Love, Hurt, and Revenge – Part 5

Author

Choineke

Title

Love, Hurt, and Revenge

Cast

Β Cho Kyuhyun, Jung Yeon (OC)

Other cast

Luke Collins (OC), Kang Eunsoo (OC), Cho Younghwan (Kyuhyun’s Father), Kim Hanna (Kyuhyun’s Mother), Jung Jun (Yeon’s Brother–OC), and others

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–I’m trapped in my own revenge–

——

Author POV

Untuk kedua kalinya Luke menikmati makan siang di kantin Pearl Group. Tetapi bedanya kali ini ia hanya berdua saja dengan Yeon. Yeon meminta izin kepada Taehee dan Eunsoo bahwa ia dan Luke membutuhkan waktu berdua untuk berbicara.

Yeon terpaksa mengabaikan wajah kecewa Eunsoo karena tidak bisa makan siang bersama Luke. Ia ingin membahas perkembangan balas dendamnya pada Luke. Dan Yeon tidak mungkin membiarkan Eunsoo maupun Taehee mendengarnya.

Sedari awal rencana balas dendam ini hanya diketahui oleh keduanya. Bahkan Yeon menyembunyikan rencana ini dari Jun. Dan Yeon tidak berencana untuk menambah orang lain untuk mengetahuinya. Ia tidak ingin rencananya gagal.

“Jadi, apa yang harus aku ketahui?” Tanya Luke sembari mengunyah.

Yeon menoleh dan memastikan tidak ada orang lain di dekat mereka. Ia sengaja memilih tempat duduk yang berada di sudut dan tidak ada siapapun di sekitar mereka.

“Cho Kyuhyun tidak memiliki kekasih.” Kata Yeon.

“Benarkah? Lalu perempuan bernama Kang Eunsoo itu siapa?”

“Mereka saudara sepupu.”

Luke mengangguk dan kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Itu bagus untukmu. Sekarang kau tidak akan menyakiti perasaan siapapun, kan?” Ujarnya.

“Sepertinya dia benar-benar menyukaiku, Luke. Dia mengatakan padaku bahwa dia tidak akan melepaskanku.” Jelas Yeon.

“Semakin bagus jika dia menyukaimu. Tetapi, kenapa dia tidak mau melepaskanmu? Memangnya apa yang sudah kau lakukan, baby?” Luke terlihat bingung.

Yeon menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah Luke. Ia tidak ingin Luke mengetahui apa yang sudah dirinya dan Kyuhyun lakukan. Yeon tidak akan mengatakannya pada Luke apapun yang terjadi. Ia akan selalu melewatkan bagian yang itu.

Sial. Apa yang baru saja dipikirkannya? Apa secara tidak sengaja Yeon mengharapkan malam itu terjadi lagi? Yeon meringis pelan. Dia sudah benar-benar gila rupanya.

“Apa yang terjadi, baby?” Tanya Luke.

“Tidak ada, Luke.” Dusta Yeon sembari mengaduk makanannya.

“Kau tidak berpikir untuk berbohong padaku, kan?” Selidik Luke.

“Karena aku selalu bersikap jual mahal, aku pikir itu yang membuatnya tertarik padaku. Benar, kan?” Ucap Yeon sembari tersenyum sedikit berlebihan.

Luke memicingkan matanya. Ia yakin ada yang Yeon sembunyikan darinya. Ia merasa kecewa karena Yeon tidak ingin menceritakan padanya. Tetapi Luke akan terus menunggu hingga Yeon memberitahukan semuanya. Karena selama ini Luke tidak pernah memaksakan kehendaknya pada Yeon.

“Aku harap balas dendam ini tidak akan melukaimu nantinya, baby.” Ucap Luke dengan bersungguh-sungguh.

Yeon cukup terkejut mendengar ucapan Luke. Kenapa Luke mengatakan hal itu? Tetapi kenapa sudut hati Yeon juga mengharapkan hal yang sama?

“Tentu, Luke. Aku yang memegang kendali.” Kata Yeon.

“Bagaimana dengan Kang Eunsoo?” Tanya Yeon mengalihkan pembicaraan.

“Ada apa dengannya?” Luke terlihat bingung.

“Apa kau menyukainya? Dia sepertinya memiliki perasaan padamu, Luke.”

“Kau tau bahwa aku tidak tertarik untuk menjalin hubungan, baby. Tetapi jika dia mau menjadi teman di tempat tidurku, aku tidak masalah.” Ucap Luke diiringi dengan kedipan mata.

“Ya! Kau tidak boleh seperti itu. Eunsoo orang yang baik. Kau tidak boleh memanfaatkannya hanya untuk kesenanganmu.”

“Hei, bukan hanya aku yang mendapatkan kesenangan. Dia juga mendapatkannya, baby.”

“Jika dia memang tertarik padaku, hanya itu yang bisa aku tawarkan padanya. Aku tidak bisa memberikan lebih dari itu.”

“Bisakah kau mempertimbangkannya?” Pinta Yeon.

Luke menghela nafas dan menatap Yeon.

“Berapa lama kau berteman denganku, baby? Apakah kau pernah melihatku menjalin hubungan dengan perempuan? Tidak, kan? Aku tidak tertarik dengan cinta. Aku hanya tertarik pada sex.” Jelas Luke.

“Dan jangan coba-coba menceramahiku seperti ibuku.” Keluh Luke.

“Apakah kau pernah berkeinginan untuk meniduriku?” Tanya Yeon membuat Luke tersedak.

Laki-laki itu menatap Yeon dengan kesal sembari meminum air putih miliknya.

“Apa kau sudah tidak waras? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Gerutu Luke.

“Kau bilang kau hanya tertarik pada sex. Bukankah setiap perempuan yang kau temui akan berakhir di tempat tidur bersamamu?” Ujar Yeon.

“Ya, kau benar.” Sahut Luke.

Yeon menatap Luke dengan intens seolah menunggu laki-laki itu menjawab pertanyaannya tadi. Luke menghindari tatapan Yeon dan mencoba fokus pada makanannya.

Namun saat melihat Yeon yang tidak menyerah dan terus menunggunya berbicara, membuat Luke mengerang kesal. Yeon tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya.

“Baiklah. Aku pernah menginginkannya.” Jawab Luke membuat mata Yeon melebar.

“Tetapi percayalah bahwa keinginanku untuk menjagamu lebih besar, baby. Demi Tuhan saat bertemu denganmu kau hanyalah gadis 13 tahun yang masih polos. Payudaramu dan pinggulmu bahkan baru saja berkembang. Bagaimana bisa aku menidurimu?” Ucap Luke.

Yeon tersenyum walaupun merasa malu saat mendengar ucapan Luke. Apa yang Luke ucapkan memang benar. Saat pertama berkenalan dengan Luke, Yeon masih tidak mengerti apapun. Tetapi sekarang semuanya telah berubah.

“Tapi ketahuilah bahwa aku menginginkannya bukan pada saat kau berumur 13 tahun. Tetapi pada saat kau sudah semakin dewasa dan seluruh tubuhmu menonjol di tempat-tempat yang sempurna.” Jelas Luke.

“Namun kemudian aku berpikir bahwa aku tidak mungkin meniduri adikku sendiri. Aku justru harus menjaganya agar tidak ada laki-laki lain yang menyakitinya. Maka dengan semua itu aku berhasil menahan diriku untuk tidak membawamu ke tempat tidurku, baby.” Kata Luke.

Thank you, Luke.” Balas Yeon merasa terharu. Luke tersenyum dan mengangguk.

“Ah, aku jadi mengingat Jun yang dulu masih sangat kurus dan tidak setampan sekarang.” Ucap Luke dengan tertawa geli.

“Benar. Bagaimana bisa Jun membuat dirinya menjadi tampan serta memiliki tubuh yang bagus?” Sahut Yeon yang ikut tertawa.

Tawa Yeon dan Luke terhenti saat ada yang menaruh piring di samping Yeon. Ketika keduanya menoleh, mereka menemukan Kyuhyun yang sedang menatap mereka dengan wajah datar. Tanpa permisi, Kyuhyun duduk di samping Yeon dan menikmati makan siangnya.

“Siapa Jun?” Tanya Kyuhyun pada Yeon.

“Aku pikir kantin ini memiliki meja serta kursi yang begitu banyak. Kenapa kau harus duduk disini?” Ucap Luke dengan tidak suka.

“Aku harap kau tidak lupa jika kantor ini milikku.” Sahut Kyuhyun.

“Oh, aku tidak lupa dengan itu. Tetapi kau sudah menggangguku dan Yeon!” Balas Luke.

“Kalau begitu kau bisa pergi. Tetapi biarkan Jung Yeon disini.” Kata Kyuhyun dengan acuh.

“Jadi, siapa Jun?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Yeon.

“Adik saya.” Jawab Yeon dengan pelan. Kyuhyun mengangguk.

“Luke, apa kau sudah selesai? Aku pikir aku harus kembali bekerja.” Kata Yeon sembari bersiap membawa piringnya.

“Kau tetap disini, Nona Jung. Hingga aku selesai makan.” Perintah Kyuhyun.

Luke terlihat ingin berbicara namun Yeon menghalanginya. Ia tidak ingin Luke bertengkar dengan Kyuhyun dan membuat keributan di sana.

“Lebih baik kau kembali ke rumah sakit, Luke.” Kata Yeon.

“Aku akan menjemputmu nanti sore–“

“Tidak perlu. Aku akan mengantarnya pulang.” Sela Kyuhyun.

Luke terlihat benar-benar kesal. Namun ia mengingat jika ini merupakan balas dendam Yeon. Ia tidak boleh menghancurkannya hanya karena kekesalannya pada Kyuhyun.

“Jika kau tidak mengantarkannya pulang tepat waktu, aku akan melaporkanmu pada polisi.” Ujar Luke.

“Aku pergi, baby.” Pamit Luke dan disambut anggukkan oleh Yeon.

“Kenapa dia selalu memanggilmu baby?” Tanya Kyuhyun.

“Bukan urusan Anda.” Jawab Yeon.

“Kalau begitu aku boleh memanggilmu sayang?” Tanya Kyuhyun dan membuat Yeon panik.

Yeon menatap sekeliling dan berharap tidak ada yang mendengar pertanyaan Kyuhyun barusan. Setelah memastikan tidak ada yang mendengar, Yeon menatap Kyuhyun dengan kesal.

“Ini di kantor, direktur. Harap perhatikan sikap Anda.” Pinta Yeon.

“Jika di luar kantor aku bisa berbuat sesukaku?” Balas Kyuhyun.

“Tidak.” Tukas Yeon.

Kyuhyun menghela nafas.

“Sampai kapan kau akan seperti ini, Jung Yeon?! Kau tidak bisa bersikap acuh di saat kita sama-sama tahu apa yang kita lakukan malam itu!” Kyuhyun terkejut saat tangan Yeon tiba-tiba saja sudah berada di wajahnya. Menutupi mulutnya agar berhenti bicara.

Yeon tersadar dengan apa yang dilakukannya dan langsung menarik tangannya. Ia menatap Kyuhyun dengan kesal sebelum akhirnya berdiri dan segera meninggalkan Kyuhyun. Ia tidak bisa lebih lama lagi bersama Kyuhyun. Karena orang-orang bisa tahu apa yang mereka lakukan malam itu.

Kyuhyun meninggalkan makanannya yang masih tersisa banyak. Ia berjalan cepat untuk mengejar Yeon yang tampak kesal padanya. Menggenggam tangan Yeon yang tampak hendak masuk ke dalam lift.

Kyuhyun menarik Yeon dan membawanya ke tempat yang lebih sepi. Mengabaikan berontakan Yeon yang meminta Kyuhyun untuk melepaskannya. Kyuhyun mendorong tubuh Yeon ke dinding.

Menundukkan kepalanya dan berusaha menyatukan bibirnya dengan bibir Yeon. Ia merasa kesal saat Yeon menolak ciumannya hingga membuat bibir Kyuhyun terus mendarat di rahang perempuan itu.

“Jangan menolakku, Jung Yeon.” Pinta Kyuhyun dengan frustasi.

Yeon menatap Kyuhyun dan ia tertegun saat melihat wajah putus asa laki-laki itu. Kenapa Kyuhyun seputus asa itu hanya karena Yeon menolak ciumannya? Kenapa laki-laki itu terlihat sangat kesakitan?

Kyuhyun kembali menunduk dan berhasil menyatukan bibirnya dengan bibir Yeon. Walaupun Yeon tidak membalasnya, setidaknya Yeon menerima ciumannya. Dan Yeon membuka bibirnya seolah mengizinkan Kyuhyun mengeksplor mulutnya.

“Kau menyukaiku?” Tanya Kyuhyun dengan nafas terengah.

Yeon menutup mulutnya dan menundukkan kepalanya. Kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya. Ia tidak memiliki jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.

“Kau tidak menyukaiku?” Tanya Kyuhyun lagi.

Yeon hampir saja menggeleng jika ia tidak menahan dirinya. Ia memilih untuk tetap menutup mulutnya. Kenapa Kyuhyun memberikan pertanyaan seperti itu? Kenapa Kyuhyun membutuhkan pendapatnya di saat laki-laki itu sering memaksakan pendapatnya?

“Biarkan aku mengenalmu lebih dalam, Yeoni-ya.” Ucap Kyuhyun.

Yeon mendongak dan menatap Kyuhyun dengan terkejut. Terkejut mendengar panggilan Kyuhyun yang terdengar akrab. Dan panggilan Kyuhyun mengingatkan Yeon pada orangtuanya. Orangtuanya sering memanggilnya seperti itu.

“Direktur..”

“Tidak. Jangan panggil aku seperti itu. Aku tidak menyukai panggilan itu.” Ujar Kyuhyun.

“Orang-orang bisa datang dan melihat kita.” Kata Yeon.

“Percayalah aku tidak peduli, Yeon. Akan lebih baik jika mereka melihatnya. Mereka tidak akan ada yang berani mengganggumu karena aku.” Ucap Kyuhyun.

Yeon merasakan terpaan nafas hangat Kyuhyun pada wajahnya. Menegaskan betapa dekatnya wajah mereka saat ini. Kyuhyun bahkan menahan dirinya untuk tidak mencium bibir Yeon kembali. Ia ingin menegaskan hubungan mereka terlebih dahulu.

“Kau akan membiarkanku mengenalmu lebih jauh, kan?” Tanya Kyuhyun.

“Jika aku menolak?” Tanya Yeon balik.

“Aku akan memaksa.” Jawab Kyuhyun membuat Yeon mendengus.

“Kenapa kau harus menolakku? Aku akan melakukan apapun untuk mengubah semua yang ada pada diriku, yang tidak kau sukai. Tetapi aku tidak bisa mengubah diriku sebagai direktur, jika kau tidak menyukainya.” Ucap Kyuhyun.

Yeon menatap Kyuhyun.

Aku tidak suka pada kenyataan bahwa kau anak Cho Younghwan. Bisakah kau mengubahnya, Cho Kyuhyun?

“Apakah perasaanmu sungguh-sungguh? Bukan hanya karena rasa penasaran?” Tanya Yeon.

“Aku yakin pada perasaanku sendiri.” Jawab Kyuhyun. Yeon menghela nafas.

“Baiklah.” Kata Yeon membuat Kyuhyun memundurkan wajahnya dan menatap Yeon dengan wajah bahagia.

“Tetapi aku tidak ingin orang-orang di kantor mengetahui tentang kita.” Ucap Yeon dan wajah Kyuhyun berubah masam.

“Jika kau tidak suka–“

“Aku tidak mengatakan apapun!” Komentar Kyuhyun.

Yeon menahan bibirnya agar tidak tersenyum.

“Aku harus kembali bekerja.” Ucap Yeon sembari mendorong Kyuhyun menjauh.

Kyuhyun menahan Yeon dan kembali mencuri ciuman dari perempuan itu. Ia tidak pernah puas pada bibir Yeon yang tampak merona secara alami itu.

“Pulang bekerja tunggu aku di tempat parkir. Aku akan mengantarmu pulang.” Bisik Kyuhyun dan kemudian pergi meninggalkan Yeon.

Yeon menghela nafas dan menyandarkan punggungnya ke dinding. Meraba bibirnya yang terasa kebas akibat ciuman Kyuhyun. Yeon memejamkan matanya dan memikirkan yang baru saja terjadi. Kyuhyun benar-benar sudah berada dipelukannya.

Tetapi kenapa Yeon tidak merasa tenang?

——

Kyuhyun keluar dari lift saat dirinya sudah sampai di basement. Ia menatap ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Yeon. Kyuhyun berjalan menuju tempat mobilnya terparkir sembari terus mencari Yeon.

Namun sayangnya hingga ia sampai di depan mobilnya, Kyuhyun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Yeon di sana. Kyuhyun menggeram dan memukul pelan kap mobilnya. Merasa kesal karena Yeon tidak menunggunya untuk pulang bersama.

“Kenapa kau melarikan diri lagi, Jung Yeon?!” Geram Kyuhyun.

“Aku tidak melarikan diri.” Sahut sebuah suara di belakang Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh dan merasa sangat lega saat melihat Yeon. Ia segera menghampiri perempuan itu dan memeluknya. Membuat mata Yeon melebar. Yeon segera mendorong Kyuhyun menjauh.

“Kau lupa dengan syarat yang kuberikan?!” Hardik Yeon.

Kyuhyun tersenyum dan mengangkat kedua tangannya seakan menyerah.

“Aku minta maaf. Aku hanya merasa lega saat melihatmu.” Ucapnya membela diri.

Yeon mendengus dan segera masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terkekeh karena merasa senang telah membuat perempuan itu kesal.

“Haruskah kita malam malam terlebih dahulu?” Tanya Kyuhyun setelah masuk ke dalam mobil dan menjalankannya meninggalkan Pearl Group.

“Aku harus memasak dan makan malam bersama adikku.” Jawab Yeon.

“Apa aku boleh bergabung?” Tanya Kyuhyun langsung.

Yeon menatap Kyuhyun dan terlihat ragu.

“Rumahku kecil dan kau tidak akan merasa nyaman.” Ucap Yeon.

“Aku ingin bergabung.” Desak Kyuhyun.

“Makanan yang aku sediakan jauh dari kata mewah.” Ucap Yeon lagi.

“Aku. Ingin. Bergabung.” Kata Kyuhyun dengan setiap penekanan.

Yeon menghela nafas panjang.

“Terserah kau saja.” Putusnya. Dan Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyum lebar pada wajahnya.

“Apa Manager Lee masih menyusahkanmu?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak.” Jawab Yeon singkat. Ia tidak ingin membahas tentang Manager Lee.

“Aku sudah bilang untuk tidak menyembunyikannya. Kau tahu bahwa aku bisa mengetahuinya dari orang lain.” Kata Kyuhyun.

“Aku tahu bahwa Kang Eunsoo yang akan memberitahumu.” Sahut Yeon.

“Berbicara tentang Kang Eunsoo, kenapa kau berpikir bahwa aku berpacaran dengannya?” Kyuhyun terlihat sangat penasaran.

“Saat aku pertama bekerja. Kau mengedipkan matamu padanya. Kemudian aku mengetahui bahwa Eunsoo memiliki kekasih. Lalu aku pernah melihat kalian datang ke kantor bersama. Bagaimana bisa aku tidak menyangka hal itu?” Jelas Yeon membuat Kyuhyun tertawa.

“Aku dan Eunsoo sangat dekat. Aku menganggapnya seperti adik kandungku sendiri, karena aku tidak memiliki adik.” Ujar Kyuhyun.

“Ah, sekedar informasi baru untukmu. Eunsoo tidak memiliki kekasih.”

“Apa? Lalu, kenapa dia–“

“Seluruh pegawai di kantor mengetahui bahwa dia adalah adik sepupuku. Karena itu banyak pegawai laki-laki yang mendekatinya dan Eunsoo tidak suka akan hal itu. Karena itulah dia membual bahwa dia telah memiliki kekasih.”

Yeon menganggukkan kepalanya. Pantas saja selama ini ia tidak pernah melihat kekasih Eunsoo. Bahkan Eunsoo tidak pernah menceritakan apapun tentang kekasihnya itu. Ternyata sosok ‘kekasih‘ itu memang tidak ada.

“Dan dia sepertinya menyukai temanmu.” Komentar Kyuhyun.

“Aku tahu. Tetapi Luke tidak tertarik padanya.”

“Apa dia tertarik padamu?!” Tuduh Kyuhyun langsung. Yeon mendelik tajam padanya.

“Luke tidak tertarik menjalin sebuah hubungan. Ia hanya menginginkan teman di atas tempat tidur.” Jelas Yeon.

“T–teman di atas tempat t–tidur?” Ulang Kyuhyun.

Sial. Apa Yeon pernah menjadi salah satu teman Luke di atas tempat tidur? Bagaimana cara Kyuhyun mengetahuinya? Ia tidak mungkin bertanya dan membuat Yeon marah, kan? Tetapi, Kyuhyun sangat ingin tahu.

“Aku tidak. Jika itu yang kau pikirkan.” Ucap Yeon tiba-tiba.

Kyuhyun menatap Yeon sesaat sebelum akhirnya kembali fokus menyetir. Tanpa sadar ia menghela nafas lega. Kyuhyun tidak masalah jika Yeon pernah tidur bersama mantan kekasih perempuan itu sebelumnya. Tetapi akan terasa tidak nyaman jika seseorang yang pernah tidur dengannya, berada di dekat mereka.

Beberapa saat kemudian mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan rumah Yeon. Yeon segera turun dan disusul oleh Kyuhyun tidak lama kemudian. Yeon berhenti di depan pintu rumah dan menatap Kyuhyun.

“Kau benar-benar yakin?” Tanya Yeon.

“Kenapa kau terus meragukanku? Apa aku terlihat seperti seorang pangerang yang takut lumpur?” Ucap Kyuhyun berpura-pura tersinggung.

“Tidak seperti itu, hanya saja..” Yeon tidak dapat melanjutkan ucapannya.

Akhirnya Yeon membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam. Yeon dapat merasakan Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

Kyuhyun menatap rumah Yeon. Seperti yang perempuan itu katakan, rumah ini kecil. Tetapi Kyuhyun tidak masalah dengan itu. Tidak masalah rumah besar atau kecil. Yang terpenting adalah orang-orang yang tinggal bersama kita di dalamnya.

Salah satu alasan Kyuhyun jarang menggunakan apartementnya karena ia hanya tinggal sendiri di sana. Sehingga Kyuhyun lebih senang tinggal di rumah Younghwan, karena di sana ada orangtuanya.

“Jun!” Panggil Yeon.

“Noona, kau sudah pulang.” Ucap Jun yang keluar dari kamar sembari menggeliatkan tubuhnya dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.

Mata Yeon melebar saat melihat kelakuan Jun. Dan saat ia menatap Kyuhyun, ia dapat melihat laki-laki itu tersenyum sembari menatap Jun.

Saat melihat ada seorang laki-laki di samping Yeon, Jun tampak terkejut. Ia langsung menurunkan tangannya dan menegakkan punggungnya. Menatap Yeon dan laki-laki disamping kakaknya secara bergantian.

Yeon tidak pernah bersama seorang laki-laki selama ini. Hanya Luke yang selalu berada di dekat Yeon. Karena itulah saat melihat ada laki-laki di samping Yeon membuat Jun terkejut dan tidak percaya.

“Siapa dia, noona?” Tanya Jun.

“Di–dia Cho Kyuhyun. Direktur Pearl Group.” Jawab Yeon.

Jun semakin terkejut mendengar jawaban Yeon. Ia menelisik penampilan Kyuhyun. Benar-benar setelan mahal dan hal itu pun menyakini Jun bahwa dia memang direktur Pearl Group.

“Aku Jung Jun. Adik Yeon noona.” Kata Jun memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya.

“Cho Kyuhyun. Senang bertemu denganmu, Jun.” Balas Kyuhyun.

“Aku harus memanggilmu apa? Direktur? Tetapi aku tidak bekerja di tempatmu. Hyung? Apa boleh aku memanggilmu hyung?” Tanya Jun.

“Jun!” Tegur Yeon.

“Panggil aku sesukamu, Jun. Hyung tidak masalah untukku. Lagipula aku tidak memiliki adik.” Jawab Kyuhyun.

Yeon dapat melihat jika Jun merasa senang mendengar jawaban Kyuhyun. Yeon tersenyum kecil. Ia tidak menyangka jika di pertemuan pertama, Kyuhyun bisa mengambil hati Jun.

“Nah, Jun. Apa aku boleh bergabung dengan makan malam kalian?” Tanya Kyuhyun.

“Tentu saja, hyung! Masakan noona sangat lezat. Kau pasti akan ketagihan.” Jawab Jun.

“Tapi, kenapa seorang direktur sepertimu mau makan malam di rumah seperti ini?” Jun terlihat bingung.

Kyuhyun menatap Yeon dan tersenyum.

“Karena aku–“

“Jun, lebih baik kau temani dia menonton televisi selama aku memasak.” Sela Yeon.

Yeon tidak mau Jun mendengar kalimat memalukan yang akan dikatakan oleh Kyuhyun. Seperti ‘karena aku menyukai Yeon’ atau ‘karena aku dan Yeon menjalin sebuah hubungan’. Membayangkannya saja membuat Yeon bergidik.

“Tentu, noona!” Sahut Jun.

“Ayo, hyung.” Ajak Jun.

Kyuhyun menatap Yeon sebentar sebelum akhirnya mengikuti Jun membawanya entah kemana. Yang Kyuhyun tahu di sana terdapat sofa yang sudah kusam dan sebuah televisi.

Namun Kyuhyun tidak merasa jijik saat menduduki sofa tersebut. Kyuhyun menatap sekeliling dan tidak menemukan siapapun lagi di sana selain mereka. Apa Yeon dan Jun hanya tinggal berdua saja? Dimana orangtua mereka?

Jika Kyuhyun menanyakan hal itu pada Jun, Yeon tidak akan marah, kan? Kyuhyun menggeleng. Tidak, akan lebih baik jika dia menanyakan hal itu pada Yeon langsung. Lebih baik Kyuhyun mencari informasi tentang Yeon pada Jun.

“Jadi, Jun, kau masih sekolah?” Tanya Kyuhyun.

“Iya, hyung. Tingkat akhir di Sekolah Menengah Atas.”

“Kau sudah menentukan akan kuliah dimana?”

“Aku masih memilih, hyung. Aku ingin mencari tempat kuliah yang tidak terlalu mahal. Aku tidak ingin membuat noona pusing dengan biaya kuliahku yang mahal. Sebenarnya awalnya aku tidak ingin kuliah, tapi kemudian Luke menyadarkanku bahwa aku akan menyakiti Yeon noona jika seperti itu.” Jelas Jun.

“Apa kau bekerja?”

“Aku bekerja di warnet, hyung. Noona sering mengomeliku karena itu. Aku akan mencari pekerjaan yang lebih baik setelah lulus kuliah nanti.” Ucap Jun penuh tekad dan semangat. Kyuhyun tersenyum saat melihatnya.

“Kau bisa bekerja di Pearl Group setelah lulus kuliah.”

“Benarkah, hyung? Kau serius? Kau tidak membohongiku, kan?!” Jun terlihat antusias.

“Aku serius, Jun. Tapi berjanjilah bahwa kau akan lulus dengan nilai memuaskan.” Pesan Kyuhyun.

“Tentu, hyung. Aku akan menjadi lulusan terbaik!” Janji Jun. Kyuhyun mengacak rambut laki-laki itu.

“Apa kau dan Yeon sangat dekat dengan Luke?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Sangat, hyung. Dia sudah seperti kakak kandungku. Orangtua Luke juga seperti orangtua kami. Aku bahkan berharap noona dan Luke menikah.” Kata Jun membuat wajah Kyuhyun menjadi kesal.

“Apa mereka saling menyukai?” Tanya Kyuhyun penuh selidik. Jun mengangkat bahunya.

“Luke bilang dia menyayangi noona. Tetapi dia tidak mencintai noona.” Jawab Jun. Dan Kyuhyun merasa sangat lega saat mendengarnya.

“Bagaimana dengan Yeon? Apa dia menyukai Luke?”

Jun tampak berpikir.

“Aku tidak tahu tentang itu, hyung. Mereka sangat dekat, tetapi noona tidak pernah mengatakan apapun. Sejujurnya, aku tidak pernah melihat noona dekat dengan laki-laki lain selain Luke. Karena itulah saat melihatmu tadi, aku cukup terkejut.”

“Apa kau dan noona dekat, hyung?” Tanya Jun.

Kyuhyun menyandarkan punggungnya dan menghela nafas panjang.

“Aku tidak tahu apakah kami dekat atau tidak. Tetapi aku ingin mengenal Yeon lebih jauh. Aku ingin menjalin hubungan dengannya.”

“Kau menyukai noona?” Mata Jun melebar.

“Bisa dibilang seperti itu, Jun. Apa kau merestuiku?”

Jun terlihat ragu.

“Aku tidak tahu, hyung. Kita baru saja bertemu. Aku tidak mengenalmu dengan baik. Tetapi jika kau memang menyukai noona, aku harap kau tidak menyakitinya. Noona adalah satu-satunya yang aku miliki di dunia ini. Jika dia terluka, maka aku juga akan terluka. Dia segala-galanya untukku setelah orangtua kami meninggal, hyung.” Kata Jun dengan sendu.

Kyuhyun tertegun sejenak saat mendengar perkataan Jun. Ternyata orangtua mereka sudah meninggal. Karena itulah Yeon bekerja keras untuk mencari uang. Karena itulah Yeon memiliki begitu banyak pekerjaan paruh waktu ketika dia kuliah.

Kenapa Kyuhyun merasa sedih saat mendengarnya? Seharusnya Yeon menikmati masa-masa muda dengan berkumpul bersama teman-temannya. Berkencan, berbelanja dan bersenang-senang di klub. Tetapi Yeon menghabiskan waktunya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.

Setelah mendengar ucapan Jun, kenapa Kyuhyun menjadi sangat ingin berada di sisi Yeon? Kenapa Kyuhyun semakin ingin melindungi Yeon? Bahkan saat ini Kyuhyun ingin menghampiri Yeon dan memeluk tubuhnya dengan erat.

——

Yeon mengantarkan Kyuhyun yang akan pulang setelah makan malam. Pembicaraan saat makan malam lebih banyak di dominasi oleh Kyuhyun dan Jun, sedangkan Yeon lebih banyak diam.

Tetapi Yeon senang karena Kyuhyun dan Jun tampak begitu dekat di awal pertemuan mereka. Itu semua karena Jun sangat ingin memiliki kakak laki-laki dari dulu. Sehingga ia akan cepat akrab dengan laki-laki yang memiliki usia di atasnya.

“Terima kasih untuk makan malamnya.” Kata Kyuhyun.

“Bukan sesuatu yang istimewa. Lagipula makananku tidak bisa dibandingkan dengan makanan di kantin kantor.” Ucap Yeon.

“Kenapa kau selalu merendahkan dirimu, Yeon? Kenapa kau membuatku terlihat seperti seorang laki-laki yang sombong?” Tanya Kyuhyun.

“Aku hanya ingin kau tahu bahwa ada begitu banyak perbedaan di antara kita. Dan aku ingin kau memikirkan kembali apa yang kau–“

“Aku sudah memikirkannya berulang kali. Dan aku, menginginkanmu, Yeon. Aku ingin berada di sisimu. Aku ingin menjadi orang pertama yang mengetahui semua tentangmu. Dan aku ingin melindungimu.” Jelas Kyuhyun.

Yeon menghela nafas dan mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Pulanglah.” Kata Yeon dan berbalik untuk masuk ke dalam rumah.

Namun Kyuhyun menahannya dan memeluknya dari belakang. Memeluknya dengan sangat erat hingga membuat Yeon tidak bisa kemana-mana.

Yeon merasa terkejut. Tetapi ia tidak berencana untuk melepaskan pelukan Kyuhyun. Pelukan Kyuhyun membuatnya terasa hangat di saat angin dingin berhembus dengan begitu kencang.

“Aku akan membuktikan padamu bahwa hubungan ini layak diperjuangkan, Yeoni-ya. Aku akan membuatmu menyadari bahwa perasaanku padamu bukan hanya perasaan sesaat.” Janji Kyuhyun.

“Aku pergi.” Pamit Kyuhyun.

Yeon dapat merasakan Kyuhyun mengecup kepalanya sebelum melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam mobil. Yeon berbalik dan menatap mobil Kyuhyun yang semakin menjauh.

Yeon menepuk pipinya berkali-kali untuk menyadarkannya. Ia tidak boleh terbawa oleh permainannya sendiri. Bukan dia yang harus jatuh ke pelukan Kyuhyun, tetapi Kyuhyun–lah yang harus jatuh ke dalam pelukannya.

“Sadarkan dirimu, Jung Yeon!”

——

Kyuhyun pulang ke rumah dengan sebuah senyum diwajahnya. Rasanya menyenangkan setelah menghabiskan waktu bersama Yeon dan Jun. Apalagi Jun menganggapnya seperti seorang kakak. Sudah sangat lama Kyuhyun menginginkan seorang adik.

Karena itulah Kyuhyun sangat dekat dengan Eunsoo. Kyuhyun suka saat seseorang mengandalkannya sebagai seorang kakak. Dan sekarang ada Jun yang mengandalkannya untuk menjaga Yeon. Tentu saja Kyuhyun akan melakukannya dengan senang hati.

Senyum Kyuhyun perlahan menghilang saat mendengar begitu banyak suara di dalam rumahnya. Tidak mungkin jika hanya orangtuanya yang berbicara. Lagipula Kyuhyun mendengar ada suara asing seorang pria.

Kyuhyun berjalan untuk mencari asal suara. Entah kenapa kakinya meyakini bahwa suara-suara itu berasa dari ruang keluarga. Karena itulah saat ini Kyuhyun melangkah ke sana.

Dan kemudian, langkah Kyuhyun terhenti di perbatasan pintu. Seperti tebakannya, ada tamu yang datang. Sepertinya sebuah keluarga yang yang tidak dikenal oleh Kyuhyun. Namun saat melihat seorang perempuan cantik di sana, Kyuhyun tampak mengenali wajahnya.

Kyuhyun ingat jika Younghwan pernah menunjukkan wajah perempuan itu padanya. Anak bungsu dari pemilik CH Group. Kyuhyun memiliki firasat tidak baik tentang ini. Sialan.

“Kyuhyun, kau sudah pulang.” Ucap Younghwan dengan tersenyum.

Kyuhyun berjalan perlahan menghampiri mereka. Menundukkan kepalanya untuk menyapa semua orang yang ada di sana. Senyum di wajah Kyuhyun benar-benar menghilang.

“Aku sudah pulang, abeoji.” Kata Kyuhyun.

“Sapalah, ini Choi Daehyun pemilik CH Group. Ini istrinya dan ini anaknya Choi Yongra.” Kata Younghwan. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada mereka.

“Selamat malam. Saya Cho Kyuhyun.” Ujar Kyuhyun mengenalkan dirinya.

“Lihatlah, dia sangat tampan.” Komentar istri Daehyun sembari menyenggol bahu anaknya.

Choi Yongra terlihat malu saat mendapatkan godaan dari ibunya. Ia menatap Kyuhyun dengan tersenyum kecil. Namun Kyuhyun terlihat tidak berminat pada senyum perempuan itu. Tidak ada senyuman secantik milik Yeon.

“Perkenalkan dirimu, Yongra-ya.” Kata Daehyun.

Yongra berdiri dan menghampiri Kyuhyun. Kemudian mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

“Choi Yongra.” Ucap Yongra dengan wajah memerah.

Kyuhyun menyambut uluran tangan Yongra. Secepat Kyuhyun menyambut, secepat itu pula ia melepaskannya hingga membuat Yongra tidak sempat merasakan kehangatan tangan Kyuhyun.

“Calon istrimu sangat cantik, kan?” Ujar Younghwan membuat Kyuhyun menatapnya dengan tajam.

Kyuhyun kemudian mengalihkan pandangannya pada Hanna. Wanita itu terlihat merasa bersalah, padahal Kyuhyun tidak menyalahkannya. Tidak ada yang bisa menentang keinginan Younghwan. Walaupun itu istrinya sendiri.

“Aku lelah dan ingin beristirahat, abeoji.” Kata Kyuhyun.

“Yah, bagaimana bisa kau meninggalkan calon istrimu?” Komentar Younghwan sembari menatap Kyuhyun dengan tajam.

Kyuhyun berbalik dan menatap kedua orangtua Yongra. Ia dapat melihat mereka tersenyum penuh pengharapan padanya. Kenapa? Berharap Kyuhyun menikahi anak mereka? Itu tidak mungkin terjadi.

“Terima kasih karena sudah datang ke sini, Tuan dan Nyonya Choi. Tetapi maaf, saya belum ingin menikah untuk sekarang.” Kata Kyuhyun membuat senyum diwajah orangtua Yongra menghilang.

“Kyuhyun!” Tegur Younghwan.

Kyuhyun menatap Yongra yang tampak kecewa saat mendengar perkataannya.

“Putri kalian cantik. Dia akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik.” Lanjut Kyuhyun.

“Ya, Cho Kyuhyun!” Geram Younghwan sembari berdiri.

“Saya permisi.” Pamit Kyuhyun tanpa memperdulikan Younghwan.

Kyuhyun segera meninggalkan ruang keluarga dan menuju ke kamarnya. Ia sedang merasa bahagia dan tidak mau menghancurkan kebahagiaannya karena perjodohan sialan ini yang diatur oleh Younghwan.

Kyuhyun masuk ke dalam kamar dan melepaskan jas yang dipakainya. Kemudian melepas dasi dan beberapa kancing kemejanya. Kyuhyun terkejut saat tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dengan keras.

“Apa kau sudah gila, Cho Kyuhyun?!” Younghwan terlihat sangat marah.

Kyuhyun diam saja seolah tidak memperdulikan kemarahan Younghwan. Ia sudah terlalu biasa menghadapi kemarahan ayahnya itu. Dan Kyuhyun selalu menganggapnya sebagai angin lalu.

“Kau ingin mempermalukanku di depan keluarga Choi?!” Ucap Younghwan.

“Aku sudah katakan padamu bahwa aku belum ingin menikah, abeoji!” Balas Kyuhyun.

“Kau tidak bisa membantahku, Kyuhyun!”

“Abeoji..” Kyuhyun menurunkan nada bicaranya.

“Jika itu menyangkut soal perusahaan, aku akan mengikutimu dengan senang hati. Tapi jika itu berhubungan dengan kehidupan pribadiku, aku tidak bisa mengikutimu, abeoji. Aku akan mencari calon istriku sendiri!” Jelas Kyuhyun.

“Calon istri seperti apa?” Tantang Younghwan.

“Seperti pegawai di kantor?!” Ujar Younghwan membuat mata Kyuhyun melebar.

Younghwan melemparkan begitu banyak foto di atas tempat tidur Kyuhyun. Kyuhyun menatap foto-foto tersebut sebelum akhirnya mengambilnya dan melihat semuanya. Mata Kyuhyun melebar di setiap foto yang dilihatnya.

“Kau menyuruh orang memata-mataiku?” Tuduh Kyuhyun.

Foto yang dipegangnya saat ini adalah foto-foto saat dirinya sedang bersama Yeoon. Saat Kyuhyun mengantar Yeon pulang ketika menemukan perempuan itu lembur di kantor. Kemudian foto saat pesta ulang tahun Kyuhyun. Bahkan hingga foto saat Yeon dan Kyuhyun berciuman di kantor tadi.

“Kau–bagaimana bisa kau melakukan ini padaku, abeoji?!” Tanya Kyuhyun tak percaya.

“Karena kau tidak melakukan tugasmu dengan baik, dasar laki-laki bodoh!” Maki Younghwan.

“Aku menyuruhmu untuk memimpin perusahaan! Bukan berkencan dengan pegawai kantor murahan seperti perempuan itu!”

“Abeoji!”

“Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan perempuan yang hanya menginginkan hartamu?!” Ucap Younghwan.

“Dia tidak seperti itu, abeoji!” Bantah Kyuhyun.

“Darimana kau tahu? Apa kau sudah mengenalnya bertahun-tahun? Kau bahkan belum mengenalnya selama satu bulan! Bagaimana bisa kau mengetahuinya?!” Bentak Younghwan.

“Suamiku, hentikan.” Hanna datang ke kamar Kyuhyun untuk menghentikan pertengkaran ayah dan anak itu.

“Kau diam.” Ucap Younghwan pada Hanna.

“Aku sudah katakan padamu bahwa menantuku akan berasal dari keluarga terhormat. Bukan keluarga miskin seperti perempuan itu.”

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya saat mendengar hinaan demi hinaan yang dilontarkan Younghwan pada Yeon. Ia benar-benar merasa marah dan kesal mendengarnya. Tidak boleh ada yang menghina perempuan yang dicintainya.

“Dan kau tidak bisa melawanku, Cho Kyuhyun. Kau tidak akan menikah dengan perempuan pilihanmu. Kau harus menjauhi perempuan itu. Jika tidak–“

“Jika tidak apa? Kau akan menyakitinya? Kau akan memecatnya? Atau apa?” Tantang Kyuhyun dengan menatap Younghwan tajam.

“Jangan berani-berani kau menyentuhnya, abeoji. Jika kau menyakitinya, kau tidak akan tahu apa yang bisa aku lakukan.” Ujar Kyuhyun dan kemudian segera meninggalkan kamarnya.

Sepertinya malam ini ia tidak akan tidur di rumah ini. Kyuhyun meninggalkan rumah dan tidak menghiraukan panggilan Hanna padanya. Ia tahu seharusnya ia tidak membuat wanita itu bersedih. Tetapi Kyuhyun tidak ingin mendengar Younghwan semakin menghina Yeon.

Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi. Ia benar-benar merasa marah. Bagaimana bisa Younghwan menghina Yeon seperti itu? Younghwan tidak mengenal Yeon sama sekali. Younghwan tidak tahu apapun tentang Yeon.

Hanya karena Yeon berasal dari keluarga miskin, bukan berarti Yeon orang yang buruk. Yeon bahkan tidak ingin berhubungan dengannya karena mereka berasal dari kelas yang berbeda. Itu sudah membuktikan bahwa Yeon tidak menginginkan hartanya, kan? Tetapi kenapa Younghwan bersikap sok tahu?

Salah satu alasan yang membuat Kyuhyun merasa beruntung karena memiliki apartement. Ia bisa melarikan diri ke apartementnya jika sedang bertengkar dengan Younghwan. Atau ketika ia sedang pusing mengurusi pekerjaannya. Apartement adalah tempat pelarian Kyuhyun.

Kyuhyun langsung masuk ke dalam kamarnya setelah sampai di apartement. Menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi menyamping. Salah satu tangannya digunakan untuk menopang kepalanya.

Kyuhyun mengingat apa yang dilakukannya dan Yeon di kamar ini. Ia mengingat semuanya dengan jelas seperti sebuah film yang berputar di kepalanya. Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia merindukan Yeon.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Yeon. Kemudian menaruh ponsel tersebut di atas telinganya. Ia dengan sabar menunggu nada tunggu hingga Yeon menjawab teleponnya.

Halo..

Kyuhyun tidak tahu bahwa rasanya selega ini saat mendengar suara Yeon.

Halo? Kyuhyun-ssi?

Yeon kembali berbicara. Rasanya Kyuhyun ingin seperti ini saja. Mendengar suara Yeon yang membuat kekesalannya pada Younghwan menghilang.

Kau tidak mau berbicara? Haruskah aku mematikan sambungan ini?”

Kyuhyun tersenyum saat mendengar nada mengancam perempuan itu. Namun senyumnya hanya sesaat karena wajah Kyuhyun selanjutnya terlihat sendu.

“Kenapa kau selalu bersikap ketus padaku?” Tanya Kyuhyun sedih.

Tidak terdengar suara Yeon untuk beberapa detik setelahnya. Tetapi Kyuhyun tahu bahwa sambungan telepon belum terputus.

Kau baik-baik saja?” Tanya Yeon.

“Aku sudah mulai terbiasa menghadapi sikap ketusmu.”

Tidak, bukan itu maksudku.

Kyuhyun terdiam.

Apa terjadi sesuatu? Suaramu terdengar sedih.

Kyuhyun tertegun. Bagaimana bisa Yeon mengetahuinya? Yeon dapat mengetahui apa yang terjadi hanya karena mendengar suaranya?

Dan Kyuhyun merasa seperti orang idiot saat ini. Ia merasa senang karena Yeon dapat membaca dirinya. Bukankah itu berarti mereka memiliki ikatan batin?

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan. Walaupun ia senang Yeon mengetahui ada sesuatu yang terjadi padanya, tetapi Kyuhyun tidak ingin mengatakan apapun. Ia tidak membuat perempuan itu khawatir.

Aku baru saja selesai mandi. Kau dimana?

“Aku di apartement. Kenapa?”

Seorang diri?

“Tentu saja. Ah, mungkin aku tidak akan sendiri jika kau mau menemaniku disini.”

Apa?

“Hanya bercanda. Jangan dipikirkan.”

Kyuhyun bersungguh-sungguh saat mengatakan bahwa ia ingin Yeon menemaninya. Namun ia tidak mungkin meminta Yeon untuk datang. Lagipula Yeon tidak akan bersedia melakukannya.

“Apa kau sudah bersiap untuk tidur?”

Ya, jika seseorang tidak meneleponku dan menggangguku.

Kyuhyun tersenyum.

“Yeoni-ya..”

Apa?

“Bisakah kau katakan bahwa semuanya akan baik-baik saja?” Pinta Kyuhyun.

Apa yang terjadi?

“Tidak ada. Aku hanya ingin mendengarnya saja.”

Kembali tidak ada suara apapun dari sebrang sana. Namun Kyuhyun tetap menunggu Yeon mengatakannya.

Semuanya akan baik-baik saja, Kyuhyun-ssi.

Kyuhyun tahu bahwa Yeon tidak akan pernah mengecewakannya.

“Tidurlah. Dan, Yeoni-ya?”

Ya?

“Terima kasih.”

Hmm.

Kyuhyun memutuskan sambungan telepon dan menaruh ponselnya di atas meja nakas. Kemudian memejamkan matanya untuk menyambut mimpi. Berharap ia bisa bertemu dengan Yeon di dalam mimpi, dan semuanya akan kembali normal keesokan harinya.

——

Kyuhyun baru saja tertidur. Tetapi ia harus terbangun akibat suara bel apartementnya yang tidak mau berhenti. Kyuhyun mengerang sembari beranjak dari tempat tidur. Ia menyumpah serapah siapa saja yang sudah mengganggu tidurnya saat ini.

Dengan mata yang tidak terbuka sempurna, Kyuhyun berjalan terseok untuk membukakan pintu. Saat pintu sudah terbuka, Kyuhyun memundurkan kepalanya seolah tidak percaya dengan penglihatannya.

Jung Yeon.

“Apa aku mengganggu tidurmu?” Tanya Yeon.

“Benar-benar kau?” Tanya Kyuhyun balik sembari mengusap matanya.

“Tentu saja. Memangnya siapa lagi?” Jawab Yeon sembari masuk ke dalam apartement Kyuhyun.

Mata Kyuhyun benar-benar terbuka sempurna. Tidak ada lagi rasa kantuk yang dirasakannya saat ini. Melihat Yeon berada di apartementnya lagi seperti mimpi untuk Kyuhyun.

“Kenapa kau datang kemari?” Tanya Kyuhyun. Yeon berbalik dan menatapnya.

“Kau tidak senang melihatku disini?”

“Sialan. Tentu saja aku sangat senang. Aku hanya..tidak percaya.”

Yeon menundukkan kepalanya dan menambah langkahnya untuk mendekati Kyuhyun.

“Saat di telepon, suaramu benar-benar terdengar sedih.” Kata Yeon. Kyuhyun hanya diam saja karena dia tahu bahwa Yeon belum selesai berbicara.

“Dan aku–aku mengkhawatirkanmu.” Bisik Yeon.

Jantung Kyuhyun berdetak dengan cepat saat mendengar bisikan Yeon. Ia tidak bermimpi, kan? Sial, dia memang ingin bertemu Yeon di mimpi. Tetapi Kyuhyun ingin semua ini adalah nyata.

“B–bisa kau ulangi s–sekali lagi?” Pinta Kyuhyun.

“Aku mengkhawatirkanmu.” Ulang Yeon.

Senyum lembut perlahan muncul di wajah Kyuhyun. Ia merasa seluruh beban di hatinya terangkat dan membuat rasa sesaknya menghilang. Bagaimana bisa hanya karena sebuah kata sederhana dari Yeon?

“Kau belum mandi?” Tanya Yeon saat melihat Kyuhyun masih memakai kemeja yang digunakannya untuk bekerja.

“Terlalu lelah.” Jawab Kyuhyun.

“Aku akan menemanimu hingga kau tidur. Setelah itu aku akan pulang.” Kata Yeon sembari mengulurkan tangannya pada Kyuhyun dengan ragu.

Kyuhyun langsung menyambut uluran tangan itu. Saat Yeon hendak melangkah, Kyuhyun menahan tangannya hingga Yeon kembali menatapnya.

“Bagaimana bisa aku tidur dan membiarkanmu pulang seorang diri malam-malam seperti ini?” Ujar Kyuhyun.

“Aku bisa meminta Luke menjemputku.” Kata Yeon. Wajah Kyuhyun berubah masam.

“Lebih baik aku yang mengantarmu pulang sekarang.” Tukas Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja. Kau harus bekerja besok. Masalah apapun yang terjadi, harus kau lupakan untuk sementara. Dan kau harus istirahat.” Ucap Yeon sembari menarik Kyuhyun menuju kamar laki-laki itu.

“Apa kau ingat apa yang terjadi di kamar ini terakhir kali kita bersama seperti ini?” Goda Kyuhyun.

“Diamlah.” Sahut Yeon ketus membuat Kyuhyun terkekeh pelan.

Yeon melepaskan tangan Kyuhyun dan naik ke atas tempat tidur. Perempuan itu duduk bersandar pada kepala tempat tidur dan meluruskan kakinya. Ia menatap Kyuhyun dengan tersenyum sembari menepuk pahanya.

“Berbaringlah disini.” Kata Yeon.

Kyuhyun mengikuti ucapan Yeon dan berbaring di atas paha perempuan itu. Ia menghela nafas lega saat merasa sangat nyaman berbaring di sana. Bahkan lebih nyaman dari sebuah bantal.

Kyuhyun tidak bisa menahan detakan jantungnya yang menggila ketika merasakan Yeon membelai kepalanya. Tangan Yeon bagai sihir karena Kyuhyun langsung merasakan kantuk. Tapi Kyuhyun belum ingin tidur.

“Apa Jun tahu kalau kau datang ke sini?” Tanya Kyuhyun sembari menatapnya.

“Tidak. Setiap malam Jun selalu menginap di warnet.” Jawab Yeon.

“Maksudmu, setiap malam kau seorang diri di rumah?” Dan Yeon mengangguk untuk menanggapi ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun benar-benar tidak percaya. Bagaimana bisa Yeon seorang diri di rumah saat malam hari di mana rumah itu pengamanannya sangat minim? Siapa saja bisa masuk ke sana hanya dengan dobrakan ringan.

“Kau tidak bisa melakukan itu! Berbahaya untukmu.” Ujar Kyuhyun.

“Aku sudah biasa melakukannya.” Sahut Yeon.

Tidak. Kyuhyun tidak bisa membiarkannya mulai sekarang. Apalagi Younghwan sudah mengetahui tentang Yeon. Kyuhyun tidak tahu apa yang bisa dilakukan pria itu pada Yeon. Tapi apa yang harus Kyuhyun lakukan untuk menjaganya?

“Apakah mulai sekarang aku harus menginap di rumahmu?” Tanya Kyuhyun. Yeon menjambak pelan rambut Kyuhyun hingga membuat laki-laki itu meringis.

Namun kemudian Kyuhyun tertawa saat melihat wajah kesal Yeon. Ia sudah katakan jika ia senang melihat wajah kesal Yeon, kan?

“Tidurlah agar aku bisa cepat pulang.” Kata Yeon.

“Kau ingin cepat-cepat menghabiskan waktu bersama temanmu itu?” Tuduh Kyuhyun.

“Tutup matamu dan tidurlah.” Yeon menutup mata Kyuhyun menggunakan tangannya.

Kyuhyun meraih tangan Yeon dan menggenggamnya sebelum akhirnya memejamkan matanya. Sebelah tangan Yeon yang bebas masih mengusap kepala Kyuhyun.

Yeon tidak tahu apa yang dipikirkannya. Hanya saja saat mendengar suara Kyuhyun yang terdengar sedih, ia langsung memutuskan untuk menemani laki-laki itu. Selama ini Yeon selalu melihat Kyuhyun yang tampak kekanakan, sehingga saat melihatnya sedih membuat Yeon khawatir.

“Aku bertengkar dengan ayahku.” Kata Kyuhyun tiba-tiba dan membuka matanya.

Yeon menatap Kyuhyun dan gerakan tangannya pada kepala Kyuhyun terhenti.

“Apa kau bersedih karena bertengkar dengan ayahmu?” Tanya Yeon.

“Aku tidak bersedih. Aku hanya, yah, sesuatu terasa mengganjal di dadaku. Aku merasa bersalah karena membuat ibuku bersedih melihat pertengkaranku dan ayahku. Karena itulah aku melarikan diri ke apartement ini.” Jawab Kyuhyun.

“Melarikan diri? Maksudmu?”

“Aku tidak tinggal disini, Yeon. Aku tinggal di rumah bersama orangtuaku. Aku akan tidur disini saat sedang lembur bekerja.” Jelas Kyuhyun. Yeon mengangguk.

“Jadi sekarang aku sedang menenangkan seorang anak yang kabur dari rumah?” Sindir Yeon.

Kyuhyun mengubah posisinya menjadi menyamping, menghadap perut Yeon. Dan kembali memejamkan matanya.

“Aku hanya tidak ingin ibuku semakin bersedih jika melihatku terus berdebat dengan ayahku. Karena itu aku memilih pergi.”

Yeon tidak bisa memberikan kalimat penenang apapun pada Kyuhyun. Yeon membenci Cho Younghwan. Karena itu Yeon tidak sudi memberikan kalimat penenang agar Kyuhyun tidak membenci ayahnya. Akan lebih baik jika Kyuhyun membenci Younghwan seperti yang Yeon lakukan.

“Tidurlah. Semua akan baik-baik saja.” Bisik Yeon.

“Hmm.” Gumam Kyuhyun.

Sepertinya laki-laki itu semakin mengantuk. Karena malam pun semakin larut. Sebelum benar-benar terlelap, Kyuhyun masih sempat mengucapkan terima kasih hingga membuat Yeon tersenyum.

“Selamat malam, Cho Kyuhyun.”

——

Yeon menggeliat pelan dan merasakan seluruh tubuhnya kaku. Tidur dalam posisi duduk bukanlah hal yang baik dan Yeon tidak akan mau mengulanginya lagi. Lehernya terasa sakit dan pinggangnya terasa mau patah.

Saat Yeon membuka matanya, ia terkesiap ketika melihat Kyuhyun sedang duduk dihadapannya dan menatapnya dengan pandangan datar. Yeon terlihat salah tingkah karena tatapan Kyuhyun.

“Ternyata seperti itu wajah tidur dan bangun tidurmu.” Gumam Kyuhyun.

Yeon mencoba untuk beranjak dari tempat tidur, tetapi ia meringis karena pinggangnya terasa benar-benar sakit dan pegal.

“Kau baik-baik saja? Kenapa kau tidur dalam posisi duduk? Kau bilang kau akan pulang setelah aku tertidur?” Tanya Kyuhyun.

“A–aku ketiduran.” Jawab Yeon.

“Aku baik-baik saja. Sakitnya hanya sebentar.” Lanjutnya kemudian.

Dengan perlahan Yeon menuruni kedua kakinya dari atas tempat tidur. Kyuhyun ikut turun dari tempat tidur dan membantu Yeon untuk berdiri.

“Maaf, seharusnya aku tidak membiarkanmu dalam posisi tidak nyaman seperti itu.” Sesal Kyuhyun.

“Bukan salahmu. Itu keinginanku.” Bantah Yeon.

Yeon mengambil tasnya dan melingkarkan talinya pada bahunya.

“Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun.

“Aku harus pulang dan siap-siap bekerja.” Jawab Yeon.

“Kau bisa libur untuk beristirahat.” Kata Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja, Kyuhyun-ssi.” Tegas Yeon. Kyuhyun menghela nafas.

“Aku akan mengantarmu.” Ucap Kyuhyun.

“Tidak perlu. Lebih baik kau pulang dan bersiap-siap juga.” Tolak Yeon.

“Tapi–“

“Kita akan bertemu di kantor.” Kata Yeon dan segera meninggalkan kamar Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam sembari memikirkan perkataan Yeon barusan. Bertemu di kantor? Apakah Yeon secara tidak langsung ingin bertemu dengannya saat di kantor nanti? Dan kenapa sekarang Kyuhyun tidak bisa menahan senyum diwajahnya?

——

Younghwan menggeram di dalam mobilnya saat melihat Yeon keluar dari gedung apartement Kyuhyun. Wajah perempuan itu terlihat senang saat keluar dari sana, entah apa yang mereka lakukan semalaman.

Younghwan memukul jok mobil untuk melampiaskan kekesalannya. Ia harus mencari cara untuk membuat Kyuhyun dan Yeon berpisah. Ia tidak bisa membiarkan Kyuhyun terus bersama perempuan itu, atau Kyuhyun akan mengetahui semuanya.

“Apa yang harus saya lakukan, presdir?” Tanya pria yang duduk di balik kemudi. Ia menatap Younghwan–yang duduk di belakang–dari kaca spion tengah.

“Kau harus terus mengikuti mereka, Sekretaris Jang.” Perintah Younghwan.

“Tetapi berhati-hatilah karena Kyuhyun sekarang sudah tahu bahwa aku meminta seseorang mengikutinya.” Pesan Younghwan.

“Baik, presdir.”

“Si bodoh itu tidak tahu perempuan seperti apa yang disukainya. Aku tahu bahwa perempuan itu memiliki maksud bekerja di perusahaanku.” Geram Younghwan.

“Kenapa Anda tidak memecatnya saja, presdir?” Saran Sekretaris Jang.

“Tidak untuk sekarang. Kyuhyun bisa meninggalkan perusahaan jika aku melakukannya. Sedangkan aku tidak bisa kembali ke perusahaan. Semuanya akan berantakan jika aku bergerak terburu-buru.” Jelas Younghwan.

“Aku akan membuat Kyuhyun sadar bahwa perempuan itu memiliki maksud saat mendekatinya.” Ucap Younghwan.

“Bagaimana dengan perjodohan yang ditolak Direktur Cho, presdir?” Tanya Sekretaris Jang. Younghwan tertawa seakan Sekretaris Jang memberikan sebuah lelucon.

“Tentu saja aku akan melanjutkannya, Sekretaris Jang. Kau tahu bahwa tidak akan ada yang bisa menentang keinginanku. Termasuk anakku sendiri. Jika CH Group bergabung dengan perusahaanku, maka Pearl Group akan menjadi perusahaan terbesar di Korea Selatan.” Ujar Younghwan dengan sebuah senyum sinis diwajahnya.

“Dan aku akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku. Terutama anak dari Jung Jaehoon itu.” Desis Younghwan.

——

–To Be Continued–

HAI! Bagaimana Ffnya sejauh ini? Masih menarik atau mulai membosankan? Hahahaha. Hayoooo ada yang gagal fokus sama si Luke. Gak boleh, ya. Kasihan kalo Kyuhyun kalian singkirin. Hihihihi..

Happy reading~

BYE~

Advertisements

98 thoughts on “Love, Hurt, and Revenge – Part 5

  1. Wow..Ayah Kyu sudah menunjukkan taringnya.
    Dan Kyu akan di buat benci sama Ayahnya
    Semakin seru😏. Yeon benar2 akan menghancurkan keluarga Kyu.
    Tapi aku harap dia tetep kekeh dengan tujuan utamanya.
    Astaga aku jadi penasaran lanjutannya , pasti akan banyak kejutan dan ketegangan.
    Ah di tunggu kalo begitu kejutan part selanjutnya ^^
    Keep fighting πŸ˜‰πŸ˜‰

  2. Hubungan kyuhyun sama yeon mulai dekat, bapaknya kyuhyun udh mulai ikut campur tangan nihh,,,semakin penasaran menuju klimaks
    Semangat eoniii,,,,

  3. Sptny jln Yeon bt bls dndam mkn berat Krn dia sndri mlai terpesona sm kyu.
    Bnr kan ayahny kyu yg jht, Yeon kyny dlm bhaya nih.
    Lanjut… Ah seru😍

  4. Ternyata si paman chocho itu udh tau ya siapa si yeon…
    Si paman chocho itu emang org jahat ya…???
    Ni anaknya udh gak bisa lepas dr yeonn…
    Janagn bilang si paman mo nyingkirin yeon,
    Bisa ngamuk tuh anaknya…
    Makin suka aku ama ffnya thor…

    Semangat ya buat kelanjutannya…

  5. Enjoy banget baca ff ini. Sampe nggak mau ketinggalan per kata pun, hehe. Salut.
    Keren kak author yang buat😍😍 semangat terus ya😘😘

  6. Sadiiss… Apa yg Kyuhyun ngga tau? Menurut aku disini si Kyuhyun jadi korban deh, korban bales dendamnya Yeon sma korban kejahatn bapanya sndiri. Sbnernya Yeon itu punya rasa yg tulus dibalik rencananya buktinya dia khawatir sma Kyuhyun.

    Luke ko gtu bgt sih, dibuat mau sma Eunsoo lah author kasian Eunsoo harus pura2 punya pacar. Seenggaknya klo Yeon kesakitan krna rencananya dia punya Luke yg bakal ngehibur, tapi Kyuhyun?? Jdi kasian deh ama Kyuhyun. Banyak sekali yg jadi prtanyaan. Next authoorr,,, semangat!!

  7. Benarkah ayahnya kyuhyun tahu maksud yeon mendekati kyuhyun ? Atau dia hanya paranoid saja karena kejahatan yang telah diperbuatnya pada orang tua yeon hingga dia takut kyuhyun mengetahuinya dan mengira yeon mendekati kyuhyun karena hartanya saja bukan karena balas dendam

  8. Apa yang akan terjadi nantinya jika kyuhyun tau niat awal yeon mendekatinya hanya untuk balas dendam aja. Pasti mereka berdua akan saling tersakiti nanti y. Appa ya kyuhyun pasti merencanakan bagaimana cara menyinkirkan yeon. Semangattttt!!!!!! Nulis y unnie

  9. Yeon udah mulai cinta sama Kyuhyun πŸ˜€
    Udah mulai romantis2an nih.
    Hati2 tuh sama ayahnya Kyuhyun jgn terlalu terlena romantisannya πŸ˜€

  10. Kalau tahu ff ini bikin penasaran, mending aku tunggu sampai ff ini end biar gak penasaran kayak gini.
    Mudah”an aja kk cepat updatenya :D.

    Apakah yeon udah mulai tertarik dg kyu tanpa adanya pembalasan dendam? Kalau yeon cuma memanfaatkan ketertarikan kyu terhadapnya, kan kasihan kyu yg mencintai yeon dg sungguh”.
    Mudah”an aja kyu dapat menerima alasan yeon yg ingin membalas dendam ke appanya.
    Dan appanya kyu cepat” lah sadar sebelum terlambat.

    Fighting kak πŸ˜€

  11. Ayahnya kyuhyun tega bener kesannya menjual anaknya sendiri demi perusahaanya berkembang besar. Aku suka yeon yang peka, perhatian dan tanggap dengan perubahan sikap kyuhyun semoga itu juga tulus..

  12. Shit!!! jahat sekali kau cho younghwan yang terhomat -__- enak aja menjodohkan kyuhyun dan yongri >_< Ah gawat kalo kyu tau rencana balas dendamnya yeon gimana ya? pastinya sangat kecewa 😦 tapi kalo gk segera tau kasian juga kyuhyunnya πŸ˜₯

  13. Berarti dari sini udah mulai konfliknya yaah.. yeon mulai mencoba fokus walopun agak susah sepertinya hahaha, dan selanjutnya ayah kyuhyun juga mulai waspada sama yeon..
    Sepertinya makin seru yaaa.. yuhuuu

  14. Bapaknya kyuhyun yg emang harus diruwat tuh sifatnya:3
    Nyebelin bgt ih-_- kzl
    Anaknya lg berbunga” ehh malah digituin-_-

  15. Konflik na uda mulai panas d part ini. Tp aq mlh pengen tw gmn prjuangan na eunsoo bwt dapetin luke. Hahaha semangat thor

  16. Makin suka ma ff nys thor 😘😘suka liat kebersamaan KyuYeon sweet bgt mereka hihihi jdi pnsaran apa yg akan dilakuin younghwan ke yeon >< keep writing thor

  17. ayah kyuhyun jahat bgt yah… ada apa dengan mas alalu ayahnya kyuhyun dan ortunya yeon.. kenapa bisa sampe dibunuh sama ayahnya kyu.. wah pasti kyuhyun bakal terpukul bgt sih kalo tau yvs esungguhnya tp astaga kyuhyun benrran sayang bgtlah sama yeom dan yeon yah selamat terjebak di dalam permainanmu sendiri hahaha lanjuuuuttt

  18. Pengen banget tau kebenaran apa yy di sembunyiin Kyu appa..
    Dan bagaimana kelanjutan kisah manis cinta Yeon sama Kyu.
    Semoga happy ending aja deh hehe
    Fifhting thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s