Painful Life – Part 9

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Pergilah, jika kau memang ingin meninggalkanku. –Choi Siwon-

——

Author POV

–Jeju, Korea Selatan–

Siwon mendudukan Yongri di atas tempat tidur dengan hati-hati. Ia berjongkok di hadapan Yongri dan menatap ngeri pada pergelangan kaki Yongri yang membengkak. Siwon yakin rasanya pasti sakit sekali, walaupun Yongri hanya meringis kecil. Siwon menatap Yongri yang sedang menatapnya dengan pandangan sendu.

“Kau tunggu di sini sebentar, ya.” Kata Siwon sembari menaruh ponselnya di atas meja nakas. Tanpa menunggu jawaban Yongri, Siwon segera meninggalkan kamar entah kemana.

Yongri hanya dapat menatap pintu kamar–yang tertutup–dengan bingung. Ia menatap pergelangan kakinya dan berdecak pelan. Karena kecerobohannya, kakinya membengkak seperti ini. Dan ia juga sudah menyusahkan Siwon, karena Siwon menggendongnya dari air terjun hingga ke mobil, kemudian dari tempat parkir ke kamar hotel ini. Yongri memang tidak gemuk, tetapi bukan berarti ia juga termasuk ringan untuk ukuran seorang wanita. Yongri menghela nafas. Pandangannya tertuju pada ponsel Siwon yang berada di atas meja. Yongri menatap ke pintu sekali lagi sebelum akhirnya mengambil ponsel Siwon.

Beruntung karena ponsel Siwon tidak di kunci, hingga Yongri bisa dengan leluasa membukanya. Yongri membuka tempat penyimpanan foto. Siwon tidak pernah menyimpan foto sebelumnya. Sehingga foto yang ada di ponsel Siwon saat ini hanyalah foto saat mereka di air terjun tadi. Tanpa sadar Yongri tersenyum. Dengan cepat gadis itu mengirim foto tersebut ke ponselnya, sebelum Siwon datang. Setelah ponsel gadis itu bergetar, Yongri segera mengembalikan ponsel Siwon ke tempat semula. Bersamaan dengan itu, Siwon datang.

Yongri menolehkan kepalanya untuk melihat apa yang Siwon bawa. Sebuah kantung plastik berwarna putih yang sepertinya berisi obat gosok dan juga perban. Siwon ikut duduk di atas tempat tidur. Dengan hati-hati ia mengangkat sebelah kaki Yongri–yang membengkak–ke atas pangkuannya. Siwon melirik Yongri saat mendengar gadis itu meringis.

“Aku akan mengoleskan ini pada kakimu sebelum di perban.” Kata Siwon. Mengeluarkan obat gosong dari kantong.

“Aku bisa melakukannya sendiri, oppa.” Ujar Yongri. Ia merasa tidak enak jika terus menyusahkan Siwon. Ia juga dapat melihat Siwon yang sudah kelelahan.

“Aku yang akan melakukannya.” Suara Siwon terdengar tegas. Yongri menghela nafas dan membiarkan Siwon melakukan apa yang dia inginkan.

Siwon mencoba untuk sepelan mungkin mengobati pergelangan kaki Yongri. Ia mengoleskan setiap sisi pergelangan kaki gadis itu dengan obat gosok, yang sudah dibelinya di apotek yang berada di dekat hotel tempat mereka menginap.

“Sakit?” Tanya Siwon saat melihat Yongri menggigit bibir bawahnya.

“Sedikit.” Jawab Yongri berbohong. Hanya tidak ingin Siwon merasa khawatir atau mungkin marah karena Yongri terlalu manja.

Siwon mulai melilitkan perban di pergelangan kaki Yongri. Saat sedang berkonsentrasi memperban kaki Yongri, Siwon dapat mendengar ponsel Yongri yang berada di atas tempat tidur, bergetar. Siwon menghentikan gerakannya dan melirik ponsel gadis itu. Sama halnya seperti Yongri yang juga sedang melirik ponselnya sendiri.

Kyuhyun oppa’s calling….

Yongri tanpa sadar merutuk dalam hati. Kenapa lagi-lagi Kyuhyun harus menghubunginya di saat ia sedang bersama Siwon seperti ini? Yongri mencoba untuk menatap Siwon. Siwon terlihat sedang menatap ponselnya dengan wajah dingin. Namun kemudian laki-laki itu melanjutkan kegiatannya. Mencoba untuk mengabaikan ponsel Yongri. Yongri sedikit bernafas lega karena Siwon tidak menjawab panggilan Kyuhyun seperti waktu itu.

Yongri mengikuti Siwon untuk mengabaikan panggilan Kyuhyun. Ia hanya tidak ingin Siwon kembali bersikap dingin padanya. Yongri berjanji ia akan menghubungi Kyuhyun kembali ketika tidak sedang bersama Siwon. Yongri merasa bersyukur karena getaran di ponselnya berhenti. Namun itu hanya sesaat karena setelahnya ponsel Yongri kembali bergetar.

“Jawab ponselmu.” Ujar Siwon tanpa menatap Yongri.

“A–aku akan menghubunginya nanti.” Sahut Yongri. Ia mengambil ponselnya dan menggenggamnya. Siwon menaikkan pandangannya dan menatap Yongri.

“Kau ingin aku yang menjawabnya?” Tanya Siwon.

“Apa?”

“Jawab telepon itu atau aku yang akan menjawabnya.” Kata Siwon mempertegas. Yongri kembali menggigit bibir bawahnya sembari menimbang. Membiarkan Siwon yang menerima panggilan ini tentu bukan pilihan yang baik. Akhirnya Yongri–pun menerima panggilan dari Kyuhyun.

“Halo..”

Yong!

“Ya, oppa?”

Kau kemana saja? Kenapa akhir-akhir ini sulit menghubungimu?

“Benarkah? Mungkin karena jaringan.” Yongri membalas ucapan Kyuhyun sembari menatap Siwon yang sudah kembali fokus pada pergelangan kakinya.

Dengar, aku sudah menyelesaikan rekaman untuk laguku. Dan dalam waktu dekat, laguku akan segera di rilis.

“O–oh? Be–benarkah?”

Kau harus memberitahukan suamimu itu jika sebentar lagi aku akan membayar hutangnya.” Kata Kyuhyun. Yongri terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Ia tidak akan berani menyampaikan ucapan itu kepada Siwon. Kecuali jika ia ingin menerima kemarahan dari Siwon.

Yong..

“Ya?”

Kau mendengarku?

“E–eo. Aku mendengarmu, oppa.”

Bagaimana jika besok kita bertemu? Aku merindukanmu!

“Besok? Aku tidak bisa, oppa.”

Kenapa?

“Saat ini aku sedang tidak di Seoul.”

Apa?!” Kyuhyun terlihat sangat terkejut.

Kau dimana?! Apa si brengsek itu sengaja menjauhkanmu dari keluargamu?!

“Tidak, oppa! Tidak seperti itu!!” Suara Yongri meninggi dan ia tanpa sadar menggerakkan kakinya, membuat Siwon terkejut.

“Argghh!!” Teriak Yongri.

Ada apa, Yong?!

“Ya!! Apa kau gila?!!” Siwon membentak Yongri. Yongri menjauhkan ponsel dari telinganya dan kembali meringis. Pergelangan kakinya benar-benar terasa sakit.

“Apa kau mau kakimu tidak bisa dipakai lagi?!” Siwon benar-benar merasa geram. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyakiti Yongri saat mengobatinya. Tetapi gadis itu tidak bisa berhati-hati dalam bergerak hingga membuatnya kesakitan sendiri.

Yong? Yong? Apa yang terjadi?!” Yongri dan Siwon dapat mendengar suara Kyuhyun yang terdengar panik. Yongri kembali mendekatkan ponselnya pada telinga.

“Aku akan menghubungimu lagi besok, oppa.” Ujar Yongri dan langsung memutuskan sambungan telepon. Ia meletakkan ponselnya di atas tempat tidur dan menatap Siwon yang sedang menatapnya dengan kesal.

“M–maaf.” Kata Yongri pelan.

“Memangnya apa yang kau lakukan padaku, huh?! Sampai kau harus meminta maaf? Kau melakukan kesalahan pada dirimu sendiri!” Omel Siwon. Yongri menundukkan kepalanya dan mencengkram selimut yang didudukinya. Selain karena takut pada Siwon, ia benar-benar merasa sakit.

“Memangnya apa yang dikatakan oleh kakakmu hingga kau bergerak secara berlebihan seperti itu?!”

“Tidak ada apa-apa.”

Siwon menghela nafas kasar dan membereskan peralatan yang digunakannya untuk mengobati kaki Yongri. Setelahnya ia segera beranjak untuk membersihkan diri. Laki-laki itu mulai membongkar koper untuk mencari pakaiannya. Melihat itu, Yongri berniat untuk membantunya.

“Aku akan mencarikan pakaianmu, oppa.” Ujar Yongri. Siwon menoleh dan menatap gadis itu dengan tajam.

“Diam di sana dan jangan banyak bergerak!” Pesannya. Yongri hanya bisa menurut dan membiarkan laki-laki itu memberantaki pakaian mereka. Ia harus membereskannya besok.

Siwon masuk ke dalam kamar mandi setelah menemukan pakaiannya. Meninggalkan Yongri seorang diri dengan pergelangan kaki yang diperban. Yongri menghela nafas dan sedikit bernafas lega saat rasa sakit pada kakinya berkurang. Ia kembali mengambil ponselnya dan melihat foto yang dikirimnya dari ponsel Siwon. Menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper pada ponselnya. Yongri kembali tersenyum dengan pipinya yang memerah. Menatap tangan Siwon yang merangkul bahunya.

Yongri menghilangkan senyumnya dan meletakkan ponselnya saat Siwon keluar dari kamar mandi. Ia menggerakkan kakinya dengan pelan untuk turun dari tempat tidur. Ia juga harus membersihkan dirinya. Namun sayangnya gerakan Yongri terhenti oleh Siwon yang mendekat padanya masih dengan tatapan tajam.

“Apa kau tidak mengerti dengan ucapanku? Aku bilang jangan banyak bergerak, Choi Yongri.” Yongri dapat mendengar suara Siwon yang terdengar geram.

“A–aku harus mandi, oppa.” Kata Yongri.

“Kau tidak perlu mandi.” Sahut Siwon.

“Apa?” Mata Yongri membesar. Bagaimana mungkin dia tidur dengan badan lengket dan pakaian kotor seperti ini?

“Tapi–” Siwon meninggalkan Yongri. Kembali membongkar koper untuk mencari pakaian Yongri. Siwon tidak tau pakaian apa yang biasa digunakan Yongri untuk tidur. Siwon mengambil pakaian yang terlihat oleh matanya dan membawanya ke tempat tidur.

“Apa yang kau lakukan, oppa?” Yongri bertanya dengan panik saat Siwon berusaha membuka bajunya. Siwon tidak mungkin mengajaknya bercinta di saat kakinya sedang sakit, kan?

“Angkat tanganmu.” Perintah Siwon.

“O–oppa, aku tidak bisa bercin–“

“Jangan membuatku mengulangi kata-kataku, Choi Yongri.” Ujar Siwon. Yongri terdiam dan mengikuti ucapan Siwon. Mengangkat tangannya ke atas dan membiarkan baju yang dipakainya dilepas oleh Siwon. Siwon mencoba mengalihkan pandangannya dari tubuh Yongri. Melihat Yongri berpakaian lengkap saja bisa membuat gairah Siwon meningkat, apalagi jika hanya memakai bra seperti ini.

Siwon melakukan semuanya dengan cepat. Ia tidak ingin berlama-lama membiarkan Yongri dalam keadaan setengah telanjang. Setelah gadis itu memakai pakaian ganti, Siwon membantunya berbaring dan tidak lupa memakaikan selimut untuk istrinya itu.

“Besok kita akan pulang ke Seoul.” Ujar Siwon mengambil tempat di samping Yongri.

“Kenapa?” Tanya Yongri. Tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

“Kau pikir karena apa? Kau harus banyak istirahat jika tidak ingin kakimu bertambah bengkak.” Jawab Siwon.

“Aku baik-baik saja, oppa. Bengkak di kakiku akan sembuh besok. Aku tidak mau pulang. Aku masih ingin di sini untuk beberapa hari ke depan.” Tanpa sadar Yongri bersikap manja pada Siwon. Siwon–pun telihat terkejut dengan tingkah gadis itu. Namun Siwon tidak merasa risih ataupun kesal sama sekali. Ia hanya merasa terpana untuk sesaat.

“Tidak–“

“Jika besok bengkak di kakiku belum sembuh, kita akan pulang. Tetapi jika sudah sembuh, aku ingin tetap di sini.” Yongri memotong ucapan Siwon. Ia tidak tau apa yang merasukinya malam itu. Ia bertindak seperti seorang istri yang sedang bermanja dengan suaminya. Yongri hanya tidak ingin cepat pulang dari Jeju. Ia tidak tau kapan bisa menikmati waktu berdua seperti ini dengan Siwon. Dan Yongri merasa harus memanfaatkan waktu yang ada.

“Tidurlah.” Siwon tidak tau harus berkata apa untuk menanggapi ucapan Yongri. Sejujurnya, ia–pun belum ingin pulang ke Seoul. Ia masih ingin bersantai dan melupakan pekerjaannya untuk sebentar saja.

Yongri mengerucutkan bibirnya saat melihat Siwon tidur dengan membelakangi dirinya. Gadis itu ingin menatap wajah Siwon untuk sesaat sebelum menutup matanya. Tetapi sayangnya Siwon lebih memilih untuk membiarkan Yongri menatap punggung lebarnya. Yongri tidak tau bahwa Siwon sengaja membelakangi gadis itu untuk menahan gairahnya. Ia tidak mungkin tidur dengan menatap gadis itu. Karena jika itu terjadi, mereka akan berakhir dengan tidur tanpa busana.

“Oppa..” Panggil Yongri.

“Aku bilang tidur, Choi Yongri.” Desis Siwon.

“Bisakah kau berjanji dua hal padaku, oppa?” Yongri mengabaikan desisan Siwon. Siwon hanya diam saja dan menanti dua hal yang diinginkan gadis itu.

“Jangan pernah mabuk-mabukan dan bercinta dengan wanita lain.” Ujar Yongri membuat Siwon membalikkan badannya dan menatap Yongri dengan terkejut. Yongri juga terkejut dengan tindakan Siwon yang tiba-tiba.

“Jika kau banyak pikiran, ceritakan padaku. Walaupun aku tidak bisa membantu, setidaknya beban pikiranmu berkurang. Aku tidak ingin kau menyiksa dirimu dengan meminum minuman keras.” Kata Yongri dengan tersenyum kecil. Siwon masih belum menanggapi ucapan Yongri. Ia hanya terus menatap gadis itu.

“Dan jika kau sedang bergairah, lakukanlah denganku. Walaupun aku lelah dan tidak bisa memuaskanmu, kau bisa melakukannya berkali-kali hingga kau puas. J–jangan menyentuh wanita lain selain aku.” Yongri tidak peduli jika Siwon hanya menganggap dirinya sebagai pelacur. Asalkan Siwon tidak menyentuh wanita lain, Yongri tetap merasa senang dan lega.

“Kenapa?” Setelah lama terdiam, Siwon bertanya dengan pelan.

“Karena aku istrimu, oppa.” Jawab Yongri. Siwon terus menatap Yongri untuk beberapa saat, sebelum akhirnya kembali berbalik untuk membelakangi Yongri.

“Bisakah kau melakukannya, oppa?”

“Aku akan mengusahakannya.” Ucap Siwon pelan dan masih dapat di dengar jelas oleh Yongri. Yongri tidak dapat menahan senyumnya mendengar ucapan Siwon. Ia yakin bisa tidur dengan nyenyak setelah ini.

“Terima kasih, oppa.”

——

Museum Teddy Bear, menjadi tempat wisata kedua yang dikunjungi oleh Siwon dan Yongri. Museum Teddy Bear merupakan salah satu mesum yang memiliki konsep unik yang berada di Pulau Jeju. Ada dua galeri utama yang memamerkan koleksi boneka beruang dari berbagai negara. Di museum tersebut dipajang ratusan boneka teddy bear yang disusun dengan menarik, menyerupai orang-orang terkenal atau adegan film populer.

Seperti kesepakatan yang dibuat oleh Yongri dan Siwon tadi malam, jika kaki gadis itu sembuh maka mereka akan melanjutkan perjalanan di Jeju. Ketika tadi pagi Yongri membuka mata, gadis itu tidak dapat menahan pekikan senangnya saat melihat bengkak di pergelangan kakinya berkurang. Siwon bahkan harus terbangun akibat pekikan yang dilakukannya. Beruntung Siwon tidak mengamuk karena merasa tidurnya terganggu.

Setelah mereka sarapan dan Jungsoo berpamitan kepada mereka, Siwon memutuskan untuk membawa Yongri ke museum ini. Ia hanya berpikir jika Yongri akan suka saat melihat berbagai boneka teddy bear di tempat ini. Terbukti saat ini wajah Yongri terlihat sangat gemas dengan boneka-boneka tersebut.

“Lucu sekali.” Ucap Yongri sembari memandangi boneka teddy bear yang memakai pakaian khas Korea Selatan, hanbok.

“Apa kita tidak bisa membawa salah satu dari mereka pulang?” Tanya Yongri pada Siwon.

“Bisa.” Jawab Siwon membuat mata Yongri berbinar.

“Tetapi setelahnya kau akan berurusan dengan polisi.” Lanjut Siwon membuat binar di mata Yongri menghilang. Siwon menahan tawanya melihat wajah cemberut Yongri saat ini. Benar-benar telihat lucu, bahkan lebih lucu dari boneka teddy bear di museum tersebut.

Yongri melanjutkan langkahnya yang sedikit pincang. Walaupun bengkaknya sudah berkurang, tetapi Yongri belum bisa berjalan seperti biasa. Jika ia memaksakan kakinya untuk berjalan normal, ia akan merasa sakit. Siwon yang berjalan di belakang Yongri terus memperhatikan gadis itu. Ia sengaja berjalan di belakang Yongri untuk terus mengawasinya dan memastikan gadis itu baik-baik saja.

“Oppa, lihat ini!” Yongri memanggil Siwon untuk mendekatinya. Siwon mendekati Yongri dan mengikuti apa yang sedang dilihat olehnya.

“Bukankah teddy bear ini memakai pakaian Marilyn Monroe?” Ujar Yongri terlihat senang.

“Aku cukup terkejut kau mengetahui siapa itu Marilyn Monroe.” Sahut Siwon tanpa menatap Yongri. Yongri mencibir pelan dan merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Siwon. Suaminya ini sangat tau cara menyakiti hati orang lain dengan ucapannya.

“Aku memang miskin tetapi aku tidak bodoh.” Ujar Yongri ketus. Siwon melirik gadis itu sesaat. Sejujurnya ia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaannya. Ia hanya ingin menggodanya saja, tetapi sepertinya harga diri gadis itu sedikit terluka.

“Aku–“

“Oppa, bisakah kau mengambil fotoku dengan mereka?” Yongri bertanya sembari menunjuk boneka teddy bear. Siwon menatap Yongri untuk beberapa saat. Sudah berapa kali gadis ini memotong ucapannya? Siwon merasa kesal, tetapi kenapa ia tidak bisa mengutarakan kekesalannya?

Yongri tidak menyadari pikiran Siwon yang sedang berkecamuk. Ia memberikan ponselnya pada Siwon. Siwon menerima ponsel itu dan melakukan apa yang diminta oleh Yongri. Siwon tertegun saat melihat wallpaper ponsel Yongri. Ia memikirkan bagaimana foto mereka berdua bisa ada di ponsel Yongri. Siwon menatap Yongri yang sudah bersiap untuk di foto. Siwon menghela nafas dan membuka aplikasi kamera. Mengambil foto gadis itu beberapa kali dengan latar boneka teddy bear.

Yongri kembali berbalik untuk memandangi boneka tersebut. Wajahnya tiba-tiba terlihat sendu. Siwon yang masih memegang ponsel Yongri mendekati gadis itu. Ia juga dapat melihat ekspresi wajah Yongri yang berubah.

“Apa kau begitu menginginkan boneka teddy bear?” Tanya Siwon salah mengartikan ekspresi wajah Yongri. Yongri tersenyum kecil dan mengangguk.

“Dari kecil aku sangat menginginkan boneka teddy bear. Tetapi keinginanku tidak pernah terwujud.” Ujar Yongri.

“Kenapa?” Siwon bertanya tanpa sadar. Ia ingin mendengar cerita masa kecil Yongri.

“Dulu ayah kandungku pernah berjanji padaku bahwa ia akan membawakanku boneka teddy bear, saat ia pulang bekerja. Tetapi ia tidak menepati janjinya kepadaku.” Mengingat tentang ayah kandungnya membuat mata Yongri berkaca-kaca. Ia sangat merindukan ayahnya.

“Kenapa ayahmu tidak menepati janjinya? Apa karena ia tidak memiliki uang?” Tebak Siwon. Yongri kembali tersenyum namun sedikit dipaksakan.

“Seandainya ayahku memang tidak memiliki uang, aku tidak akan marah padanya. Sayangnya bukan karena itu.” Ucap Yongri.

“Lalu?”

“Ayahku bekerja paruh waktu di sebuah gedung yang sedang dibangun, di Seoul. Ia mengalami kecelakaan saat sedang bekerja.” Yongri menyeka airmatanya yang mengalir dipipinya. Siwon melihat itu dengan jelas dan ia ingin sekali menyeka airmata gadis itu. Namun Siwon berusaha untuk menahan keinginannya itu.

“Sebelum sempat di bawa ke rumah sakit, ayahku meninggal di tempat kejadian.” Menyudahi ceritanya, Yongri menatap Siwon sembari tersenyum kecil. Namun Siwon segera mengalihkan pandangan dari gadis itu.

“Apa keluargamu mendapatkan kompensasi dari tempat ayahmu bekerja?” Tanya Siwon.

“Tidak. Mereka bahkan tidak mau bertanggung jawab dan mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi karena kesalahan ayahku.” Jawab Yongri.

“Bagaimana bisa seperti itu?!” Kekesalan Siwon menjadi terpancing karena mendengar jawaban Yongri. Perusahaan macam apa yang begitu kejamnya terhadap seseorang yang sudah meninggal?

“Benar. Aku dan eomma sering bertanya, bagaimana bisa seperti itu? Bagaimana bisa appa yang disalahkan? Bagaimana bisa appa meninggalkan kami seperti itu?” Airmata Yongri kembali mengalir.

“Semenjak saat itu, aku membenci boneka teddy bear. Aku tidak ingin lagi memilikinya. Setiap melihat boneka teddy bear, aku akan selalu mengingat ayahku yang meninggalkanku begitu saja.”

“Tetapi setelah waktu berlalu, aku tidak lagi membencinya. Teddy bear mengingatkanku pada ayah. Dan aku kembali ingin memiliknya, agar aku bisa terus mengingat ayahku.” Ujar Yongri. Ia menghapus airmatanya dan menatap Siwon dengan tertawa. Mencoba untuk tidak terlihat menyedihkan di hadapan Siwon.

“Jika kau memang ingin, kau bisa membelinya!” Sahut Siwon dengan acuh. Ia tidak ingin memperlihatkan kepada Yongri, bahwa ia sedang merasa khawatir dan juga kasihan kepada gadis itu.

“Aku tidak memiliki uang yang lebih untuk membeli mereka.” Balas Yongri.

“Sebaiknya kita pergi dari sini.” Ujar Yongri kemudian. Ia kembali menatap boneka-boneka teddy bear untuk terakhir kalinya.

“Selamat tinggal, Teddy.” Pamitnya dengan tersenyum. Setelahnya ia segera berjalan dengan tertatih untuk meninggalkan Museum Teddy Bear. Siwon hanya dapat menghela nafas panjang dan mengikuti Yongri.

——

Siwon menghentikan mobilnya saat mereka sampai di Jeju Loveland. Ia turun dari mobil lebih dulu dan beberapa saat kemudian Yongri menyusulnya. Yongri tampak mengamati tempat yang bernama Jeju Loveland ini. Tiba-tiba saja wajahnya terasa memanas dan memerah. Ia mendekati Siwon yang terlihat sedang terkekeh karena melihat wajah malu-malunya.

“Tempat apa ini, oppa?” Tanya Yongri pelan.

“Jeju Loveland. Seperti yang kau lihat pada patung itu.” Jawab Siwon.

“Ayo, kita masuk.” Siwon berjalan lebih dulu. Yongri masih terdiam ditempatnya sembari menimbang apakah ia harus masuk atau tidak. Ia tidak habis pikir kenapa Siwon membawanya ke tempat seperti ini.

Merasa tidak ada yang mengikutinya, Siwon menoleh ke belakang. Sesuai dugaannya, Yongri masih berdiri dengan kaku di dekat mobilnya. Siwon menghela nafas panjang dan menghampiri Yongri. Pipi gadis itu masih memerah dan Siwon suka melihatnya.

“Apa yang kau tunggu?” Tanya Siwon.

“Untuk apa kau membawaku ke sini?” Yongri bertanya balik.

“Ini adalah salah satu tempat wisata. Apa aku salah jika membawamu ke sini?” Siwon melipat kedua tangannya di depan dada.

“Itu–” Yongri menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Kau mau masuk atau tidak? Jika tidak, kita bisa pulang ke Seoul sekarang juga.” Ujar Siwon. Yongri tanpa sadar mengumpat Siwon di dalam hatinya. Laki-laki itu secara tidak langsung mengancamnya agar segera masuk ke dalam.

“Baiklah.” Putus Yongri akhirnya. Ia belum ingin pulang ke Seoul, sehingga Yongri tidak ada pilihan lain.

Siwon menahan senyumnya dan segera berbalik untuk masuk ke dalam Jeju Loveland. Ia dapat mendengar langkah kaki Yongri yang mengikutinya di belakang. Namun tiba-tiba Siwon kembali menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Yongri. Yongri ikut menghentikan langkahnya dan menatap Siwon dengan bingung.

“Berapa usiamu?” Tanya Siwon.

“Aku? 19 tahun, kenapa?”

“Tidak apa-apa. Ayo, masuk.” Membalikkan badan, senyum Siwon terlihat semakin lebar.

Jeju Loveland merupakan salah satu tempat wisata di Pulau Jeju yang sering dikunjungi. Jeju Loveland adalah taman hiburan paling kontroversial dan mesum di Korea Selatan. Status itu diperoleh karena tema seks eksplisit yang jadi fokus taman hiburan tersebut. Dari awal sampai akhir akan disuguhi pemandangan bertema erotis. Ada 140 patung yang menggambarkan sepasang manusia sedang bercinta dalam berbagai posisi. Ada juga pahatan dan diorama bertema erotis seperti pahatan kelamin pria dan vagina wanita.

Karena nuansa erotisnya yang cukup vulgar, pihak pengelola memberlakukan aturan usia minimum 18 tahun bagi pengunjung. Bahkan bagi pengunjung yang sudah berumur 18 tahun pun masih ada beberapa atraksi Loveland yang tidak bisa di akses. Karena hanya diperbolehkan untuk pengunjung yang benar-benar sudah dewasa. Itulah alasan mengapa Siwon menanyakan usia Yongri. Ia tidak ingin kedatangan mereka ke tempat ini sia-sia, karena Yongri tidak diperbolehkan masuk. Siwon merasa lega karena usia Yongri sudah melebihi batas yang ditetapkan oleh pihak pengelola.

“Jangan menunduk terus.” Ujar Siwon yang berada di belakang Yongri. Siwon tidak dapat menahan tawa kecilnya saat melihat Yongri yang terus menunduk selama mereka mengelilingi Loveland.

Siwon tidak tau bahwa Yongri tidak benar-benar mengabaikan semua patung yang berada di Loveland. Walaupun menunduk, mata Yongri masih bergerak ke berbagai arah untuk melihat berbagai posisi patung yang sedang bercinta tersebut. Begitu banyak posisi yang baru pertama kali diketahui oleh Yongri. Ia merasa pengetahuannya tentang posisi bercinta semakin bertambah.

“Bagaimana bisa mereka membuatnya terlihat begitu nyata?” Gumam Yongri. Yongri memegangi pipinya yang semakin terasa panas saat melihat pemutara film bertema pendidikan seks.

“Mereka benar-benar gila.” Gerutu Yongri.

“Siapa yang gila?” Tanya Siwon yang sudah berada di samping gadis itu. Yongri semakin menundukkan kepalanya karena tidak mau Siwon melihat wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.

“Yah, aku bilang jangan terus menunduk.” Kata Siwon sembari menangkup wajah Yongri dengan kedua tangannya. Mata Siwon membesar saat melihat wajah gadis itu berwarna merah.

“Kau sakit? Kenapa wajahmu merah sekali?” Tanya Siwon. Yongri mencoba menepis tangan Siwon, tetapi suaminya itu tidak membiarkannya begitu saja.

“Lebih baik kita ke rumah sakit.” Putus Siwon.

“Aku tidak sakit. Aku hanya..aku hanya–“

“Aku hanya?” Siwon menanti ucapan Yongri. Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon. Keduanya sama-sama terdiam, hingga beberapa saat kemudian Siwon tersenyum mengejek.

“Kau hanya malu melihat patung-patung itu?” Tebak Siwon. Yongri melepaskan tangan Siwon dipipinya dan mengipasi wajahnya menggunakan tangan. Ia hanya berharap warna merah dipipinya memudar. Atau ia akan semakin merasa malu.

“Untuk apa kau malu? Kau bahkan sudah pernah melakukan beberapa posisi seperti yang patung-patung itu lakukan.” Goda Siwon.

“Oppa!” Yongri benar-benar ingin menghilang dari tempat ini sekarang juga.

“Lagipula seharusnya kau memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar.” Kata Siwon.

“Belajar?” Ulang Yongri dengan wajah bingungnya. Siwon mendekatkan mulutnya pada telinga Yongri.

“Agar kau bisa lebih aktif saat kita bercinta.” Bisik Siwon. Yongri kembali menundukkan wajahnya dan ia tidak tau semerah apa wajahnya saat ini. Siwon benar-benar berhasil menggodanya habis-habisan. Bahkan saat ini Yongri dapat mendengar suara tawa laki-laki itu yang terdengar sangat senang.

Siwon berjalan lebih dulu dan meninggalkan Yongri yang masih merasa malu di belakang. Yongri menatap punggung Siwon dan mengerucutkan bibirnya. Karena sikapnya yang berubah lebih lembut, laki-laki itu sekarang bisa selalu menggodanya. Walaupun Yongri harus merasa malu, tetapi Yongri merasa senang karena Siwon sudah bisa lebih santai. Yongri menepuk kedua pipinya sembari menghembuskan nafasnya.

Yongri berniat untuk menyusul Siwon, namun langkahnya terhenti saat dua orang laki-laki yang berdiri di sisi kanan dan kirinya. Yongri menatap mereka secara bergantian. Mereka terlihat muda dan sepertinya hanya terpaut 1-2 tahun di atas usianya. Namun tingkah mereka saat ini terlihat kekanakan karena menatap Yongri sembari tersenyum nakal. Yongri mencoba mengabaikan mereka dan melanjutkan langkahnya untuk menyusul Siwon. Namun kedua laki-laki itu juga ikut melangkah bersamanya, hingga Yongri kembali berhenti berjalan.

“Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan?” Tanya Yongri. Ia tidak merasa takut, hanya merasa kesal karena mereka terus mengikutinya.

“Bukankah anak SMA tidak diperbolehkan memasuki tempat ini?” Ujar laki-laki yang berdiri di sisi kiri Yongri.

“Benar. Apa kau memalsukan identitasmu?” Sahut laki-laki yang satu lagi.

“Tidak. Aku sudah bukan anak SMA.” Bantah Yongri.

“Benarkah? Dilihat dari wajahmu dan juga tubuhmu, kami yakin kau masih SMA.” Ujar laki-laki itu.

“Apa kau ingin belajar tentang seks?” Tanya salah satu laki-laki itu hingga membuat Yongri menatapnya dengan terkejut.

“Jaga mulutmu!”

“Kenapa? Kami bisa mengajarkanmu jika kau mau.” Sahut laki-laki yang lain.

“Ada apa ini?” Yongri mengalihkan pandangannya saat mendengar suara Siwon. Gadis itu bernafas lega saat melihat Siwon berada beberapa langkah didepannya. Ia segera menghampiri Siwon dan menggandeng lengan suaminya itu. Melihat itu, kedua lelaki tersebut kembali tersenyum nakal sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Yongri.

“Siapa mereka?” Tanya Siwon. Nada suaranya terdengar tidak suka.

“Bukan siapa-siapa. Mereka hanya bertanya tentang arah.” Jawab Yongri berbohong. Ia tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya. Yongri tidak mau Siwon marah dan memukuli kedua laki-laki itu seperti ia memukul Hyukjae saat itu.

“Mereka tidak terlihat seperti orang yang sedang bertanya. Mereka pasti mengganggumu, kan?” Siwon tau bahwa gadis itu berbohong. Terlihat dari matanya yang terlihat gelisah. Siwon ingin mengejar kedua laki-laki itu, tetapi Yongri menahannya.

“Aku baik-baik saja, oppa. Lebih baik kita melihat patung-patung yang lain. Bukankah kau bilang aku harus belajar?” Yongri mencoba menekan rasa malunya demi kebaikan Siwon. Ia harus bisa meredakan emosi laki-laki itu jika tidak ingin terjadi keributan di tempat ini. Dan sepertinya Siwon terpengaruh dengan ucapan Yongri, karena ia langsung menahan senyumnya saat mendengar ucapan gadis itu. Ia merangkul Yongri untuk memastikan tidak ada yang mengganggu gadis itu lagi.

——

Matahari sudah hampir terbenam saat Siwon dan Yongri memutuskan untuk ke Olle Trails. Dalam dialek Jeju tradisional, Olle dapat diartikan sebagai jalan yang sempit atau jalan setapak. Di Pulau Jeju banyak sekali jalan setapak yang menyuguhkan pemandangan pesisir yang indah. Panjang rute yang dilalui pun bervariasi, di mulai dari 7 sampai 23 kilometer, tergantung keinginan sang pejalan kaki.

Walaupun disebut jalan sempit atau jalan setapak, nyatanya jalanan itu masih dapat dilalui oleh dua orang yang saling bersisian. Seperti Siwon dan Yongri saat ini. Mereka berjalan berdampingan sembari menikmati angin semilir yang menampar wajah mereka dengan pelan. Yongri sesekali tersenyum ketika matanya menemukan berbagai pemandangan yang menyejukkan mata. Walaupun langit hampir gelap, tidak mencegah Siwon maupun Yongri untuk menikmati keindahan tersebut.

“Aku ingin tinggal di tempat seperti ini.” Ujar Yongri memulai pembicaraan. Keduanya memang saling berdiam diri semenjak menempuh jalan setapak ini. Siwon menatap Yongri sesaat sebelum akhirnya membuang pandangan pada sekelilingnya.

“Jauh dari polusi pasti akan membuatku panjang umur.” Lanjutnya. Siwon tidak dapat menahan cibiran mendengar ucapan gadis itu.

“Apa kau pikir orang-orang meninggal karena polusi?” Tanya Siwon.

“Yah, tidak juga.” Jawab Yongri terdengar ragu.

“Tetapi tinggal di tempat seperti ini akan membuat pikiran kita menjadi tenang ‘kan, oppa?” Yongri berjalan sembari menatap Siwon.

“Perhatikan jalanmu.” Kata Siwon melirik Yongri sekilas. Ia merasa tidak nyaman ditatap lama oleh gadis itu. Yongri tersenyum kecil dan mengembalikan pandangannya ke depan.

“Besok kita akan pulang ke Seoul.” Ujar Siwon. Yongri menghentikan langkahnya dan menatap Siwon dengan kecewa. Ia belum ingin pulang, apa Siwon tidak mengerti itu?

“Aku baik-baik saja, oppa.” Kata Yongri pelan.

“Aku harus bekerja.” Sahut Siwon cepat. Yongri terdiam. Ia melupakan fakta itu. Siwon memiliki tanggungan di Seoul. Tidak seperti dirinya yang seorang pengangguran.

“Ah, ya.” Gumam Yongri. Ia melanjutkan langkahnya dengan tidak semangat. Siwon menatap bahu Yongri yang terlihat merosot karena rasa kecewanya. Siwon berbohong ketika mengatakan bahwa ia harus bekerja. Ia hanya menjadikan itu sebagai alasan, agar Yongri mau pulang ke Seoul. Siwon mengkhawatirkan kaki gadis itu. Walaupun ia bilang baik-baik saja, Siwon tau bahwa gadis itu tidak baik-baik saja. Siwon takut kaki Yongri semakin terluka dan berbahaya untuk diri gadis itu sendiri.

“Kenapa kau tidak ingin pulang?” Siwon menyusul gadis itu dan bertanya dengan sedikit keras.

“Bukankah jika di Seoul kau bisa bertemu dengan kakakmu?”

Yongri tidak menjawab pertanyaan Siwon dan terus berjalan dengan menundukkan kepala. Ya, dia memang senang jika bertemu dengan Kyuhyun. Tetapi Yongri lebih senang berada di Jeju bersama Siwon. Di pulau ini, Siwon benar-benar bersikap seperti seorang suami untuknya. Yongri tidak tau apa yang akan terjadi nanti di Seoul setelah mereka pulang. Apakah Siwon akan terus seperti ini atau kembali menjadi sosoknya yang dingin?

“Kau tidak menjawab pertanyaanku?” Siwon menahan lengan Yongri hingga langkah gadis itu terhenti.

“Apa kau ingin tinggal selamanya di sini?” Tanya Siwon. Yongri menggelengkan kepalanya.

“Lalu? Sebenarnya ada apa denganmu? Apa pulang ke Seoul sangat berat untukmu?” Suara Siwon mulai terdengar kesal. Yongri mengacuhkannya dan tentu saja Siwon tidak suka akan hal itu.

“Aku tidak apa-apa. Jika kau ingin kita pulang besok, kita akan pulang.” Ujar Yongri yang hendak melanjutkan langkahnya kembali. Namun Siwon kembali menahannya.

“Apa kau bertemu dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuanku di kota ini? Hingga kau sangat sulit untuk meninggalkan Jeju.” Tebak Siwon. Yongri menatap Siwon dengan matanya yang membesar. Bagaimana mungkin Siwon dapat berpikir seperti itu? Di saat Yongri selalu pergi bersama Siwon, apakah mungkin Yongri dapat bertemu laki-laki lain?

“Kau selalu bersamaku. Bagaimana mungkin aku dapat melakukannya?” Ucap Yongri dengan bingung. Siwon tersenyum sinis.

“Setiap orang yang ingin berselingkuh selalu memiliki cara untuk melakukannya, jika kau ingin tau.” Kata Siwon. Yongri menepis tangan Siwon yang memegang lengannya.

“Apa hanya itu yang ada dipikiranmu tentangku? Tidak pernahkah sekali saja kau memikirkan sesuatu yang baik mengenai diriku?” Yongri tidak dapat menutupi perasaan terlukanya.

“Sesuatu yang baik seperti apa, Choi Yongri? Seperti kau yang kapan saja akan pergi bersama Cho Kyuhyun di saat dia bisa membayar hutang kalian padaku?!” Suara Siwon semakin meninggi. Ia tanpa sadar mengeluarkan kekhawatiran yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.

“Bukankah itu perjanjiannya?” Tanya Yongri dengan nada sinis.

“Ternyata kau memang ingin cepat-cepat pergi dariku.” Ucap Siwon menyimpulkan. Ada nada kecewa dalam ucapannya.

“Lalu kenapa kau harus berpura-pura kecewa saat aku mengatakan bahwa kita akan meninggalkan Jeju?!” Bentak Siwon.

“Aku tidak berpura-pura!” Yongri balas membentak.

“Aku senang berada di sini. Kau memperlakukanku seperti istrimu yang sesungguhnya. Kau bersikap lembut padaku. Kau tersenyum dan tertawa. Aku menyukai semua itu. Aku hanya terus berpikir apakah kau akan terus seperti itu jika kita kembali ke Seoul nanti. Apa aku salah?” Ujar Yongri dengan menahan airmatanya agar tidak menetes. Siwon terdiam karena terkejut mendengar alasan gadis itu. Ia tersenyum dan tertawa? Benarkah? Benarkah ia melakukannya? Siwon bahkan tidak sadar sudah melakukannya. Dan Yongri menyukai semua itu? Jantung Siwon tiba-tiba berdetak dengan sangat cepat. Aliran darahnya juga mengalir dengan sangat kencang.

Siwon mendekati Yongri dan memegang kedua bahunya. Membuat Yongri mendongak dan menatapnya dengan perasaan yang campur aduk. Siwon menatap Yongri tepat di manik mata gadis itu. Membuat Yongri menjadi merasa gugup, karena tatapan Siwon terlihat tidak biasa untuknya. Yongri juga dapat merasakan remasan tangan Siwon pada bahunya. Ada apa? Apa Siwon merasakan perasaan gugup seperti yang Yongri rasakan?

“Katakan padaku, Choi Yongri.” Yongri dapat merasakan nafas Siwon yang menerpa wajahnya.

“Jika suatu saat Cho Kyuhyun dapat membayar hutang kalian padaku, apakah kau akan pergi meninggalkanku?” Tanya Siwon. Mata Yongri membulat karena terkejut mendengar pertanyaan dari Siwon. Bukankah saat itu Siwon mengatakan bahwa ia tidak mau melepaskan Yongri? Tetapi kenapa sekarang Siwon malah bertanya seperti ini?

“A–apa maksudmu?” Yongri mendapati dirinya bertanya.

“Kau akan meninggalkanku atau tidak?” Siwon mengulangi pertanyaannya dengan lebih tegas. Yongri mencoba menatap Siwon dan mencari tau maksud dari pertanyaan itu. Tetapi sayangnya ia tidak menemukan apapun di mata Siwon. Mata Siwon terlihat gelisah saat ini, menurut Yongri.

“Apa aku memiliki pilihan?” Ujar Yongri. Yongri hanya merasa perjanjian adalah perjanjian. Dan perjanjian yang telah mereka sepakati adalah Yongri bisa pulang jika keluarganya membayar hutang kepada Siwon. Jika Kyuhyun mampu membayar hutang mereka, bukankah sudah dipastikan jika Yongri harus pulang?

“Kau bisa memilih, Yongri-ya. Kau bisa memilih.” Siwon mengeratkan pegangannya pada bahu Yongri. Yongri merasa kesal karena ia harus dihadapkan pada pilihan seperti ini lagi.

“Aku tidak tau.” Jawab Yongri. Siwon menghela nafas. Ia menyatukan keningnya dengan kening Yongri dan memejamkan matanya. Yongri menatap Siwon dan laki-laki itu terlihat kecewa.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Choi Yongri?” Bisik Siwon.

“Apa yang aku lakukan?” Yongri balas berbisik.

Siwon membuka matanya dan kembali menatap Yongri. Ia memiringkan kepalanya dan menggapai bibir Yongri. Siwon mencium Yongri dengan sangat lembut dan hati-hati. Seolah Yongri adalah sebuah batu permata yang bisa hancur kapan saja jika Siwon memperlakukannya dengan kasar. Siwon menurunkan tangannya dan memeluk pinggang Yongri, hingga tubuh keduanya nyaris menempel. Yongri membalas ciuman Siwon dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Siwon. Sepasang suami istri itu terus berciuman ditemani oleh matahari yang terbenam di Pulau Jeju.

——

–Seoul, Korea Selatan–

Setelah kembali ke Seoul selama beberapa hari, semuanya berjalan seperti semula. Kegiatan Yongri sebagai seorang istri dan juga kegiatan Siwon sebagai seorang CEO di CH Group. Semuanya masih sama kecuali sikap Siwon yang tidak seperti dulu. Yongri merasa bersyukur karena Siwon tidak lagi bersikap dingin padanya. Walaupun sesekali Siwon masih suka bersikap acuh padanya. Yongri juga tidak berharap banyak pada laki-laki itu.

Yongri belum mendapatkan pekerjaan atau tepatnya ia belum mencari pekerjaan untuk mengisi waktu luangnya. Awalnya, Yongri memang berniat untuk bekerja tanpa sepengetahuan Siwon. Namun sekarang ia ingin meminta izin terlebih dahulu pada suaminya itu. Ia hanya tidak ingin Siwon salah paham dan merasa dibohongi jika Yongri bekerja tanpa seizinnya.

Sembari berbaring pada karpet bulu di ruang televisi, Yongri mengotak-atik ponselnya untuk mencari pekerjaan secara online. Televisi ia biarkan menyala dan menyiarkan acara komedi yang tidak terlalu disukai Yongri. Yongri bersenandung kecil dengan jarinya yang terus bergerak di layar ponselnya. Belum ada pekerjaan yang diminatinya atau sesuai dengan kemampuannya. Sejujurnya Yongri juga tidak tau ia harus bekerja apa. Saat sedang serius mencari pekerjaan, mata Yongri menangkap sebuah berita yang membuat gadis itu segera bangkit menjadi duduk. Ia membuka berita tersebut dengan perasaan campur aduk.

Penyanyi Pendatang Baru ‘Cho Kyuhyun’ Menyumbangkan Suaranya untuk Original Soundtrack Drama XX, dan Berhasil Menduduki Peringkat 1 pada Beberapa Chart Musik di Korea Selatan

“Kyuhyun oppa..”

Mata Yongri membaca isi dari berita tersebut hingga selesai. Kyuhyun memang sudah memberitahunya bahwa lagu laki-laki itu sudah di rilis tadi malam. Hanya saja Yongri tidak menyangka jika lagu yang dinyanyikan oleh Kyuhyun berhasil menduduki peringkat pertama. Apalagi Kyuhyun merupakan seorang pendatang baru di dunia industri. Yongri tentu merasa senang akan prestasi yang diperoleh oleh Kyuhyun. Suara Kyuhyun yang sangat merdu memang pantas mendapatkan apresiasi hingga seperti ini.

Namun Yongri tidak dapat menutupi rasa takut di dalam hatinya. Ia yakin saat ini Kyuhyun sudah memiliki uang untuk membayar hutangnya kepada Siwon. Kyuhyun tidak akan membuang waktunya untuk membiarkan Yongri lebih lama tinggal bersama Siwon. Sejujurnya, Yongri tidak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia tentu sangat ingin tinggal bersama ibunya dan Kyuhyun. Tetapi Yongri juga tidak ingin meninggalkan Siwon.

“Bagaimana ini?” Yongri bertanya pada dirinya sendiri.

Gadis itu memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya di sana. Yongri tersentak saat merasakan ponselnya bergetar. Dan ketakutannya semakin menjadi saat melihat nama Kyuhyun di sana. Yongri merasa ingin menangis saat ini. Padahal keinginan terbesar Yongri ketika pertama kali menginjakkan kakinya di apartement Siwon adalah Kyuhyun dapat melunasi hutang mereka dengan segera. Yongri menghela nafas dan menerima panggilan Kyuhyun. Ia tidak mungkin mengabaikan kakak tirinya itu.

“Oppa..”

Yong, kau melihat beritanya?” Yongri dapat mendengar suara Kyuhyun yang terdengar antusias.

“Berita apa, oppa?”

Laguku meraih peringkat pertama, Yong!” Tawa Kyuhyun terdengar setelah ia berbicara. Yongri menundukkan kepalanya dan kembali ingin menangis. Bagaimana bisa ia setega ini pada Kyuhyun? Laki-laki itu sudah bekerja keras.

“Benarkah? Selamat, oppa.” Yongri mencoba menceriakan suaranya. Namun Kyuhyun menyadari hal itu.

Kau kenapa? Kau tidak senang mendengarnya?

“Tentu saja aku senang, oppa.”

Aku dapat mendengar suaramu yang tidak semangat dari sini.

“Tidak, oppa. Aku benar-benar senang.” Yongri memaksakan senyumnya walaupun Kyuhyun tidak dapat melihatnya.

Dengar, Yong. Aku sudah memiliki uangnya. Bisakah kau mempertemukan aku dengan suamimu itu?

“Apa?”

Aku ingin kita bertiga bertemu besok. Kau, aku, dan suamimu.

“Besok?” Yongri menggigit bibir bawahnya.

Segera kemasi pakaianmu dan bawa saat kita bertemu. Ketika aku menyerahkan uangnya, kita akan pulang bersama.

“S–Siwon oppa sedang pergi.”

Apa maksudmu?

“Dia sedang berada di luar negeri untuk urusan kantor, oppa.” Entah apa yang dipikirkan Yongri hingga ia berbohong kepada Kyuhyun.

Kapan dia pulang?

“Aku belum tau, oppa.” Gadis itu dapat mendengar desahan nafas Kyuhyun yang terdengar kasar.

Kau harus segera menghubungiku saat dia pulang. Kau mengerti?

“Ya, oppa.”

Jaga dirimu baik-baik, Yong. Jangan biarkan laki-laki itu menyakitimu di saat kau akan pulang sebentar lagi. Kita tidak boleh membuat eommoni curiga.

“Aku tau, oppa.”

Yongri meletakkan ponselnya di atas karpet setelah selesai berbicara dengan Kyuhyun. Airmatanya mengalir tanpa sadar. Ia benar-benar merasa bersalah pada Kyuhyun. Kyuhyun sudah bekerja dengan sangat keras untuk dirinya. Tetapi gadis itu mengkhianatinya dengan cara seperti ini. Ia membuat usaha Kyuhyun hampir sia-sia. Yongri mengutuk dirinya sendiri dan berharap Kyuhyun tidak akan pernah memaafkannya.

“Maafkan aku, Kyuhyun oppa.”

Suara pintu apartement yang terbuka membuat Yongri menyeka airmatanya dengan kasar. Ia segera berdiri dan menuju ke depan untuk menyambut Siwon yang baru pulang bekerja. Yongri berharap agar Siwon tidak menyadari dirinya yang baru saja menangis. Yongri sudah memasang senyuman yang sangat manis saat melihat Siwon. Namun sayangnya laki-laki itu mengabaikannya dan melewatinya begitu saja untuk masuk ke dalam kamar.

Senyum Yongri menghilang karena sikap Siwon barusan. Gadis itu menoleh ke belakang sembari menerka apa yang terjadi pada Siwon. Yongri menyusul Siwon dan masuk ke dalam kamar. Ia dapat melihat laki-laki itu membuka jas serta dasi yang dipakainya dengan sangat kasar. Yongri menebak jika sesuatu yang buruk telah terjadi.

“Oppa..” Panggil Yongri pelan. Tidak ada tanggapan apapun dari Siwon. Yongri semakin mendekati Siwon dan berdiri dihadapannya.

“A–apa terjadi sesuatu?” Tanyanya. Siwon menatap Yongri dengan tajam.

“Bagaimana bisa kakakmu menjadi seorang penyanyi?” Tanya Siwon.

“Apa?” Yongri benar-benar terkejut dengan pertanyaan Siwon. Siwon mengetahuinya?

“Kenapa kau menyembunyikan hal ini dariku, Choi Yongri? Kenapa?!” Siwon terlihat benar-benar marah. Siwon mencoba menutupi ketakutannya dengan kemarahannya. Ia takut Yongri meninggalkannya. Siwon memang tidak akan membiarkan hal itu terjadi, tetapi ia mengingat perjanjian yang telah dibuatnya bersama Kyuhyun.

“Oppa, aku–“

“Brengsek!! Bagaimana bisa kau membuatku terlihat bodoh seperti ini, HUH?!” Bentak Siwon dengan kedua tangannya yang berada di pinggang.

“Kau sudah tau apa yang aku lakukan pada kakakmu itu! Tetapi kau menutupi bahwa dia sudah memiliki pekerjaan yang tidak pernah terpikirkan olehku!! Apa kau sengaja melakukannya? Kau senang melihatku terlihat bodoh seperti ini?!” Siwon mencengkram kedua lengan Yongri dengan erat. Hingga membuat Yongri meringis karena merasa sakit.

“Sakit, oppa..” Ucap Yongri.

“Sakit?! Kau pikir bagaimana perasaanku sekarang, huh? Kau benar-benar luar biasa, Choi Yongri. Kau bersikap seolah tidak ingin meninggalkanku. Tetapi kau dan kakakmu merencanakan semua ini di belakangku.” Dengus Siwon. Ia mendorong Yongri dan tersenyum sinis.

“O–oppa, aku bisa menjelaskan semuanya.” Ujar Yongri kembali mendekati Siwon.

“Pergilah.” Desis Siwon membuat mata Yongri kembali melebar.

“Oppa..”

“Pergilah jika kau memang ingin meninggalkanku!” Siwon segera keluar dari kamar dan tidak lupa membanting pintunya.

Tubuh Yongri merosot hingga menyentuh dinginnya lantai. Airmatanya mengalir dan ia menangis dengan keras. Bukan seperti ini yang Yongri inginkan. Bukan kemarahan Siwon yang Yongri harapkan. Ia ingin Siwon menahan kepergiannya. Ia ingin Siwon memohon padanya agar ia tidak meninggalkan Siwon. Kalaupun mereka memang harus berpisah, Yongri tidak ingin perpisahan dengan kemarahan seperti ini. Yongri ingin menjalin hubungan yang baik dengan Siwon, walaupun ia harus berpisah dengan laki-laki itu. Kenapa Siwon selalu salah paham padanya?

——

Yongri terbangun dari tidurnya dan segera mengubah posisinya menjadi duduk. Menatap ke samping dan tidak menemukan Siwon di tempat tidur yang digunakannya. Siwon memilih untuk tidur di kamar yang lain. Yongri sedih mengetahui kenyataan itu. Tetapi ia sedikit bersyukur karena Siwon tidak memutuskan untuk meninggalkan apartement. Yongri yakin Siwon sangat marah hingga tidak ingin tidur disampingnya. Selama ini, semarah apapun Siwon padanya, laki-laki itu selalu tidur disampingnya walaupun harus dalam keadaan membelakanginya. Tetapi setelah meninggalkan kamar semalam, Siwon tidak kembali lagi. Yongri merasa ia harus menjelaskan semuanya kepada Siwon, sebelum kemarahannya semakin menjadi.

Yongri memegangi perutnya yang terasa bergejolak. Beberapa saat kemudian ia menutup mulutnya saat merasa ingin muntah. Yongri dengan cepat turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Memuntahkan isi perutnya pada wastafel untuk menghilangkan rasa mualnya. Sayangnya tidak ada yang keluar selain cairan putih. Yongri mengangkat kepalanya dan melihat wajahnya yang pucat dari cermin. Ia keluar dari kamar mandi dan melihat kalender di atas meja. Tidak ada tanda silang dalam satu bulan penuh hingga membuat Yongri menjadi gugup.

Yongri mengambil testpack dari dalam laci. Ia membeli alat itu setelah Siwon pertama kali menidurinya. Saat itu, Yongri hanya takut apa yang Siwon lakukan padanya akan membuatnya harus berhenti sekolah. Yongri kembali ke dalam kamar mandi dan menggunakan testpack tersebut. Kemudian ia menunggu selama beberapa menit dengan pikirannya yang berkecamuk. Setelah merasa cukup, Yongri menghela nafas panjang sebelum melihat hasilnya. Yongri menahan nafasnya saat melihat dua garis merah pada testpack tersebut.

Tanpa membuang waktu, Yongri segera keluar dari kamar mandi dan kamar. Bersamaan dengan itu, Siwon baru saja hendak membuka pintu kamar untuk mengambil pakaian. Ia harus bekerja walaupun pikirannya sedang kusut dan ia yakin tidak bisa berkonsentrasi bekerja.

Siwon terkejut saat melihat Yongri yang tampak terburu-buru hendak keluar kamar. Apalagi ia dapat melihat wajah gadis itu yang pucat, lengkap dengan keringat yang membasahi pelipisnya. Semarah apapun Siwon pada Yongri, ia tetap tidak bisa menutupi rasa khawatirnya pada Yongri. Ia tidak ingin terjadi apapun pada Yongri.

“Ada apa denganmu?” Tanya Siwon. Yongri menyembunyikan tangannya–yang memegang testpack–di belakang punggung. Jantungnya berdetak di luar batas normal. Ia sedang memikirkan reaksi yang akan diberikan oleh Siwon sebentar lagi.

“Choi Yongri, jawab aku.” Siwon memegang salah satu lengan Yongri.

“Aku hamil.” Ucap Yongri. Pegangan Siwon pada lengannya terlepas begitu saja, hingga membuat Yongri menatap tangan laki-laki itu yang terkulai dengan lemas.

Yongri mengalihkan pandangannya pada wajah Siwon. Wajah itu terlihat sangat terkejut dan juga tidak percaya. Namun beberapa saat kemudian mata Siwon bergerak dengan gelisah. Hingga membuat Yongri merasa tertampar. Seharusnya tidak seperti ini, kan? Seharusnya bukan ekspresi seperti itu yang ditunjukkan oleh Siwon saat ini. Seharusnya Siwon tersenyum dengan lebar dan matanya terlihat berbinar. Seharusnya seperti itu, kan?

“Oppa?” Yongri memanggil Siwon dengan pelan.

“A–apa yang kau–katakan?” Suara Siwon terdengar serak.

“Aku hamil.” Ujar Yongri mengulangi. Siwon memundurkan langkahnya untuk menjauhi Yongri. Yongri semakin bingung dengan reaksi yang diberikan oleh Siwon. Gadis itu menatap Siwon dengan perasaan terluka.

“Gugurkan bayi itu.”

——

–To Be Continued–

HAI! Aku minta maaf untuk postingan yang terlambat ini T.T seperti biasa, aku akan menyampaikan beberapa hal.

Pertama, semua tempat wisata yang ada di part ini itu real, ya. Alias emang bener ada di Jeju. Kalo gak percaya, kalian bisa search di internet.

Kedua, alasan kenapa aku membuat Yongri cepet lulus SMA adalah karena aku ingin buat dia hamil. Walaupun ini hanya FF, kalo ngeliat anak SMA hamil itu rasanya agak gimana, ya. Makanya aku buat dia lulus terlebih dahulu.

Ketiga, aku mau terima kasih sama reader yang memberikan saran untuk aku agar menaikkan target comment. Supaya aku memiliki waktu luang untuk melanjutkan FF. Tetapi, aku AKAN TETAP pada peraturan awal yaitu hanya 50 comment. Menargetkan 50 comment kepada kalian saja sudah membuat aku merasa tidak enak, aku takut kalo kalian comment FF aku karena keterpaksaan. Makanya aku gak sanggup kalo harus menaikkan target comment. Cukup 50 comment saja, okay?

Keempat, aku tau kalian sangat menanti kelanjutan FF ini. Tetapi aku minta tolong untuk tidak selalu menagih kelanjutan FF ini. Aku sudah berjanji pada kalian akan selalu post jika sudah mencapai 50 comment, tetapi apabila setelah 50 comment aku belum post, tandanya aku belum selesai ketik. Jadi aku mohon dengan sangat pengertian dari kalian, aku juga memiliki kehidupan pribadi yang harus aku urus. Aku kecewa karena ada beberapa reader yang gak comment mengenai FF aku, tetapi dia bela-belain comment hanya untuk nanya kelanjutannya T.T

Kelima, maaf jika kalian merasa tidak nyaman dengan blog aku. Maaf jika kalian merasa aku terlalu lama ngepost lanjutan FF. Maaf jika FF aku tidak sesuai dengan keinginan kalian. Tetapi, seperti inilah imajinasi yang aku punya. Setiap orang memiliki imajinasi yang berbeda, benar? Jadi, aku tidak selalu bisa menebak apa yang ada di pikiran kalian begitupun sebaliknya.

Terakhir, terima kasih kepada kalian yang dengan setia menunggu kelanjutan FF abal-abal aku. Terima kasih untuk like + comment kalian. Tanpa kalian, aku bukanlah apa-apa.

BYE~

Advertisements

112 thoughts on “Painful Life – Part 9

  1. Tu kan apa yg aku bayangin jika yongri hamil siwon akan nyuruh gugurin anaknya karena trauma masa lalunya yg membuat siwon bersikap seperti itu…

  2. Udah seneng2 yongtri hamil trs siwon juga sifat nya mulai berubah banget eh pas tau yongri hamil malah gituh. Tega banget yongri kan hamil anakmu bang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s