui jun ? Kyu pabo…
    Andai saja dia melakukannya yeon takkan menghadapi kehamilannya seorang diri. Bayangkan saja wanita hamil yang labil emosi menjalani kehamilannya tanpa suami dan dalam kondisi hati yang mengenaskan

  18. hahhh eomma kyuhyun keterlaluan marahnya sampe kayak gtu. kan di berita udah dijelasin kalo smua gara” suaminya zzzzz
    akhirnya ketahuan juga hamil hehe
    sedih harus pupus luke sama eunso 😦
    mereka beneran nikah??

  19. Harusnya kyuhyun gentle atuh samperin yeon, minta maaf sambil tanya kenapa yeon mau nikah sama luke. Kan ujung2nya jadi gini nyesel sendiri deh

  20. ih wow kejutan apa lagi ini…
    wah jangan bilang nti kyuhyun ga percaya lagi nih klo itu bkan anak.a
    lah trus klo yeon ga nikah sama luke, trus c luke.a kenapa putus 🤔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s