Forbidden Love – Part 11

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Jonghyun-CN BLUE, Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

—–

Author POV

“Hyung, pesananmu datang.” Ujar Jonghyun menunjuk pada kedatangan Yongri.

“YA!” Teriak Yongri tidak terima. Siwon dan Jonghyun sama-sama tertawa mendengar teriakan Yongri.

“Ahjussi, pecat saja dia!” Kata Yongri kesal.

“Aku memang sedang mempertimbangkannya.” Sahut Siwon dan di sambut senyum puas di wajah Yongri. Gadis itu langsung menghampiri Siwon yang masih duduk betah pada kursi kebesarannya.

“Aku tau kalian tidak akan tega melakukan itu padaku.” Sela Jonghyun sembari menjulurkan lidahnya.

“Aku dan kekasihku membutuhkan privasi, Lee Jonghyun. Bisakah kau segera keluar dan jangan biarkan siapapun mengganggu kami?” Pinta Siwon dengan sopan. Jonghyun mencibir namun tetap menuruti permintaan Siwon.

“Saya mengerti, sajangnim. Nikmati waktu kalian berdua. Saya permisi.” Jonghyun melangkah keluar dari ruangan Siwon, diiringi tawa geli dari Yongri.

Siwon kembali menekuni pekerjaannya di atas meja, seolah Yongri tidak ada di sana. Tangannya yang memegang pena terus bergerak di atas kertas. Mencoret, menulis, hingga membubuhkan tanda tangannya. Yongri yang melihat itu kontan mendengus dengan pelan. Membuat Siwon mendongak dan menatapnya.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

“Kau bertanya ada apa? Cih! Benar-benar tidak peka.” Sungut Yongri.

“Ck! Aku benar-benar tidak tau, Choi Yongri.” Balas Siwon.

“Kau mengatakan pada Jonghyun oppa agar tidak ada yang mengganggu kita. Namun nyatanya kau hanya fokus pada pekerjaanmu dan menelantarkanku disini.” Seolah baru mengerti, Siwon menganggukkan kepalanya. Sebelum akhirnya tersenyum geli.

“Kenapa kau selalu saja cemburu pada pekerjaanku?” Ejek Siwon. Laki-laki itu menarik Yongri untuk duduk di atas pangkuannya.

“Karena kau selalu mementingkan pekerjaanmu daripada aku.” Ucapnya manja.

“Tetapi kau tetap berada paling atas. Pekerjaanku berada dibawahmu.”

“Kalau begitu, apa kau sekarang bersedia meninggalkan pekerjaanmu dan menghabiskan waktu denganku?”

“Tentu saja.” Siwon menyahut dengan cepat. Laki-laki itu menggeser kertas-kertas yang berada di atas meja. Mengangkat Yongri yang berada dipangkuannya hingga duduk di atas meja kerjanya. Yongri tersenyum senang karena hari ini ia merasa menang dari pekerjaan Siwon.

“Sekarang katakan padaku, kau ingin melakukan apa untuk menghabiskan waktu denganku?” Siwon merangkul pinggang Yongri sembari mendongak. Sebagian wajah Siwon tertutup oleh rambut Yongri karena posisi gadis itu yang sedang menundukkan kepalanya untuk menatap Siwon.

“Sesuatu yang mengeluarkan keringat?” Kata Yongri dengan wajah nakalnya. Siwon kembali tersenyum geli.

“Astaga, Choi Yongri. Aku benar-benar merasa bersalah padamu. Sepertinya tubuhku, ciumanku, dan sentuhanku benar-benar membuat pikiranmu menjadi sangat kotor. Ck!” Decak Siwon dengan menggelengkan kepalanya. Yongri hanya mengangkat kedua bahunya seolah tidak peduli dengan ucapan Siwon.

“Ya, jika kau tidak mau–”

“Jangan coba-coba mengancamku.” Sela Siwon langsung. Selanjutnya laki-laki itu memajukan wajahnya dan mencium bibir Yongri, yang langsung disambut baik oleh gadis itu. Yongri meletakkan kedua tangannya di bahu kokoh Siwon. Mereka terus saling melumat untuk waktu yang lama. Kedua tangan mereka sama-sama belum bekerja dan hanya diam seperti sebelumnya. Yongri menjauhkan wajahnya yang otomatis membuat ciuman keduanya terlepas. Siwon menatap gadis itu dengan kesal.

“Kau selalu memancingku untuk bercinta, tetapi saat aku menciummu, kau selalu lebih dulu melepasnya.” Geram Siwon.

“Aku bukan seorang vampire yang tidak butuh bernafas, Choi Siwon-ssi. Dan aku juga tidak memiliki nafas panjang seperti dirimu.” Balas Yongri dengan tenang. Tangan gadis itu merambat naik dan mengusap rambut belakang Siwon, yang ngomong-ngomong terlihat lebih pendek daripada kemarin.

“Kau terlihat lebih tampan dengan rambut pendek seperti ini.” Kata Yongri.

“Aku memang terlahir tampan, Nona Choi Yongri.” Ucap Siwon percaya diri. Siwon kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Menjadi lebih ganas daripada sebelumnya. Laki-laki itu menggigit bibir bawah Yongri dengan sesekali menariknya pelan. Membuat Yongri melenguh. Tangan Siwon yang sebelumnya berada di luar kaos Yongri, mulai bergerak masuk dan mencengkram pinggang gadis itu.

“Choi Yongri..” Yongri mendorong bahu Siwon dengan kasar saat mendengar sebuah suara yang terdengar sangat familiar ditelinganya. Gadis itu segera menoleh dan menatap ke arah pintu ruang kerja Siwon. Dan jantungnya nyaris tidak berada di tempat saat melihat kehadiran Jinhyuk di sana. Lengkap dengan Minho dan juga Jonghyun. Berbeda dengan Jinhyuk yang menatapnya dengan pandangan tidak percaya, Minho dan Jonghyun menatapnya dengan wajah pucat mereka.

“Appa..” Mendengar suara Yongri menyebutkan kata ‘appa‘ membuat Siwon mengikuti arah pandang gadis itu. Laki-laki itu langsung mengeluarkan tangannya dari dalam kaos Yongri dan berdiri dari duduknya. Bohong jika Siwon tidak merasa terkejut saat ini. Nyatanya laki-laki itu sedang mencoba menetralkan jantungnya yang berdetak diluar batas normal. Yongri melompat turun dari atas meja dan berdiri di samping Siwon. Wajah gadis itu sama pucatnya seperti Minho dan Jonghyun. Bahkan mungkin melebihi mereka.

“Apa yang kalian–” Jinhyuk masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Benarkah itu putri bungsunya?

“Jinhyuk-ah, aku bisa menjelaskan semuanya.” Suara Siwon terdengar tenang. Laki-laki itu berjalan mendekati keberadaan Jinhyuk. Meninggalkan Yongri yang berkeringat dingin dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Apa yang baru saja kau lakukan pada anakku?” Tanya Jinhyuk saat Siwon berdiri tepat dihadapannya. Siwon menoleh sebentar untuk menatap Yongri yang ketakutan, sebelum akhirnya kembali menatap Jinhyuk.

“Aku–aku berkencan dengan Yongri.”

BUK!

“Ahjussi!”

“Hyung!”

Jonghyun dan Yongri berlari menghampiri Siwon yang tersungkur akibat pukulan dari Jinhyuk. Sudut bibir laki-laki itu mengeluarkan darah. Mereka membantu Siwon untuk kembali berdiri. Siwon mengusap darah yang mengalir dan meringis kecil. Pukulan Jinhyuk tidak main-main.

“Appa..” Yongri menatap Jinhyuk dengan pandangan memohon. Wajahnya sudah basah oleh airmata.

“Jauhkan adikmu darinya.” Desis Jinhyuk.

“Abeoji..” Minho terlihat ragu.

“Aku bilang jauhkan dia!!” Bentak Jinhyuk pada Minho. Dengan terpaksa Minho menghampiri Yongri dan menarik gadis itu menjauh dari Siwon.

“Tidak, oppa.. Oppa, aku tidak mau!” Yongri mencoba menahan kakinya agar tidak terseret mengikuti Minho. Namun apa daya dengan tubuh mungilnya yang tidak bisa berbuat banyak. Gadis itu berakhir dalam pegangan Minho.

“Jangan lepaskan dia.” Pesan Jinhyuk sembari mengacungkan jari telunjuknya pada Minho. Siwon yang melihat itu–pun tidak dapat berbuat banyak. Ia tidak mungkin berbuat sesuatu yang dapat semakin menyulut emosi Jinhyuk. Ia tidak mau Jinhyuk menyakiti Yongri.

“Mundurlah, dan jangan ikut campur.” Kata Siwon pada Jonghyun. Jonghyun menatap Siwon dengan wajah tidak terimanya.

“Hyung..”

“Mundur, Sekretaris Lee. Ini perintah.” Suara tegas Siwon membuat Jonghyun tidak memiliki pilihan lain. Ia menjauh dari Siwon dengan pandangan khawatir.

Jinhyuk kembali mendekati Siwon dan memukuli laki-laki itu. Suara pukulan Jinhyuk memenuhi ruangan Siwon, diiringi dengan suara jeritan serta tangisan dari Yongri. Siwon tidak mencoba melawan walaupun sebenarnya laki-laki itu mampu. Ia hanya membiarkan Jinhyuk melampiaskan emosi kepada dirinya, bukan pada Yongri.

BUK!

BUK!

“Tidak, appa!! Appa, aku mohon hentikan! Ahjussi!!” Jerit Yongri. Gadis itu terus memberontak dari pegangan Minho. Namun Minho tidak membiarkan hal itu terjadi. Ia memegangi Yongri dengan erat.

BUK!

BUK!

“Ahjussi!! Aku mohon hentikan, appa! Appa!!”

“Oppa, aku mohon hentikan appa. Oppa, eo? Ahjussi bisa mati, oppa. Aku mohon..” Isak Yongri. Jeritan ketakutan dari mulut Yongri membuat Siwon terluka. Ia tidak pernah melihat gadisnya begitu menyedihkan seperti saat ini.

“Oppa, aku mohon..” Yongri menatap minho dengan memohon. Tangannya mencengkram jas yang dipakai oleh Minho. Wajahnya yang basah serta memerah benar-benar membuat Minho merasa sedih. Betapa adiknya ini mencintai Siwon. Minho menghela nafas panjang dan melepaskan Yongri. Laki-laki itu mendekati Jinhyuk dan mencoba menarik sang ayah. Wajah Siwon benar-benar sudah babak belur. Luka lebam serta darah yang mengalir dari hidung dan pelipisnya membuat Minho ngeri. Minho berhasil menjauhkan Jinhyuk dari Siwon walaupun Jinhyuk terus memberontak.

Yongri kembali berlari menghampiri Siwon. Tangis gadis itu semakin menjadi melihat nafas Siwon yang putus-putus serta ringisan yang terus keluar dari mulutnya. Mata Siwon yang membengkak menatap Yongri dengan susah payah.

“Ahjussi..” Yongri tidak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Gadis itu benar-benar merasa takut.

“Kau benar-benar gila, Choi Siwon!” Geram Jinhyuk. Pria itu terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

“Aku mencoba untuk tidak memercayai ucapan Minjae hingga beberapa menit yang lalu. Aku mempercayaimu melebihi aku mempercayai anak-anakku sendiri. Tapi apa yang aku dapatkan? Kau benar-benar brengsek!!” Jinhyuk terlihat ingin kembali memukuli Siwon, namun terhalang oleh pegangan Minho.

“Jinhyuk-ah..” Ucap Siwon dengan susah payah. Seluruh badannya terasa benar-benar remuk.

“Tutup mulutmu!” Jinhyuk melepaskan pegangan Minho padanya. Menarik Yongri dengan kasar dan menjauhkannya dari Siwon.

“Jangan pernah muncul dihadapanku lagi. Tidak ada lagi persahabatan antara kau dan aku. Dan jangan coba-coba menemui anakku lagi, jika tidak aku benar-benar akan membunuhmu.” Ancam Jinhyuk.

“Appa..” Jinhyuk menatap tajam Yongri sebelum akhirnya menarik gadis itu meninggalkan ruangan Siwon. Yongri hanya dapat pasrah dan menoleh untuk menatap Siwon–yang mungkin–untuk terakhir kalinya.

——

“Appa.. Lepaskan aku..” Yongri mencoba melepaskan cengkraman tangan Jinhyuk pada pergelangan tangannya. Mereka sudah sampai di rumah, namun Jinhyuk seolah tidak mau melepaskan Yongri. Pria itu juga sepertinya tidak sadar cengkramannya itu menyakiti putri bungsunya.

Jinhyuk melepaskan cengkramannya ketika mereka sudah berada di dekat tangga. Ia menatap Yongri dengan tajam dan lagi-lagi tidak memperdulikan gadis itu yang sedang meringis sembari memegangi pergelangan tangannya. Kemarahan Jinhyuk sedang membutakan dirinya.

“Apa kau tidak punya otak, Choi Yongri?!” Bentak Jinhyuk.

“Apa kau tidak tau siapa Siwon? Berapa usianya? Apa kau tidak tau, HUH?!”

“Aku tau, appa! Aku sangat tau.” Yongri menjawab Jinhyuk.

“Apa salah jika aku berkencan dengannya? Apa salah jika aku memiliki kekasih yang memiliki usia hampir sama sepertimu?!”

PLAKK!!

Yongri tersungkur di lantai akibat tamparan keras dari Jinhyuk. Gadis itu meringis sembari memegangi pipinya. Sudut bibirnya mengeluarkan darah, namun lagi-lagi Jinhyuk tidak memperdulikan itu.

“Abeoji..” Minho terlihat benar-benar terkejut. Laki-laki itu menghampiri Yongri dan menatapnya dengan khawatir.

“Yongri-ya, kau baik-baik saja?” Tanya Minho. Kekhawatiran Minho semakin jadi melihat pipi merah Yongri dan darah di sudut bibir adiknya itu. Yongri tidak menjawab pertanyaan Minho, karena nyatanya gadis itu sedang tidak baik-baik saja.

“Kau melukainya, abeoji..” Ujar Minho sedikit kesal pada Jinhyuk.

“Diam!” Bentak Jinhyuk. Keiko yang mendengar suara keributan segera keluar dari kamarnya. Matanya membulat sempurna saat melihat apa yang terjadi di lantai bawah. Ia segera turun ke bawah dan mendekati Yongri.

“Apa yang terjadi?” Bisik Keiko pada Minho. Gadis itu menatap Yongri dengan ngeri.

“Apa kau tidak merasa bersalah sama sekali, Choi Yongri?” Tanya Jinhyuk. Yongri mendongak dan menatap Jinhyuk.

“Apa kesalahanku, appa? Aku hanya berkencan dengan seseorang yang aku cintai dan mencintaiku. Siwon ahjussi tidak memiliki istri dan aku tidak memiliki suami. Apa yang salah?!” Yongri menjawab Jinhyuk dengan berani.

“Apa?! Kau–” Jinhyuk benar-benar terkejut dengan jawaban yang diberikan gadis itu.

“APA YANG KAU TAU TENTANG CINTA, HUH?!” Teriak Jinhyuk marah. Minho, Yongri dan Keiko sama-sama terkejut mendengar teriakan Jinhyuk.

“Aku bukan anak kecil, appa. Aku sudah dewasa. Aku tau apa yang aku rasakan pada Siwon ahjussi. Itu cinta. Sama seperti apa yang dirasakan Minho oppa pada Keiko eonni, dan apa yang appa rasakan pada eomma.”

“Tutup mulutmu!! Jangan bawa-bawa ibumu disini!”

“Apa kau pikir ibumu akan senang jika tau kau berkencan dengan Siwon?!”

“Eomma mungkin tidak akan langsung menerimanya. Tetapi eomma akan lebih mementingkan kebahagiaanku. Eomma selalu mendukungku, appa. Tidak sepertimu!” Kata Yongri masih dengan menangis.

“KAU–” Jinhyuk kembali hendak menampar Yongri. Namun Minho langsung menahannya.

“Cukup, abeoji..” Ujar Minho. Jinhyuk menghela nafas dengan kasar.

“Mulai besok kau tidak boleh keluar rumah. Kau tidak perlu kuliah karena kau tidak punya otak sama sekali.” Ucap Jinhyuk masih dengan emosi.

“Jika ada yang mencoba untuk membantunya keluar dari rumah, silahkan kalian pergi dan tidak perlu kembali ke rumah ini.” Ancam Jinhyuk. Jinhyuk mengambil tas Yongri yang dibawa oleh Minho tadi. Mengeluarkan semua isinya membuat Yongri menatapnya dengan takut. Ia tau apa yang sedang dicari oleh Jinhyuk. Ponsel. Setelah menemukan ponsel Yongri, Jinhyuk langsung mengambilnya, dan meninggalkan mereka ke ruang kerjanya.

Tangis Yongri semakin jadi. Sudah tidak ada harapan apapun untuknya dan Siwon. Ia tidak bisa menghubungi Siwon bahkan menemui laki-laki itu. Ia ingin tau bagaimana keadaan Siwon saat ini. Apa laki-laki itu baik-baik saja? Bagaimana dengan lukanya? Yongri benar-benar khawatir.

“Yongri, maafkan aku.” Sesal Minho. Ia merasa menyesal karena tidak bisa berbuat apapun untuk membantu adiknya itu. Minho menarik Yongri ke dalam pelukannya. Mengusap punggungnya dengan lembut.

“Apa yang harus aku lakukan, oppa? Aku harus bagaimana? Aku mencintainya.. Aku sangat mencintainya..” Isak Yongri. Minho semakin mengeratkan pelukannya. Ia mencoba memahami perasaan Yongri sekarang. Keiko yang melihat itu tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Airmata mengalir dari sudut mata Keiko. Seandainya bisa, ia sangat ingin membantu Yongri.

“Tolong bawa Yongri ke kamarnya dan obati lukanya, Kei. Aku akan menemui abeoji.” Kata Minho dan disambut anggukan dari Keiko.

“Pergilah, aku akan mengobatinya.” Ujar Keiko.

“Tolong bujuk appa, oppa. Katakan padanya bahwa aku sangat mencintai Siwon ahjussi..” Pinta Yongri. Minho menatap adiknya itu dengan kasihan. Walaupun ia membujuk Jinhyuk sampai mati, sang ayah tidak akan mungkin merestui hubungan Yongri dan Siwon. Minho sangat yakin itu.

“Bawa dia, Kei.” Minho segera berdiri dan menghampiri ruang kerja Jinhyuk. Membukanya tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Minho melihat Jinhyuk sedang berdiri di depan meja kerjanya. Sepertinya pria itu sedang meredakan kemarahannya.

“Abeoji..”

PLAKK!!

Minho terkejut bukan main saat mendapatkan tamparan dari Jinhyuk. Sembari memegangi pipinya yang terasa nyeri, Minho menatap Jinhyuk. Jinhyuk menatap Minho dengan sangat tajam. Seperti matanya yang akan keluar dan segera menghabisi Minho.

“Kau adalah orang pertama yang harus menjaga Yongri setelah aku. Tetapi apa yang kau lakukan? Bagaimana mungkin kau membiarkannya menjalin hubungan dengan Siwon?!”

“Lalu aku harus bagaimana, abeoji? Apa aku juga harus memukul Tuan Choi dan memukul adikku sendiri? Apa dengan begitu perasaan diantara keduanya akan menghilang begitu saja? Apa masalah akan selesai?” Tanya Minho. Jinhyuk terdiam mendengar serentetan ucapan dari Minho.

“Apa kau pikir Yongri menginginkan semua ini, abeoji? Aku yakin seandainya bisa, Yongri tidak akan mau menjalin hubungan dengan temanmu. Karena dia yakin itu akan membuatmu terluka. Tetapi apa yang bisa dilakukannya? Dia tidak bisa menolak perasaan itu, abeoji.”

“Cukup, Choi Minho. Aku tidak mau mendengar teorimu.” Jinhyuk membelakangi Minho. Kedua tangannya terkepal untuk menahan amarahnya. Ia tidak mau kembali memukul Minho.

“Awalnya aku juga sepertimu, abeoji. Aku menentang hubungan mereka ini. Sama sepertimu, aku bertanya-tanya dimana pikiran Yongri saat memutuskan untuk berkencan dengan Tuan Choi. Tetapi Keiko menyadarkanku, abeoji. Bahwa kita tidak bisa mengatur dengan sesuka hati kepada siapa kita bisa mencintai dan dicintai. Tidak ada yang tau mengapa aku bisa mencintai Keiko, sama seperti mengapa abeoji bisa mencintai eomma.”

“Walaupun kau membunuh Tuan Choi untuk memisahkan mereka, itu tidak akan pernah berhasil. Kau hanya kan membuat Yongri semakin terluka, abeoji.” Minho mengakhiri ucapannya dan segera keluar dari ruangan Jinhyuk. Meninggalkan Jinhyuk dengan semua ucapan Minho yang menari di dalam kepalanya.

——

Jonghyun membantu Siwon untuk duduk di sofa pada apartement mereka. Setelahnya ia berlari kecil untuk mengambil kotak obat, dan kembali secepat yang ia bisa. Jonghyun duduk di samping Siwon dan mulai membuka kotak obat. Mengeluarkan berbagai macam obat serta kapas yang diperlukannya. Jonghyun menatap wajah hancur Siwon dengan ngeri. Jika seperti ini, dapat dipastikan jika dirinya akan lebih tampan daripada atasannya itu.

“Tidakkah lebih baik kita ke rumah sakit, hyung?” Kata Jonghyun menawarkan. Ia mulai mengolesi obat antiseptik pada luka Siwon.

“Aku baik-baik saja.” Siwon memejamkan matanya dan membiarkan Jonghyun berbuat sesuka hati pada wajahnya itu. Jonghyun hanya dapat menghela nafas panjangnya. Sifat keras kepala Siwon sangat-sangat dibenci oleh Jonghyun. Hanya Yongri yang dapat mengalahkan kekeraskepalaan Siwon. Tetapi sayangnya, tidak ada Yongri saat ini. Dan Jonghyun tidak tau kapan mereka akan bertemu lagi.

“Wanita bernama Kim Minjae itu–aku benar-benar ingin memenggal kepalanya.” Kata Jonghyun tiba-tiba.

“Aku sudah tau bahwa Minjae akan melakukan ini. Wanita itu pernah mengatakannya padaku.” Ucap Siwon menanggapi ucapan Jonghyun.

“Kau sudah tau? Seharusnya kau berbuat sesuatu, hyung. Mengancamnya, mungkin.”

“Cepat atau lambat Jinhyuk memang harus mengetahui hubunganku dan Yongri.”

“Lalu bagaimana, hyung? Apa yang akan terjadi pada kalian? Bagaimana keadaan Yongri sekarang?” Jonghyun bertanya. Ia khawatir dengan apa yang akan dilakukan Jinhyuk pada Yongri. Apakah mungkin Jinhyuk menghajar Yongri seperti apa yang dilakukannya pada Siwon? Jonghyun menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin. Biar bagaimana–pun, Yongri adalah darah daging Jinhyuk.

“Aku pinjam ponselmu.” Kata Siwon tiba-tiba. Laki-laki itu menegakkan duduknya dan menjulurkan tangannya pada Jonghyun. Tanpa bertanya, Jonghyun segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Siwon menerimanya dan mengetikkan nomor di sana sebelum akhirnya menempelkan benda persegi itu pada telinganya.

“Kau menghubungi Yongri?” Tanya Jonghyun. Siwon hanya mengangguk.

“Ponselnya tidak aktif.” Kata Siwon kemudian.

“Sepertinya aku harus ke rumah Jinhyuk.” Siwon berdiri dari duduknya. Namun Jonghyun dengan cepat menahannya.

“Hyung! Hyung! Itu bukan ide yang bagus.” Ucap Jonghyun panik.

“Kau benar-benar akan mati ditangan Tuan Choi.”

“Aku tidak peduli, Jonghyun-ah. Aku khawatir dengan keadaan Yongri.”

“Aku tau, hyung. Tetapi kau harus berpikir dengan akal sehat. Jika kau kesana dan Tuan Choi kembali memukulmu, kau pikir bagaimana perasaan Yongri?” Ujar Jonghyun. Siwon membenarkan ucapan Jonghyun. Ia kembali duduk di sofa sembari mengacak rambut pendeknya.

“Kau bisa menemuinya di kampus besok.” Saran Jonghyun.

“Tidak. Aku yakin Jinhyuk tidak akan memperbolehkan Yongri keluar dari rumah. Karena gadis itu bisa menemuiku. Aku tau bagaimana Jinhyuk.” Bantah Siwon.

“Bagaimana ini? Apa benar-benar tidak ada harapan, hyung?”

“Aku tidak akan menyerah dengan mudah, Jonghyun-ah. Karena aku tidak pernah main-main dengan perasaanku pada Yongri. Aku akan memperjuangkannya bagaimanapun caranya.” Ucap Siwon yakin.

——

Tuan Choi Siwon dari CH Factory ingin menemui Anda sekarang, sajangnim.” Kata Sekretaris Park. Rahang Jinhyuk mengeras saat mendengar pesan yang disampaikan sekretarisnya melalui sambungan telepon. Pria itu mendengus dengan kasar sebelum akhirnya menanggapi ucapan sang sekretaris.

“Aku sibuk.” Ucapnya.

Tuan Choi Siwon memaksa ingin masuk, sajangnim.

“Panggil petugas keamanan.”

Baik, sajangnim. Maaf, Tuan Choi anda tidak boleh masuk. Tuan Choi!” Terdengar keributan dari sambungan telepon membuat Jinhyuk menatap telepon di atas mejanya dengan datar. Beberapa saat kemudian pintu ruangannya dibuka dengan kasar. Jinhyuk langsung menatap sang pembuat onar yang berdiri beberapa meter di depannya.

“Maafkan saya, sajangnim.” Sesal Sekretaris Park sembari membungkukkan badannya.

“Kau boleh meninggalkan kantor ini, Sekretaris Park. Akhir-akhir ini kau selalu membiarkan orang-orang tidak penting menerobos ke ruanganku.” Ucap Jinhyuk sembari menatap Sekretaris Park yang terlihat ingin menangis.

“Bereskan barang-barangmu dan pergi dari hadapanku!”

“Aku yang menerobos masuk. Kau tidak perlu memecatnya.” Kata Siwon menyela.

“Kau tidak perlu ikut campur. Dan sebaiknya kau segera menghilang dari hadapanku. Bukankah sudah kukatakan dengan jelas bahwa aku tidak mau melihatmu lagi?!” Ujar Jinhyuk emosi.

“Aku ingin menjelaskan padamu mengenai hubunganku dengan Yongri.”

“Aku tidak butuh penjelasanmu. Dan jangan pernah bermimpi untuk kembali berkencan dengannya.”

“Kau harus mengoreksi kata-katamu, Choi Jinhyuk.” Kata Siwon mendekati keberadaan Jinhyuk. Jinhyuk hanya diam sembari menatap Siwon tajam.

“Tidak akan pernah ada kata ‘kembali’ diantara hubunganku dan Yongri. Karena kami tidak pernah berpisah.” Siwon menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja Jinhyuk.

“Keluar sekarang juga sebelum aku benar-benar membunuhmu, Choi Siwon.” Ancam Jinhyuk. Kedua tangannya yang berada di atas meja sudah mengepal dengan erat.

“Aku mencintai Yongri.” Ucap Siwon. Jinhyuk berdiri dari duduknya dan menarik jas yang dipakai Siwon. Mencengkramnya dengan kuat hingga membuat jarak mereka sangat dekat saat ini. Siwon dapat mendengar geraman dari mulut Jinhyuk.

“Dia anakku, Choi Siwon.” Geram Jinhyuk.

“Aku tau, Jinhyuk-ah. Karena itulah aku tidak main-main dengannya. Perasaanku tulus pada Yongri. Aku ingin menikahinya.” Siwon seolah tidak memperdulikan Jinhyuk yang sedang mati-matian menahan emosinya. Karena pria itu tidak ingin kembali memukul Siwon. Jinhyuk mendorong Siwon menjauh dari dirinya. Membuat laki-laki itu terhuyung ke belakang, dan untung saja tidak terjatuh.

“Aku tidak akan pernah mengizinkannya.” Tegas Jinhyuk.

“Apa kau tidak memikirkan kebahagiaan Yongri?” Tanya Siwon tidak habis pikir.

“Aku tau apa yang terbaik untuk Yongri. Dan kau, tidak ada didalamnya.” Jawab Jinhyuk.

“Kau salah, Jinhyuk-ah. Keegoisanmu ini hanya akan membuatnya terluka.” Jinhyuk mencoba menulikan telinganya. Ia tidak ingin terpengaruh dengan ucapan Siwon.

“Aku tidak akan menyerah sampai kapanpun.” Siwon berbalik dan meninggalkan ruangan Jinhyuk.

“Brengsek! Brengsek! Brengsek!!” Jinhyuk melemparkan semua benda di atas meja kerjanya.

——

Dalam perjalanan meninggalkan King Hotel, Siwon bertemu dengan Minho yang sepertinya baru saja menghadiri rapat. Minho yang menyadari kehadiran Siwon tampak mengatakan sesuatu kepada sekretarisnya, sebelum akhirnya sekretaris Minho meninggalkan laki-laki itu. Minho dan Siwon sama-sama saling menghampiri. Dan keduanya sama-sama berhenti melangkah ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah saja.

Minho membungkukkan badannya sedikit pada Siwon, begitu–pun sebaliknya. Siwon seperti ingin menanyakan keadaan Yongri pada Minho, tetapi laki-laki itu ragu. Walaupun ia tau Minho sudah mendukung hubungan mereka, tetap saja Siwon merasa ragu padanya.

“Kau baik-baik saja?” Minho bertanya. Wajah Siwon memang sudah diobati kemarin, namun bekasnya tidak hilang dengan begitu mudah. Siwon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku dan tersenyum kecil.

“Pukulan Jinhyuk tidak akan membuatku mati.” Ucapnya. Minho menganggukkan kepalanya dan ikut tersenyum kecil. Sesaat kemudian, wajah Minho terlihat serius namun ada juga kesedihan di sana.

“Yongri–tidak baik-baik saja.” Kata Minho tanpa menatap Siwon.

“Aku tidak tau bagaimana menghentikan tangisnya. Sampai tadi pagi, airmata gadis itu seperti tidak ada habisnya.” Lanjutnya. Siwon menghela nafas panjang. Seperti yang dipikirkannya, Yongri sangat terluka.

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Minho pada Siwon.

“Lakukan apa saja untuk menghentikan tangsinya. Jika tidak ia bisa sakit.” Jawab Siwon.

“Seandainya aku bisa..” Gumam Minho.

“Katakan padanya bahwa aku akan segera menemuinya. Secepatnya.” Janji Siwon. Minho menatap Siwon tidak percaya.

“Kau yakin?”

“Aku akan melakukan apapun untuknya, Minho-ssi.” Siwon kembali tersenyum kecil sebelum akhirnya meninggalkan Minho sendiri.

——

Untuk kesekian kalinya, Siwon menemukan Minjae berada dikantornya. Waktu yang sangat tepat menurut Siwon. Karena laki-laki itu sedang ingin melampiaskan kemarahannya pada Minjae. Membuat wajah seorang model menjadi cacat seumur hidup, sepertinya merupakan hukuman paling ringan yang dapat dipikirkan oleh Siwon saat ini.

Siwon menutup pintu ruang kerjanya dengan keras. Suara bantingan pintu membuat Minjae tersenyum puas. Ia yakin Siwon sedang marah saat ini. Dan tentu saja itu karena dirinya yang memberitahukan hubungannya dengan Yongri pada Jinhyuk. Minjae sudah dapat menebak kemarahan seperti apa yang akan Siwon lakukan padanya. Laki-laki itu pasti akan berteriak dan membuat telinganya tuli. Namun membayangkannya membuat senyum Minjae semakin lebar.

“Sapaan yang manis.” Ujar Minjae. Menaikkan sebelah kakinya pada kaki yang lain. Menjadi kebiasaannya duduk dengan gaya angkuh. Siwon tidak memperdulikan ucapan wanita itu dan berjalan menuju meja kerjanya. Laki-laki itu membuka salah satu laci di sana dan mengeluarkan sebuah pisau lipat. Mencoba untuk tidak terlihat oleh Minjae, dengan hati-hati Siwon memasukkan pisau tersebut ke dalam saku celananya.

Setelahnya ia meninggalkan meja kerja untuk menghampiri Minjae. Siwon berdiri tepat dihadapan Minjae. Membuat wanita itu harus mendongak untuk menatapnya. Siwon tersenyum kepadanya hingga jantung Minjae menjadi berdebar kencang. Perasaan yang sama ketika pertama kali ia jatuh cinta kepada Siwon. Dan ini adalah senyum pertama Siwon untuk Minjae sejak wanita itu kembali menunjukkan dirinya pada Siwon.

Siwon menarik halus tangan Minjae membuat gadis itu ikut berdiri di hadapannya. Sebelah tangan Siwon merambat naik untuk mengusap wajah wanita itu. Apa yang dilakukan Siwon padanya benar-benar diluar perkiraan Minjae. Ia pikir laki-laki itu akan meneriakinya hingga tuli. Tetapi apa yang dilakukan Siwon sekarang?

“Aku sudah benar-benar berpisah dengan Yongri.” Ucap Siwon pelan. Ia kembali tersenyum dan tidak menjauhkan tangannya dari wajah Minjae.

“Dan itu karena diriku.” Sambung Minjae menatap Siwon dengan seduktif. Siwon mengangguk dan mendekatkan wajahnya pada Minjae.

“Apa itu artinya aku harus kembali padamu?” Bisik Siwon. Minjae memejamkan matanya dan tampak menikmati hembusan nafas Siwon pada wajahnya. Oh, betapa ia merindukan saat-saat intim seperti ini dengan Siwon. Selama belasan tahun semenjak berpisah dengan Siwon, Minjae memang selalu jatuh ke dalam pelukan berbagai pria di atas ranjang. Dunia modelling, tentu kau tidak mengharapkan seorang wanita baik-baik, kan? Tetapi semua laki-laki itu tidak ada yang menggetarkan hatinya seperti yang Siwon lakukan.

“Dengan senang hati.” Desah Minjae. Wanita itu menatap bibir Siwon yang setengah terbuka. Sangat mengundangnya untuk menyatukan bibir itu dengan bibirnya.

“Ada sesuatu yang harus aku lakukan sebelum kita kembali bersama.” Ujar Siwon. Laki-laki itu merogoh saku celananya dan dengan gerakan perlahan mengeluarkan pisau lipat dari sana.

“Lakukanlah. Aku sangat siap.” Balas Minjae. Seolah sangat tau apa yang hendak Siwon lakukan padanya. Minjae melirik tangan Siwon yang terangkat dan memegang sesuatu. Wanita itu mengerutkan keningnya karena tidak dapat menebak benda apa itu. Namun setelah Siwon menekan sebuah tombol hingga benda berujung lancip dan tajam itu menampakkan sosok aslinya, mata Minjae melebar dengan sempurna.

“O–oppa..” Minjae mendorong tubuh Siwon untuk menjauh darinya, namun Siwon tidak melepaskan wanita itu begitu saja. Siwon mencengkram wajah Minjae dengan sebelah tangannya yang bebas.

“Kau ingat perkataanku saat di cafe waktu itu?” Tanya Siwon dengan memainkan pisau ditangannya.

“Lepaskan aku! Kau sudah gila!!” Minjae terlihat sangat panik dan takut.

“Sudah tidak ada yang harus aku lindungi, itu berarti aku bisa membunuhmu, kan?” Ujar Siwon dengan seringai menghiasi wajahnya.

“Tidak! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!!” Jerit Minjae.

“Kenapa? Bukankah tadi kau bilang bahwa kau sudah siap?” Sindir Siwon.

“Aku–” Minjae kehilangan kata-katanya.

“Ah, pasti yang kau maksud adalah bercinta denganku. Benar, kan?” Tebak Siwon dengan wajah polosnya. Karena sejujurnya Siwon sangat tau apa yang ada dipikiran wanita itu.

“Tapi maafkan aku, Kim Minjae. Saat ini aku sedang tidak memiliki gairah untuk bercinta. Tapi aku memiliki gairah untuk membunuhmu.” Bisik Siwon. Laki-laki itu mendekatkan pisau yang dipegangnya pada wajah Minjae. Membuat Minjae semakin takut.

“Lepaskan aku, Choi Siwon!!” Jerit Minjae.

“Ssssttt, tenanglah. Kau bisa membuat orang yang berada di luar curiga.” Ucap Siwon tenang.

“Hyung!” Jonghyun yang baru saja masuk ke dalam ruangan Siwon terlihat terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Ia menatap pisau di tangan Siwon dengan mulut setengah terbuka. Apa yang sedang dilakukan atasannya itu?

“K–kau..cepat hubungi polisi. Siwon ingin membunuhku.” Kata Minjae pada Jonghyun. Siwon tersenyum sinis saat menangkap suara ketakutan dari Minjae.

“Dia bekerja denganku. Dan dia tidak akan menuruti kemauan wanita iblis sepertimu.” Desis Siwon. Laki-laki itu menatap Minjae dengan sangat tajam. Cengkramannya pada wajah Minjae semakin kuat. Membuat wanita itu meringis kesakitan.

“Kau yang iblis!” Teriak Minjae.

“Aku sudah katakan padamu bahwa aku bukanlah Siwon yang dulu.” Ucap Siwon.

“Jika Siwon yang dulu tidak akan tega untuk membunuh seekor semut, Siwon yang berada dihadapanmu sekarang dapat menusukkan pisau ini padamu sekarang juga. Karena kau sudah berani mengganggu hidupku.” Geram Siwon. Laki-laki itu mengangkat pisaunya ke atas dan bersiap untuk menusukannya pada wajah Minjae. Jonghyun hanya mengamati tanpa niatan untuk menghentikan Siwon. Laki-laki itu tidak mungkin membunuh orang. Iya, kan?

“HENTIKAN!” Teriak Minjae takut. Wajahnya terlihat pucat pasi.

“Aku–aku minta maaf.” Ucap Minjae dengan wajahnya yang basah oleh airmata.

“Aku tidak membutuhkan maafmu.” Sahut Siwon dengan wajah datarnya.

“Aku hanya ingin melenyapkanmu agar kau tidak pernah menganggu hubunganku dengan Yongri lagi.” Lanjutnya.

“Kau bilang hubunganmu dengan Yongri sudah berakhir..” Kata Minjae ragu.

“Itu hanya harapanmu, Kim Minjae. Tidak ada yang dapat memisahkan aku dan Yongri. Tidak kau, maupun Jinhyuk. Seberapa kuatnya kalian berusaha untuk memisahkan kami, itu tidak akan pernah terjadi.” Siwon mendorong Minjae hingga gadis itu terjatuh di sofa. Minjae memegangi wajahnya yang terasa sangat sakit. Ia merasa lega karena pisau yang berada di tangan Siwon berada jauh darinya saat ini. Ia benar-benar takut Siwon membunuhnya. Sepertinya ia mulai percaya bahwa Siwon dapat membunuh seseorang sekarang.

“Pergilah dari hadapanku dan jangan pernah muncul lagi. Atau aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Ancam Siwon. Tanpa membuang waktu, Minjae segera beranjak pergi dari ruangan Siwon. Ia tidak akan pernah muncul lagi seperti yang laki-laki itu harapkan. Ia masih sangat menyayangi hidupnya.

Siwon menghela nafas kasar dan melempar pisau lipat yang dipegangnya ke atas meja. Ia menghempaskan dirinya pada sofa sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Jonghyun tersenyum kecil dan menghampiri Siwon. Tidak percaya dengan ancaman yang dilakukan laki-laki itu pada Minjae. Ia tidak pernah melihat sisi Siwon yang seperti ini.

“Benar-benar menakjubkan.” Ujar Jonghyun takjub.

“Diamlah.” Desis Siwon memejamkan matanya.

“Darimana kau mendapatkan pisau ini, hyung?” Tanya Jonghyun mengambil pisau di atas meja.

“Aku membelinya saat kita pergi ke Hongkong beberapa tahun yang lalu.” Jawab Siwon.

“Eo? Benarkah? Aku tidak pernah tau. Untuk apa kau membelinya?” Jonghyun terlihat penasaran.

“Bentuknya yang unik. Dan berhentilah bertanya, Lee Jonghyun. Lanjutkan pekerjaanmu dan tinggalkan aku sendiri.” Perintah Siwon.

“Apa kau belum bisa menghubungi Yongri?” Tanya Jonghyun tidak peduli dengan perintah Siwon.

“Wajahku tidak akan seperti ini jika aku sudah mendengar suaranya.” Jawab Siwon.

“Aku bilang berhenti bertanya!” Ucap Siwon kemudian dengan kesal.

“Aku mengerti. Aku akan keluar.” Jonghyun segera meninggalkan ruangan Siwon. Siwon kembali menghela nafas pelan. Ia bisa saja mendatangi rumah Jinhyuk saat ini untuk menemui Yongri. Apalagi ia tau bahwa Jinhyuk sedang berada di kantor saat ini. Siwon akan dengan puas melepaskan rindu dengan gadis itu. Tetapi lagi-lagi Siwon tidak dapat berbuat dengan sesuka hatinya. Ia harus memikirkan akibat yang akan diterima Yongri jika Jinhyuk mengetahuinya. Saat ini, Yongri sedang tidak baik-baik saja. Apabila Jinhyuk kembali marah dan melampiaskannya pada Yongri, Siwon tidak akan dapat memaafkan dirinya sendiri. Yang dapat dilakukan laki-laki itu sekarang hanyalah menunggu waktu yang tepat, untuk kembali meyakinkan Jinhyuk tentang keseriusannya pada Yongri.

——

–Two weeks laters–

Sekarat. Itulah satu kata yang cocok untuk Yongri sekarang. Tidak bertemu dengan Siwon selama dua minggu benar-benar membuatnya ingin mati saja. Tidak ada yang dilakukannya selain mengurung dirinya di dalam kamar dan menangisi kisah cintanya. Ia merindukan Siwon. Sangat-sangat merindukan laki-laki itu. Yongri ingin berada di dalam pelukan hangat Siwon. Yongri ingin mendengar suara Siwon. Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan.

Mata Yongri bengkak hingga membuat gadis itu kesulitan membuka matanya. Wajah Yongri juga terlihat lebih tirus dan pucat. Wajar saja, gadis itu makan satu kali dalam dua hari. Sekeras apapun Keiko dan Minho memaksanya makan, yang terjadi adalah makanan-makanan itu berakhir di kotak sampah. Ia akan makan jika perutnya mulai terasa sakit. Dan itu–pun hanya beberapa suap saja. Bisa dipastikan dan dibayangkan seberapa lemasnya tubuh Yongri saat ini.

“Ahjussi..” Gumam Yongri sembari bangkit dari posisi tidurnya. Ia duduk di pinggir tempat tidur dengan kaki menjuntai ke lantai. Kepalanya terasa sangat sakit. Begitupun dengan perutnya.

“Yongri-ya..”

Yongri menolehkan kepalanya saat mendengar pintu kamarnya diketuk, disusul dengan suara Minho. Gadis itu ingin menjawab panggilan Minho, tetapi ia seperti tidak memiliki tenaga sama sekali. Ia ingin berdiri untuk membuka pintu, tetapi sakit diperutnya membuat Yongri mengurungkan niatnya. Pintu kamarnya memang tidak dikunci, tetapi Yongri sedah berpesan kepada mereka untuk tidak masuk secara sembarangan. Karena ia membutuhkan waktu sendiri.

“Oppa..” Suara Yongri seolah hilang dibawa oleh angin malam. Kening gadis itu mengkerut menahan sakit. Wajahnya basah oleh keringat dingin. Kedua tangannya memeluk perutnya yang terasa menusuk-nusuk. Sepertinya penyakit lambung gadis itu kambuh akibat makannya yang tidak teratur.

“Ah!” Yongri menjerit kesakitan.

Mendengar suara jeritan dari dalam kamar, membuat Minho langsung membuka pintu kamar Yongri. Laki-laki itu terkejut bukan main saat melihat adiknya yang sedang merintih kesakitan di atas tempat tidur.

“Yongri-ya!” Minho berlari menghampiri gadis itu. Wajahnya terlihat benar-benar khawatir.

“Apa yang terjadi padamu? Kau kenapa?!” Tanya Minho panik. Yongri tidak menjawab dan hanya menjerit kesakitan. Gadis itu mencengkram tangan Minho untuk melampiaskan kesakitannya.

“Demi Tuhan jangan membuatku khawatir, Choi Yongri.” Ujar Minho gusar.

“Sa–sakit..”

“Sakit? Apa yang sakit?” Tanya Minho.

“Ayo, kita ke rumah sakit.” Ajak Minho. Yongri menggelengkan kepalanya, menolak ajakan Minho.

“Kalau begitu aku akan menelepon samchon. Bertahanlah sebentar.” Minho mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dokter Park, sepupu Jinhyuk.

“Samchon, apa kau bisa ke rumah sekarang? Yongri kesakitan dan aku tidak tau harus berbuat apa.”

Aku akan segera ke sana. Pastikan Yongri tidak kehilangan kesadarannya.

“Aku mengerti, samchon.” Minho langsung memutuskan sambungan teleponnya dan memusatkan fokusnya pada Yongri.

“Aku mohon tahan sebentar, Yongri-ya. Samchon akan segera datang.” Kata Minho. Keringat dingin ikut membasahi wajahnya. Ia benar-benar takut terjadi apa-apa pada adiknya itu. Namun sayangnya, Yongri tidak merespon ucapan Minho. Tidak ada lagi jeritan kesakitan dari gadis itu. Membuat Minho semakin takut.

“Yongri? Kau dengar aku?” Minho mengguncang tubuh Yongri yang tidak merespon ucapannya. Mata gadis itu terpejam dengan rapat. Satu yang ada dipikiran Minho saat ini.

Yongri pingsan.

——

Yongri membuka matanya yang terasa berat. Lampu kamarnya yang menyilaukan membuat gadis itu menutup kembali matanya. Beberapa saat kemudian ia membuka matanya kembali. Yongri menatap sekeliling dan menemukan sesuatu–yang tidak diketahui Yongri–yang digantung di dekat sisi tempat tidurnya. Ia melirik sebelah tangannya yang terasa berdenyut, dan melihat infus terpasang di sana.

“Kau sudah bangun?” Sebuah suara menyadarkan Yongri bahwa ada orang lain di dalam kamarnya.

“Samchon..” Ucap Yongri saat melihat keberadaan Dokter Park.

“Apa perutmu masih terasa sakit?” Tanya Dokter Park yang duduk di sisi tempat tidur, dimana Yongri berada.

“Masih, hanya saja tidak terlalu terasa. Terima kasih, samchon.” Kata Yongri. Ia ingin bangun, namun Dokter Park menahannya.

“Berbaringlah.”

“Di mana Minho oppa?” Tanya Yongri.

“Dia menunggu di luar. Tetapi aku tidak menemukan ayahmu yang seharusnya mencemaskanmu saat ini, bukan?” Ujar Dokter Park terlihat bingung. Yongri hanya diam dan tidak tau harus mengatakan apa. Rasanya tidak pantas jika ia harus memberitahukan masalah keluarganya kepada Dokter Park. Walaupun Dokter Park termasuk dalam keluarga besarnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini?” Dokter Park tidak dapat menutupi rasa ingin taunya.

“Tidak terjadi apa-apa, samchon. Aku hanya sedang bertengkar dengan appa. Dan aku mogok makan. Mungkin karena itu penyakit lambungku kambuh.” Jawab Yongri.

“Tidak. Bukan itu maksudku, Yongri-ya.” Sela Dokter Park. Yongri menatap Dokter Park dengan bingung. Apa maksud pria paruh baya itu?

“Aku ragu untuk mengatakannya, tetapi aku tetap harus mengatakannya padamu.”

“Ada apa, samchon?”

“Kau hamil.”

——

–To Be Continued–

 

HAI *nyengir kuda lagi*

Cepet update—nya cieeee.. hahahaha.. udah cukup buat mewek belom ini? Kalo belom ntar ditambahin lagi.. hohoho..

Oh ya, ini FF udah mendekati selesai.. hayoloh.. kira-kira gimana ini kelanjutannya.. ada harapan kagak buat kedua sejoli ini?? huhuhu..

Tetep jangan lupa like and comment—nya, ya.. part kemarin comment—nya masih sedikit.. jadi syedih T.T

Itu aja, ya.. silahkan tungguin part selanjutnya ntah dalam waktu dekat atau lama.. BYE~

Advertisements

48 thoughts on “Forbidden Love – Part 11

  1. Ya ampun… Gak nyangka part ini bakal di publish secepat ini, gila ! Ini super duper bikin ati kretek kretek mau pecah /,\ Hamil ? Ya ampun gue ga mau bayangin mukanya jinhyuk ahjussi kyk apa. Pasti udah kyak hulk yang kalo marah jelek bngt /? . Berharap bnyak di part selanjutnya ada satu solusi dr prmslhn ini. Mgkn yongri biar ktmu ama siwon dlu kali ya, biar gak kangen kangenan mulu. Ntar mslh hamil… Ga tau dehhh, brhrp siwon ahjussi ttp brjuang keras buat cintanya dan untuk babynya hihihi, the best lah buat nih ff! Keren banget! Pecah kantung air mata gue wkwkwk :v Aku slalu menunggu next partnya, semangat kak! 🙂 Good Job!

  2. Thanks a lot author for fast updating. Huuiiih chapter ini bikin sesak napas. Semoga minjae bener2 menghilang dari kehidupan siwon & yongri. Yongri hamil? Wah jinhyuk bisa tambah murka. Berharap jinhyuk akhirnya ngerestuin hubungan mereka, aplg yongri hamil. Fighting buat next chapter! Saranghae author 🙂

  3. Akirnya hamil jg
    Pt gm nanti aduhhh

    Katanya jinhyukl sdG add msllah pperuahaan smoga bs dbantu iwonnn

    Aaku selalu ngeri. Liat note siwon
    Kau dosA terindah dihidupke

    Knp dosa ??

    Emg siwon km ??????

    Please happy end

  4. Eonn aku readers baru 😊 minta izin baca ya..
    Ugh keren banget ceritanya., aku suka ngets.. Dilanjutin ya, mangats nulisnya 😘

  5. Demi apa eon? Hamil?
    …..

    Congratulation, congratulation, congratulation lation hamkke jaem-ikka. Yeah!
    Bisa jadi senjata ampuh buat bersatunya SiwonYongri.

    Tapi… Jinhyuk appa, gak mungkin kan nyuruh gugurin kandungan Yongri?’——–‘

  6. OMG,she’s pregnant,bagaimana reaksi keluarga yongri??pasti yongri tertekan gak bisa bertemu siwon selama 2 minggu,,gak bisa bayangi gimana wajah siwon setelah dipukuli appa yongri,pasti benar2 babak belur tuh

  7. Asik cepat bgt kelanjutannya, senang banget smg part selanjutnya jg cepat, harus banget ada harapan bersatunya Siwon oppa dan Yongri, apalagi Yongri hamil, Minho hrs membantu Yongri agar bs bertemu Siwon oppa tercintanya, wlpn ayah Yongri menentang smg akan luluh saat tahu Yongri hamil krn itu sdh pasti anak Siwon oppa, daebak ff chingu, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  8. Benar2 ga nyangka publisnya cepat bgt…yongri hamil trs bkal gmn jadinya hubungan mrk..appa yongri pasti bakalan marah..bikin penasaran ditunggu scepatnya eonni..fighting😄😊

  9. Woooow….hamil ???
    Masalah akan semakin runyam nih.
    bukan jaminan yongri hamil trs appanya bakal memberi restu.
    tapiiiii semoga aja restunya bakalan cepet turun yh.

  10. Yyaaa ampun yongri yang sbar ya ngadapin appa jinhyuk smemua akan indah pada waktunya.. Yongri hamil apa mungkin appa jinhyuk bkalan ngerestuin hbungan mereka di tunggu kelanjutannya^^

  11. Huwaaa kasian liat mereka. Emang susah si apalgi beda usianya jauh bgt. Ahjussi semngat. Buat authornya jga semngat. Masih bnyk yg nunggu critnya siwon kok.

  12. Iyaya… cpt bgt updatenya.. ga nyangka..
    Biasanya nunggu 1/2 mnggu bru ada… hehehe.. mkanya aku smp keyinggalan ni bcanya… 😅
    Cba setiap saat sprti ini.. hahahah… #ngarep.com
    mewek abizzz dsni..😭 klo bsa part selanjutnya jgn… mlah ingin Yongri sm Ahjussi Siwon ketemu, trus bilang dh Yongri hamil… kan bisa2 langsung ke altar tuh.. hihihi.. 😙 secara Siwon kn udah kepengen bgt pnya anak tuh..
    Sangat brharap Appa Yongri merestui mereka… cinta Yongri and Siwon tuh udah melekat_kat_kat bgt dh… 😘
    Hmm… merasa senang dn tersenyum evil driku lht tuh ahjumma ketakutan dan ngabur.. mkanya jgn mcem2 sm Simba, lhat akibatnye… huuhh.. go go away dah lu ahjumma 😈😠
    Lanjut.. lanjut ASAP lg Chingu… Gomawo 😊

  13. OMG… pas cek blognya kirain salah lihat ternyata emang benar udh d post, cepat bangeeet^^ /excited/

    ternyata kepergoknya lg sedang ‘ciuman’ untuk belum sampai tahap lebih hot.. Jinhyuk benar2 menyeramkan ya.
    Dan gak nyangka siwon bisa melakukan ancam cem gitu ama minjae kirain bakalan beneran d tusuk pake piso. Ini part terhoror :3

    sudahku duga pasti yongri hamil, dan semoga nanti gak ada peran dunia ke 3 😦
    NEXT NEXT NEXT.. TP JGN D BUAT END DULU KAK, NIH FF MAU D BUAT BERPART2 JG GPP DAH 😀 SUKA BANGET AMA NIH FF

  14. Hamil…!!!
    Ya ampun…gimana reaksi ayahnya nantinya kalo tahu yongri hamil sedangkan mengetahui yongri menjalin hubungan dengan siwon saja sudah seperti itu murkanya ayahnya yongri apalagi nanti dia tahu berita ini bisa mati siwon di tangan ayah yongri

    Next part gak sabaran menunggu…

  15. huaa akhirnya Jinhyuk tau juga , duh kasian Siwon di pukulin gitu gak tega eh . kasar bgt yakk si Jinhyuk , liat mukanya serem deh pasti jahat eh anaknya di tampar juga. kurang ajar si Minjae gara gara dia ini

  16. Yuhuuu yongri hamil
    Apa yang akan terjadi kalau semua tahu yongri hamil . Si tante girang itu ngegedekin tp bw hikmah juga sich

  17. Aakkk ini baru greget !!
    Mpos minjae, gangguin aja lagi hubungan siwon ama yongri. Bakal mati entar !!
    Jinhyuk nya egois kali sumpah, buka kan lah hatinya.
    Siwon semangat !! Kejar lagi yongri nya. Uda mau jadi ayah tuh

  18. Oh tidak!!! Jinhyuk egois bangett!!! Iya sih susah diterima tapi gausah segitunya kali!! Mana yongri lagi hamil pula!! Siwon harus tau tuh, pasti seneng noh si siwon. Mau jagi calon bapak lagi haha. Tapi ga kebayang kalo jinhyuk yg tau, entah apa yg akan terjadii.
    Great thor^^

  19. Owh aku telat baca ya ampun kejadian yg tdk di inginkan akhirnya terjadi papa jinhyuk serdm kalo lg marah siwon jg berubah bgt sikapnya ketika ngancem minjae bikin minjai ciut

  20. hamil…
    dan mau gk mau tuan choi jihyuk memberikan restu ke yongri dan siwon
    tapi akan sulit juga ya

  21. Ommmmooooo… bner kan apa yg ditktkan mnjdi nyata 😮 yongri hamil , appanya pasti gak ad alsan utk memishakn yongti dgn siwon oppa

  22. Yaampunn!!! Yongri beneran hamil kah?? Setelah appa nya tau, gimana nasibnya nanti? T.T dan appa nya pasti bakalan tambah gedek banget sama siwon dan nge-cap siwon luar biasa brengsek T.T

    Tapi gak menutup kemungkinan malah nyelametin hubungan siwon-yongri jg sih 😀

  23. Ya ampun ada2 aja..
    Sekarang yongri hamil tapi di saat ke adaan masih memanas kaya gini..

    Ahh sekarang berharap jinhyuk appa bisa nerima siwon untuk yongri dan cucu nya…

  24. Ya ampun ada2 aja..
    Sekarang yongri hamil tapi di saat ke adaan masih memanas kaya gini..

    Ahh sekarang berharap jinhyuk appa bisa nerima siwon untuk yongri dan cucu nya…

  25. Ya ampun ada2 aja..
    Sekarang yongri hamil tapi di saat ke adaan masih memanas kaya gini..

    Ahh sekarang berharap jinhyuk appa bisa nerima siwon untuk yongri dan cucu nya…

  26. Ya ampun ada2 aja..
    Sekarang yongri hamil tapi di saat ke adaan masih memanas kaya gini..

    Ahh sekarang berharap jinhyuk appa bisa nerima siwon untuk yongri dan cucu nya…

  27. Yeyy yongri hamil,,, seneng banget eonni,, mudah2an jihnyuk opo cpt merestui hubungannya sama ajushiku,, hee,,,
    Eonni ini aku ngebut bca fanficnya,, q penasaran banget soalnya,,,

  28. Nah kan.. Benerkan? Udah lah bapaknya yongri harusnya bangga punya mantu kek siwon, walaupun tua tapikan mapan(?) pikirkan kebahagiaan anaknya yaaa

  29. Ahhh kasian yongri n siwon😭 mereka salang mencintai tp gk didukung orng appa nya yongri tega bgt ya sumvah…siwon bs jg ya ngancem tuh jalang senang nya aq pkir siwon msh ada rasa sm dy gak tau rasa cintax udh ke yongri.semua^^ omo yongri hamil?? Waduh apa tanggapan appanya yongri nih><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s