The One and Only – Part 6

picsart_10-12-08-37-22

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

Yongri menatap pantulan dirinya di depan cermin yang berada dikamarnya. Sebuah riasan yang tidak berlebihan sudah melekat pada wajahnya. Sesekali ia memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri hingga membuat terusan sederhana yang digunakannya ikut berputar.

“Apa berlebihan?” Gumamnya sembari menunduk menatap terusan yang dipakainya.

“Ataukah terlalu sederhana?” Yongri kembali menatap cermin.

Yongri menghela nafas panjanng dan menepuk pipinya dengan pelan. Ia merasa ada yang salah dengan dirinya saat ini. Ia hanya akan pergi makan malam di rumah mertuanya bersama keluarganya. Tetapi Yongri seolah ingin terlihat cantik malam ini.

Yongri tidak ingin terlihat bodoh jika pakaiannya terlalu berlebihan. Dan Yongri tidak ingin dipermalukan jika pakaiannya terlalu sederhana. Yongri hanya ingin dirinya terlihat sempurna. Di hadapan siapa? Orangtuanya? Mertuanya? Ataukah dihadapan Siwon?

“Apa aku harus menunggumu lebih lama lagi?” Yongri dikejutkan oleh suara Siwon.

Perempuan itu segera menoleh dan menemukan Siwon sedang bersandar di samping pintu kamarnya yang terbuka lebar. Kapan laki-laki itu masuk? Kenapa Yongri tidak mendengar suara pintu terbuka.

“Apa yang kau lakukan di sana?” Tanya Yongri.

“Menunggumu selama dua jam.” Jawab Siwon.

“Kita hanya akan makan malam keluarga dan kau menghabiskan waktu sebanyak itu untuk bersiap-siap. Kau tidak salah mengira jika ayahku seorang Presiden, kan?” Sindir Siwon.

Yongri memicingkan matanya dan menatap Siwon dengan kesal. Ia tau bahwa Siwon tidak akan memujinya cantik atau sebagainya. Tetapi paling tidak, bisakah Siwon tidak menyindir usahanya untuk terlihat baik dihadapan kedua orangtua laki-laki itu?

“Lebih baik kau tutup mulutmu itu dan tunggu aku di mobil.” Ujar Yongri.

“Jika dalam waktu lima menit kau tidak datang, jangan salahkan aku jika kau harus pergi sendiri ke rumah ayahku.” Kata Siwon dan kemudian segera meninggalkan kamar Yongri.

“Ugh, si brengsek itu!” Geram Yongri sembari membuat gerakan hendak memukul.

Ingin sekali ia memukul kepala Siwon dengan keras dan membuat laki-laki itu kesakitan. Setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh Siwon selalu membuat Yongri merasa kesal dan marah. Laki-laki itu tidak pernah bisa bicara dengan lebih lembut padanya.

Walau bagaimana pun, Yongri adalah seorang perempuan, kan?

Yongri segera mengambil tasnya di atas tempat tidur dan menyusul Siwon di luar. Bukan tidak mungkin jika Siwon meninggalkannya begitu saja karena terlalu lama menunggu.

Yongri membuka pintu rumah dan terkejut ketika melihat Siwon sedang berdiri berhadapan dengan Myungsoo. Myungsoo berpenampilan seperti biasanya dan tetap terlihat tampan. Apalagi laki-laki itu menatap Yongri dengan senyuman hangatnya.

“Myungsoo-ya..” Sapa Yongri sembari keluar dan menutup pintu rumah.

“Eo, Yongri-ya..” Balas Myungsoo.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri.

“Tadinya aku pikir kau ingin ke club hari ini. Mengingat kau sudah cukup lama tidak pergi ke club. Tetapi sepertinya kalian akan pergi.” Jawab Myungso dengan salah tingkah.

Ketika melihat Siwon yang terlihat sangat tampan dan melihat Yongri yang terlihat sangat cantik, membuat Myungsoo merasa aneh. Ia tidak menyukainya, tetapi sepasang suami istri itu terlihat sangat serasi. Mereka seolah memang diciptakan untuk bersama.

Apalagi sepertinya Myungsoo tidak lagi melihat aura permusuhan antara Siwon dan Yongri. Apa mereka sudah tidak saling membenci? Apa mereka sudah saling mencintai? Seharusnya itu menjadi berita baik untuk Myungsoo. Tetapi lagi-lagi Myungsoo tidak menyukainya.

“Ya, aku akan pergi ke rumah orangtua Siwon.” Kata Yongri.

“Ah, begitu rupanya.” Ujar Myungsoo sembari menganggukkan kepalanya. Mencoba menyembunyikan wajah kecewanya.

“Kalau begitu pergilah.” Ucap Myungsoo kemudian.

“Eo. Aku pergi dulu. Besok aku akan menemuimu.” Yongri tersenyum pada Myungsoo. Myungsoo balas tersenyum dan mengusap kepala Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya dan terlihat kesal dengan apa yang dilakukan laki-laki itu pada istrinya. Mereka mungkin sepasang kekasih, tetapi haruskah melakukannya dihadapan Siwon? Di hadapan suami Yongri?

“Hati-hati di jalan, Yongri-ya. Kau juga, Siwon-ssi.” Kata Myungsoo.

Siwon tidak memperdulikan perkataan Myungsoo dan segera masuk ke dalam mobilnya. Yongri melambaikan tangannya pada Myungsoo sebelum akhirnya menyusul Siwon masuk ke dalam mobil.

Siwon memutar kedua bola matanya dengan malas saat melihat kedua orang itu masih terus saling melambaikan tangannya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang akan berpisah untuk waktu yang cukup lama. Siwon benar-benar muak melihatnya.

“Aku mengatakan ini bukan karena ingin ikut campur.” Kata Siwon membuat Yongri menoleh untuk menatapnya.

“Tapi bisakah kau suruh kekasihmu itu untuk tidak terus datang ke sini dengan sesuka hatinya?”

“Kenapa?” Tanya Yongri.

“Aku hanya tidak ingin sampai ayahku melihat keberadaannya dan menerorku dengan berbagai pertanyaan yang tidak ada hubungannya denganku.” Jawab Siwon dan kemudian mulai menjalankan mobilnya.

——

“Kau sudah menyiapkan semua yang aku pinta tadi?” Tanya Kiho pada Hyemi yang sedang membantunya memasang dasi.

“Sudah, oppa. Tetapi apakah menurutmu Siwon dan istrinya mau menginap disini malam ini?” Hyemi bertanya balik setelah menjawab pertanyaan Kiho.

“Tentu saja Siwon tidak akan menyetujuinya begitu saja. Aku begitu mengenal anak keras kepala itu.” Kata Kiho dengan tersenyum kecil.

“Jangan lupakan sifat keras kepalanya itu turun darimu, suamiku.” Sahut Hyemi membuat Kiho menatapnya geram.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan jika Siwon menolaknya?” Tanya Hyemi lagi. Tidak memperdulikan rasa geram yang sedang dirasakan suaminya itu.

“Tentu saja aku akan memaksanya.” Jawab Kiho.

Hyemi mengambil jas di atas tempat tidur dan membantu Kiho memakainya. Mengusap dengan pelan jas mahal pria itu saat melihat ada debu yang menempel di sana.

Setelahnya, Hyemi mematut dirinya sendiri di depan cermin. Memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna untuk makan malam sebentar lagi. Setidaknya ia harus membuat Kiho bangga dengan penampilannya, kan?

“Kau selalu memaksa Siwon untuk melakukan ini dan itu. Dia adalah anakmu, seharusnya kau mendukung apapun yang dia inginkan.”  Ujar Hyemi sembari menatap Kiho dari pantulan cermin.

Kiho menghela nafas dan menyetujui apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya. Pria itu juga merasa bahwa ia terlalu banyak memaksakan kehendaknya pada Siwon. Tetapi itu semua Kiho lakukan karena ia ingin yang terbaik untuk anak tunggalnya itu.

Kiho ingin Siwon bahagia di saat ia sudah tidak ada di dunia ini lagi, suatu saat nanti. Walaupun mungkin Siwon tidak akan tau jika Kiho melakukan semua ini demi kebaikan Siwon.

“Semua itu–“

“Untuk kebaikan Siwon.” Hyemi menyela ucapan Kiho.

Kiho menatap Hyemi dan tersenyum kecil. Istrinya itu sudah tau apa yang ada dipikiran Kiho, namun tetap saja mempertanyakan hal tersebut. Itulah mengapa terkadang Kiho suka merasa gemas dengan Oh Hyemi.

“Aku mengerti.” Kata Hyemi sembari menghampiri Kiho dan menggandeng lengannya.

“Aku sudah cantik, kan?” Tanya Hyemi dan membuat Kiho tidak bisa menahan tawanya.

“Aku tidak pernah menemukan istriku dalam keadaan jelek.” Jawab Kiho membuat Hyemi senang dan juga malu.

“Kau memang yang terbaik, oppa. Ayo, kita keluar. Sebentar lagi mereka pasti datang.” Ucap Hyemi.

Sepasang suami istri itu segera keluar dari kamar untuk menyambut kedatangan besan serta anak dan menantu mereka.

——

Siwon dan Yongri turun dari mobil setelah Siwon memarkirkan mobilnya dengan sempurna di depan rumah Kiho. Jujur saja ini pertama kalinya untuk Yongri mengunjungi rumah mertuanya itu. Dari awal ia mengenal keluarga Siwon hingga mereka telah menikah, Yongri tidak pernah datang ke sini.

Setelah dipikir-pikir, ia seperti menantu yang tidak sopan. Seharusnya ia melakukan kunjungan ke rumah ini walaupun tidak bersama Siwon. Paling tidak untuk menyapa Hyemi selaku ibu mertuanya. Tetapi Yongri juga tidak tau apa yang harus dilakukannya jika sudah datang ke rumah ini seorang diri.

“Setelah menunggumu berdandan, apa sekarang aku juga harus menunggumu melamun?” Tanya Siwon sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

Yongri tersadar dan segera menatap Siwon dengan kesal. Laki-laki itu selalu bisa membuatnya kesal dengan semua ucapan yang keluar dari mulutnya.

“Apa setiap ucapan yang keluar dari mulutmu itu harus berupa sindiran?” Tanya Yongri balik.

“Oh, kau merasa tersindir?” Ucap Siwon pura-pura terkejut.

“Tutup mulutmu.” Desis Yongri sembari berjalan untuk masuk ke dalam rumah.

“Yah, apa ini rumahmu?” Ucapan Siwon menghentikan langkah Yongri.

Yongri menundukkan kepalanya sembari menggerutu pelan. Bagaimana bisa ia bersikap penuh percaya diri untuk masuk ke dalam rumah Kiho? Ini pertama kalinya Yongri datang, tidak mungkin jika ia masuk seorang diri dan membiarkan suaminya tetap di luar.

Siwon tersenyum geli sembari berjalan menghampiri perempuan itu. Ia yakin Yongri sedang menggerutu atau mungkin mengumpatnya saat ini. Tetapi Siwon tidak salah bicara, kan? Memangnya ini rumah Yongri hingga membuat perempuan itu bisa masuk dengan seenaknya?

“Ayo, masuk.” Kata Siwon sembari membuka pintu rumah.

Yongri memberengut kesal dan segera menyusul Siwon. Ketika sampai di dalam rumah, kekesalan Yongri langsung hilang tak berbekas. Rumah Kiho benar-benar sangat mewah dan ah.. Yongri tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata yang tepat.

Walaupun rumah Hyunseok mewah, namun rumah orangtuanya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rumah mertuanya ini. Sebenarnya seberapa kaya keluarga Siwon? Yongri benar-benar merasa penasaran.

“Kalian sudah sampai..” Hyemi datang untuk menyambut sepasang suami istri tersebut.

“Ah, selamat malam, eommonim.” Sapa Yongri sembari membungkuk.

“Ya, selamat malam.” Balas Hyemi sembari tersenyum. Wanita itu mengalihkan pandangannya pada Siwon.

“Selamat datang, Siwon-ah.” Ucap Hyemi. Siwon terlihat tidak peduli dan segera mengalihkan pandangannya kemana pun.

Yongri yang melihat kelakuan Siwon merasa geram. Bagaimana bisa laki-laki itu bersikap tidak sopan kepada ibunya sendiri? Yongri bahkan dapat melihat wajah kecewa Hyemi karena Siwon mengabaikannya.

Yongri ingin sekali memukul kepala Siwon saat ini. Ia mungkin tidak akan mempermasalahkan ketidaksopanan Siwon padanya. Tetapi Hyemi adalah ibu Siwon. Sudah seharusnya jika Siwon–tunggu!

Yongri tiba-tiba teringat dengan permbicaraannya bersama Kiho saat itu. Ketika Kiho mengatakan jika ada wanita yang meninggalkan Siwon. Pria itu mengarahkannya kepada seorang ibu. Apa maksud ucapan Kiho saat itu adalah Hyemi yang meninggalkan Siwon?

Tetapi, kenapa? Saat ini Hyemi berada di sini bersama mereka. Ah, Yongri benar-benar tidak mengerti.

“Kita langsung ke ruang makan saja. Orangtuamu juga sudah berada di sana, Yongri-ya.” Kata Hyemi kembali menatap Yongri.

“Ya, eommonim.” Sahut Yongri. Ia melihat mobil Hyunseok di depan sebelum masuk ke rumah ini.

“Masuklah, Siwon-ah. Ayahmu sudah menunggu.” Ucap Hyemi yang lagi-lagi tidak diperdulikan Siwon.

Hyemi tersenyum kecil sebelum akhirnya berjalan meninggalkan mereka untuk ke ruang makan. Siwon terlihat hendak menyusul langkah wanita itu, namun Yongri menahan lengannya. Siwon menoleh dan menatap Yongri dengan pandangan bertanya.

“Bagaimana bisa kau bersikap tidak sopan kepada ibumu?” Tanya Yongri.

“Apa pedulimu?” Siwon terlihat tidak suka saat melihat Yongri berniat menceramahinya.

“Ya! Aku tau jika kau laki-laki yang tidak sopan. Tapi–“

“Jika kau sudah tau, lebih baik kau berhenti untuk mengaturku.” Ujar Siwon memotong ucapan Yongri. Setelahnya laki-laki itu berjalan meninggalkan Yongri untuk ke ruang makan.

“Astaga, laki-laki itu!” Geram Yongri.

“Sabar, Choi Yongri. Sabar.” Yongri mengusap dadanya dengan perlahan.

“Jika kau marah-marah dan membuat keributan, itu berarti kau tidak ada bedanya dengan laki-laki brengsek itu.” Ucapnya dan segera menyusul Siwon.

Seperti yang Hyemi katakan, orangtua Yongri sudah berada di ruang makan ketika Yongri sampai di sana. Mereka terlihat sedang mengobrol bersama orangtua Siwon. Hubungan kedua orangtua mereka sangat berbanding terbalik dengan hubungan Siwon dan Yongri.

“Appa..” Yongri memanggil Hyunseok dan segera memeluk pria itu.

Hyunseok membalas pelukan Yongri sembari mengusap kepala perempuan itu dengan sayang. Ia sangat merindukan anak tunggalnya itu. Walaupun Yongri sering membuat masalah, Hyunseok tetap menyayanginya.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Hyunseok.

“Aku baik-baik saja, appa. Bagaimana denganmu? Eomma menjagamu dengan baik, kan?” Yongri melepaskan pelukannya.

“Anak ini..” Geram Sujin sembari menatap orangtua Siwon dengan salah tingkah.

“Aku baik-baik saja. Dan ternyata sikap kurang ajarmu itu tidak berubah sama sekali.” Kata Hyunseok.

Siwon tanpa sadar menutup mulutnya yang hendak tertawa. Yongri baru saja menceramahinya tentang sopan santun. Namun sekarang dirinya sendiri yang terlihat tidak sopan kepada ibunya sendiri.

Yongri menoleh dan menatap Siwon dengan kesal. Ia tau laki-laki itu menertawakannya. Siwon yang mendapat tatapan kesal dari Yongri membalas tatapan perempuan itu dengan menantang.

“Duduklah agar kita bisa memulai makan malam.” Ujar Hyunseok sembari menepuk lengan Yongri.

Siwon dan Yongri duduk berdampingan walaupun dengan keterpaksaan. Jika bisa, Yongri ingin sekali jauh-jauh dari Siwon. Sayangnya ia tidak bisa melakukan itu. Siwon adalah suaminya dan ia harus berada di dekat laki-laki itu.

“Siapa yang baru saja berceloteh tentang sopan santun?” Bisik Siwon tepat di telinga Yongri.

Yongri mengabaikan sindiran Siwon padanya. Ia hanya tidak ingin tersulut amarah dan menghancurkan makan malam keluarga saat ini. Yongri tidak ingin mempermalukan dirinya dihadapan orangtuanya dan orangtua Siwon.

“Tidak terasa pernikahan Siwon dan Yongri sudah berjalan 4 bulan.” Kata Sujin dengan tersenyum.

“Waktu terasa begitu cepat berlalu.” Timpal Hyemi.

“Jujur saja, awalnya aku merasa khawatir membiarkan Yongri menikah diusianya yang masih muda. Aku takut dia membuat masalah dan menyusahkan Siwon.” Ujar Sujin.

Yongri menatap Sujin dengan kesal. Menyusahkan Siwon? Yang benar saja! Justru Yongri merasa Siwonlah yang sering menyusahkannya. Hyunseok dan Sujin sama-sama suka menjelekkan anak mereka sendiri dihadapan orang lain. Yongri benci itu.

“Tetapi sepertinya sikap kekanakkan Yongri sedikit berubah semenjak menikah dengan Siwon. Bukan begitu, menantuku?” Tanya Sujin pada Siwon.

“Ah, ya, eommonim.” Jawab Siwon.

Siwon tidak memiliki jawaban lain selain menyetujui ucapan Sujin. Ia tidak mungkin menjatuhkan istrinya sendiri dihadapan semua orang. Lagipula Siwon sedikit tidak tega jika harus mengumbar keburukan istrinya itu.

Cukup Siwon saja yang mengetahui bagaimana kelakuan perempuan itu yang sebenarnya.

“Yongri-ya, apa kau bisa memasak?” Tanya Hyemi. Yongri terlihat terkejut ketika mendapat pertanyaan dari wanita itu.

“Tidak bisa, eommonim.” Jawab Yongri sembari meringis. Siwon lagi-lagi harus menahan tawanya malam itu.

“Aku sudah sering ingin mengajarinya. Tetapi dia selalu menolak karena berpikir tidak akan menikah dalam waktu cepat.” Sahut Sujin.

“Tidak apa-apa, eommonim. Lagipula aku dan Yongri bisa makan di restaurant. Dengan begitu kami bisa menghabiskan waktu berdua lebih banyak.” Balas Siwon membela Yongri.

Kiho mendongak dan menatap Siwon yang sedang tersenyum saat ini. Apa putranya itu sungguh-sungguh dengan ucapannya? Apa dia benar-benar senang menghabiskan waktu berdua dengan Yongri?

Kiho tau bahwa Siwon mungkin saja berbohong untuk membela Yongri, demi menjaga perasaan orangtua Yongri. Namun ekspresi wajah Siwon saat ini seolah laki-laki itu benar-benar ingin melakukannya. Senyum di wajah Siwon tidak terlihat palsu, dan hati Kiho benar-benar merasa tenang.

“Lihatlah, suamiku. Tidakkah kau merasa bahwa Yongri sudah mendapatkan suami yang tepat?” Ujar Sujin pada Hyunseok.

“Menantu kita sangat menjaga Yongri dan terlihat sangat khawatir saat Yongri sakit.”

“Yongri sakit?” Kiho terlihat terkejut.

“Bukan sesuatu yang serius, abeonim.” Kata Yongri.

“Hubungi Dokter Jang dan minta dia ke rumahmu jika istrimu sakit, Siwon-ah.” Ucap Kiho.

“Ya, abeoji.” Sahut Siwon.

“Aku tidak membutuhkan dokter, abeonim. Karena Siwon sudah menjagaku dengan baik.” Kata Yongri membuat Siwon menoleh untuk menatapnya.

Siwon merasa takjub dengan kalimat terakhir yang diucapkan perempuan itu. Sungguh-sungguhkah? Ataukah hanya sandiwara semata? Kalaupun sandiwara, entah mengapa Siwon merasa senang saat mendengarnya.

“Kau sudah tidak pernah ke club lagi, kan?” Selidik Hyunseok.

“Appa!” Bisik Yongri dengan panik. Perempuan itu menatap Kiho dan Hyemi yang sedang tersenyum geli.

“Yongri lebih sering menghabiskan waktunya menunggu saya pulang bekerja, abeonim.” Jawab Siwon.

“Aku tidak akan percaya jika Yongri yang mengatakannya. Tetapi karena kau yang mengatakannya, aku akan mempercayainya, Siwon-ah.” Ujar Hyunseok.

Siwon tersenyum dan menatap Yongri yang juga sedang menatapnya. Yongri dapat membaca tatapan Siwon yang seolah mengatakan ‘kau seharusnya berterima kasih padaku’. Dan membuat Yongri tanpa sadar mendengus dengan kesal. Tidak ada yang berpihak padanya di rumah ini.

“Yongri sudah bekerja keras menghadapi sifat tempramental Siwon.” Ujar Kiho tiba-tiba.

“Kau tidak pernah menjadi sasaran kemarahannya ‘kan, menantuku?” Tanya Kiho.

“Sejauh ini tidak pernah, abeonim. Aku selalu bisa meredakan kemarahan Siwon.” Jawab Yongri.

Siwon menatap Yongri dengan pandangan protes. Kapan tepatnya perempuan itu pernah meredakan kemarahannya? Sebaliknya, Yongri sering kali membuat Siwon kehabisan kesabaran.

“Kau hanya perlu mengatakannya padaku jika Siwon memarahimu.” Kata Kiho.

Kiho tau bahwa Yongri berbohong saat menjawab pertanyaannya tadi. Namun Kiho tidak mempermasalahkannya. Pria itu senang saat melihat sepasang suami istri itu saling membela dan menutupi kesalahan masing-masing.

“Ya, abeonim.” Sahut Yongri.

Yongri menjulurkan lidahnya kepada Siwon seolah mengejek laki-laki itu. Tidak menyadari bahwa Kiho melihat kelakuannya barusan. Namun alih-alih merasa marah, Kiho justru tersenyum kecil saat melihatnya. Ia merasa bahwa Yongri dapat mengimbangi sifat keras Siwon.

“Kalian menginaplah disini malam ini.” Kata Kiho.

“Uhuk!” Siwon dan Yongri sama-sama tersedak saat mendengar perkataan Kiho barusan.

“Yah, pelan-pelan.” Ucap Hyemi sembari memberikan minum pada keduanya.

“Apa maksudmu, abeoji?” Tanya Siwon, mengabaikan gelas berisi air putih yag diberikan Hyemi.

“Bagian mana dari kalimatku yang tidak kau mengerti? Aku ingin kau dan istrimu menginap disini, malam ini.” Jelas Kiho.

“Tidak perlu, abeoji. Kami memiliki rumah sendiri.” Tolak Siwon.

“Sebuah tradisi yang kalian lewatkan saat menikah. Kalian seharusnya tinggal disini di malam setelah pernikahan kalian.” Kata Kiho.

“Tapi–“

“Kami tidak membawa pakaian ganti, abeonim.” Yongri memotong ucapan Kiho.

“Siwon masih memiliki banyak pakaiannya disini. Dan untukmu, istriku sudah menyiapkannya.” Ujar Kiho.

“Abeoji–“

“Aku setuju dengan ayahmu, Siwon-ah. Kalian memang harus menginap di rumah ini untuk sehari atau dua hari.” Timpal Hyunseok.

Siwon dan Yongri saling menatap dengan panik. Jika mereka menginap di rumah ini, mereka harus tidur di kamar yang sama. Bagaimana bisa mereka melakukannya jika selama ini mereka tidur di kamar yang terpisah?

Yah, kecuali saat malam panjang yang mereka lewati saat itu.

“Tinggallah disini malam ini dan pelajarilah beberapa hal dari ibu Siwon, Yongri-ya.” Bujuk Sujin sembari menatap Yongri.

“Kenapa kalian terlihat sangat keberatan? Bukankah sama saja saat tinggal disini maupun di rumah kalian? Kalian tetap tidur di dalam kamar yang sama dan kami tidak akan mengganggu privasi kalian.” Ujar Kiho.

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. Seperti biasa, ia tidak memiliki kekuatan dan keberanian untuk membantah ucapan Kiho. Ditambah lagi orangtua Yongri mendukung perintah Kiho. Siwon tidak mungkin bersikap kurang ajar dengan membentak mereka, kan?

Siwon menatap Yongri yang juga terlihat sama frustasinya. Sepertinya mereka lagi-lagi tidak bisa menolak keinginan kedua orangtua mereka. Hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi saat keduanya berada di dalam kamar yang sama nanti.

——

Myungsoo menuangkan kembali cairan kuning ke dalam gelasnya. Dalam sebentar, cairan kuning tersebut berpindah ke tenggorokkannya. Myungsoo meringis pelan saat merasakan rasa pahit dan manis yang menyentuh lidahnya.

Myungsoo membiarkan para gadis yang berada di samping kanan dan kirinya terus bergelayut manja padanya. Untuk malam ini saja. Biarkan untuk malam ini Myungsoo menikmati waktu bebasnya. Membiarkan ia melakukan apapun yang diinginkannya. Termasuk bermain dengan gadis-gadis tersebut.

“Biar aku yang menuangkannya, oppa.” Ucap gadis yang berada di samping kiri Myungsoo.

Myungsoo menarik salah satu sudut bibirnya dan mengikuti kemauan gadis itu. Setelah gelasnya penuh dengan minuman alkohol, Myungsoo segera menelannya tanpa ampun.

“Wajahmu terlihat menyeramkan, oppa.” Kata gadis di sebelah kanannya.

“Benarkah?” Gumam Myungsoo yang sudah mulai mabuk.

“Tetapi tidak apa-apa, oppa. Setidaknya kau datang seorang diri malam ini. Kami benar-benar menunggu kapan kau akan datang seorang diri. Menyebalkan melihatmu selalu datang bersama kekasihmu itu.” Keluh gadis itu dengan manja.

Myungsoo kembali menarik salah satu sudut bibirnya. Kenapa semua orang menyangka Yongri adalah kekasihnya? Apa mereka benar-benar cocok menjadi sepasang kekasih? Jika begitu, kenapa Tuhan tidak membiarkannya mewujudkan apa yang ada dipikiran orang-orang tentangnya dan Yongri?

“Kekasih..” Gumam Myungsoo kembali meneguk minumannya.

“Kekasihku sedang bersama suaminya.” Kata Myungsoo sembari tersenyum miris.

“Benarkah? Apa kekasihmu itu selingkuh? Dia meninggalkanmu? Wah, benar-benar perempuan jahat!” Timpal gadis di sebelah kiri Myungsoo sembari mengusap dada Myungsoo.

“Benar. Perempuan jahat.” Ucap Myungsoo.

“Sebagai gantinya, bagaimana jika kau menghabiskan malam ini bersama kami, oppa?” Goda gadis itu sambil melepas beberapa kancing kemeja yang dipakai Myungsoo.

Myungsoo menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan menghela nafas panjang. Membiarkan para gadis itu berbuat sesuka mereka pada tubuhnya. Bukankah laki-laki itu sudah mengatakan jika ia ingin bebas untuk malam ini?

“Apa kalian bisa memuaskanku?” Tanya Myungsoo.

“Tentu saja.” Jawab para gadis serempak.

“Apa kalian bisa membuatku melupakannya?” Gumam Myungsoo.

“Ya, Kim Myungsoo!!”

Myungsoo menegakkan punggungnya saat mendengar ada yang memanggilnya. Panggilan yang keras mengingat suara musik di club ini cukup memekakkan telinga. Myungsoo memicingkan matanya sembari melihat siapa yang sedang ingin mengajaknya berbicara saat ini.

“Lee Howon?” Gumam Myungsoo.

“Yah, dimana kekasihmu itu? Apa kalian sudah putus? Kau meninggalkannya? Atau dia yang meninggalkanmu?” Tanya Howon dengan senyum mengejek.

Myungsoo tersenyum sinis dan kembali meneguk alkoholnya. Ia sedang tidak ingin meladeni laki-laki yang berada dihadapannya saat ini. Laki-laki yang sudah dikenalnya sejak masa kuliah, namun tidak pernah disukainya.

“Jika kalian sudah benar-benar berpisah, Yongri bisa kumiliki, kan? Kau tidak akan peduli padanya lagi, kan?” Tanya Howon lagi.

“Apa kau pikir Yongri akan menyukaimu?” Tanya Myungsoo balik sembari mendongak.

“Siapa yang tau? Selama ini aku tidak mendekatinya karena menghargaimu yang selalu berada disisinya. Tetapi saat ini kau bahkan bermain bersama dua gadis sekaligus. Bukankah itu berarti aku memiliki kesempatan untuk bermain bersama Yongri juga?” Ucap Howon. Myungsoo mencengkram gelas yang sedang dipegangnya.

“Tutup mulutmu!” Desis Myungsoo.

“Yah, tenanglah. Kenapa kau pelit sekali padaku? Kita adalah teman lama, bukankah sudah seharusnya kita saling berbagi kenikmatan? Kenapa kau tidak mau berbagi Yongri denganku?”

“Aku bilang tutup mulutmu!!” Pekik Myungsoo sembari melempar gelas yang dipegangnya.

Howon terlihat terkejut dengan apa yang Myungsoo lakukan. Untung saja gelas tersebut tidak dilemparkan Myungsoo ke arahnya. Kalau tidak, bisa dipastikan belasan jahitan akan bersarang dikeningnya.

“Yah, tenanglah. Kenapa kau serius sekali?” Kata Howon sembari tersenyum kekanakkan.

Myungsoo meninggalkan mejanya dan menghampiri Howon dengan langkah pelan. Mengabaikan rasa sakit pada kepalanya saat ini. Dan mengabaikan orang-orang yang mulai menatap mereka penuh minat.

“Berbagi kenikmatan? Berbagi Yongri?” Desis Myungsoo.

BUK!

BUK!

Dalam sekejap, suasana di dalam club menjadi kacau. Howon yang terjatuh akibat pukulan Myungsoo pun membuat keadaan club menjadi berantakan. Teriakan para gadis pun terdengar memenuhi club dan mengalahkan suara musik.

“Jangan pernah berani-berani menyebut nama Yongri dari mulut kotomu itu.” Ancam Myungsoo.

Setelahnya, Myungsoo segera berjalan meninggalkan club. Tidak memperdulikan suasana kacau yang diciptakan olehnya.

Howon mengusap bibirnya yang berdarah sebelum akhirnya meludah ke samping. Ia benar-benar merasa dipermalukan oleh Myungsoo. Padahal sejujurnya ia hanya berniat bercanda dengan laki-laki itu. Tidak menyangka jika Myungsoo akan menanggapinya dengan sangat serius.

“AKU AKAN BUAT PERHITUNGAN DENGANMU, BRENGSEK!!” Teriak Howon marah.

“AKAN KU BUAT YONGRI BENAR-BENAR JATUH KE DALAM PELUKANKU!!” Teriak Howon lagi.

“Benar-benar menyebalkan!” Ucap salah satu gadis yang menemani Myungsoo tadi.

“Benar. Padahal kita bisa tidur dengan Myungsoo oppa jika tidak diganggu oleh laki-laki itu.” Timpal gadis yang satunya.

“Kita pergi saja!”

——

Yongri menatap ponselnya dengan kesal. Sudah belasan kali ia mencoba menghubungi Myungsoo, namun laki-laki itu tidak menjawabnya. Yongri tidak bisa mengabaikan wajah kecewa Myungsoo tadi saat ia meninggalkannya.

Jujur saja selama ini Yongri termasuk jarang mengecewakan Myungsoo. Maka dari itu saat melakukannya, Yongri benar-benar tidak bisa tenang. Myungsoo adalah satu-satunya teman yang mengerti dirinya selama ini.

Yongri mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar Siwon. Kamar Siwon sangat rapi untuk ukuran laki-laki.  Walaupun kamar tersebut sudah jarang ditempati, setidaknya tidak ada debu yang menempel di sana. Atau kalau Yongri boleh menebak, Kiho menyuruh pelayan untuk membersihkannya sebelum mereka datang.

Pandangan Yongri jatuh pada beberapa bingkai foto yang berada di meja belajar yang berada di kamar Siwon. Yongri yakin meja itu dipakai Siwon saat laki-laki itu masih sekolah. Yongri berjalan perlahan mendekati meja tersebut.

Beberapa foto saat Siwon lulus sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan kuliah. Di dalam foto tersebut Siwon tidak sendiri. Laki-laki itu bersama dengan Kiho. Dari sanalah Yongri dapat melihat jika Siwon dan Kiho sangat mirip.

Yongri tidak dapat menahan senyumnya saat melihat wajah Siwon yang terlihat lucu dan polos. Berbanding terbalik dengan wajah laki-laki itu sekarang. Wajah yang sangat menyebalkan, menurut Yongri. Walaupun tetap terlihat sangat tampan.

Yang membuat Yongri bingung adalah tidak ada satu pun foto Siwon bersama dengan Hyemi. Kenapa? Seharusnya Siwon mengabadikan foto kelulusannya bersama Hyemi juga, kan?

Yongri terkesiap saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Siwon terlihat segar dengan rambutnya yang masih basah. Laki-laki itu sudah memakai pakaian tidurnya yang berupa kaos putih polos serta celana panjang berbahan lembut.

“Mengagetkan saja.” Gerutu Yongri.

“Apa kau sedang melakukan sesuatu yang salah? Hingga harus bereaksi berlebihan seperti itu?” Sindir Siwon.

Siwon mengalihkan pandangannya pada sofa dikamarnya. Di atas sofa tersebut terdapat bantal serta sebuah selimut yang terlihat hangat. Melihatnya membuat Siwon tidak dapat menahan senyum gelinya.

“Ternyata kau perempuan yang penuh dengan kesadaran diri.” Kata Siwon.

“Apa maksudmu?” Tanya Yongri bingung.

“Itu..” Siwon menunjuk dengan dagunya. Yongri mengikuti arah pandang Siwon.

“Kita memang tidak mungkin tidur di satu tempat tidur yang sama. Semoga punggungmu tidak sakit besok pagi.” Kata Siwon sembari menghampiri tempat tidur.

“Itu bukan untukku.” Ujar Yongri membuat langkah Siwon terhenti.

“Apa?” Siwon menatap Yongri dengan bingung.

“Itu untukmu.”

“Apa?!”

“Aku istri yang baik, kan? Karena menyiapkan tempat tidur untuk suamiku.” Kata Yongri sembari tersenyum dengan polos.

“Ya!” Pekik Siwon.

“Yah, suaramu bisa terdengar oleh abeonim.” Kata Yongri dengan panik.

Siwon menghela nafas kasar dan mengusap rambutnya yang masih basah. Ia menatap Yongri dan mencoba untuk bersabar.

“Kau tidak lupa ini kamar siapa, kan?”

“Tentu saja aku tidak lupa. Ini kamarmu.”

“Kau pikir siapa yang lebih berhak tidur di atas tempat tidur itu?!” Ucap Siwon sembari menunjuk tempat tidur.

“Dengar, Siwon-ssi. Ini bukan tentang siapa yang lebih berhak. Tetapi ini tentang kau seorang laki-laki dan aku seorang perempuan. Bagaimana bisa kau membiarkan seorang perempuan tidur di atas sofa?” Kata Yongri dengan tidak percaya.

“Sayangnya, aku tidak pernah peduli tentang hal itu.” Sahut Siwon membuat Yongri memberengut kesal.

“Bagaimana bisa kau mengatakannya tanpa memikirkannya terlebih dahulu?!” Ucap Yongri.

“Aku memang orang yang seperti itu.” Sela Siwon.

Yongri melayangkan tangannya yang terkepal dan berniat untuk memukul kepala laki-laki itu dengan keras. Pasti rasanya menyenangkan sekali jika Yongri bisa melakukannya.

“Kau benar-benar menyebalkan! Sangat jauh berbeda dengan dirimu yang berada di foto ini!” Omel Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya pada foto yang sedang dibicarakan oleh Yongri. Kemudian laki-laki itu menarik salah satu sudut bibirnya hingga membuat sebuah seringaian.

“Apa kau menatap fotoku dari tadi?” Tanya Siwon.

“Bisa-bisa kau jatuh cinta padaku jika seperti ini.” Kata Siwon dengan percaya diri.

“Aku jatuh cinta padamu?! Bermimpi saja kau!” Dengus Yongri.

Siwon tersenyum puas dan duduk di atas tempat tidur. Tempat tidurnya yang masih terasa empuk dan nyaman walaupun sudah cukup lama Siwon tidak menggunakannya.

“Apa kau tidak mau mandi?” Tanya Siwon acuh.

“Yah, kenapa kau tidak berfoto dengan ibumu saat kelulusan?” Tanya Yongri mengabaikan pertanyaan dari Siwon.

Siwon mendongak dan menatap Yongri yang sedang menatapnya. Lagi-lagi Yongri membahas tentang ibunya dan Siwon benar-benar tidak menyukai itu. Apalagi saat ini Siwon dapat melihat wajah Yongri yang sangat ingin tau.

“Aku mengantuk. Matikan lampunya.” Kata Siwon sembari bersiap berbaring di atas tempat tidur.

“Yah, apa kau pikir ibumu tidak sedih jika melihat tidak ada fotonya di atas meja belajarmu?” Kata Yongri.

“Setidaknya pajanglah sebuah foto ibumu di tengah-tengah kalian.” Lanjut Yongri lagi.

“Aku tidak punya ibu!” Kata Siwon sembari menatap Yongri dengan kesal.

Yongri menatap Siwon dengan terkejut dan tidak percaya. Bagaimana bisa Siwon mengatakan hal tersebut dengan mudah? Yongri tau bahwa Siwon adalah laki-laki kaku dan setiap ucapan yang keluar dari mulutnya sering membuatnya kesal.

Tetapi Yongri tidak menyangka jika Siwon bisa berkata dengan sangat kasar seperti ini. Bagaimana bisa laki-laki itu tidak menganggap ibunya yang masih hidup dan sehat saat ini?

“Y–yah, b–bagaimana bisa kau mengatakan itu?” Ucap Yongri.

“Aku lelah. Berhenti berdebat denganku.” Balas Siwon tanpa menatap Yongri.

“Aku tidak ingin berdebat denganmu.” Sela Yongri.

“Hanya saja, bagaimana bisa kau dengan tega mengatakan hal itu? Ibumu masih hidup dan sehat saat ini, Siwon-ssi. Aku tidak tau apa yang dilakukannya padamu hingga kau sangat membencinya. Walaupun begitu, dia tetap ibumu!” Yongri terlihat sangat kesal.

Siwon segera berdiri dan menghampiri Yongri. Laki-laki itu menatap Yongri dengan sangat tajam. Terlihat sekali bahwa ia sedang marah saat ini. Namun Yongri tidak terlihat takut sama sekali. Ia membalas tatapan Siwon dengan sama tajamnya.

“Kau tidak perlu ikut campur.” Desis Siwon saat berdiri di hadapan Yongri.

“Bagaimana bisa aku tidak ikut campur saat melihat anak kurang ajar seperti dirimu?!” Ucap Yongri. Siwon mencengkram lengan Yongri dengan kuat dan jarak wajah mereka saat ini sangat dekat.

“Kau.. Kau adalah orang asing di dalam hidupku. Hanya karena kau menyandang status sebagai istriku, bukan berarti kau bisa mencampuri segala urusanku.” Ucapan Siwon terdengar dingin dan tajam.

“Kau tidak tau apapun tentangku maupun keluarga ini. Jadi, lebih baik kau tutup mulutmu itu!” Bisik Siwon.

Siwon melepaskan cengkramannya pada Yongri. Menatap perempuan itu dengan tajam sekali lagi, sebelum akhirnya meninggalkan kamar dan tidak lupa dengan membanting pintu.

Jujur saja, Yongri tidak pernah merasa setakut ini pada Siwon selama ia mengenal laki-laki itu. Namun saat mendengar kata-kata Siwon barusan, entah mengapa Yongri merasa sangat takut.

Yongri merasa bahwa ia sudah melakukan kesalahan dengan mengatakan sesuatu yang tidak diketahuinya. Perempuan itu kembali mengingat ucapan Kiho bahwa ibu Siwon meninggalkannya, sialnya, Yongri sempat melupakan fakta itu saat berbicara dengan Siwon tadi.

“Dia benar. Lebih baik aku menutup mulutku.” Ucap Yongri dengan lesu.

——

Siwon menuruni tangga dengan cepat dan segera melangkah ke dapur saat ia sudah sampai di bawah. Laki-laki itu mengambil sebotol air minum di dalam kulkas dan segera meneguk setengah isinya. Ia membutuhkan air dingin untuk menenangkan pikirannya.

Rumah sudah dalam keadaan sepi. Tentu saja karena ini sudah hampir tengah malam. Siwon menatap tangannya yang tadi mencengkram lengan Yongri. Sepertinya ia sudah menyakiti perempuan itu, dan Siwon merasa menyesal.

Siwon seolah tanpa sadar melakukannya karena ia benar-benar merasa marah. Siwon tidak suka jika seseorang membahas masalah ibu dengannya. Kata ‘ibu’ adalah kata yang sangat sensitif di telinga Siwon.

“Siwon-ah..”

Siwon terlonjak saat mendengar seseorang memanggilnya. Ia segera menoleh dan menemukan Hyemi dengan wajah lembutnya, khas seorang ibu. Siwon segera mengalihkan pandangannya dan mengembalikan botol minum ke dalam kulkas.

“Para pelayan sudah tidur. Apa kau membutuhkan sesuatu? Aku bisa menyiapkannya untukmu.” Kata Hyemi dengan tersenyum.

Mengabaikan Hyemi, Siwon berjalan melewati wanita itu begitu saja.

Tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berbicara dengan Siwon, Hyemi segera menyusul laki-laki itu dan berdiri didepannya. Hyemi dapat melihat jika Siwon terlihat tidak suka dengan apa yang dilakukannya barusan.

Namun Hyemi tidak peduli. Lagipula selama ini Siwon memang tidak pernah menyukai apapun yang dilakukannya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon sembari meredam suaranya. Ia tidak ingin membuat keributan dan membangunkan Kiho.

“Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini padaku?” Tanya Hyemi.

Siwon tidak dapat menahan senyum sinisnya saat mendengar pertanyaan Hyemi.

“Dan sampai kapan kau akan bersikap seperti seorang ibu untukku?” Tanya Siwon balik. Hyemi mencoba menahan airmatanya yang hendak mengalir.

“Ini sudah 7 tahun dan kau tidak pernah sekalipun menatapku. Jika kau memang tidak bisa menghargaiku sebagai seorang ibu, bisakah kau menghargaiku sebagai seorang istri dari ayahmu?” Siwon dapat mendengar suara Hyemi yang bergetar.

“Untuk apa aku menatapmu? Lebih baik kau terus bersikap baik pada ayahku, sehingga hartanya yang sangat kau inginkan itu bisa jatuh ke tanganmu.” Ucap Siwon.

“Sudah berulang kali kukatakan jika aku tidak membutuhkan harta ayahmu!” Bentak Hyemi.

“Sama seperti diriku yang tidak membutuhkan seorang ibu.” Sahut Siwon.

“Tidak. Kau sangat membutuhkan seorang ibu.” Sela Hyemi.

“Kau tidak akan menjadi dingin seperti ini jika kau memiliki ibu.” Lanjut Hyemi.

Siwon mengepalkan kedua tangannya dan menatap Hyemi dengan tajam. Kenapa orang-orang menjadi semakin tidak bisa menjaga mulut mereka dengan baik? Kenapa mereka harus bersikap sok tau dan sok pintar seperti ini?

“Aku katakan padamu sekali lagi, bahwa aku tidak membutuhkan seorang ibu.” Kata Siwon dan kemudian segera meninggalkan Hyemi seorang diri.

Hyemi tidak mampu lagi menahan airmatanya yang hendak mengalir. Wanita itu menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dan berusaha meredam isak tangisnya. Ia tidak ingin Kiho bangun dan melihatnya seperti ini.

Hyemi tidak menyadari bahwa Kiho melihat semuanya dari salah satu sudut rumah. Pria itu melihat bagaimana istrinya itu berusaha meyakinkan Siwon dan bagaimana sikap kurang ajar Siwon pada istrinya itu.

Namun tidak ada yang bisa Kiho lakukan untuk membela Hyemi saat ini. Kiho mungkin bisa memaksa Siwon melakukan apapun yang diinginkannya. Namun untuk menerima Hyemi dalam kehidupan Siwon, Kiho tidak bisa memaksa anaknya itu untuk melakukannya.

——

Siwon membuka pintu kamarnya dengan perlahan. Setelah berbicara dengan Hyemi, ia memutuskan untuk keluar dari rumah untuk mencari udara segar. Juga untuk meredakan kekesalan serta kemarahannya tadi.

Waktu berlalu begitu cepat dan ketika Siwon kembali, jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Mata Siwon juga sudah mulai terasa perih dan meminta untuk diistirahatkan. Karena itulah Siwon memutuskan untuk pulang.

Kamar Siwon dalam keadaan gelap saat laki-laki itu masuk. Tentu saja, ia yakin Yongri sudah tidur. Siwon berniat untuk segera membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Tetapi Siwon tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Yongri sedang tidur di atas sofa, dengan tidak nyaman.

Siwon menghampiri sofa tempat dimana Yongri berada. Mengibaskan tangannya di depan wajah perempuan itu dan tidak ada pergerakan apapun dari Yongri. Siwon dapat menebak jika Yongri sudah tertidur sedari tadi.

Dengan hati-hati Siwon menyibak selimut yang di pakai Yongri dan menggendong perempuan itu di depan dadanya. Ia memang meminta Yongri untuk tidur di atas sofa tadi, tetapi Siwon tidak benar-benar tega membiarkan Yongri melakukannya.

Dengan perlahan Siwon membaringkan Yongri di atas tempat tidur dan kemudian memakaikannya selimut. Kemudian laki-laki itu duduk di tepi tempat tidur sembari menatap wajah tidur Yongri.

Siwon merasa ada yang aneh pada dirinya. Ia benar-benar merasa menyesal telah membentak dan berlaku kasar pada Yongri tadi. Jika ia bisa memutar waktu, Siwon tidak ingin melakukan apa yang dilakukannya tadi.

Siwon berharap mereka tidak perlu kembali ke rumah ini dalam waktu dekat, sehingga dirinya dan Yongri tidak perlu bertengkar seperti tadi. Siwon juga berharap jika Yongri tidak membahas masalah Hyemi atau siapapun yang bisa membuatnya marah kembali.

——

Yongri mengusap matanya yang terasa berat dan mengubah posisinya menjadi duduk. Menatap ke sekeliling, Yongri terkejut menemukan dirinya berada di atas tempat tidur. Seingatnya, ia tidur di atas sofa semalam.

“Bagaimana bisa aku ada disini?” Gumam Yongri.

“Kau berjalan dalam tidurmu.” Sahut Siwon membuat Yongri kembali terkejut.

Ia melihat Siwon sudah berpakaian rapi dan sedang memasang dasinya di depan cermin. Seperti biasa, suaminya itu selalu terlihat tampan walaupun Yongri enggan mengakuinya. Yongri segera turun dari tempat tidur dan berdiri dengan canggung.

“A–aku benar-benar berjalan dalam tidurku?” Tanya Yongri.

“Apa aku memiliki waktu untuk berbohong?” Siwon bertanya balik dan berusaha menahan tawanya.

“L–lalu kau tidur dimana?” Tanya Yongri lagi.

“Kau pikir dimana lagi tempat yang tersisa di kamar ini?” Kata Siwon sembari menatap sofa.

Yongri ikut menatap sofa dan meringis pelan. Bagaimana bisa ia melakukannya? Yongri tidak pernah tau jika dirinya bisa berjalan saat tidur. Apa karena merasa tidak nyaman sehingga alam bawah sadarnya menyuruhnya pindah ke tempat tidur?

“Maaf.” Gumam Yongri.

“Yah, kau memang harus meminta maaf. Kau membuat seluruh tubuhku terasa sakit.” Sahut Siwon.

“Bukan itu.” Ujar Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Yongri. Penampilan laki-laki itu sudah benar-benar rapi dan ia sudah siap berangkat kerja.

“Maaf untuk semalam. Maaf jika aku sudah ikut campur dan bersikap seolah aku mengetahui segalanya.” Kata Yongri.

Siwon terlihat tidak nyaman karena Yongri kembali membahasnya. Tetapi Siwon merasa bahwa kesempatan ini bisa digunakannya untuk meminta maaf juga pada Yongri. Biar bagaimana pun, Siwon sudah bersikap kasar pada Yongri semalam.

“A–aku juga minta maaf karena sudah bersikap berlebihan dan kasar semalam.” Kata Siwon sembari mengusap tengkuknya.

Siwon dan Yongri merasa sangat canggung saat ini. Tidak biasanya mereka saling mengucapkan maaf jika melakukan kesalahan. Mereka lebih sering tidak mau mengakui kesalahan mereka. Namun semua sudah terasa berbeda sekarang.

Yongri mengambil bantal dan selimut di atas sofa, kemudian menaruhnya di atas tempat tidur. Ia melakukannya untuk menyembunyikan rasa canggung yang sedang dirasakannya saat ini.

“Semalam kau kemana?” Tanya Yongri sembari membereskan tempat tidur.

“Apa?”

“Semalam aku terjaga hingga pukul satu, tetapi kau belum kembali ke kamar.” Kata Yongri.

“O–oh, aku berjalan-jalan untuk mencari udara segar.” Ucap Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Bersiaplah. Aku akan mengantarmu pulang sebelum berangkat ke kantor.” Ujar Siwon.

“Aku bisa pulang sendiri.” Kata Yongri seolah tidak ingin merepoti Siwon.

“Kau pikir ayahku akan mengizinkannya?” Sahut Siwon. Yongri terlihat berpikir dan membenarkan ucapan Siwon.

“Baiklah.” Ucap Yongri.

Siwon bersiap untuk keluar kamar, ketika tiba-tiba ia mendengar suara ponsel berbunyi. Bukan ponselnya melainkan ponsel Yongri. Siwon berbalik dan menatap Yongri yang sedang memegang ponselnya. Sedikit penasaran dengan siapa yang menghubungi perempuan itu pagi-pagi seperti ini.

“Ya, Kim Myungsoo! Kemana saja kau semalam?! Kenapa tidak menjawab teleponku?!”

Siwon tanpa sadar mendengus saat mengetahui siapa yang menghubungi istrinya itu. Dengan sedikit keras Siwon membuka pintu kamar dan segera keluar dari sana. Setelah menutup pintu kamar, sayup-sayup Siwon masih dapat mendengar suara Yongri.

“Kau mabuk? Seorang diri?!”

“Cih! Haruskah menghubungi saat hari masih pagi seperti ini?” Gerutu Siwon sembari menatap pintu kamar.

Siwon segera menuruni tangga karena tidak ingin mendengar sepasang kekasih itu saling mengkhawatirkan. Rasanya menggelikan mendengar istrinya mengkhawatirkan laki-laki lain dan ada laki-laki lain yang mengkhawatirkan istrinya.

Sesampainya di bawah, Siwon melihat Kiho yang sedang berada di taman belakang. Tanpa membuang waktunya, Siwon segera menghampiri pria itu. Kiho masih menggunakan jubah tidurnya dan sedang memberikan makanan pada burung-burung peliharaannya.

“Kau sudah bangun?” Ujar Kiho sembari menatap Siwon sekilas. Kemudian tampak terkejut saat melihat anaknya itu sudah rapi.

“Dan sudah rapi?!” Lanjut Kiho.

“Kenapa berlebihan sekali?” Dengus Siwon.

“Yah, kantor bahkan belum beraktivitas jika kau pergi sekarang.” Sindir Kiho.

“Aku akan mengantar Yongri pulang terlebih dahulu sebelum ke kantor.” Sahut Siwon.

“Tidak sarapan dulu?” Ujar Kiho menawarkan.

“Kau tau jika aku tidak pernah sarapan.”

“Tapi Hyemi–” Kiho menghentikan ucapannya saat tersadar bahwa ia menyebutkan nama yang tidak seharusnya disebutkan didepan Siwon.

Kiho berdehem pelan dan kembali memfokuskan dirinya pada burung-burung di dalam sangkar. Siwon berpura-pura tidak mendengar sebuah nama yang baru saja disebutkan oleh Kiho.

“Bagaimana rasanya?” Tanya Kiho tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.

“Apa?” Siwon mengambil makanan burung di tangan Kiho dan memberikannya pada burung di dalam sangkar.

“Tidur bersama Yongri di dalam kamar yang sama.” Ujar Kiho.

Siwon menatap Kiho dengan terkejut. Tidak menyangka jika pria itu akan menanyakan hal yang tidak seharusnya mereka bahas secara berdua. Lagipula itu masalah pribadi Siwon dan Yongri, kan?

“Biasa saja.” Ucap Siwon.

“Kami bahkan pernah melakukan yang lebih dari itu.” Gumam Siwon.

“Apa?!” Pekik Kiho terlihat sangat terkejut.

Kiho mengeluarkan tangannya dari dalam sangkar. Menutup pintu sangkar tersebut untuk mencegah burung didalamnya keluar. Kemudian Kiho menatap Siwon dengan wajah penuh rasa ingin tau.

“Apa maksudmu?” Tanya Kiho.

“Tidak ada.” Jawab Siwon acuh.

“Yah, kalian benar-benar melakukannya? Maksudku, hubungan suami istri. Kalian benar-benar melakukannya?” Desak Kiho.

“Kenapa kau berlebihan sekali, abeoji? Bukankah itu hal biasa yang dilakukan oleh sepasang suami istri?”

“Ya! Berbeda kasusnya dengan pernikahan kalian. Katakan padaku dengan lebih jelas! Kau benar-benar melakukannya?”

“Yah, saat itu kami sama-sama mabuk. Dan semuanya terjadi begitu saja.” Ucap Siwon dengan enggan.

Kiho terdiam beberapa saat seolah sedang mencerna ucapan Siwon. Namun beberapa saat kemudian, Kiho tertawa dengan sangat kencang. Tawa yang tidak dibuat-buat dan Kiho benar-benar terlihat sangat bahagia. Hingga membuat Siwon menatapnya dengan bingung.

“Apa sebentar lagi aku akan memiliki cucu?” Tanya Kiho setelah menghentikan tawanya. Siwon mendengus pelan.

“Sayangnya itu hanya harapanmu saja, abeoji.” Jawab Siwon.

“Yongri mendapatkan jadwal bulanannya yang sudah berarti bahwa tidak akan terjadi apapun akibat perbuatan kami saat itu. Dan jangan bemimpi aku dan Yongri akan melakukannya lagi. Karena kami sudah saling mewaspadai diri.” Kata Siwon membuat tawa Kiho benar-benar luntur.

Siwon menyadari perubahan raut wajah Kiho dan kembali mendengus.

“Jika kau memang sangat kecewa, kenapa kau tidak memiliki anak sendiri dari istrimu itu?” Ucap Siwon dan segera meninggalkan Kiho untuk masuk ke dalam rumah.

“Aish, anak itu.” Umpat Kiho sembari menatapnya dengan kesal.

——

“Sering-seringlah datang kemari, Yongri-ya. Seperti kata ibumu, aku bisa mengajarimu sesuatu. Seperti memasak makanan kesukaan Siwon.” Kata Hyemi sembari menatap Siwon.

Siwon segera mengalihkan pandangannya dan terlihat tidak peduli. Hyemi tersenyum kecil dan menatap Yongri. Yongri ikut tersenyum walaupun sedikit dipaksakan. Ia merasa tidak nyaman saat melihat Siwon yang lagi-lagi mengabaikan Hyemi.

“Ya, eommonim. Aku akan sering datang ke sini.” Ujar Yongri.

“Kau juga bisa datang ke kantor dan kita bisa minum teh bersama seperti waktu itu.” Timpal Kiho.

Siwon terlihat terkejut saat mendengar ucapan Kiho. Yongri dan Kiho minum teh bersama? Kapan? Kenapa Siwon tidak mengetahuinya? Dan kenapa Yongri tidak mengatakan apapun padanya?

Baiklah, mereka memang tidak sedekat itu untuk saling menceritakan kegiatan masing-masing.

“Aku pikir itu akan mengganggu pekerjaanmu, abeonim.” Ringis Yongri.

“Tentu saja tidak. Aku akan meluangkan waktu untuk menantuku.” Kata Kiho dengan yakin.

“Apa kami akan pergi ke luar negeri? Kenapa berlebihan sekali seperti ini?” Sindir Siwon.

Kiho dan Yongri menatap Siwon dengan kesal. Siwon menghela nafas panjang. Ada yang aneh disini. Tidakkah Kiho dan Yongri terlihat berada di pihak yang sama? Apa mereka bekerja sama untuk melawan Siwon? Yang benar saja!

“Baiklah, baiklah, terserah kalian saja. Aku akan menunggu di mobil.” Kata Siwon sembari membuka pintu rumah dan bersiap keluar.

SURPRISE!!!!”

Semua yang ada di sana terlihat terkejut saat mendengar suara perempuan yang berteriak. Mata mereka serempak membulat ketika perempuan itu tiba-tiba saja melompat ke dalam pelukan Siwon. Tubuh Siwon hanya dapat terdiam kaku saat mendapatkan sebuah pelukan erat.

Keterkejutan Yongri tidak bertahan lama. Karena setelahnya perempuan itu merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya.. Ia merasa kesal, marah, dan tidak suka saat melihat ada perempuan lain yang sedang berada di dalam pelukan suaminya itu.

Siapa perempuan itu?

——

–To Be Continued–

HAI!

Aku membawa kembali lanjutan FF ini. Semoga kalian semakin antusias, ya. Walaupun commentnya agak seret, tapi aku akan terus lanjutin Ffnya^^

Aku mau ngucapin SELAMAT TAHUN BARU 2017!!!!!! Terima kasih untuk readers semua yang membuat tahun 2016 aku lebih berwarna karena comment-comment kalian. Terima kasih untuk semua masukan maupun kritikan yang membuat aku menjadi lebih baik dalam menulis FF. Semoga tahun 2017 menjadikan kita seseorang yang lebih baik dan lebih berguna. Dan semoga peminat FF semakin banyak. AMIN!

Happy reading~

BYE~

Advertisements

77 thoughts on “The One and Only – Part 6

  1. Mungkin emng bner Hyemi bukan ibunya Siwon. Tpi knp juga Siwon harus ngga sopan gitu, agak meringis juga pas Siwon ngmong Hyemi itu cuman mau harta bapanya pdhal diliat dri sikapnya Hyemi ke Siwon dia baik bgt.

    Myungsoo ngga akan macem2 sma Yongri kan? Kali aja dia punya pikiran mau ngrebut Yongri dri Siwon. Antara Siwon ama Yongri udh ada rasa2 cinta tpi Siwon bakalan salah paham klo msih ngira Yongri itu pacarnya Myungsoo.

    Siapa perempuan itu? Siwon aja kaget pas ngliatnya. Siwon ngerasa sakit ditinggal perempuan itu ibunya kan, bukan cewe yg dia sukai?? Next authorr,,, makin gregetan ama mereka. 😀 fighting and happy new year to :* 😀

  2. surprise apa? siapa itu?
    hahh pensran sama kisah masalalu siwon hyemi? ada apa sbnernya sampe sampe siwon sperti itu
    bhkan liat aja ogah bnget
    udah mulai saling suka nih hehe tp knpa masih pda dingin bgtu sih ayolah berbaikkan hehe

  3. Hmmm… Hyemi mungkin bkan ibu kandung Siwon.. mkanya Siwon begitu…
    Ciee perhatian bgt sih, pindahin Yongri ke kasur..
    Kyanya udah saling ga suka lhat lawan jenis dtang ke kehidupan kalian ya….
    Siwon ke Myungsoo…
    Yongri ke….. siapa tuh cewek…?? jgn bilang mantan pacar Siwon.. huuhhh ganggu aja dh…
    Lanjut… Gomawo 😊

  4. Ini telat bngt ya hahahh udh lama ga main d blog ini tau” udh ketinggalan 2chap hihi
    Makin seru ajh,penasaran siapa perempuan yg meluk siwon??? Cie ada yg cemburu nih hahahah
    Lanjut ahhhh

  5. Siapa? Udh ada rasa lho ini, cuma blm pd sadar aja. Harus disadarkan ini mah! Takut aja ntar muncul hal” aneh yg ngerusak hubungan mereka

  6. hyemi itu ibu tiri siwon ya.. tapi kenapa segitu bencinya siwon sama hyemi apa hyemi itu mantan pacarnya.. siapa lagi cewek yg meluk siwon itu.. ?

  7. Siapa yg baru datang??? Saingan cinta yongri ya???
    Terus hyemi itu ibu kandung atau ibu tirinya siwon ya?? Kok dia benci sekali dengan ibu dan mengacuhkan hyemi seperti itu. Bahkan kiho tak bisa berbuat apa2 untuk membela hyemi. .

  8. Yaaak nuguseyo??? yongri cemburu ya kkk senengnya 🙂 kasian hyemi 😦 meskipun cuma ibu tiri tapi baik 🙂 kenapa siwon benci banget 😥

  9. Akhirnya nemu juga FF lanjutannya ini, si Siwon ama Youngri selalu menggemaskan .. mereka juga saling perduli dengan cara mereka hahha cute

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s