Love in Friendship – Part 3

PicsArt_08-31-02.53.43

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

“Siwon-ah!”

Siwon tersentak dan tersadar dari lamunannya.

“Apa yang kau lakukan di sana? Ayo! Sihoon sudah membawa Yongri ke UKS.” Kata Kyuhyun.

Siwon mengangguk dan menatap teman-temannya yang berlari untuk menyusul Sihoon. Siwon menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak mengerti dengan apa yang baru saja dipikirkannya. Dan ia tidak tau dari mana pemikiran tidak masuk akal yang baru saja terlintas di kepalanya itu.

Memangnya kenapa jika ada orang lain yang menolong Yongri? Bukankah yang terpenting adalah keselamatan gadis itu? Keselamatan sahabatnya? Dia tidak harus selalu menjadi yang pertama, kan? Benar. Mereka bukanlah suami istri. Siwon tidak harus selalu ada untuk Yongri. Begitu pun sebaliknya.

Siwon menepuk kedua pipinya dengan pelan. Mengambil barang-barangnya yang ada di pinggir lapangan serta tas Yongri. Setelahnya Siwon berlari kecil untuk menyusul mereka yang mungkin sudah berada di UKS. Ia mengkhawatirkan keadaan Yongri.

Sesampainya di UKS, ia melihat Yongri berbaring di atas tempat tidur. Disisinya terdapat Sihoon beserta yang lainnya. Siwon menghampiri tempat tidur gadis itu dan berdiri disisinya setelah teman-temannya memberikan tempat untuknya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

“Kepalaku sakit.” Jawab Yongri mengeluh. Siwon melihat hidung gadis itu merah. Ada bekas darah diantara bibir dan hidungnya.

“Kenapa kau ceroboh sekali? Kenapa tidak menghindar saat ada bola ke arahmu?” Omel Siwon sembari mengambilkan minum untuk Yongri.

“Yongri-ya, maaf. Aku tidak bermaksud melempar bola ke arahmu.” Sesal Donghae. Hyukjae memukul kepala Donghae.

“Itulah mengapa aku bilang kau tidak pantas menjadi anggota basket. Kau terlalu pendek untuk melihat ke sekitarmu.” Ejek Hyukjae.

“Ya! Beda tinggi kita bahkan tidak sampai 5 centimeter.” Balas Donghae tidak terima di ejek Hyukjae.

Yongri tertawa melihat kedua orang itu bertengkar. Teman-temannya selalu mampu membuatnya tertawa dalam keadaan apapun. Mana mungkin ia bisa marah kepada Donghae hanya karena hal yang tidak disengaja seperti ini. Lagipula semua ini juga terjadi karena kecerobohannya.

“Yah, hentikan. Aku tidak apa-apa. Aku tau kau tidak sengaja, Donghae-ya.” Kata Yongri.

“Apa kepalamu masih sakit?” Tanya Sihoon yang juga merasa khawatir. Siwon menatap Sihoon saat mendengar nada khawatir dari kembarannya itu.

“Sedikit.” Jawab Yongri singkat.

Tiba-tiba Yongri teringat dengan pelukan Sihoon tadi. Pelukan yang tidak sengaja namun mampu membuat Yongri merasa hangat. Yongri juga ingat bagaimana Sihoon menggendongnya saat mereka datang ke UKS ini. Yongri merasa aneh.

“Apa sebaiknya kau ke rumah sakit saja? Bagaimana jika hidungmu patah?” Tanya Kyuhyun.

“Kyuhyun benar. Aku akan mengantarmu ke rumah sakit.” Timpal Siwon.

“Tidak. Aku baik-baik saja. Lagipula itu hanya bola basket.” Jawab Yongri. Mereka masih menatap Yongri dengan khawatir.

“Aku ingin pulang saja.” Kata Yongri berusaha untuk bangun.

Siwon dan Sihoon bergerak cepat untuk membantu gadis itu. Membuat Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae menatap mereka dengan bingung dan terkejut. Mereka melihat ada sebuah persaingan antara kedua saudara itu. Namun mereka mencoba untuk menepisnya.

“Aku akan membantumu.” Kata Sihoon saat melihat Siwon membawa banyak barang. Berbeda dengannya yang hanya membawa sebuah tas dipunggungnya.

“Tidak. Aku akan menggendongnya. Pegang ini.” Ujar Siwon sembari memberikan barang-barangnya pada Sihoon.

Sihoon yang terkejut tidak dapat melakukan apapun selain menerimanya. Siwon membalikkan badannya dan memberikan punggungnya di hadapan Yongri. Yongri hanya menatap Siwon dan Sihoon secara bergantian.

“Naiklah. Aku akan menggendongmu sampai ke tempat parkir.” Kata Siwon.

“Aku bisa berjalan sendiri. Aku tau kau lelah habis latihan basket.” Tolak Yongri sembari berusaha turun dari tempat tidur.

“Naiklah, cepat. Aku tidak mau kau pingsan. Itu akan semakin merepotkanku.” Keluh Siwon.

Yongri mencibir pelan mendengar keluhan Siwon. Namun kemudian ia menaiki punggung tegap Siwon. Yongri memeluk leher Siwon dengan erat. Dan Siwon menempatkan tangannya di bawah lutut gadis itu.

“Kami pulang dulu, sampai jumpa besok.” Pamit Siwon. Yongri melambaikan tangannya pada teman-temannya.

Sihoon menatap Yongri yang berada di dalam gendongan Siwon. Ia tiba-tiba merasa sangat kesal. Siwon tau bahwa ia menyukai Yongri. Lalu kenapa laki-laki itu tidak memberinya dukungan? Sihoon bahkan sudah meminta Siwon untuk menjodohkan mereka. Tetapi Siwon seolah tidak peduli dan tidak memberinya kesempatan untuk mendekati Yongri.

“Kau tidak ikut pulang, Sihoon-ah?” Tanya Donghae saat melihat Sihoon melamun.

“Eo? Mereka sudah pergi?” Tanya Sihoon balik seperti orang bodoh.

“Ya, mereka sudah pergi. Kau harus cepat jika tidak ingin Siwon meninggalkanmu.” Jawab Kyuhyun.

“Aku pulang dulu kalau begitu. Sampai jumpa.” Pamit Sihoon dan segera keluar untuk menyusul Siwon dan Yongri.

——

Mobil Siwon sampai di depan rumah Yongri. Siwon langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Yongri. Laki-laki itu kembali menyodorkan punggungnya pada Yongri. Namun Yongri memukulnya pelan dan melewatinya begitu saja. Sihoon yang melihatnya mencoba untuk menahan tawanya.

“Bola itu melukai hidungku. Bukan kakiku. Aku masih bisa berjalan.” Gerutu Yongri sembari memasuki rumahnya.

Siwon menegakkan tubuhnya dan menatap Sihoon dengan kesal. Kesal karena kembarannya itu menertawakannya. Sihoon membalas tatapan Siwon dengan pandangan bertanya. Siwon membuang pandangannya dan menyusul Yongri masuk ke dalam rumah gadis itu.

Sihoon mengikuti Siwon untuk masuk ke dalam rumah Yongri. Ia memang belum pernah ke rumah gadis itu. Tentu saja Sihoon merasa sangat antusias. Sihoon berharap ini awal dari hubungannya dengan Yongri. Semoga saja setelah ini Sihoon akan semakin sering berkunjung ke sini.

“Kau kenapa?” Heeran terlihat terkejut saat melihat wajah Yongri.

Wajah gadis itu terlihat pucat dengan hidungnya yang merah. Heeran segera menghampiri Yongri dan memegang lengannya.

“Aku tidak apa-apa, eomma.” Jawab Yongri pelan.

“Hidungnya terkena bola basket, eommonim.” Kata Siwon.

“Apa? Kenapa bisa? Apakah sakit?” Tanya Heeran sembari menatap hidung Yongri.

“Sedikit, eomma. Besok juga sembuh.” Ujar Yongri berusaha untuk tidak membuat Heeran khawatir.

“Naiklah ke kamarmu. Eomma akan membawakanmu handuk untuk mengompres hidungmu agar tidak membengkak.” Kata Heeran.

“Ya, eomma.”

“Kalian tolong temani Yongri sebentar.” Pinta Heeran.

“Ya, eommonim.” Sahut Siwon dan Sihoon bersamaan.

Yongri, Siwon, dan Sihoon bersama-sama naik ke lantai dua untuk menuju ke kamar Yongri. Siwon masuk ke kamar Yongri tanpa rasa canggung. Berbeda dengan Sihoon yang terlihat ragu-ragu, walaupun tetap melangkahkah kakinya ke dalam. Sihoon memperhatikan kamar Yongri saat sudah berada di dalam.

“Yah, aku baik-baik saja. Kalian pulanglah. Karena kalian ada di sini eomma akan merasa khawatir.” Ucap Yongri.

“Kau tidak dengar apa kata ibumu tadi? Dia meminta kami menemanimu.” Kata Siwon.

“Aish, aku hanya terkena bola tetapi sudah seperti tertabrak mobil.” Gerutu Yongri.

“Berhenti bicara yang tidak-tidak.” Siwon mendorong pelan kepala Yongri.

“Apa kau membutuhkan sesuatu, Yongri-ya? Aku bisa mengambilkannya untukmu.” Tanya Sihoon menawarkan. Siwon menatap Sihoon.

Yongri juga menatap Sihoon dan terdiam. Dan ia kembali teringat akan pelukan laki-laki itu. Yongri benar-benar merasa ada yang aneh pada dirinya. Beberapa waktu lalu ia sangat kesal pada Sihoon. Tetapi saat ini kekesalannya entah meluap kemana.

“Yongri-ya..” Panggil Sihoon sembari melambaikan tangannya di depan wajah Yongri.

“Eo? A–ada apa?” Tanya Yongri dengan wajah bodohnya. Sihoon tersenyum geli.

“Kau membutuhkan sesuatu?” Sihoon mengulangi pertanyaannya.

“Ah, tidak. Aku tidak membutuhkan apa-apa.” Jawab Yongri sembari menggaruk kepalanya.

“Gerakan apa itu?” Tanya Siwon heran.

“Apa?” Tanya Yongri balik dengan bingung.

“Kenapa kau seperti seseorang yang salah tingkah?” Selidik Siwon dengan mata memicing. Yongri menatap Siwon dengan mata yang melebar.

“S–siapa–siapa yang salah t–tingkah? Apa k–kau gila?!” Yongri tanpa sadar meninggikan suaranya.

“Sekarang kau bahkan berbicara dengan terbata seperti itu.” Kata Siwon semakin curiga. Sihoon menatap Yongri dengan memiringkan kepalanya. Ia setuju dengan ucapan Siwon.

“Dasar gila!” Maki Yongri pada Siwon.

“Lebih baik kalian pulang. Kepalaku sakit dan aku butuh istirahat.” Usir Yongri.

Ia mendorong tubuh Siwon untuk keluar dari kamarnya. Siwon mengikuti dorongan Yongri dan keluar dari kamar gadis itu. Saat menoleh, Siwon terkejut karena Sihoon masih berada di dalam kamar Yongri. Siwon kembali masuk ke dalam kamar Yongri dan memegang tangan Sihoon.

“Kau tidak dengar? Yongri mengusir kita.” Ujar Siwon sembari menarik Sihoon keluar.

“Iya, tapi sebentar, Siwon-ah.” Sihoon mencoba melepaskan genggaman tangan Siwon padanya.

“Aku mengkhawatirkan Yongri.” Kata Sihoon.

“Kau pikir aku tidak?” Sahut Siwon.

“Kalian bisa melanjutkan pertengkaran kalian di rumah, okay? Terima kasih dan sampai jumpa.” Ucap Yongri diakhiri dengan menutup pintu kamarnya dihadapan Siwon dan Sihoon.

Siwon dan Sihoon menatap pintu kamar Yongri sebelum akhirnya mereka saling menatap. Siwon menaikan bahunya seolah tidak peduli dan berbalik untuk meninggalkan rumah Yongri. Namun Sihoon menahannya dan membuat laki-laki itu kembali menatapnya.

“Ada apa denganmu?” Tanya Sihoon.

“Aku? Ada apa denganku?” Tanya Siwon balik dengan bingung.

“Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku menyukai Yongri.” Kata Sihoon.

“Lalu?”

“Aku bahkan memintamu untuk menjodohkanku dengannya.”

“Aku tidak pernah menyanggupinya.” Sahut Siwon dengan santai.

“Kenapa?” Protes Sihoon.

“Karena Yongri adalah sahabatku.” Ucap Siwon.

“Apa?”

“Kenapa kalian berada di luar?” Pertanyaan dari Heeran menghentikan perdebatan mereka.

“Eommonim..” Ucap keduanya secara bersamaan.

“Yongri ingin istirahat, eommonim.” Jawab Sihoon.

“Ah, begitukah? Kalau begitu kalian pulanglah. Terima kasih karena sudah menemani Yongri.” Kata Heeran dan segera masuk ke dalam kamar Yongri.

Siwon dan Sihoon kembali saling menatap. Sihoon terlihat ingin mengatakan sesuatu namun mengurungkan niatnya. Siwon menyunggingkan senyum kecilnya sebelum akhirnya meninggalkan Sihoon untuk pulang ke rumah.

Sihoon menatap kepergian Siwon dengan kesal. Memangnya kenapa jika Yongri sahabat Siwon? Apa ada larangan untuk menyukai sahabat saudaramu? Semua orang bebas untuk menyukai siapa saja, kan? Sihoon merasa alasan yang dibuat Siwon sangat tidak masuk akal.

“Aku tidak akan menyerah. Lihat saja.” Gumam Sihoon dan segera turun untuk pulang ke rumah.

——

“Eomma, pelan-pelan.” Keluh Yongri saat Heeran sedang mengompres hidungnya.

“Kenapa bisa seperti ini, huh? Kenapa kau tidak hati-hati? Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit? Bagaimana jika hidungmu patah?” Heeran terlihat ngeri dan khawatir.

“Eomma! Aku masih bisa bernafas dengan baik. Aku juga masih bisa mencium bau. Hidungku baik-baik saja.” Kata Yongri dengan wajah meyakinkan.

“Awas saja jika besok kau merengek pada eomma, kalau tiba-tiba hidungmu kenapa-kenapa.”

“Ya, eomma! Jangan menakutiku.” Ucap Yongri dengan kesal.

Heeran tersenyum geli. Kemudian wanita itu terlihat sangat fokus pada hidung Yongri. Ia mengusap hidung Yongri dengan pelan. Takut membuat anak sulungnya itu merasa kesakitan. Heeran juga membersihkan bekas darah pada wajah Yongri.

“Eomma..” Panggil Yongri dengan ragu.

“Kenapa?” Sahut Heeran tanpa menatap gadis itu. Matanya terfokus pada hidung Yongri.

“Ehm, jadi begini–ketika kita dipeluk oleh seorang l–laki-laki dan kita merasa ada yang aneh. Apa artinya itu?” Tanya Yongri. Heeran menghentikan gerakannya dan menatap Yongri penuh minat.

“Siapa yang memelukmu? Siwon? Kau merasa aneh saat Siwon memelukmu? Bukankah itu hal biasa untuk kalian?”

“Tidak, eomma. Bukan Siwon.”

“Lalu?” Heeran menaikkan sebelah alisnya. Yongri terdiam.

“Ah, Sihoon yang melakukannya?” Tebak Heeran. Mata Yongri melebar dengan sempurna.

“B–bukan!” Bantah Yongri dengan gugup. Heeran memicingkan matanya. Gerak-gerik putrinya terlihat mencurigakan.

“I–ini bukan tentangku, eomma. T–temanku, ya, temanku yang bertanya.” Ucap Yongri dengan terbata.

“Sejak kapan kau punya teman perempuan? Temanmu selama ini hanya laki-laki.” Selidik Heeran. Yongri terlihat tersinggung.

“Aku memilikinya, eomma. Aku hanya tidak terlalu dekat dengan mereka.” Sungut Yongri.

“Jadi, bisakah eomma menjawab pertanyaanku?” Pinta Yongri. Heeran menghela nafas dan terlihat berpikir.

“Mungkin perempuan itu menyukainya?” Ucap Heeran terdengar tidak yakin.

“Tidak mungkin!” Sela Yongri langsung membuat Heeran terkejut.

“Itu–maksudku, perempuan itu sangat membenci laki-laki itu. Jadi, dia tidak mungkin menyukainya.” Kata Yongri diakhiri dengan cengiran.

“Mungkin saja perasaannya telah berubah.” Ujar Heeran sembari menyelesaikan kegiatannya. Wanita itu memasukkan handuk ke dalam baskom dan segera berdiri. Mengabaikan wajah bingung Yongri.

“Istirahatlah.” Ucap Heeran dan segera berjalan meninggalkan kamar Yongri.

Yongri terdiam memikirkan ucapan Heeran. Tidak mungkin dia menyukai Sihoon. Yongri sangat tidak menyukai laki-laki itu. Tetapi saat mendengar cerita tentang kehidupannya di Amerika tadi, Yongri merasa sangat sedih dan juga kasihan.

Yongri menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala. Ia menghela nafas panjang. Tidak mungkin perasaannya kepada Sihoon berubah secepat ini. Yongri yakin perasaan aneh itu timbul karena ia tidak pernah di peluk laki-laki lain, selain Siwon. Ya, Yongri yakin karena itu.

——

Yongri memandangi papan tulis dengan mata sayu. Ia benar-benar merasa mengantuk saat ini. Rumus-rumus yang tertulis di papan tersebut terlihat menari-nari dihadapan Yongri. Seolah mengejek gadis itu karena ia tidak dapat mengingatnya.

Yongri tersentak saat Siwon menyenggolnya. Ia menoleh dan menemukan Siwon sedang menunjuk ke arah papan tulis. Bermaksud untuk menyuruh gadis itu fokus belajar. Yongri hanya mencibir pelan dan membuang wajahnya. Memejamkan matanya sebentar sepertinya tidak masalah.

“Siapa yang bersedia mengerjakan soal di papan tulis?” Tanya Guru Lee. Guru laki-laki dengan perut sedikit membuncit.

“Choi Yongri.” Panggil Guru Lee. Yongri kembali tersentak dengan mata yang terbuka lebar.

“Saya, saem!” Siwon langsung mengulurkan tangannya ke atas.

“Oh, Siwon-ah. Maju ke depan dan kerjakan.” Kata Guru Lee.

Siwon dan Yongri saling menatap. Laki-laki itu mengedipkan sebelah matanya pada Yongri sebelum akhirnya berdiri dan maju ke depan. Yongri tersenyum lega. Siwon selalu menyelamatkannya dari pelajaran matematika.

“Yah, Choi Yongri.” Bisik Kyuhyun dari belakang.

Yongri menatap Guru Lee sebentar sebelum akhirnya menoleh ke belakang untuk menatap Kyuhyun. Yongri menatap Kyuhyun dengan pandangan bertanya. Tidak berani mengeluarkan suara karena jika Guru Lee mendengarnya, mereka akan tamat.

“Apa kau tidur terlambat lagi?” Tebak Kyuhyun masih dengan berbisik.

Yongri meletakkan telunjuknya di depan bibir. Terlihat tidak berniat untuk menjawab pertanyaan laki-laki itu. Yongri kembali menghadap ke depan. Namun Kyuhyun kembali memanggilnya dengan menendang pelan kursinya. Yongri menggeram dan menoleh.

Yongri memberikan gerakan seperti ingin memukul Kyuhyun. Kyuhyun terlihat seperti wanita dengan mulutnya yang tidak bisa berhenti mengoceh. Padahal saat ini mereka sedang diajar oleh guru yang tidak bisa di bilang baik.

“Kalian berdua kenapa?!” Tanya Guru Lee sembari menatap Yongri dan Kyuhyun.

Siwon ikut menoleh dan meringis. Ia yakin kedua temannya itu sedang bosan hidup saat ini. Siwon kembali memutar otaknya untuk menolong mereka.

“Saem!” Panggil Siwon sedikit berlebihan. Membuat Guru Lee terkejut, begitu pun dengan siswa yang lain.

“Maaf, saem. Saya sedikit tidak mengerti bagian yang ini. Apa saya sudah benar mengerjakannya?” Tanya Siwon. Guru Lee menatap ke arah Yongri dan Kyuhyun sebentar, kemudian ia segera menghampiri Siwon.

Melihat itu, Yongri menoleh ke arah Kyuhyun dengan kesal. Gadis itu mencondongkan tubuhnya dan memukul kepala Kyuhyun. Kyuhyun memegang kepalanya sembari menatap Yongri dengan kesal. Yongri terlihat ingin kembali memukul Kyuhyun namun laki-laki itu segera menghindar.

Donghae dan Hyukjae yang duduk jauh dari mereka menatap kedua orang itu dengan senyum geli. Tidak seperti Siwon yang berusaha untuk menyelamatkan mereka, Donghae dan Hyukjae justru merasa senang jika kedua orang itu ditegur atau dimarahi oleh guru.

Bel istirahat berbunyi membuat Yongri merasa sangat lega. Guru Lee terlihat membereskan bukunya dan kemudian meninggalkan kelas. Yongri dan Kyuhyun kembali saling bertatapan dengan kesal.

“Kenapa memukul kepalaku?!” Sungut Kyuhyun tidak terima.

“Kau hampir membuat kita masuk ke dalam kandang buaya, bodoh!” Umpat Yongri.

“Aku mengkhawatirkanmu sebagai teman! Apa salah?” Ujar Kyuhyun membela diri.

“Kau bisa bertanya nanti!” Keduanya terlihat tidak ada yang ingin mengalah.

“Hentikan, kalian berdua.” Kata Siwon yang sudah kembali ke mejanya.

“Kyuhyun menyebalkan, Siwon-ah!” Adu Yongri pada Siwon.

“Kau yang menyebalkan!” Balas Kyuhyun.

“Ya!”

“Lebih baik kita ke kantin.” Kata Hyukjae menengahi.

“Ya, aku lapar.” Timpal Donghae. Ia dan Hyukjae menarik Kyuhyun untuk meninggalkan kelas. Sedangkan Siwon mendekati Yongri dan merangkul gadis itu untuk mengikuti mereka.

“Kau tidak tidur semalam?” Tanya Siwon melihat mata mengantuk gadis itu.

“Apa karena hidungmu sakit?” Tebak Siwon. Ada sebuah penutup luka pada hidung Yongri.

“Tidak. Aku hanya susah tidur.” Kilah Yongri. Ia tidak mungkin mengatakan jika pelukan Sihoon membuatnya tidak bisa tidur.

“Kalian mau ke kantin?”

Siwon dan yang lainnya segera menoleh. Sihoon berdiri tidak jauh dari mereka. Laki-laki itu kemudian berjalan perlahan menghampiri mereka dengan tersenyum. Yongri segera mengalihkan pandangannya dari kembaran Siwon tersebut.

“Ya, kami mau ke kantin. Ikutlah bersama kami.” Ajak Donghae. Sihoon mengangguk setuju.

Donghae, Hyukjae dan Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya. Saat Siwon dan Yongri hendak kembali berjalan, Sihoon menghentikan gerakan mereka. Sihoon menyingkirkan tangan Siwon yang berada di bahu Yongri.

“Perlakuanmu ini bisa menimbulkan salah paham untuk siapa saja yang melihatnya. Termasuk aku.” Ucap Sihoon masih dengan tersenyum.

Yongri menatap Sihoon sesaat. Kemudian ia menatap Siwon.

“Apa maksudnya?” Tanya Yongri bingung.

“Dia tidak ada maksud apa-apa, Yongri-ya. Ayo, pergi.” Siwon mendorong tubuh Yongri untuk berjalan lebih dulu.

“Aku baru saja ingin mengatakan bahwa aku menyukainya.” Kata Sihoon.

“Katakanlah, jika kau siap untuk dijauhi oleh Yongri.” Sahut Siwon dan berjalan menyusul Yongri.

Mereka memasuki kantin yang sudah ramai oleh siswa-siswi. Tetapi Siwon dan yang lainnya tidak merasa khawatir karena mereka sudah memiliki meja sendiri. Meja yang tidak mungkin akan diduduki oleh siswa lain. Karena mereka tau meja tersebut milik siapa.

Mereka mengantri untuk mengambil makanan di kantin. Menu makanan di sana selalu berganti setiap harinya. Itulah yang membuat semua siswa-siswi merasa senang dan selalu berbondong-bondong untuk menghabiskan jam istirahat mereka di sana.

Setelah mengambil makanan, mereka segera menuju ke meja mereka untuk makan.

“Apa ini meja khusus milik kalian?” Tanya Sihoon merasa takjub.

Ia mendudukan dirinya disamping kiri Yongri. Membuat Siwon menatapnya dengan kesal. Ia baru saja hendak duduk di sana, tetapi Sihoon bergerak lebih cepat. Akhirnya Siwon memilih duduk di samping kanan Yongri.

“Kami tidak pernah menandainya. Mereka sendiri yang melakukannya.” Jawab Kyuhyun sembari menunjuk siswa di sana.

Mencoba mengabaikan Sihoon yang berada di sebelahnya, Yongri memakan makanannya dalam diam. Ia dapat merasakan bahwa Sihoon terus mencuri pandang, tidak, laki-laki itu bahkan secara terang-terangan menatapnya. Yongri berharap teman-temannya tidak menyadari itu.

“Kau tidak makan kacang?” Tanya Sihoon saat melihat Yongri meletakkan kacang miliknya pada piring Siwon.

“Yongri alergi kacang.” Jawab Hyukjae. Sihoon terlihat mengangguk.

“Kau bisa menaruhnya di piringku mulai sekarang. Aku sangat menyukai kacang.” Kata Sihoon dengan tersenyum.

“Wah, kalian memang benar-benar kembar.” Kata Kyuhyun dengan kagum. Sihoon menatap Kyuhyun dengan sebelah alis terangkat.

“Siwon juga sangat menyukai kacang. Karena itu Yongri selalu menaruh kacang miliknya pada piring Siwon.” Jelas Kyuhyun.

Sihoon langsung mengalihkan pandangannya pada Siwon. Siwon juga terlihat sedang menatap laki-laki itu. Tatapan Sihoon pada Siwon terlihat sangat sulit untuk diartikan. Karena itu Siwon hanya menatapnya dengan kedua alis yang menyatu. Dan kemudian melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.

“Kau menghindariku?” Tanya Sihoon sembari melihat Yongri.

“Tidak.” Jawab Yongri cepat. Sangat cepat.

“Hai.” Semua menoleh.

Hani berdiri di samping meja mereka sembari tersenyum manis. Senyum yang ditujukannya pada Sihoon. Namun sayangnya laki-laki itu terlihat tidak tertarik sama sekali. Karena menurutnya senyum manis hanya milik Yongri.

“Boleh aku bergabung?” Tanya Hani.

“Tidak ada tempat tersisa untukmu.” Jawab Sihoon tanpa menatap gadis itu. Ia memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Yah, apa yang kau katakan, Sihoon-ah. Tentu saja boleh. Sebentar, aku akan mengambilkan kursi untukmu.” Kata Hyukjae sembari membalas senyum gadis itu.

Yongri menatap Hyukjae dengan kesal. Apa ia tidak tau bahwa Yongri merasa tidak nyaman dengan gadis itu? Padahal Yongri merasa sangat berterima kasih pada Sihoon, saat laki-laki itu menolak kehadiran Hani bersama mereka. Namun Hyukjae menghancurkan segalanya.

“Apa kalian sudah berteman lama?” Tanya Hani yang duduk di samping Sihoon. Walaupun pertanyaan itu ditujukan untuk Siwon dan yang lainnya, tetapi mata Hani terus menatap Sihoon.

“Kami sudah berteman sejak sekolah menegah pertama. Tetapi Siwon dan Yongri berteman sejak kecil.” Jawab Hyukjae. Sepertinya hanya laki-laki itu yang tertarik dengan kehadiran Hani.

“Oh ya, kita belum berkenalan. Namaku Lee Hyukjae.” Ujar Hyukjae sembari mengulurkan tangannya di hadapan Hani.

Memaksakan senyumnya, Hani menerima uluran tangan Hyukjae. Kehadirannya di sana bukan untuk menarik perhatian laki-laki itu. Tetapi Hani tidak bisa bersikap acuh ketika ada Sihoon di dekatnya.

“Kau menyukai daging, Sihoon-ah?” Tanya Hani saat melihat banyak daging di piring Sihoon.

Sihoon hanya diam saja sembari terus makan. Hani kembali memaksakan senyumnya saat melihat Sihoon tidak memperdulikannya. Ia mulai terbiasa dengan sikap acuh laki-laki itu.

“Kau bisa mengambil dagingku jika mau.” Kata Hani sembari menaruh daging di atas piring Sihoon.

Sihoon menghentikan makannya dan menatap tajam daging yang di taruh oleh Hani. Ia meletakkan sumpitnya di atas meja dengan sedikit keras. Membuat yang lainnya merasa terkejut dan langsung menatap Sihoon.

“Aku benar-benar kehilangan nafsu makan.” Desis Sihoon dan segera berdiri.

“Kau mau ikut denganku, Choi Yongri?” Tanya Sihoon menatap Yongri.

“Apa?” Yongri terlihat bingung dan terkejut.

Sihoon tersenyum pada gadis itu dan segera menarik tangannya untuk berdiri. Tanpa memperdulikan Siwon dan yang lainnya, Sihoon menarik Yongri untuk meninggalkan kantin. Tidak menyadari tatapan Hani yang terlihat sangat marah dengan kelakuan Sihoon.

“Ya, Choi Sihoon!!” Teriak Siwon saat melihat kembarannya membawa Yongri.

“Yah, ada apa dengan Sihoon? Dia menyukai Yongri?” Tanya Donghae pada Siwon.

Siwon tidak memperdulikan pertanyaan Donghae. Laki-laki itu segera berdiri dan berlari pelan untuk menyusul Sihoon dan Yongri.

“Ada apa dengan mereka?” Gumam Kyuhyun.

——

“Lepaskan dia, Choi Sihoon!” Siwon menarik Yongri hingga membuat pegangan Sihoon terlepas.

“Apa kau menggunakan Yongri untuk lepas dari perempuan bernama Hong Hani itu? Dia menyukaimu, kan?!” Tebak Siwon tepat sasaran.

“Jangan asal bicara, Siwon-ah.” Sahut Sihoon dengan tersenyum sinis.

“Aku tau bahwa aku benar. Aku bisa melihat tatapan perempuan itu padamu.” Balas Siwon.

“Persetan dengan perempuan itu! Aku tidak menyukainya! Kau tau betul akan hal itu!” Kata Sihoon meninggikan suaranya.

“Tetapi sikapmu ini bisa membahayakan Yongri!

“Apa maksudmu?!”

“Hentikan!” Bentak Yongri membuat Sihoon dan Siwon terdiam.

“Ada apa dengan kalian berdua?!” Tanya Yongri dengan kesal. Siwon dan Sihoon yang sebelumnya saling menatap segera mengalihkan pandangan mereka.

“Jika kau benar-benar menggunakanku untuk menghindari perempuan itu, aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Ujar Yongri pada Sihoon. Sihoon terlihat ingin protes.

“Dan kau, Siwon-ah.” Yongri beralih menatap Siwon. Sihoon mengurungkan niatnya untuk membuka suara.

“Ada apa denganmu? Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya. Siwon yang aku kenal selalu tenang dan terkendali.” Kata Yongri.

Yongri menatap saudara kembar itu secara bergantian. Kemudian ia segera meninggalkan mereka dengan perasaan kesal. Siwon menatap kepergian Yongri dengan menyesal. Seharusnya ia tidak terpancing emosi dan bertengkar dengan Sihoon.

Yongri benar, Siwon tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dan Siwon juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya. Ia menjadi sangat kesal saat melihat Sihoon membawa Yongri pergi tadi. Lagipula Siwon tau bahwa Yongri tidak akan suka dengan apa yang dilakukan Sihoon. Siwon hanya ingin menyelamatkan gadis itu, tetapi ia malah membuat Yongri kesal.

“Ada apa denganmu? Kau menyukai Yongri?” Tanya Sihoon.

“Kenapa kau selalu menanyakan hal itu?” Tanya Siwon balik.

“Tidak, kan? Jadi bisakah kau bersikap layaknya sahabat saja? Aku katakan padamu bahwa aku menyukai Yongri. Jangan coba-coba menghalangiku, Siwon-ah. Aku tidak ingin berdebat seperti ini lagi denganmu.” Kata Sihoon dan segera meninggalkan Siwon.

Siwon menghela nafas panjang dan memejamkan matanya. Ada apa dengannya? Siwon bahkan tidak bisa menjawabnya. Siwon mengenal Sihoon. Sihoon bukanlah laki-laki jahat. Bukankah sudah seharusnya ia mendukung Sihoon bersama Yongri?

“Apa aku benar-benar harus menjodohkan mereka?” Gumam Siwon.

——

Sihoon menghampiri Eunhee yang sedang terlihat sibuk di ruang keluarga. Mengambil tempat duduk di samping wanita itu sembari menatap kertas-kertas yang berserakan di meja. Begitu banyak angka membuat Sihoon berpikir bahwa Eunhee sedang menghitung penghasilan restaurant.

“Kau sedang sibuk, eomma?” Tanya Sihoon.

“Ada apa?” Tanya Eunhee balik.

“Apa kau bisa membelikanku mobil, eomma?” Pinta Sihoon. Eunhee menatap Sihoon dengan terkejut.

“Mobil? Kenapa tiba-tiba?”

“Aku bosan jika di rumah terus, eomma. Aku juga ingin lebih mengenal Seoul.”

“Kau bisa pergi bersama Siwon menggunakan mobilnya.” Saran Eunhee.

“Kami memiliki wajah yang sama. Dan kami selalu menjadi pusat perhatian. Aku tidak suka itu, eomma.” Keluh Sihoon. Eunhee menghela nafas dan memusatkan perhatiannya pada Sihoon.

“Maaf, Sihoon-ah. Tetapi untuk saat ini eomma tidak bisa memenuhi keinginanmu.” Sesal Eunhee. Sihoon terlihat kecewa namun berusaha untuk tidak menunjukkannya.

“Eomma sedang mengumpulkan uang untuk membuka sebuah cabang restaurant. Kalian semakin dewasa dan eomma membutuhkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan kalian.” Jelas Eunhee.

“Tidak apa-apa, eomma. Aku mengerti. Maaf jika aku meminta sesuatu yang berlebihan.” Wajah Sihoon terlihat menyesal. Eunhee mengusap pipi Sihoon.

“Kau bisa meminjam mobil Siwon untuk sementara waktu. Eomma akan menyisihkan uang untuk membelikanmu mobil nanti.” Kata Eunhee.

“Tidak, eomma. Jangan pikirkan permintaanku. Aku akan menggunakan mobil Siwon. Fokuslah pada cabang restaurantmu. Mengerti?” Ujar Sihoon. Eunhee tersenyum dan mengangguk.

“Apa kau menyesal tinggal bersama eomma?”

“Apa yang eomma bicarakan?!”

“Jika kau tinggal bersama ayahmu, kau bisa meminta apapun padanya.” Ucap Eunhee.

“Aku bisa mendapatkan apapun kecuali kasih sayang, eomma.” Ungkap Sihoon dengan sedih.

“Ah, aku tidak ingin membahasnya, eomma. Aku akan meminjam mobil pada Siwon. Aku bosan di rumah.” Kata Sihoon sembari berdiri.

“Tetapi kau belum mengetahui jalan di Seoul, sayang.” Ucap Eunhee khawatir.

“Aku tidak sendiri, eomma. Tenang saja.” Sihoon mengedipkan sebelah matanya dan segera meninggalkan Eunhee.

Sihoon menaiki tangga untuk menuju ke kamar Siwon. Tanpa mengetuknya terlebih dahulu, laki-laki itu langsung membuka pintu. Siwon terlihat sedang berbaring di atas tempat tidur sembari memainkan ponselnya. Melihat kedatangan Sihoon, ia segera mengubah posisinya menjadi duduk.

“Apa aku boleh meminjam mobilmu?” Tanya Sihoon tanpa basa basi.

“Kau mau pergi?” Siwon terlihat terkejut.

“Eo. Aku bosan di rumah.” Sahut Sihoon.

“Tetapi kau belum mengenal Seoul.”

“Aku akan mengajak Yongri.” Ucap Sihoon sembari tersenyum. Siwon terdiam.

“Kenapa? Kau akan melarangku?” Tebak Sihoon.

“Tidak, aku–” Siwon turun dari tempat tidur. Mengambil kunci mobil di atas meja belajar dan memberikannya pada Sihoon. Sihoon menatap Siwon dengan mata memicing.

“Kau tidak melarangku pergi bersama Yongri?” Tanya Sihoon.

“Kenapa aku harus melarangmu?” Tanya Siwon balik.

“Yah, ada apa denganmu? Kau terlihat aneh.” Selidik Sihoon.

“Kau selalu bertanya ada apa denganku. Aku benar-benar bosan mendengarnya.” Gerutu Siwon.

“Aku akan membantumu untuk bersama Yongri.” Kata Siwon kemudian.

“Apa?!” Sihoon benar-benar tidak dapat menutupi keterkejutannya.

“Tanyakan apapun yang ingin kau tau tentang Yongri. Aku akan memberitahumu semuanya.” Siwon tidak memperdulikan keterkejutan Sihoon.

“Siwon-ah, kau serius?”

“Jika kau tidak butuh bantuanku, lupakan saja.” Siwon membalikkan badannya untuk kembali ke tempat tidur. Sihoon mendekati Siwon dan memeluk laki-laki itu dengan erat.

“Terima kasih, Siwon-ah! Aku benar-benar berterima kasih. Aku sangat membutuhkan bantuanmu!!” Kata Sihoon dengan semangat.

“Aku mengerti. Lepaskan pelukanmu. Kau membuatku sesak nafas.” Ujar Siwon sembari menepuk punggung Sihoon. Sihoon melepaskan pelukannya dan tersenyum kekanakkan.

“Terima kasih sekali lagi. Aku pergi dulu.” Pamit Sihoon dan segera meninggalkan kamar Siwon.

Siwon tersenyum kecil sembari menatap kepergian Sihoon. Ya, seperti inilah yang seharusnya dilakukan. Walaupun lagi-lagi Siwon merasakan perasaan aneh di dalam hatinya, Siwon mencoba untuk mengabaikan itu. Ia mempercayai Sihoon. Yongri pasti akan bahagia bersama kembarannya itu.

——

Sihoon mengunjungi rumah Yongri dengan senyum bahagia. Ia menjadi lebih percaya diri karena dukungan Siwon. Tentu saja Sihoon tetap akan berjuang sendiri. Dia membutuhkan dukungan Siwon karena laki-laki itu adalah orang terdekat Yongri, setelah keluarganya.

Sihoon menekan bel rumah dan menunggu dengan sabar. Tidak sampai satu menit, pintu rumah Yongri telah di buka.

“Sihoon hyung!” Sapa Yongjae saat membuka pintu.

“Oh, Yongjae-ya.” Balas Sihoon dengan senyum yang tidak hilang.

“Silahkan masuk, hyung.” Yongjae membuka pintu menjadi lebih lebar. Sihoon masuk ke dalam rumah Yongri.

“Apa Yongri ada?” Tanya Sihoon.

“Noona ada di kamarku, hyung. Kami sedang bermain game bersama. Aku turun untuk mengambil minum, tiba-tiba kau datang.” Jawab Yongjae. Sihoon mengangguk.

“Ah, sepertinya aku akan mengganggu acara kalian.” Ucap Sihoon merasa tidak enak.

“Kenapa, hyung?”

“Aku ingin mengajak Yongri pergi.” Sihoon mengusap tengkuknya, terlihat salah tingkah.

“Oh, tidak apa-apa, hyung. Aku bisa bermain bersama noona kapan saja.” Kata Yongjae.

“Benarkah?”

“Eo. Tetapi, dimana Siwon hyung? Dia tidak ikut?” Tanya Yongjae.

“Tidak. Hari ini aku pergi berdua saja dengan Yongri.” Jawab Sihoon.

“Ah, begitu. Kita naik saja, hyung.” Ajak Yongjae.

Sihoon mengangguk dan mengikuti Yongjae dari belakang. Ia tidak menemukan Heeran dan sepertinya hanya ada Yongri dan Yongjae di rumah. Sangjoon sudah pasti masih bekerja sore hari seperti ini.

“Noona.” Panggil Yongjae setelah mereka masuk ke dalam kamar Yongjae.

Yongri terkejut saat melihat sosok Sihoon di belakang Yongjae. Gadis itu segera meletakkan stik game yang sedang dipegangnya.

“Hai.” Sapa Sihoon.

“Sedang apa..kau disini?” Tanya Yongri. Tentu saja kalau Siwon yang datang, Yongri tidak akan bertanya seperti itu.

“Sihoon hyung ingin mengajakmu pergi, noona.” Yongjae yang menjawab pertanyaan Yongri.

“Pergi?” Gumam Yongri.

“Ya, aku ingin jalan-jalan. Tetapi karena aku belum mengenal Seoul, aku ingin kau menemaniku.” Jelas Sihoon.

“Kau bisa mengajak Siwon atau Yongjae.” Sela Yongri. Sihoon tersenyum kecil.

“Bukankah aku terlalu tampan untuk pergi bersama laki-laki?” Gurau Sihoon membuat Yongjae tertawa.

“Sihoon hyung benar, noona. Pergilah bersamanya. Lagipula kau ‘kan biasa pergi bersama Siwon hyung. Jadi tidak apa-apa jika kau pergi bersama Sihoon hyung sekarang.” Timpal Yongjae.

Yongri terlihat bingung. Ia tidak mungkin menolak ajakan Sihoon di depan Yongjae seperti ini. Yongjae pasti akan curiga dan mulai merecokinya. Tetapi jika ia dan Sihoon benar-benar pergi, bukankah lebih tidak nyaman? Ah, Yongri merasa serba salah.

“Noona?” Panggil Yongjae.

“Baiklah, aku ganti baju dulu.” Putus Yongri akhirnya.

Yongri segera meninggalkan kamar Yongjae. Tidak memperdulikan wajah senang Sihoon saat ini. Seandainya tidak ada Yongjae, Sihoon pasti sudah berteriak dengan kencang untuk meluapkan rasa senangnya.

“Wajahmu terlihat senang sekali, hyung.” Kata Yongjae.

“Ah, benarkah? Mungkin karena aku bisa menghilangkan bosan.” Dusta Sihoon.

“Sembari menunggu noona, mau main bersamaku, hyung?” Tanya Yongjae menawarkan.

“Tentu.” Jawab Sihoon langsung.

Keduanya duduk di atas karpet dan memegang stik game masing-masing. Melanjutkan permainan yang dimainkan Yongri dan Yongjae tadi, kedua laki-laki itu terlihat larut dalam permainan. Baru sebentar bermain, teriakan dari mulut mereka terus terdengar.

“Ayo, pergi.” Yongri yang sudah siap berdiri di ambang pintu. Sihoon langsung meletakkan stik game dan berdiri kemudian berjalan mendekati Yongri.

“Aku pergi dulu, Yongjae-ya. Katakan pada eomma dan appa jika mereka pulang nanti.” Kata Yongri.

“Aku mengerti, noona.”

“Jaga rumah dengan baik, Choi Yongjae.” Ujar Sihoon sembari mengedipkan sebelah matanya.

Sihoon dan Yongri turun ke bawah bersama-sama. Keluar dari rumah dan menuju ke halaman rumah Siwon. Karena mobil Siwon masih terparkir di sana. Sihoon hendak membukakan pintu mobil untuk Yongri, tetapi gadis itu sudah lebih dulu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.

Sihoon tersenyum kecil dan segera menyusul Yongri. Setelah memasang seatbelt, ia segera menjalankan mobil Siwon untuk meninggalkan rumahnya. Sihoon hanya terus menjalankan mobil tanpa tau harus kemana.

“Mau kemana kita?” Tanya Sihoon.

“Terserah padamu.” Jawab Yongri.

“Yah, aku tidak tau Seoul. Kau harus merekomendasikan sebuah tempat untukku. Kau juga harus menunjukkan jalannya.” Kata Sihoon.

“Apa kau akan membayarku?” Tanya Yongri menatap Sihoon. Sihoon melirik gadis itu.

“Kenapa aku harus melakukannya?”

“Bukankah aku sedang menjadi tour guide–mu?” Ujar Yongri membuat Sihoon tertawa.

“Ah, aku suka itu. Baiklah, aku akan membayarmu. Tetapi kau harus melakukan tugasmu dengan baik.”

“Aku mengerti.” Sahut Yongri membuat keduanya tertawa.

Beberapa saat kemudian, tawa mereka mereda. Suasana sunyi kembali menghantui mereka berdua di dalam mobil. Sihoon berdehem pelan untuk menghilangkan kecanggungan.

“Tentang apa yang terjadi di sekolah tadi..” Kata Sihoon menggantung. Yongri menatap laki-laki itu.

“Maaf karena sudah menarikmu begitu saja. Tetapi kau harus tau bahwa aku tidak memanfaatkanmu. Aku melihat bahwa kau juga terlihat tidak nyaman sama seperti. Karena itu aku membawamu pergi. Aku benar-benar minta maaf jika kau merasa bahwa aku memanfaatkanmu.” Ujar Sihoon.

“Tidak apa-apa. Kau tidak perlu minta maaf. Dengan kau yang tidak memanfaatkanku, aku sudah merasa sangat lega.” Balas Yongri.

“Aku hanya tidak ingin kau salah paham.” Ucap Sihoon. Yongri tersenyum dan mengangguk.

“Oh ya, terima kasih untuk kemarin.” Ucap Yongri.

“Kemarin kenapa?”

“Kau menolongku saat aku hampir terjatuh setelah terkena bola.”

“Ah, itu. Bukan apa-apa. Semua orang akan melakukan hal yang sama saat berada di posisiku.” Kata Sihoon.

“Tetap saja aku berterima kasih.” Sahut Yongri.

“Kalau begitu, anggap saja itu sebagai bayaranku. Sekarang kau harus menunjukkan jalan padaku.” Ujar Sihoon membuat Yongri mencibir.

“Dasar. Kau benar-benar tidak mau rugi.” Sungut Yongri membuat tawa Sihoon semakin lebar.

——

Siwon menutup bukunya saat ia merasa tidak bisa berkonsentrasi belajar. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sembari menghela nafas panjang. Siwon memejamkan matanya dan berharap rasa kantuk segera menjemputnya. Namun sayangnya mata Siwon masih terasa sangat segar.

Membuka matanya, Siwon segera berdiri dan mendekati jendela kamarnya yang masih terbuka. Membiarkan angin malam membelai wajahnya dan menerbangkan rambutnya. Siwon menumpukan tangannya pada pinggiran jendela. Menatap ke depan, tepatnya jendela kamar Yongri.

Jendela kamar gadis itu tertutup rapat dan lampu kamar yang tidak menyala. Menandakan bahwa gadis itu tidak ada di dalam kamarnya. Yongri belum pulang. Siwon mendengus, tentu saja belum pulang karena Sihoon pun belum pulang.

“Bodoh.” Gumam Siwon.

Siwon mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi pesan. Memilih nama Yongri dan kemudian mulai memikirkan kata-kata apa yang akan dia kirimkan ke gadis itu. Siwon hanya ingin tau apakah gadis itu menikmati waktunya atau tidak. Bagaimana jika Yongri merasa tidak nyaman pergi berdua saja bersama Sihoon?

Namun kemudian Siwon lagi-lagi merutuki kebodohannya. Jika Yongri merasa tidak nyaman, Sihoon pasti sudah mengantar gadis itu pulang. Sihoon tidak mungkin memaksa Yongri untuk terus pergi bersamanya. Ya, Siwon tau itu. Sihoon bukanlah laki-laki pemaksa.

Siwon mengalihkan pandangannya dari ponsel saat mendengar suara deru mobil. Ia melihat ke bawah dan menemukan mobilnya yang di pinjam oleh Sihoon telah kembali. Yang berarti bahwa Sihoon dan Yongri telah pulang. Siwon tersenyum karena hal itu.

Siwon terus mengikuti kemana mobil itu bergerak hingga berhenti di depan rumah Yongri. Yongri keluar lebih dulu dari dalam mobil dan kemudian di susul oleh Sihoon. Siwon melihat Sihoon yang berjalan menghampiri Yongri. Kedua orang itu terlihat saling melempar senyum hangat dan senyum Siwon pun menghilang.

Ada yang mereka bicarakan, namun Siwon tidak dapat mendengarnya. Mata Siwon terus menatap mereka tanpa mau mengalihkan pandangannya sedikit pun. Mata Siwon tiba-tiba berkedut pelan saat melihat tangan Sihoon bermain di puncak kepala Yongri. Kembarannya itu sedang mengusap rambut Yongri dan senyum tidak hilang dari wajah mereka.

Siwon mengalihkan pandangannya. Memutuskan untuk menutup jendela dan terdengar cukup keras. Tidak tau apakah itu karena keinginan Siwon atau karena angin malam yang berhembus dengan kencang. Tidak lupa Siwon juga menutup tirainya. Kemudian laki-laki itu segera membanting dirinya di atas tempat tidur. Siwon merasa pikiran serta perasaannya menjadi sangat kacau saat ini.

——

–To Be Continued–

HAI! Wah, kalian kayaknya udah berpindah hati semua ke Sihoon ya. Kalian tega meninggalkan Siwon T.T tenang bang, adek setia sama abang hahahaha.

Seneng deh udah banyak peminatnya ini FF.. yuhuuuuuu..

Oh ya, maaf kalo tema blog ini ganti lagi. Ada reader yang gak bisa baca FF aku gara-gara tema kemarin, makanya aku ganti. Tema ini gak ada masalah, kan? Aku harap gak ada.

Thanks buat mikha untuk covernya yang aku suka banget!

Happy reading!

BYE~

Advertisements

65 thoughts on “Love in Friendship – Part 3

  1. Annyeong reader baru ,, maaf langsung komen part ini
    Siwon oppa kyak.x suka dehh sma yongri ,, duhh kalo gini bkal saingan dong ,, smoga aj yongri suka.x sma siwon oppa ,, biar sihoon sma hani aj ,,

  2. Siwon cemburuuu tp aku masih bingung sebenarnya siapa yg disukai yongri diawal kayanya yongri nyaman dan bergantung bgt ama siwon tp stelah insiden bola basket sikap yongri jd berubah apa dia mulai jatuh cinta ama sihoon trus gimana nasib siwon dan hani?

  3. Halo thor..suka banget sama semua FF karya2 author…karena sibuk kuliah, sempet lama ga buka blog ini, mian thorr😂😂, salah satu reader yg jarang komen😂😂 mianhee..tapi sebetulnya kami sangat antusias dan suka bangett semua ff authorr.. Jangan sedih ya thor kalo komennya 50, dibalik itu tapi mungkin ada 50 reader lain yang sama ngefans nya dengan karya2 author, Hwaiting \(*^▽^*)/\(*^▽^*)/ gbu thor,wuatb..

  4. hohhh astaga yongri mulai berpaling ke sihoon ahhaha
    dasar siqon perasaan kacau bgtu aja gak ngerti
    itun tanda kau cemburu hahhh siwon siwon
    tapi apa yg akan dilakuin siwon? apakah akan merebut yongri?? atau melepaskan yongri untuk sihoon?
    hahh kurang rela yongri sama sihoon hehe

  5. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  6. Please jangan abaikan siwon oppa.!! Kasian siwon, kayaknya dia salah ngertiin perasaanya sama yongri:-( kasian, jangan abaikan siwon, kalo bisa ada wanita lain yang muncul gitu.!! Biar gak diabaikan terus, siapa tahu yongri cemburu:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s