Love in Friendship – Part 4

PicsArt_08-31-02.53.43

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

From: Yong Yong

Sudah tidur?

Siwon menatap lama pesan yang baru saja dikirimkan oleh Yongri. Hari sudah semakin malam namun Siwon tidak bisa tidur sama sekali. Gadis itu juga sepertinya tidak bisa tidur sehingga memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Siwon.

Siwon terlihat berpikir. Haruskah ia membalas pesan gadis itu? Atau lebih baik mengabaikannya dengan alasan bahwa ia sudah tidur? Namun tiba-tiba Siwon tersadar. Kenapa ia harus mengabaikan pesan Yongri? Siwon tidak pernah mengabaikan pesan dari gadis itu selama ini.

Akhirnya Siwon pun mulai mengetikkan pesan balasan untuk gadis itu.

To: Yong Yong

Belum. Kenapa?

SEND.

Tidak lama kemudian Yongri membalas pesan Siwon.

From: Yong Yong

Aku juga tidak bisa tidur T.T

Kenapa tadi sore kau tidak ikut bersama kami?

Siwon ingin sekali mengatakan bahwa ia tidak ikut karena tidak di ajak oleh Sihoon. Tetapi mana mungkin ia mengatakan itu. Terlihat seperti dirinya yang sedang merajuk layaknya seorang anak kecil. Lagipula Siwon tidak merasa marah karena Sihoon tidak mengajaknya.

Siwon mengubah posisinya menjadi menyandar pada sandaran tempat tidur. Jari-jarinya terlihat lincah saat membalas pesan untuk Yongri. Matanya juga terlihat sangat semangat padahal waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam.

Di sisi lain..

Yongri mengambil ponselnya yang bergetar dengan semangat. Ia merasa senang karena Siwon belum tidur dan mau menemaninya dengan saling bertukar pesan. Karena kalau tidak Yongri akan merasa sangat bosan di tengah malam seperti ini. Ia tersenyum saat melihat balasan pesan dari Siwon.

From: My Best–Siwon

Aku lelah. Lagipula aku harus belajar. Kau tidak lupa jika kita ada ujian Bahasa Inggris, kan?

“Ujian Bahasa Inggris.” Gumam Yongri sembari mengingat. Kemudian ia mengangkat kedua bahunya.

“Siapa yang peduli.” Ucapnya. Jarinya mulai bergerak untuk membalas pesan Siwon.

To: My Best–Siwon

Lain kali kau harus ikut bersama kami. Oh ya, jangan lupa membagi apa yang sudah kau pelajari untuk ujian nanti^^

From: My Best–Siwon

Kami? Kau berencana untuk pergi bersama Sihoon lagi? Sekarang kau sudah menyukainya?

Yongri terdiam membaca pesan dari Siwon. Menyukai Sihoon? Tidak, Yongri tidak menyukainya. Hanya saja, benar apa yang Siwon katakan dulu. Sihoon tidak semenyebalkan yang Yongri kira. Laki-laki itu juga mampu membuat Yongri tertawa dan menikmati waktu.

To: My Best–Siwon

Aku masih lebih menyukaimu daripada dia. Pokoknya, kita harus pergi bersama lain kali.

From: My Best–Siwon

Terserahlah. Aku mengantuk. Sampai bertemu besok.

Yongri mendengus. Ia belum bisa tidur dan Siwon meninggalkannya begitu saja.

To: My Best–Siwon

Ya! Jangan tinggalkan aku!

Tidak ada balasan apapun dari Siwon setelah setengah jam Yongri menunggu. Yongri menghela nafas dan meletakkan ponselnya di atas tempat tidur. Gadis itu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga sebatas leher. Ia benar-benar belum mengantuk dan Yongri tidak tau apa yang harus dilakukannya.

Tiba-tiba ponsel gadis itu kembali bergetar. Menandakan ada sebuah pesan baru yang masuk ke ponselnya. Yongri menatap ponselnya sembari mendengus. Ia yakin Siwon juga tidak bisa tidur sepertinya. Laki-laki itu berbohong saat mengatakan dia mengantuk.

Yongri mengambil ponselnya dan membaca isi pesan tersebut.

From: 010-6523-4452

Terima kasih untuk hari ini. Selamat malam, tidur yang nyenyak. Sampai jumpa besok.

“Choi Sihoon.” Gumam Yongri.

Yongri pikir pesan yang masuk adalah pesan dari Siwon. Namun ia salah. Siwon mungkin benar-benar sudah tidur. Dan Sihoon yang baru saja mengiriminya pesan. Yongri mengetahuinya walaupun ia tidak memiliki nomor laki-laki itu. Melihat bagaimana isi pesannya, Yongri tau itu Sihoon.

Tanpa sadar, Yongri tersenyum sembari terus membaca pesan tersebut. Bukankah ini gila? Kenapa ia merasa senang hanya karena mendapat pesan dari Sihoon? Ia tidak benar-benar menyukai laki-laki itu, kan?

——

“Selamat pagi.”

Yongri terlonjak saat melihat sosok Sihoon ketika ia membuka pintu rumah. Laki-laki itu sudah terlihat rapi dengan seragam sekolahnya. Sama seperti dirinya pagi itu. Mencoba untuk menetralkan ekspresi wajahnya, Yongri tersenyum kecil pada Sihoon.

“Selamat pagi.” Balasnya.

“Tidurmu nyenyak?” Tanya Sihoon.

“E–eo.” Jawab Yongri.

“Bagus sekali. Ayo, kita berangkat. Siwon sudah menunggu di mobil.” Kata Sihoon.

Yongri mengangguk dan mengikuti laki-laki untuk menuju ke mobil Siwon. Ia segera masuk dan duduk di belakang seperti biasanya. Tepatnya semenjak Sihoon datang. Yongri menatap spion tengah dan ia dapat melihat bahwa Siwon juga sedang menatapnya. Yongri tersenyum.

“Selamat pagi.” Sapa Yongri. Siwon membalas sapaan Yongri dengan sebuah senyuman singkat.

Setelah semua siap, Siwon mulai menjalankan mobilnya untuk menuju ke Hansang High School. Selama di perjalanan, Siwon terus menutup mulutnya dan membiarkan Sihoon dan Yongri yang berbicara. Ia hanya sesekali menimpali dengan senyum atau mengangguk jika di tanya.

Entahlah. Siwon hanya merasa tidak memiliki mood pagi ini. Ia merasa ingin cepat-cepat sampai di sekolah dan menenggelamkan kepalanya di atas meja. Biasanya Siwon selalu menikmati waktu saat dirinya dan Yongri berangkat sekolah. Karena begitu banyak hal yang dapat mereka bicarakan.

“Kau sakit?” Tanya Yongri sembari memajukan wajahnya. Ia menatap Siwon dari samping. Siwon melirik gadis itu sekilas.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Siwon.

“Lalu kenapa kau diam saja?” Tanya Yongri lagi.

“Aku sedang mengingat-ingat apa yang aku pelajari semalam untuk ujian hari ini.” Jawab Siwon lagi.

“Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.” Kata Yongri.

“Aku akan seperti ini mulai sekarang.” Balas Siwon singkat.

Laki-laki itu memfokuskan dirinya pada jalanan Seoul. Yongri menatap Siwon dengan bingung saat mendengar ucapan laki-laki itu. Begitu pun dengan Sihoon yang ikut menatap Siwon dengan bingung. Ia juga merasa ada yang aneh dengan sikap Siwon pagi ini.

Nyatanya keanehan sikap Siwon terus berlanjut setelah pelajaran di mulai. Laki-laki itu terus diam seolah tidak peduli dengan sekelilingnya. Okay, selama ini Siwon memang selalu diam jika di dalam kelas. Laki-laki itu terlalu fokus pada pelajaran yang diberikan guru.

Tetapi Yongri tau bahwa diamnya Siwon kali ini berbeda. Laki-laki itu terlihat memikirkan sesuatu yang serius. Dan Yongri tidak tau apa itu. Bahkan saat ini ketika mereka sedang melakukan ujian Bahasa Inggris, Siwon terlihat tidak peduli dengan Yongri.

Siwon terlihat fokus pada lembar jawaban yang berisi tulisan tangannya. Ia tidak memperdulikan Yongri yang tidak bisa mengerjakan ujiannya. Beberapa kali Yongri menatap Siwon untuk menarik perhatian laki-laki itu. Namun Siwon sama sekali tidak membalas tatapannya.

Yongri menghela nafas dan menatap lembar jawabannya yang masih kosong. Semalam ia tidak belajar dan sekarang Yongri tidak bisa mengerjakan ujiannya. Yongri hanya bisa pasrah dengan hasil yang akan didapatkannya nanti. Ia tidak bisa meminta bantuan Siwon, karena laki-laki itu sedang mendiamkannya, entah karena apa.

Yongri terkejut saat Siwon tiba-tiba mengambil lembar jawabannya dan menaruh lembar jawaban laki-laki itu dihadapannya. Yongri menatap lembar jawaban Siwon yang sudah penuh dengan jawaban. Saat menoleh, ia melihat Siwon mulai mengisi jawaban di lembar jawaban Yongri.

Mereka tidak perlu takut guru akan mengetahuinya. Kenapa? Karena Siwon sangat pandai dalam meniru tulisan tangan Yongri.

Yongri tidak dapat menahan senyumnya. Gadis itu menempelkan pipinya di meja sembari menatap Siwon. Beberapa saat kemudian, Siwon yang sedang serius dengan lembar jawaban Yongri, terlihat tersenyum. Senyum Yongri semakin lebar saat melihat Siwon tersenyum.

“Terima kasih.” Bisik Yongri.

——

Latihan basket di sore hari memang tidak pernah dilewati oleh tim basket Hansang High School. Karena itulah tim basket mereka selalu menjadi yang nomor satu di Seoul, Korea Selatan. Selain karena disiplin, permainan yang bagus, mereka juga selalu bersikap sportif dalam setiap pertandingan.

Sore itu, Yongri menemani mereka sembari membaca sebuah novel. Kebiasaan yang sudah diketahui oleh mereka semua. Gadis itu biasanya akan lupa dunia jika ia sudah membaca sebuah novel bergenre romansa. Hal yang cukup bertolak belakang dengan kepribadian gadis itu, sebenarnya.

Siwon yang baru saja memasukkan bola ke dalam ring mengalihkan pandangannya pada Yongri. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Sihoon. Sihoon sedang berusaha untuk mengambil bola dari Kyuhyun. Siwon mengusap rambutnya yang basah dan berjalan menghampiri Yongri.

Siwon mengambil sebotol air dan duduk di samping Yongri. Seperti yang sudah diduganya, Yongri tidak akan memperdulikan kehadirannya. Atau mungkin gadis itu tidak menyadarinya. Siwon mendorong pelan kepala gadis itu hingga membuat Yongri mengalihkan pandangannya dari novel.

“Ya!” Bentaknya kesal.

“Maaf.” Ucap Siwon terdengar acuh.

“Aku tidak tau jika kau memiliki kebiasaan seperti itu. Mengganggu orang lalu setelahnya meminta maaf.” Sindir Yongri. Siwon berdecak.

“Aku minta maaf bukan karena mengganggumu barusan.” Kata Siwon.

“Lalu?” Yongri kembali membaca novelnya.

“Sikapku hari ini pasti menyebalkan sekali, ya?” Ucap Siwon. Yongri melirik laki-laki itu dari sudut matanya.

“Baguslah jika kau menyadarinya.” Balas Yongri.

Yongri mencoba untuk kembali memfokuskan dirinya pada novel ditangannya. Tetapi Yongri merasa kehilangan konsentrasi. Gadis itu menutup novelnya dan menatap Siwon yang terlihat sedang menatap teman-temannya di lapangan.

“Aku memaafkanmu karena kau sudah membantu ujianku tadi.” Kata Yongri. Siwon menatap gadis itu dan tersenyum geli.

“Kau benar-benar gila, Choi Yongri. Bagaimana bisa lembar jawabanmu masih kosong saat waktu ujian tinggal beberapa menit lagi?” Ujar Siwon tidak percaya.

“Aku tidak belajar!” Kata Yongri mencoba membela diri.

“Jadi maksudmu, jika kau belajar, maka kau bisa menjawabnya?” Tanya Siwon.

“Tidak juga.” Jawab Yongri.

Siwon kembali tertawa dan mengusap kepala Yongri. Namun tiba-tiba gerakan tangannya terhenti saat ia teringat dengan apa yang dilakukan Sihoon semalam. Sihoon juga mengusap kepala Yongri, seperti apa yang dilakukannya sekarang. Siwon segera menarik tangannya kembali.

“Ada apa?” Tanya Yongri saat melihat Siwon bersikap aneh–lagi.

“Eo? Tidak apa-apa.” Jawab Siwon tersenyum kecil.

“Bohong. Yah, sebenarnya kau kenapa?”

Yongri menggeser duduknya hingga menempel pada Siwon. Ia memposisikan wajahnya di depan wajah Siwon yang sedang menundukkan kepalanya. Ia menatap Siwon dengan kedua matanya yang terus berkedip dengan lucu. Siwon membalas tatapan Yongri dalam diam.

Siwon tau bahwa Yongri memang perempuan yang sangat cantik. Perempuan tercantik di sekolah mereka, menurut Siwon. Tetapi saat ini, Siwon benar-benar tidak bisa mendeskripsikan kecantikan Yongri. Mata bulatnya yang menatap Siwon dengan penasaran, benar-benar sangat menggemaskan.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon pelan. Tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

“Kenapa? Ada apa? Apa yang ingin kau katakan?” Tanya Yongri beruntun.

Kau sangat-sangat cantik.

“Singkirkan wajah jelekmu itu!” Jawab Siwon sembari mendorong kepala Yongri menjauh. Yongri memegang kepalanya sembari menatap Siwon kesal.

“Jelek katamu? Astaga! Apa kau pikir ada perempuan yang lebih cantik dariku di sekolah ini?!”

“Ada, tentu saja.”

“Siapa?!” Tantang Yongri. Siwon menatap Yongri dan terdiam. Tentu saja ia berbohong.

“Ck! Jangan katakan jika Hong Hani–lah yang kau maksud!” Gerutu Yongri.

“Gila! Kapan aku mengatakannya?!” Ucap Siwon tidak terima.

“Baiklah, kau perempuan paling cantik di sekolah. Puas?” Kata Siwon mengalah. Yongri tersenyum dengan lebar.

“Siwon-ah, ayo, kita menonton konser Super Junior akhir minggu ini.” Ajak Yongri.

“Konser Super Junior? Lagi? Astaga, seingatku mereka baru saja mengadakan konser beberapa bulan yang lalu. Dan kita juga menontonnya saat itu, Yongri-ya” Ujar Siwon.

“Ya, kau benar. Tapi aku ingin menonton mereka lagi.” Balas Yongri. Siwon menghela nafas.

“Sebenarnya apa yang kau lihat dari mereka? Mereka hanyalah paman-paman yang pandai menari dan menyanyi.”

“Paman kau bilang? Cih! Ya! Mereka masih sangat pantas di panggil oppa!”

Siwon mendengus pelan.

“Kita harus menonton mereka, ya?” Pinta Yongri.

“Kenapa kau tidak minta Sihoon untuk menemanimu?” Tanya Siwon membuat Yongri menatapnya dengan bingung.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Tanya Yongri balik.

“Bukankah kau merasa nyaman saat pergi bersamanya?” Tebak Siwon. Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Ya, aku memang merasa nyaman. Tetapi aku akan merasa lebih nyaman jika bersamamu.” Ujar Yongri membuat Siwon tanpa sadar tersenyum. Ia merasa senang mendengar ucapan Yongri barusan.

“Karena itu, kau harus menemaniku. Ya? Ya?”

Siwon mengalihkan pandangannya dan melihat Sihoon yang sedang berjalan menghampiri mereka. Bukankah itu tandanya ia harus segera meninggalkan Yongri dan Sihoon berdua saja? Siwon benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikirannya.

“Siwon-ah, ayolah.” Yongri mengguncang bahu laki-laki itu.

“Ya, ya, baiklah.” Putus Siwon.

“Yes!” Yongri terlihat sangat senang.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Sihoon.

“Oh, Sihoon-ah. Kami hanya sedang mengobrol.” Jawab Yongri. Sihoon mengangguk.

“Teman-teman memanggilmu, Siwon-ah.” Kata Sihoon.

“Eo, aku akan kesana.” Sahut Siwon sembari berdiri. Siwon meletakkan botol minumnya di tempat semula.

“Aku tinggal dulu.” Pamitnya pada Yongri dan kembali mendorong pelan kepala gadis itu.

“Aish!” Umpat Yongri.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya Sihoon sembari duduk di samping Yongri.

“Tidak ada yang serius.” Jawab Yongri.

“Tadi pagi aku belum sempat bertanya. Kenapa kau tidak balas pesanku semalam?” Sihoon menatap Yongri dengan tersenyum.

“Pesan?” Gumam Yongri.

Ia teringat pesan yang dikirimkan oleh Sihoon semalam. Karena merasa sangat senang mendapat pesan dari laki-laki itu, Yongri menjadi lupa membalas pesannya. Dan kemudian gadis itu tertidur begitu saja. Seolah pesan Sihoon seperti pengantar tidur untuknya. Tetapi Yongri tidak mungkin mengatakan itu, kan?

“Aku sudah tidur.” Kata Yongri berbohong.

“Secepat itu?” Sihoon terlihat tidak percaya.

“Yah, kau mengirimiku pesan setelah lewat tengah malam.” Ucap Yongri.

“Darimana kau tau? Kau bilang kau sudah tidur.” Tanya Sihoon dengan mata yang memicing menatap Yongri. Yongri terlihat terkejut dan salah tingkah.

“I–itu–aku..ehm–aku melihat waktunya saat membaca pesanmu pagi tadi.” Dusta Yongri. Sihoon menatap Yongri dengan tidak percaya, namun kemudian ia mengangguk mengerti.

“Kau suka membaca novel?” Tanya Sihoon saat melihat novel di pangkuan Yongri.

“Ya, sangat menyukainya.” Jawab Yongri.

“Aku juga suka membaca novel. Dan aku membawa beberapa novel dari Amerika. Kau mau membacanya?” Tawar Sihoon.

“Aku mau saja. Tetapi novelmu berbahasa Inggris, kan?” Tebak Yongri dan disambut anggukan oleh Sihoon.

“Aku sangat payah dalam Bahasa Inggris dan matematika.” Aku Yongri dengan malu. Sihoon tertawa pelan melihat wajah malu gadis itu. Terlihat sangat menggemaskan.

“Apa aku perlu mengajarimu?”

“Tidak perlu. Siwon sudah sering melakukannya. Pada dasarnya aku memang tidak pintar.” Kata Yongri tanpa menyadari raut wajah Sihoon yang berubah. Tawa laki-laki itu juga telah menghilang dari wajahnya.

“Kau dan Siwon melakukan segalanya bersama.” Gumam Sihoon.

“Tentu saja. Kami sudah berteman lebih dari 10 tahun.” Sahut Yongri.

“Apa kalian juga berciuman?” Tanya Sihoon membuat Yongri menatapnya dengan kedua mata yang melebar. Apa yang sebenarnya laki-laki itu tanyakan?

“Apa yang kau bicarakan? Bagaimana bisa sepasang sahabat berciuman? Aku tidak pernah berciuman dengan siapapun!” Tanpa sadar Yongri meninggikan suaranya.

Melihat Yongri yang tampak kesal kepadanya membuat Sihoon tersenyum kecil. Sihoon menemukan jawaban bahwa Yongri dan Siwon tidak pernah berciuman sebelumnya. Dan itu membuatnya merasa sangat senang dan lega. Sihoon menatap Yongri dan memajukan wajahnya, hingga wajahnya dan wajah Yongri sangat dekat.

“Kalau begitu, apa aku boleh menciummu?” Tanya Sihoon.

——

Yongri menepuk pipinya beberapa kali sembari menatap dirinya di depan cermin. Ia menghembuskan nafas pelan untuk meredakan debaran jantungnya yang menggila sedari tadi. Yongri memejamkan matanya dan mencoba menghilangkan suara Sihoon dari dalam pikirannya.

Namun ia dengan cepat membuka matanya, saat suara Sihoon malah semakin nyata. Yongri masih dapat mengingat dengan jelas bagaimana dekatnya wajah Sihoon saat itu. Serta nada suaranya yang menanyakan hal gila itu pada Yongri.

“Dasar gila!” Ujar Yongri.

“Bagaimana bisa dia bertanya seperti itu, dengan wajah yang sangat datar?” Ucap Yongri tak percaya.

Yongri kembali menghela nafas panjang. Ia baru saja merasa sangat nyaman berada di dekat Sihoon. Tetapi sekarang laki-laki itu membuatnya merasa malu jika harus bertemu dengannya. Yongri tidak akan mungkin bisa melupakan pertanyaan dari Sihoon tersebut. Laki-laki itu ingin menciumnya. Astaga.

“Noona!” Yongjae menjepuk bahu Yongri hingga membuat Yongri terlonjak. Yongri menatap Yongjae dari cermin sebelum akhirnya menoleh.

“YA!” Teriak Yongri sembari memukul kepala Yongjae.

“Sakit, noona!” Gerutu Yongjae.

“Berapa kali kukatakan untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk?!” Sungut Yongri.

“Aku sudah mengetuk pintunya berkali-kali, Choi Yongri! Kau saja yang terlalu tuli!” Kata Yongjae membela diri. Yongri langsung membuang wajahnya dari Yongjae.

“Kau sedang melamun? Apa yang kau lamunkan? Kenapa wajahmu memerah?” Tanya Yongjae sambil memiringkan kepalanya.

“Wajahku tidak memerah!” Bantah Yongri sembari memegangi pipinya.

“Yah, terserahlah. Ayo, turun. Appa dan eomma sudah menunggu untuk makan malam.” Ujar Yongjae.

“Kau turunlah, aku tidak lapar. Katakan pada appa dan eomma untuk tidak menungguku.” Balas Yongri.

Yongjae hanya mengangkat kedua bahunya dan segera meninggalkan kamar Yongri. Tidak terlalu memperdulikan apakah kakak perempuannya itu ingin makan malam atau tidak.

Yongri mendekati jendela kamarnya dan membukanya. Membiarkan angin malam masuk dan menerbangkan rambutnya. Yongri terkesiap saat melihat ada Siwon di sebrang sana. Sama sepertinya, laki-laki itu sepertinya sedang mencari udara segar.

Siwon tersenyum pada Yongri dan Yongri pun membalas senyum laki-laki itu.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon.

“Di dalam kamar terasa sangat sesak.” Jawab Yongri. Siwon tertawa pelan.

“Yah, kamarmu itu ada air conditioner–nya. Lagipula kamarmu luas, Choi Yongri.” Ucap Siwon.

“Itu hanya perumpamaan, Siwon-ah. Aku butuh udara segar.” Kata Yongri.

“Kau sudah makan?” Tanya Siwon. Yongri menggeleng.

“Aku sedang tidak lapar.” Jawab Yongri.

“Kau sendiri?” Tanya Yongri kemudian.

“Sudah, baru saja. Aku sedang kekenyangan saat ini.” Kata Siwon sembari menepuk perutnya.

“Perutmu membuncit.” Ejek Yongri.

“Benarkah?” Ucap Siwon sembari menarik kaosnya ke atas.

“Yah, yah, hentikan! Aku tau kau sengaja ingin memamerkan perut sixpackmu itu.” Omel Yongri membuat Siwon tertawa senang. Ia menutup kembali perutnya.

“Ada apa?” Tanya Siwon setelah menghentikan tawanya. Yongri menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Keningmu berkerut. Itu berarti kau sedang memikirkan sesuatu yang serius. Benar, kan?” Tebak Siwon yang tepat sasaran.

Yongri menghela nafas dan menundukkan kepalanya. Tebakan Siwon benar, namun Yongri bingung apakah ia harus mengatakannya pada laki-laki itu atau tidak. Apalagi ini berkaitan dengan saudara Siwon.

“Apa benar-benar serius? Apa aku perlu ke sana?” Siwon terlihat khawatir.

“Tidak, Siwon-ah. Tidak ada yang serius.” Kata Yongri.

“Lalu, kenapa? Cepat katakan padaku.” Desak Siwon. Yongri menggigit bibir bawahnya dan terlihat berpikir.

“Yongri-ya..”

“Sebenarnya..”

“Ya?”

“Ada seorang laki-laki yang ingin menciumku.” Kata Yongri.

“APA?!” Siwon terlihat sangat terkejut.

Beberapa saat kemudian Siwon terdiam. Tanpa perlu bertanya, ia tau laki-laki siapa yang Yongri maksud. Choi Sihoon. Hanya saja Siwon tidak menyangka jika Sihoon memiliki niat seperti itu pada Yongri. Belum sampai satu bulan mereka saling kenal, dan Sihoon sudah ingin mencium Yongri.

“Siwon-ah? Siwon-ah?” Panggil Yongri.

“O–oh, kenapa?” Siwon tersadar dari lamunannya.

“Kau yang kenapa? Apa yang kau pikirkan?” Tanya Yongri. Siwon mengusap kepalanya dan tersenyum canggung.

“Ya! Apa kau sudah punya pacar? Bagaimana bisa kau tidak mengatakan apapun padaku?!” Ucap Siwon pura-pura kesal. Yongri langsung mengibaskan tangannya sebagai tanda bahwa ia membantah ucapan Siwon.

“Aku tidak punya pacar, Siwon-ah. Sungguh!” Katanya.

“Benarkah? Lalu laki-laki mana yang ingin menciummu itu, jika dia bukan pacarmu?” Siwon memicingkan matanya.

“A–ada. Seseorang yang aku kenal.” Sahut Yongri.

“Lalu, apa kau mengiyakan keinginannya untuk menciummu?” Tanya Siwon.

“Aku belum menjawabnya.” Jawab Yongri pelan.

“Dasar gila! Seharusnya kau menolaknya! Kau bilang dia bukan pacarmu!” Balas Siwon.

Yongri terdiam. Ia menyetujui ucapan Siwon barusan. Seharusnya ia langsung menolak ketika Sihoon menanyakan hal itu. Tetapi kenapa Yongri hanya diam saja saat itu? Apa dalam hati kecilnya Yongri menginginkan itu? Gila! Yongri menggelengkan kepalanya.

“Yongri-ya, ibuku memanggilku. Aku harus turun ke bawah.” Kata Siwon.

“E–eo. Pergilah.” Ucap Yongri. Ia melihat Siwon menutup jendela dan pergi dari hadapannya.

Yongri melakukan hal yang sama seperti yang Siwon lakukan. Kemudian ia membaringkan dirinya di atas tempat tidur sembari memikirkan apa yang baru saja dibicarakan olehnya dan Siwon.

——

Siwon keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa. Ia berjalan menuju kamar Sihoon yang berada di lantai yang sama dengannya. Tanpa mengetuknya terlebih dahulu, Siwon langsung membuka pintu kamar Sihoon. Menemukan Sihoon yang sedang memainkan ponsel di atas tempat tidur.

“Ada apa?” Tanya Sihoon saat melihat kedatangan Siwon. Siwon memasuki kamar Sihoon dan mendekati laki-laki itu.

“Kenapa kau ingin mencium Yongri?” Tanya Siwon membuat Sihoon terkejut. Sihoon menaruh ponselnya dan berdiri di hadapan Siwon.

“Apa yang kau bicarakan?” Sihoon terlihat tidak mengerti.

“Kau mengerti maksudku, Choi Sihoon.” Siwon terlihat tidak sabar. Sihoon menghela nafas dan menatap Siwon dengan santai.

“Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu, Siwon-ah. Aku ingin mencium Yongri? Apa maksud–” Sihoon terdiam saat ia mengingat sesuatu. Sesuatu yang dikatakannya pada Yongri sore tadi.

Sihoon menatap Siwon dengan kedua matanya yang melebar. Bagaimana Siwon bisa tau? Yongri yang memberitahunya? Tetapi kenapa? Bukankah itu hal yang tidak perlu dibicarakan oleh sepasang sahabat?

“Bagaimana kau tau?” Tanya Sihoon.

“Jadi semuanya benar? Kau benar-benar ingin mencium Yongri? Ya, Choi Sihoon! Apa kau sudah gila?!” Ujar Siwon.

“Sebentar, Siwon-ah. Sebentar.” Kata Sihoon mencoba untuk tidak membuat Siwon kesal.

“Yah, aku hanya bercanda saat itu, Siwon-ah.” Ucap Sihoon.

“Bercanda? Kau tau hal itu bukan untuk sebuah candaan, Sihoon-ah. Karena ucapanmu itu, Yongri terus memikirkannya.” Kata Siwon.

“Baiklah, maafkan aku. Aku benar-benar tidak bermaksud melakukannya. Aku hanya ingin menggodanya saja. Lagipula aku dan dia masih berteman saat ini.”

“Jangan pernah mengatakan dan melakukan sesuatu yang membingungkan Yongri, Sihoon-ah. Kau tidak tau bagaimana dia jika sedang memikirkan sesuatu yang serius.”

“Karena itulah aku mengatakannya.” Ujar Sihoon.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon.

“Kau mengetahui semua tentangnya. Kalian selalu melakukan apapun bersama-sama. Karena itu aku ingin menciumnya. Karena kalian tidak pernah melakukan itu.” Jawab Sihoon membuat Siwon menatapnya dengan terkejut.

“Kau–“

“Aku katakan sekali lagi padamu, Siwon-ah. Aku bersungguh-sungguh menyukai Yongri. Dan aku tidak ingin dia selalu terbayang-bayang olehmu saat sedang bersamaku. Karena itu biarkan aku dan Yongri membuat kenangan sendiri.” Pinta Sihoon.

“Aku benar-benar merasa iri padamu, Siwon-ah. Kau mendapatkan kasih sayang dari eomma. Kau memiliki Yongri serta keluarganya yang sangat menyayangimu. Sedangkan aku, appa sama sekali tidak memperdulikanku.” Ucap Sihoon dengan sedih. Siwon hanya terdiam sembari terus menatap kembarannya itu.

“Karena itu biarkan aku mendapatkan perhatian Yongri. Biarkan aku memilikinya, Siwon-ah. Kau tidak akan kehilangan apapun jika aku dan Yongri bersama, karena kau masih memiliki yang lainnya.” Lanjut Sihoon.

“Sihoon-ah.”

“Berhentilah bersikap seperti ini. Aku tidak ingin kau terus bertindak seperti seorang pahlawan untuk Yongri. Pada awalnya mungkin aku akan menerimanya. Tetapi jika kau terus melakukannya, aku mungkin akan marah padamu.”

“Apa itu salahku?” Tanya Siwon pelan.

“Setidaknya appa memilihmu, Sihoon-ah. Appa mengakuimu sebagai anaknya. Appa membawamu hanya karena kau lahir lebih dulu dariku. Bukan hanya kau, aku juga tidak mendapatkan kasih sayang appa. Aku bahkan sudah hampir lupa dengan wajahnya, jika kau ingin tau.” Kata Siwon.

“Lalu ketika aku mendapat perhatian orang lain dan kau tidak mendapatkannya, apa itu salahku?” Tanya Siwon lagi.

“Bukan itu maksudku, Siwon-ah.” Ucap Sihoon. Ia seolah tersadar dengan apa yang baru saja di katakannya.

“Aku hanya terlalu biasa untuk menjaga Yongri. Tidak ada siapapun yang bisa menjaganya sebaik aku selama ini, selain keluarganya. Aku tidak bermaksud untuk menghalangimu mendekatinya.” Kata Siwon.

“Aku tau, Siwon-ah. Maafkan aku. Ah, sepertinya aku sedang tidak waras saat ini.” Ucap Sihoon terlihat sangat menyesali apa yang sudah diucapkannya tadi. Sepertinya ia menyinggung perasaan Siwon.

“Jika yang kau maksud adalah ingin aku menjauhi Yongri. Baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan memberikanmu kebebasan untuk bersama Yongri. Tetapi aku minta untuk memberikanku waktu. Aku tidak bisa menghilang begitu saja dari hidupnya.” Ucap Siwon.

“Siwon-ah..” Suara Sihoon terdengar putus asa.

“Aku tidak marah padamu. Aku ingin membantumu, Sihoon-ah. Aku bersungguh-sungguh dan percayalah padaku. Yang terpenting adalah kau bisa menjaga Yongri dengan baik.” Pesan Siwon sembari tersenyum. Setelahnya ia berbalik dan meninggalkan kamar Sihoon.

“Siwon-ah!” Panggil Sihoon yang tidak diperdulikan sama sekali oleh Siwon.

Sihoon mengacak rambutnya dengan kesal. Ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal. Ia tidak bermaksud untuk menyinggung laki-laki itu. Baiklah, Sihoon memang sempat merasa sedikit kesal pada Siwon barusan. Karena tindakan laki-laki itu yang ingin melindungi Yongri.

Tetapi demi Tuhan, Sihoon tidak memiliki niat untuk menyalahkan Siwon atas apa yang terjadi dalam hidupnya selama ini. Sihoon juga tidak bermaksud agar Siwon meninggalkan Yongri. Sihoon tau bahwa mereka sudah bersahabat sejak lama. Tidak mungkin mereka dipisahkan begitu saja.

Sihoon hanya ingin Yongri dan Siwon sedikit menjaga jarak. Baiklah, itu juga tidak mungkin dilakukan oleh keduanya. Sial! Sihoon seharusnya tidak memikirkan hal yang tidak mungkin seperti itu.

“Apa yang kau lakukan, Choi Sihoon?” Gumam Sihoon sembari menutup wajahnya.

——

Yongri terkejut saat melihat Sihoon yang berada di dalam mobil Siwon. Ia belum menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan laki-laki itu. Bagaimana jika Sihoon bertanya kembali seperti kemarin? Apa yang harus dijawabnya?

“D–dimana Siwon?” Tanya Yongri saat menyadari bahwa Sihoon yang duduk di kursi kemudi. Ia mencoba untuk bersikap biasa dengan laki-laki itu.

“Siwon sudah berangkat ke sekolah lebih dulu.” Jawab Sihoon tanpa semangat.

“Apa? Tetapi kenapa? Lalu, kenapa dia meninggalkan mobilnya di sini? Siwon naik apa ke sekolah?” Yongri terlihat terkejut dan khawatir.

“Masuklah dulu, Yongri-ya. Jika tidak kita bisa terlambat.” Kata Sihoon.

Yongri mengangguk dan segera duduk di samping Sihoon. Ia merasa beruntung karena Sihoon sepertinya tidak akan membahas kejadian kemarin sore saat ini. Lagipula, sepertinya laki-laki itu sedang ada masalah. Apa yang sedang terjadi? Lalu, kenapa Siwon pergi ke sekolah begitu saja?

“Siwon naik bis ke sekolah.” Kata Sihoon.

“Kenapa?” Tanya Yongri.

“Dia bilang ada sesuatu yang harus dikerjakannya di sekolah. Karena itu dia berangkat lebih dulu.” Jawab Sihoon.

Memang benar bahwa itu yang dikatakan Siwon tadi pagi. Tetapi Sihoon tau bahwa adik kembarnya itu hanya mencari alasan. Siwon mungkin masih memikirkan ucapan Sihoon semalam. Karena itulah Sihoon merasa sangat tidak semangat pagi ini.

“Bodoh. Seharusnya ia membawa mobilnya. Kalian bisa pergi bersama.” Ucap Yongri.

“Siwon sepertinya memikirkanmu. Bagaimana denganmu jika kami pergi lebih dulu?”

“Aku bisa pergi bersama Yongjae menggunakan motor.”

“Terlalu berbahaya untuk seorang perempuan naik motor.” Ucap Sihoon.

“Sebenarnya apa yang dilakukannya di sekolah?” Gumam Yongri.

Sihoon melirik Yongri dari sudut matanya. Siwon dan Yongri memang selalu saling mengkhawatirkan. Seharusnya Sihoon tau itu dan tidak mengatakan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Siwon. Seandainya ia bisa memutar waktu, Sihoon tidak akan mengatakan apa yang dikatakannya semalam.

“Yongri-ya..”

“Apa?”

“Tentang apa yang aku katakan kemarin sore..” Ujar Sihoon dengan menggantung. Yongri menahan nafasnya saat Sihoon membahas kejadian kemarin sore.

“Aku hanya bercanda.” Lanjut Sihoon.

“Apa?” Yongri terlihat terkejut.

“Maaf, aku tidak bermaksud untuk mempermainkanmu. Karena itu jangan terlalu dipikirkan, ya?” Kata Sihoon sembari menatap Yongri sekilas.

“Y–ya, tentu saja. K–kenapa aku harus memikirkannya?” Balas Yongri dengan senyum yang dipaksakan.

“Baguslah jika kau tidak memikirkannya. Aku merasa sangat bersalah jika kau harus menghabiskan waktumu, hanya untuk memikirkan pertanyaan konyol dariku.” Ujar Sihoon.

“Lagipula aku tau kalau kau hanya bercanda. Kau adalah seseorang yang tidak pernah bisa serius.” Ejek Yongri membuat Sihoon tertawa pelan. Baiklah, ia tidak perlu memikirkan lagi apa yang Sihoon katakan kemarin.

“Kau akan terkejut jika melihatku serius nanti.” Kata Sihoon.

“Aku rasa aku tidak akan pernah melihatnya.” Ucap Yongri sembari menjulurkan lidahnya.

——

Siwon menyandarkan punggungnya pada batang pohon besar dibelakangnya. Tidak terlalu banyak siswa siswi di sana karena hari masih terlalu pagi. Namun itulah tujuan Siwon datang ke sekolah pagi-pagi seperti itu. Ia ingin menyendiri tanpa menjadi pusat perhatian perempuan-perempuan di sana.

Siwon mulai akan membiasakan diri pergi ke sekolah menggunakan bis. Ia akan memberikan waktu untuk Sihoon dan Yongri bersama, seperti permintaan Sihoon. Walaupun Siwon tau mungkin Yongri akan merasa kesal padanya, karena Siwon menjauhi gadis itu.

Semua yang Siwon lakukan sangat bertentangan dengan keinginan hatinya. Ia merasa sangat aneh ketika mengatakan pada Sihoon bahwa ia akan menjauhi Yongri. Dan ia juga merasa sangat tidak rela ketika membiarkan Sihoon menggunakan mobilnya untuk berangkat sekolah bersama Yongri.

“Kau seorang diri?”

Siwon membuka matanya yang tanpa sadar tertutup. Ia melihat Hani berdiri di hadapannya. Melipat kedua tangannya dan menatap Siwon dengan angkuh. Siwon mengalihkan pandangannya dan tampak tidak tertarik dengan perempuan itu.

“Dimana sahabatmu itu? Apa dia sedang bersama Sihoon?” Tanya Hani.

“Apa urusanmu?!” Tanya Siwon balik.

“Yah, aku tidak ada urusan dengan sahabatmu. Tetapi aku ada urusan dengan kembaranmu itu.” Jawab Hani.

“Kau menyukai Sihoon?” Hani mengangguk cepat.

“Sihoon tidak menyukaimu.” Ucap Siwon. Hani terlihat tidak terkejut mendengar ucapan Siwon.

“Aku tau. Dia menyukai Yongri, kan?” Kata Hani dengan santai. Siwon yang terlihat terkejut.

“Darimana kau tau?”

“Hanya orang bodoh yang tidak tau. Aku dapat melihatnya dari mata Sihoon.”

“Lalu, apa maumu sebenarnya?” Siwon mulai terlihat tidak sabar.

“Kau sudah berteman lama dengan Yongri. Tidakkah kau menyukainya? Sedikit saja? Apa kau bisa membawa Yongri menjauh dari Sihoon?”

“Kenapa aku harus menurutimu? Lagipula aku menyetujui hubungan mereka.”

“Benarkah?” Ucap Hani sembari tersenyum mengejek.

“Kau akan kehilangan sahabatmu satu-satunya jika dia bersama Sihoon. Kau akan terasingkan, Choi Siwon.” Ujar Hani.

Siwon kembali mengalihkan pandangannya. Tidak ingin mendengar ucapan Hani lebih lanjut. Lagipula ia sudah tau resiko apa yang akan didapatkannya jika Sihoon dan Yongri bersama. Ia tidak perlu mendengarnya dari mulut orang lain.

“Bukankah tidak adil jika Yongri lebih memilih Sihoon daripada dirimu?”

“Kau yang lebih berhak bersama Yongri, Siwon-ah.”

“Walaupun Sihoon saudaramu, ia tidak berhak mengambil sesuatu yang menjadi milikmu.”

“CUKUP!” Teriak Siwon.

“Aku lebih tau yang terbaik untukku, Sihoon dan juga Yongri. Kau tidak perlu ikut campur!” Ucap Siwon penuh penekanan. Hani hanya menunjukkan senyum sinisnya.

“Dan aku peringatkan padamu untuk tidak menganggu Yongri ataupun Sihoon.” Pesan Siwon dan segera berlalu dari hadapan Hani. Kegiatan menyendirinya benar-benar terganggu.

Hani memutar badannya dan menatap kepergian Siwon. Senyum sinis tidak hilang dari wajah cantiknya. Ia memainkan ujung rambutnya dan matanya tidak lepas dari punggung tegap Siwon.

“Aku bisa menggunakanmu untuk menghentikan Sihoon dan Yongri.” Ucap Hani dengan senang.

——

“Siwon-ah..” Siwon menoleh saat mendengar suara Yongri memanggilnya. Ia melihat gadis itu berjalan bersama Sihoon. Siwon memaksakan senyumnya.

“Oh, kalian sudah datang.” Ucapnya.

“Kenapa kau pergi lebih dulu ke sekolah? Apa yang kau kerjakan?” Tanya Yongri.

“A–ada. Sesuatu.” Jawab Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan curiga. Sedangkan Sihoon hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Siwon. Ia merasa tidak enak mendengar Siwon terus berbohong hanya karena dirinya.

“Masuklah ke kelas. Aku harus ke ruang guru. Guru Lee memanggilku.” Kata Siwon dan kembali berjalan.

“Siwon-ah!” Yongri kembali memanggil. Siwon menghentikan langkahnya dan menoleh.

“Ruang guru di sebelah sana.” Kata Yongri sembari menunjuk ke arah sebelah kirinya. Sedangkan Siwon saat ini hendak berjalan ke arah sebelah kanannya.

“O–oh, kau benar. Aku akan ke sana. Sampai bertemu di kelas.” Ucap Siwon dan segera mengubah arah jalannya. Ia berlari kecil untuk meninggalkan Yongri dan Sihoon.

“Kau lihat itu ‘kan, Sihoon-ah? Ada yang aneh dengan Siwon.” Kata Yongri yang tidak ditanggapi apapun oleh Sihoon.

“Apa kau tau apa yang terjadi padanya, Sihoon-ah?” Tanya Yongri sembari menatap Sihoon. Sihoon masih menundukkan kepalanya.

“Sihoon-ah?” Panggil Yongri.

“Ya?” Sahut Sihoon terkejut.

“Ada apa? Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Kenapa kalian terlihat sangat aneh?” Tanya Yongri bingung. Sihoon tersenyum kecil.

“Tidak ada apa-apa. Ayo, ke kelas.” Jawab Sihoon yang berjalan lebih dulu.

Yongri menatap kepergian Sihoon dengan alis yang bertaut. Ia yakin ada sesuatu yang terjadi antara Sihoon dan Siwon. Tingkah laku kedua laki-laki itu terlihat sangat aneh pagi ini. Mereka juga tidak saling menyapa saat bertemu barusan. Ada apa? Yongri sangat ingin tau.

Yongri menghela nafas dan mengikuti Sihoon dari belakang. Walaupun berbeda kelas, kelas mereka masih bersebelahan. Setelah saling melambaikan tangan, Yongri masuk ke dalam kelasnya. Menghampiri mejanya dan meletakkan tasnya di atas meja. Ia melihat tas Siwon yang berada di kursi.

Mengedarkan pandangannya, Yongri melihat Kyuhyun, Donghae, dan Hyukjae sedang mengobrol di meja paling belakang. Yongri menghampiri mereka dan duduk di samping Donghae dengan wajah murungnya.

“Ini masih pagi, sayang.” Kata Hyukjae.

“Aku tau.” Sahut Yongri.

“Lalu kenapa wajahmu murung seperti itu?” Tanya Donghae.

“Kalian sudah bertemu Siwon?” Yongri balik bertanya.

“Dimana Siwon?” Tanya Kyuhyun.

“Berarti kalian belum bertemu dengannya.” Kata Yongri menyimpulkan.

“Ada apa? Memangnya Siwon di mana? Bukankah kalian selalu datang bersama?” Ucap Donghae.

“Tidak untuk hari ini. Sikap Siwon benar-benar aneh, teman-teman.” Keluh Yongri.

“Aneh bagaimana maksudmu?! Katakan dengan jelas, Choi Yongri.” Kata Kyuhyun sembari mendorong kening Yongri.

“Ia pergi ke sekolah pagi-pagi sekali naik bis. Membiarkan mobilnya di bawa oleh Sihoon. Dia bilang ada sesuatu yang harus dilakukannya di sekolah. Aku bertemu dengannya tadi sebelum masuk ke kelas. Dia bilang ingin pergi ke ruang guru, tetapi ia memilih jalan yang salah. Tidakkah menurut kalian itu aneh?” Tanya Yongri. Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae saling menatap sebentar sebelum akhirnya menatap Yongri secara bersamaan.

“Tidak juga.” Jawab Hyukjae. Yongri menatap Hyukjae sembari cemberut.

“Yah, mungkin saja memang ada sesuatu yang harus Siwon lakukan di sekolah. Kenapa dia meninggalkan mobilnya? Mungkin dia merasa kasihan pada Sihoon jika harus pergi ke sekolah menggunakan kendaraan umum. Lalu, tentang salah jalan, setiap orang pernah melakukannya, Yongri-ya. Maksudku, pikiran seseorang bisa tidak fokus untuk beberapa saat.” Jelas Hyukjae.

Kyuhyun dan Donghae memberikan tepuk tangan setelah Hyukjae menyelesaikan penjelasannya. Sedangkan Hyukjae menunjukkan wajah sombongnya setelah berhasil menjelaskan sesuatu yang masuk akal pada Yongri.

“Hyukjae benar, Yongri-ya.” Ucap Donghae menyetujui.

“Jadi, menurut kalian Siwon tidak aneh?”

“Tidak.” Jawab ketiga laki-laki itu secara bersamaan.

“Aku merasa sesuatu terjadi padanya.” Gumam Yongri.

“Jangan memikirkan yang tidak-tidak. Kau tau sendiri jika Siwon memiliki masalah, ia akan langsung menceritakannya pada kita. Atau langsung menceritakannya padamu jika masalah itu cukup serius.” Kata Kyuhyun.

“Bagaimana jika tiba-tiba Siwon tidak ingin menceritakannya?” Tanya Yongri.

“Tidak mungkin.” Jawab Hyukjae.

“Mungkin saja.” Sahut Donghae. Yongri langsung menatap Donghae dengan serius.

“Dan kita tidak mungkin memaksanya, kan? Setiap orang bisa memiliki rahasia, Yongri-ya.”

“Tetapi Siwon dan aku tidak pernah memiliki rahasia. Kami selalu menceritakan apapun masalah kami.”

“Mungkin masalah yang satu ini benar-benar serius.”

“Yah, sudahlah. Kita hanya perlu menunggu jika itu benar-benar terjadi. Lagipula kami belum bertemu dengannya. Kami tidak tau apakah Siwon benar-benar aneh atau tidak.” Kata Kyuhyun.

“Itu dia!” Tunjuk Hyukjae saat Siwon baru saja masuk ke dalam kelas.

“Siwon-ah!” Panggil Donghae. Siwon menatap mereka dan melambaikan tangannya. Laki-laki itu berjalan menghampiri mereka.

“Lihat, dia tidak aneh.” Bisik Hyukjae.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya Siwon yang sudah berdiri di samping meja.

“Perempuan.” Jawab Hyukjae dengan cengirannya. Siwon mendengus.

“Dua bulan lagi akan ada pertandingan basket. Jika kita menang, kita akan mewakili Korea Selatan untuk kejuaraan dunia di tingkat pelajar.” Kata Siwon membuat mereka semangat, kecuali Yongri.

“Benarkah?”

“Eo. Karena itu mulai sekarang kita akan latihan lebih intensif lagi.”

“Tidak masalah. Aku siap melakukannya. Kapan lagi kita bisa ke luar negeri secara gratis?” Ucap Kyuhyun senang.

“Sore ini kita libur latihan dulu. Mulai besok kita akan latihan lebih keras.” Jelas Siwon.

“Siap!” Sahut mereka.

“Aku kembali ke kursiku dulu.” Kata Siwon dan segera meninggalkan mereka. Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Lihat! Dia bahkan tidak menegurku!” Sungut Yongri.

“Kalau begitu datangi dia dan tanyakan padanya.” Saran Donghae.

Yongri mengikuti saran Donghae dan segera meninggalkan ketiga laki-laki itu. Menduduki kursinya di sebelah Siwon yang tampak sedang membaca sebuah buku pelajaran. Yongri yakin bahwa Siwon tau tentang kehadirannya di sana.

“Siwon-ah.” Panggil Yongri.

“Hmm?” Gumam Siwon tanpa menatapnya.

“Kau marah padaku? Apa aku berbuat salah padamu?” Tanya Yongri dan membuat Siwon menoleh.

“Kenapa? Apa kau merasa berbuat salah padaku?” Tanya Siwon balik.

“Tidak.” Jawab Yongri cepat.

“Kau sudah menemukan jawaban atas pertanyaanmu, kan?” Ujar Siwon dengan tersenyum.

Yongri akhirnya memilih mengalihkan pandangannya dari Siwon. Menumpu kedua tangannya di meja dan menyembunyikan wajahnya di sana. Tidak menyadari bahwa Siwon sedang menatapnya sekarang. Siwon merasa bersalah karena sudah mengacuhkan sahabatnya itu.

“Aku sudah memesan tiket konser Super Junior untuk akhir minggu nanti.” Kata Siwon yang sudah kembali menatap buku.

Yongri mengangkat kepalanya dan menatap Siwon dengan terkejut. Ia baru saja mengatakannya kemarin sore dan sekarang laki-laki itu sudah memesannya. Yongri merasa sangat senang tentu saja. Kekesalannya pada laki-laki itu pun seolah hilang entah kemana. Dalam beberapa hari lagi ia akan bertemu dengan pangeran-pangeran tercintanya.

——

Eunhee yang baru saja menyelesaikan kegiatannya mencuci piring segera mengusap tangannya hingga kering. Meninggalkan dapur, Eunhee tidak menuju ke kamarnya. Melainkan menaiki tangga untuk menuju ke lantai dua, dimana kamar Siwon dan Sihoon berada.

Eunhee melewati kamar Sihoon begitu saja karena wanita itu memang tidak berniat untuk menemui Sihoon. Ia berdiri di depan kamar Siwon dan menatap pintu kamar anaknya itu dalam waktu yang cukup lama.

Wanita itu mengangkat tangannya dan bersiap untuk mengetuk pintu kamar Siwon. Namun ia mengurungkan niatnya dan menurunkan tangannya kembali. Setelah memantapkan hatinya, Eunhee pun akhirnya benar-benar mengetuk pintu kamar Siwon dan kemudian membukanya.

“Eomma..” Sapa Siwon.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Eunhee yang masih berada di depan pintu.

“Hanya membaca buku.” Jawab Siwon.

“Masuklah, eomma.” Katanya kemudian.

Eunhee masuk ke kamar Siwon dan menghampiri Siwon yang sedang duduk di atas tempat tidur. Setelahnya ia duduk di atas tempat tidur, tepat di hadapan Siwon. Siwon menutup bukunya dan tersenyum pada Eunhee.

“Ada apa, eomma?” Tanya Siwon sembari memiringkan kepalanya. Eunhee tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu.

“Sepertinya wajah ibuku semakin bertambah tua.” Gumam Siwon memperhatikan wajah Eunhee.

“Benarkah?” Sahut Eunhee memegangi pipiny.

“Apa restaurant semakin sepi akhir-akhir ini, eomma?”

“Tidak, sayang. Justru sangat ramai. Karena itu eomma mendapatkan banyak keuntungan.”

“Mana bagianku?” Pinta Siwon dengan bercanda. Eunhee tertawa pelan.

“Bagaimana dengan sekolahmu? Apa kau masih terus menjadi yang pertama?” Tanya Eunhee.

“Tentu saja, eomma. Tidak mudah untuk mereka mengalahkanku.” Jawab Siwon sedikit sombong.

“Darimana sebenarnya kepintaranmu itu?” Gumam Eunhee.

“Tentu saja darimu, eomma. Kau tenang saja. Ketika aku naik ke kelas 3 nanti, aku akan terus mempertahankan prestasiku. Sehingga aku akan memberikan kata sambutan ketika ucapara kelulusan dan membuatmu bangga.” Kata Siwon membuat Eunhee merasa haru dan juga senang. Eunhee menghela nafas dan menatap Siwon dengan intens.

“Dengan kepintaranmu itu, bukankah kau bisa sekolah di luar negeri?” Tanya Eunhee. Siwon mengangguk.

“Aku bisa sekolah di mana pun.” Jawab Siwon.

“Bagaimana dengan Amerika? Bukankah sekolah-sekolah di sana sangat bagus?” Ucap Eunhee menawarkan.

“Amerika?” Siwon terlihat berpikir.

Namun tiba-tiba laki-laki itu tersentak dan menatap Eunhee dengan serius. Eunhee yang menyadari tatapan Siwon pun terlihat merasa bersalah. Tatapan Siwon berubah menjadi tatapan kekecewaan.

“Kau ingin mengirimku pada appa?” Tebak Siwon.

“Ayahmu menginginkan salah satu dari kalian untuk tinggal bersamanya.” Kata Eunhee dengan sedih.

“Setelah dia puas tinggal bersama Sihoon, sekarang dia ingin tinggal bersamaku?” Ucap Siwon tidak percaya.

“Bukan begitu, sayang.” Bantah Eunhee.

“Ah, atau eomma yang ingin menyingkirkanku? Karena sudah ada Sihoon disini?” Siwon tidak dapat menutupi kekecewaannya.

Perlahan namun pasti orang-orang disekitarnya ingin meninggalkannya. Apa perhatian mereka akan mengarah pada Sihoon sekarang? Hanya karena mereka kembar, apa ia harus merasakan apa yang Sihoon rasakan dulu?

“Bukan itu maksud eomma, Siwon-ah.” Eunhee mencoba untuk menjelaskan.

“Wah, aku benar-benar tidak menyangka.” Kata Siwon sembari berdiri. Ia mencoba untuk tidak menunjukkan matanya yang berkaca-kaca pada Eunhee.

“Siwon-ah..”

“Apa sejak dulu kau terpaksa merawatku, eomma? Hanya karena appa lebih dulu memilih Sihoon?” Tanya Siwon.

“Tidak seperti itu, Siwon-ah. Eomma menyayangimu sama seperti eomma menyayangi Sihoon.” Bantah Eunhee.

“Tetapi nyatanya kau ingin mengusirku, eomma!” Bentak Siwon.

“Dengarkan penjelasanku terlebih dahulu, okay?” Pinta Eunhee yang sudah ikut berdiri.

“Aku tidak membutuhkannya, eomma. Jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi.” Kata Siwon dan segera meninggalkan kamarnya.

“Siwon-ah! Siwon-ah!” Eunhee berlari kecil untuk mengejar Siwon. Tetapi langkah Siwon yang lebar menyulitkan Eunhee.

“Eomma, ada apa?” Sihoon yang mendengar Eunhee berteriak segera keluar dari kamarnya.

“Sihoon-ah..” Ucap Eunhee dengan menangis.

“Ada apa?” Tanya Sihoon lagi.

“Aku tidak bermaksud mengusirnya.” Kata Eunhee.

“Siapa, eomma? Siapa yang kau maksud? Katakan padaku ada apa?” Sihoon terlihat bingung.

“Siwon. Eomma pikir tidak ada salahnya jika ia tinggal bersama ayah kalian untuk sementara waktu.” Jelas Eunhee.

“Apa? Eomma menyuruh Siwon tinggal bersama appa?”

“Eomma tidak bermaksud mengusirnya, Sihoon-ah.”

Sihoon menatap ke arah tangga yang mungkin baru saja dilewati oleh Siwon. Ia yakin Siwon merasa sangat marah sekarang. Dirinya bahkan belum sempat meminta maaf atas apa yang dikatakannya kemarin. Tetapi Eunhee menambah luka hati Siwon dengan menyuruhnya tinggal di Amerika.

——

–To Be Continued–

HAI! Lama ya part ini..

Jadi gini ya. Aku udah tekanin dari awal kalo kalian gak suka sama FF aku, kalian gak perlu comment, gak perlu baca, dan silahkan tinggalin blog aku. Aku tau bahwa gak semua FF aku bisa diterima oleh kalian semua. Dan aku juga gak nuntut kalian untuk menyukai semua FF aku. Tapi aku minta tolong banget, jangan comment FF aku dengan kata-kata yang buat aku down. Aku bener-bener gak nyangka kalo ada dari kalian yang berharap FF ini gak dilanjutin. Kok bisa setega itu? Bener-bener buat mood aku untuk ngetik FF turun ke taraf paling bawah T.T

Itu alasan kenapa aku lama banget lanjutin FF ini. Maaf banget. Jadi, aku tegasin sekali lagi ya temen-temen. Mohon banget kerjasamanya. Jangan comment FF aku dengan kata-kata yang meyakitkan. Jika sekali lagi aku nemuin itu, aku mungkin bakal stop nulis FF dan nutup ini blog.

Happy reading!

BYE~

Advertisements

74 thoughts on “Love in Friendship – Part 4

  1. Dari awal aku sih kurang suka sama sihoon, ga tau kenapa. Padahal dia jg kan ga jahat. Siwon lg ngerasa galau dan tersingkir, semoga yongri tau dan bs ngehibur siwon

  2. Yah.,, siwon salah sangka..,, mngkin mksud ibunya itu biar Siwon jga ngerasain kasih sayang ayahnya..,, tpi siwon malah mikirnya lain…. Lanjut terus dong.,, thor…. Aku salah satu reader setiamu… Dan ff ini jga salah satu yg trbaik dan terfavorit mnurut aku… Hwaiting….!!!

  3. Siapa eon yg ngomong kaya gitu, kurang ajar banget ada reader kaya gitu, gak punya malu kali dia eon. Gak usah peduliin apa kata orang lain, fokus aja eon. Readers Setia akan selalu mendukungmu kok.
    Ibunya siwon aturan jangan ngomong kaya gitu, secara gak langsung dia emang mau nyingkirin siwon mungkin bukan maksud dia kaya gitu, dan siwonnya juga salah paham. Aku kenapa lebih setujunya siwon-yongri ya, soalnya sudah melekat dihati si pasangan ini kkkk.

  4. Siwon beneran seriu buat dukunh youngri sama sihoon sampai dia jahuin youngri kayak gitu…

    Masalah satu belum selesai eeh malah nambah masalah baru buat siwon kan siwon tambah down tuh…

  5. pertama kembaranya yg menginkan siwon supaya mau mengalah bt ngejauhi yongri sakrg ibunya jg menyuruh siwon ke amerika bt tinggal bersama ayahnya bt sementara waktu kan jdi kashan ma siwon,,tpi ga papa deh dri pd tar sakit hati mendingan ke amerika aja bt menjauh dri yongri ma sihon..penasaran ma perasaan yongri ke sihon sbenarnya gmn sh.

  6. Siwon oppa jd sensitif bgt, ia merasa ia hrs pergi dr semua org yg ia sayangi, ia sendiri blm paham apakah ia pernah sdkt menyukai Yongri atau benar2 krn sdh bersahabat lama lalu tiba2 hrs sdkt menjauh rasanya sgt berbeda dr sblmnya, ia tdk ingin kehilangan Yongri, hati2 dgn Hani, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  7. Mungkin sbnernya Siwon udah ada rasa kali ya ama Yongri. Tpi dia nyangkal dan juga ngga nyadar. Dia lgi bnyak masalah sampe akhirnya jdi sensitif ama ibunya, juga apa dia bakalan kuat ngacangin Yongri mulu.
    Klo Yongri sbnernya itu gmana sih? Aku nympe ngga bsa nebak, tpi jujur aku bner2 ngga suka klo Yongri ama Sihoon. Fighting author, klo yg ngedukung lebih bnyak lanjutin aja ngga usah pikirin org yg buat sakit ati 🙂 😀 😀

  8. haaaahh aku baru baca hari ini padahal udah aku simpen di halaman tersimpan aku sibuk sekolah sampe ga ada waktu buat baca huhu sedih ngeliat siwon harus ngejauhin yongri padahal pertemanan mereka udah bahagia tapi ga bisa nyalahin sihoon juga karna suka sama yongri itu hak dia tapi ga rela aja liat siwon jauhio yongri

  9. Woahh ternyata siwon makin sensitif ya akhir2 ini~ pasti dia ngerasa lama-lama terusik gituu, jadi ga nyaman gara2 ada sihoon. Kasihan juga sihh, tapi kalo dia mau emg gamau pergi, dia bisa nolak baik2 kalii. Kasihan noh emaknyaa xD

    Niceee eon!!

  10. kasihan siwon.. masak dia harus selalu ngalah.. mslah hati di ngalah juga.. dan dia juga harus pindah ke tmpat ayah nya. dan harus jauhan dng yongri

  11. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  12. ishh sebenernya siwon suka gak sih sama yongri?
    tp knpa gtu banget
    udah sakit ngerelain yongri ehh ini ditambah sakit sama ibunya
    sedih liat nya siwon begtu
    siwon pergi kmna itu??
    hemm hani mulai menampakan taringnya pingin hajar tu cewek nyebelin. baru anak pindahan aja udah menyebalkan an

  13. uuuuu siwonnya kasian T.T
    cini peluk :’D Jadi gak suka sihoon, hani juga, semua yg ada di ff ini buat sebelllll…. Siwon berasa dipinggirin(?) gitulah :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s