Painful Life – Part 14

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Jika aku harus membuka luka lamaku untuk melindungimu, aku akan bersedia melakukannya. –Choi Siwon-

——

Author POV

“Kyuhyun-ssi.”

“Aku belum selesai bicara.”

Siwon dan Kyuhyun sama-sama saling menatap dengan tajam. Siwon merasa kesal, tidak, ia bahkan merasa sangat marah saat ini. Mendengar pengakuan dari Kyuhyun tentang perasaannya pada Yongri, membuat emosi Siwon tersulut. Ia bahkan sedang menahan diri untuk tidak memberikan pukulan pada adik iparnya itu. Ia tidak ingin membuat keributan di apartement Kyuhyun. Di saat ada Yongri dan ibunya di dalam sana.

“Aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi.” Kata Siwon dan segera berdiri dari duduknya. Kaleng kosong yang sudah remuk ditangannya masih digenggam erat oleh Siwon.

“Kau salah paham.” Ucap Kyuhyun. Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun. Laki-laki itu masih terlihat marah.

“Aku tidak menyukai Yongri sebagai seorang wanita. Hanya sebagai adik, tidak lebih.” Ujar Kyuhyun.

“Sebelumnya, aku merupakan seorang anak tunggal. Saat ayahku memutuskan untuk menikah lagi, aku sangat senang karena akan mendapat keluarga baru. Dan saat mengetahui bahwa Yongri menjadi adik tiriku, saat itu aku memutuskan akan menjaganya dengan baik. Seperti adik kandungku sendiri. Aku tidak mungkin menyukainya sebagai seorang wanita, ah tidak, aku tidak bisa menyukainya sebagai seorang wanita.” Jelas Kyuhyun. Siwon merasa lega mendengar penjelasan Kyuhyun. Tetapi laki-laki itu tidak bisa menghilangkan kemarahannya.

“Apa kau sedang mempermainkanku?” Tanya Siwon. Kyuhyun mengangkat kedua bahunya dengan acuh.

“Tidak bermaksud untuk mempermainkanmu. Sepertinya kau terlalu cepat menarik kesimpulan atas ucapanku.” Jawab Kyuhyun. Tidak ingin disalahkan atas kesalahpahaman yang diciptakan oleh Siwon sendiri. Siwon ingin sekali memecahkan kepala Kyuhyun saat ini.

“Aku harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, Siwon-ssi. Aku tidak ingin kau terlalu cepat salah paham pada Yongri dan menyakitinya.” Ujar Kyuhyun yang sudah ikut berdiri dan mendekati Siwon. Ia menyunggingkan senyum sinisnya pada Siwon.

“Ini bukan sebuah nasihat, tetapi peringatan.” Bisik Kyuhyun dan segera berlalu dari hadapan Siwon.

Siwon menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap kepergian Kyuhyun dengan senyum tidak percayanya. Ia baru tau jika Kyuhyun pintar dalam memprovokasi dirinya. Terbukti dengan Siwon yang merasa sangat kesal kepada laki-laki itu. Seandainya saja Siwon berada di apartement–nya sendiri, ia pasti sudah berteriak dengan keras untuk menghilangkan kekesalannya.

——

Siwon memarkirkan mobilnya di depan salah satu restaurant mewah yang ada di Seoul. Selain Siwon, ada Yongri dan juga Ibu Yongri dalam mobil laki-laki itu. Seperti janji Siwon pada ibu mertuanya, ia akan mempertemukan Ibu Yongri dengan Bong Ok. Mengingat bahwa Bong Ok sudah dapat menerima Yongri sebagai menantunya, Siwon harap pertemuan antara ibunya dan ibu mertuanya berjalan dengan lancar.

“Apa ibumu sudah ada di dalam?” Tanya Ibu Yongri. Siwon menolehkan kepalanya dan tersenyum.

“Sudah, eommonim.” Jawab Siwon.

“Kalau begitu, kita harus cepat turun. Jangan membuat ibu mertuamu menunggu lama, Yongri-ya.” Kata Ibu Yongri.

“Ya, eomma.” Sahut Yongri.

Mereka bertiga segera turun dari mobil Siwon. Yongri menggandeng tangan ibunya dengan Siwon yang berjalan di belakang mereka. Siwon sangat suka melihat bagaimana kedekatan antara Yongri dan ibunya. Walaupun karena keberadaan Ibu Yongri membuat Siwon memiliki waktu yang lebih sedikit saat bersama Yongri. Tetapi Siwon tidak mempermasalahkannya. Karena saat mereka pulang ke apartement nanti, Siwon akan memiliki gadis itu seutuhnya.

“Eo? Itu eommonim!” Yongri yang melihat keberadaan Bong Ok menunjuk wanita itu dengan antusias. Membuat ibunya dan Siwon segera mengikuti arah telunjuk gadis itu.

Bong Ok yang sudah menyadari kehadiran anak, menantu dan besannya segera berdiri. Wanita itu merasa senang saat Siwon menghubunginya tadi pagi. Siwon mengatakan bahwa ia akan mempertemukan Bong Ok dengan Ibu Yongri. Karena Bong Ok sudah bisa menerima Yongri sebagai menantunya, tentu saja Bong Ok merasa senang ketika akan bertemu dengan besannya itu.

“Selamat siang, eommonim.” Ketika mereka sampai di meja yang telah ditempati Bong Ok, Yongri yang lebih dulu menyapa wanita itu.

“Ya, Yongri-ya.” Balas Bong Ok.

“Eommonim, ini adalah ibuku.” Siwon memperkenalkan Bong Ok kepada Ibu Yongri. Kedua wanita paruh baya itu saling menatap dan tersenyum hangat.

“Senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu. Kang Bong Ok, ibunya Siwon.” Bong Ok memperkenalkan dirinya dihadapan Ibu Yongri.

“Lee Jung Ah. Senang juga bisa bertemu denganmu, besan.” Balas Ibu Yongri membuat Bong Ok dan Yongri tertawa.

“Ayo, duduk. Aku belum memesan makanan karena menunggu kedatangan kalian. Kita bisa berbincang sembari menyantap makan siang.” Kata Bong Ok.

Siwon dan Bong Ok duduk berdampingan, sedangkan Yongri duduk berdampingan dengan Jung Ah. Siwon berusaha sebisa mungkin untuk mengatur ekspresi wajahnya saat berada di dekat Bong Ok. Ia tidak bisa menunjukkan wajah tidak nyamannya dihadapan Jung Ah. Ibu mertuanya itu tidak mengetahui apapun, dan Siwon tidak ingin membuatnya curiga.

Bong Ok yang juga mengetahui bahwa Siwon tidak nyaman berada didekatnya, berusaha sebisa mungkin untuk tidak bersikap berlebihan kepada anak tunggalnya itu. Ia tidak ingin menyulitkan posisi Siwon lebih banyak lagi saat ini. Sejujurnya, Bong Ok merasa iri melihat kedekatan antara Yongri dan Jung Ah. Ia juga ingin mempunyai hubungan yang hangat seperti itu bersama Siwon.

“Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, Jung Ah-ssi. Sebenarnya aku tidak ingin membahas masa lalu. Tetapi, kau juga pasti sudah tau bagaimana anak kita menikah.” Ujar Bong Ok setelah mereka memesan makanan. Wanita itu menunjukkan wajah bersalahnya.

Jung Ah tersenyum singkat. Ia melirik Yongri dan menggenggam tangan gadis itu. Menyalurkan kehangatan seorang ibu yang dimilikinya.

“Saat mendengar penjelasan dari menantuku, aku sempat merasa marah. Aku tidak menyangka jika anak perempuanku harus menanggung akibat dari perbuatan ayah tirinya.” Ucap Jung Ah.

“Eomma..” Yongri merasa tidak nyaman saat Jung Ah mengungkit apa yang dilakukan Younghwan semasa hidupnya.

“Tetapi saat melihat bagaimana mereka saling melindungi, aku merasa semuanya sudah baik-baik saja. Mungkin hanya pertemuan pertama mereka saja yang tidak biasa.” Lanjut Jung Ah.

“Kau tidak perlu merasa bersalah, Bong Ok-ssi. Bagaimana pun sekarang putriku menemukan pria yang dicintainya.” Kata Jung Ah sembari menatap Bong Ok yang duduk dihadapannya.

“Terima kasih banyak karena sudah menerima putraku sebagai menantumu.” Bong Ok menatap Siwon sesaat sebelum akhirnya menatap Jung Ah.

“Siwon anak yang baik. Sebelum aku tau bahwa dia adalah menantuku, aku sempat bertemu dengannya. Dia menolongku karena hampir tertabrak mobil. Dan saat melihat kebaikannya, aku berharap putriku mendapatkan seorang suami yang seperti dirinya. Siapa yang sangka ternyata keinginanku terkabul.” Jung Ah tidak dapat menyembunyikan tawanya.

“Sungguh? Astaga, benar-benar takdir yang baik.” Timpal Bong Ok sembari ikut tertawa.

Kedua wanita paruh baya itu tampak begitu senang. Yongri yang melihat hal tersebut tidak dapat menyembunyikan senyumnya. Saat ia mengalihkan pandangannya pada Siwon, senyum Yongri hilang. Siwon terlihat sedang melamun. Laki-laki itu tampak tidak menikmati kebersamaan mereka bersama ibu mereka saat ini.

Yongri mengulurkan tangannya dan menggenggam salah satu tangan Siwon yang berada di atas meja. Membuat Siwon tersentak dan segera memandangi tangannya yang dilingkupi oleh tangan kecil Yongri. Siwon menaikkan pandangannya dan menemukan mata bulat Yongri sedang menatapnya.

Yongri melayangkan senyum tipisnya pada Siwon. Siwon membalas senyum gadis itu. Setelah merasa Siwon baik-baik saja, Yongri melepaskan genggamannya. Siwon tampak ingin protes, namun sayangnya ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sebenarnya, Yongri masih terlalu kecil untuk menjadi seorang istri dan ibu. Aku harap kau dapat memaklumi sifat kekanakkannya yang mungkin tida bisa hilang dengan mudah, Bong Ok-ssi.” Ujar Jung Ah. Bong Ok mengibaskan tangannya seolah tidak menyetujui ucapan Jung Ah.

“Tidak, Jung Ah-ssi. Aku tidak akan pernah memaksa Yongri untuk menjadi seperti menantu yang aku inginkan. Selama Siwon merasa nyaman, aku tidak akan mempermasalahkannya. Aku justru sangat berterima kasih kepada Yongri.” Kata Bong Ok. Bong Ok menatap Yongri dengan pandangan lembut.

“Aku berterima kasih karena Yongri sudah bersedia menjadi menantuku dan menerima Siwon apa adanya. Bersedia untuk tidak meninggalkan Siwon, bagaimana pun keadaannya.”

“Eommonim..” Yongri menatap Bong Ok dengan haru.

“Aku harap kau bisa membahagiakan Siwon, Yongri-ya. Selama ini aku hanya memberikannya kesedihan. Aku tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Siwon. Karena Siwon sudah memilikimu, aku merasa sangat lega. Kedepannya, aku hanya akan merenungi semua kesalahanku padanya. Dan menunggu kematian menjemputku.” Bong Ok memaksakan senyumnya di sela-sela rasa sedih yang dirasakannya.

Kata-kata itu sebenarnya ingin Bong Ok katakan kepada Siwon. Ia ingin meminta maaf kepada laki-laki itu atas semua kesedihan yang dirasakan Siwon selama ini. Namun Bong Ok tau bahwa Siwon tidak akan mau bertemu dengannya secara pribadi. Kebencian laki-laki itu padanya terlampau besar. Dan Bong Ok tidak pernah menyalahkannya.

Siwon menurunkan tangannya yang berada di atas meja. Siwon menyatukan kedua tangannya yang terasa bergetar. Laki-laki itu menundukkan kepalanya dan menyembunyikan matanya yang terasa memanas. Bohong jika Siwon tidak merasa tersentuh dan terharu mendengar ucapan Bong Ok barusan.

Hanya saja rasa benci Siwon sudah terlalu besar kepada wanita itu. Sama besarnya seperti ia membenci Kiho. Selama Siwon tidak bisa menghilangkan trauma yang dialaminya, selama itulah ia akan terus membenci Bong Ok. Bahkan jika hal itu harus dilakukannya seumur hidupnya, Siwon tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya.

——

Setelah mengadakan pertemuan antar keluarga, Siwon mengantarkan Jung Ah pulang ke apartement Kyuhyun. Mereka sama-sama bersyukur karena pertemuan siang ini berjalan dengan lancar. Tidak akan ada permasalah lagi di antara keluarga mereka.

“Kami akan langsung pulang, eommonim.” Pamit Siwon. Mereka sudah sampai di depan apartement Kyuhyun.

“Apa kalian harus langsung pulang?” Tanya Jung Ah. Tidak dapat menutupi kesedihannya karena harus berpisah lagi dengan Yongri.

“Maaf, eommonim. Karena pesta pernikahan yang akan diadakan lusa, banyak hal yang harus aku dan Yongri persiapkan.” Jawab Siwon dengan nada menyesal. Mendengar itu, Jung Ah tidak dapat berbuat apapun. Ia tidak mungkin berkeras untuk membiarkan Yongri terus bersamanya.

“Besok aku akan mengunjungimu, eomma.” Janji Yongri.

“Kau tidak perlu khawatir, eommonim. Kapan pun kau merindukan Yongri dan ingin berkunjung, kau hanya perlu mengatakannya kepada kami. Aku akan meminta supirku menjemputmu.” Ujar Siwon. Walaupun begitu, Jung Ah tetap tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.

“Aku hanya khawatir karena kau sedang hamil. Dan ini pertama kalinya untukmu. Bagaimana jika kau membutuhkan sesuatu dan suamimu tidak sedang bersamamu?” Ucap Jung Ah. Yongri tersenyum kecil dan memaklumi kekhawatiran Jung Ah.

“Eomma, tenang saja. Selain kami berdua, ada seorang pelayan yang tinggal bersama kami. Dia akan membantuku. Dan aku akan baik-baik saja.” Kata Yongri menenangkan. Jung Ah menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya dengan pasrah.

“Baiklah jika seperti itu. Hubungi aku kapanpun di saat kau membutuhkanku. Mengerti?” Pesan Jung Ah.

“Aku mengerti, eomma.” Sahut Yongri.

“Tolong jaga anakku baik-baik, Siwon-ah.” Pinta Jung Ah.

“Aku akan berusaha semampuku, eommonim.” Balas Siwon.

“Pulanglah, hati-hati di jalan.” Ujar Jung Ah.

“Kau masuklah lebih dulu, eomma. Aku takut kau menangis saat melihatku pergi nanti.” Kata Yongri. Jung Ah menyetujuinya. Ia segera membuka pintu apartement Kyuhyun dan masuk ke dalam.

Setelah pintu apartement tertutup, Siwon dan Yongri saling menatap kemudian tersenyum kecil. Siwon merangkul Yongri dan mereka meninggalkan koridor apartement Kyuhyun. Karena Kyuhyun sedang tidak ada di apartement, Siwon dan Yongri tidak bisa berpamitan kepada laki-laki itu. Yongri akan memutuskan untuk menghubungi Kyuhyun nanti.

“Kita mau kemana, oppa?” Tanya Yongri saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Yongri memakai seatbelt–nya, begitu pun dengan Siwon.

“Mempersiapkan pesta pernikahan.” Jawab Siwon.

“Aku tau.” Sahut Yongri.

“Lalu kenapa bertanya?” Balas Siwon.

“Apa yang harus dipersiapkan terlebih dahulu?” Yongri memperjelas pertanyaannya.

“Aku sudah meminta Jungsoo hyung untuk mempersiapkan semuanya.” Kata Siwon.

“Lalu?”

“Kau cukup duduk manis saja. Atau kau bisa tidur, nanti aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai.” Ucap Siwon.

“Kau mau menculikku?” Ujar Yongri dengan nada yang berlebihan. Siwon mencibir pelan mendengar ucapan gadis itu.

“Aku sudah menculikmu dari beberapa bulan yang lalu.” Sahut Siwon.

“Ah, benar juga.” Balas Yongri.

“Tapi, oppa. Apa kau baik-baik saja?” Tanya Yongri.

“Kenapa?” Siwon bertanya balik dengan bingung. Ia melirik Yongri sesaat, sebelum kembali memfokuskan dirinya pada jalanan Seoul.

“Bertemu dengan ibumu hari ini.” Ujar Yongri. Siwon terdiam sesaat. Terdengar helaan nafas panjang darinya.

“Aku baik-baik saja.” Ucap Siwon.

“Benarkah?”

“Tentu. Kenapa aku harus tidak baik-baik saja?” Siwon memberikan senyum kecilnya.

Yongri mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan kanan Siwon yang tidak memegang stir mobil. Siwon menoleh karena merasakan tangan kecil gadis itu lagi-lagi menangkup tangannya.

“Terima kasih karena sudah mau menghubungi ibumu demi ibuku, oppa.” Ucap Yongri lembut.

“Yah, aku hanya berbuat sesuatu yang sudah seharusnya aku lakukan. Kenapa berlebihan seperti itu?” Sela Siwon.

“Tidak, oppa. Aku yakin itu merupakan sesuatu yang berat untukmu.” Bantah Yongri.

“Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya.”

“Aku mengerti. Jangan marah, eo?” Yongri menatap Siwon dengan wajah kekanakkannya. Siwon kembali melirik gadis itu dan tidak dapat menahan tawanya. Ia melepaskan genggaman tangan Yongri dan mengusap kepala gadis itu.

“Sudah sampai?” Tebak Yongri saat melihat Siwon memarkirkan mobilnya.

“Ya, turunlah.”

Siwon dan Yongri turun dari mobil. Yongri menatap sebuah toko yang akan mereka datangi. Belum sempat ia bertanya pada Siwon, laki-laki itu sudah menggenggam tangannya dan menariknya masuk ke dalam toko tersebut. Dan Yongri tidak dapat menahan mulutnya untuk tidak terbuka, saat melihat begitu banyak perhiasan yang berkilau di dalam toko tersebut.

“Selamat datang di Uniq Jewelry.” Ucap seluruh pegawai di sana dengan kompak.

“Woah..” Ucap Yongri tanpa sadar.

Siwon masih menarik Yongri ke salah satu lemari kaca bening yang memajang berbagai macam model cincin. Dimulai dari yang sederhana hingga yang sangat mewah. Siwon dan Yongri sama-sama menunduk untuk memandangi cincin-cincin tersebut.

“Ada yang bisa saya bantu, tuan dan nyonya?” Seorang pegawai wanita cantik berdiri diseberang Siwon dan Yongri untuk melayani mereka.

“Kami sedang mencari cincin nikah.” Jawab Siwon.

“Bisa kau berikan beberapa pasang cincin dengan model terbaru?” Pinta Siwon kemudian.

“Tentu, tuan. Tunggu sebentar.” Sahut wanita tersebut.

Ia membuka lemari kaca tersebut dan mengambil beberapa pasang cincin seperti yang diinginkan Siwon. Menaruh cincin-cincin tersebut di atas lemari kaca, tepat di hadapan sepasang suami istri tersebut. Mata Yongri terlihat berbinar saat menatap cincin tersebut.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Siwon.

“Kau akan membiarkanku yang memilihnya, oppa?”

“Ya, pilihlah yang kau sukai.” Ujar Siwon.

“Maaf jika saya menyela, tuan dan nyonya. Kalau saya boleh memberikan saran, sebaiknya Anda mengambil sepasang cincin ini. Selain karena merupakan keluaran terbaru, belum ada pasangan yang memilikinya.” Ucap pegawai wanita tersebut dengan mengulurkan sepasang cincin yang terlihat indah.

“Pasti karena harganya mahal.” Sahut Yongri tanpa sadar.

“Kau menyukainya?” Tanya Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Tetapi harganya pasti mahal sekali, oppa.” Jawab Yongri. Siwon menatap Yongri dan mencubit hidungnya dengan gemas.

“Aku tidak memintamu untuk memikirkan harganya, Yongri-ya.” Kata Siwon.

“Aku hanya takut menghilangkannya.” Ringis Yongri.

“Jika kau tidak melepasnya, kau tidak akan menghilangkannya.” Sahut Siwon.

“Aku ambil yang ini saja, kalau begitu. Tolong ukirkan huruf YR pada cincinku, dan huruf SW pada cincinnya.” Pinta Siwon.

“Saya mengerti, tuan.”

“Besok harus sudah selesai.” Kata Siwon membuat pegawai wanita itu terkejut.

“Besok? Tetapi–“

Wanita itu tidak dapat menyelesaikan kalimatnya saat Siwon memberikan kartu namanya. Dan mata wanita itu semakin melebar saat mengetahui siapa pelanggan yang sedang dilayaninya saat ini. Ia melirik Siwon dan menemukan Siwon yang sedang menatapnya dengan datar.

“Bisa?” Tanya Siwon.

“B–bisa, tuan. Pesanan Anda akan selesai besok.” Jawab wanita itu.

“Ah, aku juga ingin membeli sebuah kalung untuknya.” Kata Siwon sembari menunjuk Yongri.

“Tidak, oppa. Aku tidak membutuhkannya.” Tolak Yongri.

Yongri yakin bahwa Siwon sudah menghabiskan begitu banyak uang untuk cincin pernikahan mereka. Yongri tidak mungkin membiarkan Siwon membelikan perhiasan yang lain untuknya. Karena sejujurnya Yongri memang tidak membutuhkan itu semua.

“Sstt!” Siwon menaruh telunjuknya di depan bibir.

“Di sebelah sana, tuan.” Pegawai wanita tersebut mengarahkan Siwon dan Yongri untuk menuju ke sebuah lemari kaca bening yang menyimpan berbagai macam kalung.

Siwon membalikkan tubuh Yongri, meletakkan tangannya dibahu gadis itu dan mendorongnya dari belakang. Mengikuti arahan pegawai tersebut. Dan lagi-lagi Yongri tidak bisa menyembunyikan binar matanya. Berbagai kalung dengan bentuk yang sangat indah dan juga mewah.

“Oppa, aku benar-benar–“

Yongri tidak dapat menyelesaikan ucapannya saat Siwon menutup mulut gadis itu dengan mulutnya. Kecupan yang sangat singkat namun meninggalkan kesan yang mendalam untuk Yongri. Pegawai wanita yang melayani mereka terlihat salah tingkah akibat perbuatan Siwon. Siwon menyeringai saat melihat pipi Yongri yang memerah.

“Aku sudah menahan diriku untuk tidak menciummu dari tadi. Tetapi kau benar-benar cerewet dan berisik.” Ujar Siwon masih dengan seringaiannya. Yongri hanya menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa malunya. Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap berbagai kalung yang hendak dibelinya.

“Apa semua ini koleksi terbaru?” Tanya Siwon saat mengambil sebuah kalung yang disodorkan oleh pegawai wanita tersebut.

“Iya, tuan. Semuanya koleksi terbaru. Dan model-model seperti ini sangat cocok untuk istri Anda. Mengingat lehernya yang jenjang.” Jelas wanita itu. Siwon langsung meletakkan kalung tersebut di depan leher Yongri tanpa memasangnya. Seperti perkataan wanita itu, Yongri terlihat sangat cocok dengan kalung yang sedang di pegang oleh Siwon.

“Aku akan mengambil ini. Jangan lupa di belakang liontinnya ukirkan huruf SW.” Ujar Siwon.

“Saya mengerti, tuan. Semuanya akan selesai besok.” Sahut wanita itu.

“Pembayarannya silahkan di sebelah sini, tuan.” Kata wanita itu kemudian. Siwon mengangguk.

“Tunggu disini sebentar.” Pinta Siwon pada Yongri. Yongri hanya dapat menganggukkan kepalanya dengan patuh.

Setelah menyelesaikan pembayaran, Siwon dan Yongri meninggalkan toko perhiasan tersebut. Yongri tidak mau membayangkan berapa banyak uang yang Siwon habiskan di dalam sana. Dan Yongri juga tidak mau menanyakannya. Yongri tidak ingin berakhir dengan rasa bersalah karena membuat Siwon menghabiskan banyak uang. Walaupun semua itu bukanlah permintaannya.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon. Ia sudah mengendarai mobilnya meninggalkan Uniq Jewelry.

“Apa kita akan pulang?” Tanya Yongri balik.

“Belum.” Jawab Siwon.

“Kita mau kemana lagi, oppa?”

“Ada satu tempat lagi yang harus kita datangi.” Ujar Siwon.

“Apa masih berhubungan dengan pesta pernikahan?”

“Tentu.”

“Cih! Kau bilang Jungsoo-ssi sudah mengurus semuanya.” Cibir Yongri. Siwon melotot sesaat mendengar cibiran gadis itu.

“Apa kau baru saja mencibirku?” Tanya Siwon. Yongri terkesiap dan mengibaskan tangannya.

“Tidak, oppa. Aku tidak melakukannya.” Jawab gadis itu membantah.

“Aku jelas-jelas mendengarnya! Beruntung karena aku sedang menyetir saat ini. Jika tidak aku pasti sudah menghukum mulutmu yang mencibirku itu.” Ucap Siwon dan membuat Yongri kembali merasa malu. Siwon tersenyum kecil melihat wajah malu Yongri.

“Aku suka melihat wajah malu-malumu itu.” Kata Siwon jujur.

Dan Yongri merasa wajahnya semakin memanas. Siwon sukses menggodanya dan membuatnya sangat malu. Yongri menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Menghembuskan nafasnya beberapa kali untuk menormalkan detak jantungnya. Siwon yang dapat melihat apa yang sedang dilakukan Yongri dari ujung matanya tidak dapat menyembunyikan tawanya. Menggoda Yongri memang menyenangkan untuknya.

“Oppa, bisakah aku memanggil Jungsoo-ssi dengan lebih akrab?” Tanya Yongri. Bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan. Agar Siwon tidak terus menggodanya.

“Panggilan seperti apa?” Siwon yang sudah menghentikan tawanya menanggapi pertanyaan Yongri.

“Seperti Jungsoo oppa? Aku merasa–“

“Tidak boleh.” Ujar Siwon memotong ucapan Yongri.

“Kenapa?” Protes Yongri.

“Aku tidak akan mengizinkanmu memanggil laki-laki lain dengan sebutan oppa. Cukup aku dan kakakmu saja.” Kata Siwon.

“Tetapi Jungsoo-ssi memiliki usia yang jauh di atasku. Lagipula dia sangat dekat denganmu. Aku juga ingin mendekatkan diri dengan orang-orang kepercayaanmu.” Ucap Yongri.

“Kau tidak perlu melakukannya. Dan aku juga tidak mau kau terlalu dekat dengan mereka.” Tolak Siwon.

“Jangan tanyakan kenapa dan turuti saja kata-kataku.” Sela Siwon saat melihat Yongri hendak membuka mulutnya. Yongri mengerucutkan bibirnya dan menghela nafas panjang.

“Baiklah.” Ucapnya lesu.

“Tapi, oppa. Apa kau mau menjawab pertanyaanku yang satu ini.” Wajah yang sebelumnya terlihat lesu, terlihat kembali bersemangat dalam sekejap.

“Apa?”

“Bagaimana bisa kau mengenal Dokter Lee? Dan kalian juga terlihat dekat.” Siwon terdiam sebentar untuk mengingat awal pertemuannya dengan Donghae.

“Aku bertemu dengan Donghae di London. Kami menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang sama. Hanya berbeda jurusan saja. Saat itu ada sebuah kegiatan dikampusku, dan itu merupakan kegiatan pertama yang harus aku hadiri sebagai mahasiswa baru.”

“Lalu?”

“Sejujurnya, dulu aku tidak bisa berada di tengah-tengah kerumunan orang-orang.” Siwon terlihat sedikit malu saat mengatakannya.

“Dokter Lee pernah memberitahukanku mengenai hal itu.” Sahut Yongri.

“Ah, benarkah?”

“Ya. Lalu, apakah saat itu traumamu kambuh, oppa? Saat itukah kalian bertemu?” Tanya Yongri. Siwon mengangguk singkat.

“Walaupun aku dan Donghae memiliki usia yang sama dan otak yang sama-sama pintar, aku tidak sepintar pria itu. Ketika aku masih menjadi mahasiswa baru, Donghae sudah menempuh pendidikan di sana selama 2 tahun. Karena itulah ia menyadari trauma yang aku alami. Dan seterusnya, kau mungkin sudah mengetahuinya.” Jelas Siwon. Yongri mengangguk-anggukkan kepalanya seolah mengerti dengan penjelasan.

“Ternyata karena itu dia bisa menjadi seorang dokter diusianya yang masih terbilang muda.” Ujar Yongri.

“Kenapa? Kau tertarik padanya?” Selidik Siwon.

“Tentu saja tidak!” Yongri menekan setiap katanya. Sejujurnya ia ingin sekali meneriakkan kata ‘bodoh’ dihadapan Siwon. Laki-laki itu jelas tau bagaimana perasaan Yongri. Tetapi ia masih memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal.

“Kita sudah sampai. Turunlah.” Kata Siwon.

Yongri seolah tersadar dan segera menatap sekeliling. Mobil Siwon sudah terparkir dengan sempurna. Gadis itu segera turun saat melihat Siwon yang sudah turun lebih dulu. Siwon lagi-lagi menggandeng tangan Yongri memasuki sebuah butik yang terlihat sangat mewah.

“Selamat datang, Presdir Choi. Saya Manager Lee yang akan melayani Anda.” Seorang wanita berumur pertengahan 30an dan memakai pakaian rapi menyambut kedatangan Siwon.

“Di mana Designer Kim?” Tanya Siwon.

“Nyonya Kim sedang melakukan perjalanan bisnis, Presdir. Tetapi beliau sudah memerintahkan saya untuk melayani Anda, seperti yang dilakukan beliau.” Jawab Manager Lee dengan senyum yang tak pernah hilang.

“Baiklah jika seperti itu. Tolong berikan beberapa gaun pengantin dan biarkan istriku mencobanya.” Kata Siwon.

“Tentu, Presdir.”

“Yoojin–ssi, ambilkan beberapa gaun pengantin yang baru tiba beberapa hari yang lalu. Dan bawakan ke ruang ganti Nyonya Choi.” Perintah Manager Lee.

“Baik.” Ucap Yoojin dan segera melaksanakan perintah atasannya itu.

“Silahkan ikut saya, Nyonya Choi.” Kata Manager Lee kepada Yongri.

Siwon memberikan isyarat kepada Yongri untuk mengikuti Manager Lee. Kedua wanita itu berjalan bersisian dengan Siwon yang mengikuti mereka dari belakang. Setelah Yongri memasuki ruang ganti, Siwon duduk di sofa yang berada tepat di depan ruang ganti tersebut.

“Apa Anda ingin mencoba beberapa tuxedo, presdir?” Tanya Manager Lee.

“Tidak perlu. Aku akan membawa beberapa pasang tuxedo saja ke kediamanku. Dan aku akan mencobanya di sana. Designer Kim sudah mengetahui hal itu.” Jawab Siwon.

“Baik, presdir. Saya akan menyiapkannya.” Ujar Manager Lee dan segera meninggalkan Siwon.

Berganti pakaian di tempat asing seperti ini tentulah tidak nyaman untuk Siwon. Walaupun tidak akan ada siapapun di dalam ruang ganti selain dirinya, tetap saja Siwon merasakan perasaan cemas. Bagaimana jika ada yang memasang kamera pengawas di dalam ruang ganti? Siwon tentu tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Namun tidak semua hal bisa diatasi oleh Siwon.

Siwon mengeluarkan ponselnya untuk mengecek pekerjaannya. Seperti ucapannya kemarin, ia akan mengambil cuti hingga hari pesta pernikahan mereka. Masih ada Jungsoo yang dapat menggantikan dirinya di kantor. Namun biarpun begitu, Siwon tidak bisa santai begitu saja. Ia tetap harus memeriksa pekerjaan Jungsoo.

“Nyonya Choi sudah siap, presdir.” Ujar Yoojin yang baru saja keluar dari ruang ganti Yongri. Siwon mengangguk dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.

Perlahan-lahan tirai yang menutupi ruang ganti Yongri terbuka. Jantung Siwon berdegung sedikit lebih cepat saat menantikan penampilan Yongri yang terbalut gaun pengantin. Saat tirai sudah terbuka dengan sempurna, Siwon dapat melihat Yongri dalam posisi membelakanginya. Laki-laki itu dapat melihat kulit punggung Yongri yang seputih susu.

Siwon menaikkan pandangannya saat melihat Yongri berputar dengan gerakan perlahan. Tanpa sadar ia menahan nafasnya karena terhipnotis oleh gerakan gadis itu yang terlihat begitu anggun. Dan saat Siwon sudah dapat melihat wajah Yongri dengan sempurna, saat itulah Siwon merasa sangat beruntung karena Yongri adalah istrinya.

Betapa Yongri sangat cantik saat ini menurut Siwon. Make up natural yang menghiasi wajahnya membuat wajah gadis itu terlihat bersinar. Gaun pengantin yang tidak terlalu mewah, namun terlihat sangat indah di tubuh langsing gadis itu. Jangan lupakan wajah malu-malu Yongri karena tatapan Siwon yang begitu memuja dirinya.

“Bagaimana, presdir?” Tanya Yoojin.

Siwon berdiri dari duduknya. Melangkah pelan untuk memasuki ruang ganti Yongri. Ia ingin menatap gadis itu dengan lebih dekat. Saat Siwon sudah berdiri di hadapan Yongri, jantung laki-laki itu berdetak dengan semakin cepat.

“Tolong tinggalkan kami dan tutup tirainya.” Ujar Siwon. Ia tidak berniat menjawab pertanyaan dari Yoojin. Tanpa membantah, Yoojin segera menutup kembali tirai dibantu oleh dua temannya yang lain. Kemudian mereka segera meninggalkan Siwon dan Yongri.

“K–kenapa? Apa gaunnya jelek ditubuhku? Kau ingin aku menggantinya dengan gaun yang lain?” Tanya Yongri.

Yongri meremas kesepuluh jarinya untuk menghilangan gugup. Tatapan Siwon yang terus tertuju padanya membuat ia salah tingkah. Ia ingin Siwon mengalihkan pandangan darinya sebentar saja. Agar Yongri dapat bernafas dengan normal.

Namun sayangnya Siwon tidak dapat mengabulkan keinginan gadis itu. Siwon bahkan menambah langkahnya untuk semakin mendekati Yongri. Ia memegang kedua lengan telanjang Yongri karena gaun pengantin yang dipakainya merupakan gaun pengantin tanpa lengan. Siwon menundukkan kepalanya sedangkan Yongri terpaksa mendongak untuk membalas tatapan laki-laki itu.

Siwon menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Melumat dengan dalam bibir gadis itu hingga terlihat seperti ia akan memakan mulut Yongri. Tangannya ia turunkan dan memeluk pinggang Yongri dengan erat. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh Yongri selain membalas ciuman dari Siwon. Sepertinya mereka sudah cukup lama tidak berciuman seperti ini.

Yongri tidak tau alasan apa dibalik Siwon yang menciumnya secara tiba-tiba seperti ini. Apa karena Siwon sudah menahannya sedari tadi? Yongri menepis pikiran itu. Ia tidak tau sejak kapan dirinya menjadi percaya diri seperti ini.

Entah berapa lama mereka berciuman, Siwon secara perlahan melepaskan bibirnya dari bibir Yongri. Ia menyatukan keningnya dengan kening gadis itu. Terdengar helaan nafas keduanya yang putus-putus.

“Sialan. Kau sangat cantik, Choi Yongri.” Bisik Siwon. Yongri tidak dapat menahan semburat merah pada pipinya mendengar ucapan Siwon.

“Bagaimana bisa kau secantik ini hanya karena sebuah gaun sederhana?” Suara Siwon terdengar frustasi. Ia menjauhkan sedikit wajahnya dari Yongri. Menatap gadis itu dengan matanya yang penuh gairah.

“A–apa aku benar-benar cantik?” Suara Yongri terdengar bergetar.

“Sangat cantik.” Jawab Siwon cepat. Wajah Yongri menunjukkan sebuah senyum yang lebar.

“Aku benar-benar ingin menidurimu saat ini. Seandainya saja kau sedang tidak hamil.” Ujar Siwon.

“M–memangnya kenapa jika aku hamil?” Walaupun merasa malu mendengar ucapan Siwon yang frontal, Yongri tetap menyuarakan kebingungannya pada laki-laki itu.

“Bukankah wanita hamil tidak boleh bercinta?” Tebak Siwon.

“Siapa yang mengatakannya?” Tanya Yongri. Siwon terdiam mendengar ucapan gadis itu. Apa ia baru saja salah menebak?

“Tidak benar?” Ujar Siwon berusaha untuk menyembunyikan wajah bahagianya.

“Itu–“

“Apa kau menyukai gaun ini?” Tanya Siwon cepat.

“Y–ya, aku menyukainya.” Jawab Yongri. Siwon menyeringai. Ia meninggalkan Yongri dan membuka tirai yang menutupi ruang ganti tersebut.

“Manager Lee, aku akan mengambil gaun ini!

——

Pesta pernikahan Siwon dan Yongri diadakan di CH Hotel. Salah satu hotel yang dimiliki oleh CH Group. Semua tamu yang datang merupakan rekan bisnis dari Siwon sendiri. Tidak ada tamu dari pihak Yongri, selain Jung Ah dan Kyuhyun. Hanya saja kedua orang itu tidak bisa disebut sebagai seorang tamu. Karena mereka adalah keluarga Yongri.

Pesta telah berjalan selama kurang lebih satu jam. Sepasang pengantin itu sudah melakukan pemasangan cincin, berciuman di depan para tamu, serta memotong kue pernikahan mereka. Senyum bahagia tidak pernah hilang dari wajah Siwon maupun Yongri. Begitu pun dari wajah orang-orang terdekat mereka.

Bong Ok terlihat sangat senang ketika dirinya dapat melihat Siwon tersenyum dengan lepas. Ia juga dapat melihat tatapan penuh cinta yang dilayangkan oleh Siwon pada Yongri. Bong Ok bersungguh-sungguh saat ia mengatakan bahwa dirinya siap mati saat ini juga. Ia sudah merasa tenang karena ada Yongri yang berada di sisi Siwon.

Sama halnya seperti Bong Ok, Jung Ah juga terlihat sangat senang melihat kebahagiaan putrinya itu. Walaupun Yongri masih terlalu muda untuk menjadi seorang istri, Jung Ah mencoba untuk mempercayakan keputusan gadis itu. Lagipula Jung Ah tau bahwa Siwon adalah laki-laki baik. Menantunya itu pasti bisa menjaga Yongri lebih baik dari dirinya.

“Adikmu terlihat sangat bahagia.” Kata Jung Ah pada Kyuhyun yang duduk disampingnya.

“Ya.” Sahut Kyuhyun menyetujui.

Mata Kyuhyun tidak lepas dari sosok Yongri yang setia menggandeng lengan Siwon. Adik tirinya itu terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya. Kyuhyun tidak menyangka jika ia akan melihat Yongri memakai gaun tersebut secepat ini. Ia pikir, dirinya yang akan lebih dulu menikah. Namun rencana Tuhan tidak akan pernah ada yang tau.

Karena sebuah hutang yang dimiliki ayahnya, Yongri mendapatkan seorang suami. Kyuhyun masih tidak dapat mempercayai hal tersebut. Ia tidak menyangka jika laki-laki yang sempat membuat Yongri sangat ketakutan beberapa bulan yang lalu, menjadi laki-laki yang begitu dicintai Yongri.

Walaupun Kyuhyun tidak dapat membuang seluruh rasa bencinya pada Siwon, ia mencoba menerima laki-laki itu sebagai adik iparnya. Biar bagaimana pun mereka sudah menjadi sebuah keluarga sekarang. Kyuhyun harus menerima kehadiran Siwon, karena mereka akan lebih sering bertemu, bukan?

“Aku akan ke sana sebentar, eommoni.” Kata Kyuhyun sembari menunjuk Yongri. Jung Ah menganggukkan kepalanya.

Kyuhyun memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana sembari berjalan menghampiri Yongri. Sebelah tangannya lagi digunakan untuk membenarkan letak dasi yang dipakainya. Ia tersenyum kecil saat melihat Yongri yang menyadari kedatangannya.

“Apa kau sangat senang, huh? Bibirmu akan lelah karena terlalu banyak tersenyum.” Ejek Kyuhyun.

“Apa kau ingin mengatakan bahwa kau lebih senang melihatku menangis, oppa?” Ujar Yongri.

“Aku tidak berkata seperti itu, gadis nakal.” Kyuhyun memberikan sentilan pelan pada dahi Yongri. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Siwon.

“Apa kau tidak berniat untuk menyapa tamumu? Kau bisa meninggalkan Yongri padaku.” Kata Kyuhyun.

“Aku rasa tidak perlu. Bukankah mereka yang seharusnya mendatangiku dan memberikan selamat padaku?” Ujar Siwon membuat Kyuhyun mendengus pelan. Kesombongan Siwon memang tidak bisa lepas dari laki-laki itu. Kyuhyun berharap Yongri tidak tertular sifat menyebalkan suaminya yang satu itu.

“Bagaimana pekerjaanmu sebagai seorang penyanyi, Kyuhyun-ssi?” Tanya Siwon mengalihkan pembicaraan.

“Sejauh ini semuanya masih baik-baik saja. Tetapi aku tidak tau bagaimana kedepannya. Mungkin aku tidak bisa bertemu dengan adikku sesering yang aku mau.” Jawab Kyuhyun. Ia menepuk pelan kepala Yongri.

“Apa itu artinya kau akan meninggalkan eomma sendirian, oppa?” Tanya Yongri. Ia terlihat sedikit khawatir dengan Jung Ah.

“Aku tidak memiliki pilihan, Yong. Aku terikat kontrak dan tidak bisa berbuat sesuka hatiku. Tetapi kau tenang saja, aku akan memperkerjakan seorang pelayan untuk menemani eommoni.” Jawab Kyuhyun.

“Kau bisa menemani ibumu kapanpun kau mau.” Sahut Siwon sembari menunduk menatap Yongri. Wajah Yongri terlihat sangat senang.

“Terima kasih, oppa.” Balasnya. Siwon tersenyum kecil dan mengangguk untuk menanggapi ucapan gadis itu.

——

Seorang pria paruh baya memasuki lobby CH Hotel dengan langkah pasti. Sepasang pakaian formal yang dipakainya saat ini tidak membuatnya terlihat seperti seorang tunawisma. Ia menatap sekeliling untuk mencari petunjuk kemana dirinya harus pergi setelah ini. Tidak sulit karena ia menemukan sebuah spanduk yang memberitahukan di mana pesta sedang berlangsung.

Pria itu menyeringai sebelum melangkahkan kakinya menuju lift. Menekan angka seperti yang dibacanya pada spanduk. Tidak ada siapapun di dalam lift selain dirinya. Pria itu lagi-lagi tersenyum sinis. Ia membayangkan banyak hal yang akan terjadi sebentar lagi.

Pria itu segera keluar dari lift saat pintu lift sudah terbuka. Membenarkan jas–nya yang sedikit kusut, sebelum akhirnya melangkah pasti memasuki aula di CH Group. Pria itu menegakkan punggungnya dan memasang wajah angkuh. Mencoba untuk berbaur dengan semua tamu yang ada di sana, agar tidak ada yang curiga padanya. Biar bagaimana pun, ia dulu sering berada di tempat-tempat seperti ini.

Dari tempatnya berdiri saat ini, ia dapat melihat sepasang pengantin yang terlihat begitu bahagia. Yang lagi-lagi mengundang sebuah senyum sinis dari pria paruh baya itu. Tidak, ia belum mau menghampiri sepasang pengantin itu. Ia ingin mengisi perutnya terlebih dahulu. Karena sudah sejak lama ia tidak pernah makan makanan yang enak dan bersih seperti di tempat ini.

“Tunggulah sebentar lagi.” Ucapnya.

Pria itu menaruh begitu banyak makanan di atas piringnya. Tidak membuang waktu dengan mencari tempat duduk untuk menghabiskan makanannya. Membiarkan dirinya berdiri sembari mengunyah berbagai makanan enak dihadapannya. Matanya masih tidak lepas dari sepasang pengantin tersebut. Bukan, pria itu sebenarnya hanya menatap kepada pengantin prianya.

Setelah makanan di atas piringnya habis tak bersisa, pria itu menaruh piring kosong tersebut pada sebuah meja didekatnya. Mengusap bibirnya dengan telapak tangannya dan menghabiskan segelas air putih. Karena perutnya yang sudah kenyang, pria itu merasa ia mendapat lebih banyak tenaga dan lebih bersemangat.

“Baiklah. Kita akan lihat apakah ini akan menjadi pertemuan yang mengharukan atau pertemuan yang menegangkan.” Ujarnya dengan sebuah seringai lebar.

——

“Lelah?” Tanya Siwon sembari menatap Yongri dengan lembut.

“Sedikit, oppa.” Jawab Yongri.

“Kita duduk dulu, ya.” Siwon merangkul Yongri dan menuntun gadis itu untuk menduduki kursi mereka.

Sama seperti Yongri, Siwon pun merasa lelah. Kakinya terasa sangat kebas karena terus berdiri selama lebih dari dua jam. Tetapi walaupun begitu, Siwon tetap merasa senang dengan pesta pernikahan yang diadakannya ini. Seluruh rekan bisnisnya mengetahui bahwa Yongri adalah istrinya. Dengan begini, tidak akan ada laki-laki yang berani mendekati Yongri.

“Lama tidak berjumpa, anak sial.”

Tubuh Siwon menegang saat mendengar sebuah suara yang begitu dibencinya. Ia menghentikan langkahnya dengan matanya yang membesar karena terkejut. Sesaat kemudian mata Siwon bergerak dengan gelisah. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk menyadarkan dirinya. Siwon yakin bahwa suara yang didengarnya itu tidaklah nyata.

“Ya! Anak sial!”

Tidak hanya Siwon, Yongri pun mendengar suara tersebut. Gadis itu segera berbalik untuk melihat siapa pemilik suara tersebut. Yongri menemukan seorang pria paruh baya yang berdiri beberapa langkah didepannya. Pria itu sedang menyeringai dan terlihat sangat mengerikan untuk Yongri.

“Apa kau tidak ingin berbalik untuk melihatku? Kau tidak rindu padaku, anak sial?” Ujar pria itu lagi.

Siwon mengepalkan kedua tangannya. Dengan gerakan perlahan, ia membalikkan badannya. Kedua matanya menangkap keberadaan pria paruh baya yang begitu ingin dihindarinya. Pria yang begitu ingin dibunuhnya. Pria yang tidak akan pernah bisa dilupakannya dalam seumur hidupnya.

“Yah, kau benar-benar sudah berubah. Sekarang kau sudah jauh lebih tinggi dariku.” Kata pria itu sembari berjalan mendekati Siwon.

Melihat itu, Siwon malah berjalan mundur. Nafas laki-laki itu terdengar putus-putus. Matanya yang terlihat memerah tidak lepas dari sosok dihadapannya. Semakin lama ia menatap pria itu, dada Siwon semakin terasa sangat sakit.

“Argh!” Siwon memegangi dadanya.

“Oppa!” Yongri terlihat sangat terkejut dan juga khawatir.

“Kenapa? Apa kau tidak ingin memeluk ayahmu ini? Kau tidak merindukanku, huh?” Mendengar itu, Yongri dengan cepat mengalihkan pandangannya. Ia tidak bisa menutupi keterkejutannya. Pria yang ada dihadapannya saat ini adalah ayah Siwon? Ia tidak menyangka jika seseorang yang sangat dibenci Siwon datang ke pesta pernikahan mereka.

“Siwon-ah!” Bong Ok segera menghampiri keberadaan Siwon dan Yongri. Wanita itu belum mengetahui siapa pria yang yang berada dihadapan Siwon saat ini.

Bukan hanya Bong Ok, Jungsoo, Donghae, Kyuhyun dan juga Jung Ah mendekati mereka. Terlalu terkejut saat melihat Siwon yang tiba-tiba terlihat kesakitan. Bong Ok berdiri di samping pria itu. Saat kepalanya menoleh, Bong Ok tidak dapat menutupi keterkejutannya. Wajah itu. Ia tidak mungkin bisa melupakan wajah pria yang sangat dicintainya. Bahkan hingga sekarang.

“K–Kiho oppa..” Gumam Bong Ok.

Kiho yang terkejut dengan panggilan dari wanita disampingnya segera menoleh. Matanya membesar saat melihat Bong Ok. Wanita yang pernah dicintainya dulu. Bahkan sangat-sangat dicintainya. Dan sialnya, wanita itu tidak berubah sama sekali. Masih terlihat cantik dan anggun menurut Kiho.

Namun keterkejutan Kiho hanya sesaat. Setelahnya ia kembali menunjukkan senyum sinisnya.

“Wah, aku merasa senang karena bisa bertemu dengan istri dan anakku lagi setelah sekian lama.” Ucap Kiho dengan tertawa lebar.

Namun tidak ada yang ikut tertawa. Mereka justru menatap Kiho dengan terkejut. Para tamu undangan pun memanjangkan leher mereka untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.

“Oppa!” Pekik Yongri saat melihat tubuh Siwon terjatuh di lantai. Laki-laki itu masih memegangi dadanya yang terasa sakit.

“Oppa, kau baik-baik saja?” Tanya Yongri yang sudah berlutut dihadapan laki-laki itu. Siwon hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Yongri. Matanya terus bergerak dengan gelisah, dan nafas Siwon terdengar terengah-engah.

“Kau menyinggung perasaanku, anak sial. Bagaimana bisa kau bersikap seperti ini setelah sekian lama kita tidak bertemu?” Ucap Kiho.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Bong Ok. Mata wanita itu terlihat berkaca-kaca. Kiho menatap Bong Ok dan mengangkat kedua bahunya.

“Apa salah jika aku berada di acara pesta pernikahan anakku sendiri?” Tanya Kiho balik.

“Kita bicara di luar.” Ujar Bong Ok. Ia menarik tangan Kiho untuk mengikutinya. Namun Kiho justru menghempaskan tangan Bong Ok.

“Aku tidak ada urusan denganmu. Aku merindukan anakku.” Kata Kiho menatap Bong Ok dengan tajam. Setelahnya Kiho mengalihkan pandangannya untuk menatap Siwon.

“Ya! Kenapa kau bersikap pengecut seperti itu, huh? Kenapa kau hanya diam saja, anak sial?!”

“Tidak, oppa. Jangan dengarkan dia.” Yongri menangkup wajah Siwon menggunakan kedua tangannya. Gadis itu memaksa mata Siwon untuk menatap matanya. Namun, Siwon tetap terlihat seperti orang bingung dan ketakutan.

“Kau jangan ikut campur! Dan jangan bersikap kurang ajar dengan ayah mertuamu!” Yongri menatap Kiho dengan tajam.

“Kau menghancurkan pesta anakmu!!” Ujar Bong Ok marah.

“Aku? Apa yang aku lakukan? Anak sial itu saja yang bersikap dengan berlebihan.” Sahut Kiho membela diri.

“Tuan, lebih baik kita bicara di luar. Banyak tamu undangan yang melihat.” Jungsoo mendekat Kiho dan mencoba untuk berbicara baik-baik dengan pria itu.

“Kenapa aku harus berada di luar? Apa kau tidak dengar ucapanku tadi? Aku adalah ayah dari anak sial ini!” Kiho menunjuk Siwon.

“Bicara denganku, anak sial! Karena kau aku diperlakukan seperti orang asing disini!” Kiho meninggikan suaranya.

“Jangan dengarkan dia, oppa.” Ucap Yongri. Gadis itu menutup kedua mata Siwon dengan sebelah tangannya.

“Kau bukan anak sial, oppa. Kau adalah Choi Siwon, suamiku.” Bisik Yongri.

“Dasar anak durhaka! Kau hidup dengan mewah dan membiarkan ayahmu hidup terluntang-lantung di jalanan. Itulah mengapa aku menyebutmu anak sial. Kau benar-benar membawa sial untukku!”

“Tidak, oppa. Itu tidak benar.” Bisik Yongri lagi.

“YA!” Teriak Kiho marah. Yongri kembali menatap Kiho dengan tajam. Gadis itu segera berdiri dihadapan Kiho.

“Siapa Anda?” Tanya Yongri.

“Kau tidak dengar ucapanku?! Aku ayahnya!” Jawab Kiho dengan kesal.

“Ayah seperti apa yang menyebut anaknya sendiri dengan anak sial? Ayah seperti apa yang dengan tega menyiksa anaknya yang baru berusia 9 tahun? Dan ayah seperti apa yang tega menjual anaknya hanya karena uang?” Ujar Yongri. Gadis itu terlihat tidak takut sama sekali pada Kiho. Ia akan melakukan apapun untuk Siwon. Yongri tidak akan membiarkan Kiho memperlakukan Siwon dengan seenaknya seperti dulu.

“Kau–” Kiho terlihat terkejut dengan ucapan Yongri.

“Jangan ikut campur karena kau tidak tau apapun!!” Bentak Kiho.

“Tidak. Saya tau semuanya. Sesungguhnya Anda–lah pembawa sial untuk Siwon oppa. Karena Anda, Siwon oppa harus mengalami masa kecil yang begitu buruk. Dan karena Anda, Siwon oppa mengalami trauma yang tidak pernah bisa hilang dari hidupnya. Ayah macam apa yang tega melakukan itu semua pada anaknya?!”

PLAKK!!

Tubuh Yongri tersungkur di samping Siwon akibat tamparan keras dari Kiho. Sudut bibir gadis itu mengeluarkan darah dan Yongri tidak dapat menutupi rasa sakit yang dirasakannya. Yongri tidak dapat membayangkan jika rasa sakit inilah yang dirasakan Siwon dulu. Bahkan rasa sakit yang dirasakan Yongri tidak akan sebanding dengan yang dirasakan Siwon.

Mata Siwon membesar saat melihat Yongri jatuh tersungkur disampingnya. Dan ia semakin terkejut saat melihat pipi Yongri yang memerah dengan sudut bibirnya yang berdarah. Tanpa sadar, Siwon mengepalkan kedua tangannya. Tidak ada yang boleh menyakiti istrinya.

“YAA!!” Kyuhyun yang melihat Yongri ditampar oleh Kiho segera meringsut mendekati pria itu. Laki-laki itu memberikan sebuah pukulan keras pada Kiho hingga membuat pria itu terjatuh.

“BERANINYA KAU MEMUKUL ADIKKU, BRENGSEK!” Teriak Kyuhyun marah. Kyuhyun bahkan tidak peduli dengan profesinya sebagai artis.

Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Kiho–yang terjatuh–dengan tajam. Mengabaikan rasa sakit pada dadanya, Siwon mencoba untuk berdiri. Tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun, Siwon mendekati Kiho dengan langkah yang perlahan. Namun sebelum ia benar-benar dapat menggapai Kiho dalam genggamannya, tubuh Siwon kembali ambruk dan ia tidak sadarkan diri.

“OPPA!!” Teriak Yongri.

“SIWON-AH!” Jungsoo dan Donghae juga ikut berteriak karena terkejut. Mereka segera menghampiri tubuh lemah Siwon.

“Oppa, bangun. Siwon oppa, bangun!” Yongri tidak dapat menahan airmata yang mengalir dipipinya.

“Dokter Lee, apa yang terjadi pada Siwon oppa?” Tanya Yongri sembari terisak.

“Siwon pingsan. Jungsoo hyung, lebih baik kita bawa Siwon pulang sekarang.” Kata Donghae. Jungsoo mengangguk.

Jungsoo, Donghae dan Kyuhyun bersama-sama mengangkat tubuh Siwon untuk dibawa pergi dari sana. Meninggalkan beratus pasang mata yang menatap mereka dengan pandangan terkejut dan juga bertanya-tanya. Namun setelah Siwon keluar dari aula CH Group, mata mereka menatap pada Kiho yang masih tersungkur seorang diri di depan sana.

Kiho memegangi rahangnya yang terasa berdenyut. Ia sadar bahwa saat ini dirinya menjadi tontonan orang banyak. Karena itu Kiho dengan segera berdiri dan membenarkan jas yang dipakainya. Pria itu tersenyum sinis dan segera berbalik untuk ikut meninggalkan aula hotel tersebut.

“Dasar lemah. Kau tidak berubah sama sekali, anak sial. Aku pasti akan datang lagi nanti.” Ucapnya.

——

Hari sudah semakin malam saat Siwon membuka matanya yang tertutup selama hampir 6 jam. Selama beberapa saat Siwon belum menyadari di mana dirinya berada. Namun setelah ia tau bahwa dirinya berada di dalam kamarnya, Siwon segera bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk.

“Yah, tenanglah.” Ujar Donghae yang duduk di sebuah kursi di samping tempat tidur. Siwon segera menoleh saat mendengar suara Donghae. Ia menatap kesekeliling dan tidak menemukan siapapun selain Donghae.

“Kau mau kemana? Kau tidak lihat infus ditanganmu?” Donghae mencegah Siwon yang hendak turun dari tempat tidur.

“Dimana Yongri? Dimana istriku?” Tanya Siwon.

“Yongri di luar. Tenanglah. Istrimu baik-baik saja. Khawatirkan dirimu sendiri.” Jawab Donghae.

“Aku harus bertemu Yongri.” Kata Siwon tanpa memperdulikan ucapan Donghae. Melihat itu, Donghae menjadi kesal kepada sahabatnya itu.

“Ya!! Kau bisa mati jika seperti ini, Siwon-ah!” Bentaknya.

“Tidak ada yang bisa kau lakukan! Jika kau memang mengkhawatirkan istrimu, seharusnya kau melindunginya dari ayahmu! Tetapi apa yang kau lakukan? Kau hanya sibuk dengan ketakutanmu sendiri.” Ujar Donghae.

Laki-laki itu tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan Siwon. Ia hanya ingin Siwon sadar bahwa tidak ada gunanya mengkhawatirkan Yongri saat ini. Karena nyatanya gadis itu sudah terluka akibat perbuatan Kiho. Kekhawatiran Siwon tidak akan membuat luka yang diderita Yongri menjadi sembuh.

Siwon tersentak mendengar ucapan Donghae. Entah mengapa kata-kata itu begitu menusuk hatinya. Ia seolah tersadar dengan apa yang dilakukannya tadi saat Kiho memukul istrinya. Ia hanya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa melindungi Yongri sebagaimana keinginannya selama ini.

“Apa yang terjadi hari ini bukan kesalahanmu. Yongri juga tidak akan menyalahkanmu, karena dia memahami trauma yang kau rasakan. Yang harus kau lakukan saat ini adalah beristirahat.” Kata Donghae.

“Suami macam apa aku ini?” Gumam Siwon dengan tersenyum miris.

“Yah, Siwon-ah..”

“Tidak ada yang bisa kulakukan saat istriku disakiti orang lain.”

“Bukan kau yang salah, Siwon-ah. Ayahmu–

“Donghae-ya..” Siwon menatap Donghae dengan serius. Hingga membuat Donghae salah tingkah.

“Y–ya?”

“Aku ingin melakukannya.”

“Apa?”

“Aku ingin melakukan satu-satunya cara untuk terlepas dari trauma sialan ini.” Ujar Siwon membuat mata Donghae melebar.

“Siwon-ah..”

“Bantu aku untuk mempersiapkan semuanya, Donghae-ya. Jika aku terlepas dari trauma ini, aku bisa melindungi Yongri sepenuhnya.” Pinta Siwon.

Donghae terdiam dan mencoba untuk meredam keterkejutannya. Tentu saja ia terkejut. Selama ini Siwon tidak pernah mau melakukannya. Tetapi sekarang Siwon dengan senang hati ingin melakukannya. Bahkan tanpa paksaan dari Donghae sedikit pun.

“Kau yakin?” Tanya Donghae setelah lama terdiam.

“Aku yakin.” Jawab Siwon. Donghae menghela nafas panjang.

“Baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya bersama dokter psikolog terbaik di rumah sakit. Aku akan menghubungimu jika semuanya sudah siap.” Kata Donghae. Siwon mengangguk pelan.

“Jika kau memang benar-benar ingin melakukannya, aku harap kau dapat menjaga kesehatanmu hingga nanti. Jika tubuhmu lemah, pengobatan ini tidak akan membuahkan hasil apapun, Siwon-ah.” Pesan Donghae.

“Aku mengerti.” Sahut Siwon cepat.

Bersamaan dengan itu, pintu kamar Siwon terbuka. Siwon terlihat bersemangat karena ia berpikir Yongri–lah yang masuk ke dalam kamar. Namun ternyata perkiraannya salah. Yang masuk ke kamarnya saat ini adalah Bong Ok. Siwon segera membuang mukanya seolah tidak ingin menatap wanita itu.

“Aku pergi dulu. Jangan lupa minum obatmu.” Ujar Donghae. Siwon tidak menanggapi ucapan laki-laki itu.

Donghae segera beranjak dari tempatnya. Membungkuk sopan pada Bong Ok sebelum keluar dari kamar Siwon. Bong Ok mendekati tempat tidur Siwon dan duduk di kursi yang dipakai Donghae sebelumnya. Wanita itu memaksakan senyumnya dan berusaha untuk tidak terpengaruh dengan sikap acuh Siwon.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Bong Ok. Siwon masih betah dengan kebisuannya.

“Siwon-ah..” Bong Ok memegang tangan Siwon. Namun Siwon dengan cepat menghempaskan tangan wanita itu. Ia menatap Bong Ok dengan tajam.

“Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Siwon.

“Aku mengkhawatirkanmu, Siwon-ah.” Jawab Bong Ok. Ia benar-benar merasa terluka dengan perlakuan Siwon padanya. Siwon tersenyum sinis mendengar jawaban Bong Ok.

“Mengkhawatirkanku?” Desisnya.

“Kau bahkan menjadi penyebab diriku seperti ini!” Bentak Siwon.

“Kau tau bahwa bukan hanya kau yang disiksa oleh ayahmu, Siwon-ah. Aku juga.” Balas Bong Ok dengan menahan airmatanya.

“Lalu? Kau ingin aku mengasihanimu? Siapa yang menyuruhmu menikahi pria brengsek itu? Siapa yang menyuruhmu melahirkanku?!” Ucap Siwon.

“Dia ayahmu, Siwon-ah.”

“Ayahku sudah mati!! Kau bisa mengunjungi makamnya di London!”

“Aku mohon jangan seperti ini, Siwon-ah. Aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi padamu. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu.” Isak Bong Ok.

“Kau tidak perlu melakukannya. Aku harap kau tidak lupa bahwa secara hukum kau bukan ibuku. Ibuku sudah mati.” Ucap Siwon dengan tajam. Membuat Bong Ok semakin terluka. Airmata yang mengalir di wajah Bong Ok semakin deras. Rasanya benar-benar menyakitkan saat kau di benci oleh anakmu sendiri.

Yongri masuk ke dalam kamar setelah berbicara dengan Donghae. Gadis itu terkejut saat melihat Bong Ok yang menangis sesegukan di samping Siwon. Masih dengan memakai gaun pengantinnya, Yongri menghampiri mereka.

“Eommonim..” Gumam Yongri.

Siwon mendongak dan menatap Yongri dengan perasaan lega. Ia memang mengkhawatirkan istrinya itu sedari tadi. Tetapi saat melihat luka di sudut bibir Yongri, membuat emosi Siwon kembali tersulut.

“Kau lihat luka di wajah istriku? Aku bahkan tidak bisa melindunginya karena trauma sialan ini. Dan kalian penyebab trauma di dalam diriku!!” Bentak Siwon.

“Oppa, hentikan. Aku baik-baik saja.” Yongri mencoba untuk menenangkan Siwon. Gadis itu duduk dihadapan Siwon dan menatap Siwon dengan tersenyum.

Siwon mengangkat tangannya yang memakai infus. Mengusap pelan pipi Yongri yang terlihat membengkak. Kemudian jarinya turun pada luka di sudut bibir gadis itu. Bergerak sepelan mungkin agar tidak menyakiti Yongri.

“Pasti sakit sekali.” Gumam Siwon.

“Aku baik-baik saja.” Ulang Yongri. Ia memegang tangan Siwon diwajahnya.

“Eommonim, sebaiknya kau menginap di sini malam ini. Aku akan menyiapkan kamar untukmu.” Kata Yongri. Gadis itu menurunkan tangan Siwon dan segera berdiri. Bong Ok ikut berdiri dan menyeka airmatanya.

“Aku akan pulang.” Lirih Bong Ok.

“Tetapi ini sudah malam, eommonim.”

“Biarkan saja dia pulang.” Kata Siwon tanpa menatap mereka.

“Oppa..” Yongri ingin memarahi Siwon karena sikap kurang ajarnya itu. Tetapi Yongri tidak memiliki keberanian.

“Tidak apa-apa. Aku akan pulang. Tolong jaga Siwon, Yongri-ya.” Pinta Bong Ok.

“Eommonim..” Suara Yongri terdengar putus asa. Ia tidak tau harus berbuat apa untuk memperbaiki hubungan antara suami dan mertuanya itu.

Akhirnya yang bisa dilakukan oleh Yongri hanyalah menatap kepergian Bong Ok dengan wajah sedih. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana terlukanya hati wanita itu akibat perlakuan Siwon. Yongri menyayangkan bahwa Siwon tidak dapat melihat seberapa menyesalnya Bong Ok tentang apa yang terjadi pada Siwon sekarang.

“Kau benar baik-baik saja?” Siwon menggenggam tangan Yongri. Yongri menoleh dan terkejut dengan pertanyaan Siwon. Gadis itu memaksakan senyumnya dan duduk kembali dihadapan Siwon.

“Aku baik-baik saja, oppa. Bagaimana denganmu sendiri?”

“Aku juga baik-baik saja.” Siwon melepaskan infus yang terpasang dipunggung tangannya.

“Oppa..” Yongri melayangkan wajah protesnya.

“Aku tidak memerlukan itu.” Kata Siwon. Setelahnya ia menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Aku minta maaf karena tidak bisa melindungimu.” Sesal Siwon.

“Tidak, oppa. Jangan berkata seperti itu. Aku baik-baik saja. Lagipula luka yang aku dapatkan tidak sebanding dengan yang kau rasakan dulu.” Ujar Yongri.

“Pesta pernikahan kita berantakan.” Gumam Siwon di bahu Yongri.

“Tidak apa-apa.” Sahut Yongri menenangkan.

Gadis itu menepuk pelan punggung Siwon. Seolah teringat akan sesuatu, Yongri mendorong pelan tubuh Siwon hingga pelukan mereka terlepas. Siwon menatap Yongri dengan bingung.

“Aku dengar dari Dokter Lee, kau ingin membuka luka masa lalumu.” Kata Yongri. Siwon menundukkan kepalanya dan menghela nafas panjang.

“Ya.” Ucapnya pelan.

“Apa kau sungguh-sungguh, oppa?”

“Hanya ini satu-satunya cara agar aku terlepas dari trauma masa laluku.” Suara Siwon terdengar sangat yakin.

“Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?” Tanya Yongri khawatir.

Yongri tidak bisa membayangkan rasa sakit yang akan dirasakan Siwon nanti. Membuka luka lama bukanlah suatu hal yang mudah. Yongri memang ingin Siwon sembuh. Tetapi jika itu harus menyakiti Siwon, Yongri tidak ingin memaksakannya.

Siwon merasakah kehawatiran yang dirasakan Yongri. Laki-laki itu tersenyum dan kembali menarik Yongri ke dalam pelukannya. Memeluk Yongri dengan sangat erat dan enggan untuk melepaskannya. Ia berjanji tidak akan pernah melepaskan wanita yang berada di dalam pelukannya saat ini.

“Jika kau berada disisiku, aku akan baik-baik saja.” Kata Siwon.

Yongri membalas pelukan Siwon dengan sama eratnya. Dalam hatinya, gadis itu mengamini ucapan Siwon barusan. Ia juga berharap Siwon akan baik-baik saja. Tidak ada yang diinginkan Yongri di dunia ini, selain hidup bahagia bersama Siwon dan anak mereka kelak. Dan Yongri berharap Tuhan dengan senang hati mengabulkan keinginannya.

——

Yongri menutup pintu kamar Siwon dengan pelan. Siwon baru saja tertidur karena efek obat yang diminumnya. Yongri keluar dari kamar karena ia tidak bisa tidur setelah apa yang terjadi pada pesta pernikahannya. Dan ia juga terus memikirkan bagaimana ketakutan Siwon saat bertemu dengan Choi Kiho saat itu.

“Eo? Kalian belum pulang?” Yongri terkejut saat melihat Jungsoo dan Kyuhyun ada di ruang tengah apartement Siwon. Gadis itu segera menghampiri mereka.

“Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Yongri.

“Aku mengkhawatirkan Siwon.” Jawab Jungsoo. Yongri menghela nafas panjang dan mengambil tempat duduk di samping Kyuhyun.

“Siwon oppa sudah tidur, Jungsoo-ssi. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku akan menjaganya.” Kata Yongri.

“Aku tau. Tetapi aku tidak bisa tenang begitu saja.” Ujar Jungsoo.

“Kau sendiri, kenapa belum tidur?” Tanya Kyuhyun.

“Aku tidak bisa tidur. Kenapa kau belum pulang, oppa?”

“Aku mengkhawatirkanmu.”

“Aku baik-baik saja. Lebih baik kau pulang dan temani eomma.” Ujar Yongri.

“Kau juga, Jungsoo-ssi. Pulanglah. Jika terjadi sesuatu aku akan menghubungi kalian.” Janji Yongri. Terdengar helaan nafas panjang dari Jungsoo. Laki-laki itu terlihat sangat lelah.

“Baiklah. Aku akan pulang. Bagaimana denganmu, Kyuhyun-ssi?” Jungsoo menatap Kyuhyun.

“Aku akan pulang sebentar lagi. Kau duluan saja, Sekretaris Park.” Ucap Kyuhyun. Jungsoo mengangguk dan segera meninggalkan apartement Siwon. Meninggalkan Kyuhyun dan Yongri dalam kesunyian.

“Oppa..”

“Bagaimana bisa kau menyembunyikan hal ini dariku?” Kyuhyun menyela ucapan Yongri.

“Bagaimana bisa–bagaimana bisa kau tinggal bersama seseorang yang memiliki trauma seperti suamimu itu?” Kyuhyun terlihat benar-benar tidak dapat mempercayai fakta yang diketahui saat ini.

“Oppa!” Yongri menggeser duduknya dan menatap Kyuhyun dengan tidak suka.

“Apakah memiliki trauma merupakan sesuatu yang salah? Apa kau pikir Siwon oppa menginginkan hal itu?”

“Aku tau bahwa dia juga menderita, Yong. Tapi kau lihat, dia bahkan tidak bisa melindungimu dari kekejaman ayahnya itu.” Kata Kyuhyun. Yongri terdiam mendengarkan ucapan Kyuhyun.

“Dan kau, bisa-bisanya kau melawan pria itu dan membiarkan dirimu terluka.” Suara Kyuhyun terdengar sangat kesal.

“Aku bahkan bisa melakukan lebih dari ini demi Siwon oppa.” Sahut Yongri membuat Kyuhyun menganga tidak percaya. Laki-laki itu terdiam sesaat mendengar ucapan Yongri yang terdengar tidak masuk akan untuknya.

“Apa yang sebenarnya laki-laki itu berikan padamu hingga kau menjadi bodoh seperti ini?”

“Ini bukan kebodohan, oppa. Tetapi karena aku mencintainya.”

“Dengar, Yong!” Kyuhyun berdiri dari duduknya dan menatap Yongri dengan geram.

“Persetan dengan perasaanmu pada laki-laki itu, jika hal seperti ini terjadi lagi, aku tidak akan membiarkanmu tinggal di tempat ini lebih lama lagi.” Kata Kyuhyun. Yongri mendongak dan menatap Kyuhyun dengan terkejut.

“Aku mengizinkan pernikahan ini karena aku pikir dia bisa melindungimu lebih baik dariku. Tetapi dia malah membiarkan dirimu disakiti oleh ayahnya di depan mataku dan eommoni. Aku tidak akan membiarkannya.” Ujar Kyuhyun dan segera melangkah untuk meninggalkan apartement Siwon.

“Oppa! Kyuhyun oppa!” Panggilan Yongri tidak membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

Yongri menghela nafas panjang setelah mendengar pintu apartement yang tertutup. Ia memegangi perutnya yang terasa sedikit sakit. Yongri pikir setelah pesta pernikahannya, ia akan hidup bahagia dengan Siwon sembari menunggu kelahiran bayinya.

Namun nyatanya masalah seolah tidak ada habisnya dan terus menghantui kehidupan rumah tangganya. Yongri kembali menghela nafas panjang. Ia tidak menyadari bahwa Siwon melihat dan mendengar semua pembicaraannya dengan Kyuhyun. Siwon bahkan membenarkan semua ucapan yang keluar dari mulut Kyuhyun. Ia memang bukanlah suami yang baik untuk Yongri.

Siwon berbalik dan kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia tidak ingin Yongri melihat wajah menyedihkannya saat ini. Walaupun Siwon membenarkan ucapan Kyuhyun, Siwon tetap merasa terluka mendengar pembicaran mereka. Ia benar-benar mengutuk trauma sialan yang dideritanya.

Siwon benar-benar bertekat ingin menyembuhkan trauma ini. Walaupun ia harus mengalami kesakitan yang mungkin akan melemahkan tubuhnya, ia akan tetap melakukannya. Karena Siwon tidak bisa melepaskan Yongri. Siwon tidak bisa membiarkan siapapun membawa Yongri pergi darinya, hanya karena kekurangan yang dimilikinya.

——

–To Be Continued–

HAI! Lama ya nunggunya? Mianhae T.T

Jadi tuh gini, ya. Aku lagi nonton k-drama Goodbye Mr. Black. Dan aku jatuh cinta sama drama itu. Aku suka banget sama Black—nya, astaga! Makanya waktu aku beberapa hari ini terbuang karena nonton drama itu. Masih ada 4 episode lagi untuk aku selesain. Hohoho.

Tapi, aku tetap lanjutin FF nya, kan? Hanya sedikit lebih lama aja. Oh, ya. Di part ini aku gak fokusin sama pesta pernikahan Siwon—Yongri, ya. Aku mau fokusin ke konfliknya. Makanya jangan protes kalo pesta pernikahan mereka aku buat singkat. Okay?

Happy reading!

BYE~

Advertisements

90 thoughts on “Painful Life – Part 14

  1. Semoga siwon bakan bebas dari trauma nya, bapak nya siwon kejam banget. Kok dia gak sadar sadar ya, kasihan bong ok nya.. jangan lama lama next nya ya kak ine ☺ ditunggu.

  2. Pestax jdi brantakan gara2 ayhx siwon
    Siwon udh mulai mau mmbuka msa lalux spy bsa lindungin yongri
    Mdah2n j smbuh jdi klo ayhx dtg lgi siwon gk trauma lagi n bsa lindungin yongri dech

  3. Siwon oppa hrs sembuh dr trauma demi yongri istrinya yg sgt setia mencintainya, ia tdk blh kalah dr perkataan buruk ayahnya dr semua yg menyakitinya, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  4. Hai author, aku readers baru di sini. Ijin baca ffnya ya 😀

    Aduh, pesta yg mereka idam”kan malah jadi berantakan karen kedatangan ayah siwon :3 . Semoga siwon cepet sembuh dari traumanya dan bisa melawan ayahnya 🙂

  5. Yaampun hiks part ini nyesek banget,
    Ngapain sih ayah siwon harus dateng segala,
    Ayo siwon, semangat buat kesembuhannya
    Biar bisa lindungin Yongri T.T
    ditunggu kelanjutannya kak ^^

  6. Kapan di lanjutin lagi ff painful life. Jujur eonni aku suka ff painful live aku suka karakter yongri yng anak smk tpi dia tau atri cinta dan syang
    #salam _kenal _aku baru _di sini

  7. Ayo siwon, smangat!!😊😊
    Demi yongri, demi anak klian, dan demi pernikahan kalian, smangat buat sembuh!!
    Tinjukkin ke ayah kandung kamu, klau kmu bukan anak sial dan bukan seorang pecundang..

  8. yah …pernikahan siwon sama yongri ga lancarr gra gara ayahnya siwon…apa bakal tambah tumiy konfilnya….
    lanjutt part selanjutnya…

  9. Appanya siwon tu sakit jiwa x y??? Moga ja siwon bs sembuh dr traumanya n bs menghadapi dan bersikap tegas dg ayahnya yg selalu bersikap semena mena

  10. hahh bener bener kiho
    dulu aja nyia nyia in anaknya bahka sape dihajar
    stlah jatuh miskin ngaku” anaknya siapa dia pingin hajar itu orang
    astaga yongri smoga baik baik aja dan kandngannya
    hahh mulai berhati” sama kiho kalo berbuat sesukanya lg
    siwon semangat smoga trauma mu sgera hilang dan dapat melawan kiho dan melindungi yongri

  11. Lah buseh…. pesta nya acak adut 😑
    Gue pikir part ini mereda.. fokus ke kebahagiaan dulu eh tiba2 badai datang..
    Fighting buat Siwon sama Yongri..

  12. Ayah siwon ga tahu malu datang2 ngancurin pesta orang…apalgi anaknya sendiri yg telah dijual..
    Siwon tetap semangat untuk sembuh..untuk lindungi yongri dan jg untuk ngancurin sang ayah…aku jadi benci banget liat ayah siwon..

  13. Ayah siwon benar2 psyco…hadeuuuuhh benar2 mengerikan punya ayah kayak gitu……rasanya pingin dech ngehajar tuh orang……semoga aja siwon cepat sembuh dan bisa membahagiakan yongri….and membalas perbuatan ayahnya..bikin dia menyesal dengan segala perbuatanya

  14. kok bisa-bisanya ayahnya siwon berani dateng di pesta pernikahannya siwon??dapet setelan jas dr mna coba?cuma numpang makan ga di undang malah bikin rusuh,heuhhh gemess

    semoga pengobatanny siwon segera selesai dan berhasil

  15. Sumpahh ini part bikin tegang bacanya,,, knp coba kiho muncul lagi di kehidupan siwon? Hmmmmm… Sakit liatnya yongri terluka oleh kiho.
    Siwonn smoga berhasil pengobatan pembukaan masa lalunya:) dan semoga siwon kedepannya bisa lebih melindungi yongri dari org2 jahat.. Fighting!!

  16. kyuhyun bikin syok lg aku kirain beneran dia suka sm yongri, tetapi suka sebagai adik dan kakak, itu bapaknya siwon ngeselin jahat kejam, gak tau diri nyalahin siwon atas kesialannya, yg sial kan dia kenapa anaknya yg jadi pelampiasan, gak tau aja kalau itu peramal kan di bayar sm emaknya dulu……dasar jahat tuh bapak-kiho ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s