Painful Life – Part 17

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Aku harap ini hanyalah sebuah mimpi buruk. –Choi Yongri-

——

Author POV

“Jika tidak ada halangan, produk barumu siap diluncurkan minggu depan.” Kata Jungsoo dengan ceria.

“Pastikan tidak ada yang salah sebelum meluncurkannya, hyung. Aku berharap banyak pada produk ini.” Ucap Siwon.

“Kau tenang saja. Tim produksi juga bekerja keras saat ini. Mereka juga terlihat bersemangat mengerjakan produk barumu itu.”

Siwon tersenyum kecil sekaligus lega mendengar ucapan Jungsoo. Sebentar lagi ia dapat mengatasi kerugian yang sempat diterimanya, karena pembatalan kerja sama yang dilakukan orang tua Hyukjae. Walaupun Siwon tidak pernah mempermasalahkan itu, ia hanya merasa tidak enak pada pegawai yang sudah bekerja keras selama ini.

Dan jika produk barunya ini berhasil, Siwon akan mulai mengurasi intensitas bekerjanya. Ia akan lebih memperhatikan Yongri serta meluangkan waktu lebih banyak untuk gadis itu. Siwon ingin menjaganya dengan baik hingga hari kelahiran anaknya tiba. Siwon benar-benar tidak mau terjadi apapun pada mereka.

Siwon melirik ponselnya yang sedang bergetar di atas meja. Senyumnya semakin lebar saat melihat nama Yongri di sana. Gadis itu seolah tau bahwa Siwon sedang memikirkannya saat ini. Tanpa membuang banyak waktu, Siwon segera menjawab panggilan tersebut.

“Eo, Yongri-ya.”

O–oppa..

“Ada apa? Kenapa suaramu bergetar? Kau baik-baik saja?” Siwon mengerutkan keningnya.

L–Lee H–Hyukjae..” Tubuh Siwon menegang mendengar nama itu terucap dari bibir Yongri. Ia segera berdiri dari duduknya dan memegang ponselnya dengan erat.

L–Lee Hyukjae ada di sini.

Siwon segera mematikan sambungan telepon dan segera berlari keluar dari ruangannya. Jungsoo yang melihat itu sangat terkejut dan segera menyusul laki-laki itu.

“Kau mau kemana, Siwon-ah?!” Pekik Jungsoo namun tidak dihiraukan oleh Siwon. Siwon segera memasuki lift dengan wajahnya yang terlihat sangat marah.

——

“Oppa? Siwon oppa?” Yongri terlihat semakin panik saat sambungan telepon terputus. Ia kembali menghubungi Siwon, namun sayangnya laki-laki itu tidak menjawabnya.

Yongri mengusap keringat yang mengalir semakin banyak diwajahnya. Gadis itu kembali keluar dari kamar dan berjalan perlahan menghampiri intercom. Setelah menekan tombol yang sama seperti sebelumnya, Yongri dapat melihat bahwa tidak ada siapapun di depan pintu apartement.

Walaupun merasa bingung, Yongri tetap tidak dapat menutupi rasa leganya. Hyukjae pasti sudah pergi karena berpikir tidak ada siapapun di dalam apartement itu. Yongri segera berjongkok saat kakinya terasa sangat lemas. Ia benar-benar takut dengan Lee Hyukjae. Entah mengapa laki-laki itu seperti malaikat pencabut nyawa untuknya.

“Syukurlah..” Gumam Yongri.

Yongri kembali berdiri dan berbalik untuk masuk ke dalam kamar. Namun belum sempat ia melangkah, bel apartement kembali berbunyi. Yongri kembali berbalik dengan matanya yang membesar. Rasa leganya seolah lenyap entah kemana mendengar suara bel barusan.

Tangannya yang bergetar menekan tombol pada intercom dihadapannya. Seorang pria memakai topi berwarna hitam membawa sebuah kotak berukuran sedang berada di depan pintu apartement Siwon. Yongri menelisik pria tersebut dengan kedua alisnya yang bertaut.

“S–siapa?” Tanya Yongri. Berusaha menyembunyikan suaranya yang bergetar, namun gagal.

Kiriman untuk Tuan Choi Siwon.” Jawab pria tersebut.

“Letakkan saja di depan pintu.” Ujar Yongri.

Ada yang harus Anda tandatangani, nona.” Kata pria itu.

“Apa Anda datang seorang diri, ahjussi?” Tanya Yongri.

Ya, nona.

“T–tunggu sebentar.” Yongri menghela nafas panjang dan mencoba menghilangkan rasa takutnya.

Hyukjae sudah pergi dan ia tidak perlu merasa khawatir lagi. Kembali terdengar hembusan nafas dari Yongri, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membuka pintu. Sengaja untuk tidak membuka pintu dengan lebar sebagai bentuk antisipasi jika ada yang menerobos masuk.

“Ini barangnya, nona.” Pria tersebut memberikan kotak yang dibawanya pada Yongri.

“Tolong tandatangan disini.” Pinta pria itu sembari menaruh sebuah kertas di atas kotak tersebut.

“Terima kasih, ahjussi.”

“Terima kasih, nona.” Yongri kembali menghela nafas dan bersiap menutup pintu, sebelum akhirnya sebuah tangan menahan agar pintu tersebut tetap terbuka.

Yongri menatap tangan tersebut dengan terkejut. Ia menaikkan pandangannya dan ketakutannya semakin menjadi saat melihat wajah Hyukjae yang sedang menyeringai padanya.

“Hai, nona manis.” Sapa Hyukjae.

Yongri tidak memperdulikan sapaan Hyukjae dan berusaha sekuat tenaga untuk menutup pintu. Namun tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Hyukjae yang juga sedang berusaha membuka pintu menjadi lebih lebar.

“Kau tidak berpikir untuk benar-benar melawanku, kan?” Ujar Hyukjae dengan seringaiannya yang tidak hilang.

BRAKK!!

Pintu terbuka dengan lebar setelah Hyukjae menarik dengan lebih Kuat. Yongri terkesiap dan segera memundurkan langkahnya. Ia mencengkram kuat kotak yang berada ditangannya. Wajah Hyukjae benar-benar terlihat menyeramkan untuk Yongri.

“Bagaimana mungkin kau memperlakukan tamu dengan tidak sopan seperti ini?” Ucap Hyukjae sembari berpura-pura tersinggung.

“Lagipula aku sudah pernah mengatakan padamu ‘kan, jika kita akan bertemu dalam waktu dekat?” Ucap Hyukjae sembari berjalan mendekat.

“J–j–jangan m–mendekat..” Yongri memperingati Hyukjae dengan suaranya yang bergetar.

“Aku tidak harus menurutimu, kan?”

“AKU BILANG JANGAN MENDEKAT!!” Teriak Yongri.

Hyukjae terkejut mendengar teriakan gadis itu. Tanpa sadar Hyukjae menghentikan langkahnya. Namun beberapa saat kemudian ia tersenyum geli. Bisa-bisanya ia dibuat terkejut oleh gadis seperti Yongri.

“Kau bisa berteriak juga?”

BUKK!!

Yongri melempar kotak yang dipegangnya ke arah Hyukjae. Ujung kotak tersebut mengenai tepat dahi Hyukjae hingga menimbulkan sebuah luka yang cukup dalam. Hyukjae meringis sembari memegangi dahinya yang mengeluarkan darah. Yongri juga cukup terkejut dengan apa yang dilakukannya barusan.

“KAU!” Hyukjae terlihat benar-benar marah.

“Awalnya aku ingin bersikap lebih lembut padamu. Tetapi sepertinya kau lebih suka dengan cara kasar, heh?!”

Yongri segera berlari saat melihat Hyukjae hendak mendekatinya. Ia masuk ke dalam kamar dan segera mengunci pintunya. Terdengar ketukan keras dari luar. Yongri mengambil ponselnya dan kembali mencoba untuk menghubungi Siwon. Wajah Yongri benar-benar pucat dan airmatanya sudah mengalir membasahi pipi gadis itu.

“Jawab, oppa.. Aku mohon jawab..” Lirih Yongri. Ia terus menatap pintu kamar yang terus bergetar akibat ketukan dari Hyukjae.

“Oppa, kau dimana? Aku benar-benar takut.” Isak Yongri.

Yongri mematikan sambungan teleponnya. Ia mencari nama Kyuhyun dan mencoba untuk menghubungi laki-laki itu. Namun sayangnya ponsel Kyuhyun tidak aktif. Airmata Yongri semakin banyak mengalir karena ketakutannya semakin menjadi.

BRAKKK!!

Pintu kamar terbuka dengan keras setelah di dobrak oleh Hyukjae. Hyukjae masuk ke dalam kamar sembari mengibaskan tangannya yang terasa pegal. Ia menatap Yongri dengan sangat tajam. Merasa marah karena seluruh tubuhnya terasa sakit hanya karena berhadapan dengan gadis itu.

“Kau benar-benar gadis yang menyusahkan!!”

“A–apa yang m–mau k–k–kau la–lakukan?”

“Aku? Aku hanya ingin bermain-main denganmu sebentar. Aku janji ini hanya sebentar, jika kau tidak melawan.” Kata Hyukjae sembari mendekati Yongri.

“Jangan mendekat!!” Yongri mengambil benda apapun yang berada di dekatnya dan melemparkannya pada Hyukjae. Hyukjae tersenyum sinis sembari terus menghindar dari benda-benda yang melayang dihadapannya.

“Sudah cukup kau melukai kepalaku, sayang.” Ucap Hyukjae.

Yongri mencoba berlari untuk menghindari Hyukjae, namun sayangnya tangan laki-laki itu lebih cepat menangkapnya. Hyukjae melempar Yongri ke atas tempat tidur, membuat perut gadis itu membentur tempat tidur dengan keras.

“Arghh..” Ringis Yongri merasakan sakit pada perutnya.

“Aku sudah bilang untuk tidak melawan.” Desis Hyukjae kesal.

Hyukjae membalik badan Yongri dengan kasar, hingga mereka menjadi berhadapan sekarang. Wajah Yongri memerah karena menahan sakit. Hyukjae menarik gaun tidur Yongri hingga robek dan seringaian laki-laki itu semakin lebar.

Yongri melayangkan tangannya dan menampar wajah Hyukjae dengan keras. Membuat Hyukjae lagi-lagi terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu. Yongri menendang perut Hyukjae hingga membuat laki-laki itu terjungkal ke belakang. Memanfaatkan kesempatan tersebut, Yongri segera bangun dari tempat tidur dan berlari meninggalkan Hyukjae.

“KEMARI KAU, WANITA JALANG!!” Teriak Hyukjae mengejar Yongri.

Belum sempat Yongri keluar dari kamar, Hyukjae sudah kembali menangkapnya dan melemparnya di lantai. Untuk kedua kalinya, perut Yongri terbentur dengan keras. Rasa sakit yang dirasakan Yongri semakin menjadi.

“Kau benar-benar membuat kesabaranku habis.” Ujar Hyukjae sembari menendang perut gadis itu.

Hyukjae menghela nafas panjang. Ia melipat kakinya dan menduduki perut Yongri. Memberikan beberapa tamparan yang kuat pada wajah Yongri, hingga membuat sudut bibir gadis itu berdarah. Hyukjae benar-benar marah besar pada gadis itu. Ia merasa tidak terima karena Yongri terus melukainya.

PLAKK!!

PLAKK!!

Tidak ada perlawanan apapun lagi dari Yongri. Tubuh gadis itu terasa sangat lemas dan sakit. Helaan nafas Yongri terdengar putus-putus saat ini. Wajahnya sangat basah oleh airmata dan ia sudah pasrah dengan apapun yang akan dilakukan Hyukjae padanya.

“Kau..hhh..seharusnya dari tadi kau seperti ini. Aku tidak harus berbuat kasar kepadamu. Dasar sialan!” Maki Hyukjae.

Hyukjae kembali menarik gaun tidur Yongri hingga robek. Ia sengaja tidak melepaskan gaun tidur itu dari tubuh Yongri. Hyukjae kembali menyeringai sembari menarik lepas celana dalam Yongri. Namun tiba-tiba mata laki-laki itu membesar, saat melihat darah segar mengalir dari kewanitaan gadis itu.

“Aishh!” Umpat Hyukjae sambil melempar celana dalam Yongri dan segera berdiri.

“Seharusnya kau katakan padaku jika kau sedang datang bulan. Kau tidak harus membuatku bersusah payah seperti ini. Sialan!” Maki Hyukjae lagi.

Hyukjae tidak tau bahwa Yongri saat ini sedang hamil. Dan Hyukjae tidak tau bahwa darah itu bukanlah darah akibat Yongri sedang datang bulan. Hyukjae tetap tidak merasa bersalah dan malah menendang gadis itu sekali lagi. Hyukjae berjalan untuk meninggalkan Yongri, namun ia menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Kau tau bahwa ini bukan sepenuhnya salahku. Jika saja suamimu tidak mencari gara-gara denganku saat itu, mungkin aku tidak akan berbuat sejauh ini padamu.” Ucap Hyukjae dan segera meninggalkan Yongri seorang diri.

——

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal yang ia bisa. Ia bahkan sudah tidak mematuhi peraturan lalu lintas yang berada di jalan. Yang ada di pikirannya saat ini adalah Yongri. Siwon meraba saku celana dan jasnya untuk mencari ponselnya. Sayangnya ia tidak menemukan ponselnya dimana pun.

“Sial, dimana ponselku?” Umpat Siwon sembari sesekali menatap ke bawah.

Siwon menjadi semakin panik saat mengetahui tidak bisa menghubungi Yongri. Ia seolah tersadar bahwa dirinya telah memutuskan sambungan telepon saat Yongri sedang merasa takut. Siwon benar-benar merasa menyesal dan juga kesal pada dirinya sendiri.

“Sial! Sial! Sial!” Makinya.

“Lee Hyukjae kau akan mati jika berani menyentuh Yongri sedikit saja.” Kata Siwon seolah Hyukjae berada dihadapannya saat ini.

Siwon terus mengendarai mobilnya sembari terus berdoa di dalam hati. Ia tau bahwa dirinya memiliki banyak dosa. Tetapi Siwon tidak akan membiarkan istri dan calon anaknya yang membayar hal tersebut. Jika harus ada yang terluka, itu adalah dirinya. Bukan istri ataupun anaknya.

Beberapa saat kemudian, Siwon sampai di gedung apartementnya. Tanpa memarkirkan mobilnya dengan sempurna, Siwon segera keluar dan tidak menutup pintu mobil tersebut. Ia segera berlari memasuki lift dan menekan angka di mana apartementnya berada.

Selama di dalam apartement, Siwon terus mengepalkan tangannya. Keringat dingin membasahi wajahnya yang terlihat memerah karena menahan amarah. Berbagai pikiran buruk mulai menghantuinya. Siwon terus menatap angka di atas pintu lift yang terus berubah.

TING!

Pintu lift yang dinaiki oleh Siwon terbuka. Siwon segera keluar dari sana, tanpa menyadari bahwa Hyukjae baru saja memasuki lift yang berada di samping lift yang dinaiki Siwon. Siwon kembali berlari untuk menuju ke apartementnya. Memasukkan kombinasi angka dan seketika pintu terbuka.

“Yongri-ya!” Panggil Siwon.

Siwon menatap sebuah kotak yang berada di dekat pintu. Sedikit menunduk, Siwon mengambil kotak tersebut dan menelisiknya. Pandangan Siwon terpaku saat melihat ada sedikit darah pada salah satu ujung kotak tersebut.

“Yongri..” Gumam Siwon.

Siwon melempar kotak tersebut dan kembali berlari menghampiri kamarnya. Sampai di depan kamar, Siwon tidak dapat menutupi keterkejutannya. Kamarnya terlihat sangat berantakan, dengan berbagai benda yang tergeletak di lantai. Dan Siwon semakin tidak dapat menutupi rasa takutnya saat ini.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon lagi sembari memasukki kamarnya.

Siwon tidak menemukan Yongri di atas tempat tidur. Dan saat Siwon menoleh, tubuh laki-laki menegang dengan sempurna. Ia menemukan Yongri tergeletak di lantai dalam keadaan yang mengenaskan. Siwon tanpa sadar mengepalkan tangannya melihat keadaan gadis itu.

“Yongri..” Panggil Siwon untuk kesekian kalinya.

Dengan langkah perlahan, Siwon menghampiri gadis itu. Ia dapat melihat pakaian Yongri yang sudah robek di sana-sini. Wajahnya yang lebam seperti habis dipukul serta bibirnya yang terlihat robek. Kaki Siwon terasa sangat lemas melihat keadaan Yongri yang begitu memprihatinkan saat ini.

Mata Siwon terpaku pada mata Yongri yang masih terbuka. Mata yang terus mengeluarkan airmata itu tidak sedang menatapnya. Siwon yakin bahwa Yongri menyadari kehadirannya, tetapi gadis itu tidak bereaksi sama sekali.

“Yongri-ya..” Siwon jatuh berlutut di samping tubuh Yongri yang masih terbaring tidak berdaya.

Siwon mengulurkan tangannya yang bergetar untuk menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Yongri. Wajah Yongri terlihat basah oleh arimata dan juga keringat. Mata Siwon terlihat memerah menahan amarah dan juga kesedihan saat ini. Siwon menurunkan pandangannya dan terpaku saat melihat darah keluar dari kewanitaan Yongri. Jantung Siwon berdetak dengan lebih cepat.

Siwon melepaskan jas yang dipakainya dan menutupi tubuh Yongri. Laki-laki itu menatap wajah Yongri sekali lagi, sebelum akhirnya menggendong gadis itu di depan dadanya. Ia yakin terjadi sesuatu pada calon bayi di dalam kandungan Yongri.

——

Siwon menunggu di depan ruang operasi bersama dengan Jungsoo, Bong Ok dan Jung Ah. Bong Ok tidak berhenti menenangkan Jung Ah yang terus menangis karena khawatir. Sedangkan Siwon sendiri terlihat betah bersandar di dinding dengan menundukkan kepalanya. Siwon memasukkan kedua tangannya yang mengepal di dalam saku celana.

Siwon mati-matian sedang menahan diri untuk tidak langsung mencari keberadaan Hyukjae sekarang juga. Ia ingin memastikan keadaan Yongri terlebih dahulu, sebelum membunuh laki-laki itu. Siwon tidak akan pernah merasa puas sebelum memastikan bahwa Lee Hyukjae mati dihadapannya.

Jungsoo yang berada di samping Siwon sesekali menepuk bahu laki-laki itu untuk menenangkannya. Ia yakin Siwon sangat merasa khawatir saat ini. Karena dirinya pun juga khawatir dengan keadaan Yongri. Jungsoo berharap tidak terjadi apapun pada Yongri dan calon bayinya. Siwon bisa benar-benar gila jika terjadi sesuatu pada salah satu dari mereka.

“Keluarga Nona Choi Yongri?” Dokter Kang yang merupakan dokter kandungan Yongri keluar dari ruang operasi. Siwon segera menghampiri dokter tersebut, begitu pun dengan yang lainnya.

“Saya suaminya, dok.” Kata Siwon.

“Ah, keadaan Nona Yongri sudah stabil saat ini. Kami akan segera memindahkannya ke kamar rawat.” Ujar Dokter Kang membuat mereka merasa lega.

“Tetapi maaf, saya tidak bisa menyelamatkan janin di dalam kandungan Nona Yongri.” Sesal Dokter Kang.

“Oh, Siwon-ah!” Jungsoo segera menangkap tubuh Siwon yang tiba-tiba hendak terjatuh. Siwon juga terlihat terkejut dengan tubuhnya yang tiba-tiba terasa lemas. Ia belum bisa dan tidak akan bisa mempercayai ucapan Dokter Kang barusan.

“Sebenarnya rahim Nona Yongri masih sangat lemah untuk mengandung, karena usianya yang masih terbilang muda. Saya sudah berpesan padanya untuk menjaga agar perutnya tidak mendapatkan benturan lembut maupun keras. Saya dapat melihat bahwa perut Nona Yongri terlihat lebam, menandakan bahwa benturan yang terjadi sangatlah keras. Dan karena usia kandungan yang masih rentan, terlalu sulit untuk menyelamatkan janin di dalam sana.” Jelas Dokter Kang.

Siwon menutup matanya yang hendak mengeluarkan airmata menggunakan sebelah tangannya. Ia sedang menahan diri untuk tidak berteriak saat ini juga. Siwon tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Yongri nanti, saat mengetahui bahwa mereka sudah kehilangan bayi mereka.

“Dan saya juga minta maaf karena harus menyampaikan ini pada Anda, tuan.” Siwon menatap Dokter Kang dengan perasaan cemas.

“Untuk ke depannya, akan sulit bagi Nona Yongri untuk memiliki anak.” Ujar Dokter Kang.

“Anakku…” Isak Jung Ah mendengar dengan ucapan Dokter Kang.

Siwon menundukkan kepala dan memejamkan matanya. Ia berharap saat ini sedang bermimpi. Ia berharap seseorang akan membangunkannya dari mimpi buruk ini. Tetapi sayangnya, semuanya terasa sangat nyata untuk Siwon. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana hatinya terasa sangat sakit.

“Nona Yongri mungkin akan mengalami stress pasca keguguran. Saya harap Anda sebagai suaminya serta keluarga Nona Yongri dapat menemaninya dan memberikan pengertian terhadap Nona Yongri saat ia sudah sadar nanti.” Ucap Dokter Kang.

“Saya permisi dulu.” Pamit Dokter Kang.

“Sebentar, dokter.” Cegah Siwon membuat Dokter Kang menghentikan langkahnya.

“Bisa kita bicara berdua? Ada yang ingin saya tanyakan.” Kata Siwon.

“Tentu, tuan.” Sahut Dokter Kang.

Siwon dan Dokter Kang memilih tempat yang lebih sepi, namun tetap tidak jauh dari ruang operasi. Siwon bahkan masih dapat melihat betapa terpukulnya Bong Ok serta Jung Ah atas berita keguguran yang baru saja disampaikan oleh dokter.

“Ada apa, tuan?” Saat melihat Siwon yang hanya diam sembari menatap keluarganya, Dokter Kang memilih untuk membuka suara. Siwon segera mengalihkan pandangannya pada Dokter Kang.

“Keguguran yang terjadi pada istri saya, apa hanya karena benturan yang terjadi pada perutnya?” Tanya Siwon. Dokter Kang terlihat bingung dengan pertanyaan Siwon, namun wanita itu berusaha untuk tidak menunjukkannya.

“Ya, tuan. Seperti yang saya katakan, perut Nona Yongri mengalami benturan yang sangat keras.” Jawab Dokter Kang.

“Apa terjadi sesuatu pada Nona Yongri? Saya juga melihat wajahnya yang terlihat lebam seperti habis dipukul.” Kata Dokter Kang sembari menatap Siwon dengan curiga.

“Anda..tidak melakukan kekerasan rumah tangga, kan?” Tanya Dokter Kang hati-hati.

“Tidak, dokter. Bukan saya.” Jawab Siwon langsung. Mata Dokter Kang membesar sempurna.

“Maksud Anda, ada yang memukul Nona Yongri hingga dia keguguran?” Tebak Dokter Kang.

Siwon terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk pelan. Awalnya, Siwon tidak ingin memberitahukan kepada siapapun apa yang terjadi pada Yongri. Tetapi ada hal yang harus Siwon tanyakan kepada dokter tersebut. Hingga membuatnya terpaksa memberitahukan apa yang terjadi pada gadis itu.

“Siapa yang tega melakukannya?” Dokter Kang terlihat sangat tidak percaya.

“Maaf, dokter. A–apa kau bisa membantuku untuk mengetahui apakah Yongri mendapatkan pelecehan seksual atau tidak?” Pinta Siwon.

Mengingat keadaan Yongri saat Siwon menemukannya di kamar tadi, Siwon takut bahwa Yongri tidak hanya dipukuli, tetapi juga diperkosa oleh Hyukjae. Membayangkannya saja membuat hati Siwon merasa benar-benar sakit.

Dokter Kang tersenyum dan menepuk pelan lengan Siwon. Membuat Siwon menatap dokter tersebut dengan bingung.

“Saya sudah memeriksanya, tuan. Tidak terdapat tanda-tanda bahwa Nona Yongri mengalami pelecehan seksual ataupun diperkosa. Tidak ada jejak sperma sama sekali di kewanitaan Nona Yongri. Anda tenang saja.” Ucap Dokter Kang, membuat Siwon merasa lega luar biasa. Dapat terdengar dari helaan nafas Siwon yang lebih ringan dari sebelumnya.

“Keguguran yang dialami Nona Yongri murni karena benturan keras pada perutnya.” Tambah Dokter Kang.

“Terima kasih, dokter. Terima kasih banyak.” Ujar Siwon.

“Sama-sama, tuan. Saya permisi dulu.” Pamit Dokter Kang.

Siwon segera menghampiri Jungsoo, Bong Ok dan juga Jung Ah yang masih setia berdiri di depan ruang operasi. Laki-laki itu berdiri di depan Jung Ah dengan wajah penuh penyesalan. Jung Ah menatap Siwon dengan matanya yang merah karena terus menangis.

“Maafkan saya, eommonim.” Ucap Siwon sembari membungkukkan badannya.

“Maaf karena tidak bisa menjaga Yongri dengan baik.” Sesal Siwon. Jung Ah menggenggam tangan Siwon yang terasa sangat dingin.

“Aku tau bahwa kau lebih terpukul saat ini. Kau kehilangan anak pertamamu yang belum sempat menatap dunia.” Isak Jung Ah. Siwon melepaskan genggaman tangan Jung Ah dan menatap Jungsoo.

“Hyung, tolong tetap berada di sini hingga aku kembali.” Pinta Siwon.

“Kau mau kemana?” Tanya Jungsoo khawatir. Siwon tidak menjawab pertanyaan Jungsoo.

“Eomma, aku titip eommonim padamu.” Kata Siwon pada Bong Ok.

“Kau mau kemana, Siwon-ah? Saat Yongri sadar nanti, ia pasti sangat membutuhkanmu.”

“Aku akan segera kembali.” Setelah mengatakannya, Siwon segera berlari meninggalkan mereka. Jungsoo yang melihatnya semakin khawatir. Ia yakin bahwa Siwon akan melakukan sesuatu yang membahayakan laki-laki itu.

“Nyonya Kang, Nyonya Lee, maaf sepertinya aku tidak bisa menemani kalian. Aku takut Siwon berbuat sesuatu yang berbahaya.” Kata Jungsoo.

“Pergilah, Sekretaris Park. Aku juga mengkhawatirkan anak itu.” Sahut Bong Ok menyetujui.

Tanpa membuang waktu, Jungsoo segera berlari mengejar Siwon. Siwon sedang terpukul saat ini. Bukan tidak mungkin jika laki-laki itu melakukan sesuatu yang berbahaya untuk melampiaskan kekesalan dan kesedihannya.

Jungsoo bernafas lega saat melihat sosok Siwon beberapa langkah didepannya. Ia mempercepat langkahnya dan segera menarik lengan Siwon agar laki-laki itu menghentikan langkahnya. Siwon terlihat terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Jungsoo.

“Kau mau kemana?” Tanya Jungsoo yang terlihat lelah.

“Lepas!” Siwon menepis tangan Jungsoo yang menahannya dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Yah, Siwon-ah.” Jungsoo kembali menyusul Siwon dan menghentikan laki-laki itu.

“Aku tau kau sedang sedih saat ini. Tetapi kau tidak bisa melakukan sesuatu yang bodoh. Bagaimana dengan Yongri jika kau mati nanti?”

“Apa? Apa maksudmu?”

“Bukankah kau ingin bunuh diri?” Tebak Jungsoo.

“Tidak, hyung. Aku tidak sebodoh itu.” Ujar Siwon. Jungsoo terlihat bernafas lega.

“Aku bukan ingin bunuh diri, tetapi ingin membunuh seseorang.” Lanjut Siwon dan berjalan meninggalkan Jungsoo. Jungsoo terlihat sangat terkejut dengan apa yang Siwon katakan.

“Ya! Ya! Ya! Apa maksud ucapanmu? Siapa yang ingin kau bunuh?” Tanya Jungsoo sembari berdiri dihadapan Siwon. Siwon yang terlihat sangat kesal, menghela nafas dengan kasar.

“AAARRGGHHHHH!!” Teriaknya hingga membuat orang-orang menatapnya.

“Lee Hyukjae..” Ujar Siwon dengan menatap Jungsoo.

“Lee Hyukjae yang melakukan semua itu pada Yongri, hyung.” Suara Siwon terdengar lemah.

“Apa?”

“A–apa–apa yang dilakukannya pada Yongri?” Tanya Jungsoo dengan suaranya yang bergetar.

“Dia memukul Yongri. DIA MEMBUNUH ANAKKU, HYUNG!!” Jawab Siwon berteriak.

Tubuh Jungsoo terpaku mendengar jawaban Siwon. Ia berharap telinganya bermasalah saat ini. Namun Jungsoo yakin bahwa Siwon tidak mungkin berbohong. Laki-laki itu terlihat begitu terpukul, hingga tanpa sadar mengeluarkan airmata. Siwon menangis.

“Bajingan! Brengsek!”

BUK!

Siwon memukul dinding hingga membuat tangannya terluka. Namun ia tidak merasakan sakit sama sekali. Hatinya jauh lebih sakit. Memikirkan bagaimana Hyukjae menyiksa Yongri dan meninggalkan gadis itu begitu saja, membuat Siwon sangat sakit.

Siwon menutup wajahnya menggunakan sebelah tangan dan membiarkan airmatanya semakin banyak mengalir. Bahkan terdengar isakan kecil dari bibir laki-laki itu. Jungsoo hanya dapat terdiam melihatnya. Ia dapat membayangkan bagaimana sedihnya Siwon saat ini.

Beberapa saat kemudian Siwon menyeka airmatanya dengan kasar. Ia memaksakan dirinya untuk berhenti menangis. Ia tidak memiliki waktu untuk bersikap seperti laki-laki lemah saat ini. Siwon kembali melanjutkan langkahnya dan melewati Jungsoo begitu saja.

Melihat itu, Jungsoo segera menyusulnya. Jungsoo tidak memiliki keberanian lagi untuk menghentikan Siwon. Walaupun begitu, Jungsoo tidak akan meninggalkan Siwon sendiri. Ia akan membiarkan Siwon memberi pelajaran pada Hyukjae, asalkan tidak membunuh laki-laki itu.

Siwon masuk ke dalam mobil dan tidak memperdulikan Jungsoo yang duduk di sampingnya. Ia menoleh ke belakang dan melihat darah Yongri yang menempel pada jok mobil. Mengingat hal itu membuat emosi Siwon semakin menjadi. Ia mencengkram stir mobil dengan erat, sebelum akhirnya mulai menjalankan mobilnya.

“Cari keberadaan Lee Hyukjae sekarang.” Ucap Siwon.

“Apa?”

“Jika kau tidak mau melakukannya, kau bisa turun disini sekarang juga.” Kata Siwon tanpa menatap Jungsoo.

——

Siwon menghentikan mobilnya di salah satu club ternama di Seoul. Ia dan Jungsoo segera turun dari mobil sembari menatap bangunan club tersebut yang tampak mewah. Siwon benar-benar menggeram. Di saat Yongri harus dirawat di rumah sakit, Lee Hyukjae malah bersenang-senang di dalam club itu.

“Bukankah ini terlalu siang untuk mabuk-mabukan?” Ujar Jungsoo. Ia tidak percaya saat menemukan keberadaan Hyukjae di dalam club pada siang hari seperti ini.

Siwon tidak memperdulikan ucapan Jungsoo dan segera berjalan untuk memasuki club tersebut. Musik yang menghentak dan penerangan yang seadanya menyambut Siwon dan Jungsoo saat masuk ke dalam. Karena saat ini masih siang hari, tidak terlalu banyak orang-orang yang berada di dalam club.

Siwon segera mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Hyukjae. Ia menelisik pada setiap laki-laki yang sedang bercumbu dengan para pelacur di sana. Mata Siwon memicing saat melihat keberadaan Hyukjae. Sedang menikmati minuman alkoholnya sembari ditemani wanita seksi di kanan dan kirinya.

“Brengsek!”

Siwon mempercepat langkahnya menghampiri Hyukjae. Hyukjae yang tidak menyadari kehadiran Siwon terus tertawa senang bersama wanita bayarannya. Setelah berada di dekat Hyukjae, Siwon langsung menendang laki-laki itu hingga membuat Hyukjae terjungkal dan jatuh dari kursinya. Dalam sebentar suasana club menjadi sangat ricuh.

Hyukjae yang mendapat serangan tiba-tiba tentu saja tidak dapat menerimanya. Ia segera menoleh untuk melihat siapa yang sudah dengan berani bermain-main dengannya saat ini. Hyukjae menajamkan matanya saat sedikit tidak percaya dengan penglihatannya.

“Choi Siwon?”

“Ya, ini aku brengsek!” Siwon kembali menendang Hyukjae dengan keras.

Para wanita yang berada di sana berteriak ketakutan. Mereka segera menyingkir karena takut dengan apa yang Siwon lakukan. Sedangkan para pria hanya menatap dengan penuh minat, namun tidak berniat untuk ikut campur.

“Apa yang kau lakukan, brengsek?!” Hyukjae benar-benar tidak terima dengan perlakuan Siwon. Dengan susah payah ia berdiri dihadapan Siwon dan menatapnya dengan tajam.

“Kau masih bisa bertanya? KAU MASIH BERTANYA APA YANG AKU LAKUKAN?!” Teriak Siwon.

BUK!

Pukulan keras Siwon layangkan pada wajah Hyukjae dan membuat laki-laki itu kembali terjatuh di lantai. Hyukjae memegangi pipinya yang terasa sangat sakit. Namun tiba-tiba ia tersenyum sinis. Hyukjae kembali berdiri dan mengabaikan rasa sakit pada wajahnya. Ia menatap Siwon dengan santai.

“Apa kau sedang marah atas apa yang aku lakukan pada gadismu itu?” Tanya Hyukjae menebak. Siwon mengepalkan tangannya dan menatap Hyukjae dengan tajam. Hyukjae berdecak dan menganggukkan kepalanya.

“Melihat wajahmu yang seperti ini, sepertinya jawabannya iya.” Kata Hyukjae menjawab pertanyaannya sendiri.

“Tutup mulutmu!”

“Kau tau..” Ucap Hyukjae sembari mendekati Siwon.

“Setelah aku mencicipi gadismu itu, ia tidak ada bedanya dengan wanita-wanita disini. Bahkan wanita disini lebih baik daripada gadismu itu.” Hyukjae menatap mata Siwon. Ia tersenyum sinis saat melihat wajah Siwon yang mengeras karena menahan marah.

Walaupun Hyukjae tidak memperkosa Yongri, ia sengaja mengatakan hal itu kepada Siwon untuk membuat laki-laki itu marah. Hyukjae sangat senang saat melihat Siwon marah dan menjadi gila karena emosi laki-laki itu sendiri. Siwon tidak akan tau apakah dirinya memperkosa Yongri atau tidak. Hyukjae yakin Siwon sangat marah setelah mendengar dirinya menyentuh Yongri.

“Mencicipi?” Ucap Siwon dengan matanya yang memerah.

“Ya, mencicipi. Aku memperkosa istrimu.” Kata Hyukjae terang-terangan.

Jungsoo yang berada beberapa langkah di belakang Siwon terlihat sangat terkejut. Ia tidak menyangka jika Hyukjae sudah berbuat hal yang sangat kejam dan tampak tidak merasa bersalah sama sekali. Wajar saja jika Siwon berniat untuk membunuh laki-laki itu. Karena Jika Jungsoo berada di posisi Siwon, ia juga akan langsung membunuh Hyukjae.

“Oh ya, aku terpaksa memberikan sedikit pelajaran pada gadismu itu karena dia sangat berisik.” Kata Hyukjae masih dengan tersenyum sinis. Siwon menarik kerah baju Hyukjae hingga wajah mereka terlihat sangat dekat saat ini.

“Mencicipi. Memperkosa. Memberikan pelajaran. Dan kau masih bisa tersenyum?” Ucap Siwon. Senyum Hyukjae semakin lebar mendengar ucapan Siwon.

“Satu-satunya hal yang aku sesali di dunia ini adalah membiarkanmu hidup saat itu. Seharusnya aku benar-benar membunuh sampah seperti dirimu. Karena sampah tidak baik untuk dibiarkan lebih lama, bukan?” Kata Siwon membuat senyum Hyukjae menghilang.

“Kenapa? Kau takut? Seharusnya kau sudah bisa mengetahui konsekuensi karena berani menyentuh milikku, BAJINGAN!”

BUK!

BUK!

BUK!

BUK!

Siwon tidak pernah main-main dengan pukulan yang diberikannya. Ia mengerahkan semua tenaganya untuk menghabisi Hyukjae saat ini. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Dan karena Lee Hyukjae sudah membunuh seorang nyawa, maka laki-laki itu harus membayar dengan nyawanya, bukan?

“Sampah tidak berguna! Bajingan busuk! Orang-orang sepertimu tidak boleh ada di dunia ini!”

BUK!

BUK!

Siwon segera berdiri dengan nafasnya yang terengah. Ia melihat Hyukjae yang sedang mengerang kesakitan saat ini. Wajahnya sudah lebam dan penuh dengan darah. Tetapi Siwon sama sekali belum puas. Ia tidak akan pernah puas sampai Hyukjae berhenti bernafas.

Siwon mengalihkan pandangannya pada perut Hyukjae. Melihat itu mengingatkannya pada perut Yongri yang lebam serta perkataan Dokter Kang tentang benturan yang dialami gadis itu. Siwon mengangkat sebelah kakinya dan mulai menginjak perut Hyukjae beberapa kali, hingga teriakan kesakitan menggema dari mulut laki-laki itu.

“Sakit? Kau merasakannya, brengsek? Kau merasakan bagaimana kesakitan yang dirasakan istriku, huh?!” Kata Siwon dan kemudian menendang perut Hyukjae dengan keras. Siwon menunduk dan kembali menarik kerah Hyukjae.

“Karena kau, aku harus kehilangan anak yang belum sempat melihat dunia.” Ujar Siwon membuat Hyukjae terkejut. Matanya yang membengkak menatap Siwon dengan susah payah.

“Kalau kau menjadi aku? Tidakkah kau ingin membunuh orang-orang seperti dirimu ini?” Tanya Siwon.

“Tidak. Karena orang-orang sepertimu tidak memiliki hati dan tidak akan pernah bisa memilikinya.” Siwon mendorong Hyukjae dan melepaskan cengkramannya pada kerah laki-laki itu.

Siwon kembali berdiri dan menatap ke kanan dan ke kiri. Saat matanya menangkap sebuah gelas yang berada di meja bar, laki-laki itu segera mengambilnya. Siwon membenturkan gelas tersebut pada meja bar, hingga terdapat bagian yang tajam pada gelas tersebut. Hyukjae yang melihatnya menatap Siwon dengan takut dan panik.

“S–se–selamatkan a–aku..” Ucap Hyukjae sembari mencoba bangkit. Laki-laki itu menjauhi Siwon dengan cara merangkak. Ia tidak memiliki tenaga untuk berlari saat ini.

“T–tolong..to–tolong a–a–aku.. Dia m–mau m–mem–membunuh–ku..” Hyukjae menatap orang-orang yang sedang menatapnya dengan pandangan tidak percaya. Mereka tidak menyangka jika Hyukjae baru saja memperkosa wanita dan secara terang-terangan mengakuinya.

Siwon menarik kaki Hyukjae dan membalikkan badan laki-laki itu. Berjalan perlahan mendekatinya dan kembali berjongkok di samping Hyukjae yang sedang ketakutan. Mata Hyukjae terlihat berkaca-kaca seperti hendak menangis. Namun Siwon tidak memperdulikan itu.

“M–m–maaf–maafkan a–ku..” Bisik Hyukjae.

“Maaf? Apa kau pikir dengan maaf maka anakku akan kembali?” Sahut Siwon.

“Jika kau bisa membawanya kembali, aku akan mengurungkan niatku untuk membunuhmu.” Lanjut Siwon. Hyukjae terdiam dengan airmata yang mulai menetes dari matanya. Ia benar-benar bisa mati ketakutan saat ini.

“Tidak bisa? Kalau begitu ucapkan selamat tinggal.” Kata Siwon dan mulai mengayunkan tangannya. Namun Jungsoo dengan cepat menahannya. Siwon menatap Jungsoo dengan kesal.

“Lepas, hyung!” Siwon menarik tangannya dengan kasar.

Siwon kembali mengayunkan tangannya dan mengarah kepada kepala Hyukjae. Ia yakin satu kali tusukan dapat membuat laki-laki itu berhenti bernafas. Namun Siwon lagi-lagi harus terkejut dengan apa yang dilakukan Jungsoo. Bukan karena Jungsoo kembali menahan tangannya. Tetapi Jungsoo membiarkan telapak tangannya menjadi pelindung untuk kepala Hyukjae. Jungsoo membiarkan tangannya terluka.

“HYUNG!” Teriak Siwon marah dan juga khawatir. Telapak tangan Jungsoo mengeluarkan banyak darah.

Jungsoo menarik tangannya kembali dan dengan susah payah menarik tusukan gelas tersebut dari telapak tangannya. Ia meringis saat merasakan sakit pada tangannya yang terluka. Sesaat kemudian, Jungsoo menatap Siwon dengan tersenyum kecil. Senyum yang terlihat sangat menyedihkan.

“Aku tidak sedang melindunginya.” Kata Jungsoo. Siwon hanya diam saja sembari menatap tajam Jungsoo.

“Aku sedang melindungimu.”

“Aku tidak membutuhkannya!!” Bentak Siwon.

“Jika kau membunuhnya, kau akan membiarkan dirimu menjadi seorang pembunuh?” Tanya Jungsoo.

“Aku tidak peduli, hyung.” Jawab Siwon. Jungsoo menghela nafas panjang. Ia tau Siwon akan menjawab seperti itu.

“Bagaimana dengan Yongri? Kau akan membiarkannya memiliki suami seorang pembunuh?” Tanya Jungsoo lagi. Siwon segera mengalihkan pandangannya dari Jungsoo. Matanya bergerak gelisah seolah sedang mencari sesuatu yang hilang.

“Jika kau di penjara, siapa yang akan menemani Yongri? Kau tidak ingat kata-kata Dokter Kang tadi? Dia memintamu untuk menemani Yongri saat ini.” Ujar Jungsoo.

Siwon seolah tersadar dengan semua ucapan Jungsoo. Ia tidak boleh egois dan mementingkan dirinya sendiri. Yongri sangat membutuhkannya saat ini. Jika dia di penjara, Yongri pasti akan lebih sedih dan juga tertekan. Siwon benar-benar tidak memikirkannya dan dibutakan oleh amarahnya sendiri.

“Kau sudah cukup memberikannya pelajaran.” Ucap Jungsoo menyadarkan Siwon dari lamunannya. Siwon menundukkan kepalanya dan menatap Hyukjae yang terlihat sedang bernafas lega.

“Kau lega?” Ujar Siwon dengan tersenyum sinis. Hyukjae menatap Siwon dan wajahnya kembali terlihat tegang.

“Karena aku tidak bisa membunuhmu, apa kau pikir aku akan membiarkanmu hidup bebas?” Tanya Siwon. Siwon menarik kerah baju Hyukjae dan berdiri. Membuat Hyukjae mengikuti gerakan laki-laki itu.

“Penjara adalah tempat yang pantas untukmu.” Kata Siwon dan membawa Hyukjae untuk meninggalkan club.

Jungsoo tidak mencegah Siwon yang membawa Hyukjae pergi. Ia sangat menyetujui jika laki-laki itu dipenjara. Ia harus membayar semua perbuatan yang telah dilakukannya. Jungsoo menatap tangannya dan kembali meringis kecil. Kemudian ia menatap orang-orang dan membungkukkan badannya.

“Maaf atas kekacauan yang telah terjadi dan saya akan membayar semua kerusakannya.” Kata Jungsoo. Ia mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya kepada salah satu bartender yang berada di sana.

“Anda bisa menghubungi saya setelah menghitung semua kerugiannya.” Ujar Jungsoo. Bartender tersebut menerima kartu nama Jungsoo dengan ragu.

“T–tangan Anda harus diobati, tuan.” Ucap bartender tersebut. Jungsoo kembali menatap tangannya dan tersenyum.

“Saya baik-baik saja. Sekali lagi saya minta maaf.” Setelahnya Jungsoo segera menyusul Siwon untuk meninggalkan club.

——

Siwon memasuki kantor polisi Seoul masih dengan menarik Hyukjae. Sesampainya di dalam, Siwon langsung melempar Hyukjae hingga laki-laki itu tersungkur di lantai. Orang-orang yang berada di dalam kantor polisi tersebut terlihat terkejut dengan apa yang dilakukan Siwon.

“Ada apa ini?” Tanya salah seorang petugas polisi.

“Penjarakan orang ini!” Kata Siwon.

“Presdir Choi?” Siwon menoleh saat ada yang memanggilnya.

“Opsir Kim..” Balas Siwon.

“Apa yang terjadi, presdir? Siapa orang ini?” Tanya Opsir Kim.

“Dia putra tunggal dari pemilik Daehan Group.” Jawab Siwon. Orang-orang kembali terlihat terkejut dan mulai berbisik-bisik. Walaupun Daehan Group tidak sesukses CH Group, namun perusahaan tersebut cukup mempengaruhi perekonomian di Korea Selatan.

“D–Daehan Group?” Opsir Kim terlihat memastikan.

“Tetapi, apa yang dilakukannya?” Siwon menatap Hyukjae dengan tajam.

“Dia memperkosa dan menyiksa istriku, hingga membuat istriku keguguran.” Jawab Siwon.

“APA?!” Teriak mereka.

Hyukjae kembali merangkak untuk mendekati Siwon. Ia memeluk kaki Siwon dan mendongak untuk menatap laki-laki itu. Tatapannya terlihat sangat menyedihkan saat ini. Namun Siwon tidak merasa kasihan sama sekali. Ia malah terlihat muak menatap laki-laki brengsek seperti Lee Hyukjae.

“Aku tidak memperkosanya, presdir. Aku tidak memperkosanya.” Kata Hyukjae. Hyukjae merasa menyesal telah membohongi Siwon. Jika seperti ini ia tidak akan bisa lolos dari hukuman.

“Dia sudah mengakui perbuatannya dihadapan banyak orang. Jika kau memerlukannya, aku akan memanggil mereka sebagai saksi.” Kata Siwon pada Opsir Kim. Wajah Opsir Kim masih terlihat sangat terkejut. Siwon menghentakkan kakinya hingga membuat Hyukjae terpental.

“Kau harus memenjarakannya, Opsir Kim! Jika kalian berani menerima suap darinya atau orangtuanya, maka aku akan pastikan saat itu adalah hari terakhir kalian bekerja.” Ucapan Siwon terdengar seperti ancaman.

“Apa kau sedang mengancam seorang polisi, huh?!” Salah satu petugas polisi tidak terima dengan ucapan Siwon. Siwon menatap petugas polisi tersebut dengan tajam. Hingga membuat petugas polisi tersebut sedikit menyesal telah bersuara.

“A–ah, maafkan dia, presdir. Dia memang s–sedikit susah di atur.” Ucap Opsir Kim sembari tersenyum canggung.

“Aku tidak mau melihatnya hingga 20 tahun ke depan, Opsir Kim. Aku harap kau mau bekerja sama dan menegakkan keadilan.” Kata Siwon.

“Saya mengerti, presdir. Tetapi, a–apa Anda yang membuatnya seperti ini?” Tanya Opsir Kim hati-hati.

“Ya, aku yang memukulnya.” Jawab Siwon mengakui. Opsir Kim mengusap rambut belakangnya dan meringis kecil.

“A–Anda tau bahwa kekerasan–“

“Aku tau. Aku akan membayar semua biaya pengobatannya dan membayar biaya ganti rugi apapun itu. Kau bisa menghubungiku kapan saja.” Ujar Siwon.

“Baiklah jika seperti itu, presdir. Percayakan pada kami.” Sahut Opsir Kim.

Siwon menatap Hyukjae dengan tajam untuk terakhir kali, sebelum akhirnya berbalik untuk meninggalkan kantor polisi. Baru beberapa langkah, Siwon kembali berbalik menatap Opsir Kim.

“Biarkan orang-orang mengetahui perbuatannya dan melihat wajahnya. Tetapi jangan pernah kalian menyebut namaku, nama istriku ataupun perusahaanku. Kau mengerti?”

“Ya, presdir.” Opsir Kim menyahut cepat. Ia membungkukkan badannya hingga Siwon meninggalkan kantor polisi.

Siwon kembali ke dalam mobil, dimana Jungsoo berada didalamnya. Ia memang meminta Jungsoo untuk menunggunya di dalam mobil. Siwon menatap tangan Jungsoo yang dibalut sapu tangan seadanya. Darah membasahi sapu tangan tersebut, hingga membuat sapu tangan tersebut berubah warna.

“Maaf, hyung.” Sesal Siwon.

“Aku baik-baik saja.” Kata Jungsoo menenangkan.

Siwon menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya. Ia menghela nafas panjang hingga beberapa kali. Jungsoo menatap laki-laki itu dalam diam. Ia tau bahwa hari ini adalah hari yang panjang untuk Siwon. Bahkan mungkin hari yang sangat buruk untuk dia dan Yongri.

“Lee Hyukjae benar-benar memperkosa istrimu?” Tanya Jungsoo pelan.

“Tidak.” Jawab Siwon.

“Apa? Kau serius?” Jungsoo terlihat terkejut namun juga lega.

“Ya, aku sudah memastikannya pada Dokter Kang.”

“Ah, aku benar-benar senang mendengarnya.”

“Tetapi aku akan membuatnya mendapatkan hukuman atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya itu.” Kata Siwon sembari menatap stir mobil.

“Apa maksudmu?”

“Aku akan meminta kerja sama dengan Dokter Kang, untuk mengatakan bahwa Lee Hyukjae memang memperkosa Yongri.”

“Ya! Apa kau gila?!” Jungsoo terlihat tidak setuju.

“Kau pikir berapa lama ia akan di penjara hanya karena menyiksa istriku, hyung?” Tanya Siwon menatap Jungsoo dengan lelah.

“Dia membuat Yongri keguguran, Siwon-ah. Itu sudah cukup untuk mendapatkannya banyak hukuman.” Jawab Siwon.

“Seberapa banyak? 5 tahun? Apa kau pikir kesedihanku dan Yongri akan hilang dalam 5 tahun? Bahkan jika dia mati pun aku tidak akan pernah bisa melupakan kejadian hari ini.”

“Siwon-ah..”

“Kau tidak tau seberapa besar keinginanku untuk membunuhnya, hyung. Tetapi aku tidak bisa melakukannya. Kau benar, Yongri membutuhkanku. Karena itu, hal inilah yang bisa kulakukan untuk menghukumnya.” Jelas Siwon dan segera menjalankan mobilnya. Ia tidak ingin berdebat lebih lama lagi dengan Jungsoo.

——

“Oh, Kyuhyun-ah..” Jung Ah terlihat sangat lega dengan kedatangan Kyuhyun. Bong Ok pergi meninggalkannya sendirian karena memiliki urusan yang mendesak.

Kyuhyun segera memasuki kamar rawat Yongri dan menatap adik tirinya itu. Dia sedang duduk dengan mata gadis itu yang terbuka, namun Kyuhyun tidak melihat kehidupan di sana. Kyuhyun tau bahwa Yongri tidak sedang melamun. Tetapi tidak ada pergerakan apapun dari mata itu selain berkedip. Yongri terus menatap langit Seoul yang mulai terlihat mendung.

Kyuhyun terkesiap saat Jung Ah menariknya ke sudut kamar. Ia menatap Jung Ah dengan bingung. Tetapi Jung Ah sedang menatap Yongri dengan sedih. Beberapa saat kemudian barulah Jung Ah menatap anak tirinya itu.

“Setelah mengetahui bahwa dia keguguran, adikmu tidak melakukan pergerakan sama sekali, Kyuhyun-ah. Dia terus seperti itu hingga membuatku takut. Apa dia akan baik-baik saja?” Kata Jung Ah.

“Apa kau sudah menjelaskan padanya bahwa ia bisa hamil lagi nantinya, eommoni?” Tanya Kyuhyun. Wajah Jung Ah semakin terlihat sedih.

“Kata dokter, Yongri akan kesulitan memiliki anak untuk ke depannya, Kyuhyun-ah.”

“Apa?”

“Keguguran yang dialaminya saat ini melukai rahimnya. Karena itu akan sulit untuk Yongri bisa hamil.” Jelas Jung Ah.

“Dia mengetahuinya?”

“Ya. Aku sudah memberitahunya.” Kyuhyun menghela nafas panjang dan kembali menatap Yongri. Kyuhyun tidak tau apakah Yongri menyadari kehadirannya atau tidak.

“Dimana menantumu?” Tanya Kyuhyun.

“Dia pergi karena ada urusan.” Jawab Jung Ah. Kyuhyun mendengus kasar.

“Urusan apa yang lebih penting selain Yongri?!” Suara Kyuhyun terdengar geram.

Kyuhyun berjalan meninggalkan Jung Ah dan mendekati Yongri. Duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Yongri yang tidak terpasang infus. Dan Yongri tidak bereaksi seperti apapun. Masih tetap menatap langit dalam diam.

“Yong, ini aku.” Kata Kyuhyun.

“…..”

“Lihat aku, Yong.” Pinta Kyuhyun. Tidak ada tanggapan apapun dari Yongri. Kyuhyun menundukkan kepalanya dan terlihat sedih.

“Jangan seperti ini, Yong. Jangan menyiksa dirimu sendiri.” Ucap Kyuhyun.

“Kau tau, terkadang kau tidak perlu mendengarkan semua ucapan dokter. Kau hanya perlu mempercayakan semuanya pada Tuhan.”

“Aku mohon, Yong..”

Jung Ah menepuk bahu Kyuhyun untuk menenangkannya. Mereka sama-sama terpukul dengan apa yang terjadi pada Yongri. Dan melihat gadis itu layaknya seperti patung menambah kesedihan mereka. Jung Ah tau bahwa Yongri tidak akan dengan mudah menerima kepergian bayi yang belum sempat digendongnya itu.

“Ponselku mati saat itu, eommoni. Saat aku menghidupkannya, aku melihat Yongri menghubungiku. Seandainya saja aku tidak mematikan ponselku..” Sesal Kyuhyun.

“Bagaimana bisa seorang perampok menerobos apartement mereka?” Kyuhyun terlihat benar-benar tidak percaya saat mendengar cerita Jung Ah melalui telepon tadi.

Jung Ah mengatakan bahwa ada seorang perampok yang menerobos apartement Siwon dan melakukan semua ini pada Yongri. Jika mereka memang ingin mengambil barang berharga di apartement tersebut, mengapa mereka harus menyiksa adik tirinya? Bagaimana bisa mereka dengan begitu tega melakukan ini pada seorang wanita? Itulah yang ada di pikiran Kyuhyun.

“Siwon tidak bisa menjaganya dengan baik, eommoni.” Ucap Kyuhyun.

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, Kyuhyun-ah. Siwon juga sedang bekerja saat itu. Sama sepertimu.” Balas Jung Ah. Kyuhyun tidak bisa membantah ucapan Jung Ah, karena ucapan wanita itu benar adanya.

Seolah tau bahwa dirinya sedang dibicarakan, Siwon masuk ke dalam kamar rawat Yongri dalam keadaan berantakan. Kemeja yang beberapa kancingnya sudah terlepas. Serta ada jejak darah pada kemeja putihnya. Wajah Siwon juga terlihat sangat lusuh saat ini.

“Siwon-ah..” Jung Ah segera menghampiri Siwon dan memegang lengan laki-laki itu.

“Eommonim..”

“Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau terlihat sangat berantakan? Dan..darah siapa ini?” Tanya Jung Ah sembari menatap kemeja Siwon.

“O–oh, t–tadi ada yang kecelakaan saat aku sedang dijalan. Dan aku membantu mereka.” Jawab Siwon berbohong. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya baru saja ingin membunuh seseorang.

“Ah, benarkah?” Siwon menganggukkan kepalanya.

“Yongri sudah sadar, Siwon-ah. Tetapi dia hanya diam saja setelah mengetahui dirinya keguguran dan sulit untuk hamil lagi.” Kata Jung Ah dengan sedih.

Siwon menaikkan pandangannya dan menatap Yongri yang tidak bereaksi dengan kedatangannya. Siwon dapat merasakan kesedihan dari mata gadis itu yang terlihat kosong. Ia tau bahwa ini tidak mudah untuk Yongri, begitu pun untuk dirinya. Dengan langkah perlahan, Siwon menghampiri Yongri.

“Kau darimana saja?” Tanya Kyuhyun yang sudah berdiri dihadapan Siwon.

“Apa?”

“Urusan apa yang lebih penting daripada Yongri?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Aku pulang sebentar untuk melihat keadaan apartement.” Jawab Siwon tenang.

“Apa apartementmu akan hilang jika kau tidak segera pulang? Tidak taukah kau bahwa Yongri sangat membutuhkanmu saat ini?” Kyuhyun terlihat sangat kesal.

“Kyuhyun-ah, sudahlah.” Ucap Jung Ah mencoba untuk menenangkan Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas panjang dan segera mengalihkan pandangannya.

“Maaf. Aku akan keluar sebentar, eommoni.” Kata Kyuhyun dan segera meninggalkan kamar rawat Yongri. Siwon hanya diam saja tanpa niatan untuk melihat kepergian laki-laki itu.

“Kyuhyun sangat menyayangi Yongri, karena itu dia lebih sensitif jika terjadi sesuatu pada Yongri.” Ucap Jung Ah.

“Ya, eommonim.”

“Sepertinya kalian membutuhkan waktu untuk berbicara. Aku harap kau bisa menenangkan Yongri. Aku akan menunggu di luar.”

“Terima kasih banyak, eommonim.” Kata Siwon dan disambut anggukan kepala oleh Jung Ah.

Siwon menatap kepergian Jung Ah sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya pada Yongri. Gadis itu masih betah dengan posisinya seperti saat Siwon datang. Terlihat tidak terganggu dengan pembicaraan yang dilakukan oleh Siwon, Jung Ah maupun Kyuhyun.

Siwon mendekati Yongri dan berdiri di samping gadis itu. Menatap wajah Yongri yang tidak mulus seperti saat Siwon meninggalkannya pergi ke kantor tadi pagi. Selain itu wajahnya juga terlihat sangat pucat saat ini. Beruntung karena gadis itu masih terlihat sangat cantik seperti biasanya.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

Siwon sedikit terkejut saat tiba-tiba mata Yongri bergerak menatapnya. Ia pikir gadis itu tidak akan memperdulikan panggilannya. Siwon tersenyum kecil dan terkesan sedikit dipaksakan. Siwon menambah langkahnya dan hendak menggenggam tangan Yongri, namun sayangnya gadis itu segera menarik tangannya.

“Kenapa kau mematikan teleponku?” Tanya Yongri pelan.

“Maaf, aku–“

“Kenapa tidak menjawab teleponku?”

“Aku lupa menaruh ponselku dimana.” Jawab Siwon.

“Kenapa mengabaikan teleponku?” Tanya Yongri lagi. Mata gadis itu sudah terlihat berkaca-kaca. Siwon menatap Yongri dalam diam untuk beberapa saat.

“Maafkan aku.” Sesal Siwon kembali mencoba untuk menggenggam tangan Yongri, namun Yongri lagi-lagi menolaknya.

“Apa kau tau seberapa takutnya aku saat itu?” Perlahan namun pasti emosi Yongri mulai naik. Ia memukul dada Siwon dengan kuat.

“Yongri-ya..”

“Apa kau tau bahwa aku sangat mengharapkan kedatanganmu saat itu, oppa?”

“Aku mengerti, Yongri-ya. Aku salah, maafkan aku, eo? Tenanglah..”

“Tidak, kau tidak akan mengerti.” Sahut Yongri yang sudah menangis.

“Pukullah aku sebanyak apapun yang kau mau. Maki aku hingga kau puas, Yongri-ya.” Ujar Siwon. Ia sedang menahan dirinya untuk tidak ikut menangis saat ini. Ia harus terlihat tegar dihadapan istrinya itu.

“Siapa Lee Hyukjae? Mengapa dia dengan tega melakukan ini padaku? Apa salahku padanya, oppa?!” Isak Yongri.

“Tidak, Yongri-ya. Bukan salahmu, semuanya salahku.”

“Hanya karena dia kaya tidak berarti dia bisa melakukan semua ini padaku, oppa.”

“Dia membunuh anakku!”

“DIA MEMBUNUH ANAKKU!!”

“AAAAAAARRRRGGGGHHHHHH!!!”

Yongri mulai berteriak histeris sembari melempar benda yang berada didekatnya. Infus yang terpasang ditangannya pun terlepas hingga membuat punggung tangannya terluka. Siwon mencoba menghentikan gadis itu namun cukup sulit. Karena emosi Yongri saat ini benar-benar tidak stabil.

“ANAKKU! KEMBALIKAN ANAKKU!!”

“AAARRGGGHHH!!”

“Yongri-ya, tenanglah!” Siwon menangkap lengan Yongri dan memegangnya dengan cukup erat. Namun Yongri masih terus memberontak dan menangis dengan keras.

“CHOI YONGRI!!” Bentak Siwon membuat Yongri berhenti memberontak.

“Aku mohon tenang, eo?” Pinta Siwon dengan memelas.

“Oppa, kau mengenal Lee Hyukjae, kan? Panggil dia kemari, oppa. Katakan padanya untuk mengembalikan anakku. Sebagai gantinya, dia bisa membunuhku.” Ucap Yongri masih dengan menangis.

Siwon menarik Yongri ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat. Tangisan gadis itu terdengar sangat memilukan untuk Siwon. Siwon yang sudah menahan diri untuk tidak menangis pun, tanpa sadar meneteskan airmata.

“Bagaimana denganku jika dia membunuhmu?” Bisik Siwon.

“Anakku.. Dia membunuh anakku, oppa.. Anak yang bahkan belum sempat aku lahirkan..”

Tangisan Yongri semakin menjadi, hingga membuat Lee Donghae serta seorang perawat masuk ke dalam kamar. Jung Ah mengikuti mereka dari belakang dan menatap anak perempuannya itu dengan khawatir.

Perawat tersebut memberikan Donghae sebuah suntikan yang telah berisi obat penenang. Donghae menyuntikkannya pada lengan Yongri yang masih berada di dalam pelukan Siwon. Perawat mengambil bantal yang telah di lempar Yongri dan menaruhnya di belakang punggung gadis itu.

Perlahan-lahan obat penenang tersebut mulai bereaksi. Tangisan Yongri mulai reda dan tubuhnya juga mulai terasa lemas. Dengan hati-hati Siwon merebahkan tubuh Yongri di atas tempat tidur. Melihat itu, Donghae segera memasang kembali jarum infus yang sempat terlepas dari tangan Yongri.

“Anakku..” Lirih Yongri yang sudah memejamkan matanya. Wajahnya masih terlihat basah akibat airmata.

“Dia akan baik-baik saja, kan?” Tanya Siwon tanpa menatap Donghae. Matanya masih sibuk dengan menatap Yongri.

“Dia akan baik-baik saja setidaknya untuk beberapa jam ke depan.” Jawab Donghae.

“Tetapi jika saat bangun nanti dan dia belum bisa menerima hal ini, dia akan kembali seperti tadi.” Tambah Donghae.

“Apa yang harus aku lakukan?” Gumam Siwon dengan mengusap kepala Yongri.

“Jangan pernah meninggalkannya di saat dia sedang seperti ini. Terus berada disisinya akan membantunya cepat pulih.” Ujar Donghae.

Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Jung Ah yang masih terlihat khawatir. Ia tau bahwa ibu mertuanya itu sangat lelah saat ini. Karena Siwon pun merasa sangat lelah. Namun Siwon tidak akan meninggalkan Yongri seorang diri.

“Pulanglah, eommonim. Aku yang akan menjaga Yongri disini. Beristirahatlah dan aku akan mengabarimu jika terjadi apa-apa padanya.” Kata Siwon.

“Siwon benar, Nyonya Lee. Saya juga akan terus memantau keadaan Yongri. Anda tidak perlu merasa khawatir.” Timpal Donghae.

“Apa benar tidak apa-apa jika kau menjaganya seorang diri?” Tanya Jung Ah khawatir.

“Ya, eommonim. Aku tidak apa-apa.” Jawab Siwon.

“Baiklah jika seperti itu. Jaga dia baik-baik, Siwon-ah. Aku pulang dulu.”

“Ya, eommonim.”

“Hati-hati di jalan, Nyonya Lee.” Ujar Donghae sembari sedikit membungkukkan badannya.

“Aku akan menemanimu setelah memeriksa pasien-pasienku.” Janji Donghae.

“Kau tidak perlu melakukannya. Aku bisa melakukannya sendiri.” Tolak Siwon.

“Tidak apa-apa. Aku tau bahwa kau sedang membutuhkan teman berbicara saat ini.” Ucap Donghae seolah mengetahui isi hati Siwon. Siwon yang hanya diam saja juga seolah membenarkan ucapan laki-laki itu.

“Aku pergi dulu.” Kata Donghae setelah menepuk bahu Siwon. Siwon hanya mengganggukkan kepalanya dengan pelan.

Siwon duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Yongri. Tangannya terus menggenggam tangan Yongri dengan erat. Ia menyeka airmata yang masih membasahi pipi Yongri. Tangan Siwon bergerak dengan perlahan karena takut menyakiti pipi gadis itu yang terlihat lebam.

“Maafkan aku.” Sesal Siwon.

“Pasti sangat sulit untukmu memaafkanku, kan?” Ujar Siwon.

“Karena aku pun tidak bisa dengan begitu saja memaafkan diriku sendiri. Seandainya aku tidak mematikan telepon darimu saat itu. Kau tidak akan pernah membukakan pintu untuk bajingan itu.”

“Tidak apa-apa jika kau tidak mau memaafkanku. Kau bisa melakukan apa saja padaku untuk melampiaskan kekesalanmu.” Siwon merebahkan kepalanya di atas tangannya yang menggenggam tangan Yongri. Ia benar-benar merasa sangat lelah saat ini.

“Tapi jangan pernah sekalipun meninggalkanku.” Lirih Siwon sebelum akhirnya memejamkan matanya.

——

–To Be Continued–

 

HAI!

Aku gak mau banyak berpanjang lebar, ya. Karena aku sedih juga sama part ini T.T

Happy reading!

BYE~

Advertisements

114 thoughts on “Painful Life – Part 17

  1. lee hyukjae!!!!!!jahat bnget sih kmu
    hiks hiks hiks baru juga bahagia ad aj mslah
    siwon ny sembuh gntian yongri yg sakit.jngan sampe depresi yongri-ya

  2. Akhirnya part ini aku di berikan kesempatan buat complen dan comen panjang sekedar memberi informasi dan memberitahukan… aku gak tau profesi author ini apa sebenarnya tp dalam tulisan ini terlihat seperti mengetahui banyak tentang kesehatan. Tentang gangguan psikis dan kehamilan. Tp mau comen nih… Yongri kan katanya susah hamil karena ada masalah pada rahimnya ni.. dan masalah yeongri yang terlalu muda untuk hamil… aku baca dari part sebelumnya Yongri kan udh lulus sma nah lulus sma di korea 19 tahun.. aku pikir itu bukan usia muda.. di katakan hamil usia muda itu 17 tahun kebawah 18 bisa termasuk tp 1o itu gak termasuk emang rahim seseorang siap untuk kehamilan umur 20 han tp lagi nih.. 19 tahun itu juga udh kuat kandunganya kecuali memang dia punya rahim yang lemah jadi masalah umur yang terlalu muda gak bisa di jadiin alasan.. dan jika ambil Kandungan dan rahim yang terlalu lemah itu bisa mempermudah menjadi alasan susah hamil. Kalo cuman ada masalah atau luka dalam rahimnya.. pemulihanya cepet ko apa lagi orang keguguran itu rawan subur mangkanya selama 6 bln gak boleh hamil dulu karena pasti akan gugur lagi itu karena pemulihan atau proses pemulihan rahim pasca keguguran… jadi untuk orang sekaya Choi siwon apapun bisa melakukan pengobatan dalam hal ini… terlebih di korea itu RS dokternya canggih… gak sama kaya di indo… dan satu lagi Infus itu emang ada jarumnya tp itu saat memasukan awal saja ke pembulu darah(vena) setelah itu di cabut jarumnya habya ada selang kecil steril disana…

    Trimakasih ini penjelasan saya mudahan bisa di maklumun

  3. Hiks..hiks..ikut tersayat hatiku melihat yongri begitu terpukul atas kehilangan babynya…ku harap yongri tidak depresi yg berkepanjangan…walaupun sulit hamil semoga ada keajaiban untuk yongri bisa hamil lg…
    Rasain tu hyukjae semoga dipenjara seumur hidup deh..kesel aku liat tu orang..

  4. Sebel sm hyukjae di ff ini. Siwon jg udah bs mulai memaafkan. Baper pas bacanya kak. Aku suka sm alur ceritamya
    Konfliknya jg jelass. Apa lagi gaya bahasanya… Kerreeenn abiizzzz…

  5. hyukjae emang jahat.. kaya gak ada cewek lain aja sampai ngegarap istri orang… untuk ada jungsoo oppa kalau gak siwon bisa ngebunuh penjahat wanita itu..

  6. Hyukjaeee ya ampunn jahat bgt sihh… Buat yongri jadi keguguran gtu:( oh my.. Padahal dia nunggu2 kehadiran anaknya tapi yg didapat malah sebaliknya hiks hiks aku sedihhh baca part ini 😭

  7. bang hyukjae jahat bangettttt!!!!!!!tega-teganya dia seperti itu…..sedih bacanya yongri keguguran gara – gara dia *nunjuk hyukjae….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s