Painful Life – Part 15

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Sakit. Ini benar-benar menyakitkan untukku. Tetapi akan lebih menyakitkan jika melihat dirimu terluka. –Choi Siwon-

——

Author POV

Siwon menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya di kantor. Memutar kursinya ke belakang untuk menatap langit yang tampak sangat cerah hari ini. Namun tidak secerah perasaannya beberapa hari ini. Semenjak kejadian–yang memalukan menurutnya–beberapa hari yang lalu, Siwon terpaksa menjaga jarak dengan Yongri.

Bukan karena Siwon kesal pada Yongri, tetapi karena Siwon merasa malu berhadapan dengan Yongri. Anggapan bahwa dirinya yang tidak bisa menjaga Yongri terus menghantui Siwon. Makanya Siwon bertekat untuk sembuh terlebih dahulu dari traumanya, agar ia bisa menatap Yongri dengan kepala tegak.

Siwon juga sudah berencana untuk tidak mengajak Yongri saat pengobatannya nanti. Ia tidak ingin menunjukkan sisi lemahnya pada gadis itu. Dan lagi, Siwon yakin saat itu ia akan seperti seorang monster yang mengamuk. Siwon bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya nanti.

Pintu ruangan Siwon yang diketuk membuat Siwon kembali memutar kursinya. Setelah menggumamkan kata ‘masuk‘, pintu ruangannya terbuka. Jungsoo masuk dengan wajah seriusnya. Laki-laki itu mendekati Siwon dan berdiri di depan meja kerjanya.

“Donghae sudah menghubungiku.” Kata Jungsoo.

Siwon menganggukkan kepalanya dan segera berdiri. Menyambar jas–nya yang digantung dan memakainya dengan cepat.

“Kau benar-benar yakin ingin melakukannya?” Tanya Jungsoo. Siwon mengancingkan jas–nya dan menatap Jungsoo.

“Jangan mencoba untuk meruntuhkan niatku, hyung.” Ujar Siwon.

“Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu.” Sahut Jungsoo.

“Hanya saja, apakah tubuhmu sudah benar-benar siap? Kita tidak tau apa yang akan terjadi jika kau belum sepenuhnya siap.” Lanjut Jungsoo.

“Aku rasa pengobatan ini tidak akan sampai membuatku mati, hyung. Lagipula aku tidak akan membuat Yongri menjanda secepat ini. Bagaimana jika kau dan Donghae mendekatinya? Aku tidak rela.” Canda Siwon. Ia tersenyum kecil pada Jungsoo, tetapi Jungsoo menatapnya dengan datar.

“Kau masih bisa bercanda?” Ucap Jungsoo tak percaya. Siwon menghilangkan senyumnya dan berdehem pelan.

“Ayo, kita pergi.” Kata Siwon.

Siwon keluar lebih dulu dari ruangannya, diikuti oleh Jungsoo dibelakangnya. Siwon merasakan jantungnya berdetak dengan lebih cepat. Rasanya tidak sama seperti saat ia berada di dekat Yongri. Jantungnya berdetak cepat karena Siwon merasa takut. Hanya saja ia tidak bisa menunjukkannya kepada orang-orang disekitarnya.

“Setelah mengantarku kau bisa langsung pergi, hyung.” Kata Siwon.

“Aku akan menemanimu.” Sahut Jungsoo. Siwon menoleh dan menatap Jungsoo sesaat.

“Untuk apa?” Tanya Siwon.

“Apa perlu aku menghubungi Yongri saja untuk menemanimu?” Tanya Jungsoo balik membuat Siwon panik.

“Ya!”

“Kalau begitu jangan banyak bertanya.” Kata Jungsoo.

Siwon mencibir pelan. Jungsoo semakin menyebalkan untuknya. Tetapi Siwon bersyukur karena laki-laki itu mengerti dirinya. Siwon mungkin memang membutuhkan seseorang untuk menemaninya. Setidaknya hal itu dapat membuat Siwon sedikit lebih tenang. Hanya saja orangnya bukanlah Yongri.

“Kau sudah menemukan keberadaan pria itu, hyung?” Tanya Siwon dengan menatap jalanan Seoul.

“Susah menemukannya. Kau tau, ayahmu itu–” Jungsoo menghentikan ucapannya saat mendapat tatapan tajam dari Siwon. Ia melirik Siwon dan tertawa canggung.

“Maksudku, pria itu seorang tunawisma.” Lanjut Jungsoo.

“Cih! Seorang tunawisma bisa datang ke pesta pernikahanku? Darimana dia mengetahuinya? Aku bahkan tidak memberitahukan kepada media.” Ucap Siwon.

“Pergerakan orang-orang sepertimu mudah diketahui, Siwon-ah. Jika kau tidak menyukai hal itu, kau seharusnya tidak sekaya ini.” Sahut Jungsoo. Siwon mendengus seolah mengejek ucapan tidak masuk akal dari Jungsoo.

“Jika aku sudah sembuh nanti, aku benar-benar akan membuat perhitungan dengannya.” Ucap Siwon.

“Lalu, tujuanmu memintaku mencari keberadaan pria itu adalah untuk balas dendam?” Tanya Jungsoo memastikan.

“Tentu saja. Kau pikir apa lagi?”

“Aku pikir kau ingin menyadarkannya dan memaafkan semua kesalahannya.” Ujar Jungsoo. Siwon menghela nafas dan menatap jalanan Seoul dari jendela mobil.

“Jika kau berada diposisiku, kau mungkin mengerti mengapa aku tidak bisa memaafkannya.”

——

Siwon dan Jungsoo sudah berada di dalam lift Rumah Sakit Internasional Seoul, yang akan membawa mereka ke lantai 8. Lantai 8 merupakan letak kamar-kamar VVIP dan biasa ditempati oleh orang-orang seperti Siwon, pemilik sebuah perusahaan-perusahaan besar.

Jantung Siwon semakin berdetak dengan cepat. Ia merasa benar-benar takut saat ini. Sejujurnya, Siwon tidak pernah merasa siap untuk membuka semua luka lamanya. Siwon bahkan berharap ia bisa menghilang saat ini juga, agar ia tidak perlu melakukan pengobatan hari ini. Namun Siwon sadar bahwa ia tidak bisa melakukannya. Ia tidak bisa terus terpuruk oleh trauma masa lalu.

Saat lift yang mereka naiki sudah sampai di lantai 8 dan terbuka, Jungsoo keluar lebih dulu. Siwon menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan pelan, sebelum akhirnya mengikuti langkah Jungsoo. Keringat dingin mulai mengalir di sekitar pelipis Siwon. Siwon mencoba mengabaikannya dan bersikap seperti biasa. Ia tidak mau orang-orang menyadari ketakutannya.

“Siwon-ah, Yongri disini!” Jungsoo tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siwon.

Mata Siwon membesar mendengar ucapan Jungsoo. Ia segera menaikkan pandangannya dan menatap ke depan. Seperti apa yang dikatakan oleh Jungsoo, Yongri berada di depan sana bersama dengan Donghae. Gadis itu berdiri di depan kamar yang akan dipakai oleh Siwon.

Siwon melewati Jungsoo dan mempercepat langkahnya untuk menghampiri Yongri. Mendengar suara derap kaki membuat Yongri dan Donghae menoleh. Yongri tersenyum saat melihat kedatangan Siwon. Ia yakin Siwon sangat terkejut dengan kehadirannya di rumah sakit ini.

“Oppa–“

“Kau yang memberitahukannya tentang pengobatanku hari ini?”

Yongri tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat Siwon mengalihkan pandangannya untuk berbicara dengan Donghae. Wajah Siwon terlihat kesal dan itu cukup membuat Yongri bingung. Apa Siwon tidak suka dengan kehadirannya?

“Apa? Ah, iya.” Jawab Donghae.

“Kenapa kau memberitahunya?!” Suara Siwon meninggi hingga membuat Donghae bingung.

“Apa aku berbuat sesuatu yang salah?” Tanya Donghae dengan wajah tidak mengerti.

“Siwon oppa..”

Siwon mengalihkan pandangannya pada Yongri. Laki-laki itu menghela nafas dan menarik tangan Yongri. Membawa Yongri untuk menjauh dari Jungsoo dan juga Donghae. Mereka mungkin akan bertengkar dan Siwon tidak mau ada orang lain yang mendengar pertengkaran mereka.

“Kau marah?” Tanya Yongri saat mereka sudah berada di tempat yang sepi dan jarang dilewati oleh orang. Siwon juga sudah melepaskan tangannya dari tangan Yongri.

“Kenapa kau bisa ada disini?” Siwon tidak berniat menjawab pertanyaan Yongri.

“Seperti yang kau dengar dari Dokter Lee. Dia memberitahuku tentang pengobatanmu hari ini.”

“Aku tau. Maksudku, kenapa dia bisa memberitahumu? Apa kalian sangat dekat hingga Donghae bisa memberitahukan jadwal berobat seorang pasien kepadamu?” Nada kesal masih terdengar dari ucapan Siwon.

“Apa yang kau bicarakan? Apa kau pikir dirimu adalah seorang pasien untukku? Kau adalah suamiku! Sudah sewajarnya Dokter Lee memberitahukan hal itu padaku.” Kata Yongri. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan kekesalan yang dirasakan Siwon. Yongri tidak merasa dirinya bersalah disini.

Siwon menghela nafas dan membenarkan ucapan Yongri. Donghae dan Yongri tidak melakukan sesuatu yang salah. Sudah sewajarnya jika seorang dokter memberikan informasi mengenai pengobatan seorang pasien kepada keluarganya. Tetapi, Siwon tetap tidak bisa membiarkan Yongri berada di rumah sakit ini.

“Pulanglah. Aku akan menemuimu nanti di apartement.” Kata Siwon dan segera berbalik untuk meninggalkan Yongri. Namun Yongri dengan cepat menarik lengan kekar Siwon hingga langkah laki-laki itu terhenti. Yongri berjalan dan berdiri dihadapan Siwon.

“Ada apa, oppa? Kenapa aku tidak boleh ada disini? Apa yang ingin kau sembunyikan dariku? Aku sudah mengetahui semuanya, oppa. Kau tidak perlu menutupi apapun lagi dariku.” Ujar Yongri dengan nada sedih.

“Kau tidak perlu melihat bagaimana pengobatanku. Kau hanya perlu melihat kesembuhanku, Yongri-ya.” Kata Siwon.

“Tidak. Daripada menikmati hasilnya, aku lebih senang melewati prosesnya bersama-sama denganmu.” Sahut Yongri.

“Yongri-ya.”

“Aku tidak akan pulang.” Kata Yongri dengan keras kepala. Siwon menghela nafas kasar dan memegang kedua lengan Yongri.

“Aku tidak akan melarangmu jika untuk yang lain. Tetapi tidak yang satu ini, Yongri-ya.” Ucap Siwon.

“A–aku tidak bisa menunjukkan sisi lemahku padamu. Di dalam sana, aku mungkin akan berubah menjadi seorang monster. Aku pasti akan terlihat sangat mengerikan. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu melihat sosokku yang seperti itu?” Suara Siwon terdengar sedih dan putus asa.

“Aku bahkan tidak sanggup melihat diriku sendiri.” Lirih Siwon sembari menundukkan kepalanya.

“Oppa..” Yongri menambah langkahnya untuk mendekati Siwon. Membuat tangan Siwon dibahunya terlepas. Yongri menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya hingga mata laki-laki itu bertemu dengan matanya.

“Aku mencintaimu.” Kata Yongri pelan. Untuk kesekian kalinya Siwon mendengar pernyataan cinta dari gadis itu. Dan ia tidak pernah merasa bosan mendengarnya.

“Aku tidak peduli seberapa buruknya dirimu nanti di dalam sana. Jika aku hanya melihat sisi baikmu saja, itu bukan cinta, oppa.”

“Aku tau.” Sahut Siwon pelan.

“Aku tau kau akan menerima semua yang ada pada diriku. Aku hanya tidak bisa menunjukkannya padamu.” Lanjut Siwon. Yongri menatap Siwon dalam, sebelum akhirnya menghela nafas pelan.

“Aku akan menunggu di luar kamarmu. Jangan mengusirku lagi.” Pinta Yongri terdengar memelas. Keduanya terlihat sama-sama keras kepala dan tidak ada yang ingin mengalah.

Namun beberapa saat kemudian Siwon akhirnya menyerah dan menganggukkan kepalanya. Membuat Yongri tersenyum penuh kemenangan. Siwon memajukan wajahnya dan memegang tengkuk Yongri. Ia menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Yongri menyambut baik ciuman dari Siwon. Gadis itu mengalungkan tangannya pada leher Siwon.

Keduanya larut dalam ciuman yang lembut dan dalam. Siwon melumat bibir atas Yongri dan Yongri melumat bibir bawah Siwon. Siwon tidak pernah bosan dengan bibir Yongri, begitu pun sebaliknya. Setiap kali berciuman, mereka merasa semakin dekat dalam hubungan mereka.

Dengan gerakan pelan, Siwon menjauhkan bibirnya dari bibir Yongri. Menatap bibir gadis itu yang terlihat basah dan juga memerah. Siwon tersenyum kecil dan menaikkan pandangannya pada mata Yongri. Mata yang selalu menatapnya dengan penuh cinta. Siwon benar-benar merasa bersyukur memiliki Yongri sebagai istrinya.

“Jangan melihatku seperti itu.” Rajuk Yongri merasa malu.

Siwon menarik Yongri ke dalam pelukannya. Mendekap gadis itu dengan begitu erat. Ia mencoba untuk mengumpulkan keberanian dan kekuatannya dari pelukan Yongri. Siwon tau bahwa Yongri tidak pernah memintanya untuk melakukan ini, tetapi Siwon dapat melihat keinginan gadis itu dari matanya. Keinginannya agar Siwon dapat sembuh dari trauma ini.

“Terima kasih.” Bisik Siwon tepat di telinga Yongri.

“Aku tidak melakukan apapun, oppa.” Balas Yongri.

“Sebaiknya kita kembali ke sana. Mereka pasti sudah menunggumu.” Kata Yongri kemudian. Siwon akhirnya melepaskan pelukannya dengan enggan. Ia menyetujui ucapan gadis itu.

“Jika kau memang ingin menemaniku dari luar kamar, kau tidak boleh kemana-mana hingga aku menyelesaikan pengobatanku. Mengerti?” Pesan Siwon.

“Siap, bos.” Sahut Yongri membuat keduanya tersenyum.

Siwon menggenggam tangan Yongri dan mereka berjalan berdampingan untuk kembali ke tempat para dokter sudah menunggu. Yongri dapat merasakan tangan Siwon yang berkeringat dan juga terasa dingin. Perpaduan yang tidak pas menurut Yongri. Ia yakin Siwon merasa sangat takut saat ini.

Yongri mengeratkan genggaman tangannya pada Siwon, hingga membuat Siwon menoleh untuk menatapnya. Keduanya kembali tersenyum kecil dan menatap ke depan. Jungsoo dan Donghae terlihat lega melihat kedatangan sepasang suami istri tersebut. Awalnya mereka berpikir bahwa Siwon dan Yongri akan pergi meninggalkan rumah sakit.

“Kalian darimana?” Tanya Jungsoo.

“Aku perlu bicara dengan istriku.” Jawab Siwon.

“Seingatku kalian memiliki banyak waktu berbicara di apartement.” Sindir Jungsoo. Siwon hanya mendengus pelan mendengar sindiran laki-laki itu.

“Apa kau sudah siap, Siwon-ah?” Tanya Donghae. Siwon menatap Donghae dan mengangguk pelan.

“Sebaiknya kita segera masuk. Dokter Kim, Dokter Oh dan Dokter Park sudah menunggu di dalam.” Kata Donghae.

“Kenapa begitu banyak dokter? Apa pengobatan yang akan dilakukan Siwon oppa sulit dilakukan oleh satu dokter saja?” Ujar Yongri. Gadis itu terlihat khawatir.

“Bukan seperti itu, Yongri-ssi. Mereka adalah dokter-dokter terbaik dari beberapa departement. Dan mereka merupakan dokter yang sangat berkaitan dengan pengobatan yang akan dilakukan Siwon hari ini.” Jelas Donghae.

“Jangan khawatir. Aku akan masuk sekarang.” Ucap Siwon sembari mengusap kepala Yongri. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Hyung, aku titip Yongri.” Siwon mengalihkan pandangannya pada Jungsoo.

“Masuklah. Tidak perlu mengkhawatirkan apapun dan berfokuslah pada pengobatanmu.” Kata Jungsoo.

Siwon mengangguk. Ia menatap Yongri sekali lagi, sebelum akhirnya mengikuti Donghae yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kamar. Yongri mendekati kamar dan melihat keadaan di dalam melalui jendela. Seperti yang dikatakan Donghae, ada 4 dokter termasuk laki-laki itu. Hanya saja dokter-dokter tersebut tidak semuda Donghae.

Yongri melihat seorang dokter berbicara dengan Siwon, kemudian Siwon membuka jas serta dasi yang dipakainya. Setelahnya laki-laki itu berbaring di atas tempat tidur. Dokter tersebut terlihat hendak membuka kancing kemeja Siwon. Namun Siwon dengan cepat menahannya. Tanpa sadar, Yongri hendak membuka suaranya dan mengatakan bahwa dokter tersebut tidak boleh membuka kemeja Siwon.

Yongri terlihat gusar. Siwon pasti merasa tidak nyaman. Siwon dan dokter tersebut kembali saling bicara. Hingga akhirnya Siwon membuka dua kancing kemejanya. Yongri bernafas lega. Dua kancing setidaknya tidak akan memperlihatkan bekas luka laki-laki itu.

“Apa yang mereka lakukan?” Tanya Yongri tanpa sadar.

“Memasangkan alat pendeteksi untuk Siwon.” Jawab Jungsoo.

“Untuk apa?” Tanya Yongri lagi.

“Untuk membuka luka lamanya, Siwon akan dibuat tidak sadarkan diri. Ia akan berada di bawah alam sadarnya.” Jelas Jungsoo. Kembali, Yongri merasa sangat khawatir.

“Apa ia akan baik-baik saja?” Gumam Yongri.

“Kita berdoa saja.” Kata Jungsoo pelan.

Seperti yang dikatakan Jungsoo, mereka mulai memasang alat–yang tidak dimengerti oleh Yongri–pada dada laki-laki itu. Selain didadanya, mereka juga memasangkan alat pada kepala Siwon. Yongri benar-benar tidak mengetahui apa kegunaan alat-alat itu. Ia benar-benar berharap Siwon baik-baik saja.

Siwon memanggil Donghae untuk mendekat padanya. Donghae menundukkan kepalanya dan Siwon membisikkan sesuatu di telinga laki-laki itu. Sesaat kemudian, Donghae mendekati jendela. Laki-laki itu memegang tirai dan menatap Yongri sembari tersenyum. Yongri menggelengkan kepalanya. Ia tau apa yang akan dilakukan oleh Donghae.

“Kenapa harus ditutup?” Yongri melayangkan protesnya pada Jungsoo. Sekarang ia tidak bisa melihat bagaimana keadaan Siwon di dalam sana. Jungsoo tersenyum kecil.

“Apa lagi? Tentu saja karena Siwon tidak ingin kita melihatnya.” Ujar Jungsoo. Kegusaran Yongri terlihat semakin menjadi. Melihat Siwon dari jendela saja membuatnya tidak tenang, apalagi tidak dapat melihatnya sama sekali.

“Sebaiknya kau duduk dan jangan terlalu tegang. Tidak baik untuk kandunganmu.” Kata Jungsoo. Yongri menuruti Jungsoo dan duduk di kursi yang berada di depan kamar. Ia memegangi perutnya sembari berdoa untuk keadaan Siwon di dalam sana.

“Kau benar-benar membawa pengaruh besar untuk Siwon.” Kata Jungsoo.

“Aku harap itu pengaruh yang baik.” Sahut Yongri tanpa menatap Jungsoo.

Terdengar tawa ringan dari Jungsoo. Laki-laki itu mengambil tempat duduk di samping Yongri, hanya saja tidak tepat di samping gadis itu. Ia menyisakan sebuah kursi kosong ditengah-tengah mereka.

“Tentu saja pengaruh yang baik. Ini adalah salah satunya. Ia rela melakukan pengobatan ini demi dirimu.” Ujar Jungsoo.

“Sejujurnya, aku tidak pernah memaksanya.” Aku Yongri.

“Aku tau. Siwon bukan seseorang yang bisa dipaksa.” Ucap Jungsoo.

“Benar. Seandainya aku bisa memaksanya, aku pasti sudah memintanya untuk memaafkan ibunya.”

“Apa kau tau kenapa Siwon sangat membenci Nyonya Kang?” Tanya Jungsoo. Yongri menatap Jungsoo dengan bingung.

“Siwon oppa tidak memberitahukannya padamu?” Tebak Yongri. Jungsoo menganggukan kepalanya. Yongri menghela nafas.

“Maaf, sepertinya aku juga tidak bisa memberitahumu. Aku tidak mau bersikap lancang.” Sesal Yongri. Jungsoo kembali menganggukkan kepalanya seolah mengerti. Ia juga tidak mungkin memaksakannya.

“Orang-orang tidak akan menyangka jika seseorang seperti Siwon oppa memiliki masa lalu yang begitu memilukan seperti ini.” Ujar Yongri.

“Selama ini, aku pikir hanya kehidupanku yang sangat menyedihkan. Hidup miskin dan tidak memiliki teman. Ayah tiriku terlilit hutang hingga aku harus menikah dengan pria yang tidak aku cintai, pada awalnya. Namun ternyata..” Yongri tersenyum kecil jika mengingat kehidupan menyedihkannya yang tidak bisa dibandingkan dengan Siwon. Jungsoo ikut tersenyum.

“Awalnya aku pikir kehidupanku–lah yang lebih menyedihkan. Terlahir di keluarga miskin dan kisah percintaanku yang benar-benar miris. Tetapi jika dibandingkan dengan kehidupan Siwon, aku seharusnya lebih banyak bersyukur.” Ujar Jungsoo.

“Kita memang–“

SAKIT!!!!!!!

Yongri dan Jungsoo sama-sama terkejut saat mendengarkan sebuah teriakan dari dalam kamar. Keduanya segera berdiri dan mendekati jendela. Yongri berusaha untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Namun sayangnya ia tidak bisa melihat apapun.

APPA SAKIT! HENTIKAN!!

“Oppa!” Tanpa sadar airmata Yongri mengalir dipipinya. Teriakan Siwon benar-benar terdengar menyedihkan dan juga memilukan untuk Yongri. Dan demi Tuhan, ia sangat mengkhawatirkan keadaan Siwon sekarang.

“Kau mau kemana?” Jungsoo dengan cepat menghentikan Yongri saat melihat gadis itu hendak menuju pintu kamar.

“Aku ingin melihat keadaan Siwon oppa, Jungsoo-ssi. Aku ingin menemuinya!” Desak Yongri.

ARRGHH!! HENTIKAN, KUMOHON!

“Kau dengar itu? Aku akan menghentikan pengobatan ini. Siwon oppa kesakitan!” Ujar Yongri. Airmatanya semakin banyak mengalir. Ia benar-benar merasa takut dan khawatir.

“Kau tidak bisa melakukannya. Ini semua demi Siwon, Yongri-ssi. Siwon harus sembuh.”

AKU TIDAK BERSALAH, APPA! JANGAN PUKUL AKU!

“Bagaimana dia bisa sembuh jika merasakan kesakitan seperti itu?! Apa kau tidak kasihan melihatnya?!” Yongri mencoba memberontak dari pegangan Jungsoo. Teriakan-teriakan Siwon menakuti dirinya. Ia tidak ingin terjadi apapun pada Siwon.

“Memang seperti ini prosesnya. Apa kau tidak pernah mendengarnya dari Siwon?” Jungsoo mengeratkan genggamannya pada lengan Yongri. Ia tidak akan membiarkan Yongri mengacaukan pengobatan ini. Siwon sudah memberanikan dirinya untuk melakukan hal ini.

EOMMA, TOLONG AKU! AKU BUKAN ANAK SIAL! JANGAN PUKUL AKU!

“Oppa! Siwon oppa!” Yongri menjerit dalam tangisnya. Ia benar-benar ingin bertemu Siwon. Ia ingin menghentikan kesakitan yang dirasakan laki-laki itu.

“Biarkan aku pergi. Biarkan aku bertemu dengan Siwon oppa.” Lirih Yongri.

Namun sayangnya Jungsoo tetap tidak melepaskan gadis itu begitu saja. Ia yakin Siwon pun tidak akan membiarkan Yongri untuk masuk ke dalam, dan melihat keadaannya yang sedang tidak baik.

SAKIT! TUBUHKU SAKIT!! SIAPAPUN TOLONG AKU!!

“Maafkan aku, Yongri-ssi. Aku juga mengkhawatirkan Siwon. Tetapi ia harus bisa melewati ini semua untuk kesembuhannya.” Kata Jungsoo.

“Oppa.. Siwon oppa..”

AARGGHH!!!

Yongri merasa tubuhnya lemas. Gadis itu menyandarkan kepalanya pada kaca jendela. Seandainya tirai jendela tersebut tidak tertutup, ia pasti merasa sedikit tenang dengan melihat keadaan Siwon di dalam sana. Jungsoo melepaskan pegangannya dengan perlahan. Ia yakin Yongri tidak akan menerobos masuk ke dalam kamar.

Beberapa saat kemudian teriakan-teriakan Siwon tidak terdengar lagi. Yongri merasa lega karena ia pikir pengobatan Siwon telah berakhir. Pintu kamar Siwon tiba-tiba dibuka oleh Donghae. Yongri menegakkan kepalanya dan segera berjalan mendekati laki-laki itu.

“Apa yang terjadi?” Tanya Yongri langsung. Wajah Donghae terlihat muram.

“Masuklah.” Ucap Donghae pelan.

Tanpa membuang waktunya, Yongri segera masuk ke dalam kamar. Ia menghampiri tempat tidur dimana Siwon berada di atasnya. Mata laki-laki itu tertutup rapat. Wajahnya terlihat sangat pucat dan juga dibasahi oleh keringat. Alat-alat yang sebelumnya terpasang ditubuh laki-laki itu, sudah dilepaskan. Hanya tersisa sebuah infus yang terpasang di salah satu tangannya.

“Oppa..” Panggil Yongri. Tidak ada tanggapan apapun.

“Siwon oppa..” Yongri mengguncang pelan tubuh Siwon, namun tetap tidak ada pergerakan apapun dari Siwon.

“Siwon pingsan.” Kata Donghae.

“Apa?!”

“Pingsan?!”

Bukan hanya Yongri, Jungsoo pun terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Donghae barusan. Sebenarnya pengobatan seperti apa yang mereka lakukan hingga Siwon bisa pingsan?

“Tubuhnya belum kuat untuk menerima semua luka yang dirasakannya di masa lalu. Ia harus melakukannya beberapa kali lagi untuk benar-benar sembuh.” Jelas Dokter Oh.

“Siapa yang mengizinkannya?” Ujar Yongri dengan cepat dan terdengar marah.

“Apa?” Dokter yang menjelaskan keadaan Siwon tadi terlihat terkejut dengan reaksi yang diberikan oleh Yongri.

“Siwon oppa tidak akan melakukannya lagi.” Kata Yongri dengan tegas dan yakin.

“Yongri-ssi.” Donghae juga terlihat terkejut.

“Aku tidak akan membiarkannya kesakitan seperti ini lagi.” Ujar Yongri.

“Seperti itulah cara kerja pengobatannya, Yongri-ssi.” Kata Donghae mencoba memberi pengertian pada Yongri.

“Aku tidak peduli! Kalian bisa membunuhnya!” Ucap Yongri marah.

“Nona, Anda jangan asal bicara. Kami sudah mengikuti semua prosedur dan ini bukanlah hasil yang sebenarnya. Anda seharusnya lebih bersabar menantikan kesembuhan Tuan Choi.” Ujar Dokter Park yang terlihat tersinggung dengan ucapan Yongri.

“Aku katakan sekali lagi bahwa aku tidak peduli. Dan aku tidak akan mengizinkan kalian melakukan pengobatan ini lagi pada Siwon oppa!”

“Hanya Tuan Choi yang berhak memutuskannya, nona.” Sahut Dokter Kim.

“Aku istrinya dan aku memiliki hak untuk memutuskannya. Kalian bisa pergi sekarang.” Usir Yongri. Ia benar-benar merasa marah pada dokter-dokter tersebut.

Para dokter–kecuali Donghae–terlihat saling berbisik dan menggerutu sebelum akhirnya keluar dari kamar Siwon. Yongri duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Siwon. Ia menggenggam tangan Siwon dengan erat. Airmata masih mengalir di wajah gadis itu. Wajah Siwon sangat pucat dan juga terlihat lelah.

“Aku akan datang lagi nanti untuk memeriksa keadaan Siwon.” Kata Donghae namun tidak diperdulikan oleh Yongri.

“Kita bicara di luar, hyung.” Ajak Donghae. Jungsoo menganggukan kepalanya.

“Aku tinggal sebentar, Yongri-ssi. Segera hubungi dokter jika terjadi sesuatu.” Pesan Jungsoo. Yongri hanya menganggukan kepalanya dengan pelan. Setelahnya Jungsoo keluar bersama Donghae.

Yongri mengusap wajah Siwon yang basah. Ia benar-benar tidak tega melihat keadaan Siwon saat ini. Yongri lebih memilih Siwon yang dihantui oleh traumanya, daripada tersiksa seperti ini. Bahkan laki-laki itu harus pingsan karena tidak dapat menahan sakit yang dirasakannya.

“Oppa, bangunlah.” Bisik Yongri sedih. Ia menyatukan keningnya dengan punggung tangan Siwon yang digenggamnya.

“Kau bilang kita akan bertemu di apartement. Tetapi kenapa kau malah tidur disini?” Gumam Yongri.

Pintu kamar Siwon diketuk dan seorang perawat masuk ke dalam. Membawa sepasang baju pasien yang diperuntukkan pada Siwon. Perawat tersebut tersenyum pada Yongri.

“Maaf jika saya mengganggu, nyonya. Saya harus mengganti pakaian pasien.” Kata perawat tersebut. Yongri segera berdiri.

“Saya yang akan menggantikannya.” Ujar Yongri. Perawat tersebut terlihat terkejut namun kemudian ia kembali tersenyum.

“Tidak apa-apa–

“Suamiku tidak suka bertelanjang dihadapan orang lain.” Kata Yongri dengan ketus. Gadis itu masih terbawa emosi sehingga ia menjadi cepat kesal dan juga sensitif.

Mendengar ucapan Yongri yang terdengar ketus membuat perawat tersebut salah tingkah. Ia segera memberikan pakaian tersebut kepada Yongri. Setelah membungkuk sopan kepada gadis itu, perawat tersebut segera meninggalkan kamar rawat Siwon.

Terdengar helaan nafas dari mulut Yongri. Ia menyadari kekasaran yang seharusnya tidak dilakukannya. Ia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Namun karena rasa takut dan khawatir dengan keadaan Siwon, Yongri menjadi seperti ini. Kembali gadis itu menghela nafas panjang, sebelum akhirnya mulai menggantikan pakaian Siwon.

——

Setelah Jungsoo kembali ke kamar rawat Siwon, Yongri memutuskan untuk mencari udara segar sebentar. Ia tidak boleh terus-terusan menjadi sensitif seperti ini. Selain itu ia harus mengisi perutnya dengan makanan. Ia tidak boleh membiarkan bayi di dalam kandungannya kelaparan.

Melewati koridor yang sepi, Yongri berjalan dengan langkah yang pelan. Karena hari sudah malam banyak pasien yang mungkin sudah beristirahat di dalam kamar rawat mereka. Hanya terlihat beberapa perawat saja yang masih berjalan mondar-mandir untuk memantau pasien.

“Yah, siapa ini?”

Yongri tersentak saat mendengar suara seorang laki-laki didekatnya. Ia segera mendongak untuk melihat siapa sang pemilik suara. Tanpa sadar, Yongri memundurkan langkahnya saat melihat laki-laki yang berada dihadapannya saat ini. Yongri mengepalkan kedua tangannya dengan erat.

“Kenapa kau terus berjalan mundur saat melihatku?” Tanya laki-laki itu dengan senyum sinisnya.

“Lee Hyukjae..” Gumam Yongri.

“Ya. Ini aku, Lee Hyukjae.” Ujar Hyukjae menegaskan.

Yongri menghembuskan nafasnya dengan pelan dan mencoba untuk mengabaikan Hyukjae. Ia berjalan melewati laki-laki itu. Namun baru beberapa langkah, Yongri dikejutkan dengan tangan laki-laki itu yang memegang lengannya. Membuat gadis itu segera memekik pelan, dan pegangan Hyukjae langsung terlepas.

“Yah, sikap berlebihanmu itu bisa menimbulkan pandangan negatif pada orang-orang yang melihat.” Kata Hyukjae dengan wajah berpura-pura tersinggung.

Yongri memeluk kedua lengannya sendiri. Ia merasa sedikit ketakutan dengan kehadiran Hyukjae didekatnya. Tidak ada Siwon yang akan menolongnya seperti waktu itu, jika Hyukjae berbuat sesuatu yang buruk padanya.

“Apa yang kau lakukan disini? Dimana Presdir Choi?” Tanya Hyukjae masih dengan mempertahankan senyum sinisnya. Yongri hanya diam tanpa niatan untuk menjawab pertanyaan Hyukjae.

“Ah, apa kau sudah dicampakkan olehnya? Tentu saja, aku tau bagaimana pria itu. Dia tidak akan tahan dengan wanita seperti itu.” Ujar Hyukjae.

“Keluargamu sedang sakit? Apa kau membutuhkan uang yang banyak untuk biaya rumah sakit?” Tebak Hyukjae.

“Aku bisa memberikanmu uang yang banyak, jika kau mau. Yah, dengan balasan yang setimpal tentu saja.” Hyukjae mengerlingkan matanya dihadapan Yongri.

Yongri kembali berjalan untuk meninggalkan Hyukjae. Ia tidak memiliki waktu yang banyak hanya untuk mendengar laki-laki itu membual dan menggodanya. Lagipula berada di dekat Hyukjae benar-benar menakutkan untuk Yongri. Namun sayangnya Hyukjae lagi-lagi menghentikan gerakan gadis itu.

Hyukjae mencengkram lengan Yongri dan mendorong gadis itu ke dinding. Membuat tubuh Yongri bergetar ketakutan. Di koridor yang sepi ini tidak terlihat siapapun yang bisa menolongnya. Yongri benar-benar menyesal sudah meninggalkan kamar rawat Siwon.

“Melihat sikap sombongmu ini, sepertinya kau belum berpisah dari Presdir Choi. Benar?”

“Lepaskan aku! Jika tidak, aku akan berteriak!” Ancam Yongri. Hyukjae tertawa sinis mendengar ancaman Yongri yang tidak ditakutinya sama sekali.

“Sikapmu yang seperti ini, benar-benar membuatku kesal dan juga gemas di saat yang bersamaan.” Ucap Hyukjae. Yongri menatap laki-laki itu dengan tajam.

“Aku pastikan kita akan bertemu lagi, Nyonya Choi Siwon.” Hyukjae melepaskan cengkramannya dan tersenyum sinis pada Yongri. Setelahnya ia segera meninggalkan gadis itu seorang diri.

Yongri terlihat bernafas lega. Ia menatap kepergian Hyukjae sembari memegangi dadanya. Jantungnya berdetak dengan kencang karena takut. Kenapa ia harus bertemu lagi dengan laki-laki yang sudah berbuat kurang ajar padanya? Dan juga membuat Siwon kehilangan banyak uang. Yongri kembali menghela nafas panjang dan memutuskan untuk kembali ke kamar rawat Siwon. Ia terlalu takut untuk pergi seorang diri.

“Yongri-ssi, kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali.” Ujar Jungsoo saat melihat Yongri yang baru saja datang.

“Y–ya, aku baik-baik saja.” Sahut Yongri dengan memaksakan senyumnya.

“Lebih baik kau istirahat saja di sofa itu. Aku yang akan menjaga Siwon.” Kata Jungsoo sembari menunjuk sofa yang berada di kamar rawat Siwon.

“Tidak, Jungsoo-ssi. Kau saja yang tidur di sana. Aku ingin berada di dekat Siwon oppa.” Yongri segera mendekati kursi yang berada di dekat tempat tidur Siwon.

“Kau mungkin akan lelah.” Gumam Jungsoo.

“Aku baik-baik saja. Kau tidurlah, Jungsoo-ssi. Wajahmu terlihat sangat lelah.” Kata Yongri. Jungsoo tersenyum canggung dan menggaruk kepala bagian belakangnya. Ia memang merasa lelah.

“Kalau begitu aku akan tidur. Jika terjadi apa-apa kau harus segera membangunkanku.” Pesan Jungsoo. Yongri mengangguk dan segera duduk.

Sebenarnya Yongri bisa saja menyuruh Jungsoo untuk pulang ke rumahnya. Yongri masih mampu untuk menjaga Siwon seorang diri. Tetapi Yongri terlalu takut saat ini. Hyukjae tau keberadaannya di rumah sakit ini. Laki-laki itu bisa melakukan apapun untuk menemukannya.

Seandainya saja Yongri tidak sedang hamil, ia pasti akan lebih berani menghadapi Hyukjae. Tetapi karena kehamilannya, Yongri merasa harus lebih berhati-hati. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada bayi di dalam kandungannya.

Yongri mengalihkan pandangannya pada wajah pucat Siwon. Laki-laki itu masih betah menutup matanya. Yongri tidak tau kapan Siwon akan sadar. Yongri sangat berharap Siwon tidak kembali bermimpi buruk seperti dulu. Karena hal itu akan sangat menyiksa untuk Siwon.

“Kapan kau akan bangun?” Gumam Yongri sembari menggenggam tangan Siwon dengan erat.

——

Pagi sudah datang ketika Yongri membuka matanya. Lehernya terasa kaku karena tidur dalam posisi yang tidak nyaman. Saat ia melihat Siwon, laki-laki itu masih belum membuka matanya. Yongri menghela nafas dan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Siwon. Ia menoleh dan menemukan Jungsoo yang masih tertidur dengan lelap.

Yongri beranjak dari tempatnya dan mendekati Jungsoo. Karena Siwon sedang sakit, tentu saja Jungsoo harus mengerjakan pekerjaan Siwon. Yongri hanya tidak mau Jungsoo terlambat datang ke kantor.

“Jungsoo-ssi.” Panggil Yongri pelan.

Jungsoo mengerang karena merasa tidurnya terganggu. Laki-laki itu membuka salah satu matanya. Ia terkesiap saat melihat wajah Yongri berada dihadapannya. Jungsoo segera beranjak dan mengubah posisinya menjadi duduk. Ia seolah belum tersadar bahwa semalam dirinya bermalam di rumah sakit. Saat melihat kesekelilingnya, Jungsoo teringat apa yang terjadi kemarin.

“Apa aku mengagetkanmu?” Tanya Yongri merasa bersalah.

“Ah, tidak.” Jawab Jungsoo kikuk.

“Aku hanya merasa kau perlu ke kantor untuk menggantikan Siwon oppa. Makanya aku membangunkanmu. Maaf jika aku mengganggu tidurmu.” Sesal Yongri.

“Tidak, tidak. Aku tidak apa-apa.” Sahut Jungsoo. Ia segera berdiri dan merenggangkan otot-otot tubuhnya.

“Siwon masih belum bangun?” Tanya Jungsoo sembari melirik Siwon. Yongri mengangguk dengan lesu.

“Tidak apa-apa. Mungkin tubuhnya terlalu lelah. Jangan mengkhawatirkan apapun.” Kata Jungsoo menenangkan. Yongri mencoba untuk mempercayai ucapan Jungsoo.

“Aku akan pulang ke rumah sebentar sebelum ke kantor. Jangan lupa hubungi aku jika Siwon sudah sadar.”

“Ya, Jungsoo-ssi.”

Yongri menatap kepergian Jungsoo dalam diam. Setelah pintu kamar tertutup, Yongri kembali menatap Siwon. Dan matanya membesar saat melihat kepala Siwon bergerak-gerak dengan gelisah. Ia segera mendekati laki-laki itu karena merasa khawatir.

“Oppa?” Panggil Yongri.

Kepala Siwon masih bergerak ke kanan dan ke kiri. Alisnya saling bertaut seolah ia sedang berpikir dengan keras. Dari mulut Siwon terdengar desisan pelan.

“Oppa? Apa yang terjadi, eo? Bangunlah..” Yongri menjadi semakin khawatir.

Beberapa saat kemudian kepala Siwon berhenti bergerak dan matanya terbuka dengan pelan. Mata laki-laki itu kembali tertutup sebentar, sebelum akhirnya benar-benar terbuka. Wajah pucat Siwon masih belum menghilang. Namun Yongri bersyukur karena laki-laki itu sudah sadar.

“Apa kau bisa melihatku, oppa?” Tanya Yongri. Siwon sedikit menggerakkan kepalanya untuk menatap Yongri. Bibirnya membentuk sebuah senyum kecil saat melihat sosok Yongri.

“A–apa yang terjadi?” Tanya Siwon.

“Kau pingsan, oppa. Kau benar-benar membuatku ketakutan setengah mati.” Jawab Yongri dengan mata yang berkaca-kaca. Ia hanya terlampau senang karena Siwon sudah sadar.

“Apa yang kau takutkan jika aku hanya pingsan?” Tenaga Siwon sepertinya sudah mulai berkumpul. Suara laki-laki itu tidak lagi terdengar lemah.

“Bagaimana jika kau tidak bangun lagi?! Bukankah sudah kukatakan bahwa kau tidak perlu melakukan ini semua?” Isak Yongri. Siwon kembali tersenyum kecil. Ia dapat merasakan kekhawatiran gadis itu.

“Dan kau masih bisa tersenyum. Dasar jahat. Kau tidak memikirkanku dan bayi di dalam kandunganku.” Rajuk Yongri. Ia mengusap airmata yang membasahi wajahnya.

“A–aku akan memanggil Dokter Lee.” Kata Yongri.

Siwon langsung menangkap pergelangan Yongri saat melihat gadis itu akan pergi meninggalkannya. Yongri menghentikan langkahnya dan menatap Siwon dengan bingung. Masih dengan menggenggam tangan Yongri, Siwon mengubah posisinya menjadi duduk. Ia sedikit meringis saat kepalanya terasa sedikit sakit.

“Kemarilah, aku ingin memelukmu.” Ujar Siwon. Yongri duduk di tepi tempat tidur dan sebentar saja sudah berada di dalam pelukan hangat Siwon.

“Aku takut.” Bisik Siwon.

“Apa yang kau takutkan?” Tanya Yongri sembari mengusap punggung Siwon.

“Ayahku memukulku dengan keras.” Jawab Siwon membuat Yongri terkejut.

Sejak kapan Siwon dengan sukarela memanggil Kiho dengan sebutan ayah? Yongri melepaskan pelukan Siwon dan menatap laki-laki itu dengan bingung. Sedangkan Siwon menatap Yongri dengan tatapan cemas dan takut.

“A–ayahmu?” Ulang Yongri. Siwon mengangguk cepat.

“Ayahku memukulku hanya karena aku ingin mengajaknya bermain. Lihat luka di tanganku ini.” Kata Siwon sembari menunjuk tangannya. Namun Yongri tidak menemukan apapun pada tangan Siwon. Yongri kembali menatap Siwon dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Oppa..”

“Untung saja kau cepat datang, sehingga ayahku langsung pergi.” Ucapan Siwon terdengar seperti pengaduan seorang anak kepada ibunya.

“Apa yang kau bicarakan, oppa?” Tanya Yongri dengan sedih. Airmata kembali mengalir diwajahnya.

“Kau harus tetap disini agar ayahku tidak kembali memukulku.” Ujar Siwon.

Siwon kembali menarik Yongri ke dalam pelukannya. Airmata Yongri semakin banyak mengalir saat merasakan pelukan Siwon yang sangat erat pada tubuhnya. Ia dapat merasakan ketakutan yang sedang dibicarakan Siwon barusan. Astaga, apa yang sedang terjadi pada suaminya? Cobaan apalagi yang diberikan Tuhan kepada keluarga kecilnya ini?

Yongri membalas pelukan Siwon. Ia mengusap kepala Siwon dengan sayang. Ia harus bisa membuat ketakutan di dalam diri Siwon menghilang. Yongri yakin saat ini Siwon sedang kembali ke masa lalunya. Semua karena pengobatan yang dilakukan oleh laki-laki itu.

“Jangan takut. Aku tidak akan kemana-mana, sehingga ayahmu tidak akan datang.” Gumam Yongri.

——

“Sepertinya ini semua karena efek samping dari pengobatan yang dilakukan Siwon.” Kata Dokter Oh setelah mendengarkan penjelasan Yongri.

“Efek samping? Apa kalian pernah membicarakan itu pada Siwon oppa?” Tanya Yongri.

“Tidak.” Jawab Donghae dengan pelan.

“Tidak? Bagaimana mungkin kau tega melakukannya Dokter Lee? Bukankah Siwon oppa temanmu? Bukankah seharusnya kau memberitahukan semuanya pada Siwon oppa?” Yongri terlihat benar-benar kecewa pada Donghae. Donghae juga terlihat merasa bersalah.

“Maafkan aku, Yongri-ssi. Aku pikir itu tidak akan terjadi pada Siwon.” Ujar Donghae.

“Walaupun tidak akan terjadi padanya, setidaknya kau harus tetap memberitahukannya, bukan? Itu akan menjadi pertimbangan sendiri untuk Siwon oppa.” Yongri tetap tidak menerima alasan yang diberikan oleh Donghae. Donghae terdiam sembari mengacak rambutnya.

“Sampai kapan Siwon oppa akan seperti ini?” Yongri bertanya kepada 3 dokter yang lainnya.

“Sejujurnya kami tidak tau, nona. Kita hanya bisa berharap bahwa ini semua bersifat sementara. Dan kita harus melakukan lanjutan pengobatan secepatnya.” Jawab Dokter Kim.

“Benar. Tuan Choi harus menyelesaikan pengobatannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Tuan Choi harus benar-benar sembuh dari traumanya. Pengobatan kemarin belum benar-benar selesai karena Tuan Choi pingsan. Karena itulah jiwa Tuan Choi masih berada di masa lalu.” Jelas Dokter Park.

Yongri menghela nafas panjang dan tidak bisa membantah ucapan dokter tersebut. Jika Siwon memang harus melanjutkan pengobatan untuk terlepas dari masa lalunya, Yongri tidak bisa melarangnya. Yongri tidak mungkin membiarkan Siwon terus bersikap seperti seorang anak yang ketakutan.

“Seharusnya aku tidak pernah mengizinkan pengobatan ini berjalan.” Gumam Yongri dengan rasa menyesal.

“Suatu keberuntungan karena Tuan Choi masih mengenali Anda, nona. Itu berarti Tuan Choi tidak benar-benar meninggalkan kehidupannya sekarang.” Kata Dokter Park.

“Lalu apa yang harus saya lakukan?” Tanya Yongri.

“Cukup terus tenangkan Tuan Choi dari ketakutannya, nona. Dan beritahukan kepada kami jika tiba-tiba Tuan Choi telah kembali ke kehidupannya yang sekarang. Maka saat itu juga kami akan melanjutkan pengobatan.” Jawab Dokter Oh. Yongri mengangguk dengan lemah.

“Kami juga akan terus memantau perkembangan Tuan Choi, nona. Jangan khawatir. Kami permisi dulu.” Pamit Dokter Oh. Ketiga Dokter lainnya segera meninggalkan Yongri dan Donghae setelah mereka berpamitan.

Yongri dan Donghae masuk ke dalam kamar rawat Siwon. Laki-laki itu sedang menatap langit dari jendela di kamar. Sepertinya ia sedang melamun, karena Siwon tidak menyadari kedatangan Yongri dan Donghae.

“Oppa..” Panggil Yongri. Siwon menoleh dan tersenyum pada Yongri. Ia mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Yongri.

“Kau darimana saja?” Tanya Siwon.

“Aku baru saja menemui dokter.” Jawab Yongri. Siwon mengangguk dan mengalihkan pandangannya pada Donghae.

“Saya ingin pulang dokter.” Kata Siwon. Donghae benar-benar merasa kecewa karena Siwon tidak mengenalinya. Sepertinya Siwon hanya mengenali Yongri–yang berada di dalam kehidupannya sekarang.

“Kau masih harus berada di rumah sakit.” Ujar Donghae. Siwon kembali menatap Yongri.

“Aku ingin pulang, Yongri-ya. Aku tidak sakit. Kenapa aku harus berada disini?” Suara Siwon terdengar merengek. Yongri memaksakan senyumnya.

“Kau bilang ayahmu baru saja memukulmu, kan? Kau harus diobati.”

“Ayahku memukulku?” Siwon menatap Yongri dengan bingung.

“Ya.” Sahut Yongri terdengar ragu.

“Apa yang kau bicarakan? Ayahku sangat menyayangiku. Bagaimana mungkin dia memukulku? Dia bahkan selalu membelikanku mainan setiap pulang bekerja.” Ucap Siwon.

“A–apa?” Yongri terkejut mendengar ucapan Siwon. Apalagi ini?

“T–tapi tadi kau bilang–“

“Ibuku dimana? Aku harus bertemu dengannya.” Ujar Siwon.

“Oppa..”

“Dokter, biarkan aku pulang. Aku benar-benar tidak merasa sakit sedikit pun. Aku sangat sehat. Bagaimana mungkin kau tidak bisa memeriksa seseorang dengan baik?” Kata Siwon dengan kesal. Siwon berusaha melepaskan infus yang terpasang ditangannya. Namun Yongri dengan segera menahannya.

“Jangan dilepas.”

“Kenapa? Aku ingin pulang, Yongri-ya. Aku ingin bertemu ibuku.”

“Aku akan membawa ibumu kemari.” Ujar Yongri.

“Benarkah?” Wajah Siwon terlihat berbinar.

Belum sempat Yongri menanggapi ucapan Siwon, tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan keras. Jungsoo datang dengan nafasnya yang tersengal. Pakaiannya terlihat berantakan karena sepertinya laki-laki itu baru saja berlari.

“Ya! Apa maksud kalian dengan Siwon yang tidak akan mengenaliku?” Suara Jungsoo terdengar marah. Jungsoo berjalan tergesa mendekati Siwon.

“Siwon-ah, kau mengenaliku ‘kan?” Tanya Jungsoo penuh harap. Siwon menatap Jungsoo dengan kedua alisnya yang bertaut.

“Anda siapa?” Tanya Siwon balik. Jungsoo tidak dapat menutupi keterkejutannya.

“Ya! Jangan bercanda. Aku tidak memiliki waktu untuk bercanda denganmu!” Kata Jungsoo.

“Hyung..” Donghae berusaha untuk menenangkan Jungsoo.

“Dia siapa, Yongri-ya?” Tanya Siwon pada Yongri. Yongri hanya dapat menatap Siwon dengan sedih.

“Omong kosong macam apa ini? Bagaimana mungkin dia bisa mengenali Yongri dan tidak mengenali kita, Donghae-ya?” Ucap Jungsoo tidak percaya.

“Kita bicara di luar, hyung.” Kata Donghae sembari berusaha menarik Jungsoo keluar.

“Tidak, sebentar. Aku masih tidak mempercayai ini semua.” Jungsoo menepis tangan Donghae.

“Siwon-ah, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu jika kau bercanda seperti ini.” Ancam Jungsoo.

Namun Siwon masih terus menatapnya dengan bingung. Ia tidak mengerti apa yang dibicarakan Jungsoo. Dan ia juga bingung bagaimana bisa Jungsoo mengenalnya.

“Hyung, jangan seperti ini. Kondisi Siwon sedang tidak stabil.” Ucap Donghae. Donghae kembali menarik Jungsoo untuk keluar.

“Ya, Siwon-ah! Choi Siwon!” Jungsoo terus berteriak sepanjang Donghae menariknya. Ia benar-benar tidak dapat menerima kenyataan karena Siwon melupakannya begitu saja.

“Sebenarnya siapa dia? Kenapa dia bisa mengenalku?” Tanya Siwon bingung. Yongri menyeka airmata yang mengalir dipipinya.

“Jangan dipikirkan. Aku akan menghubungi ibumu untuk datang ke sini.” Kata Yongri dan membuat Siwon tersenyum senang.

——

Donghae memukul dinding dengan keras menggunakan kepalan tangannya. Ia merasa benar-benar kesal pada dirinya sendiri. Ia juga merasa menyesal dengan apa yang terjadi pada Siwon. Seharusnya ia bisa mencegah hal ini terjadi. Tetapi Donghae seolah menutup sebelah matanya dan hanya mengharapkan kesembuhan Siwon.

“Yah, apa yang kau lakukan?” Jungsoo menghentikan apa yang sedang dilakukan Donghae.

“Aku benar-benar menyesal, hyung.” Ujar Donghae. Ia menyandarkan punggungnya pada dinding. Mendongakkan kepalanya sembari memejamkan matanya.

“Tidak ada yang perlu disesalkan.” Sahut Jungsoo.

“Seharusnya aku memberitahukan Siwon mengenai efek samping yang mungkin terjadi. Seharusnya aku memberitahukannya jika dia bisa saja melupakan Yongri karena pengobatan ini.” Kata Donghae membuat Jungsoo tersenyum kecil.

“Nyatanya si brengsek itu tidak bisa melupakan Yongri. Dia bisa mengingat seseorang yang baru dikenalnya beberapa bulan. Tetapi dia tidak bisa mengingat orang lain yang dikenalnya selama bertahun-tahun. Aku benar-benar tidak bisa mempercayainya.”

“Seburuk itukah masa lalu Siwon, hyung? Hingga dia harus kembali terjebak di sana?”

“Kau sudah mengetahui jawaban atas pertanyaanmu.” Ucap Jungsoo.

“Tetapi, ini semua hanya bersifat sementara, kan?” Tanya Jungsoo kemudian. Donghae mengangguk.

“Hanya saja aku tidak tau sampai kapan, hyung. Semakin lama Siwon berada di masa lalunya, ia akan semakin tersiksa. Semua luka itu mungkin akan memakannya hidup-hidup.” Jelas Donghae.

“Sialan! Aku benar-benar ingin membunuh Choi Kiho brengsek!!” Maki Jungsoo kesal.

Sesaat kemudian tidak terdengar suara apapun dari kedua laki-laki itu. Hanya terdengar helaan nafas mereka yang saling bersahut-sahutan. Mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Menyesali kenyataan bahwa Siwon tidak dapat mengingat mereka. Dan sejujurnya, itu cukup membuat perasaan mereka terluka.

“Menurutmu, kenapa Siwon bisa mengingat Yongri sedangkan dia tidak bisa mengingat kita?” Tanya Jungsoo pelan.

“Apalagi? Siwon sangat mencintai Yongri.” Jawab Donghae. Jungsoo kembali tersenyum kecil.

“Aku tidak menyangka perasaannya sebesar ini pada Yongri.” Ucapnya.

“Karena Siwon tidak pernah dekat dengan seorang wanita, kita tidak pernah mengetahuinya, hyung.”

“Apakah menurutmu Yongri bisa menuntun Siwon untuk keluar dari masa lalunya?”

“Tidak. Terlalu beresiko, hyung. Kita tidak bisa memaksa Siwon untuk meninggalkan masa lalunya. Dia bisa saja melupakan semua ingatannya jika itu terjadi.” Kata Donghae. Jungsoo menghela nafas panjang. Jawaban Donghae benar-benar mengecewakannya.

“Yang dapat kita lakukan hanya menunggunya kembali?” Tebak Jungsoo.

“Ya. Hanya itu.” Gumam Donghae.

——

Kang Bong Ok berjalan di koridor rumah sakit dengan terburu-buru. Ia sangat terkejut mendengar Siwon di rawat di rumah sakit. Dan lebih terkejut lagi saat Yongri mengatakan bahwa Siwon ingin bertemu dengannya. Bukankah itu sebuah kemustahilan untuk Bong Ok?

Bong Ok menghentikan langkahnya saat sampai di depan kamar rawat Siwon. Menatap nama yang tertempel di dinding dan memastikan bahwa di depannya ini adalah ruangan Siwon. Terdengar helaan nafas pelan dari Bong Ok, sebelum akhirnya dia membuka pintu dengan pelan.

Siwon yang sedang makan dan Yongri yang sedang menyuapi Siwon sama-sama menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Siwon tersenyum senang saat melihat kehadiran Bong Ok. Wajah laki-laki itu terlihat berbinar hanya dengan menatap Bong Ok. Membuat Bong Ok tidak dapat mempercayai penglihatannya saat ini.

“Eomma!” Kata Siwon riang.

Yongri meletakkan mangkuk bubur Siwon dan segera berdiri. Membalas tatapan Bong Ok yang sekarang sedang tertuju padanya. Yongri membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menyapa ibu mertuanya itu.

“Apa yang kau lakukan di sana? Ayo, masuk, eomma.” Siwon melambaikan tangannya pada Bong Ok.

Masih dengan kebingungannya, Bong Ok memasuki kamar Siwon dan menutup pintunya. Berjalan dengan perlahan untuk mendekati Siwon. Siwon segera merentangkan tangannya saat Bong Ok berada didekatnya. Membuat Bong Ok semakin menatap laki-laki itu dengan bingung.

“Kau tidak mau memelukku?” Rajuk Siwon.

Bong Ok kembali menatap Yongri untuk meminta penjelasan. Yongri membalas tatapan Bong Ok dengan sedih. Kemudian ia menganggukkan kepalanya dengan pelan. Seolah memberitahu Bong Ok bahwa ia harus mengikuti keinginan Siwon. Bong Ok akhirnya memeluk Siwon dengan ragu.

“Aku benar-benar merindukan, eomma. Padahal kita tinggal di rumah yang sama.” Kata Siwon membuat mata Bong Ok membesar.

“Siwon-ah..” Bong Ok melepaskan pelukannya.

“Kenapa?” Tanya Siwon dengan wajah polosnya.

“Oh ya, eomma. Apakah appa akan pulang terlambat lagi hari ini? Aku ingin bermain dengan appa.” Kata Siwon.

“Choi Siwon..”

“Kenapa? Kenapa eomma terus memanggilku?” Suara Siwon terdengar jengkel.

“Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau seperti ini?” Tanya Bong Ok. Wanita itu terlihat sangat khawatir. Ia menatap Yongri namun sayangnya gadis itu malah menundukkan kepalanya seolah sedang menahan tangisnya.

“Apa yang terjadi padaku? Aku tidak apa-apa, eomma. Jangan hiraukan infus ini. Aku sudah memaksa dokter untuk memulangkanku. Tetapi mereka menyuruhku tetap berada di sini.” Keluh Siwon.

“Yah, Yongri-ya. Apa yang terjadi pada Siwon?” Tanya Bong Ok. Yongri mendongak dan memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan airmata.

“Dan kenapa kau menangis? Apa yang terjadi sebenarnya?”

“Yongri-ya, kenapa kau menangis? Apa ada yang sakit?” Siwon terlihat khawatir. Yongri menyeka airmatanya dan memaksakan senyumnya.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa terharu dengan pertemuanmu dan ibumu.” Ujar Yongri.

“Yongri-ya..”

Bong Ok tidak mempercayai ucapan Yongri. Lagipula Yongri tau bagaimana hubungan Siwon dan Bong Ok. Bukankah Yongri juga seharusnya merasa bingung dengan sikap Siwon? Kecuali jika Yongri sudah mengetahui apa yang terjadi pada Siwon.

“Sebentar, oppa.” Ujar Yongri. Kemudian ia menutup kedua telinga Siwon menggunakan tangannya. Siwon terlihat terkejut dan hendak menjauhkan tangan Yongri dari telinganya. Namun Yongri tidak membiarkannya.

“Aku akan menjelaskannya nanti padamu, eommonim. Bisakah kau mengikuti saja apa yang Siwon oppa inginkan?” Pinta Yongri. Bong Ok masih menatap Yongri dengan bingung.

“Aku mohon, eommonim.” Wajah Yongri terlihat memelas. Bong Ok tidak mengatakan apapun hingga Yongri menjauhkan tangannya dari telinga Siwon.

“Kenapa kau menutup telingaku? Apa yang kalian bicarakan? Kenapa aku tidak boleh mendengarnya?” Tanya Siwon beruntun.

“Bukan apa-apa. Aku hanya meminta ibumu untuk melanjutkan menyuapimu. Kau mau, kan?” Yongri tersenyum pada Siwon.

“Tentu saja aku mau.” Sahut Siwon langsung.

Yongri memberikan mangkuk bubur Siwon pada Bong Ok. Tidak ada yang dapat dilakukan Bong Ok selain mengikuti permainan Yongri. Ia tidak mengerti apapun dan sangat membutuhkan jawaban. Namun sebelumnya ia harus menuruti permintaan menantunya itu.

Bong Ok menerima mangkuk dari tangan Yongri dan tersenyum pada Siwon. Mulai menyuapi laki-laki itu seperti dulu. Walaupun di landa kebingungan, Bong Ok tetap merasa senang dengan apa yang sedang terjadi. Ia bisa memeluk Siwon bahkan menyuapi laki-laki itu. Dan yang pasti, Siwon tidak menatapnya dengan penuh kebencian.

Seorang perawat datang membawakan beberapa obat yang harus diminum oleh Siwon. Yongri mengambil alih obat tersebut, sembari menatap ibu dan anak tersebut dengan haru. Ia juga merasa senang karena setidaknya Bong Ok dapat merasakan kasih sayang Siwon lagi. Setelah sekian lama Siwon memendam kebencian padanya.

“Minum obatnya, oppa.” Ujar Yongri. Siwon menuruti apa yang diucapkan oleh Yongri.

“Tidurlah. Kau harus banyak istirahat jika ingin cepat pulang.”

“Tetapi aku masih ingin mengobrol dengan kalian.” Kata Siwon.

“Kita bisa mengobrol sepuasnya setelah kau bangun.” Janji Yongri yang disambut senyum setuju dari Bong Ok.

Siwon menghela nafas panjang dan akhirnya kembali menuruti keinginan Yongri. Ia mulai berbaring di atas tempat tidur dan membenarkan letak selimut ditubuhnya. Kedua tangannya digunakan Siwon untuk menggenggam tangan Yongri dan juga tangan Bong Ok.

“Aku benar-benar bahagia memiliki kalian di dalam hidupku.” Ucap Siwon sembari menatap Yongri dan Bong Ok bergantian.

“Kau sebagai istriku.” Siwon menatap Yongri.

“Dan kau sebagai ibuku.” Siwon menatap Bong Ok.

Yongri memang ingin bertanya pada Siwon mengenai hubungan mereka yang diketahui Siwon. Mengingat Siwon yang terjebak dalam masa lalunya, Yongri pikir Siwon hanya sekedar mengenalnya. Namun ternyata di dalam pikiran Siwon, Yongri tetaplah istrinya.

Terasa sangat aneh, di saat Siwon bertingkah laku seperti seorang anak kecil tetapi dia juga menyadari bahwa dirinya memiliki istri. Yongri benar-benar tidak mengerti kepribadian seperti apa yang sedang ada di dalam diri Siwon saat ini.

“Oppa, apa kau ingat bagaimana kita menikah?” Tanya Yongri. Siwon yang sedang memejamkan mata tiba-tiba kembali membuka matanya dan menatap Yongri.

“Untuk apa kau menanyakan sesuatu yang sudah kau ketahui jawabannya?” Ujar Siwon. Yongri terdiam sembari menatap Siwon. Begitu pun dengan Bong Ok.

“Kenapa?” Tanya Siwon.

“M–maksudmu, kau mengetahui t–tentang hutang–“

“Hutang? Hutang apa? Kita menikah setelah bertahun-tahun berkencan. Kenapa kau menanyakannya lagi?” Siwon menatap Yongri dengan bingung.

“B–berkencan?” Gumam Yongri.

“Aku mengantuk. Kita akan membahasnya lagi nanti. Kalian tidak boleh pergi sebelum aku terbangun.” Pesan Siwon.

Siwon kemudian memejamkan matanya yang benar-benar terasa mengantuk. Sepertinya obat yang diminumnya membuatnya mengantuk agar ia bisa beristirahat. Tak perlu menunggu lama, beberapa saat kemudian Siwon sudah tertidur. Terdengar dengkuran halus yang menandakan bahwa ia sudah sangat terlelap.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Bong Ok pelan tanpa menatap Yongri.

“Kemarin Siwon oppa menjalani pengobatan untuk terlepas dari trauma masa lalunya. Ia berada di alam bawah sadarnya dan di minta untuk mengingat semua perlakuan ayahnya padanya.” Yongri mulai menjelaskan. Bong Ok mendengarkan dalam diam. Tetapi ia merasa sangat sedih dengan kenyataan Siwon harus mengalami pengobatan karena Kiho.

“Sebelum pengobatannya selesai, Siwon oppa pingsan. Dokter bilang tubuhnya belum terlalu mampu untuk menerima kesakitan yang dulu dirasakannya. Lalu saat ia terbangun dari pingsannya tadi pagi, Siwon oppa sudah seperti ini. Ia seperti terjebak dalam masa lalunya.”

“Tadi pagi dia bahkan mengatakan padaku bahwa ayahnya baru saja memukulnya. Ia menunjukan luka ditangannya yang tidak bisa aku lihat. Lalu saat aku meninggalkannya sebentar untuk berbicara dengan dokter, Siwon oppa tiba-tiba tidak lagi merasakan kekerasan yang dialaminya. Sepertinya ia sedang berada di masa-masa saat ayahnya masih sangat menyayanginya. Ia juga yang memaksaku untuk menghubungimu.”

“Siwon oppa tidak bisa mengingat siapapun di kehidupannya sekarang. Ia melupakan Dokter Lee dan juga Jungsoo-ssi.”

“Tetapi dia mengingatmu sebagai istrinya.” Potong Bong Ok cepat.

“Ya. Aku juga tidak mengerti tentang itu, eommonim. Ia mengingatku sebagai istrinya di saat ia sedang kembali ke masa anak-anaknya.” Ujar Yongri.

“Ya, Tuhan. Apa yang terjadi pada anakku?” Ucap Bong Ok sedih.

Ia mengusap kepala Siwon dengan sayang. Bong Ok senang dengan perlakuan Siwon saat ini padanya. Tetapi Bong Ok tetap tidak menyukai Siwon berada di masa lalunya. Bong Ok tidak ingin Siwon merasakan lagi masa-masa terburuk mereka.

“Maaf, eommonim. Seharusnya aku bisa mencegah Siwon oppa untuk melakukannya.” Sesal Yongri.

Bong Ok tidak memperdulikan penyesalan Yongri. Ia terus menatap Siwon dengan airmatanya yang sudah mengalir. Ia merasa Tuhan sudah tidak adil. Bukan Siwon yang seharusnya merasakan penderitaan ini, tetapi dirinya. Siwon tidak tau apa-apa dan hanyalah korban. Seharusnya Siwon hanya perlu hidup bahagia saat ini.

“Maafkan eomma, Siwon-ah. Maafkan eomma.”

——

–To Be Continued–

HAI! Saya datang membawa uang *eh bawa lanjutan FF maksudnya..

Eaaaa ini cerita kagak tau deh kenapa jadi gini.. bingung juga.. hahahaha.. rasa-rasanya Siwon-Yongri belum bisa bahagia dalam waktu dekat.. hihihi.. terima aja lah ya gimana kelajutannya..

Oh ya, ingat ya! Ini kan hanya FF jadi semua cerita bahkan penyakit yang aku buat di dalamnya itu imajinasi aku doang. Mungkin memang terjadi di dunia nyata, mungkin juga gak. Jadi jgn sekali kali ngejudge aku karena sok tau atau gimana. Okey?

Nah, ada yang berbeda kan sama covernya? Hahaha. Aku mau terima kasih sama salah satu reader namanya MIKHA YADIFA! Dia yang udah buati cover yang bagus ini.. hohoho.. karena sejujurnya, aku paling gak bisa yang namanya edit mengedit. Makanya selama ini FF aku gak pernah pake cover. Baru FF FL sama PL doang yang dipakein cover, itupun ala kadarnya. So, sekarang aku kayaknya bakal welcome deh kalo kalian mau dengan senang hati buatin cover utk FF aku. Jadi, nanti kalo aku ada FF baru, aku bakal kasih teasernya dulu untuk kalian. Sesudah ada covernya, baru deh aku post. Nama ceweknya Baek Sumin bisa kalian cari di google (aku gak mau cewek yang lain). Editnya jangan berlebihan ya, cukup deketin aja. Gak pake ciuman ataupun pelukan. Hohohoho. Isi covernya kurang lebih kayak cover yang aku pakai ini. Cover bisa di kirim ke twitter: @inekedf atau email: ineke_fansyuri@yahoo.com , gak semua cover bisa aku pake ya. Tapi aku bakal tetap terima cover dari kalian. Thank you^^

Happy reading, ya!

BYE~

Advertisements

97 thoughts on “Painful Life – Part 15

  1. Kl nanti siwon kembali sadar, dia bakal balik lagi benci ibunya dong? Duh semoga yongri ga ketemu hyukjae lg, menyeramkan

  2. bayangin pas baca scene siwon yg lg obati . kasian+mengerikan . aduh jd siwon terjebak masa lalu . seru baca part ini .
    ditunggu kelanjutannya eoni ..

  3. bayangin pas baca scene siwon yg lg obati . kasian+mengerikan . aduh jd siwon terjebak masa lalu . seru baca part ini .
    ditunggu kelanjutannya eoni ….

  4. ya ampun.. pengen aku bunuh tuh si kiho. bikin siwon harus merasakan lagi kesakitan di masa lalunya.
    makin rumit aja.
    siwon kasian sekali, gk tega bacanya gk bisa bayangin deh.
    siwon sangat mencintai yongri sekali,sampai² di masa lalunya pun masih mengingat yongri sebagai istri.

    eonni fighting!! jangan terlalu lelah nde^^ mian gk bisa bantu eonni bikin cover,soalnya aku kagak bisa.

  5. Yaaah konflik lagi…
    Knp suwon harus sakut..kasihan yongri padahal masih hamil harusnya dapat perlindungan dari suami malah suami sakit gitu
    Cepat sembuhlah siwonnya

  6. Untung dia gak lupa sama yongri tp jadi ingetannya dan kelakuannya begitu, lupa sama kesakitannya huhu
    ditunggu kelanjutannya kak

  7. Ga tega deh ngebayangin pas Siwon lagi diobatin. ampe teriak kesakitan gitu. Jahat banget ya punya ayah kyk Kiho. Sampe segitunya trauma yg hrs di derita Siwon. buat Yongri keep stronger ya… krn cinta Yongri yg besar buat Siwon sehinga dia ga dilupain walopun Siwon kejebak masa lalu. buat author tetap semangat nd covernya bagus. Kelanjutannya jng lama2 Ya….

  8. Well, awalnya seneng bgt siwon mau berobat. Cuma ganyangka aja jadi begini. Masa donghae kaga kasih tau efek samping nya-_- bisa dituntut tuh! Hahaah. Semoga aja siwon cepet sadar lalu cepat sembuh. Gatega bacanya.

    Keep writing eon! Good jobbb!!!!

  9. kenapa jadi gini siwon oppa? ga inget sama donghae jungsoo kasian mereka… jadi kesel jadinya trus gmna klo siwon pengen ktmu sama ayahanya?

  10. huaaaaa lama off ternyata udh ketinggalan 3 part
    makin seeu makin tegang pkoknya ditunggu kelanjutannya
    semngat author^^

  11. Kasian siwon, trauma masa lalunya bikin dia bener2 menderita huh yg sabar ya yongri ☺
    Kasian jd lupa ingatan sebagian, tp untungnya masih bisa inget yongri, yaa walaupun ga inget pas waktu nikahnya gimana.
    Tetep semangat lanjutin ceritanya 😊

  12. jiwa siwon terperangkap dimasa lalu
    gmna siwon akan kembali?
    smoga cepat kembali siwon yg dulu
    ya walau ingat yongri tp siwon melupakan yg lainnya
    hahh siwon cepat lah sadar
    gak kuat liat siwon sperti itu
    smoga lekas sembuh traumanya

  13. Lah buseh…. pesta nya acak adut 😑
    Gue pikir part ini mereda.. fokus ke kebahagiaan dulu eh tiba2 badai datang..
    Fighting buat Siwon sama Yongri..

  14. Makin runyem… siwon kenapa tiba2 begitu.. kasian dia, kasian yongri kasian anak mereka..
    Mama tiba2 Hyukjae muncul.. apa2an itu… hadeeeh yongri kan lagindlm posisi ga ada yg lindungin..
    .
    Btw penyakit siwon ngingetin aku sama drama its ok thats love… trauma yg bener2 traumatic gt… ngebayangjn gmana kasian dan tersiksanya mereka yg punya penyakit gt (ya walaupun sama kaya pikiran author, gatau itu beneran ada atau ga penyakitnya) hehe

    Fighting thor

  15. Hiks nae pengen siwon sembuh dari trauma nya,tapi gak kaya gitu😭😭kasian siwon harus kembali sakit pas inget masa lalu nya😭😭 tapi rada aneh juga sih dy tetap inget yongra padahal dy.lupa jungsoo oppa sm hae oppa

  16. Apa yang Hyujae lakukan dirumah sakit ?? Jika ia mengetahui keadaan Siwon pasti ia akan menghancurkan Nama baik Pria itu…
    Aku berharap Ayah Siwon Oppa bisa sadar dan menyayangi Eomma serta Siwon Oppa kembali dan Siwon juga akan menyayangi Eommanya kembali….

  17. Kasian banget liat siwon seperti itu..terjebak dalam masa lalu tapi ko dia inget yongri sebagai istrinya..apa dia jg lupa klo yongri sedang hamil..
    Aduh serem banget waktu yongri ketemu hyujae takut hyukjae nyakiti yongri ketika siwon lg sakit ga ada yg nolongin yongri…

  18. siwon terjebak dimasa lalunya trus dia cuma ingat yongri.. yg baru ia kenal.. apa karena cintanya sama yongri yg membuat dia mengingat yongri..

  19. Sedihhh liat siwon kaya gtu:( terlalu takut buat yongri melakukan ini semua, tapi gmna lagi itu semua kemauannya siwon buat bisa melupakan traumanya demii yongrii…
    Semoga cepet sembuh siwon,, dan kembali lagi bersama yongri hidup bahagia selamanya,,,,
    Merinding hyukjae muncul lagi walaupun cuma sedikit, tapiii menyeramkann hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s