The One and Only – Part 10

picsart_10-12-08-37-22

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

“Siwon-ssi..” Panggil Yongri sembari masuk ke dalam ruangan Siwon.

Siwon menoleh dan terkejut melihat kehadiran Yongri. Pasalnya Siwon sudah berpesan kepada perempuan itu untuk berdiam diri di rumah. Siwon merasa bahwa keadaan di luar sangat berbahaya. Ia tidak mau apa yang terjadi pada Kiho, terjadi pula pada Yongri.

“Apa yang kau lakukan disini, Yongri-ya?” Tanya Siwon sembari berdiri.

“Kau disini, Hyunji-ssi.” Yongri mengabaikan pertanyaan Siwon dan menatap Hyunji.

“Ya. Tetapi sekarang aku sudah mau pulang.” Kata Hyunji sembari berdiri.

“Kenapa? Apa aku menganggu waktu kalian?” Tanya Yongri dengan sinis.

Perempuan itu berdiri di samping Siwon. Menatap suaminya itu dan Hyunji secara bergantian.

“Aku pikir mungkin akulah yang akan mengganggu kalian. Kau datang ke sini untuk menemui Siwon, kan?” Jawab Hyunji dengan tak kalah sinis.

“Tentu saja aku datang untuk menemui suamiku.” Sahut Yongri.

Hyunji merasa kesal mendengar Yongri menyebut Siwon sebagai suaminya. Walaupun Hyunji tau bahwa hal tersebut benar adanya.

“Aku akan datang lagi nanti dengan membawa lamaran pekerjaan, Siwon-ah.” Ucap Hyunji sembari menatap Siwon.

“Eo. Tidak perlu terburu-buru.” Balas Siwon.

“Aku pulang dulu, Siwon-ah.” Pamit Yongri.

“Hati-hati di jalan.” Pesan Siwon.

Hyunji mengangguk dan segera meninggalkan ruangan Siwon. Tanpa berpamitan dan menghiraukan keberadaan Yongri. Yongri menatap kepergian perempuan itu dengan kesal.

Yongri benar-benar tidak suka melihat Hyunji yang selalu berada di dekat Siwon. Seolah perempuan itu ingin menguasai Siwon dan menjauhkan laki-laki itu darinya. Ia tidak cemburu.

Sungguh.

Yongri. Hanya. Tidak. Suka.

“Yah.” Panggil Siwon sembari mencolek lengan Yongri. Yongri tersentak dan segera menatap Siwon.

“Kenapa kau menatap kepergian Hyunji sampai seperti itu?” Tanya Siwon.

“Aku? Kapan aku melakukannya?! Kenapa juga aku harus menatapnya?!” Suara Yongri berubah ketus membuat Siwon menatapnya dengan bingung.

“Kenapa menatapku seperti itu?!” Sungut Yongri.

“Apa kau mendapatkan tamu bulananmu? Kenapa sensitif sekali?” Kata Siwon dengan ngeri. Yongri hanya mendengus dan mengalihkan pandangannya.

“Ada apa kau kemari?” Tanya Siwon kemudian.

“Sialan, apa kau melupakan janjimu untuk menemui eommonim hari ini?” Umpat Yongri.

“Wow! Wow! Tenang, Yongri-ya. Ada apa denganmu? Kau tiba-tiba menjadi begitu kesal denganku. Aku tidak melupakannya. Aku hanya berpikir bahwa aku akan ke sana tanpamu. Kau akan ikut denganku?” Siwon tidak dapat menahan senyum gelinya. Ia merasa istrinya bersikap sangat aneh.

“Tentu saja aku akan ikut! Atau kau berencana mengajak Hyunji ke sana?!” Tuduh Yongri.

Siwon memicingkan matanya dan menatap Yongri dengan selidik. Apakah Yongri memang sedang merasa kesal padanya? Atau Yongri merasa sensitif terhadap Hyunji? Kenapa? Yongri cemburu?

Siwon menahan tawanya yang hendak meledak. Tidak mungkin jika Yongri cemburu, kan? Tetapi jika tidak, Yongri tidak mungkin menjadi sensitif seperti ini. Mengetahui kemungkinan bahwa Yongri cemburu pada Hyunji, membuat Siwon merasa senang.

“Aku akan menunggumu di bawah.” Kata Yongri sembari berbalik untuk meninggalkan ruangan Siwon.

Namun langkah Yongri terhenti saat Siwon tiba-tiba menarik lengannya dan menyatukan kedua bibir mereka. Siwon menahan tengkuk Yongri dan melumat bibir perempuan itu dengan penuh rakus.

Tas yang dibawa Yongri terjatuh dilantai karena gerakan Siwon yang tidak terduga. Siwon juga dapat merasakan bagaimana Yongri mencengkram lengannya hingga terasa sedikit perih. Namun Siwon tidak memperdulikannya.

Siwon tidak tau sejak kapan, tetapi ia seperti kecanduan mencium bibir Yongri. Bukan hanya mencium bibir Yongri, tetapi Siwon selalu ingin menyentuh perempuan itu lagi dan lagi.

Siwon melepaskan bibir Yongri dan menyapa leher putih sang istri. Mencium, menjilat dan menghisapnya dengan pelan dan tanpa meninggalkan jejak. Dalam sebentar, leher Yongri terlihat basah oleh air liur Siwon.

“….nngggghhhh..”

Yongri berusaha menjauhkan wajah Siwon dari lehernya. Walaupun sebenarnya Yongri mulai terangsang akibat perbuatan laki-laki itu. Yongri akui jika Siwon sangat pandai membuatnya terlena.

“Inihhh..dikantor..” Bisik Yongri.

Siwon menyatukan kening mereka dan nafas keduanya terdengar saling bersahut-sahutan. Tangan Siwon masih berada di tengkuk Yongri dan sesekali memberikan usapan pelan di sana.

“Aku tau.. Tetapi aku tidak bisa menahannya.” Balas Siwon berbisik.

“Kau rasakan ini..” Kata Siwon sembari menarik tangan Yongri dan menuntunnya menyentuh kejantanannya yang sudah terbangun.

Yongri yang terkejut langsung menarik kembali tangannya dan menjauh dari Siwon. Ia menatap celana laki-laki itu yang tampak menonjol. Dan saat ia melihat wajah Siwon, laki-laki itu sedang tersenyum senang.

“Dasar laki-laki mesum!” Maki Yongri dan segera meninggalkan ruangan Siwon setelah mengambil tasnya di lantai.

Siwon tidak dapat menahan tawanya saat melihat Yongri yang terlihat malu dan juga kesal saat ia menggodanya. Walaupun begitu, Siwon tidak bohong jika ‘adik’nya sudah terbangun hanya karena ia mencium istrinya itu. Seolah tau bahwa tempatnya bernaung ada didekatnya.

Berjalan ke mejanya, Siwon mengambil dokumen yang sudah ditandatanganinya tadi. Ia berusaha menahan tawanya dan berharap orang-orang tidak sadar bahwa dirinya sedang merasa terangsang saat ini.

——

Yongri mengalihkan pandangannya kemana pun asalkan tidak menatap Siwon. Ia benar-benar merasa kesal pada laki-laki itu karena sudah membuatnya merasa malu dan salah tingkah. Bagaimana bisa Siwon dengan lancangnya menarik tangan Yongri untuk menyentuh kejantanannya?

Membayangkannya saja membuat wajah Yongri terasa panas. Yongri dapat merasakan bahwa kejantanan laki-laki itu sangat keras di dalam sana. Yongri tau bahwa ia pernah menyentuh milik Siwon saat mereka pertama kali bercinta.

Tetapi saat itu Yongri dalam keadaan mabuk. Yongri bahkan tidak begitu mengingat seperti apa milik Siwon ditangannya. Namun karena kejahilan Siwon tadi, pikiran Yongri menjadi berkeliaran kemana-mana.

“Wajahmu merah..” Kata Siwon setelah melirik Yongri dan kembali fokus menyetir.

“Tutup mulutmu!” Desis Yongri.

“Kau sakit?” Siwon mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Yongri. Namun Yongri menepis kasar tangan Siwon.

“Fokus saja menyetir!” Suruh Yongri.

“Kau marah hanya karena–“

“Hanya karena?!” Yongri menatap Siwon dan kekesalannya bertambah.

“Yah, apa kau lupa bahwa kau melakukan lebih saat kita bercinta—mmmmppphhhhh–” Siwon tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Yongri membekap mulut laki-laki itu.

Mobil yang dikendarai Siwon sempat oleng. Namun Siwon berhasil mengembalikan fokusnya dengan cepat dan membuatnya kembali stabil. Siwon melepaskan tangan Yongri yang berada diwajahnya.

“Apa kau gila?! Kau bisa membuat kita mati konyol!” Omel Siwon.

“Kita tidak akan mati konyol jika kau bisa menjaga mulutmu itu!” Sahut Yongri.

“Kau benar-benar berlebihan.” Balas Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan kesal sebelum akhirnya kembali membuang wajahnya. Sikap Siwon sudah kembali seperti semula dan selalu ingin berdebat dengan Yongri. Yongri merasa lega. Hanya saja ia tetap tidak bisa mengabaikan rasa kesalnya pada laki-laki itu.

Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Siwon sampai di rumah Kiho. Siwon memarkirkan mobilnya dengan sempurna sebelum akhirnya turun dari mobil, tidak lupa membawa dokumen CH Factory.

Yongri menatap Siwon yang wajahnya terlihat dingin. Ia yakin tidak mudah untuk Siwon bisa menerima kehadiran Hyemi. Walaupun wanita itu sudah bertahun-tahun menjadi istri Kiho dan ibu tirinya.

Yongri berjalan lebih dulu dan menekan bel rumah. Walaupun tidak melihatnya, Yongri tau bahwa Siwon mengikutinya dan berdiri tepat dibelakangnya. Beberapa saat kemudian seorang pelayan membukakan pintu dan menyuruh mereka untuk masuk.

“Nyonya ada dikamarnya. Saya akan memanggilkannya.” Ujar pelayan tersebut. Yongri mengangguk dan menunggu di ruang keluarga bersama Siwon.

Tidak seperti Yongri yang menunggu sembari duduk di sofa, Siwon justru mendekati sebuah foto keluarga yang berada di sana. Foto dalam ukuran besar yang berisi dirinya, Kiho dan Hyemi.

Saat itu, Kiho membutuhkan perjuangan yang besar untuk mengajak Siwon melakukan foto keluarga. Berbagai cara dilakukan Kiho untuk membujuk Siwon. Dan ketika Kiho hampir putus asa, Siwon tiba-tiba menyetujui permintaan Kiho tersebut.

Walaupun di dalam foto tersebut, Siwon tidak tersenyum sama sekali dan menunjukkan wajah dinginnya. Siwon bahkan mengabaikan ucapan photografer saat itu yang memintanya memegang bahu Hyemi, yang sedang dalam keadaan duduk.

Setidaknya di dalam foto tersebut mereka terlihat seperti sebuah keluarga. Mungkin tidak akan pernah ada yang tau bahwa Hyemi adalah ibu tiri Siwon. Karena Siwon memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kiho. Siwon merasa beruntung karena tidak memiliki wajah seperti ibu kandungnya.

“Eommonim.” Sapa Yongri saat melihat Hyemi memasuki ruang keluarga.

Siwon segera menoleh saat mendengar suara istrinya tersebut. Mengabaikan Yongri yang menghampiri Hyemi dan memeluknya, Siwon justru mengambil tempat duduk di mana Yongri duduk sebelumnya.

“Kau baik-baik saja ‘kan, eommonim? Wajahmu tampak pucat.” Suara Yongri terdengar khawatir.

Yongri merasa sangat sedih karena Hyemi tampak begitu berubah. Tidak ada polesan make up pada wajah perempuan itu. Padahal sebelum Kiho meninggal, Hyemi selalu tampak cantik dengan make up sederhananya tersebut. Yongri tidak dapat membayangkan betapa sedihnya wanita itu.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Hyemi dengan tersenyum kecil.

“Aku tidak tau jika kalian akan datang.” Ucap Hyemi sembari melirik Siwon sesaat.

Yongri mengajak Hyemi untuk duduk dihadapan Siwon.

“Ada yang ingin disampaikan Siwon padamu, eommonim.” Kata Yongri.

Hyemi yang merasa bingung segera menatap Siwon. Walaupun Siwon tidak menatapnya dan memilih untuk menatap ke arah lain.

“Ada apa?” Tanya Hyemi.

“Ini untukmu.” Kata Siwon sembari meletakkan dokumen yang dibawanya ke hadapan Hyemi.

Hyemi menerima dokumen tersebut dan membukanya. Setelah membaca isinya, Hyemi tidak bisa menutupi keterkejutannya. Ia menatap Siwon dengan tidak percaya.

“Itu semua keinginan ayahku.” Ucap Siwon.

“K–kau tidak perlu melakukannya.” Balas Hyemi.

“Kau bisa tinggal di Jeju dan aku akan menyiapkan kebutuhanmu.” Ujar Siwon membuat Hyemi dan Yongri terkejut.

Siwon sangat mengerti kenapa Kiho memberikan perusahaan di Jeju kepada Hyemi. Itu semua karena Hyemi berasal dari sana. Keluarga Hyemi berada di sana hingga saat ini. Walaupun Siwon tidak menyukai Hyemi, bukan berarti Siwon tidak mengetahuinya.

“Siwon-ssi, apa maksudmu?” Tanya Yongri.

“Kembalilah pada keluargamu dan jagalah baik-baik CH Factory yang diberikan ayahku padamu.” Ucap Siwon sembari menatap Hyemi dan mengabaikan Yongri.

“Kau tau bahwa sudah tidak ada alasan untuk kita tinggal di kota yang sama, kan?”

“Siwon-ssi!” Yongri terlihat marah.

Hyemi menatap Siwon dengan matanya yang berkaca-kaca. Pada akhirnya, Siwon tetap tidak bisa menerimanya sebagai anggota keluarga. Hyemi tidak tau apalagi yang harus dilakukannya agar Siwon mau menerimanya.

“Rumah ini.. Kau tetap bisa memilikinya.” Siwon menundukkan kepalanya.

Yongri tertegun. Ia berpikir jika Siwon mengusir Hyemi ke Jeju karena ingin memiliki rumah ini. Tetapi sepertinya pemikiran Yongri salah. Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran Siwon saat ini? Yongri benar-benar tidak bisa menebaknya.

“Aku harap kau tidak pernah menjual rumah ini kepada siapapun. Dan jika kau memang mau melakukannya, kau bisa menjualnya kepadaku.” Kata Siwon sembari berdiri.

“Aku berusaha dengan sangat kuat untuk menerimamu sebagai ibuku. Tetapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Maafkan aku.” Suara Siwon terdengar menyesal.

“Terima kasih karena sudah membahagiakan ayahku selama ini. Terima kasih karena sudah berusaha untuk menjadi ibuku.”

“Aku akan memberikan hakmu seperti yang tertera pada surat wasiat ayahku. Dan aku harap, kita tidak pernah bertemu lagi.”

Setelah mengatakan semua maksud tujuannya datang ke sana, Siwon segera meninggalkan rumah tersebut. Di dalam hatinya, ia merasa sangat bersalah pada Kiho. Siwon hanya tidak bisa melakukan sesuatu yang benar-benar bertentangan dengan hatinya.

“Maafkan aku, abeoji.” Gumam Siwon setelah masuk ke dalam mobilnya.

“Inilah yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk istrimu.” Kata Siwon sembari menyeka airmata yang mengalir dari matanya.

——

“Eommonim..”

Yongri merasa sangat sedih saat melihat Hyemi yang sedang menangis. Ia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Dan Yongri juga tidak bisa menyalahkan Siwon atas semua yang terjadi.

Walaupun Yongri sudah meminta Siwon untuk menerima Hyemi, Yongri tau bahwa hal itu sangat sulit untuk Siwon. Siwon sudah menetapkan hatinya untuk membenci ibunya. Baik itu ibu kandungnya maupun Hyemi.

Bahkan Kiho pun tidak bisa memaksa Siwon untuk menerima Hyemi. Karena itulah Yongri merasa tidak memiliki kemampuan untuk memaksa Siwon. Siwon tidak akan mengikutinya dan mereka akan berakhir dengan bertengkar.

“Siwon benar..” Ucap Hyemi sembari menyeka airmatanya.

“Sepertinya aku memang harus meninggalkan Seoul..” Lanjut Hyemi.

“Eommonim..” Yongri mengusap bahu Hyemi.

“Ini bukan hanya keinginan Siwon, tetapi juga keinginan ayahnya.”

“A–abeonim yang menginginkannya?” Yongri benar-benar terkejut.

“Kiho oppa menyuruhku untuk kembali ke Jeju, jika suatu saat dia sudah tidak bisa menjagaku lagi. Dan jika aku sudah merasa tidak sanggup untuk tinggal disini.”

“Terlalu banyak kenangan yang ditinggalkan Kiho oppa disini. Setiap hari aku selalu beranggapan jika ia masih berada disini bersamaku. Aku benar-benar merasa sedih.”

“Tetapi abeonim meninggalkan rumah ini untukmu, eommonim.” Kata Yongri.

“Kalian bisa menggantikanku untuk merawat rumah ini.”

“Tetapi, eommonim–“

“Semua ini bukan karena Siwon. Aku memang sudah memikirkan ini selama beberapa hari. Jadi jangan mendebatkan hal ini lagi dengannya.”

“Ingat pesan Kiho oppa yang menginginkan kalian terus bersama. Hindarilah pertengkaran seperti apapun karena itu bisa berdampak pada perceraian.” Pesan Hyemi.

“Eommonim..”

Yongri memeluk Hyemi dengan erat. Ia merasa sedih karena Hyemi harus pergi ke Jeju. Selama ini Hyemi selalu baik padanya dan sudah dianggap Yongri seperti ibunya sendiri. Yongri ingin sekali meminta Hyemi untuk memikirkan lagi keputusannya.

Tetapi Yongri juga merasa tidak tega jika Hyemi harus terus menerus merasa sedih karena kepergian Kiho. Mungkin dengan kembali ke Jeju akan mengembalikan semangat Hyemi untuk melanjutkan hidup. Dan Yongri berharap suatu saat nanti Siwon bisa menerima Hyemi dengan sepenuhnya.

——

Yongri keluar dari rumah Kiho dan tampak terkejut saat melihat mobil Siwon masih berada disana. Ia berpikir jika laki-laki itu sudah meninggalkannya. Dengan sedikit tergesa Yongri menghampiri mobil Siwon dan segera masuk ke dalam.

Yongri dapat melihat jika Siwon tampak terkejut saat ia membuka pintu mobil. Lalu laki-laki itu mengalihkan pandangannya dari Yongri dan mengusap wajahnya. Yongri duduk di kursi sembari menatap Siwon dengan bingung.

“Kau menangis?” Tanya Yongri.

“Tidak.” Jawab Siwon dengan suaranya yang serak dan tanpa menatap Yongri.

“Aku tau kau menangis.” Kata Yongri sembari menarik bahu Siwon agar menatapnya.

“Ada apa? Katakan padaku. Kau tidak perlu menutupinya dariku.” Bujuk Yongri.

“Aku hanya merasa bersalah pada ayahku.” Ucap Siwon sembari menghela nafas panjang.

“Dia mungkin mengutukku dari atas sana.” Gumam Siwon.

“Percayalah bahwa aku berusaha untuk menerima wanita itu sebagai ibuku. Tetapi semuanya tidak mudah untuk seorang anak yang ditinggalkan oleh seorang ibu selama belasan tahun.” Suara Siwon terdengar putus asa.

“Aku tau.” Sahut Yongri.

“Aku minta maaf karena sudah memintamu melakukannya.” Sesal Yongri.

Siwon menghela nafas dan menyandarkan punggungnya pada sandaran jok mobil. Memejamkan matanya sebentar untuk menenangkan pikiran. Ia tidak menyalahkan Yongri sama sekali. Siwon tau bahwa Yongri memiliki niat yang baik.

“Lagipula kau tidak perlu melakukannya lagi sekarang.” Kata Yongri. Siwon menoleh dan menatap Yongri.

“Eommonim memutuskan untuk pergi ke Jeju.” Lanjut Yongri membuat Siwon terkejut.

“Tetapi semua itu bukan karena dirimu. Eommonim melakukannya karena merasa bahwa disini terlalu banyak kenangan dari abeonim. Aku rasa eommonim ingin menenangkan dirinya.” Jelas Yongri.

“Mungkin yang harus kau lakukan saat ini adalah menghilangkan rasa bencimu pada eommonim. Karena bagaimana pun, eommonim tidak pernah melakukan kesalahan padamu.” Ujar Yongri sembari tersenyum menatap Siwon.

Siwon membalas tatapan Yongri dan memikirkan ucapan istrinya itu. Hal mudah untuk tidak membenci seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan padamu. Tetapi hal tersebut cukup sulit untuk Siwon. Siwon bahkan tidak tau apakah ia bisa melakukannya atau tidak.

——

Yongri kembali menghabiskan waktunya di cafe milik Myungsoo, bersama laki-laki itu dan Sunggyu. Mengobrol dan saling bercanda satu sama lain. Sunggyu juga sempat mengungkapkan perasaan bela sungkawanya atas kepergian Kiho.

Dan kedua laki-laki itu tampak sengaja untuk menghibur Yongri, agar tidak merasakan kesedihan yang terus berlarut. Karena Yongri dan kesedihan bukanlah perpaduan yang menarik, menurut mereka.

“Lihat gadis ini. Dia cantik, kan?” Ujar Sunggyu sembari menunjukkan foto seorang gadis dari ponselnya.

“Siapa dia?” Tanya Yongri dan Myungsoo bersamaan.

“Calon kekasihku. Mungkin.” Jawab Sunggyu sembari menyeringai.

“Terlalu cantik untukmu, hyung.” Komentar Myungsoo. Sunggyu memukul pelan kepala Myungsoo hingga membuat laki-laki itu mengaduh.

“Jaga mulutmu itu.” Dengus Sunggyu.

“Setidaknya Sunggyu oppa memiliki seorang gadis didekatnya.” Ujar Yongri sembari menatap Myungsoo.

“Apa maksudmu?” Tanya Myungsoo.

“Kau tidak berpikir untuk memiliki kekasih?” Tanya Yongri dan tidak memperdulikan pertanyaan Myungsoo.

“Dia tidak akan pernah bisa memiliki kekasih karena–“

“Hyung!” Myungsoo menatap Sunggyu dengan panik.

“Ada apa? Apa ada yang tidak kuketahui? Kenapa kau terlihat panik, Myungsoo-ya? Dan bisa kau lanjutkan ucapanmu tadi, oppa?” Yongri menatap Myungsoo dan Sunggyu bergantian.

“Tidak ada apa-apa.” Ujar Myungsoo dengan cepat.

“Sunggyu Oppa?” Yongri mengabaikan Myungsoo dan menatap Sunggyu.

“Yongri, jangan dengarkan dia. Sunggyu hyung sering bicara omong kosong.” Myungsoo menarik bahu Yongri untuk menatapnya setelah ia memberikan tatapan penuh ancaman pada Sunggyu.

“Ya, hanya omong kosong.” Gumam Sunggyu.

Sunggyu merasa mulutnya sangat gatal dan ingin mengatakan semuanya pada Yongri. Bagaimana perasaan adik sepupunya itu pada Yongri. Bagaimana hebatnya Myungsoo memendam perasaannya selama ini. Sunggyu ingin mengatakan semuanya saat ini!

“Kalian menyembunyikan sesuatu dariku.” Keluh Yongri.

Bersamaan dengan itu, pintu cafe terbuka dan ada pengunjung yang datang. Yongri tidak dapat menutupi kekesalannya saat melihat Hyunji–lah yang datang ke cafe Myungsoo.

Tidak seperti terakhir kali ia datang bersama Siwon, saat ini Hyunji datang seorang diri. Hyunji menyadari keberadaan Yongri dan tersenyum sinis. Sebelum akhirnya mencari tempat duduk dan seorang pelayan menghampirinya.

“Dia teman suamimu, kan? Myungsoo memberitahuku saat itu.” Ujar Sunggyu.

“Kenapa dia terlihat tidak menyukaimu? Terakhir kali pun seperti itu.” Myungsoo terlihat bingung.

“Well, aku pun tidak menyukainya.” Sahut Yongri.

“Kenapa?” Tanya Myungsoo.

“Dia terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumah tanggaku.” Jawab Yongri.

“Mungkinkah dia menyukai suamimu?” Tebak Sunggyu. Yongri mencibir.

“Apa tidak ada laki-laki lain di dunia ini selain suamiku?”

“Sebelum menjadi suamimu, dia adalah teman perempuan itu.”

“Apa kau sekarang sedang mendukungnya, oppa?” Yongri terlihat kesal.

“Bukan seperti itu.” Sela Sunggyu sembari menghela nafas panjang.

“Mungkin saja dia menyukai suamimu, jauh sebelum kau dan suamimu menikah.” Jelas Sunggyu. Yongri kembali mencibir.

“Aku tidak habis pikir dengan orang-orang yang menyukai teman atau sahabat mereka sendiri.” Kata Yongri membuat Myungsoo tersentak dan menatap perempuan itu dengan terkejut.

“Apa maksudmu?” Tanya Myungsoo.

“Tidakkah aneh menurutmu jika kau menyukai seseorang yang berada didekatmu? Astaga, seperti tidak ada laki-laki atau perempuan lain di dunia ini.” Ucap Yongri sembari memutar kedua bola matanya.

Myungsoo terlihat tersinggung dengan ucapan Yongri. Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak merasa kesal. Myungsoo menatap Yongri dengan terluka, namun sepertinya Yongri tidak menyadari itu. Myungsoo merasakan sebuah penolakan secara tidak langsung.

“Myungsoo tidak akan merasa aneh akan hal itu.” Sahut Sunggyu. Yongri menoleh dan menatap Sunggyu.

Myungsoo terlihat hanya diam saja dan membiarkan Sunggyu mengatakan apapun yang ada di dalam pikiran laki-laki itu. Tidak ada niatan untuk mencegah Sunggyu seperti yang tadi dilakukannya.

“Darimana kau tau, oppa?” Tanya Yongri.

“Karena dia mengalaminya sendiri.” Jawab Sunggyu membuat kening Yongri berkerut.

“Maafkan aku, Myungsoo-ya. Tetapi aku rasa aku harus memberitahukannya.” Kata Sunggyu tanpa menunjukkan wajah menyesalnya.

“Ada apa?” Yongri terlihat bingung.

“Myungsoo menyukaimu, Choi Yongri.” Kata Sunggyu membuat mata Yongri melebar.

Yongri menatap Sunggyu dengan mulut yang sedikit terbuka. Sunggyu membalas tatapan Yongri dengan wajah serius. Tidak ada wajah kekanakan yang selama ini selalu diperlihatkannya.

Namun tiba-tiba Yongri tertawa dengan kencang sembari memegangi perutnya. Ia merasa bahwa Sunggyu sudah memberikan sebuah lelucon yang sangat lucu saat ini. Myungsoo menyukainya? Bukankah itu hal yang tidak mungkin?

Yongri masih terus tertawa sembari menatap Sunggyu dan Myungsoo bergantian. Namun tawanya tiba-tiba menghilang saat melihat wajah Myungsoo dan Sunggyu yang sangat serius. Yongri terlihat salah tingkah.

“Myungsoo-ya..” Gumam Yongri.

“Apakah terdengar lucu jika aku menyukaimu?” Tanya Myungsoo dengan wajah terluka.

“Myungsoo-ya..” Ucap Yongri lagi.

“Hyung, tolong jaga cafe untukku. Aku perlu berbicara dengan Yongri.” Kata Myungsoo dan segera meninggalkan meja kasir untuk masuk ke dalam.

Yongri menatap kepergian Myungsoo dengan perasaan campur aduk. Sepertinya ia tidak pernah melihat wajah Myungsoo seserius ini. Apakah ucapan Sunggyu bukan sebuah lelucon? Kenapa membayangkannya membuat perut Yongri bergejolak?

“Susul dia.” Kata Sunggyu.

“Oppa..”

“Kalian perlu berbicara, Yongri-ya.” Sela Sunggyu.

Yongri menghela nafas panjang dan akhirnya menyusul Myungsoo. Ia tau bahwa kepergiannya itu tidak luput dari pandangan Hyunji. Namun Yongri tidak peduli.

Yongri menemukan Myungsoo menunggunya di ruang ganti pegawai. Ada sebuah tempat duduk panjang tanpa sandaran di tengah-tengah loker yang saling berhadapan. Yongri mendekati Myungsoo yang sedang duduk di sana.

“Kau benar-benar menyukaiku?!” Tanya Yongri tanpa memelankan suaranya.

Sebelum Myungsoo sempat menjawab, seorang pelayan cafe masuk ke dalam ruang ganti dan terlihat terkejut dengan keberadaan Myungsoo dan Yongri.

“Tolong tinggalkan tempat ini untuk sementara waktu, Lee Junha. Dan pastikan tidak ada yang masuk ke sini untuk satu jam ke depan.” Kata Myungsoo tanpa menatap pegawainya.

“Baik, Tuan Kim.” Sahut pelayan cafe tersebut.

“Jawab aku, Kim Myungsoo.” Pinta Yongri saat pelayan tersebut telah meninggalkan mereka.

Myungsoo mendongak dan menatap Yongri yang berada dihadapannya.

“Apa aku benar-benar harus menjawabnya? Tidak bisakah kau melihat perasaanku?” Tanya Myungsoo balik.

Yongri terdiam dan menatap Myungsoo dengan perasaan campur aduk. Haruskah ia jujur bahwa ia memang tidak pernah bisa melihatnya selama ini? Apakah perasaan sahabatnya itu akan terluka?”

“Sial! Bagaimana kau bisa..” Yongri tidak bisa melanjutkan ucapannya.

“Selama ini kau selalu ada untukku! Kau membantuku dalam segala hal dan kau selalu melindungiku, Myungsoo-ya.”

“Karena aku menyukaimu.” Sahut Myungsoo.

Yongri menggigit bibir dalamnya saat mendengar pengakuan laki-laki itu. Jantungnya berdebar dengan kencang. Tetapi bukan karena gugup atau pun senang. Yongri hanya merasa terlalu terkejut dan tidak percaya.

“Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?” Tanya Yongri.

“Karena aku terlalu pengecut untuk melihat reaksimu yang seperti ini.” Jawab Myungsoo sembari menundukkan kepalanya.

“Myungsoo-ya..” Yongri duduk di samping laki-laki itu.

“Kau tau bahwa aku–“

“Aku tau. Aku tau kau tidak menyukaiku dan hanya menganggapku sebagai sahabat. Karena itulah aku tidak pernah ingin membebanimu dengan perasaan sialan ini!” Umpat Myungsoo dengan kesal.

Yongri mengigiti kuku jarinya dan terlihat sangat bingung. Apa yang harus dilakukannya? Ia jelas tau bahwa Myungsoo sedang terluka saat ini. Tetapi Yongri merasa tidak ada yang bisa dilakukannya.

Yongri harus membalas perasaan Myungsoo jika tidak ingin melukainya. Hanya saja sekali pun tidak pernah terlintas di dalam pikiran Yongri untuk menyukai sahabatnya itu. Yongri terlanjur menyayangi Myungsoo seperti seorang saudara.

“Aku selalu bersikap dengan liar. Aku merasa tidak ada satu pun dari diriku yang bisa membuatmu menyukaiku. Kenapa semuanya menjadi seperti ini?” Ucap Yongri.

“Kau sempurna, Choi Yongri! Kau sempurna dengan caramu sendiri!” Ujar Myungsoo.

Yongri menatap Myungsoo dan ingin menangis. Sial, kenapa dia ingin kata-kata itu keluar dari mulut Siwon? Kenapa Yongri berharap jika yang ada dihadapannya saat ini adalah suaminya tersebut? Kenapa dia berharap Siwon yang menyukainya?

“Awalnya aku tidak pernah ingin kau mengetahui perasaanku ini. Tetapi aku tidak dapat menutupi kekesalanku mendengar ucapanmu tadi. Apa yang salah jika aku menyukai sahabatku sendiri? Apa aku terlihat aneh saat ini menurutmu?” Tanya Myungsoo dengan pandangan terluka.

Dan Yongri mengutuk dirinya sendiri. Orang pertama yang tidak pernah ingin disakitinya adalah Myungsoo. Karena Myungsoo tidak pernah sekali pun menyakitinya selama ini. Myungsoo selalu ada untuknya dan melindunginya.

“Aku tidak bermaksud..” Gumam Yongri.

“Kau mungkin tidak sadar, tetapi kau selalu menunjukkan perhatianmu padaku. Kau selalu merawatku saat aku sakit. Kau selalu membuatku tertawa dengan lelucon konyolmu, Yongri-ya. Bagaimana mungkin aku tidak bisa menyukaimu?!” Suara Myungsoo terdengar frustasi.

“Jangan seperti ini, Myungsoo-ya.” Yongri terlihat sama frustasinya seperti Myungsoo.

“Apa yang harus aku lakukan untuk–“

“Bersediakah kau membalas perasaanku?” Sela Myungsoo sembari menatap Yongri dengan tajam.

“Apa?”

“Kau ingin melakukan sesuatu agar aku tidak terluka, kan? Bagaimana dengan membalas perasaanku?” Tanya Myungsoo.

“Aku sudah menikah, Myungsoo-ya.” Jawab Yongri.

“Kalian dijodohkan. Dia tidak mencintaimu dan kau tidak mencintainya, kan?” Ujar Myungsoo.

Yongri hanya diam saja sembari menatap wajah laki-laki itu.

“Aku akan memberikanmu waktu untuk membalas perasaanku.” Kata Myungsoo.

Bagaimana mungkin Yongri melakukannya? Jika saat ini tidak ada Siwon di dalam kehidupannya, Yongri mungkin akan menimbangkannya. Tetapi saat ini Yongri bahkan terus dibayangi oleh suaminya yang tampan dan seksi itu.

Yongri sudah memiliki perasaannya tersendiri untuk Siwon. Walaupun Yongri tidak tau bagaimana perasaan Siwon padanya. Poinnya adalah, Yongri tidak bisa membalas perasaan Myungsoo.

“Aku tidak bisa.” Gumam Yongri menundukkan kepalanya.

Bersamaan dengan itu ponselnya yang berada di saku celananya bergetar. Yongri mengambil ponselnya dan menemukan nama Siwon yang sedang menghubunginya. Ia menatap Myungsoo dan melihat laki-laki itu sedang menatap ponselnya sembari tersenyum miris.

“Pergilah.” Bisik Myungsoo.

Yongri menggenggam ponselnya dan berdiri.

“Aku rasa kita harus saling menenangkan diri dan memikirkan hal ini. Aku akan menemuimu nanti.” Kata Yongri dan segera meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut. Ia tau bahwa Yongri akan menolaknya. Namun ia tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini. Karena Myungsoo merasa ia tidak hanya akan kehilangan cintanya, namun juga sahabatnya.

——

Hyunji menyelesaikan kegiatan makannya sembari menatap laki-laki yang tampak begitu dekat dengan Yongri. Ia meraih tasnya dan mendekati meja kasir untuk membayar makanannya.

“Berapa aku harus membayar?” Tanya Hyunji sembari menatap Myungsoo. Namun Myungsoo seolah tidak memperdulikan perempuan itu.

“Lima puluh ribu won.” Jawab Sunggyu.

Hyunji menatap Sunggyu sekilas dan mengeluarkan uangnya. Matanya kembali menatap ke arah Myungsoo yang tampak tidak bersemangat.

“Terima kasih. Silahkan datang kembali.” Kata Sunggyu sembari tersenyum.

Hyunji tersenyum kecil dan berniat meninggalkan cafe. Namun baru beberapa langkah, ia berbalik dan kembali menghampiri meja kasir.

“Aku Han Hyunji. Siapa namamu?” Tanya Hyunji sembari mengulurkan tangannya dihadapan Myungsoo.

Merasa di ajak berbicara, mau tidak mau membuat Myungsoo mendongak dan membalas tatapan Hyunji. Lengkap dengan kening yang berkerut. Ia merasa tidak harus berkenalan dengan Hyunji, karena mereka tidak memiliki suatu kepentingan.

“Kim Myungsoo.” Jawab Myungsoo dengan alasan suatu kesopanan.

Hyunji menarik tangannya yang tidak disambut oleh Myungsoo.

“Mungkin suatu saat kita akan bekerja sama.” Kata Hyunji dan membuat kerutan di dahi Myungsoo semakin menjadi.

“Kenapa aku harus bekerja sama denganmu?” Tanya Myungsoo.

“Kau yang akan tau sendiri jawabannya.” Jawab Hyunji dan segera meninggalkan cafe.

“Apa maksud ucapannya?” Tanya Sunggyu. Myungsoo hanya mengangkat bahu dan terlihat tidak peduli.

“Bagaimana dengan Yongri?” Tanya Sunggyu lagi.

Myungsoo menggelengkan kepalanya dan Sunggyu langsung mengerti. Sunggyu menghela nafas panjang dan menepuk pelan punggung Myungsoo. Ia tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk menghibur seseorang yang patah hati.

——

“Kau banyak melamun.” Kata Siwon yang duduk dihadapan Yongri.

Siwon mengajak Yongri makan malam di sebuah restaurant mewah yang berada di Seoul. Walaupun Yongri merasa bingung, ia tetap tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Entah sejak kapan menghabiskan waktu berdua dengan Siwon menjadi kegiatan favoritnya.

Sayangnya apa yang terjadi padanya dan Myungsoo tadi membuat perhatian Yongri sedikit teralihkan. Ia tidak bisa mengenyahkan suara Myungsoo yang mengatakan bahwa ia menyukainya. Yongri benar-benar berharap Myungsoo sedang bercanda dengannya.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

Yongri tersentak dan menatap Siwon dengan bingung. Wajah Siwon terlihat cemberut karena Yongri terus mengacuhkannya dari tadi.

“Ada apa?” Tanya Yongri.

“Aku yang seharusnya bertanya padamu. Kenapa kau terus melamun dan membuatku seperti sedang makan malam seorang diri?” Ujar Siwon.

“Oh, maaf. Ada beberapa hal yang menganggu pikiranku.”

“Seperti?”

Yongri terdiam sebentar sembari menatap Siwon.

“Seperti kenapa kau tiba-tiba mengajakku makan malam?” Yongri tersenyum kecut.

“Karena kau tidak bisa memasak.” Ucap Siwon membuat Yongri melotot padanya.

Siwon tertawa dan Yongri merasa sangat lega. Siwon sudah kembali seperti semula dan tidak larut dalam kesedihan lagi.

“Kenapa kita tidak makan malam dengan hasil masakanmu?” Balas Yongri.

“Sial, aku tidak bisa memasak.” Umpat Siwon dan Yongri balik menertawakannya.

“Sepasang suami istri yang menyedihkan.” Ucap Yongri.

“Hei, itu tidak menjadi masalah untukku. Aku seorang laki-laki, jika kau lupa.”

Yongri menggerutu pelan dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Menikmati kelezatan makanan tersebut saat menyentuh lidahnya. Ia sangat bersedia jika Siwon membawanya kembali ke sini suatu saat nanti.

“Bisa kau katakan padaku apalagi yang sedang kau pikirkan?” Kata Siwon tanpa menatap Yongri. Ia tampak sibuk dengan makanan dihadapannya.

“Kau memintaku untuk tidak menyembunyikan apapun darimu. Aku harap itu juga berlaku untukmu.” Ucap Siwon saat melihat Yongri hanya diam saja.

Yongri masih terus diam untuk beberapa saat. Siwon juga ikut mengunci mulutnya dan menanti Yongri untuk berbicara. Walaupun ia tidak yakin Yongri mau berbagi sesuatu yang sedang dipikirkannya tersebut.

Siwon hanya sedang mencoba peruntungannya. Jika mereka saling berbagi apa yang ada dipikiran mereka, bukankah mereka akan semakin dekat? Siwon benar-benar berharap Yongri mau bercerita padanya.

“Bagaimana perasaanmu jika ada yang menyukaimu?” Tanya Yongri. Siwon menaikkan sebelah alisnya.

“Kau menyukaiku?” Tanya Siwon balik dan membuat Yongri kembali melotot.

“Berhenti bersikap percaya diri.” Gumam Yongri.

Seharusnya Yongri bisa berteriak dengan keras jika ia tidak menyukai Siwon. Namun Yongri tau bahwa ia sudah tidak bisa melakukannya. Sebuah perasaan asing mulai menggerogoti hatinya. Dan semua itu tentang Siwon.

“Berbicaralah dengan jelas agar aku tidak salah mengira.” Kata Siwon dengan wajah tanpa dosa.

Yongri menghela nafas panjang.

“Ada seseorang yang menyukaiku.” Ucap Yongri membuat Siwon menatapnya dengan cepat dan tajam.

“Siapa?” Tanya Siwon langsung.

“Seseorang yang tidak kuduga.” Jawab Yongri.

“Aku tanya siapa orangnya.” Kata Siwon penuh penekanan.

“Kau tidak perlu tau.” Komentar Yongri.

Siwon menurunkan tangannya yang berada di atas meja dan mengepalkannya dengan erat. Seandainya Yongri menyebutkan namanya, Siwon mungkin akan memukul laki-laki itu dengan kepalan tangannya saat ini.

Yongri adalah miliknya. Tidak ada yang boleh menyukai istrinya, selain dirinya. Jangankan menyukai Yongri, jika ada laki-laki lain yang memikirkan istrinya saja, Siwon akan langsung menghabisinya.

“Lalu?” Tanya Siwon.

“Aku hanya tidak bisa berhenti memikirkannya.” Kata Yongri.

“Karena kau juga menyukainya?” Tebak Siwon.

“Aku tidak menyukainya.” Bantah Yongri dan Siwon tidak bisa menutupi rasa senangnya. Namun Siwon berusaha menunjukkan wajah datarnya.

“Dia seseorang yang tidak pernah ingin aku sakiti. Dan dia tau bahwa aku tidak akan pernah bisa membalas perasaannya. Karena itu aku terus memikirkannya.” Jelas Yongri.

“Yah, perasaan seseorang memang tidak bisa dipaksakan.” Ucap Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Tidak bisakah kau memberikan saran yang lebih baik untukku?” Pinta Yongri.

Siwon meletakkan garpu yang sedang dipeganganya dan menatap Yongri dengan serius. Yongri mengikuti apa yang Siwon lakukan dan membalas tatapan suaminya itu.

“Tidak ada yang bisa kau lakukan, Yongri-ya. Kau bilang jika kau tidak ingin melukainya, tetapi jika kau menolaknya, maka kau sudah pasti akan melukainya. Dan kau bilang bahwa kau tidak bisa membalas perasaannya karena kau tidak menyukainya. Maka tidak ada yang bisa kau lakukan saat ini.” Ujar Siwon.

“Lalu aku hanya harus diam saja?” Tanya Yongri.

“Akan lebih baik jika kau minta maaf padanya karena tidak bisa membalas perasaannya. Walaupun sebenarnya itu bukan salahmu.” Kata Siwon.

“Kau tidak harus memikirkannya terus menerus. Dan membuat keningmu berkerut sepanjang malam.” Siwon menekan kening Yongri dengan pelan.

Hanya sentuhan ringan, tetapi Yongri merasakan aliran darahnya mengalir dengan kencang dan jantungnya berdetak di luar batas normal. Yongri memejamkan matanya dan menepis pelan tangan Siwon. Siwon tersenyum kecil.

“Aku memiliki banyak pengalaman dalam hal menolak perempuan. Jika kau masih merasa bingung, kau bisa bertanya padaku.” Ucap Siwon.

Yongri mendengus melihat kesombongan laki-laki itu. Namun tidak merasa terkejut mengetahui begitu banyak perempuan yang menyukai suaminya.

“Tentu saja semuanya tidak gratis.” Lanjut Siwon kemudian.

Yongri menatap Siwon seolah menantikan ucapan laki-laki itu selanjutnya. Ia yakin Siwon belum menyelesaikan ucapannya. Terlihat dari wajahnya yang sedang menahan senyum licik. Ah, Yongri benar-benar tidak suka melihatnya.

“Satu saran sama dengan satu kali bercinta.” Bisik Siwon.

“Apa?! Ya!” Yongri tanpa sadar berteriak dan membuat beberapa orang di sana menatapnya.

Siwon tidak dapat menahan senyum gelinya saat melihat wajah kesal Yongri.

“Karena aku sudah memberikan saran kepadamu tadi, maka aku akan menagih bayaranku. Benar?” Kata Siwon.

“Kau mau mati?!” Desis Yongri.

“Mati karena kelelahan sehabis bercinta tidaklah buruk.” Sahut Siwon.

Yongri benar-benar tidak dapat mengatasi kegugupan yang dirasakannya. Bagaimana bisa Siwon mengatakan kata ‘bercinta’ tanpa beban sama sekali? Yongri bahkan yakin wajahnya sangat merah padam saat ini karena menahan malu.

“Kau–“

“Ayo, kita pulang. Aku benar-benar sudah tidak sabar.” Bisik Siwon sembari mengedipkan sebelah matanya.

——

Siwon bersungguh-sungguh ketika ia mengatakan ingin bercinta dengan Yongri saat mereka sampai di rumah. Tetapi Siwon terpaksa menunda niatnya saat melihat kedatangan orangtua Yongri ke rumah mereka.

Orangtua Yongri sepertinya sudah menunggu kepulangan mereka cukup lama. Siwon dan Yongri segera menuju ke ruang keluarga saat Bibi Kim memberitahukan jika orangtua Yongri berada di sana.

“Appa! Eomma!” Panggil Yongri sembari berlari kecil menghampiri mereka.

Hyunseok dan Sujin yang sedang duduk segera berdiri saat melihat kedatangan Yongri dan juga Siwon. Yongri memeluk mereka secara bergantian, sedangkan Siwon membungkukan sedikit badannya untuk menyapa mereka.

“Kalian sudah pulang..” Kata Hyunseok.

“Ya, abeonim. Kami baru pulang dari makan malam.” Sahut Siwon.

“Senang sekali mendengarnya.” Ucap Sujin sembari tersenyum.

“Silahkan duduk kembali, abeonim, eommonim.” Ujar Siwon mempersilahkan.

Hyunseok dan Sujin kembali duduk di sofa. Siwon dan Yongri mengikutinya dengan duduk dihadapan mereka. Siwon merasa lebih santai saat berhadapan dengan orangtua Yongri. Ia juga merasa mereka tidak perlu bersandiwara lagi dihadapan orangtua Yongri. Semuanya seolah berjalan dengan normal.

“Ada keperluan apa appa dan eomma kemari?” Tanya Yongri dan langsung mendapatkan pelototan dari Sujin.

“Maksudku, jika appa dan eomma sampai datang malam-malam seperti ini, pasti ada sesuatu yang serius.” Ucap Yongri menjelaskan.

“Besok ulang tahun Daehan Group. Kau mungkin sudah mendapatkan undangannya, Siwon-ah.” Kata Hyunseok.

“Ya, abeonim. Saya sudah mendapatkannya dan saya pasti akan datang.”

“Kau harus datang bersama Yongri.”

“Astaga, aku lupa jika besok adalah ulang tahun perusahaan.” Keluh Yongri. Sujin melirik Yongri dengan kesal.

“Aku sebenarnya ingin memberitahumu tadi. Tetapi aku juga lupa.” Timpal Siwon.

“Kami pasti akan datang, abeonim.” Janji Siwon.

“Tentu, kalian memang harus datang.” Sahut Hyunseok. Siwon dan Yongri menganggukkan kepalanya.

“Apa Myungsoo juga akan datang, appa?” Tanya Yongri membuat Siwon menatapnya. Kenapa tiba-tiba bertanya tentang Myungsoo?

“Tentu saja dia akan datang. Dia dan orangtuanya akan datang, sayang. Sudah biasa seperti itu, kan?” Jawab Hyunseok.

“Ah, ya. Kau benar.” Gumam Yongri.

Siwon menatap Yongri dengan bingung. Kenapa sikap Yongri berubah aneh saat membicarakan Myungsoo? Sebenarnya ada apa?

“Selain untuk membicarakan ulang tahun Daehan Group, kami datang ke sini untuk melihat keadaan kalian. Jika dipikir-pikir, aku tidak pernah datang ke sini setelah kalian menikah.” Ucap Hyunseok sembari tersenyum. Siwon dengan cepat kembali menatap Hyunseok.

“Anda tidak harus melakukannya, abeonim. Saya–lah yang seharusnya mengunjungi Anda. Saya minta maaf karena belum sempat melakukannya.” Sesal Siwon.

Hyunseok tertawa pelan.

“Tidak apa-apa, Siwon-ah.” Komentar Hyunseok.

“Dan kenapa kau begitu formal padaku? Aku adalah ayah mertuamu saat ini. Kau tidak perlu bersikap seperti itu saat di luar kantor.” Lanjut Hyunseok.

“Suamiku benar, Siwon-ah. Kau bisa menganggap kami sebagai orangtuamu.” Tambah Sujin.

“Eomma..” Sela Yongri merasa tidak nyaman. Siwon pasti merasa tersinggung jika Sujin berkata seperti itu.

“Kau bisa menganggap ayah Yongri seperti ayahmu dan bisa menganggapku sebagai ibumu.” Sujin tampaknya tidak memperdulikan kegusaran Yongri.

“Eomma!” Bentak Yongri.

Siwon meraih tangan Yongri dan menggenggamnya dengan erat. Memberi isyarat pada Yongri untuk menutup mulutnya dan berhenti bersikap tidak sopan pada orangtuanya. Yongri tersentak saat Siwon menggenggam tangannya.

“Tidak apa-apa.” Bisik Siwon.

“Bukan berarti kami ingin menggantikan posisi orangtuamu, Siwon-ah.” Ujar Hyunseok menengahi.

“Aku melihat bagaimana kau sangat kehilangan sosok Tuan Choi. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau tidak sendiri. Kau masih memiliki kami.” Jelas Hyunseok.

“Appa, bisakah kita tidak membahasnya? Aku tau bahwa niatmu dan eomma sangat baik. Tetapi kalian juga akan membuat Siwon kembali sedih di saat yang bersamaan.” Pinta Yongri dengan wajah memelas.

Genggaman tangan Siwon pada tangan Yongri semakin erat. Membuat Yongri menatap tangan mereka yang saling bertautan. Tangan Siwon terlihat besar dan begitu pas membungkus tangannya. Laki-laki itu juga memberikannya kehangatan.

“Saya mengerti maksud ucapan kalian. Saya sangat berterima kasih jika kalian bersedia menganggap saya sebagai anak kalian sendiri. Dan saya sangat menghargai itu.” Kata Siwon sembari tersenyum kecil.

“Saya juga ingin berterima kasih karena Anda sudah sangat membantu ayah saya, abeonim.” Ujar Siwon.

“Ayahmu juga sangat membantuku, Siwon-ah. Karena Daehan Group tidak akan seperti sekarang tanpa bantuan ayahmu.” Balas Hyunseok.

“Dan juga..” Siwon menggantungkan kata-katanya kemudian menatap Yongri sesaat.

“Terima kasih karena telah menjodohkan saya dengan Yongri.” Ucap Siwon bersungguh-sungguh.

Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya saat mendengar ucapan Siwon. Dan Yongri merasa wajahnya memanas. Ucapan itu diberikan Siwon pada orangtuanya, tetapi kenapa Yongri yang merasa senang?

“Yah, kau tidak perlu berkata seperti itu. Kami juga sangat beruntung karena kau mau menikahi Yongri yang selalu membuat masalah.”

“Eomma!” Protes Yongri. Sujin benar-benar merenggut kesenangannya.

“Lihatlah, dia selalu berbicara dengan nada tinggi pada kami.” Keluh Sujin.

Siwon tidak dapat menyembunyikan senyuman diwajahnya. Ia benar-benar merasa nyaman berada di tengah-tengah keluar Yongri. Orangtua Yongri benar, Siwon mungkin bisa menganggap mereka sebagai orangtuanya.

Mereka juga selalu memperlakukan Siwon dengan baik dan Siwon dapat merasakan kasih sayang yang mereka berikan pada Siwon. Walaupun mereka tidak pernah menunjukkannya secara langsung. Dan yang terpenting, mereka mempercayakan Yongri padanya.

“Sudah malam, kami akan pulang.” Ujar Hyunseok sembari berdiri dan membuat yang lain ikut berdiri.

“Saya dan Yongri akan mengunjungi Anda secepatnya, abeonim.” Kata Siwon sembari mengantar Hyunseok dan Sujin meninggalkan rumahnya.

“Datang saja di saat kau tidak sibuk.” Sahut Hyunseok.

Hyunseok menatap Siwon dan Yongri secara bergantian sebelum akhirnya tersenyum dengan hangat.

“Aku senang melihat hubungan kalian baik-baik saja.” Komentar Hyunseok.

“Terima kasih, abeonim.” Balas Siwon.

“Jangan lupa pesta besok.” Pesan Hyunseok.

“Ya, appa.”

“Ya, abeonim.”

Siwon dan Yongri menatap mobil Hyunseok yang meninggalkan halaman rumah mereka. Saat mobil Hyunseok sudah tidak terlihat lagi, Siwon menutup pintu rumah.

Secara tiba-tiba Siwon menarik wajah Yongri dan mencium bibir Yongri. Hanya sebuah kecupan ringan karena Siwon dengan cepat melepaskan penyatuan bibir mereka. Namun Yongri tetap tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

“Apa yang kau–“

“Hukuman karena kau bersikap tidak sopan pada ayahmu.”

“Tapi–“

Siwon kembali mengecup bibir Yongri.

“Yah,” Yongri memegang bibirnya dengan wajah memerah.

“Hukuman karena kau bersikap tidak sopan pada ibumu.”

“Kau juga selalu bersikap tidak sopan pada orangtuamu!” Balas Yongri tidak terima.

“Lalu, apa kau akan memberikan ciuman sebagai hukumanku?” Tanya Siwon dengan wajah jenaka.

Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri hingga membuat Yongri terkesiap.

“Silahkan.” Kata Siwon sembari memajukan bibirnya.

Oh, Yongri tentu tergoda dengan bibir Siwon yang sudah beberapa kali menyentuh bibirnya dan juga bagian tubuhnya yang lain. Namun Yongri tidak mungkin menunjukkannya.

Yongri justru mendorong wajah Siwon menggunakan wajahnya dan melotot pada laki-laki itu.

“Dasar mesum!” Pekik Yongri dan segera berlari meninggalkan Siwon.

“Yah, mau kemana?!” Tanya Siwon sembari tertawa senang.

Siwon berlari kecil untuk menyusul Yongri. Yongri masuk ke dalam kamarnya untuk menghindari Siwon. Ia benar-benar merasa malu menghadapi sikap Siwon yang lebih terbuka sekarang. Walaupun di saat yang bersamaaan Yongri juga merasa senang.

Siwon menyusul masuk ke dalam kamar Yongri. Namun ia kalah cepat karena Yongri langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya. Siwon tidak bisa menghilangkan tawa dari wajahnya. Ia benar-benar merasa senang menggoda Yongri.

“Cepat selesaikan urusanmu di kamar mandi! Aku akan menunggumu, Yongri-ya!” Ujar Siwon dengan mengeraskan suaranya.

Siwon mengedarkan pandangannya dan menatap kamar Yongri. Ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk memperhatikan kamar istrinya itu. Siwon berjalan pelan untuk mengitari dan memperhatikan kamar tersebut.

Pandangan Siwon terpaku pada sebuah botol kecil berwarna putih di atas meja rias Yongri. Siwon menghampiri meja tersebut dan mengambil botol yang menarik perhatiannya itu.

Membuka tutupnya, Siwon menemukan beberapa butir kapsul didalamnya. Dan Siwon dapat langsung menebak bahwa itu adalah sebuah obat. Namun yang tidak Siwon ketahui, obat apakah itu?

Kenapa Yongri memiliki obat dikamarnya? Apakah Yongri sakit? Memikirkan kemungkinan tersebut membuat Siwon merasa takut. Siwon membaca nama obat yang tertera pada sampul di botol tersebut.

Siwon mengeluarkan ponselnya dan segera mencari penjelasannya di internet. Namun alangkah terkejutnya Siwon saat mengetahui obat apa yang sedang berada ditangannya saat ini.

Bersamaan dengan itu, Yongri membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya dari sana. Yongri pun tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat Siwon sedang memegang obatnya.

Yongri dengan cepat keluar dari kamar mandi dan berniat mengambil obat tersebut. Namun Siwon dengan cepat menjauhkannya dari Yongri. Siwon menatap Yongri dengan sangat tajam. Merasa sangat marah pada Yongri saat ini.

Jika tadi wajah Yongri terlihat memerah karena malu, saat ini wajah Yongri terlihat memucat karena takut. Yongri menatap wajah Siwon dengan ngeri. Laki-laki itu terlihat begitu marah dan matanya memandang Yongri dengan tajam. Namun juga ada pandangan terluka.

“Siwon-ssi..”

——

–To Be Continued–

HAI! Sorry ya lanjutannya lama, ide aku lagi mentok.. huhuhu.. semoga yg udah nunggu, puas sama part ini ya^^

Happy reading!

BYE~

Advertisements

83 thoughts on “The One and Only – Part 10

  1. Ciee yg udah akur….
    Ciee yg main nyosor aja…
    Hahaha… Siwon.. siwon.. dasar mesum.. drimu tuh bilang Yongri milikmu tuh krna udah ada rasa suka atw seseorang yg hanya ingin muasin nafsu aja (semoga ga ya!!) .. berharap krna udah suka dan mendekati cinta.. hihihi..
    Yongri jgn trlalu fokus sma perasaan Myungsoo ya, mending fokus ke perasaanmu ke Siwon..
    Dan Myungso, sing sabar, dan jgn kehasut sma ajakan Hyunji ya..
    Pasti itu obat kontrasepsi dh, mkanya Siwon mrah.. kan dia ingin pnya anak..

  2. obat pencegah kehamilan kah yg di konsumsi yongri?
    ooo siwon bakalan jd emosi besar nih
    hahh pdhal baru aja seneng hubungan mereka mulai mmbaik tp ini mulai merenggang kembali 😦
    smoga sgera berbaikan 🙂

  3. Jangan bilang itu pil pencegah kehamilan?
    Klo sampe iya jgn2 konfliknya ini?
    Wah bnr2 ga sbr menuju konflik yg bakal menguras hati hihihi
    Ditunggu klnjtnnha eonni

  4. jangan” obat pencegah kehamilan lagi??
    hyejin sudah merencanakan kolaborasi dg myungsoo.
    semoga myungsoo masih waras dan tidak dibutakan oleh cinta..

  5. obat pencegah kehamilan biasanya btw hubungan mereka udh baik mungkin akn sdkt tidak baik karena yongri gunain pil kontrasepsi btw hyunji mau ngajak kerja sama myungsoo bt misahin siwon n yongri

  6. Obat pencegah ya? Siwon kan niatnya biar bikin elu hamil, gue jg punya firasat buruk soal hyunji-_-
    Aduh si setan itu

  7. Baru aja hubungan siwon dan yongri membaik, eh timbul lagi masalah gara2 obat, apa itu obat pencegah kehamilan? Kasian siwon pasti kecewa banget…

  8. Baru aja mereka akan melakukan bercinta lagi? Tapi ternyata siwon menemukan obat yg siapa tau ‘pencegah kehamilan’?? Omaygadd.. Smg bukan obat apa2 yess😅

  9. Poor myungsoo tapi kuharap dia tidak akan bekerjasama dengan hyunji dalam bentuk apapun..
    Ckckck gokil dikit2 cium, dikit2 minta bercinta. Yang gak kalah lagi satu saran sama dengan satu kali bercinta. Waaah perhitungan sekali sih siwon ini. Tapi yang namanya permintaan suami sih istri ayuuk aja. Menunggu ‘badai’ nih..

  10. Jangan” itu pil KB, suoaya yongri tidak hamil .
    Pdhal siwon berharap yongri bisa cepat hamil . .
    Kykx bakal ada konfliklgi nh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s