The One and Only – Part 16

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

ย Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

Mata Hyunji melebar saat mendengar ucapan Jihoon. Pada awalnya ia tidak mengenali siapa laki-laki yang wajahnya tampak sangat berantakan tersebut. Namun saat mendengar ucapannya, Hyunji langsung mengenalinya.

Dan saat ini Hyunji tampak sangat panik dan ketakutan. Ia bahkan tidak sadar Siwon berjalan menghampirinya. Karena tiba-tiba saja Siwon sudah berada di hadapannya. Mencengkram kedua lengannya dengan erat.

“Kau tidak melakukannya, kan?” Tanya Siwon pelan. Hyunji menatap Siwon.

“M–melakukan apa?” Hyunji bertanya balik.

“Bajingan itu bilang jika kau yang menyuruh semuanya. Kau yang menghancurkan rumah tanggaku, Hyun.”

“T–tidak. Aku t–tidak melakukannya.”

“Dia bohong! Kau yang menyuruhku melakukannya, Hyunji-ssi! Kau memberiku uang lima ratus won!” Kata Jihoon.

“Kau siapa? Aku tidak mengenalmu!” Balas Hyunji.

“Aku tidak mengenalnya, Siwon-ah. Aku tidak tau siapa dia.” Hyunji balas mencengkram lengan Siwon.

“Kau tidak mengenalnya?” Tanya Siwon.

“Tidak. Aku tidak mengenalnya.” Jawab Hyunji.

Siwon terdiam. Seperti inilah saat itu ia menanyakan hal yang sama pada Yongri. Dan jawaban Hyunji pun sama dengan jawaban Yongri. Hanya saja, Siwon dapat melihat jika Hyunji berbohong. Siwon dapat melihat dari matanya.

Kenapa saat itu Siwon tidak mempercayai Yongri? Kenapa Siwon mengabaikan mata Yongri yang mengatakan kejujurannya? Kenapa Siwon sangat bersikap begitu bodoh?

“Benar. Kau tidak mungkin mengenalnya.” Ucap Siwon.

“Siwon-ssi!” Myungsoo terlihat tidak percaya dengan ucapan Siwon.

“Kenapa? Aku tau bahwa Hyunji tidak akan pernah melakukannya. Kau temanku ‘kan, Hyun?” Siwon menatap Hyunji dengan pandangan yang sulit diartikan.

Namun bukannya merasa tenang, Hyunji justru semakin takut melihat wajah Siwon saat ini.

“Y–ya. Aku temanmu.”

“Dia berbohong, Siwon-ssi! Dia yang memberitahuku semua tentang istrimu. Tentang keperawanannya, tentang kehamilannya dan kebiasaannya pergi ke club. Aku mengetahui semuanya dari dia!” Jihoon menunjuk Hyunji.

“Tutup mulutmu, bajingan! Tidak ada yang menyuruhmu berbicara!” Bentak Siwon.

“Siwon-ssi! Apa kau sudah gila? Kau masih mempercayai iblis itu?” Ujar Myungsoo.

“Kau juga tutup mulutmu! Aku tau bagaimana temanku!” Balas Siwon.

“Aku bisa menunjukkan padamu bahwa dia mengirimkan uang padaku.” Kata Jihoon.

Masih terus berusaha agar Hyunji yang disalahkan disini. Ia tidak ingin hanya dirinya yang dipersalahkan. Karena ia melakukan semuanya karena keterpaksaan. Jika ia tidak membutuhkan uang, Jihoon tidak akan melakukan semua ini.

“Kenapa kau melakukan ini padaku? Aku tidak mengenalmu!”

“Kau mengenalku.”

“Tidak. Aku tidak mengenalmu, Park Jihoon!” Bentak Hyunji.

Sesaat kemudian Hyunji tersadar dengan apa yang baru saja diucapkannya. Ia menyebutkan nama Jihoon dengan mulutnya sendiri. Hyunji menoleh dengan perlahan. Dan ia menemukan Siwon yang sedang menatapnya dengan tajam.

“Kau mengetahui namanya.” Desis Siwon.

Hyunji memundurkan langkahnya saat melihat Siwon melangkah maju untuk mendekatinya. Siwon terlihat seperti malaikan pencabut nyawa saat ini.

“Aku tidak pernah mengatakan padamu siapa nama bajingan ini. Bahkan saat aku menceritakan semuanya padamu, aku tidak mengatakan siapa namanya.” Kata Siwon sembari terus melangkah.

“A–aku–“

“Kau mengenalnya, Han Hyunji. Kau berbohong padaku!”

“Siwon-ah, aku–“

PLAKK!!

Mata Myungsoo melebar saat melihat Siwon menampar Hyunji. Ia tidak mempercayai penglihatannya. Tapi Myungsoo tidak bisa mengabaikan warna merah pada pipi Hyunji saat ini. Dan wanita itu meneteskan airmata. Entah karena rasa sakit akibat tamparan Siwon atau karena rasa takut.

Hyunji memegang pipinya yang terasa sakit. Namun rasa sakit ini tidak bisa mengalahkan rasa takutnya. Siwon mengetahui semuanya. Dan ia sudah ketahuan berbohong. Hyunji ingin pergi, namun ia tau bahwa ia tidak bisa melakukannya.

“Bagaimana bisa kau melakukannya padaku, Hyun? Kenapa kau menghancurkan rumah tanggaku?!” Bentak Siwon.

“Selama ini aku selalu menceritakan semua masalahku padamu. Kau memberikanku semua saranmu. Bagaimana bisa kau–” Siwon tampak tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Kau membuatku membenci istriku sendiri, sialan!!” Bentak Siwon lagi hingga membuat Hyunji terlonjak karena terkejut.

“Kau membuatku meragukannya. Kau membuatku meragukan anakku sendiri!!” Siwon terlihat ingin kembali menampar Hyunji. Namun ia berusaha menahannya.

“A–aku akan menjelaskan semuanya, Siwon-ah.”

“Aku tidak butuh, sialan!”

“Apa yang akan kau katakan? Kau mencintaiku karena itu kau melakukan semuanya? Lalu apakah kau pikir karena itu aku bisa menerima semua perbuatanmu? Tidak. Aku tidak akan pernah menerimanya!”

Airmata Hyunji semakin banyak mengalir. Selain karena takut, ia juga merasa sedih mendengar ucapan Siwon. Sepertinya Siwon tidak peduli dengan perasaan Hyunji padanya. Ia tidak berarti apapun untuk Siwon.

“Kau.. Kau benar-benar perempuan iblis, Han Hyunji. Kau adalah seorang perempuan, tetapi kau melakukan hal sekeji ini kepada perempuan lain. Kau bahkan ingin tidur denganku setelah kau membuatku membenci istriku. Bagaimana bisa kau bersikap sialan seperti ini?!”

Myungsoo mengusap keningnya saat mendengar kata-kata kasar Siwon. Saat sedang marah, kata-kata Siwon terdengar mengerikan. Ia bahkan tidak peduli pada siapapun yang mendapatkan kata-kata kasar itu.

“Seharusnya aku sadar dari awal bahwa kau tidak benar-benar tulus berteman denganku. Kau hanya terobsesi padaku dan ingin memiliku. Seharusnya aku tau bahwa kau hanya ingin kejantananku berada di dalam dirimu!”

“Tidak seperti itu, Siwon-ah.”

“Aku bilang tutup mulutmu, Han Hyunji! Aku tidak ingin mendengar suaramu yang penuh kebohongan itu.” Geram Siwon.

“Apa yang dimiliki Yongri dan tidak dimiliki olehku?!” Sela Hyunji tanpa memperdulikan geraman Siwon. Siwon menatapnya dengan tajam.

“Aku mengenalmu lebih dulu dan aku mengetahui semua tentangmu! Bagaimana bisa kau jatuh cinta padanya tetapi kau tidak jatuh cinta padaku?!”

“Han Hyunji!!”

“Jika kau sekali saja melihat bagaimana perasaanku padamu, aku tidak akan pernah melakukan hal ini! Aku mencintaimu! Bukan terobsesi padamu!”

Siwon mengangkat tangannya dan hendak kembali menampar Hyunji. Namun gerakannya terhenti saat melihat mata Hyunji yang langsung terpejam dengan erat seolah sudah siap mendapatkan tamparan darinya.

“Kau gila..” Ucap Siwon.

Hyunji membuka matanya dan menatap Siwon. Kemudian menatap tangan Siwon yang terhenti di udara. Ia tau bahwa Siwon tidak akan mungkin setega itu untuk menyakitinya. Tamparan Siwon tadi pasti ketidaksengajaan.

“Siwon-ah..” Hyunji mendekati Siwon dengan memegang lengannya.

“Aku bisa memberikan apapun yang tidak bisa diberikan Yongri padamu. Aku akan setia padamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”

“Cukup, Han Hyunji!” Siwon menghempaskan tangan Hyunji.

“Pergilah! Enyah kau dari hadapanku! Lupakan bahwa kita pernah berteman. Aku tidak ingin melihatmu lagi!” Usir Siwon.

Hyunji menyeka airmatanya dan menatap Siwon dengan tajam.

“Kau tau bahwa aku bisa melakukan apapun pada Yongri. Aku bisa–” Hyunji tidak dapat meneruskan ucapannya karena Siwon mencekik lehernya dengan kuat.

“Aku akan membunuhmu lebih dulu sebelum kau menyakiti Yongri!”

“Siwon-ssi, hentikan!” Myungsoo berusaha melepaskan tangan Siwon dari leher Hyunji. Wajah Hyunji terlihat membiru karena tidak bisa bernafas.

“Hentikan! Hentikan! Kau bisa membunuhnya!” Kata Myungsoo panik.

Myungsoo berhasil melepaskan Hyunji dari Siwon. Hyunji tampak terbatuk-batuk dan menghirup oksigen dengan begitu rakus. Sesaat kemudian ia menatap Siwon dengan tidak percaya. Siwon hampir membunuhnya.

“Aku tidak main-main dengan ucapanku. Jika kau berani menyakiti Yongri, aku tidak akan melepaskanmu. Aku tidak peduli bahwa kau seorang perempuan, Han Hyunji. Bagiku kau hanyalah seorang iblis!” Ucap Siwon penuh penekanan.

“Dimana Yongri sekarang?” Tanya Siwon pada Myungsoo.

“Dia berada di cafeku.” Jawab Myungsoo.

Siwon menatap Hyunji untuk terakhir kalinya sebelum keluar dari ruangannya untuk menemui Yongri. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf darinya. Bahkan jika Siwon harus mati untuk mendapatkannya.

Myungsoo menatap Hyunji yang menangis terisak akibat semua ucapan dan perbuatan Siwon. Ia tidak merasa kasihan sedikit pun padanya. Karena Hyunji sangat pantas untuk mendapatkannya.

“Kau benar-benar menyedihkan.” Ujar Myungsoo dan segera menyusul Siwon.

——

Siwon masuk ke dalam cafe Myungsoo dan menemukannya. Menemukan Yongri–nya berada di sana. Duduk di balik meja kasir sama seperti saat terakhir kali Siwon datang ke sana. Siwon ingin menangis saat mengingat apa yang sudah dilakukannya pada Yongri.

Yongri melihat kedatangan Siwon. Diikuti dengan Myungsoo dibelakangnya. Ia sudah bisa menebak apa yang terjadi. Siwon sudah mengetahui semuanya. Terlihat dari wajah Siwon yang tampak merasa bersalah.

“Oppa, aku akan pulang.” Kata Yongri pada Sunggyu.

“Eh?” Sunggyu terlihat terkejut.

Yongri segera berdiri dan meninggalkan meja kasir. Mencoba untuk tidak memperdulikan kehadiran Siwon di sana. Ia bukan Tuhan yang bisa dengan mudah memaafkan kesalahan seseorang.

“Yongri-ya..” Siwon menahan lengan Yongri. Namun Yongri justru menghempaskan tangan Siwon dilengannya.

“Jangan menyentuhku! Tanganmu bisa kotor jika kau menyentuhku yang sudah banyak ditiduri oleh laki-laki.” Ucap Yongri dengan tajam. Kemudian ia segera meninggalkan cafe Myungsoo.

Siwon terlihat hendak menyusul Yongri, namun Myungsoo menahannya.

“Aku pikir Yongri butuh waktu.” Kata Myungsoo. Siwon melihat Yongri menaiki taksi.

“Aku harus segera menyelesaikannya, Myungsoo-ssi. Aku harus minta maaf padanya. Dimana apartementmu?” Tanya Siwon.

“Ada apa dengan apartementku?” Sebelah alis Myungsoo terangkat.

“Dia tinggal di tempatmu, kan?”

Myungsoo mendengus dengan kasar dan menahan tangannya untuk tidak kembali melukai hidung Siwon.

“Kau benar-benar bedebah sialan, Siwon-ssi.” Maki Myungsoo. Siwon terkejut mendengar makian Myungsoo.

“Ternyata sedikit pun kau tidak mempercayai Yongri. Kau benar-benar sialan. Aku pikir ini bukan hanya kesalahan Han Hyunji. Kau juga bersalah karena tidak mempercayai Yongri sedikit pun.”

“Apa maksud semua ucapanmu? Yongri tidak tinggal bersamamu?”

“Tidak, sialan! Dia tinggal di rumah orangtuanya.” Geram Myungsoo.

Siwon memejamkan matanya dan memijat pelipisnya yang berdenyut. Myungsoo benar. Ia memang seorang bedebah sialan. Seberapa banyak lagi ia akan meragukan Yongri? Sial. Sial. Sial.

“Kalau begitu aku akan ke rumah orangtuanya.” Gerakan Siwon kembali tertahan oleh Myungsoo.

“Apa lagi, Myungsoo-ssi? Aku tau bahwa aku bedebah sialan! Karena itu biarkan aku mengemis maaf dari Yongri.” Kata Siwon dengan putus asa.

“Aku pikir kau harus mendapatkan permintaan maaf terlebih dahulu dari Yongri, sebelum kau kerumah Hyunseok ahjussi.” Saran Myungsoo.

“Orangtua Yongri sangat marah padamu atas apa yang kau lakukan pada anaknya. Jika kau datang ke sana sekarang di saat Yongri belum memaafkanmu, keadaan akan semakin kacau.” Jelas Myungsoo.

Siwon menghela nafas panjang. Kesal saat mendengar ucapan Myungsoo, tetapi ia menyetujuinya. Ia hanya akan membuat keributan jika pergi ke rumah Yongri sekarang. Dan Yongri pun tidak mungkin mau menemuinya.

“Aku akan membantumu bertemu dengan Yongri besok. Lebih baik sekarang kau pulang dan merenungkan kebodohanmu itu.” Ucap Myungsoo.

“Sialan.”

“Ya, kau memang sialan.” Sahut Myungsoo dan meninggalkan Siwon.

——

Yongri tidak dapat menolak saat Myungsoo menarik pelan tangannya menuju ke ruangan laki-laki itu. Ruang kerja Myungsoo di cafe tidak seperti ruang kerja di kantoran pada umunya.

Di sana terdapat sebuah tempat tidur yang biasa Myungsoo gunakan untuk beristirahat. Juga terdapat meja kerja dan kursi kerja sederhana yang digunakan Myungsoo untuk bekerja. Lebih kepada mengecek pemasukan dan pengeluaran dicafenya.

“Bagaimana keadaanmu hari ini? Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Myungsoo. Walaupun merasa bingung, Yongri menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu, kau siap untuk berbicara, kan?” Tanya Myungsoo lagi.

“Apa maksudmu?” Yongri benar-benar merasa bingung.

Namun saat melihat Myungsoo tersenyum, Yongri seolah dapat menebak apa yang dimaksud oleh Myungsoo. Dan Yongri semakin yakin dengan tebakannya saat melihat Siwon masuk ke dalam ruangan Myungsoo.

Yongri menatap Myungsoo dengan kesal. Ia melangkah untuk meninggalkan mereka, namun Myungsoo menahannya untuk tetap berada di sana.

“Apa yang kau lakukan, Kim Myungsoo?!”

“Yongri-ya, aku tau bahwa kau masih marah. Tetapi aku pikir kau perlu berbicara pada suamimu.” Bujuk Myungsoo.

“Aku tidak ingin berbicara dengannya. Aku tidak ingin berbicara dengan laki-laki yang tidak pernah mempercayaiku!” Tolak Yongri.

Myungsoo menatap Siwon sesaat.

“Yah, aku juga marah dengan kenyataan bahwa dia tidak pernah mempercayaimu. Tetapi kalian disini hanyalah korban dari perasaan terobsesi seseorang. Kalian bisa membicarakannya baik-baik.”

“Apa maksudmu?” Tanya Yongri.

“Suamimu bisa menjelaskan semuanya. Aku akan meninggalkan kalian.” Kata Myungsoo dan segera keluar dari ruangannya.

“Ya, Kim Myungsoo!” Jeritan Yongri tidak diperdulikan oleh laki-laki itu.

Yongri mendengus kesal dan membalikkan badannya. Ia tidak ingin menatap Siwon. Melihat Siwon hanya akan mengingatkannya pada kata-kata kasar yang dilontarkan padanya.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon sembari mendekati Yongri.

Yongri hendak meninggalkan Siwon, namun Siwon dengan cepat menahannya. Bagaimana pun caranya, Siwon harus berbicara pada Yongri hari ini. Bahkan jika Siwon harus mengikat Yongri, ia akan melakukannya.

“Aku mohon dengarkan aku. Maafkan aku, Yongri-ya..”

“Maaf? Setelah semua tuduhan dan kata-kata kasarmu padaku dan sekarang kau meminta maaf?” Ucap Yongri tidak habis pikir.

“Aku tau bahwa aku tidak pantas mendapatkan maafmu.”

“Bagus jika kau menyadarinya.” Suara Yongri terdengar sangat dingin. Hingga membuat Siwon seperti tidak mengenalinya.

Siwon menundukkan kepalanya dengan tangannya yang tidak lepas dari lengan Yongri. Ia tidak ingin Yongri kabur meninggalkannya.

“Hyunji yang melakukan semuanya.” Kata Siwon pelan. Yongri menatap Siwon dengan bingung.

“Hyunji yang membayar Park Jihoon untuk melakukan semua ini. Hyunji yang menghancurkan pernikahan kita, Yongri-ya.” Jelas Siwon.

Yongri terperangah mendengar penjelasan Siwon. Ia tau jika Hyunji memang bukanlah orang baik, namun Yongri tidak menyangka jika Hyunji mampu melakukan semua ini. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Siwon.

“Hyunji yang melakukannya?” Tanya Yongri memastikan.

“Ya, Yongri-ya. Hyunji yang melakukannya.” Jawab Siwon.

Yongri tersenyum miris. Masih sulit mempercayai semuanya. Hyunji memiftnahnya agar Siwon membencinya. Agar Siwon menceraikannya dan ia bisa memiliki Siwon.

“Kau selalu menuduh Myungsoo jika dia bisa mengambilku darimu setiap waktu. Kau selalu memberikan aura permusuhan kepada Myungsoo setiap kau melihatnya. Tetapi kau membutakan dirimu sendiri dengan semua yang dilakukan Hyunji. Kau selalu menganggap bahwa temanmu lebih suci daripada milikku.” Kata Yongri dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku juga tidak menyangka jika Hyunji yang melakukan semua ini, Yongri-ya. Dia selalu mendukung apapun yang aku lakukan. Dia juga tidak pernah membicarakan sesuatu yang buruk tentangmu sebelum kejadian itu.”

“Setelah apa yang dia lakukan, kau masih membelanya?” Airmata Yongri menetes diwajahnya.

“Tidak. Aku tidak membelanya. Aku hanya ingin kau tau bahwa aku tidak memiliki pemikiran sama sekali jika Hyunji yang melakukannya. Karena itulah aku berpikir jika Park Jihoon mengatakan kebenaran.”

“Pada intinya kau lebih percaya pada Hyunji daripada diriku, kan?” Tuduh Yongri.

“Tidak, Yongri-ya. Bukan seperti itu.” Bantah Siwon.

“Aku bukan satu-satunya yang kau percayai di dunia ini, Siwon-ssi. Hyunji berada jauh di atasku dan kau lebih mempercayainya. Kau pembohong.”

“Yongri-ya, aku mohon maafkan aku.”

“Walaupun aku perempuan nakal yang selalu menghabiskan waktu setiap malam di club, aku tidak pernah membiarkan diriku di sentuh laki-laki. Aku selalu meminta Myungsoo menemaniku. Kau tau kenapa? Karena aku takut laki-laki di luar sana memanfaatkanku dan meniduriku di saat aku tidak sadar.” Kata Yongri dengan terus menangis.

“Aku tau, Yongri-ya. Aku tau. Maafkan aku.” Sesal Siwon dengan wajah frustasi.

“Jika aku seperti yang mereka tuduhkan, aku pasti sudah pernah mengandung dan memiliki anak saat menikah denganmu. Ibuku pasti akan mengatakan semuanya padamu karena kau tau dia selalu menyebarkan keburukanku. Kau seharusnya tau itu, Siwon-ssi!” Yongri memukul dada Siwon dengan keras.

“Bagaimana bisa kau tidak mempercayaiku sedikit saja? Bagaimana bisa kau menuduhku mengandung bayi laki-laki lain di saat hanya kau yang menyentuhku satu-satunya? Bagaimana bisa kau..” Isak Yongri dengan keras.

Yongri benar-benar merasa sedih dan terluka mengingat apa yang Siwon tuduhkan padanya. Mengingat tidak ada sedikit pun kepercayaan Siwon padanya setelah hampir satu tahun mereka tinggal bersama.

“Maafkan aku..” Bisik Siwon.

“Pukullah aku sepuasmu tetapi aku mohon maafkan aku.” Pinta Siwon dengan wajah yang basah oleh airmata.

“Bagaimana dengan luka dihatiku? Apa kau pikir semuanya bisa hilang setelah kau meminta maaf? Bagaimana dengan harga diriku yang sudah kau lecehkan, Siwon-ssi?!” Pekik Yongri.

Yongri mencengkram kemeja Siwon hingga kusut. Merasa bingung apakah ia harus menarik Siwon ke dalam pelukannya ataukah mendorong Siwon menjauh karena rasa sakitnya. Tetapi yang Yongri tau, ia ingin Siwon berada di dekatnya.

“Katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk menyembuhkan lukamu?” Ucap Siwon. Yongri menatap Siwon dengan matanya yang merah.

“Bagaimana jika luka ini akan sembuh jika kau menghilang dari hidupku?” Tanya Yongri. Wajah Siwon terlihat panik.

“Tidak, tidak, Yongri-ya.” Siwon menangkup wajah Yongri menggunakan kedua tangannya.

“Aku tidak akan meninggalkanmu. Demi Tuhan aku tidak akan pergi dari hidupmu!” Bentak Siwon.

Tubuh Yongri merosot dan terduduk di lantai yang dingin. Ia menangis sembari memukul pelan dadanya yang terasa sesak. Semuanya terasa menyakitkan. Melihat Siwon yang memohon padanya sangat menyakitkan.

“Maafkan aku, Yongri-ya..” Siwon menekuk salah satu kakinya hingga posisinya menjadi sejajar dengan Yongri.

“Seandainya saja Hyunji–” Siwon tidak dapat menyelesaikan ucapannya saat melihat Yongri menatapnya tajam.

“Mungkin Han Hyunji memang penyebab dari semua tuduhan yang diberikan padaku.” Kata Yongri sembari menyeka airmatanya.

“Tetapi kau adalah penyebab dari kehancuran pernikahan kita.” Yongri menunjuk dada Siwon.

“Seandainya saja kau memiliki kepercayaan padaku, semua ini tidak akan pernah terjadi.” Lanjut Yongri dan segera berdiri meninggalkan Siwon.

“Yongri-ya! Yongri-ya!”

Siwon menutup wajahnya dan airmatanya semakin banyak yang mengalir. Yongri benar. Jika saja seandainya ia lebih percaya pada Yongri, semua ini tidak akan terjadi. Siwon tidak bisa menyalahkan Hyunji karena dialah yang lebih bersalah.

——

“Oh, Yongri-ya..” Myungsoo mencegah Yongri yang hendak meninggalkan cafe sembari menangis.

Yongri menepis tangan Myungsoo hingga membuat laki-laki itu terkejut. Sepertinya Yongri marah padanya.

“Jika kau melakukan ini lagi, aku tidak akan mau bertemu denganmu lagi, Kim Myungsoo!” Ancam Yongri hingga membuat Myungsoo meringis.

Yongri menatap Myungsoo dengan tajam dan kemudian meninggalkan cafe. Myungsoo mengusap kepala belakanganya dan berbalik untuk bertemu Siwon. Ia yakin pembicaraan mereka tidak berjalan lancar.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Myungsoo saat melihat Siwon keluar dari ruangannya sembari mengusap wajahnya yang basah.

“Ya. Ya, aku baik-baik saja.” Jawab Siwon dengan tersenyum kecil.

“Aku pikir Yongri membutuhkan waktu lebih banyak untuk bisa memaafkanmu. Biar bagaimana pun ucapan-ucapan kasarmu benar-benar membuatnya terluka.”

“Ya, kau benar. Aku mengacaukan segalanya.”

“Yongri hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka di hatinya. Suatu hari pun dia akan kembali merindukanmu.” Kata Myungsoo menenangkan Siwon.

“Aku harap begitu.” Sahut Siwon.

“Terima kasih untuk semuanya, Myungsoo-ssi. Dan maaf telah bersikap tidak bersahabat selama ini.” Ucap Siwon. Myungsoo hanya menaikkan kedua bahunya.

“Aku tidak pernah mempermasalahkannya.” Balas Myungsoo.

Siwon tersenyum dan menepuk pelan lengan Myungsoo. Kemudian segera meninggalkan laki-laki itu untuk menenangkan dirinya. Ia juga harus memikirkan cara untuk membuat Yongri memaafkannya.

——

Siwon mengendarai mobilnya dengan hati-hati dan berharap taksi yang sedang dinaiki Yongri tidak menyadari jika ia sedang mengikutinya. Siwon tidak tau kemana taksi itu akan membawa Yongri.

Siwon hanya terus mengikutinya sejak pertama Yongri menaikinya di depan rumah orangtuanya. Sudah selama hampir satu minggu ini Siwon secara diam-diam mengikuti Yongri kemana pun perempuan itu pergi, di saat ia sedang tidak memiliki pekerjaan.

Siwon senang karena Yongri tidak pergi ke tempat-tempat yang berbahaya. Perempuan itu banyak menghabiskan waktunya di cafe Myungsoo. Siwon merasa tenang karena di sana ada Myungsoo yang akan menjaganya dengan baik.

Namun saat ini taksi yang membawa Yongri tidak menunjukkan tanda-tanda akan ke cafe Myungsoo. Walaupun Siwon hanya mengikuti, Siwon juga memperhatikan jalan disekitarnya. Dan jalan ini bukan menuju ke cafe Myungsoo.

“Mau kemana dia?” Gumam Siwon.

Siwon masih terus setia mengikuti taksi tersebut. Hingga beberapa puluh menit kemudian taksi itu berhenti di sebuah panti asuhan. Siwon menatap panti asuhan serta Yongri yang baru keluar dari taksi secara bergantian.

Ini pertama kalinya Yongri mendatangi panti asuhan selama Siwon mengikutinya. Panti asuhan tidak ada dalam daftar tempat yang akan di datangi oleh Yongri, menurut Siwon. Jadi, saat melihat Yongri datang ke panti asuhan, Siwon merasa aneh.

Siwon turun dari mobilnya dan mengikuti Yongri yang sudah masuk ke dalam. Siwon mengelilingi panti asuhan dan melihat pergerakan Yongri melalui jendela. Berusaha agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

Yongri tampak sedang berbicara dengan pengurus panti. Seorang wanita paruh baya yang masih tampak sehat. Siwon menebak jika ini pertama kalinya Yongri datang. Karena wajah istrinya itu tampak canggung saat berbicara.

“Apa yang dilakukannya disini?” Gumam Siwon.

Tiba-tiba Siwon tersentak. Yongri tidak mungkin berniat mengirimkan anak mereka ke panti asuhan ini karena membenci Siwon, kan? Siwon menggeleng. Tidak mungkin. Ia tidak ingin melakukan kesalahan lagi dengan berpikiran buruk pada perempuan itu.

Siwon memanjangkan lehernya saat melihat Yongri memasuki sebuah ruangan. Ia tidak bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan Yongri sana.

Menunggu selama hampir 15 menit, Siwon melihat Yongri keluar dari ruangan tadi sembari menggendong seorang bayi. Mata Siwon melebar saat melihat bayi tersebut tampak begitu mungil di dalam dekapan Yongri.

Siwon meninggalkan tempatnya saat melihat Yongri berjalan keluar. Bukan untuk meninggalkan panti asuhan, tetapi Yongri berjalan ke belakang panti. Siwon merasa takjub saat menemukan sebuah taman yang cantik di belakang panti asuhan.

Yongri duduk di sebuah ayunan di sana sembari memberikan susu pada bayi yang digendongnya. Siwon tidak bisa menahan senyum diwajahnya. Apa istrinya itu sedang belajar merawat seorang bayi?

Melihat Yongri menggendong seorang bayi benar-benar sebuah pemandangan yang menakjubkan untuk Siwon. Yongri terlihat sangat cantik dengan rambutnya yang berkibas akibat tertiup angin dan senyum diwajahnya yang tidak hilang.

Senyum Siwon hilang saat mengingat bagaimana perlakukannya pada Yongri beberapa waktu yang lalu. Bagaimana ia bersikap begitu kejam pada perempuan yang begitu polos seperti Yongri? Seharusnya Siwon tau bahwa Yongri bukanlah wanita pengkhianat seperti Hyunji.

“Cantik..” Lirih Siwon.

Siwon mengeluarkan ponselnya. Mengabadikan pemandangan yang begitu cantik tersebut diponselnya. Jika Yongri tidak bisa memaafkannya dalam waktu dekat, setidaknya ia bisa memandangi wajah cantik Yongri dari ponselnya.

Siwon tau seharusnya ia tidak menghampiri Yongri. Tetapi Siwon tidak dapat menahan kakinya yang terus melangkah mendekati perempuan itu. Siwon tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melihat Yongri dari dekat.

Dari sudut matanya Yongri dapat melihat jika ada seseorang yang menghampirinya. Awalnya Yongri berpikir dia adalah bibi pengurus panti asuhan. Namun saat ia mendongak, tebakan Yongri salah besar.

Yongri terkesiap saat melihat sosok Siwon yang terlihat begitu tampan sedang berjalan mendekatinya. Tubuh tinggi tegapnya benar-benar terlihat sempurna di bawah terpaan matahari. Adakah yang lebih tampan dari Siwon?

“Hai.” Sapa Siwon dengan tersenyum kecil.

Yongri mengabaikan Siwon dan mencoba fokus pada bayi digendongannya. Bayi laki-laki yang tampak begitu tampan dengan pipi yang kemerahan.

Yongri dapat merasakan jika Siwon duduk di ayunan lain yang berada disampingnya. Yongri bisa saja meninggalkan Siwon untuk kembali ke dalam. Tetapi bayi di dalam gendongannya tampak begitu nyaman menikmati angin di taman.

Benarkah karena hal itu? Karena nyatanya hati kecil Yongri menginginkan dirinya untuk berada di dekat Siwon. Menghirup aroma Siwon yang begitu dirindukannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon sembari menatap Yongri.

Yongri tersenyum menatap si bayi dan kembali mengabaikan Siwon. Berpura-pura tidak mendengar jika Siwon sedang mengajaknya berbicara. Yongri menggerakkan pelan ayunan yang sedang didudukinya.

“Bayi siapa itu?” Siwon masih berusaha mengajak Yongri berbicara.

Siwon pikir Yongri akan kembali mengabaikannya, namun perempuan itu menjawab pertanyaannya.

“Seseorang meninggalkannya di depan panti ini lima hari yang lalu. Dan bibi panti mengatakan usianya baru satu minggu.” Jawabnya.

Siwon tidak dapat menyembunyikan senyum diwajahnya. Yongri menjawab pertanyaannya dan Siwon merasa sangat senang. Bukankah itu awal yang baik?

“Pantas saja dia masih begitu kecil.” Ucap Siwon.

“Bagaimana bisa ada seorang ibu yang tega membuang anaknya begitu saja? Bahkan jika dia harus membesarkannya seorang diri, dia tidak bisa melakukan itu.” Suara Yongri terdengar sedih.

Siwon menatap bayi mungil dalam pelukan Yongri dan menyetujui ucapan perempuan itu. Siwon tidak tau apakah ucapan Yongri untuk menyindirnya atau bukan, tetapi ia merasa tersindir mendengar ucapan Yongri.

Siwon sempat meragukan anak di dalam kandungan Yongri. Jika saja Siwon tidak mengetahui semua yang Hyunji lakukan, ia akan membuat Yongri membesarkan anak itu seorang diri. Siwon lagi-lagi menyadari betapa bodohnya dia.

“Kau terlihat seperti seorang ibu saat ini.” Kata Siwon membuat Yongri menatapnya.

Oh, Siwon sangat ingin berteriak senang saat mata itu menatapnya. Tidak ada tatapan penuh kebencian di sana. Hanya ada keterkejutan bercampur dengan kepolosan yang membuat Siwon gemas dan geram di saat bersamaan.

“Aku tidak sabar menantikan kelahiran anak kita dan melihatmu menggendongnya.” Ucap Siwon dengan tersenyum.

“Dia anakku. Kau tidak mengakui bahwa dia anakmu.” Sela Yongri dengan tatapan tajam pada Siwon.

Senyum diwajah Siwon menghilang dan digantikan dengan wajah terkejut dan bersalah. Ternyata Yongri masih membencinya dan belum bisa melupakan apa yang diucapkan Siwon padanya.

Siwon seharusnya tidak bersikap naif dengan mengharapkan Yongri melupakan semuanya. Siwon seharusnya sadar betapa kasar dan menyakitkannya kata-kata yang ia ucapkan pada Yongri saat itu.

“Apa aku boleh menggendongnya?” Tanya Siwon mencoba mengabaikan rasa sedihnya.

Yongri menatap Siwon dengan terkejut saat mendengar pertanyaan laki-laki itu. Apa Siwon serius saat mengatakannya?

“Kau bisa melakukannya? Ah, tidak. Apa kau tau cara menggendong bayi?” Tanya Yongri. Siwon tersenyum dan berdiri.

“Kita tidak akan tau sebelum aku mencobanya.” Jawab Siwon.

“Dia bukan sebuah mainan yang harus kau coba.” Sahut Yongri tidak terima.

“Aku tau, Choi Yongri. Lebih baik kau memberikannya padaku dan kita lihat apakah aku bisa melakukannya.” Balas Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan ragu. Namun dia akhirnya berdiri dan mendekati Siwon. Siwon sedikit menunduk saat Yongri memberikan bayi itu. Siwon benar-benar merasa gugup dan excited saat menerima bayi dari Yongri.

Yongri tidak dapat menahan senyumnya saat melihat Siwon menggendong si bayi. Siwon terlihat sangat hati-hati dan wajahnya juga tampak sedikit panik. Namun walaupun begitu, semuanya terlihat baik-baik saja. Yongri menyukainya.

“Oh, astaga. Dia kecil sekali.” Ucap Siwon dengan takjub.

“Hati-hati tangannya.” Ujar Yongri.

Bayi itu menggeliat di dalam pelukan Siwon. Saat tau bahwa ia mungkin akan menangis, Yongri kembali memberikan susu yang masih dipegangnya. Beruntung karena bayi itu terlihat tenang setelah mendapatkan susunya.

“Seharusnya dia mendapatkan ASI.” Gumam Yongri dengan sedih. Siwon menatap Yongri.

“Walaupun dia tidak beruntung saat ini, aku yakin dia akan sangat beruntung saat dewasa nanti.” Ujar Siwon menenangkan.

“Anda di sini rupanya, nyonya.”

Yongri dan Siwon menoleh dan menemukan bibi pengurus panti menghampiri mereka sembari tersenyum. Senyum yang terlihat keibuan dan membuatnya pantas menjadi seorang pengurus panti.

“Ah, apa ini suami Anda, nyonya?” Tanya bibi. Yongri melirik Siwon sekilas.

“Ya, saya suaminya.” Jawab Siwon.

“Kalian pasti bisa menjaga anak kalian dengan sangat baik nanti. Saat ini saja kalian menatap bayi malang itu dengan penuh cinta.” Ujar bibi dengan kagum.

Yongri tersenyum dan mengusap pipi si bayi dengan pelan.

“Saya harus membawanya ke dalam dan menidurkannya.”

“Apa saya boleh ke sini lagi besok, bibi?” Tanya Yongri.

“Tentu, nyonya. Anda bisa kemari kapan pun Anda mau.” Jawab bibi.

Bibi pengurus panti mendekati Siwon dan dengan hati-hati mengambil si bayi dari gendongan Siwon. Yongri melepaskan botol susu dari si bayi dan memberikannya pada bibi pengurus panti.

“Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda, nyonya.” Kata bibi dengan tulus.

“Saya yang berterima kasih karena bibi memberikan kesempatan untuk bersamanya.” Balas Yongri.

“Kalau begitu saya akan membawanya masuk. Kalian hati-hati di jalan.” Ucap bibi dan segera meninggalkan sepasang suami istri itu.

Siwon menahan Yongri yang melangkah dengan cepat untuk meninggalkannya. Ia tidak mungkin membiarkan Yongri pergi begitu saja. Setelah Siwon menahan rindunya selama ini.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Siwon. Yongri menarik tangannya dari Siwon.

“Aku bisa pulang sendiri.” Tolak Yongri.

“Kau sedang hamil. Akan lebih aman jika kau pulang bersamaku.”

“Aku baik-baik saja saat datang ke sini naik taksi. Aku pikir kau tau itu. Kau mengikutiku, kan?”

Siwon tidak membantah ucapan Yongri.

“Jadi aku akan baik-baik saja pulang menggunakan taksi.” Kata Yongri.

“Yongri-ya, aku mohon.”

“Tidak bisakah kau memaafkanku? Biarkan aku menebus kesalahanku dengan menjagamu dan bayi kita.” Pinta Siwon.

Yongri mengalihkan pandangannya saat tidak sanggup menatap wajah frustasi Siwon. Ia dapat melihat kesungguhan di mata Siwon. Tetapi Yongri tidak bisa memaafkan Siwon begitu saja. Yongri merasa sangat kecewa karena Siwon tidak mempercayainya.

“Aku hanya mengantarmu. Aku akan menutup mulutku selama di perjalanan. Aku janji. Aku hanya ingin memastikan kau pulang dengan selamat.” Janji Siwon.

Yongri mulai merasa ragu. Ia berperang dengan hati kecilnya sendiri. Dan pada akhirnya, hati kecilnya–lah yang memenangkan peperangan itu.

“Baiklah. Sekarang lepaskan aku. Kau bisa mengantarkanku ke cafe Myungsoo.” Pinta Yongri.

Siwon tersenyum dengan sangat lebar dan melepaskan Yongri kemudian mengangguk. Membiarkan Yongri berjalan lebih dulu, dan dia mengikuti dari belakang. Melihat punggung kecil Yongri membuat Siwon ingin memeluknya.

Tetapi Siwon masih cukup waras untuk tidak melakukannya. Ia tidak ingin Yongri semakin membencinya karena melakukan tindakan bodoh. Siwon sudah merasa cukup beruntung Yongri tidak menolak niat baiknya.

Siwon membukakan pintu mobil untuk Yongri. Ia dapat mendengar perempuan itu menggumamkan terima kasih sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. Siwon berlari kecil untuk menyusul Yongri dan duduk di balik kemudi.

Seperti janjinya, Siwon menutup mulutnya selama perjalanan. Mencium aroma Yongri di dalam mobilnya sudah lebih dari cukup untuk Siwon. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat karena rasa bahagia.

Yongri menghargai Siwon yang menepati janjinya dengan tidak mengajaknya berbicara sama sekali. Namun Yongri merasa tidak nyaman karena keadaan hening ini. Ia dan Siwon terbiasa berbicara sekali pun itu akan berakhir dengan perdebatan.

Yongri melirik Siwon yang sedang fokus menyetir. Ia tidak mungkin mengajak laki-laki itu berbicara, karena Siwon akan berpikir ia memaafkannya. Yongri belum memaafkan Siwon. Namun hal tersebut mulai menjadi bahan pertimbangan untuk Yongri. Ia ingin memaafkan Siwon jika laki-laki itu berusaha lebih keras.

Suasana hening tiba-tiba berubah saat ponsel Siwon berbunyi. Keduanya tampak sama-sama terkejut saat mendengarnya. Siwon langsung menjawab panggilan tersebut.

“Halo.. Ya, aku tau.. Aku akan berada di sana dalam tiga puluh menit.. Ya, kau bisa menyiapkan semuanya.. Tidak, Sekretaris Kim.. Aku tidak ingin membahasnya di telepon.. Ya, baiklah.”

Siwon mengakhiri panggilan dan melirik Yongri yang masih betah dalam kediamannya. Membuat Siwon mau tak mau kembali menutup mulutnya.

“Kau bisa menurunkanku disini dan pergi ke kantor jika ada sesuatu yang penting.” Kata Yongri terdengar acuh.

“Tidak ada yang lebih penting dari dirimu.” Sahut Siwon.

Yongri menatap Siwon dan wajah laki-laki itu terlihat sangat serius saat mengatakannya. Dan Yongri tidak bisa mengabaikan rasa hangat yang menjalar ditubuhnya. Yongri mengalihkan pandangannya dan menatap jalanan Seoul.

“Di mana Han Hyunji sekarang?” Tanya Yongri pelan.

Siwon menatap Yongri dengan terkejut saat mendengar pertanyaan perempuan itu. Tidak menyangka jika Yongri akan menanyakan hal tersebut. Dan kenapa Yongri masih harus repot-repot menanyakan perempuan iblis itu?

“Aku tidak tau. Aku sudah mengusirnya dan tidak mau bertemu dengannya lagi. Dia perempuan iblis. Aku menyesal telah berteman dengannya.” Jawab Siwon tanpa bisa menyembunyikan kekesalannya.

Yongri menyetujui ucapan Siwon. Hyunji memang perempuan iblis. Bagaimana bisa ada seorang perempuan yang begitu terobsesi pada laki-laki hingga melakukan sesuatu yang begitu jahat? Hyunji adalah perempuan yang cantik. Ia bisa mendapatkan laki-laki manapun di luar sana. Kenapa harus Siwon?

Yongri menghela nafas saat mobil Siwon berhenti tepat di depan cafe Myungsoo. Mereka sudah sampai dan itu berarti ia harus berpisah dengan Siwon. Kenapa Yongri merasa tidak rela?

“Terima kasih.” Ucap Yongri dan bersiap membuka pintu sebelum Siwon lagi-lagi menahannya.

“Aku tidak akan menyerah padamu, Yongri-ya. Walaupun aku tidak tau bagaimana menunjukkan rasa penyesalanku padamu, aku tetap akan memperjuangkanmu hingga darahku berhenti mengalir.” Kata Siwon bersungguh-sungguh.

Yongri segera keluar dari mobil karena tidak ingin mendengar kata-kata Siwon yang semakin membuat hatinya lemah. Ia tidak ingin mendengar kata-kata Siwon yang akan membuat dirinya berlari ke dalam pelukan laki-laki itu.

——

Yongri masuk ke cafe yang dalam keadaan ramai. Tentu saja ini adalah jam makan siang. Seharusnya Yongri menyuruh Siwon makan terlebih dahulu sebelum pergi.

“Kau sudah datang..” Sapa Myungsoo.

Yongri mengangguk dan duduk di samping Myungsoo. Tidak ada Sunggyu hari ini. Sepertinya laki-laki itu sedang sibuk.

“Siwon mengantarkanku kemari.” Kata Yongri membuat Myungsoo terkejut.

“Benarkah?” Entah kenapa Myungsoo merasa senang.

“Ia mengikutiku saat aku pergi ke panti asuhan. Kemudian dia memaksa ingin mengantarkanku pulang.” Jelas Yongri.

“Panti asuhan? Apa yang kau lakukan di sana?”

“Aku hanya ingin belajar merawat bayi sebelum anakku lahir.”

Myungsoo menganggukkan kepalanya. Alasan yang masuk akal. Tetapi Myungsoo benar-benar merasa senang saat tau bahwa Siwon yang mengantar Yongri ke sini. Myungsoo ingin kedua orang itu kembali bersama.

“Kau sudah memaafkannya?” Tanya Myungsoo.

“Tidak semudah itu, Myungsoo-ya.” Jawab Yongri pelan.

“Kau tau, saat Siwon mengetahui semua yang Hyunji lakukan, dia sangat marah pada perempuan itu. Dia menampar Hyunji dengan keras.” Ujar Myungsoo membuat mata Yongri melebar.

“Kau bercanda?” Pekik Yongri.

“Tidak. Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri. Siwon benar-benar menampar Hyunji. Bahkan Siwon hampir membunuh Hyunji saat perempuan itu mengancam akan menyakitimu.” Ucap Myungsoo.

Yongri benar-benar tidak bisa mempercayai ucapan Myungsoo. Siwon memang laki-laki bermulut pedas dan kasar. Tetapi Yongri tidak menyangka jika Siwon akan menyakiti Hyunji seperti itu. Benar-benar tidak ada di dalam pemikirkan Yongri.

“Dia benar-benar menyesal atas kebodohannya, Yongri-ya. Bukankah setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua?”

“Bagaimana jika hal seperti ini terjadi lagi?” Tanya Yongri. Myungsoo tersenyum kecil.

“Aku pikir hal itu tidak akan terjadi lagi. Siwon adalah laki-laki yang mau belajar dari pengalaman dan kesalahan.” Jawab Myungsoo yakin.

“Kenapa kau bisa tiba-tiba membela Siwon seperti ini? Bukankah kau membencinya?” Yongri terlihat bingung.

“Aku juga tidak tau. Aku hanya merasa bedebah itu bersungguh-sungguh dengan perasaannya padamu.”

Yongri memukul pelan bahu Myungsoo.

“Dia suamiku. Kenapa kau menyebutnya bedebah?” Rajuk Yongri.

“Jadi sekarang kau sudah mengakuinya kembali sebagai suamimu?” Sindir Myungsoo. Yongri tidak bisa menyembunyikan rona merah pada wajahnya.

“Dia memang masih menjadi suamiku.” Gumamnya. Myungsoo tertawa pelan.

“Saranku, maafkanlah dia sebelum kau menyesal.”

“Apa maksudmu?!”

“Kita tidak tau berapa lama hidup seseorang di dunia ini, kan?”

“Ya, Kim Myungsoo! Jangan menakutiku!” Geram Yongri.

“Aku hanya berbicara kenyataan.” Kata Myungsoo acuh.

Yongri tiba-tiba mengingat ucapan Siwon saat di dalam mobil tadi.

aku tetap akan memperjuangkanmu hingga darahku berhenti mengalir

Yongri segera berdiri dengan wajah panik. Membuat Myungsoo yang menatapnya juga menjadi panik.

“Ada apa?” Tanya Myungsoo.

“Aku akan menemuinya dan memaafkannya!” Jawab Yongri dan meninggalkan cafe.

“Ya, Choi Yongri!”

——

Yongri keluar dari lift dengan perasaan gelisah. Karena ucapan Myungsoo, Yongri menjadi merasa takut. Seharusnya Myungsoo tidak mengatakan kata-kata yang membuat Yongri merasa bersalah seperti ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Siwon di saat Yongri belum memaafkannya?

“Oh, Nyonya Choi.” Sekretaris Siwon terlihat terkejut dengan kehadiran Yongri.

“Apa Siwon ada di ruangannya?” Tanya Yongri.

“Presdir Choi saat ini sedang rapat, nyonya. Sebuah rapat penting dan saya tidak bisa mengganggunya dengan memberitahukan keberadaan Anda.” Jawab Sekretaris Siwon dengan wajah menyesal.

“Tidak masalah. Aku akan menunggu di ruangannya.” Kata Yongri dan disambut anggukan oleh Sekretaris Siwon.

“Anda bisa mengatakan pada saya jika memerlukan sesuatu, nyonya.”

“Terima kasih.”

Yongri segera masuk ke ruangan Siwon yang sepi. Tentu saja karena tidak ada siapapun di dalam sana. Setidaknya Yongri merasa tenang karena tau Siwon berada di ruang rapat. Itu berarti laki-laki itu baik-baik saja, kan?

Yongri bersungguh-sungguh saat ia berkata akan memaafkan Siwon. Siwon mungkin memang bersalah. Tetapi ucapan Myungsoo benar, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Lagipula saat mendengar bagaimana marahnya Siwon pada Hyunji, membuat Yongri merasa bahwa Siwon benar-benar menyesal telah menyakitinya. Siwon melampiaskan kemarahannya pada Hyunji yang menjadi penyebab ini semua.

Yongri menghela nafas dan bersabar menunggu kedatangan Siwon. Ia hanya perlu menunggu beberapa jam untuk bertemu Siwon. Semua ini tidak berarti apa-apa dengan perjuangan Siwon yang menunggunya memaafkannya.

Yongri tidak tau berapa lama ia menunggu Siwon. Karena saat dirinya baru saja akan terlelap, pintu ruangan Siwon tiba-tiba terbuka hingga membuat mata Yongri kembali terjaga. Yongri segera berdiri saat melihat Siwon.

“Yongri-ya..” Siwon tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat Yongri diruangannya.

“A–apa yang kau lakukan disini? Kau sudah menungguku dari tadi?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca.

“Sial, seharusnya sekretarisku memberitahukan kedatanganmu.” Umpat Siwon.

Yongri segera berlari menghampiri Siwon dan memeluk laki-laki itu dengan erat. Tidak bisa menyembunyikan isak tangisnya karena merasa begitu lega dapat memeluk Siwon. Walaupun Siwon merasa terkejut, Siwon tetap membalas pelukan Yongri.

Siwon akhirnya menemukan rumahnya. Siwon akhirnya bisa bernafas lega saat Yongri berada dipelukannya. Siwon bahkan rela jika Tuhan hendak mencabut nyawanya saat ini. Mati di dalam pelukan Yongri adalah yang terbaik untuk Siwon.

“Maafkan aku..” Isak Yongri.

“Hei, hei, apa yang kau katakan?” Siwon melepaskan pelukan Yongri dan menangkup wajah perempuan itu.

“Maafkan aku..” Ulang Yongri.

“Tidak, Yongri-ya. Aku yang seharusnya minta maaf padamu. Aku yang bersalah. Aku yang brengsek. Aku yang–” Yongri menutup mulut Siwon menggunakan tangannya agar laki-laki itu berhenti berbicara.

“Aku tau.. Dan aku memaafkanmu.” Bisik Yongri.

Siwon tidak dapat menutupi rasa bahagia di dalam hatinya. Ia kembali memeluk Yongri dengan erat. Menyembunyikan wajahnya di dalam rambut Yongri. Ini benar-benar di luar dugaan Siwon.

“Terima kasih, Yongri-ya.. Terima kasih. Tuhan, aku sangat bahagia.” Ucap Siwon.

“Aku mendengar semuanya dari Myungsoo. Tentang dirimu yang menampar Hyunji dan hampir membunuhnya.” Kata Yongri. Siwon kembali melepaskan pelukannya.

“Aku tidak ingin membahasnya. Aku mohon, jangan biarkan Hyunji kembali berada di tengah-tengah kita.” Pinta Siwon.

Yongri tersenyum dan mengangguk. Kemudian menyeka airmatanya. Ia tidak ingin menangis lagi sekarang. Ia hanya ingin bahagia bersama Siwon.

“Kita duduk dulu. Kau tidak boleh kelelahan.” Kata Siwon sembari menggiring Yongri untuk duduk di sofa. Lebih tepatnya duduk di atas pangkuan Siwon.

“Apa Myungsoo mengantarmu kemari?”

“Tidak. Aku naik taksi.”

“Ck! Kau tidak boleh melakukannya lagi, Yongri-ya. Kau seharusnya meminta Myungsoo mengantarmu.” Omel Siwon.

“Aku terburu-buru datang kemari. Karena itu aku memutuskan untuk naik taksi.” Kata Yongri membela diri.

“Kenapa? Hanya karena mendengar cerita Myungsoo maka kau memutuskan untuk memaafkanku?” Tanya Siwon.

“Itu salah satunya. Tetapi aku memiliki alasan lain yang membuatku sangat takut.” Jawab Yongri. Siwon melingkarkan lengannya di pinggang Yongri.

“Apa yang membuatmu takut?”

“Myungsoo tiba-tiba saja mengatakan jika aku harus memberimu kesempatan kedua. Dia bilang jika tidak ada yang tau berapa lama kita akan hidup di dunia ini.” Jelas Yongri membuat mata Siwon melebar.

“Sial, apa dia mendoakanku mati?” Geram Siwon membuat Yongri tersenyum.

“Tetapi karena ucapannya itu, aku memutuskan untuk memaafkanku. Aku takut sekali kehilanganmu.” Ujar Yongri sembari menyembunyikan wajahnya dilekukan leher Siwon. Tempat favoritnya.

“Kalau begitu aku harus berterima kasih padanya.” Gurau Siwon.

Untuk sesaat suasana menjadi hening. Mereka seolah sedang mengisi kembali oksigen yang sempat berkurang karena hidup terpisah. Dan sekarang mereka benar-benar sudah bisa bernafas dengan normal.

“Kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku tentang dirimu yang terjatuh dari sepeda dan kehilangan keperawananmu?” Tanya Siwon.

Yongri menegakkan punggungnya dan menatap Siwon.

“Myungsoo yang mengatakannya padamu?” Tebak Yongri. Siwon mengangguk.

Yongri menghela nafas panjang.

“Itu merupakan kejadian yang sangat mengerikan untukku. Karena itu aku tidak mau mengatakannya padamu. Aku tidak tau jika kau begitu mempermasalahkan keperawananku.” Kata Yongri.

“Tidak, Yongri-ya. Aku bersumpah jika aku tidak mempermasalahkan tentang keperawananmu. Karena aku juga sudah tidak perjaka saat bercinta denganmu. Aku hanya berpikir jika kau berbohong padaku saat itu. Dengan mengatakan bahwa aku adalah laki-laki pertamamu padahal kau sudah tidak perawan. Aku marah karena aku pikir kau berbohong. Hanya itu.” Jelas Siwon.

“Maafkan aku.” Ucap Siwon.

“Aku tau bahwa maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan lukamu. Aku sudah sangat menyakitimu dengan semua kata-kata kasarku. Walaupun begitu, aku benar-benar minta maaf.” Sesal Siwon. Yongri mengusap pipi Siwon dengan sayang.

“Aku baik-baik saja. Hanya saja, jangan pernah melakukannya lagi, Siwon-ssi. Saat kau tidak mempercayaiku, rasanya sangat mengerikan.” Ucap Yongri dengan sedih.

“Aku tidak akan melakukannya lagi. Tidak akan pernah. Karena jika aku melakukannya lagi, aku akan langsung menggigit lidahku hingga putus.” Janji Siwon. Yongri tersenyum.

“Hanya kau satu-satunya yang aku percaya mulai saat ini.” Lanjut Siwon.

Yongri melingkarkan tangannya di leher Siwon dan memeluknya.

“Ah!” Yongri teringat akan satu masalah lagi yang mereka miliki.

“Appa dan eomma sangat marah padamu. Bagaimana ini?” Ujar Yongri dengan panik.

“Aku akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan mereka lagi. Bahwa aku tidak akan pernah menyakitimu lagi. Kau hanya perlu percaya padaku. Aku akan membawamu pulang kembali ke rumah kita.” Suara Siwon terdengar yakin.

“Tetapi untuk sekarang, aku hanya ingin seperti ini denganmu. Aku benar-benar merindukanmu.” Keluh Siwon.

“Aku lebih merindukanmu.” Sahut Yongri.

“Tidak, tidak. Aku lebih lebih merindukanmu. Aku tidak bisa tidur nyenyak karena kau tidak ada disampingku.” Balas Siwon.

“Kau pikir aku bisa tidur nyenyak? Aku selalu terbangun setiap malam dan berharap kau memelukku.”

“Aku benar-benar laki-laki bodoh, ya?”

“Benar, kau adalah laki-laki bodoh.” Setuju Yongri.

“Tetapi laki-laki bodoh ini adalah ayah dari bayi di dalam kandunganku.” Lanjut Yongri dan membuat Siwon tersenyum.

——

Siwon dan Yongri meninggalkan ruangan Siwon saat hari sudah sore dan mulai beranjak malam. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di dalam sana dengan bercerita panjang lebar. Seolah menggantikan waktu mereka yang terbuang sia-sia selama berminggu-minggu ini.

“Sekretaris Han..” Panggil Siwon pada sekretarisnya.

“Ya, presdir?”

“Aku harap kau tidak mengulangi kecerobohanmu hari ini. Kau harus memberitahukan kedatangan istriku mulai sekarang. Walaupun aku sedang rapat penting atau apapun itu. Kau mengerti?”

“Saya mengerti, presdir. Maafkan atas kecerobohan saya hari ini. Maafkan saya, nyonya.” Sesal Sekretaris Han.

“Oh, tidak apa-apa. Aku sungguh tidak apa-apa.” Balas Yongri.

Yongri menyikut pinggang Siwon saat merasa laki-laki itu terlalu keras pada sekretarisnya. Yongri tidak masalah saat menunggu Siwon di dalam tadi. Tetapi Siwon bersikap terlalu berlebihan.

“Aku akan pulang. Dan kau bisa pulang setelah pekerjaanmu selesai.” Ujar Siwon dan merangkul Yongri untuk meninggalkan kantor.

Mereka makan malam terlebih dahulu sebelum menuju ke rumah Hyunseok. Keduanya tampak tidak ingin berjauhan karena saat makan pun, mereka duduk berdampingan. Siwon menggenggam tangan Yongri dan sesekali mengecupnya pelan.

Beberapa orang menatap mereka dengan tersenyum geli. Karena mereka terlihat seperti sepasang remaja yang sedang jatuh cinta. Namun orang-orang itu tidak tau bahwa mereka adalah sepasang suami istri yang sedang menanti kehadiran anak pertama.

Tidak seperti ini sebelumnya, tetapi Siwon merasa bahwa perasaannya pada Yongri semakin bertambah. Perpisahan sementara mereka saat itu seolah menyadarkan Siwon akan perasaannya pada Yongri. Ia tidak ingin kehilangan perempuan itu.

Setelah makan malam, mereka menuju ke rumah Hyunseok. Keduanya merasakan perasaan berdebar karena takut. Keduanya sama-sama yakin bahwa ini tidak akan menjadi mudah. Yongri sangat tau bagaimana Hyunseok jika laki-laki itu sudah merasa marah dan kecewa.

Namun Siwon selalu meyakinkannya bahwa semua baik-baik saja. Bahwa Hyunseok akan menerimanya kembali dengan tangan terbuka. Seperti dulu. Yongri mencoba mempercayai itu. Karena Yongri tau Siwon akan memperjuangkannya.

“Aku takut.” Bisik Yongri saat mobil Siwon sudah sampai di depan rumah Hyunseok.

“Aku akan membawamu pulang bersamaku, Yongri-ya.” Suara Siwon terdengar yakin.

“Jika itu bukan hari ini, maka aku akan melakukannya dalam waktu dekat. Kau percaya saja padaku.”

“Appa tidak akan memukulmu, kan?” Tanya Yongri panik. Siwon tersenyum.

“Kalaupun abeonim melakukannya, aku pantas mendapatkannya. Aku sudah menyakiti anak kesayangannya.” Jawab Siwon.

“Tidak. Tidak. Appa tidak boleh memukulmu.” Kata Yongri tidak terima.

“Kita harus masuk untuk bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Ayo.”

Siwon dan Yongri turun dari mobil. Siwon menghampiri Yongri dan mengulurkan tangannya. Yongri menerima tangan Siwon dan tangan mereka saling menggenggam dengan erat.

Yongri menekan bel dua kali dan menunggu pintu dibuka. Beberapa saat kemudian seorang pelayan membukakan pintu. Yongri menarik Siwon untuk masuk ke dalam rumah. Namun langkah mereka terhenti saat melihat Hyunseok dan Sujin berdiri beberapa langkah dihadapan mereka.

“Appa..” Gumam Yongri.

“Naik ke kamarmu, Choi Yongri.” Perintah Hyunseok.

“Tapi, appa–“

“Aku bilang naik ke kamarmu!” Bentak Hyunseok.

“Tidak, appa. Aku tidak mau. Aku mau pulang bersama Siwon ke rumah kami.” Tolak Yongri sembari menggandeng lengan Siwon dengan tangannya yang bebas.

“Abeonim, aku–“

“Diam!” Bentak Hyunseok sembari menunjuk Siwon.

“Aku tidak mau mendengarkan apapun darimu.” Ujar Hyunseok sembari mendekati mereka.

Hyunseok berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon pada tangan Yongri. Awalnya, Siwon tidak membiarkannya lepas, namun saat ia menyadari bahwa itu dapat menyakiti tangan Yongri, Siwon akhirnya melepaskannya.

Hyunseok menarik Yongri untuk ikut bersamanya dan mendorong pelan perempuan itu kepada Sujin. Yongri hendak kembali mendekati Siwon namun Hyunseok menahannya.

“Bawa dia naik ke kamarnya, Sujin-ah.” Perintah Hyunseok.

“Tidak, appa. Aku mohon maafkan Siwon, dia sudah mengakui kesalahannya, appa.” Pinta Yongri dengan mata yang berkaca-kaca.

“Apa kau lupa bahwa dia tidak mempercayaimu? Dia bahkan tidak mau mengakui anak yang kau kandung!” Kata Hyunseok marah.

“Abeonim, maaf.” Ucap Siwon.

“Aku tidak butuh permintaan maafmu.” Sahut Hyunseok dingin.

“Naik sekarang, Choi Yongri!” Suruh Hyunseok.

“Appa..” Lirih Yongri.

Siwon merasa sedih saat melihat Yongri menangis. Karena kebodohannya mereka harus mengalami ini. Karena kebodohannya sekarang Hyunseok membencinya. Semua karena kebodohannya.

“Naik sekarang.” Suara Hyunseok terdengar geram.

Yongri menyeka airmatanya. Ia menoleh dan menatap Siwon dengan sedih. Siwon tersenyum kecil seolah menenangkannya. Kemudian Siwon mengangguk agar Yongri menuruti keinginan Hyunseok.

“Dia suamiku, appa. Suatu hari aku akan pulang bersamanya.” Ucap Yongri dan kemudian naik ke atas untuk menuju ke kamarnya.

Sujin tampak menyusul Yongri untuk menenangkan anaknya itu. Yongri pasti merasa sedih karena Hyunseok tidak mengizinkannya pulang bersama Siwon.

Hyunseok kembali menghampiri Siwon dengan tatapan tajamnya. Pria itu tampak tidak terpengaruh saat melihat anak perempuannya menangis.

“Abeonim, biarkan aku menjelaskan semuanya.” Pinta Siwon.

Namun Hyunseok mengabaikannya dan justru mendorong Siwon agar meninggalkan rumahnya. Siwon tampak menahan dirinya untuk tetap berada di sana. Namun tenaga Hyunseok tidak main-main untuk ukuran pria paruh baya.

Sehingga tidak ada yang bisa dilakukan Siwon selain mengikuti dorongan Hyunseok. Sampai akhirnya ia sudah berdiri di depan pintu rumah Hyunseok. Hyunseok memegang pegangan pintu rumah dan menatap Siwon.

“Aku tidak membutuhkan menantu bodoh seperti dirimu. Jika kau mau datang ke sini lagi, kau harus datang dengan surat cerai.” Ujar Hyunseok dan langsung membanting pintu dihadapan Siwon.

——

–To Be Continued–

HAI! Jangan tanya kenapa aku updatenya cepet mulu. Aku aja gak tau kenapa ini otak lancar banget mentang-mentang FF ini mau selesai.

Dan maaf mengecewakan kalian yang pengennya Yongri lama-lama maafin Siwonnya. Aku hanya merasa itu terlalu mainstream. Makanya aku buatnya begini. Aku harap kalian merasa puas ya. Dan yah, dengan berat hati aku katakan jika FF ini tinggal satu part lagi. Jangan sedih jangan kecewa. Karena aku akan selalu kembali dengan FF baru^^

Happy reading!

BYE~

Advertisements

82 thoughts on “The One and Only – Part 16

  1. Sy sll mendoakan mg ide2ny trs ngalir biar cpt trs postny๐Ÿ˜€. Siwon hrs lbh berjuang lg dpt mf Dr ortu yongri, walaupun bang Siwon Nyebelin tp kshn jg kl d cuekin ๐Ÿ˜€

  2. Emang dasar udah cinta bgt ya..
    Mw omongannya kasar atw ada slah ttp aja, cinta mengalahkan segalanya… uhuy dah…
    Yongri udah bisa maafin Siwon.. gegara Myungsoo selingkuhan aku ngomong yg bkin dia takut.. tpi memang umur siapa yg tahu sih.. bisa jd detik, menit, jam, hari ini kita dipanggil ke sisi-Nya, who know?? ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜Š
    Wuiihh.. Siwon klo mrah emang nyeremin yah.. ga pandang bulu.. omongannya jga ksar.. haduuhh.. berubah dong say, drimu mw jadi Appa loh..
    Hmm… Appa mertua Siwon, please maafin Siwon ye, ga mw kan cucunya ntar ga ada Appa nya.. bwa2 surat cerai segala sih ngomongnya.. huuhh.. ๐Ÿค๐Ÿ˜ฎ
    Fighting dh Siwon.. trus berusaha ya.. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

  3. kasihan Siwon tapi g apa2 lah hitung2 biar dia blajar buat percaya ma Yongri dari pada orang lain. usaha terus biar orang tua Yongri mau maafin dia

  4. makasih eonnie updatenya cepet hehehe, sabar ya siwon oppa…. emang pantes sih oppa dapet perlakuan kayak gitu, kenapa gak percaya sama yong ri, jadi dapetkan akibatnya…
    semangat eonnie di part selanjutnya hehehe

  5. Semua perbuatan itu ada konsekuensinya dan inilah konsekuensi yang harua diterima oleh siwon. Meskipun yongri telah memaafkannya tapi belom dengan orang tua yongri. Orang tua mana yang tidak terluka anaknya dihina seperti itu dan aku suka dengan apa yang dilakukan ayahnya yongri tapi tidak mendukung dengan keputusannya, aku harap itu hanya ucapan seorang ayah yang emosi disaat anaknya dilukai orang lain

  6. Akhirnya kebusukan hyunji ketahuan juga dg siwon dan siwon menyesali perbuatannya terhadap yongri sejak kejadian rekayasa yg dibuat hyunji.
    Itu semua berkat L yg – is the best- membongkar kebusukan hyunji.

    Setelah mendapatkan maaf dari yongri, siwon menghadapi appanya yongri untuk mendapatkan kata maaf yg sangat sulit.

    Tadi aku udah koment, tapi katanya error.
    Padahal udah panjang lebar aku komentarnya, tapi gak apa2 lah.
    Fighting kak ๐Ÿ˜€

  7. Keputusan yg tepat kak.. terlalu lama yongri marah malah dramatis ntar, aku suka jalan cerita dan percakapannya, natural banget gak dramatis n Mellow * bener gak tuh nulisnya ๐Ÿ˜…. Dan juga aku penasaran, kenapa update nya lama dari part 14 ternyata pas buka langsung 3 part update Hehe ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† kenyang banget haha ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜†โ˜บ๏ธ D tunggu ff baru selanjutnya kak ๐Ÿ˜‰

  8. Ternyata kekecewaan seorang orangtua tidak jauh berbeda dengan kekecewaan yang dirasakan oleh anaknya. Terbukti sekarang pada apa yang terjadi pada appa yongri, dia begitu kecewa dan nampak berpikir 2kali sebelum memaafkan dan menerima kembali siwon sebagai menantunya. Mungkin ia takut kejadian seperti ini akan terulang lagi dan membuatnya semakin kecewa dan menyesali keputusannya. So, lakukan apa yang terbaik menurutmu aboenim. Karena pada akhirnya kau akan tetap kalah oleh rasa sayangmu pada choi yongri anak semata wayangmu dan rela melakukan apapun demi kebahagiaanya. Itulah sosok seorang ayah.

  9. akhirnya ke bongkar juga semua kejahatan hyunji.dia emang jahat banget.hanya karna obsesinya yg pengen milik’in siwon,dia sampe tega jahat’in yongri dgn yuruh org buat fitnah yongri.sampe bikin kehidupan rumah tangga siwon-yongri kacau.untung aja siwon tau kebenarannya.ini semua berkat myungsoo.untung dia baek dan ngasih tau kebusukan hyunji.seneng deh liat mereka akhirnya rujuk.bersyukur banget karna yongri dgn rendah hati mau maaf’in siwon.yah walaupun awalnya yongri gak mau maaf’in.sekarang tinggal mikir’in gimana cara siwon buat dapet’in maaf dan kepercayaan orang tua yongri lagi.dan kayanya bakal agak susah deh,secara siwon udah bikin yongri sakit hati.pokonya semangat terus buat siwon.jangan nyerah buat dapet’in kepercayaan orang tua yongri.

  10. Setuju deh sama hyunseok, emang siwon mesti dikasih pelajaran biar kejadian itu gak terulang lagi…biar kapok…
    Di part ini bikin aku ngefans sama myungsoo, meskipun dia mencintai yongri tapi cintanya tidak menyebabkan dia melakukan hal jahat malah justru sebaliknya malah berniat menyatukan siwon dan yongri…
    Moga aja siwon-yongri cepat bersatu kembali…

  11. Disaat yongri udh maafin siwon, malah appa sama eommanya yg marah besar,, oh my, yg sabar yah siwonnnn.. Makanyaa klo dari awal percaya aja gk bakalan kaya gini:(
    Tetep perjuangin yongri teruss jgn sampe menyerah sama appanya.. Fighting siwon!!!!

  12. Oke fix yongri udah maafin. Sekarang tinggal minta maaf pada mertua. Selain istri dan mertua yg lagi marah itu nyeremin, mulut siwon benar2 berbahaya. Sekali dia marah besar peluru umpatan keluar bertubi2. Siwon-ah sabar dulu meluluhkan kekecewaan mertuamu ya..

  13. Dan akhirnya siwon dapet maaf dari yongri… Masalah terakhir tinggal sama mertuanya nih :””D Myungsoonya keren. Sebenernya kan bisa aja dia ngambil yongri, suasananya mendukung sih ๐Ÿ˜€ Tapi ternyata malah bantuin siwon yang suka sensi sama dia ๐Ÿ˜€

  14. Suka deh dengan karakter myungsoo di ff ini dan untuk orang tua yongri wajar aja menurut aku mereka sulit memaafkan siwon yaa karena siwon telah menyakitu anak kesayangan mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s