The One and Only – Part 13

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

Yongri menatap Siwon yang terus mengalihkan pandangannya ke jendela. Ia ingin menatap Siwon dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Yongri bisa memahami ketakutan yang dirasakan oleh Siwon. Dan Yongri tidak ingin Siwon terus menerus merasa ketakutan.

Walaupun Siwon tampak mengacuhkan Yongri, tangan Siwon terus menggenggam tangan Yongri dengan erat. Siwon seolah sedang meyakinkan dirinya bahwa Yongri berada disampingnya dan tampak baik-baik saja. Siwon hanya tidak bisa menghilangkan rasa takutnya.

Yongri menggeser duduknya untuk mendekati Siwon. Tangannya yang bebas melingkari leher Siwon hingga membuat Siwon terkejut dan segera menoleh. Yongri memeluknya dan menyandarkan kepalanya di dada Siwon.

“Aku baik-baik saja. Sungguh.” Bisik Yongri.

Keduanya seolah mengabaikan keberadaan Sekretaris Kim yang sedang mengemudikan mobil ke rumah sakit.

“Ya.” Ucap Siwon dengan suaranya yang serak.

Siwon mengusap punggung Yongri dengan pelan. Mencium puncak kepala perempuan itu dengan penuh rasa sayang. Merasakan Yongri di dalam pelukannya membuat Siwon merasa tenang.

“Aku hanya tidak bisa memikirkan apapun tadi. Aku membayangkan apa yang terjadi pada ayahku terjadi juga padamu.”

“Maaf, presdir. Seharusnya saya mengatakannya dengan lebih cepat.” Sesal Sekretaris Kim.

“Walaupun kau mengatakannya, aku tetap tidak akan tenang sebelum melihatnya secara langsung dengan mata kepalaku sendiri.” Balas Siwon.

“Cukup. Sekretaris Kim, kau mengemudi saja dengan hati-hati dan jangan berdebat dengannya. Emosinya sedang labil dan dia bisa memecatmu begitu saja seperti dia memecat supirku.” Sindir Yongri.

Siwon tidak menanggapi sindiran Yongri. Karena ia setuju dengan apa yang perempuan itu katakan. Perasaan takutnya membuat Siwon merasa marah dan juga kesal. Lebih baik siapapun tidak mencari masalah dengannya.

“Bisakah kita pulang saja?” Pinta Yongri.

“Sialan! Tentu saja tidak. Kau tidak lihat kepalamu berdarah?!” Geram Siwon.

“Sepertinya bisa diobati di rumah.” Sahut Yongri.

“Tidak, Choi Yongri. Kita akan tetap ke rumah sakit dan memastikan bahwa kau benar baik-baik saja.” Putus Siwon.

Yongri cemberut dan memilih untuk mengalah. Emosi Siwon benar-benar mengerikan. Laki-laki itu tidak peduli dengan siapapun yang dimarahinya. Ia tidak ingin bertengkar dengan Siwon dan membiarkan laki-laki itu melakukan apa yang diinginkannya.

——

“Benturan yang Anda alami membuat kulit Anda sedikit robek, tetapi tidak ada yang serius.” Seorang dokter yang baru saja memeriksa Yongri tampak menutupi luka di pelipis Yongri.

Siwon berdiri di dekat Yongri dan tampak mengamati gerakan dokter pria yang sudah cukup berumur. Siwon hanya tidak ingin dokter tersebut mengobati Yongri dengan asal-asalan dan membuat Yongri kesakitan nantinya.

“Bagaimana dengan luka dalam? Apa Anda sudah memeriksanya dengan teliti, dok?” Tanya Siwon.

Dokter tersebut menghentikan gerakannya dan menatap Siwon dengan sedikit tersinggung. Siwon seolah tidak mempercayai kinerjanya yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi seorang dokter.

“Semuanya baik-baik saja, tuan. Istri Anda memang mengalami sedikit shock. Tetapi yang lainnya baik. Apa Anda berharap sesuatu terjadi padanya?” Tuduh dokter tersebut. Siwon melebarkan matanya.

“Kata-kata Anda terdengar kasar, dokter.” Kata Siwon kesal.

“Itu yang ingin saya katakan pada Anda, tuan.” Balas dokter tersebut tidak mau kalah.

“Siwon-ssi..” Tegur Yongri.

Yongri benar-benar tidak tahan menghadapi Siwon yang sedang emosi seperti ini. Semua orang bisa diajak bertengkar oleh Siwon. Yongri tidak ingin Siwon memiliki banyak musuh hanya karena emosi sesaatnya.

“Maaf, dokter. Suami saya hanya mengkhawatirkan saya.” Ucap Yongri.

Siwon melotot pada Yongri saat mendengar permintaan maaf perempuan itu. Ia merasa Yongri tidak perlu meminta maaf karena dirinya tidak bersalah. Siwon hanya mengutarakan apa yang ada dipikirannya.

“Saya sudah puluhan tahun menjadi seorang dokter. Puji Tuhan tidak ada satu pun kekeliruan yang pernah saya lakukan. Kalian hanya perlu percaya pada saya karena kalian telah memilih saya sebagai dokter untuk mengobati kalian.” Ujar dokter tersebut sembari melanjutkan mengobati pelipis Yongri.

Siwon berdehem pelan dan dalam hati menyetujui ucapan dokter itu. Tapi lagi-lagi Siwon tidak akan mengakuinya. Ia merasa khawatir pada Yongri. Apapun akan Siwon lakukan untuk memastikan Yongri baik-baik saja.

Siwon sengaja memilih seorang dokter yang sudah berpengalaman untuk mengobati Yongri. Ia tidak ingin seorang dokter magang di Unit Gawat Darurat yang mengobati Yongri dan menyebabkan istrinya itu tidak terobati dengan baik.

“Ya, dokter. Maaf sekali lagi.” Sesal Yongri.

“Kandungan Anda juga baik-baik saja. Untungnya bukan perut Anda yang terbentur saat kecelakaan terjadi.” Jelas dokter tersebut.

“Apa?!” Siwon dan Yongri sama-sama memekik hingga membuat dokter terkejut.

“Ada apa?” Tanya dokter.

“Apa yang baru saja Anda katakan? Kandungan? Apa maksudmu?! Istriku hamil?!” Tanya Siwon beruntun dan tidak sabar.

“Kalian tidak mengetahuinya?” Dokter itu terlihat tidak percaya. Ia menatap Siwon dan Yongri bergantian.

“Usia kandungannya 4 minggu, jika saya tidak salah menebak.”

“Dokter Kang, Anda yakin?” Tanya Yongri.

“Kalian lagi-lagi meragukan saya.” Ucap Dokter Kang kembali tersinggung.

“Tidak, dokter. Bukan seperti itu.” Bantah Yongri.

Yongri menyentuh perutnya yang rata. Siwon tidak bisa berkata apa-apa selain menatap apa yang Yongri lakukan. Masih sangat sulit mempercayai apa yang Dokter Kang katakan.

Well, Siwon memang menginginkan Yongri hamil. Namun semua ini begitu tiba-tiba dan Siwon sangat bingung dengan apa yang harus dilakukannya untuk menyuarakan kebahagiaannya.

Yongri menatap Siwon yang masih terlihat bingung dan tidak percaya. Namun Yongri dapat melihat kebahagiaan di kedua mata laki-laki itu. Emosi di wajah Siwon pun bahkan sudah menghilang entah kemana.

Yongri tidak pernah melihat binar mata Siwon yang seperti ini. Sebahagia itukah Siwon karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah? Well, Yongri juga merasa bahagia. Tetapi saat melihat mata Siwon, kebahagiaan Yongri menjadi dua kali lipat.

“Sudah selesai, nyonya. Saya akan meresepkan obat penghilang rasa sakit.” Dokter Kang meninggalkan Yongri dan duduk di kursinya.

Tangan keriputnya mulai menuliskan nama obat di atas selembar resep. Baik Siwon dan Yongri belum ada yang berkomentar sedikit pun. Mereka terlalu sibuk dengan pemikiran mereka sendiri.

“Ini. Silahkan ditebus dan dimakan saat Anda merasakan sakit pada kepala Anda.” Ujar Dokter Kang.

“Terima kasih.” Gumam Yongri.

“Ah, saya sarankan Anda memeriksakan kandungan Anda pada dokter kehamilan. Mungkin Anda bisa mendapatkan vitamin untuk menguatkan kandungan.” Saran Dokter Kang.

“Terima kasih, dokter.”

Siwon dan Yongri keluar dari ruangan Dokter Kang. Siwon menatap Yongri dalam diam begitu pun dengan Yongri yang membalas tatapan Siwon. Kemudian Siwon menurunkan pandangannya dan menatap perut Yongri.

“Calon anakku ada di sana.” Gumam Siwon.

Yongri tersenyum dan mengusap wajah Siwon. Siwon kembali menatap Yongri dan kebingungan diwajahnya telah menghilang sepenuhnya.

“Terlalu sulit mempercayainya?” Tebak Yongri.

“Tidak, aku–astaga, aku hanya tidak menyangka jika kau akan hamil secepat ini.” Kata Siwon.

“Apa sekarang kau menyesal?” Ujar Siwon.

“Menyesal untuk apa?” Tanya Yongri.

“Karena mengandung anakku.” Jawab Siwon.

“Apa kau gila?! Aku tidak menyesal!” Bantah Yongri langsung.

Siwon tersenyum dan menarik Yongri ke dalam pelukannya. Senyuman Siwon terlihat sangat lebar dan penuh dengan kebahagiaan. Siwon tidak tau ia akan seberuntung apalagi di dalam hidupnya setelah ini.

Ia memiliki Yongri sebagai istrinya. Dan sebentar lagi akan ada seorang bayi yang melengkapi kehidupan pernikahan mereka. Siwon tidak akan pernah mau menukarkan kehidupannya ini dengan apapun.

“Aku bahagia.” Bisik Siwon.

“Aku juga.” Balas Yongri.

“Aku mungkin akan membunuh supirmu jika tau kau hamil dan dia membuatmu kecelakaan.” Kata Siwon membuat Yongri tertawa.

“Apa kita akan memeriksakan kandunganku?” Tanya Yongri.

Siwon melepaskan pelukannya.

“Tentu saja. Aku ingin tau apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan saat hamil.” Jawab Siwon.

“Ayo.” Siwon menggenggam tangan Yongri.

Mereka menuju ke departement kandungan dan mendaftarkan nama Yongri di sana. Duduk di ruang tunggu sembari menunggu nama Yongri dipanggil. Yongri tidak bisa mengalihkan matanya dari Siwon.

Siwon terlihat sangat-sangat bahagia. Yongri tau bahwa berita kehamilan akan membuat semua calon orangtua bahagia. Tetapi Yongri tidak menyangka jika Siwon akan sebahagia ini. Laki-laki itu bahkan tidak mau repot-repot menyembunyikan binar bahagianya.

Siwon membalas tatapan Yongri dan tersenyum. Mendekatkan wajahnya dengan Yongri dan memberikan ciuman singkat pada bibir perempuan itu. Tidak memperdulikan pasangan suami istri lainnya yang ada di sana.

“Bukankah begitu banyak orang disini untuk berciuman?” Ucap Yongri dengan malu.

“Persetan dengan mereka. Mereka bisa melakukannya kalau mau.” Sahut Siwon tanpa peduli.

“Yah, mereka memang bisa melakukannya. Tetapi aku rasa mereka tidak ingin memperlihatkannya dihadapan orang lain.”

“Oh, aku dengan senang hati melakukannya dihadapan banyak orang. Aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa kau milikku.” Bisik Siwon sembari mengecup puncak kepala Yongri.

“Nyonya Choi Yongri?”

Siwon dan Yongri segera menoleh dan berdiri. Seorang perawat mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruang perawatan. Yongri langsung mengambil posisinya dengan berbaring di atas tempat tidur.

Siwon sengaja memilih dokter perempuan karena ia tidak ingin laki-laki lain menyentuh istrinya. Termasuk seorang dokter sekali pun. Siwon tidak akan menutupi lagi rasa cemburunya. Karena Yongri adalah miliknya.

Siwon mengulurkan tangannya pada Yongri setelah dokter bermarga Yoon tersebut selesai memeriksa Yongri. Keduanya duduk dihadapan Dokter Yoon dan menunggu dokter tersebut menjelaskan hasil pemeriksaannya.

“Usia kandungannya memasuki bulan kelima.” Kata Dokter Yoon.

“Benar-benar hamil?” Tanya Siwon.

“Ya.” Jawab Dokter Yoon.

“S–selama ini saya mengkonsumsi obat pencegah kehamilan. Saya berhenti mengkonsumsinya dua minggu yang lalu, dokter.” Kata Yongri. Dokter Yoon tersenyum.

“Obat pencegah kehamilan tidak selamanya berhasil, nyonya. Bisa dikatakan tidak ada yang seratus persen efektif di dunia ini. Termasuk obat pencegah kehamilan.”

“Tetapi saya juga tidak merasa mual sama sekali, dokter.” Ujar Yongri.

“Tidak semua kehamilan ditandai dengan rasa mual, nyonya.” Komentar Dokter Yoon.

“Jangka waktu rasa mual pada setiap wanita hamil berbeda-beda. Ada yang pada saat usia kehamilan masih sangat rentan seperti Anda, namun ada juga yang setelah usia kehamilannya 4 bulan keatas.” Lanjut Dokter Yoon.

“Apapun itu, saya ucapkan selamat pada kalian karena Nyonya Choi Yongri benar-benar hamil.” Kata Dokter Yoon dengan semangat.

Siwon menatap Yongri dan senyum lebar kembali menghiasi wajahnya. Ia memeluk Yongri dengan erat dan membisikkan kata-kata cinta untuk Yongri. Buah cinta mereka benar-benar berada di dalam perut Yongri.

“Saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk Anda, nyonya.” Ucap Dokter Yoon.

Siwon melepaskan pelukannya dan kembali fokus pada penjelasan Dokter Yoon.

“Ada satu vitamin yang bisa Anda minum ketika Anda mual. Sedangkan vitamin yang lainnya bisa ada konsumsi setiap harinya.”

“Kurangi pekerjaan yang berat karena usia kehamilan Anda masih terlalu muda dan rentan.”

“Saya boleh berolahraga ‘kan, dok?” Tanya Yongri.

“Tentu. Olahraga yang cukup akan membantu perkembangan bayi menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, jika Anda sudah mengalami kelelahan, Anda harus segera menghentikannya.” Jawab Dokter Yoon menjelaskan.

“Bagaimana dengan bercinta, dokter?” Tanya Siwon membuat Yongri menatapnya dengan terkejut.

Dokter Yoon tampak biasa saja saat mendengar pertanyaan Siwon. Begitu banyak suami yang sering menanyakan hal yang sama padanya. Semua orang juga tau bahwa laki-laki memiliki gairah seks yang luar biasa.

“Siwon-ssi, apa yang kau tanyakan?!” Bisik Yongri merasa malu.

“Kenapa? Aku harus mengetahuinya agar ketika kita bercinta, kita tidak membahayakan calon anak kita.” Ujar Siwon dengan wajah polosnya.

Yongri menundukkan kepalanya dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. Mulut Siwon selalu berhasil membuatnya malu dihadapan orang lain.

“Tidak apa-apa, nyonya. Banyak para suami di luar sana yang menanyakan hal yang sama.” Komentar Dokter Yoon.

“Lihat. Aku tidak salah.” Sahut Siwon.

“Bercinta masih boleh dilakukan walaupun sedang hamil. Sperma Anda dapat menguatkan bayi di dalam kandungan.” Dokter Yoon menatap Siwon.

“Dan Anda tidak perlu terkejut jika istri Anda yang akan lebih sering mengajak Anda untuk bercinta.” Kata Dokter Yoon membuat mata Yongri melebar.

“Kenapa seperti itu, dokter?” Tanya Siwon.

“Hormon wanita hamil yang membuatnya terus bergairah.” Jawab Dokter Yoon.

Siwon menatap Yongri dan tersenyum geli. Dia sangat menantikan Yongri yang memohon padanya untuk bercinta. Astaga, membayangkannya saja membuat darah Siwon berdesir.

“Hindarilah posisi bercinta dengan istri Anda berada di bawah, tuan. Itu akan membahayakan istri Anda dan juga calon bayi kalian.” Jelas Dokter Yoon. Siwon mengangguk dan menyimpannya di dalam ingatannya.

“Posisi seperti apa yang sebaiknya dilakukan?” Tanya Siwon lagi.

“Wanita berada di atas sangat baik pada masa kehamilan.” Jawab Dokter Yoon.

“Astaga, aku tidak sanggup lagi mendengarnya.” Gumam Yongri dengan wajah benar-benar memerah.

“Hindari setiap posisi dimana istri dan calon bayi di dalam kandungan bisa terjepit.” Dokter Yoon menyudahi penjelasannya.

“Terima kasih banyak, dokter.” Kata Siwon dengan tersenyum.

“Ini resepnya dan kalian bisa datang lagi dalam 4 minggu dari sekarang.” Pesan Dokter Yoon.

Siwon menerima resep tersebut dan segera berdiri, diikuti Yongri disampingnya.

“Selamat sekali lagi untuk kalian. Semoga proses kehamilan berjalan lancar.” Ucap Dokter Yoon.

“Terima kasih, dokter.”

Yongri dengan cepat keluar dari ruangan Dokter Yoon karena merasa malu. Ia setengah berlari dan meninggalkan Siwon dibelakangnya. Mengabaikan suara laki-laki itu yang terus memanggil-manggil namanya.

“Yah, pelan-pelan.” Siwon berdiri dihadapan Yongri hingga membuat perempuan itu menghentikan langkahnya.

“Kau sedang hamil, ingat?” Ucap Siwon.

“Tentu saja aku ingat!” Kata Yongri dengan kesal.

“Ada apa? Kau tiba-tiba tampak kesal.”

“Semuanya karena dirimu! Bagaimana bisa kau bertanya tentang bercinta pada dokter?!” Gerutu Yongri.

Siwon tidak dapat menahan tawanya.

“Itu berguna untuk kita, Yongri-ya. Lagipula apa kau melupakan ucapan dokter?” Ujar Siwon.

“Kau yang akan meminta untuk bercinta denganku. Aku sebagai laki-laki tidak akan bisa menolak.”

“YA!!” Teriak Yongri.

“Kau menyebalkan!” Yongri mendorong Siwon menjauh dan  meninggalkannya.

Siwon kembali tertawa dan berlari kecil untuk menyusul Yongri.

——

Yongri mengusap kepala Siwon yang sedang berbaring dipahanya. Wajah Siwon menghadap perutnya dan tangan laki-laki itu terus mengusap perut Yongri dengan pelan. Siwon seolah sedang menyapa sang anak yang tinggal di dalam perut Yongri.

Siwon melakukan usaha ekstra agar mendapatkan posisi seperti ini karena sudah membuat Yongri kesal sebelumnya. Sepertinya istrinya itu lebih sensitif setelah mengetahui dirinya hamil. Walaupun begitu, Siwon tidak merasa keberatan.

“Tidakkah kau pikir kita perlu memberitahu orangtuaku tentang kehamilanku?” Tanya Yongri.

“Kita akan memberitahukan mereka nanti.” Jawab Siwon.

“Saat ini aku sedang ingin menghabiskan waktu denganmu dan calon anak kita.” Lanjut Siwon.

“Apa kau ingin bercinta denganku?” Tanya Siwon menggoda Yongri.

Yongri melotot dan memukul lengan Siwon dengan keras. Siwon tertawa dan memeluk pinggang Yongri dengan erat. Menyembunyikan wajahnya di perut Yongri sembari memberikan kecupan pelan di sana.

“Sebelumnya kau tampak marah-marah, tetapi sekarang kau terus tertawa. Apa kau sebahagia itu?” Tanya Yongri sembari tersenyum.

“Hmm. Aku sangat bahagia.” Gumam Siwon menjawab.

Siwon menatap ke atas untuk melihat wajah Yongri.

“Kemarilah, aku ingin menciummu.” Pinta Siwon.

“Aku tidak mau.” Tolak Yongri sembari menjulurkan lidahnya.

“Cih!” Cibir Siwon.

“Aku harus memberitahu Myungsoo mengenai kabar gembira ini.” Kata Yongri sembari mengeluarkan ponselnya.

Siwon mengambil ponsel Yongri dengan cepat.

“Jangan sekarang.”

“Kenapa?”

“Akan lebih baik jika kita mengatakannya secara langsung.” Ucap Siwon.

Siwon menantikan reaksi Myungsoo saat mengetahui berita kehamilan Yongri. Dan Siwon ingin menunjukkan wajah sombongnya dihadapan laki-laki itu. Siwon ingin menyadarkan Myungsoo bahwa tidak akan pernah ada lagi kesempatan untuk merebut Yongri.

Karena Yongri hanya miliknya.

“Ah, kau benar.”

“Besok kita akan menemui orangtuamu. Tetapi sebelum itu, kita akan menemui ayahku. Kau tidak keberatan, kan?” Tanya Siwon.

“Tentu saja tidak, Siwon-ssi. Aku sangat ingin menemui abeonim.” Jawab Yongri dengan tersenyum. Siwon membalas senyumannya.

“Bagaimana dengan eommonim? Kita harus memberitahunya juga, kan?” Ujar Yongri membuat senyum Siwon menghilang.

Siwon mengubah posisinya menjadi duduk sebelum akhirnya meninggalkan tempat tidur.

“Kau bisa memberitahunya jika kau mau. Aku ke kamar mandi sebentar.” Kata Siwon.

Yongri menghela nafas panjang. Setelah beberapa waktu berlalu pun, pembahasan mengenai Hyemi tetap membuat Siwon menjadi dingin. Yongri tidak tau sampai kapan Siwon akan mampu menerima Hyemi sebagai ibunya.

Saat anak mereka sudah besar nanti, Yongri juga ingin mengenalkan Hyemi sebagai keluarga mereka. Bagaimana pun, Hyemi adalah nenek bagi anak mereka. Tetapi Yongri tidak tau apakah ia bisa melakukannya, melihat sikap Siwon yang selalu seperti ini.

——

“Kau lelah?” Tanya Siwon saat mereka menaiki bukit untuk menuju makam Kiho.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri sembari mengeratkan genggaman tangannya pada Siwon.

“Aku bisa menggendongmu jika kau mau.”

“Kedua kakiku masih bisa digunakan dengan baik.”

Mereka terus berjalan berdampingan sembari menikmati angin yang berhembus di sana. Suasana yang sunyi membuat perasaan mereka terasa nyaman. Walaupun begitu, Siwon tetap merasa sedih ketika mengingat bahwa ayahnya sudah tidak ada dan beristirahat di tempat ini.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di atas dan tepat di hadapan makam Kiho. Yongri melihat Siwon yang tampak membersihkan makam Kiho dari rumput-rumput liar. Betapa laki-laki itu sangat menyayangi ayahnya.

Siwon kembali berdiri di samping Yongri dan memejamkan matanya. Laki-laki itu tampak sedang memanjatkan doa untuk Kiho. Yongri mengikuti apa yang Siwon lakukan. Berdoa dengan bersungguh-sungguh dan berharap Kiho mendapatkan tempat yang indah di atas sana.

“Abeoji, kami datang.” Sapa Siwon.

“Bagaimana kabarmu di atas sana, abeonim?” Yongri ikut menyapa.

“Ada beberapa kabar bahagia yang ingin aku sampaikan padamu, abeoji.”

Siwon menatap makam Kiho dengan pandangan sendu.

“Hubunganku dan Yongri semakin baik. Seperti keinginanmu, kami tidak bercerai. Apa kau senang?”

“Tidak. Kau pasti akan lebih senang setelah tau bahwa Yongri sedang hamil saat ini. Seandainya kau masih ada, kau akan menjadi seorang kakek, abeoji.”

“Aku ingin melihat wajahmu yang tertawa bahagia saat aku menyampaikan semua ini.”

Siwon tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Yongri berdiri disampingnya mendekap lengan Siwon dengan erat. Seolah mengingatkan Siwon bahwa ia berada di sana dan Siwon tidak sendiri.

“Kau mungkin sedang mengutukku di atas sana karena mengabaikan istrimu ‘kan, abeoji?”

Siwon tidak mengalihkan pandangannya sekali pun dari makam Kiho.

“Maafkan aku karena tidak memberikannya yang terbaik.”

“Aku hanya tidak bisa melakukannya.”

“Biarkan semuanya berjalan seperti ini, abeoji. Doakan aku dan Yongri baik-baik saja dari atas sana.”

“Aku akan menjaga Siwon dengan baik, abeonim. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya karena Siwon tidak sendiri. Dan juga, keluarga kita akan bertambah dalam beberapa bulan ke depan.” Ujar Yongri.

Siwon tersenyum dan merangkul pundak Yongri.

“Kami akan mengunjungimu lagi nanti, abeoji.”

“Beristirahatlah dengan tenang, abeonim.”

“Kita pulang sekarang?” Ajak Siwon. Yongri mengangguk.

Siwon menatap makam Kiho sekali lagi, sebelum akhirnya berbalik untuk meninggalkan tempat pemakaman. Siwon memegang Yongri dengan erat karena menuruni bukit lebih sulit daripada menaikinya.

Siwon tidak ingin Yongri terjatuh dan terjadi apa-apa pada istrinya itu. Juga pada calon bayi mereka.

“Kau sudah memberitahu orangtuamu jika kita akan berkunjung?” Tanya Siwon saat mereka sudah berada di dalam mobil.

“Sudah. Ayahku bertanya-tanya kenapa dia harus berada di rumah ketika kita datang. Dia bilang dia harus bekerja.” Jawab Yongri. Siwon mulai menjalankan mobilnya.

“Dia tidak akan merasa menyesal karena sudah libur bekerja setelah mendapatkan kabar gembira dari kita.”

“Kau benar. Dia akan menyambut cucunya dengan senang hati.”

Yongri tertawa saat membayangkan wajah bahagia Hyunseok saat tau dirinya hamil. Dirinya adalah anak tunggal, sudah dipastikan bahwa Hyunseok berharap banyak pada dirinya. Termasuk soal cucu.

Tiba-tiba Yongri merasa bangga akan dirinya sendiri. Merasa beruntung karena dia adalah wanita subur yang tidak perlu mengalami kesulitan untuk mendapatkan anak. Dia dan Siwon sama-sama anak tunggal dan mereka membutuhkan seorang penerus.

“Apa yang kau pikirkan? Kau tersenyum sendiri seperti orang gila.” Ejek Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Apa kepalamu masih sakit?” Tanya Siwon sembari mengusap kepala Yongri.

Siwon menatap Yongri sesaat sebelum akhirnya kembali fokus pada jalanan yang dilaluinya.

“Sudah tidak terasa sakit.”

“Tidakkah kau merasa bahwa kecelakaan yang kualami merupakan sebuah anugrah untuk kita? Kita menjadi tau bahwa aku sedang hamil.”

“Tidak.” Bantah Siwon langsung dengan wajah mengeras.

“Tidak ada anugrah apapun dari kecelakaan itu. Cepat atau lambat kita akan mengetahui tentang kehamilanmu. Kecelakaan yang kau alami tetap tidak bisa kuterima.” Geram Siwon.

Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Kemarin kau terlihat sangat mengerikan.” Gumam Yongri.

Siwon meraih salah satu tangan Yongri dan menggenggamnya dengan erat.

“Apa aku menakutimu?”

“Yah, kau sedikit menakutiku.”

“Maaf. Pikiranku sangat kacau saat mengetahui kau kecelakaan.”

“Apa kau akan mempekerjakan supir baru untukku?” Tanya Yongri.

“Tidak. Kau tidak akan kemana-mana selama kehamilanmu, Choi Yongri.”

“Apa?! Kau serius? Yah, aku bisa gila jika harus berada di dalam rumah terus menerus selama 9 bulan!” Protes Yongri.

“Kau bisa keluar jika bersama denganku. Tetapi jika kau seorang diri, jangan banyak berharap.” Tegas Siwon.

“Siikap protektifmu sangat mengerikan!” Gerutu Yongri.

Siwon tidak membantah ucapan Yongri karena hal itu benar adanya. Sekali lagi Siwon tegaskan jika ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya.

“Sepertinya sudah banyak yang berubah.” Gumam Yongri saat mereka sampai di depan rumah Hyunseok.

“Benar. Terakhir kali aku ke sini, warna cat rumah ini tidak seperti ini.” Timpal Siwon.

Keduanya segera turun dari mobil. Pintu rumah Hyunseok terbuka dan Sujin tampak keluar dari sana. Sepertinya wanita itu tau bahwa anak dan menantunya sudah datang. Wajah Sujin tampak senang melihat kehadiran mereka.

“Eomma..” Yongri menghampiri Sujin dan memeluknya.

“Sejak kapan kau tampak begitu senang saat melihatku?” Sindir Sujin namun tetap membalas pelukan Yongri.

“Ada apa dengan kepalamu?” Tanya Sujin saat tersadar ada sebuah penutup luka di sana.

“Aku terjatuh.” Jawab Yongri berbohong.

Yongri menatap Siwon dan laki-laki itu terlihat ingin mengatakan yang sebenarnya. Tetapi Yongri memberi isyarat untuk tidak melakukannya. Yongri tidak ingin keluarganya khawatir.

“Kau harus berhati-hati.” Kata Suji,.

“Selamat siang, eommonim.” Sapa Siwon sembari menundukkan kepalanya.

“Selamat datang, menantuku. Masuklah. Ayah Yongri sudah menunggu kedatangan kalian.” Kata Sujin.

Yongri dan Sujin masuk lebih dulu dengan Siwon yang berjalan di belakangnya. Tiba-tiba Siwon merasa bersalah karena tidak membawa apapun saat datang ke sini. Apalagi ini kunjungan pertamanya setelah berbulan-bulan menikah dengan Yongri.

Siwon meringis pelan dan menggaruk kepalanya. Ia hanya tidak terlalu mengerti bagaimana memperlakukan orangtua selama ini. Siwon terbiasa bersikap acuh pada Kiho walaupun ia menyayanginya.

Siwon berharap bahwa berita kehamilan Yongri sudah lebih dari cukup untuk menyenangkan hati Hyunseok dan Sujin.

“Appa!” Pekikan Yongri menyadarkan Siwon dari lamunannya.

Siwon menatap Yongri yang sedang memeluk Hyunseok dengan erat. Hyunseok tersenyum sembari membalas pelukan Yongri. Pria itu memakai pakaian santai dan wajah tegang yang selama ini ditunjukkan Hyunseok tampak tidak ada.

“Selamat siang, abeonim.” Sapa Siwon dengan sopan.

Hyunseok menatap Siwon dan menganggukkan kepalanya.

“Kau terlihat lebih tampan dari terakhir kali kita bertemu, appa.” Puji Yongri.

“Kau dan mulut manismu ini..” Ucap Hyunseok tanpa bisa menyembunyikan tawanya.

“Kepalamu–“

“Hanya luka kecil. Tidak perlu dibahas.” Potong Yongri langsung saat tau apa yang hendak diucapkan Hyunseok.

“Haruskah kita makan siang bersama? Sepertinya pelayan sudah menyiapkan makan siang.” Ujar Sujin.

“Nanti, eommonim. Ada yang ingin kami sampaikan.” Kata Siwon.

“Ada apa?” Tanya Hyunseok.

“Bisakah kita duduk dahulu, appa?” Pinta Yongri.

“Kita berbicara di ruang keluarga saja.” Usul Hyunseok.

Mereka berjalan beriringan menuju ke ruang keluarga di rumah Hyunseok. Siwon masih dapat mengingat jelas letak ruang keluarga tersebut. Karena saat mereka membicarakan mengenai pernikahan, mereka juga berkumpul di sana.

“Jadi, apa yang ingin kalian sampaikan?” Tanya Hyunseok setelah mereka duduk dengan manis di ruang keluarga.

Siwon dan Yongri saling menatap. Seolah sedang berdiskusi siapa yang akan menyampaikan kabar bahagia tersebut. Perilaku mereka tersebut tak luput dari mata Hyunseok dan Sujin. Membuat mereka merasa bingung.

“Ada apa? Apa Yongri membuat masalah?” Tuduh Sujin.

Yongri menatap Sujin dengan kesal. Apa yang ada dipikiran wanita itu hanya Yongri si pembuat masalah?

“Tidak seperti itu, eommonim.” Bantah Siwon dengan tersenyum.

“Sebenarnya..” Siwon menggantungkan kata-katanya dan kembali menatap Yongri.

“Yongri sedang hamil, abeonim, eommonim.” Lanjut Siwon.

“Apa?!” Ucap Hyunseok dan Sujin bersamaan dengan mata melebar.

Mendapatkan cucu dalam waktu dekat tidak ada di dalam pikiran Hyunseok dan Sujin. Yongri menikah karena perjodohan. Dan mereka bisa melihat bahwa keduanya tidak saling mencintai. Walaupun selama ini mereka berusaha menunjukkan sikap harmonis.

Tetapi Hyunseok dan Sujin tidaklah bodoh. Mereka tau bahwa semua itu hanya sandiwara semata. Mereka hanya ingin menghormati para orangtua yang sudah menjodohkan mereka.

Karena itulah mendengar kabar bahwa Yongri hamil benar-benar membuat Hyunseok dan Sujin terkejut. Bahkan tidak percaya.

“A–apa yang kau katakan?” Tanya Sujin dengan terbata.

“Aku hamil, eomma! Aku hamil!” Jawab Yongri dengan semangat.

“Aku akan sangat marah jika kalian membohongi kami.” Gertak Hyunseok.

“Kami bersungguh-sungguh, abeonim. Yongri benar-benar hamil. Usia kehamilannya memasuki minggu kelima.” Jelas Siwon.

Melihat wajah serius Siwon serta penjelasannya yang begitu meyakinkan, membuat Hyunseok dan Sujin akhirnya percaya. Wajah bahagia dan senyum lebar tidak bisa mereka sembunyikan.

Keduanya segera berdiri dan menghampiri anak serta menantu mereka. Melihat itu, Siwon dan Yongri ikut berdiri sembari tersenyum. Hyunseok memeluk Siwon dan Sujin memeluk Yongri. Pelukan yang begitu erat.

“Selamat, Siwon-ah. Sebentar lagi kau akan menjadi ayah.” Kata Hyunseok sembari menepuk punggung Siwon dengan penuh rasa bangga.

“Terima kasih, abeonim.”

“Aku yang seharusnya berterima kasih karena kau akan membuatku menjadi kakek beberapa bulan lagi.” Ucap Hyunseok.

Siwon tersenyum namun tidak bisa menyembunyikan wajah sedihnya. Jika Kiho masih ada, pria itu pasti akan memberikan ucapan selamat serta pelukan erat seperti yang dilakukan Hyunseok.

Kiho juga akan berterima kasih dan begitu bangga padanya dirinya. Dan Siwon juga pasti akan merasa senang karena sudah membuat Kiho tersenyum lebar. Sayangnya, semua itu hanyalah sebuah mimpi untuk Siwon.

“Aku tau kau pasti sedang memikirkan ayahmu, kan?” Tebak Hyunseok yang telah melepaskan pelukannya.

Yongri dan Sujin ikut menatap Siwon. Siwon tersenyum kecil dan tidak membantah tebakan Hyunseok. Karena ia memang sedang memikirkan Kiho.

“Percayalah bahwa ayahmu pasti akan merasa senang juga di atas sana. Ia bisa melihat semua yang terjadi disini.” Kata Hyunseok.

“Benar. Ayahmu juga pasti akan tersenyum dengan lebar seperti kami.” Timpal Sujin sembari menangkup wajah Siwon dengan salah satu tangannya.

Siwon merasa sangat terharu melihat Hyunseok dan Sujin yang begitu baik padanya. Selama ini Siwon merasa ia bukanlah menantu yang baik untuk mereka. Siwon juga selalu bersikap acuh dan tidak peduli.

Namun Siwon tidak menyangka jika Hyunseok dan Sujin memperlakukannya seperti anak mereka sendiri. Siwon bahkan dapat merasakan kasih sayang seorang ibu dari Sujin. Kasih sayang yang entah sudah berapa lama tidak ia rasakan.

Walaupun Siwon tau bahwa Hyemi sangat menyayanginya.

“Terima kasih, abeonim, eommonim.” Ucap Siwon bersungguh-sungguh.

Hyunseok mengangguk dan kembali memeluk Siwon sebelum akhirnya beralih pada Yongri.

“Jadi, ada cucuku yang sedang tumbuh disini?” Tanya Hyunseok dengan tangannya yang mengusap perut Yongri.

“Ya, appa.” Jawab Yongri dengan wajah malu.

“Astaga, aku benar-benar merasa senang. Apa yang sekarang harus aku lakukan?”

“Tidak ada yang harus kau lakukan, appa. Kau hanya perlu menunggu hingga dia lahir. Aku dan Siwon yang akan menjaganya.” Ujar Yongri.

Hyunseok tersenyum dan memeluk Yongri dengan sayang.

“Gadis kecilku benar-benar sudah menjelma menjadi seorang wanita.” Gumam Hyunseok.

“Kau bangga padaku ‘kan, appa? Aku sudah tidak pernah membuat masalah lagi.” Kata Yongri sembari melirik Sujin.

Sujin tertawa saat mendengar nada menyindir dalam ucapan perempuan itu.

“Aku tidak pernah sebangga ini padamu, sayang. Terima kasih.” Balas Hyunseok dan memberikan kecupan pelan pada kening Yongri.

Siwon yang melihat semua itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Merasa sangat senang karena bisa membuat Hyunseok dan Sujin begitu bahagia. Setidaknya ia bisa menyebut dirinya sebagai menantu yang baik.

——

“Kenapa mataku harus ditutup seperti ini?”

“Ssstt.. Diam dan percaya saja padaku.” Bisik Siwon tepat di telinga Yongri.

Yongri terkesiap saat merasakan deru nafas Siwon yang menerpa lehernya. Terasa sangat hangat namun membuat bulu kuduk Yongri berdiri secara serempak.

Yongri membiarkan Siwon menuntunnya entah kemana. Karena semenjak di dalam mobil, Siwon menutupi matanya menggunakan kain hitam. Yongri merasa kesal karena tidak bisa melihat apapun, tetapi ia juga merasa penasaran di saat yang bersamaan.

“Kita hampir sampai.” Bisik Siwon lagi.

Dan Yongri lagi-lagi terkesiap. Yongri berharap Siwon berhenti melakukannya, sebelum Yongri benar-benar terangsang dan memaksa Siwon bercinta di tempat yang tidak diketahui Yongri ini.

“Kau menggodaku?!” Tuduh Yongri.

Perempuan itu tidak bisa melihat, tapi ia bisa merasakan bahwa Siwon sedang tersenyum. Dan tuduhannya sudah pasti benar. Siwon sengaja menggodanya.

“Aku takut sekali anak kita menuruni sifat pemarahmu itu.” Kata Siwon.

“Itu yang seharusnya aku katakan padamu, Siwon-ssi.” Desis Yongri dan membuat Siwon tertawa.

“Kita sudah sampai.” Ujar Siwon sembari menghentikan langkahnya. Ia juga menahan bahu Yongri agar perempuan itu berhenti berjalan.

Siwon berdiri di belakang Yongri dan melepaskan penutup mata yang dipakai perempuan itu. Yongri membuka matanya dengan perlahan dan memicingkan matanya saat merasa pandangannya mengabur.

Namun setelah penglihatannya kembali seperti semula, tubuh Yongri terpaku. Ia tau tempat ini adalah taman belakang rumahnya dan Siwon. Tetapi kenapa semuanya berubah seperti ini?

“A–apa ini?” Tanya Yongri terbata.

“Makan malam romantis.” Jawab Siwon sembari menghampiri kursi yang akan diduduki oleh Yongri.

Siwon menarik kursi tersebut ke belakang dan menatap Yongri sembari tersenyum.

“Untuk merayakan kehamilanmu. Seharusnya aku melakukannya kemarin, tetapi aku terlalu bahagia untuk memikirkan hal lainnya.” Ucap Siwon membuat Yongri tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya.

“Kemarilah dan duduklah.” Perintah Siwon.

Yongri dengan senang hati menurutinya. Duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Siwon. Siwon mendorong kursi ke depan dengan pelan sesaat sebelum pantat Yongri menempel di sana.

Siwon menyempatkan dirinya mengecup leher Yongri yang terlihat oleh matanya, sebelum akhirnya duduk di kursinya sendiri. Tepat di hadapan Yongri.

“Ada apa? Kenapa menatap wajahku seperti itu?” Tanya Siwon saat mendapati Yongri yang menatapnya dengan intens.

Yongri tersenyum dan mulai menyantap makan malam mereka yang telah disiapkan oleh Bibi Kim. Siwon menaikkan sebelah alisnya sembari menatap Yongri. Kemudian mengikuti perempuan itu untuk mulai menikmati makan malam.

“Tidakkah semua ini terasa aneh untukmu?” Ucap Yongri tanpa menatap Siwon.

“Bukankah pada awalnya kita saling membenci?” Yongri menatap Siwon sembari tersenyum.

“Tetapi tiba-tiba saja aku hamil anakmu.” Lanjut Yongri.

“Setiap orang tidak ada yang tau tentang perjalanan hidup mereka. Sama seperti kita yang tidak tau bagaimana kehidupan pernikahan kita ini ke depannya.” Kata Siwon dengan bijak.

“Tetapi aku juga tidak mau repot-repot untuk memikirkannya. Aku hanya akan menjalaninya dan membuatnya menjadi lebih baik lagi. Untukku, untukmu, dan anak kita.” Siwon menggenggam tangan Yongri yang berada di atas meja.

Yongri tidak dapat menutupi rasa bahagianya saat mendengar ucapan Siwon. Ucapan yang terdengar sangat menjanjikan dan membuat Yongri mempercayainya begitu saja. Semua karena Siwon yang mengatakannya.

“Tersenyum saja jika kau ingin tersenyum. Jangan menahan dirimu hingga membuat wajahmu berkedut seperti itu.” Ujar Siwon membuat Yongri menepis tangannya.

Siwon tertawa dengan senang. Menggoda Yongri merupakan hobi yang tidak bisa dihilangkan olehnya. Melihat wajah cemberut dan kesal Yongri merupakan kesenangan tersendiri untuk Siwon.

“Kenapa kau selalu bersikap menyebalkan? Aku baru saja tersanjung dengan sikap romantismu.” Keluh Yongri.

“Karena aku tidak ingin seperti laki-laki lainnya. Yang hanya bisa bersikap romantis saja atau bersikap menyebalkan saja.” Jelas Siwon.

“Aku ingin bersikap kedua-duanya.” Bisik Siwon dengan mengedipkan sebelah matanya. Yongri mencibir pelan.

“Apa kau sudah menyelesaikan makanmu?” Tanya Siwon.

“Kenapa?” Balas Yongri.

Siwon berdiri dan menghampiri Yongri. Mengulurkan sebelah tangannya sembari tersenyum dengan manis. Yongri menatap tangan dan wajah Siwon secara bergantian.

“Apa yang akan kita lakukan?” Tanya Yongri.

“Berdansa.” Jawab Siwon.

“Kita tidak memiliki musik.” Kata Yongri.

Siwon menjentikkan jarinya dan seketika terdengar alunan halus sebuah musik. Mata Yongri sedikit melebar saat mendengarnya. Bagaimana Siwon dapat melakukannya? Siapa yang membantu Siwon menyiapkan semua ini?

“Kita sudah memiliki musik.” Ujar Siwon.

“Bagaimana kau melakukannya?” Tanya Yongri.

“Oh, apa kita akan menghabiskan waktu ini untuk menjawab setiap pertanyaanmu?” Komentar Siwon dengan jengkel.

Yongri akhirnya menyambut uluran tangan Siwon. Siwon langsung membawa Yongri ke tengah-tengah taman. Salah satu tangan mereka saling bertautan. Tangan Yongri yang lain berada di bahu Siwon, sedangkan tangan Siwon yang lain berada di pinggang Yongri.

Keduanya bergerak perlahan dan mengikuti alunan musik. Mata Siwon tidak lepas dari Yongri hingga membuat Yongri merasa malu. Yongri tidak berani menatap mata Siwon dan hanya memandangi dada bidang laki-laki itu.

“Apa dadaku lebih menarik dibandingkan wajahku?” Sindir Siwon masih dengan terus bergerak.

“Kau terus memandangiku. Aku tidak ingin wajahku bolong karena matamu itu.” Balas Yongri.

“Karena kau cantik.” Kata Siwon. Yongri menaikkan pandangannya dan menatap Siwon.

“Apa kau selalu memberikan setiap pujian kepada perempuan?”

“Mungkin.”

“Lihat! Kau menyebalkan lagi.” Gerutu Yongri.

“Aku tidak ingat apakah aku pernah memberikan pujian pada perempuan lain atau tidak. Yang aku tau, kau saat ini sangat cantik.” Ucap Siwon.

“Sepertinya kecantikanmu bertambah karena sedang hamil.”

Yongri menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan wajah meronanya. Begitu banyak laki-laki yang sering mengatakan bahwa dirinya cantik. Tetapi Yongri selalu menganggapnya angin lalu. Namun berbeda saat Siwon yang mengatakannya.

Untuk pertama kalinya Yongri merasa bangga dengan wajah cantiknya.

“Sayang..” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Yongri menatapnya dengan terkejut.

“Mulai sekarang biasakan dengan panggilan itu. Karena aku akan sering memanggilmu seperti itu.” Ucap Siwon sebelum akhirnya menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri.

——-

Myungsoo turun dari mobilnya dan menatap pintu rumah Siwon dan Yongri yang tertutup rapat. Pikiran Myungsoo sedang berkecamuk saat ini. Tiba-tiba saja Yongri menghubunginya dan mengajaknya makan malam bersama di rumah mereka.

Myungsoo tentu saja tidak langsung menerima ajakan tersebut. Ia menolaknya mentah-mentah. Tetapi Yongri terus memaksanya dan mengatakan padanya bahwa ada sesuatu yang ingin dikatakannya.

Apa?

Myungsoo menjadi sangat gugup dan takut. Bagaimana jika Siwon mengatakan semuanya pada Yongri? Tentang Myungsoo yang menjebak Yongri saat itu. Bagaimana jika Yongri marah dan membencinya?

Myungsoo akan menerima apapun itu kemarahan Yongri. Tetapi tidak dihadapan Siwon. Myungsoo tidak mau Siwon menertawakan dirinya yang dibenci oleh Yongri. Siwon pasti merasa senang.

Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Myungsoo. Laki-laki itu berdiri tepat di depan pintu rumah. Ia sudah tidak bisa mundur lagi. Apapun yang terjadi di dalam sana nanti, Myungsoo harus menghadapinya.

Akhirnya Myungsoo menekan bel dan menunggu hinga pintu rumah dibuka. Kembali terdengar helaan nafas yang begitu panjang.

“Myungsoo-ya!” Sapa Yongri ceria saat membuka pintu.

“Oh, Yongri-ya..” Balas Myungsoo dengan tersenyum kecil.

“Masuklah.” Ajak Yongri sembari membuka pintu lebih lebar.

Myungsoo tidak melihat tanda-tanda keberadaan Siwon. Namun hal tersebut tidak membuatnya merasa tenang. Myungsoo justru semakin bertambah gelisah.

“Ada apa? Kau terlihat tidak nyaman.” Ujar Yongri. Mereka sedang dalam perjalanan menuju ruang makan.

“E–eo? Tidak. Aku baik-baik saja.” Kilah Myungsoo.

“Dimana suamimu?” Tanya Myungsoo mencoba terdengar tidak peduli.

“Siwon–“

“Sayang..”

Siwon tiba-tiba datang entah darimana dan langsung menghampiri Yongri. Setelah menyapa perempuan itu dengan panggilan sayangnya, Siwon memeluk pinggang Yongri dan mengecup pelipisnya.

Mata Siwon menatap Myungsoo seolah sedang mengejek laki-laki itu. Myungsoo dengan segera mengalihkan pandangannya. Tidak ingin membiarkan Siwon menang dengan melihat wajah cemburunya. Sial.

“Temanmu sudah datang.” Kata Siwon dengan tersenyum.

“Apa kabar, Myungsoo-ssi?” Sapa Siwon.

“Aku baik.” Balas Myungsoo singkat.

“Duduklah, Myungsoo-ya.” Ujar Yongri saat mereka sudah sampai di ruang makan.

Siwon duduk berdampingan dengan Yongri sedangkan Myungsoo tepat di hadapan mereka. Bibi Kim menyiapkan berbagai macam makanan. Myungsoo dapat melihat ada makanan kesukaannya di sana.

“Aku meminta Bibi Kim memasak makanan kesukaanmu.” Ucap Yongri.

Myungsoo mengangguk dan tersenyum. Ia tentu sudah mengetahuinya tanpa Yongri memberitahu.

“Jadi, bisakah aku mengetahui apa yang ingin kau katakan?” Tanya Myungsoo.

Selama ini, Myungsoo selalu betah berada di dekat Yongri. Namun malam ini semua terasa berbeda. Myungsoo merada tidak nyaman. Walaupun Myungsoo tau semua itu karena keberadaan Siwon.

“Kenapa harus terburu-buru? Kita bisa makan terlebih dahulu.” Kata Siwon menjawab pertanyaan Myungsoo. Yongri mengangguk seolah menyetujui ucapan suaminya.

Siwon tersenyum penuh kemenangan dan mengambil sayuran menggunakan sumpitnya. Myungsoo menghela nafas panjang dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Siwon.

Sebisa mungkin Myungsoo tidak menatap sepasang suami istri yang berada dihadapannya. Mencoba untuk tidak peduli saat Yongri mengambilkan Siwon makan, begitu pun sebaliknya. Myungsoo benar-benar ingin pergi dari rumah ini.

“Bagaimana makanannya, Myungsoo-ya? Kau menyukainya?” Tanya Yongri dengan tersenyum.

“Ya. Rasanya enak.” Jawab Myungsoo dengan memaksakan senyumnya.

“Ah, syukurlah. Aku merasa takut jika masakan Bibi Kim tidak sesuai dengan lidahmu.” Ujar Yongri.

“Kau tau bahwa aku tidak pernah pilih-pilih makanan.” Sahut Myungsoo.

“Ya, benar. Ingat saat kita kelaparan setelah mengikuti kelas tambahan saat SMA? Kita makan di tempat yang sangat kecil dan kotor.” Balas Yongri.

“Aku ingat! Saat itu bahkan makanannya terasa sangat enak di lidah kita.”

“Sepertinya karena kita sangat kelaparan saat itu. Dan otak kita sangat terkuras oleh pelajaran-pelajaran terkutuk itu.”

Myungsoo tertawa saat mendengar gerutuan Yongri. Yongri pun tertawa saat mengingat masa-masa saat mereka sekolah dulu.

Berbeda dengan Yongri dan Myungsoo yang tampak sangat senang, Siwon malah cemberut saat melihat dan mendengarkan mereka saling mengenang masa lalu. Masa di mana Siwon tidak berada di dalamnya.

Siwon merasa sangat kesal. Sial!

Tujuan Siwon mengundang Myungsoo ke sini bukan untuk mengenang masa lalu bersama istrinya. Siwon melirik Yongri yang masih tertawa. Perempuan itu memang sangat tau bagaimana mematahkan semangat Siwon.

“Apa kalian mengabaikan keberadaanku disini?” Sindir Siwon.

Cerita masa lalu keduanya semakin menjalar kemana-mana dan mereka seolah melupakan bahwa Siwon berada di sana.

Yongri menutup mulutnya dan menatap Siwon yang sedang menatapnya dengan kesal. Sedikit merasa bersalah karena telah mengabaikan suaminya itu. Yongri hanya merasa senang saat bisa mengenang masa lalunya bersama Myungsoo.

“Maaf. Tidak bermaksud mengacuhkanmu.” Ujar Yongri sembari mengusap pipi Siwon.

“Aku pikir kita seharusnya memberitahukan sahabat baikmu tentang kabar gembira itu.” Usul Siwon.

Keinginan Siwon untuk menahan Myungsoo di rumahnya menjadi surut. Ia ingin laki-laki itu cepat pergi dari rumahnya. Siwon tidak sanggup jika harus menyaksikan keakraban Yongri dan Myungsoo lebih lama lagi.

“Kabar gembira?” Ulang Myungsoo dengan kening berkerut.

Apakah ketakutannya akan Yongri yang membencinya itu salah? Yongri hendak menyampaikan kabar gembira padanya. Bukankah itu berarti Yongri belum mengetahui tentang jebakan yang dilakukannya?

“Ini kabar yang sangat menggembirakan untukku dan Yongri.” Sela Siwon.

“Namun aku ragu itu akan berlaku juga untukmu.” Lanjut Siwon bergumam.

“Ada apa?” Tanya Myungsoo menatap Yongri.

“Aku–“

“Yongri hamil.” Siwon memotong ucapan Yongri.

Tunggu. Apa yang baru saja Siwon katakan? Untuk sesaat, Myungsoo yakin bahwa telinganya sedang bermasalah. Hamil? Bukankah itu tidak mungkin?

“Myungsoo-ya..” Panggil Yongri saat melihat Myungsoo diam saja.

Myungsoo menatap Yongri tanpa bisa menyembunyikan wajah terkejut, sedih, dan terlukanya. Ia berharap Yongri tidak menyadarinya. Karena ia tidak ingin Yongri merasa bersalah.

Seperti dugaan Siwon, reaksi seperti inilah yang ingin dilihatnya dari Myungsoo. Wajah terkejutnya yang seolah tidak percaya bahwa Yongri sedang hamil.

Siwon tau bahwa ia tidak seharusnya menertawakan perasaan terluka Myungsoo tentang berita kehamilan Yongri. Tetapi Siwon tidak dapat menahan dirinya untuk tidak menyeringai. Apalagi saat melihat tangan Myungsoo yang terkepal di atas meja.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Yongri.

“Kau hamil?” Gumam Myungsoo.

“Umm, yah, itulah yang disampaikan dokter.” Jawab Yongri.

“Selamat untukmu jika seperti itu. Selamat untuk kalian.” Kata Myungsoo dengan tersenyum.

Siwon memicingkan matanya dan mengetahui bahwa senyum Myungsoo hanyalah senyum palsu. Ia berharap Myungsoo mengamuk dan tidak menerima kehamilan Yongri. Tetapi Myungsoo terlalu pandai bersandiwara.

“Terima kasih, Myungsoo-ya. Kau akan jadi seorang paman.” Ucap Yongri.

“Aku terlalu muda untuk itu.” Sahut Myungsoo.

“Usia kita sama, jika kau lupa.” Yongri memutar bola matanya.

Myungsoo tersenyum dan kemudian berdiri. Laki-laki itu sebisa mungkin menghindari mata Siwon. Ia tau Siwon sedang menari di atas kekesalannya saat ini. Dan Myungsoo tidak mau melihat itu.

“Kau mau kemana?” Tanya Yongri.

“Well, aku harus menutup cafe, Yongri-ya.” Jawab Myungsoo berbohong. Ia hanya ingin segera pergi dari rumah ini.

“Aku pikir pelayanmu bisa melakukannya.” Komentar Yongri.

“Ada yang harus aku ambil di cafe.” Balas Myungsoo.

“Terima kasih untuk makan malamnya. Dan selamat sekali lagi untuk bayi di dalam kandunganmu. Jaga dirimu baik-baik.” Pamit Myungsoo.

Myungsoo tidak peduli jika Yongri tidak mengantarkannya ke depan. Ia hanya terus berjalan dengan cepat untuk meninggalkan tempat ini. Myungsoo membuka pintu mobilnya dan segera masuk ke dalam.

Tanpa membuang waktu, menjalankan mobilnya membelah jalanan malam Seoul. Kakinya menginjak pedal gas dengan sangat dalam dan tangannya mencengkram stir mobil dengan kuat.

“Hamil?” Myungsoo tertawa dengan keras.

“Kalian bercinta..” Gumamnya.

Myungsoo membanting stir ke bahu jalanan dan menginjak rem dengan tiba-tiba. Tangannya memukul stir berkali-kali dan mengabaikan denyutan pada tangannya.

“AAAAAARRRRGGGGHHHHHH!!!!!” Teriak Myungsoo dengan airmata yang mengalir dipipinya.

——

“Apa kau sudah puas?” Tanya Yongri membuat sebelah alis Siwon terangkat.

“Tentang apa?” Siwon bertanya balik sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Myungsoo yang mengetahui kehamilanku.” Kata Yongri.

“Aku tau maksudmu saat kau tidak memperbolehkanku memberitahunya melalui telepon.” Ujar Yongri dengan menatap Siwon.

Siwon meletakkan sumpitnya di samping mangkuk. Menghela nafas dan membalas tatapan Yongri.

“Lalu, apa? Kau mau marah? Kau merasa kasihan pada sahabat yang memendam perasaan padamu itu?”

“Tidakkah kau melihat perasaan terlukanya?”

“Lalu kau ingin aku melakukan apa, Choi Yongri? Haruskah aku memberikan istriku kepada laki-laki yang menyukainya?”

“Kau tau bukan itu maksudku!” Yongri terlihat marah.

“Tidak bisakah kau menghargai usahaku yang tidak membahas tentang perasaannya padamu saat dia ada di sini tadi? Kau hanya memikirkan perasaannya! Kau tidak memikirkanku yang berusaha mati-matian menahan kepalan tanganku saat melihat matanya yang begitu memuja padamu, Choi Yongri!”

Siwon berdiri dengan kasar hingga menimbulkan suara decitan dari kursi yang diduduki sebelumnya.

“Jika kau ingin tau, ya, aku sangat sialan puas saat melihat reaksinya tadi. Dan jika hal itu membuatmu marah, maka tidak ada yang bisa aku lakukan. Karena aku tidak merasa menyesal dengan kepuasan yang telah aku terima.” Ujar Siwon dan segera meninggalkan meja makan.

Yongri menatap punggung Siwon sembari menggigiti bibirnya. Kenyataan bahwa Myungsoo menyukainya membuat Siwon sangat kesal dan juga takut. Dan Yongri membuat kesalahan dengan membela Myungsoo tepat di depan Siwon.

Yongri ikut meninggalkan meja makan dan menyusul Siwon. Tepat saat Siwon akan masuk ke dalam kamar, Yongri memeluknya dari belakang dengan erat. Ia dapat merasakan tubuh Siwon menegang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba.

“Maafkan aku.” Gumam Yongri.

Merasa bersyukur saat merasakan Siwon mengusap tangannya yang berada di perut laki-laki itu. Kemarahan Siwon mungkin mereda karena Yongri meminta maaf padanya.

Siwon menghela nafas panjang.

“Aku yang minta maaf karena bersikap kekanakan.” Balas Siwon.

Siwon melepaskan pelukan Yongri dan berbalik. Meletakkan kedua tangannya dibahu kecil Yongri.

“Aku tidak suka kita bertengkar karena orang lain.” Ujar Siwon. Yongri mengangguk.

“Percayalah walaupun aku merasa puas akan perasaan terluka sahabatmu, aku juga berdoa agar dia segera mendapatkan seorang perempuan yang bisa mengalihkan dirinya darimu. Semua ini hanya untuk menyadarkannya bahwa kau tidak akan pernah menjadi miliknya.” Kata Siwon bersungguh-sungguh.

“Terluka sekarang untuk mendapatkan kebahagiaan nanti.” Lanjut Siwon.

Yongri mengangguk dengan haru dan kembali memeluk Siwon. Siwon tersenyum dan mengecup puncak kepala perempuan itu.

“Kemarahanku selalu mengacaukan segalanya.” Gumam Yongri.

“Yeah, kadang-kadang.” Sahut Siwon.

“Oh ya!” Yongri melepaskan pelukannya.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

“Berhentilah mengumpat di hadapan bayi kita sekarang!” Gerutu Yongri.

“Kapan aku melakukannya?” Siwon menunjukkan wajah polosnya.

“Wajah itu sangat tidak cocok untukmu, jika kau ingin tau.” Dengus Yongri sembari masuk ke dalam kamar.

Siwon tersenyum.

“Yah, ini belum terlalu malam untuk masuk ke dalam kamar. Apa kau ingin mengajakku bercinta?”

“Tutup mulutmu, Choi Siwon!” Bentak Yongri dan membuat Siwon tertawa.

——

Hyunji masuk ke cafe Myungsoo dengan wajah datarnya. Tidak ada niat untuk memesan makanan karena perempuan itu langsung menghampiri Myungsoo di balik meja kasir. Myungsoo terlihat tidak semangat dan Hyunji sangat tau pasti apa penyebabnya.

Myungsoo bahkan sepertinya tidak menyadari kedatangan Hyunji.

“Myungsoo-ssi..” Panggil Hyunji.

Myungsoo mendongak dan terkejut saat melihat sosok Hyunji di hadapannya. Laki-laki itu menegakkan punggungnya dan mencoba menyembunyikan wajah sedihnya.

“Kau mau membayar? Sebentar, kau duduk di meja berapa?” Myungsoo tampak kebingungan mencari kertas yang berisi pesanan Hyunji.

“Senang melihatmu seperti ini. Itu berarti bukan hanya diriku yang tidak menerima berita kehamilan Yongri.” Ujar Hyunji membuat Myungsoo kembali menatapnya.

“Apa maksudmu?” Tanya Myungsoo.

“Kau tau pasti apa maksudku, Myungsoo-ssi. Karena saat ini apa yang kau rasakan, aku juga merasakannya.” Jawab Hyunji.

Myungsoo melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Hyunji dengan pandangan menantang. Perempuan di depannya saat ini bukan hanya bersikap sok akrab, tetapi juga sok tau. Dan Myungsoo tidak menyukai itu.

“Aku tidak tau apa masalahmu, Hyunji-ssi. Tapi satu yang pasti, apa yang kau rasakan, aku tidak merasakannya.” Ucap Myungsoo.

Hyunji tersenyum sinis.

“Kalau begitu, apa kau bahagia mendengar sahabatmu hamil anak Siwon?” Tanya Hyunji.

Myungsoo segera mengalihkan pandangannya dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan perempuan itu. Yang Myungsoo inginkan saat ini adalah melupakan fakta bahwa Yongri sedang hamil. Tetapi Hyunji membuat semuanya semakin terlihat nyata.

“Kenapa? Kau tidak bisa menjawab? Jika kau ingin tau, aku sama sekali tidak suka mengetahui berita kehamilan tersebut. Seluruh orang-orang di kantor membicarakannya dan aku benar-benar muak.” Kata Hyunji.

“Jika kau bilang bahwa apa yang aku dan kau rasakan berbeda, apakah itu berarti kau ikut merasa senang? Tetapi kenapa wajahmu sama sekali tidak terlihat senang?” Sindir Hyunji.

“Kita tidak cukup dekat untuk saling terbuka mengenai perasaan, Hyunji-ssi.” Balas Myungsoo.

“Kau benar. Kita baru saja mengenal.” Sahut Hyunji.

“Tetapi kita bisa menjadi dekat karena satu hal yang sama-sama kita inginkan, Myungsoo-ssi.”

“Kau pikir apa yang aku inginkan?” Tanya Myungsoo.

“Yongri dan Siwon berpisah.” Jawab Hyunji membuat Myungsoo terdiam.

Myungsoo merasa perasaannya bercampur aduk. Untuk sesaat ia merasa takjub pada sikap terang-terangan Hyunji. Bagaimana perempuan itu menunjukkan rasa tidak sukanya. Myungsoo tidak bisa melakukan apa yang Hyunji lakukan.

“Yongri sahabatku. Aku ingin dia bahagia.” Kata Myungsoo.

“Omong kosong.” Sela Hyunji.

“Jangan bersikap sok tau!” Geram Myungsoo. Hyunji memutar bola matanya seolah jengah melihat sifat munafik Myungsoo.

“Lagipula Siwon adalah temanmu. Bagaimana bisa kau bicara seperti itu?” Ujar Myungsoo.

“Karena dia temanku, tidakkah kau pikir aku lebih pantas menjadi istrinya daripada sahabatmu? Sama seperti kau yang lebih pantas menjadi suami Yongri daripada temanku.” Kata Hyunji.

Untuk sesaat Myungsoo merasa sangat setuju. Untung saja ia bisa menahan dirinya untuk tidak menganggukkan kepalanya.

“Bisakah kita mendapatkan tempat yang lebih pribadi?” Pinta Hyunji.

“Untuk apa?” Tanya Myungsoo.

“Aku rasa kita perlu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini.” Jawab Hyunji.

“Aku memiliki rencana agar kau bisa bersama dengan Yongri, dan aku bisa bersama dengan Siwon.” Lanjut Hyunji.

Mata Myungsoo bergerak gelisah saat mendengar ucapan Hyunji. Wajah Hyunji terlihat sangat meyakinkan seolah apa yang sudah direncanakannya akan benar-benar berhasil. Myungsoo mencoba mengalihkan pandangannya dari Hyunji.

Namun saat merasa perempuan itu terus menatapnya, mau tidak mau Myungsoo kembali menatapnya. Tatapan Hyunji seolah sedang memanggil-manggil untuk bersatu dengannya.

“A–apa rencanamu?” Tanya Myungsoo. Salah satu sudut bibir Hyunji naik ke atas.

“Katakan bahwa kau setuju untuk bekerja sama denganku. Dan aku akan memberitahukan semuanya.” Bisik Hyunji dengan tersenyum.

Dan untuk pertama kalinya, Myungsoo mengalami kebimbangan di dalam hidupnya.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading!

BYE~

Advertisements

65 thoughts on “The One and Only – Part 13

  1. Heol. Daebak
    Berita gembira sekaligus berita termenakutkan
    Gembira gara2 yongri hami
    Dan skrg berita menakutkannya gara2 hyunji mulai beraksi menghasut myungsoo
    Smga myungsoo ga nerima tawaran hyunji
    Please hyunji. Bukan takdirnya kau berjodoh dgn siwon aduh grrget deh am hyunji
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^

  2. Hanya L dan hyunji yg tidak bahagia dg kehamilan yongri .
    Dan mereka sama2 egois sampai2 melakukan semua cara hanya untuk bisa bersama orang yg dicintainya.

    Mudah2an aja L gak terpengaruh dg rencana hyunji, kalau misalnya L terpengaruh dg rencana hyunji – kayaknya aku harus merelakan L keluar dari daftar boyfriend aku, eee…, tapi gak jadilah- nanti kk buat L terpengaruh dg rencana hyunji. Dan aku kehilangan boyfriend aku yg ketiga 😀

    Koreksi ya kak…
    Tadi pas yongri diperiksa dg dokter cowok, katanya yongri hamil sudah 4 minggu. Tapi, pas diperiksa ke dokter kandungan, kata dokter cewek itu- kalau usia kandungan yongri udah bulan kelima. Awalnya aku bingung karna udah 5 bulan kenapa perut yongri masih kecil, tapi akhirnya ada juga penjelasan tentang kehamilan yongri. Pas wonri couple ke rumah ortunya yongri, siwon bilang kalau usia kehamilan yongri sudah hampir 5 minggu.

    Gak apa2 kan kak kalau aku kritik sedikit.
    Mudah2an kk terhibur dg koment aku, bukannya kesal setelah membaca koment aku.
    Ditunggu next partnya kak 🙂
    fighting kak 😀

  3. Jgn sampe myungsoo setuju sama remcana hyunjin buat kerjasama pisahin siwon sama yongri,, ya tuhan ada konflik apa lagi 😦
    Aku udh terlalu dalam buat masuk ke FF ini, aku berasa aku ada di depan mereka sedang menonton, tapi aku benci ketika mereka mendapatkan konflik yg berujung perdebatan lagi antara siwon dan yongri yg jelas2 skrg hubungan mereka sangat baik >< so sad!

  4. Aku sangat suka bila siwon selalu menggoda yongri. Semua yg yongri lakukan atau katakan selalu siwon belokkan ke hal yg berhubungan dgn bercinta. Siwon super mesum mode on..
    Well, para PHO (Perusak Hub Orang) memulai hubungn kerja sama untk memisahkam siwon yongri. Btw empet bnget hyunji yg pede selangit kalo seharusnya dia yg cocok jadi istrinya siwon. Ngimpi mbk????

  5. Penasaran sama rencana si hyunji, apa ini ada kaitannya sama yg diceritakan siwon? Trus apa myungsoo ikut andil sama rencana itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s