Painful Life – Part 16

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu dan anak kita kelak. –Choi Siwon-

——

Author POV

Siwon terbangun dari tidurnya setelah hampir tiga jam terlelap. Matanya yang masih terasa berat berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang diterimanya. Setelah mata itu benar-benar terbuka dengan sempurna, Siwon segera menatap kesekelilingnya. Ia terkejut menerima kenyataan bahwa dirinya berada di rumah sakit, lengkap dengan sebuah infus ditangannya.

“Kau sudah bangun, sayang?”

Siwon segera menoleh saat sebuah suara menyapanya. Mata laki-laki itu membesar saat melihat kehadiran Bong Ok disampingnya. Siwon segera beranjak dan mengubah posisinya menjadi duduk. Ia segera menghindar saat melihat Bong Ok hendak mengusap kepalanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon. Pandangan terkejutnya sudah berubah menjadi pandangan tajam.

Mendapat pertanyaan seperti itu dari Siwon, membuat Bong Ok terkejut. Bong Ok segera menurunkan tangannya dan menatap Siwon dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Sepertinya ia tau bahwa Siwon sudah kembali seperti biasanya. Ia tidak lagi terjebak dengan masa lalunya.

“Apa kau lupa bahwa kau yang memintaku ke sini?” Ujar Bong Ok. Ia hanya ingin melihat reaksi apa yang akan diberikan Siwon. Jika laki-laki itu marah, maka dugaan Bong Ok benar.

“Aku? Kau tau bahwa itu tidak mungkin, kan? Jadi jangan berbohong padaku!” Ucap Siwon.

“Kau lebih tau apakah aku berbohong atau tidak.” Lirik Bong Ok membuat Siwon terdiam.

Siwon menatap mata Bong Ok. Walaupun ia membenci Bong Ok, Siwon sangat tau apa yang sering dilakukan Bong Ok dan apa yang tidak pernah dilakukan Bong Ok. Berbohong tidak termasuk ke dalam kebiasaan yang sering dilakukan wanita itu.

Namun Siwon mencoba mengabaikan itu. Lagipula ia tidak mengingat sama sekali, bahwa dirinya yang meminta Bong Ok datang. Hal tersebut merupakan suatu kemustahilan untuk Siwon. Siwon segera mengalihkan pandangannya dan melepaskan infus yang terpasang ditangannya.

“Apa yang kau lakukan, Siwon-ah? Kau tidak boleh melepasnya!” Cegah Bong Ok. Siwon segera menepis tangan Bong Ok.

“Jangan menyentuhku!” Desis Siwon.

Bersamaan dengan itu, Yongri masuk ke dalam kamar rawat Siwon. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah saat Siwon sedang tidur. Ia perlu membersihkan diri dan juga mengisi perutnya dengan makanan. Karena ada Bong Ok, makanya Yongri tidak terlalu khawatir saat meninggalkan Siwon.

“Yongri-ya!” Yongri terkejut saat mendengar suara Siwon yang terlampau keras.

“Eo? Kau sudah bangun, oppa?” Ia segera menghampiri Siwon.

“Kenapa aku ada di sini? Apa yang terjadi padaku?” Tanya Siwon. Yongri terdiam sembari menatap Siwon. Sinar mata Siwon yang saat ini sedang ditatapnya, tidaklah seperti ketika laki-laki itu sadar tadi pagi.

“Dimana Donghae? Bagaimana dengan pengobatanku, huh?” Wajah Siwon terlihat tidak sabar.

“K–kau mengingat Dokter Lee?”

“Apa yang kau bicarakan? Bagaimana mungkin aku tidak mengingatnya?”

“Bagaimana dengan Jungsoo-ssi?”

“Ada apa dengan Jungsoo hyung?”

Yongri menatap Siwon dengan haru. Ia segera memeluk laki-laki itu dengan erat. Gadis itu merasa sangat lega karena Siwon sudah kembali. Siwon–nya sudah kembali seperti semula. Laki-laki itu tidak lagi seperti anak kecil yang ketakutan.

“Yah, kau kenapa?” Tanya Siwon sembari membalas pelukan Yongri.

Bong Ok menatap mereka dalam diam. Sejujurnya, ia merasa sangat iri pada Yongri. Seandainya ia bisa kembali memeluk Siwon seperti yang gadis itu lakukan. Sayangnya Siwon sudah kembali dan Bong Ok tidak bisa memperlakukan laki-laki itu seperti anaknya lagi. Walaupun begitu, Bong Ok tetap merasa senang.

“Kau sudah kembali. Kau sudah kembali, oppa.” Gumam Yongri.

“Apa maksudmu? Memangnya aku kembali darimana?” Siwon tidak dapat menutupi kebingungannya. Tetapi ia merasa senang mendapatkan pelukan yang begitu erat dari Yongri. Entah mengapa, ia merasa sangat merindukan gadis itu.

“Aku akan pulang.” Ujar Bong Ok membuat Yongri dengan segera melepaskan pelukannya pada Siwon. Ia menatap Bong Ok dengan rasa bersalah. Ia baru saja mengabaikan keberadaan ibu mertuanya.

“Eommonim..”

“Karena Siwon sudah kembali, aku akan pulang. Jaga dia baik-baik, Yongri-ya.” Pesan Bong Ok dengan tersenyum. Ia menatap Siwon sesaat sebelum akhirnya berjalan meninggalkan kamar rawat Siwon.

“Eommonim, tunggu..” Yongri berniat untuk menyusul Bong Ok, tetapi Siwon dengan segera menggenggam pergelangan tangannya.

“Oppa..”

“Ada yang perlu kau jelaskan padaku.” Kata Siwon.

“Tapi, ibumu–” Yongri menghentikan ucapannya saat melihat tatapan tajam Siwon. Ia segera menghela nafas dan memilih mengalah. Duduk di atas tempat tidur, tepat di depan Siwon.

“Apa yang terjadi? Apa maksud kalian dengan aku kembali? Dan ibuku mengatakan bahwa aku yang memanggilnya kesini. Apa itu masuk akal?” Tanya Siwon beruntun. Yongri kembali menghela nafas sebelum akhirnya menatap Siwon.

“Kemarin kau pingsan.” Jawab Yongri.

“Apa?!”

“Para dokter mengatakan bahwa tubuhmu belum mampu menerima kesakitan di masa lalumu itu.”

“Omong kosong macam apa itu? Aku merasakannya ketika kecil, bagaimana bisa tubuhku belum mampu menerimanya?”

“Ya, kau benar, oppa. Tetapi saat ini kau sudah tidak mengingatnya lagi. Dan ketika lukamu dibuka, kau tidak kuat menerimanya.” Jelas Yongri. Siwon terdiam mendengar penjelasan Yongri.

“Dan karena pengobatanmu belum selesai, kau terjebak di masa lalumu.”

“Apa? Apa maksudmu aku terjebak?” Yongri menghela nafas.

“Kau seperti hidup di masa lalumu, oppa. Kau melupakan semua orang yang berada dikehidupanmu sekarang. Kau berkata bahwa pria itu memukulmu. Kau menunjukkan luka di tanganmu, tetapi aku tidak bisa melihat apapun. Lalu beberapa saat kemudian, kau mengatakan bahwa ayahmu sangat menyayangimu. Kau selalu bermain bersamanya.”

“Tidak mungkin.” Gumam Siwon tidak percaya.

“Lalu kau bersikeras untuk meninggalkan rumah sakit. Kau ingin bertemu dengan ibumu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk memanggilnya ke sini. Dan kau sangat senang akan hal itu. Kau benar-benar bertingkah seperti seorang anak-anak, oppa.” Ujar Yongri.

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. Sulit mempercayai penjelasan Yongri saat ini. Bagaimana bisa ia terjebak dalam masa lalunya? Masa lalu adalah hal utama yang ingin dihilangkan oleh Siwon dalam hidupnya. Sesaat kemudian Siwon menatap Yongri.

“Kau bilang aku melupakan semua orang di dalam kehidupanku sekarang?” Ujar Siwon memastikan. Yongri mengangguk.

“Aku melupakanmu juga?” Tanya Siwon. Yongri tersenyum kecil dan menggeleng.

“Satu-satunya yang tidak kau lupakan hanya aku.” Jawab Yongri.

“Benarkah?”

“Ya. Kau ingat bahwa aku adalah istrimu. Tetapi kau tidak ingat bagaimana kita menikah. Yang kau ingat adalah kita menikah setelah sekian lama berkencan.” Ucap Yongri. Kemudian gadis itu mengerucutkan bibirnya dan menatap Siwon dengan kesal.

“Kau pasti pernah berkencan dengan seorang wanita dalam waktu yang lama. Lalu kalian memutuskan untuk menikah. Makanya kau mengingatnya dengan sangat jelas.” Rajuk gadis itu.

“Mulai lagi..” Dengus Siwon.

“Apa?”

“Kau selalu berpikiran aneh-aneh. Apa aku perlu meminta Donghae untuk mencuci otakmu?” Ujar Siwon. Yongri berdiri masih dengan mengerucutkan bibirnya.

“Aku akan memanggil Dokter Lee. Dia harus tau bahwa kau sudah kembali.” Kata Yongri.

Siwon kembali menahan pergelangan tanga gadis itu hingga langkahnya terhenti. Ia menarik Yongri untuk berdiri didekatnya. Siwon menggenggam kedua tangan gadis itu dengan erat.

“Aku akui jika aku pernah meniduri wanita lain sebelum dan bahkan sesudah bertemu denganmu.” Ujar Siwon pelan. Yongri menatap Siwon dengan kedua matanya yang berkedip.

“Tetapi jika untuk berkencan, aku tidak pernah melakukannya sama sekali. Sebelum atau bahkan sesudah bertemu denganmu.” Lanjut Siwon.

“Lalu darimana kau mengarang cerita jika kita berkencan sebelum menikah?” Tanya Yongri. Siwon menaikkan kedua bahunya.

“Mungkin itu keinginan di bawah alam sadarku.” Jawab Siwon. Kemudian Siwon menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Maaf jika aku sudah membuatmu khawatir.” Sesal Siwon.

“Aku ingin sekali menghentikan pengobatanmu ini, oppa. Tetapi aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak mau kau terjebak di masa lalu kembali.” Kata Yongri.

“Aku akan tetap melakukannya karena aku harus benar-benar sembuh.”

“Berjanjilah padaku kau tidak akan pingsan lagi dan membuatku takut seperti kemarin.”

“Aku berjanji.” Kata Siwon yakin. Ia melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat pada Yongri.

“Aku akan memanggil Dokter Lee.”

“Cium aku sebelum kau pergi.” Pinta Siwon. Yongri tersenyum malu namun tetap melakukan permintaan laki-laki itu.

Bibir mereka menyatu untuk beberapa saat, sebelum akhirnya kembali berpisah. Saling menatap dengan perasaan hangat dan juga senyum yang tidak hilang dari wajah mereka.

“Aku..” Siwon terlihat ingin mengatakan sesuatu tentang perasaannya kepada Yongri. Namun ia tiba-tiba merasa ragu. Bukan ragu tentang perasaannya, tetapi ragu untuk mengatakannya sekarang.

“Kenapa?” Tanya Yongri. Senyum Siwon semakin lebar dan ia menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa. Cepat panggil Donghae.” Kata Siwon. Yongri mengangguk dan segera meninggalkan kamar rawat Siwon. Siwon menatap punggung kecil Yongri hingga menghilang dari pandangannya.

“Tunggulah sebentar lagi, Yongri-ya. Saat aku sudah sembuh nanti, aku akan memberitahukanmu bagaimana perasaanku padamu.” Ucap Siwon.

——

“Ya, brengsek! Bagaimana bisa kau melupakanku seperti tadi?” Jungsoo yang langsung memeluk Siwon saat masuk ke dalam kamar segera memaki laki-laki itu. Walaupun terdengar makian dari mulutnya, sejujurnya Jungsoo merasa sangat lega.

“Yah, hyung. Kau membuatku tidak bisa bernafas.” Keluh Siwon sembari menepuk pelan punggung Jungsoo. Jungsoo segera melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan penuh penyesalan, untuk sesaat.

“Kau pantas menerimanya. Dasar brengsek. Jika kau memang harus lupa ingatan, kau harus memilih orang lain yang kau lupakan! Bukan aku atau pun Donghae.” Ujar Jungsoo. Donghae yang mendengar ucapan Jungsoo hanya tersenyum kecil.

“Seandainya bisa seperti itu, hyung. Tidak akan ada yang takut dengan yang namanya amnesia. Dasar bodoh.” Umpat Siwon.

“Kau baik-baik saja, Siwon-ah?” Tanya Donghae khawatir. Siwon menganggukkan kepalanya dengan pasti.

“Aku benar-benar minta maaf. Seharusnya aku memberitahukan kepadamu efek samping dari pengobatan yang kau lakukan.” Sesal Donghae.

“Ya! Itu bukan salahmu. Kalau pun kau memberitahuku, aku akan tetap melakukannya.”

“Termasuk jika kau harus melupakanku?” Sela Yongri membuat Siwon menatapnya sebentar dalam diam.

“Aku akan mencari cara untuk mengingatmu.” Balas Siwon.

“Bagaimana caranya? Jika kau memang melupakanku, kau pasti tidak akan mengingat seberapa penting diriku untukmu.” Ucap Yongri dengan tersenyum.

“Jangan tersenyum seperti itu. Senyummu itu seperti sedang mengejekku.” Kata Siwon membuat Jungsoo dan Donghae menahan tawa mereka.

“Apa yang kalian tertawakan?” Desis Siwon kesal.

“Lupakan pertengkaran kalian seben–“

“Siapa yang bertengkar?” Siwon dan Yongri secara bersamaan menyela ucapan Donghae.

“Baiklah, kalian tidak bertengkar.” Ucap Donghae dengan helaan nafas panjang.

“Siwon-ah, apa kau siap melanjutkan pengobatanmu? Kita harus melakukannya segera, karena kita tidak akan tau apakah kau akan kembali terjebak di dalam masa lalumu atau tidak.” Kata Donghae.

“Apa Siwon oppa akan baik-baik saja setelah lanjutan pengobatan ini, Dokter Lee?” Tanya Yongri. Donghae menatap Yongri dan menghela nafas.

“Semuanya tergantung pada Siwon, Yongri-ssi. Jika tubuhnya tidak lemah seperti kemarin, aku rasa dia akan baik-baik saja. Tetapi jika dia kembali pingsan, kemungkinan besar ia akan terjebak pada masa lalunya lagi.” Jawab Donghae.

“Aku tidak akan pingsan lagi.” Suara Siwon terdengar yakin.

“Aku akui kemarin aku memang masih sangat takut menjalani pengobatan ini. Tetapi hari ini aku benar-benar merasa siap.” Lanjut Siwon.

“Kau seharusnya mengatakan hal itu padaku, Siwon-ah. Pengobatan ini tidak akan berjalan lancar jika kau takut.”

“Aku tau. Maaf karena tidak jujur pada kalian.”

“Sudahlah, tidak perlu menyesali apa yang terjadi kemarin. Yang terpenting Siwon sudah kembali dan ia harus segera melanjutkan pengobatannya.” Kata Jungsoo menengahi.

“Aku akan menemui dokter yang lain dan mempersiapkan semuanya. Persiapkan dirimu, Siwon-ah.” Ucap Donghae dan setelahnya meninggalkan mereka.

“Aku yakin kalian membutuhkan waktu berdua. Jadi aku akan menunggu di depan. Ingat janjimu bahwa kau akan lebih kuat dan tidak akan pingsan lagi.” Ujar Jungsoo. Siwon tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Sepeninggalan Jungsoo, suasana canggung tiba-tiba melingkupi Siwon dan Yongri. Mereka seperti dua orang yang baru saling kenal dan tidak ada bahan pembicaraan sama sekali. Yongri menggaruk kepala belakangnya yang tidak terasa gatal. Sedangkan Siwon terus menatap gadis itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

“M–mungkin aku juga lebih baik menunggu di depan.” Kata Yongri.

“Kemarilah.” Ucap Siwon pelan.

“Apa?”

“Kau mendengarku dengan baik, Choi Yongri.”

Yongri kembali menggaruk kepala belakangnya, sebelum akhirnya berjalan perlahan mendekati Siwon. Siwon segera menarik tangan gadis itu, saat Yongri sudah berada di dekatnya.

Siwon menuntun Yongri untuk duduk di atas pangkuannya. Yongri terlihat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Siwon. Ia mencoba untuk beranjak dari posisinya, namun Siwon menahannya.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Siwon pelan.

“Aku? Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri dengan bingung. Bukankah seharusnya laki-laki itu lebih mengkhawatirkan dirinya sendiri?

“Bagaimana dengan bayi di dalam kandunganmu? Apakah baik-baik saja? Sepertinya aku membuatmu tertekan akhir-akhir ini.” Kata Siwon. Ia mengulurkan tangannya untuk mengusap perut Yongri.

“Dia baik-baik saja, oppa. Dia lebih kuat dari yang kita bayangkan.” Ujar Yongri. Menaruh tangannya di atas tangan Siwon.

“Setelah pengobatanku hari ini, kita akan menemui dokter kandungan terlebih dahulu sebelum pulang. Perutmu sudah lebih membesar.” Nada takjub terdengar dari ucapan Siwon di akhir kalimatnya.

“Tentu saja. Anak kita terus tumbuh didalamnya.”

“Aku sangat tidak sabar untuk bertemu dengannya.” Gumam Siwon. Ia meletakkan kepalanya di atas bahu kecil Yongri. Tangannya sudah berpindah menjadi memeluk pinggang ramping istrinya itu.

“Dokter sepertinya akan datang sebentar lagi.” Kata Yongri mengingatkan Siwon. Yongri hanya tidak mau terlihat oleh orang lain, ketika mereka sedang dalam keadaan intim seperti ini.

“Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku tadi.”

“Yang mana?”

“Jika aku melupakanmu, aku benar-benar akan mencari cara untuk mengingatmu. Kau hanya perlu mengatakan bahwa kau adalah istriku.” Ujar Siwon.

“Saat kau tidak mengingatku, apa kau akan percaya pada ucapanku?” Tanya Yongri.

“Aku akan percaya padamu.” Jawab Siwon.

“Bagaimana jika aku membohongimu?” Tanya Yongri lagi. Siwon terdiam sebentar dan meremas pinggang Yongri dengan pelan.

“Aku masih akan tetap mempercayaimu.”

“Bohong.” Sahut Yongri. Remasan tangan Siwon dipinggangnya itu seperti sebuah pertanda, bahwa Siwon tidak akan mempercayainya seratus persen.

“Aku tidak berbohong. Karena aku sedang melupakanmu, maka aku pasti tidak akan tau apakah kau berbohong atau tidak. Yang bisa aku lakukan hanya mempercayaimu, kan?” Kata Siwon membela diri.

“Baiklah kau menang.” Ucap Yongri mengalah. Terdengar suara tawa kecil Siwon yang begitu dekat ditelinga Yongri.

“Setelah aku benar-benar sembuh, banyak hal yang ingin aku katakan padamu.” Kata Siwon setelah menghentikan tawanya.

“Kenapa tidak katakan sekarang?” Yongri menggerakan kepalanya untuk menatap Siwon. Siwon menegakkan kepalanya dan membalas tatapan Yongri.

“Karena aku belum memiliki kepercayaan diri untuk sekarang.”

Yongri mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Siwon dengan gerakan perlahan. Siwon memiliki pipi yang halus untuk ukuran seorang laki-laki.

“Kalau begitu cepatlah sembuh dan katakan semuanya padaku.” Bisik Yongri.

“Aku akan melakukannya.” Balas Siwon.

Siwon mendekatkan wajahnya pada wajah Yongri dan mempertemukan bibir mereka. Saling melumat dengan perlahan dan seolah sedang menikmati waktu kebersamaan mereka.

Pintu kamar Siwon yang diketuk membuat Yongri mendorong bahu Siwon menjauh dan segera turun dari pangkuan laki-laki itu. Yongri membenarkan rambutnya yang–sebenarnya–tidak kusut sama sekali. Siwon hanya tersenyum kecil melihat wajah panik gadis itu.

Donghae masuk ke dalam ruangan bersama dengan dokter yang lain. Yongri membungkukkan badannya sedikit untuk memberikan salam kepada mereka.

“Aku akan keluar, oppa.” Kata Yongri menatap Siwon. Siwon mengangguk pelan.

“Jangan kemana-mana sampai aku selesai.” Pesan Siwon dan disambut anggukan mengerti dari Yongri.

——

Untuk kedua kalinya Yongri dan Jungsoo menunggu pengobatan Siwon. Saat ini keduanya lebih merasa khawatir. Mengingat pengobatan pertama dapat dikatakan gagal. Mereka takut Siwon akan kembali terjebak di masa lalunya. Beruntung jika Siwon dapat kembali dengan cepat seperti hari ini. Tetapi jika laki-laki itu terjebak untuk waktu yang lama, mereka tidak akan tau apa yang bisa terjadi pada Siwon.

“Arggh!” Yongri tiba-tiba memekik pelan sembari memegangi perutnya. Jungsoo yang berada di samping gadis itu terlihat terkejut.

“Yongri-ssi, ada apa?” Tanya Jungsoo.

“P–perutku..” Desis Yongri. Wajahnya terlihat kesakitan dan ia terus memegangi perutnya.

“A–apa yang terjadi pada perutmu?” Jungsoo terlihat benar-benar khawatir, namun ia tidak tau harus melakukan apa saat ini.

“Aargghh!! Perutku..argghh!!” Teriakan kesakitan Yongri semakin keras.

Tangan gadis itu bergerak-gerak untuk mencari pegangan. Jungsoo yang awalnya terlihat ragu akhirnya mengulurkan tangannya pada Yongri. Yongri langsung menyambutnya dan menggenggam tangan Jungsoo dengan erat. Sebagai pelampiasan untuk rasa sakit yang sedang dirasakannya.

“A–apa aku perlu memanggil dokter?” Tanya Jungsoo. Dengan susah payah Yongri mengangguk.

“Ayo, aku akan mengantarmu ke dokter kandungan.” Ujar Jungsoo.

Jungsoo membantu Yongri berdiri dengan melingkarkan tangannya pada bahu gadis itu. Ia tidak memiliki pilihan lain selain merangkul Yongri, jika tidak ingin gadis itu terjatuh. Jungsoo yakin jika Siwon melihatnya seperti ini, Siwon akan sangat marah. Namun Jungsoo tidak peduli. Keselamatan Yongri dan calon anak Siwon adalah yang terpenting.

“Bertahan sebentar, eo?” Pinta Jungsoo. Yongri tidak menanggapi ucapan Jungsoo. Wajahnya terlihat pucat dan juga dipenuhi oleh keringat. Jungsoo tidak dapat membayangkan rasa sakit yang sedang diderita gadis itu.

“Astaga aku berharap tidak terjadi apa-apa padamu dan calon anak kalian.” Gumam Jungsoo.

Tiba-tiba Jungsoo merasa tubuh Yongri terasa sangat berat. Saat ia menatap gadis itu, ia dapat melihat mata Yongri yang telah sayu. Dan beberapa saat kemudian terpejam dengan sempurna. Jungsoo menghentikan langkahnya saat melihat Yongri pingsan.

“Yongri-ssi! Yongri-ssi, bangun!” Rangkulan tangan Jungsoo semakin erat di lengan Yongri.

“Sial, kenapa harus sekarang kau pingsan.” Umpat Jungsoo.

Jungsoo segera menggendong Yongri di depan dadanya. Ia tidak menyangka jika Yongri memiliki bobot tubuh yang cukup berat. Karena selama ini Jungsoo berpikir bahwa Yongri memiliki tubuh yang mungil. Atau karena gadis itu sedang hamil?

“Suamimu akan membunuhku jika tau aku menggendongmu seperti ini. Tetapi aku tidak memiliki pilihan lain.” Kata Jungsoo pada Yongri. Seolah gadis itu dapat mendengar ucapannya. Jungsoo mempercepat langkahnya untuk mencari dokter. Ia takut terjadi apa-apa pada Yongri dan bayi di dalam kandungannya.

“Dokter!!”

——

“Apa yang kau rasakan?” Tanya Donghae pada Siwon.

“Kepalaku sedikit sakit.” Jawab Siwon dengan lemah.

“Bagaimana dengan tubuhmu yang lain? Apa ada yang sakit?” Tanya Donghae lagi.

“Tidak ada.” Jawab Siwon berbohong. Sejujurnya ia merasa sekujur tubuhnya terasa sangat pegal dan lelah. Namun Siwon tidak mau menunjukkannya.

“Pengobatan kedua ini bisa dikatakan berhasil.” Ujar Dokter Oh. Siwon dan Donghae menatap dokter tersebut seolah menanti penjelasannya.

“Tuan Choi tidak pingsan dan jiwanya tidak terjebak di masa lalu kembali. Itu pertanda bahwa Tuan Choi sudah mulai bisa menerima semua luka yang dirasakannya di masa lalu.” Jelas Dokter Oh.

“Wajahmu masih terlihat pucat dan aku menebak bahwa tubuhmu terasa sangat lelah saat ini. Jika kondisimu tidak seperti ini di saat pengobatan selanjutnya, maka pengobatan Anda benar-benar berhasil.” Kata Dokter Kim.

“Kami akan segera mencari waktu yang pas untuk pengobatan selanjutnya. Saya harap Anda dapat menjaga kesehatan Anda sampai saat itu, Tuan Choi.” Ujar Dokter Park.

“Saya mengerti.” Sahut Siwon.

“Kami permisi dulu.” Pamit Dokter Park. Setelah mendapat anggukan dari Siwon dan Donghae, ketiga dokter tersebut segera meninggalkan ruang rawat Siwon.

“Dimana Yongri dan Jungsoo hyung?” Tanya Siwon bingung. Kedua orang itu tidak kunjung masuk setelah para dokter meninggalkan ruangan tersebut.

“Aku tidak tau. Bukankah mereka berada di luar?” Ujar Donghae sembari menatap Siwon.

“Aku akan memeriksa mereka.” Kata Donghae kemudian. Siwon mengangguk setuju.

Donghae segera berbalik untuk meninggalkan ruang rawat Siwon. Baru saja ia hendak membuka pintu, pintu sudah terbuka lebih dulu dari luar. Donghae terkejut saat melihat sosok Jungsoo yang terlihat berkeringat dan juga kelelahan.

“Oh, hyung!” Ucap Donghae.

“Oh, Donghae-ya.” Balas Jungsoo.

“Bagaimana keadaan Siwon?” Tanya Jungsoo. Donghae tersenyum sembari menunjuk Siwon yang masih berbaring di atas tempat tidur.

“Dia baik-baik saja, hyung.” Jawab Donghae. Jungsoo terlihat lega dan segera masuk ke kamar Siwon.

“Kau kenal aku, kan?” Tanya Jungsoo.

“Tentu saja, hyung.” Jawab Siwon dengan tersenyum geli.

“Dimana Yongri?” Tanya Siwon kemudian. Ia menatap ke belakang Jungsoo namun tidak menemukan keberadaan istrinya itu. Wajah Jungsoo terlihat panik saat Siwon menanyakan tentang Yongri.

“Hyung?” Siwon menyadari perubahan raut wajah Jungsoo. Donghae ikut menatap Jungsoo dengan bingung.

“Itu–“

“Terjadi sesuatu pada Yongri?” Tebak Siwon. Ia sudah mengubah posisinya menjadi duduk dan wajah pucatnya terlihat sangat khawatir.

“S–saat kau sedang melakukan pengobatanmu tadi, tiba-tiba perutnya sakit. Lalu, dia–“

“Dimana Yongri sekarang?” Tanya Siwon cepat. Laki-laki itu sudah melepaskan infus yang terpasang ditangannya.

“Yah, Siwon-ah. Kau harus istirahat.” Kata Donghae khawatir.

“Aku tanya dimana Yongri sekarang?!” Siwon meninggikan suaranya. Jungsoo terdiam karena terkejut mendengar suara Siwon yang terdengar seperti bentakan untuknya.

“Jungsoo Hyung!”

“E–eo, dia berada di ruang 815. Yongri harus mendapat perawatan karena kandungannya–“

“Siwon-ah!”

Jungsoo lagi-lagi tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena teriakan Donghae. Siwon yang sudah turun dari tempat tidur hampir terjatuh karena kondisinya yang belum stabil. Rasa sakit dikepalanya juga belum hilang dan laki-laki itu memaksakan dirinya untuk bangun.

“Tubuhmu masih lemah, Siwon-ah. Tidakkah kau mendengar pesan Dokter Park tadi? Kau harus menjaga kondisimu hingga pengobatan berikutnya.” Kata Donghae terdengar kesal.

“Aku baik-baik saja. Aku harus menemui istriku, Lee Donghae!” Siwon menepis tangan Donghae yang memegangi tubuhnya.

Siwon menatap Donghae dengan tajam, sebelum akhirnya berjalan tertatih meninggalkan kamarnya. Ruangan Yongri berada di lantai yang sama dengannya. Itu berarti Siwon hanya perlu melewati koridor yang panjang ini untuk menemui Yongri.

Setelah menemukan ruang rawat Yongri, tanpa membuang waktu, Siwon langsung membukanya. Ia menemukan Yongri yang sedang berbaring dan sedang menatapnya dengan terkejut saat ini. Siwon mempercepat langkahnya untuk menghampiri Yongri. Wajahnya terlihat sangat khawatir.

“Oppa..” Yongri mengubah posisinya menjadi duduk.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon sembari menangkup wajah Yongri.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri.

“Bagaimana dengan bayi di dalam kandunganmu?” Tanya Siwon lagi.

“Dia juga baik-baik saja.” Terdengar helaan nafas lega dari Siwon.

“Oppa, kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat. Apa pengobatanmu berhasil?” Yongri memegang tangan Siwon. Siwon tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.

“Aku tidak terjebak di masa lalu.” Kata Siwon.

Donghae dan Jungso datang di saat Yongri hendak menyuarakan rasa leganya. Sepasang suami istri itu langsung memusatkan perhatian mereka kepada dua laki-laki yang baru saja tiba tersebut. Wajah Jungsoo masih terlihat lelah, sedangkan Donghae terlihat lebih santai.

“Kau baik-baik saja, Yongri-ssi?” Tanya Donghae.

“Ya, Dokter Lee. Karena tidak terlalu banyak makanan yang aku konsumsi akhir-akhir ini, sepertinya bayi kami melakukan protes.” Jawab Yongri dengan bercanda.

“Kau masih bisa bercanda?” Ujar Siwon. Laki-laki itu menatap Yongri dengan kesal. Yongri membalas tatapan Siwon diiringi dengan cengiran kecil.

“Kau bisa saja membahayakan dirimu dan bayi di dalam kandunganmu itu. Dan jika itu terjadi, kau pikir aku bisa memaafkan diriku sendiri?” Ucap Siwon kesal. Melihat kekesalan Siwon yang tidak main-main membuat Yongri merasa bersalah.

“Maaf.” Sesalnya.

“Ya! Ya! Sudahlah. Yang terpenting adalah kalian semua baik-baik saja.” Kata Jungsoo menengahi. Ia tidak ingin merasakan suasana canggung akibat perselisihan kecil sepasang suami istri tersebut.

“Jungsoo hyung benar. Kau tidak boleh melupakan makananmu mulai sekarang, Yongri-ssi. Dan kau perbanyaklah beristirahat, Siwon-ah. Kau harus tetap sehat sampai pengobatan selanjutnya.” Pesan Donghae.

“Aku mengerti.” Sahut Siwon pelan.

“Hyung, sebaiknya kita tinggalkan mereka.” Kata Donghae. Jungsoo mengangguk setuju.

Kedua laki-laki itu segera keluar dari kamar rawat Yongri setelah berpamitan. Meninggalkan Siwon dan Yongri dalam suasana yang sedikit aneh menurut mereka. Sebelumnya kedua orang itu saling mengkhawatirkan. Namun saat ini mereka terlihat seperti orang asing–lagi–yang tampak tidak saling mengenal.

“Istirahatlah.” Ucap keduanya secara bersamaan. Mereka saling menatap beberapa saat, sebelum akhirnya tertawa kecil.

“Oppa, beristirahatlah. Wajahmu terlihat benar-benar pucat.” Kata Yongri khawatir.

“Aku baik-baik saja. Ini hanya karena sedikit kelelahan. Kau tidurlah. Aku akan menemanimu di sini.” Siwon menduduki kursi yang berada di samping tempat tidur Yongri.

“Tetapi kau harus beristirahat, oppa. Kata Dokter Lee–“

“Ck!” Yongri menghentikan ucapannya saat mendengar Siwon berdecak keras.

“Jangan dengarkan Donghae. Kau tau bahwa aku paling tidak suka saat kau memandangku sebagai laki-laki lemah.”

“Bukan itu maksudku, oppa.” Bantah Yongri. Ia sama sekali tidak memandang Siwon sebagai laki-laki lemah. Ia hanya mengkhawatirkan kondisi laki-laki itu.

“Aku tau. Sudah, tidak perlu membahasnya lagi. Tidurlah.” Ucap Siwon dengan tersenyum kecil.

Yongri menghela nafas dan memilih mengalah. Ia segera berbaring dengan Siwon yang membantu membenarkan letak selimutnya. Gadis itu sudah bersiap memejamkan matanya saat tiba-tiba sebuah ide cemerlang melintas dikepalanya.

“Oppa.” Panggilnya pada Siwon.

“Apa lagi?” Sahut Siwon geram bercampur gemas. Ia hanya ingin istrinya itu beristirahat, tetapi gadis keras kepala itu terus menguji kesabarannya. Yongri menatap Siwon dengan takut-takut.

“Itu, aku hanya ingin mengatakan bahwa kita bisa berbagi tempat tidur disini.” Ucap Yongri pelan.

Siwon terdiam untuk beberapa saat, setelah mendengar ucapan gadis itu. Ia terus menatap Yongri yang sedang menundukkan kepalanya. Wajahnya saat ini terlihat malu-malu dan juga takut. Beberapa menit kemudian, tawa kecil Siwon terdengar oleh telinga Yongri. Membuat gadis itu segera mendongak untuk menatap Siwon.

“A–apa yang kau–tertawakan?” Tanya Yongri.

“Tidak ada.” Jawab Siwon sembari menahan tawanya.

“Aku akan tidur.” Kata Yongri.

“Kau bilang ingin berbagi tempat tidur denganku?”

“Eo? Aku pikir kau tidak mau.” Gumam Yongri.

Yongri segera menggeser tubuhnya untuk memberikan ruang pada Siwon. Siwon segera naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Yongri. Ia mengulurkan tangannya dan membiarkan Yongri berbaring dilengannya. Yongri menatap Siwon sesaat, sebelum akhirnya berbalik membelakangi laki-laki itu. Tiba-tiba ia merasa malu bertatapan dengan Siwon.

Siwon tersenyum dan merapatkan dirinya pada Yongri. Melingkarkan tangannya yang lain pada perut istrinya itu. Siwon dapat mencium bau wangi dari rambut tebal Yongri. Benar-benar aroma yang dapat menenangkan pikirannya.

“Yongri-ya..” Siwon memanggil pelan.

“Hmm..” Balas Yongri sembari memejamkan matanya. Ia dapat merasakan hembusan nafas Siwon di atas kepalanya.

Siwon tidak mengatakan apa-apa lagi setelah mendapatkan sahutan dari Yongri. Yongri berpikir bahwa laki-laki itu sudah tertidur. Tubuh Siwon sedang lelah, wajar saja jika ia dengan cepat terlelap di atas tempat tidur.

“Aku ingin memaafkan ayah dan ibuku.” Gumam Siwon membuat mata Yongri terbuka dengan lebar. Yongri hendak berbalik dan menatap Siwon, namun Siwon menahannya.

“Jangan berbalik.” Bisik Siwon.

“Oppa..”

“Aku..” Siwon kembali terdiam dan memejamkan matanya.

“Aku mengingat semuanya. Kenangan masa kecilku.” Ujar Siwon. Yongri menggenggam tangan Siwon yang berada di perutnya.

“Bukan hanya kenangan burukku. Tetapi juga kenangan indah. Semuanya terasa sangat nyata, Yongri-ya. Aku bahkan masih bisa merasakan dan mendengarkan tawa bahagia ayah dan ibuku saat itu.”

“Kenangan buruk yang aku alami memang sangat mengerikan. Tetapi kenangan indah yang mereka berikan benar-benar membuatku bahagia saat itu. Aku bahagia saat ibuku memeluk dan menciumku. Aku bahagia saat ayahku pulang bekerja dan membelikan banyak mainan untukku.”

“Semua kenangan itu mengingatkanku bahwa mereka pernah sangat menyayangiku. Sebelum menjadi seorang anak sial, aku hanyalah seorang anak yang dicintai oleh ayah dan ibunya.”

“Oppa..” Yongri benar-benar merasa tidak nyaman mendengar Siwon menyebut dirinya seorang anak sial.

“Aku lelah.” Lirih Siwon. Mata Yongri memanas mendengar semua curahan hati Siwon.

“Aku lelah untuk terus membenci mereka.” Lanjut Siwon.

“Aku hanya ingin hidup tenang bersama kau dan anak kita nanti.” Bisik Siwon. Ia menyembunyikan wajahnya pada rambut Yongri. Pelukannya pada gadis itu semakin erat.

Siwon bersungguh-sungguh dengan apa yang disampaikannya barusan. Ia tidak ingin lagi membenci kedua orangtuanya. Namun bukan berarti Siwon ingin kembali tinggal bersama mereka. Siwon hanya ingin memendam perasaan yang seharusnya dilakukan seorang anak kepada orangtuanya.

Karena dalam beberapa bulan ke depan Siwon akan menjadi seorang ayah. Siwon ingin mengajarkan sesuatu yang baik pada anaknya kelak. Untuk itu Siwon bertekat untuk menghilangkan semua kebenciannya pada Bong Ok dan Kiho.

Yongri membalikkan badannya setelah beberapa tetes airmata mengalir dipipinya. Ia mengusap pipi Siwon dengan salah satu tangannya. Keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat. Yongri tersenyum walaupun airmatanya semakin banyak yang mengalir.

“Bagaimana jika ayahmu terus mengganggapmu sebagai anak sial?” Tanya Yongri pelan. Siwon menurunkan pandangannya sebentar, sebelum akhirnya kembali menatap Yongri.

“Itu adalah haknya, Yongri-ya. Aku hanya akan tetap seperti ini.” Jawab Siwon. Yongri kembali tersenyum.

“Aku sangat bangga padamu.” Bisik Yongri.

“Tidak. Aku tidak melakukan sesuatu yang membanggakan.” Bantah Siwon. Yongri menggelengkan kepalanya.

“Aku dan anak kita tetap bangga padamu.”

“Terima kasih.” Ucap Siwon dengan tersenyum.

Yongri mengangguk pelan. Ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Siwon. Memejamkan matanya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Siwon. Tanpa melakukan pergerakan apapun, kedua bibir mereka menempel selama beberapa detik. Setelah merasa puas, Yongri menjauhkan wajahnya dari wajah Siwon. Keduanya sama-sama tersenyum kecil dan penuh cinta.

“Setelah pengobatanmu selesai, bagaimana jika kita makan malam bersama dengan ibumu, ibuku dan Kyuhyun oppa?” Usul Yongri.

“Ah, kita bisa mengajak Dokter Lee dan Jungsoo-ssi juga.” Kata Yongri.

“Tentu.” Sahut Siwon masih dengan tersenyum.

Senyum Yongri semakin lebar saat Siwon menyetujui usulnya. Sepertinya laki-laki itu memang memutuskan untuk berhenti membenci Bong Ok. Yongri sangat senang dengan keputusan–sulit–yang diberikan Siwon.

“Sekarang kau harus beristirahat.” Kata Siwon.

“Kau juga, oppa.” Balas Yongri. Siwon mengangguk.

Yongri segera mencari posisi nyaman untuk dirinya tidur. Masih dengan berbantalkan lengan Siwon dan berhadapan dengan laki-laki itu, Yongri memejamkan matanya. Siwon terus menatap gadis itu tanpa menghilangkan senyumnya.

Siwon merasa beban dalam dirinya benar-benar terangkat. Ia tidak menyesali sama sekali keputusan yang baru saja diambilnya. Ia juga tau bahwa keputusan tersebut membuat Yongri senang. Siwon mengikuti jejak Yongri dengan memejamkan matanya. Mulai saat ini, ia hanya akan memikirkan kebahagiaannya bersama keluarga kecilnya.

——

One Week Later

Siwon telah menyelesaikan pengobatannya di rumah sakit. Ia sudah pulang ke apartemennya dua hari yang lalu. Tidak ada yang tau apakah pengobatan yang dilakukan Siwon benar-benar berhasil atau tidak. Semuanya akan terbukti setelah ia bertemu dengan Kiho.

Sesuai apa yang diinginkan Yongri saat itu, malam ini keluarga Siwon dan keluarga Yongri akan mengadakan makan malam bersama. Makan malam dilakukan di apartement Siwon, dengan Yongri yang memasak semua makanan. Kemampuan memasak gadis itu tidak perlu diragukan, sehingga Siwon tidak menolak saat Yongri yang menawarkan diri untuk memasak makan malam.

“Oppa, tolong ambilkan saus itu.” Pinta Yongri yang terlihat sibuk. Siwon yang baru saja memasuki dapur segera melakukan permintaan gadis itu.

“Terima kasih. Kau bisa kembali menemani Dokter Lee dan Jungsoo-ssi.” Kata Yongri setelah menerima semangkuk saus dari Siwon.

“Cih! Apa gunanya mereka datang lebih cepat jika tidak membawa apapun dan hanya duduk seperti orang bodoh?” Gerutu Siwon. Yongri tersenyum kecil mendengar ocehan Siwon.

“Semua bahan makanan ada di dalam kulkas, oppa. Kita tidak membutuhkan apapun lagi.” Ujar Yongri mencoba membela kedua laki-laki yang sangat dekat dengan Siwon tersebut.

“Tapi tetap saja, bagaimana bisa mereka datang dengan tangan kosong?” Gumam Siwon yang tidak beranjak sedikit pun dari sisi Yongri.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

“Ya?” Sahut Yongri tanpa menatap Siwon. Ia sedang sibuk mencampuri beberapa sayuran dengan saus yang diberikan Siwon tadi.

“Lihat aku.” Kata Siwon.

“Aku sedang sibuk, oppa.” Ujar Yongri.

“Sebentar saja.” Pinta Siwon. Yongri menoleh.

“Ada–” gadis itu tidak dapat melanjutkan ucapannya saat bibirnya tiba-tiba saja menyatu dengan bibir Siwon. Hanya sebentar dan setelah itu Siwon menjauhkan wajahnya dari wajah Yongri. Ia menatap Yongri dengan senyum kekanakkan.

“Yah, apa yang baru saja kalian lakukan?” Ujar Donghae yang tiba-tiba sudah berada di dapur.

Siwon dan Yongri sama-sama menoleh untuk menatap Donghae. Namun setelahnya Yongri kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Ia tidak dapat menahan wajahnya yang memanas dan memerah. Benar-benar merasa malu saat ada orang lain yang melihatmu sedang berciuman.

Tetapi, ia dan Siwon tidak berciuman, kan? Bibir mereka hanya menempel saja, kan? Apa itu bisa disebut berciuman?

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon acuh. Ia tidak peduli jika Donghae dan Jungsoo melihatnya sedang mencium Yongri. Jungsoo hanya tertawa kecil. Ia sudah terlalu biasa melihat Siwon dan Yongri sedang bermesraan.

“Aku pikir ada yang bisa aku bantu.” Jawab Donghae sembari mendekati Siwon.

“Jika kau duduk diam saja di sana, kau sudah sangat membantu, Lee Donghae.” Sindir Siwon. Donghae tertawa pelan.

“Kalian bisa bermesraan saat kami pulang nanti, Presdir Choi.” Ujar Donghae.

“Lagipula, apa kau tidak kasihan pada Jungsoo hyung? Di usianya yang sudah setua ini ia bahkan belum menikah. Kau jangan mengejeknya dengan bermesraan dihadapannya.” Lanjut Donghae.

“YA!” Teriak Jungsoo tidak terima. Ia sedari tadi hanya diam namun Donghae malah mengejeknya. Yongri tidak dapat menahan senyumnya mendengar ejekan Donghae pada Jungsoo.

“Kenapa? Kenapa, hyung? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” Tanya Donghae dengan wajah polosnya. Wajah Jungsoo terlihat kesal mendengar pertanyaan polos Donghae. Namun setelahnya ia menghela nafas sembari menundukkan kepalanya.

“Tidak juga.” Jawab Jungsoo membuat tawa Donghae dan Siwon pecah.

Yongri menatap Siwon yang sedang tertawa. Ia benar-benar senang melihat laki-laki itu sudah pandai mengekspresikan dirinya. Siwon sudah tidak terlalu menutup dirinya. Yongri kembali tersenyum dengan perasaan lega.

“Kalian pergilah dari sini. Biarkan istriku memasak dengan tenang.” Kata Siwon setelah tawanya menghilang.

“Kau temanilah mereka, oppa. Aku bisa melakukannya sendiri.” Ujar Yongri.

“Yongri benar. Jika kau berada di sini, ia malah tidak bisa berkonsentrasi memasak.” Kata Donghae.

“B–bukan seperti itu, Dokter Lee.” Bantah Yongri cepat. Ia tidak mungkin membenarkan ucapan Donghae, kan?

“Jangan coba-coba menggoda istriku, Lee Donghae.” Desis Siwon.

“Aku mengerti. Aku mengerti.” Sahut Donghae.

“Ayo, hyung. Kita tinggalkan mereka.” Donghae merangkul pundak Jungsoo dan meninggalkan dapur.

“Pergilah temani mereka, oppa.” Desak Yongri.

“Aku mau menemanimu disini.” Ucap Siwon.

“Aku tidak apa-apa sendiri.”

“Kenapa? Apa kau benar-benar tidak bisa berkonsentrasi jika aku ada disini?”

Yongri menatap Siwon dengan matanya yang memicing. Ia hanya merasa tidak enak jika meninggalkan tamu sendirian. Walaupun sebenarnya Jungsoo dan Donghae bukanlah orang-orang yang bisa dikatakan tamu. Mereka sudah seperti keluarga untuk Siwon.

“Baiklah, aku pergi.” Kata Siwon mengalah. Ia menarik kepala Yongri dan memberikan ciuman hangat di pelipis gadis itu. Setelahnya ia benar-benar meninggalkan dapur seperti permintaan Yongri.

Siwon mendatangi ruang tengah, tempat di mana Donghae dan Jungsoo berada. Ia duduk di salah satu sofa single yang ada di sana. Menatap televisi yang sedang menampilkan berita mengenai perekonomian Korea Selatan.

“Hyung..” Panggil Siwon.

“Eo?” Sahut Jungsoo tanpa menatap Siwon. Laki-laki itu sedang berkutat dengan ponselnya.

“Kau tidak berpikir untuk menikah?” Tanya Siwon. Gerakan jari Jungsoo pada ponselnya terhenti sebentar, sebelum akhirnya jari laki-laki itu kembali menari pada layar ponselnya.

“Seperti kata Donghae, usiamu sudah sangat cukup untuk membangun rumah tangga.” Kata Siwon.

“Benar, hyung. Kau tidak boleh kalah dari Siwon. Seharusnya kau yang lebih dulu memiliki anak.” Timpal Donghae. Siwon melirik Donghae sembari mendengus. Bukan itu maksud ucapannya barusan.

“Aku belum memikirkannya. Lagipula aku masih nyaman bekerja saat ini.” Ucap Jungsoo.

“Kau akan tetap menjadi sekretaris pribadiku walaupun sudah menikah nanti, hyung.”

“Aku tau.”

“Jangan bilang jika kau masih mengharapkan wanita yang meninggalkanmu beberapa tahun yang lalu itu, hyung.”

“Dia terpaksa meninggalkanku.” Sela Jungsoo.

“Jadi benar kau masih mengharapkannya?” Tebak Siwon. Donghae hanya menatap kedua laki-laki itu sembari menikmati makanan ringan yang disediakan oleh Yongri.

Jungsoo menghela nafas panjang dan meletakkan ponselnya di atas paha. Sudah lama ia tidak membahas tentang wanita yang sangat dicintainya itu. Walaupun begitu, rasanya tetap sama. Jungsoo tetap merasa berdebar saat mengingat wanita itu.

“Aku ingin bertemu dengannya sekali lagi. Jika dia belum menikah, aku ingin memperjuangkannya kembali. Tetapi jika dia sudah menikah, aku akan mencoba merelakannya. Aku akan melanjutkan hidupku dan menikah seperti keinginan kalian.” Ujar Jungsoo dengan tersenyum kecil.

Siwon menatap Jungsoo dengan prihatin. Jika dulu, ia mungkin akan menganggap Jungsoo berlebihan dalam mencintai seseorang. Tetapi setelah memiliki Yongri di dalam hidupnya, Siwon sangat mengerti bagaimana perasaan laki-laki yang sudah dianggapnya saudara itu.

“Oh, Nyonya Kang!” Donghae yang menyadari kehadiran Bong Ok segera berdiri dan membungkukkan badannya untuk menyapa wanita itu.

Siwon dan Jungsoo segera menoleh saat melihat apa yang dilakukan oleh Donghae. Saat mereka juga menyadari kehadiran Bong Ok, kedua laki-laki itu ikut berdiri. Jungsoo melakukan seperti yang dilakukan Donghae. Sedangkan Siwon hanya berdiri dengan kaku.

Bong Ok tersenyum canggung menatap ketiga laki-laki yang berdiri beberapa langkah dihadapannya. Ia menatap Siwon sedikit lebih lama, sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu.

“Dimana Yongri?” Tanya Bong Ok.

“Yongri sedang memasak di dapur, Nyonya Kang.” Jawab Jungsoo.

“Ah, kalau begitu aku akan membantunya.” Ujar Bong Ok dan segera membalikkan badannya.

“Eo–eomma.” Suara Siwon terdengar pelan dan bergetar.

Jungsoo dan Donghae terlihat terkejut saat mendengar Siwon memanggil Bong Ok. Namun yang lebih terkejut adalah Bong Ok. Ia tidak menyangka jika Siwon akan memanggilnya. Walaupun Bong Ok belum tau apa tujuan Siwon melakukannya. Bong Ok kembali berbalik dan menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Ikutlah denganku. Ada yang ingin aku bicarakan.” Kata Siwon. Ia segera meninggalkan ruang tengah untuk menuju ke ruang kerjanya. Diikuti oleh Bong Ok dibelakangnya.

“Yah, hyung. Siwon tidak mungkin berniat untuk mengusir Nyonya Kang, kan?” Ucap Donghae panik.

“Tidak mungkin. Ini adalah makan malam keluarga. Mereka tidak mungkin mengundang Nyonya Kang jika hanya untuk mengusirnya kembali.”

“Kau benar. Tetapi aku benar-benar cemas, hyung. Tidak biasanya Siwon bersedia berbicara dengan Nyonya Kang.”

“Kita tidak pernah bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran Siwon.” Gumam Jungsoo.

“Lagi-lagi kau benar, hyung.” Sahut Donghae.

——

“Duduklah.” Siwon mempersilahkan Bong Ok duduk di sofa yang berada di ruang kerjanya.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu? Kau baik-baik saja, kan? Pengobatanmu berhasil, kan?” Tanya Bong Ok beruntun.

Siwon mengajaknya berbicara adalah suatu ketidakmungkinan menurut Bong Ok. Sehingga jika tiba-tiba laki-laki itu ingin mengajaknya berbicara, sudah pasti terjadi sesuatu yang buruk. Bong Ok berharap sesuatu yang buruk tersebut tidak terjadi pada Siwon dan keluarga kecilnya.

Ataukah karena Siwon ingin memintanya untuk menghilang dari kehidupan laki-laki itu? Siwon ingin memutuskan hubungan darah dengannya? Apakah itu penyebab Siwon ingin berbicara padanya saat ini?

“Siwon-ah, kau tidak perlu khawatir. Eomma–“

“Maafkan aku.” Sela Siwon sembari menundukkan kepalanya. Bong Ok terdiam. Ia tidak terlalu mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Siwon.

“Maafkan aku, eomma.” Kata Siwon lagi. Bong Ok tidak dapat menahan kedua matanya yang berkaca-kaca. Ia tidak tau apa maksud permintaan maaf Siwon. Tetapi saat mendengar laki-laki itu meminta maaf padanya, hati Bong Ok terasa campur aduk.

“A–apa maksudmu?” Tanya Bong Ok. Siwon masih tetap menundukkan kepalanya. Seolah tidak berani untuk menatap Bong Ok.

“Maaf atas sikap kasarku padamu selama ini.” Ujar Siwon.

“Siwon-ah..” Bong Ok benar-benar tidak dapat menutupi keterkejutannya saat ini.

“Maaf karena sudah membencimu selama ini.”

“Tidak, Siwon-ah. Kenapa kau berkata seperti itu?” Tiba-tiba Bong Ok merasa takut. Bagaimana jika Siwon sedang sakit keras, hingga membuatnya meminta maaf atas kesalahannya selama ini?

“Apa yang terjadi padamu, huh? Apa kau sakit?”

“Aku mengingat semua kenangan indah kita, eomma.” Ujar Siwon dengan tersenyum kecil. Walaupun Bong Ok tidak dapat melihatnya, wanita itu dapat merasakannya.

“Kenangan indah dimana ada kau, aku, dan juga..appa.”

“Selama ini aku tidak mengingatnya. Tidak, diriku sengaja melupakannya. Karena aku sangat membencimu dan appa. Tetapi pengobatan itu membuatku mengingat semuanya. Aku dapat mengingat dengan jelas bagaimana hangatnya pelukanmu saat itu.” Bong Ok tidak dapat menahan airmatanya yang mengalir.

“Saat appa menggendongku dibahunya, saat appa mengusap kepalaku, dan saat appa mengajakku bermain. Aku dapat mengingat semuanya dengan jelas, seperti baru saja terjadi kemarin.”

“Bagaimana dengan kenangan burukmu?” Tanya Bong Ok. Siwon mendongakkan kepalanya untuk menatap Bong Ok. Mata laki-laki itu memerah. Ia sedang menahan airmata yang sedang berdesakan untuk mengalir.

“Aku tidak pernah melupakannya.” Jawab Siwon.

“Kau pikir apa yang membuatku membencimu selama ini? Itu semua karena kenangan burukku tidak pernah aku lupakan.”

“Lalu, apa saat ini kau sudah melupakannya? Itukah yang membuatmu meminta maaf padaku?” Ucap Bong Ok.

“Tidak. Aku tidak akan pernah bisa melupakannya.” Kata Siwon.

“Hanya saja, aku tidak ingin lagi memendam kebencian padamu dan appa. Aku hanya ingin hidup tenang dan bahagia bersama Yongri serta anakku nanti. Aku tau bahwa selama ini aku sudah sangat kasar dan bersikap kurang ajar padamu. Jika kau tidak mau memaafkanku, aku tidak akan memaksamu.”

“Aku sangat berharap dapat makan malam dengan tenang malam ini. Bersama denganmu dan keluarga Yongri.”

“Kau tidak perlu menanggapi permintaan maafku sekarang. Aku tau ini semua sangat tiba-tiba untukmu. Sekali lagi aku harap, kita bisa bersikap normal dihadapan mereka. Layaknya ibu dan anak.”

Setelah mengatakannya, Siwon segera berdiri. Ia hendak meninggalkan Bong Ok dan membiarkan wanita itu berpikir. Ia yakin Bong Ok sangat terkejut dengan apa yang dikatakannya tadi. Siwon tau, seharusnya ia mengubah sikapnya terlebih dahulu, sebelum meminta maaf pada Bong Ok.

Tetapi Siwon hanya tidak tau harus bersikap seperti apa. Dalam belasan tahun ini ia hidup bersama Bong Ok dengan penuh kebencian. Ia tidak bisa secara langsung mengubah sikapnya menjadi hangat pada Bong Ok.

“Maafkan aku.”

Siwon menghentikan langkahnya saat mendengar suara lirih Bong Ok. Dengan gerakan perlahan, laki-laki itu berbalik untuk menatap Bong Ok. Bong Ok juga sedang menatapnya dengan wajahnya yang basah. Siwon merasa bingung karena airmata Bong Ok semakin banyak mengalir.

“Maafkan aku karena tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu.” Sesal Bong Ok. Bong Ok berdiri dan mendekati Siwon.

“Aku pantas mendapatkan kebencian darimu. Jika saja aku bisa melindungimu dari ayahmu, kau tidak mungkin memiliki trauma. Dan aku juga menyesal telah membuatmu menyaksikan bagaimana aku menjual tubuhku untuk mendapatkan uang.” Isak Bong Ok.

Siwon mengepalkan kedua tangannya mendengar kesakitan yang dirasakan Bong Ok selama ini. Seharusnya Siwon menyadari bahwa bukan dirinya saja yang terluka selama ini. Bong Ok sama terlukanya seperti dirinya.

“Eomma..” Lirih Siwon.

“Aku bukan ibu yang baik. Kau tidak seharusnya meminta maaf padaku.” Kata Bong Ok.

“Tidak, eomma. Aku tau bahwa kau melakukan semuanya untukku. Aku hanya terlalu egois dan menutup mataku atas apa yang kau lakukan.” Bantah Siwon. Siwon tiba-tiba berlutut dan menyatukan kedua tangannya di depan dadanya.

“Maafkan aku, eomma. Aku mohon maafkan aku.” Pinta Siwon.

“Apa yang kau lakukan, Siwon-ah? Cepat berdiri.” Kata Bong Ok dengan gusar.

“Aku akan berdiri setelah kau memaafkanku, eomma.”

“Aku tidak pernah mempermasalahkan semua sikap kasarmu padaku. Untuk itu tidak ada yang perlu dimaafkan, Siwon-ah. Sampai kapanpun kau tetap akan menjadi anakku, kau harus ingat itu.”

“Cepat berdiri.” Bong Ok menarik lengan Siwon untuk berdiri.

Bong Ok memang tidak pernah membenci Siwon. Ia sadar bahwa apa yang dilakukannya dulu adalah salah. Sudah sewajarnya jika Siwon membencinya dan selalu bersikap kasar.

“Kita lupakan saja semua masa lalu. Di masa depan, jangan pernah membahas hal ini lagi. Karena semua ini hanya membuat kita sama-sama terluka.” Ucap Bong Ok. Siwon mengangguk dan tersenyum kecil.

“Ya, eomma.”

“Terima kasih karena sudah tidak membenciku lagi, Siwon-ah. Aku benar-benar bisa bernafas dengan lega sekarang.”

“Terima kasih juga karena tidak pernah meninggalkanku, eomma.” Kata Siwon dengan tersenyum tulus.

——

Setelah Jung Ah dan Kyuhyun datang, mereka segera memulai acara makan malam di apartement Siwon. Berbagai makanan tersaji di atas meja dan tentu saja semua hasil masakan Yongri. Yongri merasa sangat bangga saat melihat semua yang ada di sana dapat menikmati masakannya.

“Oppa, makan ini.” Yongri menaruh sayuran di atas nasi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun berdecak dan menatapnya dengan kesal.

“Kau tau aku tidak memakan sayuran, Choi Yongri.” Desis Kyuhyun.

“Aku tau, oppa. Tetapi kau sekarang adalah seorang artis. Kau harus menjaga kesehatan wajah serta tubuhmu. Yaitu dengan memakan banyak sayuran.” Ucap Yongri dengan tersenyum polos. Kyuhyun mencibir dan menaruh sayuran tersebut di atas nasi Yongri.

“Oppa!” Protes Yongri.

“Yah, kenapa kalian memainkan makanan seperti itu?” Tegur Jung Ah.

Semua yang ada di sana menyantap makan malam mereka sembari tersenyum geli, kecuali Siwon. Laki-laki itu justru menatap Yongri dan Kyuhyun–secara bergantian–dengan wajah tidak suka. Ia sangat tidak suka melihat kedekatan kedua saudara yang tidak memiliki ikatan darah tersebut.

“Bukan aku, eomma. Aku hanya–“

“Eommoni, kau tau bahwa aku tidak suka sayuran ‘kan? Tidak ada yang bisa memaksaku memakan makanan berwarna hijau itu.” Kyuhyun menjulurkan lidahnya dihadapan Yongri.

“Mereka sangat manis.” Kata Bong Ok pada Jung Ah. Tetapi Jung Ah tidak menyetujui ucapan besannya itu. Bertengkar saat makan bukanlah tindakan yang baik.

“Biarkan saja kakakmu, Yongri-ya. Kau makanlah sendiri.” Ujar Jung Ah. Kyuhyun lagi-lagi menjulurkan lidahnya pada Yongri, hingga membuat Yongri kesal.

“Kau baik-baik saja, Siwon-ah?” Bisik Jungsoo yang duduk disamping kirinya. Siwon tidak memperdulikan pertanyaan Jungsoo. Ia hanya terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Pelan-pelan, oppa. Kau bisa tersedak.” Kata Yongri mengingatkan Siwon.

“Yongri-ya, bisa kau ambilkan daging itu untukku?” Pinta Kyuhyun dengan menahan senyumnya.

Mata Kyuhyun melirik pada Siwon yang terlihat semakin kesal. Ia tau bahwa adik iparnya itu sedang cemburu. Padahal Kyuhyun sudah mengatakan bahwa ia hanya menganggap Yongri sebagai adik, begitu pun sebaliknya. Melihat kecemburuan Siwon membuat Kyuhyun merasa senang untuk menggodanya.

“Tadi saat aku memberikanmu sayuran kau mendebatku. Sekarang kau memintaku mengambilkan daging untukmu.” Gerutu Yongri, namun tetap melakukan apa yang diminta Kyuhyun.

“Seharusnya kau membawa manajermu kemari, Kyuhyun-ssi. Agar ia bisa melayanimu saat makan.” Sindir Siwon. Mendengar itu membuat Kyuhyun tidak bisa menahan tawanya. Membuat Siwon cemburu ternyata menyenangkan. Secara tidak langsung Kyuhyun mengetahui bahwa pria itu sangat menyayangi Yongri.

“Ada yang lucu?” Siwon menatap Kyuhyun dengan kedua alis yang bertaut.

“Tidak, tidak ada.” Kata Kyuhyun dengan menahan tawanya.

“Aku akan memikirkan saranmu, Siwon-ssi.” Lanjut Kyuhyun. Siwon mencibir pelan.

“Bagaimana keadaan calon cucu kami, Yongri-ya? Dia baik-baik saja, kan?” Tanya Bong Ok.

“Dia baik-baik saja, eommonim.” Jawab Yongri.

“Yongri sempat di rawat di rumah sakit seminggu yang lalu, eomma.” Kata Siwon.

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Jung Ah dan Bong Ok secara bersamaan. Wajah mereka terlihat khawatir, begitu pun dengan Kyuhyun. Siwon terlihat hendak menjawab, namun Yongri menghentikannya.

“Tidak ada yang serius, eomma, eommonim. Aku hanya tidak bernafsu makan dan sepertinya cucu kalian melakukan protes.” Jawab Yongri menjelaskan.

“Sekarang Yongri sudah baik-baik saja.” Ujar Donghae mencoba untuk menenangkan dua wanita paruh baya tersebut. Walaupun ia bukan dokter kandungan, ia tetaplah seorang dokter. Mereka akan lebih tenang mendengar ucapannya.

“Sediakan susu untuk ibu hamil yang banyak mulai sekarang, Siwon-ah. Jika Yongri tidak nafsu makan, paling tidak dia bisa minum susu.” Ucap Jung Ah.

“Ya, eommonim.”

“Dan kau tidak boleh egois mulai sekarang, Yongri-ya. Makananmu tidak hanya untukmu. Pikirkan calon bayi di dalam kandunganmu itu.” Pesan Jung Ah.

“Ya, eomma.” Sahut Yongri patuh.

“Jika kau ingin makan sesuatu, katakan saja padaku. Aku akan membelikannya untukmu.” Kata Kyuhyun.

“Aku bisa melakukannya, Kyuhyun-ssi. Lagipula bukankah kau sibuk sebagai seorang penyanyi?” Sela Siwon.

“Aku bisa meluangkan waktu untuk adik dan calon keponakanku.” Balas Kyuhyun santai. Siwon kembali mendengus.

“Makan yang banyak.” Kata Siwon sembari mengambilkan lauk untuk Yongri. Kyuhyun lagi-lagi hanya tersenyum geli. Sedangkan Yongri menatap kedua laki-laki itu secara bergantian, tanpa mengerti apa yang sedang terjadi.

——

Yongri terbangun dari tidurnya, saat matahari sudah sangat tinggi. Cahaya yang masuk ke dalam kamarnya membuat gadis itu terpaksa memejamkan matanya untuk beberapa saat. Ia menoleh ke samping dan tidak menemukan Siwon di sana. Yongri menatap jam kecil yang berada di atas meja nakas, dan seketika langsung terlonjak.

“Jam 10?!” Pekiknya.

Yongri segera turun dari tempat tidur dan berlari kecil untuk keluar dari kamar. Di luar kamar, ia menemukan Bibi Kim yang sedang berjalan mondar-mandir dengan wajah gelisah. Yongri menghampiri wanita bertubuh gempal tersebut.

“Bibi..” Panggil Yongri.

“Oh, nona.” Sahut Bibi Kim terlihat lega.

“Dimana Siwon oppa?” Tanya Yongri.

“Tentu saja sudah berangkat kerja, nona. Tuan muda berangkat sejak pukul 7 pagi tadi.” Jawab Bibi Kim. Yongri berdecak pelan dan merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia bangun kesiangan dan mengabaikan suaminya yang hendak bekerja.

“Maaf, nona. Apa aku bisa izin pulang sekarang?” Tanya Bibi Kim dengan wajahnya yang masih terlihat gelisah.

“Ada apa, bibi? Apa terjadi sesuatu?”

“Ah, anakku mengalami kecelakaan satu jam yang lalu. Dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Aku benar-benar mengkhawatirkannya.” Ujar Bibi Kim. Mata Yongri membulat sempurna mendengar ucapan Bibi Kim.

“Kenapa bibi tidak pulang dari tadi?!”

“Itu–karena tuan muda selalu berpesan untuk tidak meninggalkan nona sendirian. Makanya saya menunggu hingga nona bangun terlebih dahulu.” Jelas Bibi Kim.

“Ck, Siwon oppa!”

“Kalau begitu bibi pulanglah. Aku baik-baik saja.”

“Benarkah, nona?”

“Ya, bibi. Pulanglah. Ah, tunggu sebentar.” Yongri berlari ke dalam kamar dan mengambil dompetnya. Setelahnya ia kembali keluar kamar dan mendekati Bibi Kim. Yongri mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya pada Bibi Kim.

“Ambillah ini, bibi. Aku harap anakmu baik-baik saja.” Kata Yongri tulus. Bibi Kim mengambil uang tersebut dan menggenggam tangan Yongri.

“Terima kasih banyak, nona. Anakmu nanti akan sangat bangga mempunyai ibu sepertimu.” Ucap Bibi Kim. Yongri tersenyum mendengarnya.

“Pulanglah, bibi. Anakmu membutuhkanmu.”

“Ya, nona. Jangan lakukan sesuatu yang berbahaya. Jika anakku tidak apa-apa, aku akan segera kembali.”

“Aku mengerti, bibi.”

Yongri menatap kepergian Bibi Kim dengan sedih. Ia merasa kasihan dengan wanita paruh baya itu. Tubuhnya sudah lelah karena bekerja, dan sekarang otaknya juga harus kelelahan karena memikirkan kondisi anaknya.

“Aku harap anaknya baik-baik saja.” Gumam Yongri. Bibi Kim sangat baik padanya. Karena itu, Yongri juga menginginkan yang terbaik untuk keluarga Bibi Kim.

Yongri kembali menatap jam yang berada di dinding dengan mata yang melebar. Ia harus segera mandi karena hari sudah semakin siang. Tidak pernah sekalipun Yongri bangun tidur sesiang ini. Ia bertekat untuk berpesan kepada Siwon, agar membangunkannya pada pagi hari jika gadis itu tidak terbangun.

Yongri segera masuk ke dalam kamar. Ia menuju ke ruangan yang menyimpan pakaiannya dan memilih pakaian di sana. Saat sedang sibuk memilih pakaian, bel apartement berbunyi. Yongri menolehkan kepalanya sembari memastikan bahwa ia tidak salah dengar. Dan beberapa saat kemudian bel apartement kembali berbunyi.

“Siapa?” Gumam Yongri.

Yongri meninggalkan kamarnya dan segera mendekati intercom yang berada di ruang tamu. Ia selalu mengingat pesan Siwon bahwa harus melihat terlebih dahulu siapa yang datang, sebelum membukakan pintu. Setelah menekan tombol di sana, Yongri dapat melihat dengan jelas siapa yang sedang berada di depan pintu apartement Siwon.

Tubuh Yongri langsung menegang dengan kedua matanya yang membesar. Tanpa sadar ia memundurkan langkahnya, seolah orang tersebut sedang berada dihadapannya sekarang. Wajah Yongri memucat dengan keringat yang membasahi pelipisnya.

Yongri segera berlari kembali ke dalam kamar. Ia mendekati tempat tidur dan mencari ponselnya. Tangannya bergetar saat memegang ponsel. Ia bahkan beberapa kali salah menekan karena terlalu takut. Jantungnya berdetak di luar batas normal. Yongri menekan speed dial 1 untuk menghubungi Siwon.

Eo, Yongri-ya.

“O–oppa..”

Ada apa? Kenapa suaramu bergetar? Kau baik-baik saja?

“L–Lee H–Hyukjae..”

“….”

“L–Lee Hyukjae ada di sini.”

——

–To Be Continued–

HAI! Cieeee pada seneng cieee akhirnya FF ini dilanjut. Hahahahaha. Setelah aku diteror oleh kalian karena lama lanjutinnya, akhirnya selesai juga part ini.. fiuh..

Sorry ya lama update. Biasalah, otak tiba-tiba buntu. Terus sekarang lagi banyak kdrama bangus kan.. kalian juga pasti tau kan.. duh, ada abang hong ji hong, kang chul sama shin joon young yang minta di tonton. Huahahaha..

Kayaknya udah lama gak bersedih-sedih ria ya ini FF. kalo gitu part selanjutnya bakal aku buat part tersedih di FF ini. Gimana? mau, kan? T.T

Okay deh, happy reading!

BYE~

Advertisements

78 thoughts on “Painful Life – Part 16

  1. Aahh senangnyaa,, trharu & penuh kebahagiaan,, Dia memang Siwon Oppa-ku yg sll baik hati..
    Pleassssse eonie,, jgn buat Siwon & Yongri sedih lg….

  2. Bahagiaaaaa, satu kata itu cukup mwakili prasaanku liat ff ini, hohoho
    Boleh bgt eon, aku sangat amat mnunggu momen2 sad’y, aku suka itu, hehehehehe

  3. Next part mau dikasih sedihsedihan? Boleh-boleh aja sih kak, aku kan cuma reader jadi ngikut aja 😀 tapi jgn sedih kebangetan ya kak 😉

    Sedikit cerita sebenernya beberapa hari yg lalu aku tuh habis baca ff di blog sebelah yang sadsadsaaad berturut-turut 😥 Jadi, baca part ini kok sadnya kebawa ya? (dikit :-D), padahal part ini kan udah jauh lebih baik dari part sebelumnya. Sepertinya otakku perlu diisi ff yg manismanis(?) lagi 😀 Ohiya karena Siwon sama eomma nya sudah baikan. Jadi, kapan nih Siwon ungkapin perasaannya kak? hehehee

    Ehh itu tadi ternyata Hyukjae, ya? Kirain tadi Siwon’s Appa >.< Tapi duaduanya sama aja sebenernya. Buat bdmd, sebel aku pokoknya sebel! Merusak suasana! -_-

  4. Jangan kk,,,ya telah baru juga berapa part yg bhgia udah sedih” lagi.jngn kk buat yg seneng” aja smpai ending☺.

  5. Aduuuhhh suasana yg sudah membaik bkl jd memburuk gra2 hyuk tba2 muncull…
    Untung yongri ngecek intercom ga maen bukain pintu….

    Aduhhh author jngan2 lma2 update nya ya….. penasaran sm kelanjutannya…

  6. Syukurlah siwon udah sadar. Seneng ngeliatnya, jadi ga marahan lagi sama eommanya..
    Kkkk~ lucu liat siwon cemburu ke Kyuhyun, yaampun…
    Whoaaa itu hyukjae ngapain ke apartemen siwon? Ahh penasaran T.T
    Ditunggu nextnya kak 😊

  7. Akhirnya dilanjut juga ini ff. Aku tau ko unni kalo udah ada drama baru pasti selalu ga inget waktu atau kerjaan, sama aku juga kayak gitu heheee. Ditunggu kelanjutannya yah unni. Fighting

  8. Akhirnya kakak nongol juga, udah hampir lumutan nunggu ff ini. Untung kakak masih ingat dg kami para reader.

    Untung siwon amnesianya cuma sebentar dan pas dia lagi amnesia, dia masih ingat kalau yongri itu istrinya, walau gak tahu kayak mana ceritanya dia masih ingat kalau yongri istrinya sedangkan dg yg lain dia gak ingat.
    tambah romantis aja wonri couple. Jangan dibuat sedih2 lah kak kan kasihan yongri yg menderita terus. Ada perlu apa eunhyuk datang ke apartement siwon? Mudah2an gak ada niat buruk. Mudah2an happy ending.

  9. Legaaaaa rasanya,siwon dah sembuh dari penyakitnya. dan udah mau berdamai dng masa lalunya. please donk jng di buat sedih ya… kan baru aja mereka bahagia…

  10. Woahh senangnya siwon udah sadarrr. Ku kira cobaannya bakal banyak lagi kalau siwon mau sembuh, untung eonni nya baik xD ga bikin siwon ribet xD
    Hyukjae lagi hyukjae lagi… jangan gangguin istri orang donggg mendingan gangguin aku aja xD

    Good job eon^^

  11. astaga lee hyukjae dateng
    hahhh bener bener hyukjae cari mati
    kira itu ayah siwon yg dateng
    syukurlah kluarga udah saling akur
    seneng liat mereka kmpul bersama
    smoga gak trjd apa apa sama yongri saat hyukjae dateng
    siwon segeralah datang
    mana yongri dirumah sndirian 😦

  12. Huaaaa….sampe terharu bgt baca part Siwon sama emknya baikkan 😢😢😢
    Akhirnya siwon bisa maafin.. walaupun berat dan dia yg gatau apa2 jd korban dr masih kecil tapi jiwanya besar.
    .
    Ini beneran Hyukjae bertamu ??? Orang jahat (sorry) itu mau ngapain… pasti mau macem2 heeem
    .
    Dan bneran mau dibikin part sedih lg ????
    Yah thor… kebanyakan sedihnya ini mah huhuhu

  13. Seneng dan terharu liat siwon dan eommanya seperti dulu saling menyanyangi…
    Hidup akan bahagia tanpa dendam dan rasa benci dihati…ada apa dengan hyukjae kenapa dia dateng ke apartemennya siwon…

  14. Jd senyum sendiri lihat kyuhyun menggoda siwon…..aish pasti hyukjae punya niat jahat…..semoga aja yongri tidak apa2

  15. Disaat hubungan siwon dan eommanya sudah baik dan semuanya damai, hmmm… Tiba2 dtg si lee hyukjae-_- oh my god,, apa sih maunya diaaa?? Udh seneng2 bahagia.. Malah dapet ujian lagi buat yongri ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s