Love, Hurt, and Revenge – Part 12

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

ย Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

——

Author POV

Yeon menatap pintu apartement Kyuhyun beberapa saat. Beberapa kali ia menghela nafas panjang. Ia sedang memantapkan hatinya bahwa apa yang dilakukannya ini memang benar. Bahwa apa yang dilakukannya ini memang untuk keluarganya.

Yeon mencoba menghilangkan peringatan yang diberikan oleh Luke kepadanya kemarin. Laki-laki itu berkeras dan tidak setuju jika Yeon menikah dengan Kyuhyun. Namun pada akhirnya Luke memberikan izin dengan sebuah ancaman.

Jika kau tidak menceraikannya dalam waktu enam bulan, aku akan menyeretmu pergi dari laki-laki itu dan membeberkan semua balas dendam ini!

Aku tidak ingin kau terikat dengan keluarga bajingan itu!

Yeon menghela nafas panjang. Ia memahami bagaimana bencinya Luke pada Cho Younghwan. Ia juga tahu bagaimana Luke sangat tidak ingin Yeon berhubungan dengan keluarga pria itu. Tetapi Yeon terpaksa melakukannya.

Yeon kembali menghela nafas sebelum akhirnya menekan bel apartement Kyuhyun. Ia menunggu beberapa saat hingga Kyuhyun akhirnya membukakan pintu.

“Hai..” Sapa Kyuhyun dengan wajah sedikit terkejut.

“Hai.” Balas Yeon.

“Kenapa kau tidak menghubungiku jika mau datang?” Tanya Kyuhyun.

“Kenapa? Apa selingkuhanmu ada di dalam?” Tanya Yeon balik hingga membuat Kyuhyun tertawa.

“Bukan itu maksudku. Aku bisa menjemputmu jika tahu kau akan datang.” Jawab Kyuhyun sembari menyentil pelan dahi Yeon.

Kemudian Kyuhyun membawa Yeon untuk masuk ke dalam apartementnya. Ia menggenggam pergelangan tangan perempuan itu.

“Sudah makan malam?” Tanya Kyuhyun.

“Sudah.” Jawab Yeon.

Kyuhyun membimbing Yeon untuk duduk di sofa. Dengan laki-laki itu disampingnya.

“Jadi..” Kata Kyuhyun sembari menggenggam tangan Yeon.

“Apa ini tentang jawabanmu atas permintaanku waktu itu?” Tebak Kyuhyun.

“Kau benar-benar tidak sabaran, ya?”

“Kau tidak tahu betapa frustasinya aku menunggu jawabanmu, Yeoni-ya.”

“Apa maksudmu kau lelah menungguku?” Tuduh Yeon.

“Astaga. Tidak seperti itu.” Bantah Kyuhyun.

“Sial, aku rela menunggu lebih lama yang penting kau tidak menolakku.” Ujar Kyuhyun sembari mengeratkan genggamannya.

“Baiklah, kalau begitu aku menerimamu.” Sahut Yeon dengan santai.

Kyuhyun terdiam sembari menatap Yeon dengan tidak percaya. Kalimat yang dilontarkan Yeon benar-benar terdengar santai dan wajah perempuan itu tidak menampilkan ekspresi apapun. Karena itulah Kyuhyun tidak bisa langsung mempercayainya.

“Kau bilang kau menunggu jawabanku. Tetapi setelah aku menerimamu, kau tampak tidak senang.” Ucap Yeon.

“Sial, Yeon, katakan sekali lagi.” Pinta Kyuhyun dengan wajah yang menegang.

Yeon menghela nafas panjang.

“Aku menerimamu, Kyuhyun. Aku mau menikah denganmu.” Tegas Yeon.

Satu detik.. Dua detik.. Tiga detik..

Senyum lebar tampak terbentuk di wajah Kyuhyun. Wajahnya terlihat benar-benar senang. Dan entah kenapa Yeon ikut merasa senang melihatnya. Hatinya terasa menghangat saat melihat Kyuhyun yang begitu bahagia.

Kyuhyun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah. Saat ia membuka kotak tersebut, Yeon terkesiap. Sebuah cincin emas dengan permata berbentuk persegi. Kyuhyun mengeluarkan cincin itu dan memakaikannya di jari manis Yeon.

“K–kapan kau menyiapkannya?” Tanya Yeon terbata.

“Satu hari setelah aku melamarmu, aku langsung pergi mencari cincin. Aku ingin memakaikannya saat kau menerima lamaranku.” Jawab Kyuhyun dan diakhiri dengan kecupan pelan pada punggung tangan Yeon.

Yeon menatap jarinya yang memakai cincin dengan takjub. Ia yakin cincin itu pasti sangat mahal. Hanya saja yang membuat jantung Yeon berdebar kencang adalah karena Kyuhyun yang memberikannya dan memakaikan padanya. Kyuhyun benar-benar serius dengan perasaannya.

Yeon terkejut saat Kyuhyun tiba-tiba saja menarik perempuan itu ke dalam pelukannya. Kyuhyun mengusap punggungnya dan memberikan kecupan pada puncak kepalanya.

“Terima kasih, Yeoni-ya.” Bisik Kyuhyun.

“Apa kau sesenang itu, Kyuhyun?” Tanya Yeon.

“Ya, aku sangat senang. Karena aku sangat ingin menikah denganmu.” Jawab Kyuhyun.

“Kau baru saja mengenalku selama beberapa bulan. Kenapa kau sangat ingin menikah denganku?”

“Aku tidak tahu tentang itu, Yeon. Yang aku tahu, aku sangat ingin memilikimu. Aku juga tidak mengerti kenapa perasaanku padamu sedalam ini. Tetapi aku merasa sangat nyaman dengan perasaan ini.” Jelas Kyuhyun.

“Kau tidak akan menyesal?” Tanya Yeon.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Yeon dengan alis bertaut.

“Kenapa aku harus menyesal?” Kyuhyun bertanya balik.

“Karena diriku, kau menentang ayahmu. Kau membuat ibumu sedih. Dan kau mendapatkan tamparan dari ayahmu.” Kata Yeon sembari mengusap pipi Kyuhyun. Kyuhyun memegang tangan Yeon.

“Percayalah bahwa ibuku sangat mendukung apa yang aku lakukan, sayang. Kebahagiaanku adalah yang utama untuknya. Dan kebahagiaanku adalah dengan menikah denganmu.” Ucap Kyuhyun.

“Tetap saja–“

Kyuhyun mencium bibir Yeon hingga ucapan perempuan itu terhenti. Ibu jari dan telunjuk Kyuhyun memegang dagu Yeon agar perempuan itu tidak menghindari ciumannya. Kyuhyun membuka mulutnya lebar-lebar seolah akan memakan bibir Yeon.

“Jangan katakan apapun lagi, okay?” Bisik Kyuhyun. Yeon menatap wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya.

“Jadi, kapan kita akan menikah? Pernikahan seperti apa yang kau inginkan?” Tanya Kyuhyun setelah menjauhkan wajahnya.

“Aku tidak mau pernikahan mewah. Cukup mengundang orang-orang disekitar kita saja. Dan aku ingin kita menikah di Gereja tempat orangtuaku menikah.” Jawab Yeon.

“Kenapa kau tidak mau pernikahan mewah? Bukankah kita hanya satu kali menikah dalam seumur hidup? Tidakkah kau ingin pernikahanmu menjadi sesuatu yang sulit kau lupakan nantinya?” Ujar Kyuhyun. Yeon tersenyum dan menggeleng.

“Tidak peduli pernikahan itu mewah atau tidak. Yang penting untukku adalah dengan siapa aku akan menikah. Dan karena aku akan menikah denganmu, kehadiranmu di depan altar saja sudah lebih dari cukup untukku.” Jelas Yeon.

Kyuhyun terkesiap dan menangkup wajah Yeon dengan gemas.

“Sampai kapan kau akan membuat jantungku berdebar keras seperti ini?” Geram Kyuhyun.

“Kau juga selalu membuat jantungku berdebar keras.” Gumam Yeon. Kyuhyun tersenyum dan menggesekkan hidung mereka.

“Aku mencintaimu, Yeon. Aku mencintaimu.” Bisik Kyuhyun.

Dan untuk ke sekian kalinya jantung Yeon berdebar kencang karena kalimat cinta dari Kyuhyun.

——

Yeon tahu bahwa reaksi Max dan Kate akan seperti ini saat tahu bahwa dirinya akan menikah. Mereka menatapnya dengan wajah tidak percaya dan tubuh yang menegang. Yeon yakin semua itu mereka rasakan karena mereka tidak pernah melihat Yeon berkencan. Dan laki-laki yang selalu berada di sekitar Yeon hanya Luke.

“Dengan siapa kau akan menikah, sweetheart?” Tanya Max. Ada nada tidak suka dalam pertanyaannya.

Yeon menundukkan kepalanya dan meremas kesepuluh jarinya. Ia menebak jika Max kecewa padanya. Apa karena ia tidak bisa menikah dengan Luke? Atau karena keputusannya untuk menikah tidak didiskusikan terlebih dahulu pada mereka?

“Yeon..” Kate meraih tangan Yeon dan menggenggamnya.

“Maaf. Keputusanku pasti mengecewakan kalian.” Sesal Yeon.

Luke yang duduk di sofa single hanya bisa menatap Yeon dan kedua orangtuanya dalam diam. Ia akan bicara jika memang diperlukan. Jika tidak, ia akan mengunci mulutnya. Karena sejujurnya Luke masih tidak sepenuhnya menyetujui pernikahan ini.

“Tidak, sayang. Tidak seperti itu. Kami hanya, yah, terkejut. Kau tiba-tiba datang dan mengatakan akan menikah. Dan kami tidak tahu siapa laki-laki yang akan menikah denganmu.” Kata Kate.

“Max! Kau membuatnya takut.” Gerutu Kate sembari menatap Max.

Max berdiri dan memilih duduk di samping Yeon. Memutar bahu Yeon hingga perempuan itu menghadapnya. Yeon berusaha untuk tidak menangis. Melihat Max kecewa padanya sama saja dengan melihat ayahnya yang kecewa padanya.

“Max..” Bisik Yeon. Max menghela nafas panjang.

Well, aku memang tidak bisa menyembunyikan kekecewaanku, sweetheart. Kau tidak mengatakan apapun pada kami sebelumnya. Lalu, tiba-tiba saja kau akan menikah. Aku pikir kau sudah menganggap kami sebagai orangtuamu.” Ucap Max.

“Kalian orangtuaku.” Bisik Yeon lagi.

“Lalu, kenapa semuanya secara tiba-tiba seperti ini? Bukankah sebelum menentukan pernikahan, dua buah keluarga yang akan bersatu itu harus bertemu terlebih dahulu? Kenapa kau tidak mempertemukan kami dengan keluarga laki-laki itu?” Tanya Max

“Siapa sebenarnya laki-laki sialan yang sudah mencuri hatimu, sweetheart?” Geram Max.

“Dia bosku.” Jawab Yeon. Max mencoba untuk menutupi keterkejutannya. Tetapi sepertinya gagal.

“Apa yang dikatakan Jun saat itu benar?” Tebak Max. Yeon mengangguk.

“Sial! Kau bilang tidak ada apa-apa di antara kalian.”

“Maaf karena telah berbohong.”

“Jadi, apa ini cincinnya?” Tanya Kate dengan lembut. Yeon menatap cincinnya dan kembali mengangguk.

“Siapa namanya, sayang?” Tanya Kate lagi.

“Cho Kyuhyun.” Jawab Yeon.

“Suruh dia datang untuk bertemu denganku.” Kata Max membuat mata Yeon melebar.

“Max..”

“Aku sudah menganggapmu sebagai putriku. Tidak, kau putriku, sweetheart. Aku harus tahu laki-laki seperti apa yang akan menjadi suami dari putriku.” Kata Max dengan tegas.

Yeon benar-benar merasa terharu mendengar perkataan Max. Ia segera memeluk Max dan menangis di dada pria itu. Ayahnya pasti akan bersikap seperti ini jika masih ada di dunia ini.

“Aku tidak marah padamu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu.” Bisik Max sembari mengusap punggung Yeon.

I know, Max. Thank you.” Ucap Yeon dengan sesegukkan.

“Hanya karena kau menangis, bukan berarti aku akan membebaskanmu, sweetheart. Bawa dia kemari, okay?”

Yeon melepaskan pelukannya.

“Dia laki-laki yang baik, Max. Luke juga mengenalnya.” Kata Yeon sembari mengalihkan pandangannya pada Luke.

“Luke, katakan pada ayahmu jika Kyuhyun laki-laki yang baik.” Pinta Yeon. Luke berdehem pelan.

Yeah, he’s good.” Komentar Luke.

“Luke laki-laki brengsek. Dia tidak akan tahu bagaimana laki-laki baik atau tidak. Aku tidak percaya padanya.” Tukas Max membuat Luke melotot padanya.

Seriously, dad?” Hardik Luke.

“Bawa saja dia ke sini, Yeon. Kami hanya ingin mengenalnya sebelum kalian menikah.” Ujar Kate.

Yeon menggigit bibir bawahnya dan benar-benar merasa bingung. Max dan Kate terlihat sangat ingin bertemu dengan Kyuhyun. Apakah Kyuhyun mau jika di ajak ke rumah Luke? Kyuhyun sangat membenci Luke. Bagaimana jika dia menolak? Yeon tidak sanggup jika harus melihat wajah kecewa Max dan Kate.

Tetapi jika Yeon mengatakan bahwa orangtua Luke sudah seperti orangtuanya, Kyuhyun pasti mau, kan? Apa yang dikatakan Max benar. Dua buah keluarga harus bertemu sebelum menentukan pernikahan. Keluarga Luke sudah seperti keluarganya sendiri. Karena itu Kyuhyun harus bertemu dengan mereka.

“Aku akan mengajaknya ke sini.” Putus Yeon akhirnya.

“Bagus. Lebih cepat, lebih baik.” Sahut Max tanpa tersenyum.

——

Yeon yakin tidak ada yang salah dengan pakaiannya ataupun wajahnya. Ia sudah memastikan semuanya dengan baik sebelum berangkat ke kantor. Tetapi Yeon tidak tahu alasan di balik semua pegawai kantor menatapnya dengan penuh minat.

Mereka tampak memandangi penampilan Yeon dari ujung rambut hingga ujung kakinya dan kemudian mulai menilai. Yeon mempercepat langkahnya untuk menuju lift agar bisa segera sampai di mejanya.

Yeon menghela nafas lega saat mendapati lift yang kosong. Ia tidak harus menghadapi tatapan orang-orang yang begitu mengganggunya. Ia menatap pantulan dirinya di dinding kaca lift. Tidak ada yang salah dengan penampilannya.

“Ada apa dengan mereka?” Gumam Yeon.

“Apa pakaianku ada yang robek?” Tanya Yeon pada dirinya sendiri sembari memeriksa pakaiannya. Namun lagi-lagi Yeon tidak menemukan sesuatu yang salah pada dirinya maupun pakaiannya.

“Mungkin perasaanku saja.” Ucap Yeon sembari menangkup pipinya.

Yeon menghela nafas lagi saat mendengar pintu lift berdenting. Ia sudah sampai di lantai 8 dan siap bekerja.

“SELAMAT!!!!”

Yeon terlonjak saat baru saja keluar dari lift dan mendengar teriakan nyaring dari Eunsoo dan Taehee. Pakaiannya juga dipenuhi oleh pernak-pernik pesta yang baru saja mereka semprotkan padanya.

Di sana tidak hanya ada Taehee dan Eunsoo. Ada Manager Lee dan juga Minji. Yeon menatap mereka dengan mulut menganga. Ada apa sebenarnya ini? Hari ini bukan hari ulang tahunnya.

“Aku tidak berulang tahun hari ini.” Ucap Yeon sembari membersihkan pakaiannya.

Eunsoo tiba-tiba menarik Yeon ke dalam pelukannya. Tidak ada yang bisa dilakukan Yeon selain membiarkan perempuan itu memeluknya.

“Selamat karena kau akan menikah!!” Ucap Eunsoo membuat mata Yeon melebar.

Yeon segera melepaskan pelukan Eunsoo dan menatap perempuan itu.

“M–menikah? Darimana kau–“

“Kyuhyun oppa yang mengatakan pada kami semua. Ya! Bagaimana bisa kau merahasiakan hal itu dariku?!” Rajuk Eunsoo.

“Kyuhyun–maksudku Direktur Cho mengatakan apa? Pada kalian?” Yeon benar-benar tidak percaya.

“Bukan hanya pada kami. Tetapi seluruh pegawai kantor sudah mengetahui tentang rencana pernikahanmu dengannya.” Kata Eunsoo dengan semangat.

Yeon menutup mulutnya menggunakan tangan. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Eunsoo barusan. Namun kemudian ia tersadar. Alasan kenapa semua orang menatapnya dengan penuh penilaian karena berita pernikahan ini.

Yeon benar-benar ingin memenggal kepala Kyuhyun.

“Selamat, Eunsoo-ssi. Aku sudah menduga jika ada sesuatu antara kau adan Direktur Cho. Karena itulah dia selalu menolongmu.” Ujar Taehee dengan tersenyum.

“Selamat, Eunsoo-ssi.” Ucap Minji.

“Selamat untukmu, Nona Jung. Aku tidak menyangka kau bisa meluluhkan hati Direktur Cho dalam waktu singkat.” Kata Manager Lee dan kemudian segera kembali ke ruangannya.

“Jangan dengarkan dia.” Bisik Eunsoo.

“Jadi, ceritakan pada kami. Bagaimana Direktur Cho melamarmu?” Tanya Taehee dengan antusias.

“Teman-teman, apa Direktur Cho benar-benar yang mengatakannya pada kalian?” Tanya Yeon. Ia masih tidak bisa mempercayai semua ini.

“Direktur Cho mengumpulkan setiap manager dari semua departement. Kemudian ia mengatakan bahwa ia akan menikah denganmu. Dan ia meminta semua pegawai untuk mulai menghormatimu.” Jawab Eunsoo.

Yeon meringis mendengar jawaban Eunsoo. Selain memenggal kepala Kyuhyun, ia ingin menampar mulut laki-laki itu.

“Ia juga bilang bahwa ia akan mengundang kami semua dan undangannya akan menyusul dalam waktu dekat.” Tambah Taehee.

Dan sekarang Yeon ingin menendang selangkangannya.

“Sekarang ceritakan pada kami bagaimana Direktur Cho melamarmu! Ah, apa ini cincinnya?!” Tanya Eunsoo sembari memegang tangan Yeon.

Yeon tersenyum dan menarik tangannya dari Eunsoo.

“Umm, maaf, teman-teman. Aku akan menceritakannya nanti pada kalian. Aku harus menemui Direktur Cho di atas.” Kata Yeon. Eunsoo dan Taehee menatapnya dengan tatapan menggoda.

“Masih terlalu pagi. Apa kau sudah merindukannya?” Goda Taehee. Yeon melotot padanya.

“Lebih baik kalian kembali bekerja.” Ucap Yeon sembari mendorong keduanya kembali ke meja mereka.

Yeon kembali masuk ke dalam lift untuk menemui Kyuhyun. Ia harus berbicara dengan laki-laki itu. Yeon tidak ingin semua orang mengetahui tentang pernikahan mereka. Pernikahan ini hanya sementara. Dan lebih baik jika tidak ada yang tahu. Tetapi semuanya sudah terlambat.

Namun tetap saja Yeon ingin menanyakan alasan di balik Kyuhyun memberitahukan semua orang tentang rencana pernikahan mereka. Kenapa Kyuhyun tidak bisa merahasiakannya? Apa Kyuhyun tidak malu karena ingin menikahi pegawai biasa seperti dirinya?

“Apa Direktur Cho ada di dalam?” Tanya Yeon pada sekretaris Kyuhyun.

“Ah, Nona Jung.” Ucap sekretaris Kyuhyun dengan tersenyum lebar. Yeon yakin semua itu karena berita rencana pernikahannya.

“Ya. Direktur Cho ada di dalam. Apa saya perlu melaporkan kedatangan Anda?”

“Tidak perlu. Saya akan langsung masuk ke dalam.” Kata Yeon.

“Silahkan, nona.”

Yeon tidak suka orang-orang menghormatinya karena suatu hal. Lagipula Yeon tidak memerlukan rasa hormat orang lain kepadanya.

Yeon menghela nafas sebelum akhirnya mengetuk pintu ruangan Kyuhyun. Saat mendengar suara Kyuhyun yang menyuruhnya masuk, Yeon segera membuka pintu dan masuk ke dalam.

“Oh, Yeoni-ya!” Kyuhyun terlihat senang dengan kedatangannya. Yeon mendengus dan menutup pintu. Tidak lupa dengan menguncinya hingga membuat Kyuhyun tersenyum jahil.

“Kenapa kau mengunci pintunya?” Tanya Kyuhyun sembari berdiri dan berjalan mendekati Yeon.

“Jangan katakan jika kau ingin..” Yeon mendorong Kyuhyun yang hendak memeluknya.

“Ada tiga hal yang ingin aku lakukan padamu.” Kata Yeon membuat Kyuhyun menyeringai.

“Oh ya? Apa itu?” Tanya Kyuhyun dengan antusias.

“Pertama, menampar mulutmu.” Kata Yeon membuat Kyuhyun terkejut. Laki-laki itu langsung menyentuh bibirnya.

“Kedua, memenggal kepalamu.” Lanjut Yeon. Kyuhyun menyentuh lehernya.

“Dan terakhir, menendang selangkanganmu!” Hardik Yeon dan Kyuhyun segera menutupi kejantanannya dengan kedua tangannya.

“T–tunggu, Yeon. Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun dengan bingung.

“Bagaimana kita bisa menikah jika kau memenggal kepalaku? Dan bagaimana jika terjadi sesuatu pada kejantananku saat kau menendangnya? Kita tidak bisa memiliki anak!” Kata Kyuhyun.

“Maka aku hanya perlu membatalkan pernikahan ini!” Sahut Yeon membuat Kyuhyun melotot.

“Tidak bisa begitu!!” Komentar Kyuhyun.

Yeon memukul dada Kyuhyun dengan kesal. Kyuhyun mengaduh dan mengusap dadanya yang terasa perih.

“Kenapa kau melakukan semua ini?!” Tanya Yeon.

“Aku melakukan apa?” Tanya Kyuhyun balik.

“Kenapa kau mengatakan pada seluruh pegawai kantor bahwa kita akan menikah? Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika aku ingin pernikahan yang sederhana?! Kenapa kau mengundang mereka semua?!” Omel Yeon.

Kyuhyun mencoba mencerna omelan panjang Yeon. Setelah mengerti apa yang membuat perempuan itu kesal, Kyuhyun pun tersenyum. Kyuhyun menarik tangan Yeon dan menuntunnya untuk duduk di sofa.

“Jadi, kau ingin memenggal kepalaku hanya karena ini?”

“Hanya karena ini?!”

“Wow, tenanglah, sayang. Kau terlihat mengerikan jika marah-marah seperti ini.” Kata Kyuhyun.

“Aku sedang tidak ingin bercanda, Kyuhyun! Kenapa kau melakukan semua ini? Aku hanya ingin pernikahan sederhana. Aku tidak ingin semua orang tahu bahwa kita akan menikah!” Ucap Yeon.

“Kenapa?” Sahut Kyuhyun langsung.

Yeon terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan karena pernikahan ini hanya sementara. Karena yang Kyuhyun inginkan, pernikahan ini bersifat selamanya.

“Aku tidak ingin mereka menghormatiku hanya karena aku akan menikah denganmu. Walaupun kita menikah, kau tetaplah Cho Kyuhyun direktur Pearl Group. Dan aku tetap Jung Yeon anggota tim produksi.” Jawab Yeon.

“Jika kita menikah. Semua berubah, Yeon.” Kata Kyuhyun.

“Setelah kau menjadi istriku, kau bukan hanya sekedar Jung Yeon si anggota tim produksi. Kau akan menjadi Jung Yeon istri Direktur Cho Kyuhyun.” Jelas Kyuhyun.

“Dan kau tidak bisa memungkirinya, Yeoni-ya. Dan aku juga tidak mau merahasiakan pernikahan kita. Ini adalah kabar bahagia. Kita harus membagikannya pada setiap orang yang mengenal kita.”

“Aku tahu jika kau ingin pernikahan yang sederhana, tetapi apa kau ingat jika aku pernah menyetujuinya?” Tanya Kyuhyun. Yeon menggeleng.

“Aku ingin membuat pernikahan kita sebagaimana mestinya, Yeon. Pernikahan terjadi sekali seumur hidup. Kau harus membuatnya benar-benar istimewa. Dan hanya karena aku memakai uangku sendiri, bukan berarti aku tidak bisa mengadakan pernikahan yang mewah.”

“Tapi–“

“Yeon, dengar.” Pinta Kyuhyun sembari memengang kedua bahu Yeon.

“Aku yakin kau sudah cukup tertekan karena ayahku tidak bisa merestui pernikahan kita. Dan hal itu juga cukup membuatku tertekan. Karena itu, biarkan aku menebusnya dengan membuat pesta pernikahan yang mewah. Kita lupakan fakta bahwa ayahku menentang hubungan kita dengan menikmati pesta pernikahan kita.” Ujar Kyuhyun.

Yeon menundukkan kepalanya dan tampak belum setuju dengan pendapat Kyuhyun.

“Kita tetap akan menikah di Gereja orangtuamu, Yeon. Tetapi biarkan aku membuat pesta yang meriah untuk resepsi pernikahan kita. Aku mohon.” Pinta Kyuhyun.

“Kau harus menyimpan uangmu.” Gumam Yeon. Kyuhyun tertawa pelan.

“Percayalah jika jumlah uang yang aku punya cukup untuk menghidupi kehidupan cucu kita kelak.” Ucap Kyuhyun.

“Apa kau yakin, Kyuhyun?” Tanya Yeon.

“Tentang apa? Uangku?”

“Menikah denganku.” Kata Yeon.

“Aku tidak pernah seyakin ini di dalam hidupku, Yeon. Semua yang berhubungan denganmu, membuatku yakin.” Komentar Kyuhyun.

“Jika suatu saat aku mengecewakanmu, apa kau akan membenciku?” Tanya Yeon.

“Kenapa kau selalu mengatakan hal itu? Kau tidak akan pernah mengecewakanku.” Jawab Kyuhyun yakin.

“Nah, sekarang apa kau masih ingin menampar mulutku?” Tanya Kyuhyun dengan menaik-naikkan alisnya.

“Aku bersedia jika kau menamparnya dengan mulutmu.” Goda Kyuhyun. Yeon memukul lengan Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun tertawa.

“Kyuhyun, aku memiliki permintaan.” Kata Yeon.

“Permintaan? Ada apa? Katakan saja.”

“Bisakah kau menemui orangtua Luke?” Tanya Yeon. Alis Kyuhyun menyatu.

“Kenapa aku harus menemui mereka?” Tanya Kyuhyun balik.

“Orangtua Luke sudah seperti orangtuaku sendiri, Kyuhyun. Saat orangtuaku meninggal, mereka membiayai sekolahku hingga aku lulus SMA. Mereka menjagaku dan Jun. Mereka sudah cukup kecewa karena aku tidak mendiskusikan keinginanku untuk menikah denganmu pada mereka. Karena itu, aku mohon temui mereka dan mintalah izin mereka untuk menikah denganku.” Jelas Yeon.

“Aku tahu jika kau tidak menyukai Luke. Kau tidak perlu memperhatikan kehadiran Luke. Kau hanya perlu mengganggap jika kedua orangtua Luke adalah orangtuaku.” Kata Yeon.

Yeon menatap Kyuhyun dengan penuh harap. Ia bisa memahami kebencian Luke pada Kyuhyun. Tetapi Yeon tidak mengerti kenapa Kyuhyun begitu tidak menyukai Luke. Apa hanya karena Luke sangat dekat dengannya? Tetapi Yeon sudah berulang kali mengatakan jika tidak ada apapun di antara dirinya dan Luke.

“Kyuhyun..”

“Baiklah. Baiklah. Aku akan menemui orangtua Luke.” Putus Kyuhyun. Sebuah senyum tampak terbentuk di wajah Yeon.

“Aku akan melakukan apapun untukmu, Yeon.” Kata Kyuhyun dengan bersungguh-sungguh.

“Terima kasih, Kyuhyun. Aku sangat menghargainya.”

“Tidak perlu berterima kasih. Karena kau sudah menganggap mereka sebagai keluargamu, bagaimanapun juga mereka akan menjadi keluargaku setelah kita menikah.”

“Termasuk Luke?” Sahut Yeon dengan nada menggoda. Kyuhyun mendesah pelan.

“Termasuk Luke.” Komentarnya dengan terpaksa. Yeon terkekeh pelan melihat wajah tidak suka dari calon suaminya itu.

——

Eunsoo membenarkan tali tas di bahunya saat berjalan meninggalkan lobi kantor. Angin yang berhembus menerbangkan rambutnya dan beberapa debu masuk ke dalam matanya. Eunsoo menghentikan langkahnya dan mengusap matanya dengan pelan.

Saat ia membuka matanya, tubuhnya terasa kaku ketika menemukan Luke yang sedang bersandar di mobil. Eunsoo mengusap matanya sekali lagi untuk memastikan bahwa matanya tidak salah melihat. Dan Luke memang benar berada di sana. Lengkap dengan tatapan matanya yang tertuju pada Eunsoo.

Eunsoo yakin jika Luke datang bukan untuk menemuinya. Pertemuan terakhir mereka berujung tidak baik. Mungkin Luke akan membuat jarak di antara mereka. Dan besar kemungkinan Luke datang kemari untuk menjemput Yeon. Tetapi Yeon pulang bersama Kyuhyun. Eunsoo merasa ia harus memberitahukan hal ini pada Luke.

Dengan langkah perlahan, Eunsoo mendekati Luke. Tatapan Luke tidak lepas darinya. Dan hal itu cukup membuat Eunsoo merasa gugup. Eunsoo berharap ia tidak tersandung dan mempermalukan dirinya sendiri.

“Hai.” Sapa Eunsoo setelah berdiri di hadapan Luke. Ia berusaha tersenyum walaupun terasa kaku.

“Hai.” Balas Luke singkat.

“J–jika kau ingin menjemput Yeon, dia pulang bersama Kyuhyun oppa.”

“Aku tahu.”

“Ah, begitu.” Gumam Eunsoo.

Eunsoo mengalihkan pandangannya saat merasakan tatapan Luke tidak lepas darinya. Jika Luke sudah tahu, kenapa laki-laki itu masih disini? Eunsoo merasa tidak bisa menanyakan hal itu padanya.

“K–kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Eunsoo.

“Masuklah.” Kata Luke setelah membuka pintu penumpang.

“Apa?” Eunsoo benar-benar terkejut.

“Aku datang untuk menjemputmu.” Ucap Luke. Mata Eunsoo melebar.

“Kau memperkerjakanku sebagai supir pribadimu, jika kau lupa.” Lanjut Luke.

Eunsoo tertegun. Luke masih mengingatnya? Bukankah Luke marah padanya? Kenapa Luke masih mengingat pembicaraan mereka saat itu? Lagipula sejujurnya saat itu Eunsoo hanya bercanda.

“Apa yang kau lakukan? Kau tidak mau masuk?” Tanya Luke.

“A–aku akan masuk.” Jawab Eunsoo dan langsung masuk ke dalam mobil.

Eunsoo menatap Luke yang menutup pintu mobil dan beberapa saat kemudian menyusulnya masuk ke dalam mobil. Duduk di balik kemudi yang tampak begitu pas dengan dirinya.

Tanpa mengatakan apapun, Luke langsung menjalankan mobilnya. Eunsoo tidak tahu kemana Luke akan membawanya. Jika ia bertanya, apakah Luke akan memberitahunya? Tetapi kenapa rasanya canggung sekali untuk memulai pembicaraan?

“Tidak keberatan jika kita makan malam terlebih dahulu, kan?” Tanya Luke. Eunsoo menoleh dan menemukan laki-laki itu meliriknya sekilas.

“Ya.” Jawab Eunsoo berbisik.

“Baguslah. Karena kau harus membayarku untuk hari ini.” Kata Luke dengan tersenyum kecil.

Eunsoo menggigit bibir bawahnya. Kenapa Luke bersikap seolah tidak ada yang terjadi antara mereka? Apa hanya Eunsoo yang merasakan kecanggungan saat ini? Apa Luke tidak merasakannya sedikit pun?

“Kau tampak tidak nyaman. Ada apa?”

“Kau ingat apa yang terjadi saat terakhir kali kita bertemu?” Tanya Eunsoo. Ia dapat melihat Luke mengeratkan pegangannya pada setir mobil sebelum menjawab.

“Tentu saja.”

“Kenapa kau bersikap seolah tidak ada yang terjadi?” Tanya Eunsoo lagi.

“Kau ingin kau bersikap seperti apa? Lagipula aku tidak terlalu memikirkannya. Aku tahu kau hanya asal bicara saat itu.” Kata Luke.

“Aku tidak–“

“Dengar, Kang Eunsoo.” Sela Luke membuat Eunsoo menutup mulutnya.

“Jika kau kembali mengatakan tentang omong kosong seperti saat itu, aku pastikan kita tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya.” Ucap Luke dengan wajah serius.

“Kau mengancamku?” Kata Eunsoo tersinggung.

“Tidak, sialan, tentu saja tidak.” Umpat Luke.

“Aku hanya ingin berteman dengan nyaman denganmu. Tetapi jika kau tidak bisa bekerja sama, lebih baik kita tidak perlu bertemu.” Lanjut Luke.

“Kenapa kau tidak bisa mempertimbangkan permintaanku, Luke? Apa sedikit pun aku tidak menarik di matamu?” Tanya Eunsoo.

“Hanya laki-laki bodoh yang tidak tertarik padamu.” Jawab Luke bergumam.

Eunsoo merasa ribuan kupu-kupu berterbangan di perutnya. Apa itu berarti Luke juga tertarik padanya?

“Tetapi, kenapa?”

Eunsoo kembali melihat Luke mencengkram setir mobil dengan erat hingga buku-buku kukunya memutih.

“Luke?” Panggil Eunsoo sembari menyentuh lengan Luke dengan pelan.

Luke tiba-tiba membanting setir ke kanan dan menepikan mobilnya. Dengan gerakan cepat ia memegang rahang Eunsoo dan menyatukan bibirnya dengan bibir perempuan itu. Ia dapat merasakan keterkejutan Eunsoo, namun Luke tampak tidak peduli.

Eunsoo yakin ia sedang bermimpi saat ini. Luke tidak mungkin menciumnya. Benar, Luke tidak akan mungkin menciumnya. Lalu, bibir siapa yang sedang bermain di atas bibirnya saat ini? Eunsoo berusaha menahan erangan yang mungkin saja bisa keluar.

Bibir Luke benar-benar lembut. Berbanding terbalik dengan visual laki-laki itu yang jauh dari kata lembut. Eunsoo mencengkram lengan kekar Luke untuk melampiaskan rasa gugupnya. Ia berusaha sebaik mungkin untuk membalas ciuman laki-laki itu.

Luke sangat–sialan–pandai dalam berciuman. Eunsoo yakin semua itu karena laki-laki itu berasal dari luar benua Asia, selain karena ia sudah sangat sering mencium berbagai perempuan.

Bibir Luke terus melumat bibirnya secara bergantian. Tangannya menekan tengkuk Eunsoo agar perempuan itu tidak bisa kemana-mana. Lidahnya sesekali menggoda bibir Eunsoo hingga membuat Eunsoo beberapa kali mengerang pelan.

Kehangatan yang dirasakan Eunsoo menghilang saat tiba-tiba saja Luke menjauhkan bibirnya. Namun wajah laki-laki itu masih terlampau dekat dengannya. Eunsoo dapat merasakan nafas Luke yang terengah.

“Luke..” Bisik Eunsoo.

“Aku takut, Kang Eunsoo.” Balas Luke berbisik.

Eunsoo menaikkan pandangannya untuk menatap mata Luke.

“Aku tidak akan menyakitimu.” Janji Eunsoo. Luke tersenyum.

“Bukan itu yang aku takutkan. Aku tahu bahwa kau tidak akan pernah menyakitiku.” Luke membalas tatapan Eunsoo.

“Aku takut perasaan tertarik ini hanya sementara.” Kata Luke. Eunsoo hanya diam saja menanti ucapan laki-laki itu selanjutnya.

“Aku takut ketika aku bosan, aku akan menyakitimu.” Lirih Luke. Eunsoo merasa tubuhnya bergetar mendengar suara lirih laki-laki itu.

“Dan kau adalah perempuan yang tidak ingin aku sakiti selain ibuku dan Yeon.” Bisik Luke.

“Oh, Luke..” Ucap Eunsoo dengan rasa haru.

“Karena itulah aku tidak pernah berani mencoba untuk berbuat lebih.”

“Kau harus mencobanya, Luke.”

Luke menggeleng.

“Aku tidak ingin kehilanganmu karena sikap brengsekku nantinya.”

Eunsoo menggenggam tangan Luke.

“Percayalah kau tidak akan kehilanganku, Luke. Kau tidak akan menyakitiku. Kau hanya perlu bersikap lebih berani.” Ucap Eunsoo.

Luke menatap Eunsoo dan memikirkan ucapan perempuan itu. Selama ini Luke sudah mengunci rapat hatinya agar tidak tersentuh oleh siapapun. Dan sekarang, siapkah dia untuk memulai sebuah hubungan baru lagi? Apakah dia akan berhasil? Ataukah kali ini ia yang akan mengacaukannya?

——

Mata Sekretaris Jang terus mengikuti Younghwan yang tampak berjalan mondar mandir di dalam ruang kerjanya. Ia ingin berbicara, tetapi terlalu takut jika suaranya mengganggu konsentrasi Younghwan yang sedang berpikir.

Atasannya itu tampak begitu sensitif setelah Cho Kyuhyun ingin menikahi Jung Yeon. Perempuan yang begitu di benci oleh Younghwan. Tentu saja dengan alasan yang diketahui olehnya.

Dan sekarang Cho Younghwan tampak memikirkan berbagai cara agar Kyuhyun membatalkan niatnya untuk menikahi Yeon. Sekretaris Jang yakin Younghwan akan menggila jika pernikahan itu memang benar-benar terjadi.

“Sial! Aku tidak bisa memikirkan cara apapun!” Umpat Younghwan sembari memukul meja.

“Tidak ada yang dapat aku pikirkan selain membunuh Jung Yeon untuk membatalkan pernikahan ini!” Geram Younghwan.

“Presdir.” Panggil Sekretaris Jang.

Younghwan menoleh dan menatap Sekretaris Jang.

“Bagaimana jika Anda mengatakan pada Direktur Cho jika Jung Yeon adalah anak dari Jung Jaehoon? Kemudian katakan jika kedatangannya di kehidupan Direktur Cho adalah untuk balas dendam.” Saran Sekretaris Jang.

Younghwan mengambil gelas di atas meja dan melemparkannya ke arah Sekretaris Jang. Jika Sekretaris Jang tidak menghindar, maka kepalanya bisa dipastikan akan terluka. Sekretaris Jang menatap gelas yang pecah itu dengan ngeri.

“Apa kau tidak punya otak?” Tanya Younghwan sembari menatapnya tajam.

“Kenapa tidak sekalian kau suruh aku untuk mengakui semuanya pada Kyuhyun?!” Bentak Younghwan. Sekretaris Jang terlonjak mendengar bentakan pria itu.

“Dasar tolol!” Maki Younghwan.

“S–setidaknya dengan begitu Direktur Cho tidak akan mau menikahinya, presdir.” Kata Sekretaris Jang dengan takut. Ia mencoba mengabaikan tatapan tajam Younghwan padanya.

“Lagipula batas hukumnya telah berakhir, presdir. Jung Yeon tidak akan bisa melaporkan Anda pada polisi.” Ucap Sekretaris Jang.

Younghwan tidak lagi merasa marah mendengar ucapan Sekretaris Jang. Ia bahkan tampak memikirkan saran dari pria yang sudah bekerja selama puluhan tahun itu padanya.

“Katakan saja bahwa itu ketidaksengajaan. Direktur Cho tidak akan sepenuhnya percaya pada Jung Yeon. Dan Direktur Cho masih memiliki kepercayaan pada Anda. Pernikahan ini akan batal jika Direktur Cho mengetahui maksud dari Jung Yeon.” Jelas Sekretaris Jang.

“Apa kau pikir Kyuhyun akan percaya begitu saja padaku?” Tanya Younghwan.

“Tidak seratus persen percaya, presdir. Tetapi tidak juga seratus persen tidak percaya. Semuanya berada di tengah-tengah. Anda hanya perlu mencobanya.” Jawab Sekretaris Jang.

Younghwan tampak kembali berjalan mondar mandir di sana. Kali ini wajahnya semakin frustasi setelah mendengar saran dari Sekretaris Jang. Ia tampak tidak yakin pada saran pria itu, namun ia juga merasa ini satu-satunya jalan untuk mengagalkan pernikahan Kyuhyun.

“Tidak. Kyuhyun tidak akan percaya padaku.” Ucap Younghwan.

Younghwan menghentikan langkahnya dan menatap Sekretaris Jang. Sekretaris Jang menegakkan punggungnya dan tampak mempersiapkan dirinya untuk menjalankan perintah apapun dari Younghwan.

“Aku harus membuat Jung Yeon mengatakannya sendiri di hadapan Kyuhyun.” Kata Younghwan pada Sekretaris Jang.

“M–maksud Anda?”

“Jika Kyuhyun mendengarnya langsung dari mulut Jung Yeon, aku yakin Kyuhyun akan percaya dan ia akan membatalkan pernikahan sialan itu.” Ujar Younghwan sembari tersenyum sinis.

——

Kyuhyun dan Yeon keluar dari mobil saat mereka sudah sampai di rumah Luke. Kyuhyun tampak menatap ke sekeliling rumah Luke. Dan dalam hatinya ia mengakui bahwa rumah Luke tampak mewah dari depan.

“Dulu aku tinggal di sana.” Kata Yeon sembari menunjuk rumah di samping rumah Luke.

Kyuhyun mengikuti kemana telunjuk Yeon mengarah. Dan ia juga tampak takjub saat melihat rumah mewah Yeon dulu. Tenyata dulu Yeon adalah anak orang kaya. Dan Kyuhyun yakin Younghwan tidak akan menentang hubungan mereka jika Yeon masih kaya seperti dulu.

“Rumah kalian bersebelahan.” Komentar Kyuhyun.

“Karena itulah kami bersahabat.” Sahut Yeon dengan tersenyum.

“Lebih baik kita masuk, orangtua Luke dan Jun sudah menunggu.” Kata Yeon.

Kyuhyun mengangguk dan mengikuti Yeon yang telah lebih dulu mendekati pintu dan menekan bel. Ia berdiri di belakang Yeon dan memberikan sebuah kecupan pelan di kepala perempuan itu. Yeon menoleh dan tersenyum pada Kyuhyun.

“Hai, Kate.” Sapa Yeon saat melihat Kate membukakan pintu untuknya.

“Hai, sayang.” Balas Kate sembari memeluk Yeon.

Kemudian Kate melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun yang berada di belakang Yeon.

“Inikah orangnya?” Tanya Kate. Yeon mengangguk.

“Kenalkan, Kate, ini Cho Kyuhyun. Calon suamiku.” Ucap Yeon sebelum akhirnya menatap Kyuhyun.

“Dan, Kyuhyun, ini Kate. Ibu Luke.”

Kyuhyun tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Cho Kyuhyun.” Kata Kyuhyun memperkenalkan diri.

“Senang bertemu denganmu, Kyuhyun. Aku Kate Collins.” Balas Kate sembari menyambut uluran tangan Kyuhyun.

“Senang bertemu denganmu juga, Mrs. Collins.”

Just Kate, please.

“Dengan senang hati, Kate.” Ucap Kyuhyun masih dengan tersenyum.

“Ayo, silahkan masuk. Yang lain sudah menunggu di ruang makan.” Ajak Kate sembari membuka pintu lebih lebar.

Kate menggandeng lengan Yeon dan mereka berjalan di depan Kyuhyun. Kyuhyun dapat melihat seberapa dekat Yeon dengan wanita itu. Wajar saja jika Yeon sudah menganggapnya seperti orangtuanya sendiri.

“Jangan tegang, Kyuhyun. Suamiku memang sedikit protektif pada Yeon. Tetapi dia baik.” Kata Kate sembari menoleh. Kyuhyun mengangguk dan kembali tersenyum.

“Hyung!” Sapa Jun saat melihat kedatangan Yeon dan Kyuhyun.

Kyuhyun melambaikan tangannya pada Jun sebelum menatap Luke yang berada di samping laki-laki itu. Kemudian Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada pria berumur yang cukup mirip dengan Luke dan memiliki pandangan menilai.

“Hai, Max.” Sapa Yeon sembari mendekati pria itu.

Yeon meringis saat melihat Max yang menatap Kyuhyun begitu intens. Ia yakin Kyuhyun merasa tidak nyaman dengan tatapan dari Max. Tetapi Yeon tidak bisa melakukan apapun.

“Hai, sweetheart.” Max memeluk Yeon dengan matanya yang masih tidak lepas dari Kyuhyun.

Yeon melepaskan pelukannya dan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Umm, Max, dia–“

Are you going to marry my Yeon?” Tanya Max sembari menghampiri Kyuhyun.

Yeah, sir. I’m Kyuhyun Cho.” Jawab Kyuhyun mantap sembari kembali mengulurkan tangannya. Max menyambut uluran tangan Kyuhyun dan menjabatnya dengan erat.

“Max Collins.” Ucap Max.

Nice to meet you, Mr. Collins.” Kata Kyuhyun berusaha untuk tidak terintimidasi dengan tatapan Max.

Well, aku tidak bisa mengatakan jika aku senang bertemu denganmu. Karena kau akan mengambil Yeon-ku.” Balas Max.

“Max!” Tegur Kate. Max menoleh dan menatap istrinya.

“Kau membuat Kyuhyun tidak nyaman. Dan kau akan membuat Yeon sedih.” Kata Kate. Max mengalihkan pandangannya pada Yeon yang sedang menggigiti bibirnya.

“Kyuhyun hyung laki-laki yang baik, daddy! Kau tidak perlu meragukannya.” Sela Jun mencoba untuk membela Kyuhyun.

Jun mengaduh saat mendapatkan tusukan pelan dari siku Luke. Ia menoleh dan mendapati Luke menyuruhnya untuk diam. Jun mengerucutkan bibirnya sembari mengusap pelan perutnya.

“Kau tidak akan tahu laki-laki itu baik atau tidak karena baru mengenalnya beberapa bulan saja, Jun.” Tukas Max.

“Aku juga tidak menganggap diriku sebagai laki-laki yang baik, sir. Walau bagaimanapun aku masih memiliki banyak kekurangan di dalam diriku. Tetapi aku pastikan aku akan memberikan yang terbaik untuk Yeon.” Kata Kyuhyun dengan penuh keyakinan.

Max kembali menatap Kyuhyun dengan pandangan menilai. Dan ia terkejut saat tiba-tiba saja merasakan seseorang menggandeng lengannya. Ketika menoleh, ia menemukan Yeon yang sedang menatapnya dengan sedih.

“Max, please. Don’t do that.” Pinta Yeon.

Sweetheart, apa kau yakin dia laki-laki terbaik untukmu? Apa kau yakin dia tidak akan menyakitimu?” Tanya Max.

Yeon menatap Kyuhyun sebelum akhirnya menghampiri laki-laki itu. Kyuhyun langsung merangkul Yeon saat calon istrinya itu mendekat padanya.

“Ya, Max. Aku sangat yakin dia yang terbaik untukku. Dan dia tidak akan pernah menyakitiku.” Jawab Yeon. Kyuhyun mengeratkan rangkulannya saat mendengar jawaban perempuan itu.

Max menatap Yeon dan Kyuhyun secara bergantian. Hanya karena Yeon meyakinkannya, tidak berarti dia percaya begitu saja pada Kyuhyun. Tetapi Max juga tidak bisa meminta pembuktian apapun dari Kyuhyun. Maka yang dapat ia lakukan sekarang adalah menunggu dan melihat.

Well, I will try to trust you, sweetheart. But if he hurts you, I will kill him. And I don’t care if you hate me after that.” Kata Max dengan penuh penekanan.

Deal.” Sahut Kyuhyun membuat mata Yeon melebar saat mendengarnya.

Max menarik salah satu sudut bibirnya ke atas hingga membentuk sebuah seringai kecil.

“Kalau begitu kita bisa segera menikmati makan malam.” Ucap Max sembari duduk.

Yeon terkejut saat Kyuhyun memberikan sebuah kecupan di pelipisnya.

“Terima kasih karena mempercayaiku.” Bisik Kyuhyun.

Yeon tersenyum dan membawa Kyuhyun untuk mendekati meja makan. Ia menemukan Luke yang sedang menatapnya dalam diam. Yeon tampak salah tingkah. Ia benar-benar melupakan keberadaan Luke. Pasti Luke menilai sikapnya terlalu berlebihan saat membela Kyuhyun.

Yeon mencoba mengabaikan tatapan Luke dan tersenyum. Ia harap Luke mengerti jika semua itu dilakukannya agar Max tidak menggagalkan rencananya.

“Nikmati makanannya, Kyuhyun.” Ucap Kate dengan tersenyum.

Thank you, Kate.” Balas Kyuhyun setelah duduk di samping Yeon.

“Apa Yeon sudah bertemu dengan orangtuamu, Kyuhyun?” Tanya Kate membuat Yeon hampir tersedak. Yeon menatap Kyuhyun dengan panik. Tetapi Kyuhyun hanya menunjukkan senyumnya.

“Sudah, Kate.” Jawab Kyuhyun.

“Mereka menerima Yeon dengan tangan terbuka, kan?” Tanya Kate lagi.

Yeon menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan mengusap bibir perempuan itu agar Yeon melepaskan gigitannya.

“Ibuku menyukai Yeon. Dan dia menerima pernikahan ini.” Kata Kyuhyun.

“Bagaimana dengan ayahmu?” Sela Max membuat Kyuhyun menatapnya.

“Ayahku–“

“Tentu saja ayah Kyuhyun juga menerimaku dengan baik, Max.” Ucap Yeon sembari tersenyum. Ia meletakkan tangannya di paha Kyuhyun dan memberi isyarat agar Kyuhyun tidak mengatakan apapun.

“Ayah Kyuhyun bersikap sama sepertimu ketika pertama kali bertemu denganku. Tetapi dia orang yang baik dan menerimaku dengan tangan terbuka.” Dusta Yeon.

Yeon tidak mungkin mengatakan jika Younghwan tidak menyetujui pernikahan ini. Karena jika Max tahu, maka pernikahan ini tidak akan pernah terjadi. Dan semuanya menjadi berantakan. Dalam hatinya ia terus meminta maaf karena telah berbohong pada Max dan Kate.

Really, sweetheart?” Tanya Max memastikan. Yeon mengangguk dengan semangat agar dapat meyakinkan Max.

“Semuanya baik-baik saja. Dan akan semakin baik-baik saja jika kau tidak bersikap ketus pada Kyuhyun.” Ucap Yeon membuat Max salah tingkah dan langsung mengalihkan pandangannya.

Yeon kembali menemukan Luke yang sedang menatapnya dengan pandangan tidak suka. Ia yakin Luke tidak setuju karena Yeon harus berbohong. Tetapi Yeon tidak memiliki pilihan.

“Makan ini, Luke. Kau terlihat kurus.” Kata Yeon sembari meletakkan daging di atas sendok Luke.

“Kau juga makan yang banyak, baby. Karena setelah ini hidupmu akan lebih berat.” Balas Luke tanpa memperdulikan kebingungan semua orang atas apa yang diucapkannya. Kecuali Yeon.

——

Yeon dan Eunsoo masuk ke dalam sebuah cafe dengan beberapa kantong belanjaan di tangan mereka. Keduanya memilih salah satu tempat duduk dan memesan makan siang untuk mereka.

Hari ini keduanya tidak bekerja setelah mendapatkan izin langsung dari Kyuhyun. Mereka memutuskan untuk berbelanja serta melakukan perawatan tubuh. Semua itu atas permintaan Kyuhyun karena pernikahannya dengan Yeon tinggal beberapa hari lagi.

Kyuhyun juga yang meminta Eunsoo agar menemani Yeon untuk berbelanja. Mereka mendapatkan pinjaman kartu kredit unlimited milik Kyuhyun agar bisa berbelanja sepuasnya. Hanya saja Yeon bukanlah seperti perempuan-perempuan pada umumnya yang suka belanja.

Setelah hampir seharian berkeliling mall, Yeon hanya memegang tiga kantong belanja di tangannya. Berbeda dengan Eunsoo yang lebih banyak membeli barang. Lagipula tujuan utama Yeon mendekati Kyuhyun bukanlah untuk mendapatkan uangnya.

“Kulitku menjadi lebih halus.” Ucap Eunsoo sembari mengusap lengannya. Yeon melakukan hal yang sama dan menyetujui ucapan perempuan itu barusan.

“Bagaimana perasaanmu?” Tanya Eunsoo.

“Tentang apa?” Yeon bertanya balik.

“Menjadi Nyonya Cho muda.” Ucap Eunsoo dengan tatapan menggoda. Yeon tersenyum kecil.

“Entahlah. Aku bingung dengan apa yang kurasakan. Terkadang aku merasa bahagia. Tetapi terkadang juga aku merasa sedih.” Jawab Yeon. Mengutarakan isi hati yang sebenarnya.

“Apa kau sedih karena Younghwan samchon?” Tebak Eunsoo. Yeon menatap Eunsoo sebelum akhirnya mengangguk.

“Jangan khawatir. Itu bukan salahmu.” Kata Eunsoo dengan menepuk pelan tangan Yeon.

“Semuanya tidak akan terjadi jika samchon tidak keras kepala.”

“Semuanya tidak akan terjadi jika aku tidak bekerja di Pearl Group. Benar, kan?”

Eunsoo menggeleng.

“Kau dan Kyuhyun oppa sudah ditakdirkan bersama. Walaupun kau tidak bekerja di sana, Tuhan akan menemukan cara untuk mempertemukan kalian.” Komentar Eunsoo.

Yeon tersenyum kecil dan merenungkan ucapan Eunsoo. Benarkah seperti itu? Jika Yeon tidak berniat balas dendam, apakah ia masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Kyuhyun?

“Bagaimana denganmu sendiri?” Tanya Yeon tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.

“Aku? Ada apa denganku?” Eunsoo menunjuk dirinya.

“Bagaimana perkembangan hubunganmu dan Luke?” Tanya Yeon. Wajah Eunsoo tiba-tiba merona setelah mendengar pertanyaan Yeon.

“Yah, ada apa dengan wajahmu? Apa sesuatu telah terjadi dan aku tidak mengetahuinya?” Tuduh Yeon.

“Apa Luke tidak mengatakan apapun padamu?” Tanya Eunsoo sembari menangkup pipinya.

Yeon yang hendak menjawab mengurungkan niatnya saat pelayan membawakan makan siang mereka. Keduanya menggumamkan terima kasih sebelum pelayan itu pergi.

“Luke tidak mengatakan apapun padaku. Ya! Apa yang terjadi?” Tanya Yeon penasaran.

“Jangan katakan jika kalian tidur bersama!” Tebak Yeon saat melihat wajah Eunsoo yang kian memerah.

“Tidak. Tidak. Kami tidak tidur bersama.” Bantah Eunsoo langsung.

“Lalu?”

Eunsoo berdehem pelan dan memusatkan perhatiannya pada Yeon.

“Luke mau mencoba untuk menjalin sebuah hubungan denganku. Maksudku, berkencan. Dan dia akan berhenti meniduri perempuan yang berbeda setiap malamnya.” Jelas Eunsoo.

Mata Yeon melebar karena terkejut dan takjub. Sebuah senyum lebar tampak terbentuk di wajah cantik Yeon.

“Benarkah? Kau serius?” Tanya Yeon. Eunsoo ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Yah, selamat, Kang Eunsoo! Aku turut bahagia untukmu! Dan terima kasih karena telah menyadarkan Luke!” Ucap Yeon sembari memeluk Eunsoo. Eunsoo tertawa dan membalas pelukan Yeon.

“Aku hanya berusaha meyakinkannya bahwa kami tidak akan berakhir dengan saling menyakiti.” Kata Eunsoo.

“Luke tidak akan menyakitimu. Aku yakin dia memandangmu dengan cara yang berbeda.” Ujar Yeon yakin.

Eunsoo menganggukkan kepalanya dan menyetujui ucapan Yeon. Ia juga yakin Luke tidak akan pernah menyakitinya.

“Kita harus mencoba double date setelah kau menikah nanti. Pasti akan menyenangkan!” Kata Eunsoo dengan semangat.

Yeon hanya tersenyum tipis untuk membalas perkataan Eunsoo. Ia tidak terlalu yakin jika Kyuhyun dan Luke mau di ajak berkencan ganda. Kedua laki-laki itu sudah terlanjur saling membenci. Tetapi Yeon hanya berharap yang terbaik untuk mereka semua.

——

Yeon menatap pantulan dirinya di kaca besar yang terdapat di ruang tunggu pengantin sebuah Gereja di Seoul. Ia benar-benar tidak percaya jika sosok yang berada di kaca itu adalah dirinya. Yeon tidak tahu jika ia bisa secantik ini hanya karena sebuah make up dan gaun pengantin.

Yeon menatap cincin yang dipakaikan Kyuhyun di jari manisnya. Cincin yang begitu indah dan seharusnya perasaan Yeon seindah cincin ini. Tetapi Yeon tidak bahagia karena semua ini hanya pernikahan sementara.

Seandainya pernikahan ini bukan karena balas dendam. Seandainya Younghwan merestui pernikahannya dengan Kyuhyun. Dan seandainya orangtua Yeon masih hidup sehingga bisa menghadiri pernikahan ini, Yeon pasti merasa sangat bahagia.

Tetapi semua itu hanya angan-angan untuk Yeon. Pernikahan ini karena balas dendam. Younghwan tidak merestui pernikahan ini dan orangtuanya tidak akan pernah hadir di pernikahannya. Karena itulah perasaan Yeon bercampur aduk.

Yeon menoleh saat mendengar ada yang mengetuk pintu. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan Jun masuk ke dalam. Laki-laki itu tampak begitu tampan dengan balutan jas yang sangat pas di tubuhnya.

“Jun..”

“Noona..”

Jun menghampiri Yeon dan memberikan senyum bahagianya. Ia merasa senang karena Yeon akan menikah. Selama ini Jun memang sangat menginginkan agar Yeon cepat menikah. Sehingga perempuan itu tidak perlu bekerja untuk menghidupinya.

“Kau sangat cantik.” Puji Jun sembari membenarkan tudung kepala Yeon.

“Kau juga sangat tampan.” Balas Yeon.

“Aku benar-benar bahagia karena kau akan menikah dengan Kyuhyun hyung, noona. Kyuhyun hyung laki-laki yang baik. Setelah ini aku berharap hanya kebahagiaan yang menghampiri kehidupanmu.” Ucap Jun.

“Selama ini aku bahagia, Jun.” Kata Yeon dengan tersenyum.

“Aku terlalu sibuk dengan duniaku, noona. Aku sering kali mengabaikanmu. Aku yakin kau sering membutuhkan teman bicara, tetapi aku sibuk bekerja. Aku tahu bahwa kau menyayangiku, tetapi tetap saja aku merasa gagal untuk membahagiakanmu selama ini.” Wajah Jun tampak begitu menyesal.

“Jangan berkata seperti itu, Jun. Kau adik terbaik.” Yeon mengusap pipi Jun.

Jun menyandarkan pipinya pada tangan Yeon. Karena sosok Yeon, Jun selalu merasa ibunya berada di dekatnya. Yeon merawatnya seperti ibu mereka merawatnya selama ini. Jika Jun merindukan ibunya, ia hanya perlu bermanja pada Yeon.

“Appa dan eomma akan sangat bahagia jika berada disini.” Bisik Jun.

“Appa akan mengantarmu ke altar.” Lanjutnya.

“Jun, jangan membuatku menangis.” Keluh Yeon.

Jun tersadar dengan apa yang baru saja dikatakannya. Ia menggenggam tangan Yeon dan menunjukkan wajah menyesal.

“Maaf, noona. Aku benar-benar melantur, ya? Tidak seharusnya aku membuatmu sedih di hari bahagiamu ini.”

“Aku akan menarik telingamu jika kau melakukannya lagi.” Ancam Yeon.

Jun meringis sembari mencubit kedua telinga sendiri. Yeon tersenyum geli ketika melihat wajah adiknya itu seperti anak kecil.

“Kalau begitu aku akan menunggumu di depan, noona. Jangan gugup dan jangan sampai kau jatuh saat berjalan di altar nanti. Okay?” Pesan Jun.

“Aku mengerti.” Sahut Yeon.

Jun melambaikan tangannya dan segera meninggalkan ruang tunggu.

Yeon menghela nafas panjang dan kembali menatap dirinya di depan cermin. Sebentar lagi ia akan menjadi Nyonya Cho Kyuhyun. Dan Yeon tidak bisa mengabaikan rasa gugupnya. Apa Kyuhyun merasakan perasaan yang sama?

Seakan mengetahui bahwa Yeon sedang memikirkannya, ponsel Yeon bergetar pelan dan memperlihatkan sebuah pesan dari Kyuhyun.

From: Cho Kyuhyun

Tidak sabar bertemu denganmu di altar. Aku mencintaimu.

Yeon tersenyum dan ia yakin wajahnya berubah merah akibat pesan Kyuhyun ini. Entah kenapa Yeon masih tidak terbiasa dengan pernyataan cinta dari Kyuhyun. Membuat Yeon merasa bersalah dan bahagia di saat bersamaan.

Yeon mengetikan sebuah balasan untuk pesan Kyuhyun.

To: Cho Kyuhyun

Tidak sabar bertemu denganmu juga.

SEND

Yeon belum bisa membalas pernyataan cinta Kyuhyun. Walaupun Yeon tahu apa yang dirasakannya sama seperti yang dirasakan Kyuhyun. Yeon hanya merasa takut. Jika ia mengatakannya, maka semuanya tidak akan sama lagi.

Pintu ruang tunggu Yeon kembali terbuka. Awalnya Yeon pikir itu adalah Kyuhyun yang mencuri waktu untuk bertemu dengannya. Namun ternyata yang datang adalah Younghwan. Membuat Yeon sempat menahan nafas saat melihatnya.

Yeon tanpa sadar mencengkram gaun pengantinnya saat melihat Younghwan berjalan dengan angkuh mendekatinya. Ia pikir Younghwan tidak akan datang ke pernikahan mereka.

“Apa kau senang?” Tanya Younghwan dengan tatapan tajam.

“Kau senang karena kau pikir akan benar-benar menjadi seorang nyonya besar, huh?!”

Yeon menundukkan kepalanya dan hanya diam saja. Ia takut jika membuka mulutnya, maka ia hanya akan menyumpahi pria itu dengan kata-kata kasarnya.

“Aku tahu kau mendekati Kyuhyun hanya untuk balas dendam.” Kata Younghwan membuat Yeon mendongak untuk menatapnya.

“Kau ingin membalaskan dendammu atas kematian orangtuamu, kan?” Younghwan menanyakan sesuatu yang sudah diketahuinya.

“Kau ingin balas dendam karena kau pikir aku yang membunuh orangtuamu.” Kata Younghwan.

“Aku pikir?” Ulang Yeon.

“Kau pembunuh orangtuaku!” Ucap Yeon sembari menunjuk Younghwan.

Younghwan tertawa saat mendengar ucapan Yeon. Membuat Yeon merasa sangat geram saat melihatnya.

“Tidak. Tidak. Aku tidak membunuh orangtuamu. Kau salah paham.” Komentar Younghwan dengan santai.

“Kau pikir kau bisa membodohiku?” Tanya Yeon dengan mata berkaca-kaca.

“Itu ketidaksengajaan, Jung Yeon-ssi. Terjadi salah paham antara orangtuamu dan aku. Lalu orangtuamu mati.” Kata Younghwan dengan tatapan mengejek.

Yeon mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ia ingin sekali menampar wajah Younghwan saat ini. Bagaimana bisa Younghwan mengatakan tentang kematian orangtuanya dengan begitu santai seperti ini? Belum lagi wajahnya yang terlihat tidak bersalah sama sekali.

“Tutup mulutmu, Cho Younghwan. Aku tahu apa yang terjadi.” Tukas Yeon dengan tatapan marah.

“Dengar, kau hanya salah paham. Karena itu jangan jadikan Kyuhyun sebagai alat balas dendammu. Aku dan Kyuhyun sama-sama tidak mengetahui apapun.” Ucap Younghwan.

“Jangan bersikap sok polos dihadapanku.” Desis Yeon dengan airmata yang mengalir.

Younghwan menghela nafas panjang dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Baik. Katakanlah jika aku yang membunuh orangtuamu. Ini hanya seandainya saja.” Kata Younghwan dengan tersenyum.

“Kau mau apa? Menuntutku? Batas hukumnya sudah berakhir, Jung Yeon-ssi. Kau cukup pintar untuk tahu jika setiap batas hukum suatu kasus itu 10 tahun, kan?”

“Kau bajingan, Cho Younghwan. Kau berpura-pura sakit untuk menghindari hukumanmu.” Umpat Yeon. Younghwan sempat terkejut mendengar umpatan Yeon.

Younghwan mendekati Yeon dan mencondongkan wajahnya mendekati telinga Yeon.

“Aku terlalu pintar, terlalu hebat dan terlalu kaya untuk kau lawan, nona.” Bisik Younghwan membuat mata Yeon melebar.

Sembari tersenyum, Younghwan kembali menjauhkan wajahnya. Pria itu nampak puas saat melihat wajah geram Yeon padanya.

“Karena itu, hentikan semua balas dendammu ini. Kyuhyun tidak tahu apapun. Jangan hancurkan hidupnya.” Kata Younghwan dengan nada memohon yang dibuat-buat.

Yeon tersenyum sinis dan menatap Younghwan dengan tajam.

“Kenapa terasa aneh saat seorang pembunuh sepertimu masih mengkhawatirkan hidup orang lain?” Sindir Yeon.

“Dia anakku!” Sahut Younghwan.

“Apa kau pikir aku peduli? Kau bahkan tidak memperdulikanku saat kau membunuh orangtuaku! Kau pikir kenapa aku harus peduli pada Kyuhyun saat akan membalas dendam padamu?!” Bentak Yeon.

“Balas dendam?”

Tubuh Yeon menegang saat mendengar suara Kyuhyun. Dan tidak lama kemudian laki-laki itu muncul dari balik pintu sembari menatap Yeon dengan tajam. Jantung Yeon seperti akan berhenti berdetak saat ini. Ia bahkan tidak menyadari Younghwan yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

——

–To Be Continued–

HAI! Cuma mau minta maaf karena postnya telat. Dan mungkin untuk beberapa saat ke depan juga bakalan telat terus ngepostnya. Tapi aku pastikan bahwa FF ini akan terus lanjut. Jadi jangan khawatir^^

Happy reading~

BYE~

Advertisements

67 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 12

  1. Appa na kyuyun licik bgt nie, aduh ga kebayang prasaan na kyu gmn? N ap kyu bakal batalin prnikahan na ma yeon setelah ini?? Hanyaauthor yg tawu jawaban na ๐Ÿ˜„

  2. baguslah hubungan luke dan eunsoo ada kemajuan.moga aja dengan adanya eunsoo di sisi luke,bisa ngobat’in rasa kecewa luke akan kenangan masa lalunya dengan mantannya yg pernah ngecewa’in luke.
    waduh kyuhyun gak sengaja denger tentang rencana balas dendam yeon.ah gimana ini??
    situasi makin runyam ini mah.padahal itu detik-detik mereka mau nikah.kalo sampe semua kebongkar,bukan cuma kyuhyun yg bakal kecewa dan sakit hati,tapi yeon juga.karna secara yeon juga sebenernya ada rasa sama kyuhyun,walaupun yeon berkeras nepis semua perasaannya ke kyuhyun dengan dalih balas dendam.
    ah padahal mereka lagi bahagia-bahagianya mau ngejalan’in kehidupan bersama.dan padahal ku berharapnya,dengan mereka ngejalan’in kehidupan rumah tangga bisa sedikit demi sedikit bikin yeon ngelupa’in dan akhirnya yeon bisa ngejalan’in kehidupan rumah tangga yg sesungguhnya sama kyuhyun.
    kalo udah kaya gini,entah pernikahan itu bakal terlaksana atau gak.semuanya bakal terungkap di part berikutnya ๐Ÿ˜‰
    jadi gak sabar nunggu kelanjutannya,ceritanya makin-makin bikin aku penasaran.semangat terus yah nulisnya and fighting (n_n)

  3. Oh tuhaaaaan.. kenapa bapak nya kyuhyun kejam ga ketulungan yah.. uuh geram baca nya…
    Trus nanti gimana? Apa batal? Apa kyuhyun nanti malah balik marah ke yeon? Aduuuh jadi makin complicated yaak.. hehehehe
    Ditunggu kelanjutannya.. fighting ^^

  4. seneng ngelihat hubungan luke sama eunso ada kemajuan. semoga aja kyuhyun mau ngerti, selain karena balas dendam, pada dasarnya yeon juga Cinta sama kyuhyun. paling tidak kyuhyun mau ngedengerin penjelasan yeon.

  5. wah kyuhyun udah tau tuh tentang rencana balas dendam yeon,,, bagaimana dengan pernikahannya nanti??… tetap ditunggu next part

  6. Kalaupun Yeon kalah semoga aja bisa ngobatin diri sendiri nantinya biar engga tambah sakit hati.. semangat kakak author lanjut ff-nya selalu ditunggu karyanya selanjutnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

  7. Hahh??? Apa ini?? Bales dendam? Kyuhyun tau?? Bner sih kta bapanya Kyuhyun dia trlalu kuat utk Yeon lawan. Aku ngrasa Yeon begitu tega wktu ngucap dia ngga peduli sma hidup kyuhyun dan dia ttep bales dendam.

    Selamattt buat Eunsoo sma Luke…

  8. Si paman itu slalu saja buat masalahhh,,, jd skrg apa lagi…???
    Pernikahannya bakal batal…?
    Skrg jadi pen nebas leher appanya si kyuhyun… ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ 
    Esmosi bangt aku bacanya….

    Aki berharapnya sih semoga mereka ttp nikahh…

  9. Yuhuuuu klimaksnya kah?
    Tuan cho bener2 licik
    Tapi bagus
    Drpd cho pke cra yg lebih kriminal lg
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s