Love, Hurt, and Revenge – Part 13

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

 Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

——

Author POV

Kyuhyun terkejut saat melihat Younghwan memasuki ruang tunggu pengantinnya. Ia pikir pria itu tidak akan datang ke acara pernikahannya. Tetapi setelah melihat pakaian Younghwan yang tampak biasa, Kyuhyun menjadi ragu jika pria itu datang untuk menghadiri pernikahannya.

“Kau benar-benar akan menikahi perempuan itu?” Tanya Younghwan di ambang pintu.

Kyuhyun mendengus pelan. Sampai kapan pun Younghwan tetap tidak akan menyetujui hubungannya dan Yeon.

“Kau tidak perlu datang jika belum bisa merestui pernikahanku.” Kata Kyuhyun.

“Kau akan menyesal, Cho Kyuhyun.” Ucap Younghwan dan kemudian meninggalkan ruang tunggu.

Kedua alis Kyuhyun menyatu saat melihat Younghwan pergi begitu saja. Kenapa terasa aneh saat Younghwan tidak memaksakan keinginannya seperti biasanya?

Kyuhyun meninggalkan ruang tunggunya dan mencoba untuk mengikuti pria itu. Ia yakin ada yang salah pada Younghwan. Hanya saja Kyuhyun tidak tahu apa itu.

Mata Kyuhyun melebar saat melihat Younghwan masuk ke dalam ruang tunggu Yeon. Jantung Kyuhyun berdetak berkali-kali lebih cepat. Apa yang akan dilakukan Younghwan pada Yeon?

Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk ke sana. Ia tidak bisa membiarkan Younghwan mengganggu Yeon. Ia tidak bisa membiarkan Yeon merasa sedih di hari pernikahan mereka. Kyuhyun tidak bisa membiarkannya.

“Kyuhyun-ah!”

Kyuhyun menoleh saat ada yang memanggilnya. Ia melihat beberapa temannya sedang berjalan menghampirinya. Kyuhyun mencoba tersenyum walaupun pikirannya sedang bercabang saat ini.

Teman-teman Kyuhyun memberikan selamat untuknya. Kepala Kyuhyun sesekali menoleh untuk menatap ruang tunggu di mana Yeon berada. Astaga. Kyuhyun ingin tahu apa yang mereka bicarakan di dalam sana.

“Apa yang kau lihat? Apa pengantinmu ada di sana?” Tanya salah seorang teman Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.

“Yah, kau tidak boleh menemuinya. Kalian harus bertemu untuk pertama kali di altar nanti.” Goda temannya lagi.

“Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengannya. Maaf, teman-teman. Aku akan menemui kalian setelah pengucapan janji nikah nanti.” Ucap Kyuhyun.

Teman-teman Kyuhyun mengangguk dan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun menatap kepergian teman-temannya sebentar sebelum akhirnya menghampiri ruang tunggu Yeon.

Pintu ruang tunggu Yeon terbuka sedikit. Tangan Kyuhyun sudah memegang kenop pintu dan siap mendorong pintunya. Namun apa yang dibicarakan oleh Yeon dan Younghwan menahan keinginan Kyuhyun.

Kau bajingan, Cho Younghwan. Kau berpura-pura sakit untuk menghindari hukumanmu.

Kyuhyun terkejut saat mendengar umpatan Yeon untuk Younghwan. Ia tidak menyangka jika Yeon seberani itu. Apa yang dikatakan Younghwan hingga Yeon tampak begitu marah?

Karena itu, hentikan semua balas dendammu ini. Kyuhyun tidak tahu apapun. Jangan hancurkan hidupnya.

Balas dendam?

Kenapa terasa aneh saat seorang pembunuh sepertimu masih mengkhawatirkan hidup orang lain?

Mata Kyuhyun melebar. Pembunuh? Siapa pembunuh? Ayahnya? Tidak mungkin. Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan di dalam?

Dia anakku!

Apa kau pikir aku peduli? Kau bahkan tidak memperdulikanku saat kau membunuh orangtuaku! Kau pikir kenapa aku harus peduli pada Kyuhyun saat aku akan membalas dendam padamu?!”

Tubuh Kyuhyun menegang. Apa maksud ucapan Yeon? Younghwan membunuh orangtuanya dan Yeon melakukan balas dendam? Katakan jika telinga Kyuhyun salah saat ini.

“Balas dendam?” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

Kyuhyun mendorong pintu hingga terbuka. Matanya langsung menemukan wajah Yeon yang tampak basah oleh airmata. Dan ia juga dapat merasakan tubuh perempuan itu menegang saat melihat kehadirannya.

Younghwan sedang membelakanginya. Karena itu Kyuhyun tidak bisa menatap wajah pria itu. Tetapi sejujurnya Kyuhyun tidak membutuhkan ekspresi wajah Younghwan saat ini. Kyuhyun hanya membutuhkan penjelasan.

“Apa maksud semua ini?” Tanya Kyuhyun sembari berjalan mendekat. Ia tidak bisa menahan matanya untuk tidak menatap tajam Yeon.

“Apa maksud pembicaraan kalian? Pembunuh.. Balas dendam.. Apa maksud kalian?” Tanya Kyuhyun lagi.

Younghwan menoleh dan menatap Kyuhyun dengan wajah menyesal. Untuk sesaat Kyuhyun merasa ada yang salah dengan ekspresi wajah Younghwan. Younghwan tidak mungkin menunjukkan wajah seperti itu.

“Kyuhyun-ah, semua ini hanya salah paham.” Kata Younghwan.

“Pembohong!” Sela Yeon langsung. Younghwan menatap Yeon dengan wajah frustasi.

“Sampai kapan kau akan seperti ini, Jung Yeon-ssi? Harus berapa kali kukatakan jika kau hanya salah paham? Hentikan semua ini! Kau menyakiti Kyuhyun!” Ucap Younghwan.

“Kau pembohong!” Bentak Yeon membuat Kyuhyun menatapnya dengan terkejut.

“Kyuhyun begitu mencintaimu. Dan kau dengan tega melakukan semua ini untuk balas dendam.” Ujar Younghwan.

Kyuhyun mengusap rambutnya dengan kasar. Ia benar-benar tidak mengerti dengan semua yang Yeon dan Younghwan katakan.

“Hentikan. Hentikan. Hentikan!” Bentak Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah..”

“Hentikan, abeoji!”

Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Tolong tinggalkan kami, abeoji. Aku harus berbicara dengannya.” Kata Kyuhyun.

“Biarkan aku yang berbicara dengannya, Kyuhyun-ah. Aku tidak ingin kau terluka.” Pinta Younghwan.

Yeon menatap Younghwan dengan takjub. Ia benar-benar memberikan pujian atas sandiwara yang dilakukan pria itu. Ia membuat dirinya seolah-olah benar dan Yeon–lah yang salah disini.

“Aku terluka atau tidak, itu urusanku. Aku minta kau tinggalkan kami sekarang, abeoji.” Ucap Kyuhyun yang kemudian langsung mengalihkan tatapannya pada Yeon.

Younghwan ikut menatap Yeon. Perempuan itu sedang menatapnya dengan begitu geram. Melihat itu, Younghwan melayangkan senyum sinisnya pada Yeon. Ia yakin Yeon akan tamat setelah ini. Setelah merasa puas, Younghwan segera meninggalkan mereka berdua.

“Ayahmu berbohong, Kyuhyun!” Ucap Yeon.

“Kalau begitu jelaskan semuanya kepadaku. Sekarang.” Desis Kyuhyun.

Yeon mencoba untuk menahan airmatanya yang mengalir semakin banyak. Ia tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini. Ia pikir semuanya akan berjalan dengan lancar. Tetapi Yeon lagi-lagi seolah lupa siapa yang sedang dilawannya.

Dia adalah Cho Younghwan. Seorang pembunuh yang kejam dan tidak memiliki hati. Seharusnya Yeon tahu bahwa semuanya tidak akan sesuai dengan keinginannya.

“Katakan padaku sekarang, Jung Yeon! Jangan tutup mulutmu!!” Bentak Kyuhyun.

Biasanya Kyuhyun akan merasa sedih ketika melihat Yeon yang menangis. Tetapi saat ini Kyuhyun tidak merasakan apapun. Ia benar-benar butuh penjelasan atas pembicaraan calon istrinya dengan ayahnya itu.

“A–ayahmu pembunuh kedua orangtuaku.” Ucap Yeon membuat mata Kyuhyun melebar.

“Dia yang membuat orangtuaku meninggal, Kyuhyun. Dia yang membuatku dan Jun menjadi anak yatim piatu. Dia–“

“Apa kau benar-benar melihat ayahku yang membunuh kedua orangtuamu?” Sela Kyuhyun.

“Tidak. Dia tidak melakukannya secara langsung. Dia menyuruh orang lain yang melakukan itu semua.”

Kyuhyun terdiam sembari menatap Yeon. Jantungnya berdetak dengan keras hingga membuat dadanya terasa sakit.

“A–ayahku bilang itu salah paham. Mungkin kau salah–“

“Kau percaya padanya?” Tanya Yeon. Dan Kyuhyun kembali menutup mulutnya.

Yeon menatap Kyuhyun yang hanya diam saja setelah mendengar pertanyaannya. Ia menundukkan kepalanya dan tersenyum miris. Merasa bodoh karena menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya.

“Tentu saja kau percaya padanya. Dia adalah ayahmu.” Ucap Yeon sembari kembali menatap Kyuhyun.

“Perlu kau tahu, Kyuhyun. Walaupun aku tidak melihat ayahmu secara langsung yang membunuh orangtuaku, tetapi ayahmu memang pembunuhnya. Aku mendengarnya secara langsung, pria yang disuruh oleh ayahmu mengatakan jika semua itu karena orangtuaku tidak mau menuruti kehendak ayahmu. Lalu setelah itu, sebuah peluru masing-masing menembus tubuh kedua orangtuaku.” Isak Yeon.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya. Ia benar-benar merasa bingung. Siapa yang harus dipercayainya? Jung Yeon? Atau ayahnya?

“Bukan hanya itu, Kyuhyun.” Ujar Yeon.

“Mereka, bukan hanya satu orang saja. Dan mereka melakukan sesuatu yang kejam padaku. Mereka benar-benar membuat hidupku hancur!”

“A–apa yang mereka lakukan?” Tanya Kyuhyun dengan tubuh gemetar.

“Mereka..mereka memperkosaku, Kyuhyun. Secara bergantian..” Jawab Yeon dengan terisak.

Saat mendengar jawaban Yeon, Kyuhyun merasa jantungnya berhenti berdetak. Tangannya terkepal semakin erat dan kuku-kuku pendeknya menancap telapak tangannya.

“Karena itulah ketika Raebin akan melakukan hal yang sama, aku benar-benar merasa takut. Aku takut hal yang sama terjadi lagi padaku.”

“Butuh waktu bertahun-tahun untuk terlepas dari trauma itu, Kyuhyun. Jika tidak ada Luke dan keluarganya, aku pasti sudah menjadi gila.”

Yeon memejamkan matanya saat mengingat masa-masa tersulit dalam hidupnya beberapa tahun yang lalu. Tidak mudah untuk lepas dari semua ketakutannya hingga ia bisa menjadi sekarang.

“Ayahmu memiliki hutang pada perusahaan keluargaku. Saat itu perusahaan ayahmu tidak berkembang seperti sekarang. Tetapi ayahmu tidak mau membayar hutangnya kepada ayahku. Karena ayahku terus mendesaknya, ia pun menyuruh orang untuk membunuhnya. Dan dia juga membunuh ibuku. Di depan mataku. Kemudian dia membuat perusahaan ayahku bangkrut hingga aku harus bekerja keras untuk hidup!” Jelas Yeon setelah kembali menatap Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya dengan erat. Semua yang dikatakan oleh Yeon tidak bisa dicernanya dengan baik. Ini semua terlalu tiba-tiba untuknya. Ia tahu bagaimana Younghwan selama ini. Younghwan adalah pria yang kasar. Tetapi tidak mungkin membunuh orang lain.

Kyuhyun membuka matanya dan menatap Yeon. Tetapi ia tahu bahwa Yeon tidak akan mungkin berbohong padanya. Kyuhyun dapat melihat semua itu dimatanya yang terus mengeluarkan airmata.

“Saat itu polisi sudah memberikan tuduhan pada ayahmu dan melakukan penyelidikan. Tetapi ia berpura-pura sakit untuk menghindarinya. Karena itulah ia mendesakmu untuk memimpin perusahaan. Ia menunggu hingga batas hukum kasus pembunuhan orangtuaku berakhir untuk kembali ke perusahaan.”

“Hentikan, Yeon.” Pinta Kyuhyun.

Kepala Kyuhyun seperti akan pecah. Ia tidak bisa menerima semua penjelasan ini sekaligus. Ia benar-benar tidak sanggup.

“Ayahmu orang yang sangat kejam, Kyuhyun. Dia benar-benar sudah melakukan sesuatu yang jahat padaku dan keluargaku. Ayahmu benar-benar menakutkan.”

“Hentikan. Aku bilang hentikan.” Lirih Kyuhyun.

“Tidak. Kau harus mendengarkanku. Kau harus tahu orang seperti apa ayahmu. Dia bukan seorang manusia. Dia–“

“Karena itukah kau merencanakan balas dendam?” Tanya Kyuhyun berbisik.

Yeon terdiam sembari menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya. Yeon dapat melihat tatapan terluka dan kecewa di sana. Mata Kyuhuyn tampak memerah seperti menahan tangis.

“Karena itukah kau bekerja di perusahaanku dan mendekatiku?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Kyuhyun..” Yeon berusaha mendekati Kyuhyun, tetapi Kyuhyun mengangkat kedua tangannya seolah menyuruh Yeon berhenti.

“Jawab pertanyaanku, Yeon. Apa kau mendekatiku untuk balas dendam pada ayahku?”

“Kyuhyun, aku–“

“JAWAB PERTANYAANKU!!” Teriak Kyuhyun membuat tubuh Yeon terlonjak.

Mendengar teriakan Kyuhyun membuat Yeon semakin terisak. Airmata yang mengalir di wajahnya semakin banyak hingga membuat wajahnya semakin basah. Kyuhyun tidak pernah membentaknya apalagi berteriak padanya.

“Y–ya. Aku m–mendekatimu untuk balas den–dendam.” Jawab Yeon.

Yeon dapat melihat tubuh Kyuhyun semakin menegang. Rahangnya mengeras dan terdengar giginya yang saling beradu karena mulutnya terkatup dengan rapat.

Dan Yeon tidak bisa menutupi rasa bersalahnya saat melihat airmata mengalir dari wajah Kyuhyun setelah mendengar jawabannya. Kyuhyun tidak terisak seperti dirinya, tetapi airmata itu terus mengalir membasahi wajahnya.

“Kyuhyun..” Yeon kembali mendekati Kyuhyun dan menggapai tangannya.

Yeon tidak tahu apakah karena Kyuhyun terlalu shock atau laki-laki itu memang tidak berniat menolaknya, Kyuhyun hanya diam saja saat Yeon menggenggam tangannya.

“Ternyata karena itu..” Gumam Kyuhyun.

“Karena itulah kau selalu menatapku dengan tatapan terluka.” Ucap Kyuhyun sembari tersenyum miris.

“Apakah tidur bersamaku juga termasuk di dalam balas dendammu?” Tebak Kyuhyun.

Yeon ingin sekali menggeleng dan berkata tidak. Semua itu tidak ada di dalam rencananya. Yeon hanya terbawa perasaan. Tetapi apakah Kyuhyun akan percaya padanya? Apakah Kyuhyun akan percaya pada semua yang dikatakannya sekarang?

Diamnya Yeon membuat Kyuhyun menganggap jika tebakannya benar. Kyuhyun tidak tahu apakah ada hal yang lebih bisa menghancurkan hatinya saat ini. Kyuhyun merasa semua ini sudah begitu menghancurkan hatinya.

“Semua hanya sandiwara..” Lirih Kyuhyun.

“Di saat aku mencurahkan seluruh hatiku untukmu, di saat perasaanku begitu tulus padamu.. Semua yang kau berikan padaku hanya sandirwara..” Ujar Kyuhyun dengan wajah terluka.

“Ternyata kau setuju untuk menikah denganku pun, semua hanya untuk balas dendam.” Kata Kyuhyun sembari tertawa. Tawa yang terdengar begitu menyedihkan.

“Aku melawan ayahku. Membuat ibuku menangis. Aku pikir aku akan mendapatkan cintamu sebagai balasannya. T–tetapi.. Apa yang aku dapatkan?” Bisik Kyuhyun.

“Kenapa kau tega melakukan ini padaku, Yeoni-ya?” Tanya Kyuhyun dengan airmata yang semakin banyak mengalir.

Pertanyaan dari Kyuhyun benar-benar mengoyak hati Yeon. Seharusnya Yeon tidak merasakan perasaan ini. Seharusnya Yeon merasa bahagia melihat anak Cho Younghwan tersakiti seperti ini. Tetapi kenapa Yeon merasa seolah-olah ada yang menusuknya dengan belati karat?

“A–aku tidak tahu apapun, Yeon. A–aku benar-benar tulus padamu. Aku mencintaimu. Kenapa kau melakukan ini padaku?” Tanya Kyuhyun.

Kyuhyun merasa kakinya lemas hingga ia jatuh berlutut. Ia memukuli dadanya yang terasa benar-benar sesak. Ia sulit bernafas. Ia merasa semua ini terlalu kejam untuknya. Apa yang telah dilakukannya hingga ia harus terluka seperti ini?

“Kyuhyun-ssi..” Lirih Yeon.

Pukulan Kyuhyun pada dadanya semakin kuat hingga membuat Yeon khawatir. Yeon mencoba menahan tangan Kyuhyun, tapi Kyuhyun mendorongnya menjauh hingga Yeon jatuh tersungkur. Namun Kyuhyun nampak tidak peduli.

“Apa kau pikir dengan melakukan balas dendam melalui diriku, maka ayahku akan ikut terluka?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Yeon tajam.

Yeon hanya diam saja dan menutup mulutnya untuk meredam isak tangisnya.

“Kau salah, Jung Yeon. Ayahku tidak akan merasakan apapun. Hubunganku dan ayahku tidak sedekat itu. Ia tidak akan terluka hanya karena aku terluka.” Ucap Kyuhyun menjawab pertanyaannya sendiri.

Entah kenapa Yeon tidak terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Younghwan adalah pria yang kejam. Ia tidak akan merasa terluka hanya karena anaknya terluka seperti ini.

“Selamat.” Kata Kyuhyun sembari bertepuk tangan pelan. Yeon menatap Kyuhyun dengan pandangan yang kabur oleh airmata.

“Kau telah berhasil mematahkan hatiku.” Ujar Kyuhyun.

“Tetapi maafkan aku, Jung Yeon. Kau tidak akan mendapatkan apapun dari ayahku setelah membuatku hancur seperti ini.” Lanjut Kyuhyun.

Kyuhyun melepaskan jas pernikahannya dan meletakkannya di lantai. Membiarkan dirinya hanya terbalut sebuah kemeja berwarna putih.

“Terima kasih karena telah membuatku memimpikan sebuah pernikahan yang bahagia, Jung Yeon. Kau benar-benar perempuan yang menakjubkan.” Ucap Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba menguatkan kakinya untuk berdiri. Kemudian langsung berbalik dan meninggalkan ruang tunggu Yeon dengan langkah lunglai. Ia bahkan tidak repot-repot untuk menutup pintu dan membiarkan isak tangis Yeon mengantarkan kepergiannya.

——

“Bagaimana bisa kalian menyembunyikan semua ini dariku?!” Bentak Jun marah.

Jun berdiri dihadapan Yeon dan Luke dan menatap keduanya dengan tajam. Ia benar-benar tidak bisa mempercayai semua yang baru saja didengarnya. Kakaknya selama ini menjalankan balas dendam pada pembunuh kedua orangtuanya.

Astaga. Jun benar-benar merasa seperti orang bodoh. Ia tidak mengetahui apapun tentang penyebab kematian orangtuanya. Selama ini ia berpikir jika keduanya meninggal karena kecelakaan. Tetapi ia salah. Orangtuanya meninggal karena di bunuh.

“Noona, kau–” Jun tidak bisa melanjutkan ucapannya karena rasa frustasi. Ia mengusap rambutnya dengan kasar.

“Jun, tenanglah. Yeon menutupi semuanya darimu karena tidak ingin melihat kau sedih.” Kata Luke.

“Hentikan, Luke. Jangan mencoba-coba untuk terlihat tidak bersalah! Bagaimana bisa kau membiarkan noona melakukan semua ini sendiri?! Bagaimana bisa kau tidak mengatakan apapun padaku?! Aku pikir kau menyayangi noona!”

“Aku menyayanginya, Jun!” Balas Luke sembari menatap Yeon yang hanya diam saja dengan airmata yang terus mengalir diwajahnya.

“Tidak. Kau tidak menyayangi, noona! Jika kau menyayanginya, kau tidak akan membiarkan noona melakukan ini! Kau tidak akan membiarkannya berhubungan dengan pembunuh orangtua kami!” Tukas Jun.

Luke terlihat sama frustasinya dengan Jun. Bahkan mungkin lebih frustasi lagi. Menghadapi kemarahan Jun dan juga Yeon yang terus menangis dalam diam seperti ini. Luke benar-benar merasa putus asa.

“Dan bagaimana bisa kau setega itu pada Kyuhyun hyung, noona?” Tanya Jun tidak percaya.

Mendengar nama Kyuhyun membuat Yeon terisak lagi. Yeon memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya di sana. Ia membiarkan dirinya menangis di hadapan Jun dan Luke.

“Jangan menyalahkannya, Jun.” Pinta Luke dengan pelan.

Jun mengusap wajahnya dan menghempaskan dirinya di sofa. Ia memejamkan matanya sembari berharap bahwa semua ini hanya mimpi. Jun benar-benar tidak bisa mempercayai semuanya.

“Apa yang sedang kau tangisi saat ini, noona? Apa kau merasa menyesal? Atau kau merasa kesal karena balas dendammu gagal?” Tanya Jun.

“Jun, please!” Luke meninggikan suaranya.

“Kau tidak bisa memperlakukan Yeon seperti ini! Kau tidak tahu apa yang sudah dilaluinya selama 10 tahun ini. Dia memendam kesedihannya seorang diri, Jun! Dia melakukan ini untuk orangtua kalian!” Ucap Luke.

“Aku tahu, Luke. Tetapi dia salah! Tidak seharusnya dia melakukan ini pada Kyuhyun hyung! Kyuhyun hyung tidak tahu apapun tentang kematian orangtua kami! Demi Tuhan, Kyuhyun hyung orang yang sangat baik!” Hardik Jun. Ia mengalihkan pandangannya pada Yeon.

“Kau tidak seperti kakakku, noona.” Keluh Jun.

“Kakakku tidak akan pernah menyakiti orang lain.” Bisik Jun.

Jun menatap Yeon dengan kecewa. Kemudian laki-laki itu berdiri dan meninggalkan rumah, tidak lupa dengan membanting pintu.

“Jun!” Panggil Luke yang berniat untuk menyusulnya. Tetapi Yeon menahan Luke.

“Biarkan dia pergi, Luke. Aku memang pantas mendapatkan kemarahannya.” Ucap Yeon.

“Kau tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri seperti ini, baby!”

“Aku memang bersalah, Luke. Aku sudah menyakiti hati Kyuhyun. Jun benar. Kyuhyun tidak tahu apapun. Seharusnya dari awal aku tidak melibatkannya.”

“Tetapi ayahnya seorang iblis!” Tukas Luke.

“Itu salah satu ketidakberuntungannya. Tidak seharusnya aku menambah ketidakberuntungan Kyuhyun dengan menyakitinya seperti ini. Seharusnya aku tahu bahwa Kyuhyun sudah cukup sial mendapatkan seorang ayah seperti Cho Younghwan. Tetapi aku justru menambahkan kesialan di dalam hidupnya.” Ujar Yeon.

“Dari awal kita sudah sepakat untuk tidak melibatkan perasaan, baby. Kau tidak bisa seperti ini. Kau tidak boleh menangis seperti ini!”

“Aku tidak bisa, Luke! Aku tidak bisa.” Geram Yeon.

“Selama ini aku hanya membohongi perasaanku sendiri. Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun pada Kyuhyun. Tetapi aku gagal! Melihat Kyuhyun terluka, aku ikut terluka. Dan melihat Kyuhyun hancur, hatiku ikut hancur, Luke.” Isak Yeon dengan keras.

“Hati dan perasaanku terikat padanya, Luke. Tetapi Kyuhyun telah membenciku. Dia sangat membenciku.” Lirih Yeon.

Luke terdiam sembari mencerna semua ucapan Yeon. Semua ucapan Yeon membuat Luke menarik sebuah kesimpulan yang pasti.

“Oh, sial. Kau mencintainya, baby.” Umpat Luke dan menarik Yeon ke dalam pelukannya.

Luke membiarkan dadanya menjadi sandaran untuk Yeon. Membiarkan pakaiannya basah oleh airmata Yeon. Luke benar-benar tidak sanggup melihat Yeon seperti ini. Ia seolah melihat Yeon saat sepuluh tahun yang lalu. Saat Yeon sangat rapuh karena kehilangan orang yang dicintainya.

“Aku benar-benar menyesal, Luke. Aku menyesal karena telah menyakiti Kyuhyun. Aku menyesal karena telah menghancurkan hatinya.”

“Apa yang harus aku lakukan? Katakan padaku apa yang harus aku lakukan?!” Jerit Yeon sembari mencengkram pakaian Luke.

Tidak ada yang dapat dilakukan Luke selain mendekap Yeon semakin erat ke dalam pelukannya. Bagaimana pun Luke mencoba menghibur Yeon, ia tidak akan bisa menghilangkan kesedihan perempuan itu.

——

Luke tersenyum kecil saat Eunsoo membukakan pintu apartement untuknya. Eunsoo balas tersenyum kecil dan mengulurkan tangannya pada Luke.

“Masuklah.” Ucap Eunsoo setelah Luke menyambut uluran tangannya.

Luke melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah yang sudah disiapkan oleh Eunsoo. Eunsoo membawanya ke ruang televisi dan mereka duduk di atas sofa.

“Aku tidak bisa duduk dengan tenang saat kau memintaku untuk menunggumu datang. Jadi, bisakah kau katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Kyuhyun oppa membatalkan pernikahannya?” Tanya Eunsoo masih dengan menggenggam tangan Luke.

Luke mengusap punggung tangan Eunsoo menggunakan jempolnya. Ia sedang menimbang apakah harus memberitahukan semuanya pada Eunsoo atau tidak. Jika nanti ia mengatakan semuanya, apakah Eunsoo akan marah padanya dan Yeon? Apakah Eunsoo juga akan kecewa seperti Jun?

Saat ini ia dan Eunsoo sudah menjalin sebuah hubungan. Luke tahu bahwa ia tidak seharusnya menyembunyikan sesuatu dari Eunsoo. Karena hubungan ini tidak akan berhasil jika mereka tidak saling terbuka.

“Kau mungkin akan kecewa padaku dan Yeon setelah ini.” Ucap Eunsoo.

“Kenapa aku kecewa padamu? Sebenarnya ada apa? Katakan padaku, Luke.” Pinta Eunsoo.

Luke menghela nafas panjang dan menatap Eunsoo. Menatap perempuan yang entah sejak kapan memiliki tempat tersendiri dihatinya.

“Selama ini Yeon mendekati Kyuhyun karena ingin balas dendam.”

“Balas dendam? Balas dendam apa?” Mata Eunsoo melebar.

“Ayah Kyuhyun.. Pamanmu.. Dia membunuh orangtua Yeon.” Ucap Luke. Dan mata Eunsoo semakin melebar setelah mendengar ucapan Luke.

Kemudian Luke mulai menceritakan semuanya pada Eunsoo. Bagaimana kedua orangtua Yeon dibunuh tepat di depan mata Yeon, bagaimana Yeon menjalani hidupnya dengan penuh kesedihan selama ini. Dan bagaimana Yeon serta Luke merencanakan balas dendam pada Younghwan melalui Kyuhyun.

Sekali pun Eunsoo tidak menyela ucapan Luke. Ia mendengarkan semuanya dengan hati-hati walaupun harus merasakan terkejut berkali-kali. Kedua tangan mereka terus saling menggenggam selama Luke menjelaskan semuanya.

Sesekali Eunsoo mengusap wajah Luke saat melihat laki-laki itu begitu sedih. Eunsoo merasa aneh. Seharusnya ia merasa marah karena Luke dan Yeon menyakiti kakak sepupunya. Dan mungkin kemarahan itu memang ada. Hanya saja tidak sampai membuat Eunsoo membenci mereka. Eunsoo seolah dapat memahami posisi Yeon selama ini.

“Dan sekarang Yeon benar-benar merasa menyesal karena telah menyakiti Kyuhyun. Yeon sangat mencintai Kyuhyun.” Kata Luke.

“Bagaimana bisa samchon..” Eunsoo menggelengkan kepalanya membayangkan seberapa kejam pamannya selama ini.

“Lalu bagaimana keadaan Yeon sekarang?” Tanya Eunsoo.

“Dia hanya terus menangis, menangis, dan menangis. Aku tidak tahu harus melakukan apa untuk membuatnya berhenti menangis.” Jawab Luke.

“Kau tidak kecewa padaku?” Tanya Luke kemudian. Eunsoo menatap Luke dan tersenyum kecil.

“Aku berbohong jika mengatakan tidak kecewa padamu dan Yeon. Aku sedikit kecewa pada kalian. Karena kalian tega memanfaatkan Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa sepertinya sangat mencintai Yeon. Tetapi jika mengingat apa yang dilakukan Younghwan samchon pada Yeon, aku tidak bisa menyalahkan kalian begitu saja.” Komentar Eunsoo.

“Aku hanya menyayangkan kenapa kalian menggunakan Kyuhyun oppa. Kenapa kalian tidak langsung melampiaskan semuanya pada samchon? Kenapa kalian tidak melaporkan samchon kepada polisi? Aku pikir itu lebih baik daripada memanfaatkan Kyuhyun oppa. Dia pasti begitu terluka.” Ucap Eunsoo sedih.

“Semuanya seolah di luar rencana. Aku pikir Yeon tidak akan memiliki perasaan pada Kyuhyun. Dan aku pikir aku pun tidak akan pernah menyukaimu. Awalnya aku pikir kami akan baik-baik saja setelah semua ini terungkap. Tetapi semuanya terasa berbeda. Yeon terluka karena telah menyakiti Kyuhyun. Dan aku merasa bersalah karena telah membohongimu dan menyakiti keluargamu.” Jelas Luke.

Eunsoo menangkup wajah Luke dan mengusapnya pelan. Tersenyum kecil dan mencoba untuk menenangkan laki-laki itu.

“Jangan merasa bersalah padaku. Aku berterima kasih karena kau mau jujur padaku.” Balas Eunsoo.

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari cara untuk membuat semuanya lebih baik. Kita harus membuat Kyuhyun oppa dan Yeon seperti dulu.” Kata Eunsoo.

Luke menggeleng.

“Tidak akan bisa, Eunsoo. Kyuhyun sangat membenci Yeon saat ini.” Komentar Luke.

Eunsoo menghela nafas dan menyetujui komentar Luke. Ia tidak bisa memaksa Kyuhyun untuk memaafkan Yeon. Kyuhyun pasti sangat terluka dan kecewa pada Yeon.

“Kalau begitu tenangkanlah dirimu dulu. Wajahmu terlihat pucat dan kau tampak lelah. Aku akan membuatkan minuman hangat untukmu.” Kata Eunsoo.

Luke menarik Eunsoo dan memberikan kecupan pelan pada bibirnya. Tangannya mengusap pipi Eunsoo dengan pelan.

“Terima kasih.” Bisik Luke.

Eunsoo balas tersenyum dan segera berdiri menuju dapur untuk membuatkan minum.

——

Kyuhyun membuka pintu ruang kerja Younghwan dengan keras. Wajahnya yang lusuh dan matanya yang membengkak karena menangis tetap tidak bisa menyembunyikan kemarahannya pada pria itu. Jika nanti Kyuhyun tidak memukul wajah Younghwan, pria itu harus berterima kasih pada Tuhan.

“Kau sudah kembali, Kyuhyun-ah.” Kata Younghwan sembari berdiri dan menghampiri Kyuhyun.

“Berhenti di sana!” Ucap Kyuhyun. Younghwan menghentikan langkahnya.

“Kyuhyun-ah, aku tahu kau sedang terluka saat ini. Aku tahu apa yang dilakukan Jung Yeon sangat kejam. Karena itulah aku tidak menyetujui hubungan kalian selama ini.”

“Jangan bersikap seolah-olah kau begitu menyayangiku, abeoji.” Desis Kyuhyun.

“Aku memang menyayangimu, Kyuhyun. Kau adalah anakku. Ayah mana yang tidak sayang pada anaknya sendiri?” Ujar Younghwan.

“Lalu kenapa kau membunuh orangtua Yeon? Kenapa kau membunuh orangtua yang sangat menyayangi Yeon?!” Bentak Kyuhyun.

Younghwan terdiam sembari memikirkan alasan yang harus diberikannya pada Kyuhyun. Ia tahu bahwa Kyuhyun tidak akan percaya begitu saja jika dia bilang itu salah paham. Tetapi Younghwan tidak bisa membiarkan Kyuhyun membencinya.

“Itu hanya salah paham, Kyuhyun. Aku difitnah.” Dusta Younghwan.

“Siapa yang memfitnahmu?” Tanya Kyuhyun.

“A–aku tidak tahu. Mungkin orang itu membenciku dan orangtua Jung Yeon. Karena itulah dia membunuh orangtuanya dan menuduhku yang melakukannya.” Jawab Younghwan.

Kyuhyun tersenyum sinis.

“Benarkah?”

“Ya, Kyuhyun. Itulah kebenarannya.”

“Lalu kenapa kau berpura-pura sakit? Kenapa kau tidak membiarkan polisi menyelidiki semua ini dan membersihkanmu dari tuduhan itu?” Tanya Kyuhyun.

Younghwan terdiam dengan tubuh menegang. Ia tidak bisa berpikir dengan baik karena Kyuhyun terus menatapnya dengan tajam. Tatapan laki-laki itu juga terlalu mengintimidasinya.

“Kenapa kau diam? Apa kau sedang mengarang sebuah kebohongan?” Tuduh Kyuhyun.

“Kenapa kau seperti ini padaku, Kyuhyun? Aku ayahmu. Apa kau lebih percaya pada perempuan yang sudah menyakitimu itu?”

“Dia menyakitiku karena dirimu!” Bentak Kyuhyun marah.

“Karena itulah seharusnya kau mendengarkanku dari awal! Jika saja kau tidak terlalu mempercayai si jalang itu, kau tidak akan terluka seperti ini!” Maki Younghwan.

“Hentikan hinaanmu untuknya! Hanya karena dia telah menyakitiku, bukan berarti kau bisa menghinanya sesuka hatimu!!” Kyuhyun terlihat benar-benar marah.

“Kau masih membelanya?” Tanya Younghwan tidak percaya.

“Kemana otakmu sebenarnya, Cho Kyuhyun? Apa sebenarnya yang sudah dilakukan perempuan itu hingga kau menjadi tolol seperti ini?!” Hardik Younghwan. Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya.

“Kedatanganku ke sini bukan untuk mendengarkan pendapatmu mengenai diriku, abeoji. Aku hanya ingin mengetahui kebenaran yang terjadi sepuluh tahun yang lalu.” Kata Kyuhyun.

“Aku sudah mengatakan semuanya padamu.” Sahut Younghwan.

“Jika semua yang kau katakan kebohongan, aku tidak akan pernah memaafkanmu, abeoji.” Ucap Kyuhyun dan kemudian segera berbalik untuk meninggalkan Younghwan.

“Kyuhyun-ah, kau mau kemana?” Tanya Hanna yang baru saja masuk.

Kyuhyun tampak tidak memperdulikan pertanyaan Hanna dan pergi begitu saja.

Hanna mengalihkan perhatiannya pada sang suami yang sedang menyeringai menatap kepergian anaknya. Ia segera menghampiri Younghwan dengan langkah terburu-buru.

“Apa yang baru saja aku dengar? Ada hubungan apa antara kau dan orangtua Jung Yeon?” Tanya Hanna.

Seringai Younghwan menghilang dan ia menatap Hanna dengan tajam.

“Tutup mulutmu. Kau tidak perlu ikut campur urusanku. Urusanmu hanya di dapur.” Ucap Younghwan dan kembali duduk di kursinya.

——

Yeon dan Luke keluar dari mobil saat sampai di tujuan mereka. Walaupun wajah Yeon masih terlihat sendu, setidaknya wajah perempuan itu hari ini lebih baik dari kemarin. Dan yang terpenting untuk Luke adalah tidak ada airmata di wajah Yeon.

“Apa kau yakin, baby?” Tanya Luke sembari menghampiri Yeon.

“Tidak seharusnya hanya aku dan Kyuhyun yang hancur seperti ini. Setidaknya Cho Younghwan harus merasakannya juga.” Jawab Yeon.

“Kau siap untuk mengatakan semuanya pada mereka tentang apa yang terjadi?” Tanya Luke lagi.

“Siap tidak siap, aku harus tetap melakukannya. Jika aku tidak bisa membuat Cho Younghwan di penjara, maka aku harus bisa mempermalukannya.”

“Cho Younghwan adalah pria yang memiliki harga diri tinggi. Ia ingin semua orang menghormatinya. Tetapi setelah ini, orang-orang akan memandangnya dengan berbeda.”

“Tetapi dia bisa melakukan apapun untuk membantahnya.” Kata Luke.

“Seberapa pun dia membantahnya, tuduhan ini akan tetap melekat padanya, Luke. Kau sudah mengumpulkan wartawan, kan?” Tanya Yeon.

“Ya, aku sudah mengumpulkan mereka. Aku mengatakan jika ini semua tentang Cho Younghwan dari Pearl Group. Dan mereka sangat antusias akan konfrensi pers ini.” Jawab Luke.

“Kalau begitu aku sudah siap, Luke. Ayo, kita masuk.” Ajak Yeon.

Luke menghela nafas dan kemudian mengangguk. Keduanya segera memasuki sebuah hotel di mana para media dan wartawan telah menunggu mereka. Ini adalah hal terakhir yang bisa dilakukan oleh Yeon untuk membuat Cho Younghwan membayar perbuatannya.

——

Dengan posisi tengkurap, Kyuhyun menatap langit yang tampak begitu cerah dari jendela kamarnya. Sangat berbanding terbalik dengan suasana hatinya saat ini.

Kyuhyun membiarkan lampu kamarnya mati dan penerangan sepenuhnya dari langit di luar sana. Tirai di jendelanya terus berterbangan ketika angin berhembus. Televisi di kamarnya dalam keadaan menyala namun tidak menarik perhatian Kyuhyun sama sekali.

Di lantai kamar terlihat beberapa botol soju yang telah kosong. Bau alkohol yang menyengat pun juga menyebar di dalam kamar Kyuhyun. Kyuhyun masih memakai kemeja serta celana yang seharusnya digunakannya di acara pernikahannya kemarin. Ia seolah enggan untuk melepasnya.

Kyuhyun memiliki satu keinginan saat ini. Yaitu agar Tuhan mencabut nyawanya dengan segera. Semuanya terlalu menyakitkan untuk ia lewati seorang diri. Bukan hanya hatinya, seluruh tubuhnya pun terasa sangat sakit. Karena itulah Kyuhyun ingin Tuhan mencabut rasa sakit ini beserta nyawanya juga.

Kyuhyun merasa hidupnya benar-benar hancur berantakan. Ayahnya yang selama ini ia sayangi dan hormati, tidak lebih dari seorang pria kejam. Sedangkan kekasihnya yang begitu ia cintai hingga ia rela melakukan apapun, ternyata hanya memanfaatkannya untuk balas dendam. Kyuhyun ingin tahu apakah masih ada yang lebih menyakitkan daripada ini.

Selamat siang semuanya. Saya Jung Yeon, putri dari Jung Jaehoon pemilik perusahaan JJ Convention yang telah bangkrut sepuluh tahun yang lalu.

Mata Kyuhyun berkedut pelan saat mendengar suara yang begitu dikenalnya. Suara yang terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya seperti sebuah kaset rusak. Ia segera mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap layar televisi yang menampilkan mantan calon istrinya saat ini.

Kyuhyun mengusap matanya pelan. Berharap bahwa matanya salah saat ini. Berharap bahwa ia hanya terlalu merindukan perempuan itu hingga berkhayal melihatnya di depan televisi.

Tetapi berapa kali pun Kyuhyun menyangkal bahwa itu hanya khayalannya, sosok Yeon di sana tetap ada dan tampak begitu nyata. Membuat Kyuhyun segera mencari remote televisi dan memperbesar volumenya.

Terima kasih kepada semuanya yang telah menyempatkan diri untuk hadir di tempat ini pada siang hari ini.

Tujuan saya mengadakan konfrensi pers ini adalah untuk memberitahukan mengenai kronologis kematian kedua orangtua saya, sepuluh tahun yang lalu.

Tubuh Kyuhyun terasa menegang saat mendengar ucapan Yeon. Bukan hanya ia, para wartawan pun tampak begitu terkejut saat mendengar ucapan Yeon. Mereka langsung mempersiapkan diri untuk mencatat apapun yang akan dikatakan oleh perempuan itu. Cahaya kamera pun terus menerus menerpa wajah Yeon.

Saya tahu bahwa kematian kedua orangtua saya saat itu begitu mengejutkan untuk semuanya. Semuanya terjadi secara tiba-tiba dan tidak ada penjelasan apapun yang dapat memuaskan rasa ingin tahu kalian.

Bukankah saat itu Presdir Cho Younghwan dari Pearl Group mendapatkan tuduhan atas kematian dari Jung Jaehoon dan istrinya?” Tanya seorang wartawan.

Kyuhyun dapat melihat wajah Yeon yang tampak gugup saat mendapatkan pertanyaan itu.

Ya, Anda benar. Tetapi sayangnya itu bukan hanya sekedar tuduhan biasa.” Jawab Yeon.

Mata Kyuhyun tidak lepas dari sosok Yeon. Apakah perempuan itu akan mengatakan semuanya pada wartawan di sana? Seharusnya saat ini Kyuhyun mencari cara untuk mencegahnya. Tetapi Kyuhyun tidak melakukan apapun selain duduk di atas tempat tidurnya.

Cho Younghwan memang pembunuh kedua orangtuaku sepuluh tahun yang lalu.” Kata Yeon membuat para wartawan menjadi heboh.

Tangan mereka bergerak lincah di atas keyboard laptop. Kyuhyun dapat merasakan Yeon tampak begitu terganggu dengan blitz kamera yang semakin mengarah pada wajahnya.

Apa Anda memiliki bukti untuk itu?” Tanya wartawan.

Saya tidak perlu memerlukan bukti karena saya adalah saksi hidup atas kematian kedua orangtua saya.

Cho Younghwan memang tidak melakukan pembunuhan itu dengan tangannya sendiri. Ia membayar orang lain untuk melakukannya.

Saat itu malam hari, orangtua saya baru saja pulang dari sebuah pesta yang mereka hadiri. Ketika itu saya berada di rumah bersama adik saya dan beberapa pelayan. Saya mendengar suara ribut di bawah ketika saya berada di dalam kamar. Saya segera turun untuk melihat keributan apa yang sedang terjadi.” Yeon menghela nafas panjang.

Dan saya sangat terkejut saat melihat seorang pria tampak menodongkan pistol di depan wajah ayah saya. Karena saat itu saya begitu ketakutan, saya segera menghampiri ayah saya dan memeluknya. Ayah saya yang terkejut dengan kehadiran saya segera melepaskan pelukan saya dan menyuruh saya pergi. Tetapi saya tetap berada di sana, beberapa meter dari tempat mereka berdiri.

Saat itu saya tidak tahu apa yang menyebabkan pria itu menodongkan pistol di depan wajah ayah saya. Hanya saja sebelum dia menekan pelatuknya, dia menyampaikan pesan yang disampaikan oleh Cho Younghwan.

Apa isi pesannya?

Kyuhyun mengumpat pelan. Seharusnya wartawan itu tidak menyela penjelasan Yeon.

‘Seharusnya kau mengikuti perintah Cho Younghwan untuk menyatukan perusahaan kalian dan melepaskan hutangnya. Tetapi kau membuatnya marah dan lebih baik kau ucapkan selamat tinggal.’ Dan begitu saja, pria itu langsung menembak ayah dan ibu saya tepat di depan mata saya.” Yeon mengusap airmata yang mengalir di wajahnya.

Kenapa Anda tidak mengatakan semua ini dari dulu? Kenapa Anda menyembunyikan semuanya?

Siapa yang akan percaya dengan ucapan seorang gadis berusia 14 tahun?” Yeon bertanya balik. Para wartawan terdiam dan tidak ada yang menjawab pertanyaan Yeon.

Untuk menghindari penyelidikan, Cho Younghwan berpura-pura sakit. Dan kemudian kasus kematian orangtua saya di tutup begitu saja. Saat itu saya tidak bisa meminta keadilan karena tidak berdaya. Perusahaan orangtua saya bangkrut begitu saja dan saya masih terlalu kecil untuk menuntut seseorang seperti Cho Younghwan.

Apakah sekarang Anda ingin Cho Younghwan mempertanggungjawabkan perbuatannya?

Bukankah itu pertanyaan bodoh? Tentu saja saya ingin dia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tetapi semuanya sudah cukup terlambat, kan? Batas hukum kasus kematian orangtua saya sudah berakhir.

Yang saya inginkan disini adalah agar kalian mengetahui orang seperti apa Cho Younghwan itu. Dia adalah pria yang sangat mengerikan.” Ujar Yeon menyudahi penjelasannya.

Terima kasih.” Gumam Yeon.

Kemudian Yeon segera meninggalkan tempat diikuti dengan berbagai pertanyaan yang diabaikannya.

Kyuhyun langsung mematikan televisinya. Tangannya mencengkram erat remote televisi hingga terasa sakit. Namun semuanya tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya.

“Seharusnya kau melakukan ini dari awal..” Gumam Kyuhyun menatap layar televisi yang mati.

“Seharusnya kau melakukan ini dan tidak memanfaatkanku.” Ucap Kyuhyun seolah Yeon ada di depannya saat ini.

“Seharusnya kau..” Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya.

Ia justru melempar remote ke arah televisi hingga layarnya pecah. Kemudian Kyuhyun mengambil botol soju yang kosong dan melemparnya juga ke arah televisi. Dalam waktu sekejap, televisi Kyuhyun menjadi tidak berbentuk lagi.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Yeon?” Tanya Kyuhyun dengan airmata yang mengalir diwajahnya.

“Kenapa kau menyakitiku seperti ini?” Tubuh Kyuhyun merosot di lantai dan telapak tangannya tertusuk serpihan kaca.

Namun lagi-lagi Kyuhyun tidak peduli. Ia tidak bisa merasakan rasa sakit apapun lagi saat ini. Rasa sakit dihatinya sudah melampaui batas dan Kyuhyun yakin semua ini dapat membunuhnya secara perlahan.

——

Yeon duduk di atas rumput dan memeluk kedua lututnya. Matanya menatap air danau yang tampak begitu tenang dan bening. Yeon yakin ia dapat berkaca dari air danau itu.

Yeon tidak tahu ia berada di mana. Dan ia juga tidak berusaha untuk mencari tahu. Yeon merasa nyaman di sana. Karena di sana tidak ada orang-orang yang pernah disakitinya. Yeon ingin tinggal di sini.

Tetapi kemudian Yeon tersadar. Ia tidak bisa meninggalkan Jun sendirian. Yeon hanya memiliki Jun, begitu pun sebaliknya. Jika Yeon meninggalkan Jun sendiri, Jun pasti akan sedih.

Tapi, dimana Jun?

Yeon segera berdiri untuk mencari Jun. Ia menatap ke kanan dan ke kiri sembari berharap menemukan adiknya itu.

“Jun!” Panggil Yeon.

“Jun-ah..” Panggilnya lagi.

Namun tidak ada sahutan apapun dari Jun. Yeon merasa panik. Ia tidak boleh meninggalkan Jun seorang diri.

“Yeoni-ya..”

Yeon menoleh saat ada suara lembut yang memanggilnya. Mata Yeon melebar saat melihat Kim Hyunmi berdiri beberapa langkah di depannya. Tampak begitu cantik dengan gaun sederhana berwarna putih.

“Eomma!” Ucap Yeon sembari berlari menghampiri wanita itu.

Yeon langsung memeluk Hyunmi dengan erat. Ia benar-benar merindukan ibunya. Yeon menghirup dalam-dalam bau Hyunmi yang selalu disukainya. Tangannya mendekap punggung Hyunmi dengan kencang.

“Apa yang kau lakukan disini, eomma?” Tanya Yeon setelah melepaskan pelukannya.

“Itu yang ingin aku tanyakan padamu. Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak seharusnya berada disini.” Jawab Hyunmi.

“Kenapa aku tidak boleh berada disini? Aku suka berada disini, eomma. Tetapi sebelumnya aku harus mencari Jun dulu. Dia pasti senang bertemu denganmu.” Ucap Yeon sembari tersenyum.

“Tidak, Yeoni-ya. Kau tidak boleh ada disini. Jun juga tidak boleh ada disini. Disini bukan tempat kalian. Ini adalah tempatku dan ayahmu.”

“Appa? Dimana appa? Aku ingin bertemu dengannya.”

“Tidak. Pulanglah, sayang. Kau tidak boleh berada disini.” Hyunmi mendorong pelan tubuh Yeon agar segera pergi.

“Tidak, eomma. Aku tidak mau pergi.” Tolak Yeon sembari meringis.

“Pulanglah, Jung Yeon. Orang-orang yang sayang padamu sedang menunggumu.” Kata Hyunmi.

“Tidak ada yang sayang padaku, eomma. Laki-laki yang menyayangiku telah membenciku. Aku telah menyakitinya.” Lirih Yeon.

“Tidak seperti itu, sayang. Dia sangat menyayangimu.” Bantah Hyunmi.

“Darimana kau tahu, eomma? Kyuhyun membenciku.” Yeon mulai terisak.

“Itu semua karena dia tidak tahu bagaimana perasaanmu padanya, Yeoni-ya. Kau seharusnya mengatakan apa yang kau rasakan padanya.” Saran Hyunmi.

“Apa dia akan memaafkanku jika aku mengatakan perasaanku padanya?” Tanya Yeon. Hyunmi tersenyum dan mengusap pipi Yeon.

“Kau hanya harus mencobanya.” Jawab Hyunmi.

“Bagaimana jika dia tidak memaafkanku, eomma?”

“Kau akan mendapatkan yang terbaik untuk hidupmu, sayang. Pergilah.” Hyunmi kembali mendorong pelan tubuh Yeon.

“Eomma, tunggu. Aku merindukanmu.”

“Pergi sekarang, Jung Yeon.”

“Eomma..”

“Eomma!”

Yeon membuka matanya dengan nafas yang terengah-engah. Ia mengubah posisinya menjadi duduk sembari mengusap pelipisnya yang berkeringat. Yeon menatap keadaan di luar yang sudah gelap. Kemudian menatap jam dinding yang telah menunjukkan pukul 8 malam.

Yeon tertidur setelah melakukan konfrensi pers tadi siang. Ia merasa sangat lelah hingga tanpa sadar tertidur sampai siang telah berubah menjadi malam.

Yeon mencoba mengingat mimpi yang baru saja di alaminya. Setelah sekian lama, ini pertama kalinya Yeon memimpikan ibunya. Selama ini ia tidak pernah memimpikan wanita itu. Apakah karena Yeon begitu merindukannya? Ataukah karena masalah yang terjadi?

“Eomma..” Gumam Yeon.

Hyunmi menyuruhnya untuk mengatakan perasaannya pada Kyuhyun. Apakah semuanya akan berubah ketika Kyuhyun mengetahui perasaannya yang sesungguhnya? Akankah laki-laki itu memaafkannya?

Yeon tidak akan pernah tahu sampai ia mencobanya. Hyunmi benar. Yeon hanya perlu mencoba maka ia akan mendapatkan jawabannya. Masalah ini tidak akan selesai jika Yeon tidak meminta maaf pada Kyuhyun.

Yeon segera berdiri dan menatap penampilannya di kaca. Pakaiannya sedikit kusut karena ia baru bangun tidur. Tetapi masih cukup baik untuk dipakai pergi menemui Kyuhyun.

Yeon mengambil ponsel dan tasnya. Kemudian keluar dari kamar. Bersamaan dengan itu, Jun juga keluar dari kamarnya. Laki-laki itu tampak sudah siap untuk pergi bekerja.

“Jun.” Panggil Yeon.

Jun melirik sekilas pada Yeon sebelum akhirnya melanjutkan kembali langkahnya. Yeon berlari kecil untuk menahan Jun agar tidak pergi.

“Apa kau tidak ingin berbicara denganku lagi?” Tanya Yeon sedih.

Jun terus mengacuhkannya sejak mengetahui semuanya. Laki-laki itu tampak begitu kecewa pada Yeon hingga ia tidak peduli bahwa apa yang dilakukannya itu membuat Yeon sedih. Selama ini Jun tidak pernah ingin melihat Yeon sedih. Tetapi karena hal ini, Jun benar-benar tidak peduli.

“Jun-ah, aku minta maaf karena telah mengecewakanmu. Jangan mengacuhkanku seperti ini.” Pinta Yeon.

“Aku sedih jika kau seperti ini, Jun.”

“Bayangkan bagaimana perasaanku dan Kyuhyun hyung karena kau membohongi kami selama ini.” Balas Jun dengan ketus. Kemudian ia pergi begitu saja meninggalkan Yeon.

Yeon menatap kepergian Jun dengan sedih. Ia tidak menyangka jika Jun sekecewa ini hingga terus mengacuhkannya. Ia pikir Jun akan berada di pihaknya setelah mengetahui balas dendamnya.

Yeon menghela nafas panjang. Ia akan membujuk Jun nanti. Untuk sekarang Yeon harus mendapatkan maaf dari Kyuhyun terlebih dahulu. Jika Kyuhyun sudah memaafkannya, mungkin Jun juga akan memaafkannya.

——

Yeon menatap pintu apartement Kyuhyun untuk waktu yang cukup lama. Bukan karena ia ragu apakah Kyuhyun ada di dalam atau tidak. Yeon yakin Kyuhyun berada di dalam. Ia mencoba untuk memantapkan hatinya tentang bagaimana respon Kyuhyun nanti setelah melihatnya.

Yeon harus bersikap tegar jika seandainya Kyuhyun tetap membencinya bahkan setelah ia meminta maaf dan mengatakan bagaimana perasaannya pada laki-laki itu. Ia tidak boleh menangis bahkan jika Kyuhyun mengusirnya dari apartement ini.

Yeon menekan bel apartement Kyuhyun setelah merasa hatinya siap. Tidak ada yang membukakannya pintu setelah hampir satu menit ia menunggu. Yeon menekan bel lagi dan kembali menunggu. Jantungnya berdetak kencang saat mendengar suara langkah kaki dari dalam.

Beberapa saat kemudian pintu apartement Kyuhyun terbuka. Yeon pikir ia akan menemukan Kyuhyun–yang dalam keadaan lusuh–yang membukakan pintu. Namun yang membuka pintu adalah seorang perempuan yang berbalut selimut. Dan Yeon tidak bodoh untuk mengetahui bahwa perempuan itu telanjang di balik selimut tersebut.

“Kau siapa?” Tanya perempuan itu sembari mengeratkan pegangannya pada selimut.

“K–kau siapa?” Tanya Yeon balik tanpa bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Aku tidak mengenalmu untuk memberitahumu siapa diriku. Apa kau memiliki urusan dengan sang pemilik apartement ini?” Tebak perempuan itu.

Jantung Yeon berdetak dengan sangat kencang. Kyuhyun tidak mungkin melakukannya, kan? Tidak. Kyuhyun tidak akan sekejam itu padanya, kan?

Yeon langsung menerobos masuk tanpa memperdulikan perempuan setengah telanjang itu. Ia menghentikan langkahnya saat melihat ada dua buah sepatu perempuan di samping sepatu Kyuhyun. Jantung Yeon semakin berdetak dengan menggila.

Yeon melanjutkan langkahnya dengan terburu-buru. Ia harus memastikan apa yang sedang dipikirkannya ini tidak terjadi. Namun langkah Yeon memelan saat mendengar suara tawa seorang perempuan dan suara tawa Kyuhyun dari kamar laki-laki itu.

Yeon mengulurkan tangannya yang bergetar untuk membuka pintu kamar Kyuhyun. Semuanya bergerak dengan lambat hingga membuat jantung Yeon nyaris berhenti berdetak.

Dan Yeon benar-benar berharap jantungnya berhenti berdetak saat melihat apa yang ditakutkannya terjadi. Di atas tempat tidur dimana ia dan Kyuhyun pernah bercinta, Kyuhyun sedang bersandar dengan bertelanjang dada di samping seorang perempuan telanjang.

Yeon tidak tahu apakah Kyuhyun memakai celana di balik selimut yang menutupi di bawah pinggulnya. Ia berharap Kyuhyun tidak benar-benar telanjang. Yeon berdiri di ambang pintu dan ia dapat melihat jika Kyuhyun terkejut dengan kehadirannya.

“Kyuhyun-ssi, apa kau mengenalnya? Dia tiba-tiba masuk setelah aku membuka pintu.” Ucap perempuan yang membukakan pintu untuk Yeon setelah ia masuk ke dalam kamar Kyuhyun dan bergabung dengan Kyuhyun serta perempuan yang lain.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun dengan nada tajam.

Yeon menatap tangan salah seorang perempuan yang memegang dada Kyuhyun. Dimana tato yang disukai Yeon berada. Yeon ingin menyingkirkan perempuan-perempuan itu dari sana.

Yeon sudah meyakinkan dirinya agar tidak menangis. Tetapi saat ini penglihatannya sudah terasa kabur oleh airmata yang menggenang dimatanya. Kenapa rasanya sangat menyakitkan melihat Kyuhyun bersama perempuan lain?

Yeon berbalik untuk meninggalkan apartement Kyuhyun. Namun baru beberapa langkah, ia menghentikan langkahnya. Saat ini perasaan Kyuhyun sedang tidak baik. Yeon yakin karena hal itulah Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan perempuan-perempuan itu.

Yeon tidak boleh merasa sedih hanya karena hal ini. Semua ini juga terjadi karena dirinya. Ia harus bisa mengabaikan apa yang sedang Kyuhyun lakukan saat ini. Ia harus mengatakan semuanya malam ini juga.

Yeon kembali berbalik dan masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Matanya menatap Kyuhyun dan mengabaikan perempuan-perempuan yang berada di samping kanan dan kiri laki-laki itu.

“Aku ingin berbicara denganmu.” Kata Yeon.

Kyuhyun mendengus pelan dan melingkarkan tangannya di bahu kedua perempuan yang berada di sampingnya.

“Kau mengenalnya?” Bisik salah satu perempuan itu. Kyuhyun menatap Yeon.

“Ya. Aku mengenalnya. Bagaimana aku harus menyebutnya? Umm, dia mantan calon istriku.” Ucap Kyuhyun dengan tersenyum sinis.

“Oh, benarkah? Lalu apa yang dilakukannya disini?” Tanya perempuan yang lain.

“Aku tidak tahu.” Jawab Kyuhyun sembari mengecup bahu telanjang perempuan itu.

“Aku ingin bicara denganmu, Kyuhyun-ssi.” Ulang Yeon.

“Tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Balas Kyuhyun tanpa melihatnya. Kyuhyun melayangkan senyum tampannya pada salah satu perempuan di sana.

“Aku minta maaf.” Ucap Yeon membuat senyum diwajah Kyuhyun menghilang.

“Aku tahu bahwa kau sangat membenciku saat ini.”

“Karena itu lebih baik kau pergi dari sini.” Sela Kyuhyun sembari kembali menatapnya tajam.

“Aku tidak akan pergi sebelum berbicara denganmu.” Ucap Yeon dengan tegas.

“Terserah padamu.” Dengus Kyuhyun.

Yeon menghela nafas panjang.

“Aku tidak akan membela diriku atas apa yang sudah aku lakukan padamu. Aku tahu bahwa aku telah begitu kejam karena telah memanfaatkan dirimu untuk melakukan balas dendam.”

“Balas dendam? Balas dendam apa?” Tanya perempuan di samping kanan Kyuhyun. Yeon berusaha untuk tidak memperdulikannya.

“Aku tahu bahwa kau tidak akan percaya jika aku mengatakan bahwa aku sangat-sangat menyesal telah melakukan semua ini padamu. Seandainya bisa, aku ingin mengulang waktu dan mengurungkan niatku untuk balas dendam melalui dirimu. Tetapi aku tahu bahwa aku tidak bisa melakukannya.” Yeon menyeka airmata yang mengalir di wajahnya.

“Saat kau bertanya apakah tidur denganmu merupakan bagian dari rencana balas dendamku, maka aku akan menjawabnya tidak. Sekalipun aku tidak berencana untuk tidur denganmu. Aku memiliki sebuah trauma akibat apa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Tetapi semuanya terjadi begitu saja karena aku percaya padamu, Kyuhyun. Karena perasaanku terjebak padamu.” Jelas Yeon.

Yeon dapat melihat wajah Kyuhyun yang mengeras saat mendengar penjelasannya. Mata laki-laki itu tidak lepas dari wajahnya. Yeon merasa bersyukur karena setidaknya Kyuhyun mau mendengarkan penjelasannya.

“Aku selalu merasa bersalah setiap kali kau menunjukkan rasa sayangmu padaku. Hatiku terasa sakit ketika kau mengatakan bahwa kau mencintaiku. Bukan karena aku tidak menyukainya, tetapi karena rasa bersalah yang terus menggerogotiku setiap harinya.”

“Aku seharusnya merasa bahagia setelah memanfaatkanmu untuk balas dendam. Aku seharusnya merasa puas melihat kau dan ayahmu bertengkar karena diriku. Dan aku..aku seharusnya merasa senang melihat hatimu hancur karena diriku.” Isak Yeon sembari menundukkan kepalanya.

“Tapi aku..tapi aku tidak merasakan semua itu, Kyuhyun. A–aku tidak merasakan sedikitpun rasa bahagia karena telah memanfaatkanmu. Melihatmu hancur membuat hatiku juga ikut hancur.” Ucap Yeon.

“Kau tahu kenapa?” Tanya Yeon sembari menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam saja sembari terus menatapnya dengan tajam.

“Karena aku mencintaimu, Kyuhyun. Aku mencintaimu.” Ucap Yeon berharap agar Kyuhyun percaya padanya.

Tidak ada tanggapan apapun dari Kyuhyun setelah mendengar pernyataan cinta dari Yeon. Tidak ada yang bersuara sama sekali dan hanya terdengar isak tangis dari Yeon. Kedua perempuan di samping Kyuhyun juga tampak terkejut mendengar semua penjelasan Yeon hingga mereka hanya diam saja.

“Kyuhyun–“

Yeon melangkahkan kakinya untuk mendekati Kyuhyun. Namun langkahnya terhenti saat Kyuhyun tiba-tiba saja tertawa dengan keras sembari mengubah posisinya menjadi duduk. Laki-laki itu memegangi perutnya yang sepertinya terasa sakit karena tertawa begitu kencang.

Tubuh Yeon terasa gemetar saat melihat Kyuhyun tertawa. Ia yakin tidak ada yang lucu dari semua ucapannya barusan. Tetapi kenapa Kyuhyun tertawa? Kenapa Kyuhyun menertawainya?

“Kalian dengar itu?” Tanya Kyuhyun sembari menatap kedua perempuan itu secara bergantian. Ia melanjutkan tawanya sembari bertepuk tangan.

“Dia bilang dia mencintaiku.” Ucap Kyuhyun sembari menunjuk Yeon.

“Dan kalian tahu? Perempuan ini baru saja memanfaatkanku untuk balas dendam. Dan sekarang dia mengatakan jika dia mencintaiku. Apa kalian percaya pada ucapannya?” Ujar Kyuhyun masih dengan tertawa.

“Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku merasa terharu? Haruskah aku mempercayainya?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polos.

“Dia mungkin berkata jujur.” Ucap salah satu perempuan itu. Kyuhyun menatap perempuan itu dengan pandangan protes.

“Tetapi bisa saja dia berbohong untuk menarik perhatianmu, Kyuhyun-ssi. Karena dia tidak mau kehilangan laki-laki kaya seperti dirimu.” Ucap perempuan yang satu lagi.

Kyuhyun menatap perempuan itu dengan menyeringai. Ia mengulurkan tangannya untuk mengusap wajah perempuan itu dengan pelan.

“Aku suka perempuan pintar seperti dirimu.” Bisik Kyuhyun dan kemudian melahap bibir perempuan itu dengan penuh nafsu.

Yeon mengepalkan kedua tangannya saat melihat apa yang dilakukan Kyuhyun. Laki-laki itu tidak memperdulikan kehadirannya di sana dan terus mencumbu perempuan disampingnya. Kyuhyun tampak benar-benar sudah tidak peduli lagi padanya.

Lalu untuk apa Yeon masih berada di sana?

Dengan langkah perlahan, Yeon berbalik dan meninggalkan apartement Kyuhyun. Ia menyeka airmata di wajahnya dan mencoba untuk tidak terisak. Seharusnya dari awal dia tahu bahwa akan seperti ini jadinya. Seharusnya dia tahu bahwa Kyuhyun tidak akan pernah percaya padanya.

Tangan Yeon terlihat bergetar saat menekan tombol lift. Ia meyakinkan dirinya untuk tidak menyalahkan Kyuhyun. Kyuhyun tidak bersalah sama sekali. Ia hanya korban keegoisan dari Yeon. Yeon pantas mendapatkan semua ini.

Sesampainya di dalam lift, Yeon menjongkokkan dirinya di sana. Kakinya terasa lemas hingga ia tidak sanggup lagi berdiri. Ia terus mengusap airmatanya yang tidak mau berhenti mengalir.

“Kyuhyun tidak memaafkanku, eomma.” Bisik Yeon.

“Kyuhyun tidak percaya pada perasaanku.” Bisiknya lagi.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jun mengacuhkanku dan Kyuhyun.. Kyuhyun membenciku. Apa yang harus aku lakukan, eomma?” Tanya Yeon dengan suara tercekat.

“Haruskah aku menyusulmu dan appa?” Lirihnya.

Yeon berdiri ketika lift berdenting dan ia sudah sampai di lobby apartement. Dengan langkah terburu-buru ia meninggalkan gedung apartement untuk menghirup udara segar. Ia merasa sesak nafas.

Yeon menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Ia memejamkan matanya dan meyakinkan dirinya bahwa Kyuhyun bukanlah miliknya lagi. Setelah ini, ia harus berusaha untuk melupakan laki-laki itu. Ia harus melanjutkan hidupnya walaupun orang-orang akan meninggalkannya.

Yeon berjalan menuju halte bis untuk pulang ke rumah. Namun belum sampai di sana, sebuah mobil tiba-tiba berhenti disampingnya membuat Yeon juga ikut berhenti berjalan. Beberapa pria berpakaian hitam keluar dari mobil dan mendekatinya.

Yeon yang merasa panik dan terkejut tidak dapat melakukan apapun selain membiarkan mereka menyeretnya untuk masuk ke dalam mobil, dan membawanya pergi entah kemana.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

91 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 13

  1. ASTAGAAA!!!!! terharu,sedih, gila feel nya dapet bgt aku suka ff ini.
    Dan kenapa tbc disaat yg tdk tepat. Yeon di culik anak buah younghwan?? Astag semoga kyu tidak menyesel dan semoga yeon tidak knp2
    Lanjut thorr jgn kelamaan plissa 😦

  2. Saat ini kyuhyun dalam tahap denial. Setulus apapun yeon menyatakan perasaannya takkan diterima dengan positif oleh kyuhyun karena baginya semua omongan yeon adalah bohong.

    Aku gak nyangka terpuruknya kyuhyun dengan cara menyewa dua cewek sekaligus. Dan apakah kyuhyun tak ada rasa bersalah sedikitpun melihat yeon memergokinya bahkan yeon menangis didepan kyuhyun. Rasanya aku ingin potong “anu “nya si kyuhyun.

    Aku yakin 100 % yang culik yeon itu ayahnya kyuhyun. Apa saat kyuhyun tahu yeon menghilang apa dia akan menyesal?

  3. Aduuuhh sebenernya part ini panjang cuman karena lg seruu jd berasa pendek wkwk
    Yeonn balas dendamnya berakhir sia-sia malah dia yg tersiksa huhu kasian yeon 😢 sedih bacanya
    Itu yg nyulik pasti org suruhan cho yonghwan ..
    Ditunggu nextnya eon yg makin seruuu
    Keep wriing 😊

  4. Kyuhyu benci dan tdk percaya itu sdh resiko yeon apa yg kau taman itu yg kau dpt jg menyesal jg percuma krn semuantelah hancur dan kau yg menghancurkannya dan yg penting lagi kau sdh mengungkapkan isi hatinu yg sebenarnya pada kyuhyun

    Yeon diculik kita lihat apa ayah kyuhyun tw musuh yg lain

  5. semua perasaan bercampur aduk di part ini g tau siapa yang harus disalahkan Kyu terluka karena Yeon memanfaatkanya untuk balas dendam. apa pun penjelasan Yeon Kyu sudah tidak percaya lagi. yang gilanya karena frustasi Kyu sampai menyewa dua wanita yah hancur sudah segalanya. Yeon malah diculik siapa yang bakal menyelamatkan Yeon ketika orang yang disayangnya menjauh😭😭😭😭

  6. Yah yah yahhhhh.. bgmn inii…?? Rasanya aku pennn ngebotakin org…
    Ya ampun, ya ampunnn..
    Ini ulahnya si yonghwan lagi…? 😱😱😱
    Yeon mo diapakan lagiii…???
    Aku gak tauu mo nanggepin gimana lagii,
    Part ini bener2 nguresss emosiii…

  7. 😭😭😭😭 sakitttttt bngttt jadi yeon..😢😢 knp gyu jadi tega ga punya perasaan gt sama yeon…😢😢 semua salahhhh tapi yg paling bajingan si bapaknya gyu…truss kalo udah kaya gini mesti gimana kasian yeon…jun juga marahhh…dan skrng apa lagi yeon di culik?? Dahsyat bngt bapaknya gyu… T.T

  8. Nahhhh loh dr sini kyu bakalan nyesel se nyesalnya

    Yeon diculik teraancam dibunuh
    Sebelum itu dia udh lihat gmn kyu tidur dgn cwek lain nyakitin jg dg kata2ny yg kejam

    Wahhhhhh
    Tega amat

  9. Kyuhyun sma Jun sebegitu frustasinya kah? Jdi ngikut sakitnya Yeon, tpi disisi lain Kyuhyun juga kesakitan. Aahhhh itu Yeon dibawa kemana?? Mungkin harus ada kejadian kek gtu dulu biar Kyuhyun nnti nunjukkin kekhawatirannya ke Yeon,,, semangat lanjut author lagi seru nih~

  10. Nyesekkkk lihat mrk tersakiti , tp kyu knp km jg menyakiti Yeon kl kyu tau apa yg terjadi dgn Yeon apa dia akan menyesal orang suruhan ayah kyu kah yg nyulik Yeon

  11. Yeon kyny di culik sm younghwan deh..
    Kyu knp lgsng main perempuan dasar lelaki..knp dia g ngerasain pnderitaan yeon ..
    Mnding yeon pergi aj tp gmn org dia di culik

  12. wadooww.. yeon d culik kahh???
    pastii amaa younghwan…
    btw kok kyuu bgituu sihh jdinyaa????
    menakutkan dan beda bangett dgn yg sebelumnyaa…
    tp yaa emank biasanyaa org yg patah hati berubah sifat dan kelakuannyaa untuk mengatasi sakit hatinyaa itu

  13. Sejujur nya baca part ini tuh bikin esmosi karna di part ini feel nya lebih dpt bgt
    Semuanya udh telanjur terjadi gk ada yg salah baik yeon maupun kyuhyun….yeon hanya ingin keadilan atas apa yg terjadi sama org tuanya atas semua yg udh yeonghwa lakuin terhadap keluarganya….kyuhyun juga gk salah kalo dia berbuat kya gtu karna disini kyuhyun juga terluka sama apa yg yeon lakuin
    Dan jreng jreng jreng ini bikin heboh kakk yeon di culik sama yeonghwa kah?? Terus gmana siapa yg bakal nolongin yeon?? Semoga luke nnti bisa nolongin yeon
    Di tunggu next chap nya kakk keep writing

  14. ah sedih deh,kok semuanya jadi kaya gini sih.kasian kyuhuun juga yeon,mereka berdua jadi korban atas kejadian ini.kyuhyun yg sakit hati dan hancur karna tau perihal rencana balas dendam yeon.juga yeon yg sama hancurnya karna dia udah bikin kyuhyun kaya gini.ini semua karna ayah kyuhyun,dia emang bener-bener jahat.sekarang aku juga yakin orang-orang yg nyulik yeon pasti orang suruhan ayah kyuhyun deh.ah kasian yeon

  15. siapakah orang2 yg ngebawa yeon apakah mereka suruhan yeongwhan semoga ada aja yeon baik2 aja trus ada yg nolong,semoga kyu bs memaaf kan yeon atas semua tindakan yg udah memanfaat kan kyuhyun untuk balas dendam terhadap ayahnya,

  16. Ya tuhannnn…sedih banget dan ak heran kenapa jun malah benci sama kakaknya bukan seharusnya ngelindungin kakaknya dan kyu langsung main 2 cewe OMG…sakit bacanya…huuuhhuuaaaaaaaa

  17. haaaaaaaaaahhhhhhh pasti si younghwan makin seru ihh aku sampe nangis bacanya suka aku mah ff yang kaya gini nih banget malah uhu

  18. Paling suka sama part ini perasaan kita kaya diaduk antara kecewa marah sedih jadi satu semoga part selanjutnya masalah bisa lebih seru lagi dari part ini aku tunggu yaa. Semangatt nulis buat autor.nya

  19. Fix
    Rasanya pengen teriakkkk klo tuan cho jahat bgt
    Sumpah nyesek
    Gara2 tuan cho , kyu sm yeon trsakiti
    Bnr2 pula skrg yeon diculik
    Mending sekalan yeon ditabrak drpd diculik
    Bnr2 ngeselin tuan cho mah wkwk
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^
    Ga sabar nunggu klnjtnnya😂

  20. Oh my god, bener bener complicated inii..
    Ini part full sedihnya.. dari yeon, kyuhyun, jun, luke, semua terluka.. trus dibagian yang terakhir itu apa younghwan lagi punya kerja? Aaaa makin sebel liatnya.. apa nanti kyuhyun bakal jadi penyelamat yeon juga? Makin ga sabar, semoga segera di post kelanjutannya yaa.. fighting ^^

  21. Hidup yeon menderita bgt
    Appa kyuhyun memang iblis
    Krna dy gk punya ank perempua jd tega dy sm yein
    Tp dy punya istrikn gmn perasaannya klo istri dperkosa
    Kyuhyun bnr” mrah dan kecewa sm yeon
    Tp jgn biarin dy prgi sndirian gitu
    Psti org suruhan appa kyuhyun yg culik
    Kyuhyun tolongin yeon
    Jun jgn lma” marahnya sm yeon

  22. Kyuhyun,,,, 😈😈
    Nyesal lho ntar,,,
    Syp lagi tuh yg nyulik yeon?? Ayah kyuhyun deh kykny…
    Arrrggghhh,,, gak sabar dgn next story nya
    Suka ff ini,, semua nya dapat berasa kyk aku yg ngerasainny 😭😭

  23. huaaa bahkan aku ketinggalan cerita baru:(
    setelah baca semua maaf ya eonni cuma coment d part terakhir ini, udah lama gak main ksini dan kangen banget, suka banget sma ceritanya walaupun cast nya bukan siwon dan yongri
    trus pengen ada part yg lebih banyak nyeritain kelanjutan hubungan luke dan eunsoo juga, entah kenapa aku juga suka sma couple ini pkoknya suka banget sma cerita ini, maaf ya eonni baru nongol udah request” hihi
    pkoknya intinya aku nunggu loh kelanjutannya
    keep writing eonni^^

  24. Hmm aku ga bisa nyalain yeon atas kesalahannya yg buat bales dendam sma kyuhyun
    Dan wajar klo kyuhyun marah sma yeon dan mulai g aowrcaya sma yeon krna kelakuannya yg udh nyakiyin smapi ke lubuk hati yang plaing dalam
    Tapi kyuhyun juga harusnya ga gitu smpe tidur sma dua cewe muarhan bgt lu kyu anjerrrr gua kesel bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s