The One and Only – Part 15

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

Myungsoo masuk ke apartement dengan perasaan cemas. Ia tidak tau apa yang akan ditemukannya di dalam. Apakah Yongri yang masih menangis? Ataukah Yongri yang sedang beristirahat?

Myungsoo menghentikan langkahnya setelah ia mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Yongri tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk, kan? Seperti menyakiti dirinya sendiri?

Astaga. Membayangkannya membuat Myungsoo kembali melangkah dengan cepat. Ia harus memastikan Yongri baik-baik saja sebelum jantungnya berhenti berdetak karena perasaan takut.

Namun Myungsoo menghentikan langkahnya saat semua pikiran buruknya tidak terbukti. Myungsoo tidak pernah merasa selega ini menemukan Yongri yang sedang menyantap makanan.

Myungsoo memegangi dadanya yang berdetak di luar batas normal. Ia menghela nafas panjang sebelum akhirnya menghampiri Yongri di ruang makan. Myungsoo meletakkan vitamin Yongri di atas meja hingga membuat Yongri menyadari kedatangannya.

Yongri terlihat malu saat menemukan Myungsoo yang memergokinya sedang makan. Mungkin ia merasa sedih dan terluka dengan apa yang terjadi pada rumah tangganya. Tetapi Yongri tidak bisa mengabaikan rasa lapar pada perutnya.

Yongri tidak ingin bayi di dalam kandungannya kelaparan. Karena itulah ia mencari makanan di apartement Myungsoo. Beruntung karena laki-laki itu memiliki berbagai macam masakan di dalam kulkas. Yongri hanya perlu menghangatkannya saja.

“Maaf. Aku lapar.” Gumam Yongri sembari menundukkan kepalanya.

“Tidak, Yongri-ya. Jangan minta maaf. Kau tidak tau betapa bersyukurnya aku menemukanmu sedang makan saat ini.” Kata Myungsoo sembari duduk di hadapan Yongri.

“Aku tidak mau anakku kelaparan.”

“Benar. Kau tidak bisa membiarkannya kelaparan. Karena dia bisa mengutukmu di dalam sana.” Gurau Myungsoo.

Kembali merasa bersyukur karena Yongri tersenyum, walaupun hanya senyuman kecil. Setidaknya Myungsoo bisa sedikit mengalihkan kesedihan perempuan itu.

“Kau masih lapar? Apa aku perlu memasakkan makanan yang lain untukmu?” Tanya Myungsoo menawarkan.

“Tidak, Myungsoo-ya. Aku sudah kenyang.” Jawab Yongri.

“Ah, ini vitaminmu. Minumlah.”

Myungsoo menyodorkan vitaminnya. Yongri menerima vitamin tersebut dengan pelan. Myungsoo menyadari Yongri yang kembali merasa sedih.

“Apa kau bertemu dengannya?” Tanya Yongri pelan. Myungsoo hanya diam saja dan tidak berniat mengatakannya pada Yongri.

Yongri mendongak dan menatap Myungsoo. Menanti jawaban laki-laki itu atas pertanyaannya.

“Kau bertemu dengannya?” Ulang Yongri. Myungsoo mengalihkan pandangannya.

“Myungsoo-ya..”

“Aku bertemu dengannya dan aku memberinya beberapa pukulan.” Kata Myungsoo dengan ketus.

“Dia–” Myungsoo tidak dapat melanjutkan ucapannya.

Myungsoo tidak mungkin mengatakan pada Yongri apa yang Siwon katakan tadi. Ia tidak ingin membuat Yongri menjadi semakin sedih. Kata-kata kasar Siwon pada Yongri akan membuat Yongri kembali menangis.

“Dia pantas mendapatkan pukulan dariku. Laki-laki bodoh.” Umpat Myungsoo.

Yongri kembali menundukkan kepalanya. Memikirkan keadaan Siwon setelah Myungsoo memukulnya. Apakah dia kesakitan? Apakah ada yang mengobatinya? Bagaimana jika pukulan Myungsoo meninggalkan bekas luka diwajahnya?

Yongri mengkhawatirkan Siwon.

“Jika kau sudah selesai makan, aku akan mengantarmu pulang ke rumah orangtuamu.” Ucap Myungsoo. Yongri menatap Myungsoo dengan terkejut.

“Kau tidak berpikir untuk tinggal disini, kan? Maaf jika aku mengagalkan niatmu, Choi Yongri. Tetapi aku hanya memiliki satu kamar disini.” Ujar Myungsoo.

“Bagaimana pun kau masih istri sah dari Siwon. Aku tidak ingin orang-orang menggunjingmu karena tinggal bersamaku.” Lanjut Myungsoo.

“Bagaimana aku harus menjelaskan pada mereka?” Lirih Yongri.

“Kau tidak perlu mencemaskannya. Aku sudah menemui mereka dan mengatakan semuanya pada orangtuamu.” Sahut Myungsoo dan Yongri kembali merasa terkejut.

“Kau tidak bisa merahasiakan semua ini dari mereka, Yongri-ya.”

“Aku tau. Aku hanya takut ayahku marah karena apa yang sudah terjadi.”

“Ini semua bukan keinginanmu. Aku rasa ayahmu bisa mengerti itu.”

Myungsoo segera berdiri.

“Ayo. Sebelum hari semakin malam.” Ajak Myungsoo.

Yongri menatap Myungsoo dengan ragu. Namun tidak ada yang bisa dilakukannya selain menuruti Myungsoo. Ia harus pulang ke rumah orangtuanya. Ia tidak mungkin merepotkan Myungsoo dengan tinggal di apartement ini.

——

Yongri menahan nafasnya untuk sesaat, ketika melihat kedua orangtuanya sudah menunggu di depan pintu. Ia bahkan belum turun dari mobil Myungsoo, tetapi orangtuanya sudah berada di sana.

Yongri menatap Myungsoo. Laki-laki itu tersenyum seolah menenangkannya. Yongri menghela nafas sebelum akhirnya turun dari mobil. Dengan langkah perlahan dan ragu-ragu, ia menghampiri kedua orangtuanya.

Yongri tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran mereka. Semua itu karena wajah datar yang ditunjukan oleh Hyunseok dan juga Sujin. Apa mereka akan memarahi Yongri?

Di saat perasaan gugup dan takutnya semakin menjadi, Hyunseok justru melebarkan kedua tangannya ke samping. Membuat Yongri menatapnya dengan mata melebar. Namun Yongri tidak dapat menahan airmatanya saat melihat Hyunseok tersenyum hangat padanya.

Yongri segera berlari dan menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Hyunseok. Hyunseok memeluknya dengan begitu erat. Diiringi beberapa kecupan penuh sayang dikepalanya. Yongri juga dapat merasakan Sujin membelai kepalanya.

“Appa..” Isak Yongri.

“Kau masih memiliki kami yang akan selalu menerimamu, sayang.” Bisikan Hyunseok membuat tangisan Yongri semakin menjadi.

“Maafkan aku, appa..”

“Ssshh.. Jangan katakan apapun.”

Hyunseok melepaskan pelukannya dan menyeka airmata di wajah Yongri. Mata Yongri bengkak karena terlalu banyak menangis dari tadi. Dan Hyunseok menyadari hal itu.

“Kau tidak memerlukan seorang suami yang tidak mempercayaimu seperti Siwon. Kau akan baik-baik saja tanpanya.” Ujar Hyunseok dengan wajah mengeras.

“Ayahmu benar. Kami akan membantumu merawat anak di dalam kandunganmu.” Timpal Sujin.

“Eomma..” Isak Yongri dan memeluk Sujin.

Sujin tidak pernah mendukung apapun yang Yongri lakukan selama ini. Wanita itu selalu menyalahkannya dan menuduhnya sebagai pembuat masalah. Namun saat ini Sujin berada di pihak Yongri, dan Yongri merasa sangat bersyukur.

“Jangan takut, Yongri-ya. Kau tidak sendiri. Kami bersamamu.” Ujar Sujin.

“Terima kasih, eomma.” Balas Yongri.

“Terima kasih banyak, Myungsoo-ya.” Kata Hyunseok.

“Aku hanya melakukan yang seharusnya, ahjussi.” Sahut Myungsoo.

“Apa kau mau masuk ke dalam untuk segelas teh?” Tanya Hyunseok.

“Lain kali saja, ahjussi. Aku akan langsung pulang agar Yongri bisa beristirahat.” Jawab Myungsoo menolak.

“Terima kasih, Myungsoo-ya.” Ucap Yongri sembari menyeka wajahnya.

“Dengan senang hati, Yongri-ya. Besok aku akan menjemputmu untuk ke cafe. Aku tidak akan membiarkanmu berdiam diri di dalam kamar.”

“Tetapi kau tidak boleh membuatnya kelelahan, Myungsoo-ya.”

“Tenang saja, ahjumma. Kami hanya akan mengobrol dan menggosipkan setiap pelanggan yang datang ke cafe.” Canda Myungsoo membuat semuanya tersenyum.

“Kalau begitu pulanglah. Hati-hati di jalan.”

“Ya, ahjussi. Selamat malam semuanya.” Pamit Myungsoo dan kembali masuk ke mobilnya sebelum akhirnya meninggalkan rumah Hyunseok.

“Apa kau lapar? Perlu eomma buatkan makanan?”

“Tidak, eomma. Aku sudah makan di rumah Myungsoo. Aku hanya ingin mandi dan beristirahat.”

“Kalau begitu, ayo, kita masuk. Eomma sudah menyuruh pelayan untuk membersihkan kamarmu.” Kata Sujin.

“Terima kasih, eomma.”

Hyunseok merangkul Yongri dan mereka masuk ke dalam rumah. Yongri tidak pernah merasa begitu berterima kasih pada Tuhan karena telah memberikannya orangtua yang begitu menyayanginya.

Seandainya bisa, Yongri berharap mendapatkan Hyunseok dan Sujin sebagai orangtuanya di kehidupannya kelak. Dan hati kecilnya juga berharap untuk bisa kembali bersama dengan Siwon. Karena di kehidupan sekarang, mereka sepertinya tidak berjodoh.

——

Siwon seharusnya menolak saat Hyunji mengajaknya makan siang di cafe Myungsoo. Karena kemungkinan dirinya bertemu Yongri di sana sebesar sembilan puluh lima persen.

Namun nyatanya Siwon tidak mampu menolak dan mengiyakan saat Hyunji mengajaknya ke sana. Kenapa? Karena sudut hati terkecil Siwon menginginkan dirinya bertemu dengan Yongri. Siwon sialan merindukan istrinya itu.

Dan ternyata, hati kecil Siwon menang, karena Yongri benar-benar berada di sana. Duduk di balik meja kasir bersama Myungsoo. Siwon menghentikan langkahnya dan menatap Yongri.

Wajah Yongri tampak pucat dengan kantung mata yang begitu kentara. Apa perempuan itu tidak tidur dengan nyenyak? Sama seperti dirinya? Tetapi kenapa? Bukankah Yongri yang bersalah disini?

Siwon berusaha sekuat tenaga menahan kakinya untuk tidak berlari menghampiri Yongri dan memeluknya. Merengkuh gadis itu dalam dekapan dadanya dan tidak berniat melepaskannya. Siwon berusaha mengingat apa yang Yongri lakukan padanya.

“Apa kita perlu mencari tempat lain?” Tanya Hyunji. Berusaha untuk tidak tersenyum puas di hadapan Siwon.

“Tidak. Kita bisa makan siang sini.” Jawab Siwon dan segera mengambil tempat duduk.

Yongri melihat semuanya. Bagaimana Siwon menatapnya dengan acuh dan penuh kebencian. Dan Yongri juga melihat tangan Hyunji yang melingkar di lengan Siwon. Apakah secepat itu Siwon menemukan penggantinya? Apakah memang tidak ada perasaan apapun lagi yang tersisa?

Yongri yakin ini merupakan sebuah tiket emas untuk Hyunji. Perempuan itu akan lebih leluasa mendekati Siwon. Namun Yongri tidak bisa melakukan apapun. Karena Siwon pun tidak menginginkan kehadirannya.

“Apa kau ingin beristirahat di ruanganku?” Tanya Myungsoo menawarkan. Ia hanya tidak ingin Yongri menangis di depan Siwon. Siwon tidak pantas mendapatkannya.

“Tidak. Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri dengan tersenyum kecil.

Yongri mencoba menelisik wajah Siwon. Mencari luka yang ditimbulkan oleh Myungsoo. Hidung Siwon terlihat memar dan sudut bibirnya juga terdapat luka. Sekeras apa Myungsoo memukul Siwon kemarin?

“Berhenti menatapnya. Kau hanya menyakiti dirimu sendiri.” Myungsoo menangkup wajah Yongri dan mengalihkan pandangan perempuan itu.

Dan Siwon melihatnya. Tangan Myungsoo yang berada di wajah istrinya. Siwon mengepalkan tangannya dan ingin menjauhkan Myungsoo dari Yongri. Myungsoo tidak berhak membelai wajah Yongri seperti itu.

“Tahan dirimu, Siwon-ah. Ingat apa yang sudah dilakukannya padamu.” Ujar Hyunji sembari menggenggam tangan Siwon yang terkepal.

“Lihatlah. Dia bahkan begitu mudah jatuh ke dalam pelukan laki-laki lain. Padahal kalian masih berstatus sebagai suami istri.” Kata Hyunji dengan sinis.

Hyunji tidak pernah merasa sebahagia ini di dalam hidupnya. Melihat Siwon dan Yongri saling membenci saat ini benar-benar memuaskan untuknya. Ia tidak perlu lagi melihat Siwon yang begitu perhatian pada Yongri.

Hyunji memesan makanan pada pelayan yang melayani mereka. Tersenyum senang saat Siwon menginginkan makanan yang sama dengannya. Ia akan membuat Siwon ketergantungan dengannya. Hingga Siwon tidak akan membutuhkan siapapun selain dirinya.

“Jadi bagaimana? Kau sudah berniat untuk menceraikannya?” Tanya Hyunji.

Siwon menundukkan kepalanya dan tidak tau harus menjawab apa. Ia masih merasakan kebingungan di dalam hatinya. Ia membenci Yongri. Tetapi Siwon tidak ingin menceraikannya. Siwon merasa kepalanya akan meledak.

“Dia akan memanfaatkanmu jika kau bersikap lunak seperti ini.” Kata Hyunji. Siwon menatap Hyunji dengan bingung.

“Apa maksudmu?”

“Dia bisa memohon padamu untuk memaafkannya. Lalu, ketika kau luluh padanya, dia akan kembali bermain di belakangmu. Bersama para lelaki yang selama ini menemaninya.”

“Apa kau benar-benar berpikir Yongri adalah perempuan yang seperti itu, Hyun?”

“Tentu saja. Kau bisa melihatnya sendiri.”

Hyunji menatap Yongri yang juga sedang menatapnya. Ia melayangkan senyum penuh kemenangan pada perempuan itu. Yongri sudah tidak bisa bersikap sombong lagi dihadapannya.

“Makanlah. Kau tidak perlu memikirkan perempuan yang tidak pernah memikirkanmu.” Ucap Hyunji dan menyantap makanannya.

Siwon memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan tidak semangat. Pikirannya melayang saat kemarin ia dan Yongri belajar masak bersama dan menikmati makanan tersebut dengan hati yang bahagia.

Siwon tidak menyangka semuanya berubah seratus delapan puluh derajat dalam waktu kurang dari 24 jam. Tidak ada lagi kebahagiaan yang tersisa. Yongri menghancurkan hatinya hingga tak berbentuk lagi. Siwon masih tidak percaya jika Yongri mampu melakukannya.

Siwon tau bahwa dia hanyalah laki-laki yang kasar dan egois selama ini. Tetapi bukan berarti Yongri bisa melakukan apapun padanya. Membohonginya dengan begitu tidak berperasaan. Karena bagaimana pun Siwon memiliki hati.

Siwon meletakkan sendok yang dipegangnya. Ia tidak nafsu makan saat ini. Tidak ada makanan yang bisa masuk ke dalam perutnya dengan sempurna.

“Kenapa? Tidak enak?” Tanya Hyunji.

“Aku tidak nafsu makan. Apa kau sudah selesai? Bisakah kita pergi dari sini?”

“Aku sudah selesai. Tetapi aku harus ke kamar mandi sebentar. Kau mau menunggu, kan?” Pinta Hyunji. Siwon mengangguk.

Hyunji berdiri dan meninggalkan mejanya untuk ke kamar mandi. Semua itu tidak luput dari pandangan Myungsoo yang sedari tadi menatapnya dengan geram. Perempuan iblis itu terlihat sangat senang telah membuat Siwon dan Yongri salah paham.

“Tunggu disini sebentar.” Kata Myungsoo dan segera meninggalkan meja kasir.

Tanpa ragu, Myungsoo ke dalam kamar mandi perempuan. Beruntung karena di dalam tidak ada siapapun selain Hyunji. Myungsoo menutup pintu di belakangnya dan menguncinya.

Myungsoo melipat kedua tangannya di dada sembari menunggu Hyunji keluar dari salah satu bilik yang digunakannya. Myungsoo merasa bersyukur karena kadar kesopanannya masih ada. Ia bisa saja mendobrak pintu bilik yang digunakan Hyunji.

“Oh, sial! Kau mengagetkanku!” Umpat Hyunji saat keluar dari bilik kamar mandi.

Hyunji berjalan ke wastafel dan mencuci tangannya. Ia menatap wajah Myungsoo dari cermin yang berada dihadapannya.

“Seingatku ini adalah kamar mandi perempuan.” Sindir Hyunji.

Myungsoo menarik lengan Hyunji dengan kasar dan memaksa perempuan itu untuk menatapnya. Hyunji meringis saat merasakan sakit pada lengannya akibat perbuatan Myungsoo.

“Bagaimana bisa ada seseorang seperti dirimu?!” Desis Myungsoo.

“Lepaskan aku! Kau menyakitiku!” Hyunji mencoba melepaskan dirinya dari Myungsoo.

“Sakit? Kau pikir bagaimana perasaan Yongri akibat perbuatanmu?!” Bentak Myungsoo.

“Apa yang aku lakukan padanya?!” Balas Hyunji membentak.

“Kau masih ingin bersikap polos dihadapanku? Aku sudah tau semua kebusukanmu, Han Hyunji. Kau adalah perempuan iblis!”

“Oh, ya? Memangnya apa yang aku lakukan? Kau memiliki bukti jika aku yang melakukannya?!” Hyunji menatap Myungsoo dengan senyum mengejek.

“Sialan! Ucapanmu barusan membuktikan semuanya!”

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Merekamnya? Memberikannya pada Siwon? Ck! Aku pikir kau tidak membawa apapun saat ini.”

“Kau benar-benar perempuan sialan, Hyunji-ssi!”

Hyunji melayangkan sebuah tamparan pada Myungsoo setelah laki-laki itu menghinanya. Ia menatap Myungsoo dengan marah dan mendorong laki-laki itu menjauh darinya. Hyunji menatap lengannya yang memerah akibat perbuatan Myungsoo.

“Jangan bersikap sok suci dihadapanku, Kim Myungsoo-ssi! Aku tau bahwa kau bahagia dengan apa yang sudah aku lakukan saat ini!”

“Kau tidak perlu bersikap seperti seorang sahabat yang siaga. Karena nyatanya di dalam hatimu ini, kau mengharapkan semua ini terjadi!” Hyunji menunjuk dada Myungsoo.

“Hanya saja kau terlalu pengecut untuk mengakui semuanya. Kau menyebutku perempuan iblis? Aku tidak masalah dengan itu. Setidaknya aku bukan seorang pengecut dan pecundang seperti dirimu.” Kata Hyunji dengan tatapan tajamnya.

“Dan aku peringatkan kau untuk tidak menyentuh wajah Siwon lagi. Karena jika kau melakukannya, aku akan memaksa Siwon menuntutmu!” Ancam Hyunji.

——

Yongri merasa panik saat melihat Siwon datang menghampirinya. Tidak, sepertinya bukan itu niat laki-laki itu mendatanginya. Siwon mungkin ingin membayar makanan yang telah mereka pesan. Tetapi saat ini tidak ada Myungsoo. Yongri tidak tau apa yang harus dilakukannya.

Yongri tidak mungkin jika tiba-tiba meninggalkan meja kasir begitu saja. Di saat tatapan Siwon yang tampak tidak lepas darinya. Dan ia juga tidak mungkin memanggil pelayan lain untuk melayani Siwon di kasir.

“Kau senang setelah pergi dari rumah?” Suara Siwon membuat Yongri mendongak untuk menatapnya.

“Aku menanyakan pertanyaan bodoh, kan? Tentu saja kau merasa senang. Kau bisa bersama laki-laki manapun yang kau inginkan.”

Yongri kembali menundukkan kepalanya. Mencoba mengabaikan semua kata-kata kasar Siwon padanya. Yongri tidak ingin berbicara karena ia takut akan menangis setelah membalas ucapan Siwon.

“Kau bahkan tidak berpikir dua kali saat aku mengusirmu. Apa kau begitu ingin keluar dari rumah itu? Kau seharusnya mengatakannya padaku! Karena aku tidak akan menahan perempuan pembohong sepertimu untuk berada disisiku!”

Yongri masih terus diam dan enggan menatap Siwon. Memejamkan matanya dan mencoba menghalau airmata yang hendak menetes. Ia tidak ingin menangis dihadapan Siwon. Ia tidak ingin Siwon melihatnya terluka.

“Sekarang kau tidak ingin berbicara denganku? Kau benar-benar perempuan yang tidak tau diri, Choi Yongri. Ayahku sangat menyayangimu, tetapi kau dengan tega menipuku.” Suara Siwon terdengar kasar dan terluka di saat yang bersamaan.

Yongri tidak dapat menahan airmata yang mengalir diwajahnya. Seandainya Kiho masih ada, Yongri yakin pria itu tidak akan menuduhnya seperti apa yang Siwon lakukan. Kiho akan memberikannya waktu untuk menjelaskan semuanya.

Seandainya saja Siwon memiliki sedikit sifat sabar yang dimiliki Kiho, kehidupan rumah tangga mereka tidak akan hancur seperti ini. Mereka pasti akan baik-baik saja dan tidak akan ada kesalahpahaman yang terjadi.

“Kau benar-benar tidak mengandung anakku, kan?” Tuduh Siwon.

Yongri mendongak dan menatap Siwon. Membiarkan laki-laki itu melihat dirinya yang terluka akibat semua ucapan kasarnya. Tetapi Yongri merasa Siwon tidak akan pernah melihat itu semua. Laki-laki itu terlampau membencinya.

“Apa itu anak Kim Myungsoo?” Tanya Siwon.

Siwon merasa tubuhnya terlonjak ke belakang akibat dorongan seseorang. Saat ia menoleh, ia menemukan Myungsoo yang menatapnya dengan tajam.

“Jika Yongri mengandung anakku, sudah dari awal aku akan mengambilnya darimu!” Ucap Myungsoo marah.

“Kenapa kau marah pada Siwon?! Wajar saja jika dia melakukan itu karena Yongri telah membohonginya!” Hyunji berdiri di samping Siwon dan membelanya.

Myungsoo mengepalkan tangannya dan menatap Hyunji dengan sangat marah. Ia menahan dirinya untuk tidak menampar perempuan itu. Seperti apa yang Hyunji lakukan tadi di kamar mandi.

“Kau adalah laki-laki bodoh yang pernah aku kenal. Kau tidak mempercayai seseorang yang begitu tulus padamu. Tetapi kau mempercayai iblis yang berkeliaran di sekitarmu.” Kata Myungsoo sembari menatap Siwon dan Hyunji bergantian.

“Aku benar-benar menantikan hari dimana kau menangis dengan penuh penyesalan, Siwon-ssi.”

“Jangan dengarkan dia, Siwon-ah. Ayo, kita pergi.”

Hyunji meletakkan uang puluhan ribu won di meja kasir. Kemudian menarik Siwon untuk meninggalkan cafe Myungsoo. Ia tidak ingin Myungsoo mengatakan kalimat-kalimat yang akan membuat Siwon curiga.

“Aku pinjam ruanganmu, Myungsoo-ya.” Lirih Yongri dan segera meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo memukul meja saat melihat wajah Yongri yang basah oleh airmata. Yongri kembali menangis hanya karena laki-laki bodoh yang begitu disayanginya. Laki-laki yang sangat tidak pantas untuk ditangisi oleh Yongri.

——

Yongri berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Padahal perutnya tidak terisi oleh apapun dan yang dimuntahkannya hanyalah cairan bening dalam jumlah sedikit.

Rasa mual yang dideritanya membuat Yongri tidak dapat memasukkan makanan apapun ke dalam mulutnya. Karena semua makanan itu akan berakhir dimuntahkan oleh Yongri. Ia sudah mengkonsumsi obat mual yang diberikan dokter.

Namun vitamin tersebut tampak tidak begitu membantu. Rasa mualnya hanya akan hilang beberapa saat. Dan akan kembali dalam beberapa jam ke depan. Tuhan seolah tau bagaimana cara membuat Yongri lebih terpuruk lagi.

“Muntah lagi?” Sujin membantu memegangi rambut Yongri.

“Tolong ambilkan handuk, eomma.” Pinta Yongri.

Sujin memberikannya sebuah handuk kecil berwarna putih. Yongri mengambilnya dan mengusap bibirnya yang basah. Menegakkan punggungnya dan menatap wajah pucatnya dari cermin.

“Seharusnya suamimu menemanimu di saat-saat seperti ini.”

“Eomma..”

“Aku tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan Siwon. Bagaimana bisa dia tidak mempercayaimu padahal kau istrinya?” Suara Sujin terdengar kesal.

“Ayahmu sangat mempercayaiku. Sekalipun dia tidak pernah meragukan perasaanku padanya.”

“Karena Siwon tidak sama dengan appa, eomma.”

“Itulah maksudku! Kenapa dia tidak seperti ayahmu? Kenapa pikirannya terlalu dangkal untuk ukuran seorang laki-laki? Aku benar-benar kecewa padanya.”

“Sudahlah, eomma. Aku tidak ingin membahasnya.” Kata Yongri sembari kembali ke kamar.

“Kau ingin makan sesuatu?”

“Tidak, eomma. Aku tidak bisa memakan apapun.”

“Tetapi kau harus makan, Yongri-ya. Tubuhmu semakin kurus. Kau sedang hamil.” Omel Sujin.

“Bagaimana anakmu bisa berkembang di dalam sana jika tubuhmu sekecil ini?”

“Eomma pikir aku mau seperti ini? Aku juga tidak ingin menyiksa diriku sendiri dengan rasa mual sialan ini, eomma! Tetapi aku tidak bisa apa-apa.” Ucap Yongri dengan kesal.

“Aku akan membuatkanmu teh madu. Paling tidak kau harus menghabiskannya untuk mengisi perutmu.” Kata Sujin dan dibalas anggukkan kepala oleh Yongri.

Setelah Sujin meninggalkan kamarnya, Yongri berbaring meringkuk di atas tempat tidur. Ia mengusap pelan perutnya seolah menenangkan bayinya agar tidak terus membuatnya mual.

“Kenapa kau melakukannya, sayang? Kau menyakiti eomma jika seperti itu.” Ucap Yongri.

“Cukup appamu saja yang melakukannya.” Gumam Yongri.

Yongri memegangi ponselnya dan sempat terpikir untuk memberitahu Siwon bahwa ia mengalami morning sickness. Tetapi apakah Siwon akan peduli padanya? Apakah Siwon akan mengkhawatirkannya?

Siwon bahkan tidak percaya jika Yongri mengandung anaknya. Siwon tidak akan mungkin menaruh rasa peduli walaupun Yongri merengek padanya. Tetapi Yongri sangat ingin Siwon berada disisinya, di saat ia sedang lemah seperti ini.

“Aku merindukanmu..”

——

Siwon hendak membuka bilik kamar mandi saat ia mendengar suara pegawainya yang sedang membicarakan dirinya. Akhirnya Siwon memilih untuk mengurungkan niatnya dan mendengarkan pembicaraan mereka.

“Siapa yang mengatakannya?”

“Berita itu sudah tersebar di seluruh kantor ini. Istri presdir berselingkuh dan mengandung anak laki-laki lain.”

“Kau serius? Bagaimana bisa? Presdir tampak sangat menyayanginya dan pernikahan mereka sepertinya baik-baik saja.”

“Ya, benar. Kau ingat saat istri presdir kecelakaan saat itu? Presdir terlihat sangat khawatir.”

“Itu semua karena presdir pikir jika istrinya juga memiliki perasaan yang sama padanya. Tetapi istrinya berselingkuh. Dan mereka akan bercerai.”

“Apa?! Bercerai?!”

“Ya. Itulah yang aku dengar.”

“Pantas saja suasana hati presdir sangat buruk akhir-akhir ini.”

“Lalu bagaimana jika istrinya itu benar-benar mengandung anaknya?”

“Sepertinya presdir tidak akan mempercayai istrinya lagi.”

“Presdir mungkin akan menikah lagi setelah bercerai. Kalian tau Han Hyunji, kan? Perempuan itu sangat dekat dengan presdir.”

“Wah, enak sekali menjadi presdir. Dikelilingi oleh banyak perempuan.”

Siwon mengepalkan tangannya yang berada di sisi tubuhnya. Berani sekali mereka membicarakan Siwon dan Yongri seperti ini. Mereka bahkan tidak tau apapun. Mereka hanya mengenal Siwon sebagai presdir di CH Group.

Tetapi mereka tidak pernah mengenal Siwon sebagai suami Yongri. Punya hak apa mereka membicarakan Siwon seperti itu? Siwon tidak menyangka jika pegawainya pandai bergosip seperti ini.

Siwon membuka pintu bilik kamar mandi dan membantingnya ke dinding. Ia dapat melihat tiga orang pegawainya yang tampak terkejut melihat kehadirannya di sana. Wajah mereka pucat seperti selembar kertas.

Siwon mendekati mereka dan ketakutan ketiganya semakin menjadi. Mereka menundukkan kepala karena tidak berani menatap wajah Siwon yang terlihat sangat marah saat ini.

“Tau apa kalian tentang kehidupan rumah tanggaku, huh?!” Siwon mencengkram salah satu kemeja pegawainya. Dua yang lainnya tampak terkesiap.

“Punya hak apa kalian membicarakanku dan istriku di sebuah kamar mandi?!” Bentak Siwon.

“M–maaf, p–presdir.”

“Aku akan bercerai? Siapa yang mengatakannya? SIAPA YANG MENGATAKANNYA?!” Teriak Siwon.

“Lebih baik kalian tutup mulut kalian sebelum aku menutupnya untuk selama-lamanya!” Ancam Siwon dan melepaskan cengkramannya.

“Kalian tidak perlu datang ke kantor ini lagi mulai besok. Jika aku masih melihat wajah kalian, aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang.” Kata Siwon dan segera meninggalkan kamar mandi.

Siwon menarik dasinya hingga melonggar di lehernya. Kemudian membuka kancing teratas kemejanya hingga membuatnya bisa bernafas dengan normal. Ucapan para pegawainya benar-benar membuatnya naik pitam.

Kenapa semua orang membicarakan perceraiannya dengan Yongri? Kapan Siwon pernah mengatakan bahwa ia akan menceraikan Yongri? Tidak sekalipun Siwon pernah mengucapkannya.

“Siwon-ah!” Hyunji yang baru keluar dari lift segera menghampiri laki-laki itu.

“Kau yang melakukannya?!” Tuduh Siwon hingga membuat Hyunji terdiam.

Apa maksud ucapan Siwon? Apa Siwon telah mengetahui semuanya? Wajah Hyunji tampak memucat.

“Siwon-ah..”

“Kau yang mengatakan pada mereka bahwa aku akan menceraikan Yongri?!”

“A–apa?” Hyunji benar-benar merasa jantungnya akan lepas.

“Ti–tidak. Tentu saja aku tidak melakukannya.” Dusta Hyunji.

“Sial!” Umpat Siwon dan segera meninggalkan Hyunji untuk masuk ke ruangannya.

Hyunji menghela nafas lega. Ia berpikir jika Siwon telah mengetahui apa yang dilakukannya pada Yongri. Untung saja ternyata maksud Siwon bukanlah seperti apa yang Hyunji pikirkan.

Hyunji memang yang menyebarkan berita retaknya rumah tangga Siwon pada pegawai yang lain. Siwon terlalu bodoh karena mempercayai ucapannya begitu saja. Seharusnya Siwon menyadari jika hanya Hyunji yang mengetahui masalah rumah tangganya.

Jika bukan Siwon yang melakukannya, tentu saja Hyunji yang mengatakannya hingga membuat seluruh pegawai bergosip tentang Siwon dan juga Yongri.

“Semakin banyak yang tau, semakin baik untukku.” Ucap Hyunji dengan tersenyum.

——

Yongri duduk di ruang tunggu dan menunggu namanya di panggil oleh perawat. Hari ini adalah jadwal bulanannya untuk memeriksakan kandungannya. Walaupun tubuhnya terasa lemah karena rasa mual, Yongri tetap memaksakan dirinya untuk memeriksa perkembangan bayi di dalam kandungannya.

Tidak ada siapapun yang menemaninya saat ini. Sujin dan Myungsoo sudah menawarkan diri mereka untuk menemaninya. Tetapi Yongri menolaknya. Membayangkan Sujin menemaninya melakukan pemeriksaan membuat Yongri menggigil.

Yongri takut Sujin mengatakan pada dokter apa yang terjadi pada rumah tangganya. Ibunya itu terlampau sulit menjaga mulutnya. Bisa dikatakan jika Sujin sangat sulit menjaga rahasia. Karena itulah Yongri menolak Sujin.

Yongri menolak Myungsoo karena tidak ingin dokter kandungannya memikirkan yang tidak-tidak mengenai hubungan mereka. Walaupun Yongri bisa menjelaskan bahwa hubungannya dengan Myungsoo tidak lebih dari seorang sahabat, setiap orang bisa memikirkan apapun sesuka mereka, kan?

Pada akhirnya Yongri lebih memilih untuk pergi seorang diri. Yongri menatap kursi kosong disampingnya. Seharusnya Siwon yang berada di sana. Seharusnya Siwon yang menemaninya dan menggenggam tangannya selama menunggu.

Satu bulan yang lalu, Yongri merasa percaya diri menatap pasangsa suami istri yang lain di sana. Namun saat ini Yongri tidak berani menatap mereka dan menyaksikan kemesraan yang mereka lakukan. Yongri tidak ingin sebuah perasaan iri menggerogoti hatinya.

“Nyonya Choi Yongri?”

Yongri segera mendongak dan berdiri saat namanya dipanggil. Perawat wanita itu mempersilahkannya memasuki ruangan Dokter Yoon.

Dokter Yoon tersenyum saat melihat Yongri dan Yongri membalas senyumnya. Dokter Yoon terlihat cantik diusianya yang menginjak kepala lima dengan keriput di sekitar sudut matanya.

“Duduklah dulu, nyonya.” Kata Dokter Yoon.

“Anda datang seorang diri hari ini?” Tanya Dokter Yoon.

“Ah, ya–” Yongri tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba saja pintu ruang Dokter Yoon terbuka.

Yongri menoleh dan matanya melebar saat melihat sosok Siwon di sana. Apa ia salah melihat? Sedang apa Siwon di sini? Apa Siwon mengingat jadwal periksa kandungan Yongri? Tetapi kenapa Siwon repot-repot untuk datang di saat ia tidak ingin mengakui anaknya?

Astaga. Begitu banyak pertanyaan di kepala Yongri. Tetapi ia tau bahwa ia tidak bisa menanyakannya pada Siwon. Siwon menatapnya dengan wajah datar. Tidak ada senyum apalagi tatapan hangat yang penuh cinta.

“Maaf, saya terlambat.” Ucap Siwon.

“Tidak apa-apa, tuan. Masuk dan duduklah.” Sahut Dokter Yoon.

Siwon mengangguk dan segera mengambil tempat duduk di samping Yongri. Ia menatap Yongri sebentar sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya.

“Anda bisa berbaring sekarang, nyonya. Saya akan memeriksa Anda.”

Yongri menatap Siwon yang sedang menundukkan kepalanya. Ia ingin menyentuh Siwon untuk meyakinkannya bahwa laki-laki itu memang berada di sana. Tetapi Yongri tidak bisa melakukannya.

Yongri segera berdiri dan berbaring di atas tempat tidur yang berada di sana. Membiarkan Dokter Yoon memeriksanya dan menyelesaikan semuanya dengan cepat.

Beberapa saat kemudian Yongri sudah kembali duduk di samping Siwon. Saat ini pandangan Siwon sudah tertuju pada Dokter Yoon. Ia berharap hasil pemeriksaan hari ini baik-baik saja.

“Apa Anda mengalami stres akhir-akhir ini?” Tanya Dokter Yoon.

Yongri terkejut mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Dokter Yoon. Tentu saja ia merasa stres akibat pertengkarannya dengan Siwon. Namun Yongri tidak mungkin mengatakannya, kan?

“Sedikit, dok.” Jawab Yongri.

“Plasenta Anda meningkatkan hormon pelepas kortikotropin.”

“Apa itu berbahaya, dok?” Yongri terlihat khawatir.

“Hormon itu mengatur durasi kehamilan, nyonya. Jika semakin lama terus meningkat, maka kemungkinan Anda melahirkan prematur akan semakin besar. Dan Anda tau sendiri kelahiran prematur dapat membahayakan nyawa sang bayi.” Jelas Dokter Yoon.

Yongri menghela nafas panjang.

“Hindari permasalahan yang dapat membuat Anda stres, nyonya.”

“Baik, dok.”

“Anda dapat memberikan perhatian khusus pada istri Anda untuk mengurangi stresnya, tuan.” Saran Dokter Yoon. Siwon hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

“Apa Anda mengalami mual?”

“Sesekali, dok.” Yongri kembali berdusta.

Yongri hanya tidak ingin Siwon menganggapnya mencari perhatian laki-laki itu. Walaupun Yongri mengatakan kebenaran, Siwon tidak akan mempercayainya.

“Anda bisa meminum obat mual yang telah saya berikan pada Anda. Perbanyaklah beristirahat karena wajah Anda terlihat sangat pucat, nyonya. Kurangi olahraga untuk saat ini.”

“Saya mengerti, dok.”

“Anda bisa datang lagi empat minggu dari sekarang. Mohon jaga kandungan Anda dengan baik dan kurangi stres.”

“Terima kasih banyak, dok.”

Siwon tidak mengatakan apa-apa dan keluar dari ruangan lebih dulu. Yongri berjalan di belakang Siwon sembari menatap punggung lebar laki-laki itu. Sebenarnya apa tujuan Siwon datang kemari?

“Aku harap kau tidak salah paham dengan kedatanganku.” Kata Siwon tiba-tiba sembari menghentikan langkahnya dan berbalik.

Yongri ikut menghentikan langkahnya dan menatap Siwon.

“Kau tidak berpikir aku datang ke sini karena peduli padamu dan bayi di dalam kandunganmu, kan?” Tuduh Siwon. Yongri mengepalkan kedua tangan di sisi tubuhnya.

“Aku datang ke sini karena tidak ingin dokter itu memikirkan hal yang buruk tentangku. Aku tidak ingin dia berpikir bahwa aku menelantarkanmu. Padahal kau memang pantas mendapatkannya.” Ucap Siwon.

“Bulan depan kau bisa mengajak ayah dari anak yang sedang kau kandung itu.” Saran Siwon dengan sinis.

“Apa kau benar-benar tidak akan mengizinkanku menjelaskan semuanya?” Tanya Yongri pelan.

“Untuk apa? Aku tidak bodoh dengan membiarkanmu kembali mengatakan omong kosong. Aku tidak akan membiarkanmu memperdaya diriku untuk kedua kalinya, Choi Yongri.” Jawab Siwon.

Yongri menundukkan kepalanya dan membiarkan airmata mengalir diwajah cantiknya.

“Kenapa kau tidak menceraikanku saja?” Ucapnya.

Mata Siwon melebar saat mendengar ucapan Yongri. Yongri ingin bercerai? Bagus sekali. Kebencian Siwon padanya semakin meningkat dengan drastis.

“Kau tidak mempercayaiku. Kau menghinaku dan mengatakan kata-kata yang kasar padaku. Lalu kenapa kau masih membiarkanku menjadi istrimu?” Tanya Yongri sembari menyeka airmatanya.

Siwon mengepalkan kedua tangannya agar tidak menarik Yongri ke dalam pelukannya. Kenapa Yongri menangis? Kenapa Yongri terlihat sangat terluka? Kenapa Siwon sangat sakit melihat Yongri seperti ini?

“Kau ingin bercerai?” Tanya Siwon memastikan. Yongri hanya diam saja.

“Bercerai.. Baiklah.. Aku akan mengabulkan keinginanmu.” Kata Siwon dengan wajah terlukanya.

“Kemana aku harus mengirimkan surat cerainya? Ke apartement Kim Myungsoo? Ke rumah Park Jihoon? Atau ada laki-laki lain?”

Yongri menahan tangannya agar tidak menampar wajah Siwon. Setiap kata yang dikeluarkan laki-laki itu begitu menyakitkan. Yongri tidak tau apakah Siwon secara sadar atau tidak mengatakannya. Apakah Siwon tau bahwa ucapannya itu menyakiti Yongri?

“Aku berharap tidak pernah melihatmu lagi, Choi Siwon.” Ucap Yongri dan segera meninggalkan Siwon begitu saja.

Siwon meninju dinding yang berada di dekatnya. Mengabaikan rasa berdenyut pada genggaman tangannya. Hatinya jauh lebih berdenyut daripada tangannya. Dan Siwon tidak tau bagaimana menyembuhkan hatinya yang terluka.

——

Siwon meneguk cairan alkohol yang baru saja dituangkan Hyunji ke dalam gelasnya. Ia mencoba mengabaikan suara hentakan musik yang memekakkan telinganya. Setidaknya club ini bisa mengalihkan perhatiannya walaupun hanya sebentar.

“Mau memesan makanan? Kau belum makan malam.” Kata Hyunji. Siwon menggeleng.

“Kau bisa cepat mabuk kalau perutmu kosong.”

“Aku tidak peduli.” Suara Siwon terdengar acuh.

Hyunji hanya mengangkat bahunya dan meminum jus yang dipesannya. Sengaja tidak memesan alkohol karena ia harus menyetir untuk mengantarkan Siwon pulang. Siwon tidak mungkin menyetir dalam keadaan mabuk.

“Pesankan aku satu botol lagi.” Ujar Siwon.

“Kau sudah mabuk, Siwon-ah.” Hyunji mengusap bahu Siwon.

“Aku memang ingin mabuk. Aku ingin melupakan semuanya.” Gumam Siwon.

“Kau tidak boleh terlalu mabuk. Besok kau harus bekerja.” Tangan Hyunji semakin merambat ke depan.

Hyunji meraba dada Siwon di balik kemeja putih yang dipakainya. Siwon terlihat menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya. Kepalanya terasa sakit.

Hyunji membuka beberapa kancing kemeja Siwon dan meraba dada telanjang laki-laki itu. Merasakan setiap otot Siwon yang tampak menegang. Entah karena sentuhan Hyunji atau karena permasalahan yang akhir-akhir ini terjadi.

“Aku bisa membantumu melupakan semuanya, Siwon-ah..” Bisik Hyunji.

“Aku ingin pulang.” Kata Siwon sembari berdiri.

Namun tubuhnya yang limbung membuatnya hampir terjatuh. Hyunji menahan lengan Siwon agar tidak terjatuh. Hyunji sangat suka saat ia menjadi satu-satunya yang dapat membantu Siwon seperti ini.

“Hati-hati, Siwon-ah. Ayo.”

Hyunji membantu Siwon meninggalkan club dan masuk ke dalam mobil Siwon. Memasangkan seatbelt pada Siwon yang terlihat memejamkan matanya. Entah laki-laki itu tertidur atau pingsan.

Kemudian Hyunji duduk di balik kemudi dan mulai menjalankan mobil untuk menuju ke rumah Siwon. Senyum di wajah Hyunji tidak pernah hilang. Ia merasa sangat senang saat ini.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah Siwon. Dengan susah payah Hyunji membantu Siwon berjalan menuju ke kamarnya. Tubuh Siwon sangat berat namun Hyunji tidak akan menyerah begitu saja. Ia tidak tau kapan lagi ia akan mendapatkan kesempatan.

Siwon mengerang saat Hyunji membaringkannya di atas tempat tidur. Hyunji duduk di sisi Siwon. Menarik kemejanya keluar dari celana dan membuka seluruh kancingnya. Hyunji berusaha keras untuk melepaskan kemeja laki-laki itu hingga Siwon bertelanjang dada.

“Bersabarlah, sayang. Aku akan membuatmu melupakan semuanya.” Ujar Hyunji.

Tangan Hyunji turun melepas ikat pinggang yang dipakai oleh Siwon dan membuka kancing celana yang digunakannya. Saat tangan Hyunji hendak menurunkan ristleting celana Siwon, Siwon menahan tangan perempuan itu hingga memuat Hyunji terkejut.

Hyunji menaikkan pandangannya dan menemukan Siwon sedang menatapnya dengan pandangan sayu. Sedikit lagi. Tinggal sedikit lagi maka Siwon akan menjadi miliknya.

“Aku ingin sendiri.” Ucap Siwon.

“Tapi, Siwon-ah..”

“Tinggalkan aku sendiri, Hyun.” Pinta Siwon.

Hyunji menatap Siwon dengan kesal dan geram. Tidak bisakah laki-laki itu membiarkan Hyunji memilikinya? Siwon hanya perlu menikmati apa yang akan Hyunji lakukan. Tetapi semuanya tidak semudah yang Hyunji pikirkan.

Dengan perasaan kesal, Hyunji meninggalkan kamar Siwon.

Sepeninggalan Hyunji, Siwon meringkuk di atas tempat tidur. Matanya terpejam dengan erat. Dari sudut matanya, airmata mengalir hingga menetes di atas bantal.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Yongri-ya?” Lirih Siwon.

“Kau tau bahwa aku sangat takut akan kehilangan. Kenapa kau meninggalkan aku?” Isak Siwon.

Semakin banyak airmata yang mengalir di wajah Siwon. Tubuh laki-laki itu meringkuk semakin dalam. Seolah sedang menyembunyikan dirinya dari apapun yang bisa semakin menyakitinya.

——

“Jadi maksudmu, suamimu tidak mempercayaimu?” Tanya Sunggyu dengan wajah kesal. Yongri hanya menganggukkan kepalanya.

“Sialan! Bagaimana bisa ada laki-laki bodoh seperti itu?” Geram Sunggyu.

“Hyung, pelankan suaramu.” Kata Myungsoo. Ia tidak ingin pelanggan mendengar seluruh umpatan Sunggyu.

“Apa dia tidak bisa merasakan darah dagingnya yang tubuh di rahim Yongri? Bagaimana bisa dia menuduh Yongri seperti itu? Astaga, aku ingin sekali memukul wajahnya.”

“Dimana rumahnya? Katakan padaku dimana! Aku akan mendatanginya dan memberinya pelajaran!”

“Sudahlah, oppa. Seberapa banyak pun kau memukul wajahnya, ia tidak akan pernah mempercayaiku.” Kata Yongri dengan sedih.

Sunggyu menghela nafas dan mengusap bahu Yongri.

“Itulah kenapa kau harus memilih laki-laki baik untuk menjadi suamimu, Yongri-ya. Misalnya saja seperti Myungsoo–“

“Hyung!” Myungsoo menatap Sunggyu dengan kesal.

Sunggyu tidak tau jika ia berusaha untuk tidak membuat hubungannya canggung dengan Yongri setelah pengakuan perasaannya. Tetapi Sunggyu kembali membahas perasaan suka Myungsoo pada Yongri.

“Maaf. Aku hanya terlalu kesal saja.” Gumam Sunggyu.

“Aku tidak apa-apa, oppa. Aku mampu bertahan untuk anak yang sedang aku kandung. Aku bisa menjadi seorang ibu dan juga ayah untuknya kelak.” Ujar Yongri dengan wajah yang dipaksakannya ceria.

“Aku sebagai pamannya akan membantumu menjaganya.” Sahut Sunggyu dengan tersenyum.

“Dia pasti sangat senang memiliki paman sepertimu dan juga Myungsoo.” Balas Yongri. Myungsoo tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Nanti kita bisa belanja bersama membeli pakaian bayi.” Kata Sunggyu dengan semangat.

Mendengar itu membuat Yongri merasa sedih. Saat itu Siwon juga mengajaknya membeli pakaian bayi. Tetapi sepertinya mereka tidak akan pernah bisa berbelanja bersama. Yongri menghela nafas. Ia tidak boleh memikirkan Siwon lagi saat ini.

Yongri mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu cafe terbuka. Merasa cemas karena takut Siwon yang datang bersama Hyunji. Namun melihat siapa yang datang saat ini membuat Yongri lebih terkejut lagi.

Yongri langsung berdiri dengan matanya yang melebar. Myungsoo dan Sunggyu menatap Yongri dengan bingung. Mereka mengikuti pandangan Yongri namun hanya menemukan sepasang kekasih yang baru saja masuk. Mereka tidak mengenalnya.

“Ada apa?” Tanya Myungsoo.

“Laki-laki itu.. Park Jihoon..” Ucap Yongri.

Myungsoo langsung berdiri menatap laki-laki yang dimaksud Yongri. Park Jihoon juga tampak terkejut saat melihat Yongri. Namun wajah terkejut itu langsung berubah menjadi panik. Laki-laki itu merangkul bahu gadis disampingnya dan membawanya keluar meninggalkan cafe.

“Kau yakin?” Tanya Myungsoo. Yongri mengangguk.

“Kau tunggu disini. Hyung, aku titip Yongri.” Kata Myungsoo dan langsung berlari meninggalkan cafe.

Myungsoo menatap ke kanan dan ke kiri mencari sosok Park Jihoon. Ia melihat laki-laki yang berjalan begitu cepat sembari menarik seorang gadis. Myungsoo mendekatinya dengan langkah lebar.

“Park Jihoon.” Panggil Myungsoo sembari menarik bahunya.

Laki-laki itu tampak terkesiap saat Myungsoo berhasil menghentikan langkahnya. Wajahnya tampak pucat dan aura panik dapat terlihat oleh Myungsoo. Tidak diragukan lagi jika laki-laki itu memang Park Jihoon.

“Kau siapa?” Tanya gadis di samping Jihoon.

“Kau siapa?” Myungsoo bertanya balik.

“Aku kekasih Jihoon oppa.” Jawab gadis itu.

“Kalau begitu aku memiliki urusan dengan kekasihmu. Kau bisa pergi.” Kata Myungsoo.

“Kau tidak bisa membawa kekasihku begitu saja. Kami sedang berkencan.” Gadis itu terlihat kesal.

“Kekasihmu ini telah menghancurkan rumah tangga orang lain, sayang. Jadi bisakah kau enyah sebelum aku menyeretmu untuk ikut bertanggung jawab?!” Ancam Myungsoo.

Gadis itu terlihat takut dengan ancaman Myungsoo. Ia menatap Jihoon dan Myungsoo bergantian. Kemudian segera meninggalkan mereka dengan berlari kecil.

Myungsoo menatap Jihoon dengan tajam. Jihoon berusaha melepaskan tangan Myungsoo dari bahunya. Namun Myungsoo mencengkramnya dengan sangat erat.

“Kau. Ikut. Aku!” Myungsoo menarik kaos Jihoon dan membawanya ke sebuah gang yang tampak sepi.

Myungsoo mendorong Jihoon hingga membentur dinding. Tidak peduli saat laki-laki itu mengerang kesakitan. Jihoon terlihat ingin kabur namun Myungsoo kembali berhasil menahannya.

“Kau siapa?!” Tanya Jihoon.

“Aku? Kau tidak perlu tau siapa aku.” Jawab Myungsoo.

“Kau mengenal Yongri?” Tanya Myungsoo.

“Ya. Aku mengenalnya.”

“Mengenal dengan sangat baik?”

“Tentu saja. Kami pernah tidur bersama beberapa kali.”

Myungsoo mengepalkan tangannya saat melihat wajah menantang Jihoon. Jihoon terlihat percaya diri di saat wajahnya yang sudah tampak sangat pucat. Mencoba bersikap sombong di balik ketakutannya.

“Tidur bersama?”

“Ya. Aku yang mengambil keperawanannya.” Ujar Jihoon dengan tersenyum sinis. Myungsoo balik tersenyum sinis.

“Kalau begitu, kau mengetahui bekas luka di bawah perut Yongri?” Tanya Myungsoo.

Wajah Jihoon terlihat bingung. Namun ia berusaha menyembunyikannya dari Myungsoo. Ia tidak ingin Myungsoo menyadari ketidaktahuannya.

“T–tentu saja aku mengetahuinya.” Jawab Jihoon dengan terbata.

Myungsoo kembali tersenyum. Namun kemudian senyumnya menghilang digantikan dengan wajah yang mengeras karena marah.

Myungsoo melayangkan pukulan pada wajah Jihoon. Memukuli laki-laki itu tanpa ampun. Menulikan telinganya saat Jihoon berteriak kesakitan dan memintanya untuk berhenti.

Myungsoo bahkan tidak peduli jika ada orang yang menemukan mereka di sana. Tidak peduli jika ia dituntut karena sudah membuat wajah Jihoon babak belur seperti sekarang.

“Kau mengetahuinya?” Desis Myungsoo.

“Kau mengetahui bekas luka yang tidak pernah ada?!” Bentak Myungsoo.

Mata Jihoon yang bengkak tampak melebar dengan susah payah setelah mendengar bentakan Myungsoo. Wajahnya semakin panik karena saat ini ia sudah ketahuan berbohong.

“Aku sudah tau bahwa kau hanya suruhan dari Han Hyunji.” Ucap Myungsoo.

“M–maaf.. M–maafkan a–aku. Aku m–membutuhkan u–uang. Dan H–hyunji menyuruhku m–me–melakukan ini.”. Kata Jihoon dengan susah payah.

“Jika kau butuh uang kau harus bekerja, bajingan! Bukan merusak kehidupan rumah tangga orang lain!” Myungsoo hendak kembali melayangkan pukulan namun Jihoon memohon padanya untuk berhenti.

“Kalau kau tidak mau mati ditanganku, kau ikut aku dan akui semua perbuatanmu!”

——

Myungsoo menyeret Jihoon untuk masuk ke CH Group. Begitu banyak orang-orang yang menatap mereka dengan terkejut dan juga bingung. Ada juga yang menatap Jihoon dengan ngeri karena seluruh wajah laki-laki itu tampak memar dan juga berdarah.

“Anda mau kemana?” Seorang petugas keamanan menghentikan langkah Myungsoo.

“Apa yang terjadi pada orang ini?” Tanya petugas keamanan tersebut.

“Katakan pada Choi Siwon jika aku ingin bertemu dengannya!” Ujar Myungsoo.

“Anda siapa dan ada keperluan apa bertemu dengan Presdir Choi?” Tanya petugas keamanan lagi.

“Aku Kim Myungsoo. Katakan saja pada presdirmu jika aku ingin menemuinya! Dia pasti akan menemuiku!” Bentak Myungsoo.

“Tapi orang yang Anda bawa sedang terluka. Anda seharusnya membawanya ke rumah sakit.”

“Dia adalah tanggung jawabku!”

“Kalau begitu tunggu sebentar. Saya akan menghubungi Presdir Choi.” Kata petugas keamanan sembari menatap Myungsoo dengan bingung.

Petugas keamanan meninggalkan Myungsoo dan menuju meja receptionist. Ia mengutarakan apa yang Myungsoo katakan pada wanita yang duduk di sana. Wanita itu menatap Myungsoo dan Jihoon dengan ngeri. Kemudian ia segera menghubungi Siwon melalui telepon di sana.

“A–aku mohon biarkan aku pergi.” Pinta Jihoon. Myungsoo mendengus dan tidak memperdulikan permintaannya.

“Aku bisa menghubungi Hyunji dan menyuruhnya menemuimu. Aku mohon lepaskan aku..” Pintanya lagi.

“Aku tidak membutuhkanmu untuk menghubunginya. Aku tau dimana aku bisa menemukannya.” Komentar Myungsoo.

“Dan sekarang lebih baik kau tutup mulutmu sebelum aku kembali memukulmu. Aku akan mengizinkanmu berbicara setelah bertemu Siwon!” Ucap Myungsoo.

“Mari, tuan. Saya akan mengantar Anda ke ruangan Presdir Choi.” Wanita yang berada di receptionist telah berdiri dihadapan Myungsoo.

Myungsoo mengangguk dan membiarkan wanita itu memimpin jalan. Sebelah tangan Myungsoo masih terus mencengkram kaos Jihoon dan menyeretnya untuk berjalan. Tidak ada yang bisa dilakukan Jihoon selain mengikuti Myungsoo.

“Di sana ruang Presdir Choi, tuan. Presdir hanya memiliki waktu setengah jam, karena beliau harus menghadiri rapat.” Ucap wanita itu.

Myungsoo tidak memperdulikannya dan berjalan menghampiri ruangan Siwon. Tanpa mengetuknya, Myungsoo langsung membuka pintunya dengan keras hingga pintu tersebut terbentur pada dinding.

“Apa yang–” Siwon tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat laki-laki babak belur yang dibawa oleh Myungsoo.

Siwon menajamkan matanya dan mencoba mengenali wajah laki-laki itu. Wajahnya yang babak belur membuat Siwon kesulitan untuk mengenalinya. Namun kemudian mata Siwon melebar saat dapat menebak siapa laki-laki yang dibawa oleh Myungsoo.

“Dia–“

“Benar. Dia Park Jihoon. Laki-laki yang sudah memfitnah istrimu.” Sela Myungsoo sembari mendorong Jihoon hingga tersungkur di lantai.

“Apa?” Siwon tampak terkejut.

Siwon segera meninggalkan meja kerjanya dan menghampiri Myungsoo. Ia menatap Jihoon sebentar sebelum akhirnya memusatkan perhatiannya pada sahabat istrinya tersebut.

“Untuk apa kau kemari dan membawa bajingan ini?” Tanya Siwon.

“Benar. Dia adalah seorang bajingan.” Sahut Myungsoo.

“Tetapi kau mempercayai bajingan ini daripada istrimu sendiri, kan?” Sindir Myungsoo membuat Siwon terdiam dan mengalihkan pandangannya.

Myungsoo mendengus kasar melihat Siwon.

“Apa Yongri memiliki bekas luka di bawah perut?” Tanya Myungsoo. Siwon kembali menatap Myungsoo dengan kening berkerut.

“Tidak ada. Yongri tidak memiliki bekas luka apapun.” Jawab Siwon yakin.

“Tapi si brengsek ini mengatakan jika Yongri memiliki bekas luka di bawah perutnya. Coba kau pikirkan dengan otakmu yang pintar itu, apakah dia benar-benar menyentuh Yongri atau tidak?!” Tegas Myungsoo.

Siwon menatap Jihoon dengan bola matanya yang bergerak gelisah. Ia masih belum bisa menerima dan menangkap apa maksud ucapan Myungsoo.

“Cepat katakan semuanya, brengsek!” Myungsoo menendang kaki Jihoon.

“Maafkan aku. Maafkan aku. Apa yang aku ucapkan saat itu hanyalah kebohongan.” Kata Jihoon dengan kedua tangan yang menyatu dan berlutut di hadapan Siwon.

“Apa?” Mata Siwon melebar.

“Aku hanya di suruh karena aku membutuhkan uang. Aku sama sekali tidak mengenal istrimu apalagi menidurinya.” Isak Jihoon. Ia benar-benar takut saat ini.

“M–maksudmu, semua ucapanmu saat itu hanya kebohongan?” Tanya Siwon dengan jantung yang berdegup kencang.

“Ya. Aku berbohong.” Jawab Jihoon.

“Jadi yang berbohong adalah dirimu dan bukan Yongri?”

“Y–ya.”

“Kau tidak pernah menidurinya?”

“Tidak.”

“Kau bukan orang yang mengambil keperawanannya?”

“B–bukan.”

“Yongri kehilangan keperawanannya karena terjatuh dari sepeda.” Sela Myungsoo membuat Siwon menatapnya.

“A–apa?”

“Saat itu kami bermain sepeda bersama. Lalu Yongri terjatuh dan hal itu melukai kewanitaannya hingga ia kehilangan keperawanannya. Yongri menangis histeris saat itu, karena ia tau bahwa keperawanan adalah harta seorang wanita. Ia mengatakan pada orangtuanya bahwa ia tidak ingin menikah. Karena semua laki-laki yang tau bahwa ia sudah tidak perawan akan meninggalkannya. Sama seperti yang kau lakukan.” Jelas Myungsoo.

Siwon menatap Myungsoo dengan mata yang berkaca-kaca. Tidak. Tidak mungkin, kan? Myungsoo pasti berbohong, kan? Kenapa hati Siwon sakit sekali saat mendengarnya?

“Hanya saja aku tidak tau bagaimana bajingan ini bisa mengetahuinya!” Kata Myungsoo sembari kembali menendang Jihoon.

“Hyunji yang mengatakannya padaku. Aku mengetahui semuanya dari Hyunji.” Ucap Jihoon.

“Hyunji?” Gumam Siwon menatap Jihoon.

“H–hyunji siapa?” Tanya Siwon terbata.

“Han Hyunji. Nama perempuan itu Han Hyunji.” Jawab Jihoon.

“Temanmu, Siwon-ssi.” Timpal Myungsoo menegaskan.

Siwon mencengkram kaos Jihoon dan terlihat sangat marah.

“Setelah memfitnah Yongri, sekarang kau akan memfitnah Hyunji?!” Desis Siwon.

“A–aku tidak berbohong! Aku hanya disuruh oleh Hyunji dan mendapatkan bayaran darinya.”

“Dia tidak berbohong, Siwon-ssi. Hyunji yang merencanakan semuanya.” Ujar Myungsoo.

“Tidak mungkin! Hyunji temanku! Dia tidak mungkin melakukannya!”

“Hyunji mengatakannya sendiri padaku bahwa dia merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kehidupan rumah tanggamu. Karena dia mencintaimu. Dia tidak ingin kau menjadi milik perempuan lain.”

“Tidak! Tidak mungkin!” Siwon mendorong Jihoon.

Siwon terlihat sangat marah dan memukul Jihoon dengan keras. Ia melampiaskan kekesalannya pada laki-laki yang sudah tidak berdaya itu. Siwon tidak bisa mempercayai jika Hyunji yang menjadi dalang di balik semua ini.

“Kau berbohong, brengsek! Kau bajingan!!” Maki Siwon.

“Siwon-ssi, cukup! Kau bisa membunuhnya!” Myungsoo menarik Siwon menjauh.

“Brengsek! Aku akan membunuhnya! Aku akan membunuhnya!!” Siwon memberontak dari pegangan Myungsoo.

“AAAAAARRRGGGHHHHHH!!!” Teriak Siwon marah.

Siwon membuang semua barang-barangnya di atas meja kerjanya. Membuat ruangannya menjadi sangat berantakan. Beberapa kali Siwon memukul meja untuk melampiaskan kemarahannya.

Apa yang sudah dilakukannya pada Yongri? Bagaimana bisa ia tidak mempercayai Yongri? Bagaimana bisa ia tidak peduli pada airmata Yongri? Dan bagaimana bisa Hyunji melakukan semua ini pada Siwon?

“Kau pernah memberitahu Hyunji tentang Yongri yang tidak perawan?” Tanya Myungsoo.

Siwon menatap Myungsoo dan tidak bersusah payah untuk menyembunyikan airmatanya. Kemudian ia mengangguk untuk menjawab pertanyaan Myungsoo.

“Itu berarti Park Jihoon tidak berbohong saat mengatakan jika Hyunji yang memberitahunya.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku saat kau datang ke rumahku?” Tanya Siwon.

“Yongri melarangku melakukannya. Ia tau bahwa kau tidak akan percaya jika Hyunji yang melakukan semuanya. Dan kau pasti akan mengira jika aku melakukannya hanya untuk membela Yongri. Karena itu Yongri memintaku untuk tidak mengatakan apapun.” Jawab Myungsoo.

Siwon kembali memukul meja. Ia ingin menyakiti dirinya sendiri untuk menebus semua kata-kata kasarnya pada Yongri. Siwon menjambak rambutnya. Begitu banyak kata-kata kasar yang diucapkannya pada Yongri.

Siwon sudah sangat menyakiti Yongri. Ia menyakiti satu-satunya perempuan yang disayanginya. Perempuan yang sedang mengandung anaknya. Siwon berharap Tuhan mencabut nyawanya saat ini.

Pintu ruangan Siwon terbuka membuat ketiga laki-laki yang ada di sana segera menoleh. Hyunji berdiri di perbatasan pintu sembari menatap Siwon dan Myungsoo secara bergantian. Kemudian Hyunji mengalihkan pandangannya pada laki-laki yang terlihat babak belur. Hyunji tampak tidak mengenalinya.

“Dia Han Hyunji!” Tiba-tiba Jihoon memekik.

“Dia orang yang telah membayarku untuk melakukannya semua!” Kata Jihoon dengan jari yang menunjuk pada Hyunji.

——

–To Be Continued–

HAI! Pasti pada seneng deh aku update nya cepet.. ahahahha.. kalian jangan pada benci siwon dong, dia kan lagi ulang tahun hari ini..

SELAMAT ULANG TAHUN SUAMIKKKKK!!! CEPET PULANG YA!! ISTRI KANGEN BERAT T.T

Oh ya FF ini tinggal beberapa part lagi, ya. Antara dua atau tiga atau mungkin satu part lagi. Huahahahaha…

Happy reading!

BYE~

Advertisements

75 thoughts on “The One and Only – Part 15

  1. Fighting si Siwon buat dapetin maap dari yongri ama keluarganya.
    Seriusan mau tamat author?? Biasanya klo ada ff yg mau tamat, authornya kasi teaser2 baru buat cerita yg lain, ini ngga adakah? Yahh, bakal kangen sma Yongri dong huhu~ 😦

  2. Nahh… hayoloh… Nyeselkan drimu Siwon, mkanya jd cwok jgn keras kepala yg ga mw dengerin penjelasan orang.. heeùuuhh.. kesell.. kesell.. bgt dh sma kmu Siwon… nangis bombay dh drimu.. udah ngomong kasar, nyakitin lgi.. haduuhh jd esmosi sya sma kmu Siwon sayang.. 😕😧..
    Tpi aku maafkan krna kmu baru berulang tahun.. Saengil Chukkae Hubby Choi.. 😘😘😘😘
    Walopun aku maafkan, tpi blm tentu sma Yongri ya..
    Siap2 aja dh buth perjuangan buat dptin Yongri lgi.. apalgi kedua ortu Yongri kyanya kesel jga tuh sma drimu Siwon.. hmm.. Fighting ye.. Semangat Siwon sayang.. hihihi 😆😆
    Ehh.. selingkuhan aku #lambaiMyungsoo😜 makasih ya udah bantu Yongri.. dan bwa tuh pelaku.. 😘
    Hoi nenek lampir Hyun.. siap2 di tendang y kmu sm Simba Choi.. 😠😠

  3. penyesalan memang selalu datang terlambat . . .
    ff ini bagus banget thor , suka banget kalo genre married life kayak gini . .
    next chapt nya ditunggu ya thor . . .
    hwaiting . .

  4. Wohhhhoo daebak…
    Siwon pasti nyesel banget nih.
    Semoga happy ending sih dan siwon bawa yongri pulang…Untuk myungsoo yg baik hati smoga dapat wanita lain…
    Kasian kan klau sndri mulu…

    Fighting author.

  5. Seneng bgt mksh byk choineke😘udh post lg😊
    Nikmatilah pnyesalan mu Siwon😏 lagian ga percaya sm istri sndri. Duh nasib yongri khilangan keperawanan mirip dgn ku😢(jd curhat😀)
    Bneran ni mo tamat….. Brarti mo ad karya br lg yah😀 smgat trs yah kecup bsh😘

  6. bisa gx myungsoo buat aku aja😊 perhatian bgt apa lgi klo jadi istrinya beeee pasti sweet bgt siwon pasti menyesal sekali hbsnya gx percaya ma yongri sih btw hyunji mau diapain???

  7. wah kasihan banget yongri harus menerima kata kata kasar dari siwon, siwon juga gak mau mendengarkan penjelasan yongri, untungnya ada myungsoo n orang tua yongri yang care sama yongri disaat yongri tertimpa masalah, pasti siwon menyesal sekali

  8. hahh syukur kalo myungsoo gak ikut” rencana hyunji
    dasar siwon terlalu bodoh iya masak gak bisa mana yg temen mana yg musuh
    untung myungsoo msh berbaik hati buat menjelaskannya
    knpa gak sdri awal nyeritain itu smua. knpa yongri gak sgera jujur

  9. Yes ketauan dalangnya
    Emg ga tulus ga dpt yg mulus wkwk
    Sabar ya hyunji
    Jadi org baik ky myungsoo aj
    Nnti juga dpt yg trbaik kok

  10. Tuch kan bener kataku kalo bisa saja keperawanan yongri itu robek karena kecelakaan. Sekarang nyesel kan kamu siwon, makanya jadi orang itu jangan langsung percaya omongan orang dari satu pohak saja dikonfirmasi dulu kebenarannya dari pihak yang lain baru ambil kesimpulan mana yang benar dan mana yang berbohong

  11. Isshh siwon opa tega banget, tadi aku hampir mau buang dia dari daftar oppa oppa ku, tapi ternyata semuany keburu kebongkar jadi aku tarik kembali kata^ku itu.😢😅aishh keberuntungan masih memihakmu oppa karena akhirnya kau tak kehilangan salah satu dari fans mu hha😁😁 Alhamdulilah semuanya mulai terbongkar, ternyata Tuhan sudah sangat menyayangi baby siyong bahkan sebelum dia lahir ke dunia. Dia tidak mengijinkan baby siyong menderita karena adanya perpisahan appa dan eomma nya makanya Tuhan berbaik hati dengan membongkar semua kesalahpahaman dan pengkhianatan dari semua kejahatan yang dilakukan hyunji pada siwon🙄uncch myongsoo oppa baik bangett sihh makin gregat ajaa😍😍

  12. gak kebayang kalo jadi yongri,pasti sakit hati banget karna udah di tuduh yg ngga2.apalagi yg nuduh suami dia sendiri.kesel deh ih jadinya ma siwon.kok dia lebih percaya omongan orang lain sih daripada istrinya sendiri.akhirnya nyesel sendiri kan sekarang.yah semoga aja deh ada hikmah di balik kejadian ini.dan moga aja yongri kuat ngejalan’in rintangan yg datang di kehidupan rumah tangganya.jujur aja,sedih banget liat couple ini berantem kaya gini.lebih suka liat yongri-siwon bahagia.

  13. Mati hyunji. Klo aq jdi siwon aq masukn hyunji k rsj
    Tdak smudah tu siwon dpt maaf dri yongri apalagi ortux dh tau klakuan siwon
    Rasa kcewa n mrah mreka psti sgt bsar

  14. Akhirnya terbongkar juga semua kejahatan hyunji…moga aja si siwon jadi insyaf, dan gak berbuat ceroboh dan tidak gampang percaya terhadap perkataan orang lain sebelum membuktikannya…

  15. Tuhh kan 😥 😥 … Siwon sih mudah banget masuk jebakannya mbak Jiji(k), sekarang tinggal nyeselnya… Aduh bg, turut prihatin :”””D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s