Painful Life – Part 20

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Aku menyesal telah menyakiti seseorang yang bahkan rela mati untukku. –Choi Yongri-

——

Author POV

Untuk kedua kalinya keluarga Siwon dan Yongri harus berkumpul di rumah sakit tepatnya di depan ruang operasi. Jika pada saat itu mereka harus mengkhawatirkan keadaan Yongri, maka sekarang mereka harus mengkhawatirkan kondisi Siwon yang kritis. Laki-laki itu sedang berjuang antara hidup dan mati di dalam ruang operasi.

Kyuhyun menatap Yongri dengan putus asa. Gadis itu tidak mengubah posisinya semenjak mereka datang. Menyembunyikan wajahnya di antara kedua kakinya yang tertekuk. Kyuhyun dapat melihat darah kering pada tangan Yongri yang memeluk kakinya. Gadis itu tidak mencoba untuk membersihkan dirinya.

“Yong, jangan duduk di lantai. Kau bisa kedinginan. Pindahlah ke kursi.” Kata Kyuhyun yang sudah berjongkok di depan Yongri.

Yongri tidak menanggapi ucapan Kyuhyun. Dan masih betah dalam posisinya. Membuat Kyuhyun semakin merasa frustasi. Kyuhyun sudah mendengar cerita bagaimana Siwon bisa tertabrak oleh sebuah truk. Seseorang yang berada di sana dan ikut ke rumah sakit menceritakan semuanya kepada Kyuhyun.

“Yong..” Kyuhyun menarik tangan Yongri. Namun Yongri menepis kuat tangan Kyuhyun hingga membuat laki-laki itu terkejut.

Kyuhyun kembali menarik tangan Yongri dan Yongri kembali menepis tangan Kyuhyun. Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan tajam. Kyuhyun dapat melihat wajah Yongri yang basah oleh airmata.

“Jangan pedulikan aku.” Kata Yongri.

Kyuhyun yang merasa geram pun segera memaksa gadis itu untuk berdiri. Semua yang ada di sana terlihat terkejut dengan apa yang Kyuhyun lakukan, termasuk Yongri sendiri. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan matanya yang merah dan basah. Kyuhyun memegang kedua lengan Yongri dengan erat.

“Apa kau sedang berusaha untuk menyiksa dirimu sendiri, eo?” Ujar Kyuhyun

“Kyuhyun-ssi, apa yang kau lakukan?” Tanya Jungsoo. Ia yakin Siwon akan marah jika tau Kyuhyun berbuat kasar pada Yongri.

“Kau merasa bersalah karena sudah menyakiti seseorang yang rela mati untukmu?” Tebak Kyuhyun yang tepat sasaran.

Yongri memang sedang merasa sangat bersalah saat ini. Ia juga sangat menyesal karena menyakiti hati seseorang yang rela melakukan apapun untuknya. Bahkan rela mati. Siwon mengorbankan dirinya sendiri merasakan sakit daripada melihat Yongri yang kesakitan. Namun apa yang Yongri lakukan?

“Oppa..” Yongri menatap Kyuhyun dengan takut.

“Sadarlah, Choi Yongri! Tidak ada gunanya kau merenungi rasa penyesalanmu itu. Yang harus kau lakukan sekarang adalah berdoa agar Siwon baik-baik saja di dalam sana. Setelah itu, perbaiki jalan pikiranmu itu!” Kata Kyuhyun sembari melepaskan lengan Yongri.

Semua yang ada di sana menatap Yongri dengan prihatin. Penampilan gadis itu begitu lusuh. Rambut yang berantakan, wajah yang basah oleh airmata, baju yang kusut dan juga kotor oleh darah. Yongri pastilah menjadi seseorang yang paling terpukul dengan keadaan Siwon sekarang.

Beberapa saat kemudian seorang perawat keluar dari ruang operasi dengan tergesa-gesa. Donghae yang melihat hal tersebut segera menghampirinya sebelum perawat tersebut pergi.

“Apa apa, suster?” Tanya Donghae.

“Oh, Dokter Lee. Pasien mengalami pendarahan yang cukup parah. Saya mau mengambil kantong darah untuk pasien. Permisi, dokter.” Jawab perawat tersebut dan segera berlari meninggalkan Donghae.

“O–oppa..” Yongri segera mencengkram lengan Kyuhyun saat merasa kakinya terasa lemas.

Kyuhyun segera merangkul gadis itu agar tidak terjatuh. Wajah Yongri menjadi pucat setelah mendengar ucapan perawat barusan. Kyuhyun juga dapat merasakan tubuh Yongri yang sedikit bergetar.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun.

“Aku takut.. Oppa, aku takut..” Kata Yongri dengan airmata yang semakin banyak mengalir.

“Tenanglah, tidak terjadi apapun pada Siwon.” Ucap Kyuhyun menenangkan.

“S–seharusnya aku yang berada di dalam, oppa. Seharusnya aku yang merasakan sakitnya. K–kenapa Siwon oppa–kenapa dia yang berada di sana?” Yongri merasa seluruh tubuhnya benar-benar lemas.

Kyuhyun menuntun Yongri untuk duduk di kursi yang berada di depan ruang operasi. Donghae segera menghampiri mereka untuk memeriksa keadaan Yongri.

“Apa terjadi sesuatu padanya?” Tanya Kyuhyun.

“Dia terlalu terkejut. Aku akan mengambilkan obat penenang.” Jawab Donghae.

Sebelum pergi mengambil obat, Donghae menghampiri Bong Ok yang sedang menangis di samping Jung Ah. Wanita itu juga pasti sangat mengkhawatirkan Siwon.

“Nyonya Kang, sebaiknya Anda duduk dan beristirahat sebentar.” Kata Donghae.

“Bisa kau ambilkan minuman hangat untuknya, dokter?” Pinta Jung Ah.

“Tentu, Nyonya Lee. Saya akan segera kembali.” Ujar Donghae dan segera meninggalkan mereka.

“Tidak akan terjadi apa-apa pada Siwon, Bong Ok-ah. Percayakan semuanya pada dokter dan Tuhan.” Ucap Jung Ah menenangkan.

“Tetapi aku benar-benar takut.” Kata Bong Ok.

“Tenanglah.” Sahut Jung Ah sembari mengalihkan pandangannya pada Yongri. Ia merasa sedih melihat Yongri yang tampak begitu terpukul dengan musibah yang menimpa Siwon. Untung saja masih ada Kyuhyun yang bisa menenangkannya.

“Sebaiknya kau membersihkan pakaian dan tanganmu, Yong. Semuanya kotor oleh darah.” Kata Kyuhyun.

Yongri menatap pakaian serta kedua tangannya yang saling bertautan. Penuh dengan darah Siwon yang sudah mengering. Bayangan saat wajah Siwon yang berlumuran darah kembali muncul di dalam pikiran Yongri. Membuat gadis itu memejamkan matanya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri sembari membuka matanya.

“Aku akan membersihkannya nanti.” Lanjutnya.

“Bagaimana jika aku pulang sebentar untuk mengambil pakaianmu?” Saran Kyuhyun. Yongri segera menggeleng dan menggenggam coat yang dipakai Kyuhyun dengan erat.

“J–jangan tinggalkan aku, oppa. Aku takut.” Kata Yongri sembari menatap Kyuhyun memelas. Kyuhyun menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian perawat yang sebelumnya bertugas mengambil darah tambahan untuk Siwon telah kembali masuk ke dalam ruang operasi. Semua mata menatap perawat tersebut sembari berharap yang terbaik untuk Siwon yang berada di dalam sana.

Operasi sudah berjalan selama hampir 3 jam. Namun dokter yang bertugas belum juga keluar untuk memberitahukan hasilnya kepada mereka. Membuat semua yang menunggu di sana semakin merasa khawatir.

“Kenapa lama sekali?” Gumam Jungsoo sembari berjalan mondar-mandir.

Yongri menatap Jungsoo dengan perasaan gelisah. Melihat bagaimana kekhawatiran dalam raut wajah Jungsoo semakin membuat Yongri merasa takut. Jantungnya sedari tadi berdetak di luar batas normal. Membuat Yongri semakin merasa frustasi dan putus asa. Ia ingin sekali menerobos ke dalam ruang operasi untuk melihat keadaan Siwon.

“Tenanglah.” Ujar Kyuhyun sembari mengenggam tangan Yongri yang saling bertautan.

“Ini sudah terlalu lama, oppa.” Ucap Yongri.

“Karena dokter sedang mengusahakan yang terbaik untuk Siwon.” Balas Kyuhyun.

Yongri terdiam sembari menundukkan kepalanya. Ia menghela nafas panjang dan memejamkan matanya. Ucapan Kyuhyun saat menegurnya tadi kembali teringat oleh Yongri. Kyuhyun dapat menebak dengan tepat apa yang sedang gadis itu rasakan.

“Kau benar, oppa.” Kata Yongri membuat Kyuhyun menurunkan pandangannya untuk menatap gadis itu.

“Aku benar-benar merasa bersalah. Aku ingin mengutuk diriku sendiri saat ini.” Ucap Yongri yang dapat di dengar oleh semua yang berada di sana. Mereka menatap Yongri dengan kasihan.

“Seharusnya Siwon oppa tidak melakukan itu. Seharusnya dia tidak mengorbankan dirinya untuk orang yang sudah menyakiti hatinya.” Yongri kembali menangis dan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.

Penyesalan yang dirasakannya sangatlah besar. Jika ia bisa mengulang waktu, ia tidak akan meminta laki-laki itu untuk menceraikannya. Ia tidak akan membuat Siwon menangis seperti saat itu. Dan ia tidak akan mengucapkan kata-kata kasar untuk Siwon. Ia lebih memilih untuk memeluk Siwon dengan erat, sembari berkata bahwa ia mencintai laki-laki itu.

Tetapi yang namanya penyesalan selalu datang di belakang, bukan? Yongri merasa penyesalannya tidak ada gunanya lagi. Ia hanya bisa berharap bahwa Siwon akan baik-baik saja. Sehingga ia bisa menebus kesalahannya pada laki-laki itu, jika Siwon mengizinkannya.

“Eommonim, maafkan aku.” Suara Yongri benar-benar penuh dengan penyesalan. Bong Ok menghampiri Yongri dan duduk disisinya yang kosong.

“Tidak, sayang. Aku tau bahwa kau tidak benar-benar ingin menyakiti Siwon. Aku tau bahwa kau juga memikirkan kebahagiaan anakku.” Ujar Bong Ok sembari menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Jangan pikirkan apapun. Selamanya kau akan tetap menjadi menantuku.” Kata Bong Ok.

Yongri benar-benar merasa beruntung memiliki ibu mertua seperti Bong Ok. Seseorang yang awalnya sangat keras padanya, karena memikirkan kebahagiaannya. Namun sekarang begitu menyayanginya seperti anaknya sendiri dan mau menerima kekurangannya.

“Siwon akan baik-baik saja. Dan kalian bisa kembali bersama.”

“Terima kasih, eommonim.”

Beberapa saat kemudian, pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter laki-laki yang memakai pakaian operasi dan penutup kepala keluar dari sana. Ia membuka masker yang menutupi wajahnya. Keringat terlihat membasahi sekitar pelipisnya.

Donghae terlihat menghampiri dokter tersebut lebih dulu, sebelum akhirnya di susul oleh yang lainnya. Mereka menatap dokter tersebut dengan cemas namun juga penuh harapan. Semoga apa yang akan disampaikan dokter tersebut merupakan kabar baik untuk mereka.

“Dokter Choi..” Ucap Donghae.

“Anda disini, Dokter Lee.” Kata Dokter Choi. Donghae menggangguk sembari tersenyum.

“Bagaimana keadaan pasien?” Tanya Donghae.

“Dimana keluarganya?” Tanya Dokter Choi balik.

“Ini ibunya, dok.” Jawab Donghae sembari menunjuk Bong Ok. Dokter Choi mengalihkan pandangannya pada Bong Ok dan mengangguk.

“Terjadi pendarahan yang cukup serius pada kepala akibat tabrakan yang dialami oleh pasien.” Dokter Choi memulai penjelasanannya.

“Pasien juga mengalami patah tangan, namun tidak terlalu serius. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk menghentikan pendarahan dan semuanya berhasil. Namun saat ini pasien masih dalam kondisi kritis. Kami akan memindahkannya ke ruang ICU hingga kondisinya stabil.” Jelas Dokter Choi.

“Pada saat seperti ini, apa akan terjadi sesuatu yang berbahaya pada anak saya, dok?” Tanya Bong Ok khawatir.

“Apapun bisa terjadi pada pasien yang sedang kritis, nyonya. Tetapi kami akan terus memantau pasien dan mengusahakan yang terbaik.” Jawab Dokter Choi.

“Tolong lakukan yang terbaik, dok.” Kata Donghae.

“Tentu, Dokter Lee. Ini sudah merupakan tugas kita sebagai dokter.” Sahut Dokter Choi.

“Saya permisi dulu.” Pamit Dokter Choi yang disambut anggukan oleh mereka.

“Dokter Lee, Siwon oppa akan baik-baik saja, kan?” Tanya Yongri. Ia tidak terlalu mengerti dengan apa yang disampaikan Dokter Choi barusan.

“Siwon akan baik-baik saja jika dia cepat sadar.” Jawab Donghae.

“Dalam kasus kecelakaan parah seperti yang dialami Siwon, dia akan melewati masa kritisnya jika sudah sadar. Kita hanya perlu menunggu hingga saat itu tiba.” Lanjut Donghae.

“Tetapi dia akan baik-baik saja, kan?” Tanya Bong Ok. Donghae menatap Bong Ok dan tersenyum.

“Doakan saja yang terbaik untuknya, Nyonya Kang.” Jawab Donghae.

“Apa dia sudah boleh ditemui, Donghae-ya?” Tanya Jungsoo.

“Karena Siwon akan berada di ruang ICU, kalian harus melihatnya secara bergantian.” Kata Donghae.

Yongri mengalihkan pandangannya pada Bong Ok dan menatapnya dengan memelas. Bong Ok yang membalas tatapan Yongri pun mengerti arti tatapan gadis itu. Bong Ok menganggukkan kepalanya dan membuat Yongri memaksakan senyumnya.

“Biarkan Yongri yang melihatnya lebih dulu.” Ucap Bong Ok.

“Baiklah, ayo, kita ke sana.” Sahut Donghae.

——

Setelah memakai pakaian yang disediakan di ruang ICU, Yongri masuk ke sama bersama Donghae. Karena Donghae seorang dokter, laki-laki itu bisa masuk ke sana sesuka hatinya. Tetapi Yongri merasa bersyukur karena Donghae mau menemaninya. Yongri merasa takut untuk menemui Siwon seorang diri.

“Disana.” Tunjuk Donghae. Yongri mengangguk dan mengikuti Donghae dari belakang.

Yongri menghentikan langkahnya saat matanya sudah menangkap sosok Siwon yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Kepalanya yang diperban hingga rambut laki-laki itu tidak terlihat lagi. Beberapa goresan luka juga tampak di wajahnya. Tangannya yang diperban dan menggantung pada bahunya.

“Ternyata separah ini.” Gumam Donghae sembari menatap monitor yang menampilkan tanda-tanda vital Siwon.

Seolah keasadarannya kembali, Yongri kembali berjalan dan mendekati ranjang tempat Siwon berbaring. Yongri berdiri di sisi ranjang yang kosong, tepatnya di seberang Donghae. Ia menatap Siwon dari kepala hingga ujung kaki.

“Sialan, dia masih sangat tampan dalam keadaan seperti ini.” Kata Donghae mencoba untuk bergurau. Sayangnya Yongri tidak tertawa sama sekali mendengar gurauan laki-laki itu.

“Kenapa seperti ini?” Yongri menyentuh tangan Siwon yang di perban dengan hati-hati.

“Siwon laki-laki yang kuat. Dia akan baik-baik saja.” Kata Donghae menenangkan.

“Kapan dia akan bangun, dokter?” Tanya Yongri.

“Secepatnya, Yongri-ssi.” Jawab Donghae.

“Oppa..” Gumam Yongri sembari menatap Siwon dengan sedih.

Yongri sangat berharap saat ini Siwon sedang bercanda dan segera bangun sembari menertawakan kebodohannya. Namun sayangnya Yongri melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana wajah Siwon yang penuh darah saat itu. Semuanya nyata dan ini benar-benar terjadi.

“Kau tidak apa-apa jika aku tinggal sendiri? Aku pikir kau membutuhkan waktu sendiri untuk menemani Siwon.” Kata Donghae.

“Aku tidak apa-apa.” Balas Yongri.

“Kalau begitu aku tinggal dulu.” Pamit Donghae.

“Terima kasih banyak, Dokter Lee.” Kata Yongri sembari menatap Donghae. Donghae mengangguk dan tersenyum.

Yongri menggenggam tangan kiri Siwon yang terpasang infus. Tangan yang terbebas dari perban dan juga tampak baik-baik saja. Yongri mencoba untuk menahan isakannya yang hendak memenuhi ruang ICU. Ia tidak boleh membuat keributan di sana, jika tidak ingin di usir keluar. Tetapi melihat keadaan Siwon seperti ini benar-benar membuat perasaan Yongri terluka.

“Oppa..” Isak Yongri.

“Bangunlah dan katakan padaku bahwa kau baik-baik saja.”

“Berteriaklah dan katakan bahwa aku egois seperti saat itu, oppa. Aku mohon.”

“Jangan memejamkan matamu terus seperti ini. Kau membuatku takut..”

Suara Yongri terdengar begitu memilukan. Tangisannya menyayat hati bagi siapa saja yang mendengarnya. Termasuk Siwon yang berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Walaupun dalam keadaan kritis, Siwon dapat mendengarkan tangisan gadis itu. Hingga tanpa sadar, Siwon pun meneteskan airmatanya. Namun Yongri tidak menyadarinya karena terlalu larut dengan kesedihannya.

“Maafkan aku, oppa.”

“Aku janji tidak akan mengabaikanmu lagi. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi, oppa.. Aku mohon.. Jangan menghukumku seperti ini..”

Yongri berjongkok di samping ranjang Siwon. Menyatukan keningnya dengan lengan Siwon dan menangis dengan sesegukan. Lengan Siwon basah oleh tetesan airmata Yongri yang tak kunjung berhenti. Seandainya ia bisa bertukar posisi dengan Siwon, Yongri akan dengan senang hati menggantikan Siwon berbaring di atas ranjang rumah sakit ini.

“Maaf, nona, Anda tidak bisa membuat keributan disini.” Seorang perawat menghampiri Yongri saat mendengar tangis gadis itu yang begitu kencang.

Yongri tampak tidak memperdulikan ucapan perawat tersebut. Ia terus menangis dengan kencang untuk melampiaskan kesedihannya. Melihat itu, perawat tersebut segera mendekati Yongri dan menarik gadis itu untuk berdiri. Yongri terlihat terkejut.

“Silahkan tinggalkan ruangan ini, nona.” Kata perawat tersebut.

“Tidak, aku ingin menemaninya.” Tolak Yongri.

“Maaf, nona. Tetapi pasien butuh ketenangan.” Perawat tersebut memegang lengan Yongri dan membawanya keluar dari ruang ICU.

Mereka yang berada di luar ruang ICU terlihat terkejut saat Yongri keluar dari sana bersama seorang perawat. Dan mereka lebih terkejut lagi saat melihat wajah Yongri yang basah oleh airmata, dan tangisan gadis itu yang kunjung tidak berhenti.

“Ada apa, suster?” Tanya Jungsoo.

“Maaf, tuan. Nona ini terus menangis di dalam sana. Saya terpaksa membawanya keluar karena pasien membutuhkan ketenangan. Walaupun pasien belum sadar saat ini, tetapi ketika mendengar suara yang berisik dapat mempengaruhi keadaannya.” Jawab perawat tersebut menjelaskan.

“Bagi siapapun yang ingin menjenguk pasien di dalam, mohon untuk tidak membuat keributan.” Kata perawat memberikan peringatan.

“Maaf, suster.” Ujar Jungsoo menundukkan kepalanya. Perawat tersebut membalas dengan menundukkan kepalanya juga sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam ruang ICU.

“Yongri-ya, kau kenapa? Apa yang terjadi pada Siwon hingga kau terus menangis?” Tanya Jung Ah sembari mendekati Yongri.

“A–aku takut, eomma. Kepala dan t–tangannya diperban, wajahnya juga penuh dengan luka. M–monitor di dalam sana terus berbunyi. Aku..aku sangat takut.” Kata Yongri dengan tersendat-sendat akibat tangisannya.

Jung Ah yang melihat keadaan gadis itu ikut merasa sedih. Ia dapat merasakan bagaimana ketakutan yang dirasakan gadis itu saat ini. Karena Jung Ah juga pernah merasakannya dulu. Bahkan ia merasakannya sebanyak dua kali. Namun alih-alih menenangkan gadis itu, Jung Ah justru memukul lengan Yongri dengan keras.

“Dasar bodoh! Kenapa kau harus terus menangis hanya karena itu, eo? Siwon baru saja mendapatkan pengobatan, wajar saja jika keadaannya seperti itu. Seharusnya kau bersyukur karena keadaan Siwon sekarang baik-baik saja.” Ujar Jung Ah masih dengan memukul lengan Yongri.

“Jung Ah-ya, hentikan.” Kata Bong Ok yang tidak diperdulikan oleh Jung Ah.

“Itulah kenapa aku memintamu untuk tidak bersikap kekanak-kanakkan kemarin! Ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak bercerai dengannya!” Ucap Jung Ah dengan matanya yang berkaca-kaca. Tangisan Yongri semakin menjadi setelah mendapatkan pukulan serta ocehan dari Jung Ah.

“Eommoni, cukup.” Kyuhyun menarik Yongri untuk berdiri dibelakangnya.

“Hahh, astaga..” Jung Ah menghela nafas panjang sembari menyeka airmata pertamanya yang mengalir dari sudut mata.

“Bong Ok-ah, masuklah ke dalam. Kau pasti ingin melihat keadaan Siwon.” Kata Jung Ah.

“Benar, Nyonya Kang. Masuklah ke dalam.” Timpal Jungsoo.

“Baiklah, aku akan masuk. Berhentilah memarahi Yongri, Jung Ah-ya. Dia sudah cukup terpukul dengan keadaan Siwon saat ini.” Ucap Bong Ok.

Setelahnya ia segera masuk ke dalam ruang ICU. Karena wanita itu juga sangat mengkhawatirkan Siwon. Apalagi melihat ketakutan Yongri setelah melihat keadaan Siwon. Bong Ok berharap separah apapun keadaan anaknya, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk nanti.

“Berhentilah menangis, Choi Yongri. Tangisanmu itu tidak akan membuat Siwon bangun dan penyesalanmu hilang.” Ucap Jung Ah.

Yongri mencoba untuk menghentikan tangisannya walaupun tidak mudah. Ia menyeka airmatanya dan masih sesegukan untuk waktu yang cukup lama. Yongri tidak apa-apa jika Jung Ah ingin memarahinya sepanjang waktu. Karena semua yang wanita itu ucapkan tidak ada yang salah.

“Berpikirlah lebih dewasa untuk ke depannya. Bagaimana pun hubungan kalian nanti setelah ini, pikirkanlah orang lain terlebih dahulu. Sebelum kau memikirkan egomu sendiri.”

Walaupun Jung Ah mengatakannya dengan ketus, tetapi semua yang mendengarnya tau bahwa Jung Ah memberikan sebuah nasihat yang baik untuk Yongri. Kyuhyun menghela nafas dan menoleh untuk menatap Yongri. Gadis itu masih terisak kecil dan Kyuhyun berharap semuanya akan baik-baik saja.

——

Dua hari sudah berlalu namun belum ada tanda-tanda bahwa Siwon akan sadar. Laki-laki itu terlihat masih betah untuk menjadi pangeran tidur. Dan terlihat betah menjadikan ruang ICU sebagai kamar baru baginya. Beruntung bahwa keadaan laki-laki itu tidak terus memburuk.

Semua keluarga masih dengan setia datang dan pergi untuk menjenguk Siwon. Jungsoo, Yongri, dan Kyuhyun bahkan tidur di rumah sakit selama 2 hari tersebut. Yongri yang dengan keras kepala ingin tinggal di sana, membuat Kyuhyun mau tidak mau menemani gadis itu.

“Yong, aku ingin tidur sebentar.” Kata Kyuhyun sembari meletakkan kepalanya pada bahu kecil Yongri. Yongri baru saja keluar dari ruang ICU, setelah puas melihat Siwon.

“Sebaiknya kau pulang dan tidur di apartement saja, oppa.” Ujar Yongri.

Wajah Kyuhyun terlihat sangat lelah dan Yongri sangat tidak tega melihatnya tidur dalam posisi tidak nyaman seperti ini. Semalam laki-laki itu menyelesaikan pekerjaannya pada pukul setengah satu malam. Lalu pukul 7 pagi tadi Kyuhyun sudah mendapat telepon dari manajernya, dan harus segera berada di kantor agency–nya.

Setelah habis makan siang, barulah Kyuhyun memiliki waktu luang sehingga ia bisa kembali menemani Yongri di rumah sakit. Jungsoo harus berada di kantor Siwon untuk bekerja. Donghae harus mengurusi pasien-pasiennya. Sedangkan Bong Ok dan Jung Ah sedang beristirahat di rumah. Tidak ada yang menemani Yongri di sana.

“Lalu siapa yang akan menemanimu disini?” Tanya Kyuhyun setelah memejamkan matanya.

“Aku baik-baik saja jika harus disini seorang diri. Nanti eomma dan eommonim juga akan datang.” Jawab Yongri.

“Aku tidak akan meninggalkanmu seorang diri. Mengingat saat kau menangis beberapa hari yang lalu benar-benar membuatku takut. Selama aku mengenalmu, kau tidak pernah menangis hingga seperti itu. Bahkan saat pertama kali Siwon membawamu bersamanya, kau tidak setakut itu, Yong.” Kata Kyuhyun membuat Yongri tersenyum kecil.

Yongri tidak tau apakah ucapan Kyuhyun benar atau tidak. Karena Yongri tidak mengingat bagaimana dirinya beberapa hari yang lalu. Yongri tidak mau mengingat kenangan buruk saat itu. Yongri ingin melupakan semuanya dan berharap yang terbaik untuk Siwon saat ini.

“Apa aku benar-benar seperti itu?” Gumam Yongri.

“Kau sangat mencintai Siwon, Yong?” Tanya Kyuhyun pelan. Yongri terdiam mendengar pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun menanyakan sesuatu yang laki-laki itu sendiri sudah tau jawabannya.

“Ya, oppa.” Jawab Yongri. Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Aku juga ingin jatuh cinta.” Ucap Kyuhyun membuat Yongri tertawa pelan.

“Kau pasti berteman dengan banyak wanita cantik sekarang. Kau bisa memilih salah satu dari mereka, oppa.”

“Tidak semua yang cantik dan tampan dapat membuat seseorang jatuh cinta, Yong. Kau beruntung karena jatuh cinta pada pria yang tampan seperti Siwon.”

“Kau juga tidak kalah tampan darinya, oppa.”

“Aku tau, Yong.”

Yongri mencibir mendengar ucapan Kyuhyun yang penuh percaya diri. Tiba-tiba pintu ruang ICU terbuka. Seorang perawat–yang pernah mengusir Yongri keluar–keluar dari sana dan menghampiri Yongri serta Kyuhyun. Melihat itu, Yongri memberitahukan Kyuhyun dan mereka berdua segera berdiri.

“Ada apa, suster?” Tanya Kyuhyun.

“Tuan Choi sudah sadar, nona, tuan.” Jawab perawat tersebut.

Yongri tidak dapat menyembunyikan wajah terkejutnya. Di samping itu, ia merasa sangat lega luar biasa hingga matanya tampak berkaca-kaca. Ia menatap Kyuhyun dengan tersenyum haru. Kyuhyun juga terlihat sangat lega dan senang. Setidaknya, mereka bisa bernafas dengan normal untuk saat ini.

“Silahkan masuk.” Kata perawat tersebut dengan tersenyum.

Yongri dan Kyuhyun mengangguk kemudian mengikuti langkah perawat yang sudah masuk ke dalam ruang ICU terlebih dahulu. Ada seorang dokter disisi tempat tidur Siwon dan terlihat sedang memeriksa laki-laki itu. Yongri dan Kyuhyun berjalan ke sisi lain yang kosong. Mereka dapat melihat mata Siwon yang terbuka dan berkedip dengan sayu.

“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Kyuhyun.

“Tuan Choi sudah melewati masa kritisnya, tuan. Keadaannya sudah stabil.” Jawab Dokter Choi dengan tersenyum.

Yongri menatap Siwon yang memandang ke depan dengan matanya yang terus berkedip dengan pelan. Laki-laki itu seolah tidak menyadari apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Ia juga sepertinya tidak menyadari kehadiran Yongri maupun Kyuhyun. Juga sepertinya tidak menyadari dimana dirinya berada saat ini. Beberapa saat kemudian mata Siwon kembali tertutup.

“Kenapa dia seperti ini, dok?” Tanya Yongri khawatir.

“Itu pengaruh obat, nona. Dalam artian Tuan Choi belum sadar sepenuhnya. Dalam satu jam ke depan obat di dalam infus akan habis dan Tuan Choi akan sadar secara penuh.” Jelas Dokter Choi. Yongri mengangguk dengan lega.

“Kami akan memindahkan Tuan Choi ke kamar rawat. Kalian bisa mengurusi administrasinya dan memilih kamar yang akan digunakan pasien.” Kata Dokter Choi.

“Saya mengerti, dok. Terima kasih.” Balas Kyuhyun.

“Terima kasih banyak, dok.” Ucap Yongri.

Yongri menatap Siwon sekali lagi sebelum akhirnya keluar dari ruang ICU bersama Kyuhyun. Keduanya terlihat sama-sama lega dan wajah lelah mereka seolah menghilang.

“Aku akan mengurusi administrasinya, kau hubungi yang lainnya dan minta mereka segera datang ke sini.” Ujar Kyuhyun.

“Ya, oppa.”

——

“Siwon-ah, kau melihatku?” Jungsoo melambaikan tangannya di depan wajah Siwon.

“Aku melihatmu, hyung.” Sahut Siwon dengan suaranya yang serak.

“Dia benar-benar sudah sadar.” Balas Donghae. Semua yang ada di sana terlihat benar-benar lega mendengar ucapan Donghae.

“Aku haus.” Kata Siwon.

“Sebentar, eomma ambilkan minum.” Ucap Bong Ok sembari menuangkan air ke dalam gelas.

Setelahnya, Bong Ok membantu Siwon untuk meminum air tersebut. Karena posisi Siwon yang masih berbaring, laki-laki itu terlihat susah untuk sekedar menghabiskan segelas air. Setelah merasa cukup, Bong Ok menjauhkan gelas dari mulut Siwon dan menaruhnya kembali di atas meja.

“Apa kepalamu sakit?” Tanya Donghae.

“Bukan hanya kepala. Seluruh tubuhku sangat sakit dan seperti mau patah.” Jawab Siwon mengeluh. Terdengar ringisan pelan di akhir kalimat laki-laki itu.

“Wajar saja, tubuhmu membentur sesuatu yang sangat keras.” Ujar Donghae.

“Apa kau mengingat bagaimana bisa kau berada disini?” Giliran Jungsoo yang bertanya. Siwon menghela nafas dan menatap Jungsoo dengan kesal.

“Aku ingat, hyung. Dan aku tidak lupa ingatan, jika itu yang kau takutkan.” Ujar Siwon.

Semua kembali terlihat bernafas lega. Sesaat kemudian tidak ada yang membuka suara dan membiarkan kamar rawat Siwon menjadi sunyi. Mereka menatap Yongri–yang berada di depan Siwon–dan Siwon secara bergantian. Siwon seolah terlihat menghindari matanya dari Yongri.

Yongri hanya bisa berdiri dengan canggung sembari menundukkan kepalanya. Ia tidak tau harus bagaimana menyapa Siwon. Ia sudah mengetahui apa yang laki-laki itu rasakan sekarang. Karena itu Yongri tidak mungkin bertanya lagi. Yongri juga menyadari bahwa Siwon seolah mengganggapnya tidak ada.

“Ehm, Siwon-ah.” Panggil Jungsoo. Siwon menoleh untuk menatap laki-laki itu.

“K–kau mengingat Yongri, kan?” Tanya Jungsoo sembari menunjuk Yongri.

Siwon mengikuti arah telunjuk Jungsoo untuk menatap Yongri. Yongri mendongakkan kepalanya untuk membalas tatapan Siwon. Tidak ada senyum sama sekali pada wajah Siwon saat ini. Laki-laki itu menatap Yongri dengan dingin hingga Yongri merasa tidak percaya dengan penglihatannya saat ini.

“Tentu saja aku mengingatnya.” Jawab Siwon dengan tersenyum sinis. Matanya tidak lepas dari mata Yongri.

“Choi Yongri, mantan istriku.” Kata Siwon.

“Aku hanya tidak mengerti mengapa ia berada di sini.” Ucap Siwon membuat Yongri tanpa sadar mengepalkan kedua tangan di sisi tubuhnya.

“Siwon-ah, apa yang kau katakan?” Ucap Bong Ok terlihat terkejut. Wanita itu menatap Yongri yang terlihat terluka dengan ucapan Siwon.

“Apa aku mengatakan sesuatu yang salah, eomma? Kami sudah bercerai. Tidak ada hubungan apapun lagi di antara kami, bukan? Dia tidak harus berada di sini jika hanya untuk mengasihaniku.” Kata Siwon.

“Siwon-ah!” Bong Ok benar-benar tidak suka dengan ucapan Siwon.

Kyuhyun yang terlihat marah mendengar ucapan Siwon, ingin menghampiri laki-laki itu. Namun Yongri yang berada disampingnya segera menahan lengan Kyuhyun. Kyuhyun menunduk untuk melayangkan protesnya pada Yongri, namun Yongri hanya memberikan senyum terpaksanya, dengan mata gadis itu yang terlihat berkaca-kaca.

“Kenapa kau seperti ini? Kau bilang bahwa kau tidak lupa ingatan. Kau tentu ingat bahwa kau berada disini karena telah menyelamatkan hidup Yongri.” Ucap Bong Ok.

“Eomma aku lapar.” Kata Siwon berusaha mengalihkan pembicaraan.

Walaupun sebenarnya ia tidak berbohong. Tidak sadarkan diri selama beberapa hari membuat Siwon tidak mendapatkan makanan yang layak. Tentu saja ia merasa sangat lapar saat ini.

Bong Ok menatap Siwon dengan kesal. Namun saat melihat wajah pucat laki-laki itu, kekesalan Bong Ok menghilang. Ia juga dapat melihat bahwa Siwon benar-benar merasa sangat lapar saat ini.

“Eomma akan ambilkan makanan untukmu.” Kata Bong Ok. Setelahnya Bong Ok menatap Yongri dengan perasaan bersalah. Yongri membalas tatapan Bong Ok dengan tersenyum.

“Aku akan pulang, eommonim.” Ucap Yongri pelan. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh Bong Ok selain menganggukkan kepalanya. Ia tidak mungkin membiarkan Yongri lebih lama disini, dan membiarkan Siwon semakin menyakitinya.

Yongri ingin berpamitan pada Siwon. Namun saat melihat laki-laki itu, Siwon terlihat tidak peduli dan membuang wajahnya dari Yongri. Yongri menghela nafas dan kembali memaksakan senyumnya.

“Oppa, kita pulang saja.” Ujar Yongri menatap Kyuhyun.

Yongri menarik lengan Kyuhyun dan berbalik untuk meninggalkan kamar Siwon. Kyuhyun mengikuti Yongri dan mencoba untuk menahan kemarahannya pada Siwon saat ini. Namun saat ia melihat Yongri menyeka airmatanya, Kyuhyun tidak dapat menahan kemarahannya lagi. Ia segera berbalik hingga tangan Yongri terlepas dari lengannya.

“Kau!” Kyuhyun menunjuk Siwon dengan wajahnya yang emosi.

“Kau benar-benar seorang bajingan, Choi Siwon! Aku menyesal telah mempercayaimu. Jangan coba-coba kau dekati adikku lagi. Dasar bajingan busuk!” Maki Kyuhyun. Setelahnya ia segera menarik Yongri untuk keluar dari kamar Siwon.

Siwon menatap kepergian Kyuhyun dan Yongri dalam diam. Matanya terus menatap ke depan bahkan setelah kedua orang tersebut tidak lagi terlihat olehnya. Siwon memejamkan matanya saat merasakan kepalanya berdenyut dengan keras.

“Apa yang terjadi padamu, huh? Kenapa kau seperti ini pada Yongri? Kau tidak tau bagaimana menyesalnya dan takutnya Yongri saat kau belum sadarkan diri.” Kata Donghae.

“Aku tau.” Balas Siwon dengan membuka matanya.

“Lalu kenapa kau melakukannya?” Tanya Donghae. Siwon menatap Donghae dan tersenyum.

“Aku tidak harus memberitahukan semuanya pada kalian, kan?”

——

Next Day

“Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun saat melihat Yongri yang sudah rapi pagi-pagi sekali.

“Oppa..” Yongri terlihat terkejut saat mendengar suara Kyuhyun. Kyuhyun berjalan untuk mendekati adik tirinya itu.

“Aku tanya kau mau kemana pagi-pagi seperti ini, Yong?” Tanya Kyuhyun lagi.

Yongri terlihat takut dan bingung untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Gadis itu mencengkram tali tas selempang yang dipakainya dan menundukkan kepalanya. Ia tidak mungkin berkata jujur pada Kyuhyun. Namun Yongri juga tidak bisa berbohong kepada kakak tirinya itu. Yongri tidak memiliki keahlian berbohong saat sedang bertatap muka seperti ini.

“Rumah sakit?” Tebak Kyuhyun. Yongri segera mendongak dengan wajah terkejut.

“Apa kau tidak memiliki harga diri, Yong?”

“Oppa..”

“Kau tidak ingat apa yang dia katakan padamu kemarin?”

“Aku ingat.” Kata Yongri dengan memaksakan senyumnya.

“Aku pantas mendapatkannya, oppa. Aku sudah menyakiti hatinya. Aku juga sudah membuatnya harus terbaring di rumah sakit.”

“Apa kau yang memintanya?”

“Apa?”

“Kau tidak meminta untuk diselamatkan olehnya, Yong! Aku bersyukur dan berterima kasih padanya karena dia telah menyelamatkanmu. Tetapi bukan berarti dia bisa menyakitimu sesuka hatinya!” Kata Kyuhyun dengan kesal.

“Oppa..” Yongri memegang kedua pergelangan tangan Kyuhyun.

“Aku tau kau marah karena dia sudah berkatar kasar kemarin. Jujur, aku juga terluka mendengarnya. Tapi aku tidak bisa mengabaikannya, oppa. Aku tidak bisa mengabaikan rasa khawatirku padanya. Kau tau seberapa besar aku mencintainya.” Kata Yongri.

Kyuhyun tetap terlihat kesal walaupun Yongri sudah menunjukkan wajah putus asanya. Yongri menghela nafas dan menundukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian ia mendongak dan kembali menatap Kyuhyun.

“Hanya sampai ia sembuh, oppa. Jika Siwon oppa sudah keluar dari rumah sakit, aku tidak akan pernah menemuinya lagi.” Ucap Yongri berjanji.

Kyuhyun menghela nafas panjang dan terlihat sangat bingung. Ia bingung dengan sikap Siwon kemarin. Kenapa laki-laki itu bersikap dingin dan kasar pada Yongri? Kenapa ia terlihat membenci Yongri? Padahal Siwon dan Kyuhyun sama-sama tau bahwa Yongri masih istri sah laki-laki itu.

Kyuhyun akui bahwa ia memang sedang marah dan kesal pada Siwon saat ini. Tidak puas rasanya hanya memaki laki-laki itu kemarin. Kyuhyun ingin melayangkan sebuah pukulan keras pada Siwon, namun ia tidak bisa melakukannya. Tetapi, semarah apapun Kyuhyun pada Siwon, Kyuhyun tidak mungkin melarang Yongri bertemu dengan Siwon. Karena keduanya masih terikat hubungan suami istri.

Walaupun Kyuhyun tidak mengenal Siwon dengan baik, tetapi Kyuhyun dapat melihat rasa cinta Siwon pada adiknya itu. Walaupun Siwon berbicara kasar pada Yongri, Kyuhyun dapat melihat tatapan rindu pada mata Siwon saat menatap Yongri. Kyuhyun hanya merasa Siwon dan Yongri memperumit hubungan mereka sendiri.

“Tunggu sebentar. Aku akan mengantarmu.” Kata Kyuhyun akhirnya.

Kyuhyun meninggalkan Yongri dan masuk ke dalam kamar. Setelah menyelesaikan urusannya di dalam kamar, Kyuhyun keluar sembari membawa coat dan kunci mobilnya. Tidak lupa kacamata hitam sudah menggantung pada hidup mancung laki-laki itu.

“Ayo.” Kata Kyuhyun sembari berjalan melewati Yongri.

“Oppa..” Panggil Yongri membuat Kyuhyun langsung berbalik.

“Apa?”

“Kau sangat tampan.” Puji Yongri dengan tersenyum.

Kyuhyun terdiam sebentar sebelum akhirnya ikut tersenyum. Baiklah, dia memang tidak bisa berlama-lama memendam kekesalan pada gadis itu.

“Aku tau. Ayo, berangkat.” Ujar Kyuhyun.

Yongri mengangguk dan segera berjalan menyusul Kyuhyun. Yongri sangat bersyukur karena Kyuhyun selalu berada disisinya walaupun laki-laki itu tidak selalu bisa mendukungnya. Yongri sangat menyayangi Kyuhyun layaknya kakak kandungnya sendiri. Jika ia bisa memilih seorang kakak di kehidupan mendatang, Yongri akan kembali memilih Kyuhyun untuk posisi tersebut.

Hampir satu jam kemudian, mobil yang dikendarai Kyuhyun sudah berhenti tepat di depan pintu rumah sakit. Yongri melepaskan seatbelt–nya dan menatap Kyuhyun dengan tersenyum. Kyuhyun melepaskan kacamatanya dan membalas tatapan Yongri.

“Terima kasih, oppa.”

“Aku tau bahwa kau tidak akan mengatakan padaku jika Siwon berbicara kasar lagi padamu. Tetapi jika sampai telingaku mendengar tentang hal itu, aku akan membuatnya kembali tidak sadarkan diri. Katakan itu padanya.” Ujar Kyuhyun.

“Oppa..”

“Masuklah.”

“Hati-hati menyetir dan berhentilah marah-marah. Kau bisa cepat tua.” Kata Yongri membuat Kyuhyun mendengus.

Yongri tersenyum geli dan segera turun dari mobil Kyuhyun. Ia melambaikan tangannya pada Kyuhyun sebelum akhirnya Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya. Yongri segera masuk ke dalam rumah sakit setelah mobil Kyuhyun menghilang.

Yongri memantapkan hatinya dengan apapun yang akan terjadi nanti. Ia akan mencoba tegar jika Siwon memandang sinis padanya. Ia tidak akan menangis jika Siwon berbicara kasar padanya. Ia akan terus tersenyum selama dihadapan laki-laki itu. Karena tujuan Yongri datang ke sana adalah untuk memastikan bahwa laki-laki itu baik-baik saja. Bukan mengharapkan cinta Siwon yang telah disia-siakannya.

Yongri menghela nafas panjang sebelum membuka pintu kamar Siwon. Dengan gerakan perlahan Yongri menggeser pintu tersebut hingga terbuka. Melangkahkan kakinya memasuki kamar kemudian menutup pintunya.

Yongri menemukan Siwon sedang duduk di atas tempat tidur dengan kaki menjuntai ke bawah dan membelakanginya. Seorang perawat berdiri dihadapan laki-laki itu sembari memegang sebuah perban. Siwon terlihat sedang ingin membuka baju pasiennya dihadapan perawat tersebut, hingga membuat mata Yongri membulat sempurna.

“HENTIKAN!” Teriak Yongri membuat Siwon dan perawat tersebut terkejut. Yongri berjalan cepat untuk menghampiri Siwon.

Siwon menghentikan gerakan sebelah tangannya dan segera menoleh. Ia menatap Yongri dengan kedua alisnya yang berkerut. Namun sesaat kemudian Siwon menatap Yongri dengan dingin. Semua kancing baju Siwon telah terbuka. Dan Yongri dapat melihat bahwa hampir seluruh tubuh atas Siwon tertutup oleh perban.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon dengan nada suara yang datar.

“Aku yang seharusnya bertanya padamu, oppa. Apa yang kau lakukan?” Tanya Yongri balik. Siwon menghela nafas panjang dan mencoba sabar.

“Aku mau mengganti perban ditubuhku ini. Kau tidak lihat?” Mata Siwon melirik perban di tangan perawat. Perawat tersebut menatap Yongri dan Siwon secara bergantian.

“Kau akan membuka bajumu dihadapannya?” Yongri terlihat tidak percaya.

“Aku harus mengganti perbanku, Choi Yongri! Sebenarnya ada apa denganmu?!” Siwon mulai terlihat tidak sabar.

“Oppa! Apa operasi yang kau lakukan membuat otakmu bergeser? Sejak kapan kau dengan sukarela membuka pakaianmu dihadapan orang lain?!” Ucap Yongri kesal.

“Maaf, nona. Saya hanya ingin mengganti perban pasien.” Sela perawat tersebut. Ia merasa Yongri telah salah paham saat ini.

“Aku yang akan menggantinya!” Kata Yongri dengan ketus. Ia merampas perban ditangan perawat tersebut. Siwon hanya dapat menatapnya dengan kedua mata yang membesar.

“Anda tidak bisa melakukannya, nona. Jika Anda memasangkan perban tersebut secara asal-asalan, luka ditubuh pasien akan semakin parah.” Ucap perawat tersebut sembari hendak mengambil kembali perban di tangan Yongri. Yongri segera menarik tangannya menjauh dari perawat itu.

“Aku yang akan menggantinya. Kau tidak dengar itu, Perawat Im Raeun?” Yongri membaca nametag yang terpasang dipakaian perawat tersebut. Suara Yongri terdengar semakin kesal.

Siwon menghela nafas panjang dan lagi-lagi mencoba untuk bersabar. Hari masih pagi namun sepertinya Tuhan sudah menguji kesabarannya. Di saat tubuhnya baru saja hendak pulih pasca kecelakaan.

“Kau bisa meninggalkan kami, suster.” Kata Siwon pelan. Yongri merasa senang saat Siwon mengusir perawat tersebut.

“Tapi, tuan.”

“Sebelum keluar, kau bisa mengingat wajah wanita ini dengan baik.” Ujar Siwon sembari menatap Yongri dengan dingin.

“Jika nanti terjadi sesuatu yang buruk padaku setelah ia menggantikan perbanku, kau bisa mencarinya dan meminta pertanggungjawaban darinya.” Lanjut Siwon. Kesenangan Yongri seolah luntur setelah mendengar ucapan Siwon. Gadis itu menatap Siwon dengan sedih.

“Saya permisi, tuan.” Pamit Perawat Im sembari membungkukkan badannya dihadapan Siwon. Setelahnya ia keluar dari kamar meninggalkan Siwon dan Yongri berdua saja.

Yongri menundukkan kepalanya sembari menggenggam perban ditangannya dengan erat. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak bersedih dengan apapun yang akan Siwon lakukan padanya. Namun ia tidak bisa membohongi hatinya yang merasa sangat sakit mendengar kata-kata kasar dari Siwon.

“Kau mau menggantikan perbanku atau tidak?”

Suara Siwon menyadarkan Yongri. Gadis itu mengusap sudut matanya yang hampir meneteskan airmata. Siwon tentu saja dapat melihat itu semua. Yongri memaksakan senyumnya dan segera berdiri dihadapan Siwon. Ia meletakkan perban di samping Siwon dan mulai membuka baju Siwon.

Yongri yakin Siwon mengalami kesulitan saat hendak membuka bajunya tadi. Karena laki-laki itu hanya mengandalkan satu tangan saja. Tangannya yang lain tidak bisa bergerak bebas akibat patah. Dengan hati-hati Yongri melepaskan baju tersebut melewati tangan Siwon yang patah. Yongri menyadari tatapan Siwon yang tidak lepas darinya.

“Bukankah kau juga sudah menjadi orang lain untukku sekarang?” Tanya Siwon pelan.

“Apa?” Yongri yang terkejut menghentikan gerakannya. Wajahnya tepat berada dihadapan Siwon saat ini.

“Kau bilang, aku tidak terbiasa membuka pakaian dihadapan orang lain. Bukankah hal itu berlaku juga untukmu? Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi sekarang. Benar?” Ucap Siwon dengan tersenyum sinis. Yongri mencengkram baju Siwon untuk menyembunyikan tangannya yang bergetar. Kata-kata Siwon lagi-lagi menyakitinya.

“Benar.” Sahut Yongri sembari melanjutkan pekerjaannya. Ia melepaskan perban ditubuh Siwon dengan hati-hati.

“Tetapi, bukankah aku satu-satunya orang yang pernah melihatmu tanpa pakaian?” Ujar Yongri membalas ucapan Siwon.

Siwon tersenyum sinis mendengar ucapan Yongri. Ketika mereka mulai hidup bersama, Yongri tidak pernah bisa membalas ucapannya karena merasa takut. Tetapi sekarang gadis itu sudah terlampau pandai berbicara dan rasa takutnya pada Siwon entah hilang kemana.

“Aku akan mulai membiasakan diri bertelanjang dada dihadapan–AARRGGHH!!” Siwon tiba-tiba berteriak dengan kencang. Teriakan yang penuh dengan kesakitan.

“Ya!! Pelan-pelan, Choi Yongri!!” Ucap Siwon kesal. Ia merasa Yongri menekan luka ditubuhnya dengan sengaja.

“Maaf, oppa. Aku tidak sengaja.” Kata Yongri dengan wajah terkejut dan menyesal.

“A–aku hanya takut ini terlalu longgar. Sehingga aku menekannya untuk membuatnya menjadi lebih kencang.” Lanjut Yongri.

“Tetapi tulangku bisa patah!” Sela Siwon.

“Aku akan lebih hati-hati.” Ucap Yongri dengan wajah takut. Siwon menatap gadis itu dengan tajam, sebelum akhirnya memilih untuk mengalihkan pandangannya.

Yongri terlihat lebih berkonsentrasi dalam memasangkan perban di tubuh Siwon. Beberapa kali ia memajukan tubuhnya saat harus melingkarkan perban ke punggung lebar Siwon. Setiap kepala Yongri melewati kepala Siwon, Siwon dapat mencium aroma gadis itu. Tanpa sadar Siwon memejamkan matanya dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yongri.

“Seharusnya kau tidak melakukan itu.” Kata Yongri membuat Siwon dengan segera membuka matanya. Saat ia melihat Yongri, gadis itu masih tampak berkonsentrasi dengan perban di tubuhnya.

“Seharusnya kau membiarkan diriku yang tertabrak oleh truk itu.” Siwon menatap Yongri dengan tidak suka.

“Kita bahkan tidak memiliki hubungan apapun lagi, bukan? Kau bahkan membenciku sekarang.”

“Benar, kita tidak memiliki hubungan. Karena itulah kau tidak berhak mengaturku.” Sela Siwon membuat Yongri terdiam. Gadis itu menghentikan kegiatannya dan menatap wajah Siwon yang tepat berada dihadapannya.

“Aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Tidak ada yang bisa mengaturku. Termasuk dirimu, mantan istriku. Kau–“

Siwon tidak dapat melanjutkan ucapannya saat dengan tiba-tiba Yongri menyatukan bibir mereka. Gadis itu memejamkan matanya dan menciumnya. Mengabaikan wajah terkejut Siwon dan mata laki-laki itu yang terlihat membesar. Walaupun begitu, sejujurnya Siwon sudah sangat menantikan bibirnya yang menyatu dengan bibir Yongri sedari tadi.

——

–To Be Continued–

HAI!!!!!!!!!!!!!

Aku speechless teman-teman, karena PL part 19 nembus hingga 100 lebih.. huhuhuhu.. aku bahagia sekali.. terima kasih banyak untuk kaliannnnnnn ❤

FF ini udah mau tamat, mungkin tinggal 1 atau 2 part lagi. Karena itu, aku bakal stop dulu post lanjutannya. Aku mau ngetik FF love in Friendship dulu, ok? Gak bakal lama kok, tenang aja. Mungkin aku post ff baru 1 atau 2 part aja, baru lanjutin PL.

Oh ya, kemungkinan lanjutan FF ini bakal aku password. Ya kalian taulah kenapa, hehehe. Untuk itu bagi yang lupa passwordnya silahkan dibaca lagi ya petunjuknya. Bagi yang belom tau silahkan cari tau. Kalian sesama reader boleh saling membantu, tapi jangan mengumbar passwordnya di comment FF, ok? Dan aku tegaskan sekali lagi, aku GAK BAKAL kasih tau passwordnya walau kalian tanya sama aku. Kenapa? Karena aku udah buat PAGE khusus password. Mohon dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika kalian tidak tau dimana yg namanya PAGE, itu terletak di atas, di bagian MENU!

Happy reading ya!! Aku harap silent reader semakin bermunculan dan comment di setiap FF aku semakin banyak! Thank you!!

BYE~

Advertisements

117 thoughts on “Painful Life – Part 20

  1. hahhh astaga yongri kesambet apaan tiba” cium siwon haha
    apa yongri sngja mempererat perban saat siwon kesakitan?
    hahh pnsaran apa alasan siwon melakukan itu seolah olah menjauhi yongri. knpa?
    apakah pertanda baik kalo mereka akan bersama lagi?

  2. Kayanya sih siwon sengaja pura2 dingin sama yongri. Biar bikin yongri sadar.. kalo sebenernya mereka ga bisa pisah.. dan ternyata mereka ga cerai… yeyy
    .
    Gantian Yongri yg harus berjuang dem cinta nya siwon.. meskipun pura2 tapi siwon berhak ngasih pelajaran jg ke yongri biar anak itu ga labil lagi.
     Hehe

  3. Apa yg direncanakan siwon…ya ampun yongri kiss gitu..siwon sampe kaget tapi itu sih mau dia dari tadi dah cari kespatan untuk kiss..semoga merka bersatu lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s