Forbidden Love – Part 10

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Jonghyun-CN BLUE, Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

—–

Author POV

“Aku cemburu melihatmu memeluk laki-laki lain dihadapanku!”

“Ahjussi!”

“Jangan berteriak di depanku!”

Yongri menunjukkan wajah kesalnya pada Siwon. Mata yang bengkak, hidung memerah, dan bibir yang mengerucut. Siwon berusaha mati-matian menahan senyumnya saat ini. Wajah Yongri benar-benar terlihat lucu dan menggemaskan untuk Siwon. Tetapi sepertinya gadis itu tidak menyadari betapa wajahnya saat ini benar-benar bisa membuat orang tertawa.

“Kenapa kau tersenyum?” Tanya Yongri. Siwon menatap Yongri dengan datar. Sepertinya ia tanpa sadar tersenyum dan terlihat oleh kekasihnya itu.

“Siapa? Aku? Cih! Kapan aku melakukannya?” Elak Siwon dengan mengalihkan pandangannya dari Yongri.

“Jelas-jelas kau melakukannya barusan!” Yongri bersikeras. Siwon hanya memutar kedua bola matanya dengan malas. Setelahnya laki-laki itu merangkulnya dan berjalan meninggalkan bandara.

“Kita mau kemana?” Yongri bertanya. Wajahnya sudah terlihat lebih baik. Walaupun matanya masih terlihat bengkak akibat menangis.

“Kembali ke kantor. Aku menunda rapat karena kau.” Jawab Siwon sembari melirik sekilas pada Yongri.

“Aku tidak menyuruhmu melakukannya.” Cibir gadis itu. Siwon hanya mendengus dan tidak berniat membalas perkataan kekasihnya. Keduanya memasuki mobil Siwon, sebelum akhirnya mobil tersebut meninggalkan Incheon Airport.

——

Kedua benda lunak yang saling menyatu itu terus saling melumat satu sama lain. Seolah tidak ada yang ingin mengalah dan terus menimbulkan suara kecapan di dalam mobil. Siwon menahan tengkuk Yongri dan tidak berniat melepaskannya barang sebentar saja. Rambut Siwon yang beberapa menit sebelumnya terlihat masih sangat rapi, dijadikan pelampiasan oleh Yongri. Entah siapa yang memulai, entah siapa yang lebih dulu menyambar bibir pasangan, tepat saat mobil Siwon terparkir sempurna di CH Factory, kedua bibir itu menyatu.

Yongri mendorong bahu Siwon, saat merasa dirinya sekarat. Pasokan oksigen tiba-tiba menipis dan ia tidak ingin mati kehabisan nafas hanya karena sebuah ciuman. Kedua tangannya mencengkram pelan bahu Siwon, dengan bibirnya yang tak henti mengeluarkan nafas terengah. Tak berbeda jauh dengan Siwon, laki-laki itu juga tampak sedang mengatur nafasnya untuk kembali normal.

“Aku ingin menyelesaikannya. Secepatnya.” Kata Siwon masih dengan sedikit terengah.

“Aku tidak mau melakukannya di mobil ini.” Sahut Yongri membuat Siwon terkekeh pelan.

“Apa kau pikir aku gila? Well, aku memang sedang bergairah, tetapi aku masih waras, Choi Yongri.”

“Kalau begitu, ayo, kita pulang ke apartement saja.” Ajak Yongri. Siwon menjauhkan dirinya dari Yongri dan menggeleng.

“Aku hanya memiliki waktu 30 menit lagi sebelum rapat yang kutunda dimulai.” Ujar Siwon.

“Bercinta denganku atau rapat?” Yongri memberikan pilihan pada Siwon. Siwon memutar kedua bola matanya. Seolah tidak percaya dengan pilihan yang diberikan gadis itu.

“Tentu saja bercinta denganmu.” Jawab Siwon membuat Yongri tersenyum senang.

“Tetapi aku juga tidak bisa meninggalkan rapatku yang satu ini.” Lanjut Siwon dan berhasil melunturkan senyum Yongri.

“Aku akan memberikanmu saran. Bercinta saja dengan ‘rapatmu’ itu.” Kata Yongri ketus.

“Aku bahkan sudah ratusan kali becinta dengan ‘rapatku’ itu, asal kau tau.” Sahut Siwon.

“Dengar, aku dan kau sama-sama tidak memiliki banyak waktu untuk berdebat sekarang. Lebih baik kita segera menuju ke ruanganku dan memanfaatkan waktu yang ada.” Ucap Siwon sebelum akhirnya keluar dari mobilnya. Yongri mencibir pelan dan mengikuti apa yang Siwon lakukan.

Siwon tersenyum kecil melihat wajah kesal kekasihnya. Laki-laki itu menarik pelan tangan Yongri sebelum akhirnya merangkul gadis itu. Yongri yang tidak menaruh kekesalan sepenuh hati–pun akhirnya ikut tersenyum. Tentu saja ia tidak benar-benar kesal. Mengingat Yongri sangat tau bagaimana profesional–nya Siwon dalam bekerja. Laki-laki itu mampu membagi dirinya dalam dunia kerja dan kehidupan pribadi. Dan sejujurnya, Yongri sangat menyukai sisi Siwon yang satu itu.

“Walaupun wajahmu terlihat cantik saat cemberut, tetapi kau jauh lebih cantik saat tersenyum seperti ini.” Kata Siwon tanpa menatap Yongri. Laki-laki itu sibuk membalas sapaan hormat dari para pegawai yang berada di lobby.

Yongri menatap Siwon dan memicingkan matanya.

“Jangan memujiku. Sangat terlihat seperti bukan dirimu.” Ejek Yongri.

“Em, apa sebelumnya aku tidak pernah memujimu?” Tanya Siwon ketika keduanya telah berada di lift. Tanpa siapapun.

“Entahlah.” Jawab Yongri sembari berpikir.

“Jadi, bisa kau katakan kepadaku apa yang membuatmu menangis seperti tadi?” Tanya Siwon acuh.

“Apa kau menyesal sudah memutuskan pertunangan dengan bocah itu?” Lanjut Siwon kemudian. Yongri kembali menatap Siwon. Gadis itu melayangkan tatapan kesalnya.

“Aku sedih karena harus berpisah dengan Jungkook. Biar bagaimanapun, aku sudah bersama-sama dengannya sedari kecil.” Jawab Yongri.

“Aku merasa bersalah karena membuat Jungkook pergi seperti ini. Seandainya saja dia tidak menyukaiku, semuanya tidak akan menjadi kacau begini.” Sesal Yongri. Siwon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Laki-laki itu menatap Yongri yang sedang menundukkan kepala sembari memainkan kesepuluh jarinya.

“Apa itu salah kita, jika kita tidak bisa membalas perasaan orang lain?” Kata Siwon membuat gadis itu mendongak menatapnya.

“Apa?”

“Apa itu salahmu karena tidak bisa membalas perasaan Jungkook?”

“….”

“Jika kau memang tidak ingin merasa bersalah, kenapa kau tidak membalas perasaannya?”

“….”

“Seandainya setiap orang merasa bersalah karena tidak bisa membalas perasaan seseorang, di dunia ini tidak akan ada yang namanya patah hati.”

“Aku hanya–” ucapan Yongri terhenti saat Siwon memberikan kecupan singkat dibibirnya. Yongri masih menatap Siwon dengan pipinya yang memerah.

“Berhenti menyalahkan dirimu, karena itu bukan salahmu.” Ucap Siwon tersenyum. Bersamaan dengan itu, pintu lift terbuka dan mereka telah sampai di lantai dimana ruangan Siwon berada.

“Di mana sekretarismu?” Tanya Yongri saat melihat tidak ada siapapun di sana.

“Sepertinya sedang menyiapkan ruangan serta materi rapat. Tapi, dimana Jonghyun?” Siwon menatap ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Jonghyun.

“Mungkin sedang menyiapkan ruangan juga?” Tebak Yongri. Siwon mencibir pelan.

“Itu bukan tugasnya. Dan lagi, dia tidak serajin itu asal kau tau.” Kata Siwon membuat Yongri tersenyum. Siwon menarik tangan Yongri dan mereka memasuki ruangan Siwon.

Senyum keduanya yang sebelumnya tampak jelas di wajah mereka, seketika luntur saat melihat kehadiran seseorang di ruangan Siwon. Sedang duduk dengan santainya sembari tersenyum sinis. Pandangan orang tersebut jatuh kepada kedua tangan Siwon dan Yongri yang saling bertaut. Menyadari hal itu, membuat Yongri segera melepaskan genggaman tangan Siwon. Namun Siwon dengan cepat kembali menggenggam tangan gadis itu dengan erat.

Wow, sepertinya kalian sudah semakin berani saja.”

“Kim Minjae.” Desis Siwon.

“Hyung, maaf aku–” Jonghyun yang juga sedang berada di ruangan itu terlihat bersalah dan salah tingkah. Pasalnya, laki-laki itu sudah berusaha untuk mengusir Minjae sedari tadi. Saat mendengar wanita itu menyebut namanya, pikiran Jonghyun langsung kembali saat mengingat Yongri yang menangis dan mengatakan bahwa Siwon memiliki anak dari wanita itu. Tentu saja Jonghyun memilih untuk tidak menimbulkan masalah antara Siwon dan Yongri. Tetapi sayangnya laki-laki itu tidak bisa berbuat banyak.

“Tidak apa-apa, Jonghyun-ah. Lebih baik sekarang kau mengantarkan Yongri pulang.” Ujar Siwon.

“Aku tidak mau.” Tolak Yongri langsung.

“Yongri-ya..”

“Aku tidak mau kau menghadapinya seorang diri. Aku mau menemanimu, ahjussi.”

“Tetapi–”

“Hei, tidakkah kalian melihat kehadiranku disini?” Minjae berdiri dari duduknya dan menghampiri keberadaan Siwon dan Yongri.

“Ahjumma! Kenapa kau selalu menganggu Siwon ahjussi?!” Tanya Yongri kesal. Minjae kembali tersenyum sinis dan menatap Yongri dengan tajam.

“Apa seperti ini Jinhyuk oppa mendidik anaknya?” Cibir Minjae. Yongri terlihat marah saat mendengar Minjae mengejek Jinhyuk.

“Seingatku, kau sudah bertunangan. Bagaimana mungkin kau malah berpegangan tangan dengan laki-laki lain yang bahkan lebih cocok untuk menjadi ayahmu?!”

“Cukup, Kim Minjae!” Suara tegas Siwon membungkam mulut Minjae. Wanita itu mengalihkan pandangannya pada Siwon.

“Sepertinya kau benar-benar tidak ingin bertemu dengan anakmu, oppa.” Ujar Minjae.

“Kau yang tidak mau mempertemukan kami.” Sahut Siwon cepat.

“Aku sudah memberikanmu pilihan, bukan? Menikah denganku, dan kau akan bertemu dengan anakmu. Anak kita.”

“Pembohong.” Ucap Yongri. Minjae kembali menatap Yongri dengan sangat tajam.

“Tutup mulutmu.” Desis Minjae.

“Kau pembohong, ahjumma. Anak itu, anak itu tidak pernah ada.” Kata Yongri yakin.

“Yongri-ya..” Siwon terlihat terkejut dengan ucapan Yongri. Laki-laki itu menatap Yongri dengan kedua matanya yang melebar. Tetapi Yongri sibuk menatap Minjae yang bola matanya sedang bergerak gelisah saat ini. Sedangkan Jonghyun hanya dapat mengamati tanpa berniat ikut campur.

“K–kau.. A–apa maksudmu? Jangan asal bicara!” Minjae terlihat tidak terima dengan tuduhan Yongri.

“Kalau memang aku salah dan ucapanmu benar, tunjukkan buktinya!” Kata Yongri.

“Aku sudah membuat kesepatakan dengan Siwon oppa. Dia bisa bertemu dengan anaknya, jika dia menikahiku! Dan kau tidak perlu ikut campur, jalang!”

“KIM MINJAE!!” Siwon berteriak marah ketika mendengar Minjae menyebut Yongri dengan sebutan ‘jalang’.

“Dia memang gadis jalang, oppa! Kau pikir gadis mana yang mau menjalin hubungan dengan laki-laki yang pantas menjadi ayahnya? Hanya gadis jalang yang melakukannya!!”

“Kau–” Siwon terlihat benar-benar marah dan mengepalkan tangannya. Laki-laki itu berusaha sekuat tenaga untuk tidak menyakiti Minjae dengan menampar wanita itu.

“Aku baik-baik saja, ahjussi.” Ujar Yongri menenangkan. Siwon menghela nafas dengan kasar.

“Jika memang seperti itu kesepakatan kalian, tidakkah kau pikir untuk memberikan sebuah jaminan kepada Siwon oppa agar dia tidak merasa dirugikan disini?” Ucap Yongri dengan tersenyum. Jonghyun yang berdiri tidak jauh dari Yongri juga ikut tersenyum. Laki-laki itu terlihat mulai mengerti dengan maksud ucapan Yongri.

“Apa maksudmu sebenarnya, Yongri-ya?” Tanya Siwon tidak mengerti. Yongri menatap Siwon dan tidak menghilangkan senyumnya.

“Aku tanya padamu, ahjussi. Sudah berapa lama kau berpisah dengan Minjae ahjumma?” Mendapat pertanyaan seperti itu, membuat Siwon menaikkan sebelah alisnya dan melirik Minjae sesaat.

“Sekitar 15 tahun?” Ucap Siwon tidak yakin. Bukan bermaksud untuk tidak mengingatnya, tetapi semenjak menjalin hubungan dengan Yongri, Siwon memang berniat untuk tidak mengingat apapun lagi mengenai Minjae.

“Itu berarti usia anak kalian kira-kira 15 tahun, kan?” Tanya Yongri. Siwon mengangguk ragu.

“Bukankah seharusnya selama kurang lebih 15 tahun itu, Minjae ahjumma memiliki sedikitnya seribu foto bersama anak itu?” Yongri mengalihkan pandangannya pada Minjae yang terlihat pucat. Wanita itu mencengkram tas tangan yang dibawanya. Mengigit bibir bawahnya untuk menghilangkan gugupnya.

“Foto anak tersebut untuk sebuah jaminan.” Jonghyun yang sedari tadi diam akhirnya buka suara. Laki-laki itu menatap Yongri dan tersenyum. Siwon menatap Jonghyun dan terlihat berpikir. Sebelum akhirnya laki-laki itu mengerti dengan maksud perkataan Yongri dan Jonghyun.

“Benar.” Gumam Siwon.

“Jika kau memang tidak mau mempertemukan aku dengannya, paling tidak kau bisa menunjukkan bukti bahwa anak itu benar-benar ada.” Ujar Siwon yang sudah menatap Minjae. Dengan takut, Minjae membalas tatapan Siwon.

“O–oppa..”

“Menunjukkan sebuah foto tidaklah sulit, ahjumma.” Kata Yongri. Minjae menundukkan kepalanya dengan matanya yang berkaca-kaca. Wanita itu terlihat berpikir untuk memberikan sebuah jawaban. Sayangnya, otaknya sedang tidak bisa di ajak untuk bekerja sama. Sesaat kemudian, Minjae menghela nafas dan menatap Siwon serta Yongri bergantian.

“Ternyata kau memang pintar. Sepertinya Jinhyuk oppa menurunkan kepintarannya padamu.” Ucap Minjae membuat Yongri bingung.

“Anak itu memang tidak ada.” Aku Minjae. Wanita itu tersenyum sinis.

“Saat aku bilang akan menggugurkannya, aku benar-benar melakukannya.” Lanjut Minjae. Siwon, Yongri dan Jonghyun terlihat sama-sama terkejut dengan pengakuan yang dibuat oleh Minjae. Terlebih, wanita itu terlihat tidak bersalah sama sekali saat mengatakannya.

“Lalu kenapa kau membohongi Siwon ahjussi?!” Geram Yongri. Minjae mendengus dan mendekati Yongri.

“Karena aku mencintai Siwon oppa. Aku lebih pantas untuk menjadi pendampingnya daripada kau!”

“Aarggh!” Yongri merasakan ribuan rambutnya rontok akibat apa yang sedang dilakukan oleh Minjae sekarang. Wanita itu menjambak rambut Yongri untuk melampiaskan kekesalannya.

“Lepaskan tanganmu!!” Teriak Siwon. Ia mencoba menjauhkan tangan Minjae dari kepala Yongri.

“Aku tidak akan melepaskannya sebelum aku memberi pelajaran padanya!!” Minjae semakin menarik rambut Yongri hingga membuat kepala gadis itu mendongak ke atas. Seolah tidak merasa puas, Minjae mendorong gadis itu ke arah meja kerja Siwon.

BUK!

“YONGRI!!” Teriakan Siwon dan Jonghyun terdengar memenuhi ruangan Siwon. Jonghyun yang berada lebih dekat dengan Yongri langsung menghampiri gadis itu. Yongri memegangi kepalanya yang terasa berdenyut sakit. Darah segar mulai keluar dari keningnya yang terbentur meja. Yongri merasa kepalanya seperti akan pecah.

“Apa yang kau lakukan, Kim Minjae?!” Siwon mencengkram lengan Minjae dengan kuat. Minjae terlihat kesakitan akibat perbuatan Siwon.

“Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka tidak akan ada wanita manapun yang boleh mendapatkanmu.” Ucap Minjae.

“Aku bukan barang dan kau tidak berhak mengaturku.” Suara dingin Siwon tanpa sengaja menaikkan seluruh bulu kuduk Minjae. Wanita itu menatap Siwon dengan ngeri. Ia takut Siwon memukulnya. Walaupun Minjae tau bahwa Siwon tidak mungkin menyakiti wanita, tetapi melihat bagaimana tajamnya tatapan laki-laki itu saat ini, bukan tidak mungkin jika Siwon melakukan sesuatu di luar pikiran Minjae. Sayangnya seorang Minjae tidak pernah menunjukkan ketakutannya itu pada siapapun.

“Aku tidak akan berhenti sampai disini. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia, Choi Siwon. Ingat itu.” Ancam Minjae. Sekuat tenaga wanita itu mendorong Siwon menjauh darinya. Setelahnya ia langsung meninggalkan ruangan Siwon. Siwon dengan cepat menghampiri Yongri dan mengambil alih tubuh gadis itu dari Jonghyun. Yongri terlihat meringis dan darah yang mengalir semakin banyak.

“Jonghyun, cepat siapkan mobil. Kita harus membawanya ke rumah sakit.” Kata Siwon.

“Baik, hyung.” Sahut Jonghyun. Laki-laki itu segera berlari meninggalkan ruangan Siwon.

“Yongri? Yongri, kau dengar aku? Jangan tutup matamu, sayang.” Siwon terlihat sangat khawatir. Ia langsung menggendong Yongri dan menyusul Jonghyun.

——

“Untungnya luka dikepala Nona Yongri tidak terlalu parah. Saya sudah menjahitnya, memberikan obat, dan menutupnya dengan perban.” Ucap Dokter Kang yang mengobati Yongri. Siwon terlihat bernafas lega. Ia akan benar-benar merasa bersalah jika terjadi sesuatu yang parah pada Yongri.

“Lukanya tidak akan berdampak apa-apa padanya ‘kan, dok?” Tanya Siwon.

“Tidak akan berdampak sesuatu yang serius. Dalam satu atau dua hari ini Nona Yongri hanya akan mengalami sakit kepala ringan. Hanya saja bekas luka dikeningnya itu tidak akan bisa hilang dengan cepat.” Jawab Dokter Kang.

“Perban dikeningnya setiap hari harus diganti agar lukanya tidak infeksi.” Lanjutnya.

“Baiklah jika seperti itu, dok. Terima kasih banyak.” Siwon berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Dokter Kang. Dokter Kang menyambut uluran tangan Siwon dan tersenyum.

Siwon segera keluar dari ruangan Dokter Kang dan menuju ke UGD. Yongri masih berada di sana bersama dengan Jonghyun. Ketika sudah sampai di UGD, Siwon dapat melihat Yongri yang sedang duduk dengan kaki menjuntai di lantai. Dihadapan gadis itu ada Jonghyun yang sedang mengajaknya berbicara.

“Ahjussi..” Yongri segera memanggil Siwon saat melihat kehadiran laki-laki itu.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Siwon. Ia duduk dihadapan Yongri dan menggenggam tangan gadis itu. Jonghyun berdiri di samping Siwon dan menatap keduanya bergantian.

“Aku baik-baik saja, ahjussi. Seharusnya tidak perlu ke rumah sakit. Dioleskan obat saja pasti akan sembuh.” Jawab Yongri dengan cemberut. Siwon mencibir dan mencubit pelan pipi Yongri.

“Baik-baik saja katamu? Apa kau tidak tau kalau kau hampir pingsan tadi?” Ujar Siwon.

“Dan kau juga tidak tau betapa cemasnya kekasihmu ini, Yongri-ya.” Sahut Jonghyun. Siwon menatap Jonghyun dengan tajam. Sedangkan Yongri tersenyum geli mendengar ucapan Jonghyun.

Siwon berdiri dari duduknya. Ia mengangkat sedikit tubuh Yongri hingga gadis itu juga dalam posisi berdiri sama sepertinya. Siwon mengusap kepala Yongri membuat gadis itu menatap Siwon dengan kedua matanya yang sesekali berkedip.

“Kita pulang sekarang.” Kata Siwon menggenggam tangan Yongri. Yongri hanya dapat mengangguk.

——

Di dalam mobil Siwon, tidak terjadi pembicaraan apapun. Mereka sudah menempuh perjalanan selama 15 menit, dengan saling berdiam diri. Jonghyun yang duduk di kursi pengemudi tampak fokus pada jalanan. Walaupun sesekali matanya melirik pada kaca spion depan. Mencoba mencari tau apa yang sedang dilakukan oleh Siwon dan Yongri yang duduk di kursi penumpang di belakang.

Siwon tampak membuang pandangannya ke jendela mobil. Apakah laki-laki itu sibuk mengagumi jalanan Seoul–yang tidak ada menariknya sama sekali–atau sedang melamun, tidak ada yang tau. Yongri sesekali menolehkan kepalanya untuk menatap Siwon. Gadis itu juga sedikit bingung dengan perubahan sikap Siwon yang tiba-tiba. Saat berada di rumah sakit Siwon masih tampak biasa. Tetapi ketika sudah berada di dalam mobil, laki-laki itu diam seribu bahasa. Untungnya, Siwon tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada tangan Yongri. Kedua tangan yang saling bertaut itu sekarang berada di atas paha Siwon.

“Ahjussi..” Panggil Yongri pelan.

“Ya?” Sahut Siwon sedikit terkejut dan langsung menatap Yongri.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Yongri. Siwon tersenyum mendengar pertanyaannya.

“Tentu saja.” Jawab Siwon dan kembali mengalihkan pandangannya. Yongri menghela nafas panjang dan terlihat ragu. Ia ingin menanyakan sesuatu pada Siwon. Tetapi apakah waktunya tepat?

“Tentang Minjae ahjumma–”

“Aku–aku sedang tidak ingin membahasnya.” Siwon memotong ucapan Yongri. Jonghyun yang berada di depan masih setia melirik serta mencuri dengar pembicaran Siwon dan Yongri.

“Apa kau kecewa?” Tanya Yongri, tidak memperdulikan ucapan Siwon barusan.

“Maksudmu?” Siwon terlihat tidak mengerti.

“Soal anak kalian..” Ucap Yongri pelan. Helaan nafas Siwon yang terdengar kasar membuat Yongri yakin bahwa Siwon merasa kesal.

“Aku benar-benar sedang tidak ingin membahasnya, Choi Yongri. Dan jangan kau lupakan bahwa itu adalah masalahku!” Suara Siwon tiba-tiba meninggi. Yongri yang melihat Siwon tampak marah kontan saja terkejut. Pasalnya gadis itu berpikir Siwon akan berterima kasih padanya karena sudah membuat kebohongan Kim Minjae terungkap. Tetapi apa yang gadis itu dapatkan?

“Tolong hentikan mobilnya, Jonghyun oppa.” Ucap Yongri sembari mengalihkan pandangannya.

“Apa?” Jonghyun tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

“Apa yang mau kau lakukan?!” Tanya Siwon.

“Aku bilang hentikan mobilnya, oppa!”

Jonghyun langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan. Laki-laki itu menoleh ke belakang saat mendengar suara pintu yang terbuka. Yongri–lah yang ternyata membuka pintu mobil dan segera keluar. Suara pintu mobil yang tertutup dengan keras seolah menyadarkan Siwon. Laki-laki itu kembali menghela nafas kasar dan menatap Jonghyun dengan tajam.

“Seharusnya kau tidak menghentikan mobilnya!” Desis Siwon yang kemudian langsung ikut keluar mobil untuk menyusul Yongri. Jonghyun yang mendapat omelan Siwon hanya dapat berdecak pelan. Seharusnya ia memang tidak menghentikan mobilnya.

Siwon berlari kecil untuk menyusul Yongri. Gadis itu tampak sedang menunggu kedatangan taksi. Untungnya belum ada satu taksi–pun yang berhenti di hadapan gadis itu.

“Yongri, apa yang kau lakukan?” Siwon menarik tangan gadis itu untuk kembali ke mobil. Namun Yongri langsung menepis tangan Siwon. Airmata mengalir dari kedua mata gadis itu, yang langsung diusap dengan kasar oleh Yongri.

“Jangan seperti ini. Berhentilah bersikap kekanak-kanakkan.” Ujar Siwon membuat Yongri menatapnya tajam.

“Jika aku kekanak-kanakkan, itu adalah masalahku. Kau tidak perlu ikut campur!” Ucapnya.

“Taksi!” Pekik Yongri sembari melambaikan tangannya. Sebuah taksi berhenti tepat di depan Siwon dan Yongri. Ketika gadis itu hendak melangkah untuk masuk ke dalam taksi, Siwon langsung menahannya dengan memeluk gadis itu.

“Ahjussi!!” Kesal Yongri. Siwon tidak menanggapi kekesalan gadis itu. Ia hanya menunggu hingga taksi tersebut hilang dari pandangan mereka.

“Lepaskan aku!” Yongri memberontak dari pelukan Siwon.

“Maaf jika aku sudah ikut campur masalahmu! Maaf karena aku membuatmu tidak bisa menikah dengan wanita itu! Maaf karena aku sudah membuatmu kecewa karena–”

“AKU MEMANG KECEWA!” Teriak Siwon. Yongri langsung menutup mulutnya dan menatap Siwon dengan airmatanya yang tidak berhenti mengalir.

“Sial!” Desis Siwon menahan kesal. Ia sangat tidak suka melihat gadis itu menangis.

“Aku sangat kecewa, Choi Yongri. Apa kau puas mendengar jawabanku?”

“….”

“Kau tau apa yang sangat ingin kumiliki di dunia ini. Saat dia mengatakan padaku bahwa dia tidak pernah menggugurkan calon bayi kami, aku senang, Yongri-ya. Aku tidak bisa menutupi hal itu. Hanya saja, bukan berarti aku bersedia menikahinya. Minjae hanya masa lalu untukku. Tetapi jika seandainya anak itu benar-benar ada, aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.” Siwon menghela nafas dengan pelan.

“Aku berterima kasih padamu karena kau sudah membuat kebohongan Minjae terbongkar. Melihat kau terluka seperti ini karena menyelesaikan masalahku, aku benar-benar merasa bersalah. Tetapi sekali lagi aku katakan padamu, aku kecewa. Aku kecewa pada diriku sendiri yang masih berharap banyak dari wanita seperti Minjae. Aku kecewa karena anak itu tidak pernah ada. Aku–” Siwon tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Laki-laki itu menutup kedua matanya dengan sebelah tangannya. Menghalau airmata yang sepertinya hendak keluar.

“Ahjussi..” Yongri mendekati Siwon. Gadis itu menarik tangan Siwon yang menutupi wajahnya. Dan Yongri dapat melihat dengan jelas mata Siwon yang memerah.

“Aku–aku hanya tidak ingin menunjukkan kekecewaanku itu padamu. Aku tidak ingin melihat kau terluka, Yongri-ya. Tidak bisakah sekali saja kau tidak memaksaku untuk menunjukan kebrengsekanku di depanmu?” Siwon terlihat benar-benar sedih. Tidak ada lagi kemarahan di wajah laki-laki itu. Yang terlihat hanyalah kekecewaan dan kesedihan.

Yongri kembali menambah langkahnya untuk mendekati Siwon. Ia mengusap pipi Siwon dengan pelan. Airmata Yongri masih terus mengalir walaupun tidak sederas tadi. Sekarang gadis itu benar-benar merasa bersalah. Karena keegoisannya, Siwon terpaksa menunjukkan sisi lemahnya seperti ini padanya.

“Maaf.” Gumam Yongri.

“Tidak. Itu bukan salahmu.” Siwon membelai kepala gadis itu.

“Hanya saja, jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Masalahku, aku akan menyelesaikannya sendiri. Aku tidak mau melihatmu terluka lagi.” Lanjut Siwon.

“Aku mengerti.” Ucap Yongri.

“Kenapa harus bertengkar seperti ini dulu baru kau bisa mengerti?” Tanya Siwon dengan tersenyum. Laki-laki itu menarik Yongri untuk kembali ke mobil.

“Karena aku kekanak-kanakkan.” Jawab Yongri malu. Siwon tertawa pelan mendengar jawaban Yongri.

“Kau menangis, hyung?” Tanya Jonghyun saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil.

“Tidak.” Jawab Siwon cepat.

“Tetapi matamu–” Jonghyun menghentikan ucapannya saat mendapatkan pukulan di kepalanya. Dengan mengusap kepala, Jonghyun menoleh ke belakang. Ia dapat melihat Siwon yang sedang menatapnya dengan pandangan menantang.

“Kau mau menjalankan mobilnya, tidak? Atau aku saja yang menyetir dan kau silahkan pulang jalan kaki.” Ancam Siwon. Jonghyun kembali menatap ke depan dan mulai menjalankan mobil. Yongri yang melihat itu hanya dapat tersenyum. Setelahnya gadis itu mendekat pada Siwon dan meletakkan kepalanya di bahu kokoh Siwon.

——

Yongri melambaikan tangannya pada Siwon dan Jonghyun, sebelum akhirnya mobil Siwon meninggalkan rumahnya. Langit terlihat mulai gelap saat Yongri sampai di rumah. Gadis itu memasuki rumahnya dan di sambut beberapa pelayan yang menatapnya dengan terkejut. Tentu saja karena perban di sekitar keningnya. Untung saja gadis itu sudah memikirkan alasan untuk lukanya ini.

“Apa appa dan Minho oppa sudah pulang?” Tanya Yongri pada salah satu pelayan.

“Sudah, Nona. Tuan besar dan tuan muda serta Nona Keiko ada di ruang makan.” Jawab pelayan tersebut. Yongri menganggukkan kepalanya.

“Tolong bawakan tasku ke kamar. Aku ingin menemui mereka.” Yongri memberikan tasnya kepada pelayan. Setelahnya gadis itu melangkah menuju ruang makan dengan perasaan sedikit gugup.

“Aku pulang.” Ucap Yongri ketika menginjakkan kakinya di ruang makan. Semua mata yang berada di sana langsung tertuju padanya. Sebelum akhirnya semua mata itu menatapnya dengan pandangan terkejut.

“Apa yang terjadi padamu?” Minho berdiri dari duduknya dan menghampiri Yongri. Kekhawatiran jelas terlihat dari raut wajah Minho.

“Aku baik-baik saja, oppa. A–aku terjatuh saat turun dari bus, dan ini hanya luka kecil.” Ujar Yongri.

“Hubungi Dokter Park untuk memeriksa lukanya, Minho-ya.” Kata Jinhyuk. Pria itu juga menatap Yongri dengan khawatir.

“Tidak perlu, appa. Aku sudah ke rumah sakit dan lukaku sudah dijahit. Aku baik-baik saja.” Tolak Yongri. Gadis itu meninggalkan Minho dan menghampiri Jinhyuk. Merasa bersalah karena membuat sang ayah khawatir. Yongri duduk di kursinya dan menatap Jinhyuk. Mencoba menyakinkan pria itu bahwa ia baik-baik saja.

“Aku sudah mendapatkan obatku dan ada di dalam tas. Appa bisa memeriksanya jika tidak percaya.” Kata Yongri. Jinhyuk menghela nafas pelan dan mengusap kepala Yongri.

“Bagaimana mungkin kau bisa begitu ceroboh, Yongri-ya?” Ucap Jinhyuk tak percaya.

“Aku hanya sedikit melamun, appa.” Yongri kembali memberikan alasan.

“Kau harus lebih berhati-hati, Yongri-ya.” Ucap Keiko.

“Baiklah, eonni.” Balas Yongri dengan tersenyum kecil.

“Kau melamunkan kepergian Jungkook?” Tanya Jinhyuk membuat Yongri terkejut.

“Appa mengetahuinya?”

“Kepergian Jungkook? Apa maksudmu, abeoji?” Tanya Minho.

“Taehwan menghubungiku dan mengatakan padaku bahwa Jungkook melanjutkan kuliahnya di luar negeri.” Jelas Jinhyuk.

“Kenapa tiba-tiba sekali? Apa ada hubungannya dengan pembatalan pertunangan kalian?” Tebak Minho.

“Minho-ya..” Keiko menegur kekasihnya itu. Minho seolah tersadar dengan ucapannya. Apalagi saat melihat raut wajah Yongri yang terlihat merasa bersalah. Jinhyuk berdehem pelan kemudian menatap Yongri.

“Apa kau bertemu dengannya?” Tanyanya. Yongri mengangguk pelan.

“Aku menemuinya di bandara. Eommoni yang memberitahuku.”

“Baiklah jika seperti itu. Aku rasa semuanya akan baik-baik saja. Kau tidak perlu merasa bersalah atas kepergian Jungkook. Itu keputusannya.” Kata Jinhyuk menenangkan.

“Ya, appa.”

“Oh ya, Minho. Bukankah waktu itu aku sudah memintamu untuk membelikan Yongri mobil? Apalagi yang kau tunggu?” Tanya Jinhyuk.

“Eo? Ah, itu–”

“Tidak, appa. Sepertinya aku tidak membutuhkan mobil.” Tolak Yongri membuat Jinhyuk terkejut.

“Bukankah waktu itu–”

“Aku berubah pikiran. Aku merasa lebih nyaman dengan naik kendaraan umum, appa.” Jelas Yongri.

“Kau yakin?”

“Ya.”

“Apa kau bisa lebih berhati-hati?”

“Iya, appa.”

“Baiklah jika seperti itu. Bibi Kim, siapkan nasi untuk Yongri.”

——

Sudah hampir 10 menit keduanya duduk berhadapan dan saling menatap dengan tajam. Belum ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu, atau keduanya seolah enggan untuk membuka suara. Siwon, salah satu dari dua orang yang berada di sana, dan yang menjadi penyebab seseorang yang lain berada disana, tampak terus bungkam. Laki-laki itu seolah sedang menahan amarah dan kesalnya yang sudah berkumpul menjadi satu.

“Boleh aku tau kenapa kau menghubungiku? Kalau boleh aku menebak, kau sangat membenciku sekarang.” Tak tahan dengan kebisuan yang tercipta antara mereka, wanita di hadapan Siwon mulai buka suara. Dengan gaya angkuhnya, wanita itu menyesap minuman yang dipesannya. Menanggapi ucapannya, Siwon menarik sebelah sudut bibirnya.

“Seandainya saja tidak ada seseorang yang ingin aku lindungi saat ini, aku pasti sudah membunuhmu.” Ujar Siwon. Sepersekian detik, wanita itu tampak terkejut mendengar ucapan Siwon. Namun ia menutupinya dengan tertawa kecil.

“Seorang Choi Siwon dapat membunuh? Dan kau yakin ingin membunuh seseorang yang sangat berarti di masa lalumu ini?”

“Tutup mulutmu, Kim Minjae!” Desis Siwon.

“Sebenarnya apa tujuanmu membohongiku?!” Tanya Siwon. Itulah tujuan laki-laki itu mengajak Minjae bertemu. Ia ingin tau alasan di balik perbuatan wanita tersebut. Dan Siwon berharap alasan apapun yang diberikan oleh Minjae, dapat diterima oleh Siwon. Karena jika tidak, ia tidak bisa menjamin apa yang akan dilakukannya pada Minjae setelah ini.

“Tentu saja karena aku masih mencintaimu.” Jawab Minjae dan langsung mendapatkan senyum tidak percaya dari Siwon.

“Berhenti berbicara omong kosong.”

“Kau sangat tau bagaimana perasaanku padamu, oppa.” Ucap Minjae. Raut wajah wanita itu mulai terlihat serius. Tidak ada senyum sinis seperti sebelumnya. Manik matanya menatap tepat di mata Siwon.

“Itu dulu.” Balas Siwon.

“Tidak. Perasaanku dulu dan sekarang tetap sama. Tidakkah kau tau satu hal yang sama-sama tidak kita lakukan hingga sekarang?” Tanya Minjae. Siwon menutup mulutnya. Tentu saja ia sangat tau jawaban dari pertanyaan Minjae.

“Menikah, oppa.” Minjae menjawab pertanyaannya sendiri.

“Aku memang bersalah karena telah menggugurkan calon bayi kita serta memutuskan hubungan denganmu. Dan aku menyesal. Jika aku bisa, aku ingin memutar waktu saat kita masih bersama. Aku tidak akan memperdulikan karir modelku yang baru seumur jagung. Aku akan lebih memilih bersamamu.”

“Cukup, Minjae.” Siwon terlihat muak dengan kata-kata wanita itu. Sedikit–pun hatinya tidak merasa tersentuh dengan ucapan Minjae. Sepertinya hati laki-laki itu sudah benar-benar mati untuk seorang Kim Minjae.

“Aku tidak akan berhenti sampai kau kembali padaku, oppa. Ayolah, aku tau hubunganmu dengan gadis itu tidak serius. Kau hanya bosan dan memanfaatkan tubuhnya saja, bukan?”

“AKU BILANG TUTUP MULUTMU!!” Teriak Siwon. Beberapa penghuni cafe tempat mereka bertemu tampak mencuri-curi pandang pada mereka. Mencari tau apa yang sedang terjadi pada kedua orang yang tampak seperti sepasang kekasih itu.

“Tidak ada satupun orang yang mengenalmu, sebaik aku mengenalmu, oppa.” Lanjut Minjae. Wanita itu tampak tidak takut sama sekali dengan kemarahan Siwon.

“Choi Siwon yang dulu kau kenal, dia sudah lama mati. Sama seperti dirimu yang sudah aku anggap mati.” Ujar Siwon. Minjae tertegun mendengar ucapan Siwon. Apa yang baru saja laki-laki itu ucapkan, membuat hatinya terluka. Ia tidak menyangka jika Siwon benar-benar telah mengubur namanya dari hati laki-laki itu. Karena sejujurnya, ia memang masih sangat mencintai Siwon. Satu-satunya kebohongan yang pernah dilakukannya adalah tentang kehadiran anak mereka.

Tanpa di sadari oleh Minjae, mata wanita itu tampak memerah dan berkaca-kaca. Kedua tangannya yang berada di atas paha tampak mengepal dengan kuat. Membuat kuku-kuku jari tangannya menekan telapak tangan hingga terasa perih. Namun itu semua tidak sebanding dengan sakit hati yang dirasakan Minjae sekarang.

“Apa yang aku rasakan pada Yongri sangat berbeda dengan apa yang aku rasakan padamu dulu. Aku tidak pernah merasa ingin melindungi seseorang sebelumnya. Tidak, sebelum aku bertemu dengan Yongri. Perasaanku pada Yongri, kau tidak perlu mengetahuinya. Karena kau tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya mencintai seseorang hingga sedalam ini.” Kata Siwon. Setelahnya, laki-laki itu segera berdiri dari duduknya untuk meninggalkan cafe. Ia sudah tidak tahan berlama-lama dengan wanita yang terus mempermainkannya itu.

“Oppa..” Panggil Minjae. Siwon menghentikan langkahnya namun tidak berbalik untuk sekedar menatap wanita itu.

“Aku..aku tidak akan hancur seorang diri. Aku tidak akan terluka seorang diri. Dan aku..aku tidak akan pernah berhenti sampai kau dan gadis itu berpisah.” Ucap Minjae dengan airmata yang mengalir dipipinya. Siwon mengepalkan tangannya saat mendengar ancaman wanita itu. Beberapa saat kemudian, Siwon melanjutkan langkahnya dan benar-benar keluar dari cafe. Ia tau Minjae tidak pernah main-main dengan ucapannya. Namun bukan berarti Siwon takut dengan ancaman itu. Ia akan melakukan apapun untuk melindungi Yongri. Karena Siwon tidak pernah ingin merasakan yang namanya kehilangan, untuk kedua kalinya.

——

“Jonghyun oppa!” Yongri menjerit senang saat melihat kehadiran Jonghyun dikampusnya. Gadis itu berlari kecil untuk menghampiri keberadaan Jonghyun.

“Apa kelasmu sudah selesai untuk hari ini?” Tanya Jonghyun.

“Eo. Apa yang kau lakukan disini? Tidak mungkin ahjussi yang mengirimmu untuk menjemputku, kan?”

“Tentu saja tidak. Kau tau dia tidak sebaik itu pada kita.” Cibir Jonghyun dan mendapat sambutan tawa dari Yongri. Ia menyetujui ucapan laki-laki itu.

“Tetapi kau tenang saja. Aku sudah meminta izin padanya untuk mengantarmu pulang.”

“Benarkah? Apa kau tidak sibuk?”

“Aku bisa sedikit santai jika perasaan kekasihmu itu sedang baik.” Kata Jonghyun.

“Maksudmu, kau akan sangat sibuk jika perasaan ahjussi sedang tidak baik?” Tebak Yongri.

“Ya, bisa dikatakan seperti itu. Dia cukup cerewet untuk ukuran seorang pria.” Balas Jonghyun.

“Baiklah, aku akan mengadukan itu padanya.” Yongri mengeluarkan ponselnya dan berpura-pura ingin menghubungi Siwon.

“Ya! Bagaimana mungkin kau tega melakukan itu padaku?!” Sungut Jonghyun dengan memegang ponsel di tangan Yongri. Yongri kembali tertawa melihat wajah kesal Jonghyun.

“Cih, kalian sepasang kekasih sama-sama menyebalkan.” Gumam Jonghyun.

“Kau mau pulang sekarang?” Tanya Jonghyun kemudian.

“Tidak, oppa. Aku ingin makan ice cream. Cuaca sedang panas sekali hari ini.” Yongri mengibaskan tangan di depan wajahnya. Jonghyun mengangguk untuk menyetujui ucapan gadis itu. Hari ini matahari memang terlihat sangat terik sekali. Keringat terlihat mengalir dari pelipis mereka berdua.

“Ayo, aku tau tempat menjual ice cream yang enak.” Keduanya segera memasuki mobil yang di bawa oleh Jonghyun.

Tidak sampai 30 menit, keduanya sudah sampai pada sebuah kedai yang menjual berbagai macam ice cream dengan bermacam-macam rasa. Mata Yongri terlihat berbinar saat mereka memasuki kedai tersebut. Gadis itu seperti mendapatkan sebuah imun untuk tubuhnya.

“Kau mau rasa apa?” Tanya Jonghyun. Mata Yongri terlihat menjelajahi berbagai macam tulisan serta gambar yang terdapat pada papan di kedai tersebut.

Blueberry!” Jawab Yongri akhirnya.

“Baiklah. Kami pesan yang rasa blueberry satu dan rasa vanilla satu.” Ucap Jonghyun pada sang penjual.

“Silahkan tunggu sebentar, Tuan.”

Beberapa saat kemudian, Jonghyun dan Yongri sama-sama memegang ice cream sesuai pesanan mereka. Keduanya mencari tempat duduk yang masih kosong untuk menikmatinya. Saat sedang asik menyantap ice cream–nya, Yongri merasakan ponselnya bergetar. Ada sebuah pesan masuk dari Siwon dan otomatis membuat gadis itu tersenyum.

 

From: Siwon Ahjussi

Menikmati ice cream–mu, huh?

 

Yongri segera menatap ke kanan, kiri depan dan belakang setelah membaca pesan tersebut. Namun ia tidak melihat kehadiran Siwon di dekat mereka. Gadis itu kembali membaca pesan untuk memastikan isi pesan yang dikirimkan oleh Siwon tersebut.

“Ada apa?” Tanya Jonghyun.

“Bagaimana mungkin ahjussi tau aku sedang makan ice cream?” Yongri terlihat bingung.

“Aku yang memberitahunya.”

“Eh? Benarkah? Tetapi kenapa kau harus memberitahunya?” Tanya Yongri sembari membalas pesan Siwon.

“Hanya tidak ingin terjadi salah paham saja.” Jawab Jonghyun. Yongri mengangguk dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu, oppa?”

“Apa itu?”

“Apa Siwon ahjussi pernah bercerita padamu tentangku?” Tanya Yongri. Jonghyun mengerutkan kedua alisnya mendapat pertanyaan dari Yongri.

“Misalnya seperti?” Tanya Jonghyun balik.

“Seperti tentang perasaannya padaku? Yongri terlihat ragu. Jonghyun tertawa melihat keraguan di mata gadis itu.

“Kenapa? Apa sekarang kau sedang meragukan perasaan Siwon hyung padamu?” Tebak Jonghyun. Yongri terlihat salah tingkah dan kembali menikmati ice cream–nya.

“Bukan seperti itu.” Bantah Yongri.

“Hanya saja, ahjussi tidak pernah mengatakan bagaimana perasaannya padaku. Aku hanya ingin tau saja.” Jelasnya.

“Ketika Siwon hyung memintamu untuk menjadi kekasihnya, apakah dia tidak mengatakan perasaanmu padanya?” Tanya Jonghyun. Yongri langsung menggeleng dengan cepat.

“Pernyataan cinta yang dilakukan Siwon ahjussi saat itu lebih seperti pemaksaan.” Keluh Yongri.

“Tetapi kau menerimanya.” Sahut Jonghyun.

“Karena aku mencintainya.” Balas Yongri malu-malu. Jonghyun tersenyum dan mengacak rambut gadis itu.

“Aku tidak tau bagaimana sifat Siwon hyung dahulu, tetapi sejak pertama aku mengenalnya hingga sekarang, Siwon hyung tidak seperti laki-laki biasanya. Ia lebih tertutup pada perasaannya sendiri. Aku tidak mengerti apakah itu karena ia sengaja melakukannya atau karena ia memang tidak bisa mengekspresikan perasaannya.” Jelas Jonghyun. Yongri tampak mendengarkannya dengan wajah serius.

“Jika ia menyukainya, ia tidak akan mengatakannya. Jika ia tidak suka, ia hanya akan marah. Dan jika Siwon hyung merasa bersalah, ia tidak akan pernah meminta maaf. Ya, begitulah Siwon hyung yang aku kenal.” Jonghyun mengakhiri penjelasannya. Yongri memikirkan semua penjelasan Jonghyun mengenai Siwon. Dan ia merasa lebih mengenal Siwon sekarang. Jika Yongri boleh menebak, apa yang menyebabkan Siwon seperti sekarang adalah karena Minjae. Karena wanita itu meninggalkan Siwon dan membuat luka yang dalam pada kekasihnya itu. Yongri benar-benar merasa kasihan pada Siwon. Yongri berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah menyakiti Siwon seperti yang Minjae lakukan.

“Walaupun Siwon hyung tidak mengatakan bagaimana perasaannya padamu, bukankah kau bisa merasakannya?” Yongri mengangguk dan tersenyum kecil. Tentu saja ia bisa merasakannya.

“Ya. Aku bisa merasakan seberapa besar ia mencintaiku.”

——

Jinhyuk melepaskan jas yang dipakainya dengan kasar. Melemparkannya pada sofa yang berada di ruang kerjanya di kantor. Pria itu menarik dasi yang terasa mencekik lehernya sedari tadi di ruang rapat. Ada masalah yang sedang terjadi pada perusahaannya. Dan apabila ia tidak bisa menyelesaikannya dengan cepat, maka bisa dipastikan Jinhyuk akan mengalami kerugian yang sangat besar. Makanya saat itu pria tersebut sedang merasa sangat marah pada beberapa pegawai yang bertanggung jawab atas masalah yang terjadi.

Pintu ruang kerja Jinhyuk terbuka dan tampak Minho yang masuk ke dalam dengan langkah tergesa. Ia melihat betapa kacaunya penampilan sang ayah sekarang. Sehingga Minho tampak sedang memikirkan kata-kata apa yang harus dikeluarkannya, agar Jinhyuk tidak bertambah marah.

“Abeoji, aku–”

“Kita harus cepat mencari kontraktor baru, Minho-ya. Semuanya harus selesai akhir bulan ini. Kalau tidak kita akan kehilangan milyaran won.” Ucap Jinhyuk.

“Aku tau, aboeji. Hanya saja mencari kontraktor yang dapat langsung memenuhi standar yang kita berikan tidaklah mudah.” Kata Minho hati-hati. Jinhyuk memukul pelan meja kerjanya untuk melampiaskan kekesalannya. Helaan nafas kasar terdengar memenuhi telinga Minho.

“Anda tidak boleh masuk, Nona!” Suara sekretaris Jinhyuk yang terdengar hingga ke dalam membuat Minho dan Jinhyuk sama-sama menoleh ke arah pintu. Tidak berapa lama kemudian, pintu ruangan Jinhyuk terbuka. Menampilkan Minjae serta sekretaris Jinhyuk yang terlihat takut.

“Kim Minjae?” Ucap Jinhyuk.

“Saya sudah melarangnya masuk, sajangnim. Maafkan saja.” Sesal sekretaris Jinhyuk.

“Apa yang kau lakukan disini, Minjae-ya?” Tanya Jinhyuk.

“Ada yang harus aku sampaikan padamu, oppa.” Jawab Minjae.

“Maaf, Minjae-ya. Tetapi sekarang aku sedang tidak ingin menerima tamu.”

“Silahkan keluar, Nona. Anda bisa membuat janji terlebih dahulu.” Sekretaris Jinhyuk tampak berusaha mendorong Minjae untuk keluar dari ruangan Jinhyuk.

“Lepaskan aku!” Ucap Minjae marah. Mendengar itu, Jinhyuk dan Minho menatap Minjae dengan terkejut. Minho yang tidak tau siapa wanita itu hanya dapat menaikkan sebelah alisnya.

“Ini tentang anak bungsumu, oppa.” Kata Minjae dan menatap Jinhyuk dengan serius.

“Yongri? Kau mengenal anakku?” Tanya Jinhyuk kembali terkejut. Minho mulai merasa ada yang tidak beres pada Minjae. Tiba-tiba ia berpikir bahwa apa yang akan Minjae katakan pada Jinhyuk adalah mengenai hubungan Yongri dan Siwon.

“Ya. Aku mengenalnya. Untuk itu biarkan aku berbicara denganmu. Ini tidak akan lama, oppa.” Bujuk Minjae.

“Maaf jika saya menyela. Saat ini ayahku sedang dalam keadaan tidak baik. Anda bisa bicara dengan saya. Yongri adalah adik saya.” Kata Minho berjalan mendekati Minjae.

“Tidak. Aku harus bicara dengan ayahmu, karena ini sangat penting.”

“Tapi–”

“Minho, cukup.” Sela Jinhyuk.

“Kau boleh keluar, Sekretaris Park.” Ucap Jinhyuk pada sekretarisnya.

“Duduklah, Minjae-ya.” Jinhyuk, Minho dan Minjae duduk di sofa yang berada di ruangan Jinhyuk. Minho terus menatap Minjae dengan gusar. Laki-laki itu merasa sangat takut dan gugup sekarang. Bagaimana jika apa yang ingin disampaikan oleh Minjae adalah sesuatu yang sedang dipikirkannya?

“Kau bisa katakan sekarang, Minjae-ya.” Jinhyuk menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Anakmu itu–maksudku Yongri, dia menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak pantas untuknya.” Kata Minjae memulai. Jantung Minho terasa berhenti berdetak mendengar ucapan Minjae. Apa yang ditakutkannya benar-benar terjadi. Apa yang ingin disampaikan oleh Minjae adalah hal yang ditakutkannya.

“Apa maksudmu? Bagaimana mungkin kau tau dengan siapa anakku menjalin hubungan?” Jinhyuk terlihat tidak percaya dengan ucapan Minjae. Kekesalan dan kemarahan yang sebelumnya dirasakan oleh pria itu, kembali tersulut akibat ucapan Minjae.

“Karena aku sangat mengenal siapa pria itu, oppa.” Ujar Minjae.

“Siapa dia?” Tanya Jinhyuk langsung.

“A–abeoji, aku rasa kita bisa menanyakannya nanti pada Yongri. Lebih baik sekarang kau beristirahat.” Minho mencoba menggagalkan rencana Minjae untuk memberitahukan pria yang berkencan dengan Yongri.

“Tidak, aku harus mengetahui siapa yang berkencan dengan adikmu.” Tolak Jinhyuk.

“Lebih baik jika kita mengetahuinya dari Yongri, abeoji.” Balas Minho. Jinhyuk menatap Minho dengan kesal.

“Kenapa kau bertingkah seperti ini? Apa kau mengetahui siapa pria itu?!” Tebak Jinhyuk.

“Apa? Ah, aku–”

“Sepertinya kau benar, oppa. Anak sulungmu ini mengetahuinya.” Sela Minjae. Minho menatap Minjae dengan gugup. Laki-laki itu mengepalkan tangannya yang berada di atas sofa.

“Siapa laki-laki itu, Minho-ya?” Tanya Jinhyuk. Minho kembali menatap Jinhyuk. Bola matanya bergerak dengan gelisah. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat.

“Choi Minho..” Desis Jinhyuk.

“Siwon oppa.” Minjae menjawab pertanyaan Jinhyuk.

“Apa?”

“Pria yang berkencan dengan anakmu adalah Siwon oppa.” Jelas Minjae. Jinhyuk terdiam sebentar sembari menatap Minjae. Beberapa saat kemudian pria itu tertawa dengan keras. Walaupun tawa itu terdengar sedikit dipaksakan.

“Kau gila, Kim Minjae.” Ucap Jinhyuk setelah menghentikan tawanya. Minho hanya dapat menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya dengan sebelah tangan.

“Aku tidak berbohong, oppa. Aku benar-benar serius.”

“Apa yang dilakukan oleh Yongri padamu, hingga kau memfitnahnya seperti ini?” Tanya Jinhyuk marah. Pria itu menatap Minjae dengan tajam. Minjae berdecak melihat Jinhyuk yang tidak percaya padanya.

“Kau bisa tanyakan itu padanya langsung. Jika aku salah, kau boleh melakukan apapun padaku.” Ucap Minjae meyakinkan. Jinhyuk kembali terdiam. Setengah hatinya sudah mulai memikirkan ucapan Minjae. Namun setengah hatinya lagi mencoba untuk tidak mempercayainya. Satu pertanyaan terlintas di kepala Jinhyuk. Bagaimana jika ucapan Minjae benar?

“Tidak mungkin.” Gumam Jinhyuk tidak percaya.

“Jinhyuk oppa, aku tidak pernah berbohong padamu.”

“Tidak mungkin. Tidak mungkin. Ini tidak mungkin!!”

“Abeoji, tenanglah.” Minho terlihat khawatir. Wajah Jinhyuk terlihat benar-benar tegang.

“Siapkan mobil, Minho-ya.” Kata Jinhyuk tanpa menatap Minho.

“Abeoji..”

“Aku bilang siapkan mobil!!” Bentak Jinhyuk. Minho menghela nafas kasar dan segera berdiri. Laki-laki itu menatap Minjae yang terlihat tidak merasa bersalah sama sekali. Beberapa saat kemudian ia keluar dari ruangan Jinhyuk.

“Jika kau berbohong padaku, aku tidak akan memaafkanmu.” Ancam Jinhyuk dan ikut keluar menyusul Minho. Minjae menatap kepergian Jinhyuk dengan wajah angkuhnya. Salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas.

“Aku sudah katakan padamu bahwa aku tidak akan terluka sendiri, Siwon oppa.” Ucapnya.

——

Minho memasang handsfree di telinga sebelah kanannya. Ia sedang mencoba menghubungi Yongri. Namun sayangnya tidak ada jawaban dari gadis itu. Laki-laki itu mengetukkan jari-jarinya di stir mobil yang sedang dicengkramnya saat ini. Walaupun matanya tampak menatap ke jalanan di depannya, tetapi sejujurnya pikiran Minho sedang melayang kemana-mana.

“Siapa yang kau hubungi?” Tanya Jinhyuk yang duduk disebelahnya.

“Eo? Ah, aku menghubungi Keiko.” Jawab Minho berbohong.

“Jangan coba-coba menghubungi Yongri. Aku akan memastikan terlebih dahulu mengenai hal ini.”

“Abeoji, bukankah lebih baik jika kita pulang dan membicarakan hal ini dengan Yongri?” Ucap Minho. Jinhyuk hanya diam saja dan tidak berniat menanggapi ucapan Minho. Kepalanya benar-benar terasa seperti akan pecah. Belum selesai masalah dikantornya, sekarang ia harus menghadapi masalah yang lain. Masalah yang berkaitan dengan anak bungsu serta sahabatnya. Jinhyuk benar-benar tidak dapat mempercayainya.

“Kau tau bukan jika Tuan Choi sangat sibuk, jika kita datang tiba-tiba seperti ini–”

“Tutup mulutmu dan fokus saja menyetir. Melihatmu seperti ini, membuatku benar-benar yakin jika ada sesuatu di antara mereka.” Kata Jinhyuk dingin. Minho lagi-lagi hanya dapat menghela nafas pelan. Ia hanya berharap Siwon dan Yongri memiliki alasan untuk menyelesaikan masalah ini. Dan Minho saat ini sangat ingin tau siapa wanita bernama Kim Minjae itu. Bagaimana ia bisa mengenal Yongri? Bagaimana bisa ia mengetahui hubungan Yongri dan Siwon? Lalu, apa yang membuatnya memberitahukan hal itu pada Jinhyuk?

Hampir satu jam kemudian, mobil yang dikendarai Minho memasuki kawasan CH Factory. Minho menghentikan mobilnya di depan lobby, dan Jinhyuk langsung keluar dari dalam mobil. Minho yang melihat itu, langsung bergegas untuk menyusul Jinhyuk. Laki-laki itu memberikan kunci mobilnya kepada petugas keamanan. Minho menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari siapa saja yang dapat membantunya saat ini. Namun Minho tidak tau siapa yang bisa menolongnya sekarang. Minho takut terjadi sesuatu pada Jinhyuk dan juga Yongri.

Mereka berdua sudah berada di dalam lift untuk menuju ke ruangan Siwon. Wajah Jinhyuk dan Minho sama-sama terlihat tegang. Beberapa kali Minho mengusap keringat yang mengalir di wajahnya. Tidak pernah ia merasa setakut ini selama hidupnya. Andai saja ia dapat menghilang saat ini juga, Minho pasti sudah menghilang.

TING!

Pintu lift terbuka tepat di lantai dimana ruangan Siwon berada. Dari posisinya saat ini, Minho dapat melihat sekretaris pribadi Siwon berada. Sedang berbicara dengan sekretaris Siwon. Minho sangat berharap Siwon saat ini sedang tidak ada di ruangannya.

Sedang asik bersenda gurau dengan Sekretaris Siwon, Jonghyun menyadari kedatangan seseorang. Awalnya laki-laki itu tampak biasa saja. Namun saat melihat siapa yang datang, kontan rasa panik langsung menyerangnya. Ia segera menghampiri Jinhyuk untuk menahan pria tersebut.

“Aku ingin bertemu dengan Siwon.” Kata Jinhyuk tanpa basa basi. Tanpa menunggu jawaban Jonghyun, Jinhyuk melewati laki-laki tersebut begitu saja.

“Se–sebentar, Tuan Choi.” Jonghyun kembali berdiri di hadapan Jinhyuk. Wajah Jonghyun tampak memucat.

“Sajangnim, sedang ada tamu.” Ucapnya.

“Aku hanya sebentar.” Jinhyuk kembali berjalan dan mempercepat langkahnya. Pria itu langsung membuka pintu ruangan Siwon tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Langkah Jinhyuk terhenti begitu saja saat melihat apa yang ada dihadapannya saat ini. Rahang pria itu mengeras dan kedua tangannya mengepal dengan erat. Jinhyuk berharap penglihatannya sedang bermasalah saat ini.

“Choi Yongri..”

——

–To Be Continued–

 

Hai! *nyengir kuda*

Maaf post—nya lama, otak aku tiba-tiba buntu untuk lanjutin ini FF. Untung aja udah kembali seperti semula ini otak.

Oh ya, sekarang kayak—nya lagi marak plagiat FF, ya? Beberapa blog tempat aku biasa baca FF pada complain karena FF—nya di plagiat. So, aku mau minta tolong sama temen-temen, kalo misalkan liat FF aku diplagiatin orang lain (FF sama persis cuma di ganti cast doing) kasih tau aku, ya. Walaupun kecil kemungkinan orang-orang mau plagiat FF abal-abal seperti ini. Tapi tetep aja aku sedikit cemas.

Okay, silahkan ditunggu part selanjutnya. Jangan lupa like and comment—nya. Thanks untuk yang masih setia baca, walaupun ngepost—nya lama. Bye~

Advertisements

41 thoughts on “Forbidden Love – Part 10

  1. Menyebalkan sekali Minjae, jelas2 Siwon oppa tdk menyukainya lagi dan perasaannya pd Yongri benar2 tulus dgn cinta yg mendalam, smg Yongri tdk dipisahkan Appa nya dr Siwon oppa, Minho sgt takut jika ayahnya sangat marah saat melihat sendiri hub Siwon oppa dan Yongri apalagi sblmnya ada mslh perusahaan, ditunggu bgt kelanjutannya chingu, jeongmal daebak ff

  2. Ya ampun tbcnya manis sekali bertengger disitu. Setelah sekian lama menunggu akhirnya datang juga lanjutannya.
    Iihhh namanya cinta benar benar tidak mengenal siapa dan kapan serta dimana. Gregetan banget dengan episode ini apalagi dengan minjae yang tidak mau menerima kenyataan. Hhhh semoga jinhyuk appa sadar bahwa dia pernah muda dan pernah jatuh cinta.

  3. astaga minjae ternyata selama ini berbohong tentang anak pada siwon,untungnya yongri dapat membongkar kebohongan minjae,wah gawat ini appa yongri udah tahu hubungan siwong dan yongri,minjae kok tega bgt sih

  4. Yayyy finally part 10 nya diupdate jg, thank you author! Aku suka bngt sm cerita ini. Wuiiihhh masalah Jungkook udah selesai eh muncul lg masalah lain, 2 sekaligus pula. Minjae jahat banget sih, Siwonny udah ga cinta kok ttp aja maksa. Apa yg lg dilakuin Siwon & Yongri pas Jinhyuk dtg ya? Lg bermesraan kah? Author, ditunggu banget part selanjutnya & kl bisa sih jgn terlalu lama ya.

  5. Yeee eonni kambek!

    This is complicated chapter ever, kenapa coba eon? Soalnya seperempat awal maniss SiYong kiss scene trus adegan ketus-manja gitu..
    Seperempat kedua, kaget waktu kebohongan Minjae keungkap, gimana rasa kecewanya Siwon pas tau anaknya itu gak ada.
    Seperempat ketiga, eh paling nyeselinn banget. Greget bener sama Minjae yaowoh, kalo misalkan saya jadi hantu di ff ini, dicekek aja lah–”
    trusss seperempat terakhir, aduh udah eonn speechless banget.
    Takutnya, waktu Jinhyuk Appa masuk, Siwon sm Yngri lagi *beep* gitu eonnn.
    Eottokhae:3

  6. Akhirnya lanjut lgi…iya eonnni jgn lama2 q sll nunggu forbigdden lovenya….itu yongri mau diapain…jgn2 mau dipisahin ….mkin penasaran….lanjut eonni…😘

  7. Ud seru2 liat yg maanja2 ketus diatas
    Eisss minjae emg gk ada maaluny ya
    Kasian sih ama minjae
    Y mau gmn org ud kagak cnta

    Ituuuu knnp jgg p pake mati jg
    Jd minho gl bs nnelpon kan

    Duh lg gpain jg meka ya

    Takuty sdg mesum2 lg

    Untung sskrg jinyuk ssdg ad mslh perussahaa
    Siapa tau nanti bs dbantu siwonn kaan

  8. Yongri ketauan ya ampun… Tuh tante2 ngapain sih ikut2. Bikin orang emosi aja. Pasti appa nya yongri marah besar ;( semoga mereka bisa melewati rintangan ini. Cepet kelar mslhnya dan cepet nikah aja. Tapi eh tapi sbnrnya aku jd geli sendiri sih saat bayangin siwon yg suka ama cewek yg lbh pantas jd anaknya XD jd bayangin dia pas brewokan lmao, ah iya kak next part pasti penuh dgn tangisan/soktau/ gue siap tissue kok hehehe, sukses ya kak! Ak mkin suka ama jln cerita nya. Ak tunggu next nya kak! Semangat!

  9. Ya ampun… ya ampun… tuh si ahjumma genit ngeselin bgt sih…😈
    ketauankan jdnya… gmna kelanjutan hubungan Yongri sm Siwon Oppa dong klo kya gni… iiissshhh kesel bgt dh sm tuh ahjumma..
    pdhal td diawal2 lg seneng bgt dh sm obrolan Yongri sm Siwon, hahaha Yongri udah berani obrolin ttg bercinta.. tsskk.. dsar 😅
    aduuhh… ketauannya lg ngapain y tuh couple… semoga ga lg bercinta hihihi.. malu atuh… 😆
    aaahhh… part selanjutnya pasti seru bgt dh…
    semoga Siwon Ahjussi bsa berjuang untuk hubungannya sm Yongri… Fighting Yongri and Siwon ahjussi… (9^-^)9
    Next nya ASAP dong Chingu… hehehe..
    Gomawo 😘

  10. Gak sia2 tiap hari cek akhirnya yg d tunggu nongol jg^^

    hihihi kirain bakalan ada adegan nc lg /plak/ 😀
    itu sih Minjae benar2 butuh asupan kopi sianida dah, gak bisa lihat org bahagia padahal kebencian siwon itu jg krn ulahnya sendiri, dasar ahjumma lampir :p tp untungnya udh kebongkar klu tuh ‘anak’ emang gak ada, seharusnya siwon senang knp kecewa dan masih ngarep aje :3

    ikutan degdegan itu yongri dan siwon gmna? Trus pas jinhyuk dtg mereka lg ngapain? Tbc oh tbc… Enyahlah kau ke jamban :3
    next next next… Benar-benar gak sabar ini nunggunya, jgn kelamaan say 😉

  11. gue enek bgt sama tante tante ganjen Minjae gak punya malu amat si dateng ke Siwon trus untung ye si Yongri pinter jd kebuka deh kedok si Minjae.

  12. Dan ternyata eonnie udah update banyak dan aku ketinggalan jauh..mian eonnie aku baru buka blognya ..
    Sebel sama minjae..jadi pengganggu mulu,moga yongwon kuat menghadapi apapun masalah yg menghampiri mereka

  13. Wah rada seneng ada partnya yongri sama jonghyun disini hahaha. Tapi lebih bagus kalo siwon cemburu gituuhh.. hahaha.
    Hemm.. yongri pinter juga ya. Dasar minjae-__- tapi saya rada sedih pas siwon blg kecewa gara2 anaknya beneran gaada-__- masih ngarepin anak si minjae aja.. pakai ngadu segala lagi. Pasti yongri ketahuan tuh…

    Good job thor^^

  14. entah kenapa aku lega gitu pas jihyuk appa tau tentang hubungan siwon dan yongri tapi agak sedikit cemas sama next chapter nya.

  15. Minjae bner2 lcik bgt dia juga dlu knpa trrllu terobssi sma karir bhkan mengorbkan anak 😥 skrg mlah ngemis2 gtu sma siwon oppa

  16. Kim Minjae!!!! Duhh ahjuma satu ini buat aku sebel beneran >.< Yongri's appa kan jadi tau duluan sebelum siwon sempet ngomong langsung 😦 Pasti dikiranya siwon itu sahabat yg gak bener 😦 😦

  17. Konflik !
    Start !

    Wahhh minjae ahjumma jahat bgt..
    Yahh emang lebih baik tau sekarang dari pada nanti… Tapii kasian yongri dan siwonn…

    Semoga ga ada hal yang buruk..

  18. Konflik !
    Start !

    Wahhh minjae ahjumma jahat bgt..
    Yahh emang lebih baik tau sekarang dari pada nanti… Tapii kasian yongri dan siwonn…

    Semoga ga ada hal yang buruk..

  19. Konflik !
    Start !

    Wahhh minjae ahjumma jahat bgt..
    Yahh emang lebih baik tau sekarang dari pada nanti… Tapii kasian yongri dan siwonn…

    Semoga ga ada hal yang buruk..

  20. Konflik !
    Start !

    Wahhh minjae ahjumma jahat bgt..
    Yahh emang lebih baik tau sekarang dari pada nanti… Tapii kasian yongri dan siwonn…

    Semoga ga ada hal yang buruk..

  21. Makasih buat nenek lampir yg udh ngasih bocoran k jinhyuk ahjussi….ahhh pasti hbs INI yongri lgsg d secret pulang …..eottohke siwon oppa to long yongri….. 😣😣😣😣😣😣😣

  22. yongri bnyak akal kmu ya…jdi si tante ganjen ketauan boongny….
    agresif bnget kmu yongri-ya sma siwon ahjussi..nah loo…klian lgi apa???knpa jinhyuk kget bnget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s