Forbidden Love – Part 12

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Jonghyun-CN BLUE, Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

—–

Author POV

“Kau hamil.”

“Apa?”

“Kau tidak tau?” Dokter Park terlihat bingung. Yongri hanya diam saja sembari memikirkan ucapan Dokter Park. Ia hamil? Benarkah?

“Saat kau bilang sedang bertengkar dengan ayahmu, aku pikir karena hal ini.” Lanjut Dokter Park.

“Apa kau sudah mengatakan hal ini pada Minho oppa dan appa, samchon?” Tanya Yongri khawatir.

“Belum. Karena aku ingin memastikannya terlebih dahulu denganmu. Usianya sekitar 2-3 minggu, aku tidak terlalu yakin. Sebaiknya kau segera memeriksanya pada dokter kandungan.” Saran Dokter Park.

“Tolong jangan katakan apapun pada Minho oppa dan appa, samchon.” Pinta Yongri.

“Tetapi kenapa? Apa karena kau tidak tau keberadaan ayah dari calon bayimu itu?”

“Tidak, samchon. Bukan seperti itu. Kekasihku akan bertanggung jawab.”

“Kalau begitu kita harus memberitahu Jinhyuk. Kau dan kekasihmu harus menikah sebelum perutmu membesar.” Kata Dokter Park.

“Aku mengerti. Aku yang akan memberitahukannya pada appa. Untuk saat ini katakan saja bahwa penyakit lambungku kambuh. Ya?”

“Kau seperti menyembunyikan sesuatu.” Uca Dokter Park curiga.

“Samchon, aku mohon.” Pinta Yongri dengan memelas. Dokter Park menghela nafas dengan pelan.

“Baiklah jika seperti itu. Tetapi aku tidak akan bertanggung jawab jika nanti Jinhyuk terlambat mengetahuinya.”

“Terima kasih, samchon.” Yongri tersenyum kecil. Bersamaan dengan itu, Minho dan Keiko masuk ke dalam kamar Yongri. Mereka berdua terlihat sangat khawatir dengan kondisi Yongri.

“Maaf, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi di luar. Apa yang terjadi pada adikku, samchon?” Tanya Minho.

“Eo, Minho-ya..” Dokter Park memaksakan senyumnya dan berdiri mendekati Minho.

“Penyakit lambungnya kambuh. Sepertinya ia tidak makan dengan teratur akhir-akhir ini.” Ucap Dokter Park setengah berbohong. Karena nyatanya salah satu penyebab perut gadis itu sakit adalah memang karena penyakit lambungnya. Dan penyebab lainnya adalah karena ia sedang hamil. Dan kehamilan gadis itu sedikit lemah–sepertinya.

“Ah, begitu rupanya. Aku benar-benar ketakutan saat melihat ia pingsan. Untunglah tidak ada yang serius.” Ujar Minho sembari mengusap dadanya. Laki-laki itu menatap Yongri yang masih terlihat lemah.

“Aku sudah meresepkan obat untuknya, kau harus cepat menebusnya. Dan pastikan Yongri makan dengan teratur.” Pesan Dokter Park.

“Aku mengerti, samchon.” Sahut Minho.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Jaga kesehatanmu, Yongri. Dan ingat pesanku tadi.” Dokter Park menatap Yongri dengan intens. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Aku akan mengantarmu ke depan, samchon.” Ujar Minho menawarkan. Dokter Park dan Minho keluar dari kamar Yongri. Meninggalkan Yongri berdua saja dengan Keiko. Keiko mendekati tempat tidur dan duduk di sisinya. Yongri beranjak menjadi duduk dengan hati-hati.

“Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Keiko.

“Eonni, kau harus membantuku.” Yongri tidak menjawab pertanyaan Keiko. Keiko menatap Yongri dengan kening berkerut.

“Membantu apa?”

“Aku harus menemui Siwon ahjussi.”

“Apa?!” Keiko terlihat terkejut. Gadis keturunan Jepang itu menatap Yongri dengan kedua mata sipitnya yang melebar.

“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Kau tau abeonim masih sangat marah, kan?” Keiko terlihat panik. Ia tentu sangat ingin membantu Yongri. Tetapi mengingat ancaman Jinhyuk waktu itu, bohong jika Keiko tidak merasa takut.

“Aku tidak bisa menceritakan padamu sekarang. Tetapi aku harus benar-benar bertemu Siwon ahjussi, eonni. Aku mohon bantu aku.” Yongri menggenggam kedua tangan Keiko. Matanya yang berkaca-kaca menatap Keiko dengan tatapan memohon.

“Yongri, aku sangat ingin membantumu. Tetapi, bagaimana dengan abeonim?” Ujar Keiko terlihat merasa bersalah.

“Aku yang akan bertanggung jawab, eonni. Aku janji. Aku tidak akan biarkan kau diusir dari rumah ini. Minho oppa juga tidak akan membiarkannya terjadi. Eonni, eo?” Balas Yongri. Gadis itu mengguncangkan kedua tangan Keiko yang sedang digenggamnya.

“Eonni….” Melihat Keiko yang hanya diam saja membuat Yongri gusar. Keiko menghela nafas panjang.

“Baiklah.” Putus Keiko akhirnya. Yongri tersenyum senang dan bersiap turun dari tempat tidur. Namun Keiko dengan cepat menahannya.

“Tidak sekarang, Yongri-ya. Tidak malam ini.” Ucap Keiko tegas.

“Eonni..”

“Atau tidak sama sekali.” Keiko mencoba menggertak Yongri untuk pertama kalinya. Karena selama ini Keiko selalu menuruti apapun kemauan calon adik iparnya itu. Tetapi tidak untuk sekarang. Keiko dapat melihat wajah gadis itu yang masih terlampau pucat. Dan ia tidak akan membiarkan Yongri pergi malam-malam seperti ini.

“Kalau begitu besok?” Tanya Yongri memastikan.

“Kita akan melihat keadaanmu terlebih dahulu.” Jawab Keiko.

“Kalau kau mau menghabiskan makanmu dan tubuhmu sudah benar-benar pulih, aku akan membantumu menemui Tuan Choi.” Lanjut Keiko.

“Tetapi aku sedang tidak bernafsu untuk makan, eonni.” Keluh Yongri.

“Kalau begitu lupakan saja niatmu untuk bertemu Tuan Choi.” Sahut Keiko sedikit kesal. Yongri menghela nafas dengan panjang.

“Baiklah, eonni. Besok aku akan makan.” Putus Yongri. Keiko tersenyum senang.

“Sekarang istirahatlah. Wajahmu benar-benar pucat. Kalau kau butuh sesuatu, panggil saja aku. Mengerti?”

“Aku mengerti. Terima kasih, eonni.” Yongri kembali berbaring di atas tempat tidur. Keiko membantunya merapikan selimut, sebelum akhirnya kekasih Minho itu meninggalkan kamar Yongri.

——

“Kei..” Keiko terlonjak saat mendengar ada yang memanggil namanya. Pasalnya saat ini ia sedang berjalan menuju kamarnya, dengan keadaan sepi. Para pelayan sepertinya sudah beristirahat karena saat itu hampir tengah malam. Keiko menoleh ke belakang sembari mengusap dadanya. Jantungnya berdetak cepat karena terkejut dan sedikit takut. Ia menemukan Minho yang sedang tersenyum geli, karena melihat wajah terkejutnya.

“Ada apa? Kenapa kau terlihat terkejut sekali?” Tanya Minho tanpa menghilangkan senyumnya.

“Kau membuatku takut. Aku pikir ada hantu yang memanggilku.” Keluh Keiko. Kali ini Minho tidak dapat menyembunyikan tawanya. Keiko membuatnya sangat gemas.

Seolah tersadar akan sesuatu, Keiko langsung menarik Minho ke dalam kamarnya. Mendapat perlakuan yang tiba-tiba dari sang kekasih, membuat Minho menghentikan tawanya dan memperhatikan Keiko dengan raut wajah bingung. Keiko menutup pintu kamar dengan pelan ketika keduanya sudah masuk ke dalam kamar.

“Ada apa, Kei? Kau ingin mengajakku bercinta? Tetapi aku sedang–” Keiko menghentikan ucapan Minho dengan menutup mulut laki-laki itu menggunakan tangannya. Gadis itu menatap Minho dengan matanya yang melotot. Di saat seperti ini, bisa-bisanya kekasihnya itu memikirkan hal mesum. Keiko tidak habis pikir. Namun sayangnya Minho tidak mengerti dengan raut wajah gadis itu saat ini.

“Apa hanya itu saja yang ada dipikiranmu saat ini? Apa kau tidak mengkhawatirkan Yongri?” Tanya Keiko kesal. Ia menjauhkan tangannya dari wajah Minho.

“Tentu saja aku sangat mengkhawatirkannya.” Jawab Minho.

“Untuk itu kita harus membantunya.” Kata Keiko membuat Minho bingung.

“Yongri ingin bertemu dengan Tuan Choi.”

“Apa?!” Minho tanpa sadar memekik setelah mendengar ucapan Keiko.

“Ya! Jangan berisik.” Ucap Keiko panik.

“Apa maksudmu, Kei?”

“Saat kau mengantarkan Dokter Park pulang tadi, Yongri tiba-tiba berkata ingin bertemu dengan Tuan Choi. Aku tidak tau apa yang terjadi, tetapi Yongri ingin segera bertemu dengannya.” Jelas Keiko. Minho masih tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Ia tau jika Yongri pasti merindukan Siwon. Hanya saja, Minho tidak menyangka jika Yongri terlalu memaksakan diri seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Tetapi dia tidak bisa melakukannya, Kei.” Ujar Minho beberapa saat kemudian.

“Aku tau, Minho-ya. Untuk itu kita harus membantunya.” Sahut Keiko. Minho menghela nafas dan memegang kedua lengan Keiko.

“Kau tidak ingat dengan ancaman abeoji? Kita bisa diusir dari rumah ini Kei. Abeoji tidak akan peduli walaupun aku anaknya.”

“Lalu kau takut?” Sela Keiko langsung. Minho terdiam. Laki-laki itu melepaskan pegangannya pada Keiko dan memilih untuk membelakangi kekasihnya. Membuat Keiko merasa bahwa ia sudah salah berbicara.

“Minho-ya, maafkan aku.” Sesal Keiko. Keiko bergerak untuk berdiri kembali dihadapan Minho.

“Aku tidak takut jika itu hanya terjadi padaku, Kei.” Ucap Minho.

“Tetapi jika itu juga terjadi padamu, aku tidak bisa melakukannya. Saat ini, aku tidak hanya bertanggung jawab untuk diriku sendiri. Kau adalah tanggung jawabku. Ayahmu mempercayakan kau padaku, walaupun kita belum menjadi sepasang suami istri. Aku tidak bisa membiarkan hidupmu terlantar.” Minho menghela nafas panjang. Keiko mengusap wajah Minho dengan pelan.

“Kau tau sendiri bahwa aku bukan anak mandiri, Kei. Aku tidak memiliki apapun. Semua yang aku punya adalah milik abeoji, kecuali dirimu. Jika aku dan kau diusir dari rumah ini, apa yang bisa aku berikan padamu?” Minho terlihat merasa bersalah. Ia ingin sekali membantu Yongri, tetapi laki-laki itu tidak memiliki pilihan. Ia sangat menyayangi Yongri, juga sangat mencintai Keiko. Minho tidak mau membuat Keiko kesulitan karena dirinya.

“Aku mengerti, Minho-ya. Aku mengerti.” Keiko memeluk Minho dengan erat. Gadis itu mengusap kepala Minho dengan sayang. Minho membalas pelukan Keiko dengan sama eratnya. Ia menyembunyikan wajahnya dibahu kecil Keiko. Betapa ia sangat mengutuk dirinya saat ini, karena tidak dapat berbuat apa-apa.

“Tetapi..” Keiko melepaskan pelukannya. Ia menangkupkan kedua tangannya di wajah Minho.

“Kita dapat melewatinya bersama, Minho-ya. Kita dapat memulai semuanya dari awal.” Ujar Keiko.

“Kei..”

“Yongri sangat membutuhkan bantuan kita saat ini, Minho-ya. Seandainya bisa, aku ingin melakukannya sendiri. Aku tidak peduli jika harus diusir oleh abeonim. Tetapi aku tidak dapat melakukannya sendiri. Aku tidak memiliki hak apapun di rumah ini. Seluruh pelayan tidak akan mau menuruti perintahku. Dan aku juga tidak bisa menghadapi penjaga di depan rumah. Hanya kau yang bisa melakukannya, Minho-ya.” Ucap Keiko. Minho kembali menghela nafas dan menyatukan keningnya dan kening Keiko. Memejamkan matanya sebentar untuk berpikir.

“Kenapa kau sangat menyayangi Yongri, Kei?” Gumam Minho masih dengan memejamkan matanya. Keiko tersenyum kecil.

“Karena Yongri adalah adik dari seseorang yang sangat aku cintai.” Kata Keiko. Minho ikut tersenyum dan kembali memeluk Keiko dengan erat.

“Terima kasih, Kei. Aku mencintaimu.”

——

Jonghyun keluar dari kamarnya saat mendengar suara gaduh dari luar. Keadaan apartement yang gelap membuat Jonghyun harus memicingkan matanya untuk mencari sang pembuat gaduh. Laki-laki itu dapat melihat Siwon–yang menurutnya–baru saja masuk ke dalam apartement dengan berjalan sedikit sempoyongan.

“Siwon hyung?” Panggil Jonghyun memastikan.

“Kau belum tidur, Jonghyun-ah?” Siwon menyahuti panggilan Jonghyun. Siwon berjalan melewati Jonghyun dan mendudukan dirinya di sofa. Jonghyun menghela nafas dan mengikuti Siwon. Ia dapat mencium bau alkohol yang keluar dari mulut Siwon, ketika laki-laki itu menghembuskan nafasnya. Siwon mabuk–lagi.

“Jangan menyiksa dirimu dengan terus mabuk-mabukan, hyung.” Ucap Jonghyun sembari melepaskan dasi yang masih melekat longgar di leher Siwon. Ia juga membuka beberapa kancing kemeja Siwon untuk mempermudahkan laki-laki itu bernafas. Siwon kembali menghela nafas dengan panjang.

“Aku cuma ingin menghilangkan Yongri sebentar dari pikiranku. Sebelum aku berbuat hal gila.” Ucap Siwon dengan memejamkan matanya.

“Seperti?” Tanya Jonghyun menatap iba pada Siwon.

“Menerobos rumah Jinhyuk dan membawa kabur gadis itu.” Jawab Siwon.

“Lakukan saja, hyung.” Ucap Jonghyun menyetujui ide gila Siwon. Siwon tersenyum miris mendengar dukungan Jonghyun.

“Aku tidak bisa, Jonghyun-ah.”

“Kenapa, hyung? Aku tau kau sangat mencintai Yongri.” Siwon kembali tersenyum miris.

“Aku tidak ingin semakin melukai perasaan Jinhyuk.”

“Jangan bilang jika kau menyerah, hyung.” Jonghyun merasa ngeri jika Siwon benar-benar menyerah pada Yongri. Dengan sisa-sisa kekuatannya, Siwon memukul pelan kepala Jonghyun. Membuat seseorang yang sudah dianggapnya adik itu meringis.

“Aku tidak akan pernah menyerah pada Yongri. Sampai kapanpun.” Ucap Siwon tegas, membuat Jonghyun tanpa sadar bernafas lega.

“Sial! Kenapa aku harus bersahabat dengan Jinhyuk.”

“Tidak. Kenapa Yongri harus menjadi anak Jinhyuk? Sial! Sial! Sial!” Siwon terus meracau dengan kesal. Jonghyun kembali membenarkan racauan Siwon. Seandainya Siwon tidak bersahabat dengan Jinhyuk. Atau seandainya Yongri bukan anak Jinhyuk.

“Ayo, istirahat, hyung. Besok kita ada rapat pagi.” Jonghyun membantu Siwon berdiri dan sedikit menyeret laki-laki itu ke kamarnya.

Setelah membaringkan Siwon di tempat tidur, Jonghyun tidak lupa menutupi tubuh Siwon dengan selimut hingga sebatas dada. Jonghyun tidak tau apakah Siwon sudah tidur atau belum. Mata laki-laki itu terpejam tetapi mulutnya terus meracau memanggil nama Yongri. Membuat Jonghyun lagi-lagi menatapnya dengan sedih.

“Percayakan saja semuanya pada Tuhan, hyung. Jika kau dan Yongri berjodoh, kalian akan bertemu dalam waktu dekat.”

——

Yongri terlihat terkejut saat Minho secara tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Pasalnya gadis itu saat ini sedang merapikan dirinya di depan meja rias. Ia bersiap untuk bertemu dengan Siwon hari ini. Keiko sudah berjanji untuk membantunya, makanya Yongri berusaha untuk menormalkan penampilannya di depan Siwon nanti. Ia tidak ingin terlihat seperti sedang sakit dan membuat Siwon khawatir.

Yongri berdiri dari duduknya dan terlihat gugup. Gadis itu menatap Minho dengan kedua bola matanya yang bergerak gelisah. Minho mendekatinya dan berhenti beberapa langkah dihadapannya. Menatap penampilan Yongri yang tampak seperti biasanya. Tentu saja Minho senang melihat adiknya yang tampak kembali hidup.

“O–oppa..”

“Kau terlihat–cantik.” Puji Minho.

“Terima kasih.” Balas Yongri dengan tersenyum.

“Kau tidak bekerja?” Tanya Yongri. Ia takut rencananya dan Keiko berantakan karena Minho yang tak kunjung pergi bekerja. Gadis itu tidak mengetahui bahwa kedatangan Minho ke kamarnya saat ini adalah untuk membantunya.

“Tidak. Sepertinya aku akan membolos saja.” Jawab Minho. Yongri menatap Minho dengan kedua matanya yang melebar. Pupus sudah harapannya untuk bertemu dengan Siwon hari ini, itulah yang ada dipikirannya sekarang.

“Oh–” hanya satu kata tersebut yang dapat dikeluarkan oleh Yongri. Ia menundukkan kepalanya dan menghela nafas panjang.

“Kau sudah lebih baik?” Tanya Minho. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Kau mau pergi?” Tanya Minho lagi.

“Apa?” Yongri terlihat semakin gugup.

“Tidak. Tentu saja tidak. Lagipula aku tidak diperbolehkan keluar oleh appa. Apa kau lupa, oppa?” Ujar Yongri dengan wajah murungnya.

“Mana mungkin aku lupa.” Gumam Minho.

“Tetapi jika kau mau, aku bisa membawamu keluar.” Ucap Minho setelahnya. Mata Yongri semakin melebar.

“Apa?”

“Kalau kau tidak mau, lupakanlah.” Minho membalikkan badannya dan berpura-pura ingin meninggalkan kamar Yongri.

“Oppa, tunggu!” Yongri menahan lengan Minho. Minho tersenyum geli dan kembali membalikkan badannya.

“Bersiaplah, aku tunggu kau dibawah.” Kata Minho.

“Tapi, appa–” Yongri tidak bisa melanjutkan ucapannya. Terlalu takut mengingat kenyataan Jinhyuk yang mungkin akan kembali marah.

“Abeoji sudah pergi bekerja. Masalah pelayan dan penjaga, aku bisa mengatasinya.” Ucap Minho meyakinkan.

“Apa Keiko eonni yang memintamu untuk membantuku, oppa?” Tanya Yongri.

“Keiko memang memintanya, tetapi aku juga memang sangat ingin membantumu bertemu dengan Tuan Choi.” Jawab Minho.

“Bagaimana jika appa mengetahuinya, oppa? Aku takut kau dan Keiko eonni diusir dari rumah ini.”

“Aku sudah membicarakan hal itu dengan Keiko. Kau tidak perlu memikirkannya. Sekarang mantapkan saja dirimu jika memang ingin bertemu dengan Tuan Choi. Aku akan menunggumu di bawah.”

“Aku mengerti, oppa.”

Minho beranjak meninggalkan kamar Yongri. Namun saat hendak menutup pintu kamar Yongri, laki-laki itu menghentikan gerakannya dan kembali menyembulkan kepalanya ke dalam kamar Yongri.

“Jangan lupa memakai jaket serta masker, Yongri-ya.” Pesan Minho. Tanpa bertanya apapun, Yongri menganggukkan kepalanya. Setelah Minho benar-benar keluar dari kamarnya, Yongri kembali mempersiapkan dirinya. Karena tidak memiliki ponsel, Yongri tidak dapat menghubungi Siwon untuk memberitahukan niatnya untuk menemui laki-laki itu. Yongri hanya dapat berharap apa yang direncanakannya akan berhasil.

——

Yongri menatap ke bawah ketika dirinya sudah berada di dekat tangga. Ia dapat melihat beberapa pelayan yang sedang berjalan kesana kemari melaksanakan tugas mereka. Yongri tidak melihat keberadaan Minho dan juga Keiko. Membuat gadis itu merasa sedikit panik. Biar–pun begitu, Yongri memantapkan dirinya dan mulai menuruni tangga.

“Anda mau kemana, Nona Yongri?” Tanya seorang pelayan ketika kaki Yongri berhenti di tangga terakhir. Yongri terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan pelayan tersebut. Ia sudah memakai masker serta jaket yang tadi dipinta oleh Minho. Gadis itu mencengkram tali tas selempang yang dibawanya. Terlihat gugup dan juga bingung.

“Yongri harus ke rumah sakit.” Minho yang muncul dari arah ruang makan menjawab pertanyaan pelayan tersebut. Keiko tampak berada di samping laki-laki itu. Pelayan yang memberikan pertanyaan pada Yongri tampak membungkukkan badannya melihat kehadiran Minho.

“Tetapi Tuan Besar sudah berpesan untuk tidak membiarkan Nona Yongri keluar dari rumah, Tuan Muda.” Ujar pelayan tersebut.

“Yongri sedang sakit dan ia perlu pengobatan.” Sahut Minho.

“Tetapi kemarin Dokter Park sudah memeriksanya, Tuan Muda.” Pelayan tersebut masih berkeras tidak memperbolehkan Yongri keluar dari rumah.

“Ck! Kau pikir aku bodoh, huh? Aku juga tau hal itu. Tetapi nyatanya adikku masih sakit.” Minho mulai terlihat kesal.

“Apa kau mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Yongri?” Keiko yang sedari tadi diam mulai membuka suara. Pelayan tersebut hanya dapat menundukkan kepalanya. Terlihat takut mendengar ucapan Keiko. Tetapi ia juga tidak bisa membiarkan nona mudanya itu pergi begitu saja. Ia takut dipecat.

“Maafkan saya, Tuan Muda, Nona Yongri, Nona Keiko. Saya hanya tidak ingin Tuan Besar–”

“Yongri akan pulang sebelum ayah kembali.” Ucap Minho. Minho menggenggam tangan Yongri.

“Kami pergi dulu, Kei.” Minho berpamitan pada Keiko.

“Eo. Hati-hati di jalan.” Pesan Keiko.

“Tuan Muda..” Panggil pelayan tersebut masih mencoba menghentikan Yongri. Minho berdecak dengan keras dan mulai terlihat kesal.

“Siapa namamu?!” Tanya Minho kesal.

“Apa?”

“Jika kau membuka mulutmu sekali lagi, aku pastikan hari ini adalah hari terakhir kau bekerja di sini.” Ancam Minho.

“Maafkan saya, Tuan Muda.” Pelayan tersebut terlihat takut.

“Lanjutkan pekerjaanmu dan berhenti ikut campur!” Perintah Minho.

“Baik, Tuan Muda.”

“Kau terlalu keras padanya.” Ujar Keiko ketika pelayan tersebut telah meninggalkan mereka. Minho menghela nafas panjang.

“Aku tau. Aku hanya terlalu gugup untuk menghadapi penjaga di depan.” Kata Minho mengusap keringat di pelipisnya.

“Maaf, oppa.” Sesal Yongri.

“Tidak, tidak. Jangan meminta maaf. Aku pastikan akan membawamu keluar hari ini.” Janji Minho.

“Kei, kau harus kabari aku dan Yongri jika abeoji pulang ke rumah lebih cepat. Mengerti?”

“Aku mengerti. Pergilah.”

“Terima kasih, eonni.”

“Bukan apa-apa. Nikmati waktumu.” Ucap Keiko. Minho dan Yongri keluar dari rumah dan memasuki mobil Minho. Minho menghela nafas panjang sebelum menjalankan mobilnya untuk meninggalkan rumah. Tetapi ia dengan terpaksa menghentikan mobilnya ketika akan melewati pagar rumah. Salah satu penjaga di sana meminta Minho menurunkan kaca mobilnya.

“Ada apa?” Tanya Minho dengan memasang wajah dinginnya.

“Maaf, Tuan Muda. Nona Yongri tidak boleh meninggalkan rumah.” Ucap penjaga dengan sopan. Minho menatap Yongri yang saat ini terlihat sedang gugup seperti dirinya. Sesaat kemudian laki-laki itu kembali menatap penjaga.

“Aku harus membawanya ke rumah sakit. Ia sedang sakit.” Ujar Minho.

“Tuan Besar tidak mengatakan apa-apa kepada saya mengenai hal itu, Tuan Muda.”

Sial!‘ Minho mengumpat dalam hati. Seandainya ia tidak punya hati, ia ingin sekali memecat mereka semua yang menghalangi jalannya saat ini.

“Tuan Besar–mu itu bahkan tidak mengetahui anaknya sedang sakit. Lebih baik sekarang kau bukakan pagar karena aku tidak memiliki banyak waktu.” Ujar Minho.

“Saya akan menghungi Tuan Besar terlebih dahulu, Tuan Muda.” Penjaga mengeluarkan ponselnya dari balik tuxedo hitam yang digunakannya. Minho dan Yongri terlihat sama-sama panik.

“Ya! Ya!” Minho menghentikan gerakan penjaga tersebut.

“Kau lihat keadaan adikku? Wajahnya pucat dan ia berkeringat dingin. Aku harus segera membawanya kerumah sakit! Aku yang akan memberitahukannya pada ayahku!” Minho berbicara sembari menunjuk-nunjuk ke arah Yongri. Penjaga itu semakin menundukkan badannya dan melihat keadaan Yongri. Walaupun yang terlihat saat ini hanyalah setengah wajah Yongri, penjaga tersebut dapat melihat wajah Yongri yang pucat dan keringat yang mengalir di pelipisnya. Membuat ia berpikir bahwa keadaan majikannya tersebut memang sedang tidak baik.

“Baiklah, saya akan segera membukakan pagarnya, Tuan Muda.” Ucap penjaga tersebut membuat Minho dan Yongri bernafas lega.

“Bagus. Saat aku pulang bekerja nanti, aku akan memberikanmu bonus.” Janji Minho membuat wajah penjaga tersebut berbinar-binar.

“Terima kasih, Tuan Muda.” Ucapnya sembari membungkukkan badannya. Minho mengangguk dan mengibaskan tangannya. Pertanda agar mereka dengan segera membukakan pagar rumah. Dua orang penjaga membuka pagar dengan lebar, dan Minho dengan segera menjalankan mobilnya untuk meninggalkan rumahnya. Ia sudah tidak dapat menahan kegugupannya lagi. Setelah mereka sudah benar-benar berada cukup jauh dari rumah, keduanya tidak dapat menyembunyikan kelegaan mereka. Yongri membuka masker yang menutupi wajahnya dan menghela nafas panjang.

“Abeoji, tidak main-main dengan ucapannya.” Gumam Minho. Yongri tersenyum dan mengambil tissue yang berada di dalam mobil. Ia mengusap keringat di wajah Minho.

“Saat gugup wajahmu benar-benar terlihat tidak keren, oppa.” Yongri mencoba mencairkan suasana di dalam mobil. Minho mendengus pelan.

“Aku memang tidak perlu terlihat keren dihadapanmu.” Sahut laki-laki itu. Senyum Yongri semakin lebar. Ia benar-benar merasa lega karena sebentar lagi dapat bertemu dengan Siwon, kekasihnya. Ayah dari bayi yang dikandungnya.

——

Mobil Minho berhenti di depan CH Factory. Beberapa pegawai terlihat keluar masuk gedung dan terlihat sangat sibuk. Tiba-tiba Yongri merasa sangat gugup. Ia sedari tadi memikirkan kata-kata yang tepat untuk menyampaikan kabar gembira ini pada Siwon.

Minho menggenggam lengan gadis itu, membuat Yongri dengan segera menatapnya. Tatapan Minho padanya terlihat tidak biasa. Di mata itu semua bercampur menjadi satu. Kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, penyesalan dan masih banyak lagi. Membuat Yongri tiba-tiba merasa bersalah kepada laki-laki itu.

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan kembali ke rumah sebelum abeoji pulang.” Ucap Minho. Yongri hanya diam saja dan tidak menanggapi ucapan Minho. Ia memang berniat ingin kabur bersama Siwon. Karena Yongri tidak dapat membayangkannya jika ia harus berpisah lagi dengan kekasihnya itu.

“Yongri-ya..” Minho terlihat gusar.

“Oppa, aku–”

“Dengarkan aku.” Minho menegakkan punggungnya dan menatap Yongri dengan serius.

“Aku memang menyetujui hubunganmu dengan Tuan Choi. Aku memang bersedia membantumu untuk bertemu dengan Tuan Choi. Aku bahkan rela menentang ucapan abeoji. Tetapi aku tidak akan pernah setuju jika kau pergi dari rumah bersama Tuan Choi.” Jelas Minho.

“Appa tidak akan pernah menyetujui hubungan kami, oppa.” Bantah Yongri dengan wajah sedih.

“Aku tau, Yongri-ya. Tetapi pergi dari rumah bukanlah jalan satu-satunya. Kau tau, tidak ada perjuangan yang tidak membuahkan hasil.” Minho mencoba membujuk Yongri.

“Di duniamu saat ini, mungkin kau hanya memikirkan dirimu dan Tuan Choi saja. Tetapi kau tidak boleh lupa bahwa aku dan abeoji juga masih sangat membutuhkanmu.” Yongri masih diam sembari memikirkan ucapan Minho. Akal sehatnya membenarkan semua perkataan saudara satu-satunya itu.

“Jika aku pulang, kau janji akan selalu mendukungku ‘kan, oppa?” Tanya Yongri. Minho mengangguk dan tersenyum.

“Aku akan selalu mendukungmu.” Tegasnya.

“Aku janji akan pulang.” Ucap Yongri membuat senyum Minho semakin lebar.

“Kalau begitu masuklah sekarang. Walaupun Tuan Choi tidak mengetahui kedatanganmu, ia pasti selalu menunggumu.” Kata Minho.

“Terima kasih, oppa. Maaf karena aku sudah merepotkanmu dan Keiko eonni.”

“”Di kehidupan sebelumnya mungkin saja aku dan Keiko adalah seorang malaikat.” Canda Minho membuat keduanya tertawa. Sesaat kemudian Minho memberi isyarat agar Yongri segera turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung pencakar langit tersebut.

——

Sembari meletakkan tangan di perut ratanya, Yongri berlari kecil menuju lift. Lift yang memang kebetulan baru saja terbuka membuat Yongri merasa senang, karena dirinya tidak harus menunggu terlalu lama. Di dalam lift berisi sekitar 5 orang termasuk Yongri. Sesekali gadis itu mengusap perutnya dan tersenyum senang. Ia benar-benar sudah tidak sabar untuk memberitahukan tentang kehamilannya ini pada Siwon.

TING!

Yongri memastikan ia berada di lantai yang benar. Lantai di mana ruangan Siwon berada. Namun sejauh mata Yongri memandang di sana, tidak ada siapapun di depan ruangan Siwon. Tidak ada sekretaris Siwon maupun Jonghyun. Yongri menjadi sedikit takut jika Siwon juga tidak berada di ruangannya. Masih dengan berlari kecil, Yongri segera menuju ruangan Siwon. Tanpa mengetuk pintu–seperti biasa–Yongri langsung membuka ruangan Siwon dengan lebar. Dan apa yang ditakutkan gadis itu benar-benar terjadi. Siwon tidak ada di sana dan ruangan itu kosong. Yongri menoleh ke belakang dan menatap ke sekeliling. Sangat berharap dapat menemukan sosok Siwon di sana. Namun lagi-lagi harapannya tidak terkabul. Dimana Siwon sekarang?

“Aegi-ya, kau harus tenang, ya. Maaf jika eomma membuatmu pusing, tetapi eomma janji akan membawamu bertemu dengan appamu.” Yongri kembali mengusap perut ratanya.

Gadis itu memasuki lift kembali dan menekan angka 1. Walaupun ia tidak menemukan Siwon, bukan berarti Yongri akan menyerah begitu saja. Minho dan Keiko sudah bersusah payah membantunya untuk keluar dari rumah dan bertemu Siwon. Tentu saja Yongri tidak akan pulang dengan tangan hampa.

TING!

Sesampainya di lantai 1, Yongri langsung menuju ke meja receiptionist. Ia menghembuskan nafasnya yang tidak beraturan karena harus berlari-lari kecil. Seorang wanita yang berada di balik meja tersebut menatap Yongri dengan alis sedikit terangkat, walaupun bibirnya tetap tersenyum. Ia tentu pernah melihat Yongri beberapa kali sedang bersama dengan atasannya yang dingin itu.

“Ada yang bisa saya bantu, Nona?” Tanya wanita itu sopan.

“Di mana Choi Siwon?” Yongri balik bertanya. Gadis itu melupakan sopan santunnya karena ia tidak memiliki waktu untuk itu.

“Saat ini Choi sajangnim sedang meeting di ruang rapat, Nona.” Walaupun Yongri berbicara tidak formal padanya, wanita itu masih terus tersenyum sembari menjawab dengan sopan.

“Aku harus bertemu dengannya!” Yongri meninggalkan meja receiptionist dan kembali berlari untuk masuk ke dalam lift. Melihat itu, tentu saja wanita tersebut panik. Walaupun ia tau Yongri memiliki hubungan dengan atasannya tersebut, tetap saja Yongri tidak bisa mengganggu rapat yang sedang berlangsung. Beberapa orang yang mengikuti rapat adalah para investor asing. Dan mereka tentu tidak bisa selalu menyempatkan diri untuk datang ke Seoul. Apabila rapat hari ini berantakan, oh, wanita itu tidak dapat membayangkan bagaimana murkanya Siwon nanti.

“Nona! Anda tidak boleh ke sana. Nona!” Wanita itu memanggil dua orang petugas keamanan untuk mengikutinya mengejar Yongri. Sialnya untuk mereka, Yongri sudah berada di dalam lift yang tertutup. Tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi, mereka memasukki lift lain yang berada tepat di sebelah lift yang dipakai oleh Yongri.

Yongri merasa beruntung karena ia sudah mengetahui dimana letak ruang rapat. Ia pernah bertanya pada Siwon, dan tentu saja laki-laki itu dengan senang hati memberitahunya. Di dalam lift nafas Yongri terengah. Perutnya sedikit terasa sakit akibat ia yang terus berlari. Yongri terpaksa melakukannya, karena waktu terus berjalan dan ia sudah berjanji pada Minho akan pulang nanti.

TING!

Untuk sekian kalinya hari ini Yongri mendengar suara pintu lift terbuka. Kembali berlari, Yongri langsung menuju ruang rapat dimana pintunya tertutup dengan rapat. Yongri menghentikan langkahnya yang tinggal beberapa lagi sampai di depan pintu, ketika mendengar suara pintu lift yang terbuka–lagi. Ia dapat melihat wanita yang berada di meja receiptionist tadi beserta dua orang petugas keamanan menatapnya dengan horror.

“Nona, Anda tidak boleh masuk!” Yongri tidak memperdulikan ucapan wanita itu dan melanjutkan langkahnya. Pintu ruang rapat sudah setengah terbuka ketika kedua tangan Yongri dicekal oleh petugas keamanan.

“Lepaskan aku!” Yongri memberontak.

“Anda tidak bisa masuk, nona.” Kata salah seorang petugas keamanan.

“Aku harus bertemu dengan Choi Siwon!” Yongri menendang pintu ruang rapat hingga terbuka dengan sempurna. Membuat semua mata yang berada di dalam sana menatap mereka dengan bermacam perasaan. Marah, kesal, bingung, terkejut dan sebagainya.

“Maafkan saya, sajangnim.” Takut mendapatkan kemarahan dari atasannya, wanita itu langsung meminta maaf sembari membungkukkan badannya.

“Yongri-ya..” Bukan Siwon, tetapi Jonghyun. Siwon terlalu terkejut dengan kehadiran Yongri di depan matanya saat ini. Ia sempat berpikir tidak akan bisa bertemu dengan gadis itu lagi.

“Apa yang kalian lakukan? Lepaskan dia!” Bentak Jonghyun marah. Kedua petugas keamanan itu menatap Jonghyun dengan bingung.

“Apa kalian mau di pecat?!” Jonghyun berdiri dari duduknya dan menunjuk-nunjuk mereka. Ia dapat melihat Yongri yang kesakitan karena kedua tangannya dicengkram dengan erat. Seharusnya kedua petugas keamanan itu berterima kasih kepada Jonghyun. Karena Jonghyun hanya menegur dan membentak mereka. Jika Siwon yang melakukannya, mereka pasti sudah kehilangan pekerjaannya hari ini juga.

Melihat Jonghyun yang sepertinya benar-benar marah, mereka langsung melepaskan Yongri dan membungkuk kepada gadis itu. Yongri tidak memperdulikan mereka dan kembali berlari ke dalam ruang rapat. Ia berlari ke arah Siwon dan langsung memeluk laki-laki itu yang masih berdiri dengan kaku. Berkas yang berada di tangan Siwon terlepas begitu saja dan jatuh ke lantai. Jika ini benar-benar mimpi, Siwon tidak ingin bangun lagi.

“Ahjussi..” Yongri mendekap Siwon dengan erat. Seolah tersadar jika ini bukan mimpi, Siwon menunduk dan perlahan membalas pelukan Yongri. Gadis itu benar-benar nyata dan Siwon dapat merasakan kehangatannya.

“Yong–Yongri-ya.” Suara Siwon tercekat. Ia benar-benar merasa bersyukur dapat kembali bertemu dengan gadis yang sangat dicintainya itu.

“Sajangnim..” Jonghyun memanggil Siwon untuk menyadarkan atasannya itu bahwa mereka tidak bisa berpelukan lebih lama lagi di dalam ruang rapat. Apalagi saat ini seluruh mata peserta rapat menatap mereka sembari berbisik-bisik satu sama lain.

Siwon tersadar dan segera melepaskan pelukan Yongri–dengan terpaksa. Ia mengusap pipi Yongri yang terlihat tirus dan tersenyum kecil, sebelum akhirnya ia menggenggam tangan gadis itu dengan erat.

“Tolong lanjutkan rapatnya, Sekretaris Lee.” Perintah Siwon pada Jonghyun. Karena Jonghyun mengetahui semua yang hendak Siwon sampaikan kepada para investor asing tersebut.

“Baik, sajangnim.” Sahut Jonghyun dengan senang hati. Ia merasa sangat senang karena dapat melihat Siwon dan Yongri bersama kembali.

Where are you going, Mr. Choi?” Salah seorang investor asing bertanya pada Siwon yang sudah bersiap untuk meninggalkan ruang rapat. Ia menatap Siwon dengan pandangan protes.

I’m sorry, Mr. Dorthy. I have a personal matter. I make sure you will not lose even if I leave this meeting.” Siwon menampilkan senyum dinginnya sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruang rapat.

——

Siwon dan Yongri kembali berpelukan dengan erat ketika mereka sudah berada di ruangan Siwon. Yongri bahkan sempat memekik karena tubuhnya yang terangkat, akibat eratnya pelukan yang diberikan Siwon. Betapa mereka saling merindukan satu sama lain. Betapa mereka sangat bersyukur karena masih dapat merasakan kehadiran satu sama lain. Dan betapa mereka sangat ingin menghentikan waktu saat ini juga.

“Ini benar-benar kau, kan?” Siwon melepaskan pelukannya dan menangkup kedua tangannya di wajah mungil Yongri. Yongri tersenyum dan mengangguk dengan semangat.

“Ini aku, ahjussi.” Ucapnya.

“Aku tidak bisa berkata-kata. Aku sangat merindukanmu, Yongri-ya.” Bisik Siwon mencium lama kening Yongri. Yongri menautkan kedua tangannya yang melingkari leher Siwon. Tersenyum saat merasakan kehangatan dari kecupan Siwon pada keningnya.

Siwon menurunkan ciumannya ke kedua mata Yongri. Selanjutnya ke hidung Yongri yang mungil tetapi mancung. Semakin turun hingga bibir Siwon hampir menyentuh bibir Yongri, jika gadis itu tidak menghentikannya. Yongri menjauhkan wajahnya dari wajah Siwon dan tersenyum. Gadis itu menarik sebelah tangan Siwon dan menaruhnya di atas perutnya. Membuat Siwon menatapnya dengan bingung.

“Ada apa? Perutmu sakit?” Siwon bertanya. Wajah Yongri sedikit pucat, membuat Siwon berpikir bahwa ia sakit. Yongri menggelengkan kepalanya sembari mengerucutkan bibirnya. Ternyata Siwon tidak bisa langsung menebak.

“Lalu? Kau lapar?” Tebak Siwon. Yongri menghela nafas dan menatap Siwon dengan kesal.

“Aku hamil.” Ucap Yongri ketus.

“Hamil? Bagaimana bisa kau hamil?” Siwon tanpa sadar bertanya. Melihat Yongri yang diam saja, Siwon seolah tersadar dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Hamil?! Kau hamil?!” Suara Siwon terdengar seperti jeritan. Yongri yang semula merasa kesal, tidak dapat menyembunyikan senyumnya saat mendengar suara Siwon yang terdengar antusias.

“Eo, aku hamil.” Ucap Yongri membenarkan.

“Hamil..” Gumam Siwon sembari meraba perut Yongri dengan pelan.

“Kau–kau tidak berbohong, kan?” Tanya Siwon hati-hati. Yongri menaruh tangannya di atas tangan Siwon yang berada di perutnya.

“Aku bukan Minjae ahjumma, ahjussi.” Ujar Yongri masih dengan tersenyum. Mendengar jawaban Yongri membuat Siwon tersenyum dengan sangat lebar. Laki-laki itu kembali memeluk Yongri dengan erat. Ia benar-benar tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Sesuatu yang sangat diinginkannya di dunia ini, sebentar lagi dapat dimilikinya.

“Terima kasih, Yongri-ya. Terima kasih.” Siwon bergumam sembari menyembunyikan wajahnya di rambut tebal Yongri.

“Tidak, ahjussi.” Yongri melepaskan pelukan Siwon. Yongri benar-benar senang melihat mata Siwon yang memancarkan kebahagiaan.

“Aku memang bukan Tuhan, tapi aku berjanji akan mengabulkan keinginanmu, ahjussi.” Lanjut gadis itu.

“Aku–astaga, aku tidak tau harus berkata apa.” Siwon mengacak rambutnya, mengusap wajahnya dengan kasar, namun senyum bahagia tidak hilang dari wajahnya.

“Aku–” Siwon benar-benar ingin berteriak saat ini. Tapi, ia tidak mungkin melakukannya.

“Berapa usianya?” Tanya Siwon sembari berlutut dihadapan Yongri. Wajahnya saat ini tepat berada di depan perut Yongri yang rata. Kedua tangan Siwon memegang pinggang Yongri.

“Aku belum tau, ahjussi. Samchon bilang sekitar 2-3 minggu. Aku belum memeriksakannya ke dokter kandungan.” Jawab Yongri.

“Samchon?” Gumam Siwon sembari mendongak, menatap gadis itu.

“Eo. Sepupu appa yang seorang dokter. Ia yang mengatakan padaku bahwa aku hamil.” Kata Yongri. Siwon mengangguk.

“Lalu, apa Jinhyuk dan yang lainnya sudah mengetahui hal ini?” Tanya Siwon. Yongri menggeleng pelan.

“Kau adalah orang pertama yang mendengar kabar ini.” Jawab Yongri.

“Benar. Aku harus menjadi orang pertama yang mengetahuinya. Karena aku adalah ayahnya.” Ucap Siwon. Ia menatap perut Yongri dan senyumnya semakin lebar. Anaknya ada di dalam perut itu. Darah dagingnya akan tumbuh di sana.

“Hyung?” Jonghyun terlihat terkejut melihat Siwon yang sedang berlutut, ketika ia memasuki ruangan laki-laki itu. Siwon menoleh dan menatap Jonghyun dengan kesal.

“Tidak bisakah kau mengetuknya terlebih dahulu?” Siwon berdiri di samping Yongri

“Ah, maaf, hyung. Aku hanya terlalu bersemangat karena dapat bertemu kembali dengan Yongri.” Ucap Jonghyun. Laki-laki itu mendekati mereka dan berniat untuk memeluk Yongri. Namun ia menghentikan gerakannya ketika melihat tatapan tajam Siwon. Ah, ia lupa atasannya ini seorang yang pencemburu.

“Saat ini aku sedang bahagia, jadi aku tidak akan mematahkan lehermu.” Desis Siwon. Jonghyun mencibir.

“Ternyata seperti ini wajah CEO Choi yang sedang bahagia karena bertemu dengan kekasihnya.” Ejek Jonghyun membuat Yongri terkekeh geli. Karena memang sedang benar-benar bahagia, Siwon tidak memperdulikan ejekan Jonghyun. Laki-laki itu merangkul Yongri dan mengusap perut gadis itu.

“Hyung?” Jonghyun kembali terkejut melihat apa yang sedang dilakukan Siwon saat ini.

“Kenapa? Aku sedang menyapa anakku.” Ucap Siwon tidak memperdulikan keterkejutan Jonghyun.

“Anak? Hyung, sebentar. Yongri, kau hamil?” Tanya Jonghyun dengan matanya yang melebar. Yongri hanya menganggukkan kepalanya pada Jonghyun. Jonghyun terlihat benar-benar terkejut. Tidak menyangka jika hubungan Siwon dan Yongri sudah sejauh ini. Ia ikut bahagia, tentu saja. Tetapi bagaimana dengan keluarga Yongri? Itu yang ada di pikiran Jonghyun saat ini. Ia ingin bertanya, tetapi tidak melakukannya. Ia tidak mau melunturkan kebahagiannya Siwon dan Yongri.

“Wah, aku akan menjadi seorang paman!” Ucap Jonghyun dengan gembira. Kedua tangannya mengepal dan terangkat ke atas. Terlihat seperti laki-laki itu–lah yang akan memiliki anak.

“Ya! Ya! Ini anakku, kenapa kau yang harus menjadi pamannya?” Siwon terlihat tidak terima.

“Bukankah aku adikmu, hyung?” Jonghyun menangkupkan kedua tangannya diwajahnya sendiri dan memasang wajah menggemaskan–menurutnya sendiri–.

“Cih! Lebih baik sekarang kau siapkan mobil, aku harus membawa Yongri memeriksakan kandungannya.” Ucap Siwon. Jonghyun menunjukkan jempolnya dan segera meninggalkan ruangan Siwon.

“Kenapa?” Yongri bertanya pada Siwon.

“Bukankah kau bilang belum memeriksanya? Kita harus mengetahui berapa usia calon bayi kita ini.” Jawab Siwon.

“Bayi kita..” Yongri bergumam senang.

“Bayi kita.” Siwon menegaskan. Laki-laki itu menundukkan wajahnya dan mencium bibir Yongri. Bibir yang sedari tadi ingin disapanya. Ia melumat bibir itu dengan lembut. Menyalurkan kerinduan dan juga kebahagiaan yang sedang dirasakannya.

“Terima kasih.” Bisik Siwon tepat di depan bibir gadis itu. Sebelum akhirnya kembali menyatukan bibir mereka.

——

“Usia kandungannya 3 minggu.” Ucap seorang dokter wanita bermarga Oh. Jika Yongri boleh menebak, usia Dokter Oh sekitar pertengahan 30. Tetapi Dokter Oh masih terlihat sangat cantik dan juga anggun. Yongri menjadi berpikir apakah nanti ketika ia berumur seperti Dokter Oh, ia akan terlihat cantik seperti ini.

“Kandungannya baik-baik saja ‘kan, dok?” Siwon bertanya. Dokter Oh terlihat menuliskan sesuatu di kertas resep. Sepertinya vitamin untuk Yongri.

“Rahim Nona Yongri termasuk rahim yang cukup kuat. Jadi, kandungannya tentu baik-baik saja. Namun usia kandungan ketika trimester pertama, harus tetap berhati-hati.” Jelas Dokter Oh. Siwon mengangguk dan menggenggam tangan Yongri yang duduk disampingnya.

“Tadi saya berlari-lari dan perut saya terasa sedikit sakit, dokter. Tetapi tidak ada yang serius, bukan?” Tanya Yongri sedikit takut.

“Tidak ada yang serius. Hal itu biasa terjadi jika seseorang yang sedang mengandung mengalami kelelahan.” Jawab Dokter Oh. Siwon menatap Yongri dengan geram, ternyata gadis itu berlari-lari hingga membuat perutnya sakit. Untung saja keadaan calon bayi mereka baik-baik saja.

“Apa Anda mengalami morning sickness, Yongri-ssi?” Tanya Dokter Oh.

“Untuk saat ini belum, dokter.” Jawab Yongri. Ia memang tidak mengalaminya, dan karena itulah Yongri tidak mengetahui jika dirinya hamil.

“Saya sudah meresepkan vitamin jika Anda mengalami morning sickness. Tetapi jika Anda belum mengalaminya, vitamin ini tidak perlu di minum.” Ucap Dokter Oh.

“Baik, dok.” Sahut Yongri patuh.

“Ini resepnya. Jaga istri Anda baik-baik, Tuan. Jangan biarkan Nona Yongri mengerjakan pekerjaan yang berat dan kelelahan. Harus perbanyak istirahat dan makan dengan teratur.” Pesan Dokter Oh.

“Saya mengerti, dokter. Saya akan menjaga istri saya dengan baik.” Ucap Siwon yang juga terlihat patuh.

Siwon dan Yongri meninggalkan ruangan Dokter Oh. Di luar ruangan itu, terlihat beberapa wanita yang sepertinya hendak memeriksakan kandungan mereka, ditemani oleh suami mereka masing-masing. Yongri merasa bahagia karena Siwon juga dapat menemaninya memeriksakan kandungan. Mereka terlihat seperti sepasang suami istri. Tiba-tiba gadis itu teringat ucapan Dokter Oh.

“Istri?” Ucap Yongri sembari menatap Siwon.

“Kenapa?” Tanya Siwon membalas tatapan gadis itu. Sebelum akhirnya kembali menatap ke depan.

“Kita belum menikah.” Gumam Yongri. Siwon tiba-tiba menghentikan langkahnya. Membuat langkah Yongri juga otomatis terhenti. Siwon menggeser badannya hingga saat ini ia dan Yongri menjadi saling berhadapan. Laki-laki itu memegang kedua bahu Yongri dan meremasnya dengan pelan.

“Ada apa, ahjussi?” Tanya Yongri bingung.

“Haruskah kita menikah sekarang?” Siwon balik bertanya dengan wajahnya yang serius.

——

–To Be Continued–

 

Hai!!! Gak mau berpanjang lebar, ya. Like and commentโ€”nya masih ditunggu.

Bye~

Advertisements

42 thoughts on “Forbidden Love – Part 12

  1. Eonni ko q merasa kependekan tp hasilnya memuaskan๐Ÿ˜ makin penasaran gmna klo appa yongri tau anaknya hamil…bikin baper eonni…๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

  2. seeeeneeeeeengggg bgtttt updatenya cepet!!!
    aduh semoga appanya yongri ga marah banget ya pas ketemu nanti. semoga ga ketauan + direstuin. semoga jg ga dipisahin huaaaaa TT.TT
    ditunggu part selanjutnya eonn^^

  3. pas baca bagian siwon bahagia banget pas tau yongri hamil, aku ikut2an senyum2 sendiri. Jd deg2an nih apa yg bakal siwon lakukan selanjutnya. Bikin penasaran bangeeeetttttt

  4. Huaaa… Terharu saat siwon seneng bngt mw pnya anak. Duhh, cepetan nikah deh. Tp disini gue suka bngt karakter minho ama keiko yg duh the best lah >< seenggaknya minho nyadarin yongri buat gak kawin lari hahaha, jinhyuk appa! Pls restuin mrka ya, mau nimang cucu gak? Ehh :v ak tunggu nextnya kak. Fighting! Selalu amazing di tiap partnya ๐Ÿ˜€

  5. Yippie ada kelanjutannya suka bgt akhirnya Yongri bs bertemu dgn Siwon oppa, ahjussi tampannya apalagi berita baik ini yg pertama kali mendengar adl Siwon oppa, smg hub mrk segera direstui Jinhyuk Appa, Minho dan Keiko, ayah Yongri hrs tahu betapa mrk berdua saling mencintai

  6. Lohh..loh.. udah TBC aja ni…. pendek amet part ini Chingu… blm puas bcanya. Hhkksss… wait again dh … ๐Ÿ˜‚
    Yongri.. Yongri… nekat bgt sih lari2an kya gtu, untung kandungannya gpp…
    Siwon ahjussi akhirnya jd seorang Appa… hehehe..
    Eeeiii… jgn main nikah dlu tanpa restu Appa Yongri ya Ahjussi.. walopun Appa Yongri msih mrah tpi kalian berdua hrus ttp sabar and terus brjuang.. biar hasilnya lebih bahagia lagi… okre Simba… ciieee yg bntr lg jd Appa.. uhuyy dah.. ๐Ÿ˜„
    Next part Chingu… Gomawo ๐Ÿ˜˜

  7. Akhirnya aaaaa
    Ktemu jg ama won

    Sneng bnget ssiwon udhh tau dia hamiil
    Moga dgn inni perjuangan mreka maakinn uat. Utk bersama

    Jinnhyuk kayak gak prnh mmuda aja

  8. Astaga… Benar2 buat tegang saat yongri mencoba untuk ketemu siwon, takutnya gak ketemu tp akhirnya syalalala XD
    saat minho dan yongri d mobil dan minho nyuruh yongri secepatnya plng krn sepertinya minho tau isi pikiran yongri yg pengen pergi ama siwon, menurut aku itu mengharukan dan buat aku nangis T.T

    cieee… Yg bentar lg mau jd bapak happy banget sampai speechles gitu^^ yg aku takutin itu reaksi jinhyuk :3
    btw ini TBC nya selalu tdk pd tempatnya, pan greget. Dan emang part ini pendek or emang aku nya yg terlalu menikmati ๐Ÿ˜€ NEXT NEXT NEXT

  9. aduh semoga yongri gak ketahuan sama appanya,wah selamat yongri hamil dan siwon akan menjadi ayah,mereka berdua harusberjuang untk mendapatkan restu dr ayah yongri

  10. Gimana ya reaksi ayahnya yongri kalau tahu yongri hamil anaknya siwon??? Semoga aja mereka direstui karena kehamilan yongri.

  11. Hammmiiiiillllllll oemji
    Insyaallah hadirnya janin dirahin Yongri bisa jadi pintu gerbang restu Jinhyuk Appa, biar Siwon dan Yongri nikah #efekpikirpendekuhuk.

  12. Yaaa kak kok uda tbc aja padahal lagi seru banget bacanya hehe
    Siwon sama yongri bahagia banget mau punya anak ๐Ÿ™‚
    Trus nasib nya keiko sama miho gimana ketahuan gak sama appa nya yongri klo dia pergi dari rumah mudah”an gak ya soalnya kasian klo sampe keiko sama miho di usir di tunggu ke lanjutannya kakak semngat..^^

  13. Miaann baru ninggalin jejak lagi…
    Seruuu, tapi entah mengapa aku ga dpt feel’y eon, klo ga salah dr part 10 feel’y mulai berkurang…. Mianhe eonni klo komen aku kurang sopan…..
    Mudah2n part slanjut’y makin bagus ya eon….. FIGHTING!! ๐Ÿ™‹๐Ÿ™‹
    Btw ff painful life kapan dilanjut eon??, kangen pgn baca ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

  14. kyaaaa daebak, eonni itu siwon – yongri ga bakal kawin lari kaan *?* ga sabar buat nunggu kelanjutannya, semangat terus eon ๐Ÿ˜€

  15. Jangan menikah sekarang,harusnya minta restu dulu sama ayahnya jinhyuk,jangan membuat makin marah lagi. Siwon dan yongri sudah terlalu banyak membuat kesalahan jadi jangan membuat kesalahan lagi yang akan membuat amarah jinhyuk meledak lagi

  16. Akhirnnya ketemu sieon jugaa… untung minho mau bantuin.. tapi rada kesel sih dibagian yongri maksa masuk gitu, keras kepala bgt xD tapi gpp lah, biarkan saja.

    I DOO!!!! Nikah sekarang boleh bgt tuhh.. kalo udah nikah jinhyuk kan ga bisa apa2 lagi. Tapi biasanya kalo uda hamil gitu, kalo ga anak yg di usir, disuruh jodohin ama org lain, kalo ga bapaknya nanti sakit.. oh yaampun, udah hamil jgn dibuat menderita lagi dong..

  17. Siwon senang banget pas tau yongri hamil. Tp perjalanan mereka masih panjang, blm lg reaksi jinhyuk kl tau. Huhuhuhu kasian siwon dan yongri

  18. keinginan mereka berdua terwujud tapi bagaimana dengan tuan choi jihyuk nanti akan menjadi masalah baru lagi

  19. Hwaa siwon akan jd bapak dy, aq kira dy akan shock denger yongri hamil, tp ternyata dy excited dengernya….
    Huft untung ad minho yg mau nganterin, tp gmna reaksi minho n jinhyuk klo tau yongri hamil…

  20. Iyaaa hrus menikah skrg hehee…. dan ini tnggal perstjuan appa yongri aja lgi, sisnya kan udh mendkg

  21. Haruskah kita menikah sekarang???
    Sebagai reader yg hobi meng-ha-yal, aku sih maunya gitu *ehhh* ๐Ÿ˜€

    Siwon reaksinya udah jelas terbukti seneng mintaampun ๐Ÿ™‚ , sekarang tinggal gimna dgn reaksi yg lain? terutama yongri’s appa

  22. Duhh bingung dehh aku..
    Gimana nanti siwon dan yongri nikah dan jinhyuk gimana?
    Setuju aja bahkan setuju bgt mereka nikah..
    Tapi restu jinhyuk gimana?

    Ga kebayanngg….

  23. minho baik dah mau ngbantuin yongri buat kwtmu ma siwon…
    minta izin dlu jngan maen nikah2 aj…tar tmbah runyem lagi
    tau ndri jinhyuk lok mrah kya ap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s