The One and Only – Part 2

picsart_10-12-08-37-22

Author

Choineke

Title

The One and Only

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Kim Myungsoo (L Infinite) and others

Genre

Romance, Marriage–Life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

–You’re the one for me–

——

Author POV

Siwon menutup pintu mobilnya dengan kasar dan menatap rumah mewah dihadapannya. Rumah dimana calon istri serta calon mertuanya tinggal. Ia sepertinya sudah benar-benar tidak bisa lari dari rencana pernikahan ini.

Pernikahannya akan terjadi dalam waktu dua minggu lagi. Seminggu yang lalu, Siwon mengutarakan pendapatnya pada Kiho bahwa ia tidak ingin menikah dengan Yongri. Dan akibatnya, Kiho membuat sebuah pengumuman keesokan harinya, jika Siwon akan menjadi seorang office boy.

Saat itu, Siwon benar-benar merasa panik dan segera merobek kertas yang di tempel di papan pengumuman kantor. Ia segera menemui Kiho dan memohon kepada pria itu untuk membatalkan pengumuman yang dibuatnya.

“Benar-benar sial.”

Siwon tidak memiliki pilihan apapun lagi selain mengikuti keinginan Kiho untuk menikahi Yongri. Perempuan yang sangat berisik menurutnya.

Dan malam ini ia di paksa untuk datang ke rumah Yongri. Karena mereka akan membicarakan mengenai pernikahan yang hanya tinggal sebentar lagi. Orangtua Siwon sudah berada di rumah ini setengah jam yang lalu.

Siwon menghela nafas panjang dan melangkahkah kakinya. Tangannya terangkat untuk membunyikan bel. Namun pintu rumah sudah lebih dulu di buka oleh Yongri. Membuat Siwon sangat terkejut.

“Bagaimana kau tau aku datang?” Tanya Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan wajah datar. Perempuan itu mengangkat tangannya untuk menunjuk sesuatu. Siwon mengikuti arah tangan Yongri dan menemukan CCTV yang tidak di sadari oleh Siwon.

“Kau mau masuk atau menunggu di luar?” Tanya Yongri.

Siwon melirik Yongri dengan tajam. Untuk apa ia bersusah payah datang ke sana jika hanya ingin menunggu di luar? Perempuan itu pasti meninggalkan otaknya di dalam rumah.

Mengabaikan pertanyaan Yongri, Siwon menerobos masuk ke dalam rumahnya. Yongri menatap punggung Siwon sembari melayangkan tangannya seolah ingin memukul laki-laki itu.

Yongri menutup pintu rumah dan menyusul Siwon. Sebenarnya Yongri merasa lega dengan kedatangan Siwon. Karena sedari tadi para orangtua terlalu sibuk menanyakan keberadaan Siwon. Memaksa Yongri untuk menghubungi laki-laki itu, padahal Yongri tidak mengetahui nomor teleponnya sama sekali.

“Oh, Siwon sudah datang.” Ucap Sujin dengan senang. Membuat Yongri memutar bola matanya dengan malas. Sujin selalu bersikap berlebihan.

“Maaf, saya terlambat.” Kata Siwon sembari membungkukkan badannya.

“Tidak apa-apa. Kami tau bahwa kau sibuk bekerja. Setidaknya kami tidak akan mengkhawatirkan kehidupan Yongri nanti. Karena ia akan memiliki seorang suami pekerja keras.” Ujar Sujin. Siwon hanya tersenyum tipis.

“Ah, kenalkan ini sahabat Yongri, Siwon-ah. Dia juga akan membantu mempersiapkan pernikahanmu dengan Yongri.” Sujin menepuk lengan Myungsoo yang berada di sampingnya dengan pelan.

Siwon mengerutkan keningnya untuk sesaat. Laki-laki yang ditepuk Sujin adalah laki-laki yang menjemput Yongri, saat Siwon hendak mengantar perempuan itu pulang di hari pertama pertemuan mereka. Tetapi saat itu Yongri mengatakan bahwa laki-laki itu adalah kekasihnya.

Apa-apaan ini? Apa mereka pacaran secara diam-diam? Ia mengenalkan laki-laki itu sebagai sahabatnya kepada orangtuanya?

Siwon berusaha mati-matian untuk menahan senyum sinisnya. Calon istrinya itu ternyata pandai berbohong. Ia harus sangat berhati-hati.

“Kim Myungsoo.” Myungsoo mengulurkan tangannya lebih dulu. Siwon berdehem pelan sebelum akhirnya menyambut uluran tangan Myungsoo.

“Choi Siwon.” Ujar Siwon.

“Ternyata Yongri benar.” Kata Myungsoo membuat alis Siwon terangkat sebelah.

“Dia bilang bahwa kau tampan.” Lanjut Myungsoo.

“YA!” Teriak Yongri.

“Aku sudah biasa mendengarnya.” Sahut Siwon membuat Yongri menatapnya dengan kesal.

“Ah, ternyata calon menantuku pandai bercanda juga.” Ujar Sujin sembari tersenyum.

“Eomma, hentikan.” Desis Yongri. Sujin mengabaikan Yongri.

“Ayo, masuk. Orangtuamu dan ayah Yongri sudah menunggu di ruang keluarga.” Ajak Sujin.

“Ya.” Ucap Siwon pelan.

Sujin dan Myungsoo berjalan lebih dulu. Meninggalkan Siwon dan Yongri di belakang mereka. Siwon menatap Yongri dengan pandangan datar. Sedangkan Yongri mencoba mengabaikan tatapan laki-laki itu. Tapi ia tidak bisa.

“Apa? Kenapa? Jangan merasa bangga karena aku mengatakan kau tampan. Aku mengatakan kau tampan karena–“

“Apa aku mengatakan sesuatu?” Sela Siwon memotong ucapan Yongri.

Setelahnya Siwon berjalan meninggalkan Yongri dengan kekesalan yang semakin menumpuk. Mulut Yongri ternganga sembari menatap Siwon yang semakin menjauh. Perempuan itu menghela nafas dengan kasar.

“Aku benar-benar bisa gila.” Desis Yongri.

Yongri menahan diri untuk tidak memukul kepala Siwon. Ia berjalan mengikuti laki-laki itu, tidak, karena mereka memiliki tujuan yang sama, Yongri terpaksa mengikutinya.

“Duduklah, Siwon-ah, Yongri-ya.” Kata Hyunseok.

“Jadi, pernikahan kalian akan di adakan dua minggu lagi dari sekarang. Kalian akan mengucapkan janji pernikahan di Gereja Yeouido Full Gospel.” Kata Kiho.

“Abeoji, apa kau ingin mengundang seluruh masyarakat Seoul?” Tanya Siwon. Kiho menatap Siwon dengan tajam.

“Tidakkah Gereja itu terlalu besar hanya untuk pengucapan janji pernikahan?” Ucap Yongri menimpali. Kiho mengalihkan pandangannya pada Yongri dan mengubah tatapannya menjadi lebih lembut.

“Tidak apa-apa, nak. Kami hanya ingin yang terbaik untuk anak kami.” Kata Kiho.

“Tapi tetap saja..” Gumam Yongri dan mendapat senggolan pelan dari Sujin. Wanita itu meminta Yongri menutup mulutnya.

“Malamnya kalian akan mengadakan resepsi pernikahan di gedung Hotel Taehan.” Ucap Hyunseok. Hotel Taehan merupakan salah satu aset Taehan Group. Dan itu adalah milik keluarga Yongri.

“Tamu-tamu yang akan di undang adalah rekan bisnis ayah Yongri dan ayahmu, Siwon-ah. Kalian juga bisa mengundang teman-teman kalian untuk datang. Bukankah kalian harus membagi kebahagiaan kalian kepada orang lain?” Ujar Sujin.

“Kebahagiaan apanya..” Gumam Yongri.

“Aku sudah memilihkan tempat untuk Siwon dan Yongri memfitting gaun pengantin serta tuxedo.” Kata Hyemi yang sedari tadi hanya diam.

“Kita harus menemani mereka nanti, Hyemi-ssi.” Sahut Sujin. Hyemi tersenyum dan mengangguk kecil.

“Kemudian untuk bulan madu–“

“Bulan madu?!” Pekik Siwon dan Yongri bersamaan. Myungsoo yang melihatnya tidak dapat menahan senyum geli.

“Kenapa? Bukankah hal biasa jika pengantin baru pergi bulan madu?” Tanya Sujin menatap Siwon dan Yongri secara bergantian.

“Aku rasa kami tidak harus pergi berbulan madu, ahjumma. Aku tidak bisa mengambil cuti dari kantor.” Jawab Siwon.

“Benar, eomma. Siwon-ssi sangat sibuk. Lagipula bulan madu bisa di lakukan dimana pun.” Timpal Yongri dan di sambut tawa senang dari yang lainnya. Yongri seolah tidak sadar dengan apa yang baru saja dikatakannya.

“Jika seperti ini, tidak sampai satu tahun lagi kita bisa menimang cucu.” Ujar Sujin dengan gembira.

“Eomma!” Pekik Yongri.

“Kenapa? Kau sendiri yang mengatakan bahwa bulan madu bisa dilakukan di mana saja.”

“B–bukan itu maksudku.”

“Yongri terlihat malu-malu.” Kata Hyemi sembari tersenyum.

Myungsoo yang berada di sana menunjukkan senyum tipisnya. Keluarga Yongri serta keluarga calon suami Yongri terlihat sangat senang dengan pernikahan ini. Mereka juga terlihat tidak sabar dan ingin segera melangsungkan pernikahan.

Keluarga Yongri juga meminta bantuannya untuk mengurusi pernikahan ini. Mereka mempercayai Myungsoo karena laki-laki itu sangat dekat dengan Yongri. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Myungsoo selain mengangguk dan menyetujui permintaan mereka.

“Karena Siwon sudah berada disini, ajak dia melihat kamarmu, Yongri-ya.” Kata Sujin.

“Untuk apa?” Tanya Yongri langsung.

“Dia harus tau bagaimana keadaan kamar calon istrinya. Agar nanti ketika kalian menata kamar bersama, dia sudah tau barang apa saja yang kau butuhkan.” Jawab Sujin. Yongri menghela nafas panjang.

“Ikutlah dengan kami, Myungsoo-ya.”

“Kenapa harus mengajak Myungsoo?”

“Eomma ingin aku berdua saja dengannya?” Tanya Yongri sembari menunjuk Siwon. Sujin mengangguk.

“Bagaimana jika dia mengurungku lalu mengunci pintu–mmmppphh–” Yongri tidak dapat melanjutkan ucapannya saat Sujin membekap mulutnya dengan erat.

“Yongri suka asal bicara.” Kata Sujin sembari memberikan cengiran kecil.

——

Yongri membuka pintu kamarnya dengan enggan. Memberikan isyarat pada Siwon untuk masuk ke dalam kamarnya. Yongri membiarkan pintu kamarnya terbuka dengan lebar. Ia tidak mempercayai Siwon sama sekali.

“Kamarmu rapi.” Ucap Siwon acuh.

“Tentu saja.” Sahut Yongri dengan bangga.

“Pasti bukan kau yang merapikannya.” Balas Siwon tepat sasaran.

Yongri menatap Siwon sembari menggerutu pelan. Laki-laki itu selalu tau bagaimana membuat seseorang kesal dengan mulut tajamnya itu. Mungkin sebelum ke sini, Siwon mengasah mulutnya terlebih dahulu.

“Ketahuilah bahwa kita tidak akan tidur dalam satu kamar setelah menikah nanti.” Kata Siwon membuat Yongri tertawa sinis.

“Yah, kau pikir aku mau tidur di dalam satu kamar denganmu? Berada di dalam satu rumah denganmu saja pasti akan membuatku sakit kepala.” Ujar Yongri.

“Sakit kepala? Ya, kau pikir aku ini masalah?” Siwon terlihat tidak terima dengan ucapan Yongri.

“Tentu saja. Kau adalah masalah terbesar dalam hidupku saat ini.”

“Cih! Kau pikir bagaimana dengan dirimu? Kau adalah perempuan berisik yang selalu membuat masalah. Kau pikir bagaimana hidupku nanti?!”

“Perempuan berisik yang cantik, kan?”

“Cantik, kepalamu. Sedikit pun aku tidak tertarik padamu.” Dengus Siwon.

“Benarkah?” Tantang Yongri sembari mendekati Siwon.

Siwon terlihat tidak terpengaruh saat melihat Yongri mendekatinya. Perempuan itu berusaha untuk menggodanya? Sepertinya ia sudah kehilangan akal sehatnya.

“Jika aku menggodamu sedikit saja, kau pasti akan tergoda, kan?” Ucap Yongri setelah berada tepat di depan Yongri.

Siwon menurunkan pandangannya untuk menatap wajah Yongri. Perempuan itu terlalu pendek dan membuat kepala Siwon harus menunduk. Siwon menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.

“Jika aku tergoda, apa yang akan kau berikan padaku?” Bisik Siwon sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri.

Yongri yang terkejut segera memundurkan wajahnya. Melihat Siwon yang terus memajukan wajahnya, Yongri segera melangkah mundur. Wajah Yongri terlihat sangat panik saat ini.

“Kenapa? Kenapa menjauh?” Tanya Siwon sembari terus berjalan mendekati Yongri.

“B–berhenti.” Suara Yongri terdengar bergetar.

“Bukankah kau ingin menggodaku? Jika aku tergoda, kau siap memberikan tubuhmu padaku?” Ucap Siwon dengan tersenyum sinis.

“A–aku b–bilang berhenti. K–kalau tidak a–aku akan berteriak.” Ancam Yongri saat punggungnya sudah menempel di dinding kamarnya.

“Teriak saja. Mungkin kita hanya akan dinikahkan besok. Aku tidak masalah dengan itu, karena nyatanya aku tidak bisa lari dari pernikahan ini.” Kata Siwon.

“Y–ya, Choi Siwon! Berhenti memajukan wajahmu!” Yongri memalingkan wajahnya saat melihat wajah Siwon semakin mendekat. Memejamkan matanya dengan sangat erat.

TOK! TOK! TOK!

Yongri segera mendorong Siwon menjauh dengan sekuat tenaga. Beruntung Siwon tidak terjatuh akibat dorongan dari perempuan itu. Keduanya segera mengalihkan pandangan mereka pada asal suara ketukan.

“Maaf menganggu waktu kalian.” Ucap Myungsoo yang baru saja mengetuk pintu kamar Yongri yang terbuka.

“Siwon-ssi, kau di panggil oleh ayahmu.” Kata Myungsoo.

Tanpa mengatakan apapun, Siwon segera berjalan untuk meninggalkan kamar Yongri. Hal itu membuat Yongri merasa sangat kesal.

“Ya!! Apa kau tidak akan minta maaf padaku?!” Jerit Yongri menghentikan langkah Siwon. Siwon berbalik dan menatap Yongri dengan wajah datar.

“Apa yang aku lakukan?” Tanya Siwon dan kemudian kembali melangkah untuk pergi.

Myungsoo tersenyum tipis dan masuk ke dalam kamar Yongri. Ia dapat melihat Yongri yang terlihat sangat kesal pada Siwon. Myungsoo yakin Yongri sangat membenci calon suaminya itu.

“Ada apa? Aku melihat kalian hampir berciuman tadi.” Kata Myungsoo.

“Kami tidak berciuman, Kim Myungsoo!”

“Yah, aku tidak mengatakan kalian berciuman. Aku bilang kalian ‘hampir’ berciuman. Apa kau sangat gugup hingga tidak bisa mencerna kata-kataku?” Goda Myungsoo. Yongri memukul lengan Myungsoo dengan keras.

“Berhenti menggodaku, Tuan Kim. Aku sudah cukup pusing dengan pernikahan ini.” Keluh Yongri sembari duduk di atas tempat tidurnya.

Myungsoo tersenyum dan berjongkok di hadapan Yongri. Dia tidak pernah melihat Yongri seperti ini sebelumnya. Yongri selalu melakukan apapun yang disukainya dan tidak melakukan apapun yang tidak disukainya. Tetapi sekarang ia di paksa melakukan sesuatu yang sangat tidak disukainya.

“Apa seberat itu menikah?” Tanya Myungsoo pelan.

“Aku memang ingin menikah. Tetapi tidak sekarang. Tidak dengan laki-laki yang tidak aku cintai. Aku ingin menikah dengan seseorang yang aku cintai dan aku kencani.” Jawab Yongri. Myungsoo menipiskan bibirnya dan menganggukkan kepalanya.

“Coba kau pikirkan bahwa ini bukan sesuatu yang tidak kau sukai. Anggap saja kau sedang membantu orangtuamu.” Kata Myungsoo menyarankan.

“Maksudmu?”

“Bukankah ini pernikahan politik? Tujuan pernikahan ini untuk menyatukan dua buah perusahaan bukan? Kau bisa menganggap jika pernikahan ini untuk membantu mengembangkan perusahaan mereka.” Jelas Myungsoo.

“Kenapa appa tidak menyatukan perusahaannya dengan perusahaan ayahmu?” Tanya Yongri lebih kepada dirinya sendiri. Myungsoo kembali tersenyum.

“Mungkin perusahaan ayahku tidak sesukses perusahaan ayah calon suamimu. Lagipula, kau bersedia menikah denganku?”

“Setidaknya lebih baik daripada harus menikah dengan laki-laki kaku itu.” Ucap Yongri. Myungsoo mengusap kepala Yongri.

“Berhentilah mengeluh. Apa yang orangtuamu lakukan, pasti yang terbaik untukmu.” Ujar Myungsoo.

Yongri tetap tidak bisa menghilangkan wajah kesalnya. Hidup bersama seseorang yang tidak kau cintai bukanlah suatu hal yang bagus. Siwon adalah orang asing untuknya. Bagaimana bisa tinggal bersama dengan orang asing dalam satu rumah?

——

Siwon meneguk bir di dalam gelas yang berada di tangannya. Wajahnya sedikit mengernyit saat merasakan rasa pahit pada lidahnya. Ia kembali menuangkan bir ke dalam gelasnya dan menegukkan dalam satu tegukan cepat.

“Yah, kau tidak boleh mabuk.”

Lee Minho, salah satu teman dekat Siwon yang berada di samping laki-laki itu, mengambil gelas Siwon dan menjauhkannya. Mengabaikan Siwon yang protes dan mencoba menggapai gelasnya.

“Jika kau mabuk, kau bisa terlambat datang ke Gereja besok. Bagaimana dengan pernikahanmu jika seperti itu?” Omel Minho.

“Jika mempelai pria tidak datang, bukankah pernikahannya akan dibatalkan?” Tanya Siwon. Minho tersenyum geli.

“Ya, pernikahannya akan dibatalkannya. Dan setelah itu ayahmu akan memenggal kepalamu.” Jawab Minho.

“Sialan!” Umpat Siwon.

Mereka sedang berada di salah satu club yang terkenal di Seoul. Malam ini adalah malam terakhir Siwon akan menyandang status sebagai pria lajang. Besok, ia akan menyandang gelar baru yaitu seorang suami.

“Haruskah aku mengundang yang lainnya dan mengadakan pesta untukmu? Sesuatu yang disebut pesta bujang?” Saran Minho.

“Jangan coba-coba, atau aku akan membunuhmu.” Ancam Siwon membuat Minho terkekeh senang.

“Kalau begitu bersenang-senanglah sedikit, Siwon-ah. Kau akan menikah bukan mendapat eksekusi mati. Kenapa kau sangat tidak bersemangat sekali?”

“Kau ingin aku bersenang-senang seperti apa? Meniduri salah satu wanita disini?”

“Kau bisa meniduri istirmu besok.” Ucapan Minho mendapat tatapan kesal dari Siwon.

“Apa kau mau menggantikanku besok?” Tanya Siwon.

“Dasar gila. Kau benar-benar sudah kehilangan akal.” Jawab Minho sembari meneguk birnya.

“Apa perempuan itu benar-benar jelek hingga kau sangat tidak ingin menikahinya?” Minho terlihat sangat penasaran.

“Sejelek apapun dia jika aku mencintainya, aku akan dengan senang hati menikahinya.”

“Maksudmu, seperti kau yang bersedia menikahi Ahra?” Siwon melotot pada Minho.

“Kenapa tiba-tiba membahas Ahra, Lee Minho?!”

“Bukankah kau pernah menyukainya saat kita masih kuliah dulu?” Tanya Minho.

“Sial, itu hanya rasa suka sesaat. Aku bahkan sudah tidak peduli lagi padanya.” Jawab Siwon.

Siwon mengambil botol bir dan meminum isinya langsung dari sana. Membuat cairan kuning keemasan itu membasahi sekitar rahang hingga lehernya. Minho yang melihatnya hanya bisa berdecak pelan.

“Choi Kiho pria tua yang sangat menyebalkan.” Umpat Siwon dengan kesal.

——

Siwon menatap dirinya dari pantulan cermin. Ia dapat melihat betapa luar biasa tampan dirinya dalam balutan tuxedo berwarna putih gading ini. Saat melihat wajahnya, Siwon mendengus pelan.

Siwon malas mengakui fakta bahwa wajah tampannya sangat mirip dengan Kiho. Pria yang akan membuat hidupnya sengsara mulai hari ini. Jika mengingat Kiho, Siwon benar-benar merasa kesal hingga ingin mematahkan lehernya.

Hanya saja Siwon tau bahwa ia tidak bisa melakukannya. Seberapa pun ia merasa kesal dan marah pada Kiho, jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat menyayangi juga merasa kasihan pada pria itu.

Siwon menoleh saat mendengar pintu ruang tunggunya diketuk. Beberapa saat kemudian terbuka dan menampilkan pria yang sedari tadi berada di dalam pikiran Siwon. Siwon mendengus dan kembali menatap dirinya di cermin.

“Sambutan macam apa itu? Kau mendengus pada ayahmu?” Omel Kiho sembari mendekati Siwon.

“Sebaiknya abeoji tidak semakin membuatku kesal. Atau aku akan kabur dari pernikahan ini.” Ucap Siwon. Terdengar tawa ringan dari Kiho.

“Aku yakin kau tidak akan pernah bisa melakukannya, anakku.” Kiho menepuk bahu Siwon beberapa kali. Siwon semakin merasa kesal, namun ia membenarkan ucapan pria itu.

Siwon membalikkan badannya dan menatap Kiho dengan memelas. Membuat Kiho bingung dengan ekspresi anak kesayangan satu-satunya itu. Kiho sendiri sudah terlihat sangat gagah dengan tuxedo berwarna hitam.

“Ada apa dengan ekspresimu itu? Kau membuatku takut. Lebih baik kau menatapku dengan wajah kesal dan marahmu itu.” Kata Kiho.

“Abeoji..” Panggil Siwon.

“Ada apa?” Sahut Kiho.

“Bagaimana jika aku mengalami apa yang kau alami dulu?” Tanya Siwon membuat Kiho terdiam.

Kiho tersenyum kecil sembari mengulurkan tangannya yang bergetar, untuk membenarkan dasi Siwon. Siwon tau bahwa tidak ada yang salah dengan dasinya. Kiho hanya butuh pengalihan agar tidak harus menatap Siwon.

“Aku pastikan bahwa nasib buruk tidak akan menimpamu, Siwon-ah.” Ujar Kiho.

“Kau benar-benar ingin aku menikah, abeoji?”

“Ya. Ayahmu ini sudah semakin tua. Jika aku mati, aku akan merasa tenang jika kau sudah menikah.”

“Yah, siapa yang mengizinkanmu mati dalam waktu dekat?” Protes Siwon membuat Kiho tertawa.

“Walaupun kau menyebalkan, aku masih sangat membutuhkanmu, abeoji.” Lanjut Siwon. Kiho mendelik tajam pada Siwon sebelum akhirnya menarik putranya itu ke dalam pelukannya.

“Berbahagialah setelah ini. Jaga Yongri dan rumah tanggamu dengan baik. Seburuk apapun masalah yang kau hadapi nanti, hindarilah yang namanya perceraian. Mengerti?” Pesan Kiho.

“Aku mengerti, abeoji.” Jawab Siwon. Ia tidak mungkin membantah, di saat Kiho sudah memberikan pesan dengan bersungguh-sungguh.

Kiho melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan bangga. Ia menepuk lengan Siwon beberapa kali sebelum akhirnya tersenyum dengan senang.

“Aku akan menunggumu di luar. Acara akan di mulai sebentar lagi.” Kata Kiho. Siwon mengangguk.

Siwon kembali menatap cermin untuk memastikan penampilannya sekali lagi. Tidak sampai 10 menit kemudian, ia di minta untuk segera memasuki altar Gereja. Walaupun Siwon tidak menginginkan pernikahan ini, laki-laki itu tetap merasa gugup.

Siwon menatap pintu Gereja yang tertutup sembari menghembuskan nafasnya dengan pelan. Ia sudah dapat mendengar lagu pernikahan yang dimainkan oleh petugas Gereja. Siwon menganggukkan kepalanya dan pintu Gereja pun dibuka.

Siwon merasa semua mata tertuju padanya. Ia melangkah dengan pasti sembari melemparkan senyum yang membuatnya semakin tampan. Suara tepukan tangan terus terdengar hingga akhirnya Siwon sampai di depan Pastor yang akan menikahkannya dengan Yongri.

Siwon membalikkan badannya dan menatap para tamu yang sebagian besar adalah rekan bisnis Kiho. Siwon sengaja tidak mengundang temannya saat pengucapan janji pernikahan. Ia meminta teman-temannya untuk datang nanti malam pada pesta pernikahannya.

Pintu Gereja yang baru saja Siwon lewati kembali tertutup. Sebentar lagi calon istrinya akan datang untuk mendampinginya. Siwon berharap perempuan itu kabur atau melakukan sesuatu untuk membatalkan pernikahan mereka.

Namun harapan Siwon sia-sia saat pintu terbuka dan ia dapat melihat Yongri yang sedang menggandeng lengan Hyunseok. Perempuan itu melangkah dengan pelan dan sepertinya terlihat kesusahan akibat gaun pengantin yang digunakannya.

Siwon menatap wajah Yongri. Baiklah, ia memang tidak menyukai Yongri. Tetapi saat ini perempuan itu terlihat cantik. Sangat cantik. Wajahnya terlihat seperti boneka hidup. Matanya yang bulat, hidungnya yang kecil namun mancung serta bibirnya yang tipis.

“Tolong jaga anakku dengan baik, Siwon-ah.” Siwon terkejut saat mendengar suara Hyunseok.

Saat menundukkan kepalanya, ia melihat Hyunseok yang mengulurkan tangan Yongri padanya. Siwon dengan cepat menggenggam tangan Yongri dengan erat.

“Y–ya, ahjussi.” Sahut Siwon.

Hyunseok tersenyum dan segera meninggalkan mereka. Duduk di samping Sujin yang terlihat sedang tersenyum haru.

Siwon memandang Yongri sebentar sebelum akhirnya memutar badannya untuk menatap Pastor. Siwon dan Yongri terlihat sama-sama gugup. Keduanya tampak tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang sedang disampaikan Pastor.

Yongri berharap tangannya yang sedang di genggam Siwon tidak terlihat bergetar. Akan sangat memalukan jika Siwon menyadari kegugupan perempuan itu. Siwon pasti akan mengejeknya habis-habisan.

“Saatnya pengucapan janji suci.” Ucap Pastor membuat Siwon dan Yongri terkesiap.

“Silahkan saling menatap dan ucapkan janji suci pernikahan.” Perintah Pastor.

Siwon dan Yongri saling menatap dalam diam untuk beberapa saat. Keduanya seolah sedang memantapkan hati mereka. Siwon berdehem pelan untuk menormalkan suaranya. Ia berharap suaranya tidak bergetar.

“Saya Choi Siwon menerima engkau Choi Yongri menjadi istri saya, dengan mengasihi dan menghormati engkau sampai maut memisahkan kita.”

Siwon merasa lega setidaknya suaranya tidak bergetar dan akan membuat orang-orang menertawainya. Dan sekarang Siwon dapat melihat kegugupan Yongri, karena saat ini adalah giliran perempuan itu.

“Saya Choi Yongri menerima engkau Choi Siwon menjadi suami saya, dengan mengasihi dan menghormati engkau sampai mau memisahkan kita.”

Yongri tidak pernah merasa seserius ini di dalam hidupnya. Tetapi ketika ia baru saja mengucapkan janji pernikahan, Yongri merasa bersungguh-sungguh karena tidak ingin melakukan kesalahan.

Walaupun ia tidak menyukainya, ia tidak bisa bermain-main dengan yang namanya pernikahan. Janji yang mereka ucapkan bersifat suci dan sakral. Tuhan dan semua yang datang hari ini menjadi saksi pernikahan mereka.

“Atas nama Tuhan, dengan ini saya nyatakan saudara dan saudari telah sah menjadi sepasang suami istri.” Ucap Pastor dan di sambut tepukan tangan yang meriah dari seluruh tamu yang datang.

“Silahkan memasang cincin pernikahan.”

Siwon mengambil cincin yang diberikan oleh petugas Gereja dan memasangkannya di jari manis Yongri. Mengikuti jejak Siwon, Yongri juga mengambil cincin dan memasangkannya di jari Siwon.

Kembali, para tamu memberikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka. Seolah mereka juga ikut merasakan kebahagiaan atas penyatuan dua jiwa hari ini.

“Mempelai pria bisa mencium mempelai wanita.” Kata Pastor.

Mencium. Yongri ingin sekali melewatkan hal ini. Tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya. Apalagi saat Siwon sudah semakin mendekatkan dirinya. Yongri dapat merasakan tangan Siwon yang berada dipinggangnya.

“Tempelkan saja bibirmu dan jangan coba-coba mengambil kesempatan.” Bisik Yongri. Yongri dapat melihat Siwon menarik salah satu sudut bibirnya.

“Bukankah aku bebas melakukan apapun pada istriku?” Siwon balas berbisik.

“Kau ingin aku menendang ‘adikmu’ sekarang juga?” Ancam Yongri.

“Coba saja kalau berani.” Sahut Siwon dan segera menempelkan bibir keduanya hingga membuat mata Yongri melebar.

Pernikahan mereka benar-benar terjadi dan keduanya tidak bisa lari lagi. Setelah ini, keduanya akan menghabiskan waktu di rumah yang sama. Namun tidak akan ada yang tau apa yang akan terjadi pada kehidupan rumah tangga mereka kelak.

——

Yongri menyingkirkan tangan Siwon yang berada dipinggangnya. Namun bukannya menjauh, Siwon justru mengeratkan rangkulannya pada pinggang Yongri. Membuat Yongri menatapnya dengan kesal.

“Apa kau sudah gila?” Desis Yongri.

“Kau yang gila. Apa kau tidak lihat orang-orang terus menatap kita dan kau ingin menyingkirkan tanganku dari tubuhmu!” Ujar Siwon.

Yongri menatap ke depan dan ia dapat melihat tamu undangan yang hadir ke pesta pernikahan, sedang melihat mereka. Tatapan yang terlihat berbinar karena Siwon dan Yongri terlihat sangat tampan dan cantik malam ini.

Gaun yang digunakan oleh Yongri membuatnya tampak seperti seorang putri. Perempuan itu terlihat sangat cocok berdiri di samping Siwon yang tampak seperti seorang pangeran. Dan mereka seperti sedang berada di sebuah istana yang megah.

“Sampai kapan aku harus berdiri seperti orang bodoh?” Ucap Yongri kesal.

Siwon menghela nafas panjang dan mencoba untuk tidak memperdulikan kekesalan Yongri. Bukan hanya Yongri, Siwon pun merasa kesal karena harus berdiri berjam-jam hanya untuk mengadakan pesta pernikahan.

“Siwon-ah!” Siwon menoleh saat mendengar ada yang memanggilnya.

Siwon melambaikan tangannya saat melihat Minho beserta temannya yang lain datang menghampirinya.

“Selamat untuk pernikahanmu.” Kata Jisung sembari memberikan pelukan pada Siwon. Yang lain mengikuti apa yang dilakukan oleh Jisung.

“Terima kasih.” Balas Siwon sembari tersenyum.

“Istrimu benar-benar cantik.” Puji Minho.

“Kau tidak ingin mengenalkannya pada kami?” Tanya Sungmin. Siwon terlihat memutar bola matanya dengan malas.

“Ini teman-temanku.” Kata Siwon dengan acuh. Yongri menatap mereka sembari membungkukkan sedikit badannya.

“Aku Choi Yongri.”

“Selamat atas pernikahanmu, Yongri-ssi. Aku Lee Minho. Kami berteman dengan Siwon semenjak kuliah.” Kata Minho dan Yongri hanya tersenyum tipis.

“Yongri-ya..”

“Oh, Myungsoo-ya.” Yongri terlihat senang dengan kedatangan Myungsoo.

“Kau bisa mengobrol dengan temanmu, Siwon-ssi. Aku akan pergi ke sana dengan Myungsoo.” Ujar Yongri sembari menggandeng Myungsoo.

“Silahkan dinikmati pestanya.” Ucap Yongri pada teman-teman Siwon setelahnya ia segera menarik Myungsoo untuk menjauh.

“Apa-apaan itu? Bagaimana bisa istrimu menggandeng lengan laki-laki lain dihadapanmu?” Ucap Sungmin dengan tidak percaya.

“Laki-laki itu kekasihnya.” Kata Siwon terdengar tidak peduli.

“Apa?!” Pekik teman-teman Siwon. Siwon mendelik tajam pada mereka.

“Istrimu memiliki kekasih?” Tanya Minho dengan terkejut.

“Apa kalian tidak bisa mengecilkan suara kalian?!” Ucap Siwon dengan kesal. Mereka terlihat berdehem pelan dan tersadar bahwa sudah bersikap berlebihan.

“Jika aku tidak lupa, aku sudah mengatakan pada kalian bahwa kami dijodohkan. Aku tidak mencintainya begitu pun sebaliknya. Dan aku juga tidak peduli jika dia memiliki kekasih atau tidak.” Jawab Siwon menjelaskan.

“Maksudmu, jika suatu saat kau menemukan perempuan dan kau menyukainya, kau akan menjadikannya kekasih? Walaupun kau sudah memiliki istri?” Tanya Jisung.

“Siapa yang tau?” Jawab Siwon sembari menaikkan kedua bahunya.

Teman-teman Siwon menggelengkan kepalanya dan terlihat tidak habis pikir. Mereka tidak tau kehidupan pernikahan seperti apa yang akan Siwon jalani. Entah mengapa mereka berfirasat bahwa pernikahan ini tidak akan bertahan lama.

——

Sebuah mobil mewah mengantarkan Siwon dan Yongri ke rumah mewah yang akan mereka tinggali. Rumah tersebut merupakan pemberian dari Kiho sebagai hadiah pernikahan. Rumah yang sangat besar jika hanya di isi oleh mereka berdua.

Tanpa menunggu Yongri, Siwon segera masuk ke dalam rumah setelah turun dari mobil. Yongri yang melihatnya tentu saja mendengus kasar. Ia sedang kesusahan bergerak karena gaun pesta yang sialan berat. Tetapi Siwon terlihat tidak peduli sama sekali.

Oh, Yongri juga tidak mengharapkan kepedulian laki-laki itu. Yongri berjalan perlahan untuk menyusul Siwon. Gaun yang berat serta higheels benar-benar perpaduan yang sangat menyebalkan untuk Yongri.

Namun ketika sampai di dalam rumah, kekesalan Yongri seolah menghilang. Yongri seolah terhipnotis akan kemewahan rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya sekarang. Namun tetap saja ia tidak akan betah berada di rumah dimana Siwon berada.

“Aku akan menempati kamar utama.” Yongri dikejutkan oleh suara Siwon. Perempuan itu segera menoleh dan menatap Siwon dengan bingung.

“Aku akan menempati kamar utama.” Ulang Siwon.

“Kenapa seperti itu?” Tanya Yongri.

“Kau tidak berharap untuk tidur di kamar yang sama denganku, kan?” Selidik Siwon.

“Bukan itu maksudku, bodoh!” Maki Yongri.

“Apa? Bodoh?!” Geram Siwon.

“Aku yang akan menempati kamar utama.” Kata Yongri tidak memperdulikan kekesalan Siwon. Siwon tersenyum sinis dan mendekati Yongri.

“Kau tidak lupa jika rumah ini pemberian ayahku, kan?” Bisik Siwon.

“Lalu kenapa?” Tantang Yongri.

“Aku yang lebih berhak atas rumah ini. Aku akan tidur di kamar utama. Dan kau bisa pilih kamar manapun, selain kamar utama. Bahkan jika kau tidur di kamar mandi pun, aku tidak peduli.” Kata Siwon sembari berbalik untuk meninggalkan Yongri.

“Apa kau tidak bisa mengalah pada perempuan?!” Siwon kembali berbalik.

“Aku? Harus mengalah padamu, maksudmu? Jika aku menyukaimu, aku mungkin akan dengan senang hati mengalah. Tetapi maaf saja, aku tidak berniat untuk mengalah denganmu saat ini.”

“YAAAA!!” Yongri berteriak namun Siwon tidak memperdulikannya. Ia hanya ingin segera menjauh dari Yongri.

Yongri menghentak-hentakkan kakinya yang memakai higheels. Ia tidak peduli jika hak sepatunya bisa patah dan menyakiti kakinya. Ia benar-benar merasa marah pada Siwon. Baiklah, ia memang tidak pernah bisa untuk tidak marah pada laki-laki itu selama ini.

“Sabar, Choi Yongri. Sabar.”

Yongri menghela nafas panjang dan mencoba untuk bersabar. Ia menatap sekeliling untuk memilih kamarnya. Ia akan memilih kamar yang jauh dari kamar Siwon. Yongri tidak ingin berada di dekat laki-laki itu.

Yongri melangkahkan kakinya dan memasuki kamarnya. Walaupun rumah ini mewah, tetapi kamar yang akan ditempatinya saat ini tidaklah sebesar kamarnya di rumah Hyunseok.

Yang pertama ingin dilakukan oleh Yongri ketika sampai di kamarnya adalah melepaskan gaun sialan yang menghambat pergerakannya ini. Yongri meraih resleting gaun yang berada di punggungnya. Tidak mudah, tetapi Yongri berusaha memanjangkan tangannya.

Setelah berhasil menurunkan resleting gaun tersebut, Yongri bersiap untuk melepaskan gaun itu dari tubuhnya. Namun gerakannya harus terhenti saat ia mendengar pintu kamarnya di buka dengan keras. Yongri segera berbalik sembari memegangi gaunnya agar tidak terjatuh.

“YAA!!” Teriak Yongri saat melihat Siwon–lah pelaku yang sudah menerobos ke kamarnya.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?! Aku sedang ingin ganti baju, brengsek!!” Maki Yongri.

“Saat aku ada atau tidak ada di rumah, jangan masuk ke dalam kamarku dengan seenaknya. Aku tidak suka saat ada orang asing di dalam kamarku.” Ujar Siwon tanpa memperdulikan kemarahan Yongri.

Ia tau bahwa Yongri sedang ingin ganti baju. Siwon sempat melihat punggung mulus perempuan itu untuk sesaat. Namun Siwon terlihat tidak peduli sama sekali.

“Yah,” Yongri mengusap keringat yang mengalir di pelipisnya. Memakai gaun yang berat serta menghadapi Siwon membuat energi Yongri terkuras. Belum lagi ia sangat kelelahan sehabis pesta pernikahannya.

“Bukankah aku yang seharusnya mengatakan itu? Aku adalah seorang perempuan. Aku yang seharusnya berkata bahwa kau tidak boleh masuk ke kamarku, tanpa izin seperti yang baru saja kau lakukan!” Kata Yongri.

“Lalu kenapa jika kau perempuan? Yah, aku tidak tertarik sama sekali denganmu. Bahkan jika kau telanjang di hadapanku pun, kejantananku tidak akan berdiri.” Ucap Siwon frontal dan membuat Yongri semakin marah.

“YA!!”

“Mari kita bersama-sama untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing. Dan kita akan bercerai setelah 6 bulan pernikahan ini. Kita katakan saja pada orangtua kita bahwa kita tidak cocok satu sama lain.” Ucap Siwon.

Mulut Yongri tanpa sadar terbuka saat mendengar penuturan Siwon. Terlalu terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang baru saja Siwon katakan. Yongri memang tidak menginginkan pernikahan ini dan ingin berpisah dengan Siwon.

Tetapi ia tidak menyangka jika Siwon memikirkan semua hal tersebut di saat pernikahan mereka belum genap 1 hari. Yongri merasa tersinggung dan harga dirinya terluka. Sebagai seorang perempuan, ia seperti tidak diinginkan oleh suaminya sendiri.

Yongri mengambil bantal di atas tempat tidur dan melemparkannya ke Siwon. Bantal itu mengenai tepat ke wajah tampan Siwon hingga membuat laki-laki itu terkejut sekaligus marah.

“Bajingan brengsek!” Maki Yongri.

“KAU–“

Siwon terlihat hendak menghampiri Yongri dan ingin melampiaskan kemarahannya. Namun ia mengurungkan niatnya saat merasakan ponsel di dalam sakunya bergetar.

Siwon mengeluarkan ponselnya sembari menatap Yongri dengan tajam. Ia melihat siapa yang mengganggu waktunya untuk memarahi Yongri. Siwon menghela nafas sembari menggenggam ponselnya. Lalu ia kembali menatap Yongri.

“Kau beruntung karena telepon ini menyelamatkanmu. Jika sekali lagi kau melakukan sesuatu yang membuatku marah, aku tidak akan membiarkanmu.” Kata Siwon dan segera berbalik meninggalkan kamar Yongri.

“Aku tidak takut padamu, brengsek!” Jerit Yongri.

BRAKK!!

Yongri terlonjak saat mendengar pintu kamarnya yang tertutup dengan keras. Ia menatap pintu dengan kesal, seolah pintu itu adalah Siwon.

Yongri duduk di atas tempat tidur sembari mennghela nafas panjang. Kehidupan pernikahan yang belum genap 24 jam sudah membuat Yongri benar-benar kesal.

Bagaimana bisa ia bertahan dalam waktu 6 bulan seperti keinginan Siwon? Akan seperti apa kekesalan yang harus ditahannya nanti? Yongri benar-benar tidak mau mati karena menahan kesal dan marah pada Siwon.

Oh, tentu saja ia akan menghantui Siwon jika hal itu benar-benar terjadi. Ia tidak akan membiarkan Siwon hidup tenang.

Yongri menggelengkan kepalanya saat pikirannya mulai memikirkan sesuatu yang tidak masuk akal. Yang harus dipikirkannya adalah bagaimana caranya untuk bertahan. Haruskah Yongri tidak keluar kamar agar tidak bertemu Siwon?

Tidak mungkin. Yongri harus pergi ke club setiap malam. Jika tidak Yongri yakin ia akan benar-benar gila berada di rumah ini. Yongri merasa kepalanya akan pecah. Ia kembali menatap pintu dengan kesal. Untuk pertama kalinya Yongri membenci seseorang. Dan orang itu adalah Siwon.

——

Myungsoo mengambil gelas yang baru saja diisi dengan cairan berkadar alkohol tinggi oleh Yongri. Ia yakin seratus persen jika Yongri akan pingsan setelah meminum segelas bir ini. Karena itu Myungsoo mencoba untuk mencegahnya.

“Yah, hentikan. Apa yang akan dipikirkan oleh suamimu jika dia melihatmu mabuk?” Ujar Myungsoo dengan suara yang cukup keras. Mengingat musik yang sedang diputar mampu memekakkan telinga.

“Suami? Cih!” Yongri mencibir dengan kesadaran yang sudah benar-benar minim.

“Myungsoo-ya~” panggil Yongri dengan nada manja.

“Ada apa?” Sahut Myungsoo.

“Apa aku boleh menginap di rumahmu malam ini?” Tanya Yongri sembari bersandar pada lengan Myungsoo.

“Sepertinya kau sudah benar-benar mabuk.” Gumam Myungsoo.

“Bagaimana bisa kau menginap di rumah laki-laki lain ketika kau baru saja menikah kemarin?” Tanya Myungsoo balik.

“Aku tidak mau menikah dengannya. Dia menyebalkan.” Kata Yongri dengan mata tertutup.

“Kalian sudah menikah, bodoh. Bagaimana bisa kau tidak mau melakukannya? Lagipula, suatu saat kau mungkin akan menyukainya.” Ucap Myungsoo.

“Tidak, aku tidak akan menyukainya.” Bantah Yongri. Myungsoo tersenyum kecil.

“Laki-laki yang aku sukai hanya dirimu. Karena kau selalu mengerti diriku.” Tambah Yongri membuat senyum Myungsoo menghilang.

Myungsoo menatap Yongri yang masih memejamkan matanya.

“Ucapanmu bisa membuatku salah paham. Apa kau tau itu?” Kata Myungsoo. Yongri tidak menanggapi perkataan Myungsoo.

“Choi Yongri..” Myungsoo memanggil Yongri sembari menepuk pipi perempuan itu.

“Yongri-ya..” Panggil Myungsoo lagi. Tidak ada tanggapan apapun dari Yongri. Membuat Myungsoo kembali tersenyum.

“Kau menyukaiku sebagai seorang sahabat atau seorang laki-laki, Yongri-ya?” Tanya Myungsoo sembari meneguk isi gelas yang telah diisi dengan bir oleh Yongri.

Myungsoo meletakkan Yongri di punggungnya dan mulai meninggalkan club. Seperti yang dikatakan Sujin, walaupun Yongri sudah menikah, ia tetap harus menemani perempuan itu ke club. Tentu saja Myungsoo tidak merasa keberatan.

Menemani Yongri membuat Myungsoo tidak perlu merasa khawatir. Ia bisa menjaga perempuan itu dengan semua kewaspadaannya. Kehidupan club tentu saja sangat berbahaya untuk perempuan yang hanya ingin menikmati sebotol bir.

Myungsoo menatap Yongri yang bersandar dibahunya. Yongri sudah benar-benar tidak sadarkan diri. Dan mereka harus pulang naik taksi karena Myungsoo tidak bisa menyetir saat ada kandungan alkohol dalam tubuhnya.

Beruntung karena Myungsoo mengetahui alamat rumah baru Yongri. Jika ia belum sempat bertanya, Myungsoo terpaksa mengantarkan Yongri ke rumah orangtuanya. Dan bisa dipastikan jika besok Yongri akan digantung oleh Hyunseok.

“Terima kasih, ahjussi.” Kata Myungsoo ketika mereka sudah sampai di depan rumah Yongri dan memberikan ongkos kepada sang supir.

Myungsoo turun dari mobil dan berjalan ke sisi mobil yang lain. Membuka pintunya kemudian mengeluarkan Yongri dari sana. Ia kembali menggendong Yongri di atas punggungnya.

Setelah menekan bel dua kali, Myungsoo menunggu dengan sabar. Ia berharap siapapun yang berada di dalam rumah segera membukakan pintu. Yongri mungkin bertubuh kurus, tetapi ketika ia kehilangan kesadaran seperti ini, tubuhnya terasa benar-benar berat.

“Selamat malam, Siwon-ssi.” Sapa Myungsoo saat melihat Siwon yang membukakan pintu.

“Selamat malam.” Balas Siwon dengan wajah acuhnya.

Siwon mengalihkan pandangannya pada seseorang yang berada di punggung Myungsoo. Ia tidak dapat melihat wajahnya karena rambut panjang perempuan itu menutupi seluruh wajahnya.

“Yongri mabuk.” Kata Myungsoo.

Siwon mendengus dan terlihat tidak peduli. Laki-laki itu berbalik dan hendak kembali ke kamarnya.

“Siwon-ssi, sebentar.” Ujar Myungsoo dengan bingung. Siwon membalikkan badannya dan menatap Myungsoo dengan wajah datar.

“Kau tidak ingin membawa Yongri masuk?” Tanya Myungsoo.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Tanya Siwon balik. Kebingungan Myungsoo semakin menjadi.

“Dia istrimu.” Jawab Myungsoo.

“Kau kekasihnya, bukankah Yongri mengatakan padamu bahwa kami menikah karena perjodohan? Aku tidak peduli padanya, begitu pun sebaliknya. Jadi, jika kau mau, kau bisa membawanya ke dalam. Atau kau bisa meninggalkannya di depan pintu.” Ucap Siwon.

“Apa?!” Myungsoo benar-benar terkejut.

“S–siapa yang mengatakan padamu bahwa aku kekasih Yongri?” Tanya Myungsoo.

“Kekasihmu sendiri yang mengatakannya. Dan aku katakan sekali lagi bahwa aku tidak peduli. Jika kau ingin membawanya masuk, kamarnya ada di sebelah sana.” Jawab Siwon sembari menunjuk kamar Yongri.

“Setelah itu kau bisa pulang. Aku tidak terima jika kalian berkencan di rumahku. Mengerti?” Lanjut Siwon.

“Siwon-ssi.” Panggil Myungsoo kembali menghentikan langkah Siwon. Siwon mulai terlihat kesal.

Myungsoo mendekati Siwon dan menurunkan Yongri. Ia mendorong tubuh Yongri hingga menempel di dada Siwon. Membuat Siwon yang terkejut segera memegangi bahu perempuan itu. Siwon menatap Myungsoo dengan kedua mata melebar.

Myungsoo mengusap keningnya dan terlihat kelelahan. Kemudian ia membalas tatapan Siwon.

“Pertama, aku bukan kekasih Yongri. Kedua, kau adalah suami Yongri. Bukankah kau yang seharusnya bertanggung jawab atas istrimu?” Ujar Myungsoo sembari tersenyum.

“Ya–“

“Dengar, aku tau bahwa kalian menikah karena perjodohan. Tetapi aku harap kau bisa lebih bertanggung jawab atas Yongri. Karena Yongri adalah istrimu. Dia sudah berada jauh dari orangtuanya sekarang.” Myungsoo terus berbicara dan tidak memperdulikan Siwon yang hendak melakukan protes.

“Karena Yongri sudah berada di rumah dan tepatnya di dalam pelukan suaminya, maka aku akan pulang sekarang. Permisi.” Pamit Myungsoo dan segera meninggalkan rumah Siwon dan Yongri.

Siwon menatap kepergian Myungsoo dalam diam dengan tangannya yang terus memegang bahu Yongri. Ia yakin jika tangannya terlepas dari bahu Yongri, maka perempuan itu akan tergeletak di lantai.

Baru saja Siwon hendak membawa Yongri masuk ke dalam kamarnya, tetapi ia menghentikan gerakannya saat melihat perempuan itu menggeliat. Jika Yongri sadar, maka Siwon tidak akan perlu repot-repot untuk menggendongnya ke kamar.

Namun apa yang baru saja dilakukan Yongri membuat Siwon naik pitam. Bukannya sadar, perempuan itu justru menumpahkan seluruh isi perutnya tepat di dada Siwon.

“YAAAA!!!”

——

–To Be Continued–

HAI!

Maaf banget ya aku ngepost FF nya lama. Karena aku sekarang udah kerja, waktu aku untuk ngetik FF berkurang. Aku cuma punya waktu malam itu pun kalo aku gak ngantuk.. huhuhuhu.. ini aja aku nyuri waktu sebelum berangkat kerja untuk ngepost FF. aku harap kalian sabar ya^^

Happy reading!

BYE~

Advertisements

81 thoughts on “The One and Only – Part 2

  1. Woah cepat sekali mereka nikahnyaaa.
    Tuhkaannn makin jelas si myungsoo suka yongri 😥 kasihannya dirimu sayanggg~ eon keren mih buat suasana berantemnya yongri sama siwon, aku aja yg baca sampe mumet sendiri hara2 tiap kali ketemu mereka berantem mulu xD

    Semangat nulisnya eon dan semagat juga kerjanya. Reader yg lain juga pasti bisa ngerti, setiap org pasti punya kesibukan masing2! Fightingg~

    NICEEE~

  2. hohoho menikah juga haha
    astaga yongri udah nikah tp mabuk mabuk annya gak hilang
    myungsoo baik bnget sih hehe smoga dapet jodoh yg baik pula hehe
    wuaa yongri mengeluarkan isi perut ke siwon
    apa yg akan trjdi sama siwon? hahaha

  3. Karakter siwon disini benar2 bikin naik darah, gak ada sedikit pun tertarik dg yongri. Mudah2an aja siwon duluan yg falling in love ke yongri. Aku suka lihat sikap L yg manly dan peduli dg sahabat, dia gak mau memanfaatkan yongri walau yongri bilang ke siwon kalau dia itu pacarnya.
    Dan sweet lihat adegan siwon dg ayahnya. Jadi penasaran dg masalah masa lalu ayahnya siwon.
    Fighting, kak.

  4. Euh… Kena muntahan ! Gak kebayang bau nya seperti apa pasti bikin mo muntah juga,siwon sial banget ya…
    Syukurlah myungsoo mengataka kalau dia bukannya pacar yongri tadinya aku kira dia akan mengikuti permainannya yongri dengan mengiyakan kalau dia pacarnya yongri, mungkin dia tak ingin ada kesalahpahaman diantara dirinya dan siwon dan tambah memperkeruh hubungan yongri siwon yang sudah keruh juga meskipun dia menaruh hati pada sahabatnya itu-yongri- dan tak ingin ambil kesempatan dalam hubungan siwon yongri yang tidak dalam kondisi baik

  5. Untung myungsoo ud ksh yongri kegendonganny siwon wkwk
    Jadi siwon naik darah lagi deh wkwk
    Seru bkn ga sbr mslhnya apa nnti

  6. Wkwkwk:v gue kira yongri bakalan gimana gitu? Ehh ternyata mau muntah. Sabar aja ya won, resiko punya istri bandelxD wkwk

  7. Saat myungsoo berkata “Mungkin perusahaan ayahku tidak sesukses perusahaan ayah calon suamimu.” Kok hatiku sakit ya mendengarnya. Seolah myungsoo tidak pantas untuk yongri karena tidak sekaya orangtua siwon. Apalagi saat myungsoo dengan gentle menyerahkan yongri saat mabuk ke siwon. Ooohhh aku padamu myungsoo-ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s