Love in Friendship – Part 10 END

PicsArt_08-31-02.53.43

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

Yongri menuruni taksi dengan terburu-buru sembari merapatkan jaket yang dipakainya. Setelahnya ia segera berlari memasuki rumah sakit. Mengabaikan tatapan orang-orang yang menatapnya dengan keingintahuan.

Yongri tidak bisa berpikir dengan baik saat ini. Ketika Donghae menghubunginya dan mengatakan bahwa Siwon jatuh dan berada di rumah sakit, Yongri sudah tidak bisa memikirkan apapun.

Yang Yongri tau, tubuhnya seolah bergerak sendiri untuk berlari, berlari dan terus berlari hingga sampai di rumah sakit. Ia bahkan mengabaikan rasa pusing dikepalanya. Yongri tidak memiliki waktu untuk memikirkan dirinya, di saat ia tidak tau bagaimana keadaan Siwon sekarang.

“Yongri-ya!” Hyukjae yang lebih dulu menyadari kedatangan Yongri segera memanggilnya.

Yongri segera menghampiri mereka yang terlihat sama khawatirnya seperti Yongri. Ia memegang lengan Hyukjae sembari menetralkan nafasnya yang terengah.

“Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali.” Ujar Kyuhyun khawatir.

“Bagaimana keadaan Siwon?” Tanya Yongri mengabaikan pertanyaan Kyuhyun.

“Dokter sedang menanganinya di dalam. Kita harus menunggu.” Jawab Donghae. Yongri meringis dan terlihat benar-benar khawatir.

Yongri menemukan Sihoon yang sedang bersandar di dinding sembari memejamkan matanya. Laki-laki itu sepertinya terlihat sama khawatirnya saat ini. Walaupun Siwon dan Sihoon sempat terlibat perkelahian, mereka tetaplah saudara kandung.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Siwon bisa terluka seperti ini?” Tanya Yongri lagi.

“Itu–” Hyukjae terlihat bingung untuk menjawabnya.

Laki-laki itu mengalihkan pandangannya, membuat Yongri mengikuti kemana mata Hyukjae memandang. Dan Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat kehadiran Hani di sana. Yongri benar-benar tidak menyadari kehadiran perempuan itu sebelumnya.

Yongri memicingkan matanya saat melihat Hani yang tampak ketakutan. Belum lagi ada noda darah pada seragam yang digunakan oleh Hani.

“Apa yang–“

“Hani bersama Siwon saat Siwon jatuh dari tangga.” Jelas Kyuhyun memotong pertanyaan Yongri.

“A–apa?” Yongri menatap Kyuhyun dengan ketidakpercayaan. Namun wajah Kyuhyun terlihat sangat serius.

Yongri kembali menatap Hani dengan marah. Gadis itu segera menghampiri Hani dan mencengkram seragam yang digunakan Hani. Membuat Hani serta teman-teman Yongri terlihat sangat terkejut.

“Apa yang kau lakukan pada Siwon?! Apa yang kau lakukan PADANYA?!” Teriak Yongri.

Teman-teman Yongri segera mendekati gadis itu. Sedangkan Sihoon hanya menatap mereka tanpa berniat untuk ikut campur. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Siwon saat ini.

“Yongri-ya, tenanglah.” Kata Donghae sembari mencoba melepaskan cengkraman Yongri pada Hani.

“Lepaskan aku!” Yongri menepis tangan Donghae.

“Tidak cukupkah kau melukaiku hingga kau harus melukai Siwon? Apa kau benar-benar ingin menjadi seorang pembunuh?!” Jerit Yongri.

“A–aku..a–aku t–tidak s–se–sengaja.” Kata Hani dengan terbata.

“Kau pikir aku percaya padamu?! Kau pikir aku akan percaya pada iblis seperti dirimu?!” Yongri mendorong tubuh Hani ke dinding.

“Tenanglah, Yongri-ya.” Kyuhyun menarik Yongri untuk menjauh dari Hani. Namun Yongri lagi-lagi menepisnya.

Mereka tau bahwa Yongri bukanlah gadis manja. Gadis itu suka berkelahi dan terkenal tidak takut pada apapun. Namun melihat Yongri yang sangat marah seperti ini, adalah hal baru untuk mereka.

“Apa kau begitu menyukai Sihoon, huh? Kau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Sihoon?!”

“Ti–tidak, Yongri-ya. A–aku sungguh tidak bermaksud mendorongnya. A–aku h–hanya sedang marah lalu–“

“Kau mendorongnya.” Kata Yongri menyela ucapan Hani. Hani terdiam sembari menatap Yongri. Wajah perempuan itu basah oleh airmata.

“Siwon mengatakan sesuatu yang membuatmu marah dan kau mendorongnya.” Lanjut Yongri seolah dapat menebak apa yang terjadi.

“Hentikan.” Sihoon yang sedari tadi hanya diam akhirnya berbicara.

Sihoon menghampiri Yongri dan menarik bahu gadis itu untuk menjauhi Hani. Yongri mencoba memberontak namun Sihoon tidak membiarkan Yongri melakukannya. Sihoon tidak ingin terjadi keributan yang lebih besar jika ia membiarkan Yongri berada di dekat Hani.

“Aku akan membunuhmu jika terjadi apa-apa pada Siwon.” Ancam Yongri pada Hani.

Sihoon yang mendengar ancaman itu merasa terluka. Ia dapat melihat bagaimana kekhawatiran Yongri pada Siwon. Kekhawatiran seorang perempuan kepada laki-laki. Bukan sebagai sahabat. Tentu saja Sihoon dapat menyadari itu.

Bersamaan dengan itu, dokter yang menangani Siwon keluar dari ruangan Unit Gawat Darurat. Mereka semua–kecuali Hani–mendekati dokter tersebut.

“Bagaimana keadaan adik saya, dok?” Tanya Sihoon. Dokter menatap Sihoon dan tersenyum.

“Tidak ada yang serius padanya. Kakinya hanya terkilir dan kepalanya yang terbentur lantai sedikit sobek. Saya sudah menjahit luka dikepalanya serta memperban pergelangan kakinya.” Jelas dokter tersebut. Semua yang mendengar terlihat sangat lega. Tidak ada yang serius pada luka Siwon, itu yang terpenting.

“Saat ini pasien masih dalam keadaan tidak sadar akibat obat bius. Dalam waktu satu jam lagi ia akan tersadar. Kami akan memindahkannya ke kamar rawat.” Ujar dokter.

“Tidak akan ada efek apapun padanya setelah ini ‘kan, dok?” Tanya Yongri.

“Tidak ada, nona.” Jawab dokter.

“Ia masih bisa bermain basket, kan? Karena sebentar lagi kami harus mengikuti pertandingan.” Kata Donghae.

“Tentu saja bisa. Ini hanya luka ringan. Dalam waktu satu minggu ke depan luka pasien akan  sembuh jika ia beristirahat secara total.” Ucap dokter.

Kembali terdengar helaan nafas lega dari mereka, tak terkecuali Hani. Ia benar-benar takut terjadi apapun pada Siwon akibat perbuatannya. Walaupun sebenarnya Hani tidak benar-benar ingin mendorong Siwon. Ia tidak sengaja melakukannya karena emosi.

“Terima kasih banyak, dok.” Kata Sihoon.

“Sama-sama. Saya permisi.” Balas dokter sembari tersenyum. Mereka membungkukkan badan mengantar kepergian dokter.

“Siwon baik-baik saja, tenanglah.” Kata Donghae sembari mengusap bahu Yongri.

Kyuhyun memukul pelan lengan Sihoon untuk menenangkan laki-laki itu. Sihoon menatap Kyuhyun dan tersenyum kecil.

Yongri menoleh ke belakang dan menatap Hani dengan tajam. Ia meninggalkan teman-temannya dan mendekati Hani. Yongri mendorong bahu Hani hingga membuat perempuan itu terkejut.

“Pergilah! Tidak ada yang membutuhkan kehadiranmu disini.” Usir Yongri.

“Yong–Yongri-ya, aku b–bersungguh-sungguh bahwa aku t–tidak dengan sengaja mendorong Siwon.” Kata Hani dengan wajah yang memelas.

“Simpan pembelaanmu itu saat di depan Kepala Sekolah nanti.” Sahut Yongri.

“Cukup, Yongri-ya. Pulanglah, Hong Hani. Kau sudah mendengar bahwa Siwon baik-baik saja. Aku pastikan bahwa Siwon tidak akan memperpanjang masalah ini.” Ujar Sihoon yang berdiri di samping Yongri.

Yongri menatap Sihoon dengan pandangan protes. Tentu saja Yongri tidak setuju jika Hani dilepaskan begitu saja dari perbuatannya yang satu ini. Walaupun Siwon baik-baik saja, apa yang dilakukan Hani tetap salah, kan?

“Sihoon-ah..”

“Aku yakin bahwa Siwon memikirkan hal yang sama denganku. Hani tidak sengaja melakukannya.” Kata Sihoon pada Yongri.

“Tapi–“

“Ini semua salahku. Jika Hani tidak menyukaiku, ia tidak akan melakukan ini semua. Semua salahku karena aku tidak bisa membalas perasaannya.” Sihoon menyela ucapan Yongri.

Hani menundukkan kepalanya dan airmatanya kembali membasahi wajahnya. Ia tidak menyangka jika Sihoon mau membelanya, di saat Hani sudah mencelakai keluarganya. Hani benar-benar merasa menyesal atas apa yang dilakukannya.

“Karena itu sekarang pergilah, Hong Hani. Aku tidak ingin terjadi keributan di rumah sakit.” Kata Sihoon menatap Hani. Hani menganggukkan kepalanya dan langsung berbalik untuk meninggalkan rumah sakit.

“Aku tau bahwa kau mengkhawatirkan Siwon, tetapi aku harap kau bisa melihat penyesalan dimatanya. Aku rasa dia tidak benar-benar ingin mendorong Siwon.” Ucap Sihoon.

“Aku adalah salah satu korban yang dilukai oleh Hani. Aku tau apa yang ada dipikirannya.” Balas Yongri. Sihoon tersenyum kecil.

“Itu karena dia membencimu. Tetapi Hani tidak memiliki alasan untuk membenci Siwon. Bukan begitu?” Kata Sihoon membuat Yongri berpikir.

“Yang terpenting Siwon baik-baik saja. Jangan memikirkan apapun lagi.” Sihoon mengusap kepala Yongri. Yongri terlihat salah tingkah sebelum akhirnya mengangguk.

——

“Kau baik-baik saja?” Tanya Sihoon pada Siwon yang duduk bersandar bantal di atas tempat tidur.

“Emm, aku baik-baik saja.” Jawab Siwon. Sihoon menganggukkan kepalanya.

“Apa-apaan ini? Apa teman-teman tidak ada yang datang dan mengkhawatirkanku?” Tanya Siwon saat hanya ada Sihoon di dalam ruang rawatnya.

Sihoon tampak tersenyum kecil saat mendengar pertanyaan Siwon. Siwon merasa canggung karena harus bersama dengan Sihoon berdua saja. Mengingat pertemuan terakhir mereka tidak bisa di katakan baik-baik saja.

“Mereka semua ada di luar. Dan tentu saja mereka sangat mengkhawatirkanmu.” Kata Sihoon.

“Kenapa mereka tidak masuk?”

“Aku yang memintanya.”

“Kenapa?” Siwon menatap Sihoon dengan bingung.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Terdengar helaan nafas panjang dari Siwon.

“Jika kau hanya ingin mengajakku berkelahi lagi, maaf saja. Aku tidak bisa melakukannya sekarang. Kau bisa melihat apa yang terjadi pada kepala dan kakiku. Aku pasti kalah.” Ujar Siwon. Sihoon mendengus pelan.

“Tanpa kau seperti ini pun, kau tetap kalah berkelahi denganku. Saat itu kau bahkan tidak melakukan perlawanan sama sekali.” Balas Sihoon.

“Itu karena aku merasa bersalah padamu.” Gumam Siwon. Sihoon kembali tersenyum kecil.

“Aku minta maaf karena sudah memukulmu.” Sesal Sihoon. Siwon dapat melihat penyesalan pada wajah kembarannya itu.

“Aku sudah memutuskan untuk menyerah pada Yongri.” Siwon tidak dapat menutupi keterkejutannya saat mendengar ucapan Sihoon.

“Kenapa terkejut seperti itu? Seharusnya kau merasa senang karena kau sudah tidak memiliki saingan lagi.” Canda Sihoon.

Ia hanya ingin mencairkan suasana kaku di antara dirinya dan Siwon. Sayangnya Siwon hanya diam saja dan tidak merasa bahwa candaan Sihoon lucu. Siwon merasa perasaannya campur aduk saat ini. Mungkin ia merasa senang, tetapi Siwon merasa sedih di saat bersamaan.

“Kenapa kau melakukannya?” Tanya Siwon pelan. Sihoon menghela nafas panjang.

“Aku hanya terlambat menyadari satu hal.” Jawab Sihoon. Siwon menatap Sihoon dengan pandangan bertanya.

“Kau sudah menyukai Yongri sejak lama.” Kata Sihoon. Alis Siwon bersatu menandakan bahwa laki-laki itu memikirkan ucapan Sihoon dengan keras.

“Mungkin juga kalian berdua sudah saling menyukai sejak lama. Hanya saja, selama ini tidak ada orang lain yang masuk ke dalam kehidupan kalian. Sehingga kalian tidak menyadari bahwa itu adalah perasaan suka. Kau berpikir bahwa Yongri selamanya akan bersamamu, begitu pun sebaliknya.”

“Namun ketika aku datang, semua berubah. Saat itulah kalian merasakan perasaan yang selama ini tidak pernah kalian sadari. Kalian mulai merasakan perasaan takut akan kehilangan, perasaan cemburu dan perasaan suka antara lawan jenis.” Jelas Sihoon.

Siwon tampak memikirkan semua penjelasan Sihoon. Seperti itukah? Benarkah yang Sihoon katakan? Semua yang Sihoon katakan terdengar masuk akal untuk Siwon.

“Karena itulah aku tidak ingin mengganggu hubungan kalian.” Lanjut Sihoon. Siwon menatap Sihoon dengan cemas.

“Apa kau akan kembali ke Amerika?” Tanya Siwon. Sihoon tidak dapat menahan tawanya.

“Tentu saja tidak. Kenapa aku harus kembali ke sana? Di saat aku memiliki banyak teman disini. Serta kembaran yang setiap saat ada untukku.” Jawab Sihoon. Siwon terlihat lega.

“Perjuangkan saja Yongri dan jangan pikirkan aku.” Ucap Sihoon. Siwon tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.

“Bagaimana bisa aku memperjuangkannya? Yongri tidak menyukaiku. Dia bahkan sedang sangat marah padaku saat ini.” Kata Siwon sedih.

“Marah? Dia sangat khawatir padamu. Kekhawatirannya melebihi kekhawatiranku padamu. Asal kau tau, dia bahkan hendak memukul Hani karena sudah membuatmu celaka.” Ucapan Sihoon membuat mata Siwon melebar.

“Dia satu-satunya yang melakukan protes saat aku meminta mereka menunggu di luar.” Kata Sihoon dengan geli.

Siwon sedikit tidak mempercayai ucapan Sihoon, namun ia juga merasa geli saat mendengar cerita laki-laki itu.

“Aku akan menyuruhnya masuk.” Kata Sihoon sembari berdiri. Ia menepuk pelan bahu Siwon sebelum melangkah meninggalkan ruang rawat Siwon.

“Oh ya, aku harap kau tidak memperpanjang masalah ini. Hani melakukannya semua ini karena dia menyukaiku. Dia juga terlihat sangat takut saat kau berada di ruang UGD. Dia sudah mendapatkan cukup hukuman dengan merasa ketakutan.” Kata Sihoon.

“Apa kau bisa menjamin bahwa dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk lagi pada Yongri?” Tanya Siwon.

“Sepertinya aku bisa. Aku dapat melihat penyesalan dalam matanya.” Jawab Sihoon. Siwon menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.

“Baiklah.”

Sihoon ikut menganggukkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya.

“Sihoon-ah..” Panggil Siwon. Sihoon kembali menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Terima kasih.” Kata Siwon. Sihoon tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

——

Yongri terlihat sangat lega ketika melihat Sihoon keluar dari ruang rawat Siwon. Ia ingin cepat-cepat bertemu Siwon dan memastikan bahwa laki-laki itu baik-baik saja. Yongri segera mendekati Sihoon setelah laki-laki itu menutup pintu.

“Aku bisa masuk sekarang?” Tanya Yongri.

“Masuklah. Siwon menunggumu.” Jawab Sihoon.

“Teman-teman, kalian bersedia menunggu sedikit lebih lama, kan? Aku rasa Siwon dan Yongri membutuhkan waktu untuk berbicara.” Ujar Sihoon.

“Tentu saja. Yang penting bahwa kami sudah mengetahui jika Siwon baik-baik saja.” Sahut Hyukjae.

“Masuklah, Yongri-ya. Kami akan menunggu disini.” Timpal Kyuhyun. Yongri mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar rawat Siwon.

Sihoon tersenyum saat melihat Yongri masuk ke dalam kamar tanpa berniat menutup pintunya. Membuat Sihoon akhirnya menutup pintu dan membiarkan mereka berbicara secara pribadi.

——

Yongri berlari kecil menghampiri Siwon dan memeluk laki-laki itu dengan erat. Membuat Siwon yang mendapat pelukan tentu saja merasa terkejut. Ia pikir mereka akan berada dalam suasana canggung. Tetapi apa yang dilakukan Yongri saat ini benar-benar di luar perkiraan Siwon.

Setelah merasa puas, Yongri melepaskan pelukannya. Kemudian gadis itu memukul bahu Siwon dengan keras. Membuat Siwon mengaduh kesakitan. Baiklah, Siwon benar-benar tidak bisa membaca pikiran Yongri saat ini.

“Dasar bodoh! Kau pikir apa yang kau lakukan, huh?! Kenapa kau tidak hati-hati?! Bagaimana jika kakimu patah dan kau tidak bisa ikut pertandingan basket?!” Omel Yongri dengan suara keras.

“Aku–“

“Siapa yang mengizinkanmu berbicara dengan Hani?! Dia adalah perempuan berbahaya seharusnya kau tau itu!! Kau tidak boleh berbicara dengannya, Choi Siwon!” Yongri seakan tidak mengizinkan Siwon berbicara.

“Dengar–“

“Apa yang harus aku dengar?! Yah, seharusnya kau bersyukur karena kakimu hanya terkilir. Tidak, seharusnya kakimu patah saja biar kau tau rasa.”

“Ya!” Siwon merasa kesabarannya habis. Yongri terdiam mendengar bentakan Siwon.

“Pertama, bagaimana bisa kau memukul seorang pasien yang sedang terluka?”

“Itu–“

“Kedua, darimana aku tau jika Hani adalah perempuan berbahaya? Kau bahkan tidak mengatakan padaku jika Hani melukaimu.”

“Ketiga, teman seperti apa yang mendoakan kaki temannya patah sehingga tidak bisa ikut pertandingan basket?!”

“Salahmu sendiri.” Gumam Yongri.

Siwon menghela nafas dan menarik Yongri untuk duduk di tepi tempat tidur. Yongri hanya mengikuti apa yang dilakukan Siwon.

“Seharusnya kau mengatakan padaku jika Hani yang melakukan semuanya.” Kata Siwon dengan pelan.

“Aku takut hal seperti ini terjadi padamu jika aku mengatakannya. Lihat, bahkan ketika aku tidak mengatakannya, kau sudah mengalami kejadian ini. Kau seharusnya lebih hati-hati. Apa kau tidak memikirkan perasaan ibumu jika dia tau? Kami belum memberitahunya karena takut ia khawatir.” Ucap Yongri.

“Maaf, jika aku tidak hati-hati. Aku hanya tidak bisa membiarkan seseorang yang sudah melukaimu, terlihat tidak bersalah sama sekali.”

“Aku baik-baik saja, Siwon-ah. Kau tau bahwa aku bukanlah perempuan manja. Walaupun dia melukaiku, kau tidak berpikir bahwa aku tidak membalasnya, kan? Kau lihat sendiri bahwa saat itu aku menamparnya.”

“Menamparnya tidak akan membuat dia berhenti melakukan kejahatan, Yongri-ya.”

“Tapi–“

“Apa kau akan terus berdebat denganku?” Tanya Siwon membuat Yongri kembali terdiam.

“Kau baik-baik saja? Aku dengar dari Yongjae bahwa kau sakit. Aku tidak bisa menemuimu karena eommonim melarangku.” Ucap Siwon.

“Aku baik-baik saja.” Balas Yongri.

Siwon menarik Yongri ke dalam pelukannya. Membuat mata Yongri melebar. Siwon tidak mengatakan apa-apa dan langsung memeluknya begitu saja. Bahkan pelukannya terasa sangat erat menurut Yongri.

“Aku merindukanmu.” Bisik Siwon.

“Siwon-ah..”

Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Yongri dengan serius. Membuat Yongri salah tingkah. Namun Yongri tetap berusaha membalas tatapan Siwon.

“Kau masih ingat tentang apa yang aku katakan waktu itu, kan?” Tanya Siwon. Tanpa sadar Yongri meremas ke sepuluh jarinya.

“Aku menyukaimu, Yongri-ya. Aku tidak ingin menutupi perasaanku lagi. Aku ingin mengubah hubungan kita menjadi sepasang kekasih. Aku ingin–“

“Siwon-ah.” Yongri memotong ucapan Siwon.

“Tidak bisakah kita terus menjalani hubungan seperti ini hingga nanti?” Pinta Yongri.

Siwon tidak dapat menutupi rasa kecewanya atas ucapan Yongri. Yongri tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.

“Aku akui bahwa akhir-akhir ini aku berdebar karena dirimu. Saat berada di dekatmu, saat mendapat perhatian darimu. Dan..saat kau menciumku.”

“Ketika kau menciumku, aku merasa sangat marah. Tetapi jantungku juga berdetak dengan sangat cepat di saat bersamaan. Aku terus bertanya-tanya, apakah aku menyukaimu?”

“Ya, kau menyukaiku.” Sela Siwon.

“Tetapi semua ini terlalu cepat, Siwon-ah. Aku sudah terbiasa bersamamu sebagai seorang sahabat. Bagaimana bisa kita mengubah hubungan ini menjadi lebih dari sahabat?” Ucap Yongri.

“Serahkan saja padaku. Kau cukup menerima apapun yang aku lakukan padamu.” Kata Siwon.

“Bagaimana jika kita bertengkar kemudian kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita?” Tanya Yongri.

“Aku berjanji tidak akan memutuskanmu.” Jawab Siwon.

“Suatu hubungan tidak terjalin hanya karena sebuah janji, Siwon-ah.” Sahut Yongri. Siwon kembali terdiam.

“Jika kita benar-benar menjadi sepasang kekasih, kita mungkin saja bisa putus dan menjadi orang asing. Aku tidak mau kehilanganmu, Siwon-ah.” Ujar Yongri.

“Lalu, kau akan menolakku?” Tanya Siwon dengan wajah cemberut.

“Aku tidak akan menerimamu ataupun menolakmu.” Jawab Yongri.

“Kita jalani saja hubungan kita yang seperti ini. Seiring berjalannya waktu, kita akan sama-sama melihat apakah perasaan kita saat ini akan tetap ada dan bertambah. Atau justru berkurang dan perlahan menghilang. Saat itu, kita sudah lebih dewasa dan bisa berpikir dengan lebih baik.” Jelas Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya dan terlihat tidak setuju dengan apa yang dikatakan Yongri. Ia merasa Yongri tidak mempercayai perasaannya saat ini. Padahal Siwon bersungguh-sungguh bahwa ia menyukai Yongri.

“Lihatlah, bahkan sekarang kau sudah marah padaku. Kita mungkin akan benar-benar putus dengan cepat jika menjadi sepasang kekasih.” Canda Yongri. Siwon mendelik tajam pada gadis itu.

“Jangan marah, eo? Aku hanya ingin menjalin hubungan yang lebih serius denganmu saat kita sudah lebih dewasa. Jika kau memang benar-benar menyukaiku, kau hanya perlu menjaga perasaanmu.” Kata Yongri.

Siwon menghela nafas dan mulai bisa menerima ucapan Yongri. Lagipula bukankah lebih baik seperti ini daripada Yongri benar-benar menolaknya? Mereka mungkin akan menjalani hubungan yang canggung ke depannya nanti.

“Saat ini, aku benar-benar hanya ingin berteman denganmu, Sihoon serta teman kita yang lainnya. Aku ingin masa-masa SMA menjadi masa-masa terindah di dalam hidupku.” Lanjut Yongri.

“Kau mengatakan ini bukan untuk menerima perasaan Sihoon, kan?” Tuduh Siwon.

Yongri menghela nafas dan menatap Siwon dengan kesal.

“Apa lebih baik aku menolak perasaanmu saja, ya?” Gumam Yongri.

“Tidak. Tidak. Aku hanya bercanda.” Sahut Siwon dengan panik.

“Berhentilah kekanak-kanakkan dan cepatlah sembuh.” Kata Yongri.

“Jika kau merawatku dengan baik, aku akan sembuh dengan cepat.” Ucap Siwon.

“Cih!” Cibir Yongri dan keduanya tertawa bersama.

——

“Masuklah.” Kata Yongri pada teman-temannya.

Teman-temannya terlihat senang karena mereka sudah tidak sabar untuk bertemu Siwon. Yongri tersenyum dan membiarkan mereka masuk ke dalam kamar rawat Siwon.

Saat melihat Sihoon yang juga hendak masuk, Yongri menahan lengannya. Membuat Sihoon menghentikan langkahnya dan menatap Yongri dengan bingung.

“Apa kita bisa bicara sebentar?” Tanya Yongri.

“Sekarang?” Tanya Sihoon memastikan.

Yongri mengangguk. Sihoon menatap ke dalam dan melihat Siwon serta teman-temannya sedang bercanda satu sama lain. Laki-laki itu menghela nafas dan menatap Yongri sembari tersenyum.

“Baiklah.” Kata Sihoon dan menutup pintu kamar.

Keduanya mengambil tempat duduk yang berada di depan kamar rawat Siwon. Sihoon tampak menatap ke sekeliling sembari menunggu Yongri bersuara.

Sedangkan Yongri menundukkan kepalanya sembari memikirkan kata-kata yang harus diucapkannya untuk memulai pembicaraan. Saat mengatakan semua yang ada di dalam pikirannya kepada Siwon tadi, Yongri tidak merasa tertekan.

Namun saat ingin mengatakannya pada Sihoon, Yongri terlihat bingung dan tertekan. Ia hanya tidak ingin apa yang dikatakannya ini menyinggung dan melukai perasaan Sihoon. Walaupun Yongri tau, selembut apapun kata-kata yang diucapkannya, Sihoon tetap akan terluka.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Sihoon yang mulai tidak sabar menunggu.

“Itu..” Yongri terlihat terkejut mendengar pertanyaan Sihoon.

“Ada apa? Wajahmu terlihat serius sekali?” Sihoon terlihat khawatir.

“Aku..aku ingin minta maaf.” Ucap Yongri pelan. Dahi Sihoon berkerut mendengar ucapan Yongri.

“Apa kau mencuri uangku?” Tanya Sihoon.

“Apa?” Yongri mengangkat kepalanya dan menatap Sihoon. Sihoon tertawa pelan.

“Apa yang sudah kau lakukan padaku? Kenapa kau minta maaf?” Sihoon tidak dapat menyembunyikan rasa gelinya. Melihat Sihoon yang tampak santai, membuat rasa tertekan Yongri tampak berkurang.

“Tentang perasaanmu padaku..” Yongri sengaja menggantungkan ucapannya.

Yongri ingin melihat reaksi Sihoon terlebih dahulu. Tidak ada reaksi berlebihan yang diberikan oleh Sihoon. Laki-laki itu hanya terlihat menunggu lanjutan ucapan Yongri.

“Aku ingin menjawabnya sekarang.” Lanjut Yongri.

“Aku sudah tau jawabannya.” Sahut Sihoon. Yongri tidak dapat menahan matanya yang melebar. Sihoon tersenyum.

“Kau tidak perlu mengatakan apapun, karena aku sudah mengetahuinya. Yah, aku tidak tega melihat wajah tertekanmu itu.” Keluh Sihoon.

“Kau benar-benar mengetahuinya?” Tanya Yongri. Sihoon mengangguk.

“Kau tidak menyukaiku dan kau hanya ingin berteman denganku.” Kata Sihoon masih dengan tersenyum.

“Darimana kau..tau?” Tanya Yongri bingung.

Sihoon menghela nafas dan menatap ke depan.

“Sebenarnya aku terlalu lelah untuk mengulangi apa yang sudah aku katakan pada Siwon. Tetapi aku takut kau akan terus merasa tertekan jika tidak aku katakan.” Ujar Sihoon. Yongri hanya diam saja seolah menunggu ucapan Sihoon.

“Kalian sudah saling menyukai sejak lama. Hanya saja kalian tidak menyadarinya karena tidak pernah ada laki-laki lain atau pun perempuan lain di dekat kalian. Sehingga kalian tidak perlu merasa takut kehilangan. Lalu, ketika aku datang, kalian mulai menyadari perasaan masing-masing.” Jelas Sihoon.

Yongri tampak memikirkan penjelasan Sihoon. Apakah benar dirinya sudah menyukai Siwoni sejak lama? Yongri tidak pernah menyadari itu. Hanya saja, Yongri tanpa sadar memang menginginkan seorang kekasih seperti Siwon. Apakah itu berarti ia memang sudah menyukai Siwon sejak lama?

“Karena itu, aku sudah mengatakan pada Siwon bahwa aku akan menyerah padamu. Aku tidak ingin menjadi penghalang di antara kalian.” Lanjut Sihoon.

“Penghalang?” Gumam Yongri.

“Terimalah Siwon dan jangan pikirkan aku.” Kata Sihoon.

“Tidak.” Sahut Yongri membuat Sihoon terkejut.

“Aku dan Siwon sudah sepakat untuk tetap menjadi sahabat.”

“Kenapa? Bukankah kalian saling menyukai?”

“Kami mungkin memang saling menyukai.” Ucap Yongri sembari tersenyum.

“Tetapi aku merasa kami sama-sama belum dewasa untuk menjadi sepasang kekasih.  Semuanya tidak akan sama lagi ketika kami menjadi sepasang kekasih. Dan sejujurnya aku belum mampu menerima perubahan itu. Untuk saat ini, aku hanya terlalu nyaman bersahabat dengan Siwon.”

“Kau tidak menyesal?” Tanya Sihoon.

“Menyesal untuk apa? Suatu saat nanti, jika Siwon memang jodohku, kami akan tetap bersama, kan?” Jawab Yongri.

“Bagaimana jika Siwon menyukai perempuan lain suatu saat?” Tanya Sihoon lagi.

“Bukankah itu berarti kami memang tidak ditakdirkan bersama? Aku mungkin akan terluka, tetapi semuanya lebih baik daripada aku harus putus dengannya dan merelakannya untuk perempuan lain.” Kata Yongri dan menatap Sihoon dengan tersenyum. Sihoon ikut tersenyum saat melihat gadis itu tersenyum.

“Boleh aku jujur akan satu hal padamu?”

“Apa?” Tanya Yongri.

“Awalnya aku pikir aku akan terluka saat melihat kau dan Siwon bersama. Dan aku juga sudah menyiapkan hatiku untuk itu. Tetapi ketika mendengar ucapanmu barusan, jujur saja aku merasa senang dan lega.” Ucap Sihoon.

“Terima kasih.” Kata Sihoon dengan bersungguh-sungguh sembari mengacak rambut Yongri. Yongri mengangguk dan kembali tersenyum.

“Kau tidak akan kembali ke Amerika, kan?” Tanya Yongri sedikit cemas.

“Kenapa kau dan Siwon menanyakan hal yang sama? Apa kalian sangat menginginkan aku kembali ke Amerika?” Tanya Sihoon pura-pura kesal.

“Bukan seperti itu, Sihoon-ah. Aku justru menginginkan kau tetap di sini. Tetapi semua keputusan ada padamu.” Kata Yongri dengan pelan. Sihoon tersenyum.

“Aku tidak akan kemana-mana, Choi Yongri. Aku akan tetap disini.” Jawab Sihoon membuat Yongri merasa lega.

Sihoon kembali mengusap kepala Yongri. Walaupun sulit, Sihoon akan berusaha untuk menghilangkan rasa sukanya pada Yongri. Ia tidak ingin mereka menjalani hubungan yang tidak nyaman.

Walaupun Yongri mengatakan bahwa ia tidak menerima perasaan Siwon, Sihoon tau bahwa tidak akan pernah ada kesempatan untuk dirinya. Karena Sihoon tidak ingin keegoisan kembali menguasainya, akan lebih baik jika ia menghapus perasaannya pada Yongri.

——

“Kau tau, Kyuhyun sudah berpikir bahwa ia akan menggantikan dirimu untuk menjadi Ketua Tim basket.” Canda Hyukjae.

“Ya! Kapan aku melakukannya?!” Bantah Kyuhyun membuat semuanya tertawa.

“Sialan, berarti kau mendoakanku terluka parah?!” Ucap Siwon pura-pura kesal.

“Yah, kau percaya dengan ucapan Hyukjae? Dia adalah laki-laki permbohong nomor satu.”

“Bisa saja kau melakukannya. Yongri saja mendoakan agar kakiku patah.” Keluh Siwon.

“Mungkin Yongri yang ingin menggantikan posisimu menjadi ketua tim.” Sahut Sihoon membuat tawa mereka semakin keras.

“Ya!” Yongri memukul lengan Sihoon dengan kesal.

“Tubuhnya sangat pendek, dia tidak bisa menjadi pemain basket.” Ejek Siwon.

“Tutup mulutmu sebelum aku meminta perawat menyuntikan racun padamu.” Ucap Yongri.

“Sepertinya dia benar-benar ingin menjadi ketua tim basket.” Kata Donghae.

“Ya!!” Yongri benar-benar merasa kesal saat melihat teman-temannya menertawainya seperti ini.

“Siwon-ah!”

“Eomma?”

Siwon terkejut melihat kehadiran Eunhee. Yongri mengatakan padanya bahwa Eunhee tidak tau tentang kecelakaan yang dialaminya. Tawa mereka pun langsung menghilang saat melihat wajah kekhawatiran Eunhee.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Eunhee yang sudah menghampiri Siwon dan berdiri di sisi tempat tidur. Membuat Sihoon menyingkir dan membiarkan sang ibu berada di dekat Siwon.

“Aku baik-baik saja. Tetapi, bagaimana eomma bisa tau?” Tanya Siwon bingung.

“Bagaimana lagi? Tentu saja Sihoon yang memberitahuku. Walaupun dia mengatakan padaku bahwa kau baik-baik saja dan aku tidak perlu khawatir.” Jawab Eunhee.

“Kenapa kau membuat eomma khawatir?” Keluh Siwon pada Sihoon.

“Bukankah eomma akan lebih khawatir jika kau tidak pulang ke rumah dalam beberapa hari, lalu ketika kau pulang kepala dan kakimu di perban?” Ujar Sihoon.

“Apa kau sekarang menyalahkan Sihoon karena dia memberitahuku? Kau ingin menyembunyikan keadaanmu dariku? Dasar anak nakal!” Omel Eunhee sembari menarik pelan telinga Siwon.

“Eomma, sakit!” Gerutu Siwon.

“Jangan melakukan hal seperti itu dihadapan teman-temanku.” Bisik Siwon pada Eunhee.

“Kau pantas mendapatkannya.” Timpal Yongri. Siwon melotot pada gadis itu.

“Marahi saja Siwon, ahjumma. Dia juga membuat kami khawatir karena sebentar lagi kami akan mengikuti pertandingan basket, tetapi ia terluka seperti ini.” Kata Kyuhyun membuat yang lain menganggukkan kepalanya.

“Sebenarnya kalian ini teman atau musuhku?” Gumam Siwon.

“Kau benar baik-baik saja? Tidak ada luka serius, kan?” Tanya Eunhee. Siwon menatap Eunhee dan tersenyum.

“Aku baik-baik saja, eomma. Aku hanya kurang berhati-hati dan terjatuh di tangga. Dalam waktu satu atau dua hari juga aku sudah bisa pulang dari rumah sakit.” Jawab Siwon menjelaskan. Wajah Eunhee terlihat lega.

“Aku tidak akan mengizinkan eomma menginap di rumah sakit malam ini.” Kata Siwon memperingatkan. Eunhee menunjukkan wajah protesnya.

“Siwon benar, eomma. Eomma beristirahatlah di rumah. Aku yang akan menjaga Siwon disini.” Ucap Sihoon.

“Kami juga bisa menjaganya, ahjumma.” Kata Hyukjae.

“Aku–“

“Tidak juga untukmu, Choi Yongri.” Siwon menyela Yongri yang hendak berbicara. Ia sudah tau apa yang akan dikatakan oleh gadis itu.

“Benar, Yongri-ya. Kami laki-laki juga butuh privasi.” Kata Hyukjae membuat Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Tapi kalian harus pergi ke sekolah besok.” Ucap Eunhee.

“Kami bisa berangkat ke sekolah dari sini, eomma. Eomma bisa datang besok pagi untuk menjaga Siwon.” Ujar Sihoon.

“Jemputlah Yongri terlebih dahulu sebelum kalian pergi ke sekolah, Sihoon-ah.” Kata Siwon.

“Tenang saja.” Balas Sihoon sembari mengacungkan jempolnya.

Yongri menatap Siwon dengan memelas, seolah membujuk laki-laki itu agar mengizinkannya menginap di rumah sakit malam ini. Ia sangat mengkhawatirkan Siwon walaupun keadaan laki-laki itu baik-baik saja.

Siwon membalas tatapan Yongri sembari tersenyum. Seolah mengatakan pada gadis itu bahwa ia baik-baik saja dan Yongri tidak perlu khawatir. Yongri menghela nafas dan memilih mengalah. Lagipula tubuhnya belum benar-benar pulih dari sakit. Ia harus beristirahat juga agar bisa menjaga Siwon.

——

Pertandingan basket yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba. Tim basket Hansang High School sudah melewati babak-babak awal pada minggu lalu. Dan hari ini mereka sedang berjuang dalam babak Final.

Apabila mereka dapat memenangkan babak Final ini, maka mereka bisa pergi ke luar negeri dan bertanding di sana. Perasaan tegang tentu saja tidak bisa mereka hindari. Walaupun begitu, mereka tidak terfokus untuk memenangkan pertandingan.

Mereka hanya ingin bermain sportif dan memberikan yang terbaik untuk Hansang High School.

“CHOI SIWON!”

“CHOI SIWON!”

“CHOI SIWON!”

Selain para pemain, teman-teman yang berasal dari Hansang High School pun ikut merasakan ketegangan. Mereka bersama-sama saling menyemangati juga berdoa. Tak terkecuali Yongri yang duduk di barisan penonton paling depan.

Yongri terus menyatukan kedua tangannya di depan dada. Matanya kesana kemari mengikuti pergerakan Siwon dan teman-temannya.

“Oper bolanya pada Kyuhyun, Lee Donghae. Kau sudah dikerumuni oleh lawan.” Gumam Yongri.

“Bagus! Benar seperti itu. Masukkan bolanya, Cho Kyuhyun!” Ucap Yongri.

“Ah, sial!” Umpatnya saat bola yang dilempar oleh Kyuhyun tidak masuk ke dalam ring.

Yongri menutup mulutnya dan kembali mengikuti pergerakan mereka. Saat ini bola sedang berada di tangan lawan. Siwon dan yang lainnya mencoba untuk merebut bola tersebut.

“CURANG!!!” Teriak Yongri dan yang lainnya saat melihat lawan mendorong Hyukjae hingga terjatuh.

Wasit membunyikan pluit dan memberikan peringatan kepada lawan yang mendorong Hyukjae. Hanya saja, Hyukjae terlihat tidak baik-baik saja setelah didorong. Laki-laki itu memegangi bahunya yang sepertinya terasa sakit.

Yongri dapat melihat Siwon yang menghampiri Hyukjae dengan wajah khawatirnya. Tampaknya Hyukjae tidak bisa melanjutkan pertandingan. Penonton yang mendukung Hansang High School terlihat sangat khawatir.

“Sihoon akan menggantikan Hyukjae.” Yongri dapat mendengar perempuan yang berada disampingnya berbicara kepada temannya.

Benar saja, Hyukjae di bawa keluar lapangan oleh yang lainnya sedangkan Sihoon mulai memasuki lapangan. Siwon terlihat membisikkan sesuatu kepada Sihoon yang membuat laki-laki itu menganggukkan kepalanya.

Pertandingan pun kembali di mulai.

Skor saat ini dalam posisi seimbang, yaitu 64-64. Dan waktu pertandingan hanya tinggal 2 menit lagi saja. Yongri berharap mereka dapat memasukkan bola lagi ke dalam ring dan menghalangi lawan agar tidak menambah angka.

Shoot, Siwon-ah! Shoot!” Yongri memekik histeris.

YES!!!” Teriak mereka sembari melompat saat Siwon memasukkan bola ke dalam ring.

Siwon menyumbangkan 3 angka sehingga skor saat ini menjadi 67-64. Dan waktu pertandingan sudah kurang dari 1 menit. Mereka hanya perlu mengulur waktu atau mungkin memasukkan satu bola lagi dan Hansang High School akan pulang dengan kemenangan.

Saat ini mata mereka bukan hanya mengikuti pergerakan Siwon dan teman-teman, melainkan melihat waktu yang terus berjalan mundur. Terdengar suara mereka yang mulai melakukan perhitungan bersama-sama.

“Sepuluh.. Sembilan.. Delapan.. Tujuh.. Enam.. Lima.. Empat.. Tiga.. Dua.. Satu!! YEAAAAAAAYYYYYY!!!” Teriakan kebahagiaan memenuhi tempat berlangsungnya pertandingan sore itu.

Mereka semua bersorak gembira menyambut kemenangan sekolah mereka. Siwon dan teman-temannya terlihat saling memeluk satu sama lain sembari melompat-lompat. Tak terkecuali Hyukjae yang sedang cidera bahu.

Yongri dan penonton yang lain pun tampak saling merangkul dan tertawa bahagia. Merasa benar-benar senang dengan kemenangan yang diberikan oleh Siwon dan teman-temannya.

Yongri dapat melihat Siwon yang melambaikan tangan padannya. Meminta gadis itu untuk turun ke lapangan dan bergabung bersama mereka. Yongri pun menuruti Siwon dan segera meninggalkan bangku penonton.

Yongri berlari memasuki lapangan dan langsung memeluk Siwon. Memberikan selamat kepada laki-laki itu. Ia yakin Siwon merasa sangat senang, mengingat laki-laki itu sangat menantikan pertandingan ini.

“Selamat!!” Ucap Yongri sembari melepaskan pelukan Siwon.

Siwon dan teman-temannya kembali berpelukan dengan Yongri yang sudah bergabung bersama mereka. Yongri yang biasanya merasa jijik jika berdekatan dengan mereka–saat sedang berkeringat–saat ini terlihat tidak mempermasalahkannya.

Yongri benar-benar dapat merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh mereka. Membuat Yongri merasa terharu karena dapat berada di tengah-tengah mereka.

Yongri merasa bersyukur karena memiliki mereka sebagai teman-temannya. Memiliki Siwon sebagai sahabatnya. Walaupun persahabatan mereka sempat goyah untuk sesaat, nyatanya mereka mampu mengembalikannya seperti semula.

Tidak ada rasa penyesalan sedikit pun di dalam diri Yongri, saat memutuskan untuk tetap bersahabat dengan Siwon sampai waktu yang ia sendiri pun belum dapat memastikannya.

Walaupun mungkin suatu saat nanti Siwon akan menyukai perempuan lain, seperti kata Sihoon. Yongri tetap tidak menyesal. Jika ia terlahir kembali suatu hari nanti pun, ia akan meminta pada Tuhan untuk mengirimkan para laki-laki ini di dalam hidupnya.

——

Yongri membaringkan dirinya di atas tempat tidur sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebatas dada. Ia sudah siap menyambut mimpi indah malam itu. Mengingat hari itu merupakan hari yang baik, Yongri yakin mimpi indahlah yang akan didapatkannya.

Baru saja gadis itu memejamkan matanya, namun ia harus kembali membukanya saat mendengar jendela kamarnya seperti dilempari sesuatu. Yongri menatap jendelanya yang tertutup tirai dengan bingung.

Yongri turun dari atas tempat tidur dan menghampiri jendela kamarnya. Membuka tirainya dengan cepat sebelum akhirnya menatap keluar. Mata Yongri melebar saat melihat Siwon yang berada di bawah dan sepertinya laki-laki itulah yang melempari jendela kamarnya dengan sesuatu.

Yongri membuka jendela kamarnya dan mengeluarkan setengah badannya dari kamar. Ia dapat melihat Siwon yang tersenyum dan ketampanan laki-laki itu semakin bertambah.

“Apa yang kau lakukan di sana?” Tanya Yongri.

“Turunlah!” Ucap Siwon.

“Untuk apa? Aku mau tidur.” Kata Yongri.

“Cepatlah turun!” Siwon melambaikan tangannya pada Yongri.

“Baiklah, tunggu sebentar.” Ujar Yongri akhirnya. Kembali menutup jendela serta tirainya.

Yongri mengambil jaket di dalam lemari dan kemudian memakainya. Udara malam sangat dingin dan ia akan mati kedinginan jika tidak melapisi baju tidurnya dengan sesuatu yang lebih tebal.

Keadaan rumah sudah gelap dan sepi saat Yongri turun ke bawah. Tentu saja, ia yakin orangtuanya serta Yongjae sudah pergi ke alam mimpi. Seharusnya Yongri juga melakukan hal yang sama, jika Siwon tidak menganggu waktu tidurnya.

“Kenapa?” Tanya Yongri saat sudah berada di hadapan Siwon.

“Ikutlah denganku.” Ujar Siwon sembari menggenggam tangan Yongri.

“Kemana?” Yongri tidak dapat menutupi kebingungannya. Siwon hanya tersenyum dan mulai menarik gadis itu pergi.

Yongri benar-benar tidak memiliki pilihan jawaban tentang kemana Siwon akan membawanya. Apalagi saat ini mereka tidak menggunakan mobil dan hanya berjalan kaki. Bukankah berarti tempat yang akan mereka tuju berada di dekat sini?

Yongri menatap tangannya yang digenggam oleh Siwon. Tangannya yang dingin terasa hangat ketika berada digenggaman Siwon. Tangan besar laki-laki itu juga terasa sangat pas berada di tangannya.

Siwon sesekali menoleh dan tersenyum pada gadis itu. Membuat Yongri membalas senyuman Siwon dengan canggung. Yongri belum terlalu terbiasa saat Siwon bersikap seperti seorang laki-laki dihadapannya seperti ini.

“Oh?” Yongri terkejut saat Siwon menghentikan langkahnya, membuatnya harus menghentikan langkahnya juga.

Saat menatap ke sekeliling, Yongri baru menyadari bahwa mereka berada di taman yang berada di dekat rumah mereka. Taman yang sering digunakan oleh Siwon dan Yongri untuk bermain saat kecil. Taman itu sudah banyak berubah dan tentu saja terlihat semakin bagus.

Apalagi ketika malam hari, ada begitu banyak lampu taman yang dihidupkan. Membuat tamannya terlihat sangat hidup dan benar-benar indah. Air mancur yang bewarna warni menambah keindahan taman.

“Kenapa membawaku ke sini?” Tanya Yongri.

“Kau ingat jika kita sering ke sini saat kecil?” Tanya Siwon balik.

“Tentu saja aku ingat.” Jawab Yongri.

“Tamannya sudah banyak yang berubah.”

“Benar.” Timpal Siwon.

“Sebenarnya berapa lama kita tidak ke tempat ini? Padahal taman ini sangat dekat dari rumah.” Gumam Yongri.

“Tetapi kenapa kau membawaku ke sini? Bukankah kau seharusnya beristirahat? Kau tidak lelah setelah bertanding basket tadi?” Ucap Yongri.

“Aku ingin merayakan kemenanganku tadi bersamamu.” Kata Siwon membuat Yongri terkejut.

“Merayakan kemenangan? Disini?” Siwon mengangguk.

“Lalu apa yang harus kita lakukan disini?” Tanya Yongri dengan bingung.

“Kemarilah.” Kata Siwon sembari kembali menarik Yongri.

Dan Yongri kembali tidak dapat menutupi keterkejutannya, saat melihat ada berbagai macam makanan di atas kain yang menutupi rumput dibawahnya.  Kapan Siwon menyiapkan semuanya?

“Kau ingin mengajakku piknik malam-malam seperti ini?” Tanya Yongri dengan geli.

Siwon tersenyum dan mengajak gadis itu untuk duduk di atas kain. Siwon melepaskan jaket yang dipakainya dan menyampirkannya di bahu Yongri. Ia tau bahwa gadis itu merasa kedinginan. Siwon dapat merasakan tangan Yongri yang di dingin saat ia menggenggamnya.

“Bertanding membuatku banyak kehilangan energi, aku harus makan banyak untuk menggantikan energiku yang hilang.” Kata Siwon. Yongri tidak dapat menahan tawanya saat mendengar perkataan Siwon.

“Tetapi, siapa yang menyiapkan makanan ini? Kau membelinya?”

“Eomma yang memasak semuanya. Aku hanya membawanya saja ke sini.”

“Eommonim? Lalu, eommonim tau jika kau membawaku ke sini?”

Siwon mengangguk sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Laki-laki itu kemudian menyodorkan makanan pada Yongri. Yongri membuka mulutnya dan memasukkan makanan yang disuapkan Siwon ke dalam mulutnya.

“Wajahku pasti akan bengkak saat bangun besok pagi.” Keluh Yongri.

“Kau akan tetap cantik.” Sahut Siwon membuat Yongri menatapnya.

“Kenapa? Apa aku salah bicara?” Tanya Siwon dengan bingung.

“T–tidak. Lanjutkan makanmu.” Jawab Yongri sembari mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon. Ia menarik bahu Yongri agar menghadapnya.

“Apa kau masih tidak percaya bahwa aku menyukaimu?” Tanya Siwon.

“Kenapa membahasnya lagi? Bukankah saat itu kita sudah sama-sama berjanji?” Ucap Yongri.

“Aku tau bahwa kita sudah berjanji untuk tetap seperti ini. Hanya saja aku ingin kau percaya bahwa aku menyukaimu.” Kata Siwon.

“Aku percaya padamu.” Sahut Yongri.

“Aku senang mendengarnya.” Ucap Siwon sembari tersenyum.

“Makanlah sebelum semuanya semakin dingin.” Yongri mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Dengar, karena hari ini adalah hari yang baik untuk kita, aku ingin mengatakan semua yang ada di dalam hatiku.” Ujar Siwon.

Walapun merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini, Yongri hanya dapat diam saja. Ia menunggu Siwon mengatakan apa yang ingin dikatakan oleh laki-laki itu.

“Apa yang akan aku katakan saat ini, jangan jadikan beban untukmu. Aku tidak memaksa apapun padamu. Aku hanya ingin kau mengetahui isi hatiku.”

“Apa yang dikatakan Sihoon, semuanya benar. Aku rasa aku sudah lama menyukaimu, hanya saja aku tidak menyadarinya. Tanpa sadar selama ini aku hanya mengharapkan dirimu di dalam hidupku. Aku tidak membutuhkan perempuan lain selain dirimu.”

“Walaupun kau berkata bahwa kau percaya padaku, aku yakin di sudut hatimu yang lain kau belum sepenuhnya percaya padaku.”

“Kau mungkin berpikir bahwa perasaan sukaku padamu hanya bersifat sementara dan aku mungkin akan menyukai perempuan lain suatu hari nanti. Aku yakin karena hal itulah kau tidak bisa menerimaku sebagai kekasihmu.”

“Aku sudah bilang bahwa aku tidak menolakmu.” Bantah Yongri.

“Aku tau.” Sahut Siwon.

“Mungkin ucapanku akan terdengar berlebihan, tetapi ketahuilah bahwa aku tidak akan menyukai perempuan lain. Aku berjanji padamu bahwa saat ini, besok dan sampai kapanpun, aku akan tetap menyukaimu, Yongri-ya.” Ucap Siwon.

Yongri merasakan jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Tatapan mata Siwon padanya saat ini terlihat benar-benar memuja dan penuh dengan rasa sayang. Yongri berharap tubuhnya tidak bergetar karena rasa bahagia.

“Perasaanku tidak akan berubah. Tidak, perasaanku pasti akan berubah. Karena nanti aku tidak akan lagi menyukaimu, melainkan aku akan mencintaimu. Mencintaimu sebagai seorang perempuan.”

“Aku setuju denganmu untuk tetap bersahabat saat ini. Setelah kupikir-pikir, aku belum bisa memberikan apapun padamu untuk sekarang. Uang yang ada di dompetku adalah pemberian ibuku. Mobil yang aku gunakan juga dibeli menggunakan uang ibuku. Apa yang bisa aku banggakan padamu selain wajah tampanku ini?” Ucap Siwon membuat Yongri tertawa pelan.

“Kita akan tetap bersahabat saat ini. Dan ketika kita bertambah dewasa nanti, ketika aku mampu menghasilkan uang sendiri, aku akan memintamu sekali lagi untuk menjadi kekasihku.”

“Jadi, Choi Yongri. Bersiaplah untuk menjadi kekasihku suatu hari nanti.” Kata Siwon sembari menangkup wajah Yongri.

Siwon memajukan wajahnya dan memberikan ciuman hangat pada kening Yongri. Membuat Yongri memejamkan matanya dan merasakan kehangatan yang diberikan pada Siwon melalui bibir laki-laki itu.

Yongri benar-benar tidak dapat menutupi rasa bahagianya saat ini. Siwon benar-benar memperlakukannya seperti seorang perempuan yang disayanginya. Siwon tidak memperlakukannya sebagai seorang sahabat seperti biasanya.

“Aku terlihat keren, kan?” Tanya Siwon setelah melepaskan bibirnya dari kening Yongri.

Pertanyaan dari Siwon seakan menghancurkan suasana romantis yang sudah dibangun oleh laki-laki itu sendiri. Yongri menatap Siwon dengan kesal, sebelum akhirnya tertawa saat melihat wajah kekanakkan Siwon.

Siwon mengusap kepala Yongri dengan pelan sembari ikut tertawa bersama gadis itu. Yongri tidak tau bahwa Siwon ingin sekali memiliki mesin waktu agar ia bisa segera menjadikan Yongri sebagai kekasihnya.

Untuk saat ini, Siwon akan terus bersabar. Siwon akan tetap menjalani hari-harinya sebagai sahabat Yongri. Ia akan tetap berangkat ke sekolah bersama Yongri. Ia akan tetap mengganggu gadis itu. Dan Siwon akan tetap menjaga gadis itu seperti biasanya.

Semuanya akan tetap sama, kecuali perasaan Siwon pada Yongri. Begitu pun sebaliknya.

——

–Fin–

HAI!

Akhirnya FF ini kelar juga, ya! Pada nungguin endingnya ya? Hahaha. FF ini kemarin kurang banget peminatnya, eh, waktu udah mau selesai pada penasaran semua. Penasaran mau liat Yongri nya sama siapa. Hohoho. Aku harap endingnya tidak mengecewakan.

Kalau aku punya ide dan waktu senggang, mungkin aku bakal buat sequelnya untuk FF ini.

Terima kasih untuk yang masih setia menunggu padahal aku ngepostnya sekarang sering lama. Terima kasih juga untuk yang udah kasih semangat ke aku. Doain aja kerjaan aku lancar maka pengetikkan FF pun akan lancar. Ok?

Happy reading!

BYE~

Advertisements

46 thoughts on “Love in Friendship – Part 10 END

  1. Awalnya agak kecewa sih saat mereka gak jadi sepasang kekasih, tapi nggak apa2lah yg penting mereka sudah tau perasaan2 masing dan tetap masih jadi sahabat.
    Semoga aja suatu saat siwon dan yongri bisa menjadi pasangan yg serasi setelah mereka sudah benar2 dewasa.
    Ditungguh sequelnya Thor.

  2. Tp hari sll mampir d blog ni mo liat udh ad lnjutanny blm n akhrny udh post yeyyy…
    Mksh yah udh sempetin ksh lnjutan ffny d sela ksibukan author d dunia nyata:)
    And endingny mrka ttp brsahabat n sy akn setia mnunggu sequelny 🙂 mgkn sequelny pas mreka udh dwasa kali ya he…
    Smgat trs bt authorny dlm bekerja maupun mnulis ff 😉 fighting….

  3. So sweet ending, wlpn Yongri ingin status mrk sampai saat ini adl sahabat dan tdk berubah seperti dulu setidaknya ia th kalau Siwon memang tulus menyukainya dan tdk memaksakan hub mrk hrs mjd sepasang kekasih, mrk berdua terbiasa bersama dr kecil, mgk nanti jika saat Siwon siap u bs membahagiakan Yongri dgn uang penghasilannya sendiri, ia akan meminta Yongri mjd kekasihnya kembali

  4. Wah gak kerasa udah ending story nihh … Tiap hari mampir di blog ini buat liat udah update blum sampe 2 kepo banget ..humm ak doa in smoga kerjanya Lanjar dan buat squel nya ya thorr hwaiting cinggu …di tunggu karya selanjutnya …

  5. Yaaaaaaa aku pikir siwon dan yongri bakalan jadian. Tp mgkn akhirannya ky gini dan rada ngegantung karena ada rencana mau bikin sequelnya kali ya? Semangat thor buat cerita2 lainnya

  6. siwon so sweat banget.jadi iri sama yongri.seneng deh akhirnya mereka bisa saling terbuka sama perasaan mereka.yah walaupun mereka gak sampe jadian.ku harap moga aja nanti ada sequel’nya.soalnya aku ngarep banget mereka nanti jadian kalo bisa nikah deh.abis mereka serasi sih.

  7. End….?????
    Yaahhh… pdhal ingin lhat Siwon sma Yongri yg dewasa trus jd sepasang kekasih dh.. hehehe…
    Yaahh… tpi gpp jg mereka ttp kya gni.. sahabat.. yg penting perasaan Siwon k Yongri ga berubah…
    Thank u ya Chingu.. ceritanya bagus…
    Ditunggu ff yg lainnya..
    Gomawo 😊

  8. Yeeeyyy yg dtunggu2 dtg jg hehehe ampir tiap hr aku cek blog nya ada part br ato ngk.
    Dr awal aku udh suka bgt sm ff ini,kget jg tnyata cm smpe part 10..kurang pjng thoorr 😥😥 tdnya aku kira smpe mrk kuliah gt..aga shock pas tau ini part end..hiks!
    Pkknya aku ttg yah thor sequel nya &
    Crta bgus lainnya..gomawo thor😘😅

  9. huwaa ending nya pas banget. aku setuju mereka ga pacaran dulu, soalnya kan jarang banget ada hubungan yg bertahan dari masa sma sampai selanjutnya. daripada putus dan menjadi orang asing, mending begitu.

  10. Ending juga akhirnya kkkkk
    setuju sih, sahabatan/temenan emang lebih asik aja kkkkk
    ada sequel dong kaaaakkk pas mereka udah dewasa gituuu kkk banyak maunya nih reader.. Ditunggu ff lainnya kak fighting

  11. Yeayyyy finishh ga nyangka ajh endingnya kaya gini wakwak dibilang ngambang ya iya tapi dibilang final ya emng begini kali ya soalnyakan mereka disini diceritainnya msh tahap anak sekolah juga wakwak
    Tapi tetep suka 😆😆 kalo kak ineke mau bikin sequelnya mah aduhhhh cocokkkk deh jadinya aku tungguinñn kak😂😂😂😂
    Semangat kak di tunggu terus karyanya

  12. suka deh sama keputusan yong, aku setuju deh lbh baik mereka tetap brsahabat di usia mereka yg msh muda, tp nanti bru deh kalo udh dewasa jalanin hbngn yg lbh serius kalo perlu lngsung nikah, hehe. daebak thor

  13. Yayyy akhirnya sihoon tau diri jg ya, ga maksain diri. Walaupun endingnya siwon dan yongri ga pacaran yg penting mereka sama2 tau kl saling suka

  14. aaahhh akhirnya di publish juga 🙂 🙂 ending kerennn tpi yongri ga nerima siwon jdi pcarnya..klo bisa lanjutt aja kak ff ini ampe siwon nikah sama yongri heheeee gereget deh

  15. Mereka msh remaja tp bs brfikir dewasa..
    hahaha, lucu Siwon, br aja ngomong bagus yg berkesan buat Yongri,, dah balik kekanakan lg…
    smg kelak happy ending sll untuk mereka.

  16. Perasaannya akan berubah, semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Mereka mungkin belum dewasa, tapi pikiran mereka udah dewasa. Kaya Siwon yang mau pacaran kalo dia udah punya kerjaan, hebat tuhh.. Bagus author, tpi klo mereka dewasa kek gimana yahh? Hahahh fighting author 😀 😀

  17. yaaah udah ending aja nih. oh myyy aku butuh sequel. harus ada sequelnya ya wkwkwk sumpah aku pengen siwon sama yongri pacaran aku tunggu sequelnya ya kak 💕💕 tapi gpp deh endingnya gini juga udah memuaskan tapi lebih puas lagi kalo dibikinin sequel hihihi pas baca part ini awal2 bakal ngira kalo siwon sama yongri pacaran lo tapi gpp deh mereka jadi ttm aja dulu. semangat ya kak buat project2 ff lainnya. ditunggu sequelnya dan karya2 lainnya 😘

  18. Woaaaah endingnya gak ketebak! Tapi emang setuju sama keputusan yongri, seakan ngomong ‘jodoh mah gak kemana’ wkwk
    Wajib sequel ini mah eonni;)
    Ditunggu kelanjutan the one and only, keep writing eonni:)))))))

  19. Ommooo endingnya kereennzzzz.. pertama, kesel sih gata2 hani ga dipukulin!! Udah salah pula-_- kalau ai jadi yongri biarpun udah ditahan sihoon, ai bakal tetep tonjok si hani noh-_- greget baca scene ituuu. Kedua, sihoon jadiakib dewasaaaa~ akhirnya dia memilih menyerah, itu baru laki sejati! Kau pasti akan ketemu jodoh lain~ ketiga, ganyangka banget end nya begini, ku kira mereka bakal pacaran langsung ternyata eh ternyataa. buat sequelnya dong eonnn ampe pacarannn ajaaa hehehe.

    DAEBBAKKK!! EXCELLENT~~

  20. Untung siwon gak patah kaki kayak yg diharap yongri dan eunhyuk.
    Dan setelah kejadian itu, hani gak terlihat lagi dan sihoon bisa mengikhlaskan yongri bersama siwon. Tapi wonri couple gak jadian, gak apa2 lah. Kalau kk mau buat sequelnya juga gak apa2. Gak usah dipaksakan kak. Mana tahu kk sibuk.
    Fighting kak.

  21. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  22. gak sempet nebak akan berakhir seperti ini
    tp yaa sangat memuaskan akhirnya mereka bersatu untuk kdepannya haha
    yee persahabatan mereka kembali
    ada benenrnya juga apa yg dikatan yongri
    ahaiii dewasa juga pemikiran mereka kanseneng liatnya
    bukan dng marah marah gak jelas sampe benci siwon
    hahh sadar juga tu akhirnya hani, makanya jd cewek tak usah berlagak
    jd cewek baik baik dan sewajarnya aja. masih juga sekolah, tp tingkah udah kayak ratu sejagad

  23. Kalo versi K-Drama nya, ini sedikit *(sedikiiiitbanget, jgntersinggung ya kak :’D)* mirip sama The Time We Were Not In Love…. Yang intinya karena mereka udah lama sama-sama, mereka gak sadar kalo sebenernya sahabatnya itulah belahan jiwanya,, Endingnya gantung nihhh kak :’D

  24. Jadinya yongri sm siwon
    Aduh siwon cowo idaman bgt
    Mau pcrnnya pke duit sndri
    Keren
    Tapi sihoon bakal suka ga ya sm hani?
    Blh sequel kah eonni?hehe
    Ditunggu karya slnjtnnya eonni

  25. Akhirnya selesai juga.!! Happy ending kayaknya, oh ya eon bkalan ada kelanjutanya gak.?? Hmhh ditunggu coretan selanjutnya eon, oh ya eonn kali” buat yang sad ending lagi dong kayak ff “Regret” asli terharu terus nyesek banget bacanya. Atau buat aja siwon sama yongri jadi adek kakakan/saudaraan. Kayaknya seru.!! Terimakasih untuk coretan” nya eonnie^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s