Love in Friendship – Part 8

PicsArt_08-31-02.53.43

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

Siwon dan Sihoon baru saja selesai latihan basket di dekat rumah Kyuhyun. Mereka sedang dalam perjalanan pulang bersama dengan Yongri yang selalu menemani mereka.

Mereka berjalan kaki untuk pulang ke rumah walaupun jarak rumah Kyuhyun dan mereka tidak terlalu dekat. Karena Siwon dan Sihoon habis berolahraga, mereka merasa lebih baik berjalan kaki. Walaupun hal itu mungkin membuat Yongri lelah.

“Yah, bagaimana jika aku menjadi manager tim basket kalian?” Saran Yongri sembari tersenyum geli.

“Kami tidak membutuhkannya.” Sahut Siwon.

“Aku selalu mengikuti kalian latihan. Aku selalu mengetahui jadwal kalian. Aku sudah cocok untuk menjadi seorang manager.” Kata Yongri dengan percaya diri.

“Kau sendiri yang mengikuti kami.” Ucap Siwon. Yongri menoleh dan menatap Siwon dengan kesal.

“Kau jadi managerku saja kalau begitu.” Ujar Sihoon. Yongri mengalihkan pandangannya pada Sihoon dan kembali tersenyum geli.

“Yah, memangnya kau seorang artis?”

“Memangnya hanya seorang artis yang membutuhkan manager?”

“Tentu saja.”

“Jika suatu saat kau menjadi kekasihku, kau bisa bertindak seperti managerku juga.” Ucap Sihoon.

Yongri dan Siwon menatap Sihoon dengan terkejut. Keduanya bahkan menghentikan langkah mereka. Sihoon mengucapkannya dengan begitu santai. Seolah-olah apa yang dikatakannya itu akan benar-benar terjadi dalam waktu dekat.

“Kenapa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa aku salah bicara?” Tanya Sihoon dengan wajah polos. Ia juga menghentikan langkahnya.

“Aku sudah menyatakan perasaanku padamu. Bukan tidak mungkin jika suatu saat kau menjadi kekasihku, kan?” Ucap Sihoon.

Untuk saat ini, entah kenapa Yongri tidak merasa berdebar. Ia malah tidak merasa suka saat mendengar Sihoon berbicara seperti itu dihadapan Siwon. Yah, mungkin Siwon memang sudah mengetahui tentang hal itu. Tetapi itu karena Yongri yang mengatakannya.

Yongri tidak mau Siwon mendengar apa yang Sihoon katakan padanya saat ini. Yongri benar-benar tidak tau apa yang terjadi padanya. Hanya saja, ia merasa tidak suka.

“Wah, malam-malam bertemu kalian bertiga seperti ini.”

Siwon, Sihoon, dan Yongri sama-sama menoleh saat mendengar suara lain. Siwon terlihat biasa saja. Namun Sihoon dan Yongri terlihat sangat terkejut saat melihat siapa yang ada di hadapan mereka saat ini.

“Hong Hani..” Gumam keduanya secara bersamaan.

Hani bertepuk tangan dengan pelan dan tersenyum mengejek pada Yongri. Yongri menatap Hani dengan tajam. Benar-benar merasa sial karena harus bertemu perempuan itu di luar sekolah seperti ini.

“Ayo, pulang.” Ajak Yongri melanjutkan langkahnya.

Namun Hani menahan bahu Yongri dan mendorong gadis itu untuk kembali mendekat pada Siwon dan Sihoon. Dorongan yang cukup kuat hingga hampir membuat Yongri terjungkal. Namun Siwon dan Sihoon dengan cepat memegangi gadis itu.

“Ya! Apa kau sudah gila?!” Bentak Siwon marah.

Siwon benar-benar terkejut dengan apa yang Hani lakukan. Hani hanya tersenyum sinis saat melihat Siwon membentaknya. Tentu saja ia tidak merasa takut.

“Bukan aku yang gila disini.” Jawab Hani.

“Tetapi kalian berdua.” Ucap Hani sembari menunjuk Sihoon dan Siwon.

“Hentikan omong kosongmu. Kami tidak memiliki waktu untuk mendengarkan ocehanmu.” Kata Yongri.

“Dengarkan dulu apa yang aku katakan. Setelah itu, kau bisa simpulkan apakah ucapanku itu omong kosong atau bukan.” Sahut Hani.

“Aku tidak tertarik.” Balas Yongri.

“Kau tetap tidak tertarik walaupun apa yang ingin aku katakan ini tentang kalian bertiga?” Tanya Hani.

Yongri hanya diam saja dan tidak berniat menjawab pertanyaan Hani. Hanya saja, ia mulai merasa sedikit penasaran dengan apa yang hendak Hani katakan padanya.

“Jangan dengarkan dia. Ayo, kita pulang.” Ujar Sihoon.

“Sihoon sudah menyatakan perasaannya padamu.” Kata Hani membuat mata ketiga orang itu melebar.

“Kenapa? Kalian terkejut karena aku mengetahuinya? Yah, aku bahkan mengetahui lebih banyak darimu, Yongri-ya.” Ucap Hani dengan bangga.

“Bagaimana kau–“

“Sahabatmu, Choi Siwon, dia mengetahui semuanya dari awal.”

“Apa?”

“Ya! Tutup mulutmu!” Perintah Siwon.

Hani terlihat tidak peduli. Ia mulai mengelilingi ketiga orang yang sedang terpaku dihadapannya itu sembari tersenyum mengejek.

“Sihoon menyukaimu dan meminta bantuan pada Siwon untuk mendekatkannya padamu. Dan sahabatmu itu bersedia melakukannya.” Ujar Hani.

Yongri segera mengalihkan pandangannya pada Siwon dengan mata yang masih melebar. Siwon membalas tatapan Yongri dengan panik. Sial! Bagaimana Hani bisa mengetahuinya?

“Kau benar-benar tidak mengetahuinya?” Tanya Hani sekali lagi.

Siwon membantu Sihoon? Benarkah? Yongri mencoba untuk memikirkannya. Kapan tepatnya Siwon membantu Sihoon? Ketika Siwon membiarkan dirinya dan Sihoon berangkat berdua saja ke sekolah? Atau ketika Siwon membiarkan Sihoon menemaninya menonton konser?

“Ck! Kau masih tidak percaya dengan ucapanku?” Hani berpura-pura kecewa.

“Kalau begitu, biarkan aku melanjutkannya.” Pinta Hani.

“Setelah Sihoon menyatakan perasaannya padamu, kau terlihat mulai menghindari Sihoon. Kau menolak ajakannya beberapa kali untuk pergi bersama.” Lanjut Hani.

Meninggalkan Siwon, Yongri menatap Sihoon. Tatapan yang sangat sulit diartikan.

“Karena itu, Sihoon kembali meminta Siwon untuk membantunya. Hanya saja, kali ini Siwon menolaknya. Karena ia takut kau mengetahuinya bahwa selama ini Siwon membantu Sihoon mendekatimu.”

“Tetapi dari apa yang aku lihat, Siwon berbohong padamu, Sihoon-ah.” Kata Hani sembari menatap Sihoon. Sihoon mengalihkan pandangannya dari Yongri dan menatap Hani.

“Tidakkah kau menyadari bahwa Siwon menyukai Yongri? Tidakkah kau tau bahwa alasan Siwon menolak untuk membantumu adalah karena dia menyukai Yongri?”

“YA!!” Teriak Siwon.

“Aku tau bahwa kalian kembar. Tetapi aku tidak menyangka jika selera kalian pada perempuan pun akan sama. Wah, takdir macam apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?”

“Hentikan, Hong Hani.” Desis Yongri sembari mengepalkan kedua tangannya.

“Jangan bertingkah sombong dihadapanku, Choi Yongri. Kau itu hanya dijadikan bahan permainan oleh kedua saudara kembar itu. Mereka bersaing untuk mendapatkanmu. Kau membuat mereka saling membenci tanpa kau sadari.”

PLAKK!!

Yongri melayangkan tangannya dan mendarat dengan sempurna di pipi Hani. Siwon dan Sihoon terlihat sangat terkejut. Begitu pun dengan Hani sendiri. Ia merasa pipinya terasa sangat perih.

“Kau–“

“Apa kau sedang membuat sebuah novel?” Tanya Yongri.

“Kau bisa menggunakan kami bertiga sebagai pemeran utama dalam novel buatanmu. Tetapi jangan coba-coba untuk mengatur ceritamu itu pada kami.” Ucap Yongri.

“Sialan, aku tidak berbohong!! Kau bisa tanyakan langsung pada Siwon dan Sihoon!” Pekik Hani marah. Ia benar-benar tidak terima karena Yongri sudah menamparnya.

“Apa kau begitu terobsesi pada Sihoon? Kau benar-benar menyukainya hingga melakukan semua ini? Yah, kemana harga dirimu sebagai seorang perempuan?”

PLAKK!!

Hani membalas tamparan Yongri dengan keras. Ia merasa benar-benar marah mendengar ucapan Yongri.

Yongri mencoba mengabaikan rasa perih pada pipinya. Ia menatap Hani dengan pandangan menantang.

“Aku akan menjadi orang pertama yang menertawakanmu, ketika kau mengetahui semuanya.” Ucap Hani dan kemudian segera meninggalkan mereka.

Siwon berdiri di hadapan Yongri dan terlihat khawatir.

“K–kau baik-baik saja?” Tanya Siwon. Mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Yongri.

“Tidak benar, kan?” Tanya Yongri membuat gerakan tangan Siwon terhenti.

Yongri mendongakkan kepalanya dan menatap Siwon dengan pandangan memohon. Yongri berharap Siwon dengan lantang berkata bahwa apa yang dikatakan Hani tidak benar. Ya, Yongri percaya pada Siwon. Ia tidak mungkin melakukan itu pada Yongri.

“Itu tidak benar, Yongri-ya.” Sihoon menjawab pertanyaan Yongri. Laki-laki itu berjalan mendekati Yongri.

“Jangan dengarkan–“

“Cukup, Sihoon-ah.” Sela Siwon. Sihoon menatap Siwon dengan pandangan protes.

“Semuanya benar, Yongri-ya. Apa yang dikatakan oleh Hani benar. Hanya saja, aku dan Sihoon tidak mempermainkanmu. Aku bersumpah.” Kata Siwon.

Yongri tersenyum sinis sembari menatap tangannya yang memerah karena menampar Hani. Ia benar-benar menyesal telah menampar Hani dan membuat tangannya terasa perih.

“Kau tau kenapa aku menampar Hani?” Tanya Yongri tanpa menatap Siwon.

“Karena aku percaya padamu, Siwon-ah.” Yongri menjawab pertanyaannya sendiri.

“Siwon tidak bersalah, Yongri-ya. Aku yang memaksanya. Salahkan saja aku.” Ujar Sihoon.

“Kau berkata bahwa kau tidak mengetahui tentang perasaan Sihoon padaku saat itu, Siwon-ah.” Ucap Yongri dengan putus asa. Ia menatap Siwon dengan mata yang berkaca-kaca.

Yongri terlihat benar-benar tidak memperdulikan Sihoon. Yang ia rasakan saat ini adalah benar-benar kecewa pada Siwon.

“Maafkan aku..” Sesal Siwon.

“Kau berbohong padaku.” Ucap Yongri dengan airmata yang menetes.

Siwon dan Sihoon benar-benar terkejut melihat Yongri menangis. Namun Siwon yang lebih terkejut, karena ia sudah lama tidak melihat Yongri menangis. Dan sekarang gadis itu menangis, yang sialnya, karena dirinya. Siwon mengutuk dirinya sendiri.

“Aku benar-benar minta maaf, Yongri-ya. A–aku hanya takut kau marah.”

“Maksudmu, dengan berbohong padaku maka aku tidak akan marah?” Ucap Yongri tidak percaya.

“Yongri-ya, bicara padaku saja, eo? Aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Sihoon meraih tangan Yongri. Namun Yongri menepisnya dengan pelan.

Setelahnya Yongri melangkah meninggalkan Sihoon dan Siwon sembari menyeka airmatanya. Siwon terlihat hendak menyusul Yongri, namun Sihoon menahannya. Siwon menatap Sihoon dengan pandangan bertanya.

“Seharusnya kau tidak membenarkannya.” Kata Sihoon.

“Lihat, dia bahkan tidak mau berbicara denganku sekarang.” Lanjut Sihoon.

“Apa hanya itu yang kau pikirkan? Kenapa kau seegois ini, Sihoon-ah? Apa kau tidak lihat bahwa Yongri marah padaku sekarang?” Tanya Siwon.

“Karena itu seharusnya kau tidak membenarkan ucapan Hani!” Ucap Sihoon.

“Ya, Choi Sihoon!” Bentak Siwon.

“Apa kau benar-benar menyukai Yongri, huh? Bagaimana bisa kau membohongi orang yang kau sukai?! Apa kau mau memulai sebuah hubungan dengan kebohongan?!” Siwon terlihat benar-benar tidak percaya.

“Yah, itu urusanku. Aku yang akan menanggungnya.” Balas Sihoon.

“Kalau begitu ini juga akan menjadi urusanku. Aku yang ingin jujur pada Yongri. Aku..aku tidak bisa berbohong padanya.” Kata Siwon.

Sihoon tersenyum sinis.

“Ternyata Hani benar. Tanpa sadar kita saling membenci.”

“Kau membenciku?” Tanya Siwon tak percaya.

“Eo. Aku benci melihatmu seperti ini. Kau membuatku terlihat seperti orang jahat.” Jawab Sihoon.

Siwon mengusap rambutnya yang masih setengah basah oleh keringat. Terlihat benar-benar frustasi dan putus asa. Di satu sisi Yongri yang sedang marah padanya dan di sisi lain Sihoon yang bersikap seperti ini padanya.

“Aku teringat satu hal.” Kata Sihoon sembari menatap Siwon tajam.

“Kau bilang bahwa semua ucapan Hani benar. Kecuali tentang kita mempermainkannya.” Ujar Sihoon. Siwon hanya diam sembari terus membalas tatapan Sihoon.

“Itu berarti kau membenarkan ucapan Hani bahwa kau menyukainya?” Tanya Sihoon memastikan.

“Apa itu sangat penting untukmu?” Tanya Siwon balik.

“Aku tidak memiliki waktu untuk mendengarkan omong kosongmu.” Ujar Siwon dan segera berbalik untuk pulang.

Sihoon mengepalkan tangannya sembari menatap Siwon yang semakin menjauh. Ia tentu sudah dapat menebaknya. Ya, seharusnya dia tau dari awal bahwa tidak ada yang benar-benar murni di antara persahabatan laki-laki dan perempuan.

“Kau menyukai Yongri, Siwon-ah.”

——

“Ya, ya, kenapa kau terburu-buru seperti itu, Siwon-ah?” Tanya Heeran bingung saat melihat Siwon masuk ke rumahnya.

“Yongri sudah pulang ‘kan, eommonim?”

“Ya, baru saja. Kenapa?”

“Ada yang harus aku bicarakan dengannya. Aku ke atas dulu, eommonim.” Kata Siwon dan tanpa menunggu tanggapan Heeran, ia segera berlari kecil menaiki tangga.

Nafas Siwon terdengar terengah-engah saat ia sampai di lantai dua. Belum hilang kelelahannya karena habis latihan basket, dan sekarang ia harus berlari seperti ini untuk menemui Yongri.

Tetapi Siwon tidak memperdulikan kelelahannya. Yang harus dilakukannya sekarang adalah menjelaskan semuanya kepada Yongri. Siwon benar-benar tidak sanggup jika Yongri marah bahkan membencinya.

Siwon menghampiri kamar Yongri dan hendak membuka pintunya. Namun sayangnya pintu kamar itu terkunci. Membuat Siwon sangat terkejut. Yongri tidak pernah mengunci pintu kamarnya seperti ini. Siwon sangat tau itu.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon sembari mengetuk pintu.

“Yongri-ya, buka pintunya. Biarkan aku masuk..” Pinta Siwon.

Tidak ada tanggapan apapun dari dalam. Membuat Siwon menebak bahwa Yongri sangat marah saat ini. Siwon benar-benar kehabisan akal. Apa yang harus dilakukannya sekarang?

“Yongri-ya, aku mohon..”

“Biarkan aku menjelaskan semuanya, Yongri-ya.. Buka pintunya..”

Tangan Siwon yang mengetuk pintu Yongri semakin lama semakin memelan. Tangannya terasa sakit namun Yongri tidak membukakan pintu kamarnya sama sekali. Siwon merasa sangat putus asa.

“Yongri-ya, sebentar saja..” Ucap Siwon pelan. Menempelkan keningnya pada pintu Yongri.

“Hyung..” Panggil Yongjae yang baru saja keluar dari kamarnya. Siwon menoleh.

“Ada apa? Noona mengunci pintunya?” Tanya Yongjae. Siwon mengangguk pelan.

“Kenapa? Kalian sedang bertengkar?” Tebak Yongjae.

“Apa kalian tidak memiliki kunci cadangan untuk setiap kamar?” Tanya Siwon penuh harap.

“Ada. Eomma yang menyimpannya. Mau aku ambilkan?” Yongjae menawarkan.

“Ya. Ah, tidak-tidak.” Siwon terlihat bingung.

Memakai kunci cadangan dan menerobos masuk sepertinya akan membuat Yongri semakin bertambah marah. Lagipula Siwon harus menjawab apa jika Heeran bertanya nanti. Siwon dan Yongri tidak pernah bertengkar seperti ini sebelumnya.

“Apa noona benar-benar marah?” Tanya Yongjae dengan ngeri.

Yongjae sangat tau bagaimana Yongri jika sudah marah. Sama seperti Siwon, kemarahan Yongri adalah hal yang sangat dihindari oleh Yongjae.

“Yongri-ya..” Siwon memanggil Yongri kembali dan mengabaikan pertanyaan Yongjae.

“Sebaiknya biarkan saja dulu noona menenangkan diri, hyung. Jika nanti dia sudah membaik, aku akan menghubungimu.” Saran Yongjae.

Siwon terlihat memikirkan saran Yongjae. Tidak ada salahnya jika ia mengikuti saran Yongjae. Lagipula tidak ada yang bisa dilakukan oleh Siwon saat ini. Yongri mungkin butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan berfikir.

“Baiklah. Hubungi aku jika dia sudah lebih baik.” Pinta Siwon.

“Tenang saja, hyung.” Sahut Yongjae.

Siwon menatap pintu kamar Yongri sebelum akhirnya turun ke bawah untuk pulang ke rumah. Yongjae terus menatap Siwon hingga laki-laki itu hilang dari pandangannya.

Yongjae yakin Siwon sudah melakukan sesuatu yang serius hingga membuat Yongri marah. Sejujurnya Yongjae tidak bisa percaya bahwa Siwon dan Yongri dapat bertengkar seperti ini. Namun semuanya benar-benar terjadi.

Yongjae mengikuti apa yang Siwon lakukan, menatap pintu kamar Yongri. Setelah merasa puas, ia segera masuk ke dalam kamarnya.

——

Yongri duduk di sudut kamarnya sembari memeluk kedua lututnya. Wajahnya terlihat sangat datar saat ini. Matanya yang terlihat kosong sedang menatapi lantai kamarnya. Bahunya bergerak naik turun seiring dengan tarikan nafasnya.

Yongri dapat mendengar dengan jelas suara ketukan pintu yang dilakukan oleh Siwon. Serta suara laki-laki itu yang terdengar sangat memelas. Ingin rasanya Yongri segera berlari dan membukakan pintu untuknya. Mendengarkan semua penjelasan Siwon dengan sabar.

Hanya saja, Yongri tidak bisa melakukannya. Entah mengapa merasa sangat kecewa saat tau bahwa Siwon membohonginya. Siwon tidak pernah berbohong padanya selama ini. Dan sekarang Siwon mengecewakannya hanya karena Sihoon.

Sejujurnya, Yongri tidak mempermasalahkan apabila Siwon ingin membantu Sihoon untuk mendekatinya. Yongri tidak akan marah, sungguh. Dia hanya membutuhkan kejujuran Siwon untuk hal itu. Tetapi Siwon lebih memilih untuk berbohong padanya.

Dan yang membuat Yongri merasa lebih marah adalah karena dia harus mengetahuinya dari orang lain. Dari Hani. Seseorang yang akan sangat senang melihat Yongri seperti orang bodoh saat ini. Yongri benar-benar berharap ia sedang bermimpi sekarang.

“Laki-laki brengsek..” Maki Yongri pada Siwon.

Yongri berdiri dan berjalan menuju tempat tidurnya. Duduk di sana sembari memikirkan semua ucapan Hani tadi. Ucapan yang sangat tidak ingin dipercayai oleh Yongri. Terutama saat Hani mengatakan bahwa Siwon menyukainya.

Tidakkah kau menyadari bahwa Siwon menyukai Yongri? Tidakkah kau tau bahwa alasan Siwon menolak untuk membantumu adalah karena dia menyukai Yongri?

Tidak, itu sangat tidak mungkin. Selama ini persahabatan mereka murni tanpa adanya rasanya suka antara laki-laki dan perempuan. Yongri menghela nafas. Semuanya mulai berubah semenjak Sihoon datang. Bahkan Yongri mulai merasakan perasaan aneh pada Siwon.

Apa Siwon juga merasakannya? Yongri mengharapkan bahwa ucapan Hani tidak benar dan benar disaat yang bersamaan. Yongri benar-benar merasa sangat bingung saat ini. Kepada siapa ia harus meminta bantuan?

——

Yongri keluar dari kamar setelah siap untuk berangkat ke sekolah. Bersamaan dengan itu, Yongjae juga keluar dari kamarnya. Yongjae menatap Yongri dengan intens hingga membuat Yongri merasa kesal.

“Kau menangis, noona?” Tanya Yongjae.

“Jangan asal bicara!” Jawab Yongri ketus.

Yongri berjalan melewati Yongjae. Namun baru beberapa langkah, ia menghentikan langkahnya dan berbalik. Membuat Yongjae memasang gerakan berjaga-jaga. Ia takut jika tiba-tiba Yongri memukulnya karena sudah membuatnya kesal.

“Aku berangkat ke sekolah bersamamu hari ini.” Kata Yongri.

“Naik motor?” Sahut Yongjae.

“Kau punya mobil?” Sindir Yongri dan kemudian melanjutkan langkahnya.

Yongjae mengerucutkan bibirnya dan segera menyusul Yongri untuk turun ke bawah. Mereka harus sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah. Orangtua mereka pasti sudah menunggu di meja makan.

“Selamat pagi, anak-anak.” Sapa Heeran sembari tersenyum.

“Selamat pagi, eomma.” Balas Yongjae.

Yongri hanya diam saja dan segera duduk di kursinya. Menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh Heeran dalam diam. Tidak memperdulikan tatapan Heeran yang sedang mengarah padanya.

“Yah, hari ini bisa hujan lebat jika langit melihat wajah murungmu itu.” Sindir Heeran. Yongri masih betah dengan kediamannya.

“Eomma..” Panggil Yongjae.

Heeran mengalihkan pandangannya pada Yongjae. Yongjae memberi isyarat pada Heeran untuk menutup mulutnya. Saat Heeran bertanya ‘kenapa’ tanpa suara, Yongjae hanya menggelengkan kepalanya.

“Ada apa?” Tanya Sangjoon sembari melipat koran yang dibacanya dari tadi. Ia merasakan suasana kikuk di meja makannya pagi ini.

“Tidak ada apa-apa. Makanlah, yeobo.” Jawab Heeran sembari tersenyum.

“Kenapa wajahmu seperti itu?” Tanya Sangjoon saat melihat wajah murung Yongri.

“Aku tidak apa-apa.” Jawab Yongri pelan.

“Apa kau gagal dalam ujianmu lagi?” Tebak Sangjoon.

“Aku selalu gagal.” Sahut Yongri.

“Ucapanmu terdengar bangga sekali.” Sindir Sangjoon.

“Aku selesai.” Ucap Yongri sembari berdiri.

“Ayo, kita berangkat, Yongjae-ya.”

“Ya, noona.” Sahut Yongjae sembari meminum susu di atas meja.

“Kau berangkat dengan Yongjae? Kenapa?” Tanya Heeran.

“Aku dan Yongjae bersekolah di tempat sama. Apa yang aneh dengan itu, eomma?” Tanya Yongri balik.

“Yah, naik motor berbahaya, Yongri-ya.” Kata Heeran khawatir.

“Aku akan hati-hati, eomma.” Ujar Yongjae.

Biasanya ia tidak pernah meyakinkan Heeran jika Yongri ingin naik motor bersamanya. Tetapi Yongjae merasa ia harus melakukannya pagi ini.

“Eomma, tenang saja.” Kata Yongjae.

“Kami berangkat, appa, eomma.” Pamit Yongri.

“Ya, hati-hati.” Sahut Sangjoon.

“Sampai jumpa, appa, eomma.” Pamit Yongjae.

Yongri dan Yongjae berjalan bersama untuk keluar dari rumah. Saat Yongjae membuka pintu rumah, ia dikejutkan dengan kehadiran Siwon yang sedang duduk di atas motornya, yang diparkir di halaman rumah.

“Hyung!” Sapa Yongjae.

Yongri terlihat menghela nafas panjang saat melihat kehadiran Siwon. Ia sedang tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu. Yongri masih sangat marah saat ini. Kemarahannya belum mereda sedikit pun.

“Selamat pagi..” Sapa Siwon sembari turun dari motor.

“Pagi, hyung.” Balas Yongjae.

“Ayo, kita berangkat, Yongri-ya.” Ajak Siwon. Tidak ada tanggapan apapun dari Yongri, membuat Yongjae mendekati Siwon.

“Noona pergi bersamaku, hyung.” Kata Yongjae.

“Apa? Tidak, Yongjae-ya. Naik motor berbahaya untuk Yongri.” Ucap Siwon.

“Bukan urusanmu.” Sela Yongri mengambil salah satu helm yang tergantung di motor Yongjae dan memakainya.

“Cepat berangkat, Yongjae-ya.” Kata Yongri.

Yongjae memakai helm di kepalanya dan kemudian naik ke atas motor, setelahnya ia membantu Yongri untuk naik ke atas motor.

“Yongri-ya, pergi bersamaku saja.” Kata Siwon sembari memegang tangan Yongri. Yongri menepis tangan Siwon.

“Naik motor berbahaya, Yongri-ya.” Ucap Siwon khawatir.

“Lebih berbahaya jika pergi bersama seorang pembohong.” Ujar Yongri sembari menatap Siwon tajam. Hanya sebentar, kemudian ia segera mengalihkan pandangannya.

“Ayo, berangkat.” Kata Yongri sembari menepuk bahu Yongjae.

“Kami berangkat dulu, hyung.” Pamit Yongjae.

“Hati-hati, Yongjae-ya.” Ucap Siwon pelan dan terlihat sangat khawatir.

Siwon menatap kepergian Yongri dengan kecewa. Gadis itu masih sangat marah, Siwon tau itu. Hanya saja kata-kata Yongri saat mengatakan bahwa Siwon seorang pembohong sangat melukai perasaan Siwon.

Apa yang harus dilakukannya untuk meredakan kemarahan Yongri? Gadis itu bahkan tidak mau mendengarkan penjelasannya sebentar saja.

Siwon meninggalkan rumah Yongri dan berjalan menuju ke rumahnya. Ia juga harus berangkat sekolah sekarang. Saat memasuki halaman rumahnya, Siwon menemukan Sihoon yang sedang menatapnya. Tatapan yang sangat sulit diartikan oleh Siwon.

——

“Bicara denganku, Hong Hani.” Kata Sihoon saat ia sampai disekolahnya. Hani menatap Sihoon dengan tersenyum sinis.

“Tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Ujar Hani.

“Tetapi ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Sahut Sihoon.

“Seingatku kau tidak pernah tertarik padaku, bukan? Lalu, kenapa sekarang kau seperti ini?” Ejek Hani. Sihoon tersenyum sinis.

“Bahkan hingga sekarang pun aku tidak tertarik padamu. Aku hanya ingin bicara denganmu.” Balas Sihoon. Hani menatap Sihoon dengan kesal.

“Aku tidak mau bicara denganmu.” Ucap Hani dengan ketus.

“Kau ingin berjalan sendiri atau aku menyeretmu?” Ancam Sihoon.

“Kau berani melakukannya?” Tantang Hani.

“Tentu. Yah, aku bukan Siwon yang disukai oleh para perempuan disini. Jika aku berbuat kasar padamu pun, tidak akan berdampak apa-apa padaku.” Ujar Sihoon.

Hani berdecak pelan. Apa yang dikatakan Sihoon, benar. Sihoon bisa melakukan apapun bahkan berbuat kasar padanya. Sepertinya Hani harus mengalah dan mengikuti kemauan laki-laki itu.

Hani segera berdiri dan berjalan lebih dulu melewati Sihoon. Sihoon tersenyum sinis dan mengikuti perempuan itu dari belakang hingga mereka sampai di taman belakang sekolah.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Hani.

“Darimana kau mengetahui tentang aku yang meminta bantuan pada Siwon untuk mendekati Yongri?” Tanya Sihoon balik. Hani tertawa sinis.

“Yah, apa itu sangat penting untukmu hingga mengajakku bicara seperti ini?” Sindir Hani.

“Tidak bisakah kau hanya mengatakannya?” Geram Sihoon.

“Kenapa kau ingin mengetahuinya? Lagipula Yongri tidak percaya pada ucapanku. Kalian bisa melanjutkan untuk mempermainkan Yongri.” Ucap Hani.

“Kami tidak mempermainkannya!” Sahut Sihoon langsung. Hani mengalihkan pandangannya sembari tersenyum sinis.

“Hanya itu yang ingin kau tanyakan? Kalau begitu maafkan aku, Sihoon-ah. Aku tidak berniat untuk mengatakannya.” Ujar Hani dan segera berjalan untuk meninggalkan Sihoon.

“Apa Siwon yang memberitahukanmu?” Tanya Sihoon tiba-tiba membuat langkah Hani terhenti.

Hani segera berbalik dan kembali menatap Sihoon. Untuk sesaat, Hani menatap Sihoon dalam diam. Sebelum akhirnya Hani berjalan untuk mendekati Sihoon.

“Bagaimana bisa kau meminta bantuan pada Siwon, di saat kau bahkan tidak mempercayainya?” Tanya Hani.

Sihoon tertegun mendengar pertanyaan dari Hani. Sudut hatinya seolah merasa tersentil karena ucapan perempuan itu.

“Kau mengetahuinya, kan? Siwon menyukai Yongri.” Kata Hani. Sihoon hanya diam saja.

“Karena itulah kau mencurigai saudaramu sendiri, kan?” Tebak Hani sembari menertawai laki-laki itu.

“Dengar, Choi Sihoon.” Hani mengusap bahu Sihoon.

“Seandainya Yongri mempercayai ucapanku, kau pikir siapa yang akan lebih dibenci olehnya? Dirimu atau Siwon?” Ujar Hani.

“Jika kau bisa memikirkannya, maka kau akan tau apakah Siwon atau bukan yang memberitahukannya padaku.” Ucap Hani sembari berjalan mundur menjauhi Sihoon.

“Kau terlihat seperti pencundang hanya karena seorang perempuan.” Kata Hani dan berbalik meninggalkan Sihoon.

Sihoon mengusap wajahnya dengan kasar dan menjambak rambutnya sendiri. Apa yang baru saja dilakukannya? Ia mencurigai saudaranya sendiri? Astaga, Sihoon merasa dirinya benar-benar gila. Bagaimana bisa ia mencurigai Siwon yang sudah pasti lebih dibenci oleh Yongri saat ini?

“Choi Sihoon, kau benar-benar sudah gila rupanya.”

——

Yongri memasuki kelasnya dan segera mendekati meja Hyukjae dan Donghae. Kedua laki-laki itu walaupun malas belajar selalu datang ke sekolah lebih cepat dari Yongri. Yongri tidak tau pasti apa yang mereka kerjakan sembari menunggu bel masuk berbunyi.

“Sayangku, kenapa wajahmu cemberut seperti itu di pagi hari?” Tanya Hyukjae sembari merentangkan tangannya seolah ingin memeluk Yongri.

“Kau duduklah di kursiku bersama Siwon.” Kata Yongri sembari berdiri di samping Hyukjae.

“Apa? Kenapa aku harus duduk bersama Siwon?” Tanya Hyukjae dengan bingung.

“Biarkan aku duduk disini bersama Donghae.” Ucap Yongri tanpa berniat menjawab pertanyaan Hyukjae.

“Tidak mau. Aku tidak memiliki teman bicara jika harus duduk dengan Siwon. Dia akan fokus menatap ke arah papan tulis.” Tolak Hyukjae.

“Donghae-ya, tolong bujuk Hyukjae.” Pinta Yongri dengan wajah memelas. Ia tau bahwa Donghae akan menuruti keinginannya.

“Aku tidak mau, Lee Donghae.” Kata Hyukjae sebelum Donghae berbicara sepatah kata pun.

“Yah, apa salahnya hanya duduk saja? Lagipula di belakangmu ada Kyuhyun.” Ujar Donghae berusaha membujuk Hyukjae.

“Lalu kenapa tidak kau saja yang duduk bersama Siwon? Biarkan Yongri duduk bersamaku.” Kata Hyukjae. Donghae tersenyum manis.

“Yongri ingin duduk bersamaku. Kau tidak dengar?” Tanya Donghae.

Hyukjae terlihat mengerutu pelan sembari mengambil tasnya dan berdiri. Ia segera meninggalkan mejanya bersama Donghae dan menuju ke meja Siwon dan Yongri.

Yongri langsung mendudukan dirinya di kursi Hyukjae. Menaruh tasnya di atas meja dan segera menyembunyikan wajahnya di sana. Donghae menatap gadis itu dalam diam. Ia menebak bahwa sedang terjadi sesuatu antara Siwon dan Yongri.

“Ada apa?” Tanya Donghae setelah diam beberapa saat.

“Bertengkar dengan Siwon? Apa masalahnya sangat serius?” Tanya Donghae lagi.

“Dia berbohong padaku.” Ujar Yongri tanpa menatap Donghae.

“Apa yang salah dengan berbohong? Aku sering berbohong pada Hyukjae. Aku juga sering berbohong pada kalian sebagai candaan.” Kata Donghae.

Yongri menempelkan pipi kirinya di tangannya yang terlipat di meja. Menatap Donghae dengan tidak semangat.

“Siwon tidak pernah berbohong padaku sebelumnya. Aku kecewa padanya.” Ucap Yongri.

“Kau sudah mendengarkan penjelasan darinya? Siapa tau Siwon terpaksa melakukannya?”

“Apapun alasannya, ia tetap berbohong padaku.”

“Siwon datang.” Kata Donghae. Yongri bergeming.

“Dia sudah menyadari bahwa kau duduk di sini dan melempar Hyukjae untuk duduk di sana. Yah, dia satang ke sini.” Ucap Donghae.

“Selamat pagi, Siwon-ah.” Sapa Donghae.”

“Ayo, bicara.” Kata Siwon pada Yongri dan mengabaikan sapaan Donghae.

“Jangan menghindariku seperti ini dan dengarkan penjelasanku.” Ucap Siwon. Yongri masih tidak mengubah posisinya yang sedang membelakangi Siwon.

“Yah, aku tau bahwa aku salah. Tetapi jangan bersikap kekanakkan seperti ini.” Ujar Siwon dan membuat Yongri menegakkan punggungnya. Ia menatap Siwon dengan kesal.

Yongri membuka tasnya dan mengeluarkan apapun yang ada di dalam sana. Setelahnya ia melempari Siwon dengan barang-barang yang sudah di keluarkannya tersebut. Siwon mencoba menghindar dari lemparan gadis itu.

“Ya, ya, hentikan.” Donghae menahan tangan Yongri.

“Pergilah, aku tidak mau melihatmu!” Ujar Yongri sembari menatap Siwon dengan tajam. Siwon membalas tatapan Yongri dengan tidak kalah tajamnya.

“Aku bilang aku ingin menjelaskan semuanya!”

“Aku tidak mau mendengarnya. Pergilah!!” Bentak Yongri membuat orang-orang yang berada di kelas menatap mereka.

“Bicaranya nanti saja, Siwon-ah. Teman-teman melihat kalian.” Ucap Donghae.

Siwon menatap tajam Yongri sekali lagi sebelum akhirnya meninggalkan Yongri dan berjalan menuju mejanya. Mendudukan dirinya di kursi dengan Hyukjae yang sudah berada disampingnya.

“Yah, ada apa? Kau bertengkar dengan Yongri?” Tanya Hyukjae. Siwon mengabaikan pertanyaan Hyukjae.

“Luar biasa, ternyata kalian bisa bertengkar juga.” Kata Hyukjae dengan takjub. Dan perkataannya itu mendapatkan tatapan yang sangat tajam dari Siwon.

——

Ketika bel istirahat berbunyi, Yongri langsung meninggalkan mejanya untuk keluar kelas. Ia tidak mau Siwon mendatanginya lagi dan membuat mereka harus menarik perhatian dari teman-teman di kelas.

Namun sayangnya ketika ia ingin menghindari Siwon, ia malah bertemu dengan Sihoon di luar kelas. Laki-laki itu terlihat sengaja mendatangi kelasnya untuk bertemu dengannya. Yongri tidak mungkin tiba-tiba berlari di saat Sihoon sudah berdiri tepat di hadapannya.

“Bisa bicara denganku sebentar, Yongri-ya?” Pinta Sihoon.

“Yongri harus bicara denganku dulu, Sihoon-ah.” Siwon yang keluar dari kelas segera menggenggam tangan Yongri.

Yongri terlihat terkejut saat merasakan kehangatan tangan Siwon yang melingkupi tangannya. Membuat kehangatan itu mengalir ke seluruh tubuhnya. Terasa aneh, namun Yongri suka dengan kehangatan yang diberikan oleh Siwon.

“Yongri tidak mau mendengarkan penjelasanmu. Biarkan aku yang menjelaskan semuanya padanya.” Kata Sihoon sembari menggenggam tangan Yongri yang satunya.

Yongri menatap kedua tangannya yang digenggam oleh Siwon dan Sihoon. Sebelum kemudian menghentakkan tangannya dan membuat genggaman tangan kedua laki-laki itu terlepas. Yongri menatap Siwon dan Sihoon secara bergantian.

“Aku tidak mau berbicara dengan kalian berdua.” Ucap Yongri dan segera meninggalkan keduanya.

“Ada apa denganmu?! Aku hanya ingin menjelaskan semuanya pada Yongri. Dia tidak mau mendengarkan penjelasan darimu. Tidak bisakah kau mengalah sebentar saja?” Ujar Sihoon terlihat kesal.

“Dia juga tidak mau berbicara denganmu.” Sahut Siwon. Sihoon menghela nafas panjang.

“Aku yang membuat kekacauan ini, Siwon-ah. Jadi, biarkan aku yang bertanggung jawab atas semuanya.” Pinta Sihoon. Menatap Siwon sebentar sebelum akhirnya berjalan meninggalkannya.

Siwon menghela nafas panjang. Menoleh saat merasakan ada seseorang yang merangkulnya. Ia menemukan Donghae yang sedang tersenyum padanya. Di samping laki-laki itu ada Hyukjae dan Kyuhyun.

“Berikan waktu untuk Yongri meredakan kemarahannya. Setelah itu kau bisa mengajaknya berbicara.” Saran Donghae.

“Kita sama-sama tau bagaimana jika Yongri marah.” Timpal Hyukjae.

“Ada apa sebenarnya? Ah, aku datang sedikit terlambat tadi pagi sehingga tidak tau apapun.” Keluh Kyuhyun.

“Kita ke kantin saja. Kau membutuhkan banyak makanan untuk menghadapi kemarahan Yongri.” Canda Donghae. Siwon memberikan pukulan pada perut Donghae menggunakan siku tangannya.

“Ayo.” Kata Donghae dengan tertawa dan menarik Siwon diikuti dengan yang lainnya.

——

Siwon tentu saja tidak akan pernah mau menyerah untuk mengajak Yongri berbicara. Jika saat pagi dan siang hari ia tidak bisa mengajak Yongri berbicara, maka Siwon akan mencobanya saat malam. Seperti saat ini.

Sayangnya, Yongri tidak ada di rumah ketika Siwon berkunjung. Gadis itu pergi entah kemana malam-malam seperti ini. Dan yang lebih membuat Siwon khawatir adalah Yongri mengatakan pada Heeran bahwa ia pergi bersama laki-laki itu.

Bagaimana bisa Yongri pergi bersama Siwon di saat Siwon berada di depan rumah gadis itu saat ini? Siwon tidak tau kenapa Yongri berbohong pada Heeran. Apa agar Heeran tidak khawatir? Tetapi sekarang semuanya khawatir karena mereka tau Yongri berbohong.

Siwon menunggu kepulangan Yongri sembari duduk di tangga depan rumah Yongri. Siwon merasa sangat khawatir saat ini. Ia tidak bisa menghubungi Yongri karena ponselnya tidak aktif. Dan sialnya, tidak ada yang tau di mana gadis itu sekarang.

“Dimana kau sebenarnya?” Gumam Siwon sembari menundukkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian, telinga Siwon menangkap langkah kaki yang semakin mendekat. Siwon segera mengangkat kepalanya dan ia merasa bisa bernafas dengan lega saat melihat kepulangan Yongri. Siwon segera berdiri dan menghampiri gadis itu.

“Kau darimana?” Tanya Siwon.

Yongri mengabaikan Siwon dan melewati laki-laki itu begitu saja. Namun Siwon dengan cepat menahan lengannya dan membalikkan badan Yongri.

“Aku tanya kau darimana? Kenapa kau mengatakan pada ibumu bahwa kau pergi bersamaku?” Tanya Siwon lagi. Yongri menatap Siwon dengan jengah.

“Karena memakai namamu, maaf.” Kata Yongri dan kembali hendak meninggalkan Siwon. Namun Siwon tidak membiarkannya.

“Lima menit saja. Biarkan aku mengatakan semuanya dalam waktu lima menit.” Ucap Siwon.

“Aku benar-benar tidak mau mendengarkan penjelasanmu. Seperti apapun penjelasanmu, kau tetap berbohong padaku, kan?” Kata Yongri.

“Kalau begitu katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?” Tanya Siwon dengan putus asa.

“Bisakah kau mengembalikan semuanya seperti semula?” Pinta Yongri. Siwon terdiam sembari menatap gadis itu dengan pandangan bertanya.

“Kembalikan semuanya seperti dulu, Siwon-ah. Tidakkah kau merasa semuanya telah berubah? Termasuk persahabatan kita.” Kata Yongri.

“Bagaimana caranya untuk mengembalikan semuanya seperti semula?” Tanya Siwon.

“Aku tidak tau bagaimana melakukannya. Karena itu aku memintamu melakukannya.” Jawab Yongri sembari kembali hendak melangkah namun Siwon kembali menahannya.

“Tahukah kau apa yang terjadi padaku karena kau membantu Sihoon mendekatiku?” Tanya Yongri dengan wajah sedih. Ia terlihat benar-benar lelah.

“Seseorang menyerangku, Siwon-ah. Aku mendapatkan teror karena orang itu menyukai Sihoon.” Yongri menjawab pertanyaannya sendiri dengan mata berkaca-kaca. Siwon terlihat sangat terkejut.

“Jadi, luka di siku tanganmu dan bangkai tikus itu karena Sihoon?” Tanya Siwon memastikan. Yongri mengangguk.

“Siapa? Siapa yang melakukannya?” Tanya Siwon terlihat marah.

“Apa itu penting untukmu sekarang? Karena nyatanya kau menjadi salah satu penyebab aku mendapatkan semua itu.” Ucap Yongri dengan airmatanya yang mengalir.

“Aku tidak pernah menyesal karena telah dekat dengan Sihoon. Sihoon adalah orang yang baik sama sepertimu. Aku hanya tidak bisa terima karena aku mendapatkan semua ini karena dirimu. Dan setelah itu, kau berbohong padaku.” Jelas Yongri.

“A–aku benar-benar minta maaf, Yongri-ya.” Sesal Siwon.

“Aku membencimu, Siwon-ah. Aku kecewa padamu.” Isak Yongri.

“Maaf, maafkan aku.” Siwon menambah langkahnya untuk mendekati Yongri. Memegang kedua lengan gadis itu dengan lembut.

“Lepaskan aku. Aku tidak mau melihatmu.” Ucap Yongri sembari menepis tangan Siwon.

Hanya tepisan pelan karena nyatanya Yongri tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Yongri sangat membutuhkan Siwon saat ini. Yongri kecewa pada Siwon namun nyatanya gadis itu juga sangat merindukan Siwon. Ia tidak ingin bersedih seorang diri.

“Aku akan melakukan apapun agar kau memaafkanku. Tetapi jangan membenciku, Yongri-ya. Jangan mengabaikanku.” Pinta Siwon dengan frustasi. Ia mencoba untuk memeluk Yongri, namun Yongri menolaknya.

“Aku terluka jika kau seperti ini padaku.” Lirih Siwon.

Yongri menghentikan gerakannya dan mendongak untuk menatap Siwon. Ia terlihat terkejut mendengar ucapan Siwon barusan. Memanfaatkan keadaan, Siwon melingkarkan tangannya pada punggung Yongri.

“K–kenapa..kau terluka?” Tanya Yongri pelan.

Siwon menatap mata Yongri dan menutup mulutnya dengan rapat. Ia tidak mungkin mengatakannya. Ia tidak bisa mengatakannya. Bagaimana hubungannya dengan Yongri setelah ini? Bagaimana ia bisa bertemu dengan Yongri setelah ini?

Tetapi, Siwon tidak mau merasa menyesal jika ia menutupi perasaannya pada Yongri lebih lama lagi. Siwon tidak mau terus diselimuti rasa cemburu ketika Yongri berdekatan dengan laki-laki lain. Haruskah Siwon mengatakannya sekarang?

“Kau tidak mau menjawabku? Kau bilang akan menjelaskan semuanya.” Kata Yongri dengan matanya yang merah karena menangis.

“Aku..” Siwon mengepalkan kedua tangannya yang berada di punggung Yongri.

“Aku…” Ucap Siwon terdengar sangat ragu.

Beberapa saat kemudian Siwon tersenyum kecil. Ia merasa benar-benar seperti orang bodoh. Apa susahnya mengatakan bahwa ia menyukai Yongri?

“Kenapa tertawa?” Tanya Yongri bingung.

“Maafkan aku, Yongri-ya. Sepertinya aku tidak bisa mengembalikan semuanya seperti semula.” Kata Siwon dengan wajah serius.

“Maksudmu?”

“Aku menyukaimu, Choi Yongri.” Ucap Siwon.

Siwon memajukan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Yongri. Ia terlalu takut untuk melihat reaksi Yongri atas pengakuannya. Siwon hanya ingin menunjukkan perasaannya saat ini pada Yongri.

Tanpa tau bahwa Sihoon melihat semuanya dengan kedua tangan yang mengepal dengan erat.

——

–To Be Continued–

HAI!

Happy reading!

BYE~

Advertisements

65 thoughts on “Love in Friendship – Part 8

  1. Hemm rada kesel sih pas hani itu bocor2in rahasia orang. Tapi ya kali ini rada mendingan dah, soalnya siwon jadi menyatakan cinta~~ assseeekkk cuma yah, pasti ada konflik dah nih sama si sihoon, si sihoon pake di pojokkan segala lagi pake ngintip2~~

    Tidaakkk konflik diantara sodara kembarr~~ saolohhh kasihan juga si sihoon. Sama adek aja sini bang~

    Good job eon!^^

  2. siwon nanti malam tidur diluarrrrrrr😡
    njirrrrrr pasti shihoon bkl benci bgt ma siwon huahhhhhh emak masa persaudaraan pecah karena satu wanita???? emg wanita racun dunia ya wkwk kerennnnnnnnnn eon

  3. Kenapa Sihoon harus liatt?? Kan bisa ngga beres. Tinggal Yongri yg ngakuin perasaannya yg masih janggal, kerenn authoor apalagi pas bagian akhir. Lanjut thor fighting 😀

  4. Pgn nya Yongri jadian sama Siwon oppa sj, ia yg benar2 tahu Yongri bgmn, wlpn Sihoon lah yg dr awal blak2an ttg perasaannya pd Yongri tp Siwon oppa menyimpan rasa suka nya selama ini krn persahabatan mrk berdua, ia tdk ingin Yongri marah dan tdk suka krn ia menyukai Yongri jg sama seperti Sihoon twins nya yg br sj dtg, smg Yongri jg suka sama Siwon oppa

  5. Baru mampir ke blog kk, rupanya ff ini udah end. Aku telat kali, soalnya banyak tugas sklh yg menumpuk. Ini aja curi2 waktu untuk membacanya.
    Back to story.
    Awalnya kesal lihat hani yg merusak persahabatan wonri couple gara2 pengakuannya tentang kebohongan choi twins, tapi pas dia nasehati sihoon di sklh, tingkat kekesalan aku berkurang 0,01 %.
    Yongri gak kebal2 amat dg siwon, buktinya aja dia terlena saat siwon memberinya k*s* mendadak, tapi kayak mana dg sihoon yg lagi mergoki wonri couple. Entahlah hanya kk dan tuhan yg tahu 😀
    Fighting kak.

  6. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  7. hohoho akhirnya ngungkapin juga
    mana pake plus plus cium hahaha
    oo ada sihoon lihat 4
    akan berakhir sperti apa tu??
    btpa sensinya yongri
    hhahh si provokator itu blum pernah dibunuh yaa
    nyebelin bnget

  8. Siwon jadi tersangka… apesss banget rasanya, aku bacanya sampe males, pengennya langsung datengin mereka aja, gregeeetttt banget soalnya…. Trus bawa pulang siwon deh hahhahaha :v

    Ee tapi ujungnya manis, Siwon udah ungkapin perasaannya 🙂 🙂 yeayyyyy 😀

  9. Wow daebak. Akhirnya yongri sm siwonkah? Soalnya ributnya ud ky org pcrn wkwk
    Bukan ky shbtn wkwk
    Yeyy akhirnya siwon jujur jg sm perasaannya. Yauda hani jahat tp bs sentil sihoon sm kata2nya. Smga aja hani bs rubah sdkt sikap jhtnya itu biar sihoon mau sm hani wkwk

  10. Wow akhirnya semuanya terungkap.! Duh senangnya, akhirnya siwon gak harus menutupi perasaanya sama yongri.! Dan sepertinya yongri juga menyukai siwon, hanya saja dia terlalu takut untuk mengakui dan menghancurkan persahabatanya dg siwon^^ Aish daebak eonnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s