Painful Life – Part 4

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-17

WARNING!! Ada adegan kekerasan d awal cerita!!

——

Aku tau, aku tidak pantas bahkan untuk sekedar memimpikannya. Tetapi bolehkah gadis sepertiku mengharapkan kehidupan pernikahan yang normal? –Choi Yongri-

—–

Author POV

Flashback

Siang itu, Siwon kecil sedang bermain bola kesayangannya di halaman belakang rumah mewahnya. Cahaya matahari yang terik tidak membuatnya merasa kepanasan ataupun gerah. Beberapa kali Siwon kecil menendang bolanya ke gawang yang memang berada di sana. Tidak setiap tendangan bola tersebut memasuki gawang. Namun bukan berarti hanya sedikit saja bola yang masuk ke dalam gawang. Siwon kecil akan melompat-lompat sendiri apabila bola yang ditendangnya mencetak gol. Bocah berusia 9 tahun itu memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola yang hebat dan tentu saja terkenal.

Terlahir sebagai keluarga kaya dan disegani oleh banyak orang membuat Siwon kecil harus puas bermain seorang diri. Selain karena banyak anak-anak seusianya yang merasa takut untuk bermain dengannya, orangtuanya juga melarang keras Siwon kecil bergaul dengan sembarang orang. Itulah menjadi penyebab Siwon kecil hanya bisa bermain di halaman belakang rumahnya yang luas.

“DIMANA ANAK SIAL ITU?!”

Siwon kecil menghentikan kegiatannya yang sedang menendang bola saat mendengar sebuah teriakan yang cukup memekakkan telinganya. Ia yakin suara itu berasal dari dalam rumah, hingga membuat Siwon kecil menatap pintu yang menghubungkan halaman belakang dan rumahnya. Bocah itu segera mengambil bolanya dan memeluknya. Menatap ke kanan dan kiri untuk mencari tempat persembunyian. Ia harus bersembunyi jika tidak ingin mendapati luka baru. Luka di pelipis kirinya saja belum sembuh seratus persen, dan ia tidak boleh menambah lukanya. Karena itu akan membuat guru disekolahnya bertanya-tanya mengenai luka tersebut.

Siwon kecil melihat sebuah pohon yang tidak terlalu besar, yang berada di halaman tersebut. Masih dengan memeluk bolanya, ia menghampiri pohon itu dan bersembunyi di sana. Ia hanya berharap pohon tersebut dapat menyembunyikan tubuh tinggi kurusnya.

“KELUAR KAU ANAK SIAL!” Tubuh Siwon kecil bergetar pelan seiring dengan suara teriakan yang semakin terdengar. Menandakan sang pemilik suara sudah berada dekat dengan tempatnya berada sekarang. Memberanikan dirinya, Siwon kecil mencoba mengintip dari balik pohon yang saat ini menjadi tempatnya bersembunyi.

“Oppa, aku mohon jangan seperti ini. Itu bukan salah Siwon, oppa. Anak itu tidak bersalah.” Siwon kecil dapat melihat sang ibu sedang menahan tubuh seorang pria berusia pertengahan 40. Seorang pria yang sering disebut Siwon kecil sebagai appa.

“Menyingkir dari hadapanku! Anak sial itu yang menyebabkan ini semua. Dasar anak sial!” Pria itu mendorong tubuh Bong Ok hingga membuat wanita cantik itu tersungkur di halaman belakang. Siwon kecil menatap itu semua dengan kedua tangannya yang terkepal. Ia tidak pernah suka jika Bong Ok disakiti oleh pria itu. Tetapi Siwon kecil tidak memiliki banyak keberanian untuk melindungi Bong Ok.

Pria itu mulai mencari ke setiap sudut halaman belakang rumah untuk menemukan keberadaan Siwon kecil. Ia tau anak tunggalnya itu berada di sana dan sedang bersembunyi. Mata pria itu terhenti pada sebuah pohon yang ternyata tidak dapat menyembunyikan tubuh Siwon kecil secara keseluruhan. Amarah pria itu semakin menjadi saat menemukan keberadaan Siwon kecil yang dipanggilnya ‘anak sial’.

“Disini kau rupanya, anak sial!” Pria itu segera mendekati pohon tersebut dan menarik tubuh Siwon keluar dari sana. Pria itu tidak peduli dengan tubuh Siwon kecil yang sudah bergetar hebat karena rasa takutnya. Ia malah menghempaskan tubuh Siwon kecil hingga tersungkur di tanah. Pria itu merebut bola yang masih di peluk Siwon kecil dan melemparnya entah kemana.

“Kau mau menjadi pemain sepak bola, huh? Jangan bermimpi! Kau hanya anak pembawa sial!” Pria itu mulai menendangi tubuh Siwon kecil.

“Lagi-lagi proyek yang aku tangani gagal dan aku kehilangan uang triliunan won! Ini semua karena kau!” Tidak puas dengan menendang, pria itu juga menginjak tubuh Siwon kecil tanpa belas kasihan. Tidak ada yang dapat Siwon kecil lakukan selain melindungi kepalanya agar tidak mendapat pukulan dari pria itu.

“Anak sial! Anak sial!” Pria itu terus menendang tubuh kurus Siwon kecil.

“Kiho oppa, hentikan!!” Bong Ok memeluk kaki pria yang dipanggilnya Kiho itu agar berhenti menyiksa anak mereka. Berhasil, Kiho menjauhkan kakinya dari tubuh Siwon kecil. Namun tiba-tiba ia membalikkan badannya dan menendang Bong Ok, hingga wanita itu kembali tersungkur.

“Ini semua salahmu! Kenapa kau harus melahirkan anak sial itu?!” Setelah puas melampiaskan emosi kepada istri dan anaknya, Kiho meninggalkan halaman belakang dan masuk ke dalam rumah. Dengan menangis, Bong Ok mendekati tubuh Siwon kecil yang tidak bergerak. Ia memeluk anak laki-lakinya itu dengan perasaan bersalah. Ia tidak bisa melindungi Siwon kecil dari amukan Kiho.

“Maafkan eomma, Siwon-ah.” Isak Bong Ok yang dapat di dengar dengan jelas oleh Siwon kecil. Walaupun bocah itu memejamkan matanya karena menahan sakit di sekujur tubuhnya. Siwon kecil tidak tau apa yang telah dilakukannya, hingga Kiho terus memanggilnya anak sial beberapa bulan terakhir ini. Padahal sebelumnya Kiho sangat menyayangi dirinya, seperti ia menyayangi Kiho. Siwon kecil bahkan tidak dapat mengeluarkan airmata walaupun merasakan sakit. Airmatanya keluar hanya saat Kiho pertama kali memukulinya. Semenjak itu, Siwon kecil seolah sudah terbiasa mendapatkan pukulan dan amukan dari Kiho.

Flashback End

“Hentikan, appa!”

“Appa, aku mohon hentikan!”

“Appa!”

“Appa!”

Yongri terbangun dari tidurnya dengan terkejut. Ia merasa tiba-tiba mendengar teriakan seseorang yang begitu dekat ditelinganya. Awalnya Yongri menyangka itu hanya sebuah mimpi. Namun lama kelamaan suara itu semakin keras dan semakin nyata untuk Yongri. Gadis itu membalikkan badannya dan ia begitu terkejut melihat Siwon yang sangat gelisah dalam tidurnya. Keringat dingin membasahi pelipis laki-laki itu. Kepala laki-laki itu terus bergerak-gerak tidak nyaman.

“Oppa..” Yongri segera mengubah posisinya menjadi duduk dan mencoba membangunkan Siwon.

“Sakit.. Sakit, appa.. Aku mohon hentikan..” Siwon terus berbicara dengan matanya yang masih setia terpejam. Membuat Yongri menjadi khawatir. Jika Siwon hanya mengigau biasa, mungkin Yongri tidak akan khawatir. Masalahnya saat ini Siwon terlihat begitu kesakitan seolah apa yang sedang diimpikannya itu nyata.

“Oppa!” Yongri mengguncang tubuh Siwon untuk membuat laki-laki itu sadar. Belum ada tanggapan apapun dari Siwon. Kepalanya masih terus bergerak gelisah dan keringat yang mengalir semakin banyak.

“Oppa!” Yongri menjerit dan mengguncang tubuh Siwon semakin kuat. Seketika mata Siwon terbuka dengan lebar. Nafas laki-laki itu tersengal seperti habis berlari maraton. Siwon memegangi dadanya yang terasa sakit padahal tidak ada luka apapun di sana. Yongri tidak tau dada laki-laki itu benar terasa sakit atau Siwon hanya terbawa oleh mimpinya.

“Oppa, kau baik-baik saja?” Tanya Yongri khawatir. Siwon seolah tersadar bahwa ada seseorang yang sedang mengawasi gerak geriknya. Laki-laki itu segera mengalihkan pandangannya pada Yongri.

“Apa yang kau lihat?!” Siwon tiba-tiba bertanya dengan tidak suka. Mendapat pertanyaan seperti itu dari Siwon membuat Yongri menjadi bingung dan juga salah tingkah. Memangnya apa yang sedang dilihat oleh gadis itu? Ia hanya melihat bagaimana Siwon yang bermimpi buruk dalam tidurnya. Lalu, apa itu salahnya? Jika memang Siwon tidak ingin ada yang melihatnya seperti itu, bukankah lebih baik ia menyuruh Yongri tidur di kamar lain?

“Aku–” Yongri bingung harus menjawab apa. Gadis itu segera mengalihkan pandangannya kemanapun asal tidak melihat Siwon. Ia tidak mau laki-laki itu menjadi marah. Siwon tidak peduli dengan jawaban gadis itu. Ia menyingkirkan selimut yang dipakainya dan segera turun dari tempat tidur. Jujur, Siwon sangat tidak suka dengan tatapan khawatir dan kasihan yang diberikan Yongri tadi. Membuat Siwon merasa dirinya sangat kecil apabila ia dikasihani oleh orang lain.

“O–oppa, kau mau kemana?” Yongri memberanikan dirinya untuk bertanya. Ia tidak berbohong dengan rasa khawatir yang dirasakannya saat ini. Apalagi ia dapat melihat wajah Siwon yang sedikit pucat. Sebenarnya mimpi seperti apa yang dialami Siwon?

Siwon menolehkan kepalanya dan menatap Yongri dengan tajam. Ia merasa Yongri semakin berani dan lancang padanya. Gadis itu bahkan dengan terang-terangan ingin mencampuri urusannya. Bukankah seharusnya gadis itu merasa takut padanya? Yang diinginkan Siwon adalah Yongri yang merasa takut padanya. Bukan Yongri yang merasa khawatir dan kasihan padanya. Seumur hidupnya Siwon tidak mau satu orang–pun mengasihani dirinya.

“Kenapa? Kau mau ikut?” Siwon bertanya balik dengan senyum sinisnya.

“Apa? Tidak–aku..”

“Aku mau mencari wanita dan bercinta dengannya. Kau mau ikut?” Ujar Siwon membuat Yongri menundukkan kepalanya. Siwon menghilangkan senyum sinisnya dan kembali melayangkan tatapan tajam walaupun Yongri tidak dapat melihatnya. Setelah merasa puas, Siwon bergerak menjauh dan meninggalkan kamarnya.

Sesampainya di luar kamar, Siwon bersandar di pintu sembari memegangi dadanya. Wajahnya yang pucat bertambah pucat saat ini. Kembali membayangkan mimpi yang baru saja dialaminya. Siwon tidak menyangka jika ia akan kembali memimpikan sesuatu yang sangat ingin dilupakannya. Sudah cukup lama Siwon tidak pernah bermimpi seperti ini lagi. Walaupun dulu ia sering memimpikannya, Siwon tidak pernah bisa menghilangkan rasa sakit yang dirasakannya sampai sekarang. Membuat laki-laki itu terus saja merasa dihantui oleh mimpi-mimpi buruknya itu.

“Sialan!” Desis Siwon. Laki-laki itu segera menuju kamar mandi yang berada di luar kamar. Ia harus membasahi wajahnya dengan air dingin agar mimpi buruknya segera lenyap.

Di dalam kamar, Yongri memeluk kedua lututnya sembari menatap pintu kamar yang tertutup. Ia memikirkan ucapan Siwon barusan. Mencari wanita dan bercinta. Perasaan Yongri benar-benar menjadi aneh saat ini. Ia merasa tidak rela jika Siwon menyentuh wanita lain, atau ada wanita lain yang menyentuh laki-laki itu. Siwon suaminya, bukankah itu berarti Siwon hanya miliknya?

“Hahhh..” Yongri menghela nafas panjang. Ia tau pernikahan yang dijalaninya ini bukanlah pernikahan yang didasari oleh cinta. Tetapi bukan berarti kehidupan pernikahan yang dijalaninya ini tidak bisa berjalan normal, bukan? Lagipula Yongri selalu melakukan hal-hal yang biasa seorang istri lakukan. Seharusnya Siwon melakukan hal sama, kan? Yongri kembali menghela nafas panjang. Sebenarnya apa yang diharapkannya? Gadis ini sepertinya harus selalu disadarkan jika Siwon menjadikannya istri hanya karena hutang. Bukan karena Siwon mencintainya. Lagipula kemungkinan sebentar lagi Kyuhyun akan menjemputnya pulang. Dan ia akan bercerai dengan Siwon. Sudah seharusnya seperti, kan?

Yongri melirik jam dinding yang terdapat di kamar Siwon. Sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan ia tidak bisa kembali memejamkan matanya. Sebenarnya Yongri merasakan tubuhnya lelah karena percintaannya dengan Siwon semalam. Tetapi rasa kantuk benar-benar tidak dirasakan oleh gadis itu. Apalagi jika memikirkan Siwon bersama wanita lain. Yongri kembali menghela nafas untuk kesekian kalinya. Sebelum akhirnya turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.

——

Yongri keluar dari kamar ketika telah selesai mandi dan lengkap dengan pakaian sekolahnya. Yongri berniat untuk membersihkan rumah sebentar sebelum membuat sarapan untuk Siwon. Walaupun Yongri tidak tau Siwon akan sarapan di apartement atau tidak. Yongri juga tidak terlalu memperdulikannya. Ia hanya melakukan tugasnya.

Langkah Yongri terhenti saat ia melihat seseorang yang tidur di sofa ruang tengah. Ruangan yang sering Yongri pakai untuk menonton televisi sembari menunggu malam datang. Yongri membalikkan badannya dan mendekati sofa tersebut. Mengurungkan niatnya untuk ke dapur. Langkah Yongri terhenti saat melihat Siwon–lah yang tidur di sana. Laki-laki itu tidur dengan kedua tangannya yang terlipat di dada dan berbantalkan lengan sofa. Tanpa selimut padahal Yongri merasakan udara dingin khas pagi hari.

Tanpa sadar Yongri mendengus pelan. Inikah yang dimaksudnya dengan bercinta? Selain kejam ternyata laki-laki ini pintar berbohong, itulah yang ada di pikiran Yongri. Walaupun begitu, Yongri menuju ke salah satu kamar dan mengambil selimut di dalam lemari. Dengar gerakan pelan, Yongri menyelimuti Siwon hingga ke dadanya. Gadis itu menatap wajah tidur Siwon dalam diam. Ia menjulurkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Siwon. Membuat gerakan memutar sembari bergumam pelan.

“Pergilah kalian wahai mimpi buruk.” Seperti menyebutkan sebuah mantra untuk sang suami. Setelahnya Yongri menarik tangannya kembali dan meninggalkan Siwon. Yongri tidak tau bahwa setelah ia meninggalkan laki-laki itu, Siwon membuka matanya. Ia tau semua yang gadis itu lakukan, termasuk mendengar ucapan gadis itu. Siwon menyingkirkan selimut yang dipakaikan Yongri padanya. Bangun dari posisinya dan segera menuju kamar. Tidak lupa laki-laki itu membanting pintu kamar dengan keras. Membuat Yongri yang berada di dapur terlonjak karena terkejut. Yongri segera berbalik dan memanjangkan lehernya. Gadis itu mengecek sofa dan tidak menemukan Siwon di sana. Membuat jantungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat karena gugup dan takut.

“Apa-apaan itu? Apa dia tidak tidur?” Gumam Yongri.

“Lalu kenapa jika dia tidak tidur? Apa aku melakukan sesuatu yang salah? Seharusnya dia berterima kasih padaku.” Kata Yongri seolah meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilakukannya barusan bukanlah sesuatu yang salah dan ia tidak perlu merasa takut. Yongri mengangkat kedua bahunya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ia tidak peduli dengan apapun yang sedang Siwon lakukan sekarang di dalam kamar.

——

Yongri berdiri di dekat meja makan dengan kaku. Sudah menjadi kebiasaannya saat Siwon sedang sarapan, gadis itu akan berdiri di sana layaknya seorang pelayan yang siap melayani tuannya kapan saja. Yongri memang tidak pernah sarapan bersama Siwon. Ia biasanya hanya akan membuat roti selai untuk dimakannya ketika perjalanan ke sekolah. Lagipula Siwon tidak pernah berbaik hati mengajaknya sarapan. Dan Yongri cukup tau diri akan hal itu.

Siwon dan Yongri sama-sama menoleh ke arah pintu depan saat mendengar suara bel apartement yang berbunyi. Tidak biasanya mereka kedatangan tamu pagi-pagi seperti ini. Siwon kembali mengalihkan pandangannya dan melanjutkan sarapannya. Membuat Yongri berpikir bahwa ialah yang harus membukakan pintu. Tanpa melihat siapa yang datang melalui intercom, Yongri langsung membuka pintu.

“Ah!” Bokong Yongri terasa perih ketika terbentur dengan lantai apartement. Gadis itu merasa apartement ini sangat luas jika hanya untuk dua orang saja yang berjalan bersisian. Tetapi kenapa seseorang yang baru datang itu harus mendorongnya hingga terjatuh, hanya untuk lewat saja? Yongri mendelik kesal kepada wanita yang baru saja datang dan terlihat telah menghilang entah kemana.

Yongri kembai ke ruang makan dengan mengibaskan rok sekolanya yang terlihat kusut akibat terjatuh tadi. Ia benar-benar tidak bohong mengenai bokongnya yang terasa sakit saat ini. Jika saja Siwon tidak ada di apartement saat ini, Yongri bersumpah ia akan mengumpat pada wanita itu. Dan Yongri sepertinya benar-benar harus mengumpat saat melihat wanita yang beberapa waktu lalu membuat keributan di apartement ini, sudah berada di ruang makan dan duduk tepat di samping Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Siwon bertanya dengan datar.

“Eommoni menemuiku beberapa hari yang lalu, oppa. Dia bilang ingin menjodohkan kita.” Ujar Han Seol senang. Mendengar ucapan wanita itu membuat Yongri terpaku. Apa maksud ucapan wanita ini? Menjodohkan?

‘Eommoni? Ibu Siwon oppa, kah?‘ Yongri bergumam dalam hati. Tetapi bukankah ibu Siwon tau jika Siwon telah memiliki istri? Kenapa masih ingin menjodohkan? Tiba-tiba Yongri menghela nafas pelan. Ia baru ingat jika ibu Siwon tidak pernah suka padanya. Jika dibandingkan dengan wanita yang duduk di samping Siwon saat ini, tentu dia bukanlah apa-apa.

“Aku tidak pernah menyetujuinya.” Kata Siwon tanpa menatap Seol.

“Oppa, ayolah. Coba kau lihat aku. Apa yang kurang dari diriku? Aku lebih cocok menjadi istrimu daripada dia.” Ucap Seol sembari menunjuk Yongri yang berdiri dengan canggung saat ini. Siwon tidak menanggapi ucapan wanita itu. Ia hanya sedang meredam emosinya agar tidak mencekik wanita itu sekarang juga. Sepertinya Siwon akan benar-benar memberikan pelajaran pada Bong Ok soal ini. Bong Ok terlihat tidak takut dengan ancaman yang diberikan Siwon padanya. Membuat Siwon benar-benar marah.

“Aku akan menemanimu sarapan. Karena aku juga belum sarapan, oppa.” Ucap Seol masih dengan senyum yang dibuatnya semanis mungkin.

“Hei, siapkan sarapan untukku juga.” Seol menatap Yongri. Yongri mengerutkan keningnya saat mendengar perintah wanita itu. Benar-benar seperti seorang nyonya besar. Lagipula dirinya bukan pembantu disini. Yongri ingin sekali menjambak rambut wanita itu. Tetapi ia tidak berani melakukannya.

“Ya! Apa kau tuli? Aku lapar!!” Bentak Seol kesal kepada Yongri. Yongri hanya dapat menghela nafas panjang. Gadis memutar tubuhnya dan bersiap untuk ke dapur. Tentu saja menuruti ucapan wanita itu sebelum ia kembali berteriak. Namun langkah Yongri terhenti saat ia mendengar Siwon meletakkan sumpit serta sendok di atas meja dengan keras. Sepertinya lebih tepat disebut dengan membanting. Yongri membalikkan badannya dan menatap Siwon. Siwon juga sedang menatapnya dengan tajam. Yongri tidak merasa melakukan kesalahan. Kenapa Siwon harus selalu menatapnya tajam seperti ini?

“Apa kau pembantu?!” Tanya Siwon.

“Apa?” Yongri terlihat terkejut dan bingung dengan pertanyaan Siwon.

“Aku tanya apa kau pembantu?!” Suara Siwon meninggi. Yongri menautkan tangannya dan meremas kesepuluh jarinya.

“B–bu–bukan.” Yongri menjawab dengan terbata.

“Kau dengar itu? Dia bukan pembantu disini.” Siwon beralih menatap Seol. Sama seperti saat menatap Yongri, ia juga menatap Seol dengan tajam. Bahkan sangat tajam.

“Oppa..” Seol mencoba bersikap manja pada Siwon. Siwon berdiri dari duduknya dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Berada di dekat Seol benar-benar membuat Siwon muak.

“Jangan pernah menganggap aku sama seperti laki-laki lain. Laki-laki yang akan luluh hanya dengan sikap manjamu itu. Aku bahkan saat ini sedang mati-matian menahan diri untuk tidak mencekikmu.”

“Oppa!” Seol ikut berdiri. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Siwon. Apa Siwon selalu membuang semua wanita setelah laki-laki itu meniduri mereka? Tetapi Seol merasa dirinya bukan hanya sekedar wanita yang seperti itu untuk Siwon. Seol merasa dirinya berada di atas mereka karena ibu Siwon sendiri yang mendekatinya dan ingin menjodohkan dirinya dengan Siwon. Tetapi Siwon benar-benar tidak terlihat tertarik padanya. Tentu saja sebagai seorang wanita Seol merasa harga dirinya terluka.

“Aku akan mengadukanmu pada eommoni.” Ancam Seol membuat Siwon tidak dapat menahan senyum sinisnya. Wanita ini benar-benar ingin bermain-main dengannya.

“Katakan juga kepada ibuku jika aku tidak akan mengirimkan uang ke rekeningnya lagi.” Timpal Siwon. Benar-benar tidak takut dengan ancaman Seol.

“Aku tidak akan menyerah, oppa. Aku akan membuatmu tergila-gila padaku.” Ucap Seol yakin. Siwon mendengus kasar. Tergila-gila? Yang benar saja. Siwon tidak pernah tergila-gila pada wanita. Wanita hanya sebuah mainan untuknya.

“Satu lagi.” Kata Siwon membuat langkah Seol yang ingin meninggalkan apartement terhenti. Seol membalikkan badannya dan menatap Siwon dengan kesal.

“Berhenti memanggilku oppa. Aku bukan priamu.” Dan kekesalan Seol pagi itu terasa sangat lengkap. Ia benar-benar bersumpah akan membuat Siwon bertekuk lutut padanya. Jika tidak, jangan pernah memanggilnya Han Seol. Seol segera meninggalkan apartement tanpa membuang waktunya lagi.

Setelah Seol meninggalkan apartement, Siwon segera menghampiri Yongri dengan langkah pelan. Yongri hanya dapat harap-harap cemas dengan apa yang akan Siwon lakukan padanya. Siwon sedang emosi, bukan tidak mungkin laki-laki itu melampiaskan padanya.

Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya saat Siwon tiba-tiba mencengkram kerah baju sekolah yang dipakainya. Menariknya ke atas hingga Yongri terpaksa berjinjit jika tidak ingin tercekik akibat perbuatan Siwon. Walaupun apa yang dilakukan Siwon saat ini telah membuatnya kesulitan bernafas. Siwon benar-benar semakin keterlaluan.

“Jangan pernah menuruti perintah siapapun selain aku.” Nada suara Siwon yang dingin membuat Yongri dapat merasakannya. Sebenarnya yang dapat Yongri rasakan saat ini adalah hembusan nafas Siwon yang menampar wajahnya. Karena wajah laki-laki itu berada sangat dekat dengan wajahnya.

“A–a–aku–” Yongri merasa nafasnya tercekat.

“Jangan menjawab! Aku tidak butuh jawabanmu!” Siwon mendorong tubuh Yongri hingga membuat gadis itu terhuyung ke belakang. Beruntung ia masih dapat mengatur keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh. Siwon menatap tajam Yongri untuk terakhir kalinya pagi itu, sebelum akhirnya ia meninggalkan apartement untuk ke kantor.

Yongri mendudukkan dirinya di lantai dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Siwon memang selalu berhasil mengintimidasinya dan membuatnya menangis. Yongri sempat berpikir jika tadi Siwon tidak suka saat ada yang memperlakukannya seperti pembantu. Tetapi Siwon hanya tidak suka jika Yongri menuruti perintah orang lain selain dirinya. Yongri merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia terlalu banyak berharap pada Siwon. Karena menginginkan kehidupan pernikahan yang normal, tanpa sadar Yongri menganggap bahwa Siwon adalah laki-laki yang mencintainya.

Yongri memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya di sana. Meredam isak tangisnya walaupun sebenarnya tidak akan ada yang mendengarnya menangis. Karena di apartement hanya tinggal dirinya seorang. Gadis itu tidak memperdulikan waktu yang terus berjalan dan ia bisa saja terlambat ke sekolah. Ia hanya ingin menangisi kebodohannya pagi itu.

“Kau benar-benar bodoh, Choi Yongri..”

——

“Wajahmu terlihat pucat, Siwon-ah.” Jungsoo yang berjalan di samping Siwon menatap laki-laki itu dengan khawatir.

“Aku baik-baik saja.” Sahut Siwon. Ia mencoba mengabaikan rasa sakit kepala yang dirasakannya sejak tadi pagi.

“Kau yakin? Apa tidak sebaiknya kita ke tempat Donghae?” Kata Jungsoo menawarkan.

“Jangan selalu memperlakukanku seperti orang sakit, hyung.” Ucap Siwon tanpa menatap Jungsoo. Walaupun nada bicaranya terdengar biasa, sebenarnya terselip rasa kesal dalam ucapan Siwon.

“T–tidak. Bukan itu maksudku. Aku hanya takut terjadi apa-apa padamu dan menyebabkan kau tidak bisa datang ke pesta hari ini.” Kilah Jungsoo.

“Pesta?” Siwon menghentikan langkahnya dan menatap Jungsoo dengan pandangan bertanya.

“Jangan bilang kau melupakan pesta ulang tahun CH Group hari ini.” Tebak Jungsoo. Siwon berdecak pelan seolah membenarkan tebakan Jungsoo. Ia memang melupakan hari penting perusahaannya. Sial! Sebenarnya apa yang ada di otaknya akhir-akhir ini. Sepertinya ia terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting.

“Jam berapa sekarang, hyung?” Tanya Siwon terlihat bodoh. Padahal laki-laki itu memakai jam tangan mahal di pergelangan kirinya.

“Pukul dua lewat dua puluh menit.” Jawab Jungsoo menatap jam tangannya.

“Pekerjaanku sudah selesai, kan?”

“Ya.”

“Kalau begitu kita ke butik sekarang.” Kata Siwon yang sudah membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Jungsoo begitu saja.

“Butik? Untuk apa?” Tanya Jungsoo bingung. Laki-laki itu menyamai langkah kaki Siwon yang panjang. Dan itu bukan hal mudah untuknya jika kalian ingin tau.

“Aku harus membawa Yongri nanti malam.” Tanpa menghentikan langkahnya, Siwon menjawab pertanyaan Jungsoo.

“Ahh..” Jungsoo menganggukkan kepalanya seolah mengerti.

“Wah, aku tidak tau jika seorang Choi Siwon ada sisi romantis seperti ini.” Sindir Jungsoo ketika keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Jungsoo duduk di belakang kemudi sedangkan Siwon duduk tepat di sebelahnya.

“Apa maksudmu?” Siwon terlihat tidak suka dengan sindiran Jungsoo.

“Turun tangan dalam membelikan gaun untuk istri.” Jelas Jungsoo sembari mulai menjalankan mobil meninggalkan CH Group.

“Lalu apa aku harus menyuruhmu?!” Desis Siwon bertambah kesal.

“Kenapa tidak?” Sahut Jungsoo dengan tersenyum geli.

“Apa kau pikir kau lebih tau ukuran gadis itu daripada aku, hyung?” Jungsoo berdecak pelan mendengar ucapan Siwon.

“Aku baru ingat jika kau selalu menghabiskan malam bersama gadis itu. Sudah pasti kau sangat mengetahui ukuran tubuh gadis itu. Termasuk ukuran pakaian dalam, benar ‘kan?” Jungsoo tidak dapat menahan tawanya setelah berhasil mengolok-olok Siwon. Siwon menghela nafas sembari membuang pandangan pada jendela mobil. Tampak tidak tertarik mendengar suara tawa Jungsoo yang terdengar menyebalkan ditelinganya. Melihat Siwon yang diam saja ketika dirinya sedang sibuk tertawa, membuat Jungsoo dengan cepat menghentikan tawanya. Ia hanya takut Siwon marah karena ditertawakan. Walaupun sebenarnya Siwon termasuk jarang memarahinya.

“Tertawa sesukamu, hyung.” Gumam Siwon dan dapat didengar jelas oleh Jungsoo.

“Maaf, maaf. Aku hanya bercanda.” Kata Jungsoo.

“Tapi, Siwon-ah. Bolehkan aku bertanya sesuatu padamu? Sesuatu yang sedikit pribadi.” Kata Jungsoo meminta izin.

“Apa?”

“Apa kau benar-benar memperlakukan Yongri seperti seorang istri? M–maksudku kalian melakukan hubungan suami istri?” Suara Jungsoo terdengar ragu.

“Eo.” Siwon menjawab cepat.

“Benarkah? Astaga, Siwon-ah. Yongri masih SMA. Bagaimana jika dia hamil?” Tanya Jungsoo panik. Mendengar pertanyaan Jungsoo membuat Siwon tersentak. Laki-laki itu segera menatap Jungsoo dengan keningnya yang berkedut. Ia tidak pernah memikirkannya sampai kesana. Ia juga ingat jika selama ini ketika mereka bercinta, Siwon selalu mengeluarkan spermanya di dalam rahim gadis itu. Tidak seperti ketika ia sedang bermain dengan wanita di club. Siwon selalu menumpahkan spermanya di atas perut wanita-wanita itu.

Siwon benar-benar melupakan fakta bahwa gadis itu bisa hamil. Lalu apa yang akan dilakukannya jika Yongri benar-benar hamil? Siwon menepis pikiran itu. Membuat anak tidaklah semudah yang orang-orang pikirkan. Lagipula banyak pasangan suami istri yang telah lama menikah dan belum memiliki anak. Siwon yakin mereka sering bercinta. Sedangkan pernikahannya dan Yongri baru berusia 1 bulan. Dan mereka bercinta hanya sekitar lima atau enam? Tujuh? Sial! Siwon tidak bisa mengingatnya dengan jelas.

“Kenapa dengan wajahmu itu? Apa kau tidak pernah berpikir sampai di sana?” Jungsoo yang baru saja melirik wajah Siwon yang terlihat aneh lantas bertanya. Laki-laki itu memarkirkan mobilnya tepat di depan butik.

“Dia tidak akan hamil semudah itu, hyung.” Siwon melepas seatbelt yang dipakainya dan segera turun dari mobil. Jungsoo mendengus melihat atasan yang sudah dianggapnya adik tersebut. Terkadang Siwon memang tidak pernah berpikir panjang. Termasuk pikiran pria itu ketika ia menikahi Yongri. Sampai saat ini Jungsoo tidak tau alasan di balik Siwon menikahi gadis SMA itu. Jungsoo yakin seratus persen jika Siwon tidak mencintai Yongri, begitupun sebaliknya. Yongri bahkan terlihat takut pada Siwon. Jungsoo menghela nafas dan mencoba untuk tidak ikut campur. Selagi Siwon tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, Jungsoo tidak akan mencampurinya.

——

Siwon tampak mengedarkan pandangannya ke seluruh butik. Begitu banyak gaun yang di gantung di sana. Mulai dari yang kekurangan bahan hingga yang kelebihan bahan. Ya, maksudnya adalah gaun yang sangat-sangat sexy, hingga gaun yang benar-benar tertutup. Siwon menatap gaun-gaun tersebut sembari membayangkan tubuh Yongri. Tentu saja tubuh polos gadis itu. Bukan ketika ia sedang memakai pakaian SMA.

“Bagaimana dengan yang ini?” Jungsoo bertanya sembari menunjukkan long dress berwarna peach dengan perpotongan dada yang rendah.

“Gaun ini baru saja datang tadi pagi, Tuan.” Seorang pegawai wanita yang bekerja di butik tersebut memberikan penjelasan kepada Siwon. Siwon menatap gaun tersebut dan menggelengkan kepalanya. Membuat Jungsoo terlihat kecewa. Gaun itu terlihat bagus menurutnya.

“Tubuhnya mungil. Jika ia memakai gaun itu, sudah dipastikan tubuhnya akan tenggelam.” Jelas Siwon dan segera meninggalkan mereka. Masih banyak gaun yang dapat dijadikan pilihan.

Sebagai seorang laki-laki, gaun-gaun yang di jual di butik ini sangat menarik perhatian Siwon. Mereka benar-benar menjual gaun-gaun terbaik yang tentu saja tidak dengan harga yang murah. Siwon tidak menyangka jika Jungsoo mengetahui tempat seperti ini. Dan ini juga merupakan pengalaman pertama Siwon datang ke butik untuk membeli gaun wanita. Walaupun Siwon seorang player, laki-laki itu tidak pernah terlibat hubungan serius dengan wanita. Tetapi jangan pernah berpikir bahwa alasan Siwon turun tangan langsung dalam membelikan gaun untuk Yongri karena ia peduli atau karena ia mencintai gadis itu. Siwon hanya tidak ingin Yongri mempermalukannya ketika ia membawa gadis itu nanti malam.

“Bagaimana dengan yang ini, Tuan?” Siwon tersadar dari lamunannya yang entah kemana saat sebuah mini dress di tunjukkan di hadapannya.

“Sempurna.” Tiba-tiba saja Jungsoo menyahut dari belakang Siwon. Siwon tidak memperdulikan ucapan Jungsoo dan mengamati mini dress tersebut. Berwarna merah maroon dengan panjang sekitar beberapa centi di atas lutut. Bertali spagetti dan harus diikat di belakang leher. Serta bagian punggungnya yang terbuka hingga ke bagian pinggang. Mini dress yang terlalu sexy menurut Siwon, namun jujur laki-laki itu menyukai. Apalagi hanya dengan membayangkan Yongri memakainya.

“Pilihkan sepatu dan tas yang sesuai dengan gaun tersebut.” Perintah Siwon pada pegawai tersebut.

“Berapa ukuran kakinya, Tuan?” Tanya pegawai itu dengan tersenyum. Siwon terdiam lengkap dengan wajah bingungnya.

“Sial! Aku tidak tau ukurannya.” Desis Siwon kesal.

“Hubungi dia dan tanyakan padanya.” Saran Jungsoo. Siwon menatap Jungsoo dan kembali mendesis.

“Ia tidak memiliki ponsel.” Ujar Siwon. Jungsoo tidak dapat menutupi keterkejutannya. Di zaman yang begitu modern dan kau tidak memiliki ponsel adalah sesuatu yang mustahil menurut Jungsoo. Siwon tau apa yang dipikirkan oleh Jungsoo. Ia juga sebenarnya tidak dapat mempercayai hal itu. Tetapi mengingat bagaimana miskinnya keluarga Yongri, Siwon dapat menerima itu.

“Mungkin Anda bisa menggambarkan ciri-cirinya pada saya, Tuan. Saya akan mencoba menentukan ukurannya.” Kata pegawai itu memberikan saran dengan hati-hati. Siwon terlihat ragu namun ia tidak memiliki pilihan lain. Ia berdeham pelan sembari kembali membayangkan sosok Yongri.

“T–tingginya kira-kira sebatas bahuku.” Siwon menunjuk bahunya sendiri.

“Tubuhnya tidak kurus tetapi tidak juga gemuk. Ukuran yang pas untuk seorang wanita.” Jelas Siwon.

“Yah, hanya kurang tinggi saja.” Gumam Siwon.

“Saya akan mencoba mencarikan ukurannya. Apabila ukuran tersebut tidak sesuai, sepatu tersebut dapat ditukarkan, Tuan.” Pegawai tersebut segera pergi meninggalkan Siwon setelah menjanjikan hal tersebut. Siwon mendengus mendengar penjelasan gadis itu.

“Kami tidak punya waktu untuk itu.” Ucapnya.

Beberapa saat kemudian, Siwon dan Jungsoo keluar dari butik diikuti seorang pegawai yang membawa kotak besar. Siwon langsung masuk ke dalam mobil, sedang Jungsoo menggiring pegawai butik untuk memasukkan kotak besar tersebut ke dalam bagasi. Setelah mengucapkan terima kasih, Jungsoo menyusul Siwon untuk masuk ke dalam mobil.

“Bagaimana dengan penata rias dan rambut?”

“Kau urus semuanya, hyung.” Kata Siwon acuh.

“Kalau begitu kita langsung ke apartementmu?” Tanya Jungsoo.

“Tidak. Ke kantor dulu.” Jawab Siwon.

“Kenapa?”

“Gaun itu kau saja yang antarkan pada Yongri. Lalu kau ambilkan pakaianku di apartement. Aku akan menunggu di kantor. Jam 7 malam baru kita jemput Yongri.” Jelas Siwon.

“Kenapa seperti itu?” Protes Jungsoo. Siwon menghela nafas panjang. Terkadang Jungsoo bisa sangat cerewet dan itu sangat menyebalkan untuk Siwon.

“Sesuatu terjadi tadi pagi. Dan aku tidak mungkin tiba-tiba pulang dengan memberikan gaun itu padanya.” Kata Siwon acuh.

“Kalau memang kalian sedang bertengkar, bukankah ini bisa dijadikan salah satu cara untuk meminta maaf?” Usul Jungsoo.

“Minta maaf? Kau langsung berpikir itu kesalahanku?”

“Bukankah begitu?

“Ke kantor sekarang, hyung!”

“Baiklah!” Jungsoo menghela nafas kasar dan mulai menjalankan mobil ke CH Group.

“Nanti dalam perjalanan ke apartement, belikan satu ponsel untuk gadis itu, hyung.” Pinta Siwon seakan tidak menyadari kekesalan Jungsoo.

“Saya mengerti, sajangnim.” Sahut Jungsoo membuat Siwon mendengus kasar.

——

Yongri sedang menonton televisi ketika gadis itu mendengar suara pintu apartement dibuka. Ia sempat berpikir jika itu adalah Siwon, hingga membuatnya cepat bergegas untuk menyambut laki-laki itu. Walaupun tadi pagi Siwon marah padanya, bukan berarti ia harus mengabaikan suaminya itu, kan? Yongri mengerutkan keningnya saat melihat kehadiran Jungsoo di temani oleh dua orang wanita di belakang laki-laki itu.

“Selamat sore, Yongri-ssi.” Sapa Jungsoo.

“Selamat sore, Jungsoo-ssi.” Balas Yongri. Jungsoo mengambil kotak besar yang dibawa oleh salah satu wanita dibelakangnya dan kemudian menaruhnya tepat di depan Yongri.

“Apa ini?” Tanya Yongri bingung.

“Kau bisa membukanya.” Saran Jungsoo. Dengan ragu, Yongri membuka kota tersebut. Dan ia tidak dapat menahan keterkejutan diwajahnya saat melihat isi kotak tersebut. Tanpa sadar Yongri menatap gaun di dalam sana dengan mata berbinar.

“Gaun beserta yang lainnya adalah milikmu, Yongri-ssi.” Terang Jungsoo.

“Apa?!”

“Malam ini ada pesta ulang tahun CH Group. Dan kau akan datang menemani Siwon.”

“CH Group?” Yongri tidak tau apa itu CH Group.

“CH Group adalah perusahaan milik Siwon.” Setelah mendapat penjelasan dari Jungsoo, Yongri hanya dapat membulatkan mulutnya sembari bergumam ‘oh’.

“Kedua wanita ini akan membantumu bersiap diri, Yongri-ssi.” Jungsoo menunjuk kedua wanita dibelakangnya. Yongri menatap kedua wanita itu sembari tersenyum kaku.

“Sebelumnya, bisakah kau membantuku mengambilkan pakaian Siwon? Dia akan berganti pakaian di kantor.” Pinta Jungsoo.

“Ya. Tolong tunggu sebentar, Jungsoo-ssi.” Yongri langsung berlari kecil menuju sebuah ruangan yang memang menyimpan pakaian-pakaian mahal Siwon. Gadis itu memilihkan pakaian dengan warna yang cocok dengan gaun yang akan dipakainya. Entah apa yang dipikirkan Yongri, ia hanya ingin tampil serasi dengan Siwon saat di pesta nanti.

“Ini.” Yongri memberikan pakaian Siwon kepada Jungsoo yang langsung menerimanya.

“Oh ya, Yongri-ssi. Pegang ini sebentar.” Jungsoo memberikan pakaian Siwon kepada salah satu wanita dibelakangnya. Yongri kembali menatap Jungsoo dengan kening berkerut. Jungsoo membuka tas yang dibawanya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Yongri dapat melihat di kotak tersebut terdapat salah satu merek ponsel.

“Ini untukmu.”

“Apa? Untukku?” Yongri merasa mendapat keterkejutan yang berlimpah hari ini.

“Siwon menyuruhku membelikanmu ponsel. Tenang saja, ini memakai uang Siwon. Secara tidak langsung, Siwon yang membelikannya. Aku hanya memberikannya saja.” Kata Jungsoo dengan senyum jenaka. Yongri hanya menatap kotak ponsel tersebut dengan matanya yang terus berkedip. Masih sangat ragu untuk mengambil benda tersebut dari tangan Jungsoo.

“Ambillah, Yongri-ssi.” Jungsoo menggoyangkan tangannya di hadapan Yongri.

“T–tapi, kenapa Siwon oppa membelikanku ponsel?” Tanya Yongri pelan.

“Mungkin untuk memudahkannya menghubungi istrinya ketika dia rindu?” Jawab Jungsoo menggoda. Yongri mencoba untuk tidak memperdulikan godaan Jungsoo. Namun ia dapat merasakan wajahnya memanas.

“Ambil ini. Aku sudah memasukkan nomor Siwon dan nomorku di sana. Jika kau sedang membutuhkan bantuanku, kau bisa menghubungiku kapan saja.” Kata Jungsoo sembari meletakkan ponsel tersebut ke tangan Yongri.

“Kau sudah tidak memiliki banyak waktu. Nanti aku dan Siwon akan menjemputmu pukul 7 malam. Ku harap kau sudah siap.” Yongri hanya dapat menganggukkan kepalanya dengan pelan. Jungsoo membalikkan badannya dan menatap dua wanita yang sedari tadi berdiri dibelakangnya dengan setia.

“Kalian hanya memiliki waktu kurang lebih dua jam. Dan kuharap hasilnya tidak akan mengecewakan.” Pesan Jungsoo.

“Kami mengerti, Tuan.” Kedua wanita itu membungkukkan badannya dengan kompak. Jungsoo menoleh ke belakang untuk kembali menatap Yongri.

“Aku pergi dulu, Yongri-ssi.” Pamit Jungsoo.

“Terima kasih banyak, Jungsoo-ssi.” Kata Yongri tulus. Jungsoo sangat baik menurutnya. Walaupun apa yang dilakukan laki-laki itu tidak terlepas dari perintah Siwon. Tetap saja Yongri merasa Jungsoo melakukannya dengan bersungguh-sungguh.

“Bisa kita mulai, Nona?” Tanya salah satu dari wanita tersebut setelah Jungsoo meninggalkan apartement. Yongri mengangguk dan menggiring mereka ke salah satu kamar yang berada di apartement. Karena tidak mungkin ia membawa mereka ke kamar Siwon. Bisa dipastikan laki-laki itu akan membunuhnya.

——

Siwon kembali ke ruangannya setelah berbicara dengan klient–nya di ruang rapat. Untung saja setelah dari butik Siwon memutuskan untuk ke kantor, karena salah satu klient–nya sedang menunggu laki-laki itu untuk membicarakan mengenai kerjasama mereka. Siwon yakin jika klient tersebut tidak bertemu dengannya hari ini, maka kerjasama ini tidak akan berjalan sebagaimana semestinya. Walaupun sebenarnya Siwon tidak terlalu memperdulikan kerugian yang akan didapatkannya jika kerjasama ini batal. Ia bisa mendapatkan uang yang lebih banyak hanya dengan meluncurkan satu produk saja. Ia hanya perlu memeras otaknya sedikit saja. Namun saat ini Siwon sedang tidak memiliki ide dan ia sedang malas berpikir. Sehingga akhirnya Siwon membiarkan saja kerjasama ini berjalan seperti rencana awal.

Siwon menatap pakaian yang dibawa Jungsoo di atas sofa. Sekretaris pribadinya itu tidak ada diruangannya, mungkin ia juga sedang bersiap-siap untuk pesta yang akan dimulai kurang lebih 1 jam lagi. Siwon membuka jas yang dipakainya dan mendekati sofa. Ia menatap kemeja yang kemungkinan besar di pilih oleh Yongri. Karena memang semenjak ia menikahi gadis itu, Yongri selalu memilihkan pakaian kerjanya setiap pagi.

Warna kemeja yang dipilihkan Yongri adalah merah maroon. Sama seperti warna gaun yang dibelikan Siwon untuk gadis itu. Siwon mendengus dengan kasar. Apa maksudnya ini? Apa gadis itu ingin membuat mereka serasi? Ingin memberitahukan kepada orang-orang bahwa mereka adalah pasangan suami istri? Gadis itu semakin lancang. Memang benar jika alasan utama Siwon ingin mengajak gadis itu ke pesta malam ini adalah untuk memperkenalkannya sebagai istri laki-laki itu. Namun Siwon tetap tidak suka dengan kelancangan gadis itu. Siwon merasa gadis itu mengaturnya, dan Siwon sangat tidak suka di atur oleh siapapun.

“Menyebalkan.” Gumam Siwon sembari melepaskan kemejanya dan mengambil kemeja merah maroon tersebut.

Jungsoo masuk ke dalam ruangan Siwon saat Siwon baru saja memakai kemeja tersebut dan belum sempat mengancingkannya. Mendengar suara pintu yang terbuka membuat Siwon panik hingga laki-laki itu mengancingkan kemejanya asal-asalan. Ia takut siapapun yang masuk ke dalam ruangannya ini akan melihat tubuh atasnya yang selalu berusaha ditutupi Siwon. Siwon membalikkan badannya dan menemukan Jungsoo yang sudah siap dengan setelan pestanya. Ditatapnya laki-laki itu dengan pandangan kesal.

“Hyung!” Bentak Siwon.

“Kenapa? Kenapa?” Jungsoo terlihat bingung.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu? Aku sedang ganti pakaian!” Geram Siwon. Namun Jungsoo malah tertawa mendengar geraman laki-laki itu.

“Lalu kenapa? Astaga, kau bukan perempuan, Siwon-ah. Apa kau malu jika aku melihat dada bidangmu itu?!” Ujar Jungsoo geli. Siwon memicingkan matanya dan menatap Jungsoo dengan tajam. Ia tidak mempunyai alasan apapun untuk menanggapi ucapan Jungsoo. Jungsoo memang hanya mengetahui sebagian tentangnya.

“Lihat, kau tidak memasang kemejamu dengan benar.” Jungsoo mendekati Siwon dan mencoba membantu laki-laki itu. Siwon menepis tangan Jungsoo dan kembali membalikkan badannya. Memasangkan kancing kemejanya dengan benar dan cepat.

“Lebih baik kau siapkan mobil, hyung.” Kata Siwon tanpa menatap Jungsoo.

“Ck! Baiklah.” Jungsoo tau bahwa ada hal yang ditutupi Siwon padanya selama ini. Walaupun sesama laki-laki, Jungsoo memang tidak pernah melihat Siwon bertelanjang dada didepannya. Jungsoo sangat yakin bahwa ada sesuatu pada tubuh Siwon yang berusaha ditutupi laki-laki itu. Namun Jungsoo juga tidak dapat memaksa Siwon untuk melakukannya. Biar bagaimana–pun Siwon memiliki privasi di dalam hidupnya.

Setelah Jungsoo meninggalkannya, Siwon segera mengganti celana, memakai dasi dan jasnya. Hingga pakaian laki-laki itu telah benar-benar berbeda dengan yang tadi pagi dipakainya. Siwon menatap pantulan dirinya pada kaca yang berada di ruangannya di kantor. Setelah ia merasa penampilannya sempurna, Siwon segera meninggalkan ruangannya dan menyusul Jungsoo.

——

Siwon memicingkan matanya saat melihat Jungsoo menggenggam tangan Yongri ketika kedua orang itu berjalan di lobby apartement. Siwon memang menyuruh Jungsoo untuk menjemput Yongri di atas. Tetapi Siwon tidak menyuruh Jungsoo untuk menggenggam tangan gadis itu. Siwon tidak suka. Sangat tidak suka. Miliknya tidak boleh disentuh oleh siapapun. Termasuk Jungsoo. Tetapi Siwon tidak bisa menyuarakan isi hatinya. Sehingga laki-laki itu hanya bisa mengalihkan pandangannya saat Jungsoo dan Yongri masuk ke dalam mobil.

“Bagaimana menurutmu, Siwon-ah? Yongri sangat cantik bukan?” Jungsoo yang duduk di samping supir terlihat antusias.

“Jalan.” Siwon tidak menanggapi Jungsoo dan menyuruh sang supir menjalankan mobil. Jungsoo mendengus melihat ketidaktertarikkan Siwon terhadap istrinya sendiri.

Siwon tentu mengingat bagaimana penampilan Yongri ketika ia melihatnya di lobby tadi. Ia tidak dapat menghilangkan bayangan Yongri di dalam kepalanya. Ia tidak menyangka jika mini dress yang dipilihnya dapat begitu pas di tubuh mungil gadis itu. Begitu–pun dengan sepatu yang Siwon tidak tau berapa ukurannya. Make–up di wajah gadis itu terlihat natural. Rambutnya di kuncir satu dan dalam posisi menyamping, dengan ujung yang bergelombang. Menurut Siwon, Yongri terlihat dewasa dan kekanakkan di saat bersamaan. Siwon hanya tidak tau bagaimana menjelaskannya. Yang ia tau, Yongri terlihat cantik.

Tidak terasa perjalanan dari apartement ke Hotel CH–tempat diadakannya pesta–berlalu dengan cepat. Mobil Siwon berhenti di samping karpet merah, tempat yang harus mereka lalui untuk masuk ke dalam hotel. Begitu banyak wartawan yang telah menunggu kedatangan para tamu dan juga sang pemilik acara.

Siwon menolehkan kepalanya ke samping dan ia dapat melihat wajah Yongri yang terlihat tegang. Gadis itu juga meremas kesepuluh jarinya sebagai tanda kegugupannya. Itu adalah kebiasaan yang mulai diketahui oleh Siwon. Laki-laki itu tidak akan merasa aneh jika Yongri merasakan hal itu. Siwon yakin Yongri tidak pernah menghadiri acara seperti ini. Gadis itu sudah pasti tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya.

“Jangan gugup dan jangan menundukkan kepalamu ketika keluar dari mobil ini.” Kata Siwon. Yongri menolehkan kepalanya pada Siwon. Belum sempat ia menganggukkan kepalanya, Siwon sudah keluar dari mobil dan berjalan kesisinya. Jungsoo membuka pintu mobil Yongri dan Siwon mengulurkan tangannya pada gadis itu. Yongri menatap tangan Siwon sebentar sebelum akhirnya kembali menatap wajah sang suami. Siwon memberikan isyarat bahwa ia harus segera keluar dari mobil. Yongri menghela nafas panjang dan kemudian menyambut uluran tangan Siwon.

Para wartawan langsung mengarahkan kamera mereka kepada Siwon dan Yongri. Mereka merasa ini sebuah kelangkaan ketika melihat Siwon menggandeng tangan seorang wanita di dalam sebuah pesta. Laki-laki itu biasanya hanya akan datang seorang diri tanpa didampingi oleh wanita manapun. Bukankah jika seperti ini akan menjadi berita yang besar untuk mereka?

“Tuan Choi Siwon bisa Anda katakan siapa wanita yang Anda bawa ke pesta ulang tahun perusahaan malam ini?” Tanya seorang wartawan sembari mendekatkan mic ke hadapan Siwon. Siwon menuntun tangan Yongri yang digenggamnya untuk menggandeng lengan laki-laki itu. Yongri tanpa sadar meremas lengan Siwon dan Siwon merasakan kegugupan gadis itu.

“Dia istriku. Namanya Choi Yongri.” Setelah diam beberapa lama, Siwon menjawab pertanyaan wartawan. Mendengar jawaban Siwon, para wartaman semakin gencar mengambil foto mereka berdua.

“Kapan Anda menikah?”

“Apa pernikahan kalian tertutup?” “Dimana kalian melangsungkan pernikahan?”

Berbagai pertanyaan diberikan oleh beberapa wartawan hingga membuat Siwon merasa kesal. Inilah yang membuatnya terkadang malas menjawab pertanyaan dari mereka. Karena jika kau sudah menjawab satu saja pertanyaannya, mereka akan memberikan pertanyaan lain secara beruntun.

“Pernikahan kami sudah berjalan selama satu bulan. Dan kami memang belum mengadakan pesta pernikahan. Mungkin dalam waktu dekat kami akan merencakan hal itu. Terima kasih.” Setelah menjawab pertanyaan tersebut, Siwon melanjutkan langkahnya untuk memasuki hotel.

“Andrew!” Bong Ok menyambut kedatangan Siwon dengan semangat. Wanita itu merentangkan tangannya untuk memeluk Siwon. Sejujurnya Siwon malas bersikap ramah tamah seperti ini dengan Bong Ok, namun ia tidak mungkin mengabaikan wanita itu dihadapan para tamu yang sebagian besar mengenal Bong Ok. Hingga akhirnya yang dapat Siwon lakukan adalah membalas pelukan wanita itu.

Bong Ok melepaskan pelukannya dan menatap Yongri dengan tajam. Ia tidak suka dengan kehadiran gadis itu di pesta ulang tahun CH Group. Mendapat tatapan seperti itu membuat Yongri menundukkan kepalanya karena takut. Padahal sebenarnya Yongri ingin memuji penampilan Bong Ok yang terlihat cantik dan berbeda dengan penampilan biasa wanita itu. Make–up diwajahnya tidak berlebihan dan gaun yang dikenakannya terlihat elegan. Tetapi tatapan tajam wanita itu membuat Yongri mengurungkan niatnya.

“Dia istriku. Sudah sepantasnya ke pesta ulang tahun perusahaanku.” Ucap Siwon datar.

“Lebih baik kau membawa Han Seol daripada gadis ini.” Kata Bong Ok.

“Ah, Han Seol.” Ujar Siwon seolah ingat dengan wanita berisik yang datang ke apartement–nya tadi pagi.

“Aku akan berbicara tentangnya nanti denganmu.” Siwon menatap Bong Ok tajam. Setelahnya ia meninggalkan wanita itu dan mengajak Yongri untuk menyapa beberapa tamu penting yang ada. Yongri membungkukkan badannya sedikit sebelum mengikuti langkah kaki Siwon.

“Selamat atas ulang tahun CH Group yang ke-5, Presdir Choi.” Sapa salah seorang tamu pria paruh baya yang menjalin kerjasama dengan Siwon. Siwon tersenyum tipis dan menyambut uluran tangan pria itu.

“Terima kasih atas ucapannya dan terima kasih karena telah datang, Tuan Yoon.” Balas Siwon. Tuan Yoon hanya menganggukkan kepalanya dan Siwon kembali melanjutkan langkahnya menemui tamu yang lain.

“Presdir Choi..” Siwon menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia menoleh dan menemukan seorang laki-laki berusia seperti dirinya sedang menghampirinya sembari tersenyum sinis. Siwon mendengus melihat laki-laki itu. Jika saja ia tidak ingat sedang menjalin kerjasama dengan ayah dari laki-laki itu, Siwon ingin sekali menendangnya keluar dari hotel ini.

“Lee Hyukjae..” Bukan sebuah sapaan tetapi lebih kepada geraman untuk Siwon. Yongri menatap Siwon saat merasakan perubahan dari suaminya itu.

“Selamat ulang tahun untuk perusahaanmu.” Hyukjae berdiri di hadapan Siwon dan memberikan selamat dengan acuh tak acuh.

“Terima kasih.” Siwon membalas ucapan laki-laki itu dengan sama acuhnya. Hyukjae mengabaikan Siwon dan melirik Yongri yang berdiri di samping Siwon. Menatap gadis itu dari atas hingga ke bawah, dan ia tidak dapat mengalihkan wajahnya dari tubuh putih mulus Yongri yang terlihat sexy karena mini dress–nya.

“Apa yang kau lihat?” Siwon menggeser badannya hingga posisi Yongri berada sedikit dibelakangnya saat ini. Hyukjae kembali menatap Siwon dan tersenyum mengejek.

“Mainan baru, huh?” Ucapnya. Siwon mencengkram jas Hyukjae dan menatapnya dengan tajam.

“Jaga ucapanmu.” Desis Siwon. Hyukjae terlihat tidak takut dan justru menantikan reaksi Siwon yang seperti ini.

“O–oppa..” Yongri memberanikan diri menarik Siwon agar melepaskan Hyukjae. Ia tidak mau Siwon membuat keributan di pesta perusahaannya sendiri. Jika Siwon melakukannya, Yongri yakin para tamu akan langsung memandang Siwon dengan pandangan yang berbeda. Mereka akan mulai menggunjing Siwon di belakang laki-laki itu. Dan Yongri tidak mau itu sampai terjadi.

“Bersikaplah yang sewajarnya jika kau tidak ingin ditendang dari hotel ini.” Kata Siwon memperingati. Setelahnya ia segera menarik Yongri untuk meninggalkan seseorang yang membuatnya naik pitam tersebut. Siwon tidak pernah suka dengan seorang Lee Hyukjae. Hyukjae menatap kepergian Siwon dan Yongri dengan senyum sinisnya. Ia sangat suka ketika melihat Siwon yang tidak dapat menahan emosinya dan terlihat bodoh di hadapan orang-orang.

Siwon berhenti di depan sebuah meja yang menyajikan berbagai minuman di atasnya. Dari yang tidak beralkohol hingga yang memiliki kadar alkohol tinggi. Siwon mengambil satu gelas yang berisi minuman berkadar alkohol rendah dan meminumnya dalam satu kali teguk. Seandainya ia tidak sedang berada di acara seperti ini, Siwon akan langsung meminum minuman dengan kadar alkohol tinggi.

“Siwon-ah!” Siwon meletakkan gelasnya kembali di atas meja dan menoleh. Jungsoo berlari kecil menghampirinya.

“Kau harus memberi kata sambutan dan memulai pesta secara resmi.” Kata Jungsoo.

“Aku tau, hyung. Kau pergilah dulu, aku akan menyusul.” Sahut Siwon.

“Baiklah. Yongri-ssi, nikmati pestanya.” Ujar Jungsoo pada Yongri yang disambut gadis itu dengan anggukan kepala dan senyum tipis.

“Dengar.” Siwon mulai berbicara pada Yongri. Gadis itu mendongak untuk menatap Siwon.

“Aku harus meninggalkanmu sebentar. Kau jangan kemana-mana. Tetap berdiri di sini hingga aku kembali. Bahkan jika kau ingin ke toilet, kau harus menahannya hingga aku kembali. Kau mengerti?” Pesan Siwon pada Yongri, tidak lupa dengan tatapan tajamnya hingga membuat Yongri tidak mungkin membantahnya.

“Ya, oppa.” Kata Yongri pelan.

Siwon membenarkan letak dasinya sebentar sebelum akhirnya meninggalkan Yongri. Yongri terus menatap kepergian Siwon hingga laki-laki itu berada di atas panggung. Siwon mulai memberikan sambutannya untuk menyambut para tamu yang telah datang. Yongri dapat melihat wajah Siwon dengan jelas walaupun posisinya dengan Siwon saat ini tidak terlalu dekat. Sepertinya karena ketampanan Siwon yang sangat luar biasa, yang membuat Yongri dapat melihatnya dengan jelas. Melihat bagaimana berwibawanya Siwon saat berbicara membuat kadar ketampanan laki-laki itu semakin bertambah. Tidak dapat membohongi dirinya, Yongri mulai merasa bangga menjadi istri Siwon. Apalagi jika ia mengingat bagaimana Siwon memperkenalkannya pada wartawan. Yongri tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya.

“Jangan merasa bangga karena Siwon membawamu kemari.” Yongri terkesiap saat mendengar suara Bong Ok yang menembus telinganya. Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya dari Siwon dan menatap sang mertua. Namun hanya sesaat, setelahnya Yongri menundukkan kepalanya.

“Jangan sampai kau membayangkan dirimu adalah Nyonya dari CH Group.” Kata Bong Ok tanpa menatap Yongri.

“T–tidak, eommoni.” Balas Yongri cepat.

“Eommoni?!” Bong Ok menatap Yongri dengan pandangan tidak percaya.

“Apa kau benar-benar berpikir aku akan menganggapmu sebagai menantu?!” Komentar Bong Ok. Yongri merutukki dirinya sendiri. Sepertinya ia telah salah berbicara.

“M–ma–maafkan saya, Nyonya Kang.” Sesal Yongri sembari semakin menundukkan kepalanya.

“Aku harap kau bisa sadar diri dan mengingat darimana asalmu. Cepat atau lambat Siwon akan meninggalkanmu. Dan jangan harap kau akan membawa uang sepeser–pun dari Siwon jika kalian berpisah nanti!” Setelah memperingati Yongri, Bong Ok meninggalkan gadis itu. Yongri mengeratkan genggamannya pada tas tangan yang dibawanya. Ia berusaha mati-matian untuk menahan airmatanya saat ini. Ia tidak boleh menangis di tempat ini. Yongri tidak tau mengapa Bong Ok sangat membencinya. Apa hanya karena ia berasal dari keluarga miskin? Seharusnya wanita itu memarahi anaknya yang dengan sembarangan memilih istri. Lagipula ia tidak pernah berharap untuk menjadi istri Siwon. Yongri mendesah pesan. Ia memang tidak mengharapkan hal tersebut, tetapi ia mulai menikmati perannya menjadi istri Siwon. Yongri mulai kesal dengan kebimbangan hatinya.

“Hai..” Yongri kembali terlonjak ketika suara laki-laki menyapa telinganya. Gadis itu mengusap airmata di sudut matanya dan mendongakkan kepalanya. Laki-laki yang hampir dipukul Siwon tadi berada di hadapannya. Tanpa sadar Yongri mundur satu langkah dari posisinya saat ini.

“Kita belum berkenalan, kan? Namaku Lee Hyukjae.” Hyukjae mengulurkan tangannya pada Yongri. Yongri hanya menatap tangan tersebut tanpa berniat untuk menyambutnya. Ia malah menambah langkahnya untuk menjauhi Hyukjae. Bukan tanpa alasan Yongri melakukannya. Pertama, Yongri takut Siwon marah jika ia menanggapi Hyukjae. Kedua, Yongri merasakan aura aneh saat berdekatan dengan laki-laki itu. Yongri hanya tidak suka dengan cara Hyukjae memandangnya. Yah, seperti yang kalian tau, tipikal laki-laki mesum.

Hyukjae kembali menarik tangannya saat merasa Yongri mengabaikannya. Laki-laki itu tersenyum tipis dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Ia tidak menyangka jika wanita yang dibawa Siwon sama menyebalkannya seperti laki-laki itu.

“Berapa banyak dia membayarmu?” Tanya Hyukjae. Tadinya ia ingin bersikap sedikit sopan pada Yongri. Tetapi melihat bagaimana sombongnya gadis itu, Hyukjae menjadi geram sendiri. Yongri menatap Hyukjae seolah meminta penjelasan atas pertanyaan laki-laki itu.

“Bukankah kau wanita bayarannya?” Hyukjae menunjuk Siwon yang masih berada di atas panggung.

“Katakan berapa dia membayarmu. Aku bisa membayar lebih mahal dan kita bisa meninggalkan tempat ini sekarang juga.” Kata Hyukjae sembari mendekati Yongri. Yongri menatap Hyukjae dengan tajam. Ia ingin sekali menampar mulut laki-laki kurang ajar ini. Bagaimana mungkin orang kaya seperti Hyukjae memiliki sikap yang sangat murahan? Lagipula, apa sekarang penampilan gadis itu seperti wanita bayaran?

“Aku–” Yongri ingin sekali mengatakan jika ia adalah istri Siwon. Tetapi gadis itu merasa tidak berhak untuk melakukannya. Hanya Siwon yang dapat memberitahukan hal tersebut kepada orang-orang.

Yongri mengalihkan pandangannya pada Siwon yang sedang menatapnya juga dari atas panggung. Yongri tau bahwa Siwon akan marah jika ia melanggar ucapan laki-laki itu. Tetapi Yongri merasa ia harus segera menjauhi Hyukjae, sebelum Hyukjae berbicara yang lebih tidak sopan lagi.

“Permisi, aku mau ke toilet.” Yongri membungkukkan badannya pada Hyukjae dan segera meninggalkan laki-laki itu. Hyukjae menatap kepergian Yongri masih dengan senyum sinisnya. Gadis itu benar-benar mengabaikannya, dan Hyukjae merasa harus memberikan sedikit pelajaran kepada Yongri. Tidak pernah ada gadis yang melakukan hal ini kepadanya sebelumnya. Hyukjae mengusap kepala belakangnya sebentar sebelum akhirnya menyusul kepergian Yongri.

——

Bukan tanpa alasan Siwon menyuruh Yongri untuk tetap berada di sana, saat laki-laki itu harus meninggalkannya. Itu semua karena Siwon ingin terus mengawasi gadis itu ketika Siwon berada di atas panggung. Terbukti, Siwon dapat melihat dengan jelas saat Bong Ok mendatangi Yongri dan mengajaknya berbicara. Siwon juga tau bahwa Bong Ok mengintimidasi gadis itu hingga membuatnya terus menundukkan kepala karena takut. Persis seperti apa yang sering Siwon lakukan padanya. Namun bukan berarti Siwon mendukung apa yang Bong Ok lakukan pada Yongri. Siwon bersumpah ia akan memberi pelajaran pada ibunya itu.

Siwon dapat berfokus sebentar kepada sambutan yang sedang diberikannya ketika melihat Bong Ok meninggalkan Yongri. Tetapi laki-laki itu harus menahan geram di atas sana ketika melihat Hyukjae menghampiri Yongri. Seharusnya tadi ia memberikan satu pukulan kepada laki-laki itu agar Hyukjae tidak mengganggunya lagi. Dan sekarang laki-laki itu terlihat ingin mengganggu milik Siwon. Jika Siwon tidak menghabisi Hyukjae hari ini, Siwon harus menyuruh laki-laki itu berterima kasih kepada Tuhan.

Siwon cukup bersyukur saat melihat Yongri mengabaikan Hyukjae dan memilih meninggalkan laki-laki itu. Baru saja Siwon ingin mengalihkan pandangannya dari sana, tetapi ia urungkan niatnya saat melihat Hyukjae mengikuti istrinya tersebut. Siwon merasa ia sudah tidak bisa berlama-lama lagi di atas panggung ini. Ia benar-benar harus memberikan pelajaran kepada Hyukjae.

“…….Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para tamu yang sudah menyempatkan diri untuk menghadiri acara ini. Silahkan menikmati makanan serta minuman yang tersedia. Selamat malam.” Siwon menyelesaikan sambutannya dengan mata yang tidak lepas dari sosok Hyukjae. Siwon tidak memperdulikan tepukan tangan yang diberikan untuknya. Ia segera menuruni panggung dengan setengah belari hingga membuat orang-orang menatapnya dengan bingung. Namun lagi-lagi Siwon tidak memperdulikannya.

——

“Ahh!” Yongri terkejut bukan main saat bahu telanjangnya di tarik paksa kemudian tubuhnya di dorong dengan keras ke arah dinding. Yongri terkejut saat melihat Hyukjae berdiri di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat dan sedang menatapnya dengan tajam. Yongri tidak dapat menahan ketakutan yang dirasakannya saat ini. Ia baru saja masuk ke dalam toilet wanita dan tidak menyangka jika Hyukjae mengikutinya hingga kemari. Dan sialnya saat ini tidak ada siapapun di toilet tersebut selain dirinya dan Hyukjae.

“Bagaimana mungkin gadis sepertimu dapat bersikap sombong seperti ini, huh?” Geram Hyukjae. Laki-laki itu memainkan jarinya di wajah Yongri. Yongri tidak bisa menghindari Hyukjae, tidak ada celah untuk dirinya pergi dari laki-laki itu.

“Le–lepaskan aku.” Yongri mencoba membalas tatapan Hyukjae dengan sama tajamnya. Ia tidak akan bisa melakukan ini jika Siwon yang menatapnya. Tetapi Yongri lebih memilih Siwon yang melakukan hal ini kepadanya daripada Hyukjae. Yongri benar-benar takut Hyukjae melakukan sesuatu kepadanya.

“Cih! Aku bilang aku akan membayarmu lebih mahal daripada Siwon! Kenapa kau terus mengabaikanku?!” Hyukjae semakin merasa geram. Laki-laki itu mencengkram lengan Yongri dengan kuat. Yongri yakin hal itu akan meninggalkan bekas dilengannya setelah ini.

“Siwon oppa.. Siwon oppa a–adalah suamiku..” Yongri tidak peduli jika Siwon akan marah karena kelancangannya saat ini. Yang penting ia dapat lepas dari Hyukjae.

“Apa?!” Sesaat Hyukjae merasa terkejut dengan ucapan Yongri. Namun ia mencoba menepisnya dan menertawai gadis itu.

“Kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu?” Ejek Hyukjae. Hyukjae menghela nafas dan menatap Yongri dengan tersenyum sinis.

“Baiklah jika kau memang tidak mau meninggalkan laki-laki itu, aku hanya akan meminjammu sebentar darinya. Kita bersenang-senang disini sebelum kau kembali pada Siwon. Bagaimana?” Hyukjae mengedipkan sebelah matanya pada Yongri. Yongri semakin merasa takut melihatnya. Ia benar-benar berharap Siwon menyadari kepergiannya tadi dan dapat menolongnya saat ini.

“A–apa maksudmu?!” Yongri mencoba menepis tangan Hyukjae.

“Maksudku? Ini..” Hyukjae mendekatkan wajahnya pada Yongri dan mencoba untuk menggapai bibir gadis itu. Yongri tentu saja tidak membiarkan laki-laki itu melakukannya. Ia terus menghindar dan berusaha mendorong Hyukjae menjauh.

PLAKK!!

Yongri yang sudah dihantui rasa takut tanpa sadar menampar Hyukjae dengan keras. Ia dapat melihat pipi Hyukjae yang memerah dan Yongri dapat merasakan tangannya yang terasa perih. Namun Yongri merasa ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal itu semua. Ia harus cepat pergi dari sini. Melihat Hyukjae yang juga terkejut mendapatkan tamparan darinya, membuat Yongri berkesempatan untuk mendorong laki-laki itu. Yongri segera berlari keluar dari toilet, namun sayangnya ia harus menabrak seseorang. Gadis itu dengan cepat mendongak untuk melihat siapa yang ditabraknya, mungkin saja orang itu dapat menolongnya dari Hyukjae.

Yongri tidak pernah merasa bersyukur ketika bertemu dengan Siwon kecuali malam ini. Ia merasa Tuhan telah membantunya karena orang yang ditabraknya saat ini adalah Siwon. Yongri tidak tau mengapa Siwon berada di sini, apa karena laki-laki itu mengetahui kepergiannya? Namun itu bukanlah hal penting untuk Yongri sekarang.

“O–oppa..” Yongri tidak dapat menahan airmatanya saat ini. Ia merasa takut dan lega di saat bersamaan. Yongri tidak dapat membayangkan jika bukan Siwon yang ia tabrak tadi.

“Ah, Siwon-ssi. Bisa kau pinjamkan gadis itu sebentar padaku? Ia baru saja menamparku dan aku harus memberi pelajaran padanya.” Hyukjae baru saja keluar dari toilet dengan memegangi sebelah pipinya yang terasa perih.

“Ti–tidak, oppa. Aku mohon. Di–dia mau memperkosaku.” Yongri menatap Siwon dengan pandangan memohon. Ia mencengkram jas Siwon dengan kuat, tidak memperdulikan jika jas laki-laki itu akan kusut setelah ini. Ia tau bahwa Siwon sangat membencinya. Tetapi Siwon tidak mungkin tega memberikannya pada Hyukjae.

Siwon melepaskan tangan Yongri yang sedang mencengkram jasnya hingga membuat Yongri terperangah. Ia sempat berpikir jika Siwon benar-benar akan memberikannya pada Hyukjae, tetapi ternyata ia salah. Siwon melakukan itu karena ia ingin melepaskan jasnya dan memasangkannya pada Yongri. Siwon benar-benar menyesal telah membelikan gaun yang seperti ini pada Yongri. Ia tidak akan pernah melakukannya lagi. Lebih baik gadis itu tenggelam oleh long dress daripada ia harus dilecehkan karena menggunakan mini dress.

Siwon menggeser posisi Yongri hingga gadis itu berdiri di belakangnya. Kemudian Siwon menatap Hyukjae dengan pandangan membunuh. Hyukjae sendiri terlihat terkejut saat melihat Siwon seolah melindungi gadis itu. Membuat ia berpikir jika apa yang dikatakan Yongri tadi adalah benar.

“A–apa dia benar-benar istrimu?” Tanya Hyukjae pada Siwon. Siwon tidak memperdulikan pertanyaan laki-laki itu dan berjalan dengan perlahan mendekatinya.

“Apa kau ingin menghubungi keluargamu terlebih dahulu?” Siwon bertanya balik kepada laki-laki itu.

“Untuk apa?” Tanya Hyukjae bingung.

“Mengucapkan selamat tinggal.”

——

–To Be Continued–

Hai! Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan sama readers.

Pertama, aku mau terima kasih sama kalian karena kalian udah merespon postattention” yang beberapa waktu lalu aku post. Terbukti dengan beberapa silent readers mulai muncul dan akhirnya FF Forbidden Love – Part 13 tembus 50 comment.

Kedua, karena FF terakhir yang aku post telah mencapai 50 comment, aku menuhin janji dengan mem—posting part selanjutnya dari FF ini.

Ketiga, kalian udah mulai bisa menebak ‘kan trauma seperti apa yang dialami Siwon melalui flashback yang aku buat? Di part-part selanjutnya akan ada flashback-flashback yang lain tentang masa lalu Siwon dan aku jamin bakal lebih menyayat hati.

Keempat, aku mau jelasin bahwa disini Yongri benar-benar mendapatkan izin dari Siwon untuk sekolah. Kalian bisa baca lagi di part 2, Siwon memberikan izinnya walau tidak secara langsung mengatakan “ya”. Jadi, Yongri sekolahnya tidak sembunyi-sembunyi, ya. Yang dia sembunyi-sembunyi itu waktu ketemuan sama Kyuhyun aja.

Kelima, ada sosok Hyukjae yang aku munculkan di part ini. Dia tidak akan menjadi sub—cast karena tidak di semua part dia akan muncul, tetapi selain di part ini dia akan muncul di part lain lagi dan aku belum tau part berapa. Disini, walaupun peran Hyukjae rada gak penting, aku bakal buat dia bener-bener jadi orang jahat. Jahat sejahat-jahatnya! Jadi aku bakal minta maaf terlebih dahulu kepada para fans Hyukjae (termasuk aku) kalo misalkan kalian merasa kesal dengan peran Hyukjae nanti. Yang pasti aku sudah memberitahukan terlebih dahulu sebelumnya.

Keenam, Forbidden Love – Part 14 sudah hampir selesai aku ketik. Jadi aku harap PL part ini juga bisa dengan cepat mencapai 50 comment supaya aku bisa langsung post FF itu jika telah selesai.

Terakhir, aku tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih sama kalian yang sudah setia like + comment. Aku harap kalian gak akan bosan nungguin kelanjutan dari semua FF aku.

BYE~

Advertisements

105 thoughts on “Painful Life – Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s