Love in Friendship – Part 9

IMG_20160805_131133

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

Mata Yongri membulat sempurna saat merasakan bibir Siwon berada tepat di bibirnya. Kedua tangannya terkepal dengan erat saat merasakan benda lunak itu benar-benar menyentuh bibirnya. Bahkan sekarang Yongri dapat merasakan bahwa Siwon menggerakkan bibirnya.

Apa yang sedang Siwon lakukan?

Yongri mendorong Siwon hingga membuat ciuman laki-laki itu terlepas. Menatap Siwon dengan kedua matanya yang bergerak gelisah. Apa mereka benar-benar berciuman barusan? Tidak, kan?

Siwon tidak memperdulikan keterkejutan Yongri. Ia kembali mendekati gadis itu dan hendak menciumnya kembali. Siwon seolah kehilangan kendali dirinya sendiri. Ia hanya ingin Yongri tau bahwa ia menyukai gadis itu.

PLAKK!!

Yongri kembali mendorong Siwon dan menampar laki-laki itu dengan keras. Ia berharap tamparannya itu dapat menyadarkan Siwon. Siwon tidak boleh melakukan itu pada Yongri. Mereka sudah bersahabat selama 10 tahun.

Siwon terlihat sangat terkejut dengan tamparan Yongri. Laki-laki itu memegang pipinya yang terasa perih sembari menatap Yongri. Siwon tidak melihat kemarahan pada mata Yongri. Gadis itu hanya terlihat terkejut dan bingung.

Tanpa mengatakan apapun, Yongri meninggalkan Siwon begitu saja. Ia masuk ke dalam rumahnya dengan airmata yang kembali mengalir. Yongri melepaskan sepatu yang digunakannya dengan tergesa-gesa.

“Yongri-ya..” Panggil Heeran.

“Kau darimana? Yah, kenapa menangis?” Heeran terkejut melihat wajah anak sulungnya itu basah oleh airmata.

“K–kita bicara nanti, eomma.” Kata Yongri sembari berjalan melewati Heeran begitu saja.

Yongri mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, Yongri menghampiri tempat tidurnya. Namun sebelum sampai di sana, Yongri terjatuh di lantai.

Tangis Yongri pecah saat itu juga. Membuat wajahnya semakin basah oleh airmata. Yongri mencoba untuk meredam isakan tangisnya agar tidak di dengar oleh orang rumahnya. Tetapi Yongri tidak bisa melakukannya.

Saat ini, Yongri merasa sangat bingung. Ia sedih, kecewa, dan berdebar di saat bersamaan. Yongri tidak tau bagaimana menangani perasaannya saat ini. Karena itu Yongri menangis dengan keras.

“Kenapa kau melakukannya, Siwon-ah?”

“Kau tidak boleh melakukannya.”

“Kau merusak persahabatan kita.”

Isakan Yongri terdengar semakin keras. Ketika mulut Yongri berkata demikian, hati Yongri seolah memberontak. Hatinya seolah tidak setuju dengan apa yang Yongri katakan barusan. Yongri tidak bisa menyembunyikan debaran yang dirasakannya ketika Siwon menciumnya.

Tidak ada pernah laki-laki yang menciumnya selama ini. Tadi adalah ciuman pertamanya selama 18 tahun ini. Yongri tidak merasa menyesal karena Siwon yang mengambil ciuman pertamanya. Hanya saja, ah, Yongri benar-benar tidak bisa menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini.

“Kau benar-benar gila, Choi Yongri.”

Yongri menyeka airmatanya yang terus mengalir. Ia segera berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Berdiri tepat di bawah shower yang tidak menyala. Yongri menghela nafas panjang sebelum akhirnya menyalakan shower. Membiarkan air yang mengalir membasahi dirinya yang masih berpakaian lengkap.

Yongri berharap air ini dapat menyadarkan dirinya. Dapat melelehkan otaknya yang sempat membeku karena apa yang sedang terjadi. Yongri merasa semuanya salah. Tetapi hati kecilnya berkata tidak. Yongri tidak tau harus mengikuti otak atau hatinya saat ini.

Yongri benar-benar merasa sangat kebingungan.

“Kenapa seperti ini, Siwon-ah?”

——

Siwon menatap pintu rumah yang baru saja di banting oleh Yongri. Yongri marah? Kenapa? Karena Siwon menciumnya? Apa itu berarti Yongri tidak memiliki perasaan yang sama seperti yang Siwon rasakan?

Apakah Yongri menyukai Sihoon? Begitu banyak pertanyaan yang menari di kepala Siwon. Siwon mengusap pipinya yang ditampar oleh Yongri. Ini pertama kalinya Yongri menampar Siwon–pertama kalinya juga ada seorang perempuan yang menampar pipinya.

Rasanya tentu saja sakit dan perih. Hanya saja Siwon tidak bisa marah pada seseorang yang baru saja menamparnya ini. Karena semuanya adalah kesalahan Siwon. Tidak seharusnya ia mencium Yongri. Siwon hanya tidak bisa menahan dirinya. Tetapi Siwon tidak merasa menyesal sedikit pun.

Siwon berbalik untuk pulang ke rumahnya. Dan ia terkejut saat menemukan Sihoon yang berdiri di depan pagar rumah Yongri. Mata Siwon sempat membesar beberapa saat. Siwon menghampiri Sihoon dan berusaha untuk menyembunyikan keterkejutannya.

“A–apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon.

“Aku yang seharusnya bertanya padamu. Apa yang baru saja kau lakukan pada Yongri?” Sihoon menatap Siwon dengan sangat tajam.

“Apa yang aku lakukan?” Siwon berusaha untuk berpura-pura tidak tau. Tetapi ia sadar bahwa usahanya sia-sia.

“Kau mencium Yongri!” Ujar Sihoon sembari mencengkram kaos Siwon.

Siwon terlihat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Sihoon padanya. Saat ia menatap wajah Sihoon, ia dapat melihat kemarahan yang sepertinya tidak bisa di tahan lagi oleh laki-laki itu.

Siwon memegang tangan Sihoon yang sedang mencengkram kaosnya. Ia berusaha untuk tidak terpancing oleh kemarahan yang sedang dirasakan oleh Sihoon.

“Kita bisa bicara baik-baik.” Kata Siwon.

“Tidak. Aku tidak mau bicara secara baik-baik denganmu! Apa kau tau apa yang baru saja kau lakukan, brengsek?!” Maki Sihoon.

“Sihoon-ah..”

“Kau menusukku dari belakang, Choi Siwon!!” Bentak Sihoon.

Siwon menghela nafas dan menoleh ke belakang. Ia takut orang-orang di rumah Yongri mendengar keributan yang dibuat oleh mereka. Siwon tidak mau mereka melihat Siwon dan Sihoon yang sedang bertengkar.

“Lepaskan dulu, setelah itu aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Pinta Siwon.

BUK!!

Alih-alih menuruti permintaan Siwon, Sihoon justru melayangkan sebuah pukulan pada pipi Siwon. Membuat Siwon terjungkal begitu saja dan terjatuh di aspal. Siwon memegangi pipinya yang semakin bertambah sakit.

“Bangun!” Sihoon menarik Siwon untuk berdiri. Siwon yang tidak memiliki persiapan hanya mengikuti tarikan saudara kembarnya itu.

BUK!!

Sihoon kembali melayangkan pukulannya pada pipi Siwon yang satunya. Untuk kedua kalinya Siwon terjatuh di aspal akibat pukulan Siwon. Siwon memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit pada wajahnya.

“Kau benar-benar brengsek, Choi Siwon!”

“Ya, aku memang brengsek!!” Sahut Siwon sembari menoleh menatap Sihoon. Ia membalas tatapan tajam Sihoon dengan sama tajamnya.

“Apa? Kau–“

“Apa yang salah dengan menyukai seseorang?!” Tanya Siwon sembari berdiri. Ia menatap Siwon dengan pandangan menantang.

“Kau bilang kau tidak menyukainya, brengsek!!” Umpat Sihoon.

“Benar, aku memang mengatakannya. Tetapi aku tidak mengatakan bahwa aku tidak bisa untuk tidak menyukainya. Apa kau pikir aku bisa menahan rasa sukaku padanya? Apa kau pikir aku bisa menolak rasa sukaku pada Yongri?!” Bentak Siwon.

“Sialan, sekarang kau dengan bangga mengatakan suka pada Yongri?!” Desis Sihoon mencengkram kaos Siwon.

“Apa kau akan melakukan ini kepada setiap laki-laki yang menyukai Yongri?” Tanya Siwon.

“Tidak. Aku hanya melakukan ini padamu, karena kau menusukku dari belakang. Sialan!” Maki Sihoon.

“Kau tidak lupa jika aku lebih dulu mengenal Yongri, kan? Aku bahkan sudah mengenalnya hampir di seluruh hidupku.” Kata Siwon.

“Tetapi aku yang lebih dulu menyukainya. Tidakkah kau mengerti itu?!” Geram Sihoon.

“Kita bisa bersaing secara sehat.” Ujar Siwon.

“Apa?!”

BUK!!

Sihoon kembali melayangkan pukulannya untuk Siwon. Ia marah karena Siwon terlihat tidak menyesal setelah berhasil menusuknya dari belakang. Laki-laki itu justru mengajaknya untuk bersaing dalam mendapatkan Yongri.

“Bersaing kau bilang?” Sihoon mendekati Siwon.

“Kenapa? Kau takut? Kau takut kalah dan tidak bisa memenangkan hati Yongri?” Tebak Siwon.

“Tutup mulutmu, Choi Siwon!”

“Jika kau takut, kau bisa mundur secara perlahan.” Kata Siwon menyarankan.

“Sialan! Kau benar-benar sialan!” Maki Sihoon dan kembali mencengkram kaos Siwon..

“HYUNG!!” Teriak Yongjae yang baru saja pulang.

Dari kejauhan, Yongjae sudah melihat jika ada yang bertengkar di dekat rumahnya. Hanya saja Yongjae tidak menyangka jika mereka adalah Siwon dan Sihoon. Setelah berada lebih dekat, saat itulah Yongjae menyadarinya.

“Apa yang kalian lakukan?!” Tanya Yongjae berlari kecil mendekati mereka.

Gerakan Sihoon yang hendak kembali memukul Siwon terhenti saat melihat kehadiran Yongjae. Sihoon mendorong Siwon hingga laki-laki itu terjatuh. Sihoon menghembuskan nafas lelahnya sembari menatap Yongjae yang membantu Siwon berdiri.

“Apa kalian sudah gila?! Kenapa kalian berkelahi?!” Ucap Yongjae sambil menatap Siwon dan Sihoon bergantian.

“Aku tidak akan mau bersaing denganmu. Lebih baik kau buang jauh-jauh perasaanmu itu, jika kau tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi.” Kata Sihoon mengingatkan. Setelahnya ia berbalik untuk pulang ke rumah. Meninggalkan Siwon dan Yongjae berdua saja.

“Hyung, apa yang terjadi?” Tanya Yongjae.

Siwon terlihat tidak ingin menjawab pertanyaan Yongjae. Laki-laki itu memegangi pipi serta rahangnya yang terasa sakit. Untung saja pukulan Sihoon tidak membuat wajahnya terluka lebih parah. Walaupun Siwon yakin wajahnya besok akan menjadi lebam.

“Hyung..” Panggil Yongjae.

“Tidak ada apa-apa.” Jawab Siwon sembari memaksakan senyumnya.

“Noona pasti akan sangat marah pada kalian jika mengetahuinya.” Kata Yongjae.

“Karena itu jangan beritahu Yongri tentang hal ini.” Sahut Siwon.

“Aku pulang dulu.” Pamit Siwon dan segera meninggalkan Yongjae.

Yongjae menghela nafas panjang sembari menatap punggung Siwon. Tentu saja ia merasa sangat terkejut dengan kejadian ini. Selama ia mengenal Siwon, laki-laki itu tidak pernah terlibat kekerasan seperti ini. Tetapi saat ini, Siwon malah berkelahi dengan Sihoon. Saudaranya sendiri.

“Aku harap tidak ada apa-apa.” Gumam Yongjae.

——

“Selamat pagi.” Sapa Yongjae yang memasuki ruang makan.

“Selamat pagi, sayang.” Balas Heeran.

“Dimana Yongri?” Tanya Heeran saat melihat Yongjae seorang diri.

“Aku tidak tau, eomma. Aku langsung turun saat keluar dari kamar. Aku pikir noona sudah berada di sini.” Jawab Yongjae sembari duduk di kursinya.

“Apa dia belum bangun? Dia bisa terlambat jika seperti ini.” Gumam Heeran yang sedang menyiapkan makanan.

“Naik saja ke atas dan kau periksa.” Saran Sangjoon.

“Biar aku saja, appa.” Ujar Yongjae.

Yongjae menyadari bahwa Heeran sedang sibuk. Tidak ada salahnya jika ia yang memeriksa apakah kakak perempuannya itu sudah siap berangkat sekolah atau belum.

Sembari membawa segelas susu, Yongjae kembali naik ke atas untuk menuju ke kamar Yongri. Setelah mengetuk pintu kamar Yongri beberapa kali, Yongjae segera membukanya.

Alis Yongjae saling bertautan saat melihat tirai kamar Yongri yang masih dalam keadaan tertutup. Jika Yongri sudah bangun, tirai di kamar gadis itu selalu terbuka. Saat mengalihkan pandangannya pada tempat tidur, Yongjae dapat melihat bahwa Yongri masih berada di sana.

“Noona!” Panggil Yongjae sembari mendekati tempat tidur. Ia menaruh gelas susunya di atas meja nakas.

“Noona, bangunlah.” Kata Yongjae mengguncang tubuh Yongri di balik selimut.

“Pergilah..” Ucap Yongri dengan suaranya yang lemah dan serak.

“Yah, kenapa suaramu seperti itu? Apa kau sakit?” Tanya Yongjae sembari meletakkan tangannya di atas kening Yongri.

“Noona kau demam!” Kata Yongjae dengan suara meninggi.

“Karena itu pergilah. Aku tidak sekolah hari ini.” Yongri menyingkirkan tangan Yongjae.

“Kau baik-baik saja kemarin. Kenapa seperti ini?” Ucap Yongjae dengan khawatir.

“Aku tidak tau.” Gumam Yongri.

“Aku akan memanggil eomma.” Ujar Yongjae.

Mengambil gelas susunya dan berniat meninggalkan kamar Yongri. Namun baru beberapa langkah, Yongjae menghentikan langkahnya dan berbalik. Apa yang akan dikatakannya ini mungkin akan semakin membuat Yongri pusing. Tetapi Yongjae merasa harus mengatakannya.

“Semalam Siwon hyung dan Sihoon hyung berkelahi, noona.” Kata Yongjae.

Yongri membuka matanya yang tertutup sedari tadi. Dengan susah payah ia mengubah posisinya menjadi duduk. Mengabaikan rasa sakit pada kepalanya saat ini.

“Apa yang baru saja kau katakan?” Tanya Yongri.

“Semalam aku pergi ke rumah temanku. Ketika aku pulang, aku melihat dua laki-laki yang berkelahi di depan pagar rumah kita. Saat aku mendekatinya, ternyata itu Siwon hyung dan Sihoon hyung.” Jawab Yongjae menjelaskan.

Yongri terlihat benar-benar terkejut saat ini. Kedua laki-laki itu berkelahi dan Yongri tidak tau apa penyebabnya. Karena dirinya? Oh, Yongri sangat berharap pemikirannya itu salah.

“Aku tidak tau penyebab mereka berkelahi, noona. Tetapi sepertinya Sihoon hyung sangat marah pada Siwon hyung. Sihoon hyung berkata pada Siwon hyung bahwa ia tidak mau bersaing dengan Siwon hyung. Lalu ia menyuruh Siwon hyung untuk menghilangkan perasaannya sebelum kejadian semalam terjadi lagi.” Jelas Yongjae.

Yongri tampak memikirkan penjelasan Yongjae. Ia menjadi semakin yakin jika penyebab Siwon dan Sihoon berkelahi adalah dirinya. Bagaimana ini? Apa Yongri sudah menghancurkan hubungan persaudaraan Siwon dan Yongri?

“Sebenarnya apa yang terjadi, noona? Aku tidak pernah melihat Siwon hyung bertengkar dengan seseorang.” Kata Yongjae.

“Noona!” Panggil Yongjae saat melihat Yongri yang melamun.

“E–eo. A–aku tidak tau apapun, Yongjae-ya. Lebih baik sekarang kau keluar, aku ingin istirahat.” Ujar Yongri.

“Aneh. Bukankah biasanya kau selalu tau apa yang terjadi pada Siwon hyung? Begitu pun sebaliknya, kan?”

“Kepalaku sangat sakit saat ini, Yongjae-ya. Jangan menambah sakit kepalaku.”

“Aku mengerti. Istirahatlah, noona.” Sahut Yongjae dan segera keluar dari kamar Yongri.

Yongri menghela nafas panjang setelah Yongjae meninggalkannya. Kepalanya yang sakit semakin bertambah sakit setelah mendengar apa yang Yongjae katakan.

Yongri menyetujui apa yang Yongjae katakan. Siwon tidak pernah bertengkar dengan siapapun selama ini. Tetapi saat ini Siwon bahkan bertengkar dengan Sihoon. Yongri merasa bersalah, tentu saja.

Rasa suka kedua laki-laki itu padanya yang membuat mereka bertengkar. Seandainya bisa, Yongri tentu akan menarik rasa suka mereka padanya. Hanya saja, Yongri tidak bisa melakukannya.

Yongri bahkan tidak tau apa yang kedua laki-laki itu sukai darinya. Wajahnya cantik? Begitu banyak perempuan yang jauh lebih cantik di luar sana. Kenapa keduanya harus terjebak pada Yongri?

“Ah, kepalaku..” Yongri kembali berbaring sembari memegangi kepalanya.

Yongri mengambil ponsel yang berada di atas kasur. Sedang menimbang untuk menghubungi salah satu dari kedua laki-laki itu. Namun Yongri segera membatalkan niatnya. Yongri bahkan belum bisa menata perasaannya sendiri. Ia tidak mau membuat kesalahan.

Yongri kembali menghela nafas dan memejamkan matanya. Ia tidak bisa berpikir di saat dirinya sedang sakit seperti ini. Lebih baik ia tidur dan menenangkan pikirannya.

Tetapi Yongri tidak bisa melakukannya, saat mendengar pintu kamarnya kembali di ketuk. Yongri sudah dapat menebak siapa yang mengetuk pintunya. Pasti Heeran yang sedang khawatir.

“Sayang, kau baik-baik saja?” Tanya Heeran.

Suaranya yang khawatir tertangkap oleh gendang telinga Yongri.

“Aku baik-baik saja, eomma. Hanya demam dan pusing.” Jawab Yongri tanpa membuka matanya. Yongri merasakan tempat tidurnya bergoyang.

“Kau harus minum obat, Yongri-ya. Sebelum itu, makanlah sedikit saja. Kau mau eomma buatkan bubur?” Tanya Heeran menawarkan. Wanita itu duduk di tepi tempat tidur.

“Aku tidak ingin makan apapun, eomma. Aku hanya ingin tidur.” Kata Yongri.

“Sakit kepalamu tidak akan hilang jika kau hanya tidur. Kau harus minum obat.”

“Nanti saja, eomma. Setelah aku bangun. Sekarang aku hanya ingin tidur.” Suara Yongri terdengar memelas.

“Baiklah, jika seperti itu. Tidurlah. Eomma akan buatkan bubur untukmu nanti.” Ujar Heeran sembari meletakkan tangannya di kening Yongri. Setelahnya ia membenarkan letak selimut yang dipakai Yongri.

“Jangan biarkan siapapun masuk ke kamarku, eomma.” Pinta Yongri.

“Termasuk Siwon dan Sihoon? Mereka pasti khawatir jika tau kau tidak masuk sekolah karena sakit.” Kata Heeran.

Yongri kembali membuka matannya saat mendengar Heeran menyebut nama Siwon dan Sihoon. Mendengar namanya saja membuat perasaan Yongri tak menentu.

“Ya, termasuk mereka. Aku hanya ingin beristirahat.” Ujar Yongri. Heeran menghela nafas panjang.

“Baiklah. Eomma tidak akan membiarkan siapapun mengganggumu.” Heeran segera berdiri dan meninggalkan kamar Yongri.

——

Heeran tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat kehadiran Siwon di depan kamar Yongri. Wajah Siwon terlihat khawatir dan lelah di saat bersamaan. Heeran segera menutup kamar Yongri saat melihat Siwon akan masuk ke dalam.

“Yongri ingin istirahat.” Kata Heeran.

“Aku tau, eommonim. Tetapi biarkan aku melihatnya sebentar saja.” Pinta Siwon.

“Jangan sekarang, Siwon-ah. Yongri benar-benar butuh istirahat saat ini. Dia memintaku untuk tidak membiarkan siapapun masuk.” Ujar Heeran.

“Tapi–“

“Kau bisa menemuinya nanti setelah pulang sekolah. Okay?” Saran Heeran.

Siwon terlihat ingin protes. Namun ia tidak bisa memaksa Heeran. Ia sangat khawatir saat Yongjae mengatakan bahwa Yongri sedang sakit.

“Yongri tidak apa-apa. Hanya demam dan pusing saja. Jangan terlalu khawatir.” Ujar Heeran. Siwon menghela nafas panjang.

“Ada apa dengan wajahmu? Kau berkelahi dengan siapa?” Tanya Heeran saat melihat wajah Siwon yang lebam.

“O–oh? A–aku jatuh, eommonim.” Jawab Siwon.

“Jatuh? Seperti apa tepatnya kau jatuh, Siwon-ah? Hingga bisa melukai wajah sebelah kanan dan kirimu.” Sindir Heeran. Siwon menundukkan kepalanya.

“Kau tidak bisa membohongiku.” Kata Heeran.

“Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak ingin memberitahukan padaku. Tetapi aku yakin Yongri akan sangat khawatir saat melihat wajahmu seperti itu.”

“Jadi, berhenti melakukan sikap bodoh dengan berkelahi. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan. Kau mengerti?”

“Ya, eommonim.” Ucap Siwon pelan. Heeran tersenyum.

“Sekarang pergilah ke sekolah. Fokus belajar dan jangan pikirkan apapun.” Pesan Heeran.

“Ya, eommonim.” Ucap Siwon lagi.

Heeran kembali tersenyum dan meninggalkan Siwon. Siwon menatap pintu kamar Yongri sembari menghela nafas panjang. Ia berharap Yongri benar-benar tidak apa-apa. Dan Siwon berharap Yongri sakit bukan karena kejadian semalam.

Karena jika penyebab Yongri sakit adalah karena apa yang dilakukannya semalam, Siwon akan merasa benar-benar menyesal. Ia tidak akan melakukannya jika hanya akan menyakiti Yongri seperti ini.

Siwon memegang pegangan pintu kamar Yongri. Ia bisa saja menerobos masuk dan mengabaikan ucapan Heeran tadi. Tetapi Siwon tidak bisa melakukannya. Yongri mungkin akan bertambah sakit jika ia memaksa bertemu gadis itu.

Siwon kembali menghela nafas dan segera berbalik. Ia akan bersabar dan bertemu dengan Yongri nanti. Setelah Yongri merasa keadaannya menjadi lebih baik.

——

“Oh, Sihoon-ah!” Panggil Kyuhyun saat melihat Sihoon yang berjalan terburu-buru.

“Hai, teman-teman.” Sapa Sihoon yang sempat terkejut ketika mendengar panggilan Kyuhyun.

“Kau mau kemana? Kenapa terburu-buru sekali?” Tanya Hyukjae. Sihoon tersenyum dan mengusap kepala belakangnya.

“Aku ingin bertemu Yongri. Dia tidak bersama kalian? Apa dia di kelas?” Sihoon bertanya setelah menjawab pertanyaan Hyukjae.

“Yongri tidak masuk hari ini. Dia sakit. Kau tidak tau?” Ujar Donghae. Sihoon terlihat benar-benar terkejut.

“Sakit?”

“Eo. Siwon yang memberitahukannya kepada kami.” Kata Kyuhyun.

“Kenapa Siwon bisa tau dan kau tidak tau?” Gumam Kyuhyun kemudian.

“Dimana Siwon sekarang?” Tanya Sihoon.

“Dia di toilet.” Jawab Donghae.

“Kami mau ke kantin, kau mau ikut?” Tanya Hyukjae menawarkan.

“Kalian duluan saja. Aku akan menyusul.” Ucap Sihoon dengan tersenyum kecil.

“Baiklah, kami pergi dulu.” Pamit Hyukjae sembari menepuk bahu Sihoon.

Sihoon menghela nafas panjang. Lagi-lagi ia kalah dari Siwon. Ini semua karena dia pergi ke sekolah lebih dulu dari Siwon. Tentu saja Sihoon masih sangat marah pada laki-laki itu. Karena itu Sihoon berangkat lebih pagi untuk menghindari Siwon.

Tetapi akibatnya ia tidak mengetahui bahwa Yongri sedang sakit hingga tidak masuk sekolah. Sihoon yakin bahwa Siwon mengetahui itu dari keluarga Yongri. Tidak mungkin jika Yongri sendiri yang memberitahunya.

Kenapa Sihoon bisa berpikir seperti itu? Semuanya karena Sihoon melihat apa yang terjadi semalam. Sihoon juga melihat bahwa Yongri menampar Siwon. Sejujurnya, Sihoon merasa sangat senang. Bukankah itu berarti Yongri tidak menyukai apa yang Siwon lakukan semalam?

Sihoon berbalik dan mengurungkan niatnya untuk ke kelas Yongri. Ia harus bertemu dengan Yongjae dan memastikan bahwa Yongri baik-baik saja. Seandainya bisa, Sihoon akan memilih untuk meninggalkan sekolah dan melihat keadaan Yongri.

Namun ia tidak mungkin melakukannya. Karena sudah dipastikan jika besok Eunhee akan diminta datang ke sekolahnya. Dan itu adalah hal yang memalukan untuk Sihoon.

Sihoon menaiki tangga untuk menuju ke kelas Sihoon. Saat ia berada di atas, banyak siswa-siswi kelas 1 yang menatapnya sembari berbisik. Tentu saja mereka merasa aneh saat melihat seorang senior yang berada di wilayah mereka seperti ini. Tetapi Sihoon tidak peduli.

“Sihoon hyung?” Yongjae terlihat terkejut dengan kehadiran Sihoon di kelasnya.

“Oh, Yongjae-ya..” Sihoon melambaikan tangannya.

“Ada apa? Kau mencariku?” Tanya Yongjae sembari menunjuk dirinya sendiri.

“Ya.” Jawab Sihoon sembari melirik laki-laki yang duduk di samping Yongjae.

“Yongri sakit apa?” Tanya Sihoon kemudian.

“Ah, noona. Noona hanya sakit biasa, hyung. Demam dan pusing.” Jawab Yongjae.

“Aku ingin memberitahumu dan Siwon hyung tadi pagi. Tetapi kau sudah berangkat sekolah dan aku hanya menemukan Siwon hyung. Kalian belum berbaikan?” Tebak Yongjae. Sihoon hanya tersenyum tanpa berniat menjawab tebakan Yongjae.

“Yongri baik-baik saja, kan? Benar hanya sakit biasa?” Sihoon terlihat benar-benar khawatir.

“Iya, hyung. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Noona itu perempuan yang kuat. Penyakit hanya singgah sebentar pada tubuhnya. Setelah itu mereka akan pergi dengan terburu-buru. Karena mereka takut pada noona.” Ucap Yongjae membuat Sihoon tidak dapat menahan tawanya. Yongjae juga ikut tertawa.

“Berbaikanlah dengan Siwon hyung, hyung. Noona tidak akan senang jika kalian bertengkar seperti ini.” Kata Yongjae menyarankan. Sihoon menundukkan kepalanya sembari tersenyum tipis.

“Aku tidak tau penyebab kalian bertengkar. Tetapi apapun penyebabnya, aku harap kalian tidak menghancurkan persaudaraan kalian karena hal itu.” Ujar Yongjae. Sihoon menatap Yongjae dan tersenyum.

“Apa-apaan itu? Apa kau dewasa sebelum waktunya?” Kata Sihoon dengan tersenyum geli. Yongjae ikut tersenyum sembari menggaruk kepalanya.

“Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke kelasku. Belajar yang benar.” Kata Sihoon sembari mengacak rambut Yongjae.

Yongjae menatap punggung Sihoon sembari menghela nafas. Beberapa saat kemudian ada seorang gadis yang mendekatinya dengan terburu-buru. Membuat Yongjae terkejut dan menatapnya dengan bingung.

“Bukankah dia kembarannya Siwon sunbae?” Tanya gadis itu. Sihoon mengangguk.

“Kau mengenalnya dengan baik? Bisa kau kenalkan padaku? Dia sangat tampan. Sama seperti Siwon sunbae.” Kata gadis itu dengan pandangan memuja. Yongjae mendengus pelan.

“Apa aku masih kurang tampan?” Ucap Yongjae dengan ketus.

——

Sihoon membolos latihan basket hari ini demi menjenguk Yongri. Ia benar-benar merasa khawatir. Walaupun Yongjae mengatakan bahwa Yongri baik-baik saja, Sihoon tetap tidak bisa tenang begitu saja.

Setelah mengatakan bahwa ia tidak bisa latihan basket kepada Donghae, Sihoon menaiki taksi untuk pulang. Hingga beberapa saat kemudian ia sudah sampai di depan rumah Yongri. Sihoon menekan bel satu kali dan menunggu dengan tidak sabar.

“Sihoon-ah..” Heeran membukakan pintu.

“Selamat sore, eommonim.” Sapa Sihoon sembari membungkukkan sedikit badannya.

“Baru pulang sekolah?” Tanya Heeran.

“Ya, eommonim.” Jawab Sihoon.

“Apa aku boleh bertemu dengan Yongri?” Tanya Sihoon kemudian.

“Tentu saja. Masuklah.” Heeran membuka pintu lebih lebar.

“Tetapi aku tidak tau apakah Yongri tidur atau tidak. Ia habis minum obat beberapa jam yang lalu.” Kata Heeran.

“Jika Yongri tidur aku akan pulang.” Komentar Sihoon.

“Kalau begitu naiklah.” Ucap Heeran.

Sihoon mengangguk dan segera meninggalkan Heeran untuk menuju ke kamar Yongri. Sihoon berharap bahwa Yongri tidak tidur saat ini. Banyak yang ingin Sihoon tanyakan padanya. Walaupun sebenarnya Sihoon tau bahwa waktunya tidak tepat.

Tetapi Sihoon tidak bisa menunggu lebih lama. Ia ingin tau apakah Yongri menyukainya atau justru menyukai kembarannya. Sihoon tidak mau membuat rasa penasarannya semakin membesar.

Sihoon mengetuk pintu kamar Yongri sebanyak dua kali. Namun tidak ada sahutan apapun dari dalam. Membuat Sihoon berinisiatif untuk membuka pintu kamar gadis itu. Sihoon memasukkan kepalanya. Dan ia harus menelan kecewa saat melihat Yongri sedang tidur.

Sihoon berniat kembali menutup pintu kamar Yongri, namun diurungkannya. Laki-laki itu akhirnya memilih masuk ke kamar Yongri dan menutup pintunya. Mendekati tempat tidur dimana Yongri berada. Wajah Yongri pucat, Sihoon dapat melihat itu.

Dengan gerakan pelan, Sihoon duduk di tepi tempat tidur. Memandangi wajah Yongri yang luar biasa cantik. Lagi dan lagi, ia terus merasa jatuh cinta melihat wajah gadis itu. Membuat jantungnya berdetak dengan tidak normal.

“Apa yang kau pikirkan hingga jatuh sakit?” Tanya Sihoon pelan.

“Apa kau memikirkanku? Atau kau memikirkan Siwon?”

Sihoon menundukkan kepalanya sembari tersenyum miris. Bohong jika ia tidak merasa terluka. Ia merasa Siwon mengkhianatinya.

“Sekarang sudah tidak ada apapun yang bisa kau lakukan untuk pertama kalinya bersamaku. Kesempatanku satu-satunya sudah di ambil oleh Siwon.”

“Aku merasa sangat marah padanya. Tetapi entah mengapa aku sudah tau dari awal bahwa aku tidak akan pernah bisa memenangkan hatimu.”

“Banyak yang bilang bahwa cinta pertama tidak akan berhasil. Sepertinya itu berlaku juga untukku.” Sihoon kembali tersenyum miris.

Sihoon menggenggam tangan Yongri dengan pelan. Kemudian kembali menatap wajah gadis itu dengan mata yang masih setia terpejam. Sihoon menghela nafas panjang.

“Walaupun aku tau bahwa aku kalah, aku tetap tidak akan menyerah. Sampai kau mengatakan bahwa aku tidak perlu menunggumu lagi.” Kata Sihoon.

Sihoon berdiri dan membungkukkan badannya untuk mengusap kepala Yongri dengan pelan. Tidak ingin mengganggu tidur gadis itu.

“Jangan sakit. Cepat sembuh, Yongri-ya.” Bisik Sihoon.

Setelahnya Sihoon segera meninggalkan kamar Yongri. Tanpa tau bahwa Yongri sebenarnya tidak tidur dari tadi. Gadis itu hanya memejamkan matanya dan mendengar semua yang Sihoon ucapkan.

Tanpa sadar, airmata mengalir dari sudut mata Yongri. Ia merasa sangat bersalah pada laki-laki itu. Jika bisa, Yongri ingin sekali menghilangkan rasa suka Siwon dan Sihoon pada dirinya. Yongri juga tidak mau kedua laki-laki itu terjebak pada dirinya. Sayangnya, tidak ada yang bisa Yongri lakukan.

Mendengar apa yang dikatakan Sihoon tadi, Yongri yakin bahwa laki-laki itu sangat terluka. Mungkin hal itulah yang membuatnya dan Siwon berkelahi semalam. Tidakkah Yongri benar-benar sudah menghancurkan hubungan persaudaraan keduanya?

“Apa yang harus aku lakukan?”

——

Siwon menaruh seragam sekolahnya di dalam loker setelah berganti dengan pakaian basket. Sebenarnya Siwon tidak ingin latihan sore ini. Tetapi jadwal pertandingan mereka semakin dekat. Siwon tidak ingin egois dan hanya memikirkan dirinya saja.

Ia sudah berpesan kepada teman-temannya bahwa mereka harus latihan lebih keras. Tidak mungkin jika ia harus membatalkan jadwal latihan hanya karena dirinya mengkhawatirkan Yongri. Yah, walaupun teman-teman yang lain tidak akan melakukan protes jika Siwon melakukannya.

Bukan berarti Siwon tidak mengkhawatirkan Yongri. Ia sangat-sangat mengkhawatirkan Yongri. Namun Siwon yakin bahwa Sihoon akan menemani Yongri saat ini. Karena Siwon tau bahwa laki-laki itu meminta izin untuk tidak latihan dan pulang ke rumah. Sihoon pasti sangat mengkhawatirkan Yongri, sama seperti dirinya.

Siwon akan menahan rasa khawatirnya untuk sementara waktu. Ia menutup pintu loker dan segera meninggalkan ruang berganti pakaian. Siwon melakukan pemanasan ringan selama menuju ke lapangan basket, di mana teman-temannya sudah menunggu.

Siwon mendengus saat melihat Hani yang berjalan dari arah yang berlawanan dengannya. Karena perempuan itu, hubungannya dengan Yongri dan Sihoon menjadi berantakan. Siwon tidak habis pikir kenapa Hani harus repot-repot mengurusi mereka. Bahkan gadis itu mengetahui perasaannya pada Yongri.

Siwon mencoba mengabaikan Hani dan begitu pun sebaliknya. Ia hanya tersenyum sinis saat melihat wajah angkuh dan sombong perempuan itu. Namun tiba-tiba Siwon menghentikan langkahnya. Ia mengingat percakapannya dengan Yongri semalam.

Seseorang menyerangku, Siwon-ah. Aku mendapatkan teror karena orang itu menyukai Sihoon.

Siwon membalikkan badannya dan menatap punggung Hani yang kecil. Ia juga mengingat percakapannya dengan Hani waktu itu. Ketika perempuan itu mengaku bahwa ia menyukai Sihoon. Apakah Hani yang telah melukai Yongri?

“Hong Hani..” Panggil Siwon.

Hani terkejut mendengar Siwon memanggilnya. Ia menghentikan langkahnya dan segera berbalik. Menatap Siwon dengan sebelah alisnya yang terangkat. Hani melihat Siwon berjalan perlahan mendekatinya.

“Ada perlu denganku?” Tanya Hani.

“Ikut denganku.” Kata Siwon sembari menarik Hani.

Membawa Hani ke tempat yang tidak banyak orang-orang. Karena ini sudah sore dan banyak siswa-siswi yang sudah pulang ke rumah. Sepertinya koridor kelas akan sepi dan membuat keduanya bisa berbicara dengan bebas di sana.

Menaiki tangga ke lantai dua, Siwon terus menarik Hani tanpa memperdulikan perempuan itu yang kelelahan untuk mengimbangi langkahnya yang lebar. Dan ia menghentikan langkahnya tepat di depan tangga.

“Apa kau sudah gila?! Kenapa kau menarikku untuk mengikutimu?!” Ucap Hani kesal.

“Apa kau yang melukai Yongri?” Tanya Siwon tanpa memperdulikan kekesalan Hani.

“Apa?” Hani kembali terkejut.

“Yah, apa kau mempunyai bukti?” Tanya Hani sembari tersenyum sinis.

“Aku memang tidak memiliki bukti. Tetapi aku tau bahwa kau yang melakukannya. Kau menyukai Sihoon!” Kata Siwon.

“Lalu kenapa jika aku menyukai Sihoon?” Tantang Hani.

“Kau tidak suka saat Sihoon menyukai Yongri.” Sahut Siwon.

Hani bertepuk tangan dengan pelan setelah mendengar ucapan Siwon. Senyum sinis tidak hilang dari wajah cantiknya. Membuat Siwon yang melihatnya menjadi geram.

“Aku dengar bahwa kau adalah siswa terpintar di sekolah ini?” Ucap Hani. Siwon hanya diam saja sembari menatapnya dengan tajam.

“Tenyata benar, kau memang pintar. Aku yang melukai Yongri, aku yang mendorongnya. Kenapa?” Kata Hani sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Siwon mengepalkan kedua tangannya.

“Kau tidak akan bisa melakukan apapun, karena kau tidak memiliki bukti. Lagipula aku yakin Yongri tidak akan pernah mengatakannya. Karena Yongri adalah perempuan bodoh dan naif.” Ejek Hani.

“Kau–bagaimana bisa ada perempuan seperti dirimu?” Ucap Siwon tidak percaya.

“Ada apa denganku?” Tanya Hani dengan wajah polosnya.

“Setelah kau melakukan semua itu pada Yongri, apa kau pikir Sihoon akan menatapmu?”

“Aku tau bahwa Sihoon tidak akan pernah menatapku. Karena dia telah buta oleh rasa sukanya pada Yongri. Karena itu aku menghancurkan hubungan kalian semua. Bagaimana? Kalian suka?” Hani tertawa dengan senang.

“Aku bahkan tidak menyangka jika Sihoon bisa menunduhmu yang menyuruhku mengatakan semua itu di hadapan Yongri. Yah, sepertinya Sihoon benar-benar membencimu.” Kata Hani dengan mata berbinar.

“Sihoon membenciku atau tidak, itu bukan urusanmu.” Ujar Siwon.

“Benar, aku memang tidak memperdulikannya. Lagipula aku senang jika kalian saling membenci. Ah, apa Yongri juga sudah membencimu sekarang? Atau dia masih tidak mempercayai ucapanku?”

“Bukan urusanmu, Hong Hani! Apa yang terjadi padaku, Sihoon dan Yongri bukan urusanmu!!” Bentak Siwon.

“Yah, santai saja. Kenapa harus marah-marah? Kau yang mengajakku berbicara, kan?”

“Apa kau benar-benar tidak memiliki harga diri?” Tanya Siwon.

“Apa?” Tawa di wajah Hani menghilang. Ia menatap Siwon dengan marah.

“Bukankah usiamu baru 18 tahun sama seperti kami? Bagaimana bisa perempuan berusia 18 tahun bersikap licik dan kejam seperti dirimu? Hanya karena seorang laki-laki? Kau benar-benar tidak memiliki harga diri?” Ujar Siwon dengan salah satu sudut bibir yang tertarik ke atas.

“Ya!”

“Kau benar-benar tidak percaya pada dirimu sendiri? Apa hanya cara seperti ini yang terpikir olehmu untuk menarik perhatian laki-laki?”

“Tutup mulutmu, Choi Siwon!”

“Jika saat ini saja kau sudah bisa melukai bahkan meneror orang lain karena seorang laki-laki, bagaimana jika kau dewasa nanti? Apa kau akan membunuh orang yang tidak kau sukai? Kau akan menjadi seorang pembunuh?!”

“AKU BILANG TUTUP MULUTMU, CHOI SIWON!!” Teriak Hani sembari melayangkan tangannya untuk menampar Siwon.

Namun Siwon dengan cepat menahan tangan Hani agar tidak mendarat di pipinya. Siwon mencengkram tangan Hani dengan erat. Keduanya saling bertatapan dengan tajam.

Hani berusaha untuk menarik tangannya dari Siwon. Menariknya dengan sekuat tenaga hingga akhirnya berhasil terlepas. Karena kekesalan dan kemarahan Hani belum hilang akibat ucapan Siwon, tanpa sadar perempuan itu mendorong tubuh Siwon.

Hani terlihat sangat terkejut saat melihat tubuh Siwon yang menggelinding di tangga. Ia menutup mulutnya dengan jantung yang berdetak dengan sangat cepat.

Tubuh Siwon terus menggelinding pada semua anak tangga hingga ke bawah. Hani merasa pandangannya mengabur. Ia benar-benar tidak berniat mendorong laki-laki itu. Namun Hani sadar bahwa benar-benar dirinya yang membuat Siwon terjatuh.

Dan tubuh Hani semakin bergetar dengan hebat saat melihat darah segar mengalir dari kepala Siwon.

——

–To Be Continued–

HAI! FF ini tinggal 1 part lagi. Setelah itu aku bakal fokus sama FF The One and Only, ya. Setelah ini aku bakal ngepost FF TOAO part 2 terlebih dahulu. Okay?

Happy reading!

BYE~

Advertisements

67 thoughts on “Love in Friendship – Part 9

  1. Baru sempet baca..hehe..
    Yongri itu pasti suka sama siwon sebenarnya, jujur aja..
    Hani itu emang nenek lampir yaak, menyeramkan sekali..
    Mudah2an siwon gpp..

  2. Jahat bgt Hani, mgk benar kata Siwon oppa dr muda sj Hani suka berlaku seenaknya apalagi nanti, tuch kan skrg Siwon oppa didorong oleh Hani, smg ada yg menemukan Siwon dan melaporkan Hani, smg Yongri cepat sembuh, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  3. Seneng sih siwon udah bisa ungkapin perasaan tapi kasian juga atuh jadi dipukulin sihoon. PArt ini bikin greget deh.. masa udah mau end siwon nya teh malah sakit 😥 gara2 hani pula-_-

    Good job eon!!

  4. Dikirain yongri bakalan senang menerima k*s* dari siwon, eh ternyata siwon malah dapat hadiah dari yongri dan persahabatan mereka tambah meradang.
    ‘sudah jatuh ketimpa tangga pula’ kayaknya kalimat itu yg cocok menggambarkan keadaan siwon. Udah ditampar yongri, gak lama setelah itu dia kena bogem mentah dari sihoon.
    Kayaknya penderitaan siwon gak sampai disitu aja, sekarang dia malah akrobat ditangga. Mudah2an aja lukanya gak parah dan gak ada yg namanya amnesia.
    Fighting kak.

  5. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  6. barubaja dibilang dewasa akan menjadi pembunuh. eh udah lngsung trjadi hani jadi pembunuh haha
    dasar wanita sialan bisa bisanya. emN bne4tu hani mausia tak mmpunyai harga diri. buat narik perhatian aja harus pake cara sperti itu
    gmna sama pertandingan siwon kalo siwon aja terluka 😦
    smoga lekas sembuh

  7. Gak tau kenapa, aku malah berharap siwon sampai disini aja… Biarkan yg lain menanggung penyesalan.. *ketawaevilll* :v

    Habisnya, berasa ih bangetlah,,, buat galauuu gitu ceritanya… :’D :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s