Love in Friendship – Part 7

PicsArt_08-31-02.53.43

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

Sihoon merangkak mendekati Siwon dan Yongri dan kemudian duduk di samping mereka. Mereka terlihat tidak menyadari kehadiran Sihoon dan terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri.

Sihoon memegang bahu Siwon dan Yongri, kemudian mendorong keduanya untuk saling menjauh. Siwon dan Yongri tersentak dan terlihat salah tingkah. Mereka menatap Sihoon yang sedang menatap mereka dengan pandangan tajam.

“Kalian bisa benar-benar ciuman jika dibiarkan lebih lama lagi.” Ucap Sihoon.

“Y–ya, ya, ya! Apa yang kau bicarakan?!” Yongri segera berdiri dan berusaha menutupi wajahnya yang memerah.

Siwon ikut berdiri dan mengambil tasnya di atas meja belajar Yongri. Wajah Siwon terlihat menegang dan datar di saat yang bersamaan.

“K–kalian lanjutkan bermain. Aku akan pulang.” Pamit Siwon dan segera meninggalkan kamar Yongri.

“Ya! Kau mau kemana, Siwon-ah?! Kau bilang ingin membuatku pulang telanjang?!” Pekik Kyuhyun sembari tertawa senang.

“A–aku ke kamar mandi sebentar.” Kata Yongri dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

“Yah, dasar gila!” Hyukjae memukul kepala Kyuhyun.

“Kenapa?! Kenapa kau memukul kepalaku?!” Protes Kyuhyun.

“Kau masih bisa bercanda? Apa kau tidak lihat wajah salah tingkah Siwon dan Yongri?” Tanya Hyukjae.

“Kau bisa membuat mereka canggung, Kyuhyun-ah.” Timpal Donghae.

“Kapan aku melakukannya? Yah, jika mereka memang tidak saling suka, bukankah seharusnya mereka tidak salah tingkah?” Kata Kyuhyun membela diri.

“Ya! Walaupun tidak ada perasaan apapun antara laki-laki dan perempuan, mereka tetap akan merasa salah tingkah saat di minta bertatapan secara dekat.” Jelas Donghae.

“Sekarang aku menantangmu, apa kau bisa melakukan apa yang Siwon dan Yongri lakukan tadi? Bisakah kau melakukannya pada Yongri?” Tanya Donghae.

“Tentu saja bisa!” Jawab Kyuhyun langsung.

Bertepatan dengan itu, Yongri keluar dari kamar mandi. Donghae berdiri dan menarik Yongri mendekat pada Kyuhyun. Kemudian ia menarik Kyuhyun untuk ikut berdiri. Yongri yang merasa bingung hanya menatap mereka dengan tatapan bodoh.

“Lakukan.” Suruh Donghae.

Kyuhyun terlihat sangat percaya diri. Ia menarik Yongri mendekat padanya. Menarik tengkuk Yongri untuk mendekatkan wajah mereka. Kyuhyun terdiam saat melihat wajah cantik Yongri.

“Sialan, kau sangat cantik, Choi Yongri.” Desis Kyuhyun dan segera mendorong Yongri menjauh.

Yongri menatap Kyuhyun dengan kening berkerut. Ia tidak mengerti dengan apa yang laki-laki itu lakukan. Hanya satu yang Yongri mengerti, saat wajahnya berada dekat pada Kyuhyun, ia tidak merasakan apapun seperti saat wajah Siwon mendekat padanya.

“Kenapa? Kau bilang kau bisa melakukannya?” Ucap Donghae. Saat melihat wajah gugup Kyuhyun, Donghae tersenyum mengejek.

“Kau mengerti ‘kan sekarang?” Tanya Hyukjae.

“Kita pulang saja.” Ajak Kyuhyun mengambil tasnya.

“Yah, kenapa buru-buru?” Tanya Yongri bingung.

“Kapan-kapan kita bermain lagi. Kami pulang dulu.” Pamit Hyukjae. Yongri berdecak pelan.

“Baiklah.” Ucapnya.

“Kami pulang dulu, Sihoon-ah, Yongri-ya. Sampai berjumpa besok.” Pamit Donghae.

Yongri dan Sihoon melambaikan tangannya pada mereka. Setelah ketiga laki-laki itu pergi, Yongri hanya berdua saja dengan Sihoon di dalam kamar. Yongri menatap Sihoon sembari tersenyum.

“Kau tidak ikut pulang?” Tanyanya.

“Kau mengusirku?” Tanya Sihoon balik.

“Tidak, bukan begitu.” Bantah Yongri.

Yongri kemudian membereskan gelas yang berserakan di karpet berbulunya. Menaruhnya kembali di atas nampan. Sihoon segera berdiri dan mendekati Yongri. Menarik tangan gadis itu hingga Yongri berdiri menghadapnya.

Yongri mendongak dan menatap Sihoon dengan bingung. Ia baru saja ingin meredakan detak jantungnya akibat perbuatan Siwon tadi. Tetapi Sihoon tiba-tiba saja melakukan ini dan wajah mereka juga cukup dekat saat ini.

“Ada apa?” Tanya Yongri.

“Kau senang?”

“Apa maksudmu?”

“Apa kau senang saat wajahmu dan wajah Siwon berdekatan seperti tadi?” Sihoon memperjelas pertanyaannya.

Yongri melepaskan tangan Sihoon yang memegang tangannya dan memundurkan langkahnya.

“Sebenarnya apa yang kau bicarakan? Kenapa kau bertanya seperti itu? Kenapa kau ingin tau?” Suara Yongri terdengar kesal.

“Dengar, Sihoon-ah. Aku sudah mulai nyaman denganmu dan bisa menerimamu sebagai temanku. Tetapi kenapa akhir-akhir ini kau sering membuatku tidak nyaman dengan semua sikapmu?” Ucap Yongri.

“Sikapku yang seperti apa yang membuatmu tidak nyaman?” Tanya Sihoon.

“Kau tiba-tiba bersikap sangat posesif padaku.” Jawab Yongri.

“Apa tidak boleh?”

“Yah, kita hanya seorang teman. Kau tidak memiliki hak atas diriku begitu pun sebaliknya. Bahkan aku dan Siwon–“

“Jangan menyebut Siwon.” Sela Sihoon dengan wajah datar. Yongri menatap Sihoon dengan terkejut.

“Apa kau ingin tau salah satu hal yang membuatku iri dengan Siwon?” Tanya Sihoon. Yongri teringat dengan ucapan Sihoon tadi, bahwa ia pernah iri dengan Siwon.

“Aku iri karena dia bisa sangat dekat denganmu.” Sihoon menjawab pertanyaannya sendiri.

Yongri kembali terkejut. Apa yang sebenarnya sedang Sihoon katakan? Kenapa Sihoon harus iri pada Siwon yang bisa dekat dengannya? Yongri tidak tau apa yang bisa dibanggakan dari dirinya.

“Yah, itu karena kami sudah lama menjadi tetangga.” Ucap Yongri pelan.

“Karena itu..” Sela Sihoon.

“Karena itu aku sangat ingin memutar waktu. Aku ingin Siwon yang dibawa oleh ayahku ke Amerika. Aku ingin diriku saja yang tinggal disini dan bersahabat denganmu.” Kata Sihoon.

“Sihoon-ah, kenapa kau seperti ini?” Tanya Yongri putus asa.

“Aku menyukaimu, Yongri-ya.” Jawab Sihoon membuat mata Yongri melebar.

“Aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu. Di saat kau mengira bahwa aku adalah Siwon. Di sana, di kamar Siwon. Aku menyukaimu sejak saat itu.” Jelas Sihoon.

“S–Sihoon-ah..” Yongri terlihat benar-benar terkejut.

“Kau tidak perlu mengatakan apapun, Yongri-ya. Aku hanya ingin kau tau perasaanku padamu. Aku tau bahwa kau mungkin tidak memiliki perasaan apapun padaku saat ini. Tetapi izinkan aku untuk membuatmu menyukaiku juga, Yongri-ya.” Pinta Sihoon.

“Aku hanya meminta satu hal padamu. Jangan pernah menyebut Siwon di antara kita. Aku tidak ingin terus di bayang-bayangi oleh sosok Siwon. Aku ingin kau mengenalku sebagai Choi Sihoon. Bukan sebagai kembaran Siwon. Kau bisa melakukannya, kan? Aku mohon padamu.” Ucap Sihoon dengan wajah memelas.

“Sihoon-ah..”

“Jangan jauhi aku karena perasaanku ini, Yongri-ya.” Kata Sihoon.

Sihoon menghela nafas dan mengacak rambut Yongri. Laki-laki itu tersenyum saat melihat wajah Yongri yang terlihat luar biasa bingung dan terkejut. Hari ini pasti menjadi hari yang panjang untuk Yongri.

“Aku pulang dulu. Istirahatlah karena hari ini sangat berat untukmu.” Ucap Sihoon.

Sihoon mengambil tasnya dan berjalan ke pintu kamar Yongri. Ia berbalik dan melambaikan tangannya pada Yongri. Sihoon dapat melihat gadis itu melemparkan senyum yang sedikit dipaksakan padanya. Sihoon ikut tersenyum dan segera meninggalkan kamar Yongri.

Yongri berjongkok dan dan memeluk lututnya. Menundukkan kepalanya sembari memikirkan apa yang Sihoon katakan padanya. Yongri tidak menyangka jika hari ini Siwon dan Sihoon membuat perasaannya berdebar.

Namun apa yang diucapkan oleh Sihoon–lah yang membuat Yongri sangat berdebar. Pernyataan cinta yang sangat sederhana, namun berdampak luar biasa untuknya. Yongri tidak pernah berkencan sebelumnya. Dan Yongri masih merasa sangat asing dengan semua perasaan ini.

“Choi Sihoon menyukaiku.” Gumam Yongri sembari memejamkan matanya.

——

From: My Best–Siwon

Temui aku di jendela.

Yongri segera turun dari atas tempat tidur dan mendekati jendela kamarnya. Membuka tirainya terlebih dahulu sebelum akhirnya membuka jendela. Ia dapat melihat Siwon yang sudah menunggunya di jendela kamar laki-laki itu.

Melihat Siwon, Yongri jadi teringat apa yang mereka lakukan tadi siang. Bagaimana dekatnya wajah Siwon saat itu dan Yongri juga dapat merasakan remasan tangan Siwon pada tengkuknya. Dan semuanya terasa sangat berbeda ketika Kyuhyun yang melakukannya.

“Hey!” Panggil Siwon.

“Eo. Kenapa?” Sahut Yongri.

“Maaf tadi aku pulang begitu saja.” Kata Siwon.

“Tidak apa-apa. Setelah kau pulang, yang lain juga pulang.” Ucap Yongri.

Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon dan menghela nafas. Siwon terlihat biasa saja dengan apa yang mereka lakukan tadi. Sepertinya Yongri yang berlebihan dalam memikirkannya. Tetapi, melihat Siwon biasa saja membuat Yongri merasa tidak terima.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon.

“Yah, jangan katakan jika kau memikirkan apa yang kita lakukan tadi.” Tebak Siwon. Yongri terlihat panik dan menatap Siwon dengan matanya yang melebar.

“Apa kau gila?! Kenapa aku harus memikirkannya?!” Suara Yongri meninggi.

“Jika kau tidak memikirkannya, kenapa harus panik seperti itu?” Ucap Siwon sembari tersenyum geli.

“Siapa yang panik? Ya! Jangan-jangan kau yang terus memikirkannya dari tadi. Karena itu kau mengajakku bertemu, kan?” Tuduh Yongri. Siwon terdiam.

Kau benar, Yongri-ya. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya.

“Yah, bukankah hal itu tidak berdampak apapun pada kita? Aku tidak memikirkannya karena aku tidak merasakan apapun. Bukankah kau juga?” Ucap Siwon.

“Ya. Mungkin.” Sahut Yongri pelan hingga Siwon tidak bisa mendengarnya.

“Aku tidak habis pikir kenapa Kyuhyun memintaku melakukan itu padamu. Padahal dia tau bahwa tantangan itu sangat mudah untukku.” Kata Siwon dengan tersenyum aneh.

“Ya, kau benar. Terkadang Kyuhyun sangat kekanakkan.” Timpal Yongri.

“Itulah kenapa aku tidak suka memainkan permainan seperti itu. Tetapi kalian terus memaksaku.” Keluh Siwon. Yongri tersenyum kecil.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” Tanya Siwon. Yongri menatap Siwon dengan memiringkan kepalanya.

“Apa yang kau pikirkan saat ini? Jangan katakan jika kau sedang memikirkan apa yang terjadi di sekolah tadi pagi.” Ujar Siwon.

“Tidak, aku tidak memikirkannya.” Bantah Yongri.

“Lalu? Katakanlah padaku. Aku sudah sering mengatakan padamu bahwa aku sangat tau jika kau sedang memikirkan sesuatu.” Ucap Siwon.

Yongri menghela nafas. Bagaimana caranya mengatakan pada Siwon? Bagaimana caranya mengatakan bahwa Siwon dan Sihoon–lah yang membuatnya seperti ini?

Yongri tidak mungkin mengatakan bahwa ia terus memikirkan Siwon dari tadi. Dan Yongri juga memikirkan Sihoon di saat yang bersamaan. Yongri tidak tau apa yang terjadi padanya hari ini. Ia merasa benar-benar bingung.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

“Aku tidak tau bagaimana harus menyampaikannya padamu.” Keluh Yongri.

“Katakan saja semuanya.” Saran Siwon.

Tidak mungkin, Siwon-ah. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku memikirkanmu. Kau pasti akan menertawakanku.

Yongri kembali menghela nafas. Ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini pada Siwon sebelumnya. Tetapi sekarang, jujur saja menatap wajah Siwon dalam waktu yang lama bisa membuat Yongri salah tingkah. Ini seperti bukan dirinya.

“Ya! Jangan melamun terus.” Tegur Siwon. Seadainya ia berada di dekat Yongri, Siwon pasti sudah mendorong kepala gadis itu.

“Apa kau mengunci pintu kamarmu?” Tanya Yongri. Siwon menoleh dan menatap pintu kamarnya.

“Kenapa aku harus menguncinya?” Siwon terlihat bingung.

“Aku tidak akan mengatakan apapun sebelum kau mengunci pintu kamarmu.” Ucap Yongri. Siwon menatap Yongri dengan sebelah alis terangkat.

“Baiklah aku akan menguncinya. Tunggu sebentar.” Kata Siwon dan segera menghilang dari pandangan Yongri.

Beberapa saat kemudian Siwon kembali ke jendela dan tersenyum. Yongri membalas senyuman Siwon dengan canggung. Ia sedang memantapkan hatinya.

“Sekarang, katakan.” Suruh Siwon.

“Sihoon mengatakan sesuatu padaku saat kalian sudah pulang tadi.” Ucap Yongri.

“Apa yang dia katakan?” Tanya Siwon.

“Berjanjilah untuk tidak menertawakanku.” Pinta Yongri.

“Kenapa? Apa Sihoon mengatakan sesuatu yang lucu?”

“Jika kau tidak mau berjanji, aku tidak mau mengatakannya.” Kata Yongri sembari mengalihkan pandangannya.

“Baiklah, aku janji.” Ucap Siwon.

Yongri kembali menatap Siwon dan jantungnya berdebar dengan keras. Berdebar karena ia memikirkan ucapan Sihoon dan karena ia sedang memandang wajah tampan Siwon saat ini. Semua ini benar-benar membingungkan untuk Yongri.

“Sihoon mengatakan bahwa dia menyukaiku.” Ucap Yongri diakhiri dengan ringisan kecil.

Siwon terdiam mendengar ucapan Yongri. Walaupun mulutnya tertutup, tetapi jantung Siwon berdebar dengan kencang. Tidak tau sejak kapan bahwa pengakuan perasaan Sihoon pada Yongri adalah hal yang paling menakutkan untuk Siwon.

Tidak tau sejak kapan pula bahwa Siwon ingin sekali mencegah Sihoon mengakui perasaannya pada Yongri. Namun sayangnya Siwon sudah tidak bisa mencegahnya. Sihoon sudah mengakui perasaannya dan Yongri sudah mengetahuinya.

“Siwon-ah, kenapa kau diam saja?” Yongri terlihat bingung. Namun Yongri dapat melihat wajah Siwon menegang. Tetapi kenapa?

“Apa jawabanmu?”

“Apa?”

“Aku tanya apa jawabanmu atas ucapan Sihoon?” Desak Siwon hingga membuat Yongri semakin bingung.

“A–aku tidak menjawab apapun. Karena Sihoon tidak meminta jawabanku. Dia hanya memintaku mengizinkannya membuatku menyukainya juga.” Walaupun merasa bingung, Yongri tetap menjawab Siwon.

Dan sekarang, Yongri melihat bahwa Siwon bernafas dengan lega. Wajahnya pun tidak menegang seperti tadi. Sebenarnya ada apa dengan laki-laki itu?

“Apa kau mengetahuinya, Siwon-ah?” Tanya Yongri.

“Mengetahui apa?” Siwon bertanya balik.

“Mengetahui bahwa Sihoon menyukaiku. Apa dia mengatakannya padamu?” Yongri memperjelas pertanyaannya.

Siwon terlihat bingung. Apa yang harus dikatakannya? Haruskah ia jujur bahwa Sihoon meminta bantuannya tentang pendekatannya pada Yongri? Ataukah Siwon harus berpura-pura tidak tau?

“Aku tidak tau.” Jawab Siwon akhirnya.

Siwon takut Yongri marah jika tau Siwon berusaha menjodohkannya dengan Sihoon. Siwon melihat Yongri menghela nafas panjang.

“Aku tidak tau apa yang membuat Sihoon menyukaiku. Maksudku, aku hanyalah gadis biasa. Yah, mungkin aku hanya menarik secara fisik. Karena aku adalah perempuan tercantik di sekolah. Bukankah begitu?”

Siwon mendengus kasar mendengar ucapan percaya diri Yongri. Walaupun di dalam hatinya, Siwon membenarkan ucapan gadis itu.

“Kau menyukai Sihoon?” Tanya Siwon.

Yongri terdiam. Ia bahkan tidak bisa menebak perasaannya sendiri. Sihoon membuatnya berdebar, namun Siwon juga membuatnya berdebar.

“Aku tidak tau.” Jawab Yongri pelan.

“Mulai sekarang, cari tau tentang perasaanmu. Jika kau tidak menyukainya, maka mintalah dia untuk berhenti menarik perhatianmu. Agar kalian tidak merasa canggung ke depannya nanti.” Ujar Siwon.

“Bagaimana jika aku menyukainya?” Tanya Yongri tiba-tiba. Wajah Siwon kembali menegang.

Jangan, Yongri-ya. Aku mohon jangan.

“Maka kau bisa berkencan dengannya.” Jawab Siwon.

“Sudah malam, tidurlah.” Ucap Siwon kemudian.

“Sebentar, Siwon-ah. Bagaimana aku harus bersikap di hadapan Sihoon besok? Aku merasa bingung.”

Siwon menghela nafas panjang dan terlihat tidak suka dengan pertanyaan gadis itu.

“Bersikaplah seperti biasa. Memangnya kau mau seperti apa? Dengar, hanya karena Sihoon menyukaimu, bukan berarti kau harus mengubah sikapmu. Kau sendiri masih bingung dengan perasaanmu.” Jelas Siwon.

“Sudah, tidurlah. Sampai bertemu besok.” Kata Siwon dan segera menutup jendela kamarnya.

Siwon tidak mau mendengar ucapan Yongri mengenai Sihoon lebih banyak lagi. Siwon menghela nafas dan bersandar pada dinding. Ia tidak menyangka jika Sihoon akan bergerak secepat ini.

Siwon seharusnya tidak seperti ini. Ia seharusnya mendukung saudaranya itu. Tetapi Siwon tidak bisa lagi melakukannya. Semuanya terasa sangat berbeda sekarang. Siwon tidak ingin ada laki-laki lain yang berada di dekat Yongri. Tidak Sihoon atau siapapun.

“Choi Siwon, kau benar-benar gila.” Gumam Siwon sembari menertawakan dirinya sendiri.

Siwon tidak ingin menghancurkan persahabatannya dengan Yongri. Namun Siwon yakin persahabatannya dengan Yongri tidak akan lagi sama. Siwon sudah mengkhianati pertemanan mereka selama 10 tahun ini. Siwon tidak seharusnya merasakan hal seperti ini pada Yongri. Sial.

“Sepertinya aku menyukaimu, Yongri-ya.”

——

Siwon membukakan pintu mobil untuk Yongri. Meminta gadis itu untuk duduk di sampingnya seperti dulu. Sebelum Sihoon ada disini dan membuat Yongri harus pindah duduk di belakang.

Namun apa yang Siwon lakukan saat ini membuat Yongri bingung. Jika ia duduk di samping laki-laki itu, maka Sihoon duduk dimana?

“Sihoon sudah pergi ke sekolah.” Kata Siwon seolah membaca pikiran Yongri.

“Dia bilang ada sesuatu yang harus dilakukan.” Lanjut Siwon. Yongri menghela nafas.

“Sebenarnya apa yang kalian lakukan di sekolah sepagi itu? Saat itu kau juga beralasan yang sama, kan?” Ujar Yongri. Siwon terlihat salah tingkah dan menggaruk kepalanya.

“Yah, sesuatu.” Gumam Siwon.

“Masuklah, kalau tidak kita bisa terlambat.” Siwon mengalihkan pembicaraan.

Yongri segera masuk ke dalam mobil dan Siwon menutup pintunya. Mengelilingi mobilnya dan ikut masuk ke dalam mobil. Duduk di samping Yongri. Ah, rasanya sudah lama sekali mereka tidak duduk berdampingan seperti ini. Siwon merindukannya.

“Sudah lama kita tidak berangkat sekolah berdua saja.” Kata Siwon yang sudah menjalankan mobilnya.

“Benar. Tetapi aku merasa aneh. Biasanya ada Sihoon yang selalu tidak berhenti berbicara.” Ucap Yongri membuat Siwon meliriknya dengan kesal. Namun Yongri tidak menyadarinya.

“Maksudnya kau lebih senang berangkat sekolah dengan Sihoon?” Tanya Siwon. Yongri mendorong kepala Siwon.

“Aku senang kita berangkat bertiga.” Jawab Yongri.

“Aku pikir kau akan merasa lega karena tidak harus bertemu Sihoon pagi ini. Bukankah kalian akan merasa canggung satu sama lain? Setelah pengakuan perasaannya kemarin.”

“Kau benar. Walaupun terasa aneh, tetapi aku lega tidak harus bertemu dengannya pagi ini.” Sahut Yongri membenarkan.

“Berpura-pura saja kau tidak mendengar apapun darinya kemarin.” Saran Siwon.

“Bagaimana bisa aku melakukannya..” Gumam Yongri.

“Apa yang tidak bisa kau lakukan? Kau bahkan bisa memukul laki-laki.” Sahut Siwon. Yongri mendelik tajam padanya.

“Ah, ada satu hal yang tidak bisa kau lakukan.” Kata Siwon. Yongri menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Belajar.” Jawab Siwon.

Yongri melayangkan tangannya untuk memukul kepala Siwon. Namun Siwon dengan cepat menyingkir. Laki-laki itu tertawa senang setelah membuat Yongri kesal. Melihat wajah kesal Yongri membuat Siwon menjadi semangat.

“Bahkan di saat aku bodoh pun, ada yang menyukaiku.” Kata Yongri dengan bangga.

“Cih! Hanya satu orang dan kau merasa sangat bangga? Bagaimana denganku yang disukai oleh seluruh perempuan di sekolah?” Balas Siwon dengan sombong.

“Kecuali aku!” Sahut Yongri cepat.

“Hanya perempuan buta yang tidak menyukaiku.” Kata Siwon.

“Sialan! Aku tidak buta!” Umpat Yongri membuat Siwon tertawa.

Mereka menghabiskan waktu perjalanan ke sekolah dengan bercanda satu sama lain. Melupakan apa yang terjadi kemarin antara Siwon dan Yongri maupun antara Yongri dan Sihoon. Walaupun sebenarnya mereka tidak benar-benar melupakannya. Mereka hanya mencoba untuk tidak mengingatnya sebentar saja.

Sampai di sekolah, keduanya segera turun dari mobil. Seorang perempuan yang memakai seragam yang sama seperti mereka, menghampiri Siwon dengan wajah malu-malunya.

“Siwon sunbae..” Sapanya.

“Oh, hai..” Sapa Siwon balik sembari tersenyum tipis. Yongri menatap perempuan tersebut dalam diam.

“Aku dengar bahwa kau dan teman-temanmu akan mengikuti pertandingan besar. Karena itu kau harus rajin berlatih, kan? Ini aku bawakan makanan untuk menemanimu berlatih.” Kata perempuan itu sembari memberikan sebuah kotak bekal pada Siwon.

Siwon terlihat terkejut. Namun beberapa saat kemudian menerimanya masih dengan tersenyum tipis. Rasanya tidak sopan apabila menolak makanan yang diberikan oleh orang lain. Walaupun sebenarnya Siwon tidak membutuhkannya.

“Terima kasih. Aku akan mengembalikannya padamu besok.” Balas Siwon sembari menunjuk kotak bekal tersebut. Perempuan itu mengangguk senang.

“Semangat berlatihnya, sunbae.” Ucapnya sambil memberikan gerakan semangat. Siwon membalasnya dengan kembali tersenyum.

Setelah perempuan itu pergi, Siwon dan Yongri berjalan meninggalkan tempat parkir untuk ke kelas. Yongri terus menatap kotak bekal yang dibawa Siwon dengan kesal. Entah kenapa Yongri merasa kesal saat Siwon menerima begitu saja pemberian dari seseorang, yang Yongri yakin bahwa Siwon tidak mengenalnya.

“Kenapa? Kau mau?” Tanya Siwon saat menangkap tatapan gadis itu. Yongri mendengus.

“Dia memintamu untuk menikmatinya.” Ucap Yongri dengan ketus.

“Kita bisa berbagi.” Kata Siwon.

“Tidak, terima kasih.” Sahut Yongri cepat. Siwon memicingkan matanya menatap gadis itu.

“Ada apa denganmu? Kau terlihat kesal.” Selidik Siwon.

“Aku hanya merasa heran. Kenapa mereka harus repot-repot memberikan ini itu padamu? Padahal mereka tau bahwa kau tidak berminat sama sekali pada mereka.” Kata Yongri dengan acuh.

“Karena aku tidak pernah menolak pemberian mereka. Walaupun mereka tau bahwa aku tidak menyukai mereka, tetapi aku tidak pernah mengecewakan mereka. Bukankah begitu? Apalagi jika mereka sudah bersusah payah seperti perempuan tadi. Dia harus memasak pagi-pagi hanya untukku.” Jelas Siwon sembari menatap kotak bekal ditangannya.

“Apanya yang membanggakan dari memasak?” Dengus Yongri.

“Kau berkata seperti itu karena kau tidak bisa memasak. Ah, bertambah lagi hal yang tidak bisa kau lakukan. Belajar dan memasak.” Ejek Siwon. Yongri menatapnya dengan kesal.

“Memangnya kau tau dari mana jika makanan itu perempuan itu sendiri yang memasaknya? Bisa saja ibunya yang memasak!”

“Yah, kenapa kau harus repot-repot memikirkannya? Kau hanya perlu menikmatinya bersamaku jika kau mau.”

“Aku sudah bilang tidak mau.” Ucap Yongri dan berjalan lebih dulu meninggalkan Siwon.

Siwon menatap punggung gadis itu dengan bingung. Sebelumnya ia terlihat baik-baik saja. Namun Yongri tiba-tiba berubah kesal hanya karena kotak bekal berisi makanan ini. Ada apa sebenarnya?

Siwon mengangkat kedua bahunya dan berjalan di belakang Yongri. Mendekati kelasnya, Siwon dapat melihat sosok Sihoon yang berdiri di depan kelas. Siwon yakin bahwa Yongri juga menyadari kehadiran laki-laki itu.

Siwon dapat melihat bahwa Yongri memelankan langkahnya saat Sihoon melihat kedatangan mereka. Sihoon tersenyum pada Yongri dan segera menghampirinya dengan berlari kecil.

Siwon mendengus saat melihat Yongri mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh gadis itu. Terlihat sekali bahwa Yongri merasa gugup dengan kehadiran Sihoon.

“Selamat pagi..” Sapa Sihoon yang sudah berdiri di depan Yongri.

“P–pagi.” Balas Yongri dengan suara yang tiba-tiba serak.

“Apa tidurmu nyenyak?” Tanya Sihoon dengan tersenyum.

“E–eo.” Jawab Yongri.

“Aku sudah memastikan bahwa tidak ada apapun di mejamu hari ini. Kau bisa belajar dengan tenang.” Kata Sihoon membuat Siwon terkejut.

Ternyata ‘sesuatu’ yang hendak dikerjakan oleh Sihoon adalah memastikan bahwa tidak ada teror lagi untuk Yongri. Kenapa Siwon merasa bahwa ia kalah cepat dari Sihoon?

“K–kau datang pagi hanya untuk itu?” Tanya Yongri. Sihoon mengangguk dengan semangat.

“Aku tidak mau melihatmu ketakutan seperti kemarin.” Jawab Sihoon. Dan jawaban Sihoon membuat jantung Yongri kembali berdebar.

“Pergilah ke kelasmu. Aku akan menemui saat istirahat nanti. Selamat belajar.” Kata Sihoon sembari mengusap kepala Yongri.

“Terima kasih.” Gumam Yongri.

“Aku senang melakukannya.” Balas Sihoon.

“Sampai berjumpa nanti, Siwon-ah.” Kata Sihoon. Setelah mendapat anggukan singkat dari Siwon, Sihoon meninggalkan mereka.

“Senang, huh?!” Ujar Siwon dan segera melewati Yongri untuk masuk ke kelas mereka.

Yongri tersentak saat mendengar suara Siwon. Gadis itu menoleh ke belakang untuk menatap Sihoon yang telah menjauh. Kemudian Yongri kembali menatap ke depan dan menyusul Siwon masuk ke dalam kelas.

——

Yongri menuju ke kamar mandi setelah bel istirahat berbunyi. Ia sudah mengatakan pada teman-temannya dan berniat menyusul mereka ke kantin nanti. Tidak ada bilik yang kosong membuat Yongri harus menunggu di sana dengan sabar.

“Yongri sunbae..” Panggil salah seorang perempuan yang merupakan junior Yongri. Perempuan itu baru saja keluar dari salah satu bilik kamar mandi.

Yongri menoleh dan menatapnya dengan pandangan bertanya. Perempuan itu tidak sendiri, ia bersama beberapa temannya yang juga baru saja keluar dari bilik kamar mandi yang lain.

“Ada apa? Apa kalian ingin bertanya tentang keberadaan Siwon?” Tebak Yongri.

“Tidak, sunbae. Aku dengar bahwa ada yang menerormu kemarin. Aku turut prihatin, sunbae. Aku harap kau cepat menemukan orangnya.” Kata perempuan itu.

“Aku tidak menyangka jika ada yang berani melakukan itu padamu, sunbae.” Timpal yang lain. Yongri tersenyum tipis. Terlihat tidak nyaman namun tidak ada yang bisa dilakukannya.

“Aku hanya siswi biasa, sama seperti kalian. Siapapun bisa melakukannya padaku.” Ucap Yongri.

“Tetapi bukankah kau tidak memiliki musuh, sunbae?” Tanya perempuan itu.

“Aku memang tidak memiliki musuh. Tetapi mungkin orang itu menganggapku musuh.” Jawab Yongri sembari mengangkat bahunya dan terlihat acuh.

Yongri mengalihkan pandangannya saat ada bilik yang terbuka. Mata Yongri sedikit melebar saat melihat Hani yang keluar dari sana. Sepertinya Hani sudah menyadari keberadaan Yongri, karena perempuan itu langsung tersenyum sinis saat melihat Yongri.

“Kalian keluarlah, ada yang harus aku bicarakan dengan Yongri sunbae kalian ini.” Kata Hani.

Junior Yongri menatap Hani dengan tidak suka. Namun mereka juga tidak berani melawan saat menebak bahwa Hani merupakan senior mereka juga.

“Kami pergi dulu, sunbae. Sampai berjumpa lagi dan jangan lupa sampaikan salam kami untuk Siwon sunbae.” Ujar mereka. Yongri mengangguk dan kembali tersenyum tipis.

Yongri segera mengalihkan pandangannya dan menatap Hani. Terlihat tidak takut sama sekali dengan kehadiran perempuan itu maupun dengan senyum sinis yang sedang ditunjukkannya.

“Menakjubkan.” Kata Hani sembari menatap dirinya di depan cermin.

“Perempuan yang sangat disegani di sekolah ini mendapatkan sebuah teror. Bangkai tikus. Wow! Kira-kira siapa yang berani melakukannya?” Tanya Hani.

“Tentu saja seseorang yang iri denganku.” Jawab Yongri dan melipat tangannya di depan dada.

Hani menoleh dan kembali tersenyum sinis. Berjalan perlahan untuk mendekati Yongri. Hani tidak suka saat melihat tatapan menantang dari Yongri. Ia ingin Yongri menatapnya dengan pandangan ketakutan.

“Tidak ada yang dapat diirikan di dalam dirimu.” Ujar Hani. Yongri menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.

“Banyak, jika kau ingin tau. Salah satunya kecantikan wajahku. Dan hal yang lainnya adalah ada laki-laki yang menyukaiku tetapi tidak menyukaimu.” Kata Yongri.

Hani menarik kerah seragam Yongri dan terlihat sangat kesal. Yongri hanya diam saja sembari terus menatap Hani dengan pandangan menantang.

“Kau menyindirku?”

“Oh, kau merasa tersindir? Ah, karena Sihoon tidak menyukaimu?”

“Tutup mulutmu, Choi Yongri!” Desis Hani.

“Kau yang tutup mulutmu, Hong Hani!” Yongri mendorong Hani hingga cengkramannya terlepas.

“Aku tau bahwa kau yang mengirimiku bangkai tikus yang menjijikkan itu. Dan aku mungkin tidak bisa mengatakannya pada semua orang karena aku tidak memiliki bukti. Tetapi kau harus tau, aku tidak akan pernah membiarkanmu jika kau melakukannya lagi.” Ancam Yongri.

“Kau mengancamku?” Tanya Hani marah.

“Apa kau merasa terancam?!” Yongri bertanya balik dengan santai.

“Aku tekankan sekali lagi padamu, Hani-ya. Kau tidak mengenalku. Ketika kau melakukan sesuatu padaku, aku tidak mungkin tinggal diam. Lagipula ketika kau melakukan sesuatu, aku memiliki teman-teman yang akan senantiasa membantuku. Tidak seperti dirimu yang hanya seorang diri dan terobsesi pada laki-laki yang tidak menyukaimu.” Ujar Yongri.

Setelahnya Yongri masuk ke dalam bilik kamar mandi dan menyelesaikan urusannya di dalam sana. Hani menatap pintu kamar mandi yang tertutup dengan geram. Seandainya bisa, ia ingin sekali mengurung gadis itu di dalam sana.

Hanya saja Hani tidak mungkin melakukannya. Karena Yongri dan junior Yongri tau bahwa Hani berada di sana. Tidak akan ada pelaku lain yang bisa disalahkan selain Hani. Dan tentu saja Hani tidak bersedia menerima konsekuensi yang akan ia dapatkan nantinya.

Hani menatap cermin dan membenarkan penampilannya. Menatap pintu kamar mandi–dimana Yongri berada–sekali lagi, sebelum akhirnya meninggalkan kamar mandi. Setelah berada di luar, Hani tersenyum sinis.

“Teman?” Gumam Hani diakhiri dengan cibiran pelan.

“Kita lihat apa yang akan terjadi jika temanmu yang menanggung kemarahanku padamu, Choi Yongri.” Ucap Hani.

——

Waktu berlalu dengan begitu cepat, dan tanpa terasa hanya tinggal satu bulan lagi tim basket Hansang akan mengikuti pertandingan besar. Siwon sebagai ketua tim terus mengajak teman-temannya berlatih dengan lebih keras.

Setiap hari Senin hingga Jumat, mereka akan berlatih di sekolah pada sore hari. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu, mereka akan berlatih di lapangan basket yang berada di dekat rumah Kyuhyun pada pagi hari.

Sudah beberapa kali Yongri memergoki Siwon yang berlatih memasukkan bola ke dalam ring yang berada di dekat rumah mereka, pada malam hari. Yongri dapat melihat bagaimana Siwon yang berlatih keras untuk pertandingan ini.

Yongri sangat setuju jika mereka berlatih untuk sebuah pertandingan. Namun Yongri juga merasa khawatir jika mereka berlatih terlalu keras. Yongri takut teman-temannya merasa kelelahan dan jatuh sakit ketika mendekati hari pertandingan nanti.

“Tidakkah kalian berlatih terlalu keras?” Tanya Yongri pada Siwon.

Seperti biasa, tim basket Hansang sedang latihan di sekolah pada sore hari. Yongri dapat melihat wajah lelah dari Siwon serta temannya yang lain.

“Pertandingan sudah dekat.” Jawab Siwon sembari menghabiskan setengah air di botol minumnya.

“Kalian bisa kelelahan dan sakit jika seperti ini.” Ucap Yongri khawatir. Siwon tersenyum kecil.

“Kami sudah biasa.” Sahut laki-laki itu. Yongri mendengus pelan.

“Apa pertandingan ini begitu penting?” Tanya Yongri. Siwon mengusap keringat di lengannya menggunakan handuk.

“Sangat penting. Kami sangat ingin bertanding di luar negeri.” Jawab Siwon.

“Apa bagusnya bertanding di luar negeri? Bukankah sama saja seperti disini? Kalian tetap harus memasukkan bola ke dalam ring.” Kata Yongri. Siwon mendorong kepala Yongri.

“Kau tidak mengerti apapun.”

“Jika kalian bertanding di luar negeri, aku hanya seorang diri.” Keluh Yongri.

“Lalu, kau berharap kami kalah?” Ucap Siwon tak percaya.

“Tentu saja tidak. Aku berharap kalian menang. Tetapi..” Yongri menggantungkan kelimatnya.

“Bagaimana perasaanmu pada Sihoon sekarang?” Tanya Siwon tiba-tiba. Mengalihkan pembicaraan tentang pertandingan mereka.

“Tidak tau.” Jawab Yongri.

“Kau selalu menjawab tidak tau–“

“Kenapa kau sangat ingin tau tentang perasaan Yongri padaku?” Pertanyaan Sihoon menghentikan ucapan Siwon. Siwon menoleh dan melihat Sihoon yang berdiri di dekatnya.

“Tidak bisakah aku menjadi yang pertama tau tentang bagaimana perasaan Yongri padaku? Kau tidak memiliki hak untuk mengetahuinya.” Kata Sihoon.

“Sebenarnya aku juga tidak berniat tau.” Sahut Siwon dengan santai.

“Lagipula aku juga bebas bertanya apapun pada Yongri, kan? Walaupun itu tentang perasaannya padamu sekalipun.” Lanjut Siwon.

“Yah, hentikan. Lebih baik kalian latihan lagi daripada bertengkar mulut seperti ini.” Kata Yongri menengahi.

“Aku ke kamar mandi dulu.” Ucap Siwon dan segera meninggalkan mereka.

“Kau mau kemana?” Tanya Yongri saat melihat Sihoon yang hendak menyusul Siwon.

“Ke kamar mandi juga.” Jawab Sihoon.

“Kau yakin? Kalian tidak akan bertengkar, kan?” Yongri terlihat khawatir.

“Bukankah pertengkaran antar saudara itu hal biasa?” Ujar Sihoon.

“Jika itu karena diriku, aku tidak mau. Yah, Siwon hanya sekedar bertanya tadi. Kau tidak perlu memperpanjangnya.” Pinta Yongri. Sihoon tersenyum dan mengusap kepala Yongri.

“Aku tau. Aku benar-benar ingin ke kamar mandi.” Kata Sihoon.

“Jika kalian tidak kembali dalam waktu 10 menit, aku akan menerobos kamar mandi pria.” Ancam Yongri. Sihoon tersenyum geli dan mengangguk.

Sihoon meninggalkan Yongri dan senyum diwajahnya menghilang. Laki-laki itu mempercepat langkahnya untuk menyusul Siwon. Ada yang harus dibicarakannya dengan saudara kembarnya itu.

Mereka tidak bisa berbicara secara leluasa di rumah karena ada Eunhee. Dan Sihoon juga yakin apa yang hendak dibicarakannya pada Siwon saat ini akan berakhir dengan pertengkaran. Walaupun Sihoon berharap pikirannya salah.

“Siwon-ah!” Panggil Sihoon. Siwon segera menoleh dan menghentikan langkahnya.

“Aku sudah mengatakan pada Yongri bahwa aku menyukainya.” Kata Sihoon yang sudah berdiri dihadapan Siwon.

Siwon menghela nafas panjang dan terlihat tidak tertarik dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Sihoon.

“Kau sudah mengetahuinya, kan?” Tebak Sihoon.

“Memangnya kenapa jika aku sudah mengetahuinya?” Tantang Siwon.

“Kau tidak berbuat sesuatu?” Tanya Sihoon.

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Siwon balik.

“Bukankah kau seharusnya menjodohkan kami? Bukankah kau seharusnya melakukan sesuatu agar aku dan Yongri semakin mendekat? Bukankah kau seharusnya membantuku agar Yongri bisa menyukaiku?” Ucap Sihoon.

“Aku tidak bisa melakukannya.” Sahut Siwon.

“Kenapa?!”

“Aku hanya tidak bisa melakukannya.”

“Kau menyukai Yongri, kan?” Ujar Sihoon membuat mata Siwon melebar.

“Kau gila! Sudah berapa kali aku katakan bahwa aku tidak menyukainya!” Suara Siwon tiba-tiba meninggi.

“Lakukan sesuatu yang membuatku percaya bahwa kau tidak menyukainya.” Pinta Sihoon.

Siwon mengacak rambutnya yang basah dan terlihat putus asa. Ia tidak tau bahwa Sihoon memiliki sifat yang suka mendesak orang seperti ini.

“Dengar, Sihoon-ah. Aku tidak bisa membantumu lagi karena Yongri tidak tau bahwa aku mengetahui tentang perasaanmu. Aku mengatakan padanya bahwa aku tidak mengetahui apapun. Aku tidak mau membohonginya lagi. Yongri akan marah jika tau aku menjodohkan kalian. Aku rasa kau harus berjuang sendiri untuk mendapatkannya.” Jelas Siwon.

“Kau tidak perlu mengatakan padanya! Dan aku juga tidak akan mengatakan apapun padanya!” Balas Sihoon.

“Aku tidak bisa.” Kata Siwon.

“Jika kau tidak membantuku, Yongri tidak akan pernah menyukaiku, Siwon-ah. Kau tidak tau bahwa Yongri sering kali menolak ajakanku ketika aku mengajaknya pergi. Kau harus membantuku, Siwon-ah. Aku mohon.” Pinta Sihoon. Siwon menghela nafas.

“Aku tidak bisa, Sihoon-ah.” Tolak Siwon dan segera berbalik meninggalkan Sihoon.

Aku tidak ingin Yongri menyukaimu, Sihoon-ah. Maafkan aku. Aku tidak bisa membiarkan kalian bersama, karena aku juga menyukainya.

Siwon dan Sihoon tidak menyadari jika Hani mendengar semua pembicaraan mereka. Mendengar apa yang mereka bicarakan dari awal hingga akhir. Membuat Hani yang mendengarnya cukup terkejut. Namun setelahnya perempuan itu tersenyum sinis.

Hani merasa bahwa ia bisa menghancurkan hubungan Siwon, Sihoon, dan Yongri setelah ini. Setelah ia menghancurkan hubungan ketiga orang itu, secara perlahan ia akan kembali mendekati Sihoon dan merebut hatinya.

“Tunggu permainan dariku, Choi Yongri.”

——

–To Be Continued–

HAI!

Banyak yang tanya kenapa FF ini gak aku panjangin. Bukan karena apa-apa sih, inikan FF dengan tema anak sekolah. Jadi aku gak mau buat masalahnya terlalu serius. Rasanya gak cocok kalo masalahnya berat banget untuk anak sekolah, hehehehe.. itu aja sih alasannya.

Kalo part ini mencapai 50 comment dengan cepat, aku bakal post FF The One and Only – Part 1. Sudah banyak yang nunggu kan ff itu? Hihihihi. Tapi inget ya, jangan coba-coba nagih FF itu di kolom comment ff ini. Kolom comment hanya untuk mereview tentang part ini. Ok? Jangan buat aku kecewa, ya^^

Happy reading!

BYE~

Advertisements

63 thoughts on “Love in Friendship – Part 7

  1. Untung si evill mengganti peraturannya, kalau misalnya wonri couple benar2 kiss-an, entah kayak mana kedepannya.
    Lucu pas giliran si evill yg disuruh mencium yongri, dia langsung salting.
    Dipart ini greget. Apalagi sama kelakuan hani dan sihoon.
    Hani yg sangat membenci yongri dan sihoon yg iri dg siwon.

  2. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  3. hahh dasar siwon lelet bnget kalo tau sukanya
    hishh hani bener bener minta di cabik cabik itu wajahnya. nyebelin banget
    hishh dasar sihoon cowok tp maunya minta bantuan gak ada usahannya
    usaha gagak gtu aja gak ada perjuangan lg
    kalo emng cinta perjuang in jng libatkan orang lain
    kasian siwon di paksa melulu

  4. njiiirrrr sihoon.. Sebel aku >.<
    Jadi gak bisa nikmatin ceritanya :'D :v Bawaannya pengen langsung scrool aja kalo nemuin dia :v
    Selamat kak udah buat aku jengkel πŸ˜€ :v

  5. Yang antagonisnya disini si hani 😭
    Jangam dihancurin dong hani.
    Nnti sihoon malah gasuka sm hani klo hani jht nnti eh tp siapa tau aj sihoon bs suka sm hani krn liat betapa nekatnya usaha hani wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s