Love in Friendship – Part 1

IMG_20160731_193749

Author

Choineke

Title

Love in Friendship

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Choi Sihoon (OC), Hong Hani (OC), and others

Genre

Romance, School Life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

–What would you choose between love and friendship?–

——

Author POV

“CHOI SIWON!”

“CHOI SIWON!”

“CHOI SIWON!”

Sorakan meriah terus bergema di lapangan basket Hansang High School pada siang hari yang cukup panas tersebut. Teriakan yang sebagian besar dari siswi perempuan itu tampak memenuhi lebih dari setengah kursi penonton. Mereka membawa berbagai atribut seperti bando, hand banner serta handuk yang bertuliskan nama idola mereka, yang sedang bertanding di lapangan saat ini.

Sebagian besar dari mereka membawa atribut bertuliskan nama ‘CHOI SIWON’ yang merupakan ketua tim basket Hansang High School. Mata mereka terus mengikuti kemana pun Siwon bergerak. Dan teriakan mereka akan semakin menjadi, saat Siwon berhasil memasukkan bola ke dalam ring.

Yes!

Seorang gadis yang diketahui sahabat dari Siwon berseru senang saat melihat laki-laki itu kembali mencetak angka. Walaupun ia tidak terlalu bersemangat seperti gadis-gadis yang lain, ia tetap merasa senang untuk keberhasilan Siwon.

“Yongri sunbae..” Yongri menoleh saat mendengar ada yang memanggilnya.

“Siwon sunbae sangat hebat, ya.” Kata seorang gadis yang duduk disampingnya.

Yongri hanya tersenyum kecil dan kembali memandang ke lapangan basket. Ia bahkan tidak tau siapa yang mengajaknya berbicara barusan. Dan Yongri bukanlah seseorang yang dengan senang hati mengakrabkan diri dengan orang lain. Apalagi Yongri tau bahwa gadis itu hanya memanfaatkannya untuk mendekati Siwon.

“YEAY!” Yongri serta penonton yang lain bersorak senang saat kemenangan didapatkan oleh tim Siwon.

Yongri segera berdiri dan turun dari kursi penonton. Tanpa merasa canggung dan takut, ia memasuki lapangan basket untuk menghampiri Siwon. Sebelum benar-benar berada di sisi Siwon, Yongri melemparkan sebotol air mineral pada laki-laki itu. Siwon menyambutnya dengan baik sembari tersenyum dengan lebar.

“Selamat untukmu!” Kata Yongri sembari meninju dada Siwon.

“Selamat juga untuk kalian!” Lanjut Yongri memberikan selamat pada anggota tim basket yang lain.

“Seharusnya kau juga membawakan minuman untuk kami, Yongri-ya.” Ujar Cho Kyuhyun, salah satu anggota tim basket yang juga merupakan teman Siwon.

“Kau benar, Kyuhyun-ah.” Timpal Lee Donghae. Yongri menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal dan memberikan senyuman kecil.

“Maaf, tanganku tidak cukup banyak untuk membawakan minuman untuk kalian.” Ujar Yongri dengan wajah polosnya. Siwon memukul pelan kepala Yongri.

“Ya! Sejak kapan kau bersikap manja seperti itu?!” Protes Siwon sembari mengelap keringatnya yang bercucuran. Yongri menggerutu pelan dan disambut tawa senang dari teman-teman Siwon.

“Karena hari ini kau menang, kau akan mentraktirku makan, kan?” Ucap Yongri.

“Kau selalu memintaku mentraktirmu makan walaupun aku tidak sedang bertanding basket.” Sahut Siwon acuh. Yongri menatap Siwon kesal.

“Kalau begitu kau saja yang mentraktirku makan, Lee Hyukjae!” Kata Yongri pada Hyukjae yang sedang sibuk mengganti kaosnya yang basah oleh keringat.

“Sejak kapan aku dengan sukarela mentraktir kalian makan?” Balas Hyukjae dengan melemparkan kaosnya yang basah ke arah kursi penonton. Para gadis kembali berteriak histeris sembari berharap kaos tersebut jatuh ke tangan mereka.

“Astaga gadis-gadis itu..” Gumam Yongri.

“Kenapa mereka harus sehisteris itu hanya untuk mendapatkan kaos yang bau keringat?” Ucap Yongri tak habis pikir.

Siwon merangkul Yongri dan membiarkan tubuhnya yang masih basah menempel pada gadis itu. Ia tau hal tersebut akan membuat Yongri merasa sangat jijik. Terbukti saat ini gadis itu meliriknya dengan sangat tajam.

“Lepas, Choi Siwon.” Desis Yongri.

“Aku akan mentraktirmu makan, sayang.” Siwon menunjukkan wajah tanpa dosanya.

“Aku tau, tetapi lepaskan dulu rangkulanmu. Aku baru saja keramas tadi pagi, brengsek!” Yongri memberikan pukulan pada perut Siwon menggunakan sikunya.

Siwon yang merasa kesakitan segera melepaskan rangkulannya. Yongri mengumpulkan rambutnya ke depan dan menciumnya. Seperti dugaannya, bau keringat Siwon sudah menempel pada rambutnya yang masih wangi, beberapa menit yang lalu.

“Kau benar-benar menyebalkan, Choi Siwon!” Ucap Yongri dan segera meninggalkan lapangan basket.

Siwon tertawa senang melihat kekesalan Yongri. Walaupun terkesan tomboy, Yongri sangat memperhatikan penampilannya. Gadis itu tidak suka pada sesuatu yang jorok dan kotor. Makanya Siwon sangat tau apa saja yang bisa membuat gadis itu merasa kesal.

“Ayo, teman-teman. Kita makan bersama.” Ajak Siwon yang sudah berjalan lebih dulu untuk menyusul Yongri.

“Siwon sunbae!” Siwon menghentikan langkahnya saat mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh dan menemukan seorang gadis yang sedang menatapnya dengan malu-malu.

“Kau memanggilku?” Tanya Siwon memastikan. Gadis itu mengangguk.

“Ini untukmu.” Ucap gadis itu dengan memberikan sebuah kotak berwarna merah muda pada Siwon.

“Untukku?” Siwon menerimanya dan membuka kotak tersebut. Berisi berbagai macam coklat yang tidak menarik perhatian Siwon sama sekali. Tetapi Siwon tau siapa yang akan dengan senang hati menghabiskan coklat itu.

“Terima kasih.” Kata Siwon sembari tersenyum dan segera meninggalkan gadis itu. Teman-teman Siwon menatap gadis itu dengan tertawa sebelum akhirnya ikut menyusul Siwon.

——

Siwon, Yongri dan yang lainnya memasukki kantin sekolah yang tidak terlalu ramai siang itu. Mengingat para siswa dan siswi masih berada di lapangan basket untuk menonton pertandingan basket tadi. Mereka menempati sebuah meja panjang yang biasa mereka pakai jika hendak menikmati makan siang bersama.

“Hari ini menu makanannya kesukaanku. Lihatlah, aku mengambilnya dalam porsi yang banyak.” Ucap Kyuhyun senang.

“Aku yakin bukan karena itu.” Sahut Yongri.

“Benar, dia makan banyak karena Siwon yang mentraktir kita.” Timpal Hyukjae membuat yang lain tertawa sedangkan Kyuhyun menggerutu kesal.

“Ini untukmu.” Kata Siwon memberikan coklat yang didapatkannya tadi pada Yongri.

“Yah, kau memang yang paling mengerti aku, Siwon-ah.”

“Darimana kau mendapatkannya, Siwon-ah?” Tanya Donghae dengan wajah polosnya.

“Apa maksudmu mendapatkannya, tentu saja aku membelinya khusus untuk Yongri.” Jawab Siwon dan disambut tawa oleh teman-temannya.

“Yah, berhentilah berbohong. Aku tau kau mendapatkannya dari salah satu penggemarmu.” Ujar Yongri dan tawa teman-teman Siwon semakin keras.

Siwon menekuk wajahnya saat melihat teman-temannya semakin gencar menertawakannya. Yongri memang paling bisa membuatnya malu dan kehabisan kata-kata. Dan lihatlah, di saat semua sedang menertawakannya, gadis itu menunjukkan wajah tanpa dosanya. Wajah yang sangat menyebalkan namun juga menggemaskan di saat yang bersamaan.

“Baiklah, kau benar.” Ujar Siwon menyerah.

Mereka mulai menikmati makan siang diiringi tawa pelan dari teman-teman Siwon. Yongri yang melihat itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Mempermalukan Siwon dihadapan teman-temannya adalah kesenangan Yongri. Begitu pun sebaliknya, mempermalukan Yongri adalah kesenangan Siwon. Mereka adil, kan?

“Sial, besok ada ujian Bahasa Korea.” Umpat Hyukjae tiba-tiba sembari menghentikan makannya.

“Ah, eomma pasti akan menyita kaset game–ku.” Keluh Kyuhyun.

“Ayo, kita belajar di rumah Siwon!” Usul Donghae dan disambut wajah antusias dari yang lain. Sesaat kemudian mereka mulai menatap Siwon dengan penuh harapan. Siwon membalas tatapan mereka dan tersenyum.

“Aku tidak bisa.” Ucapnya melunturkan harapan semua temannya.

“Kenapa?!” Rengek Yongri.

“Aku dan eomma harus pergi ke suatu tempat nanti sore. Besok aku baru bisa menceritakan semuanya pada kalian.” Ucap Siwon sembari melanjutkan makannya.

Terdengar decakan penuh kekesalan dari mereka. Bukan kesal karena Siwon tidak bisa memberitahukan kemana laki-laki itu akan pergi. Tetapi mereka kesal karena tidak bisa belajar bersama Siwon. Siwon adalah laki-laki yang sialan sempurna untuk mereka. Berwajah tampan serta otaknya yang luar biasa pintar. Hanya Siwon yang dapat membantu mereka dalam ujian.

“Ya, Choi Yongri! Kau selalu berdekatan dengan Siwon. Tidak bisakah sedikit saja kau tertular kepintaran Siwon?!” Ejek Kyuhyun.

Yongri memukul kepala Kyuhyun menggunakan sendok yang dipakainya untuk makan. Yang lain terlihat terkejut dengan apa yang dilakukan Yongri. Namun sesaat kemudian mereka menertawakan Kyuhyun yang terlihat kesakitan. Dan juga terdapat sebutir nasi di kepala laki-laki itu.

“Beruntung karena bukan mulutmu yang aku pukul, Cho Kyuhyun! Kau menyebalkan sekali.” Gerutu Yongri.

“Aigoo, Kyuhyun yang malang.” Kata Donghae sembari mengambil nasi di kepala Kyuhyun.

“Apa kau pulang malam?” Tanya Yongri pada Siwon.

“Kenapa?” Tanya Siwon balik.

“Aku akan ke rumahmu setelah kau pulang.”

“Jangan!” Suara Siwon tiba-tiba meninggi. Mereka menatap Siwon dengan terkejut dan bingung. Siwon yang mendapatkan tatapan seperti itu dari teman-temannya menjadi salah tingkah.

“A–ah, maksudku, bagaimana bisa dia datang ke rumah laki-laki pada malam hari.” Kata Siwon sembari menunjuk Yongri.

“Kau sedang bercanda denganku, Choi Siwon?!” Yongri menatap Siwon dengan wajah datar. Siwon membalas tatapan Yongri dengan memiringkan kepalanya.

“Apa kau lupa rumahmu berada tepat di sebelah rumahku? Aku bahkan tidak perlu keluar pagar untuk mendatangi rumahmu.” Kata Yongri. Siwon meringis saat mengingat kebodohannya barusan.

“Kau aneh, Siwon-ah.” Kata Hyukjae sembari menatap Siwon dengan matanya yang memicing.

“Kau benar, Hyukjae-ya.” Sahut Donghae.

“Seperti ada sesuatu yang kau sembunyikan.” Sela Kyuhyun.

Siwon menghela nafas dan meletakkan sumpit serta sendok yang dipakainya untuk makan. Ia menatap teman-temannya secara bergantian. Baiklah, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Wajar saja jika mereka bisa menebak sesuatu hanya dari gerak-gerik tubuhnya saja.

“Karena itulah aku katakan pada kalian bahwa aku akan menceritakan semuanya besok.” Ucap Siwon dengan wajah putus asa.

Yongri menatap Siwon dengan alisnya yang bertaut. Sesaat kemudian Yongri ikut menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, teman-teman. Kita tunggu besok saja, okay?” Kata Yongri.

“Tetapi besok ujian.” Gumam Hyukjae mengeluh. Donghae yang duduk disebelahnya hanya bisa menepuk-nepuk pelan punggung laki-laki itu.

——

Yongri duduk di kursi belajarnya di dalam kamar dengan beberapa buku terbuka di atas meja belajar. Wajahnya yang cantik terlihat frustasi karena harus menghafal setiap tulisan yang terdapat di buku tersebut.

Jika ia telah dengan sukses menghafal setiap kata dalam satu baris, maka ia akan dengan cepat pula melupakannya setelah menghafal baris yang lain. Gadis itu bahkan ingin berteriak dengan kencang untuk melampiaskan kekesalannya. Tetapi ia tidak mungkin melakukannya di saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Kamarnya bahkan sudah gelap dan hanya diterangi oleh lampu di meja belajarnya. Orangtua dan adiknya juga pasti sudah tidur dan bisa-bisa ia dipukul oleh ibunya jika membuat keributan di malam hari. Yongri menghela nafas dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

Karena merasa lelah, Yongri segera berdiri dan jalan mondar-mandir di kamarnya. Ia berhenti di depan jendela sembari menatap keluar. Kamarnya dan kamar Siwon bersebrangan. Jika sedang malas keluar, mereka biasanya berbicara melalui jendela. Yongri tersenyum senang saat melihat lampu di kamar Siwon dalam keadaan menyala.

“Siwon sudah pulang!” Ucap Yongri.

Gadis itu mengambil sebuah buku dan segera keluar dari kamarnya. Sembari jalan dengan mengendap-endap, Yongri keluar dari rumah. Ia tidak ingin membangunkan orangtua serta adiknya dan membuat heboh jika sampai mereka melihatnya keluar. Lagipula Yongri tidak sedang berbuat sebuah kejahatan.

Seperti kata Yongri, tidak harus melewati pagar untuk menuju rumah Siwon. Ia hanya perlu memanjat dinding pembatas yang memisahkan rumahnya dan rumah Siwon. Yongri menggigit buku yang dibawanya dan mulai menaiki tembok. Tidak sulit, karena Yongri sudah terbiasa melakukannya.

HAP!

Yongri mendarat di rumah Siwon dengan sempurna. Gadis itu berlari kecil untuk menuju ke pintu. Jika kalian ingin tau bagaimana dekatnya hubungan Siwon dan Yongri, maka kalian bisa menebaknya dari cara Yongri memasuki rumah Siwon. Gadis itu tidak perlu menekan bel dan hanya perlu memasukkan kombinasi angka yang sudah dihafalnya diluar kepala.

“Yongri-ya.” Yongri terkesiap saat ada yang memanggilnya saat ia sudah masuk ke dalam rumah Siwon.

“Selamat malam, eommonim!” Sapa Yongri saat melihat Jung Eunhee, ibu Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini malam-malam seperti ini?” Tanya Eunhee dengan wajah terkejut.

“Kau tau kebiasaanku ketika besok akan ujian, eommonim.” Jawab Yongri diakhiri dengan sebuah cengiran. Eunhee tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.

“Naiklah ke atas.” Kata Eunhee.

“Terima kasih, eommonim. Selamat malam.” Yongri segera berlari meninggalkan Eunhee yang terlihat ingin mengatakan sesuatu.

Yongri memasuki kamar Siwon yang selalu rapi dan juga harum aroma laki-laki itu. Masih dengan berlari kecil, Yongri menghampiri tempat tidur Siwon dan berbaring dalam posisi tengkurap di sana. Yongri menyadari kehadiran seseorang di sana. Dan tentu ia sudah bisa menebak siapa yang sedang berdiri dibelakangnya saat ini.

“Siwon-ah, aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi belajar.” Keluh Yongri sembari membuka bukunya.

“Kau harus membantuku. Jika tidak, aku bisa digantung oleh ayahku apabila nilaiku turun lagi semester ini.” Kata Yongri.

Tidak mendapatkan jawaban apapun dari Siwon, Yongri segera membalikkan badannya. Ia berbaring dalam keadaan terlentang saat ini. Dan Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat penampilan laki-laki yang berada dihadapannya saat ini.

“Ya! Kau mewarnai rambutmu?” Tanya Yongri dengan takjub.

Siang tadi, rambut Siwon masih berwarna hitam. Namun sekarang rambut laki-laki itu berwarna keemasan. Bagaimana mungkin Yongri tidak terkejut melihatnya? Pasalnya selama ini Siwon tidak pernah suka mewarnai rambutnya.

“Yah, apa kau baru saja menjilat ludahmu sendiri, huh? Kau bilang tidak akan pernah mau mewarnai rambutmu.” Ejek Yongri.

Laki-laki dihadapannya hanya menatap gadis itu dengan kedua alisnya yang menyatu. Namun beberapa saat kemudian sebuah senyum menggoda terlihat pada wajah laki-laki itu. Senyum yang membuat wajahnya menjadi semakin tampan.

“Kau tidak suka dengan warna rambutku?” Tanyanya.

Yongri terkejut mendengar suaranya. Gadis itu segera mengubah posisinya menjadi berdiri, tepat dihadapan laki-laki itu.

“Yah, kenapa suaramu berubah? Apa kau sedang flu?” Yongri terlihat khawatir. Gadis itu menaruh tangannya di atas dahi laki-laki itu.

Tiba-tiba pintu kamar Siwon terbuka, membuat Yongri segera menoleh. Saat melihat siapa yang masuk, kedua mata Yongri langsung membesar dengan sempurna.

“Choi Yongri?!” Itu Siwon!

Yongri menatap Siwon dan laki-laki yang sedang ia pegang dahinya secara bergantian. Seolah tersadar dengan apa yang sedang dilakukannya, Yongri segera menarik tangannya. Ia menatap laki-laki yang berada dihadapannya saat ini. Laki-laki itu masih menatapnya dengan sebuah senyum menggoda. Membuat Yongri dengan segera berlari untuk menghampiri Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon masih dengan terkejut.

“S–Siwon-ah, a–aku–” Yongri terlihat bingung untuk berbicara. Ia kembali menoleh ke belakang untuk menatap laki-laki itu, namun sesaat kemudian ia segera menatap Siwon.

“Dia–” Yongri menunjuk ke belakang.

Siwon menghela nafas panjang.

“Dia kembaranku, Choi Sihoon. Aku pernah menceritakannya padamu dulu.” Ujar Siwon.

Yongri mencoba memahami apa maksud ucapan Siwon barusan. Dan ia juga mencoba untuk mengingat cerita yang baru saja dikatakan oleh Siwon. Kembaran? Siwon memiliki kembaran?

Beberapa saat kemudian Yongri terkesiap. Dia ingat. Siwon pernah bercerita bahwa laki-laki itu memiliki kembaran yang tinggal bersama ayahnya di luar negeri. Ah, laki-laki itukah kembaran Siwon? Sialan, mereka memiliki wajah yang sangat-sangat mirip.

“Dia kembaranmu?” Tanya Yongri memastikan. Siwon menggangguk.

“Kemarilah, aku akan mengenalkan kalian.” Ucap Siwon menarik tangan Yongri.

“Sihoon-ah, kenalkan dia Choi Yongri. Dan Yongri-ya, kenalkan dia Choi Sihoon.” Kata Siwon.

Sihoon terlihat mengulurkan tangannya lebih dulu. Yongri terlihat ragu untuk menyambut uluran tangan tersebut. Karena laki-laki itu tidak menghilangkan senyum jenakanya yang terlihat sedang mengejek Yongri. Baiklah, dia memang salah orang tadi. Jangan salahkan dia karena Siwon dan Sihoon memiliki wajah yang sama.

“Choi Yongri.” Yongri akhirnya menerima uluran tangan Sihoon.

“Choi Sihoon.” Balas Sihoon. Yongri dengan cepat menarik tangannya kembali.

“Kalian berpacaran?” Tanya Sihoon.

“Tidak.” Jawab Siwon dan Yongri serempak. Sihoon tampak terlihat senang dengan jawaban mereka.

“Kami bersahabat sejak kecil.” Kata Siwon.

“Bagus sekali.” Ujar Sihoon membuat Siwon dan Yongri menatapnya dengan bingung.

“Kita akan sering bertemu mulai sekarang, Yongri-ya.” Kata Sihoon.

“Kenapa?” Tanya Yongri tanpa sadar. Ia merasa tidak nyaman berada di dekat kembaran Siwon, entah karena apa.

“Aku akan tinggal disini dan melanjutkan sekolah di tempat yang sama dengan Siwon.” Jawab Sihoon.

Mulut Yongri terbuka karena terkejut. Baiklah, Siwon memang tampan. Dikelilingi laki-laki yang tampan memang sangat menyenangkan. Tetapi Yongri tidak membutuhkan dua Siwon dalam hidupnya. Ia hanya membutuhkan satu Siwon saja.

“Ini buku yang akan kau pinjamkan padaku?” Tanya Sihoon sembari mengambil buku di tangan Siwon. Siwon mengangguk.

“Terima kasih adikku. Dan sampai berjumpa lagi, nona manis.” Ujar Sihoon sembari memberikan sebuah cubitan pelan di pipi Yongri. Setelahnya ia segera meninggalkan kamar Siwon.

Yongri memegang pipinya dan menatap kepergian Sihoon dengan kesal. Ia memang memiliki teman laki-laki. Namun Yongri tetap tidak suka saat ada laki-laki yang bertingkah sok akrab dan menyentuhnya tanpa seizinnya.

“Ada apa dengan kembaranmu itu?” Ucap Yongri dengan kesal.

“Maaf. Dia terlalu lama tinggal di luar negeri.” Balas Siwon. Yongri berdecak pelan.

“Itulah kenapa aku memintamu untuk tidak datang hari ini. Aku akan menjelaskan semuanya besok padamu, tentang kedatangan Sihoon dan bagaimana kepribadiannya. Tetapi kau tidak pernah bisa mendengarku.” Keluh Siwon.

Yongri menghela nafas dan kembari berbaring di atas tempat tidur. Wajahnya terlihat kesal namun ia tidak tau harus melampiaskannya pada siapa. Siwon tidak salah bahkan sudah berpesan padanya tadi. Dia yang tidak pernah menurut pada laki-laki itu.

“Besok ujian dan aku tidak mau gagal.” Kata Yongri dengan wajah memelas. Siwon tersenyum dan akhirnya mengambil tempat disamping gadis itu.

“Baiklah, kita belajar bersama.”

——

Yongri menggembungkan pipinya dan mencoba untuk bersabar. Ia berpikir bahwa kekesalannya semalam akan hilang pagi ini. Ternyata, Tuhan menambahkan kekesalannya hingga membuat Yongri benar-benar harus kembali bersabar.

Bagaimana tidak, ia harus berangkat sekolah bersama dengan Siwon dan Sihoon. Selama ini Yongri hanya berangkat sekolah bersama Siwon menggunakan mobil laki-laki itu. Tetapi sekarang mereka harus berangkat bertiga dengan Yongri yang duduk di belakang. Ia bahkan tidak bisa berbicara dengan nyaman bersama Siwon karena keberadaan Sihoon.

“Daripada cemberut, lebih baik kau buka bukumu dan belajar lagi, Yongri-ya.” Ujar Siwon yang dapat melihat wajah kesal Yongri dari kaca spion tengah. Yongri membalas tatapan Siwon dengan mendelik tajam.

Siwon menyadari kekesalan gadis itu namun tidak bisa berbuat apa-apa. Baru kemarin Sihoon menginjakkan kakinya di Seoul dan laki-laki itu tidak memiliki properti apapun, termasuk mobil. Ia tidak mungkin membiarkan Sihoon pergi seorang diri ke sekolah. Di saat laki-laki itu tidak mengenal Seoul sama sekali.

Lagipula Siwon yakin bahwa kekesalan Yongri pada Sihoon tidak akan bertahan lama. Jika mereka sudah mengenal Sihoon lebih dalam, mereka akan menyukai laki-laki itu. Bahkan melebihi rasa suka mereka pada Siwon.

“Apa kau kesepian duduk seorang diri di belakang?” Tanya Sihoon sembari menoleh. Yongri membuang wajahnya dari Sihoon.

“Apa aku perlu menemanimu duduk di belakang?” Ujar Sihoon menawarkan diri. Diiringi dengan senyum menggodanya. Yongri menatap Sihoon dengan kesal.

“Hentikan itu, Sihoon-ah.” Kata Siwon. Sihoon tertawa dan kembali menatap ke depan.

Yongri mengepalkan tangannya dan ingin sekali memukul kepala Sihoon dengan keras. Mereka baru kenal, bukankah seharusnya Sihoon tidak terus menerus menggodanya? Kenapa Sihoon harus bersikap menyebalkan seperti ini?

Mereka sampai di sekolah saat 5 menit lagi bel sekolah akan berbunyi. Siwon memarkirkan mobilnya di tempat biasa dan mereka bertiga segera turun dari dalam mobil. Para siswa yang melihat kedatangan mereka dibuat terkejut karena mereka harus melihat dua orang Siwon sekaligus. Sama seperti yang dirasakan Yongri kemarin.

“Sihoon-ah, di sana kantor gurunya.” Kata Siwon sembari menunjuk kantor guru.

“Apa kau tidak bisa mengantarkanku, Yongri-ya?” Tanya Sihoon dengan wajah memelas.

“Tidak bisa. Dia bisa terlambat jika harus mengantarmu. Kami ada ujian hari ini.” Jawab Siwon. Yongri merasa bersyukur karena Siwon mau menjawab pertanyaan Sihoon.

“Aku hanya bercanda, brother.” Dengus Sihoon.

“Aku pergi dulu.” Pamit Sihoon dan segera meninggalkan Siwon serta Yongri.

Sihoon menyadari setiap tatapan para siswa dan siswi padanya. Namun ia tidak melakukan apapun selain terus berjalan lurus untuk menuju ke kantor guru. Karena wajahnya yang mirip dengan Siwon serta warna rambutnya yang mencolok menarik perhatian mereka. Sihoon yakin itu.

Setelah mengetuk pintu kantor, Sihoon segera masuk ke dalam. Ada beberapa guru di dalam sana dan Sihoon tidak tau harus menemui siapa. Sialan, seharusnya ia menyeret Siwon untuk menemaninya kemari. Agar ia tidak terlihat seperti orang bodoh saat ini.

“Apa kau Choi Sihoon?” Sihoon terkejut saat mendengar ada yang berbicara dengannya. Ia menemukan seorang pria yang menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Ya.” Jawab Sihoon.

“Aku Kim Joohyuk yang akan menjadi wali kelasmu. Ayo, ikut aku.” Kata Guru Kim sembari berjalan menuju ke mejanya.

Sihoon mengikutinya dari belakang dan ia menemukan seorang perempuan yang berada di dekat meja Guru Kim. Perempuan itu memakai pakaian sekolah yang berbeda dengan yang dipakai Siwon dan Yongri tadi. Sihoon mencoba mengabaikannya walaupun ia harus berdiri bersebelahan dengan perempuan itu.

“Dia Hong Hani. Sama sepertimu, dia juga murid baru.” Ujar Guru Kim pada Sihoon. Guru Kim duduk di kursinya dan mengambil sebuah map.

“Kalian akan masuk ke kelasku yaitu kelas II-2.” Ucap Guru Kim memberitahu.

“Choi Yongri berada di kelas berapa?” Tanya Sihoon.

Hani menatap Sihoon yang berdiri disebelahnya. Laki-laki yang sangat tampan menurutnya. Namun sayangnya Sihoon tampak tidak tertarik padanya. Membuat Hani merasa terluka sebagai seorang perempuan. Hani merasa ia memiliki wajah yang cantik.

“Choi Yongri? Apa kau mengenalnya?”

“Ya.”

“Ehm, Choi Yongri berada di kelas II-1. Kenapa?”

“Apa aku tidak bisa berada di kelas itu, saem?” Tanya Sihoon.

“Tidak bisa.” Jawab Guru Kim.

“Kenapa?” Wajah Sihoon tampak kecewa.

“Kau kembaran Choi Siwon, kan?” Tanya Guru Kim. Sihoon menganggukkan kepalanya.

“Siwon berada di kelas II-1. Dan kalian tidak bisa berada di kelas yang sama.” Jelas Guru Kim. Sihoon berdecak pelan dan merasa kesal.

“Sekarang kalian ikut aku masuk ke dalam kelas. Kelas sudah akan dimulai.” Ucap Guru Kim.

“Oh ya, Choi Sihoon. Kau harus mewarnai rambutmu dengan warna yang lebih gelap besok. Warna rambutmu terlalu mencolok untuk berada di lingkungan sekolah.”

“Aku mengerti, saem.” Kata Sihoon dengan patuh.

Guru Kim berjalan lebih dulu dan Sihoon hendak mengikutinya saat dengan tiba-tiba ada yang menarik tasnya. Sihoon menghentikan gerakannya dan menoleh ke belakang. Perempuan yang bernama Hong Hani itulah yang sedang memegang tasnya.

“Ada apa?” Tanya Sihoon.

“Namaku Hong Hani.” Kata Hani sembari mengulurkan tangannya.

“Ya, aku sudah mendengarnya tadi.” Balas Sihoon tanpa berniat menyambut uluran tangan Hani.

“Kau tidak dengar kata saem? Kelas sudah akan dimulai.” Ujar Sihoon dan segera meninggalkan Hani. Hani mendengus kasar dan menatap Sihoon dengan kesal. Setelahnya ia mulai menyusul Guru Kim dan juga Sihoon.

——

“SIWON MEMILIKI KEMBARAN?!”

Yongri tidak pernah merasa malu memiliki teman seperti Hyukjae, Donghae dan Kyuhyun sebelumnya. Tetapi saat ini ia merasa sangat malu. Ketiga laki-laki itu tidak bisa menahan diri mereka untuk tidak berteriak dengan kencang saat ini. Hingga membuat orang-orang yang berada di kantin menatap mereka penuh minat.

“Kalian menyebalkan, tau?” Yongri menyeruput es jeruk yang dipesannya.

“Yah, yah, ceritakan dengan lebih rinci.” Pinta Kyuhyun.

“Sepertinya Siwon yang lebih berhak untuk bercerita. Aku tidak mau dianggap sok tau jika menceritakan semuanya pada kalian. Intinya, Siwon memiliki kembaran yang hidup terpisah dengannya, karena kedua orangtua mereka bercerai.” Jelas Yongri.

“Wah, hebat! Itu berarti akan ada dua Siwon di sekolah ini.” Kata Donghae dengan takjub.

“Bodoh!” Hyukjae memukul pelan kepala Donghae. Donghae menatap Hyukjae dengan kesal.

“Siapa yang bodoh?!”

“Kau. Dengar, satu Siwon saja membuat perhatian para perempuan hanya tertuju padanya. Bagaimana jika sampai ada dua Siwon? Kita benar-benar tidak akan dilirik oleh mereka.” Ucap Hyukjae membuat Kyuhyun dan Yongri menertawakannya.

“Kenapa kalian tertawa?” Tanya Hyukjae tidak terima.

“Dengar, Lee Hyukjae. Hal itu hanya berlaku padamu. Sayangnya masih ada banyak perempuan yang suka melirikku.” Kata Kyuhyun dengan percaya diri.

“Benar. Banyak perempuan juga yang masih menatapku secara terang-terangan.” Timpal Donghae. Tawa Yongri semakin menjadi saat mendengar ucapan Kyuhyun dan juga Donghae.

“Ternyata kau secantik ini jika sedang tertawa.”

Yongri menghentikan tawanya. Saat ia menoleh, ia menemukan keberadaan Sihoon bersama dengan Siwon. Dan yang baru saja memujinya adalah Sihoon. Apakah Yongri merasa senang? Tentu saja tidak. Ia sangat ingin membekap mulut Sihoon dengan tangannya.

“Siwon-ah!” Sapa Kyuhyun, Hyukjae dan Donghae secara bersamaan.

Siwon mengambil tempat duduk di samping Yongri. Ia meminta Yongri untuk bergeser lagi dan memberikan isyarat pada Sihoon untuk duduk disampingnya. Sihoon hanya menurut dan akhirnya duduk di samping Siwon.

“Wah, kalian benar-benar mirip.” Kata Hyukjae.

“Kalian teman-teman Siwon?” Tanya Sihoon. Mereka mengangguk.

“Kenalkan, aku kembaran Siwon. Choi Sihoon.” Sihoon memperkenalkan dirinya. Teman-teman Siwon menganggukkan kepalanya.

“Aku Lee Donghae. Dia Cho Kyuhyun dan dia Lee Hyukjae.” Kata Donghae sembari menunjuk Kyuhyun dan Hyukjae.

“Siapa yang lahir lebih dulu? Kau atau kembaranmu, Siwon-ah?” Tanya Kyuhyun. Yongri tampak tidak tertarik dengan bahasan mereka. Gadis itu sibuk dengan es jeruk dihadapannya.

“Sihoon lahir 20 menit lebih dulu dariku.” Jawab Siwon.

“Ah, itu berarti Sihoon adalah kakakmu?” Tebak Hyukjae yang sebenarnya sudah mengetahui jawabannya.

“Bisa dibilang begitu. Tetapi kami tidak pernah mempermasalahkannya.” Sahut Sihoon.

“Yongri-ya, apa kau tidak mau makan?” Tanya Sihoon sembari memajukan badannya dan menoleh untuk menatap Yongri.

Yongri menatap Sihoon dengan tidak suka. Kenapa laki-laki itu terus bersikap seperti ini padanya? Ia mengabaikan Sihoon dan berpura-pura tidak mendengar pertanyaan laki-laki itu. Hingga membuat teman-teman Siwon menatapnya dengan bingung.

“Yongri-ya.” Panggil Kyuhyun.

“Ada apa?” Sahut Yongri.

“Kau tidak mendengar Sihoon mengajakmu berbicara?” Tanya Kyuhyun.

“Aku dengar. Tapi aku mengabaikannya.” Jawab Yongri. Gadis itu menghela nafas dan segera berdiri.

“Aku mau kembali ke kelas saja.” Kata Yongri dan segera meninggalkan kantin.

“Yah, dia kenapa?” Gumam Donghae.

“Aku akan menyusul Yongri. Teman-teman, tolong temani Sihoon. Dia belum memiliki teman.” Pinta Siwon dan disambut anggukan oleh ketiganya.

Siwon ikut meninggalkan kantin untuk menyusul Yongri. Ia tidak boleh membiarkan Yongri marah. Karena jika gadis itu sudah melakukannya, maka akan susah untuk Siwon membujuknya. Marahnya Yongri adalah hal yang paling dihindari oleh Siwon.

“Kau marah?” Tanya Siwon setelah berhasil berjalan di samping Yongri. Yongri menatap Siwon dan menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya merasa tidak nyaman.” Jawab Yongri. Siwon bernafas dengan lega.

“Sihoon membuatmu tidak nyaman?” Yongri mengangguk.

“Kau tau bahwa aku tidak suka dengan orang-orang yang seperti itu, kan?” Keluh Yongri

“Masih ada waktu 10 menit lagi sebelum waktu istirahat berakhir. Ayo, kita ke taman belakang.” Ajak Siwon. Yongri mengangguk dan menatap Siwon dengan antusias.

Keduanya berlari kecil menuju taman belakang yang mereka maksud. Taman yang sering digunakan siswa-siswi untuk belajar, tidur, dan juga mengobrol. Taman yang memiliki rumput berwarna hijau dan sangat halus. Membuat siapa saja ingin berbaring di sana sembari menatap langit.

“Duduk di sana saja.” Tunjuk Siwon pada sebuah pohon yang tampak rindang. Yongri mengangguk dan mereka segera duduk di bawah pohon, agar matahari tidak terlalu menyinari mereka.

“Mereka mulai memandangimu.” Kata Yongri diakhiri dengan cengiran.

Siwon menatap ke sekeliling dan membenarkan ucapan Yongri. Para perempuan yang berada di sana mulai memandangi Siwon dengan wajah malu-malu. Padahal Siwon tidak melakukan apapun pada mereka.

“Ayahku menikah lagi.” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Yongri menatapnya dengan terkejut. Siwon membalas tatapan Yongri dan tersenyum.

“Karena itulah Sihoon pindah ke Seoul.”

“Ayahmu mengusir Sihoon?” Tebak Yongri. Siwon menggeleng.

“Sihoon menentang pernikahan ayahku. Sehingga ia memutuskan untuk tinggal bersamaku dan ibuku.” Jelas Siwon.

“Kemarin aku dan ibuku menjemputnya di bandara.”

“Ah, begitu.” Ucap Yongri.

“Apa ini pertama kalinya kalian bertemu setelah berpisah saat kecil?” Tanya Yongri.

“Tidak. Aku pernah bertemu dengannya 5 tahun yang lalu. Kau ingat saat aku tidak bisa ikut merayakan perayaan tahun baru bersamamu? Padahal tahun-tahun sebelumnya kita selalu merayakannya bersama.” Ucap Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Saat itulah aku bertemu dengannya. Sihoon sedang berlibur ke Jepang. Aku dan ibuku menyusul ke sana.”

“Bersama ayahmu juga?”

“Tidak. Hanya Sihoon seorang diri.”

“Itu berarti kau dan Sihoon sering berbagi kabar?” Tebak Yongri.

“Ya. Kami juga sering berbicara lewat telepon.” Sahut Siwon.

“Karena itukah Sihoon terdengar fasih saat berbicara bahasa Korea?”

“Kau benar.”

“Kau tidak pernah bercerita padaku. Aku bahkan hampir lupa jika kau memiliki kembaran.” Ucap Yongri. Siwon tersenyum kecil.

“Aku juga tidak tau kenapa tidak pernah menyinggung tentang Sihoon dihadapan kalian.” Sela Siwon.

Yongri hanya tersenyum dan mereka sama-sama terdiam. Keduanya menatap ke sekeliling sembari menikmati angin yang terkadang menghampiri mereka. Para perempuan masih terus memandangi Siwon. Mereka tampak tidak terganggu dengan kehadiran Yongri di samping Siwon. Karena menurut mereka itu adalah hal yang biasa.

“Kau jangan membenci Sihoon.” Kata Siwon.

“Aku? Membencinya? Tidak, tentu saja. Aku hanya merasa tidak nyaman.” Kata Yongri menjelaskan.

“Sihoon memang seperti itu. Walaupun kami kembar, sifatku dan sifatnya berbeda. Sihoon lebih mudah menyesuaikan diri pada lingkungan baru. Karena itulah dia memiliki banyak teman di luar negeri.”

“Jika kau sudah mengenalnya lebih dalam, kau mungkin akan berpaling dariku. Kau pasti memilih berteman dengannya.” Ujar Siwon.

“Ya! Apa yang kau bicarakan?!” Yongri menatap Siwon tidak suka.

“Aku hanya bercanda.” Siwon menunjukkan senyum bodohnya. Yongri menepuk pelan kepala Siwon.

“Aku tidak suka candaanmu.” Ucap Yongri. Siwon masih tersenyum hingga membuat para perempuan semakin tergila-gila padanya.

“Sebentar lagi waktu istirahat berakhir. Ayo, kembali ke kelas.” Ajak Siwon. Yongri mengangguk dan mereka segera meninggalkan taman.

——

Siwon dan Sihoon pulang ke rumah saat sore hari. Karena mereka harus pulang bersama, Sihoon terpaksa menemani Siwon berlatih basket terlebih dahulu sebelum pulang. Sihoon melakukannya dengan senang hati, karena ada Yongri juga di sana. Sihoon berencana untuk mengikuti klub basket seperti Siwon.

“Kalian sudah pulang.” Sapa Eunhee.

“Oh? Eomma tidak ke restaurant?” Siwon yang sudah tau jadwal Eunhee terlihat terkejut dengan keberadaan wanita itu di rumah.

“Hari ini eomma pulang cepat. Kemarin saat Sihoon pulang kita tidak bisa makan malam bersama karena eomma tidak memasak. Malam ini eomma ingin kita makan malam bersama.” Ujar Eunhee. Siwon dan Sihoon mengangguk bersama.

“Ajak Yongri dan keluarganya juga, Siwon-ah.”

“Baik, eomma. Nanti aku akan beritahu Yongri.” Sahut Siwon. Sihoon terlihat senang mendengar ucapan Eunhee.

“Aku mandi dulu sebelum kita pergi membeli seragam sekolahmu, Sihoon-ah.” Ucap Siwon.

“Ya. Aku juga akan berganti pakaian.” Sela Sihoon.

Siwon mengangguk dan segera naik ke atas untuk menuju ke kamarnya. Sihoon segera menghampiri Eunhee yang terlihat memasuki dapur. Sesampainya di dapur, Sihoon dapat melihat Eunhee yang sedang sibuk mengeluarkan berbagai bahan makanan.

“Eomma..” Panggil Sihoon sembari menyandarkan dirinya di dinding.

“Kenapa? Kau membutuhkan sesuatu?” Tanya Eunhee.

“Tidak. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu.” Jawab Sihoon.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Kau dan Siwon apa begitu dekat dengan keluarga Yongri?” Tanya Sihoon.

“Yongri? Tentu saja. Siwon dan Yongri sudah bersahabat sejak kecil. Kau pasti sudah berkenalan dengannya, kan?” Tebak Eunhee.

“Ya. Semalam aku sudah berkenalan dengannya.”

“Yongri anak yang baik. Dia juga memiliki wajah yang sangat cantik. Karena eomma tidak memiliki anak perempuan, eomma sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Eomma menyayanginya seperti menyayangi kau dan Siwon.”

“Apa eomma pernah terpikir untuk menjadikannya menantu?” Tanya Sihoon membuat Eunhee terkejut.

“Maksudmu Siwon dan Yongri menikah?” Eunhee menghentikan kegiatannya dan menatap Sihoon. Sihoon terlihat tidak suka dengan ucapan Eunhee. Tetapi ia berusaha untuk tidak menunjukkannya.

“Yah, mungkin.” Gumam Sihoon.

“Tidak mungkin, sayang. Siwon dan Yongri terlihat sangat nyaman berteman. Eomma tidak melihat tanda-tanda cinta di antara mereka.” Jelas Eunhee.

“Benarkah?!” Sihoon terlihat antusias.

“Ya. Kau bisa menanyakannya langsung pada Siwon.” Saran Eunhee. Sihoon terlihat lebih bersemangat.

“Kalau begitu aku naik ke atas dulu, eomma. Aku dan Siwon akan pergi untuk membeli seragamku.”

“Ya, pergilah.”

——

Yongri memasuki kamarnya dan menaruh tas sekolahnya di atas meja belajar. Ia terlonjak saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, padahal sebelumnya sudah ditutup dengan rapat oleh gadis itu. Yongri menatap laki-laki yang memasuki kamarnya itu dengan kesal.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintunya terlebih dahulu, Choi Yongjae?!”

“Maaf, aku lupa, noona.” Ucap Yongjae dengan wajah tanpa dosa. Yongri ingin memukul kepala Yongjae, namun laki-laki itu dengan cepat menghindar.

“Noona, aku dengar Siwon hyung memiliki kembaran.” Kata Yongjae sembari duduk di atas tempat tidur Yongri.

“Rumah Siwon di sebelah, Yongjae-ya. Kau bisa menanyakannya langsung padanya.” Sahut Yongri. Ia duduk di kursi belajar dan memainkan ponselnya.

“Kenapa aku harus bertanya padanya, di saat kau juga mengetahui segalanya?” Sela Yongjae. Yongri meliriknya dengan tajam.

“Ya. Siwon memiliki kembaran. Namanya Choi Sihoon.” Kata Yongri terdengar acuh.

“Wah, apa mereka mirip, noona? Apa Sihoon hyung juga setampan Siwon hyung?”

“Yah, anggap saja ada dua Siwon di dunia ini.” Ucap Yongri.

“Hebat! Selama ini aku tidak pernah mempunyai teman yang memiliki kembaran. Ini pertama kalinya aku dapat melihat dua orang berwajah sama secara bersamaan.” Suara Yongjae terdengar antusias.

“Jangan berlebihan, Yongjae.” Desis Yongri.

“Noona, kau pernah bilang bahwa kau tidak bisa berpacaran dengan Siwon hyung, kan?” Tanya Yongjae. Yongri mengangguk.

“Bagaimana jika kau berpacaran dengan Sihoon hyung saja?”

“YA!!” Yongri menghampiri Yongjae dan memukul kepalanya dengan keras.

“Sakit, noona!” Rengek Yongjae.

“Jangan suka asal bicara jika tidak ingin aku pukul lagi.” Ancam Yongri.

“Aku tidak asal bicara, noona. Aku hanya ingin appa dan eomma senang.”

“Apa maksudmu?” Yongri terlihat tidak mengerti.

“Kau tidak tau, ya? Appa dan eomma sepertinya sangat ingin kau dan Siwon hyung menjadi sepasang kekasih.”

“Apa?!”

——

Sihoon berlari kecil untuk menaiki tangga dan menuju ke kamar Siwon. Ia tidak berniat untuk menaruh tas yang masih dipakainya sedari pulang sekolah tadi. Setelah masuk ke kamar Siwon, Sihoon langsung membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Bertepatan dengan Siwon yang baru keluar dari kamar mandi.

“Yah, apa yang kau lakukan? Kau bilang akan berganti pakaian?” Ucap Siwon sembari menghampiri lemari pakaiannya.

“Bagaimana kau bisa bersahabat dengan Yongri?” Tanya Sihoon.

“Kenapa kau ingin tau?” Tanya Siwon balik.

“Tidak apa-apa. Memangnya tidak boleh?” Ujar Sihoon. Siwon mengambil kaos berwarna hitam dan memakainya.

“Dua tahun setelah kau dan appa pergi, aku dan eomma pindah ke sini. Yongri dan keluarganya sudah menempati rumahnya sejak lama, sebelum kami datang. Aku, Yongri, dan Yongjae–“

“Siapa Yongjae?” Sela Sihoon.

“Adik Yongri.” Jawab Siwon.

“Baiklah, lanjutkan.”

“Aku, Yongri, dan Yongjae berada di tempat penitipan anak yang sama setiap harinya. Karena kami tau bahwa kami bertetangga, akhirnya kami pun bermain bersama. Selain itu, aku sering bermain ke rumahnya ataupun sebaliknya. Saat bersekolah pun, kami berada di sekolah yang sama dan juga kelas yang sama. Tetapi karena Yongjae memiliki usia 1 tahun di bawah kami, dia tidak bisa selalu bersama-sama denganku dan Yongri. Yah, begitulah. Aku dan Yongri menjadi dekat karena kami selalu berada di sekolah yang sama, hingga sekarang. Bahkan saat ini aku dan dia berada di kelas yang sama.” Ujar Siwon bercerita. Ia mengambil jam tangannya dan memakainya.

“Gantilah pakaianmu, Sihoon-ah. Kau mau pergi atau tidak?” Ucap Siwon jengkel. Ia melihat Sihoon yang tampak santai di saat dirinya sudah siap untuk berangkat.

“Kau menyukai Yongri?” Tanya Sihoon. Siwon kembali menghela nafas.

“Tidak, Choi Sihoon. Dia sahabatku.” Jawab Siwon dengan yakin.

“Kalau begitu, kau bisa menjodohkanku dengannya? Pinta Sihoon.

“Apa?!”

——

–To Be Continued–

HAI!

Bagaimana part awal ini? Memuaskan atau gak? Aku harap sih memuaskan, ya.

Seperti biasa, ya. 50 comment baru lanjut.

Happy reading!

BYE~

Advertisements

75 thoughts on “Love in Friendship – Part 1

  1. wihhhhhh bakalan seru nichhhhh duhhhhhh siwon oppa punya kembaran apa bnr siwon gx punya perasaan ke yongri??? yongri juga masa gx suka siwon??? ditunggu bgt next part nya eon

  2. Aku readers baru disini, ngikut komen boleh kan..
    Aku suka bgt dah couple ini Choi couple. Kira2 nnti Sihoon bakal punya niat jahat ngga yah buat dapetin Yongri, mudah2.an aja Siwon nolak ngejodohin. Bayanganku tu Sihoon agak sangar gimana gituu -_-

  3. Aku readers baru, ikutan komen disini boleh kan.
    Aku suka bgt ama Choi couple ini. Bayangan aku tuh Sihoon orangnya sangar, terus dia bakal ngelakuin apa aja biar dapetin apa yg dia mau. Mungkin sekarang siwon nganggep Yongri sahabat tpi bisa aja nnti berubah. -_-

  4. Wonri couple disini karakternya baru. Aku suka dengan sifat yongri yang tomboy dan cuek. Kayaknya sihoon itu terobsesi dg kecantikan dan sifat cueknya yongri deh. Setiap saat pasti ingin dekat2 yongri, sampai2 yongri risih didekat sihoon.

  5. Woaahhhh part awalnya menarik nihhh. Masa udah kenal lama begitu gaada satupun diantara mereka yg jatuh cinta… ._. Kalau aku jadi yongri sih udah pasti klepek-klepek ama siwon atuh. #lelakiidaman
    Tapi rada aneh juga sih mikirin ada 2 siwon di dunia ini._. Hemm belum pernah ngebayangin sih.. tapi karna ff ini, harus mulai membiasakan bayangin ketampanan siwon ada 2 xD

    Well, ini alurnya sih ga buru-buru amat. Jadi bacanya santai dan kerasa banget suasana anak2 sekolahannyaa.

    GOOD JOB EON!!^^

  6. Sifat sihoon yg blak-blakan dan semaunya membuat dia mudah berbaur tp buat yongri kaya.nya gx berlaku dia gx terbiasa ama sifat sihoon gimana y nantinya apa siwon nurutin permintaan sihoon atau gx?

  7. astaga sihoon betapa beraninya minta siwon buat menjodohkan ke yongri hahaha
    hemm pdhal yongri udah jelas jelas gak suka sama sihoon
    tp apa yg aka trjd kedepannya??
    siwon beneran ga suka sama yongri??
    siwon rela yongri sama sihoon??

  8. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  9. Setelah sekian lama…. Akhirnya bisa baca ini!! 😀 Kurang suka sama yg school life sih, soalnya lumayan kenyang sama hal yg berbau sekolah wkwkwkwk

    Tapi yg namanya penasaran kan gadak obat lainnya lagi 😀 Disini kocak jg sih mereka semua :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s