Love, Hurt, and Revenge – Part 15

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

ย Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

—–

Author POV

Yeon menatap waspada saat mendengar pintu terbuka. Berharap bahwa yang datang bukanlah Younghwan. Ia sangat membenci pria itu. Melihat wajahnya saja Yeon tidak mau. Mengingat bahwa pria itu sudah menemuinya tadi, Yeon harap saat ini hanya orang-orang suruhannya saja yang hendak mengecek keadaannya.

Ruangan ini kekurangan penerangan. Hanya sebuah api unggun kecil di tengah-tengah ruangan. Tetapi Yeon dapat melihat jika ada seseorang yang sedang dibopong. Yeon memicingkan matanya untuk melihat siapa orang itu.

Mereka mendudukan seseorang yang pingsan itu di kursi yang berada di depan Yeon. Yeon hanya bisa menebak orang itu seorang laki-laki. Kepalanya terkulai ke bawah karena tidak sadarkan diri.

Saat salah satu dari mereka menjambak rambut laki-laki itu hingga kepalanya mendongak, Yeon terkesiap. Laki-laki itu adalah Cho Kyuhyun. Yeon dapat melihatnya dengan jelas walaupun pencahayaan di sana sangat kurang.

Bagaimana bisa Kyuhyun berada di tempat yang sama dengannya? Apakah Kyuhyun ingin menyelamatkannya? Yeon menggeleng. Kyuhyun sangat membencinya. Tidak mungkin laki-laki itu hendak menyelamatkannya.

Dan kenapa Kyuhyun tidak sadarkan diri?

“A–apa yang terjadi padanya?” Yeon tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.

“Kau mengenalnya?” Tanya salah satu dari mereka.

“Tidak.” Jawab Yeon langsung. Ia tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan jika tahu Yeon mengenal Kyuhyun.

“Kalau begitu jangan banyak bertanya dan jangan ikut campur. Urus dirimu sendiri.” Ucap laki-laki itu.

Setelah mengikat Kyuhyun sama seperti mereka mengikat Yeon, mereka segera berkumpul di sudut ruangan. Mereka melakukan aktivitas mereka di sana. Mengobrol, tertawa, merokok serta minum minuman keras.

Yeon mencoba menelisik seluruh tubuh Kyuhyun. Mencari luka yang mungkin saja berada di sana. Tetapi Yeon tidak menemukan apapun selain pakaiannya yang sedikit kotor. Lalu kenapa Kyuhyun bisa pingsan?

Younghwan memiliki alasan untuk menculik Yeon. Tetapi Younghwan tidak memiliki alasan untuk menculik anaknya sendiri. Anak buah Younghwan juga memperlakukan Kyuhyun dengan kasar. Apakah mereka tidak mengetahui siapa Kyuhyun?

Dengan gerakan perlahan, Yeon mengulurkan kakinya untuk menyenggol kaki Kyuhyun. Ia mencoba untuk membangunkan laki-laki itu. Namun tidak ada hasil yang didapatkan oleh Yeon.

Yeon menghentikan gerakannya saat salah satu anak buah Younghwan memandang ke arahnya. Ia segera mengalihkan pandangannya ke mana pun asal tidak kepada Kyuhyun. Ia tidak mau mereka curiga.

Setelah memastikan anak buah Younghwan telah mengalihkan pandangannya, Yeon kembali mencoba membangunkan Kyuhyun. Namun Kyuhyun tetap tidak sadarkan diri. Membuat Yeon merasa frustasi.

Yeon harus bisa membuat Kyuhyun pergi dari sini. Ia tidak ingin Kyuhyun bertemu dengan Younghwan. Yeon tidak bisa membayangkan kehancuran Kyuhyun untuk kedua kalinya jika tahu Younghwan telah menculiknya.

Dan sekarang Yeon tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu hingga Kyuhyun sadar.

——

Dad, please, katakan padaku dimana tempat itu!” Pinta Luke untuk ke sekian kalinya.

“Kau berjanji padaku untuk menunggu, Luke.”

Shit! Dua puluh empat jam itu sangat lama, dad. Dan apapun bisa terjadi. Aku tidak bisa menunggu.”

“Dan aku tidak bisa memberitahumu dimana tempat itu.” Sahut Max.

Dad!

“Yeon bisa celaka jika kau seperti ini, Luke!”

“Aku hanya ingin melihat tempat itu, dad. Aku ingin melihat apakah Cho Kyuhyun benar-benar menyelamatkan Yeon.” Ucap Luke.

“Apa maksudnya?” Tanya Jun.

Luke dan Max langsung menoleh saat mendengar suara Jun. Laki-laki itu sedang berdiri di beberapa tangga terakhir. Kemudian ia segera menghampiri Luke dan Max.

Max memukul pelan kepala Luke hingga membuat laki-laki itu meringis.

“Ini semua karena kau tidak bisa menutup mulutmu!” Gerutu Max. Luke mengusap kepalanya dan mendengus.

Daddy, apa maksudnya? Tempat apa yang dimaksud Luke? Dimana noona berada?” Tanya Jun.

“Kau salah dengar, Jun.” Kilah Max.

“Tidak, daddy. Aku mendengarnya dengan jelas. Jangan membodohiku. Kalian tahu dimana noona? Kenapa menyembunyikannya dariku?” Jun mulai terlihat kesal.

“Tenanglah, Jun.”

“Bagaimana aku bisa tenang?! Kalian menyembunyikan sesuatu dariku!”

“Kami tidak menyembunyikan apapun, Jun. Percayalah.”

“Jika kalian tidak mau memberitahukannya padaku, aku akan pergi mencari noona.” Ancam Jun.

Max menghela nafas dan melirik Luke yang hanya menundukkan kepalanya.

“Ini hanya dugaan sementara, Jun. Kyuhyun yang menemukan tempat itu. Dan dia sedang memeriksa apakah Yeon ada di sana atau tidak. Dia akan menyelamatkan Yeon jika berada di sana.” Jelas Max.

“Maksudmu Yeon noona di culik?” Tanya Jun dengan mata melebar.

“Sepertinya begitu.” Jawab Max.

Kekhawatiran Jun semakin menjadi mendengar jawaban Max. Ternyata Yeon bukan sengaja menghilang. Melainkan diculik. Siapa yang menculiknya?

“Kenapa kalian menyembunyikannya dariku? Kenala kalian selalu menyembunyikan sesuatu yang penting dariku?!” Keluh Jun dengan sedih.

“Tidak seperti itu, Jun.” Bantah Luke.

“Tidak seperti itu bagaimana? Kau dan noona jelas-jelas menyembunyikan rencana balas dendam kalian! Kalian juga menyembunyikan penyebab kematian orangtua kami!” Jun terlihat marah.

“Jun, tenanglah.” Max merangkul bahu Jun, tetapi Jun memilih menjauh.

“Apa kalian akan terus menganggapku seperti anak kecil?! Aku sudah dewasa! Aku berhak tahu tentang apapun yang terjadi pada keluargaku!” Hardik Jun.

“Ada apa? Jun, kenapa aku mendengar suaramu begitu keras?” Tanya Kate yang datang dari dapur.

“Mereka selalu memperlakukanku seperti anak kecil, Kate! Aku tidak suka.” Jawab Jun mengeluh.

“Aku akan memarahi mereka untuk itu.” Sahut Kate sembari mengusap punggung Jun.

Max tersenyum dan menepuk pelan pipi Jun.

“Kau memang akan selalu menjadi anak kecil untuk kami.” Ucap Max.

Daddy!

“Max!”

Jun dan Kate sama-sama memelototi Max.

“Berhenti marah-marah, Jun. Aku tahu kau sedang mengkhawatirkan Yeon. Kami pun sama khawatirnya denganmu.” Ujar Max.

“Apa Kyuhyun hyung sudah memberi kabar?” Tanya Jun dengan ketus.

“Belum. Kita harus menunggu hingga dua puluh empat jam.” Jawab Max.

Jun menggerutu pelan mendengar jawaban Max. Ia yakin dua puluh empat jam ke depan akan menjadi sangat lama untuknya.

——

Kyuhyun mengerang pelan karena merasa kepalanya sangat sakit. Ia memejamkan matanya dan meringis. Saat membuka matanya, Kyuhyun terkejut mendapati dirinya dalam keadaan terikat dengan kencang. Ia menggerakkan tubuhnya untuk melonggarkan ikatan, namun tidak membuahkan hasil apapun.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan mencoba menatap sekeliling. Hari sudah berganti karena ia dapat melihat cahaya terang masuk ke ruangan itu melalui celah-celah kecil. Apakah ia berada di dalam gedung yang didatanginya semalam?

Kyuhyun mencari keberadaan Yeon. Dan ia tertegun saat melihat seorang perempuan duduk dalam keadaan terikat di depannya. Perempuan itu dalam keadaan menunduk, tetapi Kyuhyun tahu bahwa perempuan itu adalah Yeon.

Entah sejak kapan Kyuhyun begitu mengenali setiap bentuk tubuhnya. Di mulai dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dan Kyuhyun sangat yakin bahwa Yeon memang berada di hadapannya.

Kyuhyun terkesiap. Apa itu berarti Younghwan memang menculik Yeon? Younghwan yang berada di balik hilangnya Yeon? Kyuhyun tidak bisa menahan sesak di dadanya. Bagaimana bisa ayahnya menjadi seorang monster seperti ini?

Tidak. Younghwan bukan ayahnya. Ayahnya tidak akan mungkin melakukan semua kejahatan ini. Ayahnya seorang pria terhormat. Ayahnya tidak akan bertindak sekejam ini pada siapapun.

Tetapi Cho Younghwan benar-benar ayah kandungnya.

Mengabaikan matanya yang berkaca-kaca, Kyuhyun kembali menatap ke sekeliling. Ia tidak menemukan siapapun di sana selain dirinya dan Yeon. Dan Kyuhyun kembali memusatkan perhatiannya pada Yeon.

“Yeon?” Panggil Kyuhyun pelan.

Tidak ada tanggapan apapun dari perempuan itu.

“Jung Yeon..” Panggil Kyuhyun lagi.

Kyuhyun tahu bahwa Yeon mendengar panggilannya. Tubuh perempuan itu tampak menegang setiap Kyuhyun memanggil namanya. Tetapi kenapa Yeon tidak mau menatapnya?

“Aku tahu kau mendengarku, Yeoni-ya.” Ucap Kyuhyun.

“Berpura-puralah tidak mengenalku.” Balas Yeon dengan suara serak. Kyuhyun tampak kebingungan.

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak. Kau tidak perlu berpura-pura. Kita memang tidak saling mengenal. Kita hanya dua orang yang saling membenci.” Ujar Yeon.

Kyuhyun terdiam sembari terus menatap Yeon yang menunduk. Ia benar-benar tidak bisa melihat wajah perempuan itu. Yang dapat Kyuhyun lihat hanya puncak kepalanya dengan rambut yang tampak kusut.

“Yeoni-ya, lihat aku.” Pinta Kyuhyun. Yeon menggeleng.

Kyuhyun kembali menggerakan tubuhnya untuk mendekati Yeon. Namun ia tidak bisa melakukannya. Kyuhyun benar-benar merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia tidak seharusnya terlalu lemah seperti ini. Bagaimana bisa ia menyelamatkan Yeon jika menjaga dirinya sendiri pun ia tidak mampu?

“Yeon, aku mohon.”

“Jangan pedulikan aku, Kyuhyun.”

Kyuhyun mendengar suara Yeon yang bergetar. Apa perempuan itu akan menangis?

Kyuhyun berpura-pura meringis hingga membuat Yeon akhirnya mengangkat kepalanya. Dan ia benar-benar terkejut saat melihat wajah Yeon yang tampak lebam. Sudut bibirnya terdapat darah yang telah mengering. Wajah Yeon benar-benar kacau.

“Y–Yeon..”

Yeon kembali menundukkan kepalanya. Ia tidak ingin Kyuhyun melihatnya seperti ini. Keadaannya benar-benar kacau. Yeon mungkin merasa takut melihat dirinya sendiri.

“Lihat aku, Jung Yeon!” Suara Kyuhyun terdengar tajam.

“Aku bilang jangan pedulikan aku, Kyuhyun! Kau harus mencari cara untuk keluar dari tempat ini. Kau tidak seharusnya berada disini!” Ucap Yeon sembari menatap Kyuhyun.

“Dan bersikaplah seperti kau tidak mengenalku! Atau mereka akan semakin lama mengurungmu disini!” Lanjutnya.

“Siapa yang melakukannya?” Tanya Kyuhyun pelan. Yeon terdiam.

“Siapa yang melakukan semua itu pada wajahmu?” Tanya Kyuhyun lagi. Yeon mengalihkan pandangannya. Ia tidak akan mengatakan apapun.

“Apakah para laki-laki itu?” Tebak Kyuhyun. Yeon masih betah menutup mulutnya.

“Atau ayahku?” Bisik Kyuhyun dengan airmata yang mengalir di wajahnya.

Yeon terkejut saat mendengar bisikan Kyuhyun. Kyuhyun mengetahuinya? Kyuhyun mengetahui siapa yang menculiknya? Bagaimana bisa Kyuhyun mengetahuinya? Yeon sangat ingin bertanya. Tetapi tidak ada satu pun pertanyaan yang keluar dari mulutnya.

“B–bagaimana bisa ayahku..”

“Aku tidak apa-apa, Kyuhyun. Jangan pikirkan aku. Lebih baik kau memikirkan cara untuk keluar dari sini. Kau harus keluar dari tempat ini.” Ucap Yeon.

Kyuhyun menggeleng.

“Aku tidak akan keluar sendiri. Aku tidak akan keluar tanpa kau.” Tukas Kyuhyun.

Yeon yakin mereka tidak akan bisa keluar bersama-sama. Younghwan mungkin akan membiarkan Kyuhyun pergi. Tetapi jika Kyuhyun mengajaknya, Younghwan tidak akan mengizinkannya. Dan Yeon tidak ingin Younghwan menyakiti Kyuhyun.

“Bukankah kau membenciku?” Ujar Yeon dengan sedih. Kyuhyun menatapnya.

Ya.

“Bukankah aku hanya seorang mantan calon istri untukmu?”

Ya.

“Lalu kenapa kau berada di sini, Kyuhyun? Kenapa kau mengorbankan dirimu untukku? Kenapa kau ingin menyelamatkanku?!”

Karena aku mencintaimu. Aku mencintaimu hingga rasanya sangat menyakitkan.

“Kau tidak percaya saat aku mengatakan bagaimana kejamnya ayahmu. Kau meyakinkan dirimu sendiri bahwa ayahmu adalah pria yang baik. Karena itu kau tidak boleh ada disini, Kyuhyun. Kau tidak boleh melihat ayahmu disini. Kau tidak boleh melihat apa yang bisa dilakukan oleh ayahmu.” Isak Yeon.

“Karena jika kau melihatnya–“

“Kenapa jika aku melihatnya?” Sela Kyuhyun.

“Aku akan hancur?” Tebak Kyuhyun. Yeon terus menatapnya.

“Aku telah hancur sejak semuanya terbongkar, Yeon.”

“Karena itulah aku tidak bisa melihatmu hancur untuk kedua kalinya.” Bisik Yeon.

Seandainya Kyuhyun tidak dalam keadaan terikat, ia akan menghampiri Yeon dan menyeka airmatanya. Kemudian ia akan membawa perempuan itu ke dalam pelukannya. Kyuhyun benar-benar merindukannya.

“Aku berjanji akan membuat ayahku membayar semua yang dia lakukan padamu.”

Yeon terkesiap saat mendengar pintu terbuka. Seorang laki-laki masuk dengan membawa dua buah piring di tangannya. Yeon lega karena laki-laki itu bukanlah Younghwan.

“Aku mohon berpura-puralah tidak mengenalku.” Bisik Yeon dan kemudian menundukkan kepalanya.

Laki-laki itu menaruh piring berisi makanan di lantai. Masing-masing di samping kaki Yeon dan Kyuhyun.

“Ini makanan kalian. Silahkan cari cara untuk menikmatinya.” Ucapnya dengan sebuah seringai.

“Lepaskan aku, brengsek!” Maki Kyuhyun sembari menatapnya tajam.

“Bukankah kau bilang ingin melihat keadaan gedung ini? Sekarang kau bisa melihatnya sampai puas. Tetapi maaf, bung, kau tidak bisa masuk dan keluar sesuka hatimu. Aku sudah katakan ini bukan tempat umum.”

“Kau menculik seorang perempuan!” Bentak Kyuhyun.

Laki-laki itu melirik Yeon yang masih betah menundukkan kepalanya.

“Kau tidak perlu ikut campur.”

“Brengsek!”

“Kami mungkin akan membebaskanmu jika kau mau bersikap baik. Dan pastinya setelah bos kami melenyapkan perempuan ini. Asal kau berjanji untuk tidak mengatakan apapun pada polisi.” Ujar laki-laki itu.

Mata Kyuhyun melebar. Younghwan ingin membunuh Yeon? Apa ayahnya itu benar-benar sudah tidak memiliki hati sama sekali?

“K–kalian akan membunuhnya?” Tanya Kyuhyun.

“Bersikap baiklah jika tidak ingin menjadi saksi pembunuhan.” Kata Laki-laki itu sembari menepuk pipi Kyuhyun dan kemudian meninggalkan tempat itu.

“Yeon..” Panggil Kyuhyun.

Bahu Yeon bergetar seiring isak tangis perempuan itu. Kyuhyun yakin Yeon merasa sangat takut setelah apa yang dikatakan anak buah Younghwan tadi. Ayahnya benar-benar sudah gila.

“Brengsek!” Maki Kyuhyun sembari menendang piringnya hingga pecah.

Yeon mendongak dan menatap Kyuhyun dengan sedih. Ini mungkin akan menjadi terakhir kalinya ia melihat laki-laki itu. Setelah ini ia akan bertemu dengan ayah dan ibunya. Ia terpaksa meninggalkan Jun seorang diri di dunia ini.

“Bersikaplah baik agar mereka membebaskanmu, Kyuhyun.” Ucap Yeon dengan suara parau. Kyuhyun menatapnya tajam.

“K–katakan pada Jun bahwa aku sangat menyayanginya. Aku menyesal karena harus meninggalkannya seperti ini.”

“Jangan katakan apapun, Jung Yeon.” Desis Kyuhyun menahan marah.

“Tolong jaga Jun untukku, Kyuhyun.”

“Sialan aku tidak akan membiarkan ayahku membunuhmu!” Bentak Kyuhyun membuat tangis Yeon semakin menjadi.

——

Eunsoo mengulurkan tangannya untuk mengusap wajah Luke yang sedikit pucat. Ia merasakan Luke menempelkan pipinya pada telapak tangannya. Terlihat nyaman dengan sentuhan darinya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Eunsoo.

“Hmm.” Jawab Luke sembari memejamkan matanya.

“Kau terlihat lelah. Tidurlah disini. Aku bisa berangkat kerja sendiri.”

Luke menatap jam di pergelangan tangannya.

“Aku tidak bisa tidur. Aku harus menunggu dua belas jam lagi.”

“Kyuhyun oppa benar-benar belum memberikan kabar?” Tanya Eunsoo. Luke menggeleng.

“Apa dia baik-baik saja?” Gumam Eunsoo.

Luke membuka matanya dan menatap wajah khawatir Eunsoo.

“Dia harus baik-baik saja. Dia sudah berjanji padaku untuk menyelamatkan Yeon.” Ujar Luke dengan ketus.

“Kenapa kau sangat membenci Kyuhyun oppa?” Tanya Eunsoo sembari menarik tangannya dari wajah Luke.

Luke menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa di apartement Eunsoo.

“Karena dia anak Cho Younghwan.” Jawab Luke.

“Itu takdir Tuhan, Luke. Kyuhyun oppa tidak bisa memilih orangtua. Mungkin jika bisa memilih pun, Kyuhyun oppa tidak ingin memiliki ayah seperti Younghwan samchon. Lagipula Kyuhyun oppa orang yang baik.” Ujar Eunsoo membela Kyuhyun.

Luke menghela nafas. Ya, dia menyetujui ucapan Eunsoo. Kyuhyun memang tidak bersalah. Tetapi Luke juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membenci Kyuhyun. Mungkin karena wajah laki-laki itu sangat mirip dengan Younghwan.

“Aku juga membencinya karena dia membuat Yeon jatuh cinta padanya.” Gumam Luke.

“Apakah kau cemburu?” Goda Eunsoo. Ia hanya ingin membuat Luke lebih rileks. Luke meliriknya dengan kesal.

“Kalian bersahabat sejak lama. Mungkin saja kau menyukainya sehingga kau cemburu saat Kyuhyun oppa mendekati Yeon.” Ucap Eunsoo.

“Apa kau sedang mengarang cerita?” Tanya Luke.

“Kau tidak pernah mengatakan padaku jika kau menyukaiku. Kau hanya setuju untuk menjalin sebuah hubungan denganku.” Rajuk Eunsoo.

“Bukan berarti aku menyukai Yeon!” Sahut Luke.

“Aku hanya sangat menyayanginya seperti adikku sendiri. Aku menjadi saksi bagaimana Yeon dan adiknya tumbuh dewasa. Coba katakan padaku bagaimana bisa aku tidak bersikap protektif padanya? Aku tidak rela jika ada laki-laki yang menarik perhatiannya. Karena aku tidak ingin dia tersakiti.” Jelas Luke.

“Aku mengerti. Aku hanya bercanda.” Gerutu Eunsoo sembari mencubit pelan perut Luke.

Luke menarik tangan Eunsoo hingga perempuan itu jatuh ke dalam pelukannya. Kedua tangannya melingkari pinggang Eunsoo.

“Jika aku tidak menyukaimu, aku tidak akan mau menjalin hubungan yang lebih serius denganmu.”

“Benarkah?”

“Kau meragukanku?” Sungut Luke. Eunsoo tersenyum.

“Aku tidak meragukanmu. Aku benar-benar hanya bercanda dan menggodamu tadi. Kau terlihat sangat tegang. Aku ingin kau rileks sebentar.” Ujar Eunsoo.

Luke menarik tengkuk Eunsoo dan menyatukan bibir mereka. Hanya sesaat, kemudian Luke melepaskan bibirnya dari bibir Eunsoo.

“Seharusnya kau menciumku jika ingin membuatku rileks.” Bisik Luke.

Eunsoo tersenyum dan bergerak lebih dulu untuk mencium bibir Luke. Dan tentu saja Luke menyambut ciuman perempuan itu dengan senang hati.

——

Melihat Yeon menangis adalah hal yang mengerikan untuk Kyuhyun. Ia merasa bingung bagaimana dirinya bisa mengabaikan tangisan Yeon di hari pernikahan mereka dan juga malam di apartementnya sebelum Yeon diculik.

Apakah saat itu Kyuhyun ingin memeluknya? Karena saat ini Kyuhyun sangat-sangat ingin memeluk Yeon hingga rasanya sangat menyesakkan. Kyuhyun sangat menyesal tidak memeluk perempuan itu saat itu.

Beruntung karena saat ini tangis Yeon sudah mereda. Kyuhyun tidak tahu apa yang bisa dilakukannya jika terus melihat perempuan itu menangis. Mungkin dia akan menyakiti diri sendiri untuk melepaskan ikatan itu pada dirinya.

“Apa kau tidak akan makan?” Tanya Kyuhyun sembari menatap piring di lantai.

“Bagaimana bisa aku makan di saat terikat seperti ini?” Jawab Yeon.

“Apa maksudmu kau tidak makan apapun sejak berada disini?” Kyuhyun menatap Yeon yang sedang tidak menatapnya.

“Satu kali. Karena mereka memaksaku.”

Kyuhyun menggeram. Mereka benar-benar telah menyakiti Yeon. Wajah Yeon penuh luka. Begitupun dengan lengannya yang terikat. Kyuhyun yakin Yeon mendapatkan luka di lengannya karena berusaha untuk melepaskan ikatan.

“Jawab pertanyaanku, Yeon. Siapa yang membuat luka di wajahmu?” Tanya Kyuhyun.

Yeon menatap Kyuhyun dan terlihat ragu. Namun kemudian Yeon berpikir jika Kyuhyun sudah mengetahui bagaimana kejamnya ayahnya. Tidak ada yang perlu ditutupi lagi.

“Ayahmu.” Jawab Yeon berbisik.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya yang terikat. Ia benar-benar ingin memukul ayahnya, seperti pria itu memukul Yeon. Kenapa ayahnya bisa sekejam ini?

“Aku tidak tahu kapan tepatnya ayahku berubah menjadi seperti ini.” Ucap Kyuhyun tanpa menatap Yeon.

“Di dalam ingatanku, ayahku sangat menyayangiku dan ibuku. Dia sering memanjakanku dan membelikanku mainan. Ayahku sering memarahi kakakku jika dia membuatku menangis. Tetapi walaupun begitu, aku tahu dia sangat menyayangiku dan kakakku.” Pikiran Kyuhyun menerawang ke masa lalu.

“Aku yakin semuanya masih baik-baik saja saat aku pergi melanjutkan sekolahku di luar negeri. Ayahku memberikan begitu banyak pesan agar aku tetap menjadi anak yang baik. Dia juga memberikan pelukan yang begitu hangat layaknya seorang ayah.”

“Tetapi bagaimana bisa semuanya berubah seperti ini? Bagaimana bisa dalam waktu sekejap ayahku menjadi seorang pembunuh? Dan bagaimana bisa dia melakukan kejahatan lainnya seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi pada ayahku?” Suara Kyuhyun terdengar lirih di akhir kalimatnya.

Yeon menatap Kyuhyun dengan kesedihan. Ia yakin Kyuhyun sangat terpukul mengetahui ayahnya adalah seseorang yang begitu kejam. Ia yakin Kyuhyun sangat sulit untuk mempercayai semua ini.

Tetapi semakin sulit Kyuhyun mempercayainya, semakin banyak kejahatan yang dilakukan Younghwan. Membuat Kyuhyun mau tidak mau percaya bahwa ayahnya bukanlah ayah yang sama seperti dulu.

“Ayahmu melakukan semua ini karena dia menyayangimu. Karena aku telah menyakiti anak kesayangannya, makanya ayahmu tidak tinggal diam.” Ucap Yeon.

“Tidak. Kau salah, Yeon.” Bantah Kyuhyun.

“Semua yang ayahku lakukan ini tidak ada hubungannya denganku. Dia melakukan semua ini karena merasa kau mengganggu hidupnya. Dia tidak suka saat kau mendekatiku bukan karena dia menyayangiku. Tetapi karena dia takut kau mengatakan semua kejahatannya padaku. Dia tidak ingin ada yang mengetahui kejahatannya, Yeon. Ayahku memikirkan dirinya sendiri.”

“Maafkan aku, Kyuhyun.” Sesal Yeon. Kyuhyun menatap Yeon.

“Maaf karena telah memanfaatkanmu. Maaf karena aku telah bersikap egois. Dan maaf karena aku telah menghancurkan hidupmu.” Yeon kembali menangis.

“Aku melakukannya karena sangat menyayangi orangtuaku, Kyuhyun. Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya melihat orangtuamu meninggal tepat di depan matamu. Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya melihat mereka tergeletak tidak berdaya dengan darah yang menggenangi tubuh mereka.”

Kyuhyun memang tidak akan pernah mengetahuinya. Dan Kyuhyun pun tidak akan sanggup jika harus melalui itu semuanya.

“Rasanya sangat mengerikan, Kyuhyun. Hal itulah yang membuat iblis di dalam diriku muncul. Karena itulah aku memutuskan untuk melakukan balas dendam. Tetapi seharusnya aku tidak melakukannya padamu. Seharusnya aku tidak melibatkanmu. Maafkan aku.” Isak Yeon dengan penuh rasa penyesalan.

“Tidak, Yeon. Tidak apa-apa.” Ucap Kyuhyun. Astaga dia sangat ingin memeluk Yeon. Benar-benar terasa menyakitkan melihat perempuan itu menangis.

“Semua itu resiko yang harus aku ambil karena telah menjadi anak dari Cho Younghwan. Aku tidak bisa menghindari orang-orang yang membencinya. Termasuk dirimu.”

“Berhenti menyalahkan dirimu sendiri.” Pinta Kyuhyun.

Yeon menatap Kyuhyun dengan wajahnya yang basah. Apakah Kyuhyun sudah tidak membencinya? Yeon ingin bertanya, tetapi ia terlalu takut mendengar jawabannya.

“Aku sangat ingin memelukmu saat ini, Yeon.” Bisik Kyuhyun dengan wajah tersiksa.

Yeon merasa sangat bahagia mendengar bisikan Kyuhyun. Apakah ia bisa membalas ucapan Kyuhyun? Apakah boleh jika dia mengatakan bahwa dia juga ingin memeluk Kyuhyun? Yeon terlalu takut mengatakannya.

“Kyuhyun..” Panggil Yeon sembari menatap pintu.

“Aku siap jika ayahmu ingin membunuhku. Tetapi–“

“Ayahku tidak akan melakukan apapun padamu!” Sela Kyuhyun.

“S–salah satu laki-laki di luar sana, dia yang m–memperkosaku dulu.” Bisik Yeon membuat mata Kyuhyun melebar.

“Aku takut dia melakukannya lagi, Kyuhyun. A–aku takut.” Ucap Yeon dengan tubuh bergetar.

“B–bisakah kau benar-benar membawaku keluar dari sini?” Tanya Yeon penuh harap.

“Aku tidak mau mengalaminya untuk yang kedua kali. Aku benar-benar ketakutan hingga memilih agar ayahmu segera membunuhku saja.”

“Aku akan membawamu keluar dari sini, Yeon.” Kyuhyun menjawab pertanyaan Yeon.

“Max mengetahui tentang tempat ini. Aku sudah menceritakan semuanya pada Max dan Luke. Dan aku juga sudah meminta bantuan padanya, Yeon.” Ujar Kyuhyun sembari menatap cahaya yang masih terang dari luar.

“Aku meminta mereka untuk datang ke sini bersama polisi setelah dua puluh empat jam kepergianku. Aku menebak jika saat ini adalah sore hari. Kita hanya perlu menunggu beberapa jam lagi, Yeoni-ya.”

Yeon benar-benar terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Ternyata laki-laki itu sudah merencanakan semuanya. Max dan Luke juga mengetahui semuanya.

“B–bagaimana jika ayahmu datang?” Tanya Yeon.

“Apa dia selalu datang setiap hari?” Tanya Kyuhyun balik. Yeon mengangguk.

Mereka hanya perlu berharap jika Younghwan tidak datang hari ini. Walaupun Younghwan datang sebelum polisi datang, maka Kyuhyun akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Yeon.

“Aku janji jika kau dan aku akan keluar dari sini dengan selamat, Yeon.” Kata Kyuhyun sembari menatap Yeon dengan lembut.

——

Max, Kate, dan Luke menatap Jun yang terus berjalan mondar-mandir. Sesekali laki-laki itu menggigiti kuku jarinya. Sesekali juga dia melipat tangannya di depan dada dan kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Terlalu banyak gerakan yang dilakukan Jun hingga membuat mereka pusing. Tetapi mereka tahu, Jun melakukannya karena merasa khawatir. Jun benar-benar tidak pandai menyembunyikan kekhawatirannya.

“Jun, duduklah.” Ucap Kate.

“Aku merasa gelisah, Kate.”

“Aku tahu. Karena itu duduklah dulu dan tenangkan dirimu. Yeon akan baik-baik saja.”

Jun menatap jam dinding di rumah Max.

“Tidakkah kalian pikir ini sudah terlalu lama?” Tanya Jun.

“Aku sependapat denganmu.” Jawab Luke.

“Benar, Luke. Tidak ada kabar apapun dari Kyuhyun oppa. Bukankah itu aneh? Pasti sesuatu terjadi padanya. Sesuatu terjadi pada noona.” Ujar Jun.

Dad, berikanlah alamat itu!” Pinta Luke dengan frustasi.

“Kita masih harus menunggu dua jam lagi.” Sahut Max.

Oh my god, dad! Selama dua jam itu apapun bisa terjadi pada Yeon!” Luke benar-benar terlihat geram.

“Tutup mulutmu, Luke.”

Daddy, Luke benar. Lebih baik kita langsung mengecek tempat itu. Jika Kyuhyun hyung berhasil menyelamatkan noona, dia pasti sudah menghubungi kita.” Kata Jun sembari mendekati Max.

“Mungkin aku harus menghubungi Kyuhyun hyung.” Gumam Jun. Max langsung mengambil ponsel Jun.

“Jangan, Jun. Telepon darimu bisa saja menggagalkan usaha Kyuhyun untuk menyelamatkan Yeon.”

“Tapi, daddy–“

“Dengar, kita sudah menunggu selama dua puluh dua jam. Tidak bisakah kita menunggu selama dua jam lagi?” Tanya Max. Tidak ada yang bersuara.

“Jun, apa kau percaya pada Kyuhyun?” Tanya Kate. Jun mengalihkan pandangannya pada wanita itu.

“Aku percaya padanya, tapi–“

“Jika kau percaya padanya, tidak ada kata tapi, sayang. Kau tidak boleh meragukannya. Aku bisa melihat bagaimana besarnya cinta Kyuhyun pada Yeon. Kyuhyun akan melakukan apapun untuk menyelamatkannya.”

“Tetapi noona menyakiti Kyuhyun hyung, Kate. Kyuhyun hyung membenci noona.” Kilah Jun.

“Rasa benci Kyuhyun pada Yeon tidak sebesar rasa cintanya. Kau harus melihat itu pada matanya.” Saran Kate.

Jun kembali berjalan mondar-mandir sembari menggigiti kukunya. Dia mempercayai Kyuhyun. Tetapi rasa percaya saja tidak cukup. Bagaimana jika Kyuhyun tidak mampu menyelamatkan Yeon?

Jun menatap jam untuk kesekian kalinya. Seperti yang Max katakan, mereka telah menunggu selama dua puluh dua jam. Ia harus bisa menunggu selama dua jam lagi. Ia yakin orangtuanya akan melindungi Yeon dari atas sana. Orangtuanya tidak akan mungkin membuat Jun hidup sebatang kara di dunia ini.

——

Hanna memasuki ruang kerja Younghwan sembari membawa secangkir teh. Younghwan tampak sedang menghubungi seseorang, namun saat melihat kehadiran Hanna, pria itu langsung menyudahi panggilan tersebut.

“Apa kau tidak bisa mengetuk dulu?” Tanya Younghwan kesal.

Hanna menatap Younghwan dengan bingung. Selama ini Younghwan tidak pernah mempermasalahkan jika ia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kenapa secara tiba-tiba Younghwan merasa kesal?

“Letakkan di sana kemudian pergilah.” Usir Younghwan masih dengan menggenggam ponsel di tangannya.

Hanna meletakkan cangkir teh tersebut di atas meja. Tetapi ia tidak beranjak seperti keingingan Younghwan.

“Apa kau tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi?” Tanya Hanna. Younghwan menatapnya dengan tajam, namun Hanna terlihat tidak peduli.

“Apa kau benar-benar membunuh orangtua Yeon?” Tuduh Hanna. Younghwan menggebrak meja dan berdiri.

“Apa kau sudah hilang akal? Kau mencurigai suamimu sendiri?!” Bentak Younghwan.

“Jika kau tidak bersalah, katakan semua itu pada para wartawan di luar sana! Kenapa kau malah bersembunyi seperti ini?!”

“Tutup mulutmu, Kim Hanna! Kau tidak tahu apapun!”

“Benar. Aku tidak tahu apapun. Aku bahkan tidak mengenal suamiku sendiri. Suami yang telah berpuluh-puluh tahun aku nikahi.” Ucap Hanna dengan sedih.

“Suami yang tidak memperdulikan keluarganya sendiri. Tidak memperdulikan kebahagiaan anaknya. Kau mementingkan dirimu sendiri, Cho Younghwan!”

“Kau!”

Younghwan mengangkat tangannya dan hendak menampar Hanna. Namun tangan itu berhenti di udara saat melihat Hanna memejamkan matanya seolah merasa siap dengan tamparannya.

Younghwan menurunkan tangannya dan mengepalkannya. Ia masih menatap Hanna dengan tajam.

“Jika kau tidak ingin aku menyakitimu, lebih baik kau diam.” Ancam Younghwan. Hanna terlihat lega karena Younghwan mengurungkan niat untuk menamparnya.

“Apa kau tidak merasa kasihan sedikit pun pada Kyuhyun? Apa kau tidak merasa sedih saat melihatnya bersedih?” Tanya Hanna.

“Aku melakukan semua ini untuknya.” Jawab Younghwan.

“Perempuan jalang itu memanfaatkan anakmu! Apa kau tidak merasa marah? Apa kau masih mau membelanya?”

“Semua itu karena dia mempercayai kau membunuh orangtuanya! Yang seharusnya kau lakukan adalah menjelaskan semua kesalahpahaman ini!” Ucap Hanna.

“Kau tidak perlu mengguruiku.” Desis Younghwan.

“Tidak bisakah kau merangkul Kyuhyun dan menenangkannya? Tidak bisakah kau bersikap seperti seorang ayah seperti dulu?” Pinta Hanna.

Kepalan tangan Younghwan semakin erat. Ia merasa benar-benar kesal mendengar semua ucapan Hanna. Tetapi ia tidak bisa menyakiti wanita itu. Wanita yang dicintainya dan telah memberikannya sebuah keluarga.

Tanpa menyentuh teh yang dibuatkan istrinya, Younghwan meninggalkan meja kerjanya. Berjalan menjauhi Hanna untuk keluar dari ruang kerjanya.

“Kau mau kemana?” Tanya Hanna menghentikan langkah Younghwan.

“Akhir-akhir ini kau sering meninggalkan rumah.” Lanjut Hanna.

Younghwan menggeram dan suaranya terdengar tajam.

“Aku ingin menyelesaikan masalah seperti keinginanmu.”

——

Kyuhyun dan Yeon menatap para anak buah Younghwan yang sedang membuat api unggun di dalam ruangan itu. Langit mulai gelap, karena itulah mereka membutuhkan bantuan cahaya. Mengetahui kenyataan bahwa hari mulai malam membuat Kyuhyun merasa tegang.

Bukankah itu berarti Max dan Luke akan datang ke sini bersama polisi sebentar lagi? Bukankah itu berarti ia dan Yeon akan kembali dengan selamat?

Kyuhyun juga terus berdoa agar Younghwan tidak datang ke sini hari ini. Karena jika Younghwan datang semuanya akan menjadi berantakan. Pria itu bisa melakukan apapun pada Yeon. Kyuhyun tidak akan membiarkan semua itu terjadi.

Bahkan jika dia harus menjadi seorang pembunuh.

Darah seorang pembunuh mengalir ditubuhnya. Jika Younghwan bisa mengakhiri hidup seseorang dengan sesuka hatinya, maka Kyuhyun juga harus bisa melakukannya.

Kyuhyun akan membunuh Younghwan jika pria itu menyakiti Yeon.

“Kapan Max dan Luke akan datang?” Tanya Yeon berbisik.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Yeon. Menatap sisa-sisa airmata di wajah perempuan itu.

“Sebentar lagi. Tunggulah sebentar lagi.” Jawab Kyuhyun. Yeon mengangguk.

“Kita akan pulang dengan selamat.” Kyuhyun mengulangi janjinya. Yeon kembali mengangguk.

Keduanya kembali menatap anak buah Younghwan. Dan mereka terkejut saat melihat para laki-laki itu sedang menatap mereka dengan menyeringai. Meninggalkan api unggun yang telah mereka buat, mereka mendekati keberadaan Kyuhyun dan Yeon.

Kyuhyun dapat merasakan tubuh Yeon menegang karenanya. Ia tahu bahwa Yeon merasa takut.

“Aku sudah curiga jika kalian berdua saling mengenal.” Ucap salah satu anak buah Younghwan yang menangkap Kyuhyun.

“Ternyata kau mencoba membodohi kami, nona?!” Tanyanya sembari mencengkram wajah Yeon. Yeon meringis karena rasa sakit dan takut.

“Lepaskan dia, brengsek!” Maki Kyuhyun.

“Yah, apa kau kekasihnya?” Tebak laki-laki yang lain sembari menatap Kyuhyun dengan senyum mengejek.

“Kau tidak perlu tahu hubungan apa yang terjalin antara aku dan dia. Hanya jangan bersikap seperti pecundang dengan menyakiti seorang perempuan!” Tukas Kyuhyun.

Laki-laki itu menampar Kyuhyun hingga membuat Yeon memekik karena terkejut. Kemudian ia menjambak rambut Kyuhyun dan mengangkat kepala laki-laki itu.

“Kau yang seorang pecundang. Karena kau tidak bisa menyelamatkan kekasihmu dan malah terikat sepertinya.” Ejek laki-laki itu membuat teman-temannya tertawa.

Kyuhyun menatap laki-laki itu dengan tajam. Seandainya ia tidak terikat, ia pasti sudah menghajar pria itu hingga ia memohon ampun.

Namun hanya karena dirinya terikat, bukan berarti Kyuhyun tidak bisa melakukan apapun. Kyuhyun membenturkan kepalanya pada wajah laki-laki itu hingga ia mengerang kesakitan.

Laki-laki itu melepaskan jambakannya dan memegangi hidungnya yang terasa sakit. Saat ia menjauhkan tangannya, ia melihat ada darah yang keluar dari hidungnya. Laki-laki itu terlihat sangat marah.

“Dasar brengsek!!” Maki laki-laki itu sembari menendang tubuh Kyuhyun hingga terjungkal kebelakang bersama kursi yang didudukinya.

Yeon menjerit ketakutan saat melihat Kyuhyun meringis kesakitan. Ia yakin posisi Kyuhyun yang terikat semakin menyakiti tubuh laki-laki itu.

“Apa kau sudah bosan hidup, huh?!” Tanya laki-laki itu sembari mendekati Kyuhyun.

Laki-laki itu memberikan banyak tendangan pada perut Kyuhyun. Ia juga memberikan pukulan pada wajah Kyuhyun hingga darah segar mengalir dari mulutnya.

“Hentikan! Jangan sakiti dia!!” Jerit Yeon. Airmata kembali mengalir diwajahnya.

“Tutup mulutmu!” Bentak laki-laki di samping Yeon.

Mereka terus memukuli Kyuhyun hingga Kyuhyun mengerang kesakitan. Tetapi ia merasa lebih baik jika harus melihat Yeon yang disakiti. Jika ia bisa mengalihkan perhatian para laki-laki itu dari Yeon dengan seperti ini, maka Kyuhyun rela melakukannya.

“Hentikan!! Apa kalian tidak tahu siapa dia?!” Ucap Yeon membuat gerakan para laki-laki itu terhenti untuk sejenak. Mereka menatap Yeon dengan rasa ingin tahu.

“Memangnya siapa dia? Apa anak Presiden?” Ejek salah satu dari mereka dan mengundang tawa dari yang lain.

“Ah, apa seorang artis?” Timpal yang lainnya.

“Apakah dia laki-laki kaya seperti bos kita?” Tebak yang lain dan tawa mereka menyatu di dalam ruangan itu.

“Siapa dia, nona? Katakan pada kami siapa dia.” Ujar laki-laki di samping Yeon.

“Dia adalah–“

“J–jangan katakan apapun, Yeon.” Perintah Kyuhyun sembari menatap Yeon dengan pandangan sayu. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.

“Kyuhyun..” Isak Yeon.

“A–aku baik-baik saja.” Kyuhyun mencoba untuk tersenyum.

“Ck! Benar-benar romantis sekali sepasang kekasih ini.”

“Tuan-tuan, aku mohon jangan sakiti dia. Dia sudah tidak berdaya.” Pinta Yeon dengan memelas. Jika ia bisa bersujud, maka ia sudah melakukannya.

“Biarkan dia pergi. K–kalian tidak memiliki urusan dengannya. D–dia tidak mengetahui apapun.” Ucap Yeon dengan tersendat-sendat.

“Kau pikir kami akan luluh hanya karena melihatmu menangis?!”

Mereka kembali memukuli Kyuhyun hingga membuat tangisan Yeon semakin kencang.

“Hentikan, teman-teman.” Perintah laki-laki di samping Yeon. Yeon menatapnya dengan pandangan kabur.

“Bermain-main dengan laki-laki itu tidak akan membuat kalian puas.” Ucapnya. Kemudian ia menatap Yeon dengan sebuah seringai licik.

“Apa kalian tahu..” Kata-katanya terdengar menggantung. Jarinya menelusuri lengan Yeon yang terikat.

Yeon tidak bisa menahan tubuhnya yang gemetar karena ketakutan. Ia berharap apa yang ditakutkannya tidak terjadi.

“Aku pernah mencicipi tubuh perempuan ini sepuluh tahun yang lalu.” Bisik laki-laki itu. Teman-temannya terlihat antusias saat mendengarnya.

Mata Kyuhyun terbelalak saat mengerti kemana arah pembicaraan laki-laki itu. Ia mencoba untuk menegakkan tubuhnya, tetapi tidak mampu melakukannya.

Tidak. Mereka tidak boleh melakukan hal itu pada Yeon.

“Saat itu dia masih seorang gadis kecil. Tetapi tubuhnya benar-benar nikmat.” Laki-laki itu memeluk tubuh Yeon dari belakang hingga membuat Yeon menjerit.

“J–jangan sentuh dia..” Ucap Kyuhyun.

“Bisa kalian bayangkan bagaimana nikmatnya tubuh perempuan ini setelah ia dewasa seperti ini?” Tanya laki-laki itu pada teman-temannya. Mereka semua menyeringai dan mendekati Yeon.

“Jangan..” Pinta Yeon dengan jantung yang berdetak dengan keras.

“Kau tidak mengizinkan kami bermain-main dengan kekasihmu, nona. Karena itu biarkan kami bermain denganmu.” Balas laki-laki itu.

“Lepaskan ikatannya.” Perintah laki-laki itu.

Teman-temannya langsung mengelilingi Yeon dan berusaha melepaskan ikatan pada tubuh perempuan itu.

“Tidak.. Jangan lepaskan.. Jangan lepaskan!” Jerit Yeon ketakutan.

Kyuhyun menggerakkan tubuhnya untuk melepaskan ikatan sialan yang masih melilit tubuhnya. Jeritan Yeon benar-benar membuat dadanya terasa sesak. Ia tidak bisa melihat perempuan itu kehilangan kehormatannya untuk kedua kalinya.

“Jangan sentuh dia. Jangan sentuh dia, brengsek!!” Maki Kyuhyun marah. Namun tidak ada yang memperdulikannya.

Setelah ikatan pada tubuh Yeon terlepas, mereka menarik Yeon agar berdiri dan menghempaskan perempuan itu ke lantai. Yeon jatuh tersungkur dan mengerang kesakitan. Perutnya terasa sangat sakit.

Mencoba mengabaikan rasa sakitnya, Yeon berusaha menjauh dari para laki-laki itu yang berjalan mendekatinya. Menggunakan telapak tangan dan lututnya, Yeon merangkak untuk menghindari dari mereka.

“Kau mau kemana, manis?”

“Jangan dekati aku.. Jangan dekati aku..” Pinta Yeon sembari terus menjauh.

Salah satu dari mereka menarik kaki Yeon hingga perempuan itu terseret di lantai. Yeon mencoba menendang mereka namun kekuatan yang dimilikinya tidak sebanding dengan para laki-laki itu.

“Tenanglah. Kami tidak akan menyakitimu.” Ucap laki-laki yang pernah memperkosa Yeon dulu. Ia berada di atas Yeon dan menyeringai.

Yeon menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Membuat gerakan memohon pada laki-laki itu.

“Aku mohon jangan, tuan. Jangan lakukan ini padaku.” Isak Yeon.

“Sssttt! Tidak apa-apa.” Bisik laki-laki itu.

“Bos kami memperbolehkan kami melakukan apapun padamu kecuali membunuhmu. Karena membunuhmu adalah tugas bos kami. Kau tidak perlu takut, lagipula sebentar lagi kau akan mati.” Ujar laki-laki itu.

Yeon bersedia mati saat ini juga. Ia tidak akan melawan saat Younghwan membunuhnya. Tetapi izinkan dia untuk mati dalam keadaan terhormat. Jangan biarkan dia mati dalam keadaan kotor seperti ini. Bagaimana dia akan bertemu dengan orangtuanya?

“Lepaskan dia!” Bentak Kyuhyun.

“Tutup mulutmu!” Balas laki-laki itu membentak.

Laki-laki itu merobek lengan kemeja Yeon hingga membuat Kyuhyun menjadi panik. Kyuhyun dapat melihat lengan mulus Yeon akibat perbuatan laki-laki itu.

Tidak ada yang dapat dilakukan oleh Yeon selain menangis. Seberapa pun ia melawan, ia akan tetap kalah dengan mereka. Ia hanya bisa pasrah dengan semua yang terjadi padanya.

Laki-laki itu menarik kemeja Yeon hingga semua kancingnya terlepas. Wajahnya terlihat berbinar saat menatap payudara Yeon yang masih terbungkus dengan rapat oleh bra.

“Woahhh..” Ucap mereka dengan wajah berbinar.

“Jangan..” Lirih Yeon sembari memalingkan wajahnya. Ia tidak sanggup menatap wajah Kyuhyun.

“JANGAN SENTUH DIA, BAJINGAN!!”

Tidak ada yang memperdulikan Kyuhyun.

“JIKA KAU MENYENTUHNYA AKU AKAN MEMBUNUHMU!!” Teriak Kyuhyun benar-benar marah.

“Aish, dia benar-benar berisik. Bisakah salah satu dari kalian menutup mulutnya?” Perintah laki-laki itu.

“Ada apa ini?”

Tubuh Kyuhyun menegang saat mendengar suara Younghwan. Namun ia cukup bersyukur dengan kehadiran pria itu. Setidaknya pria itu mampu menghentikan tindakan bejat dari anak buahnya.

“Kenapa aku mendengar suara ribut dari luar?” Tanya Younghwan. Kyuhyun dapat mendengar langkah kaki Younghwan yang mendekat.

“Tuan Cho.”

Mereka langsung meninggalkan Yeon dan menghampiri Younghwan.

Yeon mencoba merapatkan kemejanya dan meringkuk untuk menutupi tubuhnya. Ia berharap Younghwan membunuhnya sekarang juga.

“Apa yang kalian lakukan padanya?” Tanya Younghwan sembari menatap Yeon.

“Kami hanya ingin memberinya sedikit pelajaran, tuan. Karena kekasihnya berada disini.” Jawab salah seorang dari mereka.

“Kekasih?” Ulang Younghwan dengan kening berkerut.

“Ya, tuan. Kekasihnya menyelinap dan memaksa untuk masuk ke sini. Karena itu kami mengikatnya juga.”

Younghwan mengalihkan pandangan dari mereka. Mencoba mencari keberadaan laki-laki yang dimaksudkan sebagai kekasih Yeon.

Younghwan melihat seorang laki-laki yang berbaring membelakanginya. Sebuah kursi masih melekat di tubuhnya dan Younghwan yakin posisi itu sangat tidak nyaman untuknya.

Namun bukan itu yang ingin dipikirkan olehnya. Younghwan merasa mengenal tubuh laki-laki itu. Matanya mengerjap beberapa kali dan mencoba menepis apa yang ada dipikirannya.

Younghwan mendekati laki-laki itu dengan langkah perlahan. Ia tidak peduli dengan keadaan Yeon. Ia hanya ingin mengetahui siapa laki-laki yang sedang tergeletak tak berdaya itu.

Kyuhyun merasakan langkah kaki Younghwan yang semakin mendekat padanya. Lalu beberapa saat kemudian Kyuhyun bisa melihat sepatu mengkilap milik ayahnya itu. Ketika Kyuhyun menaikkan pandangannya, matanya bertemu dengan mata Younghwan yang melebar karena terkejut.

“K–Kyuhyun..”

Kyuhyun menatap Younghwan dengan penuh kemarahan dan kebencian. Seumur hidupnya ia tidak akan pernah mengakui Younghwan sebagai ayahnya. Tidak. Ia tidak memiliki seorang ayah.

“A–apa yang kau–” Younghwan tampak benar-benar terkejut.

“Tuan Cho, apa kau mengenalnya?” Tanya salah satu anak buahnya.

“Sialan, apa yang kalian lakukan pada anakku?!” Bentak Younghwan. Mereka terlihat terkejut mendengar bentakan Younghwan.

“Lepaskan ikatannya!!” Perintah Younghwan.

Anak buahnya tersentak dan langsung mendekati Kyuhyun. Dengan gerakan cepat mereka melepaskan ikatan yang melilit tubuh Kyuhyun. Kemudian membantu Kyuhyun untuk berdiri.

Kyuhyun mendorong mereka menjauh. Dengan langkah lunglai ia mendekati Yeon yang masih meringkuk seorang diri. Seiring langkahnya, Kyuhyun membuka kancing kemeja yang dipakainya.

Kyuhyun memegang dadanya yang terasa sakit. Namun ia mencoba mengabaikannya. Kyuhyun melepaskan kemejanya dan menyelimuti tubuh Yeon. Ia ingin memeluk tubuh Yeon yang bergetar, tetapi mengurungkan niatnya.

Kyuhyun membiarkan dirinya hanya terbalut sebuah kaos berwarna putih. Ia menegakkan punggungnya dan berbalik. Menatap semua anak buah Younghwan dengan pandangan mematikan. Kyuhyun mengambil sebongkah kayu dan mendekati mereka.

Dengan amarah yang menguasai dirinya, Kyuhyun memukuli anak buah Younghwan dengan kayu yang dibawanya. Melampiaskan kemarahan dan kekesalannya atas apa yang mereka lakukan pada Yeon. Mereka tidak memberikan perlawanan ketika mengetahui Kyuhyun adalah anak Cho Younghwan.

“Aku sudah bilang akan membunuh kalian jika menyentuhnya!” Ucap Kyuhyun.

Kyuhyun memberikan banyak pukulan pada laki-laki yang merobek baju Yeon. Laki-laki yang berkata jika dia pernah memperkosa Yeon sepuluh tahun yang lalu. Kyuhyun tampak tidak peduli melihat darah keluar dari mulut, hidung serta kepala laki-laki itu yang terluka.

Kyuhyun benar-benar ingin membunuhnya.

“Kalian bajingan! Kalian biadab! Kalian tidak pantas hidup di dunia ini! LEBIH BAIK KALIAN MATI!!!!”

Kayu yang dipakai Kyuhyun untuk memukul laki-laki itu terbelah menjadi dua. Laki-laki itu tergeletak di lantai dan tidak sadarkan diri. Kyuhyun tidak tahu apakah laki-laki itu mati atau pingsan. Ia tidak peduli.

Kemudian Kyuhyun mengambil kayu yang lain dan memukuli anak buah Younghwan yang tersisa. Ia tidak akan pernah puas sebelum mereka semua mati.

“Kyuhyun-ah, hentikan!” Ujar Younghwan.

“Aku bersumpah kalian tidak akan pernah di terima di dunia maupun di neraka!” Ucap Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun, hentikan!” Bentak Younghwan.

“Jangan berani-berani memerintahku!” Kyuhyun balas membentak. Ia menunjuk Younghwan dengan kayu di tangannya.

Kyuhyun tidak sadar telapak tangannya terluka akibat kayu yang dipegangnya. Ia menatap Younghwan dengan sangat tajam. Sedang menahan dirinya untuk tidak memecahkan kepala Younghwan dengan kayu ditangannya.

“Kau sudah tidak memiliki hak atas diriku.” Tukas Kyuhyun.

“Aku. Bukan. Anakmu.” Ucap Kyuhyun penuh penekanan.

Kyuhyun dapat melihat mata Younghwan berkedut saat mendengar ucapannya. Walaupun keadaan ruangan itu gelap, Kyuhyun dapat melihatnya dengan jelas.

“Aku tidak memiliki ayah seorang pembunuh sepertimu.” Komentar Kyuhyun.

Kyuhyun kembali memukuli anak buah Younghwan dengan brutal. Sesekali ia mengusap darah yang mengalir di wajahnya. Rasanya menyakitkan. Tetapi melihat Yeon ketakutan seperti tadi lebih menyakitkan untuk Kyuhyun.

“Jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa membunuh kalian semua!” Desis Kyuhyun.

Beberapa anak buah Younghwan sudah tidak sadarkan diri akibat pukulan Kyuhyun. Tetapi ia tetap tidak merasa puas. Kyuhyun tetap merasa marah. Kyuhyun tahu bahwa ia tidak akan pernah merasa cukup bahkan setelah membunuh mereka semua.

“BERHENTI, CHO KYUHYUN!!” Teriak Younghwan.

Kyuhyun menghentikan gerakannya dan menoleh. Matanya melebar saat melihat Younghwan sedang menodongkan pistol pada Yeon. Kyuhyun bahkan tidak sadar jika Younghwan membuat Yeon kembali duduk di kursi yang sebelumnya diduduki perempuan itu.

Yeon terlihat pasrah dengan tangannya yang terus mencengkram kemejanya. Kepala perempuan itu menunduk. Ia seolah sudah siap untuk menjemput ajalnya melalui Younghwan.

“A–abeoji..” Lirih Kyuhyun. Kayu di tangannya terlepas.

Kyuhyun berjalan perlahan untuk mendekati keberadaan Yeon.

“Berhenti di sana, Kyuhyun!” Perintah Younghwan. Kyuhyun tidak mendengarkan perintah Younghwan.

“Aku akan menembak kepalanya jika kau melawanku.” Ancam Younghwan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

Kyuhyun menatap Younghwan dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Aku tidak berhak atas dirimu? Aku bukan ayahmu? Aku seorang pembunuh?” Desis Younghwan dengan tertawa.

“Abeoji, jangan..” Ucap Kyuhyun.

“Jangan? Kenapa jangan, Kyuhyun? Aku seorang pembunuh.” Ujar Younghwan.

Kyuhyun menangkup kedua tangannya di depan dada dan berlutut.

“Aku mohon jangan bunuh dia, abeoji.” Pinta Kyuhyun dengan airmata mengalir di wajahnya.

“Kenapa, Kyuhyun-ah? Kenapa kau sangat mencintainya? Kenapa kau mencintai perempuan yang sudah membuatmu terluka?” Tanya Younghwan.

“Perempuan ini sudah menghancurkan hidupmu. Dia memanfaatkanmu. Dia juga sudah mengganggu hidupku yang sangat tenang. Aku harus menyingkirkannya, Kyuhyun.” Ucap Younghwan.

“Tidak, abeoji!” Kyuhyun benar-benar merasa panik.

“A–aku akan melakukan apapun yang kau inginkan. Aku akan menikah dengan perempuan yang kau pilihkan untukku. Aku akan meninggalkan Yeon, abeoji. Tapi aku mohon jangan bunuh dia.”

Yeon menaikkan pandangannya dan menatap Kyuhyun dengan sedih. Kyuhyun tidak perlu melakukan itu semua. Yeon sudah siap untuk mati. Ia hidup di dunia pun hanya bisa membuat orang-orang yang disayanginya bersedih.

“Aku tidak apa-apa, Kyuhyun.” Bisik Yeon.

“Tutup mulutmu! Aku tidak menyuruhmu berbicara!” Bentak Younghwan.

“Bunuh aku, Cho Younghwan! Kau tidak perlu membuat anakmu memohon kepadamu! Bajingan!” Maki Yeon.

Younghwan menempelkan ujung pistol itu pada kepala Yeon hingga membuat Yeon dan Kyuhyun terkesiap.

“Abeoji!” Pekik Kyuhyun.

“Tutup mulutmu, sialan!” Desis Younghwan.

“Sedikit pergerakan dariku bisa membuatmu menghilang dari dunia ini.” Bisik Younghwan.

“Aku tidak takut.” Sahut Yeon. Ucapannya berbanding terbalik dengan tubuhnya yang bergetar.

“Kau benar-benar mengujiku, sialan!” Maki Yeon.

“Abeoji, tidak. Jangan dengarkan dia!” Ucap Kyuhyun.

“Jangan membelanya, Cho Kyuhyun. Aku tidak akan menuruti kehendakmu bahkan jika kau bersimpuh di kakiku. Aku tetap akan membunuhnya.”

Younghwan kembali menatap Yeon.

“Kau ingin mengucapkan selamat tinggal pada Kyuhyun? Aku akan memberikanmu kesempatan.” Ujar Younghwan.

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau benar-benar bajingan, Cho Younghwan. Hidupmu tidak akan pernah tenang. Kau akan hidup seorang diri. Karena orang-orang terdekatmu akan merasa sangat jijik berada di dekatmu.” Komentar Yeon.

Younghwan menggeram.

“Kau benar-benar jalang tidak tahu diri.” Umpat Younghwan. Ia mengokang pistolnya dan bersiap menekan pelatuknya.

Bersamaan dengan itu, ada yang mendobrak pintu dari luar. Kyuhyun segera menoleh dan menemukan beberapa polisi masuk ke dalam ruangan itu dengan mengacungkan pistol mereka.

“Angkat tangan kalian!” Perintah salah satu polisi.

Kyuhyun menatap Younghwan yang terlihat terkejut dengan kehadiran polisi. Seorang polisi menembak pistol di tangan Younghwan hingga terlepas dari tangan pria itu.

Kyuhyun menghela nafas lega dengan kedua tangannya yang bertumpu di lantai. Jantungnya nyaris berhenti berdetak. Semuanya telah berakhir. Benar-benar berakhir.

Para polisi itu mulai mengamankan anak buah Younghwan. Dua orang polisi mendekati Younghwan masih dengan pistol yang mengarah pada pria itu.

“Kau yang melakukannya, Kyuhyun?” Tanya Younghwan dengan tidak percaya.

“Kau pantas mendapatkannya.” Jawab Kyuhyun.

Salah satu polisi itu memborgol kedua tangan Younghwan di depan tubuhnya. Kyuhyun dan Younghwan terus bertatapan tajam hingga akhirnya mereka menarik Younghwan untuk membawanya ke kantor polisi.

Kyuhyun kembali menghela nafas dan menatap Yeon yang juga sedang menatapnya. Kyuhyun tersenyum kecil dan berdiri. Ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri perempuan itu.

Kyuhyun menolehkan kepalanya untuk melihat kepergian Younghwan. Namun langkahnya terhenti dan matanya melebar saat melihat Younghwan mengambil pistol dari pinggang salah satu polisi itu dan mendorong mereka menjauh.

Younghwan mengarahkan pistol itu kepada Yeon sebelum akhirnya melepaskan sebuah peluru dari sana.

“JUNG YEON, AWAS!!!”

——

–To Be Continued–

HAI! Lucu deh lihat kalian pada heboh sendiri. Tapi seneng juga berarti aku berhasil mengaduk-aduk emosi kalian^^

Happy reading~

BYE~

Advertisements

72 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 15

  1. sumpah rasanya ikut gregetan sama cho yonghwan! wah apa yoen jadi kena tembak? atau kyuhyun yg kena karna menyelamatkan yeon? huaaa penasaran, ditunggu ya eonni^^

  2. sedih nya . Hiks . Aboeji yonghwan , knpa kau brubah jadi gila ? Kejam , kasian hana dan kyu . Punya suami dan ayah yg jahat.a luar biasa . Pasti si kyuhyun yg kenak tembak . Huahh

  3. Errrrrrrr duhhh jahattttnya ga ketolong lagi deh tuh aki” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ itu yg ketembak siapaaa?? Yeon?? Gyu?? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

  4. Appa nya kyuhyun benar2 jahat sumpah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ apa sih salah yeon sampe younghwa tuh nutup pintu hati nya gitu menghabisi keluarga yeon dan sekarang dia nyulik yeon ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ sudah kuduga younghwa gk akan nyerah buat bunuh yeon ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ siapa yg ketembak itu?? ๐Ÿ˜ญ deg deg kan baca nya

  5. Tuhkan kebiasaan ngasih tbc nya diwaktu yang lagi dag dig dug huwwaaa kira2 siapa itu yang tertembak? semoga kyuhyun maupun yeon selamat dan bisa bahagia ๐Ÿ™‚ jauh2 deh itu cho youngwhan >_<

  6. Ngikut kesel nih sma bapanya Kyuhyun, bner2 seorang pembunuh. Deg2an juga pas Yeon mau diperkosa lagi, ada untungnya sih bapanya Kyuhyun dateng.

    Aku ga tau itu yg kna tembak siapa. Ini dari part sebelumnya scene.nya menegangkan terus. Polisi udh dateng, Luke sma yg lain mana?? Okee, buat Luke ama Eunsoo makin langgeng yakk. Lanjutannya author~

  7. Yg ketembak pasti si kyukyu iniii PASTIIIIII. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Ya ampun si yonghwan bener2 yaaa,,, ahjussi raja tegaa, anaknya udh bersimpun gtu,
    Aku pikir dia akan luluhhh, ehh ternyataaa… ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค
    Emosii bangt aku bacanya…
    Pen ngambil balok kayu trus pecahin tuh kepalanya si ahjussi tuaa ituuu

  8. baru tau kalau udah lanjut dari kemarin2. yonghwan ga ada berubahnya, tetep aja jahat. bawaannya emosi tiap ngelihat dia

  9. sedih,kesel,terharu dan penasaran juga,semuanya campur aduk.sedih,karna meskipun yeon benci sama ayah kyuhyun,dia tetep aja rela bilang kalo apa yg dilaku’in ayah kyuhyun karna dia sayang sama kyuhyun hanya karna gak mau bikin kyuhyun tambah hancur.kesel,kok ayah kyuhyun jahat banget sih ke yeon.bukan cuma sama yeon bahkan ke anak kandungnya sendiri.gak kebayang gimana kecewanya kyuhyun selaku anaknya ngeliat perbuatan ayahnya yg beneran jahat dan tega abis.terharu karna pengorbanan kyuhyun yg berusaha buat bebas’in yeon.keliatan banget kalo kyuhyun cinta banget sama yeon sampe dia marah banget waktu anak buah ayahnya berniat buat ngelaku’in pelecehan lagi ke yeon.bahkan saking marahnya kyuhyun sampe bikin anak buah ayahnya gak berdaya semua.dan yg terakhir penasaran kira-kira siapa yg bakalan ke tembak yah?
    harus baca part selanjutnya ini mah.telat baca part ini,karna ku kira belum di post.jadi sekarang di rapel bacanya ๐Ÿ˜‰

  10. Trbuat dri ap sh hti younghwan ampe tga mlakukan hal skjam itu,ap yg mmbuat dia jd brubh sjhat ini..Next chap thor next chap makin ga sbr nunggu ny kra2 siapa yg trtmbak ap mungkin kyuhyun????? Otk aq trus kfikiran.

  11. Trbuat dri ap sh hti younghwan ampe tga mlakukan hal skjam itu,ap yg mmbuat dia jd brubh sjhat ini..Next chap thor next chap makin ga sbr nunggu ny kra2 siapa yg trtmbak ap mungkin kyuhyun?????

  12. huahhhh ketinggalan gue ใ… ใ… ใ… ใ…  kasihan bgt yeon lbh kasihan lgi kyu punya ayah kyk younghwan jahat bnr

  13. Gila ga ngerti lagi kenapa younghwan sadis bener bacanya tegang, sedih, complicated banget kyuhyun bener-bener type pria sejati. kasian juga sih kyuhyun dapet bapak yang astagfirullah jahatnya. semoga bahagia deh Kyuhyun – Yeon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s