Painful Life – Part 12

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Bagaimana bisa kau mengalami hal buruk seperti itu? Dan bagaimana bisa kau melewati kesakitan itu seorang diri? –Choi Yongri-

——

Author POV

Yongri mungkin sangat membenci Siwon karena laki-laki itu sudah membuatnya jatuh cinta dan mengecewakannya. Siwon bahkan meninduri wanita lain dan tidak menghargainya sebagai seorang istri. Tetapi Yongri tidak pernah mengharapkan Siwon mendapat masa lalu yang begitu buruk. Yongri tidak pernah bisa membayangkan bagaimana Siwon melewati masa lalu yang buruk itu, hingga bisa menjadi seperti sekarang. Yongri yakin jika ia berada di posisi Siwon, ia pasti sudah memilih untuk mengakhiri hidupnya. Namun nyatanya Siwon adalah laki-laki yang sangat kuat, menurut Yongri. Siwon mampu bertahan walaupun harus menderita kesakitan selama ini.

Mendengar cerita masa lalu dari mulut Bong Ok, membuat Yongri dapat merasakan kesedihan mereka. Membuat Yongri seolah berada pada masa lalu dan melihat dengan matanya sendiri bagaimana Bong Ok dan Siwon disiksa oleh Kiho. Seolah Yongri juga dapat merasakan rasa sakit akibat tamparan dan juga pukulan lainnya dari Kiho. Yongri tidak bisa mempercayai semua cerita yang keluar dari mulut Bong Ok. Namun saat melihat bagaimana sedihnya Bong Ok ketika menceritakan semuanya, Yongri yakin bahwa cerita itu benar adanya. Bahkan Bong Ok tidak memperdulikan airmata yang mengalir diwajahnya. Membiarkan dirinya terlihat begitu menyedihkan di mata Yongri.

“B–bagaimana bisa–” Yongri kehilangan kata-katanya. Ia tidak tau harus berkomentar seperti apa. Sama seperti Bong Ok, wajah Yongri juga basah oleh airmata.

“S–Siwon oppa benar-benar m–mengalaminya?” Tanya Yongri mencoba memastikan.

“Seandainya itu hanyalah cerita bohong dariku, aku akan merasa senang sekali. Itu berarti anakku tidak harus melalui itu semua.” Jawab Bong Ok pelan.

“Lalu, alasan Siwon oppa membencimu karena kau menjual–“

“Benar. Itu adalah alasan kenapa Siwon sangat membenciku.”

“Tetapi, kenapa? Bukankah Siwon oppa tau bahwa kau terpaksa melakukannya, Nyonya Kang?” Ujar Yongri.

“Tetap tidak bisa membenarkan apa yang aku lakukan. Aku juga sadar bahwa aku seharusnya tidak melakukan itu. Dihadapannya.” Yongri membenarkan ucapan Bong Ok. Walau bagaimanapun, Bong Ok tetap salah.

“Aku hanya tidak menyangka suamimu dapat melakukan itu semua. D–dia terlihat sangat mencintaimu.” Kata Yongri. Bong Ok tersenyum miris.

“Orang-orang dapat berubah dalam sekejap hanya karena uang.” Sahutnya.

“Tetapi dia tetap tidak bisa melakukan itu pada istri dan anaknya.” Nada suara Yongri terdengar kesal. Bong Ok kembali tersenyum dan menyeka airmatanya. Yongri melakukan hal yang sama.

“Nyonya Kang, apa kau juga bisa menceritakan padaku, bagaimana Siwon oppa bisa menjadi seperti sekarang?” Tanya Yongri dengan hati-hati.

“Menjadi sangat kaya maksudmu?” Bong Ok memperjelas pertanyaan Yongri. Yongri mengangguk dengan ragu.

“Kami bertemu dengan sepasang suami istri berkebangsaan Inggris yang sedang berlibur ke Jepang. Mereka tidak memiliki anak setelah hampir 10 tahun menikah. Melihat Siwon, entah mengapa mereka langsung meminta izin padaku untuk mengadopsinya menjadi anak mereka. Karena aku memikirkan nasib Siwon kedepannya, aku menyetujui permintaan mereka. Dengan syarat aku harus tetap bersama dengan Siwon, walau sebagai pembantu di rumah mereka. Aku tidak ingin berpisah dengan Siwon.”

“Tetapi, mereka tidak setega itu menjadikanku sebagai pembantu. Mereka membiarkanku tetap menjadi ibu untuk Siwon. Beberapa hari setelah bertemu dengan mereka, aku dan Siwon di bawa ke London untuk tinggal bersama mereka di sana. Kekayaan mereka tidak main-main. Siwon kembali melanjutkan sekolahnya hingga ke perguruan tinggi. Dan mereka yang membiayai semuanya. Setelah Siwon lulus, ayah angkat Siwon langsung menyuruh Siwon untuk mengambil alih perusahaannya, diusianya yang baru mencapai 20 tahun. Karena dianugerahi otak yang cerdas, tentu saja Siwon mampu beradaptasi dengan baik. Ia bahkan bisa membuat perusahaan orangtua angkatnya menjadi semakin maju.”

“Setelah satu tahun memimpin perusahaan di London, Siwon meminta izin kepada orangtua angkatnya untuk mendirikan perusahaan atas namanya sendiri di Korea. Awalnya, orangtua angkat Siwon tidak mengizinkannya. Karena mereka tidak ingin berpisah dengan Siwon. Tetapi Siwon terus meyakinkan mereka, bahwa Siwon akan sering berkunjung dan Siwon tetap akan memantau perusahaan di London. Setelah mendapat izin, yah, seperti yang sekarang kau lihat. CH Group yang dipimpin oleh Siwon benar-benar maju dan berkembang.” Bong Ok mengakhiri ceritanya. Yongri menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan cerita Bong Ok. Pantas saja di usia Siwon yang akan mencapai 26 tahun, laki-laki itu sudah sangat sukses. Semua itu karena kecerdasan yang dimiliki oleh Siwon. Juga karena kebaikan hati dari orangtua angkat Siwon.

“Apa Siwon oppa masih sering ke London untuk mengunjungi orangtua angkatnya?” Tanya Yongri.

“Masih. Siwon akan mengunjungi makam mereka saat peringatan hari kematian mereka.” Jawab Bong Ok membuat Yongri terkejut. Makam? Berarti–

“Ibu angkat Siwon meninggal tiga tahun yang lalu. Sedangkat ayah angkat Siwon meninggal satu setengah tahun yang lalu.” Jelas Bong Ok.

“Saat ini, perusahaan Siwon di London di urus oleh tangan kanannya. Siwon masih terus menjadi CEO di sana. Dan ia juga tetap memantau perkembangan perusahaan itu.”

“Ah, seperti itu.” Yongri menjadi lebih tau tentang Siwon. Dan ia sangat senang akan hal itu. Seperti yang Yongri pikirkan, semua sikap Siwon selama ini karena untuk menutupi luka dari masa lalunya. Yongri benar-benar berharap ayah Siwon tidak pernah muncul lagi dihadapan Siwon. Yongri tidak tau apa yang akan terjadi jika Siwon kembali bertemu dengan ayahnya itu.

“K–kenapa kau menceritakan semua ini padaku?” Tanya Yongri sembari menatap Bong Ok. Bong Ok tersenyum kecil dan menggenggam tangan Yongri yang berada di atas meja.

“Karena Siwon memiliki suatu perasaan yang tidak bisa ia jelaskan padamu.” Jawab Bong Ok.

“Perasaan? Tidak, Siwon oppa tidak memiliki perasaan apapun padaku. Dia bahkan tidak menginginkan anak yang ku kandung.” Bantah Yongri.

“Kau tau bahwa itu bukan keinginannya. Kau mendengar semuanya tadi.” Sahut Bong Ok. Ya, Yongri memang mendengarnya. Namun ia tetap tidak bisa mempercayai hal itu begitu saja. Sebelum Siwon mengatakan langsung padanya.

“Yongri-ya..” Panggil Bong Ok.

“Ya, Nyonya Kang.”

“Panggil saja aku eommonim seperti saat itu.” Pinta Bong Ok.

“Ya, eommonim.”

“Setelah mendengar masa lalu Siwon, apa kau masih bersedia berada disisinya? Apa kau bisa berjanji padaku bahwa kau tidak akan meninggalkannya?”

“Eommonim, aku–“

“Aku mohon berjanjilah padaku, Yongri-ya. Aku tidak ingin Siwon kembali mengalami kesedihan. Aku hanya ingin Siwon merasakan kebahagiaan bersamamu.”

“T–tetapi saat itu kau tidak menyetujui pernikahanku dengan Siwon oppa.” Ucap Yongri.

“Ya, saat itu aku memang tidak menyetujuinya. Karena aku melihat Siwon tidak memiliki perasaan padamu. Aku hanya tidak ingin hidupmu berakhir seperti diriku. Aku tau bagaimana rasanya terbuang, dan aku tidak ingin orang lain merasakannya juga.” Ujar Bong Ok.

“Aku menjodohkannya dengan Han Seol karena wanita itu kaya. Orangtuanya memiliki kuasa. Jika Siwon menelantarkannya suatu hari–pun, ia tidak akan apa-apa.” Lanjut Bong Ok.

“Sekarang aku bisa melihat bagaimana perasaan Siwon padamu. Aku yakin ia akan bahagia bersama keluarga kecilnya. Aku juga tidak akan mencampuri kehidupannya lagi. Jika Tuhan mengambil nyawaku sekarang pun, aku bersedia. Karena ia memilikimu.”

“Eommonim..” Yongri merasa benar-benar terharu mendengar ucapan Bong Ok. Yongri pikir selama ini Bong Ok membencinya karena ia adalah gadis miskin dan tidak sepadan dengan Siwon. Namun ternyata Bong Ok memikirkan nasib dirinya jika suatu saat Siwon membuangnya.

“Maaf atas sikapku selama ini padamu, Yongri-ya. Aku benar-benar minta maaf.” Airmata kembali mengalir di pipi Bong Ok. Membuat Yongri menjadi ikut bersedih.

“Tidak, eommonim. Tidak perlu meminta maaf padaku.” Yongri membalas genggaman Bong Ok.

“Tolong bahagiakan Siwon untukku. Karena aku tidak pernah bisa melakukannya.” Lirih Bong Ok. Airmata Yongri menjadi ikut mengalir mendengar lirihan Bong Ok. Memberanikan dirinya, Yongri menghampiri Bong Ok dan memeluknya. Seperti ia sedang memeluk ibunya sendiri. Bong Ok membalas pelukan Yongri dan menangis tersedu-sedu di sana.

Yongri dapat mendengarkan kesungguhan dan ketulusan dari ucapan Bong Ok. Namun Yongri juga tidak dapat menjanjikan hal tersebut kepada ibu mertuanya itu. Karena Yongri tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, mengenai hubungannya dengan Siwon. Jika memang mereka ditakdirkan bersama, tentu Yongri akan membahagiakan Siwon. Namun jika mereka harus berpisah, Yongri tidak dapat melakukan apapun. Yongri hanya dapat berharap Bong Ok dan Siwon menemukan kebahagiaan mereka sendiri, setelah begitu banyak luka yang mereka alami.

——

Siwon masih tidur saat Yongri mendatangi ruang televisi. Bong Ok baru saja pulang ke rumahnya, setelah mereka selesai berbicara. Yongri mendekati sofa tempat Siwon tidur saat ini. Gadis itu duduk di lantai yang beralaskan karpet berbulu, tepat di depan Siwon. Dari sana, Yongri dapat memandangi wajah tampan Siwon. Wajah yang sedang tidur itu terlihat lelah. Juga matanya membengkak karena habis menangis.

Yongri rasanya masih tidak dapat mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Ia tidak menyangka jika sosok laki-laki yang ada dihadapannya saat ini, memiliki masa lalu yang begitu buruk. Yongri mengulurkan tangannya dan mengusap wajah Siwon. Mengusapnya dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur Siwon yang tampak lelah.

Mendengar masa lalu Siwon tidak membuat Yongri bisa memaafkan laki-laki itu begitu saja. Hanya karena Yongri merasa kasihan pada Siwon, Yongri tidak mungkin melupakan apa yang sudah Siwon lakukan. Yongri membenci fakta bahwa Siwon meniduri wanita lain dihadapannya. Tetapi Yongri juga mencintai laki-laki itu. Yongri tidak tau apa yang harus dilakukannya.

Yongri meletakkan kepalanya di sofa di samping tubuh Siwon. Membiarkan dirinya terus memandangi Siwon tanpa rasa bosan. Apa yang Yongri lakukan sekarang sama seperti saat ia menjaga Siwon yang sedang sakit saat itu. Bedanya saat ini Siwon hanya sedang tidur saja.

“Oppa..” Gumam Yongri pelan. Siwon tampak masih tertidur dengan lelap dan tidak terganggu dengan suara gadis itu.

“Apa yang bisa aku lakukan untuk menghilangkan rasa sakitmu?” Tanya Yongri.

Hari yang semakin malam membuat Yongri mulai merasakan kantuk. Matanya beberapa kali berkedip dengan pelan. Ia tidak ingin tidur dan terus menatap Siwon seperti ini hingga pagi. Namun Yongri tidak bisa menahan lebih lama lagi rasa kantuknya. Matanya terasa sangat berat. Maka yang Yongri lakukan sebelum matanya tertutup adalah merain tangan Siwon dan menggenggamnya dengan erat.

——

Yongri terbangun dari tidurnya saat hari mulai pagi. Mengubah posisinya menjadi duduk, Yongri tersadar bahwa ia tidak berada di ruang televisi seperti tadi malam. Tanpa perlu berpikir Yongri sudah dapat menebak bahwa Siwon yang memindahkannya ke kamar. Namun sayangnya ia tidak menemukan Siwon dikamar tersebut. Yongri berharap laki-laki itu tidak pergi dan menghilang seperti beberapa hari kemarin.

Terdengar suara gaduh dari luar hingga membuat Yongri mengalihkan pandangannya pada pintu kamar yang tertutup. Yongri merapikan rambutnya dan turun dari tempat tidur. Keluar dari kamar dan mencari sumber suara gaduh tersebut. Yongri menemukan beberapa orang yang sedang mengangkat sofa di ruang televisi. Kemudian mereka juga membawa sofa baru untuk ditaruh di tempat sofa lama. Membuatnya merasa bingung.

“Jungsoo-ssi..” Panggil Yongri. Ia menemukan keberadaan Jungsoo di sana. Laki-laki itu yang sedang mengatur pemindahan sofa tersebut.

“Oh, Yongri-ssi. Selamat pagi.” Sapa Jungsoo. Jungsoo segera mendekati keberadaan Yongri dan tersenyum.

“Apa tidurmu terganggu karena ini?” Tanya Jungsoo sembari menunjuk sofa di sana.

“Ah, tidak. Aku sudah terbangun sebelumnya.” Jawab Yongri.

“Syukurlah jika seperti itu.” Sahut Jungsoo.

“Tetapi, ada apa? Kenapa sofa di sana harus di ganti pagi-pagi seperti ini?” Yongri menyuarakan kebingungannya.

“Apa kau sudah tau jika Siwon sudah pulang? Ia berada di kantor saat ini. Aku senang sekali karena dia kembali bekerja. Dia yang memintaku melakukannya. Saat aku bertanya alasannya, ia hanya memintaku untuk segera mengganti sofa di ruangan ini.” Jelas Jungsoo. Yongri memikirkan penjelasan Jungsoo. Kenapa? Apa karena sofa lama telah dipakai Siwon untuk bercinta dengan wanita lain? Karena itukah Siwon memintanya untuk diganti? Yongri menggeleng. Siwon bahkan jarang menggunakan sofa itu. Laki-laki itu tidak akan peduli dengan benda mati tersebut.

“Yongri-ssi? Kau baik-baik saja? Wajahmu sedikit pucat.” Ujar Jungsoo.

“Aku baik-baik saja.”

“Jungsoo-ssi, apa Siwon oppa mengatakan sesuatu padamu?” Tanya Yongri. Jungsoo memiringkan kepalanya tampak seperti sedang berpikir.

“Dia tidak mengatakan apapun padaku. Aku bertanya padanya tentang keberadaannya selama beberapa hari ini. Tetapi dia tidak menjawab. Dia juga tidak memberitahumu alasannya menghilang?” Tebak Jungsoo. Yongri hanya tersenyum kecil dan tidak menanggapi ucapan Jungsoo. Ia tentu tau alasan Siwon menghilang. Yongri hanya ingin tau apakah Siwon mengatakan sesuatu kepada Jungsoo. Seperti tentang kehamilannya.

Yongri melihat Jungsoo menghampiri beberapa orang yang telah memindahkan sofa baru. Jungsoo berbicara sebentar kepada mereka, sebelum mereka akhirnya meninggalkan apartement Siwon. Jungsoo kembali mendekati Yongri. Laki-laki itu hendak berpamitan karena harus kembali ke kantor. Lagipula, berada berdua dengan Yongri di dalam apartement Siwon membuat Jungsoo merasa tidak nyaman.

“Aku akan kembali ke kantor.” Kata Jungsoo.

“Apa kau memiliki waktu, Jungsoo-ssi?” Yongri menahan kepergian Jungsoo. Jungsoo menatap Yongri dengan alis terangkat.

“Ada apa?” Tanya Jungsoo.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu dan Dokter Lee.” Jawab Yongri.

“Lee Donghae?” Ulang Jungsoo memastikan. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Apa terjadi sesuatu lagi pada Siwon?” Wajah Jungsoo terlihat khawatir.

“Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Bisakah kau menghubungi Dokter Lee?” Pinta Yongri. Rasa khawatir Jungsoo tidak bisa hilang begitu saja, walaupun melihat wajah Yongri yang tampak biasa.

“Datanglah ke Rumah Sakit Internasional Seoul saat jam makan siang. Aku akan menghubungi Donghae dan kita bisa bertemu di sana nanti.” Kata Jungsoo. Yongri mengangguk mengerti.

“Jangan katakan apapun pada Siwon oppa mengenai ini, Jungsoo-ssi.”

“Apa kau tau bahwa kau benar-benar membuatku khawatir saat ini, Yongri-ssi?”

“Maafkan aku. Sampai bertemu di rumah sakit nanti siang.” Ujar Yongri dan segera meninggalkan Jungsoo ke kamar Siwon. Jungsoo menghela nafas setelah melihat Yongri menghilang dari hadapannya.

“Aku harap bukan sesuatu yang buruk.” Gumamnya.

——

Rumah Sakit Internasional Seoul merupakan rumah sakit terbesar di Korea Selatan. Melihat bagaimana interior yang disuguhkan oleh bangunan rumah sakit tersebut, biaya yang dikeluarkan untuk berobat di sana pun pasti tidak sedikit. Mengetahui bahwa Lee Donghae bekerja di tempat ini membuat Yongri yakin bahwa laki-laki itu adalah dokter yang hebat. Karena rumah sakit bergengsi seperti ini tidak mungkin memperkerjakan dokter secara asal-asalan, kan?

Yongri menghela nafas lega saat melihat kehadiran Jungsoo. Ia tidak tau harus mencari Donghae kemana di rumah sakit ini. Jungsoo hanya menyuruhnya ke tempat ini tanpa memberitahukan di departement mana Donghae bekerja. Yongri melihat Jungsoo berlari kecil untuk menghampirinya. Laki-laki itu hanya memakai kemeja putih dengan dasi tanpa jas.

“Kau sudah lama sampai?” Tanya Jungsoo.

“Tidak. Aku juga baru sampai.” Jawab Yongri. Jungsoo mengangguk.

“Ayo, kita masuk. Donghae sudah menunggu di dalam.” Ajak Jungsoo. Yongri hanya bisa mengikuti laki-laki itu dari belakang.

Begitu banyak dokter yang berkeliaran sejauh mata Yongri memandang. Namun Yongri tidak menemukan keberadaan Donghae dimana pun. Yongri tidak tau kemana Jungsoo membawanya. Tetapi melihat langkah Jungsoo yang pasti membuat Yongri yakin bahwa ini bukan yang pertama untuk Jungsoo datang kesini. Yongri memelankan langkahnya saat mereka memasuki kantin rumah sakit. Dan disanalah Yongri dapat melihat Donghae yang sudah duduk di salah satu kursi.

“Hyung!” Sapa Donghae.

“Eo, Donghae-ya.” Balas Jungsoo.

“Selamat siang, Dokter Lee.” Yongri membungkukkan sedikit badannya untuk menyapa Donghae.

“Selamat siang, Yongri-ssi.” Donghae ikut membungkukkan badannya membalas sapaan Yongri. Ketiganya menempati salah satu meja yang ada di kantin tersebut. Jungsoo dan Donghae duduk berdampingan, sedangkan Yongri duduk di hadapan Jungsoo.

“Karena ini saatnya makan siang, bagaimana jika kita memesan makanan?” Tawar Donghae.

“Aku setuju. Bagaimana denganmu, Yongri-ssi?” Ujar Jungsoo. Yongri hanya menganggukkan kepalanya.

Donghae memanggil salah satu pelayan di sana. Kemudian mereka memesan makanan serta minuman masing-masing. Setelah pelayan pergi, suasana di meja mereka menjadi sepi. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Yongri sedang memikirkan kata-kata apa yang harus dikeluarkannya untuk menanyakan tentang kondisi Siwon. Gadis itu melirik dua laki-laki yang duduk dihadapannya. Keduanya sedang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.

“Itu–” Yongri mulai membuka suara. Membuat Jungsoo dan Donghae langsung menatapnya. Mereka menyimpan ponsel ke dalam saku celana dan mulai memfokuskan diri pada Yongri.

“Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian.” Ujar Yongri.

“Aku tau.” Sahut Donghae membuat Yongri terkejut.

“Bukankah itu tujuanmu mengajak kami bertemu?” Kata Donghae. Yongri menghilangkan wajah terkejutnya dan tersenyum dengan canggung.

“Ya.” Gumam Yongri.

“Ada apa dengan Siwon?” Tanya Jungsoo.

“Siwon oppa tidak apa-apa.” Jawab Yongri. Kemudian ia diam. Membuat Jungsoo dan Donghae juga terdiam.

“S–sebenarnya, aku sudah mengetahui bagaimana masa lalu Siwon oppa.” Ucap Yongri. Mata Jungsoo dan Donghae sama-sama membesar mendengar ucapan Yongri.

“B–bagaimana bisa? Siwon yang memberitahumu?” Tebak Jungsoo. Yongri menggeleng.

“Ibu Siwon oppa yang menceritakannya padaku.” Kata Yongri.

“Nyonya Kang?” Gumam Jungsoo dan Donghae bersamaan.

“Kenapa dia menceritakannya padamu?” Tanya Donghae.

“Ceritanya panjang. Yang penting aku sudah mengetahui semuanya. Bagaimana perlakukan ayahnya pada Siwon oppa.” Jawab Yongri.

“Lalu, apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Donghae lagi.

“A–apa Siwon oppa sakit? Maksudku, karena masa lalunya, apa Siwon oppa menderita suatu penyakit?” Tanya Yongri. Jungsoo dan Donghae kembali terdiam mendengar pertanyaan Yongri. Melihat itu, Yongri juga ikut terdiam. Namun kemudian ia tampak mendesak kedua orang itu.

“Bisakah kalian memberitahukannya padaku? Aku ingin mengetahui apa yang terjadi pada Siwon oppa.”

“Aku sudah mengatakannya padamu.” Yongri mengalihkan pandangannya pada Jungsoo, saat laki-laki itu berbicara.

“Jika kau ingin mengetahuinya, tanyakan pada Siwon secara langsung. Kami tidak akan memberitahumu.” Lanjut Jungsoo membuat Yongri kecewa. Jungsoo berdiri dari duduknya dan tampak hendak meninggalkan rumah sakit. Namun Donghae menahannya dan membuat Jungsoo kembali duduk. Jungsoo menatap Donghae dengan bingung.

“Kenapa kau ingin tau?” Tanya Donghae.

“Karena aku istrinya. Bukankah sudah sewajarnya jika aku mengetahuinya?” Jawab Yongri.

“Jika kau memang istrinya, bukankah sudah seharusnya Siwon yang memberitahukannya padamu?” Donghae membalikkan kata-kata Yongri. Yongri membenarkan ucapan Donghae. Namun sudah bisa dipastikan bahwa Siwon tidak akan memberitahukan apapun padanya.

“Sebenarnya Siwon oppa menikahiku–“

“Yongri-ssi.” Jungsoo memotong ucapan Yongri. Ia merasa Donghae tidak perlu mengetahui alasan dibalik Siwon menikahi Yongri.

“Tidak ada yang bisa kami beritahukan padamu.” Kata Jungsoo. Wajah laki-laki itu terlihat sangat serius. Yongri menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku mengerti.” Ucap Yongri dengan senyum yang dipaksakan.

“Apa kau benar-benar ingin mengetahuinya?” Tanya Donghae. Yongri menatap Donghae dan menganggukkan kepalanya.

“Ya, Lee Donghae!” Jungsoo menatap Donghae dengan kesal.

“Hyung, aku sudah pernah mengatakan padamu, bukan? Bahwa gadis ini dapat menyembuhkan Siwon.” Ucap Donghae dengan tenang.

“Dia bukan obat ataupun dokter, Donghae-ya.”

“Siwon tidak membutuhkan obat, hyung. Tetapi dia membutuhkan cinta dan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Dan karena ia memiliki istri, ia membutuhkan cinta dari Yongri!” Tegas Donghae. Jungsoo menatap Yongri. Yongri membalas tatapan Jungsoo dengan bingung.

“Percayalah padaku, hyung. Yongri dapat membantu Siwon.” Kata Donghae sembari menepuk bahu Jungsoo. Jungsoo menghela nafas dan memilih mengalah. Ia mencoba untuk mempercayai ucapan Donghae. Donghae tersenyum dan kembali menatap Yongri. Donghae yang hendak berbicara terhalang oleh pelayan yang datang membawakan pesanan mereka. Namun ketiganya tampak tidak tertarik lagi pada makanan dihadapan mereka.

“Siwon. Dia menderita trauma dan depresi.” Ucap Donghae.

“Terlihat seperti bukan penyakit berat, kan?”

“Kekerasan yang dilakukan ayahnya membuat luka di hati Siwon. Membuat Siwon tidak dapat terbuka kepada semua orang, dan hanya orang-orang tertentu saja. Dulu sekali, saat kami belum sedekat sekarang, Siwon takut setiap melihat kekerasan dihadapannya. Takut melihat perkumpulan orang-orang didekatnya.” Donghae tampak mengingat-ingat ketika dia pertama kali bertemu dengan Siwon.

“Semuanya menjadi lebih baik karena Siwon menjalani terapi. Dia tidak lagi takut pada kekerasan, bahkan ia dapat memukul orang. Tetapi, terapi tersebut tidak dapat menghilangkan trauma Siwon. Terapi hanya membuatnya lebih baik.”

“Ada salah satu cara yang dapat membuat Siwon terlepas dari rasa traumanya.” Kata Donghae.

“Apa itu?” Tanya Yongri tanpa sadar.

“Siwon harus berani membuka kembali luka-luka itu. Tentu saja di bawah alam sadarnya. Seperti seseorang yang sedang dihipnotis. Ia harus mampu mengeluarkan semua perasaan dan kesakitan yang dirasakannya.” Jawab Donghae menjelaskan.

“Kenapa tidak dilakukan?” Tanya Yongri lagi.

“Siwon terlalu takut.” Jawab Donghae dengan tersenyum miris.

“Luka yang dideritanya sangat besar hingga Siwon terlalu takut untuk mengingatnya.” Lanjut Donghae.

“Lalu, bagaimana Siwon oppa dapat bertahan dari traumanya selama ini?”

“Tentu saja dengan obat.”

“Jika Siwon tidak meminum obatnya, seperti yang kau lihat saat itu. Ia akan terus bermimpi buruk hingga membuatnya demam bahkan pingsan.” Donghae menyelesaikan penjelasannya mengenai penyakit yang di derita oleh Siwon. Yongri tampak memikirkan semua ucapan Donghae barusan. Selama ini Siwon selalu minum obat. Namun Yongri tidak pernah melihat obat Siwon dikamarnya sejak pertama kali ia tinggal di sana. Bukan hanya di kamar, di seluruh apartement pun Yongri tidak pernah menemukannya. Apa Siwon sengaja menyembunyikan obatnya dari Yongri?

“Bagaimana, Yongri-ssi?” Suara Donghae menyentak Yongri.

“Apa?”

“Bagaimana setelah mendengar penjelasan dariku?” Ulang Donghae.

“Aku harap setelah ini kau tidak memandang Siwon dengan tatapan kasihan, khawatir atau apapun itu. Siwon tidak pernah suka jika ada yang mengkhawatirkannya.” Ucap Jungsoo mengiterupsi jawaban yang hendak diberikan Yongri pada Donghae.

“Aku tau bahwa pernikahanmu dan Siwon baru berjalan selama beberapa bulan. Tetapi aku yakin kau mulai memahami apa yang disukai maupun yang tidak disukai oleh Siwon.” Lanjut Jungsoo. Yongri tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.

“Aku mengerti, Jungsoo-ssi. Tunjuanku mengetahui semua ini bukan untuk mengasihaninya. Karena Siwon oppa suamiku, aku hanya merasa perlu mengetahui apapun yang terjadi padanya.” Kata Yongri.

“Kau bisa menyembuhkannya, Yongri-ssi.” Sahut Donghae. Yongri menatap Donghe dengan kening berkerut. Donghae terus berkata bahwa Yongri bisa menyembuhkan Siwon, tentu saja Yongri merasa bingung. Seperti kata Jungsoo, Yongri bukanlah seorang dokter.

“Aku bukan dokter–“

“Aku tau. Seperti yang kau dengar sebelumnya, jika kau bisa mencintai Siwon apa adanya, ia tidak akan terus terbayang-bayang oleh masa lalunya.” Ujar Donghae.

“Aku masih tidak mengerti.” Keluh Yongri.

“Trauma masa lalu yang dialami Siwon terjadi karena ia tidak mendapatkan kasih sayang yang layak. Membuatnya selalu merasa bahwa tidak ada yang bisa mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Yang ada dipikiran Siwon adalah orang-orang hanya akan menyiksanya, seperti ayahnya. Itulah yang menyebabkan Siwon menutup dirinya.” Jelas Donghae.

“Jika kau mencintai Siwon dengan tulus dan dapat membuat Siwon merasakannya, luka yang selama ini ditutupi oleh Siwon akan mengering dan menghilang.” Ujar Donghae. Yongri menatap Donghae sebelum mengalihkan pandangannya pada Jungsoo. Jungsoo membalas tatapan Yongri dan menganggukkan kepalanya. Seolah mendukung ucapan Donghae agar Yongri dapat melakukan permintaan mereka.

“Kita harus berusaha bersama untuk menyembuhkan Siwon.” Kata Donghae diakhiri dengan sebuah senyuman tulus.

——

Yongri pulang ke apartement saat hari mulai malam. Ia berbelanja kebutuhan rumah setelah bertemu dengan Jungsoo dan Donghae. Yongri meletakkan barang belanjaannya di meja dapur. Mengeluarkan barang-barang dari kantung belanja dan mulai memasukkannya ke dalam lemari dan lemari es. Yongri juga membeli susu untuk ibu hamil. Ia ingin janin di dalam rahimnya tumbuh dengan sehat.

Setelah membereskan barang belanjaan, Yongri berniat mandi. Namun bunyi bel apartement mengurungkan niatnya. Gadis itu kembali menuju pintu apartement dan membukanya tanpa melihat siapa yang datang. Yongri mengutuk dirinya yang terlalu bodoh karena tidak melihat intercom terlebih dahulu. Dan sekarang ia sangat menyesal karena telah membukakan pintu untuk wanita bernama Han Seol.

“Siwon oppa belum pulang.” Kata Yongri bermaksud untuk tidak mengizinkan wanita itu masuk ke dalam apartement.

“Benarkah?” Ujar Han Seol. Yongri menarik pegangan pintu untuk menutup kembali pintu apartement. Tetapi Han Seol menahannya hingga pintu tidak bisa tertutup.

“Aku akan menunggu di dalam.” Seol menepis tangan Yongri dan masuk ke dalam apartement. Tanpa mengganti higheels yang dipakainya dengan sandal rumah, wanita itu menghilang dari pandangan Yongri.

Yongri menutup pintu apartement dengan keras. Menyusul Seol ke dalam. Wanita itu membuka setiap pintu ruangan yang ada di dalam apartement. Membuat Yongri menjadi kesal melihatnya. Walaupun Yongri tidak memiliki hak untuk marah, tetapi dia adalah istri sah Siwon. Di saat Siwon tidak ada, bukankah Yongri yang menjadi pemilik apartement tersebut?

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” Yongri meninggikan suaranya. Seol menoleh dan tersenyum sinis pada Yongri. Ia mengabaikan kekesalan Yongri dan terus melakukan apa yang sedang dilakukannya.

Wanita itu tidak percaya dengan ucapan Yongri yang mengatakan bahwa Siwon belum pulang. Makanya ia memutuskan untuk mencari keberadaan laki-laki itu. Mengingat bagaimana hubungan seks yang terakhir kali mereka lakukan, membuat Seol menjadi lebih percaya diri untuk mendekati Siwon.

“Hentikan!” Yongri menarik lengan Seol hingga wanita itu berbalik menatapnya. Seol menatap Yongri dengan kesal. Sama seperti Yongri yang juga menatapnya dengan kesal.

“Apa yang kau lakukan?!” Tanya Yongri lagi.

“Aku? Sedang mencari Siwon oppa.” Jawab Seol.

“Kau tidak mendengar perkataanku tadi?”

“Aku dengar, hanya saja aku tidak percaya padamu.” Seol kembali melayangkan senyum sinisnya pada Yongri.

“Lalu, apa yang kau dapatkan?” Tantang Yongri.

“Aku akan menunggunya.” Sahut Seol.

“Jika kau ingin menunggu, tunggulah di sana.” Yongri menunjuk sofa yang berada di dekat mereka.

“Kau tidak berhak mengaturku. Aku akan menunggu Siwon oppa dikamarnya.” Kata Seol. Ia segera meninggalkan Yongri dan menuju ke kamar Siwon. Melihat itu, kontan saja Yongri merasa panik. Kamar itu tidak boleh dimasuki oleh siapapun.

“Ya! Kau tidak boleh ke sana!!” Teriak Yongri. Ia berlari kecil menyusul Seol. Namun terlambat, wanita itu sudah masuk ke dalam kamar mereka. Yongri meringis, ia benar-benar takut Siwon marah karena kejadian ini.

Yongri menarik tangan Seol dan menarik wanita itu untuk keluar dari kamar. Seol menepis tangan Yongri dan duduk di sofa yang berada di kamar Siwon. Ia menumpu kaki kiri pada kaki kanannya hingga paha wanita itu semakin terlihat dengan jelas. Yongri ingin sekali mencabik wajah wanita itu saat ini juga. Terlebih, ia ingin menendang Seol keluar dari kamar Siwon.

“Kau tidak boleh berada di sini! Jika kau memang ingin menunggunya di kamar, jangan di kamar ini. Kamar yang lain.” Ucap Yongri.

“Aku tidak mau. Ini kamar Siwon oppa, kenapa aku harus menunggu di kamar lain?”

“Ini juga kamarku. Kau tidak lupa jika aku istri Siwon oppa, kan?” Kata Yongri. Han Seol mencibir dan tersenyum geli.

“Istri? Istri yang tidak dianggap maksudmu?” Ejeknya.

“Apa kau pikir Siwon oppa masih menganggapmu sebagai istrinya? Di saat ia meniduriku juga?” Lanjut Seol. Saat ini ia tertawa dengan lebar, hingga membuat kekesalan Yongri semakin menjadi. Yongri mengepalkan tangannya. Menahan diri untuk tidak menampar Han Seol.

“Keluar.” Kata Yongri pelan namun terdengar dingin. Seol menghilangkan senyumnya karena sedikit terkejut dengan nada suara gadis itu.

“Tidak.” Ucap Seol. Walaupun ia terkejut, Seol tetap tidak mau meninggalkan kamar Siwon. Yongri mendekati Seol dan menarik wanita itu sekuat tenaga. Jika ia tidak bisa mengusir Seol secara halus, maka Yongri akan melakukannya dengan cara kasar.

“Keluar!” Yongri berhasil menarik Seol agar berdiri. Seol memberontak dari pegangan Yongri. Tubuh Seol jauh lebih tinggi dan berisi daripada Yongri. Tentu saja melepaskan diri dari Yongri bukanlah hal yang sulit untuk Seol. Wanita itu bahkan dapat membuat Yongri jatuh tersungkur ke lantai.

“Ah!” Yongri meringis merasa sakit pada telapak tangan dan juga lututnya yang membentur lantai. Yongri menoleh dan menatap Seol dengan marah. Gadis itu berdiri dan kembali menarik Seol agar keluar.

“Lepaskan aku!” Seol mendorong Yongri hingga gadis itu kembali terjatuh. Perut Yongri membentur lantai dengan pelan karena Yongri sempat menahan bobot tubuhnya pada telapak tangan. Namun biarpun begitu, perut Yongri tetap terasa sakit. Yongri memegang perutnya dan meringis pelan.

“Siapa kau hingga berani menyentuhku, huh?!” Bentak Seol dan tidak memperdulikan Yongri yang sedang kesakitan.

Seol berjalan mendekati Yongri untuk menjambak rambut gadis itu. Namun tiba-tiba pintu kamar Siwon terbuka, hingga membuat Yongri dan Seol menoleh. Siwon berdiri di sana masih lengkap dengan pakaian kerjanya. Seol terlihat senang dengan kepulangan Siwon. Ia segera berlari kecil untuk menghampiri Siwon. Menggandeng lengan laki-laki itu, tanpa memperdulikan tatapan Siwon yang tertuju pada Yongri. Siwon terus menatap Yongri yang sedang meringis.

“Kau sudah pulang, oppa..” Ucap Seol manja. Ia meletakkan kepalanya di bahu Siwon. Bersikap seolah dirinya adalah kekasih atau istri Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari sana.

“Aku menunggumu pulang, oppa.” Jawab Seol.

“Siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam kamarku?” Tanya Siwon lagi.

“Aku–“

“Kau kenapa, Choi Yongri?” Yongri mendongak saat mendengar Siwon menyebut namanya.

“Aku mendorongnya karena dia bersikap kasar padaku, oppa. Dia mengusirku dari kamarmu. Padahal dia bukan pemilik kamar ini.” Seol menjawab pertanyaan Siwon. Siwon mengepalkan kedua tangannya yang berada di sisi tubuhnya. Namun Seol tidak menyadari itu.

“Keluar.” Ujar Siwon terdengar dingin.

“Kau dengar itu? Cepat keluar!” Seol menatap Yongri dengan pandangan mengejek. Yongri kembali menatap Siwon dengan sedih. Laki-laki itu mengusirnya? Masih dengan memegang perutnya, Yongri mencoba untuk berdiri.

“KAU YANG KELUAR!” Siwon berteriak sembari menyentak tangan Seol. Ia menatap Seol dengan pandangan membunuh. Membuat Seol membalas tatapan Siwon dengan pandangan terkejut. Yongri yang terkejut mendengar teriakan Siwon dan belum sepenuhnya berdiri kembali terjatuh.

Siwon berjalan cepat menghampiri Yongri dan memegang kedua lengannya. Menatap Yongri dengan pandangan khawatir. Terlebih saat melihat gadis itu memegangi perutnya. Siwon benar-benar takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya. Jika itu benar-benar terjadi, Siwon bersumpah akan membunuh Han Seol dengan tangannya sendiri.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon.

“P–perutku sedikit sakit.” Jawab Yongri.

“Kita ke rumah sakit.” Ujar Siwon membantu Yongri berdiri. Yongri menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa, oppa.” Balas Yongri.

“Oppa!” Han Seol meninggikan suaranya.

“Tutup mulutmu!” Bentak Siwon.

“Keluar dari kamarku sekarang juga, jalang! Akan aku patahkan kakimu jika kau menginjak apartementku lagi. Terlebih kamar ini!” Ancam Siwon.

“Kau–apa kau lupa apa yang kita lakukan kemarin?” Ucap Seol tidak percaya.

“Apa yang kita lakukan?! Sialan! Bercinta maksudmu?! Sudah kukatakan jika bercinta hanya dilakukan oleh sepasang manusia yang saling mencintai. Dan jangan lupakan obat perangsang yang kau masukan ke dalam minumanku!” Ucap Siwon membuat Yongri terkejut. Ia menatap Siwon dengan matanya yang membesar. Ternyata apa yang dilakukan Siwon kemarin bukan murni keinginan laki-laki itu? Yongri merasa paru-parunya dapat bernafas dengan baik sekarang.

“Kau pikir aku suka saat diriku berada didalammu, huh? Aku bahkan jijik hingga ingin mengupas kulitku dan menggantinya dengan yang baru!!” Ucap Siwon lagi. Yongri melepaskan pegangan Siwon padanya, hingga membuat Siwon terkejut. Dengan berjalan sedikit tertatih, Yongri mendekati Seol yang masih berdiri dengan matanya yang berkaca-kaca. Bohong jika ia tidak sakit hati dengan ucapan Siwon.

PLAKK!!

Siwon terkejut saat melihat Yongri menampar Seol. Ia tidak menyangka jika Yongri dapat melakukan hal tersebut. Seol memegangi pipinya yang terasa perih. Wanita itu menatap Yongri dengan airmatanya yang mengalir. Selain karena terkejut, tamparan Yongri juga cukup menyakitinya. Hanya saja tidak sesakit perkataan Siwon padanya.

“Jika kau ingin menjual tubuhmu, lakukan pada laki-laki lain. Tidak pada suamiku!” Desis Yongri.

“Kau–“

“Saat ini aku sedang mengandung anak Siwon oppa. Jadi lebih baik kau segera menjauh dan tidak pernah berharap padanya.” Ujar Yongri. Seol kembali terkejut mendengar ucapan Yongri. Hamil? Wanita itu menurunkan pandangannya pada perut datar Yongri. Seol kembali menatap Yongri sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya pada Siwon. Setelahnya ia segera berbalik dan meninggalkan kamar Siwon. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu apartement yang tertutup.

Siwon yang kembali melihat Yongri memegangi perutnya segera menghampiri gadis itu. Ia melihat kening Yongri yang berkerut seperti sedang menahan sakit.

“Lebih baik kita ke rumah sakit.” Ujar Siwon. Yongri kembali menggeleng dan berjalan menuju tempat tidur. Ia membaringkan dirinya di sana untuk menenangkan diri sekaligus menghilangkan sakit pada perutnya. Siwon yang tidak bisa menghilangkan rasa khawatirnya segera menghubungi Donghae.

“Bisakah kau ke apartementku sekarang, Donghae-ya?”

“…..”

“Tidak bukan aku. Akan kujelaskan setelah kau disini.”

“…..”

“Baiklah, aku akan menunggu.” Siwon mematikan sambungan teleponnya pada Donghae dan menatap Yongri.

“Kenapa kau memintanya kemari?” Tanya Yongri.

“Kau ingin terjadi sesuatu pada bayi–mu?” Siwon mengumpat dirinya saat melihat tatapan Yongri yang terlihat terluka akibat ucapannya barusan. Ia tau bahwa sudah salah bicara. Siwon juga tanpa sadar mengatakannya.

Mencoba mengabaikan Yongri, Siwon mendekati sofa dikamarnya. Ia tidak mungkin meninggalkan Yongri dan lebih memilih duduk di sana agar bisa terus mengawasi Yongri.

“Jangan duduk di sana!” Ucapan Yongri menghentikan gerakan Siwon. Pantat laki-laki itu sedikit lagi sudah menyentuh sofa. Dengan posisi menungging, Siwon menatap Yongri dengan terkejut. Yongri juga terkejut dengan apa yang baru saja diucapkannya. Tetapi semuanya sudah terlanjur, bukan?

“W–wanita itu tadi duduk di sana.” Kata Yongri. Siwon berdesis dan kembali tegak. Ia menatap sofa dikamarnya dengan kesal.

“Sial! Aku harus menggantinya.” Umpat Siwon.

Siwon akhirnya mendekati tempat tidur dan duduk di sisi yang kosong. Duduk sembari menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Siwon sesekali melirik Yongri yang berbaring dengan tenang disebelahnya. Mereka sama-sama terdiam seolah tidak ada bahan pembicaraan sama sekali. Beberapa saat kemudian Yongri ikut menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.

“Sudah lebih baik?” Tanya Siwon pelan. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Kenapa kau membukakan pintu untuk wanita itu?” Terdengar nada geram dari suara Siwon.

“Aku tidak tau siapa yang datang dan hanya langsung membuka pintu.” Ujar Yongri membela diri.

“Sepertinya intercom di luar tidak kau pergunakan dengan baik.” Sindir Siwon.

Yongri menghela nafas panjang dan menerima sindiran laki-laki itu. Ia memang salah karena tidak melihat intercom terlebih dahulu. Keduanya kembali terdiam dan hanya terdengar helaan nafas mereka saja. Sudah lama mereka tidak merasa secanggung ini saat sedang berdua saja. Tetapi karena pertengkaran mereka beberapa hari yang lalu, membuat keduanya merasa sangat canggung.

“Itu–” Yongri membuka mulutnya, membuat Siwon menoleh. Yongri melirik Siwon dan kembali menundukkan kepalanya.

“A–apa benar karena obat perangsang?” Tanya Yongri pelan. Siwon mencerna terlebih dahulu maksud pertanyakan Yongri. Sebelum akhirnya mengerti dengan apa yang gadis itu tanyakan.

“Kau berpikir aku sengaja melakukannya?” Tebak Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Aku sudah berjanji padamu waktu itu.” Kata Siwon membuat Yongri menatapnya.

“Kau–tidak melupakannya?” Ucap Yongri berusaha menyembunyikan nada takjub dalam ucapannya.

“Aku bukan seseorang yang mudah melupakan sesuatu.” Kata Siwon.

“Siwon-ah!” Yongri dan Siwon sama-sama menoleh saat mendengar suara Donghae di luar kamar. Siwon segera turun dari tempat tidur.

“Tunggu sebentar.” Kata Siwon dan segera keluar dari kamar.

Beberapa saat kemudian Siwon kembali masuk diikuti oleh Donghae dibelakangnya. Yongri dan Donghae saling melempar senyum hingga membuat Siwon tidak suka melihatnya. Walaupun Donghae sahabatnya, ia tidak suka ada laki-laki yang tersenyum kepada istrinya. Dan Siwon juga tidak suka saat Yongri tersenyum pada laki-laki selain dirinya.

“Kau sakit?” Tanya Donghae menebak. Ia mendekati Yongri dan duduk di tepi tempat tidur, di dekat Yongri. Bahkan Siwon tidak suka mendengar nada bicara Donghae yang terdengar akrab di telinganya.

“Tidak ada yang serius.” Jawab Yongri dengan tersenyum kecil. Namun ia tetap berbaring dan membiarkan Donghae memeriksanya. Baru beberapa saat memeriksa, mata Donghae tiba-tiba membesar sembari menatap Yongri.

“Kau hamil, Yongri-ssi?!” Tebak Donghae. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Kenapa tidak mengatakannya saat kita bertemu tadi?” Tanya Donghae. Siwon langsung menarik bahu Donghae hingga laki-laki itu menatapnya.

“Kalian bertemu?” Nada suara Siwon terdengar tidak suka. Dan Donghae dapat menyadari hal itu.

“Di mana? Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Siwon lagi.

“Kami tidak hanya bertemu berdua, Siwon-ah. Ada Jungsoo hyung juga.” Jawab Donghae. Walaupun Donghae tau bahwa Siwon sedang cemburu, ia tidak berusaha untuk menggoda laki-laki itu. Donghae bukanlah seseorang yang suka menggoda dan membuat orang lain salah paham.

“Dan mengenai apa yang kami bicarakan..” Donghae menatap Yongri sebentar, sebelum kembali menatap Siwon.

“Kau bisa tanyakan pada istrimu.” Lanjutnya. Donghae menyelesaikan pemeriksaannya pada Yongri. Setelahnya ia membereskan perlengkapan yang dibawanya dan segera berdiri.

“Menurut pemeriksaanku, tidak ada yang serius. Tetapi aku bukanlah dokter kandungan, Siwon-ah. Lebih baik kau bawa istrimu ke rumah sakit untuk hasil yang lebih memastikan.” Kata Donghae. Siwon hanya mengangguk dengan enggan.

“Karena kehadiranku tidak diperlukan lagi, aku akan segera pergi. Jaga kandunganmu baik-baik, Yongri-ssi.” Pesan Donghae.

“Terima kasih, Dokter Lee.” Balas Yongri. Donghae mengangguk. Ia menepuk bahu Siwon dengan pelan sebelum keluar meninggalkan kamar Siwon.

“Kau tidak mengantarnya?” Tanya Yongri.

“Kenapa kau bertemu dengan Donghae dan Jungsoo hyung?” Tanya Siwon balik.

“Apa aku tidak bisa bertemu dengan mereka?”

“Bukan jawaban seperti itu yang aku inginkan, Choi Yongri. Dan jangan kau lupakan bahwa mereka adalah orang-orangku. Kau tidak cukup dekat dengan mereka, bukan?” Ujar Siwon.

“Apa yang kalian bicarakan? Apa ada hubungannya denganku?” Tanya Siwon lagi. Yongri menundukkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan rapat.

“Choi Yongri, jawab aku!” Siwon meninggikan suaranya.

“Berjanjilah untuk tidak marah jika aku mengatakannya.” Pinta Yongri. Mendengar itu, Siwon yakin bahwa apa yang akan dikatakan oleh Yongri adalah sesuatu yang serius.

“Katakan.” Ucap Siwon. Yongri menghela nafas panjang.

“Oppa, aku–” Yongri memandang Siwon dan terlihat ragu. Ia tidak tau harus menyampaikannya pada Siwon seperti apa.

“Sebenarnya aku sudah mengetahui semuanya, oppa.” Ucap Yongri. Siwon menatap Yongri sesaat.

“Apa maksudmu dengan–semuanya?” Tanya Siwon.

“Tentang masa lalumu dan trauma yang kau alami.” Jawab Yongri pelan.

Siwon dapat mendengar detakan jantungnya yang di luar batal normal. Entah mengapa ia merasa takut. Apakah Yongri akan meninggalkannya karena ini? Tentu saja. Siapa perempuan yang ingin hidup dengan laki-laki yang memiliki masa lalu yang begitu kelam? Serta trauma yang selalu menghantuinya. Siwon mencoba menunjukkan ekspresi wajahnya seperti biasa. Bahkan terkesan dingin dan kaku.

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” Tanya Siwon. Ia menunduk untuk terus menatap Yongri.

“Ibumu yang menceritakannya padaku. Dan tentang traumamu, aku yang bertanya pada Dokter Lee dan Jungsoo-ssi.” Jawab Yongri. Siwon tidak menyangka jika Bong Ok dapat melakukannya. Yang ingin Siwon ketahui adalah kenapa Bong Ok menceritakan itu pada Yongri?

“Maaf, oppa.” Ucap Yongri. Menautkan kesepuluh jarinya.

“Aku tidak bermaksud untuk mengetahui kehidupan pribadimu. Sebenarnya aku sudah dapat menebak bahwa kau memiliki masa lalu yang buruk setelah terus menerus mendengarmu bermimpi buruk.” Kata Yongri jujur.

“Awalnya, aku ingin bertanya langsung padamu. Tetapi ibumu mengatakan padaku bahwa kau tidak akan pernah mau memberitahukanku. Sehingga aku tidak menolak saat ibumu menceritakan semuanya padaku.”

“Mengetahui bahwa kau memiliki seorang dokter pribadi dan mengingat bagaimana kau pingsan saat itu, membuatku–” Yongri menghentikan ucapannya saat melihat Siwon yang hanya diam saja. Ia tidak bisa membaca ekspresi wajah Siwon saat ini.

Dengan gerakan perlahan, Yongri turun dari tempat tidur. Beruntung karena perutnya sudah tidak terasa sakit seperti tadi. Tidak ada pergerakan apapun dari Siwon saat melihat Yongri yang meninggalkan tempat tidur, hingga Yongri berdiri di hadapannya saat ini. Yongri menatap Siwon dengan khawatir. Apa Siwon marah?

“O–oppa..” Panggil Yongri pelan.

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Siwon.

“Apa maksudmu?” Yongri tidak mengerti dengan pertanyaan Siwon.

“Setelah kau mengetahui semua tentangku, apa yang mau kau lakukan? Apa kau akan mengasihaniku?” Nada suara Siwon terdengar sinis.

“Oppa..”

“Aku tidak butuh rasa kasihanmu, Choi Yongri.” Ujar Siwon.

“Aku tidak bermaksud untuk mengasihanimu, oppa.” Kata Yongri membela diri. Siwon mendengus kasar mendengar pembelaan diri Yongri.

“Aku bisa menghadapinya sendiri. Masa laluku.. Maupun trauma yang kualami. Hanya karena kau menjadi istriku, kau tidak perlu mencampurinya.” Ucap Siwon.

Siwon berbalik dan berjalan untuk keluar dari kamar. Yongri dengan cepat mengejarnya dan memeluk Siwon dari belakang. Membuat langkah Siwon terhenti dan tubuh laki-laki itu menegang. Yongri menyandarkan pipinya pada punggung tegap Siwon. Menyatukan kedua tangannya yang berada di perut Siwon.

“Tujuanku mengetahui semua tentangmu, bukanlah untuk mengasihanimu, oppa. Aku mohon jangan salah paham.” Siwon masih terdiam dengan kaku.

“Karena aku istrimu, aku ingin mengetahui semua tentangmu. Semua yang terbaik bahkan yang terburuk sekalipun, oppa. A–aku hanya ingin kau membagi kesakitan yang kau alami bersamaku. Aku ingin menjadi seseorang yang melewatkan itu semua bersamamu.” Yongri berkata dengan airmatanya yang mengalir. Gadis itu memejamkan matanya dan mencoba bersikap jujur pada Siwon tentang perasaannya. Ia berharap Siwon dapat menerimanya.

“Aku melakukan itu semua karena aku–karena aku mencintaimu, oppa.” Tubuh Siwon semakin menegang.

“Aku mencintaimu sebagai suamiku.” Ucap Yongri. Apapun hasilnya nanti, Yongri tidak peduli. Yang terpenting ia ingin Siwon mengetahui perasaannya.

“Karena itu aku mohon jangan salah paham padaku.” Pinta Yongri.

Dengan tangannya yang bergetar, Siwon memegang tangan Yongri yang berada diperutnya. Kemudian ia melepaskan pelukan Yongri hingga gadis itu membuka matanya. Siwon berbalik dan menemukan wajah istrinya yang basah. Siwon mengangkat tangannya dan menyeka airmata Yongri. Tanpa mengatakan apapun, Siwon kembali berbalik dan benar-benar meninggalkan kamar. Melihat itu, airmata Yongri semakin banyak mengalir.

Di sela-sela tangisannya, Yongri tersenyum miris. Sekarang ia tau bagaimana perasaan Siwon padanya. Siwon tidak mencintainya sedikitpun. Walaupun mereka sudah tinggal bersama selama beberapa bulan, rasa itu tidak pernah tumbuh di hati Siwon. Siwon terlalu patuh dengan permainan yang dibuatnya sendiri. Yongri menyeka airmatanya. Mencoba menguatkan dirinya yang telah berjanji untuk menerima apapun hasil yang didapatkannya, setelah mengutarakan perasaannya pada Siwon.

——

Yongri melirik ponselnya yang berada di sofa yang tengah didudukinya. Ponselnya yang sedang bergetar dan menampilkan nama Cho Kyuhyun di sana. Gadis itu hanya terus menatap ponselnya tanpa berniat untuk menjawabnya. Yongri sangat tau apa yang akan Kyuhyun katakan padanya. Karena tidak ingin terus berbohong pada Kyuhyun, maka Yongri lebih memilih untuk mengabaikan panggilan kakak tirinya itu.

Ponsel yang sempat berhenti bergetar itu, kembali bergetar dengan nama panggilan yang sama. Yongri menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan perasaan bersalah. Bertindak seperti ini, Yongri yakin akan membuat Kyuhyun khawatir. Dan Yongri takut jika Kyuhyun membagi rasa khawatirnya itu pada ibunya. Yongri tidak ingin membuat ibunya khawatir. Yongri mengambil ponselnya dan memilih untuk menjawabnya. Ia memilih untuk mengatakan semuanya pada Kyuhyun. Bagaimana perasaannya pada Siwon.

“Hallo..”

Astaga, Choi Yongri! Apa kau tau bahwa kau membuatku sangat khawatir?!” Yongri benar-benar dapat mendengar nada khawatir pada ucapan Kyuhyun.

“Maaf, oppa.”

Kau baik-baik saja, kan?

“Ya. Aku baik-baik saja.”

Syukurlah. Aku sudah berniat untuk membunuh si brengsek itu jika terjadi sesuatu padamu.” Yongri memejamkan matanya saat merasakan keraguan pada dirinya. Melihat bagaimana Kyuhyun sangat membenci Siwon, membuat Yongri tidak yakin jika Kyuhyun dapat menerima perasaan Yongri pada Siwon.

Apa suamimu sudah pulang dari perjalanan bisnisnya? Aku tidak bisa membiarkanmu lebih lama disana, Choi Yongri.

“Kyuhyun oppa..”

Ada apa?

“Ada yang ingin aku katakan padamu.”

Apa? Katakanlah.

“Sebenarnya, aku–” Yongri tidak dapat menyelesaikan ucapannya saat ponselnya tidak lagi menempel ditelinganya. Yongri menoleh ke belakang dan terkejut dengan kehadiran Siwon. Lebih terkejut lagi melihat Siwon sedang memegang ponselnya sekarang.

“O–oppa.” Yongri segera berdiri di hadapan Siwon. Sofa sebagai pemisah jarak di antara mereka. Siwon menempelkan ponsel Yongri pada telinganya.

“Kau ingin bertemu denganku?” Siwon berbicara pada Kyuhyun dengan matanya yang tidak lepas dari Yongri.

Hah! Aku pikir kau bersembunyi karena terlalu takut padaku, Choi Siwon-ssi.

“Tidak ada alasan untuk takut padamu, Cho Kyuhyun-ssi.”

Benarkah?

“Jika kau memang ingin bertemu, kita bisa bertemu sekarang juga. Lebih cepat lebih baik, karena aku tidak ingin terus berurusan denganmu.”

Baguslah jika seperti itu. Bawa Yongri bersamamu dan aku akan memberitahukan tempatnya.” Kyuhyun segera memutuskan sambungan teleponnya. Siwon menjauhkan ponsel Yongri dari telinganya. Mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.

“Bersiaplah, kita harus menemui kakakmu.” Ujar Siwon. Yongri melangkah mundur dengan matanya yang berkaca-kaca. Membuat Siwon sangat terkejut melihatnya.

“Aku tidak mau.” Tolak Yongri.

“Apa kau sadar dengan yang baru saja kau katakan? Kau tidak mau menemui keluargamu?” Ujar Siwon dengan tidak percaya.

“Ya, aku tidak mau menemuinya. Aku tidak mau keluar dari apartement ini!” Yongri meninggikan suaranya. Ia segera berbalik untuk ke kamar, namun Siwon dengan cepat menahannya dan menggenggam pergelangan tangannya.

“Kita harus pergi, Choi Yongri!”

“Aku tidak mau! Lepaskan aku!” Yongri mencoba memberontak.

“Tidak, sebelum kita bertemu dengan Cho Kyuhyun.” Siwon menarik Yongri keluar dari apartement. Jika harus menyeret Yongri sekalipun, ia akan membawa Yongri bersamanya untuk menemui Kyuhyun. Ia harus segera menyelesaikan permainan yang dibuatnya sendiri.

——

Setelah sampai di tempat yang telah ditentukan oleh Kyuhyun, Siwon dapat melihat keberadaan laki-laki itu. Masih dengan menarik tangan Yongri, Siwon menghampiri keberadaan Kyuhyun. Siwon mencoba untuk tidak memperdulikan isakan Yongri yang berada dibelakangnya. Ia sedang berusaha untuk menulikan telinganya.

Kyuhyun menyadari kehadiran Siwon. Dan ia juga menyadari keadaan Yongri yang sedang menangis saat ini. Dengan memegangi sebuah tas berwarna hitam yang berisi uang, Kyuhyun melangkah mendekati Siwon. Ia akan membunuh Siwon karena telah berani membuat adiknya menangis.

“Apa yang kau lakukan padanya, brengsek?!” Bentak Kyuhyun. Kyuhyun sengaja memilih tempat sepi, karena ia tidak bisa berkeliaran sesuka hatinya. Tidak, setelah ia menjadi seorang artis. Siwon melepaskan genggamannya pada Yongri dan membiarkan gadis itu berdiri disampingnya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Siwon. Tidak memperdulikan kemarahan Kyuhyun.

“Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu, brengsek! Aku hanya ingin adiku kembali.” Ujar Kyuhyun. Ia melempar tas yang dibawanya dan disambut dengan sempurna oleh Siwon.

“Ambil uangmu!” Kata Kyuhyun. Laki-laki itu segera menggenggam tangan Yongri dan menatap Siwon dengan tajam.

“Tanda tangani surat cerai yang akan aku kirimkan nanti. Kau tidak perlu memberikan apapun pada Yongri setelah kalian bercerai. Dan aku harap tidak pernah bertemu denganmu lagi.” Ucap Kyuhyun. Ia mengalihkan pandangannya pada Yongri yang masih menangis.

“Ayo, kita pulang, Yong.” Kata Kyuhyun lembut.

Yongri menatap Kyuhyun dan ingin menggelengkan kepalanya. Namun ia tidak bisa melakukannya di saat Siwon bahkan tidak menginginkan kehadirannya di sisi laki-laki itu. Yongri mengalihkan pandangannya pada Siwon. Menatap laki-laki itu dengan wajahnya yang merah dan basah. Jika ini memang terakhir kalinya ia bertemu dengan Siwon, Yongri ingin menatap Siwon lebih lama. Agar dapat terus mengingat wajah laki-laki pertama yang dicintainya. Dan ia bisa menceritakan pada anaknya, bagaimana tampannya wajah Siwon suatu hari nanti.

——

–To Be Continued–

HAI! Wahai readers setiaku yang masih labil.. wkwkwk.. kenapa aku bilang labil? Di saat aku kasih moment Siwon-Yongri, pada minta masa lalu. Eh, di saat udh disuguhin masa lalu, minta moment Siwon-Yongri lagi. Hahaha.. di part ini belum bisa kasih banyak moment Siwon-Yongri, sorry T.T ditungguin aja nanti, ya. Hohoho..

Happy reading!

BYE~

Advertisements

111 thoughts on “Painful Life – Part 12

  1. Kuharap mereka ga akan pisah…benar kah siwon akan menyerahkan yongri…gimana reaksi kyuhyun jikatahu yongri hamil dan jg mencintai siwon…

  2. sebegitu teganya engkau siwon kepada yongri #Plak-Plak #Abaikan
    akhirnya yongri tau juga masa lalu siwon tp siwon gak terima yongri tau #Pusing…

  3. sebegitu teganya engkau siwon kepada yongri #Plak-Plak #Abaikan
    akhirnya yongri tau juga masa lalu siwon tp siwon gak terima yongri tau #Pusing…
    emang siwon udah ikhlas melepas yongri #Nanya

  4. Kenapa yongri gx bilang aja sma kyuhyun klau dia hamil,tp keknya kyuhyun gx bakalan mau nerima anak itu yaa gx tau juga sih hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s