Painful Life – Part 13

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

Saat kau menggenggam tanganku dan berkata bahwa kau tidak akan melepaskanku, sepertinya rasa cintaku semakin bertambah kepadamu. –Choi Yongri-

——

Author POV

Siwon menggenggam sebelah tangan Yongri yang bebas, hingga membuat langkah Yongri terhenti. Dan secara otomatis, langkah Kyuhyun pun berhenti. Kyuhyun dan Yongri sama-sama menoleh dan menatap Siwon dengan terkejut. Yongri dapat merasakan kehangatan tangan Siwon pada pergelangan tangannya. Awalnya Kyuhyun memang merasa terkejut, namun setelahnya ia merasa kesal.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun. Siwon tersenyum sinis dan menarik Yongri untuk lebih mendekat padanya. Melihat itu, Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya pada Yongri.

“Seingatku, aku tidak pernah mengatakan padamu bahwa aku akan menerima uang ini dan menceraikan Yongri.” Kata Siwon. Yongri kembali terperangah mendengar ucapan Siwon. Apa maksudnya?

Siwon melempar tas yang dipegangnya hingga terjatuh di lantai, tepat di depan kaki Kyuhyun. Kyuhyun menunduk untuk menatap tas tersebut, begitu pun dengan Yongri. Namun setelahnya mereka kembali menatap Siwon. Siwon menghilangkan senyumnya dan menatap Kyuhyun dengan serius.

“Aku tidak akan mengembalikan Yongri padamu.” Ucap Siwon. Kyuhyun terlihat marah.

“Apa maksudmu?!”

“Maksudku? Yongri bukan sebuah barang, Kyuhyun-ssi. Dia istriku dan bukankah sudah seharusnya seorang istri tinggal bersama suaminya?”

“Untuk itu kau harus menceraikannya!” Bentak Kyuhyun.

“Aku tidak akan pernah menceraikannya.” Nada suara Siwon terdengar yakin dan tegas.

“Oppa..” Yongri tidak mempercayai telinganya. Siwon akan mempertahankannya? Berbeda dengan Yongri yang tidak percaya mendengar ucapan Siwon, Kyuhyun malah tertawa mengejek.

“Apa kau baru saja menunjukkan bahwa dirimu bukanlah lelaki sejati, Siwon-ssi?” Ujar Kyuhyun. Siwon mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

“Kau melupakan kata-katamu saat membawa Yongri pergi? Kau ingin melanggar ucapanmu sendiri?” Sindir Kyuhyun. Saat mengerti dengan maksud sindiran Kyuhyun, Siwon mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Tentu saja aku tidak lupa.” Sahut Siwon.

“Aku hanya tidak memberlakukan lagi kata-kataku waktu itu.” Lanjut Siwon.

“YA!” Teriak Kyuhyun.

“Dengan kau mengembalikan uangku atau tidak, aku tidak akan menceraikan Yongri.” Tegas Siwon. Siwon melepaskan dengan paksa tangan Kyuhyun pada tangan Yongri. Menarik Yongri untuk berada di belakang tubuhnya, masih dengan menggenggamnya. Kyuhyun mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya.

“Yongri..” Siwon melirik Yongri yang berada dibelakangnya.

“Dia sedang mengandung anakku.” Ujar Siwon.

“Apa?” Kyuhyun berharap telinganya sedang bermasalah saat ini. Yongri hamil? Lelucon macam apa itu? Jika Yongri hamil, bukankah berarti Siwon–“

“Brengsek!!” Kyuhyun mencengkram kaos yang sedang dipakai oleh Siwon. Wajahnya terlihat benar-benar memerah karena amarah.

“APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA YONGRI, BAJINGAN?!!” Teriak Kyuhyun. Ia berteriak tepat di depan wajah Siwon.

“Tenangkan dirimu. Apa kau lupa bahwa kau seorang artis saat ini? Bagaimana jika ada yang melihat kau melakukan kekerasan seperti ini kepada orang lain?” Kata Siwon berusaha bersikap tenang. Siwon bisa saja membalas perlakukan Kyuhyun dengan emosinya. Tetapi ia tidak ingin melakukannya, karena ada Yongri di sampingnya saat ini. Ia tidak ingin istrinya itu tertekan dan membahayakan bayi di dalam kandungannya.

“Tutup mulutmu!!” Kyuhyun mengangkat tangannya dan bersiap untuk memukul Siwon, namun Yongri segera menghentikannya.

“Hentikan, Kyuhyun oppa.” Ucap Yongri sembari menahan kepalan tangan Kyuhyun di udara. Kyuhyun sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Yongri saat ini.

“Jangan memukul suamiku.” Kata Yongri.

“Yong!!”

“Dalam sebuah pernikahan, bukankah wajar jika hadir seorang anak?” Ucap Yongri.

“Aku tau, Yong! Tetapi pernikahan kalian tidak seperti pernikahan pasangan lainnya.” Balas Kyuhyun.

“Mungkin awalnya, ya. Tetapi sekarang semuanya sudah sama.”

“Ya! Choi Yongri!” Bentak Kyuhyun.

“Aku mencintainya, oppa. Aku mencintai suamiku.” Ujar Yongri.

Tanpa sadar, Siwon semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Yongri, saat mendengar pernyataan cinta untuk kedua kalinya dari gadis itu. Yongri mendongak untuk menatap Siwon saat merasakan bagaimana eratnya genggaman tangan laki-laki itu padanya. Namun tetap tidak menyakitinya.

“Apa kau sadar dengan yang kau ucapkan, Yong?” Lirih Kyuhyun.

“Oppa, maafkan aku.” Sesal Yongri pada Kyuhyun. Kyuhyun menatap Yongri dengan tatapan kecewa. Ia merasa perjuangannya selama ini sia-sia. Ia tetap tidak bisa membawa Yongri kembali, karena gadis itu sendiri tidak menginginkannya.

“Bukan itu yang aku inginkan darimu, Yong. Apa kau tidak memikirkan kerja kerasku? Kau tidak memikirkan eommoni?” Ujar Kyuhyun. Airmata Yongri kembali mengalir saat mendengar Kyuhyun menyebut ibunya.

“Aku tau, oppa. Karena itu maafkan aku.” Sahut Yongri.

“Bukan maaf yang aku inginkan!! Aku ingin kau kembali!!” Bentak Kyuhyun.

“Jangan membentaknya!” Siwon meninggikan suaranya di hadapan Kyuhyun.

“Tutup mulutmu!” Ucap Kyuhyun.

“Kau yang tutup mulutmu!” Balas Siwon.

“Yongri adalah istriku. Aku yang akan bertanggung jawab mengenai hidupnya, bukan kau.”

“Cukup, jangan bertengkar.” Ujar Yongri. Yongri kembali menatap Kyuhyun.

“Aku mungkin telah mengecewakanmu, oppa. Tetapi aku mohon untuk tidak mengatakannya pada eomma. Aku yang akan mengatakannya nanti. Aku mohon padamu.” Pinta Yongri. Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tidak tau harus seperti apa untuk menyuarakan kekecewaannya pada Yongri.

“Lebih baik kita pulang, oppa.” Ajak Yongri pada Siwon. Siwon menatap Yongri dan menganggukkan kepalanya. Ia melepaskan genggaman tangannya dan merangkul bahu Yongri.

“Kau mungkin tidak mempercayaiku. Tetapi aku dapat menjaga Yongri lebih baik darimu.” Kata Siwon sebelum akhirnya berbalik bersama Yongri dan meninggalkan Kyuhyun seorang diri.

——

Siwon melepaskan rangkulannya pada Yongri saat mereka sudah sampai di dalam kamar. Suasana canggung kembali menghampiri mereka. Yongri sudah tidak menangis lagi, namun wajahnya tetap terlihat sembab. Mata dan hidungnya juga memerah. Walaupun begitu, Yongri tetap terlihat sangat cantik menurut Siwon.

“Aku–“

“Aku–“

Keduanya berbicara secara bersamaan. Mereka saling menatap sesaat kemudian saling membuang pandangan kembali. Terlalu malu untuk sekedar saling berpandangan. Siwon berdehem pelan dan mencoba untuk mengembalikan wibawanya. Ia tidak pernah bersikap seperti ini dihadapan Yongri. Ia tentu saja tidak ingin harga dirinya jatuh dihadapan Yongri.

“Beristirahatlah. Aku akan membersihkan diriku.” Ujar Siwon. Tanpa menunggu jawab Yongri, Siwon segera berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarnya. Yongri menatap pintu kamar mandi yang tertutup dan menghela nafas.

Yongri teringat bahwa Siwon tidak membawa pakaian ganti saat memutuskan untuk mandi. Gadis itu akhirnya berinisiatif untuk mengantarkan pakaian ganti untuk Siwon. Setelah mengambil pakaian Siwon di dalam lemari, Yongri segera masuk ke dalam kamar mandi yang tidak terkunci.

Yongri berpikir bahwa Siwon tidak akan dengan cepat membuka pakaiannya. Makanya gadis itu memutuskan untuk masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Namun perkiraan Yongri salah. Siwon bahkan sudah bertelanjang dada di bawah guyuran air shower.

Yongri membesarkan matanya karena terkejut. Ini memang pertama kalinya Yongri melihat Siwon bertelanjang dada. Namun bukan itu yang membuat Yongri terkejut. Melainkan sesuatu yang selama ini berada di dada Siwon dan yang selalu disembunyikan laki-laki itu. Saat ini, Yongri dapat melihatnya dengan jelas.

Siwon dapat melihat ke mana arah mata Yongri memandang. Maka tanpa membuang waktu, Siwon segera membalikkan badannya hingga membelakangi gadis itu. Siwon mematikan shower hingga suasana kamar mandi menjadi sangat sunyi. Siwon mengepalkan kedua tangannya untuk menghilangkan rasa paniknya.

“A–apa yang kau lakukan?!” Tanya Siwon dengan suara bergetar.

“Aku mengantar pakaian ganti untukmu.” Jawab Yongri.

“Taruh saja di sana dan segera keluar.” Pinta Siwon.

Yongri mengikuti apa yang diinginkan Siwon. Menaruh pakaian Siwon di tempat yang tidak terkena air. Gadis itu berbalik untuk meninggalkan kamar mandi. Namun baru satu langkah, Yongri menghentikan gerakannya. Kembali berbalik dan mendekati Siwon. Berdiri tepat dihadapan Siwon. Tidak memperdulikan tatapan terkejut Siwon.

Dan Yongri benar-benar dapat melihatnya. Bekas luka yang berada di dada Siwon. Bekas luka yang memanjang dari dada hingga di tengah perutnya. Bekas luka yang sangat menyeramkan, namun tidak menurut Yongri. Melihat bekas luka itu, entah mengapa Yongri menjadi merasa sedih.

Siwon memalingkan wajahnya dan merasa sangat malu. Ia tidak bisa menutupi lagi bekas luka di tubuhnya karena Yongri sudah terlanjur melihatnya. Ia yakin Yongri akan merasa sangat jijik padanya setelah ini. Dan gadis itu akan menyesal telah menolak untuk kembali bersama Kyuhyun.

“Pergilah.” Ujar Siwon masih tanpa menatap Yongri. Yongri tidak menuruti ucapan Siwon. Gadis itu semakin mendekati Siwon. Mengulurkan tangannya untuk menyentuh bekas luka Siwon.

Siwon dapat merasakan tangan gadis itu yang sedang mengusap bekas lukanya. Ia merasa sangat terkejut karena Yongri dapat melakukannya. Apa yang dipikirkannya benar-benar tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Siwon juga dapat melihat bahwa Yongri tidak merasa jijik sedikitpun dengan bekas luka ditubuhnya itu. Dan Siwon semakin terkejut saat Yongri memberikan sebuah kecupan di sana.

“A–apa yang kau lakukan, Choi Yongri?”

“Kenapa kau harus menutupinya?” Bisik Yongri.

“Kau–tidak merasa jijik?” Tanya Siwon.

“Tidak. Tidak sama sekali.” Jawab Yongri cepat. Yongri kembali mengusap bekas luka Siwon. Siwon memejamkan matanya sembari merasakan tangan Yongri yang bermain ditubuhnya. Ia merasa gairahnya naik karena perlakuan Yongri.

“Bagaimana kau mendapatkannya?” Tanya Yongri. Siwon membuka matanya dan menatap Yongri dengan bingung.

“Eomma tidak memberitahukannya padamu?” Yongri menggeleng pelan. Siwon menghela nafas panjang.

“Pria itu yang melakukannya padaku.”

–Flashback–

Kiho pulang bersama seorang wanita yang cantik dan juga seksi. Sepertinya pria itu baru saja pulang dari club untuk menyegarkan pikirannya. Ia merangkul wanita itu dan mereka tampak tertawa bersama. Seperti sepasang suami istri yang baru saja menikah.

Bong Ok yang mendengar suara gaduh dari luar, segera keluar dari kamarnya. Ia begitu terkejut melihat Kiho merangkul seorang wanita. Kiho tidak pernah bermain dengan wanita seperti ini sebelumnya. Dan tentu saja Bong Ok merasa sangat terluka.

“Oppa..” Ucap Bong Ok dengan mata yang berkaca-kaca. Langkah Kiho terhenti saat mendengar panggilan untuknya. Ia menatap Bong Ok dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“O–ho! Sedang apa kau?” Tanya Kiho.

“Aku yang seharusnya bertanya seperti itu padamu. Sedang apa kau bersama wanita itu, oppa? Kenapa kau membawanya ke rumah?”

“Siapa dia, oppa?” Wanita yang dirangkul oleh Kiho bertanya. Ia melingkarkan tangannya di sekitar pinggang dan perut Kiho.

“Dia? Dia istriku.” Jawab Kiho dengan tersenyum.

“Ah, diakah istri yang kau katakan melahirkan seorang anak sial itu, oppa?” Ucap wanita itu. Kiho menganggukkan kepalanya dan membuat wanita itu tertawa.

“Tutup mulutmu! Kau tidak berhak menghina anakku.” Ujar Bong Ok marah.

“Ya! Punya hak apa kau marah pada wanitaku?!” Bentak Kiho pada Bong Ok.

“Wanitamu?!” Ucap Bong Ok tidak percaya.

Bong Ok mendekati mereka. Menarik wanita itu dari rangkulan Kiho dan mendorongnya hingga tersungkur. Tidak puas dengan itu, Bong Ok menjambak rambut wanita itu hingga ia kesakitan. Mungkin Bong Ok membenci Kiho karena pria itu menyiksa dirinya dan Siwon kecil, tetapi Bong Ok tetap tidak suka ada wanita lain bersama suaminya. Karena ia mencintai Kiho.

“Ya!! Apa yang kau lakukan?!” Kiho membantu wanitanya lepas dari Bong Ok. Kiho membalas perlakuan Bong Ok dengan mendorong istrinya itu hingga ikut tersungkur. Kiho menampar Bong Ok dengan kuat hingga sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah.

“Apa kau sudah gila?!” Bentak Kiho.

“Ya. Aku gila karena kau yang lebih dulu gila, Choi Kiho!” Balas Bong Ok membentak.

“Kau memperlakukan wanita itu dengan baik sedangkan kau memperlakukanku dan Siwon dengan kejam! Siapa yang gila, huh?!” Lanjutnya.

“Kau–kau benar-benar cari mati rupanya.” Desis Kiho.

“Bunuh saja aku sekarang sebelum kau berselingkuh dengan jalang itu!” Tunjuk Bong Ok pada wanita Kiho yang masih terduduk di lantai.

“Baik jika itu yang kau mau.” Kata Kiho.

Pria itu pergi meninggalkan kedua wanita itu entah kemana. Bong Ok menangis tersedu-sedu hingga membuat wajahnya benar-benar basah. Ia tidak menyangka jika pernikahannya akan seperti ini. Semua janji yang diucapkan Kiho dulu adalah bualan belaka. Pria itu tidak ubahnya seperti pria-pria lain yang mengumbar janji palsu.

Kiho kembali dengan membawa sebuah pedang samurai milik ayahnya. Ia membawa pedang itu ke hadapan Bong Ok. Bong Ok mendongak dan menatap pedang yang dibawa oleh Kiho. Dimatanya tidak terlihat ketakutan sedikit pun. Bong Ok hanya sudah terlalu pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.

“Aku akan memberimu kesempatan jika kau mau minta maaf pada wanitaku.” Kata Kiho. Bong Ok mengalihkan pandangannya dan terlihat tidak tertarik sama sekali dengan kesempatan yang diberikan oleh Kiho.

“Lebih baik aku mati.” Ujar Bong Ok. Kiho mencengkram pedang yang dibawanya dan terlihat benar-benar marah.

“Jika itu maumu.” Kiho mengeluarkan pedang tersebut dari selongsong–nya. Pedang berwarna silver itu terlihat begitu bersinar. Kiho mulai mengayunkan pedang tersebut dari atas.

Tiba-tiba saja sosok Siwon kecil muncul dihadapannya untuk melindungi Bong Ok. Terlalu terkejut dengan kehadiran putranya itu, membuat pedang yang dipegang Kiho terayun dan melukai tubuh Siwon kecil. Baju yang dipakai Siwon kecil robek dan darah segar keluar dari tubuhnya. Tubuh tinggi kurus itu terjatuh dan membuat Bong Ok benar-benar terkejut.

Bong Ok menumpu tubuh Siwon kecil pada lengannya. Ia melihat wajah Siwon kecil yang pucat karena terlalu banyak darah yang keluar. Namun bibir pucat bocah itu masih menyunggingkan sebuah senyuman kepada Bong Ok. Seolah mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Lama kelamaan pandangan Siwon kecil menjadi berkunang dan gelap. Hal yang didengarnya terakhir kali adalah teriakan Bong Ok.

“SIWON-AH!!!”

–Flashback End–

Yongri yang berbaring di atas tubuh Siwon di dalam bath up, mendengarkan dengan seksama cerita laki-laki itu. Seluruh tubuh Yongri terasa ngilu saat membayangkan pedang yang begitu tajam tersebut melukai tubuh kecil Siwon. Tanpa sadar Yongri memeluk kedua lengannya karena terus membayangkan darah segar yang keluar dari tubuh Siwon.

Siwon menyadari kegelisahan istrinya itu. Dirinya yang sedang bersandar pada bath up ikut memeluk tubuh Yongri. Tangannya berada tepat di atas tangan Yongri.

“Aku tidak dibawa ke rumah sakit karena takut pihak rumah sakit akan curiga dengan luka yang kudapatkan. Eomma sepertinya sangat mencintai pria itu hingga ia tidak mau pria itu dipenjara. Makanya eomma hanya memanggil dokter keluarga dan mengobati lukaku di rumah. Mendapatkan pengobatan yang seadanya membuat bekas luka ini tidak mau menghilang, walaupun sebenarnya lukanya tidak terlalu dalam.” Ujar Siwon.

“Bagaimana mungkin ayahmu–“

“Dia bukan ayahku.” Siwon memotong ucapan Yongri. Ia memang tidak pernah menganggap Kiho sebagai ayahnya, semenjak pria itu sering memukulinya.

“Apa pria itu merasa bersalah karena telah melukaimu?” Tanya Yongri.

“Tidak. Ia pergi bersama wanita itu saat aku pingsan. Dan pulang keesokan harinya tanpa rasa bersalah sama sekali.” Jawab Siwon.

“Sungguh keterlaluan.” Gumam Yongri. Siwon mengeratkan pelukannya pada Yongri. Air hangat yang membasahi tubuh mereka tidak mampu menghalau rasa dingin yang mereka rasakan.

“Seandainya aku bisa membagi kasih sayang ayahku padamu.” Kata Yongri.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Ayah kandung dan ayah tiriku sangat menyayangiku. Jika mereka bertemu denganmu dan mengetahui bahwa kau suamiku, mereka pasti akan menyayangimu seperti mereka menyayangiku.” Jelas Yongri. Siwon tersenyum kecil.

“Tidak perlu. Aku sudah cukup mendapatkannya dari ayah angkatku.” Sahut Siwon.

“Ya, kau benar.” Balas Yongri.

“Oppa..” Panggil Yongri.

“Hmm?” Siwon bergumam.

“Apa pria itu masih hidup?” Tanya Yongri hati-hati. Ia takut pertanyaannya memperngaruhi trauma Siwon. Siwon terdiam cukup lama sebelum menjawab pertanyaan Yongri.

“Aku tidak tau. Dan tidak mau tau.”

“Baiklah. Kita tidak perlu membahasnya lagi.” Putus Yongri. Ia yakin bahasan ini membuat Siwon tidak nyaman.

“Kau tidak merasa dingin?” Tanya Siwon.

“Tidak. Kau memelukku.” Jawab Yongri. Siwon kembali tersenyum.

“Berendam seperti ini apa baik untuk bayi di dalam kandunganmu?” Siwon menurunkan tangannya dan mengusap perut Yongri. Seolah sedang menyapa anaknya.

“Ayo, kita akhiri saja.” Ajak Yongri. Ia beranjak bangun dan segera keluar dari bath up. Merasa tidak canggung ketika berdiri tanpa sehelai pakaian pun.

“Kenapa? Apa berbahaya?” Siwon yang terlihat panik ikut keluar dari bath up.

“Karena usia kandunganku masih dalam tahap trimester pertama, belum baik untuk berendam seperti itu.” Jelas Yongri.

“Sial! Kenapa tidak katakan dari tadi?” Ujar Siwon. Ia merasa bersalah karena dirinyalah yang mengajak gadis itu berendam sembari bercerita.

Siwon mengambil baju handuk yang tergantung dan memakaikannya pada Yongri. Setelahnya ia memakai baju handuk untuk dirinya sendiri. Siwon merangkul Yongri untuk keluar dari kamar mandi dan duduk di atas tempat tidur.

“Kau mengkhawatirkan bayi di dalam kandunganku?” Tanya Yongri. Tidak dapat menutupi rasa senangnya.

“Tentu saja. Dia calon anakku juga.” Jawab Siwon.

“Oppa..” Yongri merasa terharu. Siwon ikut duduk di samping Yongri dan menggenggam tangannya.

“Maaf jika saat itu aku mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak aku katakan padamu. Aku benar-benar menyesal.” Ujar Siwon. Yongri mengusap pipi Siwon dengan pelan.

“Aku tau kau tidak bersungguh-sungguh saat mengatakannya, oppa. Karena kau berbeda dengan pria itu. Kau menyayangi anakmu.” Kata Yongri. Siwon tersenyum dan merasa sangat senang.

“Terima kasih sudah mengatakannya.” Ucap Siwon.

Yongri mengangguk dan memeluk Siwon. Menyandarkan kepalanya pada dada bidang laki-laki itu. Ia merasa senang karena hubungannya dengan Siwon mengalami banyak kemajuan. Walaupun Siwon belum mau mengatakan bagaimana perasaannya pada Yongri, Yongri akan tetap sabar menunggunya.

Yongri sudah cukup puas dengan keadaan ini. Siwon yang bersikap lembut dan menerima kehadiran bayi mereka. Yongri tidak akan berusaha untuk menuntut hal lebih pada Siwon. Seperti kata Donghae, Siwon tidak mudah mempercayai orang di sekitarnya. Dan itu juga pasti berlaku untuk Yongri.

“Bagaimana jika kita berbelanja untuk kebutuhan anak kita nanti?” Tanya Siwon menawarkan.

Yongri melepaskan pelukan Siwon. Menatap laki-laki itu dengan terkejut sebelum akhirnya tersenyum geli.

“Usia kandunganku bahkan belum 2 bulan, oppa. Kita juga belum mengetahui jenis kelaminnya.” Kata Yongri.

“Memangnya kenapa? Kita bisa membeli barang dengan warna yang netral jika itu yang kau takutkan. Sehingga anak perempuan atau laki-laki yang akan kau lahirkan nanti, tidak akan menjadi masalah.” Balas Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya namun menyetujui ucapan Siwon.

“Tapi, oppa. Jika kau diberikan pilihan untuk memilih, kau ingin anak laki-laki atau perempuan?” Yongri memandang Siwon dengan tatapan ingin tau.

Siwon terlihat pura-pura berpikir agar dapat lebih lama melihat wajah penasaran Yongri. Wajah yang terlihat sangat menggemaskan menurutnya.

“Apa begitu sulit memilih?” Suara Yongri terdengar jengah. Siwon membalas tatapan gadis itu dan tersenyum.

“Aku tidak akan mempermasalahkan apakah anakku perempuan atau laki-laki. Tetapi jika memang harus memilih, akan lebih baik jika anak pertama kita adalah seorang laki-laki. Agar dia bisa melindungimu dan adik-adiknya nanti, di saat aku tidak ada.” Jawab Siwon.

Yongri terpaku mendengar ucapan Siwon. Ia menatap Siwon dengan kedua matanya yang berkedip pelan. Untuk sebagian wanita, kata-kata seperti itu mungkin tidak ada artinya bagi mereka. Tetapi tidak untuk Yongri. Menurutnya, kata-kata Siwon barusan sama saja dengan memberitahukannya, bahwa Siwon tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya.

Siwon termasuk salah satu orang yang tidak bisa menunjukkan perasaannya. Ketika ia berkata seperti itu, itu berarti Siwon mulai menunjukkan perasaannya pada Yongri. Yongri merasa ia mendapatkan banyak kebahagiaan hari ini.

“Memangnya kau mau kemana? Kau tidak boleh kemana-mana, oppa.” Ujar Yongri setelah lama diam.

“Tentu saja aku tidak akan kemana-mana.” Sahut Siwon. Siwon mengusap rambut Yongri yang basah.

“Oppa, apa kau bisa meluangkan waktumu untuk makan siang bersama besok?” Tanya Yongri. Wajahnya terlihat penuh harap. Siwon mengangguk dengan pasti dan tanpa ragu.

“Aku akan menjemputmu besok.” Kata Siwon.

“A–apa aku boleh mengajak ibumu juga?” Tanya Yongri hati-hati. Siwon menatap Yongri dengan terkejut. Namun kemudian Siwon berusaha menyembunyikan keterkejutannya.

“Kenapa? Kau tau bagaimana hubunganku dan ibuku. Dia–“

“Aku tau, oppa.” Yongri memotong ucapan Siwon.

“Dia juga tidak menyukaimu.” Siwon tetap melanjutkan ucapannya.

“Bukankah aku sudah katakan jika aku sudah mengetahui semuanya? Aku sudah tau alasan dibalik kau sangat membenci ibumu. Dan alasan dibalik ibumu tidak menyukaiku.” Kata Yongri.

“Kau tau bahwa ibumu terpaksa melakukannya ‘kan, oppa? Jangankan dirimu, mungkin eommonim tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.” Siwon menundukkan kepalanya dan tampak tidak peduli dengan ucapan Yongri. Memaafkan ibunya tidak semudah yang dibayangkan Yongri.

“Oppa..” Bujuk Yongri.

“Kau tidak akan mengerti, Yongri-ya. Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya menjadi diriku. Ibuku.. Dia menjadi salah satu alasan hidupku menjadi seperti ini. Terbayang oleh trauma brengsek yang membuatku seperti orang penyakitan.” Wajah Siwon terlihat benar-benar terluka.

“Aku tau apa yang dilakukan oleh ibuku bukanlah keinginan hatinya. Tetapi haruskah ia melakukannya dihadapanku? Dihadapan anak berumur 9 tahun yang seharusnya tidak melihat itu semua?”

“Oppa, aku tau. Maafkan aku, eo?”

“Kalian mungkin mengetahui masa laluku, tetapi kalian tidak akan pernah tau apa yang aku rasakan. Kalian tidak akan pernah tau bahwa aku pernah berpikir untuk mengakhiri hidupku, diusiaku yang masih 9 tahun.”

“Siwon oppa..” Yongri tidak dapat menutupi rasa terkejutnya.

“Bahkan untuk membayangkannya saja, kalian tidak akan pernah tau bagaimana perasaanku.” Kata Siwon dengan matanya yang memerah.

Yongri yang sudah menangis langsung memeluk Siwon dengan erat. Ia benar-benar merasa sangat bersalah. Tidak seharusnya ia membuka luka Siwon seperti ini.

“Maafkan aku, oppa. Maafkan aku.” Sesal Yongri. Siwon membalas pelukan Yongri dan menyembunyikan wajahnya di bahu kecil Yongri. Mencoba menahan airmata yang bisa jatuh kapan saja.

“Aku hanya manusia biasa. Aku bukan Tuhan yang bisa memaafkan hamba–Nya dengan mudah.” Gumam Siwon.

Siwon melepaskan pelukan Yongri dan berdiri. Menatap Yongri sebentar, kemudian berjalan meninggalkan gadis itu. Namun Yongri dengan cepat menahan tangannya.

“Kau mau kemana?” Tanya Yongri.

“Aku ingin menenangkan pikiranku sebentar.” Jawab Siwon.

“Kau marah padaku? Bukankah aku memintamu untuk membagi semua yang kau rasakan padaku?”

“Tidak. Aku tidak marah padamu. Aku hanya belum terbiasa untuk berbagi apa yang aku rasakan kepada orang lain. Maafkan aku. Pakai pakaianmu dan Tidurlah.”

Siwon mengambil pakaiannya di lemari sebelum keluar dari kamar. Yongri menatap pintu kamar dengan sedih. Tidak seharusnya ia membahas Bong Ok dihadapan Siwon. Seharusnya ia bisa memahami bagaimana perasaan Siwon. Yongri benar-benar menyesal. Ia merasa bukan istri yang baik untuk Siwon.

——

Pukul dua dini hari Siwon kembali ke kamarnya. Laki-laki itu terkejut saat melihat Yongri yang belum tidur dan masih memakai baju handuknya. Gadis itu sedang duduk di lantai dengan bersandar pada sisi tempat tidur. Siwon dengan cepat menghampiri Yongri karena khawatir.

“Yah, apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon. Yongri menoleh dan tersenyum menatap Siwon.

“Aku sedang menunggumu.” Jawabnya.

“Dasar bodoh. Kau tidak mendengar apa yang kukatakan tadi? Kau ingin terjadi sesuatu pada kandunganmu?” Suara Siwon terdengar geram. Siwon menuju ke lemari pakaian dan mengambil gaun tidur Yongri. Kembali mendekati gadis itu.

“Berdiri.” Ujar Siwon. Yongri mengikuti perintah Siwon.

Siwon membuka baju handuk Yongri, membuat tubuh gadis itu menjadi telanjang. Yongri merasa pipinya memanas. Siwon tampak tidak peduli atau mungkin berpura-pura tidak peduli dengan tubuh telanjang Yongri yang begitu menggodanya. Ia memakaikan gaun tidur Yongri, dan membiarkan gadis itu tidak memakai pakaian dalam.

“Tidurlah.” Kata Siwon.

“Kau akan pergi lagi?” Tanya Yongri. Siwon menghela nafas dan menggeleng. Menuntun Yongri untuk naik ke atas tempat tidur dan berbaring secara berdampingan.

Yongri mengubah posisinya menjadi menyamping. Menatap Siwon yang masih betah dalam posisinya.

“Apa kau pergi minum?” Tanya Yongri.

“Apa kau mencium bau alkohol?” Tanya Siwon balik. Yongri mengenduskan hidungnya dan tidak tercium bau alkohol sama sekali.

“Lalu kau kemana?” Tanya Yongri lagi.

“Bekerja di ruang kerjaku.” Jawab Siwon. Yongri merasa lega mendengar jawaban Siwon. Siwon mendorong kening Yongri dengan pelan.

“Berhentilah berpikiran yang tidak-tidak.” Ujar Siwon seakan mengerti apa yang dipikirkan gadis itu.

“Tidurlah.” Ucap Siwon. Laki-laki itu memejamkan matanya. Walaupun ia tidak terlalu mengantuk, ia merasa harus tetap tidur. Karena harus bekerja pagi harinya.

“Oppa.”

“Tidur, Choi Yongri.”

“Kenapa kau menikahiku?” Pertanyaan Yongri membuat Siwon membuka matanya, namun tidak membalas tatapan Yongri.

“Apa benar karena hutang ayah tiriku? Jika memang seperti itu, bagaimana jika orang-orang yang berhutang padamu memiliki anak gadis sepertiku semuanya? Apa kau akan menikahi mereka seperti kau menikahiku?” Tanya Yongri. Siwon masih diam seolah enggan menjawab pertanyaan Yongri.

“Jika kau menjawab pertanyaanku, aku janji akan tidur setelahnya.” Kata Yongri dengan mengulurkan jari kelingkingnya di hadapan Siwon.

Siwon mengubah posisinya menjadi berbaring menyamping, seperti Yongri. Menatap Yongri dan tampak tidak tertarik dengan kelingking kecil gadis itu. Yongri menurunkan tangannya dan menatap Siwon.

“Karena aku jatuh cinta padamu.” Jawab Siwon. Yongri mengerjapkan matanya beberapa kali mendengar jawaban Siwon. Astaga. Apa dia salah dengar saat ini?

“Oppa..”

“Apa kau ingin aku menjawab seperti itu?” Tanya Siwon kemudian dengan senyum jahilnya.

“A–apa? Ah, tidak–aku–maksudku–“

Siwon tertawa tanpa suara mendengar suara Yongri yang bergetar karena gugup. Siwon tau seharusnya ia tidak mempermainkan perasaan gadis itu. Tetapi melihat wajah malu dan salah tingkah Yongri merupakan kesenangan tersendiri untuk Siwon.

“Maaf, aku tidak bermaksud untuk mempermainkanmu.” Ujar Siwon setelah tawanya mereda. Yongri mencoba untuk menetralkan warna wajahnya.

“Karena aku ingin tau bagaimana kehidupan sebuah pernikahan.” Jawab Siwon.

“Hanya itu?” Sahut Yongri cepat.

“Ya. Aku hanya ingin tau apakah yang terjadi pada ibuku dan pria itu, juga terjadi padaku dan istriku. Aku ingin tau pemikiran seseorang yang telah menikah.” Jelas Siwon.

“La–lalu, kenapa aku?” Tanya Yongri.

“Yah, apalagi kalau bukan sebuah takdir? Saat melihat kau untuk pertama kali, ketika kau muncul dari balik punggung Cho Kyuhyun, aku merasa bahwa kau wanita yang pas untuk menjadi istriku.”

“Aku tidak pernah berencana untuk menikahi seorang wanita yang aku kencani terlebih dahulu. Karena mengencani wanita tidak ada di dalam kamusku. Aku hanya tidak ingin wanita yang aku kencani tersakiti seperti ibuku, apabila sikapku tiba-tiba berubah seperti pria itu. Tetapi aku tetap ingin menikah. Makanya aku memutuskan untuk mencari wanita yang tidak berisik, sehingga ia tidak banyak melakukan protes atas apa yang aku lakukan. Dan juga tidak mencampuri urusan pribadiku.”

“Jadi, menurutmu aku wanita yang tidak berisik?” Tebak Yongri. Siwon mendengus kasar.

“Sama sekali tidak. Kau sangat berisik dan suka ikut campur.” Sambar Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Sudah puas mendengar jawabanku? Sekarang tidur.” Ujar Siwon. Mengembalikan posisinya seperti semula.

“Oppa..”

“Astaga, Choi Yongri! Apa aku harus menciummu hingga pingsan agar kau mau menutup mulut dan matamu itu?!” Suara Siwon terdengar sangat geram.

Yongri kembali merasa wajahnya memanas. Siwon memang selalu berbicara sesuka hatinya. Yongri mendekatkan dirinya pada Siwon. Meletakkan kepalanya pada dada Siwon dengan tangannya yang melingkari perut suaminya itu. Membuat Siwon terpaku untuk beberapa saat.

“Begini lebih baik.” Gumam Yongri.

Siwon tersenyum. Ia melingkarkan tangannya disekitar bahu Yongri. Kemudian memejamkan mata dan siap berkunjung ke istana mimpi.

——

“Kyuhyun-ah, dimana Yongri?” Tanya Ibu Yongri saat Kyuhyun baru saja keluar dari kamarnya.

“Semalam aku menunggumu hingga tengah malam, tetapi kau belum pulang juga. Kau bilang Yongri akan pulang kemarin. Dimana dia?” Tanya Ibu Yongri lagi. Kyuhyun melangkah dan melewati Ibu Yongri dengan wajah yang muram. Ibu Yongri mengikuti laki-laki itu dari belakang.

“Kyuhyun-ah..” Panggil Ibu Yongri. Kyuhyun menuju ke dapur dan mengambil satu botol air putih dari dalam kulkas. Menghabiskan setengah isinya dan mengembalikannya ke dalam kulkas.

“Dia belum bisa pulang.” Jawab Kyuhyun dan berusaha menyembunyikan kekesalannya.

“Apa? Kenapa dia belum bisa pulang?” Kyuhyun dapat mendengar nada kekecewaan dalam ucapan Ibu Yongri.

“Aku tidak tau.” Ucap Kyuhyun singkat. Ibu Yongri menarik lengan Kyuhyun hingga laki-laki itu menatapnya.

“Sebenarnya ada apa, Cho Kyuhyun? Wajahmu terlihat tidak biasa. Apa terjadi sesuatu pada Yongri? Huh?” Ibu Yongri tidak dapat menutupi kekhawatirannya.

Kyuhyun menjadi merasa bersalah. Ia sudah berjanji kepada wanita itu untuk membawa Yongri pulang kemarin. Namun nyatanya Kyuhyun gagal membawa adik tirinya itu pulang. Dan sialnya, kegagalannya itu diakibatkan oleh Yongri sendiri. Sekarang Kyuhyun harus dihadapankan dengan wajah kecewa dan khawatir ibu tirinya. Kyuhyun benar-benar tidak tega melihatnya.

“Eommoni..” Kyuhyun memegang kedua lengan Ibu Yongri.

“Yongri baik-baik saja.” Kata Kyuhyun. Ia berusaha untuk membuat ibu tirinya tenang.

“Kalau dia baik-baik saja, kenapa kau tidak membawanya pulang?” Ibu Yongri tidak bisa mempercayai ucapan Kyuhyun begitu saja.

“Dimana kampusnya? Biar aku saja yang ke sana.” Ujar Ibu Yongri.

Wanita itu menepis pelan tangan Kyuhyun hingga terlepas dari bahunya. Ia berbalik untuk bersiap-siap pergi ke kampus Yongri. Ibu Yongri merasa tidak bisa diam saja di apartement, di saat ia tidak mengetahui keadaan putri satu-satunya itu. Kyuhyun dengan cepat menahan lengan ibu Yongri.

“Eommoni, kau tidak bisa ke sana.” Suara Kyuhyun terdengar panik. Yang benar saja, kampus mana yang harus didatangi Ibu Yongri? Yongri tidak berada di kampus manapun di Korea Selatan ini.

“Aku khawatir padanya, Kyuhyun-ah.” Kata Ibu Yongri frustasi.

“Aku tau, eommoni.” Sahut Kyuhyun cepat.

“Dalam waktu dekat, kau akan bertemu Yongri.” Ujar Kyuhyun berjanji.

“Kapan? Kenapa tidak sekarang?” Desak Ibu Yongri.

“Eommoni!” Kyuhyun tiba-tiba meninggikan suaranya hingga membuat Ibu Yongri terkejut.

“Maafkan aku. Aku ingin sekali membawa Yongri pulang. Tetapi Yongri tidak mau ikut bersamaku, eommoni. Bukan hanya kau, aku pun merasa khawatir dan putus asa.” Kata Kyuhyun dengan wajah lelah dan frustasinya. Ibu Yongri terdiam sembari memikirkan kata-kata Kyuhyun.

“Jangan bertanya apapun lagi padaku, eommoni. Untuk saat ini, hanya itu yang bisa aku sampaikan padamu.” Ucap Kyuhyun dan segera meninggalkan Ibu Yongri termenung seorang diri.

——

Siwon dan Yongri sedang menyantap sarapan dalam suasana yang hangat. Semenjak mereka pulang dari Jeju, Siwon meminta Yongri untuk bergabung dengannya saat sarapan pagi. Siwon sudah merasa bosan harus menikmati masakan gadis itu seorang diri, dengan Yongri yang berdiri seperti seorang pelayan. Dan semenjak kepergian Siwon beberapa waktu yang lalu, pagi ini mereka memulai aktifitas bersama lagi.

“Hari ini aku akan meminta Bibi Kim kembali bekerja disini.” Kata Siwon. Yongri menatap Siwon setelah memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.

“Kenapa?” Tanyanya.

“Wanita hamil tidak boleh banyak bekerja. Kau harus jaga kesehatanmu.” Jawab Siwon.

“Kau salah, oppa.” Sahut Yongri. Siwon menatapnya dengan sebelah alis terangkat.

“Wanita hamil harus banyak bekerja, sehingga saat persalinan nanti menjadi lebih mudah.” Jelas Yongri. Siwon mengubah ekspresi wajahnya menjadi masam.

“Aku tidak peduli dengan teori itu. Yang pasti, aku tidak ingin kau kelelahan. Jika kau memang kesulitan saat melahirkan secara normal, kau bisa melakukan operasi.” Tegas Siwon. Yongri menghela nafas panjang.

“Baiklah.” Putusnya.

“Dan untuk kamarku–“

“Aku yang akan membersihkannya.” Potong Yongri langsung. Siwon membuka mulutnya untuk melakukan protes, namun Yongri kembali berbicara.

“Untuk yang satu itu, tubuhku masih sangat mampu melakukannya, oppa. Jika kau tidak membiarkanku bekerja, tubuhku bisa sakit semua.” Siwon terdiam sebentar sembari menatap gadis itu dengan geram. Sepertinya Yongri menjadi semakin keras kepala. Tetapi Siwon tidak bisa membentak gadis itu, ia tidak ingin Yongri tertekan.

“Baiklah, lakukan sesukamu.” Kata Siwon sembari menghabiskan sarapannya.

Yongri tersenyum penuh kemenangan dan mengikuti Siwon untuk menghabiskan sarapannya. Selama beberapa saat mereka terjebak dalam suasana yang sunyi. Hanya terdengar dentingan sumpit dan juga sendok. Mereka sama-sama terlihat fokus menghabiskan makanan. Atau mungkin juga takut tersedak apabila terlalu banyak bicara.

Siwon lebih dulu menghabiskan nasi di dalam mangkuknya. Laki-laki itu meletakkan sumpit di samping mangkuknya. Menghabiskan segelas air putih yang disediakan oleh Yongri. Setelahnya, laki-laki itu menatap Yongri dengan ekspresi yang sulit dibaca. Ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Siwon, namun ia merasa ragu. Entah karena apa. Tetapi Siwon mencoba untuk memantapkan hatinya.

“Yongri-ya..” Panggilnya.

“Hmm?” Yongri bergumam. Ia tidak menatap Siwon karena sedang menghabiskan sup miliknya.

“Bagaimana jika kita mengadakan pesta pernikahan?”

“Uhuk!”

Tepat setelah pertanyaan Siwon masuk ke dalam telinga Yongri, gadis itu tersedak oleh kuah sup yang sedang disantapnya. Siwon dengan cepat memberikan segelas air pada gadis itu. Yongri menerimanya dan meminum airnya sedikit. Kemudian ia menatap Siwon dengan matanya yang membesar.

“O–oppa..”

“Kenapa? Apa terlalu mengejutkan untukmu?” Siwon sedikit merasa bersalah melihat gadis itu tersedak.

“T–tidak. Tetapi kenapa tiba-tiba ingin mengadakan pesta–pernikahan?” Suara Yongri memelan saat mengucapkan kata pernikahan. Siwon tersenyum kecil dan menggenggam tangan gadis itu yang berada di atas meja.

“Bukankah kita memang harus melakukannya? Kau tau sendiri saat kita menikah, kau dan aku hanya menandatangani sebuah surat pernikahan.” Kata Siwon.

“Karena kau yang menginginkannya.” Sahut Yongri. Siwon terpaku sesaat mendengar ucapan gadis itu. Siwon dapat menangkap ungkapan kekesalan dalam ucapan Yongri.

“Maaf.” Balas Siwon.

“Tidak, oppa. Bukan itu maksudku.” Yongri menjadi salah tingkah. Ia hanya secara tidak sadar mengatakan hal itu. Bukan bermaksud untuk membuat Siwon merasa bersalah seperti ini.

“Tidak. Aku memang salah telah menikahimu dengan cara seperti itu. Setiap wanita di dunia ini pasti ingin mengadakan sebuah pesta walaupun sederhana.” Ujar Siwon dengan tersenyum kecil.

“Maka dari itu, bagaimana jika kita mengadakan sebuah pesta pernikahan dalam waktu dekat ini? Agar kau tetap bisa memakai gaun pengantin sebelum perutmu membesar.”

“Oppa!” Yongri merasa wajahnya memanas mendengar ucapan Siwon. Membayangkan perutnya membesar karena hamil, entah kenapa membuat Yongri malu. Saat itu wajah dan tubuhnya pasti jelek sekali. Siwon tertawa melihat pipi Yongri yang memerah.

“Kau setuju, kan?” Tanya Siwon sekali lagi setelah menghentikan tawanya.

“Aku setuju.” Jawab Yongri. Ia memang menginginkan sebuah pesta pernikahan dalam sekali seumur hidupnya. Siwon tersenyum mendengar jawaban gadis itu.

“Aku akan membereskan ini.” Kata Yongri yang sudah melepaskan genggaman tangan Siwon dan siap beranjak.

“Sebentar. Ada satu hal lagi yang ingin aku bicarakan padamu.” Ucap Siwon. Yongri mengerutkan keningnya. Melihat wajah Siwon yang begitu serius, membuat Yongri menjadi khawatir.

“Apa terjadi sesuatu padamu, oppa?” Tanya Yongri. Siwon hanya diam selama beberapa waktu. Tidak memiliki niatan untuk menjawab pertanyaan Yongri. Membuat Yongri semakin merasa bingung dan khawatir.

“Oppa..”

“Sebelum mengadakan pesta pernikahan, aku ingin bertemu dengan ibumu.” Kata Siwon. Mendengar itu, Yongri yang terdiam. Matanya berkedip beberapa kali. Tidak mempercayai ucapan Siwon barusan.

“Yongri-ya, kenapa kau diam saja?” Siwon mengibaskan tangannya di depan wajah Yongri. Yongri terkesiap dan mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

“Tidak–aku hanya–maksudku–” Yongri kembali terdiam. Dia tidak tau harus menanggapi ucapan Siwon seperti apa. Yongri kembali menatap Siwon. Wajah laki-laki itu luar biasa serius, sehingga membuat Yongri yakin jika Siwon tidaklah main-main dengan ucapannya.

“K–kau serius, oppa?” Tanya Yongri.

“Aku tidak pernah seserius ini di dalam hidupku.” Jawab Siwon.

“Aku ingin ibumu dan kakak tirimu menghadiri pesta pernikahan kita nanti.” Lanjut Siwon.

“Ibuku tidak akan menerima pernikahan ini begitu saja, oppa. Aku–aku berbohong padanya.” Ujar Yongri.

“Aku tau.” Sahut Siwon. Yongri menatapnya dengan terkejut.

“Aku tau kau tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya kepada ibumu, tentang kepergianmu dari rumah. Aku hanya tidak tau alasan apa yang kau gunakan.” Jelas Siwon.

“Apapun itu, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan ibumu. Aku tidak akan menyerah dengan mudah.” Kata Siwon pasti.

“Bagaimana dengan Kyuhyun oppa? Kau dapat melihat seberapa besar kebenciannya padamu, oppa.” Ucap Yongri. Siwon menghela nafas dan menyetujui ucapan Yongri. Kyuhyun memang sangat membencinya. Namun itu bukan menjadi alasan untuk Siwon menyerah, bukan?

“Tidak akan ada yang tau bagaimana akhirnya. Kita tetap harus mencoba, kan?” Siwon memberikan senyum kecilnya.

“Jika kau memang sudah yakin, tidak ada alasan untukku menolaknya, oppa.” Yongri ikut tersenyum.

“Kalau begitu, kita akan pergi nanti malam.”

“Secepat itu?!”

“Bukankah lebih cepat lebih baik?”

“Baiklah.” Kata Yongri.

“Aku akan berangkat kerja sekarang. Jaga dirimu dan jangan lupa melihat intercom saat ada yang menekan bel.” Pesan Siwon.

Yongri mengangguk patuh. Keduanya berdiri dan menuju ke pintu apartement. Siwon memakai sepatunya yang terlihat mengkilap. Siwon menatap Yongri dan memberikan kecupan singkat di kening gadis itu. Keduanya sama-sama tersenyum setelah Siwon melepaskan bibirnya dari kening Yongri.

“Aku pergi.”

“Hati-hati di jalan, oppa.”

——

“Pesta pernikahan?!”

Jungsoo yang sedang berfokus dengan pekerjaannya merasa terkejut dengan ucapan Siwon. Ia meletakkan kertas yang dipegangnya dan menatap Siwon yang duduk disebrangnya. Di sofa yang berada di ruangan Siwon.

“Kenapa berlebihan seperti itu?” Dengus Siwon. Matanya tidak lepas dari berkas dihadapannya.

“Karena kau mengucapkan sesuatu yang tidak biasa dengan ekspresi tenang seperti itu.” Sahut Jungsoo.

“Apanya yang tidak biasa? Aku bahkan sudah menikah dari beberapa bulan yang lalu, hyung.” Balas Siwon.

“Aku hanya melakukan sesuatu yang sudah seharusnya aku lakukan saat itu.” Lanjutnya.

“Kau sudah memberitahu istrimu?” Tanya Jungsoo.

“Tentu saja.” Jawab Siwon. Meletakkan berkas di atas meja setelah memenuhinya dengan banyak coretan.

“Kapan kau akan mengadakannya?”

“Hari Minggu nanti. Tolong persiapkan semuanya, hyung.” Kata Siwon.

“Minggu? Baiklah.” Ujar Jungsoo seolah tanpa sadar. Namun beberapa saat kemudian ia terlonjak dan menatap Siwon dengan matanya yang membesar.

“MINGGU?! TIGA HARI LAGI?!” Teriak Jungsoo. Siwon yang terkejut mendengar teriakan laki-laki itu menatap Jungsoo dengan kesal. Kenapa Jungsoo harus terus-terusan bersikap berlebihan?

“Ck! Aku bisa tuli, hyung!”

“Ya!! Apa kau gila? Bagaimana bisa kau menyuruhku menyiapkan pesta pernikahan dalam waktu tiga hari? Normalnya orang-orang menyiapkan pernikahan selama enam bulan bahkan satu tahun!” Pekik Jungsoo dengan frustasi.

“Aku tau. Tetapi aku tidak bisa menunda pesta pernikahanku selama itu. Yongri sedang hamil dan aku tidak mungkin membiarkannya memakai gaun saat perutnya sudah membesar.” Jelas Siwon.

“H–hamil? Yongri hamil?” Siwon mengangguk.

Jungsoo terdiam. Ia mengamati ekspresi wajah Siwon yang tampak bahagia saat mengatakan bahwa Yongri sedang hamil. Tidak sesuai dengan apa yang Jungsoo pikirkan selama ini. Ia pikir Siwon akan menolak jika Yongri mengandung anaknya. Tetapi laki-laki itu justru merasa sangat senang. Apa trauma–sialan–Siwon tidak mempengaruhi laki-laki itu?

“Hyung? Hyung!”

“Apa?”

“Kenapa kau melamun?”

“T–tidak. Aku hanya terkejut.” Ucap Jungsoo.

“Selamat untukmu, Siwon-ah. Kalau begitu kau akan menjadi ayah sebentar lagi.” Jungsoo memberikan senyum terbaiknya. Mendengar ucapan selamat dari Jungsoo membuat Siwon merasa malu dan juga bangga di saat yang bersamaan.

“Ya, aku juga tidak menyangka akan menjadi seorang ayah.” Ucap Siwon dengan senyum kecilnya.

“Kalau begitu..” Jungsoo sengaja menggantung kalimatnya. Siwon menatap laki-laki itu dengan alis yang menyatu.

“Apa?”

“Apa kau sudah memiliki perasaan pada Yongri?”

“Apa maksudmu?”

“Aku dengar kau menikahinya cuma karena hutang.” Ujar Jungsoo.

“Kita hentikan pembicaraan kita sampai di sini, hyung.” Kata Siwon sembari berdiri dari duduknya.

“Ya, ya. Apa sesulit itu mengungkapkan perasaanmu?” Jungsoo mencoba menahan Siwon agar tidak pergi dari hadapannya. Siwon berdecak pelan dan merasa kesal dengan sikap ingin tau Jungsoo.

“Dengar, Park Jungsoo-ssi. Bagaimana pun perasaanku pada Yongri, tidak ada hubungannya denganmu. Aku menyukai atau membenci Yongri, dialah orang yang harus tau pertama kali. Bukan dirimu. Mengerti, Sekretaris Park?”

“Saya mengerti, Presdir.” Ucap Jungsoo sembari berdiri dan membungkukkan badannya di hadapan Siwon.

Siwon mencibir dan hendak berlalu dari hadapan Jungsoo, namun ia mengurungkan niatnya saat mengingat sesuatu. Siwon mengambil berkas yang sudah diperiksanya dan melemparkannya ke arah Jungsoo. Jungsoo dengan segera menangkap berkas tersebut.

“Berikan itu kepada manager marketing dan minta ia segera mengganti konsep pemasaran produk baruku! Apa dia mau membuatku bangkrut dengan konsep pemasaran yang sangat tidak bermutu seperti itu?!” Ucap Siwon dengan suaranya yang meninggi dan terdengar tegas. Setelahnya ia berlalu dari hadapan Jungsoo dan duduk di kursi kebesarannya.

Jungsoo menatap berkas yang dilempar oleh Siwon tadi. Begitu banyak coretan dimana-mana hingga membuat Jungsoo pusing sendiri. Begitupun dengan halaman-halaman berikutnya. Coretan yang diberikan Siwon menandakan bahwa laki-laki itu benar-benar tidak menyukai konsep pemasaran yang diajukan oleh pihak marketing.

“Kenapa dia menjadi semakin galak saat akan menjadi ayah?” Gumam Jungsoo.

——

Mobil yang dikendarai Siwon sampai di kawasan gedung apartement Kyuhyun. Dengan begitu piawai, Siwon memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah tersedia. Seperti janjinya tadi pagi, mereka akan menemui Ibu Yongri malam ini.

“Bagaimana kau bisa tau di mana ibu dan kakakku tinggal? Aku saja tidak tau tempat tinggal mereka yang baru.” Ucap Yongri takjub. Gadis itu melepas seatbelt yang dipakainya dan menatap Siwon.

“Kau harus memanfaatkan kecanggihan teknologi jaman sekarang.” Kata Siwon dan ikut melepaskan seatbelt yang dipakainya. Mereka berdua turun dari mobil Siwon. Berjalan berdampingan untuk menuju lift yang berada di tempat parkir.

“Aku tidak mengerti maksudmu.” Siwon dan Yongri sudah berada di dalam lift.

“Kakakmu sekarang adalah seorang artis. Jangankan tempat tinggal, pukul berapa dia harus meninggalkan apartement saja semua orang bisa tau.” Jelas Siwon.

“Woah, seperti itukah kehebatan seorang artis?” Yongri lagi-lagi tidak dapat menutupi rasa takjub dan kagumnya.

“Bukan kehebatan seorang artis, Yongri-ya. Tetapi kehebatan seorang penggemar.” Sahut Siwon.

Lift yang mereka naiki sudah sampai di lantai dimana Kyuhyun tinggal. Mata Yongri terlihat berbinar saat melihat koridor apartement Kyuhyun yang terlihat mewah. Walaupun tidak semewah koridor apartement Siwon. Tetapi Yongri masih tidak percaya bahwa ibu dan kakaknya tinggal di tempat seperti ini. Biarpun begitu, ia merasa senang karena ibunya mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.

“Apa kau siap?” Tanya Siwon.

Mereka sudah berada di depan pintu apartement Kyuhyun. Yongri menatap pintu tersebut dan jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Siwon menggenggam tangan gadis itu, hingga membuat Yongri mendongak untuk menatapnya.

“Kau tidak sendiri, Yongri-ya. Ada aku.” Ucap Siwon dengan lembut. Yongri memaksakan senyumnya dan menghembuskan nafas panjang.

“Ya, oppa. Aku siap.” Setelah mengatakan itu, Yongri menekan bel apartement Kyuhyun.

Siwon dan Yongri menunggu dengan sabar hingga pintu apartement terbuka. Seperti gerakan slow motion, pintu apartement Kyuhyun terbuka dengan lambat hingga membuat Siwon dan Yongri semakin berdebar. Yongri benar-benar penasaran dengan seseorang yang membukakan pintu tersebut. Apakah Cho Kyuhyun atau ibunya?

Setelah pintu benar-benar terbuka, Yongri dapat melihat sosok wanita paruh baya yang begitu dirindukan. Wanita yang telah dibohonginya selama berbulan-bulan semenjak ia menikah dengan Siwon. Sama halnya seperti Yongri, Ibu Yongri pun terlihat terkejut dan tidak percaya dengan kedatangan Yongri.

“Y–Yongri-ya..” Ucap Ibu Yongri dengan terbata.

“Eomma..” Balas Yongri.

Yongri menambah langkahnya ke depan dan segera memeluk ibunya. Keduanya berpelukan dengan sangat erat. Yongri merasa sangat nyaman setelah dapat mencium aroma ibunya yang begitu ia rindukan. Dan Ibu Yongri merasa sangat lega karena mengetahui putrinya dalam keadaan baik-baik saja.

Siwon yang melihat keharuan antara Yongri dan ibunya hanya dapat melihat dalam diam. Ia yakin keduanya memendam rindu yang sangat dalam. Dan sejujurnya, Siwon sedikit merasa bersalah karena telah memisahkan mereka berdua. Dan karena dirinya juga Yongri harus berbohong kepada orangtua satu-satunya itu.

“Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Ibu Yongri setelah pelukan keduanya lepas.

“Ya, eomma. Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” Tanya Yongri balik.

“Eomma baik-baik saja, sayang. Lebih baik setelah melihatmu.” Jawab Ibu Yongri. Ia menangkup wajah Yongri dan benar-benar merasa senang dapat melihat wajah gadis itu.

Seolah tersadar dengan kehadiran Siwon, Ibu Yongri segera menggeser tubuhnya untuk menatap laki-laki itu. Cukup terkejut melihat Yongri datang bersama laki-laki yang tidak dikenalnya.

“Siapa–” Ibu Yongri tidak menyelesaikan ucapannya saat ia mengingat sesuatu. Ia menatap wajah Siwon dengan lebih intens, hingga membuat Yongri menjadi bingung.

“Kau–bukankah kau yang waktu itu mengantarkanku pulang?” Kata Ibu Yongri.

“Apa?” Siwon terlihat terkejut dengan ucapan Ibu Yongri.

“Saat temanmu yang membawa mobil hampir menabrakku.” Tambah Ibu Yongri. Siwon tampak memikirkan ucapan Ibu Yongri. Otaknya seolah memutar kejadian seperti yang dikatakan oleh ibu istrinya tersebut. Dan beberapa saat kemudian, Siwon dapat mengingatnya dengan jelas.

“Ah, ya.”

“Selamat malam. Bagaimana kabar Anda?” Siwon membungkukkan badannya dan menyapa dengan sopan. Yongri semakin merasa bingung saat mengetahui bahwa ibunya dan Siwon sudah pernah bertemu sebelumnya.

“Aku baik. Ah, senangnya bisa bertemu denganmu lagi.” Ucap Ibu Yongri sembari menggenggam tangan Siwon. Siwon tersenyum dengan canggung.

“Tetapi, kenapa kalian datang bersama? Apa kalian saling kenal? Kau berteman dengan putriku?” Tanya Ibu Yongri.

“Itu–“

“Eomma, bisakah kita masuk terlebih dahulu? Ada yang ingin kami sampaikan.” Kata Yongri. Ia mencoba menyelamatkan Siwon dari suasana canggung yang dibuat oleh ibunya.

“Tentu. Masuklah. Aku akan memanggil Kyuhyun.” Ibu Yongri berjalan lebih dulu.

Yongri menoleh dan tersenyum menatap Siwon. Siwon membalas tatapan Yongri dan ikut tersenyum.

“Aku tidak tau bahwa kau sudah pernah bertemu dengan ibuku sebelumnya.” Kata Yongri.

“Aku juga tidak tau bahwa dia adalah ibumu. Aku akan menceritakannya padamu nanti.” Janji Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Ayo, kita masuk.” Ajak Yongri.

Saat Siwon dan Yongri masuk ke dalam apartement Kyuhyun, Kyuhyun sudah keluar dari kamarnya dan terkejut dengan kehadiran Yongri dan Siwon. Sebenarnya laki-laki itu lebih terkejut dengan kehadiran Siwon. Ia tidak menyangka jika laki-laki itu akan mendatangi apartementnya bersama Yongri.

“Oppa..” Sapa Yongri dengan kaku. Merasa sedikit bersalah mengingat pertemuan terakhir mereka.

“Kau datang, Yong.” Balas Kyuhyun dengan senyum kecilnya. Kyuhyun menatap Siwon dengan enggan, Siwon membalas tatapan Kyuhyun dengan pandangan datar. Keduanya sama-sama tidak tau harus bersikap seperti apa.

“Duduklah. Aku akan menyiapkan minuman.” Ucap Kyuhyun dan setelahnya berjalan ke dapur.

“Iya, duduklah.” Kata Ibu Yongri.

Siwon duduk di salah satu sofa tunggal. Sedangkan Yongri duduk berdampingan bersama ibunya. Setelah memperhatikan lebih lanjut, Siwon tersadar bahwa wajah Ibu Yongri sangat mirip dengan Yongri. Pantas saja saat menolong wanita itu beberapa waktu lalu, Siwon merasa wajah wanita itu tidaklah asing. Wanita yang diselamatkannya adalah Ibu Yongri. Bukankah dunia sangat sempit?

“Siapa namamu, nak?” Tanya Ibu Yongri pada Siwon.

“Nama Saya Choi Siwon, nyonya.” Jawab Siwon memperkenalkan diri.

“Kau tidak perlu memanggilku seperti itu. Karena kau teman Yongri, kau bisa memanggilku dengan eommonim. Dan bicaralah dengan sedikit lebih santai.”

“Ah, ya.” Siwon benar-benar membenci suasana canggung seperti ini. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan urusannya dan pulang bersama Yongri.

Kyuhyun datang dengan membawa 4 cangkir teh untuk mereka berempat. Setelah menaruhnya di hadapan masing-masing, Kyuhyun duduk di sofa tunggal lainnya. Tepatnya bersebrangan dengan Siwon.

“Kau ingat dengan pemuda yang aku ceritakan padamu waktu itu ‘kan, Kyuhyun-ah? Pemuda itu adalah laki-laki ini. Aku tidak menyangka jika dia berteman dengan Yongri.” Kata Ibu Yongri dengan tersenyum senang. Sedangkan Kyuhyun hanya menunjukkan senyum yang sedikit dipaksakan.

“Apa yang ingin kalian sampaikan? Dan kenapa kau tidak ikut pulang bersama Kyuhyun kemarin? Kyuhyun bilang bahwa kau sudah bisa meninggalkan asrama. Apa terjadi sesuatu dikampusmu?” Ibu Yongri menatap putrinya dengan khawatir.

Perasaan bersalah Yongri kembali datang melihat kekhawatiran ibunya. Ia menatap Kyuhyun yang terlihat sedang mengalihkan pandangannya dari mereka. Sepertinya Kyuhyun juga cukup merasa bersalah mendengar suara khawatir dari ibu tirinya itu. Tetapi Yongri yakin bahwa Kyuhyun tidak dapat berbuat apapun untuk menghilangkan kekhawatiran ibunya.

“Eomma, maafkan aku.” Ujar Yongri.

“Maaf untuk apa, sayang? Jika kau memang belum bisa pulang dari asrama tidak apa-apa.”

“Eomma..”

“Ya?”

“Sebenarnya–sebenarnya selama ini aku tidak tinggal di asrama.”

“Apa?! Apa maksudmu? Jika kau tidak tinggal di asrama, dimana kau tinggal selama ini?” Ibu Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya.

“Aku–“

“Yongri tinggal bersamaku.” Jawab Siwon. Ia merasa dirinyalah yang harus menjelaskan hal ini kepada Ibu Yongri. Ibu Yongri terdiam mendengar ucapan Siwon. Kemudian ia tersenyum dengan sedikit dipaksakan.

“Omong kosong macam apa itu? Ba–bagaimana bisa laki-laki dan perempuan tinggal bersama tanpa ada sebuah ikatan?” Ibu Yongri menatap Siwon dan Yongri secara bergantian. Yongri terlihat menundukkan kepalanya karena terlalu merasa bersalah.

“Yah, Yongri-ya. Apa maksud ucapan temanmu? Jelaskan pada eomma.” Ucap Ibu Yongri sembari mengguncang pelan lengan Yongri.

“Kami sudah menikah.” Ujar Siwon.

“APA?!” Pekik Ibu Yongri sembari berdiri dari duduknya. Ia menatap Siwon dengan matanya yang membesar.

“Ah, kepalaku.” Tiba-tiba Ibu Yongri memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Perkataan Siwon barusan tidak dapat dipercayainya begitu saja.

“Eomma!”

“Eommoni!”

Yongri dan Kyuhyun sama-sama menatap ibu mereka dengan khawatir. Kyuhyun menuntun Ibu Yongri untuk kembali duduk.

“Tenanglah dulu, eommoni. Dengarkan penjelasan mereka hingga selesai.” Ucap Kyuhyun. Ibu Yongri menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Kau tidak terlihat terkejut sama sekali, Kyuhyun-ah. Apa kau sudah mengetahui semua ini dari awal?” Selidik Ibu Yongri. Kyuhyun kembali ke tempat duduknya dan menundukkan kepalanya. Tidak tau harus berkata apa saat ini.

“Maafkan aku karena telah membohongimu, eomma.” Sesal Yongri.

“Yah, anak nakal. Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?” Ibu Yongri memberikan pukulan pada punggung Yongri. Melihat itu, Siwon langsung memeluk Yongri hingga pukulan Ibu Yongri mendarat ditubuhnya. Ibu Yongri terlihat kembali terkejut dengan apa yang dilakukan Siwon.

“Jangan memukulinya, eommonim. Yongri sedang hamil. Jika kau marah, kau bisa lampiaskan padaku.” Ujar Siwon masih dengan memeluk Yongri.

“Hamil? Astaga, apalagi ini.” Gumam Ibu Yongri sembari memejamkan matanya. Ia mencoba untuk menormalkan detakan jantungnya.

“Aku akan menjelaskan semuanya padamu, eommonim. Tetapi berjanjilah untuk tidak memukul Yongri.” Kata Siwon yang sudah menoleh untuk menatap ibu mertuanya.

“Kembali ke tempat dudukmu dan jelaskan padaku sekarang!” Suara Ibu Yongri terdengar meninggi.

Ibu Yongri menatap Siwon dengan marah. Tentu saja, orangtua mana yang tidak marah saat mengetahui bahwa anaknya sudah menikah–bahkan hamil–tanpa seizin dan sepengetahuannya? Siwon mengikuti perintah Ibu Yongri. Melepaskan pelukannya dan kembali ke tempat duduknya.

“Cepat jelaskan!” Perintah Ibu Yongri. Siwon melirik Yongri sebentar sebelum membuka mulutnya.

“Aku menikahi Yongri karena hutang yang dimiliki keluargamu pada ibuku. Saat itu aku membuat kesepakatan dengan Cho Kyuhyun, apabila ia tidak bisa melunasi hutangnya dalam waktu satu minggu, aku akan membawa Yongri bersamaku. Dan menikahinya.”

“Dan setelah satu minggu kesepakatan itu dibuat, Kyuhyun-ssi tidak bisa melunasi hutangnya, sehingga aku membawa Yongri dan segera menikahinya. Semua itu aku lakukan karena aku yang membayar hutang kalian kepada ibuku.”

“Bagaimana bisa kau memanfaatkan anakku hanya karena hutang?!” Ibu Yongri terlihat murka.

“Eo–eomma, Siwon oppa tidak memanfaatkanku.” Ucap Yongri membela Siwon.

“Kau masih membelanya? Kau bahkan dengan tega membohongi ibumu sendiri, huh?!”

“Aku minta maaf karena telah membohongimu, eomma. Awalnya, aku juga marah dan membenci Siwon oppa. Tetapi sekarang semuanya telah berbeda, eomma. Aku mencintainya dan aku sedang mengandung anaknya.” Ujar Yongri dengan menangis.

“Yongri tidak bersalah dalam hal ini, eommonim. Ia berbohong karena terpaksa. Kau bisa menyalahkanku atas semua yang terjadi. Aku rela menerima kemarahan dan makian darimu. Hanya saja jangan minta aku untuk menceraikan Yongri. Aku tidak bisa berpisah dengan istri dan calon anakku.” Kata Siwon. Ibu Yongri kembali terdiam dan menatap sepasang suami istri itu secara bergantian. Melihat bagaimana keduanya saling membela dan melindungi, membuat kemarahan Ibu Yongri sedikit mereda.

“Kau benar-benar sudah mengetahui semua ini, Kyuhyun-ah?” Ibu Yongri mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk dengan pelan.

“Bagaimana bisa kau menutupinya dariku? Dan bagaimana bisa kau membiarkan adikmu di bawa pergi dan dinikahi begitu saja oleh orang asing?”

“Saat itu aku juga tidak bisa berbuat banyak, eommoni. Maafkan aku. Sebenarnya, alasanku menjadi seorang penyanyi adalah untuk membayar hutang ayahku kepada Siwon-ssi. Aku bahkan sudah mengumpulkan uangnya dan memberikannya pada Siwon-ssi kemarin. Tetapi dia menolak uangku dan tidak mau meninggalkan Yongri. Dan Yongri sendiri pun tidak mau ikut bersamaku untuk pulang.” Jelas Kyuhyun. Ibu Yongri kembali menatap Yongri dan memukul lengannya dengan keras.

“Sakit, eomma.” Keluh Yongri. Siwon terlihat hendak kembali melindungi Yongri, namun tatapan tajam Ibu Yongri mengurungkan niatnya.

“Tidak perlu melindungi anakku, di saat kau bahkan berbuat yang lebih jahat kepadanya.” Kata Ibu Yongri.

“Eomma bisa memukulku dengan sepuasnya. Tetapi berhentilah menatap suamiku dengan tatapan permusuhan seperti itu. Apa eomma berencana untuk memusuhi menantu eomma sendiri?” Perkataan Yongri membuat ibunya menatapnya dengan tajam.

“Kau tidak perlu membela suamimu dihadapanku.” Desis Ibu Yongri. Yongri mengerucutkan bibirnya dan menundukkan kepalanya.

“Berapa usia kandunganmu?” Tanya Ibu Yongri kemudian. Yongri menatap ibunya dan menyeka airmata dipipinya. Sepertinya kemarahan ibunya sudah menghilang.

“Enam minggu, eomma. Sebentar lagi akan memasukki tujuh minggu.” Jawab Yongri. Ibu Yongri mengalihkan pandangannya pada Siwon.

“Berapa usiamu dan apa pekerjaanmu?” Tanya Ibu Yongri dengan ketus. Siwon tersenyum kecil dan dapat memahami kekesalan wanita paruh baya itu.

“Usiaku 26 tahun dan aku bekerja di CH Group.” Jawab Siwon.

“Dia adalah pemilik CH Group.” Bisik Yongri.

“Apa?! Kau pemilik CH Group?!” Keterkejutan kembali mendatangi Ibu Yongri.

“B–bukankah perusahaan itu termasuk dalam tiga teratas sebagai perusahaan yang maju dan berkembang?” Tebak Ibu Yongri. Siwon hanya mengangguk singkat.

“Astaga..” Gumam Ibu Yongri.

“Kau akan merestui pernikahan kami ‘kan, eommonim?” Tanya Siwon. Ia tidak memperdulikan keterkejutan ibu mertuanya tentang perusahaan yang dimilikinya.

“Selama kau memperlakukan anakku dengan baik, aku akan merestui kalian. Lagipula aku tidak akan tega membiarkan anakku menjanda dan membesarkan anaknya seorang diri.” Jawab Ibu Yongri.

“Terima kasih, eomma!” Yongri terlihat sangat senang dan langsung memeluk ibunya. Ibu Yongri membalas pelukan Yongri dan tersenyum kecil.

“Jadilah seorang istri yang baik.” Pesan Ibu Yongri.

“Ya, eomma. Aku akan melakukannya.”

“Terima kasih atas restumu, eommonim.” Ujar Siwon.

“Aku harap kau dapat menjaga anakku dengan baik. Dia masih terlalu kecil untuk menjadi seorang istri dan ibu.”

“Aku berjanji akan menjaganya dengan baik, eommonim.” Janji Siwon.

“Kyuhyun oppa, kau juga akan merestui pernikahanku, kan?” Tanya Yongri sambil menatap Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas dan menatap Yongri dengan lembut.

“Jika eommoni sudah merestui kalian, aku tidak mempunyai hak untuk menolaknya, Yong.” Jawab Kyuhyun.

“Terima kasih, Kyuhyun-ssi.” Sela Siwon.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Siwon. Menatap laki-laki itu sesaat dan kemudian kembali mengalihkan pandangannya. Kyuhyun tidak mungkin secara tiba-tiba bersikap akrab dengan Siwon, kan? Di saat sebelumnya ia sangat membenci laki-laki itu. Mungkin masih membencinya hingga sekarang.

“Saat kami menikah, aku dan Yongri tidak melangsungkan pesta pernikahan. Untuk itu pada hari Minggu nanti, kami akan mengadakan pesta pernikahan. Aku harap eommonim dan Kyuhyun-ssi bersedia untuk hadir. Aku juga akan mengirimkan pakaian untuk kalian.” Ujar Siwon, menatap Ibu Yongri dan Kyuhyun bergantian.

“Pesta pernikahan? Oh ya, bagaimana dengan orangtuamu? Apa mereka juga sudah mengetahui tentang pernikahan kalian? Sepertinya aku harus bertemu dengan mereka.” Kata Ibu Yongri.

“Sama seperti Yongri, aku hanya memiliki seorang ibu.” Yongri menatap Siwon saat laki-laki itu mengatakannya. Untung saja Siwon tidak terlihat tersinggung saat Ibu Yongri menyinggung soal orangtuanya.

“Ah, benarkah? Sepertinya kalian memang berjodoh.” Gumam Ibu Yongri.

“Ibuku sudah mengetahui tentang pernikahan kami. Dan ia menyetujui Yongri sebagai menantunya. Jika kau ingin bertemu dengan ibuku, aku akan mempertemukan kalian.” Kata Siwon.

“Ya, aku harus bertemu dengan ibumu setidaknya sebelum pesta pernikahan kalian.” Sahut Ibu Yongri.

“Aku mengerti, eommonim. Hmm, sepertinya kami harus pulang sekarang. Karena sedang hamil, Yongri tidak boleh terlalu kelelahan.” Ujar Siwon. Ibu Yongri menatapnya dengan protes.

“Kenapa harus pulang? Kenapa tidak menginap disini untuk 1 malam saja?” Pinta Ibu Yongri.

“Tidak bisa, eomma. Siwon oppa harus bekerja besok pagi.” Tolak Yongri.

“Kau bilang dia adalah pemilik perusahaan, bukankah tidak apa-apa jika membolos sehari saja?” Usul Ibu Yongri.

“Biarpun begitu–“

“Kami akan menginap malam ini.” Putus Siwon. Yongri menatap Siwon dengan terkejut.

“Oppa..”

“Tidak apa-apa. Aku bisa mengambil cuti untuk persiapan pernikahan.” Kata Siwon dengan tersenyum pada Yongri. Siwon memang sangat ingin pulang, tetapi ia mencoba memahami perasaan Ibu Yongri yang masih memendam rindu pada putrinya itu.

“Baiklah, kami akan menginap.” Ujar Yongri dan disambut senyum senang dari sang ibu.

“Kyuhyun sudah menyiapkan kamar untukmu sejak kami pindah ke sini. Kau dan suamimu bisa tidur di sana.”

“Ya, eomma. Terima kasih, oppa.”

——

Menjelang hari semakin malam, Siwon dan Kyuhyun tidak memutuskan untuk segera beristirahat. Kedua lelaki tampan itu justru sedang duduk berhadapan di ruang makan. Ditemani oleh masing-masing sekaleng bir di atas meja. Tidak ada pembicaraan di antara mereka setelah duduk di sana selama 30 menit.

Siwon dan Kyuhyun tidak memiliki janji untuk bertemu di ruang makan. Siwon yang memang kesulitan tidur di tempat asing memutuskan untuk mengambil segelas air putih. Namun ia dikejutkan dengan kehadiran Kyuhyun di sana.

Kyuhyun duduk seorang diri dengan sekaleng bir ditangannya. Hingga akhirnya Siwon memutuskan untuk menemani laki-laki itu. Dan berakhir–lah dengan mereka yang berada di ruangan yang sama dalam suasana sepi dan sunyi serta penerangan yang seadanya.

“Aku cukup terkejut melihatmu tidak mengamuk saat aku datang ke sini.” Siwon memulai pembicaraan. Terdengar tawa sinis dari Kyuhyun.

“Aku tidak mungkin melakukannya dihadapan ibuku.” Kata Kyuhyun.

“Dan aku juga tidak mau membuat Yongri tertekan jika harus bertengkar denganmu.” Lanjutnya. Keduanya sama-sama kembali menutup mulut mereka. Hanya terdengar suara keduanya yang menyeruput bir mereka.

“Sebenarnya kenapa Yongri bisa mencintaimu? Bukankah kau menikahinya bukan karena cinta?” Kyuhyun menyuarakan kebingungannya sejak kemarin.

“Sesungguhnya aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Karena aku juga tidak tau mengenai hal itu. Dan aku cukup terkejut dengan perasaan Yongri padaku. Karena aku pikir dia akan sangat membenciku.” Jawab Siwon.

“Kenapa seperti itu?”

“Aku tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Aku rasa kau juga sudah bisa menebak hal itu. Karena kami menikah bukan karena cinta.” Ucap Siwon.

“Tetapi entah sejak kapan, aku mulai melihatnya sebagai istriku. Aku tidak suka saat dia menangis dan ada yang menyakitinya, walaupun itu diriku sendiri. Aku pikir karena itu Yongri menyimpan perasaan padaku.” Siwon menghabiskan sekaleng bir miliknya.

“Maksudmu adalah kau juga mencintainya?” Kyuhyun mencoba memperjelas ucapan Siwon. Siwon hanya diam saja dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Sama halnya seperti yang ia katakan pada Jungsoo, perasaannya pada Yongri, hanya Yongri–lah yang pertama kali boleh mengetahuinya.

“Bagaimana denganmu?” Ucap Siwon tiba-tiba sembari menatap Kyuhyun. Kyuhyun membalas tatapan Siwon dengan bingung.

“Kau dan Yongri hanyalah saudara tiri. Di dalam tubuh kalian, tidak mengalir darah yang sama. Apa kau pernah memandang Yongri sebagai seorang wanita?” Tanya Siwon. Kyuhyun terkejut mendapat pertanyaan seperti itu dari Siwon. Ia tidak menyangka jika Siwon dapat memikirkan hal itu terhadap perasaannya kepada Yongri.

“Apa kau sangat ingin tau?”

“Ya, aku sangat ingin tau. Karena sejujurnya aku tidak suka melihatmu yang begitu memperhatikan Yongri.” Ucap Siwon dengan jujur. Kyuhyun tersenyum kecil dan ikut menghabiskan sekaleng bir ditangannya.

“Aku menyukai Yongri.” Ujar Kyuhyun. Laki-laki itu menatap Siwon dengan serius.

“Aku menyukainya semenjak ayahku dan ibunya menikah.” Jelas Kyuhyun. Dan Siwon tanpa sadar mencengkram kaleng kosong yang masih berada di dalam genggamannya.

——

–To Be Continued–

Hai! Satu lagi masa lalu Siwon yang sudah terkuak. Berarti untuk seterusnya gak akan ada lagi cerita tentang masa lalu Siwon, ya. Kita fokus ke masa sekarang.

Maaf kalo misalkan update—nya agak lama. Soalnya aku juga lagi ngetik untuk FF baru. Jadi pikiran aku agak terbagi.

Aku mau mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA untuk yang menjalankan (termasuk aku). Semoga Ramadhan tahun ini berkah, ya! Dan aku minta maaf kalo ada salah-salah kata yang gak sengaja menyinggung kalian.

Happy reading!

BYE~

Advertisements

113 thoughts on “Painful Life – Part 13

  1. Sudah kuduga.. kyuhyun menyukai yongri… hedewwww Choi siwon jentelbanget sihhh mau vulik cwo kaya dia terus tak bawa ke KUA rasanya

  2. Ternyata kyuhyun mencintai yong ri sebagai wanita…sikap siwon mulai lembut dan perhatian ni…dan mulai terbuka terhadap yongri…

  3. oh my oh myyy….kyuhyun ternyata…selama ini
    Waaahhh!!!daebak bsa tahan selama itu

    smoha ga ad pertumpahan darah antar pria tampan itu gara”kyuhyun suka sma youngri

  4. Oh my goshh… Unbelievable kyuhyun suka sama yongri? Jeng jeng jeng jeng… Next kayanya bakalan tambah seru nihh ceritanya:))) makin gereget sama alur ceritanya:) sudah kuduga, hahaha ^.^

  5. awalnya aku salah kira di part sebelumnya, aku kira siwon nyerahin yongri ke kyuhyun taunya enggak kkk…. sepertinya siwon sudah suka sm yongri.
    kyuhyun suka sama yongri sebenarnya aku udah nyangka dr awal dan ternyata benar….nextttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s