Love in Friendship – Part 2

IMG_20160805_131133

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

“Kenapa kau harus terkejut seperti itu?” Tanya Sihoon sembari tersenyum. Ia mengubah posisinya menjadi berdiri dihadapan Siwon.

“Kau bilang bahwa kau tidak menyukainya.” Ujar Sihoon.

“Y–ya, aku memang tidak menyukainya.” Sahut Siwon masih dengan terkejut.

“T–tetapi kenapa harus Yongri? Banyak perempuan cantik di sekolah.” Kata Siwon.

“Ya, kau benar. Di kelas baruku pun banyak perempuan cantik. Ada anak baru perempuan di kelas yang sama sepertiku, dan dia pun juga cantik. Tetapi aku tidak menyukai mereka.” Ucap Sihoon.

“Maksudmu kau menyukai Yongri?!” Siwon kembali terkejut.

“Sepertinya begitu.” Jawab Sihoon.

“Ya, Choi Sihoon! Kau bahkan belum 24 jam mengenal Yongri.” Kata Siwon menatap Sihoon dengan tidak percaya.

“Kau pikir aku percaya jika kau bilang suka padanya?!”

Love at first sight. Kau percaya itu?” Bisik Sihoon. Siwon terdiam sembari menatap kembarannya.

Cinta pada pandangan pertama? Yang benar saja. Jika itu memang terjadi, dia mungkin sudah berpacaran dengan Yongri saat ini. Tetapi nyatanya Siwon tidak memiliki perasaan sedikit pun pada Yongri. Selain rasa sayangnya sebagai sahabat. Bagaimana mungkin Sihoon bisa menyukai Yongri dengan begitu cepat?

“Berhentilah bicara omong kosong. Aku akan ke rumah Yongri sebentar. Sebaiknya kau cepat bersiap-siap atau aku tidak mau menemanimu pergi.” Kata Siwon dan langsung meninggalkan Sihoon dengan wajah kesal.

Siwon menuruni tangga rumahnya sembari menggelengkan kepalanya. Masih tidak dapat mempercayai ucapan Sihoon barusan. Baiklah, Yongri memang sangat cantik menurut Siwon. Tidak ada perempuan yang lebih cantik daripada Yongri di sekolah. Wajar saja jika banyak laki-laki yang menyukainya.

Hanya saja, Siwon dan Sihoon adalah saudara kembar. Walaupun sifat mereka tidak sama, setidaknya mereka memiliki ikatan batin, bukan? Paling tidak ada sedikit saja kesamaan di antara mereka. Bagaimana bisa Sihoon menyukai Yongri, di saat Siwon tidak pernah mengganggap gadis itu lebih dari sekedar sahabat?

“Tidak masuk akal.” Ucap Siwon.

Siwon keluar dari rumahnya dan menuju ke rumah Yongri. Tidak seperti Yongri yang memanjat dinding, Siwon melewati pagar dan berkunjung layaknya tamu. Tetapi tetap saja Siwon tidak perlu menekan bel seperti Yongri, karena rumah Yongri sudah seperti rumah kedua untuknya.

“Selamat sore, eommonim.” Sapa Siwon saat melihat Lee Heeran–ibu Yongri–sedang menonton televisi.

Heeran menoleh dan tersenyum melihat kehadiran Siwon.

“Kau disini, Siwon-ah.” Ucap Heeran.

“Ya, eommonim. Aku ingin bertemu Yongri.”

“Naiklah ke atas kalau begitu.” Siwon mengangguk.

“Oh ya, eommonim. Hari ini eomma mengundang eommonim sekeluarga untuk makan malam di rumah. Saudaraku baru pulang dari luar negeri kemarin.” Kata Siwon.

“Ah, benarkah? Kalau begitu kami akan datang nanti malam.” Ucap Heeran. Siwon mengangguk.

“Aku naik ke atas dulu, eommonim.”

“Ya.”

Siwon naik ke atas dan menuju kamar Yongri. Bukan baru sekali atau dua kali ia mengunjungi kamar gadis itu. Sudah tidak terhitung seberapa sering mereka saling mengunjungi kamar. Selain untuk belajar, mereka juga sering mengobrol di dalam kamar.

Setelah mengetuk pintu kamar Yongri, Siwon segera membukanya. Ia terkejut melihat kehadiran Yongjae di dalam kamar Yongri. Dan sepertinya kedua kakak beradik itu sedang mengobrol dengan serius.

“Apa aku mengganggu?” Tanya Siwon.

“Hyung!” Yongjae terlihat senang dengan kehadiran Siwon.

“Tidak, masuklah.” Jawab Yongri.

“Kau mau pergi?” Tanya Yongri saat melihat Siwon tampak rapi. Walaupun hanya memakai kaos dan celana jeans.

“Ya, aku mau menemani Sihoon membeli seragam sekolah.” Jawab Siwon.

“Kau mau ikut?”

“Tidak, terima kasih.” Sahut Yongri cepat.

“Apa aku boleh ikut, hyung?” Pinta Yongjae.

“Tentu saja. Aku akan mengenalkanmu pada Sihoon.” Siwon tersenyum.

Yes!” Yongjae terlihat sangat antusias hingga membuat Yongri mencibirnya.

“Ibuku mengundang kalian untuk makan malam di rumah hari ini. Aku sudah menyampaikannya pada ibumu tadi di bawah.” Kata Siwon.

“Apa hari ini adalah hari istimewa?” Tanya Yongri.

“Bukan begitu, untuk merayakan kepulangan Sihoon.” Jawab Siwon. Yongri hanya bergumam ‘o’ mendengar jawaban Siwon.

“Kau benar tidak ingin ikut bersama kami?” Siwon menawarkan sekali lagi.

“Tidak. Kalian pergilah.” Kata Yongri yakin.

“Baiklah kalau begitu. Ayo, kita pergi, Yongjae-ya.” Ajak Siwon.

“Ya, hyung. Noona, aku pergi dulu.” Pamit Yongjae sembari melambaikan tangannya. Yongri balas melambaikan tangannya pada kedua laki-laki itu.

——

Sihoon sudah menunggu di depan rumah saat ia melihat Siwon keluar dari rumah Yongri bersama seorang laki-laki. Mereka terlihat sangat akrab dan Sihoon menebak bahwa laki-laki itu adalah Yongjae, adik Yongri. Sihoon juga ingin menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Yongri, seperti yang Siwon lakukan.

“Ini kunci mobilmu.” Sihoon melemparkan kunci mobil kepada Siwon. Siwon menangkapnya dengan sempurna.

“Kenalkan, ini adik Yongri.” Kata Siwon.

“Aku Choi Yongjae, hyung.” Ucap Yongjae memperkenalkan diri.

“Kau sudah tau namaku, kan?” Tebak Sihoon. Yongjae mengangguk.

“Benar kata, noona. Melihat kalian berdua seperti ada dua Siwon hyung di dunia ini.” Ujar Yongjae.

“Daripada melihat dua Siwon, kenapa tidak melihat dua Sihoon?” Ucap Sihoon dengan nada bercanda.

“Kalian bisa melanjutkan obrolan di mobil. Kita bisa pulang terlambat jika seperti ini.” Kata Siwon menengahi dan masuk ke dalam mobil lebih dulu.

“Yongjae, apa kau sangat dekat dengan Yongri?” Tanya Sihoon saat melihat Yongjae hendak masuk ke dalam mobil.

“Tentu saja, hyung. Dia noonaku.” Jawab Yongjae.

“Kalau begitu, kau mau membantuku, kan?” Pinta Sihoon.

“Membantu apa, hyung?”

“Aku akan memberitahumu nanti. Sekarang, ayo, masuk.” Kata Sihoon sembari tersenyum.

——

Yongri menunggu kepulangan Siwon di kamar laki-laki itu. Orangtuanya sudah berada di bawah dan sedang mengobrol bersama Eunhee. Eunhee bilang bahwa Siwon dan yang lainnya akan pulang sedikit terlambat. Sehingga mereka harus menunggu untuk menyantap makan malam.

Sudah hampir tiga puluh menit Yongri menunggu seorang diri di sana. Dan ia mulai merasa bosan. Siwon bilang mereka hanya pergi membeli seragam. Tetapi mereka sudah pergi lebih dari dua jam. Seragam apa yang sebenarnya mereka beli?

“Kau disini rupanya?”

Yongri terkesiap saat mendengar suara seseorang. Gadis itu segera mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap ke arah pintu. Ada Sihoon di sana dengan penampilan yang berbeda. Warna rambut laki-laki itu telah berubah menjadi coklat gelap. Yongri mulai bisa membedakan Sihoon dan juga Siwon.

Tanpa menanggapi ucapan Sihoon, Yongri segera berdiri dan berjalan melewati laki-laki itu. Jika mereka sudah pulang, itu berarti makan malam akan segera di mulai, kan? Lagipula Siwon berada di bawah, untuk apa Yongri menghabiskan waktu disini?

Langkah Yongri terhenti saat Sihoon menarik lengan gadis itu. Yongri menatap Sihoon dengan terkejut. Baiklah, laki-laki itu semakin berani menyentuhnya.

“Kenapa kau mengabaikanku?” Tanya Sihoon dengan wajah sedih.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” Tanya Yongri balik.

“Aku ingin berteman denganmu. Seperti pertemananmu dengan Siwon.” Kata Sihoon. Yongri menghela nafas.

“Hanya karena kau kembaran Siwon, bukan berarti kita juga harus berteman, kan?” Ucap Yongri. Sihoon tersenyum dan melepaskan lengan Yongri.

“Kalau begitu kita berpacaran saja.”

“Apa?” Mata Yongri membulat sempurna.

“Kau benar-benar minta di pukul, ya?” Yongri melayangkan tangannya pada kepala Sihoon. Namun Sihoon dengan cepat menahan tangan gadis itu. Sihoon menggenggamnya dengan erat.

“Yah, kau menyukai hal-hal yang berbau kekerasan?” Tebak Sihoon.

“Lepaskan tanganku!” Yongri memberontak untuk melepaskan tangannya.

“Jika kau mau berteman denganku, aku akan melepaskannya.” Ucap Sihoon.

“Dengar, pertemanan harus dilakukan dengan ketulusan. Bukan dengan perjanjian seperti ini!” Kata Yongri mencoba untuk menahan suaranya agar tidak meninggi.

“Kau benar.” Sahut Sihoon dan melepaskan tangan Yongri.

“Baiklah, aku akan membuatmu benar-benar mau berteman denganku. Pertemanan yang penuh ketulusan.” Suara Sihoon terdengar yakin.

Yongri menatap Sihoon dengan kesal, sebelum akhirnya kembali berjalan untuk meninggalkan laki-laki itu. Sihoon menatap kepergian Yongri dengan tersenyum. Ia menyusul gadis itu turun ke bawah untuk makan malam.

Saat masuk ke ruang makan, Yongri segera mengambil tempat duduk di samping Siwon. Sihoon hanya melihatnya dalam diam. Ia berharap dapat duduk di samping gadis itu. Agar makan malam hari ini terasa semakin menyenangkan untuknya. Sihoon akhirnya mendekati meja makan dan duduk di samping Eunhee.

“Silahkan dinikmati makan malamnya, Heeran-ah, Sangjoon-ssi.” Ujar Eunhee kepada Heeran dan Choi Sangjoon, ayah Yongri.

“Masakan eommonim memang tidak perlu diragukan lagi.” Puji Yongjae yang sudah lebih dulu mencicipi masakan Eunhee.

“Yah, kau memang paling bisa, Yongjae-ya.” Balas Eunhee sembari tersenyum senang.

Siwon mengambilkan lauk kesukaan Yongri dan menaruhnya di atas nasi gadis itu. Yongri tersenyum dan keduanya larut dalam obrolan mereka sendiri. Tidak memperdulikan orang-orang di sekitar mereka yang juga sedang mengobrol.

Keduanya tertawa bersama saat Siwon menceritakan sesuatu yang lucu pada Yongri. Membuat Yongri tersedak oleh makanan yang sedang di kunyah di dalam mulutnya. Siwon yang panik segera memberikan segelas air putih pada gadis itu.

“Pelan-pelan.” Kata Siwon sembari menepuk pelan punggung Yongri.

“Noona tidak pernah bisa tertawa setiap makan. Ck!” Decak Yongjae.

“Noonamu memang payah, Yongjae-ya.” Timpal Siwon. Yongri memberikan cubitan pada lengan Siwon, hingga laki-laki itu mengaduh.

“Kau yang membuatku tersedak!” Keluh Yongri.

“Hentikan, Yongri-ya. Habiskan makananmu.” Tegur Sangjoon membuat Yongri mengerucutkan bibirnya. Sangjoon selalu membela Siwon, Yongri sudah tau itu.

“Oh ya, Siwon-ah. Aku dengar dari Yongri, tim basketmu memenangkan pertandingan lagi kemarin.” Ujar Heeran.

“Ya, eommonim.” Sahut Siwon sembari tersenyum.

“Kemampuan basketmu semakin meningkat sepertinya. Jika seperti ini kau bisa menjadi seorang atlet terkenal.”

“Terima kasih atas pujiannya, eommonim. Tetapi aku tidak memenangkannya sendiri. Anggota timku juga berusaha keras setiap pertandingan.”

“Aku juga ingin masuk ke dalam tim–mu, Siwon-ah.” Sela Sihoon membuat semua mata menatapnya.

“Saat di Amerika aku juga mengikuti klub basket. Jadi, aku tidak akan menyulitkanmu.” Ucap Sihoon sembari tersenyum.

“Kenapa harus basket? Ada begitu banyak klub yang bisa kau ikuti di sekolah.” Kata Yongri. Sihoon menatap Yongri dengan senang. Apa gadis itu sudah mulai menaruh perhatian padanya?

“Ya, hyung. Kau bisa bergabung bersamaku di klub renang.” Ajak Yongjae.

“Mereka benar, Sihoon-ah. Hanya karena kau dan Siwon kembar, kalian tidak harus berada di klub yang sama.” Timpal Eunhee.

“Tenang saja, eomma. Kami hanya berada di klub yang sama. Kelasku dan Siwon berbeda. Dan kamipun akan memiliki kekasih yang berbeda nanti. Aku tidak berencana untuk menyukai semua yang Siwon sukai.” Kata Sihoon merasa sedikit tersinggung.

“Sudahlah, tidak perlu di perbesar. Kau bisa masuk ke klub basket, Sihoon-ah. Tetapi untuk saat ini kau hanya bisa menjadi pemain cadangan. Tidak apa-apa?” Tanya Siwon.

“Tidak apa-apa.” Jawab Sihoon.

“Seperti biasa, otakmu yang pintar selalu mampu menyelesaikan masalah.” Ujar Sangjoon sembari tersenyum hangat pada Siwon.

“Ah, terima kasih, abeonim.” Balas Siwon.

Sihoon melihat semuanya. Bagaimana perhatian dan sikap hangat orangtua Yongri pada Siwon. Ia tidak merasa iri. Hanya saja..Sihoon tidak pernah mendapatkan itu dari siapapun. Bahkan dari ayahnya yang tinggal bersamanya selama ini.

“Aku membutuhkan otak sepertimu untuk bekerja di kantorku nanti.” Kata Sangjoon.

“Tidak bisa, appa. Siwon ingin menjadi seorang dokter.” Bantah Yongri.

“Oh, benarkah?” Sangjoon terlihat terkejut.

“Kalau begitu aku akan menargetkan dirimu, Choi Sihoon.” Kata Sangjoon tiba-tiba.

“Apa?” Sihoon yang sedari tadi melamun terlihat terkejut. Ia pikir tidak akan ada yang ingin mengajaknya berbicara.

“Aku ingin salah satu anak Eunhee-ssi bekerja di perusahaanku. Jika Siwon tidak bisa, apa kau mau bekerja di sana?” Tanya Sangjoon menawarkan. Sihoon terlihat bingung. Sejujurnya, ia memang belum tau ingin menjadi apa setelah lulus SMA nanti.

“Aku akan memikirkannya, ahjussi.” Jawab Sihoon akhirnya.

“Yah, jangan panggil seperti itu. Kau dan Siwon sudah kami anggap anak sendiri.” Kata Heeran menatap Sihoon dengan lembut. Sihoon terlihat salah tingkah namun senang.

“Ya, eo–eommonim.” Ucap Sihoon pelan.

“Aku senang sekali jika salah satu dari mereka menjadi menantuku nanti.”

“Eomma!” Yongri menatap Heeran dengan kesal.

“Kenapa? Kenapa? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” Heeran terkejut mendengar teriakan Yongri.

“Kau masih tidak percaya ucapanku, noona?” Tanya Yongjae sembari menatap Yongri penuh kemenangan. Yongri melirik sinis pada Yongjae.

“Ada apa?” Tanya Siwon tidak mengerti. Yongri tidak berniat menjawab pertanyaan Siwon.

“Mereka masih terlalu kecil, Heeran-ah. Kita akan membahasnya lagi saat mereka sudah lebih dewasa.” Kata Eunhee menengahi. Heeran terlihat kecewa.

Eunhee juga akan merasa senang jika Yongri menjadi menantunya. Namun Eunhee dapat melihat bahwa Yongri tidak menyukai Siwon maupun Sihoon. Eunhee tidak bisa memaksakan itu pada Yongri, yang mungkin akan berujung pada pertengkaran anak-anak mereka nanti.

“Sekarang lanjutkan makan kalian.” Kata Eunhee pada anak-anak.

Siwon yang melihat wajah cemberut Yongri, memiliki ide untuk menjahilinya. Ia mengambil bawang putih yang terdapat pada salah satu masakan dan memasukkannya ke dalam mulut Yongri. Yongri menatap Siwon dengan terkejut.

“Lebih baik kau makan daripada cemberut.” Ucap Siwon dengan wajah tanpa dosa.

Yongri yang belum mengetahui makanan apa yang dimasukkan Siwon ke dalam mulutnya, segera mengunyahnya dengan semangat. Namun saat ia dapat merasakan rasa panas dalam mulutnya, Yongri dapat menebak bahwa Siwon baru saja mengerjainya.

Yongri dengan segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi mulutnya. Siwon yang melihat itu hanya dapat tertawa dengan senang. Laki-laki itu ber–high five ria bersama Yongjae yang juga terlihat senang dengan apa yang dilakukan Siwon.

“AKU AKAN MEMBUNUHMU, CHOI SIWON!!” Teriak Yongri dari kamar mandi. Tawa Siwon dan Yongjae semakin menjadi.

“Apa yang kau lakukan, Siwon-ah?” Tanya Eunhee.

“Tidak ada, eomma. Aku hanya ingin membuatnya tertawa.” Jawab Siwon masih belum dapat menghilangkan tawanya.

Lagi-lagi Sihoon hanya dapat melihatnya dalam diam. Malam ini, ia dapat melihat bagaimana kedekatan Siwon dan Yongri. Tatapan Yongri terlihat sangat lembut pada Siwon. Berbeda saat gadis itu menatapnya.

Siwon mungkin sering membuat Yongri kesal, tetapi kekesalan yang dirasakan Yongri pada Siwon, berbeda dengan kekesalan gadis itu padanya. Sihoon dapat merasakan semuanya hanya dengan menggunakan kedua matanya.

——

Yongri berbaring di atas tempat tidur Siwon, sementara laki-laki itu tampak serius mengerjakan tugas di meja belajar. Yongri sengaja tidak ikut bersama orangtuanya dan Yongjae untuk pulang ke rumah. Beralasan bahwa gadis itu ingin mengerjakan tugas bersama Siwon.

“Seingatku kau bilang kepada orangtuamu bahwa kau ingin mengerjakan tugas, Yongri-ya.” Kata Siwon tanpa menatap Yongri. Yongri menatap punggung Siwon dan tersenyum kekanakkan.

“Bukankah kau sedang mengerjakannya?” Ujar Yongri. Siwon mememutar kursinya dan menatap Yongri.

“Ini tugas kelompok.”

“Aku tau.” Sahut Yongri.

“Tidakkah seharusnya kita mengerjakannya bersama?” Siwon mulai menatap Yongri dengan geram.

“Jika aku memang ingin mengerjakan tugas, aku pasti akan memilih orang lain untuk satu kelompok denganku. Tetapi karena aku satu kelompok denganmu, itu berarti–“

“Kau mau menyuruhku mengerjakan semua tugasnya.” Sela Siwon dan membuat senyum Yongri semakin lebar.

“Kau menyebalkan, Choi Yongri.” Ucap Siwon dan kembali memutar kursinya.

Sebenarnya bukan cuma saat ini Yongri tidak mau mengerjakan tugas kelompok mereka. Siwon sudah terlalu biasa mengerjakan tugas kelompoknya seorang diri. Yongri memiliki sifat malas pada taraf yang mulai membahayakan. Walaupun begitu, Siwon tidak bisa memaksanya.

“Siwon-ah, berbaringlah disini. Tugas itu tidak harus dikumpulkan besok.” Ujar Yongri sembari menepuk sisi kosong di sampingnya.

“Lebih cepat selesai lebih baik.” Sahut Siwon.

“Karena itulah kau selalu berada di peringkat pertama. Kau terlalu rajin, Siwon-ah. Apa kau tidak bosan?” Siwon mendengus keras mendengar ucapan Yongri.

“Kau sendiri apa tidak bosan berada di peringkat dua angka?”

“Setidaknya peringkatku lebih baik daripada Donghae dan Hyukjae.” Kata Yongri dengan bangga. Siwon melempar Yongri dengan sebuah pensil dan tepat mengenai kepalanya.

“Berhenti membandingkan dirimu dengan orang-orang yang berada di bawahmu.” Nasihat Siwon.

“Tetapi hal itu dapat membuatku merasa lebih baik.” Sela Yongri.

“Dan hal itu tidak bisa membuatmu berkembang, Yongri-ya.” Kata Siwon sabar.

“Baiklah, kau menang.” Ucap Yongri mengalah.

“Karena aku sudah mengalah, berbaringlah disini. Temani aku berbicara, Siwon-ah. Aku bosan.” Rengek Yongri.

“Aku sudah menemanimu berbicara dari tadi.”

“Aku hanya bisa melihat punggungmu, bodoh.” Umpat Yongri.

Siwon menghela nafas panjang. Memilih mengalah dengan menutup bukunya dan segera meninggalkan meja belajar. Siwon naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Yongri. Tidak ada rasa canggung di antara keduanya. Karena mereka sudah terlalu biasa melakukan hal tersebut.

“Sekarang apa?” Tanya Siwon. Keduanya menatap langit-langit di kamar Siwon.

“Siwon-ah..” Panggil Yongri pelan.

“Hmm..” Gumam Siwon.

“Apa kau tidak terpikir untuk memiliki kekasih?” Tanya Yongri. Siwon terkejut mendapati pertanyaan gadis itu, segera menoleh untuk menatapnya.

“Ada apa denganmu? Kau sakit?” Siwon meletakkan tangannya di dahi Yongri. Yongri menepis tangan Siwon.

“Aku hanya bertanya. Lagipula usia kita sudah 18 tahun.” Sungut Yongri.

Siwon mengalihkan pandangannya dan kembali menatap langit-langit. Terlihat tidak berniat untuk menjawab pertanyaan gadis itu. Karena sejujurnya, Siwon tidak terpikir untuk memiliki kekasih saat ini.

“Aku..” Ucap Yongri sembari menerawang.

“Aku ingin memiliki kekasih berwajah tampan sepertimu. Berotak pintar sepertimu. Memiliki tinggi serta badan yang kuat sepertimu. Dia juga harus pintar bermain basket sepertimu.” Ucapan Yongri membuat Siwon tidak bisa menahan tawanya. Yongri menatap Siwon dengan kesal. Merasa tersinggung karena laki-laki itu menertawakannya.

“Kalau begitu, aku akan memiliki kekasih berwajah cantik sepertimu. Pintar berkelahi sepertimu. Memiliki tinggi serta bentuk badan sepertimu. Aku juga akan senang jika dia tidak memiliki sifat manja sepertimu.” Balas Siwon membuat Yongri tertawa.

Ia dapat mengerti mengapa Siwon menertawakan ucapannya tadi. Karena saat ia mendengar ucapan Siwon pun, Yongri merasa sangat lucu. Keduanya saling menatap dan tertawa bersama. Menertawakan kebodohan mereka.

“Haruskah kita berpacaran, Yongri-ya?” Tanya Siwon geli.

“Eo. Haruskah?” Tanya Yongri balik dan mereka kembali tertawa.

Keduanya terus tertawa dengan senang selama beberapa saat. Mereka memang sangat sering menghabiskan waktu bersama dan tertawa bersama seperti ini. Dan setiap melakukannya, keduanya merasa sangat bahagia. Mereka terlihat seperti orang-orang yang tidak pernah memiliki masalah.

Beberapa saat kemudian, mereka berhenti tertawa. Nafas keduanya terdengar sahut-sahutan karena lelah. Yongri tersenyum kecil dan mengubah posisinya menjadi menghadap Siwon.

“Jika kau nanti memiliki kekasih, apa kau akan melupakanku?” Tanya Yongri dengan senyum yang menghilang.

“Dasar gila.” Dengus Siwon.

“Apa itu artinya kau tidak akan melupakanku? Eo?” Desak Yongri sembari mengguncang tubuh Siwon.

“Hentikan.” Ujar Siwon.

“Berjanji padaku, Siwon-ah. Berjanjilah bahwa kau tidak akan melupakanku jika kau memiliki kekasih suatu hari nanti.” Kata Yongri sembari mengulurkan kelingkingnya di hadapan Siwon. Siwon hanya menatap kelingking Yongri dengan malas.

“Ayolah, Siwon-ah.” Rengek Yongri.

“Aku tidak akan melupakanmu. Puas?” Ucap Siwon.

“Tidak. Kemarikan kelingkingmu, dan aku akan percaya dengan ucapanmu.”

Siwon menghela nafas panjang dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Yongri. Setelahnya mereka menyatukan kedua jempol mereka. Yongri menatap jari mereka dengan senyum puas. Janji Siwon membuat dirinya merasa tenang.

“Oh, maaf. Apa aku menganggu?” Sihoon yang baru saja membuka pintu kamar Siwon terlihat terkejut.

Sama seperti Sihoon, Siwon dan Yongri pun terkejut dengan kehadiran laki-laki itu. Keduanya segera melepaskan jari mereka dan mengubah posisi menjadi duduk.

“Ada apa?” Tanya Siwon menatap Sihoon.

“T–tidak. Ada yang ingin kutanyakan padamu. Tetapi sepertinya aku mengganggu kalian.” Jawab Sihoon dengan senyum yang dipaksakan.

“Aku pulang saja, Siwon-ah.” Kata Yongri menatap Siwon.

“Baiklah, aku akan mengantarmu ke depan.” Balas Siwon.

Yongri mengangguk dan keduanya segera berdiri. Yongri berjalan lebih dulu dan melewati Sihoon begitu saja. Tanpa niatan untuk berpamitan pada laki-laki itu. Siwon yang berjalan di belakang Yongri menghentikan langkahnya sebentar di samping Sihoon.

“Kau tunggu saja disini. Aku ingin mengantarkan Yongri sebentar.” Ujar Siwon dan di sambut anggukan oleh Sihoon.

Sihoon menatap kepergian kedua orang itu dengan wajah yang sulit diartikan. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana posisi kedua orang itu saat di atas tempat tidur tadi. Apa sepasang sahabat melakukan hal seperti itu? Apa sepasang sahabat berbagi tempat tidur seperti yang dilakukan Siwon dan Yongri?

——

Sihoon masuk ke dalam kelasnya tanpa semangat. Bukan karena tidak memiliki teman di dalam kelas tersebut, tetapi karena tidak ada Yongri di dalamnya. Entah kenapa Sihoon merasa sangat tertarik pada Yongri.

Pada awalnya, mungkin karena ia melihat wajah cantik gadis itu. Tetapi saat ini, Sihoon yakin ia akan tetap tertarik pada Yongri walaupun wajah gadis itu tidak cantik. Sihoon tidak bisa memberitahukan alasannya. Karena menyukai seseorang bukanlah karena suatu alasan.

“Choi Sihoon.”

Sihoon yang sudah duduk di kursinya segera mendongak saat ada yang memanggilnya. Perempuan yang berstatus murid baru sama sepertinya berdiri di samping mejanya. Sihoon menatap perempuan itu tanpa minat.

“Ya?” Sahut Sihoon.

“Mereka bilang kau memiliki kembaran disini.” Kata Hani. Sihoon menghela nafas dan mengangguk.

“Kembaranmu pasti sudah mengajakmu berkeliling di sekolah ini.” Ujar Hani.

“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?” Tanya Sihoon terlihat tidak sabar.

“Aku belum memiliki teman, Sihoon-ah. Karena kita sama-sama murid baru, bagaimana jika kita berteman dan mengenal sekolah bersama-sama?” Ujar Hani menawarkan.

“Aku tidak tertarik.” Jawab Sihoon dan mengalihkan pandangannya dari Hani.

Hani yang pantang menyerah memilih duduk di kursi yang berada di depan Sihoon. Ia menatap Sihoon sembari tersenyum dengan manis. Sihoon menatapnya dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Apa kau tidak tertarik padaku?” Tanya Hani.

“Pfftt!” Tawa Sihoon hampir pecah mendengar pertanyaan Hani. Untung saja laki-laki itu cepat menahan dirinya sehingga ia tidak harus mempermalukan dirinya.

“Apa yang kau bicarakan?” Gumam Sihoon.

“Saat aku tinggal di Daegu, banyak laki-laki yang tertarik padaku.” Kata Hani.

“Lalu kenapa kau pindah ke sini?” Tanya Sihoon acuh.

“Ayahku harus pindah ke Seoul, dan aku tidak memiliki pilihan selain mengikutinya.” Jawab Hani terlihat senang.

Sihoon mengusap tengkuknya dan tampak sangat-sangat tidak tertarik. Ia bertanya hanya untuk berbasa-basi. Namun sepertinya perempuan bernama Hong Hani ini tidak bisa membaca situasi dan raut wajah Sihoon.

“Lagipula, laki-laki di Daegu tidak ada yang setampan dirimu.” Ucap Hani dengan tersenyum. Sihoon menatap jam di pergelangan tangannya. Ia berharap bel masuk segera berbunyi.

“Aku tertarik padamu, Choi Sihoon. Kau mau membalas rasa tertarikku, kan?” Wajah Hani terlihat penuh harap.

Sihoon menghela nafas panjang. Kesabarannya sudah melewati batas. Sungguh, selama hidupnya ia tidak pernah ingin berbicara kasar kepada perempuan. Tetapi Hani benar-benar menguji kesabarannya.

“Maaf, tetapi aku tidak bisa.” Tolak Sihoon. Wajah Hani terlihat kecewa dan kesal.

“Kenapa?!”

“Pertama, aku tidak tertarik padamu. Kedua, aku tidak menyukaimu. Dan ketiga, aku sudah terlanjur menyukai perempuan lain.” Ucap Sihoon jujur.

“Siapa?!” Wajah Hani semakin terlihat kesal.

“Sebaiknya kau tidak perlu tau. Karena jika kau mengetahuinya, aku takut kau semakin merasa kalah.” Ucap Sihoon menyarankan.

“Tidak, aku ingin mengetahuinya. Siapa dia?” Tanya Hani. Sihoon menatap wajah Hani dan tampak menimbang. Haruskah ia memberitahunya?

“Choi Yongri. Dia berada di kelas II-1.” Jawab Sihoon. Baiklah, tidak ada salahnya ‘kan jika perempuan itu mengetahuinya?

Setelah mendengar jawaban Sihoon, Hani segera berdiri dan hendak meninggalkan laki-laki itu. Namun Sihoon dengan cepat menahan tangannya hingga membuat Hani terkejut. Hani menatap tangannya yang digenggam oleh Sihoon.

“Bukankah kau bilang tidak tertarik padaku?” Ujar Hani sembari menatap Sihoon.

“Jangan coba-coba untuk mengganggu hidup Choi Yongri karena penolakanku. Karena jika kau berani melakukannya, kau tidak akan percaya dengan apa yang bisa kulakukan padamu.” Ancam Sihoon membuat Hani semakin terkejut.

Hani melepaskan tangan Sihoon yang menggenggamnya. Ia menatap laki-laki itu sembari menunjukkan senyum terpaksanya. Ia tidak mungkin menunjukkan wajah terkejut apalagi wajah takutnya dihadapan Sihoon.

“Aku terlalu sibuk untuk mengganggu hidup orang lain.” Kata Hani dengan nada sombong.

Setelahnya ia segera meninggalkan Sihoon dan kelasnya. Ia menuju ke kelas II-1 tempat di mana Yongri berada. Setelah sampai di sana, Hani menatap ke sekeliling kelas. Ia tidak tau di mana perempuan bernama Choi Yongri. Sehingga ia memutuskan untuk bertanya pada salah satu siswa yang berada di dekatnya.

“Dimana Choi Yongri?” Tanya Hani. Laki-laki yang ditanya oleh Hani menatap gadis itu dengan bingung, sebelum akhirnya menunjuk keberadaan Yongri.

Hani dapat melihat seorang perempuan yang dikelilingi oleh beberapa laki-laki. Sembari tersenyum sinis, Hani menghampiri perkumpulan tersebut. Ia berdiri di dekat mereka, hingga membuat semua mata menatapnya dengan bingung.

“Kau Choi Yongri?” Tunjuknya pada Yongri.

Yongri yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa menganggukkan kepalanya. Lagipula itu memang namanya, kan? Apa yang dapat dilakukannya selain mengangguk atau berkata ‘ya’?

“Aku Hong Hani.” Hani mengulurkan tangannya.

Yongri pernah mengatakan bahwa ia tidak suka dengan seseorang yang berusaha akrab dengannya, kan? Dan apa yang dilakukan Hani saat ini adalah salah satu hal yang tidak disukai oleh Yongri. Yongri hanya menatap wajah Hani tanpa berniat untuk menyambutnya.

“Apa urusanmu dengan Yongri?” Tanya Siwon yang duduk disamping Yongri.

Hani menatap Siwon dan terlihat terkejut. Laki-laki itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Sihoon. Hanya saja mereka memiliki tatapan mata yang berbeda. Dan Hani lebih menyukai tatapan mata Sihoon.

“Kau kembaran Sihoon?” Tebak Hani yang sudah diketahui jawabannya.

“Kau mengenal Sihoon?” Tanya Kyuhyun. Hani menatap Kyuhyun tanpa minat. Kemudian ia kembali menatap Yongri dan Siwon secara bergantian.

“Kita akan sering bertemu mulai sekarang. Sampai jumpa.” Pamitnya dan segera meninggalkan kelas II-1.

Yongri dan yang lainnya menatap kepergian Hani dengan bingung. Mereka tidak mengenal gadis itu. Tetapi apa yang baru saja dilakukannya membuat mereka tidak nyaman. Hampir seluruh siswa Hansang High School mengenal sosok Yongri.

Mereka tau bagaimana Yongri dan kemampuannya dalam berkelahi. Mereka juga mengetahui siapa saja teman-teman Yongri. Selama ini, tidak ada yang berusaha untuk mengganggu Yongri. Bukan karena mereka takut, tetapi karena mereka menghargai Yongri yang juga tidak pernah mengganggu mereka.

“Siapa perempuan itu?” Gumam Hyukjae.

“Kau mengenalnya?” Tanya Donghae. Yongri hanya menggelengkan kepalanya.

“Bagaimana dia bisa mengenal Sihoon?” Kyuhyun terlihat bingung.

“Aku merasa ada yang aneh dengan perempuan itu.” Ujar Donghae.

“Sepertinya hidupmu tidak akan tenang setelah ini, Yongri-ya.” Kata Hyukjae. Siwon memukul pelan kepala Hyukjae.

“Jangan bicara yang tidak-tidak.” Ucap Siwon.

Siwon menatap Yongri yang tampak melamun. Saat sadar bahwa dirinya sedang ditatap oleh Siwon, Yongri membalas tatapan laki-laki itu sembari tersenyum kecil. Siwon tau bahwa Yongri merasa tidak nyaman dengan apa yang baru saja dilakukan dan dikatakan oleh Hani.

“Sepertinya kau semakin terkenal.” Kata Siwon berusaha untuk mencairkan suasana.

“Tidak seterkenal dirimu.” Balas Yongri.

“Tentu saja. Siapa yang bisa mengalahkanku?” Gurau Siwon. Yongri terlihat hendak memukul kepala laki-laki itu.

“Tetapi perempuan bernama Hong Hani itu cantik juga.” Ucap Hyukjae tiba-tiba.

Siwon, Donghae dan Kyuhyun mendorong kepala Hyukjae secara bergantian. Laki-laki itu tidak pernah bisa melihat perempuan cantik di sekolah mereka. Yongri yang melihatnya hanya bisa tertawa dengan geli.

——

Sudah menjadi kebiasaan Yongri menemani Siwon dan yang lainnya latihan basket pada sore hari di sekolah. Ia akan dengan senang hati dan semangat saat melihat para laki-laki berlari ke sana kemari membawa bola basket dengan keringat yang mengalir di wajah mereka.

Selain itu, Yongri juga merasa senang karena dapat melihat mereka bercanda satu sama lain. Mereka terlihat seperti anak kecil yang hanya memikirkan tentang bermain. Siwon juga terlihat lebih santai jika berada di dekat Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae. Laki-laki itu tidak harus memikirkan tentang belajar, belajar, dan tugas.

Siwon menghampiri Yongri dengan wajah dan tubuhnya yang penuh keringat. Yongri tidak munafik bahwa Siwon terlihat sangat tampan saat ini. Tidak heran jika banyak perempuan yang mengidolakan Siwon. Karena Yongri pun termasuk salah satu yang mengidolakan sahabatnya itu.

Siwon mengambil handuk di pangkuan Yongri dan menggunakannya untuk mengelap keringatnya. Yongri menutup hidungnya saat mencium bau keringat Siwon yang dibencinya. Siwon hanya dapat tersenyum geli melihat kelakukan gadis itu.

“Tolong ambilkan minumku.” Pinta Siwon. Yongri membuka tas Siwon dan mengambil sebotol air putih milik laki-laki itu.

“Kalian terlalu banyak bercanda daripada latihan.” Kata Yongri sembari memberikan botol minum pada Siwon. Siwon meneguk air di dalam botol hingga habis setengahnya.

“Kami sudah terlalu banyak latihan.” Ucap Siwon.

“Tetapi kalian tidak terlihat lelah sama sekali.”

“Kami lelah. Hanya saja kami tidak menunjukkannya. Kau tidak lihat keringatku ini? Bahkan handuk ini sudah basah.” Kata Siwon sembari melemparkan handuknya pada Yongri.

“YA!” Teriak Yongri melempar balik handuk pada Siwon. Siwon tertawa dengan senang.

“Kau tidak mau ikut bermain?” Tanya Siwon menawarkan.

“Tidak. Kalian pasti akan mengerjaiku.” Jawab Yongri.

“Kau tidak boleh berpikiran buruk pada temanmu.” Sela Siwon.

“Sayangnya aku tidak berpikiran buruk, Siwon-ah. Aku hanya terlalu mengenal kalian.” Kata Yongri dengan wajah sinisnya. Siwon mencibir pelan.

“Kalau begitu aku kembali ke lapangan dulu.” Ujar Siwon.

Sebelum pergi Siwon menutup wajah Yongri menggunakan handuk yang dipakainya untuk mengelap keringat. Setelahnya ia segera berlari sembari tertawa dengan puas. Yongri menjauhkan handuk dari wajahnya dan menatap Siwon dengan kesal.

“KALAU KAU KEMARI KAU AKAN MATI, CHOI SIWON!!” Teriak Yongri dengan kesal. Siwon hanya menjulurkan lidahnya seolah mengejek Yongri.

Yongri mendengus keras sembari memasukkan handuk Siwon ke dalam tas laki-laki itu. Ia berharap seluruh isi tas Siwon menjadi bau keringat laki-laki itu sendiri. Walaupun Yongri yakin bahwa Siwon tidak akan mempermasalahkan hal itu.

Kekesalan Yongri nyatanya tidak bertahan lama pada Siwon. Saat melihat laki-laki itu kembali bercanda bersama teman-temannya, Yongri kembali ikut tertawa dan merasa senang.

Yongri menghentikan tawanya dan melirik Sihoon yang mengambil tempat duduk di sampingnya. Mencoba mengabaikan laki-laki itu, Yongri memusatkan perhatiannya pada Siwon dan yang lainnya. Kembali tertawa saat melihat kekonyolan mereka yang saling memeluk untuk menyembunyikan bola.

Cukup lama Yongri dan Sihoon duduk berdampingan tanpa ada yang bersuara. Membuat Yongri lama kelamaan merasa menjadi tidak nyaman. Yongri menghela nafas dan menoleh untuk menatap Sihoon. Sihoon cukup terkejut dan membalas tatapan gadis itu dengan alis yang bertaut.

“Kau tidak ikut latihan?” Tanya Yongri terdengar acuh. Sihoon terdiam sebentar sebelum menjawab.

“Mereka sedang bercanda. Dan aku merasa tidak enak jika harus mengganggu kebersamaan mereka.” Jawab Sihoon sembari menatap Siwon dan yang lainnya.

“Bukankah kau orang yang suka mengakrabkan diri kepada siapa saja? Kau bisa bergabung jika mau.” Ujar Yongri membuat Sihoon tersenyum.

“Mereka pasti merasa tidak nyaman jika aku melakukannya.” Kata Sihoon pelan.

“Apa ini? Kenapa kau tiba-tiba seperti orang yang tertutup?” Gumam Yongri merasa aneh.

“Saat di Amerika aku memang memiliki banyak teman. Tetapi mereka tidak ada yang benar-benar tulus berteman denganku.” Kata Sihoon membuat Yongri menatapnya dengan terkejut.

“Aku bahkan pernah di jadikan bahan taruhan oleh mereka.” Ucap Sihoon sembari tersenyum miris. Yongri benar-benar tidak dapat menutupi keterkejutannya.

“Kau pasti tau pergaulan di Amerika, kan? Tentang sex bebas, khususnya. Tetapi aku tidak pernah tertarik melakukannya karena ibuku selalu berpesan padaku untuk tidak melakukannya. Karena itu, mereka mengejekku dan menjadikanku bahan taruhan. Perempuan mana yang bisa membuatku menidurinya mendapatkan banyak uang dari mereka.” Cerita Sihoon.

Yongri tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Ia merasa ikut sedih mendengar cerita Sihoon. Benarkah laki-laki itu dimanfaatkan seperti itu oleh teman-temannya? Tidak, mereka bukan teman. Tidak ada teman yang menjadikan teman lainnya sebagai bahan taruhan. Apakah Siwon mengetahuinya?

“Tidak ada yang tau mengenai ceritaku barusan. Tidak Siwon, ibuku maupun ayahku yang tinggal bersamaku.” Ujar Sihoon sembari menatap Yongri dengan tersenyum. Mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya.

“Karena itu kau harus merahasiakannya, okay?” Pinta Sihoon sembari mengusap kepala Yongri.

Yongri langsung menepis tangan Sihoon. Sepertinya ia tidak boleh bersikap lembut sedikit saja kepada Sihoon. Karena laki-laki itu kembali bersikap seenaknya saat Yongri lengah sebentar. Yongri membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.

“Aku tidak pernah memintamu menceritakannya padaku! Lagipula aku bisa menjaga rahasia dengan baik, asal kau tau!” Sungut Yongri sembari berdiri. Sihoon menatap Yongri dan tersenyum.

Yongri meninggalkan Sihoon namun tidak melihat bahwa bola basket sedang terbang ke arahnya. Bola basket yang baru saja di lempar oleh Donghae dengan sekuat tenaga itu mengenai tepat wajah Yongri. Semuanya menatap Yongri dengan terkejut.

Yongri merasa kepala dan juga hidungnya sangat sakit. Sihoon yang melihat tubuh Yongri tidak seimbang segera menghampiri gadis itu. Sihoon menangkap tubuh Yongri yang hendak terjatuh. Sihoon dapat melihat mata Yongri yang sayu serta hidungnya yang mengeluarkan darah.

“Hidungmu berdarah!” Ujar Sihoon panik. Sihoon mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan membersihkan darah di hidung Yongri.

“YONGRI-YA!” Teriak Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae bersamaan.

Mereka semua segera berlari untuk melihat keadaan Yongri. Melihat itu, Siwon malah terpaku ditempatnya. Siwon khawatir dengan keadaan Yongri. Demi Tuhan, ia sangat khawatir. Namun entah mengapa Siwon tidak bisa langsung berlari menghampiri gadis itu.

Selama ini, Siwon akan menjadi orang pertama yang menolong Yongri saat gadis itu sedang kesusahan. Tetapi saat ini, Siwon bukanlah menjadi yang pertama. Sihoon yang menolong Yongri dan sekarang gadis itu berada di dalam pelukan kembarannya. Dan Siwon merasa sangat aneh dengan kenyataan yang terjadi dihadapannya saat ini.

——

–To Be Continued–

HAI!

Kayaknya peminat FF ini masih sedikit ya. Soalnya untuk mencapai 50 comment memakan waktu cukup lama.. hahaha.. tapi gpp kok.. aku seneng kalian masih mau baca FF-FF aku.

Aku boleh curhat? Aku sedih karena ada yang mengatakan bahwa FF aku yang ini aneh. T.T hanya karena Siwon yang tidak cocok lagi sebagai anak SMA. Tetapi ini hanya FF, kan? Fiksi, kan? Aku boleh kan berimajinasi seperti apapun? T.T kalo misalkan menurut kalian FF ini memang aneh dan gak bagus, aku bakal berhenti untuk ngelanjutin FF ini. Aku bakal cari ide lain untuk FF baru aku. Yah walaupun aku ngerasa sedih, aku ttep bakal terima kalo kalian gak suka sama FF ini.

Aku bakal lanjut ff PL setelah part ini mencapai 50 comment.

BYE~

Advertisements

79 thoughts on “Love in Friendship – Part 2

  1. Menurut aku seru kok, rame juga cerita nya. Ringan gampang di cerna, belum ada konflik juga sih, tapi gak tau kalau Cinta nya udah di rasa oleh keduanya. Fighting lanjut, seru kok.

  2. Bagus ko Chingu… lanjutkan!! ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„
    Siwon mah mw jd anak sma atw kantoran ttp pantes aja ko..
    Hmm.. ngerasa aneh sm Yongri and Siwon, msa iya ga ada sesikitpun rasa suka diantara mereka pdhal udah lma kenal dan 18 tahun loh mereka..
    Aigooo.. kyanya emang hrus ada orang ketiga diantara mereka biar tuh berdua sadar klo mereka tuh sbnrnya ada rasa tertarik satu sma lain.. hehehe..
    Buktinya cma krna Sihoon nolongin Yongri yg pertma kali aja Siwon udah ngerasa aneh.. tnda2 lah klo ada secuil dihatinya tuh ga suka lhat Yongri sma laki2 lain..
    Kyanya part 3 bklan dah ada konfliknya ni.. ga sbar dh jd nya.. ๐Ÿ˜
    Fighting Chingu… Gomawo โ˜บ

  3. Si Hani punya niat jahat yahh. Mungkin Siwon suka ama Yongri. Sbnernya juga ngga nyngka sahabat bsa sedeket dan sebaik mereka. Klo didunia nyata itu pasti nyenengin bgt yahh..
    Bagus ko author, ini kan cuman cerita, ngga pandang umur atau yg lainnya kan ๐Ÿ™‚

  4. yongri sakit kah????? huhu dia emang jutek abis sama sihoon, mungkin krn itu sihoon jd makin penasaran sama yongri, ga sabar kelanjutannya kak

  5. Uhahha sih sihoon suka sama yongri tapi siwon blum tau gimana perasaan sesungguhnya sama yongri…
    Boleh gk yongri sama sihoon ajaa sih sihoon lebih romantis kayaknya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

  6. sah.sah aja kok eon mau siwon jd anak SMA atau CEO , aku setuju , ini hanya cerita so gadak masalah utk status siwon ๐Ÿ™‚

    Hhmmmm , cerita nya gak ketebak neh , buat penasaran , ntar yongri sama siwon ataw sihoon ? … But aku suka sama karakter hani yg kepedean kenalan sama yongri ๐Ÿ˜€

  7. Ceritanya keren kok, kak. Gak ada yang aneh kalau siwon jadi anak SMA.
    Aku sangat2 suka dg karakter yongri disini, soalnya yongri terlalu cuek dg cowok lain kecuali dg 4 sahabat cowoknya.
    Kayaknya hani nyari masalah dg yongri, terbukti saat dia menghampiri yongri dg tiba2. jadi penasaran dg yongri yg jago berkelahi. Dan kayaknya siwon mulai cemburu dg sihoon.
    Untuk next part, aku absen dulu ya kak. Soalnya udah terlalu malam.
    For kakak, keep fighting.:D

  8. Sihoon udh mulai PDKT nih meskipun yongri masih cuek apa dia akan lulu oleh sihoon? Kayanya siwon udh mulai merasa cemburu karna skarang bukan dia saja orang yg slalu ada buat yongri

  9. Yaampunnn. Si hani inii, pasti mau buat masalah :/ kezell jadinnyaa. Wah disini keliatan nih siwon merasa rada2 jealous gituu.. nah loh awas yongrinya di rebut xD

    Aku suka ff ini, jadi ngebayangin masa muda siwonnnn :’) berasa nostalgiaa #azek

    Good job eon!!^^

  10. oo apa yg terjdi sama siwon??
    apa siwon patah hati??
    hohoo sihoon nolongin yongri
    apa yongri pingsan??
    smoga yongri baik” aja
    yaa siwon knpa diem aja? knpa gak ikut nolongin tega bnget siwon

  11. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  12. Weiiissss cinta segibanyak :’D
    Siwon sama Yongri & Sihoon sama Hani aja…. Kan mereka sealiran(?) tuh :’D Hani sebenernya keren juga, kalo aku mah butuh banyak pertimbangan buat ngomong langsung gitu :’D Si Sihoon jujurnya kebangetanlah, kalo aku mah langsung bercucuran aer mata digituin ๐Ÿ˜ฅ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s