The One and Only – Part 14

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

“Siwon-ssi..”

Yongri menepuk punggung telanjang Siwon untuk membangunkannya. Kemudian mengusapnya pelan saat melihat tidak ada tanda-tanda Siwon akan bangun.

“Siwon-ssi, ayo, bangun..” Ucapnya tepat di telinga Siwon.

“Euunngghh..” Lenguh Siwon sembari membalikkan badannya.

Wajah Yongri memanas saat melihat tanda kemerahan di dada Siwon akibat percintaan mereka semalam. Apa ia seagresif itu hingga meninggalkan tanda di tubuh Siwon? Astaga, Siwon akan menggodanya habis-habisan.

“Hari ini hari Minggu.. Biarkan aku tidur lebih lama..” Pinta Siwon.

Yongri mencoba mengabaikan dada Siwon.

“Yah, kau tidak lupa rencana kita hari ini, kan? Kita akan belajar memasak bersama.”

“Memasak.. Ughh..”

Yongri tidak dapat menahan senyumnya. Kata-kata ‘memasak’ sepertinya sangat menakutkan untuk Siwon. Begitu pun untuk Yongri. Hanya saja Yongri merasa ia harus melakukannya. Ia ingin memasak untuk anaknya kelak.

“Ayolah.. Kau tidak boleh mengingkari janjimu.”

Siwon membuka matanya dan menatap Yongri. Kemudian senyum kecil tampak terbit diwajah tampannya.

“Selamat pagi, sayang..” Sapa Siwon.

“Umm, selamat pagi.” Balas Yongri.

Yongri belum terlalu biasa mendengar panggilan sayang dari Siwon. Walaupun begitu, ia tetap merasa senang.

“Apa kau mual pagi ini?”

“Aku belum merasakan mual sama sekali.”

Siwon menggeser tubuhnya dan berbaring di atas paha Yongri. Bibirnya mengecup perut Yongri sebelum akhirnya mengusapnya dengan sayang.

“Selamat pagi, anakku. Baik-baik di dalam sana, ya.”

Siwon menaikkan pandangannya pada Yongri.

“Aku kecewa melihatmu sudah mandi.”

“Kenapa seperti itu? Kau seharusnya bangga saat bangun tidur dan menemukan istrimu sudah bersih dan harum.”

“Sayangnya aku lebih senang menemukan istriku telanjang saat bangun tidur.” Ucap Siwon. Yongri memukul pelan dada Siwon.

“Cepat bangun dan mandi!” Perintah Yongri.

“Paling tidak kita harus mandi bersama agar aku lebih bersemangat.”

“Aku tau apa yang ada di otakmu ini, Siwon-ssi.” Yongri menunjuk kepala Siwon.

Yongri memindahkan kepala Siwon ke atas tempat tidur dan kemudian berdiri.

“Jika kau tidak siap di dapur dalam waktu sepuluh menit, aku tidak akan membiarkanmu menyapa anakku.” Ancam Yongri.

“Ya! Tidak bisa seperti itu!” Tolak Siwon dan mengubah posisinya menjadi duduk.

“Waktumu hanya sepuluh menit, presdir.” Ucap Yongri sembari berjalan meninggalkan kamar.

Yongri tersenyum geli saat membayangkan wajah cemberut Siwon. Laki-laki itu terlalu menyayangi calon anak mereka. Siwon akan melakukan apapun hanya untuk sekedar menyapanya.

Yongri segera menuju ke dapur untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk memasak.

“Bibi Kim, kau bisa melakukan pekerjaan lain selama dua jam ke depan.”

“Kenapa, nyonya?”

“Aku dan Siwon akan belajar memasak. Dan aku tidak ingin kau membantu kami.” Ucapan Yongri membuat Bibi Kim tersenyum.

“Tetapi bagaimana jika tuan dan nyonya menghancurkan dapur?”

“Bibi!”

Bibi Kim tertawa dengan kencang. Yongri mengerucutkan bibirnya saat melihat Bibi Kim menertawakannya. Kenapa akhir-akhir ini begitu banyak orang-orang yang menertawakannya? Apa ia seorang badut?

“Maafkan saya, nyonya. Saya akan segera menghilang dari dapur.” Kata Bibi Kim masih dengan tawa kecil dan kemudian meninggalkan dapur.

Yongri membuka kulkas dan menatap isinya yang begitu penuh. Bersyukur karena Bibi Kim sangat rajin mengisi kulkas mereka. Sehingga makanan apapun yang diinginkan, bisa didapatkan dengan mudah.

Yongri mulai menimbang masakan apa yang seharusnya dibuat bersama Siwon. Tentu saja bukan masakan yang susah karena mereka sama-sama belajar. Yongri tidak ingin menghancurkan dapur seperti kata Bibi Kim.

Yongri mengeluarkan beberapa bahan makanan dan menaruhnya di atas pantry. Kemudian mengeluarkan alat-alat memasak dimulai dari pisau hingga wajan. Tidak lupa ia juga mengambil dua buah apron dari lemari bawah.

Siwon yang telah selesai mandi mendatangi dapur dan langsung memeluk Yongri dari belakang. Yongri menyandarkan kepalanya pada bahu Siwon dan terlihat sangat nyaman berada di dalam pelukan laki-laki itu.

Membalikkan badannya, Yongri melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon dan memeluk suaminya itu dengan erat. Menyembunyikan wajahnya di lekuk leher Siwon sembari menghirup aromanya.

“Hmm..”

“Apa sekarang kau berubah pikiran dan ingin mengajakku ke kamar?” Goda Siwon dengan tangannya yang memeluk pinggang Yongri.

“Tidak. Aku suka aromamu.” Gumam Yongri.

Siwon tidak dapat menahan kekehan dari mulutnya. Tidak perlu membalas ucapan perempuan itu, karena Siwon pun menyukai aroma Yongri.

“Haruskah kita terus seperti ini sampai malam?” Tanya Siwon.

Yongri mengecup leher Siwon hingga membuat laki-laki itu mengerang.

“Jika kau melakukannya lagi, aku akan membawamu ke kamar.” Suara Siwon terdengar parau.

Yongri menjauhkan wajahnya dari leher Siwon dan tersenyum. Merasa lucu karena Siwon benar-benar tidak dapat menahan gairahnya saat Yongri menggodanya.

“Informasi saja untukmu jika itu bukan kemauanku. Anakmu yang menginginkannya.” Kata Yongri.

“Cih! Jangan menyalahkan anakku atas kelakuanmu.” Cibir Siwon.

Yongri mendengus dan melepaskan pelukannya pada Siwon. Mengambil salah satu apron dan memakaikannya pada Siwon. Yongri melingkarkan tangannya di pinggang Siwon untuk mengikat talinya.

Siwon tersenyum senang saat menyadari bahwa perempuan itu mengambil kesempatan untuk kembali memeluknya. Yongri dan hormon kehamilannya benar-benar membuat Siwon menyukainya.

“Pakaikan padaku.” Pinta Yongri.

Siwon mengambil apron dari tangannya dan memakaikannya pada tubuh mungil perempuan itu. Melakukan hal yang sama dengan memeluk pinggangnya untuk mengikat talinya.

Siwon memukul pelan pantat Yongri sebelum melepaskan pelukannya.

“Jadi, masakan apa yang akan kita pelajari?” Tanya Siwon.

Yongri mengeluarkan buku resep yang pernah di belinya. Menunjukkan salah satu menu pada Siwon dan laki-laki itu menganggukkan kepalanya. Seolah memasak makanan tersebut merupakan hal yang mudah untuknya.

“Kau iris bahan-bahannya dan aku akan menyiapkan air untuk rebusannya.”

Siwon mengangguk dan mengikuti instruksi Yongri. Mulai mengambil bahan-bahan yang diperlukan dan mengirisnya sesuka hati. Karena menurut Siwon bentuk tidaklah penting. Pada akhirnya semua akan berakhir masuk ke dalam perut mereka.

“Yah, bukan seperti itu!” Omel Yongri.

Yongri mengambil pisau di tangan Siwon dan mencontohkannya pada laki-laki itu.

“Seingatku kita sama-sama tidak bisa memasak.” Sindir Siwon.

“Tetapi aku lebih baik darimu.” Ucap Yongri dengan percaya diri.

Siwon tersenyum dan berdiri di belakang perempuan itu. Menutupi tubuh Yongri dengan tubuhnya yang jauh lebih besar dan tinggi.

“Aku mengerti, sekarang berikan padaku.” Bisik Siwon.

Yongri terkesiap mendengar bisikan Siwon. Dengan segera memberikan pisaunya pada laki-laki itu. Ia hendak menjauh dari Siwon, namun suaminya itu tidak memberikannya ruang untuk pergi.

Siwon memotong sayuran dengan Yongri berada dipelukannya. Jika seperti ini, memasak terasa lebih menyenangkan untuk Siwon.

“Kau harus melihatku agar aku melakukan hal yang benar.”

“Tetapi airnya–“

“Airnya tidak akan kemana pun.”

Yongri menoleh untuk melihat wajah Siwon. Siwon menundukkan kepalanya untuk membalas tatapan Yongri. Secara tiba-tiba Siwon menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri.

Siwon menghentikan tangannya yang sedang memotong. Tidak ingin mengambil resiko dengan memotong jarinya sendiri.

Suasana dapur menjadi sangat sunyi. Hanya terdengar suara kecapan bibir Siwon yang sedang melumat bibir Yongri dengan pelan.

Yongri tiba-tiba mendorong dada Siwon dan melepaskan ciuman mereka. Wajah Siwon terlihat kesal karena Yongri memutuskan kontak bibir mereka.

“Dapur tempat untuk memasak. Bukan bercumbu.” Ujar Yongri.

“Kita tidak bercumbu! Kita berciuman.” Ralat Siwon.

“Apapun itu, kita hanya memasak disini.”

Yongri menjulurkan lidahnya pada Siwon dan segera menjauh dari laki-laki itu. Yongri tersenyum geli saat mendengarkan gerutuan Siwon. Siwon paling tidak suka jika Yongri menyudahi kegiatan berciuman mereka.

Keduanya mencoba fokus untuk membuat satu makanan tanpa bantuan orang lain dan tanpa menghancurkan dapur. Mereka saling membantu dan bersama-sama memahami setiap kata yang ada di buku resep.

“Ambilkan garam.” Ujar Yongri.

Siwon mengambilkan garam seperti permintaan perempuan itu.

“Yah, itu kebanyakan. Disini tertulis hanya butuh setengah sendok.” Ucap Siwon.

“Hmm, baunya harum.”

“Bau harum belum tentu rasanya enak.”

Yongri melirik Siwon dengan kesal. Ia yakin jika rasa makanan ini sangat enak. Karena Yongri mengikuti semua petunjuk di dalam buku.

Dan kalau pun terasa tidak enak, dirinya tidak bisa disalahkan seorang diri. Siwon juga harus disalahkan karena mereka bekerja sama membuatnya.

“Aku akan membawanya ke meja makan.” Kata Siwon sembari membawa panci tersebut.

Keduanya duduk bersebrangan di ruang makan. Telah memegang sedok masing-masing dengan wajah mereka yang terlihat kelaparan.

“Aku akan mencoba lebih dulu.”

Siwon memasukan sendoknya ke dalam panci dan mencicipi kuahnya terlebih dahulu.

“Bagaimana?” Tanya Yongri.

Wajah Siwon terlihat kecewa.

“Tidak enak?” Tebak Yongri.

Yongri memasukkan sendoknya ke dalam panci dan mencicipi kuahnya.

“Ini enak!” Ujar Yongri dengan semangat. Siwon tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Kita berhasil!”

Siwon dan Yongri menyantap makanan yang mereka masak dengan penuh semangat. Mereka berhasil membuat sebuah makanan tanpa mengacaukan dapur. Bukankah mereka sangat baik untuk seorang pemula?

“Apa yang harus kita lakukan untuk menghabiskan waktu hari ini?” Tanya Siwon sembari mengunyah makanan.

Yongri menaikkan kedua bahunya dan terlihat tidak peduli dengan pertanyaan Siwon.

“Bagaimana jika kita membeli perlengkapan bayi?” Usul Siwon.

“Yah, usia kandunganku bahkan belum dua bulan.”

“Satu minggu lagi dua bulan.” Kata Siwon.

“Tetap saja kita masih memiliki waktu tujuh bulan untuk berbelanja keperluannya. Aku tidak ingin terburu-buru.”

Siwon mengangguk dan memilih untuk menuruti Yongri.

“Kita berkencan saja.”

“Berkencan?” Mata Yongri melebar.

“Karena dijodohkan, kita tidak pernah berkencan, kan? Kita bisa menghabiskan waktu hari ini dengan jalan-jalan, menonton film dan berbelanja.”

“Aku setuju!” Sahut Yongri langsung.

“Baiklah. Kita habiskan makanan ini setelah itu bersiap-siap.”

——

Siwon melingkarkan tangannya dibahu Yongri dan terlihat sangat overprotektif pada perempuan itu. Ia akan mengeratkan rangkulannya saat melihat ada laki-laki lain yang memandangi istrinya dengan mata berbinar.

Siwon bahkan tidak ragu-ragu untuk mencium bibir Yongri untuk memperlihatkan pada orang-orang bahwa perempuan itu miliknya. Beruntung karena Yongri tidak mempermasalahkannya.

Yongri juga merasa senang karena Siwon tampak begitu menjaganya. Sesekali ia juga merasa cemburu saat ada gadis-gadis yang menganggumi Siwon. Tetapi karena Siwon terlihat tidak peduli, Yongri pun merasa santai.

“Kau senang sekali mengendus leherku.” Gumam Siwon saat Yongri memeluk pinggangnya dan mencium lehernya.

“Anakmu yang menginginkannya.”

“Lagi-lagi kau menyalahkan anakku.”

Yongri menjauhkan wajahnya dan menatap Siwon dengan wajah frustasi. Salah satu alis Siwon terangkat saat membalas tatapan perempuan itu.

“Tiba-tiba saja aku sangat menyukai aromamu.” Keluh Yongri.

“Kenapa? Apa itu menjadi masalah?” Tanya Siwon.

“Kau bisa memelukku sepanjang waktu.” Lanjut Siwon.

“Itulah masalahnya. Kau terus menggodaku dan memanfaatkan kebiasaan baruku itu.”

Siwon terkekeh dan mereka melanjutkan langkah untuk mengitari pusat perbelanjaan terbesar di Seoul.

“Lihat! Baju hamil!” Suara Siwon terdengar antusias.

“Ya! Perutku masih rata.”

“Tidak apa-apa untuk persiapan.”

Siwon menarik Yongri ke kios yang menjual baju-baju ibu hamil. Laki-laki itu terlihat memilah-milah pakaian yang cocok untuk Yongri. Melihat itu, Yongri merasa terharu.

Siwon terlihat begitu antusias dan bersemangat. Tidak ada lagi laki-laki egois, keras kepala dan gengsi di diri Siwon saat ini. Siwon bersikap layaknya seorang ayah siaga.

“Warna peach sangat cocok untukmu.”

Yongri hanya tersenyum.

“Untuk saat ini, kita hanya akan beli beberapa saja. Jika nanti perutmu sudah lebih besar, kita akan membeli lebih banyak.”

Siwon mengambil beberapa baju terusan khusus ibu hamil dan memberikannya pada sang penjual. Mengeluarkan dompet dan membayar baju tersebut setelah penjual memberikan jumlahnya.

“Ayo.”

Siwon kembali merangkul Yongri dan mereka pergi ke tempat lain. Karena hari Minggu, pusat perbelanjaan tersebut tampak ramai. Keduanya melangkahkan kaki mereka menuju kedai makanan.

Begitu banyak makanan hingga membuat mata Yongri berbinar. Tiba-tiba ia merasa sangat lapar setelah berjam-jam menghabiskan waktu mengelilingi pusat perbelanjaan ini.

Yongri menarik tangan Siwon menuju kedai kue beras pedas. Perempuan itu memasukkan sepotong kue beras ke dalam mulutnya dan menikmati rasanya. Siwon tersenyum dan mengikuti apa yang Yongri lakukan.

“Rasanya benar-benar enak.” Kagum Yongri sembari memasukkan kembali potongan kue beras.

Siwon membersihkan sisa saus di sudut bibir Yongri menggunakan jempol tangannya. Kemudian menjilati jempolnya tersebut sebelum akhirnya kembali menikmati kue beras pedas.

Pemilik kedai tampak tersenyum melihat kelakuan mereka yang tampak sangat menggemaskan. Tidak perlu bertanya, ia tau bahwa Siwon dan Yongri adalah sepasang suami istri. Ia tidak mau menginterupsi dan mengganggu kebersamaan mereka.

“Kau ingin makan yang lain?” Tanya Siwon.

Yongri mengangguk.

“Ini. Ambil saja kembaliannya, bibi.” Siwon membayar kue beras pedas yang sudah mereka makan.

“Terima kasih banyak. Semoga kalian bahagia selalu.” Balas bibi penjual kue beras.

Siwon dan Yongri tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan kedai tersebut.

Pada awalnya, Siwon dengan senang hati menemani Yongri kesana-kemari untuk mencicipi makanan yang ada di beberapa kedai makanan. Namun lama kelamaan Siwon menjadi kewalahan sendiri, karena perut Yongri tak kunjung kenyang.

Siwon bahkan sudah merasa perutnya seperti hendak meledak karena begitu banyak menyantap makanan. Lain halnya dengan Yongri yang terlihat biasa saja. Bahkan mata perempuan itu masih berkeliaran untuk mencari makanan selanjutnya.

“Kau tidak kenyang?” Tanya Siwon.

“Tidak.” Jawab Yongri.

“Astaga, Choi Yongri. Kau lihat perutku sudah tidak sixpack lagi.”

“Jangan berlebihan, Siwon-ssi.”

Siwon mengerucutkan bibirnya.

“Apa kau mau tubuhmu seperti kingkong sebelum kau melahirkan?” Ujar Siwon. Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Lalu kenapa jika tubuhku seperti itu?! Kau mau meninggalkanku?!” Omel Yongri. Siwon terkesiap.

“T–tidak. Bukan seperti–“

“Pergi saja sana. Aku bisa berjalan seorang diri!” Usir Yongri dan langsung meninggalkan Siwon.

Siwon menghela nafas dan melihat punggung Yongri yang semakin menjauh. Kakinya menghentak-hentak persis seperti anak kecil. Siwon tidak dapat percaya jika perempuan itu sedang hamil saat ini.

“Ya, tunggu aku!”

——

Yongri turun dari mobil sebelum Siwon sempat memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Masih terlampau kesal karena Siwon mengomentari banyaknya makanan yang masuk ke dalam perutnya.

Tentu saja semua itu bukan kemauan Yongri. Yongri juga tidak tau kenapa perutnya tidak merasa kenyang sedikit pun. Mungkin saja itu karena anak mereka yang ikut makan di dalam sana. Seharusnya Siwon mengerti itu.

“Dasar laki-laki! Mereka selalu protes saat kami para perempuan terlalu banyak makan.” Gerutu Yongri.

“Yongri-ya..”

Yongri menghentikan langkahnya saat mendengar ada yang memanggilnya. Saat menoleh, ia menemukan seorang laki-laki memakai pakaian santai dan sedang tersenyum padanya. Laki-laki itu tampak masih muda dan sepertinya berusia sepertinya.

“Siapa?” Tanya Yongri.

Yongri tidak mengenalnya. Tetapi laki-laki itu sepertinya mengenalnya.

“Aku Park Jihoon. Kau tidak lupa padaku, kan?” Laki-laki bernama Jihoon itu mendekati Yongri dan menggenggam tangannya.

Yongri mencoba mengingat Park Jihoon menggunakan kepala cantiknya. Namun berapa kali pun ia memikirkannya, Yongri tetap tidak mengingatnya. Karena sepertinya Yongri memang tidak mengenalnya.

“Aku tidak mengenalmu.” Kata Yongri sembari berusaha menarik tangannya.

Namun Jihoon tidak melepaskan tangan Yongri dan justru menggenggam tangan Yongri semakin erat. Tiba-tiba Yongri menjadi takut dan berusaha semakin keras untuk melepaskan diri.

“Lepaskan aku!”

“Kau harus mengingatku, Yongri-ya. Aku Park Jihoon. Laki-lakimu!”

“Aku tidak mengenalmu! Lepaskan aku!”

“Brengsek, lepaskan tanganmu!” Siwon mendorong Jihoon menjauhi Yongri.

Menarik istrinya itu ke belakang tubuhnya dan melindunginya dengan posesif. Ia dapat merasakan Yongri mencengkram lengannya dengan begitu erat. Yongri pasti sangat ketakutan.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon sembari menoleh. Yongri mengangguk.

“Siapa dan apa yang kau lakukan pada istriku, sialan?!” Maki Siwon pada Jihoon.

“Aku tidak ada urusan denganmu. Aku ingin bicara dengan Yongri.”

“Yongri adalah istriku!”

Wajah Jihoon terlihat terkejut. Ia segera menatap Yongri untuk memastikan kebenaran ucapan Siwon.

“Kau sudah menikah? Kapan? Kau tidak mengatakannya saat kita terakhir kali bertemu.” Ujar Jihoon.

“Aku tidak pernah bertemu denganmu!”

Siwon menoleh untuk menatap Yongri.

“Kau benar-benar tidak mengenalnya?” Tanya Siwon.

“Aku tidak mengenalnya dan tidak pernah bertemu dengannya!” Jawab Yongri yakin.

“Bagaimana bisa kau mengatakan itu, Yongri-ya?” Wajah Jihoon terlihat kecewa.

“Kita bahkan masih menghabiskan waktu bersama dua bulan yang lalu.” Lanjut Jihoon.

Wajah Siwon terlihat terkejut saat mendengar ucapan Jihoon. Siwon kembali menoleh untuk menatap Yongri. Siwon dapat melihat wajah Yongri yang juga terkejut dan panik.

“Aku tidak tau apa yang dia katakan!” Bentak Yongri.

“Yongri-ya!”

“Cukup. Lebih baik kita berbicara di dalam. Aku tidak ingin tetangga mendengar keributan ini.” Kata Siwon.

Laki-laki itu berjalan masuk ke dalam rumah diikuti Yongri yang mencengkram erat lengannya. Yongri merasa takut pada laki-laki bernama Jihoon itu. Bagaimana bisa ia mengatakan mengenal Yongri di saat Yongri tidak mengenalnya?

Bahkan dia mengatakan bahwa mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Bagaimana bisa mereka melakukannya jika Yongri saja tidak mengenalnya? Omong kosong macam apa yang sedang dikatakan oleh Jihoon?

Siwon tiba-tiba memojokkan Jihoon ke dinding dan menekan dadanya dengan keras. Menatap laki-laki itu dengan begitu marah hingga Siwon siap membunuhnya saat ini juga.

“Siapa kau sebenarnya, bajingan? Bagaimana bisa kau mengenal istriku di saat dia tidak mengenalmu?!” Desis Siwon.

Jihoon berusaha untuk melepaskan dirinya dari Siwon. Namun tidak mudah karena Siwon yang sedang marah tampak memakai seluruh tenaganya untuk menahan Jihoon.

“Dia berbohong padamu! Dia mengenalku!” Ucap Jihoon.

“Aku tidak mengenalmu!” Yongri membela diri.

“Kau tidak mungkin melupakan laki-laki yang sudah mengambil keperawananmu!!” Jerit Jihoon.

Mata Siwon melebar mendengar ucapan Jihoon. Terlalu terkejut hingga Siwon tanpa sadar mengendurkan tekanannya pada Jihoon. Jihoon segera mendrong Siwon menjauh dan menghampiri Yongri.

Jihoon memegang lengan Yongri dengan erat dan menatap kedua mata perempuan itu dengan tajam.

“Bagaimana bisa kau melupakanku? Aku adalah laki-laki pertama yang menidurimu! Kau tidak bisa melupakanku, Choi Yongri!” Bentak Jihoon.

“APA YANG KAU KATAKAN?!” Yongri mendorong Jihoon menjauh.

“Siwon-ssi, dia berbohong!”

Yongri menghampiri Siwon yang masih tampak terkejut dan tidak percaya.

“Dia mengarang cerita. Aku benar-benar tidak mengenalnya!”

“Kau atau dia yang berbohong?” Lirih Siwon tanpa sadar.

“Dia yang berbohong. Aku tidak mengenalnya! Bagaimana bisa aku tidur dengan laki-laki yang tidak aku kenal?!” Yongri terlihat mulai panik.

“Kau tidak bisa melakukan ini padaku, Choi Yongri! Kita masih bersama dua bulan yang lalu! Kemudian aku mendengar bahwa kau hamil! Karena itulah aku datang ke sini. Kau mengandung anakku, kan?” Ujar Jihoon hingga membuat Yongri terperangah. Apalagi ini?

Siwon menatap Jihoon dengan keterkejutannya yang bertambah. Yongri hamil anak Jihoon? Siwon berharap seseorang membangunkannya dari mimpi buruk ini.

Siwon terkejut saat melihat Yongri menampar Jihoon. Tamparan yang cukup keras hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.

“Jaga ucapanmu, Park Jihoon-ssi! Siapa kau sebenarnya dan kenapa kau melakukan ini padaku?!” Jerit Yongri.

Jihoon memegang pipinya yang terasa perih. Ia menatap Yongri dengan tajam dan juga marah. Tidak menyangka jika Yongri akan menamparnya sekeras itu.

“Kau seharusnya berterima kasih karena aku mau bertanggung jawab jika kau mengandung anakku!”

“Aku tidak mengandung anakmu! Aku mengandung anak suamiku!”

“Siwon-ssi, suruh dia pergi dan jangan percaya ucapannya! Aku benar-benar tidak mengenalnya!” Yongri mengguncang lengan Siwon.

“Dengar!” Jihoon menatap Siwon yang terlihat kebingungan.

“Kau bilang jika kau suaminya, kan? Ketahuilah bahwa istrimu ini bukan perempuan baik-baik! Dia meniduri banyak laki-laki setiap dia pergi ke club! Dan jangan percaya jika dia mengandung anakmu! Karena begitu banyak sperma laki-laki yang masuk ke dalam rahimnya!”

BUK!

BUK!

BUK!

Ucapan kasar Jihoon membuat Siwon sangat marah. Siwon melayangkan pukulan padanya hingga membuat Jihoon tersungkur dengan sudut bibir yang berdarah.

“Sialan! Siapa kau hingga berani menghina istriku?!” Maki Siwon.

Jihoon menendang Siwon hingga laki-laki itu terpental ke belakang. Ia segera berdiri sembari menyeka sudut bibirnya yang terasa sakit.

“Tidak ada gunanya kau membela perempuan ini! Dia hanya akan menyakitimu dengan semua kebohongannya!” Ucap Jihoon.

“Dan kau!” Jihoon menunjuk Yongri.

“Berhentilah berbohong pada suamimu dan katakan yang sebenarnya bahwa kau mengandung anakku! Jika dia membuangmu, kau tau bisa menemukanku dimana. Aku akan bertanggung jawab untukmu dan anakmu.” Kata Jihoon dan kemudian segera meninggalkan rumah Siwon dan Yongri.

“Siwon-ssi..”

Yongri menghampiri Siwon dan hendak menyentuhnya. Namun Siwon mengangkat tangannya dan melangkah mundur. Seolah memberitahu Yongri bahwa ia tidak ingin disentuh oleh perempuan itu.

Yongri menatap Siwon dengan terkejut dan juga sedih. Siwon tidak pernah menolak sentuhannya. Selama ini Siwon selalu suka jika Yongri menyentuhnya. Tetapi saat ini Siwon menolaknya.

“Siwon-ssi..”

“Siapa laki-laki itu?” Tanya Siwon.

“Aku benar-benar tidak mengenalnya!” Jawab Yongri dengan airmatanya yang mengalir.

“Tidak mungkin. Dia mengenalmu dengan baik.”

“Dia tau namamu. Dia tau kau sering pergi ke club. Dan dia tau kau sedang hamil.”

“Aku tidak tau.” Lirih Yongri.

“Dia laki-laki pertamamu? Benarkah?” Siwon menatap Yongri dengan terluka.

“Tidak! Itu tidak benar! Kau adalah laki-laki pertamaku!” Bantah Yongri.

“Kau yakin? Kau tidak perawan saat aku menidurimu pertama kali, Choi Yongri.”

Mata Yongri melebar saat mendengar ucapan Siwon. Keterkejutan Yongri membuat Siwon yakin bahwa ucapannya itu benar. Yongri memang tidak perawan saat mereka pertama kali melakukannya. Tetapi kenapa Yongri selalu mengatakan jika Siwon yang pertama?

“A–aku bisa menjelaskannya.” Yongri kembali melangkah untuk mendekati Siwon.

“Menjelaskannya? Apa maksud ucapanmu itu? Kau benar-benar sudah tidak perawan?”

“Dengarkan penjelasanku.”

“Aku tanya padamu, Choi Yongri.” Siwon menatap Yongri dengan tajam.

“Apa kau sudah tidak perawan saat kita bercinta pertama kali?” Tanya Siwon.

Airmata Yongri semakin banyak mengalir. Ia menatap Siwon dengan pandangan sedih. Namun nampaknya Siwon terlihat tidak peduli.

“JAWAB PERTANYAANKU, CHOI YONGRI!” Teriak Siwon membuat tubuh Yongri terlonjak.

Siwon mencengkram kedua lengan Yongri dan membawa wajah perempuan itu tepat di depan wajahnya.

“Aku tidak memintamu menangis! Aku ingin kau menjawab pertanyaanku!” Bentak Siwon.

“Kau sudah tidak perawan?” Tanya Siwon untuk kesekian kalinya.

Yongri menundukkan kepalanya dan beberapa saat kemudian mengangguk dengan pelan. Cengkraman Siwon padanya terlepas begitu saja saat ia melihat Yongri mengangguk.

Siwon melangkah mundur dan menatap Yongri dengan tidak percaya. Berharap bahwa ia salah melihat jika Yongri mengangguk. Tidak, Yongri tidak mungkin mengangguk, kan?

“Kau membohongku selama ini?”

“Aku akan m–menjelaskannya padamu.”

“Kau berbohong padaku, Yongri-ya..”

“Siwon-ssi..”

“Kau tau bahwa kau satu-satunya yang aku percaya di dunia ini setelah ayahku tidak ada.” Kata Siwon dengan terluka.

“Kau satu-satunya yang aku miliki di dunia ini, Choi Yongri!”

“Karena itu biarkan aku menjelaskan semuanya padamu.” Suara Yongri terdengar putus asa.

“Apalagi yang ingin kau jelaskan?! Kau berbohong padaku!!” Bentak Siwon.

“Apa itu anakku?” Tanya Siwon sembari menatap perut Yongri.

Yongri benar-benar tidak percaya mendengar pertanyaan Siwon barusan. Bagaimana bisa Siwon menanyakan hal itu? Bagaimana bisa Siwon meragukannya hingga separah ini?

“Kau–” Yongri benar-benar kehabisan kata-kata.

“Kau berbohong padaku, Choi Yongri. Ada kemungkinan jika anak itu bukan anakku, kan?” Tuduh Siwon.

“Bagaimana bisa kau mengatakan itu?” Yongri tidak dapat menutupi perasaan terluka. Airmatanya semakin banyak mengalir.

“Bagaimana dengan kau sendiri? Bagaimana bisa kau berbohong padaku? Bagaimana bisa kau menipuku selama ini?!”

“Aku tidak menipumu!!” Jerit Yongri.

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar dan membalikkan badannya. Tidak ingin menatap Yongri dan membuatnya semakin membenci perempuan itu. Siwon masih tidak dapat mempercayai semua yang terjadi.

“Menghilanglah dari pandanganku, sebelum aku semakin membencimu.” Kata Siwon.

“Kau mengusirku?” Tanya Yongri.

“Aku tidak ingin hidup dengan perempuan pembohong.” Jawab Siwon tanpa menatap Yongri.

Yongri menganggukkan kepalanya walaupun Siwon tidak bisa melihatnya. Ia menyeka airmatanya walaupun airmata itu masih terus mengalir di wajahnya.

Yongri berbalik untuk meninggalkan rumah mereka. Siwon tidak menginginkannya dan ia tidak mungkin terus berada di sana. Pernikahan mereka mungkin memang harus berakhir.

Baru beberapa langkah, Yongri berhenti berjalan dan kembali berbalik untuk menatap punggung Siwon.

“Saat kau mengucapkan bahwa kau hanya mempercayaiku di dunia ini, kau bohong.” Kata Yongri.

“Karena nyatanya kau lebih mempercayai ucapan laki-laki itu daripada aku.” Lanjut Yongri dan kemudian meninggalkan rumah.

Siwon berbalik saat mendengar suara pintu rumah yang tertutup. Bagaimana bisa Yongri pergi begitu saja? Bagaimana bisa Yongri tidak berusaha untuk menjelaskan semuanya pada Siwon?

Jika Yongri benar-benar tidak berbohong, seharusnya Yongri berusaha untuk meyakinkan Siwon, kan? Seharusnya Yongri tidak menyerah begitu saja, kan? Lalu kenapa perempuan itu meninggalkan rumah begitu saja?

“Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku, Choi Yongri?” Ucap Siwon dengan airmata yang mengalir diwajahnya.

——

Yongri menekan bel apartement Myungsoo tanpa berhenti. Perempuan itu terisak dengan kencang di depan apartement tersebut. Semuanya terlalu menyakitkan untuk Yongri.

Siwon tidak mempercayainya dan hal itu benar-benar menyakiti Yongri. Seseorang yang disayanginya tidak mempercayainya sebagaimana Yongri mempercayainya.

“Sebentar.. Sebentar..”

Yongri dapat mendengar Myungsoo berteriak dari dalam apartement. Namun Yongri seolah tidak peduli dan terus menekan bel tanpa mau berhenti.

Beberapa saat kemudian pintu apartement terbuka. Myungsoo terlihat sangat terkejut menemukan Yongri yang sedang menangis di depan apartementnya. Wajah Yongri benar-benar basah oleh airmata.

“Yongri-ya..”

“Myungsoo-ya..” Isak Yongri.

“A–apa yang terjadi?” Tanya Myungsoo.

“Myungsoo-ya..” Isak Yongri lagi.

Yongri mencengkram lengan Myungsoo dengan kuat hingga membuat Myungsoo kesakitan. Namun Myungsoo tidak mengeluhkan hal tersebut karena keadaan Yongri lebih mengkhawatirkannya.

“K–kita masuk dulu.”

Myungsoo menuntun Yongri masuk ke dalam apartementnya. Menyuruh Yongri untuk duduk di sofa ruang tengah. Myungsoo meninggalkan Yongri untuk mengambil air putih di dapur.

Myungsoo merasa tangannya bergetar saat memegang gelas. Ia tidak pernah melihat Yongri sekacau ini. Dan melihatnya benar-benar membuat Myungsoo khawatir dan juga takut.

“Minumlah dulu.” Myungsoo memberikan segelas air putih pada Yongri.

Namun Yongri mendorong gelas tersebut menjauh sembari menggelengkan kepalanya. Myungsoo menaruh gelas di atas meja dan duduk di samping Yongri.

“Apa yang terjadi?” Tanya Myungsoo.

Yongri tidak menjawab dan hanya terus menangis. Dan kekhawatiran Myungsoo semakin menjadi. Myungsoo menggenggam tangan Yongri dengan erat.

“Kau sedang hamil, Yongri-ya. Kau tidak boleh seperti ini.” Ujar Myungsoo.

“Apa aku boleh meminjam kamarmu? Aku lelah.” Kata Yongri dengan suara serak.

“T–tentu saja.” Sahut Myungsoo.

Myungsoo mengantarkan Yongri ke kamarnya. Membantu perempuan itu berbaring di atas tempat tidur. Myungsoo menatap Yongri sebentar sebelum akhirnya meninggalkan kamar.

Sepertinya Yongri sedang ingin sendiri dan Myungsoo akan memberikan waktu pada perempuan itu sebelum akhirnya Myungsoo akan memaksanya berbicara. Myungsoo bersandar di pintu kamar dan masih dapat mendengarkan suara tangis Yongri.

Myungsoo sangat  ingin memeluk Yongri untuk menenangkannya. Tetapi Myungsoo tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.

Sebuah pemikiran menari-nari indah di dalam kepala Myungsoo tentang apa yang terjadi pada Yongri. Namun Myungsoo berharap bahwa apa yang dipikirkannya salah.

——

Bibi Kim membuka pintu rumah dengan semangat. Ia berpikir jika nyonya mudanya yang pulang setelah menenangkan diri sehabis bertengkar dengan Siwon. Bibi Kim mendengar semua pertengkaran mereka dan merasa sedih.

Siwon dan Yongri tidak pernah bertengkar hebat seperti tadi. Dan Bibi Kim juga tidak ingin majikannya itu berpisah. Wanita itu berharap mereka dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

Sayangnya harapan Bibi Kim tidak terkabul karena bukan Yongri yang pulang. Melainkan seorang perempuan yang diketahui Bibi Kim sebagai teman Siwon yang datang.

“Siwon ada, kan?” Tanya Hyunji.

“Tuan Siwon ada, tetapi saya pikir Anda sedang tidak bisa menemuinya.” Jawab Bibi Kim.

“Ketahuilah bahwa kau tidak berhak mengatakan itu padaku. Kau hanya pembantu rumah tangga.” Ujar Hyunji dan segera masuk ke dalam rumah Siwon.

“Dimana Siwon?”

“Tuan ada di kamarnya, nona.” Ucap Bibi Kim dengan enggan.

“Dan dimana kamarnya?”

“Di sana.”

Hyunji mengikuti tangan Bibi Kim yang menunjukkan keberadaan kamar Siwon. Ia segera menuju ke sana tanpa membuang waktu. Hyunji merapikan rambutnya terlebih dahulu sebelum akhirnya membuka pintu kamar Siwon.

“Aku sedang ingin sendiri, Bibi Kim. Keluarlah.” Kata Siwon.

“Ini aku.” Sahut Hyunji.

Siwon yang sedang duduk di lantai dan bersandar di sisi tempat tidur menoleh. Terkejut melihat kehadiran Hyunji di kamarnya. Dan sialnya saat ini ia sedang tidak ingin bertemu siapapun.

“Kenapa kau sedang ingin sendiri?” Tanya Hyunji sembari menghampiri Siwon. Hyunji duduk di samping Siwon.

“Ada apa, Siwon-ah?” Tanya Hyunji lagi saat melihat Siwon hanya diam saja.

“Tidak ada apa-apa.” Jawab Siwon tanpa menatap Hyunji.

“Jangan berbohong padaku. Aku tau bahwa sesuatu sedang terjadi. Wajahmu terlihat sedih.” Kata Hyunji. Siwon menghela nafas panjang.

“Dimana istrimu?” Tanya Hyunji.

Siwon segera berdiri dan berpindah duduk di atas sofa. Ia terlihat kembali merasa marah saat mendengar Hyunji menanyakan Yongri.

Hyunji kembali menyusul Siwon dan duduk di samping laki-laki itu. Ia tidak mungkin menyerah hanya karena Siwon menghindar darinya.

“Aku temanmu, kan? Kenapa kau tidak mau membagi masalahmu denganku?” Ujar Hyunji.

“Aku sedang ingin sendiri, Hyun.” Kata Siwon.

“Tidak. Kau sedang tidak baik-baik saja, Siwon-ah. Aku tidak mungkin meninggalkanmu seorang diri.”

“Ada apa? Katakan padaku.” Hyunji menangkup wajah Siwon hingga laki-laki itu menatapnya.

Siwon terlihat ragu untuk menceritakan semuanya pada Hyunji. Tetapi sesungguhnya Siwon sangat membutuhkan teman bicara saat ini. Siwon membutuhkan seseorang untuk memberikan semangat padanya.

Siwon menatap Hyunji. Beberapa saat kemudian ia mulai menceritakan semua yang terjadi kepada Hyunji. Bahkan sesekali Siwon terlihat menggeram dan terlihat marah.

Hyunji mendengarkan semua yang Siwon katakan dalam diam. Ia membiarkan Siwon menceritakan semuanya dan tidak menyelanya. Dan Hyunji berusaha mati-matian untuk tidak tertawa saat ini.

“Aku benar-benar tidak percaya dia melakukan ini semua padaku.” Keluh Siwon sembari menundukkan kepalanya.

“Bagaimana bisa dia melakukan itu padamu? Bagaimana bisa dia menipumu seperti itu? Aku pikir dia menyukaimu.” Timpal Hyunji.

“Sepertinya dia berbohong saat mengatakan bahwa dia menyukaiku.” Siwon terlihat benar-benar terluka.

“Lalu, menurutmu Yongri sedang hamil anak laki-laki lain?”

“Aku tidak tau, Hyun. Aku benar-benar bingung.” Siwon mengusap wajahnya dengan kasar.

“Menurutku, laki-laki bernama Park Jihoon itu tidak mungkin berbohong. Dia mengetahui semua tentang Yongri.” Kata Hyunji. Siwon menatap Hyunji dengan frustasi.

“Dan yang paling penting, dia berbohong saat mengatakan bahwa kau laki-laki pertamanya, Siwon-ah. Dia jelas-jelas mengatakan padamu bahwa dia sudah tidak perawan. Bagaimana mungkin kau menjadi laki-laki pertama saat dia sudah tidak perawan?”

“Aku tidak tau, Hyun! Aku tidak tau!” Siwon terlihat kesal.

“Kau tidak perlu mempertahankan perempuan yang sudah membohongimu, Siwon-ah.”

“Maksudmu, aku harus menceraikannya?” Tanya Siwon.

“Ya. Dia mengandung anak laki-laki lain. Dia berselingkuh darimu. Kau terlalu baik untuknya.” Jawab Hyunji.

“Bagaimana dengan perasaanku padanya, Hyun? Aku tidak bisa berpisah dengannya begitu saja.”

“Ingatlah bahwa dia membohongimu. Kau hanya perlu membencinya maka perasaanmu padanya akan menghilang.”

Siwon memukul lengan sofa dengan kesal. Saat ini ia mungkin memang membenci Yongri. Tetapi Siwon tetap tidak bisa mengabaikan perasaan sayangnya pada Yongri. Ia tidak bisa menghilangkan perasaan tersebut begitu saja.

“Aku akan membantumu melakukannya, Siwon-ah.” Ucap Hyunji sembari mengusap pipi Siwon.

“Apa maksudmu?” Siwon terlihat bingung.

Hyunji mendekatkan wajahnya dengan wajah Siwon. Menahan tengkuk laki-laki itu saat Siwon hendak menjauhkan wajahnya. Beberapa saat kemudian, bibir Hyunji menyatu dengan bibir Siwon.

Hyunji tau bahwa Siwon merasa terkejut. Namun Hyunji seolah tidak peduli dan menggerakkan bibirnya di bibir Siwon. Hyunji merasa benar-benar senang. Sudah sangat lama ia ingin melakukan ini pada Siwon.

Siwon tidak dapat menutup matanya dan menikmati ciuman Hyunji. Saat ia dan Yongri berciuman, rasanya tidak seperti ini. Jantung Siwon selalu berdetak dengan kencang saat ia mencium Yongri.

Namun saat ini, Siwon tidak merasakan apapun. Bahkan saat Hyunji yang lebih bergerak aktif, Siwon tetap tidak merasakan apapun. Karena itu, Siwon mendorong bahu Hyunji menjauh.

“Apa yang kau lakukan, Hyun?” Tanya Siwon.

“Aku ingin membantumu. Kau bisa menggunakan aku untuk melupakan istrimu. Aku tidak apa-apa.” Kata Hyunji.

Hyunji kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Siwon. Tiba-tiba wajah Yongri yang basah oleh airmata terlintas di dalam pikiran Siwon. Membuat Siwon segera berdiri dan menjauh dari Hyunji.

“Aku tidak bisa melakukan ini, Hyun. Aku tidak bisa.” Ucap Siwon dan segera meninggalkan Hyunji ke kamar mandi.

Hyunji mengepalkan tangannya dan terlihat kesal. Ia hampir saja bisa membuat Siwon tidur dengannya. Sepertinya ia harus melakukan usaha ekstra untuk bisa berada di atas tempat tidur Siwon.

“Setidaknya aku mampu membuatmu membenci Yongri dan mengusirnya dari rumah ini.” Ujar Hyunji dengan tersenyum sinis.

Hyunji berdiri dan mendekati bingkai foto yang terdapat di meja nakas tempat tidur. Bingkai yang berisi foto pernikahan Siwon dan Yongri. Hyunji mengambilnya dan menatapnya dengan senyum sinis yang tidak hilang dari wajahnya.

“Siwon hanyalah milikku, Choi Yongri. Aku bisa melakukan apapun untuk membuat kalian berpisah. Kau seharusnya tidak lancang mengambil sesuatu yang menjadi milikku.” Kata Hyunji.

“Sekarang kau akan membesarkan anakmu seorang diri karena Siwon tidak akan pernah mengakuinya.” Hyunji menaruh kembali bingkai foto tersebut namun dalam keadaan terbalik.

——

Myungsoo berlari menghampiri kamarnya dan membuka pintunya dengan keras saat mendengar suara tangis Yongri. Ia baru saja bisa bernafas dengan lega saat melihat Yongri tidur satu jam yang lalu.

Myungsoo tidak menyangka jika Yongri kembali menangis setelah perempuan itu terbangun dari tidurnya. Ia menghampiri tempat tidur dan duduk di sisinya dengan khawatir. Yongri telah mengubah posisinya menjadi duduk.

“Yongri-ya..” Suara Myungsoo terdengar putus asa.

“Katakanlah sesuatu, aku mohon. Jangan hanya menangis seperti ini. Aku takut terjadi apa-apa padamu dan juga bayi di dalam kandunganmu.” Ucap Myungsoo.

“Aku mohon, Yongri-ya.” Pinta Myungsoo sembari menggenggam tangan Yongri.

“Dia mengatakan anak ini bukan anaknya..” Lirih Yongri.

“Apa?” Myungsoo tidak mempercayai apa yang di dengarnya.

“Apa maksudmu?” Tanya Myungsoo kemudian.

Yongri menyeka airmatanya dan menatap Myungsoo dengan sendu.

“Ada seorang laki-laki yang datang ke rumah kami. Laki-laki itu bersikap seolah dia sangat mengenalku, Myungsoo-ya. Sedangkan aku tidak mengenalnya sama sekali.” Yongri memulai ceritanya.

“Dia bilang bahwa aku melupakannya. Dia bahkan mengatakan bahwa kami tidur bersama dan dia adalah laki-laki pertama yang menyentuhku. Dia juga berpikir bahwa aku mengandung anaknya.”

Mata Myungsoo melebar mendengar cerita Yongri.

“Siapa nama laki-laki itu?” Tanya Myungsoo.

“Park Jihoon. Aku tidak mengenalnya sama sekali, Myungsoo-ya.” Ujar Yongri.

“Lalu, suamimu mempercayai semua ucapan laki-laki itu?” Tebak Myungsoo. Yongri mengangguk.

“Siwon tidak percaya jika dia adalah laki-laki pertama yang meniduriku. Dia bertanya apakah aku sudah tidak pertawan ketika kami tidur bersama. Dan saat aku mengatakan ‘ya’, dia menuduhku membohonginya selama ini.”

“Kenapa kau tidak menjelaskan padanya? Menjelaskan penyebab bahwa kau sudah tidak perawan.” Ucap Myungsoo. Laki-laki itu mengetahui semuanya.

“Dia tidak memberikanku kesempatan untuk menjelaskan. Yang ada dipikirannya hanyalah aku sudah membohonginya dan menipunya. Dia tidak mempercayaiku. Dia bahkan tidak percaya bahwa aku mengandung anaknya.” Isak Yongri.

Myungsoo mengeratkan genggamannya pada tangan Yongri. Menguatkan perempuan itu dan seolah mengingatkannya bahwa Myungsoo ada di sana dan mendukungnya.

“Dia mengusirku. Dia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya bersamaku. Dia bilang aku perempuan pembohong, Myungsoo-ya..”

“Kau tidak seperti itu, Yongri-ya.” Bantah Myungsoo.

“Dengar..”

Myungsoo menangkup wajah Yongri dan menyeka airmata perempuan itu. Seandainya Yongri membalas perasaan Myungsoo, ia tidak akan pernah membuat perempuan itu menangis seperti ini.

“Aku tau bagaimana dirimu. Aku mengenalmu sejak kita masih kecil. Aku tau penyebab kau kehilangan keperawananmu. Kau bukan pembohong.” Kata Myungsoo dengan lembut.

“Haruskah aku menjelaskannya pada suamimu?” Tanya Myungsoo. Yongri menggeleng.

“Dia tidak akan percaya. Aku yakin dia akan mengira kau melakukan semuanya karena kau adalah sahabatku.”

Myungsoo terdiam dan sepenuhnya setuju dengan Yongri. Siwon yang sedang emosi seperti ini tidak akan percaya padanya. Walaupun Myungsoo mengetahui semuanya, itu tidak akan ada gunanya.

“Tapi kau tidak bisa membiarkan dia terus salah paham padamu.”

“Jika dia menyayangiku, dia seharusnya percaya padaku. Tetapi dia lebih mempercayai orang lain. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya perlu menunggu jika dia akan menceraikanku.”

“Bagaimana dengan anakmu?”

“Aku akan membesarkannya seorang diri.”

“Yongri-ya..”

“Myungsoo-ya, bisakah kau membantuku?” Pinta Yongri.

Myungsoo terdiam sembari memikirkan bantuan apa yang diinginkan Yongri. Jika saja perempuan itu menginginkan Myungsoo untuk menikahinya dan membantunya membesarkan anaknya, Myungsoo akan dengan senang hati menerimanya.

“Apa yang bisa kulakukan untukmu?”

“Aku membutuhkan vitamin kehamilan yang tertinggal di rumah. Bisakah kau mengambilkannya untukku?”

Myungsoo menundukkan kepalanya dan tersenyum miris. Ia tidak ingin Yongri melihatnya yang tersenyum penuh kesedihan. Seharusnya Myungsoo tau bahwa Yongri tidak akan pernah meminta hal konyol yang baru saja dipikirkannya.

“Tentu. Aku akan mengambilkannya untukmu.”

“Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan mengatakan apapun pada Siwon. Dan jangan bertengkar dengannya.” Ucap Yongri.

“Aku tidak bisa menjanjikannya.” Kata Myungsoo. Ia sangat ingin menghajar Siwon saat ini.

“Myungsoo-ya..”

“Aku berjanji aku tidak akan mengatakan apapun padanya. Tetapi aku tidak bisa berjanji bahwa aku tidak akan memukul wajah tampan suamimu.” Ujar Myungsoo.

Yongri memandang Myungsoo dengan sendu.

“Sekarang kau beristirahatlah selama aku pergi. Dan bisakah kau menjanjikan satu hal padaku?”

“Apa?”

“Berhentilah menangis dan menyiksa dirimu sendiri. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu dan anakmu.” Suara Myungsoo terdengar memohon. Yongri menganggukkan kepalanya, walaupun ia tidak yakin bisa berhenti menangis.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Anggap saja rumah sendiri.” Kata Myungsoo sembari tersenyum dan keluar kamar.

Sesampainya di luar kamar. Myungsoo menahan dirinya untuk tidak memukul dinding di dekatnya. Sial, ia sangat marah setelah mendengar cerita Yongri tadi. Ia tidak menyangka jika hal seperti ini yang akan terjadi.

“Han Hyunji..” Desis Myungsoo.

Flashback

“Bagaimana?” Tanya Hyunji. Myungsoo masih terdiam seolah tidak tau langkah apa yang harus diambilnya.

“Bayangkan kau dapat hidup bersama Yongri setelah ini, Myungsoo-ssi. Kau tidak perlu terlalu banyak berpikir.”

“Setelah kau mengatakan ‘ya’, aku akan memberitahumu segalanya. Dan tenang saja, aku yang akan menjalankan rencana ini. Kau hanya perlu menikmati hasilnya saja.” Hyunji menatap Myungsoo sembari tersenyum.

Myungsoo balas tersenyum, tetapi tersenyum dengan sinis. Hingga membuat senyum Hyunji menghilang dari wajahnya.

“Aku pasti sudah gila karena sempat terpikir untuk bekerja sama denganmu.” Ujar Myungsoo.

“Apa maksudmu?!”

“Dengar, aku mungkin menyukai Yongri. Tidak, aku mungkin mencintainya. Tetapi aku tidak seputus asa itu hingga berencana untuk menghancurkan kehidupan rumah tangganya.” Kata Myungsoo.

“Perasaanku pada Yongri tulus. Aku tidak ingin menyakitinya hanya untuk kesenanganku. Jika dia menyukai Siwon, maka tidak ada yang bisa kulakukan selain mendoakan yang terbaik untuknya.”

Hyunji terlihat sangat marah setelah mendengar ucapan panjang Myungsoo. Kedua tangan perempuan itu mengepal sembari menatap Myungsoo dengan wajah yang mengeras.

“Kau hanya terobsesi pada Siwon. Siwon bukan milikmu!”

“Tutup mulutmu! Kau tidak tau apapun!”

“Kau yang tidak tau apapun, Hyunji-ssi. Kau bahkan tidak bisa membedakan antara cinta dan obsesi!”

“Aku mencintai Siwon!” Kata Hyunji dengan mata yang berkaca-kaca. Ia merasa marah dan kesal karena Myungsoo menghina cintanya pada Siwon.

“Jika kau mencintainya, kau tidak akan menyakitinya.”

“Jika kau memang tidak ingin bekerja sama denganku, kau tidak perlu mengguruiku.”

Hyunji berbalik dan hendak meninggalkan cafe. Namun Myungsoo dengan cepat menahan lengannya dan menarik Hyunji mendekat. Tubuh Hyunji menekan meja kasir yang menjadi pemisah mereka.

“Aku peringatkan kau untuk tidak menyakiti Yongri. Karena jika kau melakukannya, aku akan membuat perhitungan denganmu.” Ancam Myungsoo. Hyunji tersenyum sinis.

“Jika kau begitu takut, kau hanya perlu melindunginya.” Balas Hyunji dan mendorong Myungsoo menjauh.

Hyunji segera meninggalkan cafe Myungsoo dengan perasaan kesal. Ia tidak membutuhkan siapapun. Ia bisa melakukan semuanya sendiri dan mendapatkan Siwon.

Myungsoo menatap kepergian Hyunji dengan geram. Ia memukul pelan meja kasir untuk melampiaskan kekesalannya. Hyunji akan melakukan sesuatu, ia yakin itu. Hanya saja Myungsoo tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk melindungi Yongri.

Flashback End

Myungsoo menghela nafas panjang. Sekarang semuanya sudah terlambat. Hyunji sudah menjalankan rencananya dan perempuan itu menyakiti Yongri. Yongri yang sangat menyayangi Siwon tampak begitu tidak terima saat Siwon tidak mempercayainya.

Dan sialnya, Myungsoo lagi-lagi tidak tau apa yang bisa dilakukannya untuk memperbaiki ini semua. Lagipula Siwon tidak akan percaya jika Myungsoo mengatakan semua ini adalah rencana Hyunji. Myungsoo hanya akan terlihat sedang membela Yongri, sahabatnya.

“Sial!” Umpat Myungsoo sembari mengacak rambutnya.

Myungsoo menatap pintu kamarnya dan sesekali terdengar isakan pelan Yongri. Ia ingin sekali merengkuh perempuan itu ke pelukannya. Tetapi Myungsoo menahan dirinya untuk tidak melakukannya. Myungsoo hanya tidak ingin lepas kendali.

Myungsoo segera berbalik dan berjalan untuk meninggalkan apartement. Ia harap saat pulang nanti, Yongri sudah menghentikan tangisannya. Karena Myungsoo tidak tau apa yang bisa dilakukannya jika ia kembali melihat Yongri menangis.

——

“Bukankah Anda teman Nyonya Yongri?” Tanya Bibi Kim saat melihat Myungsoo. Myungsoo tersenyum kecil dan membungkuk untuk memberi salam.

“Benar, bibi.” Jawab Myungsoo.

“Ada perlu apa? Nyonya Yongri sedang tidak ada di rumah.” Wajah Bibi Kim terlihat sedih.

“Saya tau, bibi. Saya datang ke sini atas permintaan Yongri.”

Mata Bibi Kim melebar.

“Nyonya Yongri bersama Anda? Dimana dia? Saya sangat mengkhawatirkannya.”

“Yongri baik-baik saja, bibi. Dia ada di tempat tinggal saya. Saya berencana untuk membawanya pulang ke rumah orangtuanya.” Kata Myungsoo.

Bibi Kim terlihat lega mendengar ucapan Myungsoo. Setidaknya Yongri tidak berkeliaran dan membahayakan dirinya serta bayi di dalam kandungannya.

“Bisakah kau mengambilkan vitamin milik Yongri, bibi? Yongri memintaku mengambilnya.” Pinta Myungsoo.

“Tentu, tuan. Tunggu sebentar akan saya ambilkan.” Sahut Bibi Kim dan segera meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo menunggu Bibi Kim dengan tidak nyaman. Ia tidak tau kenapa merasakan hal tersebut. Sepertinya karena Yongri dan Siwon yang sedang bertengkar serta Yongri yang tidak berada di sana.

Myungsoo memanjangkan lehernya dan berharap Bibi Kim segera muncul. Ia ingin cepat meninggalkan rumah ini, sebelum Siwon muncul. Myungsoo tidak ingin bertemu dengan laki-laki bodoh itu.

Tetapi sayangnya Tuhan tidak mengabulkan permintaan Myungsoo. Myungsoo menoleh saat mendengar suara deru mobil. Mobil Siwon terparkir tepat di samping mobil Myungsoo. Myungsoo tidak tau darimana laki-laki itu, dan tidak berniat mengetahuinya.

Siwon masuk ke dalam rumah dan melirik sinis pada Myungsoo. Berusaha untuk tidak memperdulikan kehadirannya. Walaupun Siwon penasaran dengan kehadiran laki-laki itu di sana. Ingin bertemu Yongri? Apa Myungsoo belum tau jika Yongri tidak ada di rumah?

Namun Siwon tidak bisa mengabaikannya, saat melihat Bibi Kim memberikan vitamin yang sangat dikenalnya pada Myungsoo. Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Myungsoo.

“Jadi, dia bersamamu?” Suara Siwon terdengar tidak senang.

“Aku rasa kau tidak perlu mengkhawatirkan perempuan yang sudah kau usir.” Balas Myungsoo.

“Terima kasih, bibi.” Kata Myungsoo kemudian dan menggerakkan kakinya untuk meninggalkan rumah Siwon.

“Apa kau salah satu laki-lakinya?” Tanya Siwon hingga membuat Myungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik menatapnya.

“Kau salah satu laki-laki yang menanamkan sperma padanya?”

“YA!” Teriak Myungsoo marah.

“Karena itukah kau tidak bisa melepaskan Yongri walaupun dia sudah menikah? Karena kau tidak suka ada laki-laki lain yang masuk ke celana dalamnya?!”

BUK!

BUK!

Myungsoo memukul Siwon hingga laki-laki itu tersungkur di lantai. Ia berharap telinganya salah. Ia tidak menyangka jika Siwon bisa berbicara sekasar itu mengenai Yongri.

Dimana sikap posesif yang selama ini ditunjukkan Siwon? Dimana Siwon yang menghajarnya saat itu karena ingin mempertahankan Yongri? Myungsoo benar-benar tidak mengenal sosok yang baru saja dipukulnya itu.

“Bagaimana bisa kau setega itu?” Ucap Myungsoo tak percaya.

Siwon menyeka darah di hidungnya dan menatap Myungsoo dengan marah. Lancang sekali laki-laki itu memukul dan membuatnya berdarah seperti ini. Tidak ada yang pernah melakukan hal tersebut padanya.

“Aku akui bahwa aku hanyalah laki-laki brengsek yang memanfaatkan kepercayaan sahabatku dengan membodohinya. Aku menjebaknya dan menahannya di apartementku hingga larut malam.” Ujar Myungsoo dengan tangan yang terkepal.

“Tapi kau tau kenapa aku melakukannya?” Tanya Myungsoo. Siwon hanya diam saja dan tidak berniat mengetahuinya.

“Aku melakukannya hanya untuk menatap wajahnya tanpa membuatnya merasa bersalah karena telah membuatku terluka. Aku bahkan tidak melakukan apapun selain membelai kepalanya.”

“Tapi di saat kau bisa melakukan apapun padanya, di saat kau bisa menciumnya, memeluknya bahkan menidurinya, kau justru mengusirnya dengan kata-kata kasar.” Geram Myungsoo.

“Apa kau tau bahwa kau laki-laki yang sangat bodoh?!” Maki Myungsoo.

“Tutup mulutmu!” Bentak Siwon.

Myungsoo tersenyum sinis dan berjalan mendekati Siwon.

“Bukankah pertaruhan kita masih berlaku?” Ujar Myungsoo. Siwon menatap Myungsoo dengan tajam.

“Kau tidak mau mengakui anak di dalam kandungan Yongri, kan? Kalau begitu biarkan aku melakukannya. Jika kau memang tidak mempercayainya, segeralah ceraikan dia!” Kata Myungsoo dan membuat Siwon semakin marah.

“Setelah itu, siapkan kejantananmu untuk dipotong karena aku akan menikahinya.” Desis Myungsoo dan segera meninggalkan Siwon.

——

–To Be Continued–

 

HAI! Sorry ya lanjutannya agak lama. Semoga part ini bikin kalian puas setelah sekian lama menunggu!

Happy reading!

BYE~

Advertisements

76 thoughts on “The One and Only – Part 14

  1. Aishhh hyunji memang iblis, dia bukan wanita melainkan seorang iblis yang licik dan kejam. Benar kata myungso bahwa hyunji tidak mencintai siwon tetapi hanya terobsesi untuk memiliki siwon😒😒 alhamdulilah akhirnya myungsoo tidak ikut terlibat dalam rencana busuk hyunji, terimakasih myungsoo karen kau tidak memperlakukan cintamu dengan salah, terimakasih pula karena mau menjaga yongri dan tetap melindunginya😋😋 tetaplah menjadi sahabatnya dan selalu berada disampingnya meski kau tak bisa untuk memilikinya🤗🤗 dan untuk siwon, aisshhh kenapa dia tidak percaya bahkan tidak mau mendengarkan penjelasan yongri, siwon please jangan ceraikan yongri. Jangan lupakan janjimu pada ayahmu dan jangan sampai kau menyesal di kemudian😣 dan buat yongri sabar yahhh, unchh jadi baper😁😆
    Thor nextnya jangan terlalu lama yah, maaf comentnya kepanjangan😄😅

  2. Sialan!!!!!!!

    Kalo emang gg percaya ya sudah…. jangan pake kata kata kasar (siwon kau menyebalkan)

    Walaupun kecewa dengan kenyataan tpi bisakah siwon memperlakukan yongri lebih manusiawi

    Asal kau tau bang…. ekspektasi lu itu jauh dari kenyataan

    Kau tetaplah yang pertama bagi yongri

  3. baru juga mesra-mesraan dengan kencan seharian badai pun melanda pernikahan Yongri dan Siwon. aduh Siwon jahat banget kenapa g mau mendengar penjelasan Yongri malah g mengakui anak yang dikandung Yongri. hampir saja salah paham sama Myungsoo rupanya dia g ikutan berbuat untuk menghancurkan rumah tangga Yongri dan Siwon. penasaran apa yang jadi penyebab Yongri g perawan lagi. padahal Siwon juga bukan perjaka lalu kenapa sih keperawanan yang dijadikan masalah.😭😭😭

  4. Kamvretttt.. Hyunji sialan. Siwon dan yongri lagi bahagia2nya digangguin…
    Siwon juga langsung percyaa saja.. nnti menyesal belakangan..

    Hahaha.. maaf ya terbawa emosi jadinyaaaa

  5. Deabakk ..deabakk
    Asli tegang … Aishhh siwon bodoh! Jadi pengen getok kepalanya siwon biar gak mudah dibodohin. Wanita iblis itu pengen ku bejek2. Next thor ditunggu kelaanjutannya

  6. sedih, senang bacanya a.. kirain yg menjebak yong ry itu myungsoo tau taunya hyunji.. tapi ceritanya kereeeeen…baguuus kecemburuan yg berlebihan menyebabkan kehancuran 😁😁 .. fighting untuk author nya.,,berkarya terus. aku suka semua cerita nya

  7. Awal cerita di part ini sweet banget, tapi ujung2nya malah sad.

    Aku kira ji hoon itu benar2 temannya yongri, tapi pas tahu kalau dia itu org suruhan hyun ji- malah kesal sendiri.

    Siwon juga, katanya cinta dan sayang dg yongri, tapi sekali dimasuki pengganggu di kehidupan rumah tangganya, malah gak percaya dg yongri.
    Kasihan yongri dan bayinya.

    Walau L ikut terlibat dalam rencana hyun ji, tapi aku tetap salut dg kesetiakawanannya dg yongri. L tidak memanfaatkan kehancuran hubungan wonri couple dan dia malah ingin membunuh siwon terutama hyun ji.

    Mudah2an aja kandungnya yongri gak apa2 dan siwon cepatlah sadar dg kebusukan hyun ji.

    Aku kira kk udah lupa dg kelanjutan ff ini, soalnya setiap aku mampir, ff nya gak pernah dilanjutkan. Tapi, semua terbayar sudah, karna kk publis ff ini sekali 2 part.

    Fighting kak 😀

  8. hahh jd hyunji mnjalankannya sndiri??
    myungsoo gak ikut”an
    hmm knpa yongri ikutin kata” siwon dsuruh pergi
    dan knapa harus lari kerumah myungsoo lebih baik pulang kerumah
    makin keruh permasalahannya kalo ke myungsoo kira yongri lari kermah orang tuannya taunya ke rumah myungsoo kecewa sama yongri
    hyunji bner bener itu wanita menyebalkan

  9. Uh untung myungsoo ga ikut2an
    Aaaaa senangnyaaaa
    Hyunji bnr2 terobsebsi sm siwon
    Dan mulut siwon bagaikan pedang megunus hati(?) Wkwk

  10. Si park jihoon itu pasti orang suruhan hyunji, dasar cewek rubah…
    Si siwon kenapa gak mau mendengar penjelasn yongri sih, biar gak salah paham…

  11. Oiyaaa taruhan itu!!! Aku tak bisa membayangkan siwon tanpa aduk kecilnya hehehe
    Myungsoo untung kau tak bekerjasama dengan si rubah betina. Kau memang yg terbaik. Kata2 siwon sungguh keterlaluan. Tidak selamanya apa yg kau dengar dan lihat itu adalah kebenaran. Cepatlah sadar dari pengaruh rubah betina…

  12. Emang udah yakin kalo yang Ngelakuinny hyunji. Dia tega banget
    Trs siwon juga langsung percaya ajah sama orang asimg
    Kan jadi yongri yang menderita

  13. Hmmm Hyunji mah rada-rada… Gak kebayang kalo beneran ada cewek kek gitu 😥 Demi bisa sama Siwon apapun dilakuin.. Untung myungsoo gak ikutan miring :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s