Forbidden Love – Part 13

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Jonghyun-CN BLUE, Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

—–

Author POV

“Haruskah kita menikah sekarang?”

“….”

“Kita tidak mungkin bisa melakukannya sekarang, kan?” Siwon bergumam dan diakhiri dengan senyum kecil yang terlihat miris. Laki-laki itu menatap Yongri yang sedang menatapnya dengan pandangan datar. Ia mengusap kepala Yongri dan menegakkan punggungnya.

“Aku hanya bercanda. Lupakan saja.” Siwon kembali melanjutkan langkahnya dan tidak menyadari raut wajah Yongri yang tiba-tiba berubah menjadi dingin.

“Bercanda?” Ucap Yongri membuat langkah Siwon berhenti. Ia membalikkan badannya dan menatap Yongri.

“Bagaimana mungkin kau menjadikan pernikahan sebagai candaan?” Tanya Yongri. Siwon kembali mendekati Yongri dan memegang bahu gadis itu. Namun diluar dugaan, Yongri malah menepis pelan tangan Siwon dan menatap Siwon dengan tajam.

“Yongri-ya, kau kenapa?” Siwon terlihat bingung. Sepertinya karena faktor kehamilan, Yongri menjadi lebih sensitif. Sayangnya, Siwon tidak berpengalaman mengenai hal tersebut.

“Aku bahkan hampir saja mengatakan ‘ya‘ saat kau mengajakku menikah. Tetapi apa yang baru saja kau katakan, ahjussi? Bercanda? Cih.” Yongri tersenyum sinis dengan matanya yang tiba-tiba berkaca-kaca.

“Yongri-ya, dengarkan aku.” Siwon menjadi panik saat melihat gadis itu akan menangis. Sejujurnya ia tidak bermaksud seperti itu saat mengatakannya. Yongri lagi-lagi menepis tangan Siwon yang hendak memegang lengannya. Gadis itu melanjutkan langkahnya dan terlihat tidak peduli dengan penjelasan yang akan diberikan laki-laki itu.

Yongri marah karena perkataan Siwon mengenai pernikahan hanyalah candaan semata. Ia berpikir jika Siwon bersungguh-sungguh akan mengajaknya menikah. Mengingat saat ini ia sedang mengandung dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, perutnya akan membesar. Yongri bahkan ingin melupakan janjinya pada Minho yang memintanya untuk pulang hari ini. Itu semua karena permintaan Siwon mengenai pernikahan tadi. Apabila ia benar-benar menikah dengan Siwon sekarang, ia tidak akan mau pulang ke rumah lagi. Ia akan tinggal bersama Siwon. Itu adalah niat Yongri. Tetapi sayangnya niat Yongri digagalkan oleh Siwon sendiri, hingga membuat gadis itu tanpa sadar menjadi kesal dan marah.

“Yongri-ya..” Siwon mengejar Yongri dan menarik lengan gadis itu, hingga membuat langkah Yongri terhenti. Dan Siwon semakin panik dan terkejut saat melihat pipi kekasihnya itu telah basah oleh air mata. Siwon menggiring Yongri untuk duduk di kursi yang berada di koridor rumah sakit bagian kandungan tersebut. Dengan hati-hati Siwon menyeka airmata Yongri. Yongri membuang pandangannya dari Siwon. Masih terlalu kesal dengan ucapan laki-laki itu.

“Dengarkan penjelasanku dulu, okay?” Pinta Siwon lembut. Yongri masih tidak ingin menatap Siwon. Siwon menghela nafas dan menggenggam tangan Yongri. Beruntung gadis itu tidak menepisnya kembali.

“Sejujurnya aku tidak bercanda saat mengajakmu menikah tadi. Tetapi aku sadar bahwa kita tidak bisa melakukannya sekarang, kan? Di saat Jinhyuk masih menentang dengan keras hubungan kita.” Ucap Siwon mulai menjelaskan. Kekesalan Yongri sedikit berkurang, terlihat dari mata gadis itu yang sekarang telah menatap Siwon.

“Aku hanya tidak ingin kau memikirkan ucapanku tadi. Itu sebabnya aku mengatakan bahwa aku hanya bercanda. Aku tidak bermaksud untuk benar-benar bercanda.” Siwon mencoba meyakinkan gadis itu. Genggaman tangan Siwon pada Yongri semakin erat. Siwon kembali menghela nafas dengan pelan. Menundukkan kepalanya dan menatap kedua tangan mereka yang menyatu.

“Aku benar-benar ingin menikah denganmu. Aku ingin membangun keluarga kecil bersamamu dan anak kita nanti. Tetapi sepertinya Tuhan belum berniat untuk mengabulkan keinginanku yang satu itu. Aku harus lebih bersabar dan berjuang lagi. Benar, kan?” Kata Siwon sembari menatap Yongri. Laki-laki itu mencoba untuk tersenyum kecil namun yang terlihat oleh Yongri adalah senyuman miris.

“Jangan salah paham dan jangan marah lagi, okay? Kau tidak boleh banyak pikiran. Itu bisa berdampak pada kandunganmu. Mengerti?” Yongri mengangguk pelan dan senyum Siwon semakin melebar. Ia menarik Yongri ke dalam pelukannya dan mengusap kepala gadis itu dengan lembut.

“Maafkan aku.” Gumam Yongri dalam pelukan Siwon.

“Tidak, Yongri-ya. Kau tidak salah apa-apa.” Sahut Siwon.

“Ini semua salahku karena tidak bisa berbuat apa-apa.” Ucap Siwon kemudian. Yongri melepaskan pelukan Siwon.

“Kita katakan saja pada appa bahwa aku hamil dan kita harus menikah.” Ujar Yongri mengusulkan.

“Jinhyuk tidak akan menyetujuinya begitu saja.” Kata Siwon seolah tau pikiran Jinhyuk.

“Setidaknya kita harus mencoba, ahjussi. Agar kita bisa memikirkan cara lain kedepannya. Kita harus melakukan apapun untuk anak kita.” Yongri mengusap perutnya. Membuat mata Siwon mengikuti gerakan tangan gadis itu. Benar apa yang dikatakan Yongri. Saat ini mereka harus memikirkan kehadiran bayi di dalam kandungan Yongri. Tetapi Siwon tetap tidak yakin bahwa Jinhyuk akan merestui mereka begitu saja, walaupun Yongri sedang hamil.

“Apa kau mau berjanji bahwa kau akan baik-baik saja apabila Jinhyuk kembali memukulku seperti waktu itu?” Pinta Siwon. Mendengar permintaan Siwon, Yongri tidak dapat berkata apa-apa. Gadis itu hanya diam saja sembari membalas tatapan Siwon. Baik-baik saja ketika Siwon dipukuli oleh Jinhyuk? Itu adalah hal yang mustahil, bukan?

“Apa kau tidak bisa melawan appa, ahjussi?” Tanya Yongri.

“Tentu saja aku bisa.” Jawab Siwon cepat.

“Hanya saja aku tidak mau melakukannya. Walau bagaimanapun Jinhyuk adalah ayahmu.” Lanjut Siwon.

“Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak mungkin baik-baik saja saat kau dipukuli appa seperti waktu itu.” Yongri terlihat frustasi.

“Setidaknya pikirkan kandunganmu, Yongri-ya. Pikirkan bagaimana keadaannya jika kau memiliki beban pikiran dan kelelahan.” Saran Siwon. Yongri menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“Kau bisa, kan? Demi anak kita.” Ucap Siwon. Yongri tidak menanggapi ucapan Siwon. Ia yakin laki-laki itu mengetahui isi hatinya melebihi siapapun.

“Kita temui Jinhyuk sekarang?” Tanya Siwon. Yongri menatap Siwon dan menggeleng cepat.

“Kenapa?”

“Aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti saat kita menemui appa. Apabila kita kembali dipisahkan, tidak ada yang tau kapan kita akan bertemu lagi. Aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu hari ini.” Jawab Yongri. Siwon tertawa pelan dan menangkup wajah Yongri dengan kedua tangannya.

“Aku mengerti, Choi Yongri-ssi. Karena sebentar lagi jam makan siang, bagaimana jika kita makan siang bersama?”

“Bersama Jonghyun oppa juga?”

“Kau bilang ingin menghabiskan waktu denganku?” Siwon menggerutu. Yongri tidak dapat menyembunyikan tawanya. Tidak biasanya Siwon menggerutu seperti ini. Laki-laki itu lebih sering berteriak dan menggeram.

“Lalu apa kau akan meninggalkan Jonghyun oppa di rumah sakit ini? Kasihan dia, ahjussi. Walaupun ada Jonghyun oppa, kita tetap menghabiskan waktu bersama, kan?” Bujuk Yongri. Siwon menghela nafas kasar dan tentu saja tidak bisa menolak usul gadis itu.

“Baiklah, terserah kau saja. Kau perlu menjelaskan padaku bagaimana kau bisa datang ke kantorku tadi, nanti. Sekarang kita harus membeli vitamin untukmu.” Siwon berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Yongri. Yongri menyambut uluran tangan Siwon dan mereka melanjutkan langkah mereka yang sempat tertunda.

——

Siwon dan Yongri menatap pintu rumah Jinhyuk–yang tertutup rapat–dengan gugup. Seperti merasakan dejavu, keduanya kembali mengingat ketika pertama kali Jinhyuk melihat mereka bersama dan berpegangan tangan. Namun saat itu Jinhyuk belum menyadari hubungan keduanya, karena status Yongri yang masih menjadi tunangan Jungkook.

Bukan hanya Siwon dan Yongri, Jonghyun yang juga mengendarai mobil yang mereka tumpangi, menatap rumah Jinhyuk dengan gugup. Berbagai pikiran buruk mulai bermain di kepala Jonghyun. Membuat laki-laki itu merasa takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Siwon dan Yongri. Tetapi mereka sama-sama tau bahwa tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah ini. Selain mengatakannya langsung kepada Jinhyuk.

“Kau tunggu saja disini, Jonghyun-ah.” Ucap Siwon membuat Jonghyun menoleh ke belakang. Menatap Siwon dengan pandangan protes. Belum sempat Jonghyun menyela, Yongri lebih dulu membantah ucapan Siwon.

“Tidak. Jonghyun oppa harus ikut ke dalam.” Kata Yongri dengan tegas. Seolah tidak ingin dibantah oleh Siwon.

“Jonghyun oppa bisa melindungimu, ahjussi.”

“Aku bisa melindungi diriku sendiri.”

“Apa kalian harus memperdebatkan masalah sepele seperti ini?” Tanya Jonghyun jengkel. Siwon dan Yongri sama-sama terdiam.

“Aku akan ikut ke dalam, hyung.” Putus Jonghyun. Siwon hanya memutar kedua bola matanya dan tidak mempedulikan ucapan sekretaris pribadinya itu.

“Oppa, kau harus pastikan pukulan appa tidak mengenai ahjussi. Mengerti?”

“Tenang saja. Aku akan melindunginya untukmu.” Janji Jonghyun.

“Ya! Sudah kukatakan aku bisa melindungi diriku sendiri.” Ucap Siwon kesal.

“Bagaimana caranya? Apa kau akan membalas pukulan apa?” Sindir Yongri membuat Siwon salah tingkah. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya dan berdehem pelan.

“Ck! Kalian tidak perlu bertengkar. Apa kalian tidak tau bahwa masalah lebih besar akan terjadi di dalam sana nanti?” Ucap Jonghyun mengingatkan keduanya. Siwon dan Yongri sama-sama menghela nafas dengan pelan.

“Kalian lihat mobil itu? Ayahmu sudah pulang, Yongri-ya.” Jonghyun menunjuk sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil Siwon saat ini. Siwon dan Yongri mengikuti arah telunjuk Jonghyun. Jantung Yongri semakin berdetak di luar batas normal. Mereka memang memutuskan untuk pulang ketika langit mulai menggelap. Wajar saja jika Jinhyuk sudah pulang bekerja saat ini.

“Ayo, turun.” Suara Siwon yang terdengar dingin menyadarkan Yongri. Ia menatap Siwon yang sudah lebih dulu turun dari mobil, yang kemudian diikuti oleh Jonghyun. Yongri menatap mobil Jinhyuk sekali lagi sebelum akhirnya turun dari mobil.

Siwon menghampiri Yongri dan menggenggam erat tangannya. Sedikit meremasnya untuk menghilangkan ketakutan gadis itu. Yongri menatap Siwon dan memaksakan senyumnya. Ia senang karena Siwon mengerti apa yang dirasakannya saat ini.

“Jangan takut. Semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Siwon menenangkan.

“Benarkah?” Gumam Yongri.

“Kita masih boleh berharap, kan?” Siwon tersenyum dan mengusap kepala Yongri dengan tangannya yang bebas.

“Apapun yang terjadi jangan lepaskan tanganku. Mengerti?” Pinta Siwon. Yongri mengangguk paham. Keduanya menghela nafas sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke rumah Jinhyuk.

Ketika telah masuk ke dalam rumah, seorang pelayan yang ditemui Yongri terlihat menatapnya dengan cemas. Dengan sedikit berlari pelayan tersebut menghampiri Yongri. Yongri menatapnya dengan gugup. Sesuatu sedang terjadi dan Yongri sangat yakin itu. Gadis itu dapat merasakan genggaman tangan Siwon yang semakin erat. Ia tidak perlu menatap Siwon, karena Yongri sangat yakin Siwon merasakan apa yang dirasakannya sekarang.

“Tuan Besar menunggu Anda di ruang keluarga, Nona Yongri.” Ucap pelayan tersebut. Pelayan itu adalah salah satu pelayan yang dekat dengan Yongri. Dengan kata lain bisa dikatakan jika pelayan tersebut adalah pelayan pribadi untuk Yongri.

“Appa tau jika aku meninggalkan rumah hari ini?” Tanya Yongri.

“Iya, Nona. Salah satu pelayan memberitahukannya pada Tuan Besar.” Jawab pelayan tersebut. Yongri tentu bisa menebak pelayan mana yang mengadukan dirinya.

“Maaf, Nona. Tuan Besar sepertinya sangat marah.” Kata pelayan tersebut dengan takut. Yongri memaksakan senyumnya saat mendengar ucapan pelayan itu.

“Aku tau. Kau bisa kembali bekerja.” Sahut Yongri. Pelayan tersebut segera undur diri dari hadapan Yongri dan kembali mengerjakan tugasnya. Yongri menoleh pada Siwon dan tersenyum kecil.

“Kau siap?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk pelan. Yongri, Siwon, dan Jonghyun segera menuju ruang keluarga. Dimana Jinhyuk telah menunggu mereka. Sesampainya di ruang keluarga, Yongri dapat melihat Jinhyuk yang sedang duduk di sofa dengan wajah mengeras. Kedua tangannya di lipat di depan dada. Ada Minho dan Keiko juga di sana. Duduk di hadapan Jinhyuk dengan wajah gugup dan takut. Yongri benar-benar merasa bersalah kepada mereka. Seharusnya ia tidak melibatkan kedua orang itu.

“Yongri-ya..” Minho lebih dulu menyadari kedatangan Yongri. Jinhyuk langsung menoleh saat mendengar Minho menyebut nama Yongri. Yongri tidak tau sudah keberapa kalinya Jinhyuk menatapnya dengan tajam seperti ini. Dan jujur saja Yongri selalu merasa takut saat mendapatkan tatapan tajam seperti itu dari Jinhyuk.

“Apa yang kau lakukan disini?!” Jinhyuk bertanya pada Siwon. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati mereka. Genggaman tangan Yongri pada Siwon semakin erat. Membuat Siwon tersadar bahwa kekasihnya sangat ketakutan saat ini. Siwon menarik Yongri hingga gadis itu berdiri dibelakangnya.

“Kembalikan anakku!” Ujar Jinhyuk marah. Ia tidak suka melihat bagaimana cara Siwon melindungi anak bungsunya itu.

“Ada yang harus aku sampaikan padamu, Jinhyuk-ah.” Kata Siwon berusahan tenang. Ia tidak ingin terpancing dengan emosi Jinhyuk.

“Apapun itu aku tidak peduli. Aku hanya ingin kau melepaskan anakku!” Ucap Jinhyuk. Dahi laki-laki itu sedikit mengernyit saat merasakan dadanya sedikit sakit. Namun ia berusaha untuk tidak menunjukkannya di hadapan mereka.

“Aku tidak bisa melepaskannya, Jinhyuk-ah. Tidak bisakah kau mengerti itu? Aku mohon percayakan Yongri padaku, aku tidak akan pernah menyakitinya.” Pinta Siwon dengan sedikit memelas. Hal yang tidak pernah dilakukan laki-laki itu seumur hidupnya. Wajar saja jika saat ini Jinhyuk terlihat sedikit terkejut. Ia tidak tau jika Siwon bisa sampai seperti ini hanya karena Yongri. Tetapi lagi-lagi Jinhyuk tidak memperdulikan itu. Sampai kapanpun ia tidak akan pernah merestui Yongri menjalin hubungan dengan sahabatnya. Mantan sahabat, lebih tepatnya.

“Bahkan jika kau berlutut dan mencium kakiku–pun, aku tidak akan pernah mengizinkannya.” Kata Jinhyuk penuh penekanan. Yongri yang berada di belakang Siwon sudah mengeluarkan airmata. Jinhyuk benar-benar tidak akan pernah merestui mereka.

“Yongri..dia–”

“Ahjussi..” Yongri menghentikan ucapan Siwon. Gadis itu tiba-tiba merasa ragu. Akankah dengan apa yang mereka sampaikan ini dapat mengubah keputusan Jinhyuk? Yongri benar-benar merasa putus asa. Sepertinya kehadiran calon bayi di dalam kandungannya–pun tidak dapat menyelamatkan mereka.

Siwon menoleh dan menatap Yongri. Laki-laki itu memberikan senyuman untuk menenangkan gadis itu. Tangannya yang bebas digunakannya untuk menyeka airmata Yongri. Gadis itu menangis lagi. Siwon kembali menatap Jinhyuk yang sepertinya siap membunuh laki-laki itu kapan saja.

“Yongri hamil.” Ucap Siwon pelan. Seluruh keluarga Yongri terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan Siwon. Keiko menutup mulutnya menggunakan sebelah tangannya. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Hamil? Hal itukah yang membuat Yongri ingin bertemu dengan Siwon?

“Yongri mengandung anakku.” Jelas Siwon. Jinhyuk mengepalkan kedua tangannya dan wajahnya benar-benar memerah karena marah. Sakit didadanya semakin menjadi. Tetapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk membunuh Siwon saat ini. Jinhyuk bersumpah di dalam hatinya bahwa ia akan benar-benar membunuh Siwon.

“Karena itu biarkan aku menikahi Yongri, Jinhyuk-ah. Aku akan–” Siwon tidak menyelesaikan ucapannya saat melihat Jinhyuk menghampirinya dengan kepalan tangan yang melayang di udara. Namun belum sempat Jinhyuk melayangkan pukulannya pada Siwon, tubuh laki-laki itu terjatuh tepat di hadapan Siwon.

“Abeoji!”

“Abeonim!”

“Appa!”

“Arrgghhh!!”

Jinhyuk meringis sembari memegangi dadanya. Terlihat benar-benar kesakitan saat ini. Jika tadi wajahnya memerah karena marah, saat ini wajahnya memerah karena menahan sakit. Siwon dan Yongri yang berada lebih dekat dengan Jinhyuk langsung memegangi laki-laki itu. Minho dan Keiko berlari kecil menghampiri Jinhyuk.

“Abeoji, apa yang terjadi?” Minho meletakkan tangannya di atas tangan Jinhyuk yang memegangi dada. Namun Jinhyuk tidak dapat menjawab pertanyaan Minhoo saat ini. Rasa sakit didadanya benar-benar sudah tidak dapat ditahannya. Hingga beberapa saat kemudian Jinhyuk menutup matanya karena tidak sadarkan diri.

“Appa!” Tangis Yongri semakin menjadi melihat Jinhyuk pingsan.

“Jinhyuk-ah!” Sama seperti yang lainnya, Siwon terlihat khawatir melihat Jinhyuk menutup matanya.

“Abeoji, sadarlah! Buka matamu, abeoji!” Minho mengguncang tubuh Jinhyuk. Namun sang ayah tetap tidak membuka matanya.

“Kita harus membawanya ke rumah sakit. Minho-ssi, bantu aku bawa Jinhyuk ke mobil.” Ucap Siwon. Minho mengangguk dan mereka bersama-sama mengangkat tubuh Jinhyuk ke dalam mobil Siwon dengan Jonghyun yang sudah berada di balik kemudi. Yongri yang berada di dalam rangkulan Keiko hanya bisa terus menangis sembari berharap tidak akan terjadi apa-apa pada Jinhyuk.

——

“Keluarga Choi Jinhyuk-ssi.” Seorang dokter keluar dari ruang Unit Gawat Darurat sembari melepas masker yang sedari tadi dipakainya.

“Saya anaknya, dokter.” Minho menghampiri dokter tersebut dan berdiri dihadapannya. Yongri dan yang lainnya mengikuti laki-laki itu dan menanti apa yang akan disampaikan oleh sang dokter. Berharap bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang berbahaya pada Jinhyuk.

“Kondisi Jinhyuk-ssi saat ini sedang kritis. Ia mengalami koma, dan saya tidak tau kapan ia akan sadar. Semua tergantung pada keinginan Jinhyuk-ssi sendiri. Jinhyuk-ssi terkena serangan jantung. Apabila ia telah melewati masa kritisnya dan terbangun dari komanya, saya harap kalian tidak mengatakan hal-hal yang dapat membuatnya terguncang.” Jelas dokter tersebut.

“Koma..” Gumam Yongri. Siwon yang berada di samping gadis itu merangkulnya dengan erat. Ia seolah memberikan kekuatan kepada gadis itu agar tidak rapuh. Bagaimanapun ia harus memikirkan kandungannya saat ini.

“Kami akan terus memantaunya dan memberikan kabar jika terjadi perkembangan. Saya permisi dahulu.” Pamit dokter tersebut.

“Terima kasih, dok.” Ucap Minho dengan sedih. Ayahnya sedang koma dan tidak tau kapan akan sadar. Minho benar-benar merasa gagal dalam menjaga ayahnya. Padahal ia telah berjanji pada ibunya sebelum wanita yang melahirkannya itu meninggal. Ia akan menjaga Jinhyuk dan juga Yongri. Bahkan saat ini ia menjadi salah satu penyebab Jinhyuk mengalami serangan jantung.

Keiko memberikan usapan pada punggung Minho. Menenangkan laki-laki itu bahwa semua akan baik-baik saja. Sama seperti Yongri, Keiko–pun menangis karena mengkhawatirkan calon ayah mertuanya itu. Yongri mendekati Minho saat melihat sang kakak yang begitu terpukul mendengar penjelasan dari dokter–sama seperti dirinya. Ia merasa sangat bersalah.

“Oppa..” Panggil Yongri dengan airmatanya yang tidak berhenti mengalir. Minho mendongak dan menatap Yongri dengan matanya yang memerah.

“Maafkan aku..” Sesal Yongri. Minho mencoba menahan airmatanya yang hendak keluar. Ia tau ini adalah musibah dan tidak seharusnya ia menyalahkan Yongri atas apa yang terjadi. Tetapi saat ini Minho sedang tidak ingin mengikuti kata hatinya.

“Kita bicara nanti, Yongri-ya. Aku sedang ingin sendiri.” Ujar Minho dan langsung berjalan meninggalkan Yongri beserta yang lainnya. Melihat Minho yang meninggalkannya dan seolah membenarkan bahwa ia yang salah disini, membuat Yongri semakin menangis. Sepertinya tidak akan ada lagi yang mendukungnya setelah ini. Yongri benar-benar merasa bersalah tetapi ia tidak tau harus berbuat apa.

Siwon kembali merangkul Yongri dan membawa gadis itu untuk duduk di salah satu kursi yang berada di koridor. Ia harus menenangkan gadis itu, jika tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada mereka–Yongri dan calon anaknya–. Yongri terus menangis dengan menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya. Siwon merasa sangat tidak tega melihat gadisnya terpuruk seperti ini. Laki-laki itu tidak tau apa yang dilakukannya di masa lalu, tetapi sepertinya Tuhan tidak pernah membiarkan kisah cintanya berjalan mulus seperti orang lain. Bahkan saat ini ia membuat sahabatnya sendiri sedang meregang nyawa di dalam sana.

“Tenanglah, Yongri-ya.” Ujar Siwon. Laki-laki itu menjauhkan tangan Yongri dari wajahnya. Menyeka airmata Yongri sebelum akhirnya membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Siwon tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk membuat Yongri berhenti menangis.

“Appa..” Isak Yongri di dada Siwon.

“Aku..aku yang membuat appa seperti ini, ahjussi.. Apa yang harus aku lakukan?” Siwon semakin mengeratkan pelukannya saat mendengar suara yang begitu memilukan seperti itu.

“Tidak, Yongri-ya. Ini bukan salahmu.” Bisik Siwon di telinga gadis itu. Jika memang harus ada yang disalahkan, Siwon akan menjadikan dirinya orang pertama. Karena dialah yang dengan kurang ajarnya memasuki kehidupan Yongri dan membuat semuanya menjadi kacau seperti ini.

“Jangan menyalahkan dirimu, aku mohon.” Ujar Siwon mengusap kepala gadis itu. Beberapa saat kemudian, Siwon melepaskan pelukannya. Wajah Yongri terlihat bengkak dan memerah karena menangis. Dengan sabar Siwon menyeka airmata gadis itu dan mengusap pipinya dengan sayang.

“Jinhyuk akan baik-baik saja, kau harus percaya itu. Dia adalah laki-laki yang kuat.” Kata Siwon. Yongri menatap Siwon dan mencoba mempercayai ucapan laki-laki itu. Setidaknya kata-kata Siwon membuatnya sedikit tenang saat ini.

“Menangis tidak akan membuat Jinhyuk cepat sadar. Yang harus kau lakukan adalah berdoa agar Jinhyuk dapat melewati masa kritisnya. Kau mengerti?” Siwon menangkup wajah Yongri dengan kedua tangan besarnya. Yongri menganggukkan kepalanya dengan pelan hingga membuat Siwon tersenyum.

“Aku akan membeli makan malam untukmu. Kau tunggu saja disini.” Kata Siwon yang hendak beranjak meninggalkan Yongri. Tetapi Yongri langsung menahannya.

“Aku tidak lapar, ahjussi.” Tolak Yongri. Siwon menghela nafas pelan.

“Aku tau, Yongri-ya. Tetapi kau tidak boleh memikirkan dirimu sendiri. Kau harus memikirkan dia.” Ujar Siwon sembari mengusap perut Yongri. Yongri seolah tersadar bahwa saat ini ia sedang mengandung. Hampir saja ia membahayakan calon bayinya karena tertekan.

“Kau harus makan.”

“Baiklah.” Putus Yongri akhirnya.

“Tetap disini dan jangan kemana-mana. Aku tidak akan lama.” Siwon segera berdiri dan berlari kecil untuk membelikan makan malam untuk Yongri.

Sepeninggalan Siwon, Yongri menyandarkan kepalanya pada dinding dibelakangnya. Gadis itu memejamkan matanya sembari mengusap perutnya dengan perlahan. Di dalam hatinya ia terus mengucapkan doa agar Jinhyuk baik-baik saja dan cepat sadar. Selain itu ia juga berdoa agar diberi kekuatan untuk menjaga calon bayi yang berada di dalam rahimnya tersebut. Bagaimanapun caranya, Yongri harus melahirkannya.

“Yongri-ya..” Yongri membuka matanya dan melihat Keiko berdiri dihadapannya. Mata Keiko juga terlihat bengkak karena menangis.

“Eo, eonni..” Gadis itu menegakkan duduknya. Ia mengubah posisi duduknya saat Keiko ikut duduk disampingnya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Keiko. Yongri memaksakan senyumnya.

“Ya, eonni. Aku baik-baik saja.” Jawabnya. Keiko ikut tersenyum dan mengusap bahu Yongri.

“Maaf jika aku menanyakan ini di saat seperti ini, Yongri-ya. Tetapi, apa..apa benar kau–hamil?” Tanya Keiko ragu. Yongri menatap mata Keiko saat pertanyaan itu terdengar oleh telinganya. Sedikit merasa kecewa karena sepertinya Keiko meragukan dirinya.

“Apa kau pikir aku berbohong, eonni?” Tanya Yongri balik. Membuat Keiko merasa menyesal telah meragukan Yongri.

“Bukan seperti itu, Yongri-ya. A–aku..aku hanya tidak menyangka jika hubunganmu dan Tuan Choi sampai sejauh ini.” Kata Keiko.

“Karena kami saling mencintai. Dan karena aku percaya padanya, eonni.” Balas Yongri. Keiko mengangguk mengerti dan menatap perut Yongri.

“Berapa usia kandungannya?”

“Tiga minggu.”

“Kau harus menjaganya dengan baik. Kehamilan di usia awal sangat berbahaya.” Pesan Keiko.

“Ya, eonni.” Yongri tersenyum mendengar pesan yang diberikan oleh Keiko.

“Oh ya, kau jangan terlalu memikirkan sikap Minho tadi.” Ujar Keiko yang juga mengetahui bagaimana sikap Minho yang tiba-tiba berubah. Wajah Yongri kembali sedih saat mengingat Minho. Tidak mungkin ia dapat melupakan begitu saja sikap Minho tadi.

“Minho hanya merasa sedih mengetahui keadaan abeonim saat ini. Mungkin ia memang sedang membutuhkan waktu untuk sendiri. Kau jangan khawatir, eo?”

“Tidak, eonni. Aku tau apa yang dirasakan Minho oppa saat ini. Aku tau ia merasa kecewa padaku. Dan menyalahkanku atas apa yang terjadi pada appa.” Kata Yongri yakin.

“Jangan berpikiran seperti itu, Yongri-ya. Aku akan menenangkan Minho dan berbicara padanya. Saat ini kau tidak boleh memikirkan hal yang dapat membahayakan janinmu.” Ujar Keiko.

“Dimana Tuan Choi?” Tanya Keiko kemudian.

“Sedang membeli makanan untukku.” Jawab Yongri.

“Baiklah, aku akan mencari Minho terlebih dahulu. Jika nanti ada kabar dari dokter, segera hubungi kami. Mengerti?”

“Ya, eonni. Terima kasih.” Keiko mengangguk dan meninggalkan Yongri.

——

Keiko menemukan Minho di taman belakang rumah sakit. Sedang duduk di sebuah kursi kayu sembari menatap pohon-pohon kecil yang berada di sekitar taman. Angin malam terlihat menerbangkan rambut Minho yang sedikit panjang. Keiko tersenyum dan menghampiri kekasihnya itu. Menepuk pelan bahunya sebelum duduk disamping laki-laki itu. Minho yang terkejut menatap kekasihnya itu.

“Bagaimana kau tau aku disini, Kei?” Tanya Minho setelah kembali menatap pohon-pohon tersebut.

“Aku bisa tau dimana–pun kekasihku berada.” Jawab Keiko sembari menatap Minho dengan senyum jenaka. Minho membalas tatapan kekasihnya dan tidak dapat menyembunyikan tawanya. Tidak biasanya Keiko bersikap seperti ini.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Keiko.

“Tidak ada. Aku hanya mencari udara segar.” Jawab Minho sembari menghela nafas panjang. Keiko menggeser duduknya hingga menjadi lebih dekat dengan Minho.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Keiko kembali bertanya.

“Tentu saja aku sedang memikirkan abeoji. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk.”

“Apa kau menyalahkan Yongri?” Minho menatap Keiko sebentar sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya.

“Aku sedang tidak ingin membicarakannya, Kei.” Elak Minho.

“Minho-ya..” Keiko menggenggam tangan Minho.

“Bukan hanya kau yang sedih dengan keadaan abeonim. Yongri sama terpukulnya seperti dirimu. Bahkan mungkin melebihi dirimu. Begitu banyak beban yang harus ditanggung Yongri saat ini, Minho-ya. Tidakkah kau memikirkannya?” Kata Keiko.

“Semuanya tidak akan terjadi jika dia tidak menjalin hubungan dengan Tuan Choi.” Cetus Minho membuat Keiko terkejut. Apa saat ini Minho akan kembali menentang hubungan adiknya itu? Di saat Yongri sedang mengandung anak Siwon? Keiko berharap apa yang dipikirkannya salah.

“Jadi kau benar-benar menyalahkannya?” Tebak Keiko.

“Aku tidak ingin melakukannya, Kei. Tetapi pikiran-pikiran itu terus berputar di kepalaku.” Keluh Minho.

“Yongri sedang hamil saat ini, Minho-ya.” Ujar Keiko. Minho menatap Keiko dengan serius.

“Apa kau sudah memastikannya?”

“Eo. Aku sudah menanyakannya langsung pada Yongri. Dia benar-benar hamil. Usia kandungannya 3 minggu. Kau tidak boleh membuatnya tertekan saat ini.” Kata Keiko mengingatkan. Minho menghela nafas dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“Bagaimana mungkin mereka bertindak sejauh ini?” Gumam Minho. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Yongri. Usia gadis itu bahkan belum genap 21 tahun, dan ia sudah mengandung seorang bayi. Ah, Minho ingat. Adiknya itu menjalin hubungan dengan laki-laki yang pantas menjadi seorang ayah. Wajah saja jika ini terjadi. Tetapi, Minho tetap saja tidak bisa membenarkan apa yang telah dilakukan Yongri. Hingga membuat Jinhyuk koma seperti ini.

“Berbicaralah sebentar dengannya, eo?” Bujuk Keiko. Minho kembali menghela nafas dan menggeleng.

“Tidak untuk saat ini, Kei. Emosiku sedang tidak stabil. Dan aku takut menyakitinya.” Kata Minho. Keiko hanya dapat menghela nafas dan menatap Minho dalam diam. Jika biasanya ia bisa membujuk kekasihnya itu, hari ini sepertinya ia harus sedikit mengalah.

——

Yongri sedang tertidur di bahu Siwon dengan jas Siwon sebagai selimutnya, saat Minho dan Keiko memutuskan kembali dari taman. Sepasang kekasih itu berjalan berdampingan dengan mata mereka yang sama-sama menatap satu titik. Yaitu pasangan lain yang berada d koridor yang sama dengan mereka saat ini. Wajah Yongri terlihat sangat lelah, dan Minho sangat tidak tega melihatnya. Untung saja ada Siwon yang dengan setia menemani gadis itu.

Siwon mengalihkan pandangannya dari wajah Yongri yang sedang tertidur, saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Wajah Minho terlihat sedang tidak bersahabat, membuat Siwon yakin bahwa kakak Yongri tersebut sedang marah padanya dan Yongri. Siwon tidak merasa keberatan jika ia harus menerima kemarahan dari siapapun itu. Tetapi Siwon tidak dapat menerima jika Yongri yang menerimanya. Hati gadis ini terlalu rapuh dan dapat hancur kapan saja.

“Tuan Choi, sepertinya Yongri sangat lelah.” Ujar Keiko yang sudah berada di dekat mereka. Minho hanya mengamati dan berdiri beberapa jarak dari mereka.

“Sepertinya begitu.” Sahut Siwon dengan tersenyum.

“Bagaimana jika kau mengajaknya pulang?” Usul Keiko.

“Aku sempat memikirkannya, tetapi sepertinya ia akan menolaknya.” Balas Siwon seolah tau apa yang dipikirkan oleh Yongri.

“Tetapi dia membutuhkan istirahat saat ini.” Gumam Keiko. Gadis itu mendekati Yongri dan berjongkok dihadapannya.

“Yongri-ya..” Panggil Keiko membangunkan Yongri. Kening Yongri berkerut dan ia merasa tidurnya terganggu.

“Yongri-ya..” Panggil Keiko sekali lagi lebih keras. Beberapa saat kemudian Yongri membuka matanya dan menegakkan kepalanya. Lehernya terasa kaku saat ini.

“Eo? Eonni..” Ucap Yongri sembari mengusap kedua matanya.

“Lehermu sakit?” Tanya Siwon pelan. Yongri menatap Siwon dan menggeleng.

“Sebaiknya kau pulang dan istirahat, Yongri-ya. Kau terlihat lelah.” Ucap Keiko.

“Tidak, eonni. Aku baik-baik saja.” Tolak Yongri.

“Bukankah sudah aku katakan bahwa kau harus menjaga bayimu dengan baik? Jika istirahatmu kurang, janin di dalam perutmu tidak akan baik-baik saja.” Keiko masih membujuk Yongri.

“Tapi, eonni..”

“Keiko-ssi benar, Yongri-ya. Kau butuh istirahat. Besok aku akan mengantarmu ke sini pagi-pagi sekali. Jangan khawatir.” Janji Siwon. Yongri masih terlihat hendak menolak, tetapi tubuhnya seolah menyetujui ucapan Siwon dan Keiko. Ia memang merasa lelah dan sangat membutuhkan istirahat. Perutnya juga terasa sedikit sakit saat ini.

“Baiklah.” Putus Yongri akhirnya. Siwon, Yongri dan Keiko berdiri bersama-sama. Siwon memasangkan jasnya di bahu Yongri dan merangkul gadis itu.

“Aku pulang dulu, eonni.” Pamit Yongri.

“Eo. Istirahat dan jangan pikirkan apapun. Mengerti?” Keiko mengusap kepala Yongri. Yongri mengangguk pelan. Ia menatap Minho yang sedang menundukkan kepalanya saat ini.

“Aku dan Minho akan menunggu disini. Tuan Choi, tolong jaga Yongri.” Pinta Keiko pada Siwon.

“Tenang saja, Keiko-ssi.” Balas Siwon. Siwon dan Yongri berjalan menghampiri Minho. Namun tidak ada reaksi apapun dari Minho, membuat Yongri sedih. Minho benar-benar marah.

“Aku pulang dulu, oppa.” Pamit Yongri. Minho hanya menganggukkan kepalanya tanpa menatap Yongri. Siwon yang merasa tidak perlu berpamitan pada Minho, menarik Yongri dengan pelan untuk segera meninggalkan rumah sakit.

——

“Aku tidak mau pulang ke rumah, ahjussi.” Kata Yongri saat mereka hendak masuk ke dalam mobil. Jonghyun yang sedari tadi memang menunggu di dalam mobil, hanya menatap mereka melalui kaca spion.

“Apa maksudmu? Kau harus istirahat.” Siwon terlihat sedikit kesal. Wajah Yongri sangat pucat saat ini. Dan Siwon tentu saja merasa khawatir.

“Aku tau. Tetapi di rumah aku sendirian.” Keluh Yongri.

“Ada pelayan di sana, Yongri-ya.” Sahut Siwon.

“Mereka berada di bawah, sedangkan kamarku ada di atas. Aku takut.” Suara Yongri terdengar manja. Siwon menghela nafas dan membenarkan jasnya yang dipakai oleh Yongri.

“Kau mau tidur di apartement?” Tanya Siwon sekaligus menebak.

“Bolehkah?” Gumam Yongri.

“Lalu apa ada pilihan lain? Apa aku harus menemanimu tidur di rumah?”

“Tidur dia apartement saja.” Ujar Yongri pelan. Siwon mengusap kepala gadis itu dan mereka masuk ke dalam mobil.

“Langsung pulang ke apartement saja, Jonghyun-ah.” Kata Siwon.

“Bagaimana dengan Yongri, hyung?” Tanya Jonghyun sembari menoleh ke belakang.

“Dia akan menginap di apartement.” Jawab Siwon. Jonghyun menatap Yongri, dan Yongri membalas tatapan itu dengan senyuman.

“Baiklah.” Jonghyun mulai menjalankan mobil untuk meninggalkan rumah sakit.

Kurang lebih tiga puluh menit kemudian mereka telah berada di apartement dengan wajah yang sama-sama lelah. Sepertinya mereka sangat membutuhkan istirahat di tengah kekacauan yang sedang terjadi saat ini. Siwon merangkul Yongri untuk menuju kamarnya. Tidak ada kamar tersisa di apartement Siwon, hingga membuat laki-laki itu memutuskan untuk berbagi kamar dengan kekasihnya. Toh, Yongri juga tidak akan keberatan.

“Kau sudah bekerja keras hari ini, Jonghyun-ah.” Ujar Siwon sebelum mereka masuk ke dalam kamar. Jonghyun hanya mengangkat kedua bahunya sembari tersenyum.

“Terima kasih untuk hari ini, oppa.” Ucap Yongri kepada Jonghyun.

“Aku tidak melakukan apapun, Yongri-ya.” Sahut Jonghyun.

“Terima kasih karena sudah menemaniku dan Siwon ahjussi.” Jelas Yongri. Jonghyun kembali tersenyum dan menepuk kepala Yongri dengan pelan.

“Bukan apa-apa. Istirahatlah.”

Siwon dan Yongri masuk ke dalam kamar yang dalam keadaan gelap. Siwon menekan tombol lampu di samping pintu hingga membuat kamar menjadi terang seketika. Aroma Siwon yang tercium oleh Yongri membuat gadis itu merasa sangat nyaman.

“Kau mau mandi?” Tanya Siwon menawarkan. Yongri berbalik menatap Siwon dan melepaskan jas Siwon yang berada di bahunya.

“Aku tidak membawa baju ganti.” Ringis Yongri.

“Tunggu sebentar.” Siwon melangkah menuju lemari pakaiannya. Mengambil salah satu kemeja polosnya yang berwarna hitam dan memberikannya kepada Yongri.

“Kau bisa memakainya.” Kata Siwon. Yongri mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

Sepeninggalan Yongri, Siwon mendudukan dirinya di sofa yang berada di kamarnya. Laki-laki itu melepas dasi yang terasa mencekik lehernya. Melepaskan beberapa kancing kemejanya dan kemudian menyandarkan dirinya pada sandaran sofa dengan nyaman. Helaan nafas panjang terdengar dari mulut laki-laki itu. Ia merasa hari ini sangat panjang untuknya. Seharusnya hari ini ia dapat melakukan perayaan atas berita baik yang didengarnya dari Yongri. Tapi sayangnya ia tidak bisa melakukan itu, karena berita baik untuknya ini, malah menjadi sebuah malapetaka untuk orang lain.

Melihat apa yang terjadi pada Jinhyuk hari ini, membuat Siwon semakin yakin bahwa hubungannya dengan Yongri tidak akan pernah mendapat restu. Siwon bisa saja mengajak Yongri pergi dan menikahi gadis itu tanpa ada yang mengetahuinya. Tetapi mengingat bagaimana tertekannya Yongri saat melihat Jinhyuk kritis, Siwon yakin Yongri tidak akan mau melakukannya. Biar bagaimana–pun, seseorang yang sedang berjuang di rumah sakit itu adalah ayah kandung Yongri. Satu-satunya orang tua gadis itu yang tersisa. Lagipula, Siwon tidak akan setega itu memisahkan Yongri dengan keluarganya.

Siwon merasa kepalanya benar-benar akan pecah saat ini. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia tidak memiliki rencana apapun untuk calon bayi yang berada di dalam rahim Yongri. Cih! Siwon benar-benar merasa seperti ayah yang tidak berguna. Ia bahkan tidak bisa memberikan yang terbaik kepada ibu dari calon anaknya.

“Ahjussi..” Siwon membuka matanya yang tanpa sadar tertutup. Ia menoleh dan menemukan Yongri yang telah selesai mandi. Wangi sampo dan sabun yang biasa ia pakai tercium dari tubuh Yongri. Membuat gadis itu menjadi sedikit maskulin, lengkap dengan kemeja hitam yang dipakainya.

“Sudah selesai?” Ucap Siwon sembari menegakkan punggungnya. Yongri menghampiri Siwon dan duduk di samping laki-laki itu.

“Kau baik-baik saja, ahjussi?” Tanya Yongri. Gadis itu mengusap wajah Siwon yang terlihat lelah.

“Aku baik-baik saja. Kenapa?” Tanya Siwon balik.

“Tidak. Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Atau kau sakit?” Yongri terlihat khawatir. Siwon menggenggam tangan Yongri yang berada di wajahnya.

“Aku hanya merasa sedikit lelah. Kau tidurlah lebih dulu. Aku akan mandi.” Siwon berdiri dari duduknya dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Yongri menatap kepergian Siwon hingga punggung laki-laki itu hilang di balik pintu. Gadis itu merasa sedih saat melihat Siwon yang seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Atau mungkinkah Siwon sedang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Jinhyuk? Yongri berharap itu tidak benar. Karena ini bukanlah salah Siwon. Yongri menyentuh perutnya yang masih terasa sedikit sakit. Gadis itu menghela nafas dan mencoba menenangkan pikirannya.

“Aegi-ya, tolong beri kekuatan untuk appa dan eomma..”

——

“Ahjussi..” Yongri memanggil laki-laki yang saat ini sedang memeluknya. Suasana kamar Siwon saat ini sangat sunyi dan hanya terdengar helaan nafas dari mereka.

“Hmm?” Siwon menyahuti gadis itu. Laki-laki itu memejamkan matanya yang terasa berat.

“Apa kau pernah menyesal karena menjalin hubungan dengan anak sahabatmu sendiri?” Tanya Yongri.

“Tidak.” Siwon menjawab cepat.

“Benarkah?”

“Bagaimana dengan kau sendiri? Apa kau menyesal karena telah menjalin hubungan dengan sahabat ayahmu?” Siwon balik bertanya.

“Tentu saja tidak.” Yongri juga menjawab dengan cepat.

“Baguslah.” Gumam Siwon.

“Aku berharap anak kita tidak akan mengalami kisah cinta seperti ini.” Kata Yongri dengan suara yang terdengar lebih berat.

“Mereka hanya perlu menemukan pasangan yang tepat.” Sahut Siwon pelan.

“Aku sudah menemukan pasangan yang tepat, tetapi semuanya tidak berjalan dengan lancar.” Balas Yongri membuat Siwon terkekeh pelan. Gadis itu tanpa sadar mengeluhkan hubungan mereka yang menyebabkan banyak kekacauan. Padahal baru saja ia berkata tidak menyesal telah menjalin hubungan dengan Siwon. Siwon tidak merasa tersinggung dengan keluhan gadis itu, karena apa yang dikatakannya merupakan sebuah kenyataan.

“Ahjussi..” Yongri memanggil Siwon untuk yang kedua kalinya.

“Ada apa?” Gumam Siwon sembari mencium puncak kepala Yongri.

“Seandainya..” Yongri terlihat ragu untuk mengatakan apa yang sedang dipikirkannya saat ini.

“Hmm?” Melihat keraguan dalam nada suara kekasihnya, membuat Siwon melepaskan pelukannya pada Yongri dan menatap wajah gadis itu dengan alis yang bertaut. Yongri selalu mengatakan apapun yang dipikirkannya, dan sangat jarang terlihat ragu seperti ini.

“Ada apa? Seandainya apa? Kenapa kau terlihat ragu dan kebingungan seperti itu?” Tanya Siwon sembari mencubit pelan pipi Yongri.

“Kau harus janji tidak akan marah jika aku mengatakannya.” Kata Yongri yang semakin membuat Siwon penasaran.

“Katakan saja dulu.” Yongri mengerucutkan bibirnya melihat Siwon yang tidak mau mengalah padanya. Yongri meletakkan jari telunjuknya pada dada Siwon. Memainkan dada bidang laki-laki itu dari balik piyama yang dipakainya.

“Seandainya.. Seandainya jika kita harus berpisah karena appa tidak akan pernah memberikan restunya pada kita. Apa yang akan kau lakukan?” Ucap Yongri tanpa berani menatap Siwon. Gadis itu masih memainkan jarinya di dada Siwon. Lama tidak ada tanggapan apapun dari Siwon, membuat Yongri menghentikan gerakan jarinya. Dengan perlahan ia menaikkan arah pandangnya, hingga matanya dan mata Siwon bertemu. Yongri menyesal telah menanyakan hal tersebut, karena saat ini ia dapat melihat tatapan Siwon yang menajam dan wajah laki-laki itu seperti menahan marah. Ia seharusnya tidak menanyakan hal tersebut, bukan?

“Maaf–” Siwon mencium bibir Yongri dan memberikan sedikit lumatan hingga Yongri tidak dapat menyelesaikan kalimatnya. Bukan ciuman gairah atau sebagainya, karena tujuan Siwon mencium gadis itu memang hanya untuk menutup mulutnya yang sudah terlalu banyak bicara.

“Tidurlah.” Ucap Siwon setelah melepaskan ciumannya.

“Ya.” Yongri tidak banyak berkomentar dan menuruti Siwon. Masih sedikit terkejut dengan ciuman yang diberikan Siwon padanya. Ia pikir Siwon akan marah dan berteriak hingga telinganya terasa sakit. Tetapi apa yang laki-laki itu lakukan diluar perkiraannya.

Yongri membenarkan posisinya yang kembali berada di pelukan Siwon. Membuat dirinya senyaman mungkin sebelum alam mimpi menariknya malam ini. Lengan Siwon merupakan bantal terbaik menurut Yongri. Ia merasa sangat nyaman dan yakin akan tidur nyenyak, walaupun kondisi Jinhyuk yang kritis terus menari-nari dengan indah di dalam kepalanya.

“Besok kita harus ke rumahmu terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit. Kau harus berganti pakaian, kan? Setelah itu aku akan mengantarmu ke rumah sakit.”

“Mengantar?”

“Eo. Ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan. Tetapi setelah semua pekerjaan selesai aku akan langsung ke rumah sakit.”

“Baiklah.” Yongri memejamkan matanya. Rasa kantuk mulai menyerang gadis itu.

“Sekarang jangan pikirkan apapun dan tidurlah.”

“Hmm.”

“Selamat tidur, Yongri-ya.”

“Selamat tidur, ahjussi.”

——

Yongri berjalan dengan langkah pelan, menyurusi koridor rumah sakit yang tidak terlalu ramai pagi itu. Ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Minho dan Keiko di depan ruangan Jinhyuk. Membuat gadis itu berpikir jika keduanya sedang mencari sarapan, mungkin? Namun pikiran itu langsung terbantahkan, saat Yongri melihat Keiko baru saja keluar dari ruangan Jinhyuk. Yongri dapat melihat wajah Keiko yang tidak terlihat sedih seperti kemarin? Apakah ada kabar baik dari kondisi Jinhyuk?

Yongri sedikit berlari menyusuri koridor, hingga membuat Keiko menoleh dan mencari sumber keributan yang didengarnya pagi itu. Wajah Keiko terlihat lega dan senang saat melihat kehadiran Yongri. Membuat Yongri semakin yakin jika keadaan Jinhyuk membaik pagi ini.

“Eonni..”

“Kau sudah datang. Dimana Tuan Choi?” Tanya Keiko sembari menatap ke belakang Yongri dan tidak menemukan siapapun di sana, selain orang-orang yang berlalu lalang.

“Ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.” Jawab Yongri singkat. Keiko mengangguk pelan.

“Oh ya, abeonim sudah sadar setengah jam yang lalu. Saat ini dokter sedang memeriksanya.” Kata Keiko yang membuat Yongri benar-benar dapat bernafas lega saat ini. Jujur saja tadi malam ia hampir mati ketakutan dan sangat dipenuhi rasa bersalah. Tetapi ketika mendengar Jinhyuk telah sadar, Yongri tidak dapat menutupi rasa lega luar biasa yang dirasakannya. Yongri memegang kedua lengan Keiko dan menghela nafas sembari tersenyum sendiri.

“Sebaiknya kau cepat masuk. Minho ada di dalam. Aku mau membeli sarapan di kantin rumah sakit. Apa kau sudah sarapan?”

“Aku sudah sarapan, eonni.”

“Baiklah, jika seperti itu. Aku tinggal dulu.” Keiko berpamitan dan segera meninggalkan Yongri. Yongri menatap kepergian Keiko sebentar sebelum akhirnya menatap pintu ruang rawat Jinhyuk. Gadis itu menghela nafas panjang sebelum akhirnya membuka pintu tersebut dengan menggesernya pelan.

Yongri masih dapat mendengar suara alat yang dipakai oleh Jinhyuk dari semalam. Beserta suara-suara lain yang tidak terlalu didengar oleh Yongri. Mungkin suara dokter? Suster? Entahlah. Minho menyadari kehadiran Yongri. Dan laki-laki itu juga tidak dapat menyembunyikan senyum leganya saat ini. Ia hanya ingin membagi kelegaannya itu bersama adik satu-satunya tersebut. Minho juga telah merasa sangat buruk karena mengabaikan Yongri tadi malam.

“Kau datang, Yongri-ya.” Ujar Minho. Yongri tersenyum dan mengangguk. Gadis itu mengalihkan pandangannya pada Jinhyuk, yang dengan perlahan saat ini sedang berusaha untuk menatapnya. Saat mata Yongri dan mata Jinhyuk bertemu, ada reaksi yang ditunjukan oleh tubuh pria paruh baya itu.

“Tekanan darah pasien naik, dokter!” Ujar seorang suster yang sedang menemani dokter melakukan check up. Semua mata–kecuali mata Jinhyuk–langsung tertuju pada layar monitor yang menampilkan tekanan darah, denyut nadi, beserta yang lainnya. Dokter yang sedang melakukan check up tersebut terlihat panik. Pasalnya beberapa menit yang lalu ia melihat bahwa kondisi Jinhyuk telah normal dan baik-baik saja. Bagaimana bisa tekanan darahnya naik begitu saja? Beberapa saat kemudian tubuh Jinhyuk yang terbaring di tempat tidur rumah sakit mulai bergetar pelan. Sebelum akhirnya mengalami kejang-kejang. Mata Jinhyuk tidak lepas dari sosok Yongri dan telunjuk pria itu tiba-tiba bergerak naik sembari menunjuk Yongri.

“Choi Jinhyuk-ssi, tenangkan diri Anda!” Dokter mencoba berbicara pada Jinhyuk, tetapi tidak ada tanggapan apapun dari Jinhyuk sendiri. Tubuhnya terus kejang-kejang hingga membuat tempat tidur rumah sakit menimbulkan bunyi berderik.

Yongri yang melihat kondisi Jinhyuk tiba-tiba seperti itu tentu saja tidak dapat menutupi rasa terkejutnya. Ia menggenggam tali tas slempangnya untuk menyembunyikan tangannya yang bergetar. Ia menatap Jinhyuk dengan kedua matanya yang merah dan berkaca-kaca. Apa yang terjadi pada ayahnya saat ini?

“Nona, bisakah Anda meninggalkan ruangan ini?!” Samar-samar Yongri mendengar suara dokter laki-laki itu berbicara padanya.

“Apa maksud Anda, dokter?” Minho segera melakukan protes pada dokter tersebut. Dokter itu memperlakukan Yongri seperti orang asing yang sedang salah masuk ke dalam ruangan seseorang.

“Maafkan saya, Minho-ssi. Tetapi sepertinya ayah Anda tidak bisa bertemu dengan Nona itu. Ia menolak kehadirannya.” Jelas dokter.

“Apa?! Anda bercanda?” Perlahan emosi Minho mulai terpancing.

“Maafkan saya sekali lagi. Tetapi kita harus benar-benar membawa nona itu keluar jika tidak ingin terjadi sesuatu pada ayahmu.” Dokter tersebut juga terlihat merasa bersalah. Tetapi ia juga tidak memiliki pilihan lain. Minho menatap Yongri yang sudah menangis saat ini. Adiknya itu terlihat sangat ketakutan hingga tubuhnya bergetar pelan.

“Suster, tolong bawa nona itu keluar.”

“Baik, dok.”

Yongri tidak dapat mendengar apapun saat ini. Ia hanya merasa tubuhnya sedang di dorong dengan paksa untuk keluar dari ruangan rawat ayahnya sendiri. Dan kesadaran Yongri seolah kembali setelah ia mendengar suara pintu yang tertutup dengan keras tepat di depan wajahnya. Apa yang baru saja terjadi? Apa yang terjadi pada ayahnya? Ayahnya menolak kehadirannya? Lelucon macam apa yang sedang dihadapinya saat ini? Ayah mana yang menolak kehadiran anaknya sendiri? Tubuh Yongri merosot begitu saja di lantai rumah sakit yang terasa sangat dingin. Tangisnya tidak dapat berhenti dan ia merasa dadanya sangat sesak saat ini.

“Ya Tuhan..”

Dosa apa yang telah diperbuatnya hingga ia mendapatkan hukuman yang begitu kejam seperti ini? Hanya karena ia menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang memiliki usia jauh diatasnya, ia menjadi penyebab Jinhyuk harus dirawat di rumah sakit. Ia menjadi penyebab tekanan dari Jinhyuk yang naik, padahal sebelumnya laki-laki itu baik-baik saja. Jinhyuk menolak kehadirannya dan ia tidak bisa bertemu dengan Jinhyuk sesuka hatinya. Sebenarnya apa yang sudah gadis itu lakukan hingga ia harus menghadapi ini semua? Isakan Yongri terus terdengar hingga beberapa orang menatap gadis itu dengan penuh rasa iba dan ingin tau.

“Nona, kau baik-baik saja?” Seorang wanita paruh baya menghampiri Yongri dan dengan susah payah berlutut di hadapan gadis itu. Wanita itu mengusap punggung Yongri seolah ingin memberikan kekuatan.

“Apa salah jika aku menjalin hubungan dengan laki-laki itu, ahjumma?” Yongri bertanya pada wanita itu dengan tangis yang tidak berhenti.

“Apa?” Wajah wanita paruh baya itu terlihat bingung. Yongri menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan tangisnya semakin menjadi.

“Dengar, Nona. Masalah apapun yang sedang kau hadapi saat ini, yakinlah bahwa akan ada jalan keluarnya. Kau harus menguatkan dirimu untuk menyelesaikannya.” Ucap wanita itu dengan penuh perhatian. Ia menepuk bahu Yongri beberapa kali sebelum akhirnya meninggalkan gadis itu sendirian. Tangis Yongri tidak kunjung berhenti walaupun ia telah mendapatkan semangat dari seorang wanita paruh baya. Tetapi saat ini gadis itu telah mendapatkan suatu penyelesaian untuk masalah yang sedang dihadapinya. Penyelesaian yang mungkin akan membuat semua orang bahagia. Ya, semua orang. Kecuali dirinya dan Siwon.

——

Siwon sampai di rumah sakit saat hari mulai beranjak sore. Ia mengutuk pekerjaannya yang tidak bisa ia selesaikan dengan cepat. Sehingga ia tidak bisa dengan segera ke rumah sakit untuk menemani Yongri. Laki-laki itu sudah mendengar kabar baik bahwa Jinhyuk telah sadar dari komanya. Dan Siwon cukup tau diri untuk tidak menunjukkan batang hidungnya pada sahabatnya itu. Ia hanya akan menunggu di luar dengan sabar, hingga keadaan Jinhyuk benar-benar kembali normal. Siwon hanya ingin berada di tempat yang sama dengan Yongri. Dan ia sudah merasa bisa bernafas dengan normal saat itu juga.

Siwon tiba di lantai dimana ruang rawat Jinhyuk berada. Ia dapat melihat beberapa pasien yang menggunakan pakaian rumah sakit berlalu lalang sembari membawa infus. Siwon tidak tau mereka akan kemana, tetapi bukanlah lebih baik beristirahat di kamar supaya bisa dengan segera meninggalkan rumah sakit? Siwon berusaha untuk tidak peduli dan mengabaikan mereka.

Dari kejauhan Siwon dapat melihat Yongri yang sedang duduk di sebuah kursi–yang berada tepat di depan ruang rawat Jinhyuk–dengan kepala tertunduk. Apa yang dilakukan gadis itu? Apakah dia tidur? Siwon memicingkan matanya dan mempercepat langkahnya untuk menghampiri Yongri.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon setelah berada di hadapan gadis itu. Dengan perlahan Yongri mendongak dan menatap Siwon. Jangan tanyakan bagaimana terkejutnya Siwon ketika melihat wajah Yongri saat ini. Pagi tadi ketika ia menurunkan Yongri di depan rumah sakit, wajah gadis itu tidak seperti ini. Namun sekarang? Siwon tidak dapat mendeskripsikannya.

“Hei, ada apa denganmu?” Siwon bertanya lembut. Laki-laki itu duduk di samping Yongri dan memutar posisi tubuh Yongri agar menghadapnya. Ia benar-benar butuh penjelasan.

“Apa yang terjadi? Bukankah Jinhyuk sudah sadar?” Siwon kembali bertanya sedangkan Yongri betah dalam kebisuaannya. Gadis itu kembali menundukkan kepalanya seolah enggan menatap Siwon.

“Tidak bisakah kau menjawab pertanyaanku, Yongri-ya? Apa yang kau lakukan di sini dengan wajah seperti ini? Apa yang membuatmu menangis?” Kekesalan Siwon mulai terpancing sedikit demi sedikit. Kebisuan Yongri benar-benar menguji kesabarannya.

“Aku ingin bicara denganmu, ahjussi.” Yongri membuka mulutnya masih dengan menundukkan kepalanya.

“Ya. Aku memang sedang menunggumu bicara.” Komentar Siwon. Yongri berdiri dari duduknya. Menarik tangan Siwon hingga laki-laki itu ikut berdiri. Masih dengan memegang tangan Siwon, Yongri mengajak laki-laki itu ke ujung koridor yang terlihat sepi dan tidak terlalu jauh dari ruang rawat Jinhyuk. Sedangkan Siwon hanya dengan setia mengikuti gadis itu. Apapun akan dilakukannya asal Yongri menceritakan apa yang terjadi padanya.

“Bicaralah.” Ujar Siwon pelan. Tidak berusaha menghakimi gadis itu yang terlihat sangat tertekan saat ini. Persis seperti apa yang terjadi semalam. Bahkan sepertinya saat ini keadaan Yongri lebih mengkhawatirkan.

Yongri mendongak dan menatap Siwon. Tepat dimata laki-laki itu. Ia mencoba melukis wajah Siwon di dalam ingatannya. Bagaimana bentuk wajah laki-laki itu, keningnya, alisnya, mata, hidung, bibir. Semuanya. Yongri tidak dapat menahan kesedihannya saat itu juga. Airmatanya kembali mengaliri pipinya yang terlihat sangat pucat. Kontan membuat Siwon semakin merasa khawatir.

“Yongri-ya..” Suara Siwon terdengar frustasi. Sebenarnya apa yang terjadi pada kekasihnya ini? Siapa yang dengan brengseknya terus membuat ibu dari calon anak ini terus menangis?

“Kita akhiri saja semuanya, ahjussi.” Bisik Yongri pelan. Siwon hanya diam dan tidak merespon apapun ucapan gadis itu. Siwon merasa telinganya bermasalah saat ini. Sebenarnya apa yang sedang Yongri katakan padanya?

“Aku tidak mengerti maksudmu.” Kata Siwon datar. Yongri menarik nafas panjang dan menyeka airmatanya.

“Aku ingin kita berpisah.” Jelas Yongri. Dan kali ini Siwon dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Namun yang ada dipikiran Siwon saat ini adalah apakah Yongri masih memiliki waktu untuk bercanda? Bukankah lebih baik gadis itu mengkhawatirkan kondisi Jinhyuk di dalam sana?

“Berhenti bercanda.”

“Aku tidak bercanda.” Yongri menyahut dengan cepat hingga membuat Siwon kembali terdiam. Jantung laki-laki itu tiba-tiba saja berdetak dengan sangat cepat. Ia juga dapat merasakan aliran darahnya yang mengalir dengan kencang. Kata-kata yang ucapkan oleh Yongri tadi adalah kata-kata yang paling tidak ingin didengarnya, selama sisa hidupnya. Tetapi sepertinya Siwon lupa memberitahukan hal tersebut kepada kekasihnya itu.

Siwon memaksakan senyumnya dan maju satu langkah hingga semakin mendekati Yongri. Ia mengusap pipi Yongri dengan pelan. Dan jangan lupakan tangan laki-laki itu yang sedikit bergetar saat ini. Bahkan Yongri dapat merasakannya. Siwon ingin menulikan telinganya saat ini juga. Ia akan berpura-pura tidak mendengar. Ya, Siwon akan melakukannya.

“A–aku ingin mem–membeli minum.” Ucap Siwon dengan terbata. Yongri dengan segera menahan tangan Siwon saat melihat laki-laki itu akan beranjak meninggalkannya.

“Lepaskan aku.” Suara Siwon terdengar dingin.

“Aku ingin kita berpisah. Tidakkah kau mengerti itu?” Ucap Yongri dan berhasil membuat Siwon kembali menatap gadis itu. Wajah Siwon benar-benar terlihat mengerikan saat ini.

“Kau tau jawaban apa yang akan kuberikan padamu, kan?” Kata Siwon dengan senyum sinisnya. Yongri melepaskan tangannya yang memegang tangan Siwon. Gadis itu menautkan kedua tangannya sendiri untuk menyembunyikan tangannya yang bergetar. Sayangnya Siwon dapat melihat itu semua dengan jelas. Dan Siwon yakin apa yang dikatakan gadis itu barusan bukanlah berasal dari hatinya.

“Maafkan aku, ahjussi. Ini yang terbaik untuk kita.”

“Tidak. Kau tau itu bukan yang terbaik untuk kita.” Siwon menyahut dengan cepat.

“Aku..” Yongri menatap Siwon dengan airmatanya yang terus mengalir.

“Aku tidak bisa bertemu dengan ayahku sendiri, ahjussi..” Lirih Yongri. Siwon tidak menanggapi ucapan Yongri. Karena sejujurnya ia tidak mengerti dengan maksud ucapan gadis itu.

“Appa.. Appa menolak kehadiranku. Appa membenciku, ahjussi..” Isak gadis itu. Masih dengan tangan bergetar, Siwon mengulurkan tangannya untuk memegang kedua bahu gadis itu.

“Itu bukan salahmu, Yongri-ya.” Kata Siwon menenangkan.

“Itu menurutmu, ahjussi. Tetapi tidak untuk mereka.”

“PERSETAN DENGAN MEREKA!!” Teriak Siwon kesal.

“Tekanan darah appa naik karena melihatku, ahjussi. Apa kau pikir itu masuk akal? Ba–bagaimana mungkin karena aku?” Yongri menundukkan kepalanya.

“A–aku akan menemui dokter. Aku akan meminta penjelasan padanya.” Ucap Siwon masih berusaha menenangkan Yongri.

“Tidak.” Tolak Yongri.

“Aku hanya ingin kita berpisah.” Kata Yongri seolah yakin dengan keputusan yang diambilnya. Siwon benar-benar merasa kakinya lemas saat ini. Ia sangat membutuhkan pegangan agar tidak terjatuh di hadapan Yongri.

“Yongri-ya..” Tatapan tajam Siwon telah berubah menjadi tatapan penuh luka. Matanya memerah dan Siwon berusaha mati-matian untuk tidak menangis. Ia tidak bisa menjelaskan bagaimana rasa sakit yang dirasakannya saat ini.

“Maafkan aku, ahjussi. Walaupun kita berpisah, aku berjanji akan melahirkan anak ini.” Kata Yongri sembari mengusap perutnya.

“Aku lebih menginginkanmu daripada anak itu, Yongri-ya.” Kata Siwon jujur. Dan Yongri tidak dapat mengabaikan rasa hangat yang dirasakannya saat Siwon mengatakan itu. Yongri sangat tau bagaimana Siwon sangat menginginkan kehadiran anak dalam hidupnya. Tetapi saat ini laki-laki itu lebih menginginkan dirinya. Adakah hal yang lebih membahagiakan untuk Yongri?

“Bukankah kita tidak boleh egois, ahjussi? Aku tidak ingin membuat appa kembali kritis di dalam sana.” Ujar Yongri.

“Bagaimana denganku? Apa kau tidak memikirkanku sama sekali? Kau tau bagaimana takutnya aku dengan yang namanya kehilangan, Yongri-ya. Kau sangat tau itu. Bagaimana mungkin kau melakukannya padaku?!” Keluh Siwon dengan wajah yang sangat menyedihkan. Membuat Yongri semakin tidak dapat menghentikan tangisnya.

“Aku tau, ahjussi. Aku tau.” Yongri memegang lengan Siwon dengan erat. Dadanya semakin sesak karena terus menangis.

“Karena itu maafkan aku. Jika kau memang ingin membenciku maka lakukanlah. Tetapi jangan pernah membenci bayi yang berada di dalam kandunganku.” Yongri melepaskan pegangannya pada Siwon. Dan ia melepaskan tangan Siwon yang berada dibahunya. Tangan Siwon jatuh terkulai begitu saja di samping tubuh laki-laki itu. Membuat Yongri menyadari betapa tidak bertenaganya Siwon saat ini.

“Mulai sekarang jangan mengkhawatirkan aku lagi. Dan jangan temui aku lagi. Karena appa sangat membencimu sebagaimana dia membenciku juga, kau tidak perlu datang ke rumah sakit.” Ujar Yongri. Siwon hanya diam saja karena laki-laki itu sudah tidak memiliki kekuatan untuk berbicara. Siwon merasa ingin mati saja saat ini juga.

“Lupakan aku.. Lu–lupakan semua tentang kita. Hiduplah dengan baik, ahjussi..” Pesan Yongri tanpa berani menatap laki-laki itu. Namun beberapa saat kemudian Yongri menatap Siwon karena ada satu hal lagi yang harus disampaikannya pada Siwon.

“Aku…aku mencintaimu, ahjussi..” Setelahnya Yongri dengan segera meninggalkan Siwon begitu saja. Tidak memperdulikan bagaimana Siwon terjatuh hingga kedua lututnya terbentur dengan lantai yang begitu keras. Tidak memperdulikan bagaimana Siwon kesulitan bernafas saat ini. Dan tidak memperdulikan bagaimana airmata Siwon mengalir di pipi laki-laki itu. Pipi yang tidak pernah tersentuh oleh airmata sebelumnya.

——

–To Be Continued–

 

HAI!! Part ini parah gak sih? Aduh aku jadi gak tega sendiri lihat my baby Siwon T.T otak aku kayaknya lagi bergeser deh sampe buat Siwon-Yongri jadi kayak gini. Mana ada sejarahnya β€˜kan Siwon-Yongri pisah? Hmm..

FF ini tadinya mau aku selesaikan di part 12. Gak tau gimana tiba-tiba malah jadi panjang kayak gini. Otak aku jadi harus lebih bekerja keras untuk mencari jalan keluar *curhat*

Yahh, apapun hasilnya dinikmatin aja, ya. Dan jangan lupa untuk di like + comment. Masih ttep di tunggu sampe kapan pun. Okay?

BYE~

Advertisements

79 thoughts on “Forbidden Love – Part 13

  1. Hai kaka, aku reader baru disini, aku baru tau blog baru tadi siang dari temen πŸ˜€ ini aja aku baca ff ini di kebut dari part 1 sampe 13, dan maaf aku baru bisanya komen dipart ini πŸ˜€ πŸ˜€
    sekali lagi maaf yah baru bisa komen di part ini πŸ˜€ πŸ˜€

  2. Weleh, kok jd gini? Mrka bkln pisah? Appa nya yongri masa iya benci ama anknya sndri? Dia lbh ke kecewa mgkn ya. Duh baper. Sukses bikin deg2 an, nangis. Feelnya dpt bngt. Semoga mrka bisa mlewati mslh ini. Ak tunggu next nya kak πŸ™‚ nyesek nya jan banyak2 ya hehehe

  3. Aku baru sadar klo aku blom baca part ini…. Ohemji siwooonnn, hatiku berdenyut baca part ini, apa kabar part 14?????
    Aku next ya baca’y eon….

  4. Huee jangan..mereka jangan pisah..gimana nasib anak mereka,jinhyuk keras kepala banget c..pikirin gmana nasib cucunya kelak

  5. Oh tidakkk kenapa malah jadi pisahhhh!!!! Masa cuma karna liat yongri jadi darah tinggi? Tidak masuk diakallll.. coba aja minho atau jinhyuk liat betapa memilukannya perpisahan mereka #melankolis. Biar mereka tau yg paling berat beban nya ya 2 org ituuu.. hiksss!

    Good job thor^^

  6. seriusan yongri mau pisah sm siwon, ahh aq yakin mereka klo pisah bkal sm2 tersiksa…
    Kasian jg siwon klo jd pisah, msa dua kali dy dtinggl wanita yg dicintai…. kasian kasian kasian…

  7. jangan pisah dong
    yongri hanya sedang putus asa karna keadaan appanya yang naik turun
    makanya dia mutusin kayak gitu
    gimana kondisi bayinya kalo ibunya stress terus

  8. Astgaa…. sbgtu bencinya kah appanya yongri sma anak sndri? Dan klo psah sma siwon , yongri akan kmna???

  9. Yongri beneran mau pisah sama siwon ya? T.T yaudah deh siwon paketin kerumah aja kalo gitu, gatega aku T.T
    Part ini nyesekkkkkk, asli πŸ˜₯ πŸ˜₯

  10. Aku nangis bacanya…

    Ga tau harus gimana jadi yongri..
    Di satu sisi ayah kandung, di satu sisi org yg di cintai..

    Yahh mungkin ini yg terbaik untuk mereka…

  11. Aku nangis bacanya…

    Ga tau harus gimana jadi yongri..
    Di satu sisi ayah kandung, di satu sisi org yg di cintai..

    Yahh mungkin ini yg terbaik untuk mereka…

  12. Aku nangis bacanya…

    Ga tau harus gimana jadi yongri..
    Di satu sisi ayah kandung, di satu sisi org yg di cintai..

    Yahh mungkin ini yg terbaik untuk mereka…

  13. Aku nangis bacanya…

    Ga tau harus gimana jadi yongri..
    Di satu sisi ayah kandung, di satu sisi org yg di cintai..

    Yahh mungkin ini yg terbaik untuk mereka…

  14. HUAH sungguh kisah cinta yang rumit dan menyesakkan. Semoga hanya ada di dunia ff, kasihan yang ngejalaninnya kalau ini bener bener nyata πŸ˜…πŸ˜…

  15. Kisah cintamu rumit banget yongri ya
    Aku sampe terharu & menangis,, jangan menyerah yongri ya semua pasti ada jalannya,, buat ajushiku,, fighting,, πŸ˜€

  16. kok jadi pisah… jgn pisah dong
    hallo kak ali reader baru… dan langsung ngebut naca dri chap 1 sampe 13 ni.πŸ˜ƒ

  17. hwaaa..jd sedih baca nya..kasian siwon n yongri menghadapi mslh yg rumit begini..smoga ga sad ending ya thorr.please

  18. Kok gitu sih yong? Knp berpikiran pengen putus sama siwon? Kasihan tau, elu bilang gitu juga ngekorbanin perasaanmu. Drpd kyk gtu mending biarin aja siwon ttep jd pacar lu trs ntar kalo misal bapakmu udh agak baikan nah baru deh masalah ini sedikit disinggung

  19. Waktu mereka ke rymah jinhyuk, bkan cuma siwin, yongri & jonghyun yg tegang, tpi q jga ikutan tegang.
    Emang ya, cinta itu buta. Ga peduli apa, yg penting mereka saling cinta.
    Pengen peluk siwon pas mereka putus πŸ˜₯ yang sabar ya ahjussi keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s