Painful Life – Part 19

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Aku menyesal karena tidak mengatakan bahwa ‘aku mencintaimu’ dengan lebih cepat. –Choi Siwon-

——

Author POV

“Yah, bangun!” Jungsoo menggoyangkan tubuh Siwon yang sedang tidur.

“Bangunlah, Siwon-ah. Ini sudah pagi.” Kata Jungsoo meninggikan suaranya.

Siwon terlihat mulai terganggu dengan suara Jungsoo. Ia menggeliat pelan sebelum akhirnya mengerang keras. Jungsoo menatap Siwon dengan terkejut, namun ia tidak mengatakan apapun. Siwon membuka matanya dan segera mengubah posisinya menjadi duduk. Ia menatap jendela besar di ruangannya yang memperlihatkan cerahnya langit saat ini.

“Ini sudah hari ke tujuh kau tidak pulang ke apartement dan tidur di kantor.” Ujar Jungsoo sambil mengambil tempat duduk di sofa yang lain.

Siwon tidak menanggapi Jungsoo. Ia sibuk mengusap lehernya yang terasa sangat kaku dan juga sedang berusaha untuk menghilangkan rasa kantuknya. Siwon menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dan menatap Jungsoo.

“Dimana pakaianku?” Tanya Siwon dengan suara serak. Jungsoo menunjuk kursi kerja Siwon sebagai jawabannya.

“Yah, kau benar-benar tidak ingin pulang lagi?” Tanya Jungsoo penasaran. Siwon menggelengkan kepalanya.

“Ya! Dasar gila! Kau benar-benar ingin menghabiskan waktumu dikantor setelah bercerai dengan Yongri?” Jungsoo terlihat benar-benar tidak percaya.

“Bukan seperti itu, hyung.” Bantah Siwon dengan pelan.

“Lalu?”

“Aku akan menjual apartement dan membeli rumah yang baru.” Kata Siwon. Jungsoo terdengar terkejut. Namun ucapan Siwon barusan terdengar lebih masuk akal, daripada laki-laki itu terus-terusan tidur di kantor.

“Apa kau benar-benar ingin membuang bayangan Yongri?” Tanya Jungsoo hati-hati. Siwon kembali menggeleng.

“Apartement itu memiliki kenangan yang buruk untukku dan Yongri. Aku tidak mau lagi tinggal di sana.” Jawab Siwon. Jungsoo menganggukkan kepalanya setelah mengerti dengan maksud jawaban Siwon.

“Aku akan mengurusnya untukmu. Kau ingin rumah yang seperti apa?”

“Aku rasa kau mengetahui keinginanku dengan baik, hyung.” Sahut Siwon sembari berdiri untuk mengambil pakaiannya. Ia harus membersihkan diri dan mulai bekerja.

“Kau ingin mengambil barang-barang yang penting di apartement?” Tanya Jungsoo.

“Hanya pakaianku serta beberapa berkas di ruang kerjaku.” Jawab Siwon.

“Aku mau mandi dulu, hyung.” Lanjut Siwon kemudian.

“Aku mengerti. Mandilah.” Sahut Jungsoo.

Siwon yang baru saja hendak membuka pintu terlihat terkejut saat pintu sudah lebih dulu terbuka. Siwon menggeser kepalanya untuk melihat siapa yang hendak masuk ke dalam ruangannya. Dan ia cukup terkejut menemukan Kyuhyun berada dihadapannya lengkap dengan kacamata hitam yang dipakainya.

“Apa aku datang terlalu pagi?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya. Ia menatap wajah lusuh Siwon serta pakaian yang laki-laki itu pegang secara bergantian.

“Selamat pagi, Kyuhyun-ssi.” Sapa Jungsoo yang sudah berdiri dan mendekati mereka.

“Selamat pagi, Sekretaris Park.” Balas Kyuhyun sembari membuka kacamatanya.

“Aku akan keluar agar kalian lebih nyaman berbicara.” Ujar Jungsoo. Ia mengambil pakaian di tangan Siwon.

“Kau bisa mandi nanti.” Bisiknya dan segera keluar dari ruangan Siwon.

Siwon mempersilahkan Kyuhyun masuk dan duduk di sofa. Laki-laki itu menyusul dan duduk di sebrang Kyuhyun. Terasa canggung ketika berada berdua saja dengan Kyuhyun, di saat hubungan Siwon dan Yongri sedang tidak baik-baik saja.

“Kau mau minum kopi atau teh?” Tanya Siwon menawarkan.

“Tidak, terima kasih. Sebelum kemari aku sudah minum teh buatan Yongri.” Jawab Kyuhyun membuat Siwon segera mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu, saat ia menyebut nama Yongri.

“Kenapa? Terasa aneh saat istrimu membuatkan minuman untuk laki-laki lain? Dan mengabaikan suaminya sendiri?” Ujar Kyuhyun membuat Siwon menatapnya dengan tidak suka.

“Apa aku salah bicara? Yongri masih menjadi istri sahmu, kan? Kalian belum resmi bercerai.” Kata Kyuhyun sembari menunjukkan surat perceraian Siwon–Yongri.

Setelahnya Kyuhyun menaruh surat cerai tersebut di atas meja. Membuat Siwon dapat melihat bahwa Yongri sudah menandatangani surat itu. Siwon kembali merasa kecewa. Awalnya ia pikir Yongri akan mengubah keputusannya. Namun kenyataan yang dihadapinya saat ini tidak sesuai dengan harapannya.

“Yongri memintaku memberikan ini padamu.” Ucap Kyuhyun.

“Kau bisa meninggalkannya di receiptionist.” Sahut Siwon.

“Kalian benar-benar akan bercerai?” Tanya Kyuhyun. Siwon menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan menatap Kyuhyun dengan senyum sinis.

“Kenapa kau sangat ingin tau tentang kehidupan rumah tangga orang lain?” Tanya Siwon balik. Kyuhyun membalas senyuman Siwon dengan tak kalah sinis.

“Yongri adikku, jika kau lupa.”

“Adik tiri, dan aku tidak akan lupa itu.” Sahut Siwon.

“Aku tidak akan menceraikan Yongri. Jika itu yang ingin kau tau.” Kata Siwon kemudian. Kyuhyun terkejut mendengar jawaban Siwon.

“Lalu surat ini?” Tanya Kyuhyun memastikan.

“Emosi Yongri sedang labil, dan aku hanya ingin menenangkannya saja. Aku tidak akan melepaskannya, Kyuhyun-ssi. Aku sudah pernah mengatakan padamu sebelumnya.”

“Tetapi kalian tinggal terpisah.”

“Untuk sementara waktu. Aku akan membiarkan Yongri menjalani kehidupan tanpaku untuk beberapa saat, hingga dia tenang.” Kata Siwon. Kyuhyun menatap Siwon dalam diam untuk beberapa saat. Dia memang tidak bisa menebak isi pikiran Yongri mau pun Siwon. Sial, dia benci itu.

“Kau dan Yongri benar-benar sebuah buku tertutup untukku.” Ucap Kyuhyun.

“Terima kasih atas pujiannya.” Siwon tersenyum kecil.

“Dan terima kasih telah mengantarkan ini.” Siwon mengambil surat cerai dari atas meja.

“Tidakkah kau ingin tau apa yang Yongri lakukan akhir-akhir ini?”

Siwon terdiam mendapat pertanyaan dari Kyuhyun. Ia tentu saja sangat ingin tau. Tetapi Siwon tidak mungkin mengatakannya begitu saja. Kyuhyun mungkin akan mengejeknya dan merasa besar kepala karena Yongri sedang bersamanya.

“Dia ingin kuliah.” Kata Kyuhyun.

“Benarkah?” Siwon tanpa sadar bergumam.

“Ya. Aku rasa tidak ada salahnya. Supaya pikiran Yongri tidak terpaku terus padamu dan juga bayi kalian yang keguguran.”

Siwon terlihat ingin protes.

“Yah, bukan berarti aku ingin dia melupakanmu.” Sela Kyuhyun langsung.

“Kau bilang ingin membiarkan Yongri menenangkan dirinya untuk sementara waktu, kan? Dia tidak akan bisa tenang jika terus mengingatmu. Setidaknya jika dia ada kegiatan lain, pikirannya akan teralihkan.” Jelas Kyuhyun.

“Aku tau. Kau tidak perlu menjelaskannya padaku.” Sahut Siwon acuh. Kyuhyun mencibir keras.

“Awalnya aku pikir aku yang akan membiayai kuliah Yongri. Tetapi setelah kau mengatakan bahwa kau tidak mau menceraikannya, bukankah berarti Yongri masih menjadi tanggung jawabmu?”

“Aku akan membiayai kuliahnya.” Suara Siwon terdengar sangat yakin.

“Hanya saja jangan katakan apapun pada Yongri mengenai hal ini.” Pinta Siwon.

“Kau tenang saja. Aku tau apa yang harus disampaikan dan apa yang tidak.”

“Tolong jaga Yongri untuk sementara waktu, Kyuhyun-ssi. Setelah semuanya baik-baik saja, aku akan menemuinya.”

“Jangan khawatirkan apapun, Siwon-ssi. Yongri adikku, aku pasti akan menjaganya dengan baik.”

——

Taksi yang dinaiki oleh Bong Ok berhenti tepat di depan CH Group. Setelah membayar ongkosnya, Bong Ok segera turun dari sana. Ia ingin menemui Siwon dan memastikan kondisi laki-laki itu baik-baik saja. Berpisah dengan Yongri adalah hal terberat untuk Siwon.

Bong Ok tidak ingin terjadi apa-apa pada anak tunggalnya itu. Apalagi setelah Siwon bisa hidup normal karena traumanya sudah sembuh. Walaupun Bong Ok tau bahwa penghiburan yang dilakukan tidak akan membuat kesedihan Siwon menghilang. Setidaknya Bong Ok ingin Siwon tau bahwa laki-laki itu tidak sendiri.

Kaki Bong Ok berhenti berjalan di lobby saat ia melihat petugas keamanan sedang menenangkan seorang pria yang sedang mengamuk. Bong Ok memicingkan matanya untuk melihat kejadian apa yang sedang terjadi. Wanita itu berjalan dengan anggun menghampiri mereka.

“Ada apa ini?” Tanya Bong Ok. Petugas keamanan di sana langsung membungkuk hormat saat melihat kehadiran Bong Ok.

“Nyonya Kang..”

“Keributan apa yang sedang terjadi?” Tanya Bong Ok lagi.

“Ah, ini–” petugas keamanan tersebut terlihat bingung bagaimana menjelaskannya.

Tiba-tiba saja pria yang sedang membelakangi Bong Ok tersebut berbalik. Dan Bong Ok tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat Choi Kiho–lah yang baru saja membuat keributan di kantor Siwon.

“Pria ini mengatakan bahwa ia adalah ayahnya Presdir Choi, nyonya.” Kata petugas keamanan.

Kiho menatap Bong Ok dengan tersenyum sinis. Sedangkan Bong Ok menatap Kiho dengan kesal. Pria yang sudah menelantarkan dirinya dan Siwon dengan begitu angkuhnya mengakui dirinya sebagai seorang ayah. Betapa Bong Ok ingin sekali memberi pelajaran pada mulut Kiho.

“Kau percaya pada ucapannya?” Bong Ok bertanya pada petugas keamanan. Ia menatap Kiho dengan sinis. Petugas keamanan terlihat bingung dengan pertanyaan dari Bong Ok.

“Dia bukan ayah dari Presdir Choi.” Kata Bong Ok dan segera berbalik meninggalkan mereka. Kiho terlihat sangat marah.

“YA, KANG BONG OK!” Teriaknya. Bong Ok menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menatap Kiho.

“Kau mau bersikap seperti seorang wanita kaya, huh? Kau pikir itu cocok dengan dirimu?” Ejek Kiho.

“Jaga bicara Anda, tuan! Dia ada ibu dari Presdir Choi!” Petugas keamanan menegur Kiho. Kiho mencibir keras.

“Tanpa kau memberi tau, aku sudah mengetahuinya. Wanita ini adalah istriku!” Ujar Kiho.

“Istri? Suamiku sudah mati.” Sela Bong Ok.

“Bisa kau tunjukan makamnya? Atau bisa kau beritahukan dimana kau membuang abu suamimu?” Kata Kiho membuat Bong Ok terdiam dengan geram.

“Lihat! Kalian lihat semua! Wanita ini berbohong dengan mengatakan suaminya telah mati. Aku adalah suaminya. Dan aku adalah ayah dari Choi Siwon!” Kiho menekan setiap kata-katanya.

“Eomma..” Bong Ok menoleh saat mendengar suara Siwon.

Siwon yang sedang ditemani oleh Jungsoo terlihat menatapnya dengan bingung. Siwon mendekati Bong Ok dan sepertinya belum menyadari kehadiran Kiho. Saat ia berada di dekat Bong Ok, barulah Siwon melihat sosok Kiho yang terlihat angkuh dengan pakaian seadanya.

“Apa kabar, anakku sayang?” Sapa Kiho dengan tersenyum sinis.

“Siwon-ah, naiklah ke ruanganmu. Eomma yang akan berbicara dengan pria ini.” Bong Ok mendorong tubuh Siwon agar segera meninggalkannya. Namun sayangnya Siwon tidak bergerak sama sekali.

“Ya! Hentikan itu!” Kiho menepis tangan Bong Ok hingga membuat wanita itu terkejut. Siwon segera berdiri di depan Bong Ok dan menatap Kiho dengan tajam.

“Jangan menyakiti ibuku.” Ucap Siwon pelan. Kiho terlihat terkejut dengan sikap Siwon. Terakhir kali mereka bertemu, Siwon bahkan tidak berani menatapnya.

“Bawa dia ke ruang rapat.” Perintah Siwon pada petugas keamanan.

“Ya, presdir.”

“Ayo, eomma.” Siwon menggenggam tangan Bong Ok dan membawanya untuk meninggalkan lobby.

“Aku bisa jalan sendiri! Ya! Lepaskan aku!”

Siwon masih dapat mendengar teriakan Kiho namun ia tidak memperdulikan hal itu. Ia terus menggenggam tangan Bong Ok untuk menaiki lift khusus untuknya. Sesampainya di dalam lift, Siwon melepaskan tangan Bong Ok.

“Kau tidak harus menemuinya, Siwon-ah.” Kata Bong Ok. Siwon menatap Bong Ok dan tersenyum.

“Aku baik-baik saja, eomma. Aku sudah sembuh. Kau tidak perlu khawatir dan percayakan saja padaku.”

“Bagaimana jika dia memukulmu? Traumamu kapan saja bisa kembali. Tidak, kau tidak boleh menemuinya. Dia laki-laki yang berbahaya.”

“Eomma..” Siwon memegang kedua bahu Bong Ok.

“Aku lelah harus membencinya. Aku lelah harus membenci seseorang yang sangat eomma cintai dulu. Biar bagaimana pun aku adalah anaknya, eomma. Dia tidak akan sampai membunuhku.” Ujar Siwon menenangkan.

“Tapi tetap saja..” Lirih Bong Ok.

“Eomma tetap disisiku, okay?”

Siwon menatap Bong Ok dengan penuh keyakinan. Namun Bong Ok menatap anaknya itu dengan khawatir. Ia tidak mau Kiho kembali menyakiti Siwon. Siwon baru saja sembuh dan demi Tuhan laki-laki itu sedang mengalami masalah serius dalam rumah tangganya. Kenapa Tuhan sepertinya tidak bisa memberikan ketenangan sedikit saja untuk Siwon?

“Eomma tidak akan meninggalkanmu dan melakukan kesalahan lagi.” Janji Bong Ok akhirnya. Siwon tersenyum lega mendengarnya.

Beberapa saat kemudian lift yang mereka naiki sudah sampai di mana ruang rapat berada. Siwon berjalan dengan pasti untuk menemui Kiho–yang mungkin sudah lebih dulu sampai. Tidak ada rasa takut sedikit pun yang dirasakan oleh Siwon. Pengobatan yang dilakukannya sepertinya sangat berhasil.

Siwon memasuki ruang rapat setelah membuka dua pintunya. Kiho yang sudah berada di dalam menatap Siwon dengan sinis. Siwon sama sekali tidak terintimidasi dengan tatapan Kiho. Tatapan yang sayangnya terlihat sangat mirip dengan miliknya.

“Kalian tunggu diluar.” Ucap Siwon pada petugas keamanan di kantornya.

“Ya, presdir.” Jawab mereka serentak dan segera keluar meninggalkan ruang rapat.

“Yah, kau benar-benar terlihat seperti seorang bos.” Kata Kiho dengan nada takjub.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Siwon.

“Apa kau sangat penasaran?” Balas Kiho bertanya balik.

“Kau ingin kembali tinggal dengan eomma?”

“Siwon-ah!” Bong Ok terlihat tidak setuju dengan pertanyaan laki-laki itu. Kiho menatap Bong Ok dan tersenyum sinis.

“Tentu saja tidak.” Jawab Kiho.

“Lalu apa yang kau inginkan, huh?! Uang? Aku bisa memberikan sebanyak yang kau mau. Tetapi menjauhlah dari hidupku dan eomma!” Kata Siwon dengan tegas.

“Kenapa aku harus menjauh dari anak dan istriku?” Tanya Kiho dengan wajah tidak terima.

“Anak? Istri? Sejak kapan kau mengganggap aku sebagai istrimu? Dan mengganggap Siwon sebagai anakmu?” Tanya Bong Ok.

“Apa ada seorang ayah dan suami yang tega menjual anak dan istrinya sendiri?” Lanjut Bong Ok.

“Ya! Dasar wanita sialan! Kau seharusnya berterima kasih padaku. Karena aku menjual kalian, kalian bisa menjadi kaya seperti ini! Dan sekarang kalian ingin mengabaikanku, begitu?” Ucap Kiho.

“Jaga ucapanmu!” Bentak Siwon.

PLAKK!

Kiho memberikan tamparan pada Siwon karena tidak terima dibentak oleh laki-laki itu. Siwon dan Bong Ok terlihat terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Kiho. Pria itu kembali melakukan kekerasan pada Siwon.

“Berani-beraninya kau membentakku, anak sial!”

“Kau bajingan, Choi Kiho!”

PLAKK!!

Bong Ok memberikan tamparan keras pada Kiho. Tangan wanita itu terasa sakit, tetapi Bong Ok tidak memperdulikannya. Ia tidak akan diam lagi seperti dulu. Ia akan membalas setiap perbuatan Kiho pada Siwon.

“Kau–” Kiho tidak dapat menutupi keterkejutannya. Entah sejak kapan Bong Ok berani melakukan ini padanya.

“Jika kau memang tidak bisa menjadi ayah yang baik, maka menjauhlah dari hidup Siwon. Apa kau pikir semua yang kau lakukan dulu tidak menimbulkan luka untuknya?!” Bentak Bong Ok.

“Di saat semua anak lelaki bisa membanggakan ayah mereka, kau tau apa yang Siwon lakukan?! Dia selalu meringkuk ketakutan saat mengingat tentang dirimu, brengsek!!”

“Eomma, cukup.” Pinta Siwon.

“Tidak cukupkah semua yang sudah kau lakukan dulu? Mau sampai kapan kau mengganggu HIDUPKU DAN JUGA SIWON?!” Teriak Bong Ok dengan menangis.

Kiho terdiam mendengar semua ucapan dari wanita yang masih menjadi istri sahnya itu. Entah kenapa kata-kata wanita itu terus menari di dalam kepalanya dan membuat denyutan parah pada dadanya. Ia masih memegangi pipinya yang terasa perih sembari menatap Bong Ok yang sedang menangis.

“Siwon baru saja kehilangan anaknya.” Lirih Bong Ok.

“Eomma..” Siwon memegang lengan Bong Ok.

“Tidak sepertimu yang merasa senang, Siwon benar-benar sedih setelah kehilangan darah dagingnya.” Kata Bong Ok dengan menatap Kiho.

“Jika kau memang tidak bisa menghiburnya, bisakah kau tidak mengganggunya dan jangan menambah masalah untuknya? Aku mohon..” Pinta Bong Ok dengan memelas.

Saat ini Siwon benar-benar merasa sedih melihat Bong Ok menangis. Selama ini ia tidak pernah memperdulikan kesedihan Bong Ok. Tetapi hari ini Siwon merasa semuanya telah berubah. Siwon tidak ingin Bong Ok mengalami kesedihan lagi. Tidak setelah apa yang mereka lalui dulu.

Bong Ok menyeka airmata dan menatap Siwon dengan tersenyum kecil. Ia mencoba untuk menenangkan laki-laki itu. Bong Ok sudah berjanji pada dirinya bahwa ia akan melindungi Siwon. Beberapa saat kemudian Bong Ok menatap Kiho yang masih terdiam.

“Siwon sudah bukan menjadi anakku maupun anakmu lagi.” Kata Bong Ok semakin membuat Kiho terkejut.

“Eomma!” Siwon juga terkejut dengan ucapan wanita itu.

“Tidak ada namamu maupun namaku dalam kartu keluarganya.” Lanjut Bong Ok.

“A–apa maksudmu, Kang Bong Ok?” Setelah lama terdiam, Kiho akhirnya bertanya.

“Siwon di adopsi oleh orang lain, setelah kau menjualnya. Di mata hukum, dia bukanlah anakku ataupun anakmu.” Jawab Bong Ok.

“Apa?!” Kiho benar-benar terkejut.

“Walaupun sudah meninggal, mereka adalah orang tua yang baik.” Kata Bong Ok sembari tersenyum.

“K–kau b–berbohong.” Suara Kiho terdengar bergetar.

“Kau sangat tau apakah aku berbohong atau tidak.” Ucap Bong Ok. Kiho mengusap rambutnya dengan kasar.

“Karena itu kau tidak berhak untuk mengganggu hidupnya lagi, Choi Kiho. Karena kau tidak memiliki hubungan apapun dengan Siwon. Kau maupun aku bukanlah orangtuanya lagi.”

“Ayo, kita pergi, Siwon-ah.” Bong Ok menarik tangan Siwon.

“Eomma, tapi–” Siwon mencoba untuk menahan langkahnya.

Siwon berpikir bahwa masalah ini tidak akan selesai hanya dengan pergi seperti ini. Walau bagaimana pun, Kiho adalah ayahnya. Ia memiliki tanggung jawab atas hidup pria itu. Karena Kiho saat ini hidup tidak jelas di jalanan.

“Andrew!” Bentak Bong Ok membuat Siwon terkejut. Sudah cukup lama Bong Ok tidak memanggilnya seperti itu. Dan sekarang, Siwon tidak tau apa tujuan wanita itu memanggilnya seperti itu.

“Eomma..”

“Namamu adalah Andrew Salvator. Dan kau tidak memiliki hubungan apapun dengan pria bernama Choi Kiho. Kita pergi dari sini.” Ujar Bong Ok dan menarik tangan Siwon dengan keras untuk meninggalkan ruang rapat.

Siwon yang masih merasa bingung dan juga terkejut hanya bisa mengikuti langkah Bong Ok. Sesekali laki-laki itu menoleh ke belakang untuk melihat keadaan Kiho. Pria itu terlihat sangat terkejut hingga ia tidak bisa berkata apa-apa.

Kiho merasa kakinya lemas, hingga dirinya jatuh berlutut di ruang rapat. Ia lagi-lagi mengusap rambutnya hingga terlihat berantakan. Masih tidak bisa mempercayai ucapan Bong Ok barusan. Bagaimana bisa anaknya menjadi anak orang lain? Bagaimana bisa dalam sekejap darah dagingnya menjadi orang asing untuknya?

“Anakku..” Gumam Kiho.

Selama ini ia berpikir bahwa Siwon akan terus menjadi anak sial miliknya. Karena dengan itu, Kiho bisa terus menyiksanya sesuka hati. Tidak akan ada yang bisa melarangnya, karena Siwon adalah anaknya.

Tetapi kenyataan barusan seolah menampar pipi Kiho dengan keras. Ia dan Siwon sudah menjadi orang asing seolah mereka tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Tidak ada namanya dalam kartu keluarga Siwon. Dan dirinya tidak tercatat sebagai ayah laki-laki itu lagi. Lalu, apa yang bisa dilakukannya sekarang?

——

“Pergilah ke ruanganmu, aku akan pulang.” Kata Bong Ok setelah mereka keluar dari ruang rapat.

Tanpa menatap Siwon, Bong Ok berjalan meninggalkan laki-laki itu. Airmata Bong Ok tiba-tiba mengalir. Ia merasa sedih jika mengingat kenyataan bahwa Siwon bukanlah anaknya secara hukum. Selama ini ia melupakan kenyataan itu, karena berpikir tidak akan ada yang mengetahuinya, selain Siwon dan dirinya.

Tubuh Bong Ok tiba-tiba menegang saat ada yang memeluknya dari belakang. Ia tau bahwa Siwon yang melakukan itu. Saat merasakan hangatnya pelukan Siwon, airmata Bong Ok semakin banyak mengalir. Sudah berapa lama ia tidak mendapatkan pelukan sehangat ini dari anaknya?

“Kau tau alasan lain kenapa aku sangat membencimu selama ini?” Tanya Siwon pelan. Bong Ok menyeka airmatanya sembari menggeleng pelan.

“Kau selalu memanggilku dengan nama Andrew.” Kata Siwon. Bong Ok melepaskan pelukan Siwon dan membalikkan badannya. Ia menatap Siwon dengan bingung.

“Kau tau bahwa itu memang namamu.” Ucap Bong Ok.

“Nama itu membuatku tidak seperti anakmu. Dan aku merasa bahwa kau tidak mengakuiku sebagai anakmu lagi.”

“Kau tau bukan itu maksudku. Aku menghargai nama yang diberikan orang orangtua barumu.”

“Aku tau, eomma. Aku juga menghargai mereka sebagai orangtuaku. Tetapi kau adalah ibu kandungku. Kau yang mengandung dan melahirkanku. Kau yang lebih berhak atas diriku.” Kata Siwon.

“Aku sangat kecewa mendengar ucapanmu di dalam tadi, eomma.” Siwon tidak menyembunyikan kekecewaannya.

“Maafkan aku. Aku harus mengatakannya agar ayahmu berhenti mengganggumu. Kau pikir apa yang akan kau berikan padanya agar dia berhenti? Uang? Tidak, sayang. Aku benar-benar sudah tidak mengenal pria itu. Aku merasa sangat asing padanya. Hanya ini satu-satunya cara untuk membuatnya berhenti. Dia harus tau bahwa dia sudah tidak memiliki hak apapun atas dirimu.” Jelas Bong Ok.

“Aku tidak apa-apa jika harus memutuskan hubungan dengannya. Tetapi tidak denganmu, eomma. Selamanya kau akan menjadi ibuku.” Ujar Siwon. Bong Ok menatap Siwon dengan haru. Ia mengusap pipi Siwon dengan pelan.

“Dan kau juga selamanya akan menjadi anakku.” Balas Bong Ok sembari menarik Siwon ke dalam pelukannya.

——

Kyuhyun yang tidak memiliki jadwal yang padat, pulang ke apartement saat sore hari. Walaupun sudah ada Yongri yang tinggal bersama mereka, suasana di apartement tidak berubah sama sekali. Mungkin karena Yongri lebih banyak mengurung dirinya di kamar, daripada menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun dan Jung Ah.

Setelah mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai, Kyuhyun keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Yongri. Ia tidak perlu mengkhawatirkan Jung Ah, karena wanita itu sedang menonton televisi saat sore hari seperti ini. Setelah mengetuk pintunya sebanyak dua kali, Kyuhyun langsung membukanya. Ia melihat Yongri sedang berkutat di meja belajarnya.

“Yong.” Panggil Kyuhyun. Yongri segera menoleh dan tersenyum melihat keberadaan Kyuhyun.

“Kau sudah pulang, oppa? Masuklah.” Ucap Yongri. Kyuhyun masuk ke dalam kamar Yongri dan menutup pintunya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun sembari merebahkan dirinya di atas tempat tidur Yongri. Ia sering melakukan hal ini dulu.

“Belajar, oppa. Besok aku harus mengikuti ujian perguruan tinggi.” Jawab Yongri. Ia memutar kursinya untuk menghadap Kyuhyun.

“Kau sudah memilih jurusan yang akan kau ambil?” Tanya Kyuhyun lagi. Yongri mengganggukkan kepalanya.

“Jurusan apa?” Kyuhyun terlihat antusias.

“Kedokteran.” Jawab Yongri. Kyuhyun terkejut mendengar jawaban gadis itu. Pasalnya selama ini Yongri tidak pernah mengatakan bahwa ia ingin menjadi dokter.

“Kau ingin menjadi dokter?”

“Sepertinya begitu, oppa.”

“Sejak kapan?”

“Entahlah.” Yongri mengangkat kedua bahunya.

“Kenapa dokter?” Kyuhyun terlalu banyak bertanya hari ini. Namun Yongri dengan setia menjawabnya.

Karena aku ingin menyembuhkan orang-orang yang memiliki trauma seperti Siwon oppa.‘ Jawab Yongri di dalam hatinya.

“Bukankah seorang dokter memiliki tugas yang sangat mulia, oppa?”

“Ya, kau benar.” Sahut Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak ikut kuliah bersamaku, oppa? Tanya Yongri. Kyuhyun menoleh untuk menatap gadis itu.

“Tidak bisa untuk sekarang.” Jawab Kyuhyun. Yongri terlihat kecewa.

“Jadwalku sudah cukup padat sebagai seorang penyanyi, Yong. Aku akan mengeluarkan album baru dalam beberapa bulan ke depan.” Lanjut Kyuhyun. Mendengar lanjutan ucapan Kyuhyun, Yongri menjadi sangat senang.

“Album? Benarkah?”

“Tentu saja.” Nada suara Kyuhyun terdengar bangga.

“Aku akan memberikanmu albumku nanti, lengkap dengan tandatanganku.” Janji Kyuhyun. Yongri terlihat sangat senang.

Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan pintu kamar Yongri yang terbuka. Sebuah boneka teddy bear yang sangat besar memenuhi pintu hingga membuat kedua kakak beradik itu semakin merasa terkejut. Kyuhyun bahkan sudah mengubah posisinya menjadi duduk.

“Yah, tolong aku bawa ini.” Suara Jung Ah terdengar dari balik boneka itu. Kyuhyun segera berdiri dan mengambil alih boneka teddy bear tersebut.

“Astaga, eommoni. Darimana kau mendapatkan boneka ini?” Tanya Kyuhyun. Ia membawa boneka yang sangat besar itu ke atas tempat tidur Yongri.

“Aku tidak tau. Seseorang baru saja mengantarkannya untuk Yongri.” Jawab Jung Ah.

“Aku?” Yongri menunjuk dirinya sendiri dengan bingung.

“Aku akan menyiapkan makan malam dulu.” Ucap Jung Ah dan meninggalkan kamar Yongri.

Sepeninggalan Jung Ah, Kyuhyun dan Yongri saling menatap dengan bingung. Memikirkan seseorang yang kira-kira mengirimkan boneka itu untuk Yongri. Sesaat kemudian senyum nakal terlihat pada wajah Kyuhyun, hingga membuat Yongri semakin bingung.

“Menurutmu siapa yang mengirimkan boneka ini?” Tanya Kyuhyun.

“Apa kau mengetahuinya, oppa?” Yongri bertanya balik.

“Siwon.” Jawab Kyuhyun.

Yongri terdiam mendengar jawaban Kyuhyun. Jantungnya berdetak dengan lebih cepat. Selama ini ia mencoba untuk mengenyahkan laki-laki itu di dalam pikirannya. Berhasil? Sama sekali tidak. Terbukti saat Kyuhyun menyebut nama Siwon, seluruh organ vital pada tubuh Yongri bekerja secara tidak normal.

“K–kenapa dia harus mengirimkan ini padaku?” Tanya Yongri pelan.

“Kau yang tau jawabannya, Yong.” Jawab Kyuhyun. Yongri menggelengkan kepalanya.

“Tidak mungkin, oppa. Kami sudah tidak memiliki hubungan apapun.” Kata Yongri. Kyuhyun tersenyum kecil mendengar perkataan gadis itu. Wajah Yongri terlihat sedih saat mengatakan bahwa ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Siwon.

“Apa kau pikir aku yang memberikannya padamu?” Tanya Kyuhyun. Yongri kembali menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Kau hanya mengenal dua laki-laki saat ini, Yong. Aku dan Siwon. Selain Siwon, siapa lagi yang akan mengirimkannya? Aku? Yang benar saja.” Kata Kyuhyun.

“Aku mengenal laki-laki lain selain kalian, oppa.” Gumam Yongri.

“Siapa?” Kyuhyun mendengar gumaman Yongri.

“Sekretaris Park dan Dokter Lee.” Ucap Yongri. Kyuhyun tertawa pelan.

“Jadi, menurutmu mereka yang mengirimkan ini?” Tebak Kyuhyun. Yongri menggelengkan kepalanya.

“Akui saja, Yong, kau dan aku memiliki pemikiran yang sama tentang orang yang mengirimkan boneka ini.” Ujar Kyuhyun dan segera meninggalkan kamar Yongri.

Yongri menatap boneka itu dengan lama. Melihatnya dari atas ke bawah. Boneka yang sangat lucu menurut Yongri. Sudah sejak lama Yongri menginginkan boneka teddy bear. Mata Yongri terpaku pada sebuah kartu ucapan yang terselip pada leher boneka.

Dengan ragu, Yongri mendekati boneka tersebut. Duduk di atas tempat tidurnya, tepat di samping boneka. Yongri mengulurkan tangannya untuk mengambil kartu ucapan, membuka, dan membaca isinya.

Karena aku sedang berada jauh darimu, aku sengaja mengirimkannya untuk menemanimu sementara waktu. Jika kau merindukanku, kau boleh memeluk dan menciumnya. Kau boleh melakukan apapun padanya. Hanya satu hal yang tidak boleh kau lakukan padanya. Jatuh cinta. Karena kau hanya boleh jatuh cinta padaku.

Isi kartu ucapan itu ditulis oleh seseorang. Dan Yongri sangat mengenal tulisan tangan tersebut. Apa yang dikatakan Kyuhyun, dan apa yang dipikirkannya benar. Siwon yang mengirimkan boneka teddy bear ini. Tetapi, untuk apa? Kenapa harus sekarang? Di saat mereka sudah bercerai.

Namun Yongri tidak dapat membohongi hatinya yang sedang merasa senang saat ini. Jantungnya berdebar dengan kencang dan Yongri yakin pipinya sudah berubah warna menjadi merah. Yongri menghela nafas panjang untuk mengembalikan kesadarannya.

“Apa yang sebenarnya kau lakukan?” Gumam Yongri sembari meninju boneka yang sangat halus dan lembut itu.

Namun kemudian Yongri menariknya dan memeluknya dengan erat. Sembari membayangkan bahwa boneka itu adalah Siwon. Betapa ia merindukan laki-laki itu. Merindukan pelukan dan juga senyuman hangat Siwon. Merindukan semua yang ada pada diri Siwon.

“Aku merindukanmu.” Suara Yongri terdengar samar karena wajahnya tertutup oleh boneka.

Sesaat kemudian, Yongri segera mengangkat wajahnya. Ia seolah teringat akan sesuatu. Yongri kembali membuka kartu ucapan dan membacanya ulang.

“Sementara waktu? Apa maksudnya?”

——

Yongri keluar dari tempat pelaksanaan ujian dengan wajah lesu. Soal-soal yang baru saja dikerjakannya luar biasa susah untuknya. Ia merasa sudah belajar mati-matian beberapa minggu ini, tetapi tetap saja tidak bisa mengerjakannya dengan mudah. Yongri hanya bisa berharap pada keajaiban saat ini.

Yongri mendongakkan kepalanya dan menatap langit yang terlihat mendung. Sepertinya salju akan turun dan suhu udara menjadi semakin dingin. Walaupun Yongri sudah memakai mantel super tebal, ia tetap bisa merasakan hawa dingin disekitarnya.

Dan sekarang, Yongri harus merasakan hawa dingin itu hingga ia sampai di halte bis. Tadi pagi Kyuhyun mengantarnya ke tempat ini, tetapi karena Kyuhyun memiliki kegiatan lain, Yongri tidak bisa bergantung pada laki-laki itu. Yongri menghela nafas dan menurunkan pandangannya.

Tubuh Yongri seketika terasa kaku saat melihat sosok Siwon berdiri beberapa langkah didepannya. Siwon memakai coat yang terlihat sangat pas ditubuhnya dan sepertinya mampu membuat laki-laki itu merasa hangat. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Hanya seperti itu, dan Siwon terlihat luar biasa tampan menurut Yongri.

Yongri ingin mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu. Tetapi ia tidak bisa melakukannya. Terlebih saat mata Siwon juga tidak meninggalkan matanya sedikit pun. Mata Siwon seolah mengunci semua gerakannya. Sehingga Yongri tidak bisa melakukan apapun selain membalas tatapannya.

“Bagaimana ujianmu?” Tanya Siwon.

Pertama, Siwon mengetahui keberadaannya. Kedua, Siwon tau bahwa hari ini ia melakukan ujian masuk perguruan tinggi. Kedua fakta itu cukup membuat Yongri merasa yakin bahwa Siwon terus memantau kehidupannya selama ini.

“Apa yang kau lakukan disini?” Alih-alih menjawab pertanyaan Siwon, Yongri malah bertanya dengan nada bingung.

“Aku datang untuk menemuimu.” Jawab Siwon.

“Kenapa kau ingin menemuiku?”

“Kenapa? Apa aku tidak bisa bertemu dengan mantan istriku?” Siwon bertanya balik.

Tanpa sadar Yongri mengepalkan kedua tangannya mendengar pertanyaan Siwon. Mantan istri. Jadi, mereka sudah benar-benar bercerai? Kenyataan tersebut benar-benar membuat Yongri sedih. Tetapi semuanya terjadi karena keinginannya. Tidak pantas jika ia harus merasa sedih atas apa yang dilakukannya sendiri.

“A–aku harus pulang.” Kata Yongri berjalan melewati Siwon begitu saja. Namun Yongri harus dikejutkan oleh tarikan Siwon pada lengannya. Oh, dia dapat merasakan kehangatan tangan Siwon menembus mantelnya.

“Kau benar-benar tidak ingin bertemu denganku? Kau masih membenciku?” Tanya Siwon.

“A–aku–“

“Aku hanya ingin mengajakmu makan siang.” Sela Siwon. Yongri terlihat ingin menolak.

“Choi Yongri, kita tidak harus menjadi musuh hanya karena sebuah perceraian.” Kata Siwon menatap tepat di mata Yongri. Lagi-lagi membuat Yongri tidak berkutik.

“Hanya makan siang. Setelah itu kau bisa pulang.” Janji Siwon. Melihat mata Siwon yang penuh dengan pengharapan, akhirnya membuat Yongri menganggukkan kepalanya.

Siwon tersenyum lega dan segera melepaskan tangannya dari lengan Yongri. Membuat Yongri kehilangan kehangatan yang baru sebentar dirasakannya. Siwon menunjuk sebuah restoran yang berada di seberang tempat mereka berpijak sekarang.

Yongri berjalan lebih dulu, dengan Siwon yang berada di belakangnya. Mereka menyebrangi jalan dengan hati-hati. Siwon yang berada di belakang Yongri terus memperhatikan gadis itu sembari tersenyum kecil. Ia sangat merindukan istrinya itu.

Jika saja akal sehat Siwon sudah hilang, ia pasti akan memeluk gadis itu dengan erat. Tetapi Siwon tidak bisa melakukannya. Yang ada dipikiran Yongri saat ini adalah mereka yang sudah berpisah. Siwon tidak bisa berbuat semaunya di saat Yongri tidak tau bahwa mereka masih menjadi sepasang suami istri.

Sesampainya di restoran, mereka memilih tempat duduk yang berada di dekat jendela. Menyantap makanan sembari menikmati salju yang turun sepertinya pilihan yang sangat tepat. Setelah pelayan datang, mereka langsung memesan makanan tanpa membuang waktu.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Siwon setelah pelayan pergi.

“Baik.” Jawab Yongri singkat. Siwon menganggukkan kepalanya.

“Bagaimana denganmu?” Yongri bertanya balik. Siwon sedikit terkejut mendapatkan pertanyaan balik dari Yongri, namun ia merasa senang.

“Sekarat.” Jawab Siwon. Yongri menatap Siwon dengan kedua matanya yang terus berkedip secara teratur.

“Aku sudah katakan padamu bahwa berpisah denganmu adalah hukuman terberat untukku, bukan?” Kata Siwon.

“K–kau terlihat baik-baik saja.” Ucap Yongri pelan.

“Tubuhku memang baik-baik saja. Tetapi di sini.” Siwon menunjuk dadanya.

“Hancur.” Lanjut Siwon. Yongri menundukkan kepalanya.

“Tidak perlu terlalu dipikirkan.” Kata Siwon kemudian sembari mengibaskan tangannya.

Siwon tidak ingin gadis itu menjadi merasa bersalah. Yah, walaupun hati Siwon terluka memang karena Yongri. Yongri menatap Siwon yang sedang tersenyum. Laki-laki itu masih bisa tersenyum pada seorang gadis yang sudah menghancurkan hatinya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Bagaimana ujianmu?”

“Buruk.” Jawab Yongri sembari menghela nafas panjang.

“Aku sudah bisa menebak. Kau memang payah dalam hal ujian.” Ejek Siwon membuat Yongri melotot padanya. Bisa-bisanya laki-laki itu mengejeknya, bukannya memberikan semangat padanya.

“Darimana kau tau bahwa aku akan mengikuti ujian hari ini?” Tanya Yongri. Siwon melipat tangan di dada dan menatap Yongri dengan jahil.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Siwon balik.

“Kyuhyun oppa yang memberitahumu?” Tebak Yongri.

“Apa kau pikir kami sedekat itu untuk saling berbagi informasi?” Kata Siwon dengan wajah serius. Ia tidak mungkin mengatakan pada Yongri bahwa memang Kyuhyun yang memberitahukannya.

“Kau memata-mataiku?” Tuduh Yongri dengan memicingkan matanya.

“Ya! Apa aku sekriminal itu?!” Ucap Siwon tidak terima.

“Ah, terserahlah.” Kata Yongri akhirnya menyerah. Siwon tertawa kecil melihat wajah putus asa Yongri.

Beberapa saat kemudian pelayan mengantarkan makan siang mereka dan menaruh di hadapan mereka masing-masing. Yongri mulai menyantap makan siangnya setelah bergumam ‘selamat makan’.

Siwon terlihat tidak tertarik dengan makanannya. Laki-laki itu hanya terus menatap Yongri yang sedang makan sembari tersenyum-senyum sendiri. Ia sangat merindukan gadis itu. Sehingga Siwon tidak ingin membuang waktunya untuk makan, ketika ia bisa dengan bebas menatap wajah cantik Yongri.

“Kenapa kau tidak makan?” Tanya Yongri saat melihat makanan Siwon tidak tersentuh.

“Aku tidak lapar.” Jawab Siwon. Yongri menghentikan kegiatan makannya dan menatap Siwon dengan bingung.

“Lalu kenapa kau mengajakku makan siang?”

“Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu.” Kata Siwon jujur.

Dan jantung Yongri semakin berdebar dengan kencang saat mendengar ucapan Siwon. Ditambah dengan wajah serius Siwon yang membuat Yongri langsung mempercayai ucapannya begitu saja. Lagipula, Yongri juga merindukan Siwon. Setidaknya hal tersebut membuatnya yakin bahwa Siwon memang merindukannya juga.

“Lanjutkan makanmu.” Nada suara Siwon terdengar memerintah.

Tanpa menolak, Yongri pun melanjutkan makannya. Hanya saja kali ini ia menjadi lebih gugup. Ia masih dapat menangkap mata Siwon yang tidak berpindah dari dirinya. Yongri sangat berharap wajahnya tidak berubah menjadi merah. Karena jika benar-benar terjadi, ia akan semakin bertambah malu.

“Apa kata-kataku sangat berpengaruh untukmu?”

“Apa?”

“Wajahmu sangat merah.”

Yongri tau bahwa Siwon memang suka berbicara secara terang-terangan. Namun Yongri sangat berharap bahwa laki-laki itu menutup mulutnya untuk sebentar saja saat ini. Ia ingin makan dengan tenang. Yongri benar-benar merasa malu hingga ia semakin menundukkan kepalanya.

Yongri makan dengan cepat agar ia bisa segera meninggalkan tempat ini. Ia ingin cepat-cepat berpisah dengan Siwon. Semakin Siwon menggodanya seperti ini, semakin Yongri tergila-gila pada laki-laki itu. Dan semua ini tidak benar, di saat ia dan Siwon sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi.

“Aku selesai.” Kata Yongri dan segera berdiri dari duduknya. Siwon terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari gadis itu.

“Terima kasih untuk makan siangnya. Aku pulang dulu.” Kata Yongri dan segera berlalu dari hadapan Siwon.

“Ya! Ya! Choi Yongri!” Siwon berdiri dengan tergesa-gesa dan berlari kecil untuk mengejar Yongri.

Namun ia baru ingat jika belum membayar makanan di sana. Maka masih dengan tergesa-gesa, Siwon mengeluarkan beberapa ratus ribu won dari dalam dompetnya dan menaruhnya begitu saja di meja kasir. Tanpa berniat untuk mengambil kembaliannya.

“Yongri-ya, sebentar.” Siwon menarik lengan gadis itu. Yongri terpaksa menghentikan langkahnya.

“Kenapa terburu-buru sekali? Aku akan mengantarmu pulang.” Ujar Siwon.

“Aku bisa pulang sendiri.” Yongri melepaskan tangan Siwon padanya.

“Terima kasih untuk bonekanya. Aku harap kau tidak menemuiku lagi, oppa. Kita sudah sepakat untuk berpisah, bukan? Jangan menyiksa dirimu hanya karena seseorang seperti diriku.” Ucap Yongri membuat Siwon terdiam. Namun Siwon terlihat sangat terluka akibat ucapan gadis itu. Yongri juga menyadarinya, dan rasa bersalahnya pada Siwon semakin besar.

Yongri segera berbalik untuk meninggalkan Siwon. Ia menyebrangi jalan sembari menundukkan kepalanya. Siwon terus menatapnya dengan perasaan campur aduk. Ia berharap Yongri merasa menyesal dengan apa yang baru saja dikatakannya. Dan Siwon berharap kata-kata itu tidak berasal dari hatinya.

Sudut mata Siwon menangkap ada sebuah mobil truk yang sedang melaju dengan kencang. Sialnya, Yongri tidak menyadari hal itu sama sekali. Tanpa membuang waktu, Siwon segera berlari menyusul gadis itu dan mendorong Yongri dengan sekuat tenaga. Siwon tidak tau apa yang terjadi selanjutnya, yang ia tau tubuhnya terasa seperti mati rasa.

——

Seingat Yongri, ia menyebrangi jalan saat lampu untuk pejalan kaki berwarna hijau. Bukankah itu berarti tidak seharusnya ada mobil yang sedang berjalan? Tidak menjadi masalah bukan jika Yongri menundukkan kepala sembari berjalan?

Namun Yongri benar-benar dibuat terkejut saat tiba-tiba ada yang mendorongnya dengan kuat dari belakang, hingga ia tersungkur di pinggir jalan. Ketika ia menoleh ke belakang, Yongri melihat sebuah truk yang berhenti di tempat di mana ia sebelumnya berpijak.

Saat Yongri menurunkan pandangannya, ia tidak bisa mempercayai penglihatannya saat ini. Siwon tergeletak di aspal–tepat di depan truk–dengan bersimbah darah. Tidak, tidak. Itu bukan Siwon, kan? Siapa saja katakan bahwa itu bukan Siwon.

“Oppa..” Lirih Yongri dengan matanya yang berkaca-kaca.

Yongri segera bangun dari posisinya dan berlari mendekati Siwon. Berlutut di samping Siwon dengan airmatanya yang sudah menetes dengan deras. Yongri mengulurkan tangannya untuk menyentuh Siwon, namun ia takut menyakiti laki-laki itu.

“O–oppa..”

Yongri akhirnya mengangkat kepala Siwon dan membiarkannya berbaring di lengan gadis itu. Membiarkan tangannya sudah berlumuran oleh darah Siwon. Melihat mata Siwon yang masih terbuka dan berkedip dengan sayu, benar-benar membuat Yongri takut.

“Oppa.. Siwon oppa..” Isak Yongri.

“A–apa yang kau lakukan, bodoh?” Yongri menangis dengan kencang. Ia benar-benar takut terjadi apa-apa pada Siwon.

Kepala dan hidung pria itu terus mengeluarkan darah. Nafas Siwon terdengar putus-putus. Dan Yongri juga dapat mendengar pria itu meringis kesakitan.

“T–tolong panggi..panggil ambulance.” Pinta Yongri pada orang-orang yang mengerumuni mereka.

“Y–Yo–Yongri..” Yongri segera menoleh saat mendengar suara lirih Siwon.

“Tidak. Jangan katakan apapun, oppa. Tunggu sebentar, eo? Sebentar lagi ambulance akan datang.” Kata Yongri dengan panik. Mata Siwon yang terbuka terlihat semakin lemah.

“M–m–maaf–maafkan..aku.”

“Tidak, oppa. Aku mohon diamlah.” Isak Yongri.

“Aku..aku h–harus..m–m–menga–takan s–sesuatu.” Ucap Siwon dengan susah payah. Tubuhnya benar-benar terasa sangat sakit. Yongri masih terus menangis sembari menatap laki-laki itu. Airmatanya menetes tepat ke wajah Siwon yang berlumuran darah.

“M–maaf..maaf k–karena baru m–mengatakannya s–se–sekarang.”

“A–aku m–mencin–cintai–mu.” Ujar Siwon membuat airmata Yongri semakin banyak mengalir. Tangisan Yongri semakin menjadi karena ia semakin merasa takut. Ia tidak ingin pernyataan cinta Siwon menjadi pesan terakhir laki-laki itu.

“O–oppa..”

“Aku..lega..s–sudah m–mengatakannya.” Kata Siwon sebelum akhirnya matanya tertutup dengan sempurna.

“Oppa? Siwon oppa? Oppa, bangun! Buka matamu, Siwon oppa!” Yongri mengguncang tubuh Siwon. Namun laki-laki itu tidak membuka matanya seperti yang dipinta oleh Yongri.

“SIAPAPUN CEPAT PANGGILKAN AMBULANCE!!” Teriak Yongri.

——

–To Be Continued–

HAI!

Gimana? Pada kesel kan sama Yongri yang mau pisah sama Siwon? Cukup gak hal ini untuk hokum Yongri? Kayaknya dibuat sad ending enak ya? Biar Yongriβ€”nya nyesel seumur hidup. HAHAHAHAHA *ketawa setan*

Masalah Kiho kayaknya selesai sampe situ aja, ya. Tuh bapak kena tamparan telak karena anaknya udh jadi anak orang lain. Hohoho.

Oh ya, kalo misalkan part ini aku minta 100 comment, kira-kira bisa gak ya? Pengen coba-coba deh. Kalo gak bisa juga gpp kok. Aku bakalan masih post kalo udah lewat 50 comment..

Happy reading!

BYE~

Advertisements

129 thoughts on “Painful Life – Part 19

  1. HwahwHwA jangan dbuat sad ending dong kak 😭😭😭😭
    Siwon jngan dbuat mati, cukup pingsan sementara aj dh biar yongri nyesel dy… pdhal dtengah cerita perhatian siwon k yongri sweet loh, ehh ad kjadian ky gtu…

  2. lama tak berkunjung tapi sekalinyaberkunjung udh kelewat banya..
    klo sad endingg kurang puas pasti minta squel lagi dan lagi sampai happy ending dn bahagia selamanya

  3. Ini apa? Kok akhirnya sedih (lagi)? πŸ˜₯ πŸ˜₯ πŸ˜₯ πŸ˜₯ Jangan bilang part selanjutnya bakalan berkali lipat lebih sedih.. Ah buat aku takut baca next part aja πŸ˜€ Aku suka yang romance dan yang happy lohhh kak, jadi bener-bener kesel kalo baca cerita yang kaya gini, buat sedih dan nangis bombaiiiii aja πŸ˜₯

  4. akhirnya siwon nyatain perasaannya yaa walau dng keadaan kecelakaan
    smoga kalo siwon sadar bukan dng hilang ingatan
    mereka bneran gak berceraikan??
    semua itu tipu muslihat siwon kan?
    ahhh akhinya ayah siwon eh mantan ayah siwon kalah telak yeee siwon bukan anak mu hehe
    apakah berakhir sad end?? haruskah??

  5. Beeeeuuuhh paait benerrr…makin paiit malaah… pake acara ketabrak mbin segala 😯
    .
    Hayo hayo… apa ini pemersatu mereka ? Apa justru ini endingnya mereka ??
    We’ll be right back after the break *eh πŸ˜…

  6. Deg degan gue… sedih ikutan mewek… huahhhhh perjalanan hidup yah… kalo Ff jalan cerita di atur author sama kaya pemain sinetron drama dan film di atur oleh produser dan kehidupan semua diatur oleh tuhan… oh emang begitulah kenyataan hidup.. Siwon-hhh ironaba

  7. Author ku harap jangan dibikin sad end ya…ternyata siwon ga nandatanganin surat cerainya secara hukum mereka masih sah suami istri…ku harap siwon ga kenapa2 deh..

  8. Udah bengkak, ditambah baca ff ini tambah bengkak matanya. Suer 😭😭

    nge-feel banget sumpah 😭😭

    πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  9. aku terhura-haru moment siwon sama ibunya, bapaknya siwon emang bagus di gituin kurang malahan……semoga siwon gak apa-apa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s