The One and Only – Part 7

picsart_10-12-08-37-22

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

“YA!” Siwon berteriak sembari melepaskan pelukan perempuan yang begitu erat padanya.

Siwon terlihat sangat marah karena seseorang dengan lancangnya memeluk tubuhnya seperti ini. Ia tidak pernah merasa seakrab itu dengan seorang perempuan hingga harus saling berpelukan.

“APA YANG KAU LA–” Siwon menghentikan ucapannya sesaat setelah melihat wajah perempuan yang baru saja memeluknya.

Siwon memicingkan matanya dan menelisik wajah perempuan itu dengan seksama. Perempuan itu tersenyum dengan lebar saat melihat Siwon yang terlihat seperti orang bodoh. Ia merindukan wajah bodoh laki-laki itu.

“Han Hyunji?” Ucap Siwon dengan ragu.

“Ya, ini aku, bodoh!” Sahut perempuan bernama Hyunji itu.

“Hyunji?” Kiho itu menyebutkan namanya.

“Ya, ahjussi. Ini aku, Hyunji.” Kata Hyunji sembari tersenyum.

Hyunji menghampiri Kiho dan memeluk pria itu. Memeluknya seperti seorang anak memeluk ayahnya sendiri. Setelah melepaskannya, Hyunji beralih ke Hyemi dan memeluk wanita itu juga sama eratnya.

“Senang bertemu denganmu lagi, ahjumma.” Sapa Hyunji. Hyemi membalas pelukan Hyunji dengan tersenyum walaupun ada rasa tidak percaya.

Hanya Yongri yang tidak mendapatkan pelukan dari Hyunji, karena Yongri tidak mengenal perempuan itu sama sekali. Yongri melihat mereka yang saling berpelukan dalam diam. Kepala cantiknya sedang memikirkan siapa perempuan yang terlihat akrab dengan keluarga Siwon ini?

Kenapa Kiho dan Hyemi menyambut kehadiran perempuan itu dengan senyum hangat? Kenapa Siwon yang hendak marah pun, mengurungkan niatnya saat menyadari siapa perempuan itu? Siapa sebenarnya perempuan bernama Han Hyunji ini?

“Yah, ini benar-benar kau?” Tanya Siwon setelah terdiam cukup lama.

Hyunji melepaskan pelukan Hyemi dan kembali menatap Siwon. Memiringkan kepalanya seolah mengizinkan Siwon untuk menjawab pertanyaan laki-laki itu sendiri.

“Apa kau memiliki teman yang cantik selain aku?” Hyunji bertanya balik.

Beberapa saat kemudian Siwon tertawa dengan senang. Yongri bahkan dibuat terkejut saat melihat dan mendengar tawa laki-laki itu. Seingatnya, ia tidak pernah melihat Siwon bisa tertawa lepas seperti ini. Tetapi perempuan bernama Hyunji itu mampu melakukannya.

“Kau mengubah warna rambutmu, huh?!” Kata Siwon setelah berhasil menghentikan tawanya.

“Aku bahkan mengubah seluruh penampilanku. Bagaimana? Semakin cantik, kan?” Tanya Hyunji setelah berputar satu kali dan bertingkah layaknya seorang putri.

Siwon lagi-lagi tertawa saat melihat apa yang dilakukan Hyunji. Dan Yongri semakin jengah melihatnya. Apalagi mereka seolah melupakan kehadiran perempuan itu di sana.

“Ya, hentikan! Tidak cocok denganmu.” Kata Siwon dan membuat keduanya tertawa bersama.

Saat itulah mata Hyunji menangkap kehadiran Yongri. Hyunji langsung menghentikan tawanya dan menatap Yongri dari atas ke bawah dengan bingung. Pasalnya ia benar-benar tidak mengenal siapa perempuan itu dan alasan keberadaannya di rumah Kiho.

“Siapa dia?” Tanya Hyunji.

Siwon menatap Yongri dan seketika tawanya menghilang. Astaga, ia benar-benar melupakan keberadaan perempuan itu. Dan lagi, Siwon tidak bisa mengabaikan tatapan Yongri saat ini. Tatapan Yongri terlihat tidak suka namun ada rasa kecewa. Siwon tidak salah melihat, kan?

“Dia..” Siwon terlihat bingung.

“Dia istri Siwon, Hyunji-ya.” Hyemi menjawab pertanyaan Hyunji.

Siwon, Yongri dan Hyunji secara bersamaan menatap Hyemi saat wanita itu bersuara. Yongri tidak peduli jika Siwon sangat membenci Hyemi, tetapi Yongri sangat berterima kasih atas apa yang baru saja wanita itu katakan.

“A–apa? Istri?” Hyunji terlihat tidak percaya.

“Siwon menikah 4 bulan yang lalu, Hyunji-ya. Saat itu aku meminta Siwon untuk mengundangmu, tetapi dia bilang bahwa dia kehilangan kontakmu.” Kata Kiho.

Hyunji menatap Kiho sebentar, sebelum akhirnya menatap Siwon. Ia berharap bahwa Siwon mengatakan jika orangtuanya tersebut sedang berbohong. Tetapi sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa laki-laki itu akan mengatakannya.

“B–benarkah?” Ucap Hyunji.

“Ya, dia istriku, Hyun.” Kata Siwon.

Hyunji berharap kepulangannya ke Seoul akan menjadi kejutan untuk Siwon. Namun nyatanya, dirinya yang mendapatkan kejutan luar biasa dari laki-laki itu. Hyunji tidak menyangka jika Siwon akan menikah secepat ini.

Mencoba menyembunyikan rasa terkejutnya, Hyunji menatap Yongri sembari memaksakan senyumnya. Ia berjalan untuk mendekati Yongri dan mengulurkan tangannya.

“Senang bertemu denganmu. Aku Han Hyunji, teman kuliah Siwon.” Kata Hyunji memperkenalkan diri.

Sejujurnya, Yongri ingin sekali mengabaikan tangan itu dan terlihat tidak peduli. Namun Yongri tidak bisa melakukannya karena ada orangtua Siwon disini. Yongri tidak ingin orangtua Siwon dipermalukan karena memiliki menantu yang tidak sopan seperti dirinya.

“Choi Yongri.” Ucapnya sembari menyambut tangan Hyunji.

“Wow! Apa kau langsung memakai nama Siwon dibelakang namamu?” Tanya Hyunji dengan tersenyum geli. Tetapi Yongri dapat melihat jika perempuan itu sedang menertawakannya.

“Tidak. Itu adalah namaku yang sesungguhnya.” Jawab Yongri.

“Oh.” Komentar Hyunji.

“Kau akan menetap di Seoul, Hyun?” Tanya Siwon mencoba mengalihkan perhatian semuanya.

“Aku belum memutuskan, Siwon-ah. Yang pasti saat ini aku akan menyebutnya sebagai liburan.” Jawab Hyunji.

“Lalu, dimana kau tinggal?”

“Di Hotel Taehan.”

“Oh, itu hotel milik keluarga Yongri.” Ujar Kiho dengan bangga.

“Ah, benarkah?” Hyunji kembali dibuat terkejut.

Ternyata dia berasal dari keluarga kaya.

“Apa sekarang kau akan pergi bekerja?” Tanya Hyunji pada Siwon. Terlihat tidak peduli dengan keberadaan Yongri.

“Ya. Tapi aku akan mengantar Yongri pulang terlebih dahulu.”

“Pulang kemana? Ke rumah orangtuanya?”

“Pulang ke rumah kami.”

“Kalian tidak tinggal disini?” Hyunji lagi-lagi dibuat terkejut.

“Tidak, kami memiliki rumah sendiri.” Kata Siwon.

Hyunji merasa jengah mendengar Siwon menyebut kata ‘kami’ untuk dirinya dan Yongri. Namun ia tidak memperlihatkannya.

“Baiklah. Setelah kau mengantarnya, aku akan ikut denganmu ke kantor.”

“Untuk apa?”

“Banyak yang ingin aku ceritakan denganmu tentang Belanda. Aku boleh berkunjung ke kantor ‘kan, ahjussi?” Hyunji menatap Kiho dengan manja.

“Tentu saja, Hyunji-ya.” Ujar Kiho.

Yongri tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok Hyunji untuk sebentar saja. Tentu saja bukan pandangan kagum atau pandangan positif lainnya. Ia benar-benar merasa tidak suka melihat tingkah laku perempuan itu.

Dan Yongri lebih merasa tidak suka lagi saat melihat Siwon yang berbicara pada perempuan itu dengan begitu lembutnya. Yongri tidak pernah tau jika Siwon bisa berbicara seperti itu. Karena selama ini Siwon selalu berbicara dengan kasar padanya.

Hyun?‘ Yongri hampir mendengus.

Apa itu panggilan sayang Siwon untuk Hyunji? Kenapa terdengar menjijikan sekali di telinga Yongri? Teman kuliah? Yongri tidak merasa seperti itu. Entah mengapa Yongri yakin jika Hyunji memiliki perasaan tersendiri untuk Siwon.

Apa Hyunji akan menjadi saingannya?

Yongri tersentak dengan pikirannya sendiri. Apa yang baru saja dipikirkannya? Bagaimana bisa ia menjadikan Hyunji sebagai saingannya? Bukankah ia ingin terlepas dari penikahan ini?

Dengan adanya Hyunji, bukankah Yongri bisa membuat Siwon seolah-olah berselingkuh? Bukankah pada akhirnya mereka bisa bercerai karena hal ini? Sebuah rencana yang bagus, kan?

Yongri memejamkan matanya dan merasa frustasi. Kenapa rasanya keinginannya untuk bercerai dengan Siwon menjadi berkurang? Apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya? Apa dia sudah gila? Ya, dia pasti sudah gila.

——

Seharusnya Yongri membiarkan dirinya menghabiskan waktu lebih lama di rumah Kiho. Seharusnya Yongri tidak menuruti Siwon yang ingin mengantarnya pulang. Tidak, seharusnya perempuan bernama Hyunji ini tidak berada di antara mereka.

Saat ini, Yongri benar-benar terlihat seperti obat nyamuk. Perempuan itu duduk seorang diri di belakang dan membiarkan telinganya mendengarkan ocehan Siwon dan Hyunji.

Bukan keinginan Yongri untuk duduk di belakang seperti ini. Hanya saja, Hyunji dengan tidak tau dirinya mengambil tempatnya di samping Siwon. Dan dengan bodohnya Siwon membiarkan hal tersebut begitu saja.

Yongri benar-benar benci situasi seperti ini.

Semalam saat mereka dalam perjalanan ke rumah Kiho, tidak ada pembicaraan apapun di dalam mobil ini. Tentu saja, Siwon dan Yongri tidak memiliki sesuatu yang bisa mereka bicarakan secara bersamaan. Tetapi kenapa saat ini Siwon terlihat sangat cerewet? Mulutnya tidak berhenti bicara.

“Berhenti di sana.” Kata Yongri tiba-tiba.

Siwon menatap kaca spion tengah dan menemukan Yongri yang juga sedang menatapnya dari sana. Alis Siwon terangkat sebelah seolah menanyakan apa maksud ucapan peremuan itu barusan.

“Aku bilang berhenti di sana.” Kata Yongri lagi.

“Kenapa? Sebentar lagi sampai.” Ucap Siwon.

“Aku harus pergi ke suatu tempat.” Ujar Yongri.

“Kemana? Kenapa kau tidak katakan dari tadi?” Tanya Siwon.

Bagaimana aku bisa mengatakannya jika kau terlalu selalu sibuk dengan temanmu itu?!

“Cukup hentikan mobilnya di sana dan tidak perlu banyak bertanya.” Desis Yongri.

Hyunji yang mendengarkan perdebatan Siwon dan Yongri menaikkan sebelah alisnya. Ia merasa perdebatan yang kedua orang itu lakukan, tidak lazim terjadi antara sepasang suami istri. Belum lagi nada bicara mereka yang terdengar sangat dingin.

Siwon menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Tanpa membuang waktu, Yongri segera keluar dari mobil tanpa berbicara. Melihat itu, Siwon melepaskan seatbeltnya untuk menyusul Yongri.

“Sebentar, Hyun.” Kata Siwon dan langsung keluar dari mobil.

Yongri berjalan menjauhi mobil Siwon sembari menunggu taksi yang datang. Mengabaikan Siwon yang memanggil-manggil namanya dari belakang. Cukup takjub karena laki-laki itu memiliki niat untuk menyusulnya.

“Berhenti, Yongri-ssi!” Siwon menarik lengan Yongri hingga perempuan itu menghentikan langkahnya.

“Ada apa?!” Tanya Yongri dengan kesal.

“Kau mau kemana?” Tanya Siwon balik. Yongri tersenyum sinis.

“Sejak kapan aku harus memberitahukanmu kemana aku harus pergi?” Sindir Yongri.

Siwon terlihat salah tingkah. Benar. Sejak kapan Yongri harus melakukannya? Siwon juga tidak tau kenapa ia sangat ingin tau. Tetapi, itu bukan suatu hal yang aneh, kan?

“A–aku bisa mengantarkanmu.” Ucapan Siwon terdengar ragu.

“Benarkah? Aku mau ke apartement Myungsoo.” Kata Yongri membuat mata Siwon sedikit melebar.

“Kenapa kau harus ke sana? Maksudku, ini masih pagi.” Ujar Siwon.

“Dia sedang sakit dan aku harus merawatnya. Orangtuanya tidak ada disini.”

Siwon hanya diam saja dan tidak membalas ucapan Yongri. Lalu, apa mereka akan berdua saja di apartement Myungsoo tadi? Mereka adalah sepasang kekasih, bukan tidak mungkin jika mereka melakukan sesuatu, kan?

“Aku bisa pergi sendiri dan kau bisa menghabiskan waktumu dengan temanmu itu.” Kata Yongri dengan ketus.

“Taksi!” Pekik Yongri.

Sebuah taksi berhenti didekatnya dan Yongri segera menaikinya. Sebelum taksi berjalan, Yongri dapat melihat bahwa wajah Siwon terlihat seperti orang kebingungan. Yongri tidak tau alasannya dan ia tidak ingin mengetahuinya.

Siwon menatap kepergian taksi yang membawa Yongri dalam diam. Setelah taksi tersebut tidak terlihat lagi oleh matanya, Siwon berjalan menghampiri mobilnya. Siwon merasa pikirannya bercabang saat ini.

“Istrimu kenapa? Apa dia marah?” Tanya Hyunji. Siwon tidak menjawab pertanyaan Hyunji dan menjalankan mobilnya.

“Dia tidak cemburu padaku, kan?” Tebak Hyunji. Siwon tersenyum sinis.

“Tidak akan pernah.” Sahut Siwon.

“Kenapa seperti itu?” Hyunji terlihat penasaran.

“Kami menikah karena perjodohan.” Kata Siwon.

“Perjodohan?” Gumam Hyunji.

Hyunji segera mengalihkan pandangannya dari Siwon. Menatap jalanan Seoul dari jendela mobil. Tanpa bisa menahannya, sebuah senyum terbit di wajah cantik Hyunji.

——

“Myungsoo-ya!”

“Kim Myungsoo!”

Yongri yang sudah mengetahui password apartement Myungsoo langsung masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, perempuan itu memanggil nama Myungsoo dengan cukup keras. Seolah memberitahukan keberadaannya di sana.

Yongri menuju ke dapur dan menaruh bubur yang dibelinya saat diperjalanan tadi. Seperti inilah yang selalu Yongri lakukan jika Myungsoo sudah sakit. Ia yang akan merawat laki-laki itu layaknya seorang ibu. Terkadang Yongri bisa bersikap dewasa jika ia bersungguh-sungguh.

“Kau datang..”

Yongri mendongak saat mendengar suara Myungsoo yang terdengar pelan. Laki-laki itu berjalan dengan lesu menghampirinya. Tidak benar-benar menghampirinya karena Myungsoo mendudukan dirinya di kursi makan. Wajahnya terlihat pucat.

“Kau belum sarapan, kan? Aku membawakanmu bubur.” Kata Yongri sembari memindahkan bubur tersebut ke mangkuk.

Yongri bahkan sudah mengetahui di mana letak perabotan-perabotan rumah milik Myungsoo. Ia membawa semangkuk bubur tersebut ke meja makan dan menaruhnya di hadapan Myungsoo. Kemudian mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening laki-laki itu.

Hal-hal seperti inilah yang membuat Myungsoo menyukai Yongri. Perempuan itu terkadang kekanakan, tetapi ketika ia bersikap dewasa, sikapnya itu mampu membuat hati Myungsoo bergetar. Perhatian-perhatian kecil yang diberikan Yongri membuat Myungsoo semakin menyukainya.

“Kau tidak demam.” Gumam Yongri.

“Aku hanya sakit kepala.” Kata Myungsoo sembari mengaduk-aduk bubur dihadapannya.

“Makanlah, setelah itu kau bisa minum obat.” Yongri duduk di hadapan Myungsoo.

Yongri memperhatikan Myungsoo yang sedang makan bubur dalam diam. Ia dapat melihat jika laki-laki itu tidak bersemangat. Benar-benar bukan seperti Kim Myungsoo karena laki-laki itu selalu bersikap ceria.

“Dasar bodoh. Kenapa kau mabuk-mabukan semalam?” Omel Yongri.

“Ratu mabuk sedang menceramahi seseorang yang sesekali mabuk. Apa kau sehat?” Sindir Myungsoo.

“Karena itulah kenapa kau mabuk-mabukan?! Sepertinya kau juga butuh seseorang yang harus menemanimu setiap ke club. Agar kau tidak mabuk-mabukan dan menyiksa dirimu sendiri seperti ini.” Ujar Yongri.

“Makanya kau harus menemaniku ke club. Kau tidak boleh egois, Choi Yongri.” Desis Myungsoo.

Yongri menundukkan kepalanya dan wajahnya terlihat murung. Myungsoo yang menyadari perubahan Yongri, menghentikan kegiatan makannya. Menumpu kedua tangannya di atas meja dan mencodongkan tubuhnya ke depan.

“Ada apa? Kau tidak tersinggung dengan ucapanku barusan, kan?” Tebak Myungsoo.

Walaupun ia tau ucapannya barusan tidak berdampak apapun untuk Yongri. Mereka sudah terlalu biasa untuk saling mengejek dan menyindir.

“Aku mulai memikirkan untuk berhenti pergi ke club, Myungsoo-ya.” Kata Yongri dengan lesu.

Myungsoo terlihat terkejut dengan ucapan sahabatnya itu barusan. Pasalnya, selama ini Myungsoo selalu membujuk Yongri untuk berhenti mabuk-mabukan. Tetapi perempuan itu tidak pernah peduli sehingga Myungsoo hanya bisa mengikutinya dan terus menjaganya.

“Kau bersungguh-sungguh?” Tanya Myungsoo memastikan. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Kenapa?” Tanya Myungsoo lagi.

“Ayah mertuaku mengetahui kebiasaanku yang satu itu.” Ringis Yongri.

“Apa?!”

“Ah, aku seperti tidak memiliki wajah lagi dihadapannya.” Ucap Yongri.

“Memangnya kenapa jika dia mengetahuinya? Kau tidak pernah mempermasalahkannya saat orangtuamu mengetahuinya.” Kata Myungsoo.

“Kau benar. Aku juga tidak mengerti dengan diriku sendiri, Myungsoo-ya.” Yongri terlihat frustasi.

“Dari sudut hati kecilku, aku tidak ingin terlihat buruk dihadapan orangtua Siwon.” Gumam Yongri.

Ketika melihat sosok Hyunji tadi, Yongri benar-benar merasa kecil. Hyunji sangat cantik, anggun, dan sepertinya perempuan yang pintar. Hyunji juga sepertinya tidak memiliki kebiasaan buruk seperti Yongri. Yongri tidak ingin kalah dari perempuan itu.

Myungsoo menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Mendengar ucapan Yongri membuat sakit dikepalanya semakin menjadi. Yongri–nya perlahan-lahan berubah. Dan sialnya, perubahan itu terjadi bukan karena dirinya.

“Apa kau mencintai suamimu?” Tanya Myungsoo tiba-tiba. Mata Yongri melebar saat mendengar pertanyaan Myungsoo.

“Apa kau gila?! Aku tidak mencintai laki-laki kaku itu!” Jawab Yongri dengan nada yang meninggi.

“Aku bahkan membencinya.” Tambah Yongri.

Myungsoo memicingkan matanya dan menatap Yongri dengan tidak percaya. Sikap Yongri terlihat sangat berlebihan saat ini. Bukankah terlihat sangat mencurigakan?

“Ya! Berhenti menatapku seperti itu. Sakit kepalamu membuat ucapanmu melantur.” Kata Yongri sembari berdiri.

“Cepat habiskan buburnya. Aku akan mengambilkan obat untukmu.” Yongri meninggalkan Myungsoo yang masih menatapnya penuh curiga.

Myungsoo menghela nafas panjang. Ia benar-benar sudah tidak nafsu makan. Ia pernah memikirkan ucapan Sunggyu yang menyuruhnya untuk memperjuangkan Yongri. Terlintas dikepala Myungsoo untuk melakukannya.

Namun jika sudah seperti ini, apakah Myungsoo masih dapat melakukannya? Apakah ia masih memiliki harapan untuk memperjuangkan dan membahagiakan Yongri?

——

Siwon menatap jam di pergelangan tangannya untuk ke sekian kalinya. Hyunji yang berada disampingnya terus mengajaknya berbicara tanpa henti. Siwon selalu menimpali ucapan perempuan itu. Hanya saja, pikiran Siwon tidak benar-benar berada di sana saat ini.

Sudah pukul 8 malam, namun Yongri belum pulang juga ke rumah. Siwon sudah menunggu selama dua jam di rumahnya bersama Hyunji. Dan perlu diketahui bahwa Siwon tidak dengan sengaja mengajak Hyunji ke rumahnya.

Hyunji yang ingin berkunjung ke rumahnya dan Siwon tidak mungkin menolaknya. Akhirnya Siwon membiarkan perempuan itu ikut pulang bersamanya. Lagipula Siwon membutuhkan seseorang untuk menemaninya menunggu Yongri.

Yah, walaupun Siwon tidak ingin terlihat benar-benar menunggu perempuan itu. Siwon yakin Yongri akan besar kepala jika tau Siwon sedang menunggunya pulang.

“Karirmu sudah sangat baik di Belanda. Kau seharusnya tidak memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanmu dan pulang ke Seoul.” Ujar Siwon.

“Yah, aku tidak benar-benar memutuskan untuk tinggal di sini. Aku masih memikirkan dimana pada akhirnya aku akan menghabiskan sisa umurku.” Balas Hyunji.

“Ucapanmu seperti kau akan mati.” Kata Siwon dengan tersenyum geli.

Hyunji ikut tersenyum. Untuk kesekian kalinya ia melihat Siwon menatap jam di pergelangan tangannya. Tentu saja Hyunji menyadari hal tersebut. Tetapi Hyunji berusaha untuk terlihat tidak peduli.

“Seandainya kau belum menikah, aku pasti memutuskan untuk tinggal disini dan merebut hatimu.” Ucap Hyunji membuat Siwon terkejut.

Siwon menatap wajah Hyunji yang terlihat sangat serius. Tidak ada senyum sama sekali di wajah perempuan itu saat ini. Siwon tidak merasa senang sama sekali mendengar ucapan Hyunji. Karena selama ini Siwon merasa sangat nyaman berteman dengan perempuan itu.

Hingga tidak pernah terpikirkan oleh Siwon untuk menyukai Hyunji ataupun sebaliknya.

“Kau–“

Tiba-tiba Hyunji tertawa dengan keras sembari memegangi perutnya. Siwon yang melihat Hyunji tertawa merasa sangat bingung. Karena Siwon tidak menemukan sesuatu yang lucu, tetapi perempuan itu terlihat sangat senang.

“Wajahmu, astaga, wajahmu..” Ujar Hyunji masih dengan tertawa.

“Ya! Ada apa dengan wajahku?!” Kata Siwon tidak terima.

“Aku hanya bercanda dan wajahmu terlihat sangat terkejut. Astaga, lucu sekali.” Ejek Hyunji.

“Ya!” Siwon benar-benar terlihat kesal.

Siwon sudah siap membuka mulutnya untuk mengomeli Hyunji, namun terhenti saat mendengar suara pintu rumahnya dibuka. Tidak ada yang tau passoword rumah ini selain dirinya, Yongri dan Bibi Kim.

Jika dirinya dan Bibi Kim ada di rumah, sudah dapat dipastikan jika Yongri yang datang, bukan? Siwon bahkan tanpa sadar segera berdiri dari posisi duduknya. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Yongri yang sudah masuk melewati ruang tamu di mana Siwon berada.

Bohong jika Yongri tidak terkejut saat menemukan kehadiran Hyunji dirumahnya. Sebenarnya seberapa dekat perempuan itu dengan Siwon hingga mereka terus bersama hingga di rumah ini?

“Kau sudah pulang.” Kata Siwon membuat Yongri menatapnya.

Yongri terlihat tidak peduli dan segera meninggalkan ruang tamu untuk menuju ke kamarnya.

Melihat Yongri mengabaikannya membuat Siwon merasa kesal. Yongri seharusnya berterima kasih karena Siwon mau menyapanya lebih dulu. Namun alih-alih berterima kasih, istrinya itu malah mengabaikannya.

“Apa kalian memang terbiasa saling mengabaikan?” Tanya Hyunji ingin tau.

“Tunggu disini sebentar, Hyun. Aku akan menemui istriku.” Kata Siwon dan segera meninggalkan Hyunji.

Siwon tidak berlari tapi ia mempercepat langkahnya untuk menuju ke kamar Yongri. Tanpa memikirkan bahwa Yongri mungkin saja sedang telanjang atau berganti pakaian, Siwon langsung membuka pintu kamar perempuan itu tanpa mengetuknya.

Beruntung karena Yongri saat ini sedang melepaskan sepatu yang dipakainya sembari duduk di atas tempat tidur. Yongri tau bahwa Siwon masuk ke kamarnya, tetapi ia mencoba untuk tidak peduli.

Siwon masuk ke dalam kamar Yongri dan menutup pintunya. Ia tidak ingin Hyunji mendengar apabila Yongri tiba-tiba berteriak.

“Ya–“

“Ini kamarku jika kau lupa. Dimana sopan santunmu yang langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk terlebih dahulu?” Kata Yongri tanpa menatap Siwon.

“Lagipula kau tidak sedang telanjang.” Sahut Siwon membuat Yongri menatapnya dengan tajam.

“Kau darimana saja? Apa kau merawat kekasihmu itu hingga semalam ini?” Tanya Siwon.

“Kenapa bertanya sesuatu yang sudah kau ketahui jawabannya?” Yongri bertanya balik.

“Ya!” Siwon berjalan mendekati Yongri.

“Wanita macam apa yang berada di apartement pria dari pagi hingga malam?” Omel Siwon.

Yongri mendongak dan menatap Siwon yang berdiri didepannya.

“Apa aku boleh menanyakan hal yang sama pada temanmu di luar sana?” Tanya Yongri dengan tenang.

Siwon terdiam. Apa maksud Yongri? Apa Yongri sedang menyindir Hyunji saat ini? Karena berada di rumah seorang pria malam-malam seperti ini? Tetapi hubungan Siwon dan Hyunji hanyalah teman. Tidak akan terjadi apapun di antara mereka.

Sedangkan Yongri dan Myungsoo adalah sepasang kekasih. Tidak mungkin tidak ada pikiran negatif saat kau memikirkan apa saja yang bisa mereka lakukan di dalam apartement yang hanya diisi oleh mereka berdua.

“Yah, aku dan Hyunji hanya berteman. Tidak akan terjadi apapun di antara kami.” Kata Siwon.

“Apa kau pikir terjadi sesuatu antara aku dan Myungsoo? Apa kau pikir pertemananmu dengan Han Hyunji baik sedangkan pertemananku dengan Myungsoo buruk?” Yongri terlihat tidak terima dengan ucapan Siwon.

“Aku dan Hyunji benar-benar berteman. Sedangkan kau dan Myungsoo adalah sepasang kekasih.” Ucap Siwon. Yongri menghela nafas dan berdiri.

“Aku dan Myungsoo hanya bersahabat. Kau puas?”

“Apa?”

“Sekarang keluarlah dan temani temanmu itu. Tidak baik jika membiarkan teman kita seorang diri, bukan?”

“Tunggu. Apa maksudmu kau dan Myungsoo hanya bersahabat? Kau bilang bahwa Myungsoo adalah kekasihmu.” Ujar Siwon.

“Keluarlah. Aku ingin istirahat.” Usir Yongri sembari mendorong Siwon untuk keluar dari kamarnya.

“Ah! Temanmu tau bahwa kita dijodohkan, kan? Jadi, aku tidak perlu bersandiwara seperti seorang istri yang benar-benar mencintai suaminya, kan?” Tanya Yongri.

“E–eo.” Jawab Siwon.

“Bagus. Kalau begitu, selamat malam.” Kata Yongri sembari menutup pintu kamarnya setelah Siwon keluar.

“Dasar laki-laki brengsek.” Maki Yongri.

“Bagaimana bisa dia membawa seorang perempuan ke rumah dimana istrinya berada? Dia benar-benar sudah gila.” Gerutu Yongri.

——

Bersahabat?

Kenapa Siwon sangat senang sekali saat mendengar satu kata itu keluar dari mulut Yongri? Kenapa kekesalan Siwon saat menunggu Yongri tadi hilang tak berbekas saat mendengar kata tersebut? Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?

Dan sekarang, Siwon tidak bisa menahan senyum diwajahnya hingga membuatnya seperti orang bodoh. Sungguh, Siwon tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini. Ia merasa senang, tetapi Siwon tidak tau apa yang benar-benar membuatnya merasa senang.

Siwon masih terus tersenyum sembari melangkah ke ruang tamu untuk menemui Hyunji. Seperti permintaan Siwon, Hyunji masih duduk dengan manis untuk menunggunya.

“Ada apa? Kenapa kau tersenyum seperti orang tolol seperti itu?” Tanya Hyunji bingung.

“Tidak ada apa-apa. Ayo, aku akan mengantarmu ke hotel.” Kata Siwon sembari berjalan keluar. Mengabaikan wajah Hyunji yang terlihat sangat ingin tau.

——

“Ada perlu apa Anda ke ruangan saya, presdir? Saya sedang sibuk.” Kata Siwon saat melihat Kiho masuk ke ruangannya.

Kiho mendengus pelan dan tidak memperdulikan ucapan Siwon. Ia melenggangkan kakinya menuju salah satu kursi yang biasa di pakai oleh Siwon saat sedang berdiskusi dengan anggotanya.

“Ternyata ruanganmu nyaman juga.” Ujar Kiho sembari menatap sekeliling.

Siwon melirik Kiho sesaat sebelum akhirnya mencoba kembali fokus pada pekerjaannya. Karena Siwon tau jika ada Kiho didekatnya, mereka tidak akan lepas dari perdebatan.

“Akan lebih nyaman jika berada di ruangan direktur.” Balas Siwon membuat Kiho tidak dapat menahan tawanya.

“Apa kau ingin menjadi Direktur Ch Group?” Tanya Kiho setelah menghentikan tawanya.

“Apa Anda ingin menaikkan jabatan saya sebagai direktur, presdir?” Nada sindiran tak terelakkan dari ucapan Siwon.

“Yah, itu bukan hal yang sulit untukku.” Gumam Kiho membuat Siwon menatapnya kesal.

“Berhenti bermain-main dengan jabatanku, abeoji. Apa sebenarnya tujuanmu datang ke sini?” Tanya Siwon ketus.

“Apa kau tidak terpikir untuk mengajak Yongri berbulan madu?”

“Tidak.” Tanpa berpikir, Siwon menjawab langsung pertanyaan Kiho.

“Kau benar-benar suami yang membosankan.” Ejek Kiho. Untuk kedua kalinya Siwon menatap Kiho dengan kesal.

“Pergilah bulan madu karena aku ingin menggendong cucu.” Kata Kiho.

“Setelah memaksaku menikah, sekarang kau mau memaksaku memberikanmu cucu? Lalu, jika aku menolak, kau ingin menjadikanku office boy?”

“Yah, kenapa kau serius sekali seperti itu? Kau membuatku menjadi seperti ayah yang buruk.” Keluh Kiho.

“Aku benar-benar sibuk, abeoji. Jika tidak ada yang penting, kau bisa meninggalkan ruanganku.” Kata Siwon.

Kiho hanya diam saja saat mendengar anaknya itu mengusirnya. Pria paruh baya itu terlihat sedang memikirkan sesuatu hingga membuat Siwon menatapnya dengan penuh selidik. Siwon tidak pernah bisa menebak apa yang ada dipikiran ayahnya itu.

“Sekarang apa lagi yang kau pikirkan?!” Tanya Siwon.

“Han Hyunji adalah perempuan yang baik dan ceria. Dia juga cantik dan sopan.” Kata Kiho tiba-tiba hingga membuat Siwon terkejut.

“Kau setuju dengan ucapanku, kan?” Tanya Kiho sembari menatap Siwon.

“Lalu? Apa kau ingin menjadikan Hyunji sebagai istri barumu? Kau benar-benar kehilangan akal sehat–“

“Astaga, anak ini!” Geram Kiho.

Siwon berdehem pelan dan menutup mulutnya. Ia akui ucapannya barusan sedikit kelewatan. Siwon hanya tidak bisa menebak apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Kiho. Sehingga Siwon memilih untuk bicara omong kosong.

“Walaupun begitu, aku harap kau tidak terlalu dekat dengannya. Yah, aku tau bahwa kalian hanya berteman dan kau tidak mungkin menyukainya. Benar, kan?” Ujar Kiho.

“Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan, abeoji?!” Siwon mulai terlihat tidak sabar.

“Aku tau bahwa kau dan Yongri tidak saling mencintai. Tetapi bukan berarti kau bisa berdekatan dengan perempuan lain, kan? Perasaan cemburu tidak hanya dirasakan oleh pasangan yang saling mencintai. Maksudku, Yongri bisa cemburu melihat kedekatanmu dengan Hyunji. Cemburu karena melihat suaminya bisa tertawa dengan perempuan lain. Walaupun sebenarnya dia tidak mencintaimu.” Jelas Kiho.

Siwon menatap Kiho yang sedang menatapnya dengan serius. Laki-laki itu memikirkan ucapan Kiho barusan. Perasaan cemburu bisa dirasakan walaupun tidak saling mencintai? Benarkah?

Akhir-akhir ini, Siwon tidak suka melihat kedekatan Yongri dengan Myungsoo, apa itu berarti Siwon cemburu? Tidak mungkin. Tidak suka bukan berarti cemburu, kan? Kiho pasti salah. Cemburu hanya bisa dirasakan jika kau mencintai orang tersebut.

“Terlepas dari Yongri cemburu atau tidak, kau tidak bisa berdekatan dengan perempuan manapun sekarang. Masa-masa untuk kau menjadi seorang playboy sudah habis, Choi Siwon.” Kata Kiho.

“A–apa? P–playboy? Yah, abeoji!” Siwon terlihat tidak terima.

“Aku tau dirimu, anakku. Sebelum menikah dengan Yongri, kau banyak meniduri perempuan di club malam, kan?” Ucap Kiho.

Siwon terlihat tidak terkejut. Ia tau bahwa Kiho memang sering memata-matai apa saja yang dilakukannya di luar sana. Lagipula, Siwon bebas melakukan apapun di luar kantor dan Kiho tidak bisa mengaturnya.

“Sekarang, jangankan meniduri perempuan lain, jika kau berani melirik mereka dengan mata playboy–mu itu saja, aku akan memotong kejantananmu hingga tak bersisa.” Ancam Kiho hingga membuat Siwon tanpa sadar menutupi kejantanannya yang bersembunyi di balik celananya.

“Aku pergi.” Kata Kiho dengan acuh dan segera meninggalkan ruangan Siwon.

“W–wah, wah, wah! Bagaimana bisa aku memiliki ayah seperti dia?!” Kata Siwon dengan wajah tidak percaya.

Walaupun begitu, Siwon tidak bisa benar-benar mengabaikan ucapan Kiho. Siwon merasa sangat aneh. Setiap kata yang keluar dari mulut Kiho selalu membuat Siwon memikirkannya. Dan yang lebih sialnya lagi, terkadang Siwon tidak bisa menolaknya.

Siwon menjadi sangat yakin jika dalam kehidupan sebelumnya, Kiho adalah Tuan–nya. Karena itulah Siwon tidak bisa menolak apapun yang dikatakan pria itu.

Terkadang, Kiho memang mengatakan omong kosong dan hanya membuat Siwon kesal. Tetapi pria itu lebih sering mengatakan sesuatu yang berhasil mengacaukan pikiran Siwon. Seperti sekarang. Dan Siwon terpaksa menghabiskan waktunya untuk memikirkan ucapan Kiho tadi.

——

Yongri tampak sangat menikmati waktunya saat sedang mengobrol bersama Myungsoo dan Sunggyu di cafe Myungsoo. Tawa lepas terus terlihat dari wajahnya saat Sunggyu melemparkan lelucon klasik yang mampu menggelitik perut perempuan itu.

Yongri memang sangat mengenal Sunggyu, karena laki-laki itu satu-satunya saudara yang dekat dengan Myungsoo. Sunggyu laki-laki yang baik dan dewasa sehingga Yongri merasa nyaman saat berada didekatnya. Sama seperti saat ia berada di dekat Myungsoo.

“Lihatlah, gadis itu terus menatap ke sini. Kira-kira siapa yang dilihat olehnya?” Tanya Yongri sembari tersenyum jahil, saat melihat seorang gadis berpakaian SMA yang terus mencuri-curi pandang ke arah kasir.

“Tentu saja dia melihatku. Tatapan matanya tidak lepas dariku.” Jawab Sunggyu dengan percaya diri hingga membuat Myungsoo mendengus.

“Apa kau merasa dirimu lebih tampan dari Myungsoo, oppa?”

“Tentu saja. Tidakkah kau berpikir demikian?”

Yongri kembali tidak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Sunggyu yang terlihat sangat percaya. Laki-laki itu ikut tertawa dan matanya yang kecil terlihat semakin kecil.

“Jika begitu kenapa tidak ada seorang perempuan pun yang kau kencani?” Ujar Yongri. Sunggyu mendorong pelan kepala Yongri.

“Kau pikir berkencan itu mudah?” Gerutu Sunggyu.

“Bukankah memang mudah? Kau hanya tinggal memilih perempuan mana yang ingin kau kencani. Dekati dia kemudian jadikah dia sebagai kekasihmu. Selesai.” Kata Yongri terlihat sok pintar.

“Lihatlah siapa yang berbicara tentang berkencan disini. Seperti dirinya pernah berkencan saja.” Sindir Myungsoo.

Yongri mengerucutkan bibirnya saat mendengar sindiran Myungsoo. Ia memang tidak pernah berkencan selama ini. Karena Yongri tidak pernah dengan serius memikirkan untuk berkencan.

“Kau juga tidak pernah berkencan, Myungsoo-ya.” Sahut Sunggyu seolah membela Yongri.

Myungsoo mendelik tajam pada Sunggyu. Seharusnya laki-laki itu membelanya karena mereka adalah suadara sepupu. Kenapa Sunggyu membela Yongri? Benar-benar menyebalkan.

“Astaga, sepertinya Myungsoo kita sedang kesal.” Ujar Yongri sembari mengacak rambut Myungsoo.

Myungsoo menepis pelan tangan Yongri dan merapikan rambutnya yang menutupi dahi. Yongri memperlakukannya seperti anak kecil, padahal mereka seumuran. Bahkan Myungsoo lebih tua beberapa bulan dari Yongri.

Bunyi dentingan lonceng dengan pelan pertanda bahwa ada yang membuka pintu cafe. Secara bersamaan, Myungsoo, Yongri dan Sunggyu berdiri untuk menyambut pelanggan yang datang. Mereka selalu melakukannya saat ada pelanggan datang.

“Selamat datang.” Ucap mereka bersamaan sembari mengalihkan pandangan ke arah pintu cafe.

Tubuh Yongri membeku saat melihat pelanggan yang baru saja datang. Bukan hanya Yongri, Myungsoo pun terlihat terkejut hingga membuat kedua matanya melebar.

“Ada apa? Kenapa kalian terlihat sangat terkejut?” Tanya Sunggyu dengan bingung.

Sunggyu mengalihkan pandangan dari Myungsoo dan Yongri untuk menatap pelanggan yang baru saja datang. Sama seperti kedua orang itu, pelanggan tersebut pun terlihat sama terkejutnya.

Di sana, Siwon berdiri dengan kaku saat melihat sosok Yongri dan Myungsoo di balik meja kasir. Siwon tidak sendiri, laki-laki itu datang ke cafe bersama Hyunji. Siwon tidak tau kenapa istrinya itu berada di sini dan bersikap seperti pemilik cafe.

Siwon tentu saja tau bahwa keluarga Yongri tidak memiliki cafe. Apa cafe ini milik Myungsoo? Atau laki-laki yang berdiri di dekat mereka? Lalu, siapa laki-laki itu? Kenapa Yongri selalu berada di dekat laki-laki? Itu membuat Siwon tidak nyaman.

“Bukankah itu istrimu?” Tanya Hyunji.

“Eo.” Jawab Siwon.

“Kenapa dia ada disini? Ini cafe miliknya? Kenapa kau tidak mengatakannya?” Ucap Hyunji.

“Tidak. Cafe ini bukan miliknya.” Kata Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari Yongri.

“Ayo, kita duduk.” Ajak Siwon setelah merasa puas menatap Yongri dan segera mencari tempat duduk kosong. Hyunji hanya mengangkat bahunya dan mengikuti Siwon.

“Ya, Kim Myungsoo! Choi Yongri!” Sunggyu menepuk bahu keduanya secara bersamaan.

Yongri dan Myungsoo sama-sama tersentak dan segera mengalihkan pandangan mereka. Kelakuan mereka saaat ini benar-benar membuat Sunggyu merasa bingung.

“Ada apa dengan kalian berdua?” Tanya Sunggyu untuk ke sekian kali.

“A–aku harus pulang.” Kata Yongri sembari menoleh ke sana kemari mencari tasnya. Perempuan itu terlihat tidak fokus.

“Kenapa tiba-tiba? Bukankah kita berjanji untuk makan siang bersama?” Ujar Sunggyu.

“Maaf, oppa. Kita makan siang bersama lain kali.” Sesal Yongri sembari memaksakan senyumnya.

“Aku pulang dulu, oppa, Myungsoo-ya.” Pamit Yongri dan segera melangkah meninggalkan cafe. Tidak mengetahui jika Siwon menatap kepergiannya dalam diam.

“Hyung, aku akan mengantar Yongri pulang. Tolong jaga cafe selama aku pergi.” Pinta Myungsoo.

“E–eo, pergilah.” Sahut Sunggyu.

Myungsoo meninggalkan meja kasir dan berlari kecil untuk menyusul Yongri. Dan semua itu tidak luput dari pandangan Siwon. Tanpa sadar laki-laki itu mengepalkan tangannya. Siwon menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya.

Siwon menarik salah satu sudut bibirnya, seolah menertawai kebodohannya sendiri. Kenapa Siwon harus merasa kesal? Kenapa Siwon harus merasa tidak suka? Ia tidak mempunyai hak apapun untuk itu.

——

“Yongri-ya!” Panggil Myungsoo sembari menarik pelan lengan perempuan.

“Huh? Kenapa kau menyusulku? Masuklah, cafe sedang ramai.” Ujar Yongri.

“Kenapa tiba-tiba pulang? Apa terjadi sesuatu antara kau dan suamimu? Kau menghindarinya?” Tebak Myungsoo.

“Tidak. Yah, kenapa aku harus menghindarinya? Kau tau jika aku akan tetap bertemu dengannya di rumah. Jadi untuk apa aku menghindar?” Kata Yongri sembari memaksakan senyumnya.

Bukan Myungsoo namanya jika ia langsung mempercayai ucapan Yongri. Ia menatap Yongri dengan selidik. Namun Myungsoo tau bahwa ia tidak bisa memaksa Yongri untuk berbicara.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang.”

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Jangan tinggalkan Sunggyu oppa seorang diri.” Tolak Yongri.

“Tunggu saja disini, aku akan mengambil kunci mobil.” Suara Myungsoo terdengar tegas. Yongri memilih mengalah dan mengangguk.

Myungsoo masuk kembali ke dalam cafe. Bukan seperti ucapannya untuk mengambil kunci mobil, tetapi Myungsoo justru menghampiri Siwon yang sedang bersama perempuan yang tidak dikenal oleh Myungsoo.

“Yongri ingin pulang.” Kata Myungsoo tiba-tiba. Membuat Siwon menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Kau siapa?” Tanya Hyunji. Myungsoo melirik Hyunji sesaat sebelum akhirnya kembali menatap Siwon.

“Aku bilang Yongri ingin pulang.” Ulang Myungsoo.

“Lalu?” Sahut Siwon.

“Kau tidak tau apa yang harus dilakukan oleh seorang suami saat istrinya mau pulang?” Tanya Myungsoo.

“Atau haruskah aku yang mengantarnya pulang?” Kata Myungsoo dengan wajah polosnya.

Siwon terlihat bingung. Apa maksud dari perkataan Myungsoo? Apa Myungsoo ingin dirinya yang mengantar Yongri pulang? Tetapi saat ini Siwon sedang bersama Hyunji. Siwon tidak mungkin meninggalkan Hyunji begitu saja, kan?

Namun lebih menyebalkan jika Myungsoo yang mengantar Yongri pulang. Bagaimana jika Yongri membiarkan Myungsoo menemaninya di rumah? Lalu, mereka akan berdua saja di rumah? Ah, membayangkannya membuat Siwon merasa kesal.

“Kau benar-benar tidak mau mengantarnya pulang?” Tanya Myungsoo sekali lagi dan Siwon masih terlihat bingung.

“Baiklah jika seperti itu. Silahkan menunggu makananmu dengan sabar.” Ucap Myungsoo dengan ketus.

Myungsoo melirik Hyunji sebentar sebelum akhirnya berbalik. Ia tidak keberatan untuk mengantar Yongri pulang. Ia hanya menghormati Siwon sebagai suami Yongri. Tetapi nyatanya laki-laki itu tampak tidak peduli.

“Sebentar.”

Myungsoo menghentikan langkahnya dan kembali berbalik. Ia melihat Siwon sudah berdiri dan memegang jas yang sebelumnya tersampir di kursi.

“Aku akan mengantar istriku pulang.” Ujar Siwon.

“Siwon-ah..” Hyunji terlihat hendak protes.

“Maaf, Hyun. Aku akan membayar makanannya dan menghubungi taksi untukmu. Nikmati makan siangmu.” Kata Siwon dengan wajah sedikit menyesal.

Siwon meninggalkan mejanya dan menghampiri Myungsoo yang masih terdiam ditempatnya.

“Aku akan mengantarnya pulang. Dan ini uang untuk makanan yang sudah aku pesan.” Ujar Siwon sambil memberikan beberapa lembar uang pada Myungsoo.

Setelahnya Siwon segera keluar meninggalkan cafe. Hyunji ikut berdiri dan bernniat menyusul Siwon. Tetapi Myungsoo langsung mencegahnya dengan berdiri dihadapan perempuan itu.

Myungsoo sungguh tidak mengenal Hyunji. Tetapi ia memiliki firasat bahwa perempuan ini bisa mengacaukan pernikahan Siwon dan Yongri.

“Apa yang kau lakukan?!” Hyunji terlihat kesal.

“Silahkan duduk di tempat Anda karena pesanan Anda akan segera datang, nona. Saya sudah menerima bayaran untuk makanan Anda, karena itu silahkan dinikmati.” Kata Myungsoo sembari tersenyum. Tidak ada yang dapat dilakukan Hyunji selain menatap laki-laki itu dengan kesal.

——

Yongri tidak dapat menahan matanya yang melebar saat melihat Siwon yang keluar dari sana. Bukan Kim Myungsoo seperti harapannya. Entah mengapa Yongri merasa jantungnya berdetak dengan lebih cepat saat melihat Siwon yang berjalan menghampirinya.

Dan jangan lupakan penampilan Siwon yang selalu luar biasa tampan.

“Ayo, pulang.” Kata Siwon berjalan melewati Yongri.

“Apa maksudmu?” Tanya Yongri dan berhasil menghentikan langkah Siwon.

“Bukankah kau ingin pulang? Aku akan mengantarmu.” Jawab Siwon setelah berbalik menatapnya.

“Tapi kenapa kau–bagaimana dengan temanmu?”

“Aku akan menghubungi taksi untuknya.”

“Aku bisa pulang sendiri.” Ujar Yongri.

Ponsel Siwon berbunyi sebelum laki-laki itu sempat membalas ucapan Yongri. Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan segera menjawab panggilan tersebut.

Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon. Ini aneh. Tetapi Yongri merasa senang saat tau bahwa Siwon meninggalkan Hyunji untuk mengantarnya pulang. Yongri tidak tau kenapa ia merasakan perasaan asing ini.

Akhir-akhir ini hubungannya dengan Siwon memang terasa aneh. Tepatnya setelah Hyunji datang. Siwon sering menghabiskan waktunya dengan perempuan itu. Dan karena hal itu, entah kenapa Yongri selalu merasa kesal pada Siwon. Padahal Siwon tidak memiliki salah padanya.

“Aku mengerti.”

Yongri kembali menatap Siwon saat laki-laki itu menyudahi pembicaraannya di telepon.

“Ayahku meminta kita datang ke rumahnya.” Kata Siwon.

“Sekarang? Kenapa tiba-tiba sekali?” Yongri terlihat bingung.

“Ayahku harus berangkat ke Jeju. Dan sebelum berangkat, dia ingin bertemu dengan kita.” Ucap Siwon.

“Kau tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir. Dua jam lagi pesawat ayahku akan berangkat.” Siwon meninggalkan Yongri dan berjalan menuju mobilnya.

Yongri menghela nafas panjang dan segera menyusul Siwon. Tidak perlu waktu lama, Siwon segera menjalankan mobilnya untuk menuju ke rumah Kiho.

——

Perjalanan yang memakan waktu 30 menit terasa sangat panjang untuk Yongri. Itu semua karena tidak ada pembicaraan apapun yang mereka lakukan di dalam mobil. Sedangkan saat bersama Hyunji, Siwon sepertinya selalu memiliki bahan pembicaraan.

Mereka segera turun setelah Siwon memarkirkan mobilnya di depan rumah mewah Kiho. Yongri yang tidak merasa canggung lagi langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Siwon. Siwon yang melihat itu hanya mendengus pelan.

“Oh, kau sudah datang, Yongri-ya.” Sapa Hyemi.

“Selamat siang, eommonim.” Yongri menyapa balik sembari membungkukkan sedikit badannya.

“Apa ayah Siwon menganggu waktumu? Aku juga tidak tau kenapa dia ingin sekali bertemu kalian.” Ucap Hyemi.

“Tidak apa-apa, eommonim. Aku seorang pengangguran.” Canda Yongri membuat Hyemi tertawa.

“Dimana abeonim, eommonim?” Tanya Yongri. Karena Yongri tau Siwon tidak akan mau bertanya kepada Hyemi.

“Dia ada di ruang makan sedang makan siang.” Jawab Hyemi.

“Kalian sudah makan?” Tanya Hyemi kemudian.

Siwon tidak menjawab pertanyaan Hyemi dan langsung menuju ke ruang makan. Yongri yang mulai mengenali sifat Siwon tidak terlihat terkejut dengan sikap laki-laki itu. Begitu pun Hyemi yang hanya bisa memberikan senyum canggungnya pada Yongri.

“Ayo ke dalam.” Ajak Hyemi.

Yongri mengangguk dan berjalan di samping Hyemi. Hyemi adalah wanita yang sangat ramah, menurut Yongri. Dan Yongri dapat merasakan naluri keibuan yang dimiliki oleh Hyemi. Yongri merasa bingung kenapa Siwon sangat membenci Hyemi yang sepertinya sangat menyayangi Siwon.

“Selamat siang, abeonim.” Sapa Yongri setelah sampai di ruang makan.

“Menantuku, kemarilah.” Kata Kiho sembari melambaikan tangannya.

“Kau sudah makan? Bergabunglah denganku. Entah kapan kita bisa makan bersama lagi seperti ini.” Ujar Kiho diselingi dengan tawa khasnya.

Ucapannya itu membuat Yongri, Siwon dan Hyemi terkejut. Makan bersama, bukankah dalam keluarga bisa melakukannya kapan saja? Kenapa Kiho harus berkata seperti itu?

“Aku sudah makan, abeonim.” Bohong Yongri. Ia sedang tidak bernafsu untuk makan saat ini.

“Kau makanlah, Siwon-ssi. Bukankah kau belum makan siang?” Ujar Yongri mengingat makan siang Siwon bersama Hyunji menjadi batal, karena Siwon berniat mengantarnya pulang.

“Bagaimana bisa kau tau bahwa Siwon belum makan?” Tanya Kiho.

“Kami bertemu di sebuah cafe.” Jawab Siwon.

“Kau bersama siapa?” Selidik Kiho.

“Hyunji.” Ucap Siwon.

Kiho menatap Siwon dengan tajam dan geram. Siwon yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya dapat mengalihkan pandangannya sembari mengusap tengkuknya.

“Kenapa tiba-tiba berangkat ke Jeju?” Tanya Siwon mengalihkan pembicaraan. Kiho berdehem pelan dan menyudahi kegiatan makannya.

“Ada yang harus aku urus di sana.” Jawab Kiho.

“Tolong jasku, Hyemi-ya.” Pinta Kiho setelah berdiri.

Hyemi mengambilkan jas Kiho dan membantu pria itu memakainya. Semua itu tidak luput dari mata Siwon dan Yongri. Siwon tidak ingin mengakuinya, tetapi ia dapat melihat bagaimana perhatian yang diberikan oleh Hyemi kepada Kiho. Semuanya terlihat tulus.

“Aku sudah harus pergi ke bandara.” Ujar Kiho.

Kiho berjalan meninggalkan ruang makan dan keluar dari rumah. Di belakangnya, Siwon, Yongri dan Hyemi mengikuti. Sekretaris Kim terlihat memasukkan sebuah koper kecil ke bagasi mobil.

Di depan rumah, Kiho menatap Siwon, Yongri dan Hyemi secara bergantian. Pria itu tersenyum bahagia. Namun senyumnya terlihat aneh di mata istri, anak serta menantunya itu. Kiho menghampiri Siwon dan menepuk lengannya beberapa kali.

“Kau ingat pesan yang kukatakan terakhir kali padamu?” Tanya Kiho. Siwon mengangguk.

“Kau melanggarnya hari ini.” Ucap Kiho.

Siwon terlihat tidak merasa bersalah. Karena Kiho memintanya untuk tidak terlalu dekat dengan Hyunji. Dan Siwon sudah melakukannya. Mereka hanya makan siang bersama. Apa itu salah?

“Jaga istrimu baik-baik, Siwon-ah. Jangan pernah buat dia menangis. Karena setelah kau membuatnya menangis, kau pasti akan merasa sangat menyesal.” Ujar Kiho. Siwon melirik Yongri disebelahnya, kemudian menganggukkan kepalanya.

“Dengar, aku tidak ingin menantu selain Yongri. Karena itu, jangan pernah berpikir untuk bercerai dengannya.” Pesan Kiho.

“Ada apa denganmu? Kau hanya ke Jeju dan pesanmu seakan kau tidak akan kembali.” Ucap Siwon dan mendapat senggolan dari siku Yongri. Kiho terlihat tidak peduli dengan ucapan Siwon.

“Aku tau ini berat untukmu, tetapi aku harap kau bisa menjaga Hyemi untukku.” Pinta Kiho.

“Kenapa kau berbicara seperti itu, oppa?” Keluh Hyemi merasa tidak nyaman.

Tanpa menunggu persetujuan Siwon, Kiho segera beralih ke Yongri. Menatap menantunya itu sembari tersenyum. Kiho tidak berbohong, tetapi ia benar-benar menyayangi Yongri seperti anaknya sendiri.

“Kau tidak menyesal menikah dengan Siwon, kan?” Tanya Kiho.

“Apa?”

“Aku harap kau tidak menyesal. Karena aku pun tidak menyesal memiliki menantu seperti dirimu.” Kata Kiho. Hati Yongri terasa hangat.

“Belajarlah memasak dari Hyemi, karena dia sangat pintar memasak. Jika kau pandai memasak, aku yakin Siwon akan betah di rumah.” Kiho dapat mendengar dengusan dari Siwon.

“Apapun yang terjadi, jangan pernah bercerai.” Pesan Kiho.

“Abeonim..”

“Berjanjilah padaku, Yongri-ya.” Pinta Kiho.

Yongri menatap Siwon dengan bingung. Apa yang harus dikatakannya? Perasaan-perasaan aneh yang akhir-akhir ini menghantuinya membuat Yongri merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Terkadang ia ingin bercerai dengan Siwon. Tetapi terkadang ia tidak ingin melakukannya.

“Aku tidak memiliki banyak waktu. Pesawatku akan berangkat sebentar lagi. Berjanjilah padaku.” Desak Kiho.

“Y–ya, abeonim.” Kata Yongri ragu.

“Terima kasih.” Kiho tersenyum dengan puas.

“Jaga kesehatanmu selama di sana, abeonim.” Ucap Yongri. Kiho mengangguk.

Terakhir, Kiho menghampiri Hyemi dan langsung memeluknya dengan erat. Hyemi yang merasa bingung hanya bisa membalas pelukan suaminya itu.

“Maaf jika aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu.” Sesal Kiho.

“Tidak, oppa. Kau suami yang terbaik.” Bantah Hyemi.

“Walaupun berat, aku harap kau bisa bertahan hingga akhir.” Kata Kiho berharap Hyemi mengerti maksud ucapannya. Kiho melepaskan pelukannya dan menatap Hyemi dengan penuh cinta.

“Jaga dirimu baik-baik.”

“Kau juga, oppa. Jangan lupa mengabariku jika sudah sampai.” Kiho mengangguk.

“Aku pergi.” Ujar Kiho sembari menghampiri mobilnya.

Sebelum masuk ke dalam mobil, Kiho menatap ketiga orang tersebut sekali lagi sembari tersenyum. Ia dapat melihat Yongri dan Hyemi melambaikan tangan padanya. Kiho mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil.

Tidak lama kemudian, mobil tersebut meninggalkan rumah Kiho.

“Kau tidak ikut ke Jeju, Sekretaris Kim?” Tanya Siwon saat melihat Sekretaris Kim yang masih berada di sana.

“Tidak, ketua tim. Presdir menyuruhku tetap disini untuk membantumu.” Jawab Sekretaris Kim.

“Membantuku?” Gumam Siwon tidak mengerti. Dengan tidak peduli, laki-laki itu mengangkat kedua bahunya.

“Ayo, pulang.” Kata Siwon pada Yongri.

Tanpa berpamitan pada Hyemi, Siwon langsung masuk ke dalam mobilnya. Yongri mendengus pelan melihat kelakuan laki-laki itu.

“Kami pulang dulu, eommonim. Aku akan sering berkunjung untuk menemanimu selama abeonim pergi.” Ucap Yongri.

“Akan lebih baik jika kalian menginap disini.” Sahut Hyemi. Yongri meringis pelan.

“Aku akan mengusahakannya, eommonim.”

“Pulanglah, hati-hati di jalan.”

“Ya, eommonim.”

Yongri menyusul Siwon masuk ke dalam mobil. Ia menghela nafas panjang seolah sudah siap dengan perjalanan yang akan tampak sunyi dan senyap.

Sejujurnya, banyak yang ingin Yongri tanyakan pada Siwon. Siapa Hyunji? Seperti apa hubungan mereka? Sedekat apa mereka? Apakah Hyunji mengetahui semua sifat Siwon? Apakah mereka sudah mengenal dengan sangat baik?

Ah, Yongri ingin sekali menanyakannya. Namun ia tau bahwa itu tidak mungkin dilakukannya. Untuk apa ia bertanya? Rasa penasaran? Atau cemburu? Yongri tanpa sadar mendengus pelan. Bagaimana mungkin dia cemburu pada Hyunji?

“Kau kenapa?” Tanya Siwon acuh.

“Eo? Aku? Tidak apa-apa.” Jawab Yongri.

“Kau baru saja mendengus.” Ucap Siwon.

“Apa aku tidak boleh mendengus?”

“Kau sensitif sekali. Apa kau mendapat tamu bulananmu lagi?” Sindir Siwon.

“Sialan.” Umpat Yongri.

“Yah, ini baru seperti dirimu. Suka mengumpat.” Kata Siwon sembari tersenyum mengejek.

“Bagaimana denganmu?! Kau lebih pandai mengumpat daripada diriku.” Balas Yongri tidak mau kalah.

“Aku laki-laki dan tidak ada masalah jika aku sering mengumpat. Sedangkan dirimu, kau itu perempuan. Tetapi mulutmu benar-benar..” Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bagaimana aku tidak mengumpat jika berhadapan dengan laki-laki seperti dirimu?!”

“Memangnya aku laki-laki seperti apa?!”

“Laki-laki yang memiliki sifat seperti perempuan.”

“YA!!” Siwon terlihat kesal sedangkan Yongri tertawa dengan senang.

Kekesalan Siwon seolah meluap saat melihat tawa Yongri yang terlihat sangat lepas. Dan perempuan itu terlihat semakin cantik. Siwon tidak bisa menahan bibirnya yang tertarik ke belakang membentuk sebuah senyuman, walaupun hanya sebuah senyuman kecil.

Ponsel di saku Siwon bergetar dan laki-laki itu segera mengeluarkannya. Nama Sekretaris Kim tertera pada layar ponselnya membuat kening Siwon berkerut. Namun ia segera menjawabnya.

“Ya, Sekretaris Kim?”

“…..”

Secara tiba-tiba Siwon menginjak rem dengan kuat. Menimbulkan suara ban mobil yang berdecit dengan nyaring. Tubuh Yongri terdorong ke depan dan untung saja tidak terbentur dashboard mobil.

Yongri segera mengalihkan pandangannya pada Siwon yang wajahnya terlihat tegang. Bahkan Siwon seolah tidak memperdulikan suara klakson dari mobil-mobil yang berada di belakang mobilnya.

“Apa kau bilang?”

Yongri dapat mendengar suara Siwon yang bergetar hebat. Ada apa?

“A–abeoji kecelakaan?”

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading !

BYE~

Advertisements

77 thoughts on “The One and Only – Part 7

  1. Ayahnya siwon kecelakaan smga aja gpp tpi apa ayahnya siwon dah mempunyai firasat klo dia akan meninggal kan keluarganya makanya pas waktu mau byak sekali pesan yg dia berika pd siwon,yongri jg hyemi,,smga siwon ga kena rayuan hyunji kayany hyunji mau ngerebut siwon dri yongri smga yongri jg ingat pesen2 ayahnya siwon bt mempertahan kan rumah tangganya n ga bercerai dri siwon☺☺

  2. Yah…. apa lg ini???? Udah senang2nya yongri slalu dpt dukungan mertuanya, eeeh tiba2 ayah mertuanya kecelakaan😯 lantas gimana nanti dgn hubungan siwon & yongri??? Setidaknya kiho kan yg slalu support & berusaha jagain hubungan siwon & yongri 😔 Semogaaa siwon & yongri bs pegang janji mreka masing2 pd kiho😕😕

  3. ciieee udah akuin aja klo memang saling cinta gak usah malu” gitu kali wkwk
    duhkan, ketebak sih, tapi sukaa ceritnya
    lama” ksel juga sma hyujin heh
    next partnya ditunggu eonni^^

  4. Ini kaya bapaknya siwon udh punya firasat gitu ya,atau kecelakaannya karna di sengaja,,
    Ahhhh makin dibikin penasaran sm perasaan dua pasangan ini…
    Kpn bakalan terungkap kalo mereka ber2 udh mulai suka,dan cemburu sm temennya masing” wakwak
    Ditunggu bngttt kelanjutannya..

  5. Apa… Ayahnya siwon kecelakaan !!! Padahal mereka baru saja bertemu. Pantesan ayahnya siwon seperti meninggalkan kata – kata terakhir, semoga saja ayah siwon baik – baik saja

  6. Hai kakak. 🙂
    I’m comeback again, udah lama aku gak mampir ke blog kk.

    Kayaknya wonri couple mulai ada rasa-tapi, perjalanan cinta wonri couple gak semulus jalan tol – soalnya hyunji menyukai siwon dan dia juga ingin merebut siwon dari yongri dan begitu juga yongri, L menyukai yongri dan ingin merebut yongri dari siwon, tapi dia orangnya gak tegaan.
    Hyemi itu bukan ibu kandung siwon ya? Kok siwon kayaknya gak menganggap hyemi sebagai ibunya. Weh…, ayahnya siwon kayaknya mau ‘pergi jauh’. Kata2nya itu loh-menyayat hati. Mudah2an aja gak apa2 dan wonri couple semakin dekat.
    Fighting kk :).

  7. Yhhh firasat bener deh…pasti terjadi sesuatu yg buruk….hbs pesen ayahnya siwon kyk org yg mau meninggal sih😢😢😢😢 tp moga j ayah ny siwon cuman kritis hbs t tertolong….jgn sampe meminggal

  8. ngga suka sama kedatanganya hyunji serius firasatnya myungsoo itu loh bikin was was kalo hyunji bakal bikin kacau hubungan siwon yongri TT

  9. Udah mikir sih kalau bakal ada something nantinya sama bapaknya siwon, tapi semoga aja nggak meninggal ya. Gatau deh ntar gimana siwon?

  10. Ternyata Choi Kiho udah punya firasat makanya banyak ngasih pesan ke anggota keluarga…
    Jangan2 si Hyunji bakalan jadi troublemaker diantara siwon dan yongri

  11. Kiho appa gak apa2 kan? Tolong jangan dibuat mati. Karena sebenarnya kiho sangat peduli dan mengkhawatirkan siwon dan yongri. Baru di part ini aku tahu maksud kiho selalu mengancam siwon semua itu karena dia sangat menyayangi siwon. Semoga kiho appa selamat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s