Love in Friendship – Part 6

IMG_20160805_131133

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

Yongri membuka matanya yang tidak terasa mengantuk sama sekali. Entah sudah berapa kali gadis itu mengubah posisinya di atas tempat tidur. Ia tidak bisa tidur sama sekali. Dan lagi-lagi ucapan Sihoon memenuhi otaknya.

Ia masih tidak bisa memikirkan alasan kenapa Sihoon berkata demikian. Kenapa laki-laki itu seolah sedang bersaing bersama Siwon? Tetapi apa yang sedang mereka perebutkan? Dirinya? Yongri menggeleng. Itu sangat tidak mungkin.

Setelah mengatakan hal tidak masuk akal tersebut, Sihoon tiba-tiba langsung mengajaknya pulang. Mereka bahkan tidak jadi makan malam bersama. Dan sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan antara mereka. Membuat Yongri benar-benar merasa tidak nyaman.

Yongri ingin menanyakan hal tersebut pada Siwon. Tetapi ia mengurungkan niatnya karena masih merasa kesal pada laki-laki itu. Siwon tidak pernah mengingkari janjinya selama ini. Ini pertama kalinya dan Yongri tidak suka akan hal itu.

Jadi, Yongri tidak tau harus meminta penjelasan pada siapa tentang sikap Sihoon tadi. Bertanya pada laki-laki itu sendiri pun, rasanya tidak mungkin. Yongri menendang-nendang selimutnya karena merasa sangat kesal.

Yongri terlonjak saat mendengar ponselnya berbunyi. Ia lupa menggetarkan ponselnya sehabis pergi tadi. Dengan cepat ia meraih ponselnya dan berniat menjawab siapapun yang menghubunyinya. Namun saat melihat nama Sihoon di sana, Yongri menghentikan gerakannya.

Merasa ragu untuk menerima panggilan itu. Bagaimana jika Sihoon mengatakan omong kosong lagi yang membuat Yongri semakin bingung? Tetapi bagaimana jika Sihoon ingin menjelaskan mengenai ucapannya tadi? Memikirkan kemungkinan yang kedua, Yongri menerima panggilan Sihoon sembari duduk.

“Halo..”

Kau sudah tidur?

“Belum..”

Tidak ada ucapan apapun lagi dari Sihoon, membuat Yongri pun terdiam. Yongri masih dapat mendengar helaan nafas Sihoon dan membuatnya tau bahwa panggilan tersebut belum berakhir.

Apa kau marah?” Sihoon kembali bersuara.

“Marah? Untuk apa?”

Tentang ucapanku tadi.

“Aku bahkan masih tidak mengerti dengan maksud ucapanmu tadi. Dan bisakah kau jelaskan padaku sekarang?” Pinta Yongri.

Tidak ada maksud apapun. Aku hanya ingin menjadi teman yang baik untukmu. Tetapi sepertinya aku tidak bisa melakukannya.

“Kenapa berbicara seperti itu? Aku sudah katakan padamu bahwa aku baik-baik saja. Jika kau memang ingin menjadi teman yang baik, berhenti memperlakukanku seperti perempuan manja.”

Bukankah pada dasarnya perempuan memang manja?

“Ya!” Yongri dapat mendengar tawa Sihoon dari ponselnya.

“Kau senang sekarang? Sudah bisa tertawa?”

Obati lukamu dengan benar.

“Sudah. Tenang saja.”

Tidurlah. Sudah malam.

“Ya, kau juga tidurlah.”

Baiklah, selamat malam.

“Selamat malam juga.”

Yongri memutuskan panggilan dan menaruh ponselnya di atas meja nakas. Kembali berbaring dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ah, sepertinya ia sudah bisa tidur dengan nyenyak. Ia tidak harus memikirkan maksud ucapan Sihoon tadi. Walaupun sejujurnya, begitu banyak pertanyaan yang tidak bisa Yongri tanyakan pada kedua saudara kembar itu.

——

Yongri berjalan melewati Siwon begitu saja, saat laki-laki itu menjemputnya di rumah. Ia memasang wajah kesalnya dan tidak menghiraukan Siwon yang memanggil-manggil namanya. Yongri hendak membuka pintu belakang mobil, namun Siwon menahan tangannya.

“Siku tanganmu kenapa?” Tanya Siwon.

“Kenapa kau bertanya? Kenapa kau harus peduli? Kau saja mengingkari janjimu.” Ucap Yongri sembari menepis tangan Siwon dan masuk ke dalam mobil.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Sihoon yang berdiri disebrangnya. Sihoon hanya mengangkat bahunya saat melihat Siwon yang menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Kau tidak menjaganya dengan baik?” Tuduh Siwon. Sihoon menghela nafas.

“Dia terjatuh di kamar mandi. Kau tidak berharap aku mengikutinya hingga ke kamar mandi, kan?” Kata Sihoon dan kemudian menyusul Yongri masuk ke dalam mobil.

Siwon menghela nafas kasar dan masuk ke dalam mobil. Ia menoleh ke belakang untuk menatap Yongri. Namun Yongri membuang wajahnya dari Siwon. Baiklah, Siwon sudah salah menyangka kemarin. Ternyata Yongri sangat marah karena ia mengingkari janjinya.

“Lukamu baik-baik saja, kan?” Tanya Sihoon.

“Baik-baik saja. Tidak perlu khawatir.” Jawab Yongri sembari tersenyum.

Siwon mencibir keras hingga membuat Yongri mendelik tajam padanya. Baiklah, Yongri sengaja mengacuhkannya dan bersikap manis pada Sihoon. Siwon mencibir sekali lagi sebelum akhirnya menjalankan mobilnya untuk menuju ke sekolah.

“Sihoon-ah, kemarin seru sekali, ya. Kapan-kapan kita harus menonton konser bersama lagi.” Kata Yongri sembari melirik Siwon di depan. Sihoon menoleh dan tersenyum pada Yongri.

“Sebenarnya kemarin adalah pertama kalinya aku menonton konser.” Ucap Sihoon.

“Benarkah? Pasti menjadi pengalaman yang menyenangkan untukmu, kan?”

“Tentu saja. Lain kali kau harus mengajakku jika ingin menonton konser.”

“Aku akan mengajakmu. Jika aku mengajak orang lain, bisa-bisa dia membatalkan janjinya lagi.” Sindir Yongri pada Siwon.

“Berhenti menyindirku.” Ucap Siwon kesal. Ia menatap Yongri dari kaca spion tengah.

“Apa?!” Tantang Yongri sembari membalas tatapan Siwon.

Siwon mendengus dan memfokuskan dirinya pada jalanan. Sihoon mengalihkan pandangannya sembari tersenyum kecil. Siwon dan Yongri bertengkar tetapi sebenarnya mereka saling mencari perhatian. Sihoon merasa iri? Tentu saja. Kedua orang itu tidak bisa benar-benar saling mengabaikan.

“Nanti sore ikutlah latihan, Sihoon-ah.” Kata Siwon membuat Sihoon segera mengalihkan pandangannya pada adik kembarnya itu.

“Aku pikir kau akan meliburkanku lagi.” Sindir Sihoon. Siwon mendelik tajam padanya.

“Aku meliburkanmu karena kemarin adalah hari Minggu.”

“Bukankah dia sangat baik, Sihoon-ah? Dia menyibukkan dirinya sendiri hingga membuatnya mengingkari janji, dan dia meliburkanmu agar bisa pergi bersamaku.” Sahut Yongri sembari tersenyum.

“Ya!!” Teriak Siwon.

“Apa?!”

“Aku sedang berbicara dengan Sihoon. Tutup mulutmu itu! Kau tidak mau berbicara denganku tadi.” Kata Siwon dengan kesal.

“Aku tidak bicara denganmu. Aku juga berbicara dengan Sihoon.” Yongri membela diri.

“Hentikan kalian berdua.” Kata Sihoon sembari menatap Siwon dan Yongri bergantian.

Setelah Siwon dan Yongri sama-sama menutup mulutnya, Sihoon kembali mengalihkan pandangannya pada jalanan Seoul. Laki-laki itu menghela nafas panjang.

‘Melihat kalian bertengkar, aku semakin iri. Apapun yang kalian lakukan, membuatku iri. Sebaiknya kalian diam sebelum rasa iriku semakin bertambah.’ Ucap Sihoon dalam hati.

Mobil Siwon sampai di sekolah setengah jam kemudian. Setelah Siwon memarkirkan mobilnya di tempat parkir seperti biasa, ketiganya segera turun dari mobil. Sihoon dan Yongri berjalan lebih dulu, disusul Siwon di belakangnya.

Siwon menatap luka di siku Yongri. Memikirkan bagaimana gadis itu terjatuh hingga kedua sikunya bisa terluka. Jika memang Yongri terjatuh karena kesalahannya sendiri, bukankah kecil kemungkinan jika kedua sikunya terluka? Seharusnya hanya salah satunya saja, kan?

Tetapi nyatanya kedua siku gadis itu terluka. Terlihat seperti ia di dorong oleh seseorang hingga membuatnya terjungkal ke belakang. Bukankah begitu? Tetapi, siapa yang mendorongnya? Yongri tidak pernah memiliki musuh selama ini.

Sihoon mengusap kepala Yongri sebelum masuk ke kelasnya. Siwon hanya bisa mendengus melihatnya. Kemudian ia dan Yongri menuju ke kelas mereka. Masih dengan Siwon yang berjalan di belakang Yongri.

Sekarang Siwon sedang memikirkan cara untuk meredakan kekesalan gadis itu. Yongri sepertinya tidak terima dengan alasan Siwon latihan basket. Siwon mungkin harus membayarnya dengan menonton konser Super Junior bersama. Tetapi sayangnya tidak ada konser Super Junior dalam waktu dekat. Karena mereka baru saja mengadakannya kemarin.

Yongri terus mengumpat Siwon di dalam hatinya. Ia tidak berani benar-benar melakukannya, karena Siwon bisa saja balik mengumpat padanya. Ketika masuk ke dalam kelas, Yongri melihat ada sebuah kotak kado di atas mejanya.

Yongri menghampiri mejanya dan menatap kota kado tersebut dengan bingung. Walaupun begitu, Yongri tetap membukanya karena ia cukup penasaran dengan isinya. Tidak pernah ada yang memberinya hadiah seperti ini di sekolah.

“Aaaaaaaaaa!!” Yongri menjerit ketika membukanya.

Gadis itu langsung berbalik dan memeluk Siwon yang berada di belakangnya. Siwon yang mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Yongri tentu saja merasa terkejut. Tanpa sadar Siwon melingkarkan tangannya di bahu gadis itu dan jantungnya berdetak dengan keras.

“Yongri-ya, ada apa?” Tanya Kyuhyun yang memang sudah berada di kelas itu dan duduk di kursinya di belakang meja Siwon dan Yongri.

Kyuhyun melihat saat Yongri membuka kotak kado dan berteriak. Laki-laki itu segera berdiri untuk melihat apa isi kotak yang membuat Yongri berteriak. Mata Kyuhyun melebar sempurna saat melihat isi kotak tersebut.

“Sialan! Siapa yang mengirimkan ini?!” Umpat kyuhyun sembari menurunkan kotak tersebut ke lantai.

“Yah, ada apa?” Tanya Donghae dan Hyukjae sembari menghampiri mereka.

Tersadar dari keterkejutannya, Siwon mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Siwon mengikuti pandangan Kyuhyun yang mengarah ke bawah. Mata Siwon ikut melebar saat melihat apa yang dilihat Kyuhyun.

Siwon melepaskan pelukan Yongri dan segera mendekati kotak tersebut. Kotak yang berisi bangkai tikus lengkap dengan darahnya yang masih terlihat segar. Dan sekarang hidungnya menangkap bau busuk dari isi kotak tersebut.

“Sial!” Umpat Siwon.

“Yongri-ya, kau baik-baik saja?” Tanya Siwon memegang bahu gadis itu.

Tubuh Yongri terlihat bergetar. Gadis itu menundukkan kepalanya sembari mengepalkan kedua tangannya. Bukankah Siwon pernah mengatakan bahwa Yongri tidak menyukai sesuatu yang kotor, jorok dan menjijikan?

“S–s–siapa..y–yang–” Yongri tidak dapat menyelesaikan kalimatnya. Tubuhnya bergetar karena rasa takut.

Siwon segera mengalihkan pandangannya dari Yongri dan menatap teman-teman sekelasnya.

“Apa kalian melihat siapa yang meletakkan kotak ini?” Tanya Siwon pada mereka.

Mereka pun segera menggeleng dan mendekat. Terlihat ingin tau dengan isi kotak tersebut. Setelah melihatnya, mereka langsung menutup hidung dan saling berbisik. Mereka juga terlihat terkejut seperti Yongri dan yang lainnya.

“Siapa yang datang pertama kali?” Tanya Siwon lagi. Wajahnya terlihat sangat marah.

“Aku.” Kata seorang laki-laki sembari mengangkat tangannya.

“Minsoo-ya, kau tidak mengetahuinya?” Tanya Hyukjae. Minsoo menggeleng.

“Saat aku datang, kotak itu sudah ada di sana.” Jawab Minsoo.

“Sial!” Umpat Siwon lagi.

“Kyuhyun-ah, tutup itu dan segera buang.” Ucap Donghae. Kyuhyun menutup kembali kotak itu dan segera membawanya keluar.

“Siwon-ah, lebih baik bawa Yongri ke UKS. Sepertinya dia sangat terkejut.” Saran Donghae terlihat khawatir.

“Tolong izinkan aku dan Yongri.” Pinta Siwon pada Donghae dan Hyukjae. Kedua laki-laki itu mengangguk.

Siwon menatap Yongri yang masih betah menundukkan kepalanya. Laki-laki itu menghela nafas panjang sebelum akhirnya merangkul Yongri dan membawa gadis itu ke UKS. Sial, Siwon benar-benar ingin mematahkan leher orang yang telah mengirimkan bangkai itu.

Setelah masuk ke dalam UKS, Siwon menuntun Yongri untuk duduk di atas tempat tidur. Siwon mengambilkan segelas air hangat untuk gadis itu. Siwon dapat melihat tangan Yongri yang bergetar ketika menerima gelas darinya.

Siwon menaruh gelas di atas meja. Ia menangkup wajah Yongri dan mendongakkannya ke atas. Karena gadis itu terus menunduk, Siwon tidak bisa melihat ekspresinya saat ini.

“Wajahmu sangat sialan pucat, Choi Yongri. Kau baik-baik saja? Apa kita harus pulang?” Tanya Siwon khawatir.

Yongri menyingkirkan tangan Siwon dari wajahnya dan menghela nafas panjang. Mengusap keringat didahinya dan kembali menghela nafas panjang. Ia menatap tangannya yang masih bergetar pelan.

“S–siapa sebenarnya yang memberikan bangkai itu padaku?” Tanya Yongri pelan.

“Jangan dipikirkan lagi. Lupakan apa yang kau lihat, okay?”

“Bagaimana bisa aku melupakannya?!” Tanya Yongri sembari menatap Siwon. Matanya terlihat berkaca-kaca.

“Kotak itu berada di atas mejaku, Siwon-ah. Kotak itu benar-benar untukku. T–tapi, siapa? Kenapa mereka melakukannya?” Ucap Yongri dengan sedih.

Siwon menghela nafas dan memeluk gadis itu. Kepala Yongri bersandar di perut Siwon karena laki-laki itu sedang berdiri. Tangis Yongri pecah saat itu juga.

Siwon tidak akan membiarkan ini begitu saja. Ia akan mencari tau siapa yang telah melakukan ini pada Yongri. Kecurigaan Siwon semakin menjadi. Ia yakin ada yang sengaja ingin melukai gadis itu. Seperti apa yang terjadi pada siku tangan Yongri. Yongri tidak terjatuh, tetapi seseorang yang menjatuhkannya.

“Tenanglah.” Gumam Siwon sembari mengusap kepala Yongri.

——

Bel istirahat berbunyi dan Sihoon segera membereskan bukunya di atas meja. Setelah guru yang mengajar di kelasnya keluar, Sihoon juga ikut keluar untuk menuju ke kelas Yongri. Ia ingin mengajak gadis itu makan bersama di kantin dan mungkin bersama yang lainnya juga.

Sihoon mengedarkan pandangannya setelah sampai di kelas Yongri. Namun sayangnya ia tidak menemukan Yongri di sana. Begitu pun dengan Siwon.

Namun Sihoon menemukan keberadaan Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae di sana. Sihoon mendekati mereka yang terlihat sedang berbicara dengan serius.

“Teman-teman..” Sapa Sihoon.

“Oh, Sihoon-ah.” Ucap Hyukjae.

“Ada apa? Kenapa wajah kalian terlihat serius sekali?” Tanya Sihoon sembari tersenyum.

“Ada yang menaruh kotak berisi bangkai tikus di meja Yongri tadi pagi.” Jawab Kyuhyun.

“Apa?!” Sihoon terlihat sangat terkejut.

“Aku masih tidak mengerti kenapa mereka melakukan itu pada Yongri. Tidak pernah ada yang berani melakukannya selama ini.” Kata Hyukjae.

“Tetapi, apa itu benar-benar untuk Yongri?” Tanya Donghae.

“Tentu saja. Itu berada tepat di atas mejanya.” Jawab Kyuhyun.

“Dimana Yongri sekarang?” Tanya Sihoon dengan wajah serius.

“Dia di UKS sedang bersama–” Kyuhyun tidak dapat menyelesaikan kalimatnya saat melihat Sihoon pergi begitu saja meninggalkan mereka.

“Sial, aku bahkan belum menyelesaikan kalimatku.” Gerutu Kyuhyun.

——

Sihoon berlari di sepanjang koridor kelas untuk menuju ke UKS. Tidak memperdulikan orang-orang yang ditabraknya dan mengumpat kesal padanya. Ia benar-benar merasa sangat mengkhawatirkan Yongri saat ini.

Yongri berada di UKS, itu berarti gadis itu sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya tadi. Sihoon yakin Yongri merasa sangat ketakutan karena bangkai tikus sialan, yang tidak ia ketahui siapa pengirimnya.

Sihoon yakin orang yang mengirimkan bangkai itu adalah seseorang yang membenci Yongri. Tetapi sepertinya selama ini Sihoon tidak pernah melihat Yongri memiliki musuh. Kecuali..

Sihoon menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.

“Hong Hani..” Gumamnya.

Sihoon menoleh ke belakang. Laki-laki itu terlihat bingung. Di satu sisi ia ingin menghampiri Hani dan menanyakannya langsung pada perempuan itu. Tetapi di sisi lain ia mengkhawatirkan keadaan Yongri saat ini. Namun akhirnya Sihoon melanjutkan langkahnya dan memilih melihat keadaan Yongri.

Sihoon menghentikan langkahnya di depan UKS. Laki-laki itu menetralkan nafasnya yang terengah-engah karena habis berlari. Setelah nafasnya cukup stabil, Sihoon membuka pintu UKS dengan pelan. Ia masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Yongri.

Ada beberapa tempat tidur yang ditutupi oleh tirai. Membuat Sihoon harus mengintip setiap tirai yang tertutup tersebut. Dan saat Sihoon menemukan Yongri, laki-laki itu tersenyum. Namun senyumnya hilang saat melihat kehadiran Siwon di sana.

Yongri sedang terlelap di atas tempat tidur. Begitu pun dengan Siwon yang tidur dalam posisi duduk, namun kepalanya di atas tempat tidur. Bukan itu yang membuat senyum Sihoon menghilang. Tetapi tangan Siwon dan Yongri yang saling menggenggamlah yang membuat tangan Sihoon tanpa sadar mengepal erat saat ini.

Sihoon menatap wajah Yongri yang pucat. Mata gadis itu juga terlihat bengkak dan Sihoon yakin bahwa Yongri habis menangis. Melangkah dengan pelan, Sihoon mendekati tempat tidur Yongri. Laki-laki itu membenarkan letak selimut yang dipakai oleh Yongri hingga membuat Siwon terbangun.

Siwon sempat terkejut sesaat ketika melihat kehadiran Sihoon. Namun kemudian ia tersenyum kecil untuk menyapa laki-laki itu.

“Kau disini.” Kata Siwon pelan.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang mengirimkan bangkai tikus pada Yongri?” Tanya Sihoon sembari menatap tangan Siwon dan Yongri yang masih saling menggenggam. Siwon terlihat tidak canggung walaupun Sihoon berada di sana.

“Aku tidak tau. Tetapi aku akan mencari tau. Luka di siku Yongri, aku yakin seseorang yang melakukannya pada gadis ini. Ia tidak mungkin terjatuh sendiri dan melukai kedua sikunya. Tidakkah kau berpikir demikian? Kau berada bersamanya kemarin.” Kata Siwon.

Sihoon terdiam sembari memikirkan ucapan Siwon. Kenapa ia tidak memikirkannya lebih jauh? Kenapa ia menerima saja saat Yongri mengatakan bahwa gadis itu terjatuh? Bukankah seharusnya ia memiliki pemikiran seperti Siwon? Sihoon kembali mengepalkan kedua tangannya. Ia kalah lagi?

“Kau tidak masuk ke kelas?” Tanya Sihoon.

“Tidak. Aku sudah meminta izin pada guru. Aku tidak bisa meninggalkan Yongri sendirian. Ia sangat ketakutan dan tidak mau melepaskan tanganku.” Jelas Siwon.

Sihoon menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Siwon. Laki-laki itu berharap dapat memutar waktu. Berharap dirinya yang berada di sisi Yongri saat gadis itu sedang ketakutan.

“Aku akan kembali ke kelas.” Kata Sihoon.

“Ya, kembalilah.” Sahut Siwon.

Sihoon kembali mengangguk dan segera meninggalkan UKS. Siwon menatap kepergian Sihoon dalam diam. Kemudian ia menatap tangannya yang sedang menggenggam tangan Yongri. Siwon mengeratkan genggaman tangannya.

“Saat ini, aku tidak ingin Sihoon berada disisimu. Aku hanya ingin diriku yang berada disisimu. Bagaimana ini, Yongri-ya?” Gumam Siwon.

Ia tersenyum kecil dan menertawakan keegoisan yang tiba-tiba muncul di dalam dirinya. Siwon tidak ingin meninggalkan Yongri dan beralasan bahwa gadis itu yang tidak mau ditinggalkan.

Siwon hanya ingin menjadi orang pertama yang berada disisi gadis itu ketika ia sedang seperti ini. Apa ia egois? Bukankah ia sudah memberikan tempat pertama untuk Sihoon, saat Yongri sedang senang dan bahagia?

“Aku tidak egois ‘kan, Yongri-ya? Aku sahabatmu. Sudah seharusnya aku yang berada disini, kan?” Siwon mengajak berbicara Yongri yang sedang tidur.

Siwon mengusap kepala Yongri dengan sebelah tangannya yang bebas. Biasanya ia selalu melakukan hal kasar pada kepala Yongri. Tetapi saat ini ia melakukan hal berbeda. Dan Siwon kembali merasakan perasaan aneh pada dirinya. Sama seperti ketika Yongri memeluknya tadi.

Hangat. Siwon merasa sangat hangat saat Yongri memeluknya tadi. Ia tau tidak sepantasnya ia merasakan hal tersebut di saat Yongri sedang ketakutan tadi. Tetapi Siwon tidak bisa menolak rasa hangat yang disalurkan oleh tubuh Yongri. Dan Siwon menginginkan pelukan itu lagi.

Sial. Memikirkan jika suatu saat Sihoon akan mendapatkan pelukan yang sama, membuat Siwon geram. Ia tidak ingin ada laki-laki lain yang mendapatkan pelukan dari gadis itu. Baiklah, Siwon tau dia sudah benar-benar gila saat ini. Ia tidak boleh seperti ini pada sahabat 10 tahunnya itu.

“Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini padamu, Yongri-ya. Kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa yang terjadi padaku?” Tanya Siwon.

Siwon segera menutup mulutnya saat melihat Yongri yang mulai terjaga. Gadis itu membuka matanya secara perlahan. Siwon dapat mendengar helaan nafas berat dari Yongri. Menandakan bahwa pikiran gadis itu masih belum tenang.

“Kau sudah bangun?” Tanya Siwon. Yongri menoleh.

“Berapa lama aku tidur?” Tanya Yongri balik. Siwon menatap jam dipergelangan tangannya.

“Sekitar dua jam?” Ucap Siwon tak yakin.

Yongri kembali menghela nafas dan mengubah posisinya menjadi duduk. Siwon segera berdiri dan membantu gadis itu. Yongri tampak memijat pelipisnya yang sepertinya terasa sakit.

“Kepalamu sakit? Perlu aku ambilkan obat?”

“Tidak, aku baik-baik saja. Kita harus kembali ke kelas.”

“Aku sudah meminta izin pada guru. Mereka mengizinkannya karena aku menceritakan apa yang terjadi padamu. Mereka juga mengatakan bahwa akan mencari tau siapa yang melakukannya.” Kata Siwon. Yongri menatap Siwon dengan putus asa.

“Kenapa kau menceritakannya? Seluruh sekolah akan tau jika begini.” Ucapnya.

“Tanpa aku menceritakannya pada mereka, seluruh sekolah pasti akan tau, Yongri-ya. Semua teman di kelas kita mengetahuinya. Kau pikir mereka akan diam saja?” Ujar Siwon. Kembali terdengar helaan nafas Yongri.

“Kau sudah baik-baik saja? Jangan pikirkan apapun yang kau lihat tadi.” Kata Siwon.

“Aku baik-baik saja. Aku hanya terkejut tadi.” Balas Yongri.

Siwon menghela nafas dan duduk di tepi tempat tidur. Menatap Yongri dengan intens.

“Apa kau sudah dapat memikirkannya?” Tanya Siwon. Yongri menatap Siwon dengan bingung.

“Maksudku, seseorang yang melakukan ini padamu.” Jelas Siwon.

Yongri tampak memikirkan ucapan Siwon. Ia benar-benar tidak dapat memikirkan siapapun yang tega melakukan ini padanya. Siwon tiba-tiba memegang penutup luka di siku Yongri. Membuat Yongri tersentak.

Yongri menatap Siwon dengan mata yang melebar. Sebuah nama terlintas di pikirannya. Namun Yongri tidak bisa menuduhnya begitu saja. Apalagi tidak ada bukti apapun. Tetapi, hanya satu orang tersebut yang dapat dipikirkan oleh Yongri saat ini. Hong Hani.

“Kau mengetahuinya?” Tebak Siwon.

“Tidak.” Sahut Yongri cepat. Siwon menatap Yongri dan ia tau gadis itu berbohong.

“Baiklah jika seperti itu. Aku akan mencari tau tentang hal ini.” Kata Siwon.

“Tidak perlu, Siwon-ah. Kita lupakan saja. M–mungkin seseorang hanya ingin bercanda denganku.”

“Bercanda? Apa kau sudah hilang akal? Seberapa banyak kita bercanda selama ini? Apa kita pernah bercanda seperti itu?”

Yongri benar-benar merasa panik. Ia tidak ingin Siwon tau bahwa Hani–lah yang mungkin melakukan ini padanya. Dan Yongri lebih tidak ingin Siwon tau alasan di balik Hani melakukan ini. Ia tidak ingin Siwon dan Sihoon bertengkar.

“Seseorang menerormu, apa kau tidak tau?” Kata Siwon.

“Biarkan saja untuk kali ini, Siwon-ah. Jika orang itu melakukannya lagi, kita akan mencari tau bersama. Ya? Aku tidak ingin membuat keributan di sekolah.” Ucap Yongri dengan memelas. Ia menggenggam kedua tangan Siwon.

Siwon menatap Yongri dengan pandangan protes. Namun saat melihat wajah gadis itu yang begitu memelas, Siwon tidak bisa memaksakan kehendaknya. Ia juga tidak mau Yongri merasa tidak nyaman karena keadaan ini.

“Baiklah, aku akan membiarkannya untuk kali ini. Tetapi jika kau mengalaminya lagi, aku tidak akan diam saja.” Ujar Siwon mengalah. Yongri terlihat lega.

“Sekarang istirahatlah lagi.” Kata Siwon sembari mendorong Yongri kembali berbaring.

——

Sihoon menggenggam tangan Hani dan menariknya keluar kelas ketika jam pelajaran berakhir. Tidak memperdulikan teriakan kesakitan perempuan itu karena Sihoon menggenggam tangannya terlalu erat. Bahkan Sihoon ingin sekali mematahkan tangan perempuan itu sekarang juga.

Sihoon membawa Hani ke taman belakang sekolah yang sepi ketika pulang sekolah. Karena mereka semua berbondong-bondong untuk pulang ke rumah dan beristirahat. Sihoon melepaskan genggaman tangannya pada Hani dan menatap gadis itu dengan tajam.

“Kau yang melakukannya, kan?” Tuduh Sihoon. Hani mengusap tangannya sembari menatap Sihoon dengan bingung.

“Apa yang kulakukan?!” Tanya Hani. Sihoon tersenyum sinis.

“Kau yang mengirimkan bangkai tikus pada Yongri, kan?!”

“Bangkai tikus?!” Wajah Hani terlihat terkejut.

“Yah, berhenti menunjukkan wajah polosmu itu.” Ucap Sihoon.

“Bagaimana bisa seorang Choi Yongri mendapatkan bangkai tikus? Bukankah dia perempuan yang cukup terkenal di sekolah ini? Kira-kira siapa yang berani melakukannya?” Tanya Hani dengan bingung. Siwon mencengkram lengan Hani dan menarik perempuan itu mendekat padanya.

“Kau akan terus menunjukkan wajah polosmu ini?” Ucap Sihoon dengan datar.

“Ada apa denganmu, Sihoon-ah? Kenapa kau marah-marah tidak jelas seperti ini?” Tanya Hani sembari tersenyum kecil.

“Ah, kau menunduhku?” Hani menunjuk dirinya sendiri. Sihoon menahan emosinya dan menatap Hani dengan tajam.

“Yah, apa kau tidak mengerti dasar hukum?” Hani melepaskan cengkraman Sihoon padanya.

“Jika kau menunduh seseorang, kau harus memiliki bukti. Bukankah begitu? Kau memiliki bukti jika aku yang melakukannya?” Ujar Hani. Sihoon mengepalkan kedua tangannya.

“Lagipula bangkai tikus itu menjijikan, Sihoon-ah. Bagaimana mungkin aku melakukannya pada Yongri?” Ucap Hani tidak habis pikir. Sihoon masih terus menatap perempuan itu dengan tajam.

Hani tersenyum dan menggenggam tangan Sihoon. Ia menatap tangannya dan tangan Sihoon yang saling bersentuhan. Seandainya ia bisa melakukan hal ini setiap hari.

“Aku akan membantumu mencari pelakunya, Sihoon-ah.” Kata Hani dan menaikkan pandangannya.

“Tentu saja semuanya tidak gratis.” Lanjut Hani.

“Aku akan melakukannya jika kau mau menjadi kekasihku.” Ucap Hani. Sihoon menepis tangan Hani dan kedua tangan mereka yang saling bertautan terlepas.

“Lupakan!” Desis Sihoon dan segera meninggalkan Hani.

Sihoon membenarkan letak tas dipunggungnya. Ia menghela nafas panjang untuk meredakan kemarahannya. Ia memang tidak memiliki bukti bahwa Hani yang melakukan ini semua. Tetapi Sihoon yakin bahwa memang Hani yang melakukannya.

Sihoon meninggalkan taman belakang untuk ke UKS. Saat ia menemui Yongri tadi, gadis itu sedang tertidur lelap. Sihoon harap saat ini Yongri sudah bangun. Sihoon benar-benar mengkhawatirkannya dan banyak yang ingin ia tanyakan pada Yongri.

Saat sampai di UKS, Sihoon menemukan teman Yongri yang lainnya. Bukan hanya Siwon saja seperti jam istirahat tadi. Sihoon merasa senang karena Yongri tidak harus berdua saja bersama dengan Siwon.

“Kau sudah bangun?” Tanya Sihoon mendekati Yongri.

“Kau ke sini saat aku sedang tidur?” Tanya Yongri balik.

“Ya, hanya sebentar.” Jawab Sihoon.

“Kau darimana, Sihoon-ah? Aku pikir sepulang sekolah kau akan langsung ke UKS. Mengingat bagaimana khawatirnya dirimu saat istirahat tadi.” Kata Donghae.

“O–oh, ada tugas yang harus aku kumpulkan.” Ucap Sihoon dengan tersenyum kecil.

“Aku dan Yongri menunggumu untuk pulang.” Kata Siwon.

“Ya, kita pulang sekarang saja.” Sahut Sihoon.

“Kami akan menyusul menggunakan mobil Hyukjae ke rumah Yongri. Di saat seperti ini, aku tau bahwa Yongri membutuhkan kehadiran kami untuk menghiburnya.” Kata Kyuhyun dengan percaya diri.

“Kalian akan mengganggu istirahat Yongri.” Ucap Sihoon.

“Tidak apa-apa. Aku sudah cukup istirahat. Datanglah ke rumahku.”. Ujar Yongri pada teman-temannya.

“Baiklah, kita bertemu di rumah Yongri. Ayo, Kyuhyun-ah, Donghae-ya.” Ajak Hyukjae.

Ketiga laki-laki itu segera meninggalkan UKS. Sihoon memegang tangan Yongri hingga membuat Yongri dan Siwon terkejut. Yongri menatap Sihoon dengan pandangan bertanya.

“Aku ingin membantumu turun dari tempat tidur.” Kata Sihoon memberitahu.

“Aku baik-baik saja.” Balas Yongri sembari menyingkirkan tangan Sihoon dengan pelan.

“Tasku, Siwon-ah.” Pinta Yongri. Siwon memberikan tas pada Yongri.

Yongri tidak memiliki niat apapun, namun saat turun dari tempat tidur, gadis itu memegang lengan Siwon sebagai tumpuan. Kepalanya masih sedikit pusing. Sihoon yang melihat itu tentu saja merasa terluka.

Yongri menolak bantuannya, padahal jelas-jelas gadis itu memerlukannya. Sihoon kecewa karena Yongri sepertinya masih merasa canggung padanya. Walaupun mereka sudah cukup dekat akhir-akhir ini.

“Sihoon-ah.” Panggil Siwon hingga membuat Sihoon menoleh. Yongri sudah meninggalkan UKS.

“Ada apa?” Tanya Sihoon.

“Yongri tidak ingin memperpanjang masalah ini. Jadi, kau tidak perlu menanyakan apapun lagi padanya. Jangan membuatnya mengingat masalah ini.” Kata Siwon. Ia menepuk pelan lengan Sihoon dan segera menyusul Yongri.

Sihoon tersenyum sinis setelah Siwon meninggalkannya. Senyum yang lama kelamaan berubah menjadi sebuah tawa yang dipaksakan. Tidak ada yang lucu menurut Sihoon. Namun entah mengapa ia ingin sekali tertawa. Tawa yang membuat wajahnya memerah.

Setelah merasa puas, Sihoon menghentikan tawanya. Ia menatap pintu UKS dengan tajam.

“Kenapa kau yang menyampaikannya padaku? Kenapa harus kau yang mengatakannya padaku?!”

“Tidak bisakah Yongri sendiri yang mengatakannya? Apa kau juru bicara Yongri?!” Ucap Sihoon tanpa ada yang mendengarnya.

Sihoon mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Wajahnya benar-benar merah karena menahan emosi. Ia merasa kesal saat ini. Namun Sihoon tidak mengerti apa yang sebenarnya membuatnya benar-benar merasa sangat kesal.

——

“Eomma, aku pulang!” Jerit Yongri saat memasuki rumahnya bersama dengan teman-temannya.

“Sudah pulang? O–oh, kalian datang.” Ucap Heeran sembari tersenyum.

“Selamat siang, ahjumma.” Sapa Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae.

“Kami minta izin untuk membuat keributan hari ini, ahjumma.” Kata Hyukjae membuat Heeran tertawa.

“Silahkan kalau begitu. Sudah lama rumah ini tidak ramai oleh kalian.” Ujar Heeran. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Tetapi, tidak bisakah kalian membantu Yongri untuk mendapatkan teman perempuan? Satu orang saja.” Pinta Heeran.

“Eomma!” Protes Yongri.

“Yongri terlalu tangguh untuk berteman dengan seorang perempuan, ahjumma.” Kata Kyuhyun. Yongri memukul punggung Kyuhyun dengan keras.

“Lihatlah, ahjumma. Perempuan mana yang memukul laki-laki dengan begitu keras seperti Yongri?” Ujar Kyuhyun.

“Ya, Choi Kyuhyun!!”

“Yongri memang tidak bisa berteman dengan perempuan, eommonim. Kau tau sendiri bahwa kau memiliki dua anak laki-laki saat ini.” Timpal Siwon. Yongri menatap Siwon dengan kesal. Namun yang lain tertawa mendengar candaan Siwon.

“Ck! Aku benar-benar menyesal mengundang kalian datang kemari.” Gerutu Yongri.

“Sudah-sudah, pergilah ke atas. Aku akan membawakan makanan untuk kalian.” Ujar Heeran setelah menghentikan tawanya.

“Terima kasih, ahjumma.”

Yongri segera mengajak teman-temannya untuk naik menuju ke kamarnya. Ia memang sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama mereka di kamarnya sendiri. Yongri tentu saja tidak merasa canggung sama sekali.

Sihoon menatap teman-temannya yang naik ke atas. Ia tidak mengikuti mereka, melainkan mengikuti Heeran yang masuk ke dapur. Ia berniat untuk membantu wanita itu menyiapkan makanan untuk mereka.

“Kenapa kau disini? Naiklah ke atas.” Kata Heeran saat melihat Sihoon.

“Aku ingin membantumu, eommonim.” Jawab Sihoon.

“Yah, aku baik-baik saja.” Heeran tersenyum sembari kesana kemari menyiapkan makanan.

Sihoon mendekati Heeran dan membantu menaruh piring serta gelas di atas nampan.

“Eommonim..” Panggil Sihoon.

“Ya?”

“Aku menyukai Yongri.” Kata Sihoon.

Heeran menghentikan gerakannya karena terkejut. Ia segera menatap Sihoon dengan pandangan menelisik. Ingin tau apakah laki-laki itu hanya sekedar bercanda atau serius. Namun saat ini Heeran dapat melihat bahwa wajah Sihoon benar-benar serius.

“Aku bersungguh-sungguh, eommonim.” Ucap Sihoon seakan bisa membaca pikiran Heeran.

“Kau menyukai Yongri? Sungguh? Kau tidak berbohong padaku, kan?” Tanya Heeran.

“Aku tidak mempunyai keberanian yang banyak untuk berbohong padamu, eommonim.” Jawab Sihoon.

Wajah Heeran masih terlihat terkejut. Membuat Sihoon berpikir bahwa sepertinya Heeran tidak senang mendengar pengakuannya barusan. Sihoon juga tidak tau apa yang menyebabkannya memberitahu Heeran mengenai perasaannya pada Yongri.

“A–apa kau tidak setuju?” Tebak Sihoon. Heeran segera mengubah ekspresi wajahnya.

“Yah, apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku sangat setuju. Astaga, aku hanya terlalu senang.” Kata Heeran sembari tersenyum lebar.

“Asal kau tau, aku dan Eunhee sudah berencana untuk menjodohkan anak kami sejak dulu. Tetapi ketika aku melihat persahabatan Siwon dan Yongri, aku pikir rencana kami tidak akan berhasil. Kami tidak ingin menghancurkan persahabatan yang sudah mereka bangun sejak dulu.” Cerita Heeran. Heeran mendekati Sihoon dan menggenggam kedua tangannya.

“Yah, aku senang sekali mendengar pengakuanmu. Sepertinya rencanaku dan Eunhee bisa tercapai. Kau tidak main-main, kan? Jangan mengecewakanku, Sihoon-ah.” Ucap Heeran penuh harapan.

“Aku bersungguh-sungguh, eommonim.” Kata Sihoon sekali lagi.

“Apa Yongri mengetahui tentang perasaanmu?” Tanya Heeran. Sihoon tersenyum dan menggeleng.

“Dia belum mengetahuinya. Aku ingin membuatnya lebih merasa nyaman padaku terlebih dahulu, eommonim. Setelah itu aku akan mengakui perasaanku padanya.” Jawab Sihoon.

“Karena itu, aku minta tolong untuk tidak mengatakan apapun padanya.” Lanjut Sihoon.

“Aku mengerti. Aku tidak akan mengatakan apapun padanya. Terima kasih karena sudah mengatakan padaku terlebih dahulu tentang perasaanmu.” Ujar Heeran.

Heeran menarik Sihoon ke dalam pelukannya hingga membuat Sihoon terkejut. Mungkin hal seperti ini biasa untuk Siwon, tetapi tidak untuk Sihoon. Karena selama ini ia dan Heeran tidaklah begitu dekat seperti ini.

Tetapi Sihoon merasa sangat senang. Bukankah itu berarti Heeran sangat mendukungnya? Heeran menyetujuinya untuk menjadi kekasih Yongri suatu saat nanti. Sihoon merasa seperti mendapatkan energi baru di dalam tubuhnya.

“Aku mengharapkan yang terbaik untuk kalian berdua.” Kata Heeran sembari mengusap kepala Sihoon dengan sayang.

——

Sihoon membawa nampan berisi makanan serta minuman ke kamar Yongri. Ia dapat mendengar suara berisik yang dihasilkan oleh teman-temannya di dalam kamar. Sihoon menaruh nampan tersebut di atas karpet berbulu yang ada di kamar Yongri.

“Yah, Sihoon sudah seperti menantu di rumah Yongri.” Kata Donghae.

“Ya! Apa yang kau bicarakan?!” Sahut Yongri sembari menendang Donghae yang duduk didekatnya. Gadis itu sudah mengganti pakaian sekolahnya.

“Hey, ayo, kita bermain truth or dare!” Ajak Kyuhyun.

“Tidak, aku tidak mau.” Tolak Siwon yang sedang berbaring di atas tempat tidur Yongri.

Padahal Yongri sudah melarangnya berbaring di sana. Karena laki-laki itu belum berganti pakaian. Tetapi Siwon tidak peduli sehingga Yongri pun akhirnya membiarkannya.

“Ayolah, Siwon-ah. Selama ini kau tidak pernah mau memainkannya. Sekarang sudah ada Sihoon disini. Ayolah!” Bujuk Kyuhyun.

“Ya, Siwon-ah. Ayo, kita bermain truth or dare kali ini saja.” Timpal Hyukjae.

Truth or dare, sepertinya seru.” Gumam Sihoon.

“Lihat! Sihoon saja setuju.” Kata Kyuhyun.

“Kalian saja yang main.” Ujar Siwon.

“Dasar payah. Aku akan memanggilmu si pengecut Siwon mulai sekarang.” Ejek Kyuhyun.

“Apa? Pengecut?! Ya!!”

“Duduklah disini dan kita main bersama.” Ucap Sihoon menengahi.

Siwon menatap Sihoon yang memberikan isyarat padanya untuk segera bergabung. Yang Siwon lihat saat ini adalah pandangan Sihoon yang sedang menantangnya. Siwon tidak tau apakah ia salah lihat atau tidak.

“Duduklah disini, Siwon-ah.” Yongri menepuk tempat kosong disampingnya.

“Semua sudah setuju. Ayo!” Giliran Donghae yang melambaikan tangannya pada Siwon.

Siwon menghela nafas dan akhirnya ikut bergabung bersama mereka. Mereka duduk secara melingkar di atas karpet berbulu. Dengan makanan dan minuman di dekat mereka. Yongri duduk di antara Siwon dan Donghae. Sedangkan Sihoon berada didepannya.

“Tetapi aku tidak memiliki botol kosong.” Kata Yongri.

“Keluarkan botol minumanmu, Siwon-ah.” Ucap Kyuhyun membuat Siwon melotot.

“Aku tau bahwa kau selalu membawa botol minum.” Lanjut Kyuhyun. Siwon berdecak dan mengeluarkan botol minumannya.

“Airnya tinggal sedikit. Pas sekali.” Gumam Kyuhyun.

“Kalian siap?” Tanya Kyuhyun. Semuanya mengangguk kecuali Siwon.

“Aku akan memutar botolnya.” Kata Kyuhyun dan langsung memutar botol.

Seluruh mata mengarah pada botol yang sedang berputar dengan kencang. Saat putaran botol semakin memelan, jantung mereka seakan berhenti berdetak. Mereka menunggu dengan perasaan gugup.

“Lee Donghae!” Ucap Hyukjae dengan girang.

Donghae meringis sedangkan yang lain mendesah lega. Mereka langsung menatap Donghae sembari tersenyum.

Truth or dare?”

Truth.

“Siapa yang akan bertanya?” Tanya Sihoon.

“Biarkan Yongri yang bertanya padaku.” Kata Donghae sembari menatap Yongri. Yongri terlihat sangat antusias.

“Emm, apa kau menyukaiku?” Tanya Yongri sembari tersenyum geli.

“Yah, pertanyaan macam apa itu?!” Gerutu Hyukjae.

Yang lain juga terlihat protes dan geli mendengar pertanyaan Yongri. Siwon mendorong kepala Yongri sembari tertawa. Tidak menyangka jika sahabatnya itu memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi.

“Kenapa? Kenapa? Aku yang bertanya, terserah padaku.” Ucap Yongri membela diri.

“Jawablah, Lee Donghae.” Kata Kyuhyun.

“Tentu saja aku menyukaimu. Sebagai sahabatku.” Jawab Donghae sembari mengacak rambut Yongri.

“Ck! Benar-benar tidak seru.” Ujar Kyuhyun.

“Aku akan memutar botolnya.” Kata Donghae.

Botol kembali berputar dan membuat suasana menjadi sunyi. Mereka kembali menunggu dengan gugup dan perasaan berdebar.

Botol perlahan berhenti dan mengarah kepada Sihoon. Semua mata memandang Sihoon yang terlihat gugup.

Truth or dare, Sihoon-ah?” Tanya Hyukjae.

Truth. Silahkan bertanya apapun padaku, Donghae-ya.” Ucap Sihoon. Donghae terlihat berpikir saat hendak memberikan pertanyaan pada Sihoon.

“Apa kau pernah merasa iri pada Siwon?” Tanya Donghae.

“Yah, pertanyaanmu bisa membuat Siwon dan Sihoon bertengkar.” Komentar Hyukjae.

“Tidak, Hyukjae-ya. Seperti inilah permainan truth or dare. Kau harus menunjukkan kejujuranmu dan keberanianmu.” Sahut Kyuhyun.

Semua menatap Sihoon sembari menanti jawabannya. Terutama Siwon yang terlihat ingin tau dengan jawaban Sihoon.

“Pernah.” Jawab Sihoon membuat mereka terkejut.

“Dalam hal apa?” Tanya Donghae lagi.

“Bukankah hanya diizinkan satu pertanyaan saja?” Tanya Sihoon lagi.

“Aish, seharusnya kau memperjelas pertanyaanmu, Lee Donghae.” Ujar Kyuhyun geram.

“Ya! Kau terlalu banyak berbicara dari tadi, Kyuhyun-ah!” Omel Yongri.

“Aku akan memutar botolnya.” Ucap Sihoon sembari tersenyum.

Botol kembali berputar dan kemudian berhenti pada Kyuhyun. Semua terlihat senang saat mengetahui bahwa saat ini adalah giliran Kyuhyun.

Truth or dare?”

Truth.

“Ah, semua memilih truth. Tidak seru sekali.” Ucap Yongri sembari mengambil makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya.

“Silahkan bertanya, Sihoon-ah.” Ujar Kyuhyun dengan wajah percaya dirinya.

“Aku ingin bertanya padanya.” Gumam Yongri yang sedang mengunyah. Sihoon menatap Yongri dan tersenyum.

“Kalau begitu kau saja yang bertanya.” Kata Sihoon membuat Yongri terlihat senang.

“Tidak! Kenapa harus Yongri? Dia pasti akan memberikan pertanyaan yang buruk.” Protes Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Aku akan memberikan kesempatanku pada Yongri.” Ucap Sihoon.

Siwon menatap Sihoon yang terus menatap Yongri sembari tersenyum. Ah, ia ingin sekali berdiri di depan Yongri sehingga Sihoon tidak bisa melihatnya. Siwon menggelengkan kepalanya. Pikiran aneh terus menghantuinya.

“Biarkan aku yang bertanya, Kyuhyun-ah.” Pinta Yongri. Kyuhyun berdecak keras.

“Cepatlah.”

“Emm, siapa perempuan tercantik disekolah dan apakah kau menyukainya?” Tanya Yongri.

“Ya! Itu dua pertanyaan.” Protes Kyuhyun lagi.

“Tidak, aku membuatnya dalam satu kalimat.” Kata Yongri membela diri.

“Sudah jawab saja.” Ucap Hyukjae. Kyuhyun mendelik tajam pada Yongri yang sedang menjulurkan lidahnya.

“Perempuan cantik..” Gumam Kyuhyun. Ah, dia benar-benar tidak ingin mengatakannya.

“Perempuan cantik di sekolah adalah..adalah..” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya. Semua menatap Kyuhyun dengan penasaran.

“Adalah kau, Choi Yongri.” Lanjut Kyuhyun dengan enggan.

“Wooowww..” Sorak Donghae dan Hyukjae bersamaan. Siwon dan Sihoon tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun.

“Ya! Aku tidak mengizinkan wajahmu memerah!” Kata Kyuhyun saat melihat wajah Yongri memerah karena malu.

“Aku bahkan belum selesai menjawab. Kau memang perempuan tercantik di sekolah. Tetapi aku tidak menyukaimu.” Ucap Kyuhyun. Yongri mencibir pelan saat mendengar ucapan Kyuhyun.

“Setidaknya aku perempuan tercantik.” Kata Yongri dengan bangga. Siwon kembali mendorong kepala Yongri.

“Bangga sekali.” Ejek Siwon. Yongri memberikan pukulan pada perut Siwon.

“Cukup. Aku akan memutar botolnya.” Kata Kyuhyun.

Mereka kembali memusatkan pandangan mereka pada botol yang sedang berputar. Putaran botol semakin memelan dan akhirnya berhenti. Mengarah kepada Siwon.

Truth or dare, Siwon-ah?” Tanya Kyuhyun sembari menyeringai. Ia senang melihat wajah panik Siwon.

Dare saja, Siwon-ah. Aku bosan karena semuanya memilih truth.” Bujuk Yongri. Siwon menghela nafas dan mengangguk.

“Aku pilih dare.” Jawab Siwon. Kyuhyun terlihat sangat bersemangat.

“Yakin? Kau tidak menyesal?” Ucap Kyuhyun.

“Apa kau pernah melihatku menyesal akan sesuatu selama ini?” Tanya Siwon.

“Baiklah, mungkin ini akan menjadi penyesalanmu yang pertama.” Ujar Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan menantang.

“Aku ingin kau berciuman dengan Yongri.” Kata Kyuhyun.

“YA! APA KAU GILA?!” Teriak Siwon dan Yongri bersamaan. Keduanya terlihat sangat panik.

Bukan hanya Siwon dan Yongri, Sihoon pun merasa panik. Tidak, Siwon dan Yongri tidak boleh berciuman. Sihoon harus menjadi ciuman pertama Yongri, bukan Siwon.

“Yah, b–bukankah berciuman sedikit berlebihan?” Ujar Sihoon sembari tersenyum dipaksakan. Kyuhyun tertawa geli.

“Maaf, maaf. Aku akan mengubah sedikit tantangannya.” Kata Kyuhyun. Siwon, Sihoon, dan Yongri terlihat lega.

“Aku ingin kau dan Yongri mendekatkan wajah kalian. Seperti akan berciuman, tetapi kalian tidak perlu berciuman.” Ucap Kyuhyun.

“Ya! Ini tantangan untuk Siwon. Kenapa kau harus melibatkanku?!” Protes Yongri.

“Yah, aku yang memberikan tantangan. Terserah padaku.” Balas Kyuhyun.

“Jika Siwon memang tidak mau melakukannya, itu berarti dia kalah.” Lanjut Kyuhyun.

“Kau melibatkanku, bagaimana jika aku tidak mau?” Tanya Yongri.

“Tugas Siwon untuk membujukmu.” Jawab Kyuhyun santai.

Donghae dan Hyukjae hanya memandang mereka tanpa berniat ikut campur. Tantangan yang diberikan Kyuhyun terbilang mudah, menurut mereka. Jika keduanya tidak memiliki perasaan apapun, bukankah seharusnya mereka tidak perlu panik?

Tetapi saat melihat respon keduanya yang cukup berlebihan, Donghae dan Hyukjae menjadi penasaran. Mereka ingin tau apakah Siwon dan Yongri bisa melewati tantangan ini.

Sihoon menatap Siwon dalam diam. Setidaknya mereka tidak berciuman. Sihoon bisa sedikit bernafas lega. Walaupun sebenarnya Sihoon tetap berharap Siwon menolak tantangan yang diberikan oleh Kyuhyun.

Yongri menoleh dan menatap Siwon. Siwon terlihat bingung saat ini, Yongri tau itu. Seorang Choi Siwon tidak mungkin menyerah begitu saja. Tetapi, tantangan yang diberikan Kyuhyun bisa di bilang tidak mudah. Bahkan untuk Yongri sendiri.

“Menyerah?” Tantang Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun dan mendengus.

“Aku akan membuatmu pulang telanjang jika kau memilih dare nanti.” Ucap Siwon dengan kesal. Kyuhyun tersenyum geli.

“Yah, ini giliranmu. Pikirkan itu nanti saat tiba giliranku.” Sahut Kyuhyun.

Siwon mengusap tengkuknya dan menoleh pada Yongri. Menatap gadis itu yang juga sedang menatapnya sekarang. Sial! Siwon bahkan belum bisa menebak perasaan apa yang menghantuinya akhir-akhir ini.

“Kau bisa menyerah jika ini terlalu berat untukmu, Siwon-ah.” Komentar Hyukjae.

“Tidak.” Tolak Siwon. Siwon mendorong kepala Yongri.

“Yah, kita bisa melakukannya, kan? Aku bahkan sudah bosan melihat wajahmu dalam jarak dekat. Ini bukan apa-apa, kan?” Ujar Siwon mencoba menghilangkan rasa gugupnya.

“T–tentu saja! Ayo, kita lakukan!” Balas Yongri.

Siwon berdehem pelan dan mulai mendekatkan wajahnya. Ia mengangkat tangannya untuk memegang tengkuk Yongri. Yongri merasa jantungnya berdebar sangat keras saat merasakan tangan hangat Siwon menyentuh tengkuknya.

Yongri menaikkan pandangannya dan menatap mata Siwon yang sedang menatapnya dengan lembut saat ini. Astaga, Yongri benar-benar tidak bisa mengalihkan matanya dari mata Siwon saat ini. Mata laki-laki itu seakan menguncinya dengan sangat dalam.

Siwon dapat merasakan bahwa wajahnya dan wajah Yongri sangat dekat saat ini. Bahkan hidung mancungnya sudah menyentuh hidung kecil Yongri. Ia pun dapat merasakan nafas hangat Yongri.

Siwon menurunkan pandangannya pada bibir tipis Yongri. Bibir yang berwarna merah alami dan tidak tersentuh lipstick sama sekali. Melihat bibir Yongri membuat Siwon tanpa sadar meneguk ludahnya. Ia merasa sudah terjebak oleh permainannya sendiri.

Sial! Siwon sangat ingin mencium bibir Yongri saat ini.

——

–To Be Continued–

HAI!

Info aja sih, kayaknya FF ini gak sepanjang FL apalagi PL.. mungkin dalam waktu dekat aku bakal kasih teaser FF baru.. hohoho..

Happy reading!

BYE~

Advertisements

63 thoughts on “Love in Friendship – Part 6

  1. Woah sihoon keren amat ya ngeles nya xD jadi ga ketahuan deh iri nya dalam hal apa xD pasti sihoon ini iri bangettt, pasti greget dia.. poor sihoon~~ yang sabar ya sayang~~ sementara siwon sedang menahan hasrat untuk mencium yongriii~~
    Btw, itu si hani beraninya main jarak jauh pake begituan!! Kalo berantem scr langsung mah kalah lu!!!

    Good job thorrr!!

  2. Kayaknya sihoon pintar ngeles dan pintar ngambil hati ibunya yongri. Dg beraninya dia langsung blak2an tentang perasaannya dg yongri ke ibunya. Daebakk.
    Wah…, ada adegan kiss antara wonri couple. Pasti sihoon kena serangan jantung 😀

  3. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  4. astaga ide briliant mmbuat siwon yongri nampak berciuman hahaha
    tp apa siwon akan beneran cium??
    cium ajalah hahaha tp nnti apa yg akan trjdi sama sihoon??
    hahh hani bener bener keterlaluan udahan iru berani beraninya kirim tikus bangkai

  5. asdfghkkl buat part ini… Makin gak suka sama sihooonnnn. Gak bisa bayangin kalo memang ada cerita versi nyatanya.. Nyesekkkk pasti :’D

  6. Jadinya nnti siwon apa sihoon yg bs sm yongrii .
    Cium ajalah siwon. Ak lebih tertarik sm siwon. Tp kasihan sm sihoon😭
    Maruk ya aku wkwk

  7. Aishh sihoon licik, dia ingin mendapatkan yongri lewat ibunya dahulu.! Apa”an ini, dia memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan.!!:/ Yeay, akhirnya perasaan siwon dan yongri mulai terungkap.! Dan aku yakin mereka berdua salah mengartikan perasaan mereka selama ini.!! Ayo semangat terus untuk berkarya eonni^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s