Painful Life – Part 7

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-15

——

Jangan bertanya padaku. Karena aku tidak tau, apakah aku harus hidup bersamanya atau berpisah dengannya. –Choi Yongri-

——

Author POV

Yongri mencengkram pena yang dipakainya untuk mengerjakan soal ujian. Ia tidak bisa berkonsentrasi untuk mengerjakan soal tersebut. Di saat kata-kata Siwon seminggu yang lalu terus menari indah di dalam kepalanya. Beberapa kali ia memejamkan matanya untuk mengenyahkan kejadian seminggu yang lalu dalam pikirannya. Sayangnya semua itu tidak membuahkan hasil, dan malah membuat kata-kata Siwon semakin terdengar nyata olehnya.

Yongri menghembuskan nafasnya dengan pelan. Ia merasa sangat frustasi saat ini. Hari ini adalah ujian akhir, tapi ia bahkan belum menjawab satu–pun soal yang ada di kertas. Ia bisa saja tidak lulus ujian karena ini. Dan Yongri sangat takut akan hal itu. Ia tidak tau bagaimana caranya untuk menghilangkan Siwon di dalam pikiran, beserta kata-katanya saat itu. Yongri menghela nafas sekali lagi. Keringat mengaliri sekitar pelipisnya.

Guru Ahn adalah guru yang saat itu bertugas untuk menjadi pengawas di kelas Yongri. Dari tempat duduknya sekarang, ia dapat melihat Yongri yang duduk dengan gelisah. Membuat Guru Ahn menatapnya dengan bingung. Ia segera berdiri dan menghampiri Yongri. Berusaha untuk tidak menimbulkan keributan dan mengganggu siswa lain yang sedang berkonsentrasi.

“Kau baik-baik saja?” Bisik Guru Ahn. Yongri mendongak dan menatap guru laki-laki yang berdiri di sampingnya. Gadis itu mengusap keringat di wajahnya dan berusaha bersikap biasa.

“Aku tanya apa kau baik-baik saja, Yongri-ya?” Tanya Guru Ahn sekali lagi.

“Saya baik-baik saja, saem.” Jawab Yongri. Guru Ahn menaikkan sebelah alisnya dan menatap kertas jawaban Yongri.

“Kau yakin? Waktu sudah berjalan selama 45 menit, dan belum ada satu–pun soal yang kau jawab?” Kata Guru Ahn dengan tidak percaya. Saat Yongri berada di kelas 2, Guru Ahn merupakan wali kelas gadis itu. Hingga Guru Ahn sangat mengetahui bagaimana sosok Yongri. Yongri memang tidak pintar, tetapi gadis itu tidak pernah segelisah ini saat mengerjakan ujian.

“Choi Yongri, kau tidak boleh sesantai ini. Ini adalah ujian akhir. Jika kau seperti ini, kau bisa gagal.” Guru Ahn mulai memberikan ceramahnya pada Yongri. Membuat beberapa siswa menatap Yongri dengan pandangan ingin tau.

“Maafkan saya, saem. Saya akan bersungguh-sungguh mengerjakannya.” Ujar Yongri pelan. Gadis itu menatap soal-soal di kertas dan mulai berkonsentrasi. Ia berdoa dalam hati semoga Tuhan mau menghilangan sosok Siwon dalam pikirannya untuk beberapa jam ke depan saja. Guru Ahn menatap Yongri dengan menggelengkan kepalanya, sebelum akhirnya ia kembali duduk di kursinya.

——

Kyuhyun dan ibu Yongri sudah pindah ke apartement yang dijanjikan Jungwoon saat itu. Seperti dugaan Kyuhyun, apartement yang ditempatinya saat ini benar-benar jauh lebih baik daripada rumah kecil mereka yang saat ini telah kosong. Apartement itu memang tidak mewah, tetapi memiliki beberapa kamar hingga membuat Kyuhyun merasa puas. Setidaknya, saat ia membawa Yongri pulang, Yongri akan mendapatkan kamar tidur baru. Kamar tidur dengan tempat tidur yang empuk walaupun kecil. Yongri tidak akan merasa kedinginan seperti dulu, karena harus tidur di kasur lipat.

Sama seperti Kyuhyun, ibu Yongri juga terlihat senang saat Kyuhyun mengajaknya untuk tinggal di apartement tersebut. Ia juga mendapatkan kamar sendiri yang tentu saja lebih baik daripada kamarnya yang dulu. Walaupun kebahagiaan ibu Yongri belum lengkap karena tidak ada Yongri di tengah-tengah mereka. Ia sangat merindukan anak perempuannya itu. Sudah dua bulan mereka tidak bertemu dan sudah dua bulan juga ibu Yongri tidak mendengar suara Yongri.

“Eommoni, kau melamun?” Kyuhyun duduk di samping ibu Yongri di ruang tengah. Ibu Yongri menyalakan televisi tetapi Kyuhyun tau bahwa pikiran ibu tirinya itu tidak pada tayangan di televisi tersebut. Ibu Yongri terlihat terkejut dengan kehadiran Kyuhyun. Ia tersenyum canggung dan menatap televisi.

“Tidak, aku sedang menonton.” Kilahnya. Kyuhyun masih menatap ibu Yongri karena ia tidak mempercayai ucapan wanita itu.

“Apa kau merindukan Yongri?” Tanya Kyuhyun sekaligus menebak. Ibu Yongri kembali mengalihkan pandangannya dari televisi. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan sendu.

“Tentu saja aku merindukannya.” Jawab ibu Yongri. Kyuhyun menghela nafas dan menggenggam tangan ibu Yongri yang halus walaupun mulai terlihat keriput. Tangan ibu Yongri terasa hangat menurut Kyuhyun. Ia sangat menyayangi ibu tirinya itu, sama seperti ia menyayangi ibu kandungnya. Karena ibu Yongri–pun menyayangi Kyuhyun seperti putra kandungnya sendiri.

“Sebentar lagi Yongri akan ikut tinggal di apartement ini bersama kita, eommoni.” Ujar Kyuhyun membuat ibu Yongri menatapnya dengan bingung.

“Apa maksudmu? Bukankah Yongri harus tinggal di asrama karena mendapatkan beasiswa?” Tanya ibu Yongri. Kyuhyun kembali menghela nafas. Ia sudah tau tentang kebohongan yang di buat Yongri. Dan tentu Kyuhyun juga sudah memikirkan bagaimana menyelesaikan kebohongan itu.

“Jika aku sudah benar-benar menjadi seorang penyanyi, aku bisa mendapatkan uang yang banyak, eommoni. Aku akan membiayai kuliah Yongri hingga ia lulus. Dengan begitu, Yongri tidak perlu tinggal di asrama.” Jelas Kyuhyun. Mendengar penjelasan Kyuhyun membuat ibu Yongri merasa terharu. Ia tau bahwa Kyuhyun hanyalah anak tirinya, tetapi Kyuhyun benar-benar menyayangi Yongri seperti adik kandungnya sendiri. Ibu Yongri benar-benar merasa beruntung.

“Benarkah kau akan melakukan itu?”

“Tentu, eommoni. Aku juga ingin kita berkumpul bersama Yongri disini.”

“Terima kasih, Kyuhyun-ah. Terima kasih banyak.” Ibu Yongri tidak dapat menahan airmata harunya. Ia membalas genggaman tangan Kyuhyun dengan erat.

“Setelah abeoji meninggal, aku secara tidak langsung menjadi kepala rumah tangga. Sudah menjadi tugasku untuk membiayai keperluanmu dan juga Yongri sebagai adikku.” Kata Kyuhyun dengan tersenyum. Ibu Yongri memeluk Kyuhyun dan mengusap kepalanya dengan sayang.

“Ternyata Younghwan tidak benar-benar meninggalkanku. Ia menjagaku melalui dirimu.” Kata ibu Yongri. Kyuhyun melepaskan pelukan ibu Yongri dan mengerucutkan bibirnya.

“Apa kau begitu mencintai ayahku, eommoni?” Tanyanya.

“Tentu saja.” Jawab ibu Yongri cepat.

“Abeoji bahkan meninggalkan hutang yang banyak dan membuat kita hidup susah.” Ujar Kyuhyun membuat ibu Yongri tersenyum.

“Itu semua juga dilakukannya untuk kita. Uang yang dipinjamnya tidak untuk dirinya sendiri. Uang itu juga dipakai untuk membayar sekolah Yongri.” Jelas ibu Yongri. Kyuhyun mengangguk dan membenarkan ucapan ibu tirinya itu. Cho Younghwan mungkin memang seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Karena ia meninggalkan keluarganya dengan hutang yang banyak. Namun mereka tau bahwa ada begitu banyak pengorbanan yang sudah dilakukan Cho Younghwan untuk keluarga barunya itu.

“Oh ya, aku bertemu dengan seorang pemuda yang mirip seperti ayahmu beberapa waktu yang lalu.” Ujar ibu Yongri. Membuat Kyuhyun memicingkan matanya mendengar ucapan wanita itu.

“Lalu, apa eommoni jatuh cinta padanya? Seperti jatuh cinta kepada abeoji?” Selidik Kyuhyun. Ibu Yongri tidak dapat menahan tawanya melihat wajah Kyuhyun saat ini.

“Yah, bukan seperti itu. Dia sangat baik, makanya aku bilang mirip dengan ayahmu.” Bantahnya.

“Sebenarnya aku hampir tertabrak mobil saat itu.” Ibu Yongri mulai bercerita.

“Apa?! Benarkah?! Apa eommoni terluka?” Kyuhyun terlihat terkejut. Ia segera mengangkat kedua tangan ibu Yongri untuk mencari luka yang mungkin terdapat di sana.

“Sudah ku bilang jika aku hanya hampir tertabrak. Tidak ada luka apapun.”

“Lalu kenapa kau tidak memberitahuku, eommoni?!”

“Karena memang tidak ada yang serius, Kyuhyun-ah.”

“Lain kali kau harus memberitahuku walaupun kau tidak terluka.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius. Ibu Yongri menganggukkan kepalanya.

“Kau tau, pemuda yang aku katakan mirip dengan ayahmu itu, berada di dalam mobil tersebut.” Ucap ibu Yongri.

“Dia yang hampir menabrakmu?” Tanya Kyuhyun. Ibu Yongri mengibaskan tangannya di hadapan Kyuhyun.

“Bukan. Temannya yang mengendarai mobil.” Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Pemuda itu sangat baik. Walaupun aku tidak terluka, ia ingin mengantarkanku ke rumah sakit. Tetapi aku menolak. Dan sebagai permintaan maafnya, ia mengantarkanku pulang ke rumah.”

“Itu bukan baik, eommoni. Sudah seharusnya ia berbuat seperti itu sebagai pertanggungjawaban.” Kata Kyuhyun tidak menyetujui ucapan ibu tirinya. Ibu Yongri berdecak pelan.

“Kau tidak lihat bagaimana tulusnya pemuda itu, saat itu. Pemuda itu mungkin lebih tua beberapa tahun darimu. Ketika melihatnya, aku jadi teringat Yongri. Seandainya ia bisa menemukan laki-laki sebaik pemuda itu. Sayang sekali pemuda itu sudah memiliki istri.” Ibu Yongri mengakhiri ceritanya dengan wajah kecewa.

“Memangnya kenapa? Apa kau ingin menjodohkannya dengan Yongri?” Tebak Kyuhyun. Ibu Yongri menganggukkan kepalanya membuat Kyuhyun menatapnya dengan tidak percaya.

“Yongri masih sangat muda, eommoni!” Ujar Kyuhyun.

“Itu bukan masalah, Kyuhyun-ah. Lagipula sebentar lagi Yongri lulus sekolah.” Komentar ibu Yongri. Kyuhyun lagi-lagi menatap ibu tirinya dengan tidak percaya.

“Ah, bukankah hari ini hari pertama ujian akhir siswa tingkat SMA?” Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Benar sekali, Kyuhyun-ah. Benar-benar tidak terasa. Saat acara kelulusan nanti, Yongri pasti akan mengajak kita, kan?”

“Tentu saja, eommoni. Siapa lagi yang akan di ajaknya selain kita?” Kyuhyun dan ibu Yongri tersenyum bersama. Kyuhyun sedikit lega, setidaknya ia bisa menghilangkan kesedihan ibu tirinya itu. Walaupun Kyuhyun yakin kerinduannya pada Yongri tidak bisa menghilang sepenuhnya.

——

Yongri keluar dari kelas dan segera mengeluarkan ponselnya. Pelajaran yang akan diujiankan besok adalah matematika. Yongri tidak ingin menambah tingkat frustasinya karena tidak bisa mengerjakan soal ujian, besok. Ia harus meminta Kyuhyun membantunya belajar. Karena belajar sendiri–pun tidak akan membuahkan hasil untuk Yongri. Yongri berjalan di koridor sekolahnya dengan langkah pelan sembari menunggu panggilannya dijawab oleh Kyuhyun.

“Oppa!” Yongri menyapa dengan antusias saat Kyuhyun menjawab teleponnya.

Eo. Ada apa, Yong?

“Apa kau hari ini sibuk? Apa kau sedang rekaman?”

Tidak. Aku sedang di apartement. Kenapa?

“Bisakah kau menemuiku, oppa? Aku memerlukan bantuanmu untuk ujian besok.” Ujar Yongri sedikit meringis.

Jadi, sekarang kau sudah bisa menemuiku? Kau tidak mengurus suamimu itu?” Sindir Kyuhyun membuat Yongri mengerucutkan bibirnya. Walaupun ia tau Kyuhyun tidak akan bisa melihatnya.

“Aku benar-benar minta maaf untuk yang kemarin, oppa.” Sesal Yongri. Yongri dapat mendengar Kyuhyun menghela nafas dari ponselnya.

“Jika kau marah dan tidak mau menemuiku tidak apa-apa. Aku bisa belajar sendiri. Maaf sudah menganggu waktumu, oppa.”

Bertemu dimana?” Yongri baru saja hendak memutuskan sambungan telepon saat Kyuhyun tiba-tiba bertanya. Gadis itu tidak dapat menyembunyikan senyumnya. Ia tau bahwa Kyuhyun tidak akan tega mengabaikannya.

“Bagaimana jika taman di dekat sekolahku?”

Baiklah. Aku akan berangkat sekarang.

“Sampai bertemu, oppa.

Eo.

Yongri memutuskan sambungan dan tidak menghilangkan senyumnya. Gadis itu mempercepat langkahnya untuk meninggalkan sekolah dan menuju taman. Tidak sia-sia ia sudah membawa buku pelajaran matematika. Setidaknya dapat digunakannya untuk belajar bersama Kyuhyun. Kepintaran Kyuhyun dalam hal berhitung tidak perlu diragukan lagi. Jika saja Kyuhyun melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang perguruan tinggi, Yongri yakin Kyuhyun akan mendapatkan pekerjaan yang layak daripada cleaning service.

Sayangnya kondisi keuangan keluarga mereka yang begitu memprihatinkan, membuat Kyuhyun memutuskan untuk bekerja daripada kuliah. Usia Kyuhyun dan Yongri hanya terpaut 2 tahun saja. Saat Kyuhyun lulus sekolah, Yongri masih berada di kelas 1 SMA. Tentu saja gadis itu lebih memerlukan biaya daripada Kyuhyun. Sehingga Kyuhyun memilih untuk mengalah dan membiarkan Yongri melanjutkan sekolahnya hingga lulus. Lagipula Kyuhyun terlihat tidak terganggu dengan pendidikannya yang hanya sebatas sekolah menengah atas.

Memikirkan rasa bersalahnya pada Kyuhyun, tentang pengorbanan laki-laki itu dulu membuat Yongri tanpa sadar telah sampai di taman. Ia mencari sebuah pohon yang rindang untuk duduk di bawahnya. Setelah menemukannya, Yongri segera menuju ke sana dan duduk beralaskan rumput. Ia sedikit susah mencari posisi duduk karena memakai rok saat ini. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, Yongri segera mengeluarkan buku yang akan dipakainya untuk belajar. Yongri tidak tau dimana apartement Kyuhyun berada. Ia berharap letak apartement itu tidak jauh dari tempat ini. Agar ia tidak perlu menunggu Kyuhyun lebih lama, dan pulang–pun tidak terlambat.

“Yong!” Yongri tidak tau ia menunggu Kyuhyun berapa lama, yang pasti saat mendengar suara Kyuhyun memanggilnya, Yongri merasa senang. Yongri dapat melihat Kyuhyun yang sedang berlari kecil untuk menghampirinya, sebelum akhirnya laki-laki itu mengambil tempat duduk tepat disampingnya.

“Oppa, bagaimana kabarmu?” Tanya Yongri menyapa Kyuhyun. Kyuhyun menatap gadis itu dan mengacak rambutnya.

“Aku baik. Bagaimana denganmu? Suamimu tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu, kan?” Kyuhyun mengingat bagaimana emosinya Siwon ketika di telepon saat itu. Ia takut Siwon menyakiti Yongri karena marah kepada Kyuhyun. Yongri tersenyum pada Kyuhyun dan menggeleng.

“Dia tidak melakukan apa-apa padaku.” Jawab Yongri berbohong.

“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan saat itu, oppa?” Tanya Yongri ingin tau. Kyuhyun membuka buku pelajaran Yongri dan mengangkat kedua bahunya dengan acuh.

“Tidak ada yang serius.” Jawabnya.

“Yah, tidak mungkin. Beritahu aku, oppa.” Yongri mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Kyuhyun menatap gadis itu dan memberikan sentilan di dahinya. Membuat Yongri meringis pelan.

“Bagaimana mungkin kau tidak bisa mengerjakan soal yang begitu mudah seperti ini?” Kyuhyun menunjuk buku Yongri dengan wajah tidak percaya.

“Karena aku tidak mempunyai otak pintar sepertimu, Cho Kyuhyun.” Desis Yongri.

Kyuhyun terkekeh pelan dan mulai mengajari gadis itu. Selama Kyuhyun mengajarinya, wajah Yongri terlihat sangat serius. Beberapa kali ia menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan penjelasan Kyuhyun. Namun saat Kyuhyun memintanya mengerjakan soal, Yongri memberikan jawaban yang salah. Hingga membuat Kyuhyun kesal sendiri dan beberapa kali memukul kepala gadis itu dengan pensil yang dipegangnya. Posisi duduk mereka–pun telah berubah-ubah. Di mulai dari menyandar pada pohon, kemudian kedua punggung mereka yang saling menempel, hingga sekarang dalam posisi tengkurap. Dengan kaki-kaki mereka yang terus bergoyang-goyang.

“Ya, Choi Yongri! Ujianmu akan benar-benar gagal jika kau menjawab seperti ini!” Suara Kyuhyun terdengar geram. Laki-laki itu mengambil buku dari hadapan Yongri dan memberikan jawaban yang benar. Yongri menghela nafas dan mengubah posisinya menjadi terlentang, dengan kepalanya di atas punggung Kyuhyun. Kyuhyun melirik gadis itu dan tersenyum kecil.

“Kenapa aku tidak memiliki otak pintar sepertimu?” Gumamnya.

“Karena kepalamu kecil.” Sahut Kyuhyun membuat Yongri mendelik tajam padanya. Walaupun Kyuhyun tidak bisa melihat.

“Tidak ada hubungannya.” Balas Yongri.

“Ada. Otak sepertiku ukurannya besar. Karena kepalamu kecil, dia tidak akan bisa menampung otak sepertiku. Ujar Kyuhyun. Yongri mendengus hingga membuat Kyuhyun tertawa senang. Tubuhnya sampai bergetar karena tawanya yang menggelegar. Membuat Yongri semakin kesal karena laki-laki itu terus mengejeknya.

Yongri dan Kyuhyun tidak menyadari jika Siwon berada di dekat sana. Laki-laki itu sudah sedari awal mengamati keduanya yang terlihat begitu dekat. Mata Siwon memicing tajam. Kedua tangannya–pun mengepal dengan erat. Ia tidak suka melihat Yongri yang terlihat begitu nyaman berada di dekat Kyuhyun.

Siwon tidak tau apa yang terjadi padanya hari ini. Tiba-tiba saja ia mengendarai mobilnya sendiri menuju ke sekolah Yongri. Ia hanya ingin mengamati apa yang dilakukan gadis itu ketika pulang sekolah. Karena melihat Yongri yang keluar dari gerbang sekolah dengan wajah bahagia, membuat Siwon akhirnya memutuskan untuk mengikuti gadis itu hingga ke taman. Saat melihat Yongri mengeluarkan buku pelajarannya, Siwon berpikir bahwa gadis itu hanya berniat untuk belajar. Namun Siwon tidak menyangka jika istrinya itu belajar bersama dengan Kyuhyun.

Siwon mati-matian harus menahan dirinya untuk tidak memukul Kyuhyun saat melihat kedekatan mereka. Melihat bagaimana keduanya yang saling menempel, melihat Kyuhyun yang mengusap kepala Yongri, hingga melihat Yongri berbaring di punggung Kyuhyun. Siwon tidak mungkin tiba-tiba menghampiri mereka dan membawa Yongri pulang. Itu seperti bukan dirinya, kan? Apa yang salah dengan belajar bersama? Lagipula mereka hanya kakak dan adik, kan?

“Mereka hanya kakak dan adik.” Gumam Siwon tanpa sadar. Laki-laki itu membalikkan badannya dan meninggalkan taman. Dengan mulutnya yang tidak berhenti berucap ‘mereka hanya kakak dan adik’.

——

“Bulan depan kau harus ke Jeju untuk menghadiri peresmian pembukaan SK Corporation.” Kata Jungsoo sembari menaruh sebuah undangan pesta di atas meja Siwon. Saat melihat Siwon yang sudah tiba di kantor–setelah menghilang untuk beberapa saat dan Jungsoo tidak tau ia kemana–Jungsoo langsung masuk ke dalam ruangan Siwon. Siwon mengambil undangan itu dan membukanya. Membaca tulisan-tulisan di sana, sebelum akhirnya menjauhkan undangan itu dari pandangannya. Ia harus kembali melanjutkan pekerjaannya.

“Kirimkan saja perwakilan dari CH Group untuk ke sana.” Ucap Siwon tanpa menatap Jungsoo.

“Yah, tidak bisa begitu. CH Group adalah investor terbesar di sana, dan CH Group juga menjadi perusahaan pertama yang mereka kirimkan undangan. Kau bisa bayangkan berapa besar harapan mereka akan kedatanganmu.” Ujar Jungsoo.

“Aku tau. Tetapi siapapun yang datang sama saja. Yang penting mereka dari CH Group, kan?” Sahut Siwon dan menatap Jungsoo dengan seringai khasnya.

Ada dua alasan kenapa Siwon tidak mau pergi ke Jeju. Pertama, karena dia malas. Kedua, karena dia tidak bisa meninggalkan Yongri sendirian di Seoul. Setelah ia melihat bagaimana kedekatan Kyuhyun dan Yongri, Yongri bisa saja di bawa Kyuhyun pergi ketika Siwon sedang berada di Jeju. Walaupun Siwon tentu tidak akan membiarkannya begitu saja. Tetapi, jujur saja ia malas berurusan dengan laki-laki bernama Cho Kyuhyun itu. Semua akan berujung pada pertengkaran dan mungkin perkelahian.

“Kau pasti tidak bisa berpisah dengan Yongri, kan?” Tebak Jungsoo membuat Siwon menatapnya dengan kesal.

“Kapan aku bilang begitu?!” Sahut Siwon.

“Kau memang tidak mengatakannya. Tetapi aku dapat melihatnya dari wajahmu. Wajah seorang suami yang tidak bisa meninggalkan istrinya seorang diri.” Kata Jungsoo dengan berlebihan. Membuat Siwon mendengus kasar.

“Jangan asal bicara.”

“Jika memang seperti itu–pun tidak apa-apa. Aku bisa memakluminya. Biar bagaimanapun, kalian masih bisa di bilang sebagai pengantin baru.” Jungsoo menunjukkan senyum kalemnya.

“Hyung!” Siwon benar-benar merasa kesal pada Jungsoo.

“Kenapa? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?”

“Ini tidak ada hubungannya dengan Yongri!”

“Kalau memang tidak ada hubungannya dengan Yongri, kau tentu bersedia pergi ke Jeju. Bukan begitu?” Ujar Jungsoo dengan sebelah alisnya yang terangkat. Siwon menghela nafas kasar dan mengusap tengkuknya yang terasa pegal.

“Keluarlah dan pesankan tiketnya!” Bentak Siwon. Jungsoo tersenyum penuh kemenangan. Sedari awal ia tidak berniat untuk menggoda Siwon. Tetapi karena Jungsoo sudah dapat menebak respon seperti apa yang akan diberikan Siwon jika Jungsoo membahas tentang Yongri, maka laki-laki itu melakukannya. Bukankah Jungsoo pernah mengatakan bahwa Siwon memiliki harga diri yang tinggi? Siwon tidak akan membiarkan dirinya di olok-olok oleh siapapun.

“Saya mengerti, Presdir.” Kata Jungsoo dengan sopan. Laki-laki itu membungkukkan badannya sebelum akhirnya meninggalkan ruangan Siwon masih dengan senyum kemenangannya.

Berbeda dengan Siwon yang menatap punggung sekretaris pribadinya itu dengan tajam. Karena ejekan laki-laki itu, Siwon terpaksa memikirkan cara lain untuk mencegah Yongri dibawa oleh Kyuhyun. Siwon bisa saja membawa Yongri bersamanya ke Jeju. Tetapi gadis itu harus sekolah. Walaupun Siwon tau bahwa Yongri tidak akan bisa membantah keinginannya, tetapi saat ini Siwon sedang tidak ingin memaksa gadis itu. Siwon kembali berdecak dan menatap pekerjaannya di atas meja. Ia akan memikirkan itu nanti.

——

Yongri menatap siswa-siswi yang datang bersama orangtua mereka di acara kelulusan hari ini. Ada sedikit rasa iri di dalam diri Yongri, melihat orang tua mereka yang masih lengkap. Seandainya saja ayah kandungnya masih hidup atau paling tidak ayah tirinya, Yongri pasti akan merasa sangat senang. Kedua ayahnya itu juga akan senang menghadiri acara kelulusannya ini.

Yongri menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil. Ia mencoba untuk menghilangkan rasa iri di dalam dirinya, sebelum rasa iri itu merugikannya. Ia memanjangkan lehernya memandangi ke luar gerbang sekolah untuk menanti kedatangan ibunya dan Kyuhyun. Karena tinggal di tempat yang terpisah, membuat Yongri tidak bisa datang bersama-sama dengan mereka. Walaupun begitu, Yongri tetap merasa senang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan ibunya. Sudah tiga bulan mereka tidak bertemu, tentu saja Yongri sangat merindukan wanita itu.

“Eomma!” Yongri tanpa sadar menjerit saat melihat kedatangan ibunya bersama Kyuhyun. Ibunya terlihat terkejut mendengar jeritan Yongri yang memanggilnya.

“Yongri-ya!” Balas ibu Yongri. Yongri berlari kecil menghampiri ibunya dan langsung memeluk wanita itu dengan erat.

“Aku benar-benar merindukanmu, eomma.” Ujar Yongri di dalam pelukan ibunya. Kyuhyun hanya tersenyum menatap dua wanita yang sangat disayanginya itu.

“Eomma juga merindukanmu, sayang.” Ibu Yongri mengusap kepala Yongri dengan sayang. Yongri tersenyum menatap Kyuhyun yang berada di belakang ibunya. Kyuhyun hanya mengedipkan sebelah matanya pada Yongri.

Ibu Yongri melepaskan pelukannya dan memberikan kecupan di kedua pipi Yongri. Yongri menerima kecupan itu dan tidak memperdulikan siswa lain yang menatapnya sembari menertawakannya. Pasti siswa lain akan mengejeknya dengan sebutan anak manja. Namun Yongri tidak peduli. Karena setelah hari ini, ia tidak akan bertemu lagi dengan siswa-siswa di sekolahnya itu.

“Eommoni, hentikan itu. Apa kau tidak lihat mereka menertawakan Yongri?” Ujar Kyuhyun. Ibu Yongri terlihat salah tingkah dan mengusap pipi Yongri.

“Maafkan eomma, sayang.” Ucapnya pada Yongri. Yongri memegang tangan ibunya yang berada di wajahnya sembari menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak peduli dengan pandangan mereka, eomma.” Komentarnya.

“Bagaimana kabarmu? Tinggal di asrama apa sulit?” Tanya ibu Yongri dengan menggenggam kedua tangan Yongri. Yongri menatap ibunya dengan sendu dan menggelengkan kepalanya.

“Aku baik-baik saja, eomma. Tinggal di asrama sangat menyenangkan.” Jawab Yongri setengah berbohong. Mungkin saat pertama kali tinggal bersama Siwon memang menyulitkan untuk Yongri. Tetapi untuk sekarang, gadis itu bahkan terus memikirkan Siwon. Tidur bersama Siwon sudah menjadi kebiasaan untuk Yongri. Yongri tidak tau apa yang akan terjadi jika nanti ia berpisah dengan Siwon. Ia tidak tau apakah tidurnya akan nyenyak seperti saat berada di samping Siwon.

“Benarkah? Tetapi akan lebih baik jika tidak tinggal di asrama.” Ujar ibu Yongri.

“Tidak bisa begitu, eomma. Bukankah aku sudah pernah menjelaskan kenapa aku harus tinggal di asrama?”

“Eomma tau. Tetapi Kyuhyun bilang dia bisa membiayai kuliahmu, sehingga kau tidak perlu tinggal d asrama.” Kata ibu Yongri sembari menatap Kyuhyun yg berdiri di belakangnya. Yongri ikut menatap Kyuhyun meminta penjelasan mengenai ucapan ibunya. Tetapi Kyuhyun hanya menaikkan alisnya dan memiringkan sedikit kepalanya. Seolah mengatakan pada Yongri, ‘kau sudah tau maksudnya.’

“A–ah, benarkah?” Ucap Yongri dengan kaku.

“Ya. Akan lebih baik jika kita tinggal bersama di apartement Kyuhyun. Eomma tidak mau berjauhan lagi denganmu dan terus mengkhawatirkanmu setiap hari.” Ibu Yongri menatap anaknya dengan wajah sedih. Membuat Yongri menjadi merasa menyesal karena telah membuat ibunya khawatir.

“Maaf, eomma.” Sesal Yongri.

“Ya! Ya! Kenapa jadi seperti ini? Hari ini adalah hari kelulusanmu, Yong. Kalian tidak boleh bersedih seperti ini.” Kata Kyuhyun. Yongri dan ibunya sama-sama tertawa kecil mendengar ucapan Kyuhyun.

“Lebih baik sekarang kita masuk.” Kyuhyun segera merangkul Yongri dan ibu Yongri untuk masuk ke dalam sekolah Yongri.

——

Yongri menyiapkan sarapan untuk Siwon dengan santai. Karena sudah lulus sekolah, tentu saja Yongri memiliki lebih banyak waktu luang. Gadis itu sedang memikirkan untuk bekerja paruh waktu, demi mengisi waktu kosongnya. Dan tentu saja itu akan tanpa sepengetahuan Siwon. Yongri yakin jika ia meminta izin pada Siwon, Siwon pasti akan marah. Walaupun akhiri-akhir ini sikap Siwon lebih bersahabat padanya, Yongri tetap saja takut pada suaminya itu. Siwon bisa tiba-tiba marah jika ada sesuatu yang tidak disukainya.

“Ehem..” Suara deheman Siwon membuat Yongri menoleh. Laki-laki itu sudah duduk di kursi makan sembari menikmati kopi hitamnya. Lengkap dengan koran yang sedang dibacanya.

Yongri mempercepat kegiatannya yang sedang menyiapkan sarapan. Ia tidak mungkin membiarkan Siwon menunggu lebih lama lagi. Jika laki-laki itu terlambat ke kantor, Siwon pasti akan marah padanya. Yongri menaruh sarapan di atas meja makan, tepat di hadapan Siwon. Melihat itu, Siwon melipat koran yang di bacanya, dan meletakkannya di ujung meja.

“Kemasi pakaianku, aku harus melakukan perjalanan bisnis besok hingga beberapa hari ke depan.” Kata Siwon tanpa menatap Yongri.

“Perjalanan bisnis?” Gumam Yongri.

“Jangan lupa siapkan satu pasang pakaian formal.” Pesan Siwon.

“Aku mengerti, oppa.” Ujar Yongri.

“Selama kau pergi, aku akan tinggal sendiri?” Tanya Yongri pelan. Siwon menatap gadis itu.

“Tentu saja. Kau pikir mau tinggal dengan siapa? Kakakmu?” Sindir Siwon.

“Tidak, bukan seperti itu.” Sahut Yongri.

“Aku beritahu kau bahwa aku memperkerjakan seorang pengawal untuk mengawasimu.” Kata Siwon membuat Yongri terkejut.

“Jadi, kau jangan coba-coba untuk melakukan sesuatu yang dapat membuatku marah. Karena pengawalku itu akan melaporkan semua yang kau lakukan.” Ujar Siwon.

“Kenapa harus seperti itu?” Tanya Yongri.

“Kau bertanya kenapa?” Ucap Siwon tidak percaya.

“Apa kau tidak mempercayaiku, oppa?” Tanya Yongri dengan wajah kecewa. Membuat Siwon terdiam menatap gadis itu. Siwon tidak suka melihat wajah kecewa gadis itu. Ia bukannya tidak mempercayai gadis itu, tetapi.. Sial! Sepertinya Siwon memang tidak mempercayainya. Siwon hanya tidak mau Kyuhyun membawa Yongri. Apa itu berarti Siwon tidak mempercayai Yongri?

“Lakukanlah apapun yang kau mau. Aku juga tidak bisa membantahmu.” Ucap Yongri dengan menundukkan kepalanya. Siwon juga tidak suka mendengar ucapan gadis itu barusan. Bukankah terkesan bahwa Siwon selalu bertindak sesuka hatinya? Sayangnya, ia memang seperti itu. Siwon harus mengakuinya.

“Kau tidak sekolah?” Tanya Siwon sembari menatap pakaian santai yang dipakai gadis itu. Ia juga berusaha mengalihkan pembicaraan. Yongri mencibir pelan mendapat pertanyaan dari Siwon hingga membuat Siwon menatapnya dengan terkejut dan tajam. Sejak kapan Yongri berani mencibirnya? Seolah tersadar dengan apa yang dilakukannya, Yongri semakin menundukkan kepalanya. Ia hanya kesal karena Siwon tidak tau bahwa ia sudah lulus sekolah.

“Aku sudah lulus sekolah, oppa.” Jawab Yongri. Siwon kembali terkejut mendengar jawaban Yongri.

“Oh? Benarkah?” Ucapnya acuh.

“Beberapa hari yang lalu acara kelulusanku.” Ucap Yongri. Siwon mengalihkan pandangannya dari Yongri. Ia memikirkan ucapan gadis itu dan tiba-tiba saja senyum kecil terbit dibibirnya.

“Kemasi juga pakaianmu kalau begitu.” Ujar Siwon membuat Yongri mendongak menatapnya.

“Apa? Kenapa?” Tanya Yongri bingung.

“Jangan banyak bertanya dan turuti saja aku. Bukankah kau bilang tiba bisa membantahku?” Ujar Siwon. Laki-laki itu berdiri dan menyudahi sarapannya. Ia mengambil jas–nya dan memakainya.

“Siapkan semuanya dan jangan sampai ada yang tertinggal.” Pesan Siwon dan segera meninggalkan ruang makan untuk pergi ke kantor.

Siwon masuk ke mobil yang pintunya telah dibuka oleh sang supir. Saat mobil telah dijalankan, Siwon mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jungsoo. Tiba-tiba saja ia menjadi sangat bersemangat pagi ini. Siwon tidak tau apa penyebabnya–atau mungkin ia berpura-pura untuk tidak tau.

“Halo..”

“Hyung..”

Eo, kenapa?

“Batalkan pesanan tiket pesawat untuk keberangkatan besok.” Ujar Siwon.

Ya! Tidak bisa begitu. Bukankah kau sudah janji untuk pergi?!

“Memangnya kapan aku bilang bahwa aku tidak akan pergi?” Ucap Siwon santai.

Lalu kenapa kau menyuruhku membatalkan pesanan tiket pesawat?

“Kita akan berangkat menggunakan kapal.”

Apa?!

“Cepat kau hubungi Kim Taewoo untuk menyiapkan semuanya besok. Kita akan berangkat pukul 8 pagi.”

Yah, Siwon-ah. Untuk apa menggunakan kapal jika kita bisa lebih menghemat waktu dengan naik pesawat? Apa kau ingin menghabiskan waktu lebih lama denganku?” Siwon mendengus mendengar ucapan Jungsoo.

“Aku tidak tertarik padamu, jika kau ingin tau. Jangan banyak bertanya dan lakukan saja tugasmu!” Kata Siwon tegas. Ia dapat mendengar Jungsoo berdecak pelan dari ponselnya.

Aku mengerti.” Siwon memutuskan sambungan telepon dan menatap jalanan Seoul dari jendela. Bibirnya kembali tertarik ke atas untuk membentuk sebuah senyuman. Perjalanan bisnis yang awalnya dilakukan dengan setengah hati, entah mengapa membuat Siwon menjadi tidak sabar untuk melakukannya.

——

Siwon tidak dapat menutup mulutnya yang setengah terbuka saat Yongri memberikan koper–yang berisi pakaian Siwon–padanya. Koper yang besar–super besar dan sangat cocok dipakai jika kau ingin pindah rumah atau mungkin pergi berlibur selama satu atau dua bulan. Siwon menatap koper itu selama beberapa detik sebelum akhirnya menatap Yongri yang sedang menunjukkan wajah tanpa dosanya. Siwon ingin sekali meneriaki gadis itu, tetapi melihat wajah polosnya saat ini, Siwon tidak sanggup melakukannya.

“Ko–koper ini berisi pakaianku dan pakaianmu?” Tanya Siwon. Besar harapan laki-laki itu agar Yongri menjawab ‘ya’ atau sekedar menganggukkan kepalanya.

“Itu hanya pakaianmu saja.” Jawab Yongri memusnahkan harapan Siwon secara mentah-mentah.

“Apa kau memindahkan semua bajuku ke dalam koper ini?” Wajah Siwon benar-benar terlihat tidak percaya. Yongri menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Tidak semuanya. Hanya setengahnya saja, oppa. Karena kau tidak memberitahuku berapa lama kau akan melakukan perjalanan bisnis–” Yongri tidak dapat menyelesaikan ucapannya saat melihat Siwon melotot padanya. Ah, ia berbuat salah lagi–sepertinya.

“Lalu, dimana pakaianmu?” Tanya Siwon lagi. Yongri menunjukkan tas ransel yang sudah dipakainya.

“Apa di dalam tas itu juga terdapat setengah pakaianmu di dalam lemari?” Tebak Siwon. Yongri menggelengkan kepalanya.

“Ini hanya beberapa potong saja. Lagipula aku tidak memiliki banyak pakaian.” Suara Yongri terdengar memelan di akhir kalimat. Siwon menghela nafas panjang dan mencoba untuk sabar. Ia tidak ingin meledakkan emosinya pagi-pagi seperti ini.

Siwon mengambil koper yang diberikan Yongri tadi dan menaruhnya di atas tempat tidur. Membuka koper tersebut dan kembali tercengang melihat isinya. Seperti yang dikatakan gadis itu, setengah pakaian Siwon di lemari sudah berpindah ke dalam koper tersebut dan terlipat dengan sangat rapi.

Siwon mengambil koper yang lebih kecil dan menaruhnya di samping koper super besar tersebut. Laki-laki itu memindahkan beberapa potong pakaiannya ke dalam koper kecil. Kemudian ia menatap Yongri yang masih berdiri di tengah-tengah kamar sembari terus menatap apa yang Siwon lakukan.

“Pindahkan pakaianmu ke dalam sini.” Ujar Siwon dengan menunjuk koper kecil di atas tempat tidur.

“Apa?”

“Kau mendengarku, Choi Yongri.”

“Ta–tapi aku nyaman dengan menggunakan tas ini, oppa.” Kata Yongri pelan.

“Kau tidak memiliki waktu untuk membantahku, Yongri-ya.” Suara Siwon terdengar dingin. Yongri menatap Siwon dan menghela nafas. Ia memang tidak bisa membantah semua ucapan Siwon.

“Aku akan menunggumu di luar dalam waktu 5 menit.” Kata Siwon dan melangkah untuk meninggalkan kamar. Yongri terus menatap Siwon hingga laki-laki itu keluar dari kamar. Yongri kembali menghela nafas dan mulai memindahkan pakaiannya ke dalam koper yang juga berisi pakaian Siwon.

Setelah selesai, Yongri menarik koper tersebut keluar kamar. Ia tidak menemukan Siwon berada dimana–pun. Gadis itu mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal. Ia pikir saat Siwon mengatakan akan menunggunya di luar itu berarti di luar kamar. Tetapi sepertinya maksud ucapan Siwon adalah di luar apartement. Tidak ingin memikirkan kekesalannya, Yongri bergegas mematikan semua lampu sebelum akhirnya meninggalkan apartement dan menuju lift.

Sesampainya di lobby apartement, Yongri dapat melihat Siwon yang sedang berdiri di dekat mobilnya bersama Jungsoo. Penampilan Siwon luar biasa tampan menurut Yongri. Hari ini suaminya itu memakai pakaian santai. Kaos polos lengan panjang berwarna hitam dipadukan dengan celana jeans. Laki-laki itu juga memakai kacamata hitam yang menggantung sempurna pada hidung mancungnya. Seandainya saja Yongri bisa memuji Siwon secara terang-terangan, pasti Yongri sudah melakukannya sekarang juga.

“Selamat pagi, Yongri-ssi.” Sapa Jungsoo. Yongri tersentak ketika sadar bahwa ia sudah keluar dari lobby dan berada di dekat mobil Siwon.

“Selamat pagi, Jungsoo-ssi.” Balas Yongri sembari tersenyum menatap Jungsoo. Hari ini Jungsoo–pun terlihat tampan menurut Yongri. Laki-laki itu menggunakan kaos v–neck berwarna putih yang dilapisi dengan cardigan berwarna coklat. Sama seperti Siwon, Jungsoo juga menggunakan jeans. Walaupun begitu, ketampanan Jungsoo tetap tidak bisa menandingi ketampanan Siwon.

“Masuklah ke dalam mobil. Aku akan memasukkan kopernya ke dalam bagasi.” Kata Jungsoo dan langsung mengambil alih koper yang dibawa Yongri.

Siwon masuk ke mobil lebih dulu dan beberapa detik kemudian di susul oleh Yongri. Sepasang suami istri itu duduk berdampingan di belakang. Seorang supir sudah siap di belakang kemudi. Ketika Jungsoo menyusul mereka masuk ke dalam mobil, mobil Siwon–pun mulai meninggalkan kawasan apartement tempat tinggal Siwon dan Yongri.

——

Mereka sampai di pelabuhan hampir satu jam kemudian. Siwon, Jungsoo dan Yongri turun dari mobil untuk segera masuk ke dalam kapal ferry yang telah tersedia di sana. Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat betapa besarnya kapal ferry yang akan dinaikinya itu. Ini pertama kalinya untuk Yongri melihat kapal secara langsung, bahkan ia juga bisa berada didalamnya.

Yongri berjalan di belakang dan membiarkan Siwon serta Jungsoo yang memimpin jalan. Sesampainya mereka di dalam kapal, salah satu awak kapal mulai menjelaskan kepada mereka–kecuali Siwon–ruangan apa saja yang ada di dalam kapal tersebut. Siwon sudah menghilang entah kemana ketika mereka masuk ke dalam kapal. Karena Yongri tidak tau harus kemana, akhirnya gadis itu memilih untuk mengikuti Jungsoo. Yongri dapat menebak jika Jungsoo sudah mengetahui apa saja yang berada di kapal ini, karena laki-laki itu terlihat tidak tertarik dengan penjelasan awak kapal tersebut. Dan sepertinya penjelasan yang diberikan awak kapal itu memang diperuntukkan kepada Yongri.

Yongri tidak dapat menutupi kekagumannya saat melihat setiap ruangan di dalam kapal. Ruang makan, kamar, kamar mandi, bahkan ada juga kolam air panas. Menurut Yongri, kapal ini sudah sama seperti sebuah hotel. Dan ia yakin untuk dapat menaiki kapal ini, orang-orang harus membayar dengan mahal. Seandainya saja Yongri bukan istri Siwon, Yongri tidak tau apakah ia memiliki kesempatan langka seperti ini.

Jungsoo dan Yongri berada di bar–yang terdapat di ruang makan–setelah berkeliling bersama awak kapal. Mereka duduk berdampingan dengan segelas minuman di hadapan mereka masing-masing. Jungsoo dengan minuman beralkohol–nya, dan Yongri dengan orange juice–nya. Awak kapal sudah meninggalkan mereka berdua saja di sana. Sebenarnya, Yongri merasakan sedikit kecanggungan karena harus berdua saja bersama Jungsoo. Tetapi ia juga tidak tau harus kemana dan apa yang harus dilakukannya, jika meninggalkan ruang makan ini.

“Bagaimana menurutmu?” Yongri segera menoleh saat mendapat pertanyaan dari Jungsoo.

“Tentang?” Ucap Yongri balik bertanya.

“Kapal ini.” Kata Jungsoo.

“Kata apalagi yang cocok untuk mendeskripsikannya selain, mewah?” Jungsoo tersenyum kecil mendengar jawaban Yongri.

“Apakah tidak ada penumpang lain, selain kita?” Tanya Yongri.

“Tidak ada.” Jawab Jungsoo.

“Kenapa? Apa karena Siwon oppa sudah menyewa kapal ini?” Tebak Yongri. Jungsoo menggeleng pelan.

“Karena kapal ini milik Siwon.” Terang Jungsoo. Dan yang ada di pikiran Yongri saat ini adalah ia tidak ingin membayangan seberapa kaya suaminya itu.

“Aku tidak tau jika Siwon akan mengajakmu ke Jeju.”

“Kita akan ke Jeju?” Yongri benar-benar terkejut.

“Kau tidak tau?” Jungsoo juga ikut terkejut.

“Ya. Siwon oppa hanya menyuruhku untuk mengemasi pakaian. Dan aku hanya mengikutinya.” Kata Yongri dengan menaikkan kedua bahunya.

“Awalnya, aku tidak tau alasan mengapa Siwon menyuruhku membatalkan tiket pesawat dan memilih untuk berangkat dengan kapal, yang jelas-jelas memakan waktu jauh lebih lama.” Ujar Jungsoo dengan memainkan gelasnya yang berisi bir. Yongri menatap gelas Jungsoo sembari mendengarkan laki-laki itu berbicara.

“Ternyata karena dia mengajakmu.” Lanjutnya.

“Maksudmu, Siwon oppa sengaja memilih transportasi yang lebih lama karena mengajakku? Karena ingin membuatku lelah?” Tebak Yongri membuat Jungsoo terkekeh.

“Apa seperti itu yang ada dipikiranmu?” Tanya Jungsoo.

“Mendengar ceritamu, seperti itulah yang aku simpulkan.” Jawab Yongri.

“Menurutku, Siwon ingin menunjukkan keindahan laut padamu.” Kata Jungsoo membuat Yongri menatapnya dengan tidak percaya untuk sesaat. Setelahnya Yongri mengalihkan pandangannya dan mencoba untuk tidak memikirkan ucapan Jungsoo.

“Yongri-ssi.” Panggil Jungsoo. Yongri kembali menatap Jungsoo dengan pandangan bertanya.

“Apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?”

“Sesuatu seperti apa?”

“Kenapa Siwon menikahimu?” Tanya Jungsoo sembari menatap Yongri. Yongri dapat melihat wajah Jungsoo yang terlihat sangat ingin tau.

“Siwon oppa tidak mengatakannya padamu?”

“Tidak.” Yongri menghela nafas dan menatap orange juice–nya.

“Karena hutang.” Jawab Yongri.

“Maksudmu?”

“Keluargaku memiliki hutang pada ibu Siwon oppa. Karena keluargaku tidak dapat melunasinya, Siwon oppa yang membayarkan hutang itu dengan imbalan aku menjadi istrinya.” Jelas Yongri.

Kali ini, Jungsoo benar-benar tidak dapat menutupi keterkejutannya. Ia tidak menyangka jika alasan Siwon menikahi gadis ini adalah karena hutang. Jungsoo menjadi mengerti mengapa saat Yongri menandatangi surat nikah, gadis itu menangis. Selain itu, ia juga mengerti mengapa Siwon selalu berbicara kasar pada Yongri. Tetapi, Jungsoo masih tidak dapat mempercayainya.

“Benarkah…karena itu?” Tanya Jungsoo memastikan.

“Aku tidak terlalu memiliki kemampuan untuk berbohong.” Jawab Yongri.

“Kau pasti sangat membenci Siwon.” Tebak Jungsoo. Yongri tersenyum mendengar tebakan Jungsoo.

“Pada minggu awal pernikahan kami, mungkin ya.” Kata Yongri.

“Dia selalu berbicara kasar. Tidak memperdulikan aku yang masih SMA dan meniduriku sesuka hatinya. Juga..meniduri wanita lain.” Lanjut Yongri. Entah mengapa ia tidak merasakan kecanggungan lagi pada Jungsoo. Ia merasa nyaman bercerita kepada laki-laki itu. Bahkan Yongri tidak mencoba menutupi apapun dari Jungsoo saat ini.

“Ba–bagaimana dengan sekarang?” Jungsoo tidak dapat menutupi rasa penasarannya.

“Sekarang?” Gumam Yongri. Gadis itu kembali menghela nafas pelan.

“Kebencianku padanya telah berkurang. Aku semakin terbiasa dengan sikap kasar, dingin dan kakunya. Aku bahkan tidak lagi merasa takut saat ia meniduriku. Dan aku bahkan selalu memikirkannya.” Jelas Yongri.

“Sepertinya aku menyukai Siwon oppa.” Kata Yongri jujur. Jungsoo menahan nafasnya sesaat ketika mendengar kalimat Yongri yang terakhir. Jungsoo tau bahwa Yongri tidak mungkin berbohong mengenai perasaannya. Tiba-tiba saja Jungsoo merasa senang saat mengetahui bagaimana perasaan Yongri kepada Siwon.

“Tetapi itu tidak ada gunanya, kan?” Ujar Yongri sembari menatap Jungsoo dengan sendu.

“Kenapa?” Tanya Jungsoo pelan.

“Sebentar lagi kakakku dapat membayarkan hutang itu pada Siwon oppa. Tentu saja saat itu aku harus berpisah dengannya, kan?” Jujur saja, Yongri belum bisa membayangkan bagaimana jika nanti ia bercerai dan berpisah dengan Siwon. Apakah kehidupannya akan sama seperti saat sebelum ia bertemu Siwon?

“Apa kau ingin berpisah dengan Siwon?” Tanya Jungsoo. Yongri terdiam mendengar pertanyaan Jungsoo. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Di satu sisi, ia ingin kembali tinggal bersama Kyuhyun dan ibunya. Namun di sisi lain, Yongri ingin hidup bersama Siwon dan mengetahui semua masa lalu Siwon. Ia ingin Siwon membuka dirinya pada Yongri dan menganggap Yongri sebagai istrinya. Yongri benar-benar belum tau jawaban apa yang harus diberikannya pada Jungsoo.

“Di mana Siwon oppa?” Yongri mencoba mengalihkan pembicaraan. Jungsoo tersenyum untuk menutupi rasa kecewanya, karena Yongri tidak menjawab pertanyaannya.

“Aku tidak tau.” Jawab Jungsoo.

“Aku ingin berkeliling lagi.” Kata Yongri sembari berdiri. Jungsoo menegakkan punggungnya melihat Yongri yang akan meninggalkannya.

“Sebaiknya kau beristirahat.” Ujar Jungsoo memberi saran. Yongri menatap Jungsoo dan tersenyum kecil.

“Jika aku berpisah dengan Siwon oppa, aku belum tentu dapat menaiki kapal mewah seperti ini lagi. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatanku ini dengan beristirahat.” Sahutnya dan segera meninggalkan Jungsoo. Jungsoo menatap kepergian gadis itu dengan tersenyum kecil.

“Aku ingin mempercayai ucapan Donghae, bahwa kau dapat menyembuhkan Siwon.” Ucap Jungsoo seolah Yongri dapat mendengarnya.

——

Siwon mencoba untuk fokus menggambar sketsa untuk produk baru yang mungkin akan diluncurkannya beberapa bulan lagi. Saat ini ia sedang berada di geladak utama ditemani dengan angin laut yang terus menerbangkan rambutnya. Beberapa kali Siwon menatap air laut yang terus bergelombang, sebelum akhirnya kembali menggoreskan pensilnya pada buku gambar yang dipegangnya. Sayangnya, Siwon tidak bisa benar-benar berkonsentrasi pada pekerjaannya. Beberapa kali ia merobek kertas gambar, mencengkramnya kemudian melemparnya ke sembarang arah hingga di sekelilingnya dipenuhi gumpalan kertas.

Kata-kata Yongri yang tidak sengaja didengarnya saat sedang berbicara dengan Jungsoo terus menari-nari dikepalanya. Tidak terpikirkan sama sekali oleh Siwon bahwa Yongri akan berkata seperti itu. Siwon bahkan tidak tau apa yang telah dilakukannya pada Yongri, hingga gadis itu memendam perasaan padanya.

Sepertinya aku menyukai Siwon oppa.

Siwon berdecak pelan dan menaruh buku gambarnya di tempat duduk yang sedang didudukinya saat ini. Konsentrasinya sudah terpecahkan, dan ia tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaannya. Siwon kembali menatap air laut dengan menaruh kedua tangannya di atas pembatas dibelakangnya, dan menumpu dagunya di sana. Menikmati angin yang terus menampar wajahnya dengan pelan. Siwon ingin melupakan kata-kata Yongri. Ia tidak ingin terpengaruh oleh ucapan istrinya itu. Dan Siwon tidak ingin mempercayai Yongri. Tetapi tanpa Siwon sadari, ia mempercayai ucapan Yongri.

“Oppa?” Siwon tersentak saat mendengar suara Yongri. Ia segera menoleh dan menemukan Yongri yang berdiri beberapa langkah dihadapannya. Gadis itu sedang sibuk membenarkan rambutnya yang terbang tertiup angin.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon.

“A–aku sedang berkeliling dan tidak tau bahwa kau ada disini.” Jawab Yongri. Yongri mencoba untuk mengabaikan tatapan Siwon dan berjalan ke depan. Ia juga ingin menikmati angin laut yang terasa menyegarkan.

Yongri memegang pembatas geladak dan memejamkan matanya. Ia membiarkan angin menerbangkan rambutnya dan membelai wajahnya. Senyum kecil terukir pada bibir Yongri. Ia merasa senang karena dapat merasakan liburan di saat ia sudah lulus sekolah. Walaupun Yongri tidak tau apa yang akan dilakukannya di Jeju nanti, tetapi Yongri tetap menganggap ini adalah sebuah liburan untuknya. Ia akan berusaha menikmati waktunya saat di Jeju nanti.

“Kita akan ke Jeju?” Yongri bertanya sembari menoleh. Beberapa anak rambut menutupi wajah Yongri. Siwon terus menatap wajah gadis itu dan ia merasa terpesona oleh kecantikan Yongri yang diterpa oleh cahaya matahari. Wajah Yongri terlihat bersinar walaupun tidak memakai make up.

“Kau sudah tau jawabannya.” Sahut Siwon acuh. Merasa bodoh dengan topik pembicaraan yang digunakan gadis itu.

“Apa aku bisa menganggap ini sebagai liburan untukku?” Tanya Yongri lagi. Siwon mendengus kasar.

“Terserah padamu.” Jawabnya. Yongri mengerucutkan bibirnya dan kembali menghadap ke depan. Ia tidak tau bahwa saat ini Siwon sedang menatap tubuhnya dari belakang dengan intens. Yongri hanya memakai pakaian sederhana. Sebuah kaos kebesaran dengan celana jeans yang super ketat. Membuat pantat dan pahanya tercetak dengan jelas dan membuat Yongri terlihat–sialan–sexy.

Siwon perlahan berdiri dan menghampiri Yongri. Matanya tidak lepas dari sosok gadis itu. Yongri tidak menyadari kedatangan Siwon karena suara air laut yang cukup memenuhi telinganya. Jarak Siwon dan Yongri sudah tidak terlalu jauh lagi. Dan dari sana, Siwon dapat mencium aroma Yongri yang membuat gairahnya bangkit seketika. Bercinta di atas sini sepertinya sebuah ide yang bagus, menurut Siwon. Ini akan menjadi pengalaman pertama mereka bercinta di atas kapal.

Yongri menyadari kedatangan Siwon dan berniat berbalik. Namun Siwon dengan cepat menahannya dan membiarkan Yongri membelakangi laki-laki itu. Tiba-tiba ia merasa sangat gugup karena merasakan tangan Siwon menggenggam lengannya.

“O–oppa..”

“Bukankah kita memerlukan sedikit kehangatan saat ini?” Bisik Siwon tepat di telinga Yongri.

——

–To Be Continued–

Hai! Kelaman nunggu part ini? Aku gak nyangka PL part 6 itu cepet banget mencapai 50 comment. Hanya dalam waktu 2 hari, padahal aku ngetik part 7 baru sedikit banget. Aku senang sih jujur aja karena antusias kalian. Aku harap kalian comment FF aku itu gak terpaksa, ya.

Oh ya, banyak banget yang gak sabar sama masa lalu Siwon. Aku bukannya gak mau masukin masa lalu Siwon dalam 2 part terakhir ini. Tetapi emang scene—nya belum pas aja. Makanya masa lalu Siwon masih aku simpen rapi. Lagian kenapa mau pada cepet-cepet sih? Mau cepet selesai nih FF? hahaha.. sabar-sabar aja, ya. Pasti ntar masa lalu itu bakal keluar kok. Okay?

50 comment? Lanjut…..

BYE~

Advertisements

108 thoughts on “Painful Life – Part 7

  1. apaaa??”memerlukan sedikit kehangatan?”si atas kapal d siang hari??emng dazar siwon otakny udh kena virus mesum hyukjae -__+”

    ih greget deh sm reaksi siwon pas tau ternyata iatrinya mulai auka sma dia >w<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s