Love, Hurt, and Revenge – Part 8

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

 Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

——

Author POV

Sebenci apapun Yeon kepada Younghwan, Yeon tetap tidak bisa menyembunyikan rasa takut dan gugupnya karena ketahuan memasuki ruangan pria itu tanpa izin. Bahkan keringat dingin tampak mengalir dipelipisnya.

Belum lagi tatapan mematikan yang diberikan Younghwan padanya. Kyuhyun pernah menatapnya dengan tajam. Tetapi tatapan Kyuhyun dan Younghwan sangat berbeda. Tatapan Younghwa terlihat sangat kejam.

“Aku tanya, apa yang kau lakukan diruanganku?!” Ulang Younghwan.

“A–aku–“

Tunggu. Kenapa Younghwan lebih penasaran tentang apa yang Yeon lakukan di sana daripada mengetahui siapa Yeon sebenarnya? Bukankah Younghwan tidak mengenalnya? Ataukah..

“Seorang pencuri?” Tuduh Younghwan membuat mata Yeon melebar.

“Sepertinya penjagaan di rumahku begitu buruk hingga seorang pencuri bisa masuk ke sini.” Hardik Younghwan.

Yeon tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Younghwan–lah yang seorang pencuri. Dialah yang sudah mengambil semua milik Yeon. Bahkan dia juga yang mengambil nyawa orangtua Yeon.

“Kau–“

“Yeoni-ya!” Kyuhyun berdiri di belakang Younghwan dan tampak terkejut saat melihat Yeon berada di dalam ruang kerja ayahnya.

Kyuhyun berjalan melewati Younghwan dan menghampiri Yeon. Ia merasa khawatir karena perempuan itu terlalu lama meninggalkannya.

“Kenapa kau berada disini?” Tanya Kyuhyun. Yeon menatap Kyuhyun dengan gugup.

“A–aku..” Yeon memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Tatapan tajam Younghwan membuatnya tidak bisa berpikir.

“Kau pasti tidak bisa menemukan kamar mandinya. Benar, kan?” Tebak Kyuhyun. Yeon menatap Kyuhyun penuh rasa syukur. Laki-laki itu memberikan jawaban padanya.

“Y–ya.” Ucap Yeon dengan suara serak.

“Seharusnya tadi aku mengantarmu.” Gumam Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum dan menggenggam tangan Yeon. Kemudian mengajak perempuan itu untuk mendekat pada keberadaan Younghwan. Merasakan Kyuhyun disampingnya, Yeon tampak lebih berani. Ia bahkan tidak takut untuk membalas tatapan Younghwan.

“Abeoji, dia–“

“Aku tahu. Dia perempuan miskin yang kau kencani.” Sela Younghwan.

“Abeoji!”

“Yang aku tidak mengerti adalah kenapa kau mengajaknya ke rumah ini?” Tanya Younghwan sembari menatap Kyuhyun dengan tajam. Kyuhyun membalas tatapan tajam Younghwan.

“Karena aku ingin mengenalkannya padamu dan eommoni.” Jawab Kyuhyun. Younghwan tersenyum sinis.

“Aku tidak pernah ingin mengenalnya.” Sahut Younghwan.

“Sebanyak apapun kau membawa perempuan ke rumah ini, aku akan tetap menjodohkanmu dengan perempuan pilihanku, Cho Kyuhyun.” Kata Younghwan.

“Aku tidak mau menikah dengan perempuan pilihanmu.” Tukas Kyuhyun sembari mengeratkan genggaman tangannya pada Yeon.

“Lalu kau pikir aku akan setuju saat kau menikah dengan perempuan ini?” Younghwan menunjuk Yeon.

“Perempuan yang hanya menginginkan hartamu!” Tuduh Younghwan.

“Berapa lama kau mengenalnya, Cho Kyuhyun? Bagaimana bisa kau begitu mempercayainya? Bagaimana jika dia mendekatimu karena maksud terterntu?” Ujar Younghwan.

“Aku mengenalnya! Aku tahu seperti apa dia!” Kata Kyuhyun dengan yakin.

“Benarkah? Dan kau yakin jika dia mencintaimu?” Younghwan melayangkan tatapan merendahkan pada Kyuhyun.

“Hentikan, abeoji!” Kyuhyun terlihat marah.

“Berapa uang yang kau inginkan agar kau mau meninggalkan Kyuhyun?” Tanya Younghwan pada Yeon.

“Perlukah aku memberikan sebuah cek kosong agar kau bisa mengisinya sendiri?” Lanjutnya.

“Abeoji!!”

Yeon menatap Younghwan dengan matanya yang berkaca-kaca. Ia tidak akan pernah bisa menghitung seberapa banyak kebenciannya pada pria ini. Pria yang sangat kejam dan juga sombong.

“Aku tidak akan pernah membiarkanmu menjadi menantu keluarga ini. Kau tidak akan pernah pantas bersanding dengan anakku.” Hina Younghwan.

“Kau hanya akan mempermalukan Kyuhyun jika terus berada di dekatnya.” Kata Younghwan.

“Yeon, jangan dengarkan ayahku. Kita pergi dari sini!” Ajak Kyuhyun.

Ia tidak akan membiarkan Younghwan menghina Yeon lebih banyak lagi. Karena Kyuhyun tidak tahu apa yang bisa dilakukannya pada pria yang sangat dihormatinya itu selama ini.

“Kau tidak akan kemana-mana, Cho Kyuhyun.” Ujar Younghwan.

“Perempuan ini yang harus pergi.” Usir Younghwan.

“Kehadiranmu disini hanya mengotori rumahku. Dan kau juga menyusahkan pelayanku karena harus membersihkan rumah ini berkali-kali.” Lanjut Younghwan.

Yeon melepaskan tangan Kyuhyun. Ia menyeka airmatanya yang entah sejak kapan mengalir. Seharusnya ia tidak boleh menangis seperti ini di depan Younghwan. Yeon tidak sudi mengeluarkan airmatanya hanya karena pria itu.

“Yeoni-ya..” Kyuhyun terlihat terkejut saat Yeon melepaskan genggaman tangan mereka.

“Pergilah. Tunggu apa lagi? Dan jangan harap kau bisa datang ke sini lagi. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyetujui hubunganmu dan Kyuhyun.” Ucap Younghwan dengan kasar.

Yeon mengepalkan kedua tangannya. Mungkin awalnya Yeon hanya menginginkan permintaan maaf dari Younghwan. Yeon hanya ingin pria itu sadar akan perbuatan kejinya.

Tapi saat melihat sikap kejam dan sombong Younghwan, Yeon tidak lagi menginginkan itu semua. Yeon ingin Younghwan mendekam di penjara hingga tidak ada satu orang pun yang bisa mengeluarkannya.

Tanpa mengatakan apapun, Yeon segera meninggalkan ruang kerja Younghwan. Ia mengabaikan panggilan Kyuhyun di belakangnya. Yeon hanya ingin pulang dan mengurung dirinya di dalam kamar.

——

Kyuhyun menggeram ketika merasakan Younghwan menggenggam pergelangan tangannya saat ia hendak menyusul Yeon. Ia menatap ayahnya tersebut dengan pandangan marah. Namun tampaknya Younghwan tidak memperdulikan kemarahan Kyuhyun.

“Lepaskan aku!” Bentak Kyuhyun sembari menepis tangan Younghwan.

Kyuhyun menatap Younghwan dengan tajam sebelum akhirnya berlari keluar untuk menyusul Yeon. Dia harus meminta maaf pada perempuan itu atas sikap ayahnya. Kyuhyun mengajak Yeon ke rumahnya bukan untuk mendapatkan hinaan dari ayahnya.

“Yeoni-ya!” Panggil Kyuhyun saat melihat Yeon menghentikan sebuah taksi.

“Yeon, tunggu!” Pinta Kyuhyun sembari berlari mendekatinya.

Namun terlambat. Yeon lebih dulu masuk ke dalam taksi bahkan sebelum Kyuhyun berhasil menggapainya. Dan taksi yang dinaiki Yeon pergi begitu saja tanpa memperdulikan Kyuhyun yang berlari di belakangnya.

“Aarrgghh!! Sial!!” Umpat Kyuhyun sembari meninju udara.

Kyuhyun menatap taksi yang dinaiki Yeon dengan sedih. Bukan seperti ini yang Kyuhyun inginkan. Kyuhyun merasa sangat tenang saat melihat Hanna yang meyambut kedatangan Yeon dengan sikap hangat.

Tetapi apa yang dilakukan Younghwan benar-benar di luar dugaan Kyuhyun. Kyuhyun tidak pernah melihat Younghwan menghina orang lain hingga seperti ini. Kyuhyun seperti tidak mengenal pria itu.

Kyuhyun kembali ke rumah dengan langkah lebar dan terburu-buru. Rahangnya terlihat mengeras dan urat-urat di sekitar lehernya terlihat bermunculan. Ia benar-benar merasa marah. Ia marah karena melihat Yeon menangis.

“Kau puas?!” Bentak Kyuhyun pada Younghwan.

Younghwan yang duduk di kursi kerjanya tampak tidak peduli dengan bentakan Kyuhyun.

“Dia perempuan yang aku sukai, abeoji!” Ujar Kyuhyun dengan wajah memerah.

“Dia tidak menyukaimu.” Ucap Younghwan.

“Jangan bersikap sok tahu!” Hardik Kyuhyun.

“Jangan bersikap kurang ajar padaku, Cho Kyuhyun!” Bentak Younghwan.

Hanna masuk ke dalam ruang kerja suaminya dengan gelisah. Suami serta anaknya kembali bertengkar. Hanna benar-benar merasa sedih. Namun ia juga tidak tahu harus berbuat apa.

“Aku tidak akan seperti ini jika kau tidak menghina Yeon!”

“Dia memang pantas dihina! Dia bukan perempuan baik, Kyuhyun! Dia hanya menginginkan hartamu!”

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarahnya.

“Aku bilang jangan bersikap sok tahu, abeoji.” Kata Kyuhyun dengan menggertakkan giginya.

“Walaupun orangtuanya sudah meninggal dan dia berasal dari keluarga miskin, tidak berarti bahwa dia perempuan yang buruk!” Ujar Kyuhyun.

Mata Younghwan melebar saat mendengar ucapan Kyuhyun. Ternyata Kyuhyun tahu jika orangtua Yeon sudah meninggal. Sedekat apa sebenarnya hubungan mereka berdua?

“Dia bahkan menolakku saat pertama kali aku mengakui perasaanku padanya. Ia bahkan menganggap hubungan ini tidak akan berhasil karena aku dan dia berasal dari kalangan yang berbeda! Bagaimana bisa kau mengatakan jika dia menginginkan uangku?!” Jelas Kyuhyun.

Younghwan menatap Kyuhyun dengan tajam. Ia tidak peduli dengan semua yang Kyuhyun katakan. Karena Kyuhyun lebih tahu siapa Jung Yeon sebenarnya.

“Kau akan menikah dengan Choi Yongra.” Ujar Younghwan dengan nada final.

“Tidak.” Sahut Kyuhyun langsung.

Ia merasa sia-sia menjelaskan semuanya pada Younghwan. Younghwan benar-benar tidak peduli pada perasaan Kyuhyun. Kyuhyun tidak tahu jika Younghwan seegois ini.

“Aku tidak akan menikah dengan siapapun selain Jung Yeon.” Kata Kyuhyun dengan yakin.

“Cho Kyuhyun!”

“Kyuhyun-ah..” Hanna memegang lengan Kyuhyun. Bermaksud untuk menenangkan anak laki-lakinya itu.

“Aku tidak akan memberikan perusahaan padamu, jika kau melawanku.” Ancam Younghwan.

Kepalan tangan Kyuhyun semakin erat setelah mendengar ancaman Younghwan. Mungkin telapak tangannya akan terluka akibat tekanan dari kuku-kuku jarinya. Namun Kyuhyun tidak peduli.

“Bahkan jika kau tidak akan memberikan perusahaan padaku atau bahkan aku harus meninggalkan rumah ini, aku tidak akan pernah menikah dengan perempuan pilihanmu.” Ucap Kyuhyun dengan mata memerah.

“Kyuhyun-ah..” Hanna benar-benar terkejut dengan ucapan Kyuhyun.

“Kau yakin dengan apa yang baru saja kau ucapkan, Cho Kyuhyun?” Tanya Younghwan.

“Aku yakin. Karena keinginanku untuk memiliki perusahaan, tidak sebesar keinginanku untuk bersama dengan Jung Yeon, abeoji.” Jawab Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Younghwan dengan tajam. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Hanna yang menatapnya dengan sedih. Kyuhyun memberikan tatapan menyesal pada Hanna. Ia menyesal karena harus bersikap seperti ini dihadapan wanita itu.

Kyuhyun melepaskan tangan Hanna yang memegangnya. Kemudian segera berbalik untuk meninggalkan ruang kerja Younghwan. Ia harus menemui Yeon dan memohon ampun pada perempuan itu.

Walaupun Kyuhyun tidak yakin bahwa rasa sakit yang diterima Yeon akan hilang hanya karena permintaan maafnya. Tetapi Kyuhyun akan melakukan apapun untuk menebus semuanya.

——

“Noona!” Jun mengetuk pintu kamar Yeon dengan cemas.

“Noona, buka pintunya!” Pinta Jun.

Yeon tiba-tiba pulang sembari menangis. Kemudian langsung mengurung dirinya di dalam kamar. Tentu saja Jun merasa sangat khawatir. Yeon tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“Ada apa, noona?! Tolong buka pintunya!” Ketukan Jun semakin keras pada pintu kamar Yeon.

Jun juga dapat mendengar isak tangis Yeon di dalam kamar. Dan kekhawatiran Jun pun semakin bertambah. Yeon tidak mengatakan apapun sebelumnya. Perempuan itu hanya berpesan jika ia tidak bisa memasak makan malam untuk Jun. Yeon meminta Jun membeli makan malamnya sendiri.

Awalnya Jun pikir karena Yeon memiliki banyak pekerjaan di kantor. Tetapi sekarang Jun tidak berpikir demikian karena Yeon pulang dalam keadaan menangis seperti ini. Yeon benar-benar membuat Jun khawatir.

“Noona, aku mohon..” Pinta Jun.

Sayangnya Yeon tetap tidak membukakan pintu untuk Jun. Jun memutar otaknya dan memikirkan cara agar Yeon mau membuka pintunya. Ia mungkin bisa saja mendobrak pintu kamar Yeon. Tetapi setelah ini bisa dipastikan jika pintunya akan rusak. Dan Jun tidak ingin Yeon membuang-buang uang akibat ulahnya itu.

Tetapi Jun sangat mengkhawatirkan Yeon.

Jun kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya. Jika ia tidak bisa membuat Yeon membuka pintu, mungkin Luke bisa melakukannya. Sempat terpikir untuk menghubungi Kyuhyun, tetapi Jun tidak memiliki nomornya.

Sembari menempelkan ponsel di telinganya, Jun kembali menghampiri kamar Yeon. Setidaknya mendengar isakan Yeon membuat Jun yakin bahwa perempuan itu masih sadar. Jun takut Yeon melakukan sesuatu yang mengerikan di dalam.

Halo, Jun!” Sapa Luke.

“Luke!”

Ada apa, Jun? Kenapa suaramu bergetar?

“Noona tiba-tiba pulang dengan menangis. Dan sekarang dia mengurung dirinya di dalam kamar, Luke. Dia tidak mau membuka pintu.”

Apa? Apa yang terjadi?

“Aku tidak tahu, Luke. Bisakah kau datang? Aku benar-benar merasa khawatir.” Jun menatap pintu kamar Yeon.

Tentu. Aku akan sampai dalam 15 menit. Tetap pastikan jika dia baik-baik saja, Jun.

“Aku mengerti.”

Jun memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Kemudian kembali mengetuk pintu kamar Yeon dengan keras. Sepertinya ia tidak bisa bekerja malam ini. Ia tidak mungkin meninggalkan Yeon dalam keadaan seperti ini.

“Noona..” Panggil Jun sembari menempelkan keningnya di pintu.

“Apa yang terjadi, noona? Tidak bisakah kau mengatakannya padaku?” Ujar Jun dengan pelan.

“Noona, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Tolong jangan buat aku khawatir.” Pinta Jun dengan sedih.

Yeon tetap tidak membukakan pintu untuk Jun sebanyak apapun Jun mengetuk pintunya. Bahkan Yeon juga tampak tidak memperdulikan kata-kata Jun yang terdengar menyedihkan.

“Noona..”

Jun tidak tahu berapa lama ia menunggu, yang pasti saat ia mendengar suara ketukan pintu rumah, Jun merasa sangat lega. Jun segera menghampiri pintu rumah dan membukanya.

“Luke..” Ucap Jun.

“Masih di dalam kamar?” Tanya Luke.

“Ya. Dia benar-benar tidak mau membuka pintunya.” Jawab Jun mengeluh.

“Tenang, okay?” Kata Luke sembari mengusap bahu Jun.

Kemudian Luke dan Jun menghampiri kamar Yeon. Luke dapat melihat pintu kamar itu tampak tertutup dengan rapat. Sebenarnya apa yang terjadi?

“Yeon.. Baby.. Please, open the door.” Pinta Luke sembari mengetuknya. Tidak ada tanggapan apapun.

Baby, please..” Ujar Luke.

“Noona..”

“Aku akan mendobrak pintunya jika kau tidak membukanya, baby.” Ancam Luke.

“Apa itu pilihan yang baik, Luke?” Tanya Jun.

“Kita tidak memiliki pilihan, Jun.” Jawab Luke.

“Tapi–” Jun tidak bisa menyelesaikan ucapannya saat mendengar kembali ketukan pintu rumah.

“Siapa yang datang?” Tanya Luke. Jun hanya menggeleng.

“Sebentar, aku akan membuka pintu.” Ucap Jun dan segera meninggalkan Luke.

Pintu rumahnya diketuk dengan tidak sabaran, hingga membuat Jun berlari kecil untuk membukanya.

“Hyung?” Jun terlihat terkejut dengan kehadiran Kyuhyun.

“Dimana Yeon?” Tanya Kyuhyun langsung.

“Noona..”

Jun tampak menelisik penampilan Kyuhyun. Penampilan Kyuhyun baik-baik saja. Tetapi wajah laki-laki itu terlihat khawatir dan juga ada sedikit emosi di sana. Apakah keadaan Yeon saat ini ada hubungannya dengan Kyuhyun?

“Hyung, apa yang terjadi? Kau bertengkar dengan noona? Noona menangis dan sekarang sedang mengurung dirinya di kamar.” Kata Jun.

Kyuhyun langsung melewati Jun begitu saja untuk melihat Yeon. Ia benar-benar mengutuk dirinya karena telah membuat Yeon menangis. Walaupun semua ini karena Younghwan, Kyuhyun tetap merasa dirinyalah yang bersalah.

Kyuhyun memelankan langkahnya saat melihat sosok Luke di depan kamar Yeon. Laki-laki itu terlihat sedang membujuk Yeon untuk membuka pintunya. Dan hal itu membuat Kyuhyun marah.

“Menjauhlah!” Ucap Kyuhyun membuat Luke menoleh.

Luke menurunkan tangannya yang sedang mengetuk pintu. Ia menatap Kyuhyun dengan tajam. Untuk apa laki-laki itu datang? Namun kemudian Luke langsung dapat membaca situasi yang terjadi. Yeon menangis karena laki-laki ini.

“Pergilah sebelum aku menghajarmu.” Ancam Luke. Kyuhyun tersenyum sinis.

Kyuhyun mendekati kamar Yeon dan mengetuk pintunya. Namun belum sempat ia mengatakan apapun, Luke mendorong Kyuhyun menjauh. Beruntung karena Kyuhyun tidak terjatuh.

“Aku bilang pergilah!” Usir Luke.

“Brengsek!” Maki Kyuhyun dan langsung mencengkram kaos yang dipakai Luke. Luke ikut mencengkram pakaian Kyuhyun.

“Hyung! Luke!” Jun benar-benar terkejut melihat kedua orang itu sudah siap untuk saling memukul.

Jun mencoba untuk memisahkan mereka, namun sia-sia. Jun tidak memiliki tubuh sebesar Kyuhyun apalagi Luke. Ia tidak bisa melakukan apapun. Dan Jun merasa kepalanya akan pecah. Masalah secara berturut-turut terjadi. Yeon yang sedang mengurung diri sembari menangis dan sekarang Kyuhyun dan Luke akan berkelahi.

——

Yeon tidak seharusnya menangis seperti ini. Tidak seharusnya merasa sakit hati dengan semua yang Younghwan katakan. Dan tidak seharusnya ia mengurung diri seperti ini.

Yeon tidak benar-benar ingin menjadi kekasih Kyuhyun. Tidak benar-benar ingin menjadi bagian dari keluarga Kyuhyun yang telah membunuh orangtuanya.

Tetapi kenapa Yeon merasa sakit hati mendengar semua hinaan Younghwan? Kenapa Yeon merasa marah saat Younghwan mengatakan jika ia hanya akan mempermalukan Kyuhyun? Dan kenapa Yeon tidak suka menghadapi kenyataan jika ia tidak cocok bersanding dengan Kyuhyun?

Kenapa?

Lagipula Yeon mendekati Kyuhyun hanya untuk balas dendam. Ia hanya ingin menghancurkan keluarga Younghwan, seperti pria itu menghancurkan keluarganya. Seharusnya semua yang Younghwan katakan tidak perlu Yeon perdulikan.

Hanya saja semuanya tidak sesuai dengan keinginan Yeon. Yeon tidak bisa melupakan semua kata-kata hinaan Younghwan. Dan Yeon merasa malu karena ia tidak bisa menjadi sosok perempuan yang pantas untuk menjadi istri Kyuhyun.

Benarkah ia memang tidak pantas untuk Kyuhyun?

Yeon tahun bahwa ia sudah membuat Jun khawatir. Ia tidak pernah menangis seperti ini dihadapan Jun. Karena itulah Yeon mengurung dirinya. Ia tidak mau Jun melihat kesedihannya.

Yeon merasa bersalah saat mendengar ucapan Jun yang terdengar menyedihkan. Sepertinya laki-laki itu benar-benar mengkhawatirkannya.

Yeon juga dapat mendengar jika Jun menghubungi Luke dan meminta laki-laki itu untuk datang. Dan sama seperti Jun, Luke juga memintanya untuk membukakan pintu. Haruskah Yeon mengatakan semuanya pada Luke tentang apa yang terjadi?

Tetapi bagaimana jika Luke marah dan justru menggagalkan balas dendamnya? Yeon sangat tahu bagaimana jika Luke sudah marah. Laki-laki itu tidak akan memperdulikan apapun di sekitarnya dan hanya melampiaskan emosinya.

Tetapi Yeon merasa bahwa fokusnya saat ini tidak benar-benar pada balas dendamnya. Ada hal lain yang lebih diutamakan oleh Yeon saat ini. Semua itu adalah apa yang dirasakan oleh hatinya.

Hyung! Luke!

Yeon menoleh ke arah pintu saat mendengar suara Jun yang terdengar panik. Hyung? Apa Kyuhyun datang? Apa saat ini Kyuhyun dan Luke bertemu? Dan kenapa suara Jun terdengar panik.

Apa yang kalian lakukan?! Ya! Kalian tidak bisa berkelahi!

Luke, lepaskan Kyuhyun hyung! Astaga! Berhenti!!

Yeon segera berdiri dengan panik. Kyuhyun dan Luke berkelahi. Sial. Bukan seperti ini yang Yeon inginkan.

Yeon langsung membuka pintu kamar. Dan hal pertama yang dilihat olehnya adalah sudut bibir Kyuhyun berdarah dan pipi Luke yang lebam. Dan Yeon merasa kesedihannya semakin bertambah melihat apa yang terjadi pada kedua laki-laki yang berarti dihidupnya itu.

“Yeoni-ya..”

Baby..”

“Noona!”

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Yeon dengan datar. Ia menatap Kyuhyun dan Luke bergantian.

“Yeoni-ya..” Kyuhyun mendekati Yeon.

“Apa yang kau lakukan disini? Ayahmu tidak akan senang jika dia tahu kau berada disini.” Kata Yeon.

“Persetan dengan ayahku!” Maki Kyuhyun membuat Yeon terkejut. Begitu pun Luke dan Jun.

Kemudian Kyuhyun tersadar bahwa ia tidak seharusnya memaki ayahnya sendiri dihadapan semua orang seperti ini. Mungkin ia bisa memakinya dihadapan Yeon saja. Karena mungkin Yeon akan merasa senang jika tahu Kyuhyun tidak berada di pihak Younghwan.

“Aku ingin bicara denganmu, Yeon.” Kata Kyuhyun. Ia tidak ingin pembicaraan mereka di dengar oleh Luke dan Jun.

“Aku sedang tidak ingin berbicara denganmu, Kyuhyun.” Balas Yeon.

“Yeon, aku mohon..” Pinta Kyuhyun.

“Pulanglah. Obati lukamu.” Kata Yeon.

“Yeoni-ya..”

“Apa kau tidak mengerti jika dia menyuruhmu pulang?!” Tukas Luke sembari mendorong Kyuhyun menjauh.

Kyuhyun kembali marah karena Luke mendorongnya. Ia menghampiri Luke, namun Yeon menahan dadanya. Kedua tangan Yeon digunakan untuk menahan dada Kyuhyun dan Luke.

“Hentikan, kalian berdua.” Pinta Yeon.

“Kyuhyun, pulanglah. Aku perlu menenangkan diri.” Ujar Yeon.

“Bagaimana bisa kau menyuruhku pulang dan menahan laki-laki ini disini?!” Kyuhyun menunjuk Luke dengan geram.

“Saat melihatmu, aku mengingat semua hinaan ayahmu padaku, Kyuhyun.” Lirih Yeon.

Bahu Kyuhyun terasa lemas saat mendengar ucapan Yeon. Ia merasa kecewa mendengarnya, namun Kyuhyun tidak bisa membantahnya. Yeon benar. Ia pasti akan terus mengingat semua hinaan Younghwan. Sedangkan jika Yeon menatap Luke, Yeon tidak akan merasakan apapun.

“Aku minta maaf atas apa yang ayahku katakan padamu, Yeoni-ya.” Ucap Kyuhyun dengan pelan.

Yeon tidak tahan melihat wajah kecewa laki-laki itu. Ini semua bukan salah Kyuhyun. Sedari awal semuanya bukan salah Kyuhyun. Tetapi Yeon menyeret laki-laki itu untuk terlibat.

“Aku akan pergi. Tetapi bukan berarti bahwa aku akan menyerah atas dirimu, Yeon. Aku akan memperjuangkanmu. Bahkan jika harus tanpa restu dari ayahku.” Kata Kyuhyun. Ia menatap Yeon beberapa saat, sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan rumah Yeon.

Yeon menahan dirinya untuk tidak menangis saat ini. Ia benar-benar tidak tega melihat wajah terluka Kyuhyun.

“Noona, apa yang terjadi? Apa yang terjadi antara kau dan Kyuhyun hyung?” Tanya Jun.

“Tidak apa-apa, Jun. Pergilah bekerja.” Jawab Yeon sembari memaksakan senyumnya.

“Bagaimana bisa aku meninggalkanmu?” Ujar Jun.

“Aku ada disini, Jun. Yeon akan baik-baik saja.” Ucap Luke menenangkan.

“Tapi–“

“Tidak apa-apa, Jun.” Sela Yeon. Jun menghela nafas panjang.

“Kau benar baik-baik saja? Aku sangat khawatir, noona.” Jun menangkup wajah Yeon.

“Maaf membuatmu khawatir. Tapi aku baik-baik saja.” Yeon mengusap tangan Jun diwajahnya.

“Kalau begitu aku akan pergi bekerja. Luke, aku titip Yeon noona padamu.”

“Tentu, Jun. Jangan khawatirkan apapun.”

Jun tersenyum dan kemudian segera meninggalkan rumah untuk pergi bekerja. Ia mungkin sudah cukup terlambat untuk bekerja.

“Kau baik-baik saja?” Sentuhan Luke di bahu Yeon mengagetkan perempuan itu.

Yeon menatap Luke dan ia dapat melihat wajah laki-laki itu terlihat khawatir. Dan Yeon juga mengkhawatirkan luka lebam di pipi Luke. Sama seperti ia mengkhawatirkan luka di sudut bibir Kyuhyun.

“Aku sudah bertemu dengan Cho Younghwan.” Kata Yeon dengan suara serak.

Luke tidak bisa menutupi wajah terkejutnya. Yeon tidak mengatakan jika hari ini ia akan menemui Younghwan. Tetapi Luke hanya diam saja seolah menunggu penjelasan Yeon selanjutnya.

“Luke..” Lirih Yeon dengan mata yang berkaca-kaca.

“Ada apa, baby?” Tanya Luke sambil memegang bahu Yeon dengan khawatir.

“Cho Younghwan adalah pria yang sangat mengerikan.” Ucap Yeon dengan menangis.

——

Younghwan menghidupkan laptop di atas meja kerjanya. Kemudian ia membuka rekaman CCTV yang dipasang di ruang kerjanya. Ia memasukkan perkiraan waktu saat Yeon masuk ke dalam ruang kerjanya.

Mata Younghwan tidak lepas dari laptop. Ia melihat bagaimana Yeon berjalan mengendap saat masuk ke dalam ruang kerjanya. Kemudian mulai memeriksa pekerjaannya di atas meja.

Dan Younghwan juga melihat saat Yeon menelusuri rak buku di sana. Tampak kebingungan karena harus memeriksa setiap buku. Saat ia hendak mengambil satu buku, Younghwan pun datang.

Younghwan menghentikan rekaman tersebut dan tidak bisa menahan senyum sinis di wajah tuanya. Ia sudah tahu saat Yeon berbohong jika dia tersesat saat hendak mencari kamar mandi. Younghwan tahu bahwa Yeon memang berniat masuk ke ruangannya ini.

“Perempuan licik.” Ucap Younghwan.

Dan tebakan Younghwan pun lagi-lagi benar. Jika Yeon bekerja di Pearl Group karena memiliki maksud tertentu. Salah satunya adalah untuk mendekati Kyuhyun. Tetapi Kyuhyun terlalu bodoh untuk menyadari itu semua.

Kyuhyun bahkan rela melawannya demi membela perempuan itu. Selama ini Kyuhyun selalu menuruti semua keinginan Younghwan. Kyuhyun bukanlah seorang anak pembangkang.

Tentu saja Younghwan tidak akan membiarkan semua ini terjadi secara berlarut. Ia akan melakukan apapun untuk menyingkirkan Yeon dari kehidupan Kyuhyun.

“Kau ingin bermain-main denganku?” Tanya Younghwan sembari menatap Yeon di layar laptopnya. Ia kembali tersenyum dengan sinis.

“Baiklah. Mari kita buat permainan ini menjadi semakin menarik.”

——

Yeon menghela nafas panjang saat keluar dari lift untuk menuju mejanya. Ia berharap apa yang terjadi kemarin tidak mempengaruhi pekerjaannya hari ini. Dan sebagian hati Yeon berharap ia tidak harus bertemu Kyuhyun hari ini.

Yeon perlu menenangkan hatinya dari laki-laki itu. Ia sedang tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Yeon merasa bahwa hatinya sudah terlalu ikut campur dalam rencana balas dendamnya. Dan Yeon yakin ini akan menjadi berantakan.

Tetapi Yeon juga tahu bahwa ia tetap akan bertemu dengan Kyuhyun hari ini. Ada sebuah rapat yang harus mereka hadiri secara bersama-sama. Yeon tidak bisa menghindar. Namun Yeon setidaknya bisa mengendalikan dirinya.

“Hai!” Taehee menepuk pundak Yeon.

“Selamat pagi.” Sapa Yeon dengan tersenyum kecil.

“Selamat pagi. Kau baik-baik saja? Wajahmu tampak pucat.” Ucap Taehee penuh perhatian.

“Aku baik-baik saja, Taehee-ssi. Terima kasih.” Kata Yeon.

“Hai!” Sapa Eunsoo yang baru datang dengan ceria.

“Kau terlihat semangat sekali.” Ujar Taehee.

“Kita harus mengawali pagi dengan semangat.” Sahut Eunsoo berlebihan. Yeon tersenyum kecil.

“Hari ini mau makan siang bersama di kantin? Luke akan datang.” Kata Yeon.

Yeon membutuhkan pengalihan perhatian dari Kyuhyun. Mungkin membahas Luke dihadapan Eunsoo akan membuatnya sedikit teralihkan. Namun Yeon merasa aneh saat melihat wajah semangat Eunsoo menghilang.

“Ada apa? Kau tidak suka?” Tanya Yeon. Eunsoo hanya mengangkat bahunya.

“Dia bisa datang sesuka hatinya.” Jawab Eunsoo.

“Apa kau sudah tidak menyukainya lagi?” Tanya Yeon lagi.

“Dia bajingan.” Kata Eunsoo dengan kesal. Yeon menutup mulutnya saat merasa sebuah tawa akan menyembur dari sana.

“Ada apa? Apa dia membuatmu kesal lagi?” Tebak Yeon.

“Sebentar. Ada apa dengan Eunsoo dan Luke? Kau selingkuh dengan teman Yeon?” Ujar Taehee. Eunsoo memelototi Taehee.

“Jika kalian para lelaki bisa bersama lebih dari satu perempuan, kenapa kami sebagai perempuan tidak bisa bersama banyak lelaki?!” Tukas Eunsoo.

Wow. Wow. Ada apa denganmu? Beberapa saat yang lalu kau tampak sangat ceria. Dan sekarang berubah seratus delapan puluh derajat.” Komentar Taehee.

“Apa aku perlu meminta Luke untuk tidak datang?” Saran Yeon sembari mengeluarkan ponselnya.

Eunsoo dengan cepat mengambil ponsel Yeon dan menggeleng.

“Aku membencinya tetapi aku ingin melihat wajahnya.” Gumam Eunsoo.

Yeon kembali tersenyum saat melihat wajah tersiksa Eunsoo.

“Apa kalian akan terus bergosip disini?!” Suara Manager Lee mengejutkan mereka.

Mereka segera menoleh dan menundukkan kepalanya pada Manager Lee.

“Apa kalian lupa jika kita ada rapat bersama Direktur Cho pagi ini?” Tanya Manager Lee.

“Tidak, manager.” Jawab mereka bersamaan.

“Lalu apa yang kalian tunggu?” Ujar Manager Lee dengan geram.

Seluruh anggota tim produksi segera bergegas untuk mengambil materi dan yang lainnya yang dibutuhkan saat rapat. Kemudian langsung menyusul Manager Lee yang telah berjalan lebih dulu menuju lift.

Saat lift terbuka dan Sekretaris Han keluar dari sana, mereka menghentikan langkah mereka. Sekretaris Han mendekati tim produksi.

“Direktur Cho membatalkan rapat hari ini.” Kata Sekretaris Han membuat tim produksi terkejut.

“Kenapa?” Tanya Manager Lee.

“Hari ini Direktur Cho tidak masuk. Rapat akan ditunda hingga tiga hari ke depan.” Jawab Sekretaris Han. Dan kemudian pria itu kembali masuk ke dalam lift.

“Apa yang terjadi?” Gumam Taehee.

“Kalau begitu kembali bekerja.” Perintah Manager Lee.

Yeon tidak bisa mengabaikan rasa penasaran yang dirasakannya. Kenapa Kyuhyun tidak masuk? Apa laki-laki itu sakit? Tetapi Kyuhyun tampak baik-baik saja kemarin. Lalu apakah ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin?

Apa Kyuhyun juga tidak ingin bertemu dengannya? Begitu banyak pertanyaan di kepala Yeon. Namun tidak ada satu pun yang dapat dijawabnya.

Yeon mengeluarkan ponselnya dari saku blazer. Memeriksa apakah ada pesan yang ditinggalkan oleh Kyuhyun. Namun nihil. Yeon tersenyum miris. Apa yang dia harapkan? Dia sudah mengusir Kyuhyun kemarin. Dia bahkan tidak memperdulikan permintaan maaf laki-laki itu.

“Kyuhyun oppa mengatakan sesuatu padamu?” Tanya Eunsoo berbisik. Yeon menoleh dan menggeleng.

“Tidak biasanya dia tidak masuk bekerja.” Gumam Eunsoo dan berjalan menuju mejanya.

Dan gumaman Eunsoo semakin menambah rasa penasaran Yeon. Sebenarnya apa yang membuat Kyuhyun tidak masuk bekerja hari ini?

——

Alasan pertama Luke ingin makan siang di kantor Yeon adalah untuk menjaga perempuan itu dari Kyuhyun. Karena Luke tahu bahwa Yeon sedang menghindari laki-laki itu. Dan hanya Luke yang bisa membuat Kyuhyun menjauh dari Yeon.

Dan entah sejak kapan, Luke memiliki alasan yang lain. Yaitu untuk bertemu dengan Kang Eunsoo. Tidak benar-benar berharap bertemu, karena Luke hanya ingin melihat wajahnya. Luke yakin bahwa ia sudah gila.

Sekarang setelah ia dan Eunsoo berada di meja yang sama–bersama Yeon dan Taehee juga–Luke merasa senang. Ia senang saat melihat wajah Eunsoo yang tampak masam saat melihatnya. Sepertinya Eunsoo masih merasa kesal padanya.

Luke merasa dirinyalah yang seharusnya kesal pada perempuan itu. Eunsoo yang sudah mempermalukannya sebanyak dua kali. Tetapi rasa kesal Luke hanya sesaat saja. Ia justru ingin terus menggoda Eunsoo agar perempuan itu marah padanya.

Dan Luke katakan pada dirinya untuk kedua kalinya, bahwa dia sudah gila.

“Eunsoo-ssi, kau baik-baik saja?” Tanya Taehee.

“Tentu saja. Memangnya ada apa denganku?” Jawab Eunsoo sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Luke merasakan senggolan siku Yeon pada sikunya. Dan ia menoleh pada perempuan itu. Yeon memberinya isyarat seolah bertanya apa yang terjadi pada Eunsoo. Dan Luke hanya mengangkat bahunya.

“Kau tampak tidak nyaman. Haruskah aku dan Luke pindah ke meja lain?” Tanya Yeon.

Yeon mendapatkan pelototan dari Eunsoo. Dan ia menebak jika Eunsoo tidak menyukai pertanyaannya barusan.

“Maaf.” Ringis Yeon.

“Luke, bisakah kau memperkenalkan seorang perempuan padaku?” Pinta Taehee.

“Kenapa aku?” Tanya Luke dengan bingung.

“Aku pikir kau memiliki banyak teman perempuan.” Jawab Taehee.

Eunsoo mendengus mendengar jawaban Taehee. Dalam hati membenarkan jawaban laki-laki itu.

Luke melirik Eunsoo sesaat.

“Tidak terlalu banyak.” Ralat Luke.

“Luke saja belum memiliki pasangan, Taehee-ssi. Bagaimana bisa kau memintanya mengenalkan seorang perempuan padamu?” Ujar Yeon.

“Mungkin kau bisa meminta Eunsoo. Dia pasti memiliki banyak teman perempuan.” Lanjut Yeon kemudian.

Dan semua mata pun tampak menatap Eunsoo. Tapi yang dilihat oleh Eunsoo adalah mata berbinar Luke. Eunsoo kembali mendengus. Apa karena Yeon mengatakan dirinya memiliki banyak teman perempuan, maka Luke menatapnya seperti itu?

“Yah, mungkin aku bisa mengenalkanmu pada temanku.” Kata Eunsoo.

“Bagaimana denganku?” Tanya Luke.

“Bisa kau kenalkan juga padaku?” Pinta Luke. Ia hanya sekedar ingin menggoda perempuan itu.

“Aku pikir kau bisa mendapatkan perempuan di mana saja tanpa bantuan siapapun.” Tukas Eunsoo.

“Apa aku juga bisa mendapatkanmu?” Sahut Luke membuat mata Eunsoo melebar.

Yeon memukul lengan Luke dengan kesal. Bagaimana bisa laki-laki itu mengatakan hal tersebut? Apa Luke tidak tahu jika Eunsoo sedang sangat kesal padanya?

“Aku hanya bercanda.” Kata Luke pada Yeon dan melanjutkan makannya.

“Bercanda?” Gumam Eunsoo. Kembali semua mata menatapnya.

“Ya, itulah dirimu, Luke Collins.” Ucap Eunsoo. Luke menatap Eunsoo dengan serius.

“Seorang laki-laki yang menjadikan perempuan sebagai candaan dan teman di atas tempat tidur.” Hardik Eunsoo dan segera berdiri meninggalkan kantin.

“Kau membuatnya marah, Luke!” Komentar Yeon.

Yeah, aku tahu.” Gumam Luke.

“Aku akan menyusulnya.” Kata Luke dan kemudian berdiri untuk menyusul Eunsoo.

Luke berlari kecil untuk meninggalkan kantin. Matanya menatap ke sekeliling untuk mencari keberadaan Eunsoo. Tidak sulit, karena entah sejak kapan Luke bisa mengenali tubuh perempuan itu dengan baik.

“Kang Eunsoo!” Panggil Luke.

“Berhenti, Kang Eunsoo!” Luke meninggikan suaranya. Beberapa orang menatap Luke namun ia tidak peduli.

I said stop, Kang Eunsoo!” Ucap Luke.

Eunsoo akhirnya menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menatap Luke. Ia mendekati Luke dan terlihat sangat kesal.

“Bisakah kau berhenti memanggil namaku?!” Hardik Eunsoo.

“Aku berhenti memanggilmu saat kau berhenti berjalan.” Sahut Luke dengan cuek.

Eunsoo menarik Luke dan mengajaknya ke tempat yang lebih sepi. Perempuan itu tidak suka jika pertengkarannya dengan Luke menarik perhatian orang-orang.

“Apa maumu sekarang?” Tanya Eunsoo.

“Kau marah karena candaanku?” Tanya Luke. Eunsoo tersenyum sinis.

“Kenapa aku harus marah?” Jawab Eunsoo.

“Kau hanya ingin menanyakan itu? Baiklah, aku tidak marah.” Kata Eunsoo dan hendak meninggalkan Luke.

Namun Luke langsung menggenggam pergelangan tangannya. Eunsoo tersentak saat merasakan kehangatan dari tangan besar Luke. Dan sialnya ia merasa nyaman saat laki-laki itu menggenggamnya.

Eunsoo menatap pergelangan tangannya yang digenggam oleh Luke. Eunsoo benci saat jantungnya berdetak dengan kencang hanya karena laki-laki brengsek seperti Luke. Eunsoo benci karena harus merasa berdebar seperti ini.

“Aku minta maaf, okay?” Ujar Luke.

Eunsoo menaikkan pandangannya pada wajah Luke yang terlihat menyesal. Apa Luke benar-benar menyesal? Seorang Luke bisa menyesal? Benarkah?

“Aku memaafkanmu. Dan bisakah kau lepaskan tanganku?” Pinta Eunsoo. Ia tidak mau jantungnya meledak dihadapan Luke.

Oops, sorry.” Gumam Luke dan melepaskan tangan Eunsoo.

Eunsoo kembali berbalik dan hendak pergi namun Luke lagi-lagi menahannya. Walaupun tidak dengan menggenggam tangannya.

“Ada apalagi, Luke?” Geram Eunsoo

“Apa kita bisa menjalin hubungan?” Tanya Luke. Eunsoo tidak bisa menahan matanya yang tidak membesar saat mendengar pertanyaan Luke.

“Apa?”

“Maaf. Maksudku, bisakah kita berteman.” Ralat Luke sembari meringis pelan.

Eunsoo menunduk dan tersenyum miris. Apa yang sebenarnya ia harapkan?

“Kenapa kita harus berteman?” Tanya Eunsoo.

“Well, aku dan Yeon berteman. Kau dan Yeon berteman. Aku pikir tidak ada salahnya jika kita berteman. Sehingga saat kita bertiga bertemu, kita bisa mengobrol dengan nyaman.” Jawab Luke.

Eunsoo tampak memikirkan jawaban Luke. Apa yang Luke katakan memang masuk akal. Sebenarnya Eunsoo merasa tidak nyaman saat makan bersama Luke tadi. Karena pertemuan terakhir mereka tidak berakhir dengan baik.

“Bagaimana?” Tanya Luke. Wajahnya terlihat penuh harap.

“Tentu. Kita bisa berteman.” Kata Eunsoo akhirnya dengan tersenyum.

Lebih baik seperti ini daripada mereka selalu bertengkar setiap bertemu. Berteman dengan Luke setidaknya membuat Eunsoo dapat selalu bertemu dengan laki-laki itu. Apapun yang terjadi pada hatinya nanti, Eunsoo akan mengatasinya.

“Berteman?” Luke mengulurkan tangannya dan Eunsoo kembali tersenyum.

“Berteman.” Ucap Eunsoo sembari menyambut uluran tangan Luke.

——

Jika hanya satu hari saja Kyuhyun tidak masuk bekerja, mungkin Yeon masih bisa menahan rasa khawatirnya. Namun sudah dua hari berturut-turut Kyuhyun tidak masuk bekerja dan tidak ada kabar sama sekali.

Yeon sudah berusaha menghubungi laki-laki itu, tetapi ponselnya tidak aktif. Hal itulah yang semakin membuat Yeon khawatir. Yeon tidak tahu harus mencari Kyuhyun kemana dan bertanya kepada siapa.

Yeon tidak mungkin ke rumah Kyuhyun. Younghwan ada di sana. Dan Yeon tidak mau bertemu dengan pria itu. Karena pria itulah hubungan Yeon dan Kyuhyun jadi seperti ini. Seandainya saja Yeon tidak marah pada Kyuhyun atas hinaan yang diberikan oleh Younghwan saat itu.

Yeon berusaha memfokuskan dirinya pada pekerjaan. Ia yakin Kyuhyun akan baik-baik saja dimana pun laki-laki itu berada. Beruntung karena saat ini Yeon harus lembur sehingga ia tidak perlu terlalu memikirkan Kyuhyun.

Manager Lee memintanya untuk memperbaiki bahan presentasi untuk rapat besok bersama Kyuhyun. Dan jika Kyuhyun baik-baik saja, maka mereka akan bertemu besok pagi.

Yeon tidak lembur seorang diri malam ini. Ada Cha Raebin yang diminta Manager Lee untuk bekerja sama dengan Yeon dalam menyelesaikan presentasi. Dan pekerjaannya mereka sudah hampir selesai sebentar lagi.

“Aku akan memperbanyak materi ini dan setelah itu pekerjaan kita selesai.” Kata Yeon dengan tersenyum.

Raebin mengangguk dan tersenyum kecil.

Yeon meninggalkan mejanya dan mendekati mesin fotokopi yang berada di dekat ruangan Manager Lee. Ia mulai memperbanyak setiap lembar materi yang harus dipresentasikan oleh Manager Lee besok.

Ponsel yang berada di saku blazer Yeon bergetar. Yeon mengeluarkan ponselnya dengan tidak semangat. Sepertinya Luke yang menghubunginya untuk menanyakan keberadaannya saat ini. Yeon lagi-lagi lupa memberitahunya jika ia lembur bekerja.

Mata Yeon melebar ketika melihat nama Kyuhyun yang tertera di layar ponselnya. Bukan nama Luke seperti yang diperkirakannya. Yeon langsung menjawabnya tanpa membuang waktu.

“Ya! Kau dimana?!” Tanya Yeon langsung dengan nada marah.

Bukannya mendapat jawaban, Yeon justru mendengar tawa Kyuhyun dari sebrang sana.

“Kau tertawa? Setelah membuatku khawatir, kau tertawa?!” Geram Yeon.

Kau mengkhawatirkanku?” Tanya Kyuhyun.

“Sial, tentu saja!” Jawab Yeon.

Maaf. Aku pikir kau akan senang jika tidak melihatku selama dua hari ini. Aku pikir itu bisa meredakan kemarahanmu, Jung Yeon.

Yeon terdiam. Ternyata Kyuhyun menghilang karena berpikir ia akan merasa senang. Yeon benar-benar merasa menyesal karena sudah menyinggung perasaan Kyuhyun saat itu. Tidak seharusnya ia mengusir Kyuhyun.

“Kau dimana?” Tanya Yeon pelan.

Aku di kantor.

“Benarkah? Maksudmu, selama dua hari ini kau di kantor?”

Tidak. Kemarin hingga tadi sore aku berada di apartementku. Lalu aku ke kantor karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

“Ah, seperti itu.” Gumam Yeon.

Kenapa?

“Tidak. Aku pikir kita bisa bertemu karena aku juga berada di kantor.”

Apa? Apa maksudmu?

“Sama sepertimu. Aku juga memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Manager Lee memberikanmu pekerjaan secara berlebihan lagi? Kau seorang diri? Tunggu di sana. Aku akan segera turun.

“Tidak. Aku menyelesaikan presentasi untuk rapat besok. Dan aku bersama Raebin.”

Aku sedang dalam perjalanan, Yeon. Jangan tutup teleponnya.

“Ya–“

“Jung Yeon-ssi..”

Yeon bergidik ketika mendengar sebuah bisikan yang memanggil namanya. Ia segera menoleh dan menemukan wajah Raebin yang begitu dekat dengannya. Yeon memundurkan wajahnya untuk membuat jarak.

“A–ada apa, Raebin-ssi?” Tanya Yeon.

Ekspresi wajah Raebin saat ini terlihat aneh. Dan tidak tahu kenapa Yeon merasa takut saat melihatnya.

“Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?” Raebin semakin mendekati Yeon.

Yeon menurunkan ponsel dari telinganya dan berjalan mundur untuk menjauhi Raebin.

“Sebentar lagi selesai.”

“Bisakah kau membantuku, Yeon-ssi?” Pinta Raebin.

Yeon tidak mengatakan apapun dan hanya terus memundurkan langkahnya. Keringat dingin mulai mengalir di sepanjang punggung Yeon. Wajah Raebin terlihat sangat menakutkan.

“Sudah lama aku memperhatikanmu. Kau cantik, Jung Yeon.” Lirih Raebin.

“Raebin-ssi..” Punggung Yeon menabrak dinding. Itu berarti sudah tidak ada ruang lagi bagi Yeon untuk menjauh.

“Aku menyukaimu, Yeon-ssi. Kau mau menjadi kekasihku, kan?” Tanya Raebin membuat mata Yeon melebar.

“K–kau memiliki kekasih!” Kata Yeon.

“Kekasih? Aku tidak menyukainya. Aku menyukaimu!” Ucap Raebin sembari mencengkram lengan Yeon. Ponsel yang dipegang Yeon terjatuh di lantai.

“Raebin-ssi, apa yang kau lakukan?!” Yeon berusaha membebaskan dirinya.

“Aku menginginkanmu, Yeon. Aku memimpikanmu setiap malam.” Ujar Raebin dengan wajah kesakitan.

“Lepaskan aku! Lepaskan aku!” Yeon memberontak.

“Tenanglah. Jika tidak aku bisa melukaimu. Dan aku tidak ingin melukaimu. Aku menyukaimu.” Kata Raebin sembari mendekatkan wajahnya yang menyeringai.

“CHO KYUHYUN!!” Teriak Yeon.

——

Kyuhyun tahu bahwa keputusannya untuk menghilang selama dua hari ini sangat kekanakan. Tidak seharusnya ia melakukan hal seperti ini. Seharusnya ia menemui Yeon dan meminta maaf pada perempuan itu.

Tapi Kyuhyun hanya ingin Yeon menenangkan dirinya terlebih dahulu. Kyuhyun tidak ingin kembali merasa sedih jika Yeon mengusirnya seperti waktu itu. Kyuhyun tidak ingin masalah ini menjadi semakin besar.

Karena itulah Kyuhyun memutuskan untuk tidak pergi ke kantor. Dapat dipastikan jika mereka akan bertemu jika Kyuhyun berada di kantor. Dan itu akan menyulitkan mereka berdua.

Namun nyatanya Kyuhyun tidak bisa menahan rasa rindunya pada Yeon lebih lama lagi. Sebenarnya Kyuhyun akan bertemu dengan Yeon besok, saat mereka rapat. Karena itulah Kyuhyun memutuskan untuk menghubungi Yeon, setelah melihat jika Yeon menghubunginya beberapa kali tadi siang.

Mendengarkan suara Yeon sepertinya mampu mengobati sedikit kerinduan Kyuhyun.

Seolah keberuntungan berada dipihaknya, ternyata Yeon juga berada di kantor. Mereka seperti ditakdirkan untuk bertemu malam ini juga. Karena itulah Kyuhyun meninggalkan pekerjaannya untuk turun ke bawah.

“Aku sedang dalam perjalanan, Yeon. Jangan tutup teleponnya.”

Ya–

Kyuhyun menatap layar ponselnya saat mendengar suara Yeon menghilang. Sambungan belum terputus. Itu berarti Yeon tidak mematikan teleponnya.

“Yeoni-ya?” Panggil Kyuhyun.

Tidak ada tanggapan apapun. Kyuhyun menekan tombol lift dengan terburu-buru. Ia masih menempelkan ponselnya ditelinganya. Berharap jika Yeon menjawab panggilannya.

“Yeon, kau masih di sana?” Tanya Kyuhyun. Masih tidak ada tanggapan apapun. Kyuhyun masuk ke dalam lift dan menekan angka 8.

“Yeon, kau bisa mendengarku?” Kyuhyun kembali menatap layar ponselnya.

“Sial, apa tidak ada signal?” Gumamnya dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya kembali.

Sudah lama aku memperhatikanmu. Kau cantik, Jung Yeon.

Alis Kyuhyun terangkat. Suara laki-laki. Tetapi siapa? Siapa yang berani memuji Jung Yeon–nya seperti itu?

Raebin-ssi..”

Raebin? Cha Raebin?

Aku menyukaimu, Yeon-ssi. Kau mau menjadi kekasihku, kan?

Sial! Apa yang baru saja laki-laki itu katakan?! Apa dia sudah gila?

“Yeoni-ya? Kau mendengarku? Jung Yeon!” Kyuhyun meninggikan suaranya. Matanya menatap angka yang terus turun.

K–kau memiliki kekasih!

Kyuhyun menggeram saat mendengar suara Yeon yang terdengar ketakutan.

Kekasih? Aku tidak menyukainya. Aku menyukaimu!

BRAK! Kyuhyun menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar suara yang memekakkan telinga. Dan kemudian sambungan telepon terputus begitu saja.

“Sial! Sial! Sial!” Umpat Kyuhyun.

“Cepatlah!” Maki Kyuhyun sembari memukul pintu lift dengan kesal.

Apa yang sebenarnya sedang dilakukan Raebin? Kenapa dia mengatakan hal-hal aneh itu? Dia menyukai Yeon? Sial! Apa dia menyakiti Yeon? Kyuhyun akan membunuhnya jika itu terjadi.

Ting!

Saat pintu lift terbuka, Kyuhyun langsung berlari keluar. Ia menatap ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Yeon.

“CHO KYUHYUN!!”

Kyuhyun menoleh saat mendengar teriakan Yeon. Dan ia menemukan keberadaan perempuan itu dengan Raebin yang sedang berusaha untuk menciumnya. Kyuhyun berlari mendekati mereka.

Kyuhyun langsung menarik kemeja Raebin dan mendorongnya menjauh dari Yeon. Kyuhyun bahkan tidak peduli saat laki-laki itu tersungkur di lantai. Kyuhyun bahkan berharap dia mati.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Yeon.

Yeon mengangguk tetapi Kyuhyun dapat melihat ketakutan di wajah perempuan itu. Yeon bahkan menangis karena terlalu takut.

“Direktur Cho?”

Kyuhyun menoleh saat mendengar suara Raebin. Dengan rahang yang mengeras dan tangan terkepal, Kyuhyun mendekati laki-laki itu dan mencengkram kemejanya.

“Ya, ini aku, brengsek!” Maki Kyuhyun. Raebin terlihat sangat terkejut.

“D–direktur Cho, ap–apa yang Anda–” Raebin bahkan tidak bisa menyelesaikan ucapannya.

“Dasar bajingan! Aku tidak membayarmu untuk melecehkan perempuan, sialan! Aku membayarmu untuk bekerja!” Ucap Kyuhyun dan memberikan pukulan pada rahang Raebin.

“D–direktur..”

“Tutup mulutmu!” Bentak Kyuhyun dan kembali melayangkan pukulan.

“M–maaf–“

“Persetan dengan permintaan maafmu!”

Kyuhyun terus melayangkan pukulan pada Raebin hingga ia puas. Tidak benar-benar puas karena Kyuhyun sangat ingin membunuhnya. Tetapi Kyuhyun masih memiliki akal sehat.

Kyuhyun berdiri dan membiarkan Raebin terkulai tidak berdaya di lantai. Darah keluar dari mulut serta hidungnya. Dan matanya terlihat sangat lebam akibat pukulan Kyuhyun.

“Mulai besok aku tidak ingin melihatmu berada di kantorku lagi, brengsek! Jika kau membiarkanku melihatmu, aku tidak akan melepaskanmu!” Ancam Kyuhyun.

Kyuhyun berbalik menatap Yeon. Ia berlari untuk menghampiri perempuan itu. Ia juga bisa melihat jika Yeon ikut berlari untuk menghampirinya. Kyuhyun membiarkan Yeon mendarat dipelukannya. Perempuan itu menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun dan menangis.

“Aku disini, Yeon.” Bisik Kyuhyun sembari mempererat pelukannya.

Yeon masih terus menangis untuk melampiaskan rasa takutnya. Ia hampir saja mengalami sesuatu yang mengerikan jika Kyuhyun tidak segera datang. Yeon tidak sanggup jika ia harus mengalami hal seperti ini untuk kedua kalinya.

“Maaf. Maafkan aku.” Ucap Kyuhyun sembari mengecup puncak kepala Yeon.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

78 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 8

  1. Berharap aja sih kejahatan ayahnya kyu bisa terbongkar dan mendptkan hukuman yg setimpal, agar yeon melupakan balas dendamnya dan bisa bersatu dgn kyuhyun.
    Suka banget sama pasangan Luke dan Eunsoo, saling tertarik tapi gengsinya setinggih langit.

  2. Huufftt untung kyuhyun tepat wktu dtg nya.. :”))))) entah balas dendam yeoni akan berjalan lancar atau…….? Sayang yg tau hny author nya… Kekekekek

  3. Hallo ka aku readers baru di blog ini izin baca ffnya yah kak, walau gk baca dri part pertama ff bagus banget👍👍👍

  4. ayah kyuhyun jahat banget deh,,, untung kyuhyun datang tepat waktu,,, penasaran sama kalimat terakhir yeon, apa yeon pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya??,,, ditunggu next part

  5. kenapa sih orang kaya slalu ngrndahin orang mskin?d dunia nyata jga bgtu,pdhal kan harta bnda itu smua cuma ttipn tuhan aja untk smntra.gak ska krakter tn.cho dsni..psti dy bkln nglkuin apa aj buat msahin yeon sm kyuhyun.sbnrnya dsni pngen tau sih dduk mslahnya dr msa lalu nya yeon 10thun yg lalu..gak tega aku klo kyuhyun d pke alat bls dndam.
    pkonya author kece badai nihh sukses bkin readers pnsrn..

  6. Aku penasaran dengan kata – katanya yeon yang tidak sanggup jika ia harus mengalami hal seperti ini untuk kedua kalinya. Apa sebelumnya dia diperkosa ? Makanya saat dia tidur sama kyuhyun dia tidak perawan lagi Karena itu. Sama dengan kyuhyun, aku fikir yeon melakukannya dengan kekasihnya dengan dasar suka sama suka. Cuma sempat terlintas kalo melihat kepribadiannya yeon dan kerja kerasnya bekerja paruh waktu untuk menghidupi dirinya dan jun rasanya gaj mungkin tapi apa sech yang gak mungkin di dunia ff ini kan !! Hehehehe…

    Aku suka dech sama choineke yang posting nya cepet dan bisa diprediksi kapan mau postingnya gak sama kaya blog laen posting sekarang n berbulan – bulan kelanjutannya baru di posting lagi.

    Tetap semangat ya choineke, semoga ide lancar mengalir seperi air sungai

  7. Bner kta Yeon, bapanya Kyuhyun menakutkan. Klo Yeon mau bales dendam aku dukung deh hahahh… Tpi ko kyanya ngga mulai2 yah, masih proses cari data2 buat ngehancurin tuan besar Cho.

    Sbnernya dri awal Yeon jga prnah bilang klo Raebin tatapannya aneh and misterius kan, disitu jdi pertanyaan dan akhirnya trungkap nympe Raebin nekat ke Yeon, tamatlah riwayat dia krna Kyuhyun liat… Nextnya author semangat yahh…

  8. kecarian juga si yeon sama kyuhyun , ck , semakin kacau aja yah niat.a bls dndam , haha
    untung aja lah kyu ada di kantor , ck
    yeon semangat yah . Pasti ada celah buat numbangin younghwan .

  9. Udah ngerebut harta, menyebabkan orang meninggal, menghina, sombong, angkuh. Hei manusia bertobatlaaaaahhh (dangdut mode on)
    Aku kira raebin orang yg baik ternyata busuk pikiran dan hatinya. Sehat mas??
    Apa yeon pernah mengalami pelecehan seksual ya sebelum ini??? Banyak sekali pertanyaannya heheheh..

  10. Ciye ciye luke sm eunsoo uda berteman. Aku ngarepnya mereka lebih dari berteman. Uh untung lu cepet datengnya kyu ,kalo enggak kan bisa gawat ntu si yeonnya . Makin kesini makin seru aja. Ok ditunggu next ya 🙂

  11. Mengalami hal yang kedua kali nya??? Apakah yeon pernah di posisi kaya gitu sebelum nya??? Aaa makin penasaran >< appa nya kyu jahat banget sumpah!! Apa dia gak puas bgt ya setelah buat keluarga yeon hancur dan membunuh keluarga yeon(?)😭😭

  12. Ow trnyata kyu sengaja ngilang dulu aq pikir dy d sekap sm appa na byar g ktmu yeon lg. Ih si raebin nyetrmin untng ad kyu yg cpt dteng😎 next part ad konflik aplgi ya??? Penasaran

  13. wooo diem diem raebin mengerikan
    bisa bisa seperti itu
    untung aja ada kyuhyun dan sedang telponan kalo enggk gak tau lah apa yg akan terjadi
    slamet slamet haha

  14. nahhh bberrkannnn….
    sii yeon udaa kejebak amaa peraasaannyasendiri..
    btw apaa sih masalah anttaa ortu yeon dgn kluarga kyuu???
    masih penasaran

  15. tuh kan.. kyuhyun baik kan? keliatan bgt lalo kyuhyun tulus sama yeon buktinya dia sengaja ilang biar yeon bisa nenangin diri huhuhu sedih ihhhh serba salah udahlah yeon mending jujur aja sama kyuhyun jd bisa nyelesein masalah aka balas debdam itu bareng(?) wakakkakaka gemes sih itu raebin kenaoa pula ternyata dia aneh ke yeon karena dia suka apa gimana ih byuntae ya wakakaka lanjuuuuttt

  16. Raebin aneh dih, sumpah deh–
    Untung aja kyuhyun cepet dateng, ge terus itu luke malah jd suka gtu kayaknya sama eunsooxD wkwk

  17. Dari awal udh curiga sama sikapnya raebin ke yeon agak ngeganjal ternyataaaaaa
    Untung aja kyu pas ada di kantor jugaaaa

  18. Kasian yeon hampir dilecehkan pasti ketakutan bgt..
    Q suka banget sama coupe luke eunsoo..luke knp cuma minta berteman sama eunsoo bukannya lgsg minta berkencan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s